. Misi Penghancuran Part 64 | Kisah Malam

Misi Penghancuran Part 64

0
278
Cerita seks dewasa Misi Penghancuran

Misi Penghancuran Part 64

Melepaskan Cinta

Kuhabiskan waktu yang indah bersama Hera…. Makan bersama keluarga baruku… Keluarga yang notabene tak mengetahui seberapa menakutkannya diriku… Makhluk yang menyembunyikan kekuatannya di dalam dirinya…. Dengan ramah ibu Hera memberikan ku kamar untuk bermalam…. Tapi aku tak akan bermalam disini… Masih banyak misi yang harus ku kerjakan karena waktuku tak lama lagi… Siang itu ku panggil Hera untuk mengatakan hal lain yang ingin ku kerjakan… Waktu bersama Hera mungkin sudah terlalu banyak…

Hera

“ Tuan apa kau benar-benar akan meninggalkan ku saat ini disini…. “ ucap Hera

“ Hera keluargamu menanti dirimu disini… Mereka merindukan mu…. “ lanjutku

“ Tuan boleh aku tahu apa yang sedang terjadi pada dirimu… Kau seperti bukan dirimu yang ke kenal… Katakan padaku… Aku calon istrimu…. “ lanjut Hera

“ maafkan aku Hera… Aku belum bisa mengatakan hal tersebut…” ujar ku singkat

“ tak boleh ada satupun rahasia yang tersimpan pada pasangan suami istri tuanku…. “ ucap Hera mendesak ku…. Aku sebenarnya ingin merahasiakan ini aku tak ingin kebahagiaan di wajah Hera menghilang setelah mengetahui apa yang terjadi…. Tapi tatapan penasaran itu tak mampu ku hentikan… Justru jika aku terus menyembunyikan itu akan menyakiti orang yang ku cinta…

“ sebenarnya pertarungan Akhirku dan kakekku akan segera terjadi Hera…. “ lanjutku

“ Kapan dan dimana tuanku…. “ ucap Hera bertanya wajahnya jadi tampak serius….

“10 Hari dari sekarang… Di Sky Gold… Hanya aku yang akan kesana…. “ ujar ku memberikan informasi penting itu

“ Aku sudah menduganya… Kau bermaksud untuk menyembunyikan kami jika hal buruk terjadi padamu kan tuan…. “ lanjut Hera

“ Aku tak tahu hasil apa yang akan terjadi pada Perang ini… Aku takut tak bisa menepati janjiku dan kalian berada dalam bahaya jika hal buruk itu benar-benar terjadi pada diriku… Aku mencintaimu, yang lain juga aku tak ingin hal buruk menimpamu…. Aku akan merasa sangat bersalah jika hal buruk itu terjadi padamu…. Biarkan aku berperang tanpa ada beban yang ku pikul… Aku ingin bertarung dengan lepas…. Apa kau mengerti yang ku maksud.. “ jawab ku

“ aku tahu kau selalu seperti itu… Aku pun akan selalu mendoakan keselamatanmu… Tapi biarkan aku tetap disisimu hingga akhir…. Mungkin saat ini tak mungkin aku langsung ikut bersamamu…. Tapi pada hari pertarungan mu nanti aku akan datang… Aku akan mendoakan suamiku untuk melakukan yang terbaik…. “ Lanjut Hera

“ Itulah mengapa aku memulainya darimu… Karena kau wanita yang kuat…. “ lanjutku

“ Terima kasih untuk semua yang kau berikan… “ ucap Hera langsung melumat bibirku… Dia mulai membuka pakaian gaunnya… Memperlihatkan tubuh yang tak berubah sedikit dari pertama kami bertemu…

“Hera aku sedang terburu-buru… “ ujar ku menahan nafsuku… Siapa yang tidak bernafsu mdlihat tubuh sempurna milik Hera…. Tapi aku tak ingin melakukan hal itu…. Aku tak ingin membuang banyak waktu banyak yang harus ku lakukan…

“ Tuanku… Biarkan istrimu ini melayani mu untuk siang ini… “ lanjut Hera menyentuh pipi dengan usapan lembut dari tangan halusnya…

Keadaan seketika memanas…. Tubuh mulus Hera benar-benar mengalihkan duniaku…. Aku tak bisa menghentikan getaran yang ada di jiwaku…. Ku buka pula benda yng melekat ditubuh.., dan tanganku mulai meraba halusnya tubuh Hera… Hera pun beraksi dengan belaian di beberapa titik tubuhku…. Merasakan aliran cinta disetiap sisi tubuhku… Kontolku mulai beraksi akan sentuhan lembut Hera… Sudah lama kami tak melakukan hal seperti ini hingga Hera begitu liar… Dia melumat bibirku dengan penuh nafsu… Lidah kami saling menari didalam mulut… Hembusan nafas berpadu dalam nafsu…. Dan terus semakin intens… Desahan dari suara yang merdu semakin mempercepat lumatan ku….

