. Nirwana Part 39 | Kisah Malam

Nirwana Part 39

0
224

Nirwana Part 39

Rencana Besar

Raut wajah Ava nampak cerah meski terengah. Nafasnya kembang kempis sehabis berlari tiga putaran penuh mengelilingi desa itu. Langkah yang tadinya lebar-lebar kini hanya menyisakan sepasang tungkai yang berjalan lunglai memasuki halaman Villa Pak De. Dilihatnya Sang Maestro dan Kadek yang sedang berbincang di teras rumah, lelaki tua dengan brewok tebal itu nampak asyik merokok cerutu sambil memandangi tumpukan berkas-berkas di depannya, sementara Kadek seperti sedang menjelaskan sesuatu.

“Begitulah Jik, saya mau ijin… kan.. Lusa sudah Penampahan[SUP](1)[/SUP], besoknya lagi sudah Galungan… di rumah saya sibuk, Jik, apalagi kakak saya kan cewek… saya anak laki-laki satu-satunya…” jelas Kadek.

Penampahan = pemotongan hewan seperti ayam dan babi untuk pesta perayaan Galungan

“Ya… ya… ” Pak De manggut manggut sambil membelai janggutnya. Sekilas ia melihat Ava yang berjalan mendekat. “Ava! ke sini dulu!”

“Ah, pas sekali! panjang umur sekali kamu, Va!” Kadek berseru girang.

Ava melangkah bergegas ke arah Kadek dan Pak De.

Kadek lalu menjelaskan bahwa ia minta ijin untuk cuti Galungan, dan Pak De meminta Ava menggantikan Kadek untuk acara jamuan makan malam di Hotel Patra besok malam. Segalanya sudah diatur oleh Event Organizer, Ava hanya memastikan semuanya berjalan sesuai rencana.

Kadek berkata untuk kesekian kalinya. “Maaf sekali, Jik… saya nggak bisa ikut di Hari-H, nya…”

“Iya, ndak apa-apa… kan sudah ada Ava,” kata Pak De sambil menghisap cerutu, santai.

“Beneran, Jik? Saya jadi nggak enak sama Ajik… Coba kalau nggak dekat Galungan… Aduh…. kenapa pamerannya harus dekat-dekat Galungan, sih?”
Pak De tergelak. “Orang Perancis kan nggak ngerayain Galungan, gimana sih kamu, Dek…”

“Hahaha… iya juga…”

“Tapi babi dan ayam saya tetap kamu yang nampah[SUP](2)[/SUP], ya…”

(2) Nampah = Menyembelih

“Beres…” sambut Kadek, “tapi mengenai acara di Hotel Patra…”

“Tenang, Jik. Nanti saya yang urus…” potong Ava cepat.
Terbit senyum di bibir Pak De mendengar Ava memanggilnya dengan sebutan ‘Ajik‘.

“Oh iya, Va. Kalau sempat, saya mau bicara sesuatu.”

“Tentang acara besok?”

“Tentang Indira.”

Bersambung

Daftar Part