. Owalah Part 25 | Kisah Malam

Owalah Part 25

0
259

Owalah Part 25

Di rumah kak tiara, jam 8 malam.

Aku dan kak tiara baru saja selesai menyantap makan malam lalu segera kembali ke kamar. Kak tiara berbaring di tengah kasur, aku memilih untuk duduk di sebelahnya bersandar pada batasan kasur sehingga kepala kak tiara berada di samping pinggulku.

“Ja”
Panggil kak tiara, lirih.

Aku melihat ke arahnya.

“Hp kamu gapapa?”
Tanya kak tiara.

Kak tiara meletakan tangannya di atas pahaku.

“Gapapa kok kak”
Bohongku, tersenyum.

“Mana coba liat”

Kak tiara meraih hpku dari luar kantong, aku membantunya mengeluarkan hpku.

Hpku sudah ku genggam, aku menekan tombol di samping untuk menyalakan layar.

“Tuh kan rusak”
Ucap kak tiara menatap layar hpku yang hanya menyala setengah.

“Gapapa kok, masih bisa di pake”
Balasku.

Kak tiara meraih hpku, aku melepaskan genggamanku.

“Ih..gimana makenya?”
Tanya kak tiara.

“Ya tinggal di miringin, trus tinggal di puter – puter deh”
Balasku seraya memutar hpku yang masih di genggam kak tiara.

Kak tiara menatapku.

“Maaf yah ja”
Ucapnya dengan tatapan bersalah.

Aku meraih hpku dari tangan kak tiara, meletakannya di meja yang berada di samping kasur.

“Iya sayang”
Balasku.

Kak tiara memanjangkan tangannya memeluk kedua pahaku.

“Kakak ganti, boleh?”
Tanya kak tiara.

Aku meletakan jariku di pipi putih kak tiara lalu mengelusnya lembut.

“Gausah”
Ucapku.

Kak tiara mengeratkan pelukannya pada kedua pahaku..

“Plis yang”
Pintanya.

Aku tersenyum.

“Yaudah, tapi jangan nangis lagi ya”
Ucapku.

“Ya kamu jangan gitu lagi”
Kak tiara cemberut

“Iya sayang”
Balasku.

Beberapa saat aku hanya mengelus pipi kak tiara sementara ia dengan erat memeluk pahaku.

“Sini kek peluk”
Kak tiara meraih dan menarik tanganku.

Kak Tiara​

Aku tersenyum lalu menurunkan tubuh berbaring di samping kak tiara, tanganku sudah berada di perutnya. Kak tiara memiringkan tubuhnya ke samping lalu mencium pipiku.

Aku ikut memiringkan tubuhku menghadap kak tiara lalu mencium bibirnya.

Kami berciuman singkat beberapa kali.

“Eja nakal”
Ucap kak tiara di sela ciuman kami.

Kak tiara meletakan tanganya di pipiku lalu mencubitnya pelan.

“Ya maaf”
Balasku tersenyum.

Tangan kak tiara bergerak turun ke arah selangkanganku.

“Tapi main dulu”
Ucap kak tiara memijit penisku dari luar celana.

“Yuk”
Balasku.

Kak tiara tersenyum nakal, ia kembali mencium bibirku panjang sambil terus meremasi penisku dari luar celana. Aku meletakan tanganku di punggung kak tiara kemudian menariknya hingga ia berada di atasku.

Kami terus berciuman, kak tiara duduk di atas selangkanganku..

Ciuman kamu terlepas.

“Gaboleh nakal lagi”
Ucap kak tiara.

Kak tiara menurunkan pinggulnya sehingga penisku terasa di tekan oleh pantatnya.

“Emh”
Desahku merasakan ngilu akibat tekanan pinggulnya.

Kak tiara tersenyum genit.

“Hihi sakit yah?”
Tanya kak tiara.

Aku menarik leher kak tiara dan kembali menciumnya sementara kak tiara terus menggerakan pinggulnya naik turun.

Kak tiara meletakan kedua tangannya di dadaku lalu menaikan kepalanya hingga ciuman kami terlepas.

“Buka yah sayang”
Ucap kak tiara.

Aku mengangguk

Kak tiara menyingkir dari tubuhku lalu sibuk membuka celana jeansnya, begitu juga denganku yang dengan mudah menurunkan celana pendek dan celana dalamku ke bawah.

Aku hendak bangkit untuk melepaskan bajuku namun kak tiara segera menindihku sehingga aku kembali berbaring.

“Gausah”
Ucap kak tiara.

Kini kak tiara sudah kembali berada di atasku tanpa menggunakan bawahan namun dengan kaos hitam yang masih terpasang pada tubuhnya..

Kak tiara kembali menyerang bibirku, kami berciuman. Aku melingkarkan tanganku dan mendarat di pantat kak tiara lalu memijitnya pelan.

Kak tiara terasa menggerakan – gerakan pinggulnya sehingga penisku terasa bergesek dengan selangkangannya.

Ciuman kami terlepas, kak tiara bergerak mundur dan sedikit menaikan pingggulnya lalu meraih penisku

“Masukin yah yang”
Pinta kak tiara.

“Iya kak”
Balasku mengelus kedua paha putihnya..

Sambil menggit bibir bawah, kak tiara mulai mengarahkan kepala penisku ke depan lubang vaginanya.

Kepala penisku masuk.

“Amhh”
Kak tiara mendesah

Kak tiara menggenggam pergelangan tanganku yang masih mengelus pahanya lalu menurunkan pinggulnya.

Batang penisku mulai tenggelam di telan vagina kak tiara..

“Emmmhh…aah”
Desahnya..

Dengan kuat, kak tiara kembali menurunkan pinggulnya hingga penisku sudah benar – benar terbenam di dalam vagina kak tiara..

Kak tiara menatapku sayu lalu mulai menaik turunkan pinggulnya pelan.

“Ahh..penuhh….yang”
Ucap kak tiara.

Kak tiara menjatuhkan tubuhnya menindihku dan kami kembali berciuman. Di saat yang sama, kak tiara mulai mempercepat gerakan pinggulnya.

Kami bercinta, kak tiara terus menaik turunkan pinggulnya dengan semangat.

Seperti biasa, kak tiara sudah mendapatkan orgasme. Ia menghentikan gerakan pinggulnya..

“Gerakindong sayang..”
Bisik kak tiara.

Aku mengambil alih ritme menaik turunkan pinggulku.

Setelah cukup lama, aku merasa bahwa penisku sudah ingin memuntahkan sperma..

Aku menghentikan gerakan pinggulku.

“Emmh kak”
Ucapku di sela – sela ciuman kami.

Kak tiara menaikan tubuhnya namun penisku masih menancap dalam lubang vaginanya.

“Di dalem aja yah yang”
Pinta kak tiara.

Aku terdiam.

“Pliss”
Pintanya lagi.

Aku mengangguk.

Kak tiara segera meletakan kedua tangannya di dadaku lalu menaik turunkan tubuhnya kembali mengambil ritme persetubuhan..

“Emmmhh….kak”
Desahku saat merasakan penisku akan segera memuntahkan sperma.

“Aahh….plliiiiiiis”
Pinta kak tiara panjang mempercepat gerakan pinggulnya.

Spermaku muncrat di dalam vagina kak tiara..

Kak tiara menjatuhkan tubuhnya kembali menindihku.

“Makasih yah sayang”
Ucapnya.

“Iya…lagi aman kan?”
Tanyaku letih..

“Mmmm….iyaa”
Jawabnya..

Kami pun kembali berciuman menikmati sisa pertempuran ini.

_____________

Rabu, jam 4 sore, di warung.

POV Orang ketiga.

“Udeh, lu pada kalem aja boy..gausah di pikirin”
Tutur haris yang sedang duduk di kursi kayu kepada belasan mahasiwa yang berada di depannya.

“Yoi, kapan lagi lu bisa ngikut acara gede – gedean begini”
Balas fadil yang berada dalam kerumanan mahasiwa tersebut.

“Saran gua cuman dua….satu, jaga rahang lu. Dua, kalo jatoh ya bangun”
Ucap haris memberikan masukan kepada belasan mahasiswa tersebut untuk menghadapi tripunar hari jumat nanti.

*****

Di rumah kak tiara..

Dua orang wanita cantik dengan tubuh penuh keringat sedang sibuk melakukan gerak pukul dan tendangan.

“Udah ra, istirahat dulu”
Ucap nindy menghentikan latihan hari ini.

Tiara sontak menjatuhkan tubuhnya ke atas matras.

“Emh…capek”
Rengek tiara di sela – sela nafasnya.

Nindy bergerak menuju ke meja yang berada di samping pintu.

“Minum dulu ra”
Ucap nindy sambil meraih botol minuman yang ada di atas meja.

“Eh…bentar nin”
Saut tiara saat nindy hendak melangkah mendekatinya.

Kak nindy menatap kak tiara bingung.

“Pintunya kunci”
Lanjut tiara tersenyum genit.

Kak nindy ikut tersenyum lalu memutar kunci yang berada pada gagang pintu..

“Nakal yah kamu ra”
Ucap nindy melangkah mendekati tiara.

“Hihi….ajarin kuncian lagi dong”
Jawab tiara melebarkan tangan menyambut kedatangan nindy

Nindy meletakan botol minuman di samping dengkul tiara lalu menjatuhkan tubuhnya menindih nindy..

“Emmmhh”
Suara desahan nindy dan tiara di tengah ciuman mereka.

“Kamu cantik banget sih nin”
Goda tiara saat ciuman mereka terlepas.

“Kamu nafsuin banget”
Jawab nindy lalu menggenggam dua payudara tiara.

“Ah…geli nin…ih bentarr deh”
Pinta tiara.

Nindy menghentikan remasan tangannya.

“Aku lagi subur”
Ucap tiara.

Nindy menatap tiara bingung.

“Kemarin eja ngeluarin di dalem”
Lanjut tiara tersenyum.

Nindy menaikan alisnya, mulutnya sedikit terbuka.

“Hihi…cemburu yah?”
Goda tiara.

Tiara menggenggam payudara nindy lalu meremasnya pelan.

“Emhh….engga kok…kan kamu emang punya dia”
Jawab nindy lalu kembali menciumi bibir tiara…

______

Kamis, jam 10 pagi, di kamar fadil.

“Ah…..aaah..dill..sini di pantat aja..”
Ucap oliv mendesah akibat gerakan pinggulnya yang terus membuat penis haris bergerak keluar masuk di dalam vaginanya.


Oliv​

“Ah? Eh…serius liv?”
Jawab fadil yang sedang menyaksikan persebutuhan oliv dan haris dengan posisi woman on top.

“Iyya….aaah….ssiniii”
Rengek oliv mencoba menusuk lubang anusnya dengan satu jari.

Fadil masih berdiri mematung namun haris dengan cepat menggerakan kepalanya seakan menyuruh fadil untuk menuruti permintaan oliv.

Fadil mulai mengambil posisi di belakang oliv..

“Aahh….bentarr”
Oliv menghentikan gerakan pinggulnya.

“Tapi pelan – pelan yah”
Lanjut oliv sambil melihat fadil yang sudah mulai mengarahkan penisnya.

Fadil terdiam.

“Ih….udah masukin”
Rengek oliv menarik satu bongkahan pantatnya menggunakan tangan membuat lubang anusnya sedikit terbuka.

Fadil ikut merenggakan lubang anus oliv dengan mendorong bongkahan pantat oliv. Dengan berhati – hati fadil mulai menusuk anus oliv..

“Emmmhhhh….pelann”
Pinta oliv saat merasakan kepala penis fadil mulai memasuki anusnya.

Fadil menghentikan dorongan pinggulnya.

“Lagii…coba….pelann”
Suruh oliv.

Fadil kembali mendorong penisnya..

“Aduhh…dduhh…sakittt”
Racau oliv merasakan batang penis fadil mulai menyeruak masuk.

Lagi – lagi fadil berhenti.

“Gausah yah liv?”
Tanya fadil tak tega mendengar rintihan oliv.

“Emmh…..dillll”
Panggil oliv.

Fadil hanya menatap oliv.

“Tusuk bareng bang haris yah”
Lanjut oliv lalu melihat ke arah haris.

“Maksudnya?”
Tanya fadil..

“Ihh.. lanssung aja yang dalem, tapi bareng”
Jawab oliv..

Fadil melihat haris yang juga sedang menatapnya, haris tersenyum. Haris menarik leher oliv untuk mendekati wajahnya.

“Siap liv?”
Tanya haris dengan hidung menempel pada hidung oliv..

“Iyahh bang”
Balas oliv parau.

Haris segera menekan penisnya masuk ke dalam vagina oliv. Fadil juga dengan cepat menusuk penisnya kuat ke dalam anus oliv..

“AAAEEMPPHH….eemmmmph”
Teriak oliv kencang namun segera ditahan oleh ciuman haris.

Setelah beberapa saat oliv nampak mulai tenang, haris melepaskan ciumannya..

“Saakittt”
Rengek oliv di depan wajah haris.

“Mau udahan?”
Tanya haris.

“Engga….entotin aja….cepettt!!”
Balas oliv yang justru tak sabar menerima rasa perih akibat tusukan penis di dua lubangnya.

“Yakin liv?”
Tanya fadil yang nampak ragu dengan permintaan oliv..

“Iyaa..ihhh…cepettt!!!”
Rengek oliv.

Mendengar rengakan oliv. Haris segera menggerakan pinggulnya pelan. Tak mau kalah, fadil juga menggerakan pinggulnya menyamai ritme genjotan haris..

“Sakiiitttt…eemmpphh…emmhh”
Lagi – lagi oliv berteriak namun segera di tahan oleh ciuman haris..

Kali ini haris tak peduli dengan teriakan oliv dan terus menusuk vaginanya, begitu juga dengan fadil yang sudah terbuai dengan nikmat sempitnya anus oliv.

Haris dan fadil terus menyetubuhi oliv hingga mereka berdua akan segera mendapatkan orgasme.

Haris dengan cepat menggeser tubuh oliv berbaring di kasur dan menumpahkan spermnya di wajah oliv sementara fadil memuntahakan spermanya di bagian dada oliv.

“Ah..hah..ampunn…ampun”
Racau oliv dengan sperma di sekujur tubuhnya.

“Kamu gapapa liv?”
Tanya haris khawatir..

“Gapapa…hah…sakitt…enakk”
Jawab oliv justru mengusap – ngusap bibir vaginanya sendiri.

********

Malam harinya, di kamar daud.

Daud meraih dompet dari celananya dan menatap foto bori yang selama ini ia simpan bersama foto ayah, ibu dan adiknya.

“Sorry yah bang”
Ucap daud mengingat hubungannya bersama bori dulu.

Daud terus menatap foto bori hingga tiba – tiba ia mendengar suara.

“Bang, gua pulang yah”
Suara nindy dari depan pintu.

Daud segera memasukan foto bori ke dalam dompetnya dan melangkah menuju pintu.

“Gua anterin kan nin?”
Tanya daud saat ia sudah membuka pintu.

“Iyalah bang”
Jawab nindy tersenyum lebar

Daud mengangguk kemudian melangkah keluar kamar dan segera berangkat mengantarkan nindy ke kostannya

Di depan kostan nindy..

“Bang, jumat hati – hati yah”
Ucap nindy dengan wajah khawatir.

“Iya nin. Apapun yang bakal terjadi, ini semua gua lakuin buat bori”
Balas daud.

Nindy tersenyum.

“Boleh gua meluk lu bang?”
Tanya nindy.

Tanpa menjawab, daud segera melingkarkan tangannya dan memeluk nindy dengan erat.

“Makasih yah bang”
Ucap nindy dalam pelukan daud.

“Gua juga mau bilang makasih lu udah bantuin gua”
Balas daud.

Daud melepas pelukannya.

“Apapun yang terjadi, lu bakal tetap jadi adek gua nin, kita ngerasain hal yang sama”
Ucap daud mengusap lengan nindy.

Nindy mengangguk, matanya mulai berkaca – kaca.

“Udah ya, masuk gih”
Lanjut daud melepaskan lengan nindy.

“Iya..makasih ya bang”
Jawab nindy.

__________

Kamis, jam 9 malam.

“Yang kamu serius gasih?”
Tanya tiara yang sedang berdiri di depan reza.

Reza meraih lengan tiara dan mengelusnya.

“Iya..plis yah kak, ini buat yang lain juga”
Balas reza.

Tiara mengangguk lemah kemudian memajukan tubuhnya memeluk reza.

“Tapi kamu jangan sampe kenapa – napa yah”
Ucap tiara manja dengan kepala bersender pada dada reza.

“Iya sayangg.”

“Janji”

“Iya, aku janji”
Balas reza.

Tiara melepas pelukannya lalu mengeluarkan hp dari kantong celana. Reza segera meraih hp tersebut dari tangan tiara.

Reza membuka daftar kontak hp tiara lalu mencari sebuah nama.

‘Andre’

Reza mengusap layar untuk menghubunginya.

“Halo ra?”
Tanya andre memulai percakapan.

“Oi bro, mau ngasih tau aja, jumat ini bocah lu suruh pada hati – hati”
Ucap reza

Reza segera mematikan saluran telepon lalu menatap tiara.

“Jangan sampe kenapa – napa yang’
Rengek tiara menggenggam tangan reza.

“Iya sayang”
Balas reza.

__________

Jumat, jam 9 malam.

“Nin, aku takut”
Ucap tiara yang sedang duduk di sofa ruang tamu kepada nindy yang sedang berdiri di pintu rumah.

Nindy memutarkan badan melihat ke arah tiara kemudian melangkah dan duduk di sampingnya.

“Reza ga bakal kenapa – napa kok ra”
Balas nindy mengusap kepala tiara.

Mereka bertatapan.

Mata nindy berkaca – kaca dan air matanya mulai menetes keluar.

“Kamu kenapa?”
Tanya tiara bingung melihat tangisan nindy.

“Emh…gapapa kok ra”
Jawab nindy seraya mengeringkan wajahnya menggunakan lengan tangan.

Tiara menyentuh lengan nindy.

“Kamu khawatir sama daud?”
Tanya tiara.

Nindy mengangguk lemah.

“Dia gabakal kenapa – napa kok nin”
Ucap tiara tersenyum.

Tiara memajukan kepalanya mendekati wajah nindy lalu mencium bibirnya mesra.

***

Di kampus.

15 pria nampak sedang berjalan ke arah kantin. Tiga orang yang berada paling depan menggunakan jaket yang sama, jaket jeans dengan tulisan ‘tendes’ pada lengannya sementara satu orang yang juga menggunakan jaket yang sama memilih untuk berjalan di belakang..

Hingga 15 orang mahasiswa tersebut mulai mendekati pintu masuk kantin, haris dengan cepat melepaskan jaketnya.

“TENDES NIH BOY!”
Teriak haris seraya membentangkan jaket tendes ke atas, menarik perhatian 20 orang pria yang berada di ujung kantin, memulai pertarungan…

Bersambung

Daftar Part