Kedua tanganku mulai meremas dua gunung kembar milik Hera yang terus menggodaku ketika dia bergerak naik turun…. Seakan tak ingin melepaskan dari tumpukan daging kenyal yang terasa lembut dan kencang…

“ tuan Hera basah… “ desahnya…

“ Hera pelan kan sedikit suaramu kita bukan berada di rumah utama lanjut agak khawatir dengan desahan Hera yang bisa terdengar dari kamar di sebelahnya…

“ Tuan… Mau menyusu.. “ ucapnya manja seakan menghiraukan peringatan ku….

“ tentu… Susu istriku sangat berkualitas sekali…. “ ucap mulai tak perduli toh jika kami ketahuan kami akan di nikahkan dan itu memang tujuan kami…

“ Hera tersentak… Giginya mengigit sebagian bibirnya ketika lidahku mulai menyapu lembut daratan daging berwarna merah jambu… Dan sengaja menyisakan pentil yang sudah menegang… Menunggu giliran untuk mendapatkan serangan dari mulutmu…. Wajah Hera memerah karena sudah mencapai Horny nya… Dan desahan serta hembus nafas berat terasa di seksi sekali…. Sampai akhirnya aku mulai menyapu pentilnya dan mulai mempermainkan nya…. Sudah luar biasa menyusui di payudara kenyal Heraku… Cukup lama akan menyerang bagian sensitif milik Hera…

“ tuan Hera sampai… “ erangnya bergetar….

“ Hera… Kau memang spesial “ ucapku… Merebahkan tubuh Hera pada kasur.. Menyingkap rambutnya yang berantakan… Memperhatikan wajahnya yang cantik… Dan dibalas senyuman indah darinya… Kutekuk kedua kaki Hera untuk memasukkan kontolku yang sudah tak tahan menahan gejolak emosi yang di berikan oleh Hera padaku…

“ Aaakkk Hhhhh… Tuaann… “ ucap Hera menahan tubuhnya bertopang padaku…

“ kenapa Hera… Biasanya kau tak pernah seperti ini… “ ucapku terus mw masuk – keluarkan kontolku dengan cepat

“ Ini efek karena jarang disentuh suami…. “ ucapnya menggodaku dengan memilih tangannya didadaku dengan tatapan manja dan erangan yang terus keluar dari mulut…

“ Bukan aku tak mau menyentuhmu Hera… Kau baru saja mengalami keguguran” ucapku mempercepat genjot ku

“ akhhhh… Akhhh enak sekali tuan… “ ucap Hera vaginanya terkedut dan bereaksi dengan genjotan ku … Tubuh Hera juga ikut bergerak maju mundur… Menyamakan ritme ku….

“ Hera…. Akan ku percepat…. “ ucapku merasakan Geliat dia dalam Tubuh Hera yang makin intens

“ Hera aa.. Sampai lagi Tuanku….. Aaaakkk hhh…ahhhh…aaakhhh…” Erang Hera tubuh menyemprotkan lagi cairan bening memenuhi vaginanya…

“ akhhh… Hera….. “ ucapku menahan rasa yang luar biasa saat Hera berusaha menceritakan kontolku dalam memeknya…. Membuat tubuh begitu tegang dan Hera benar-benar membuatku mencapai puncak kepuasan ku

“sembur kan semburkan… Tuan aakkhhhh…. Aahhh…. “ Erang Hera sambil merem melek

*croooot… Crooot… Crooot
Ku tumpahkan semua calon janin ku di memek Hera… Berharap mendapatkan kabar baik… Aku berharap segera mendapat keturunan dari Heraku ini…

Hera​

“ Tuann… Hera milikmu…. “ ucapnya sambil mengatur nafas…

“Tentu sayang kau akan tetap milikku… “ ucapku memeluknya Hera dalam keadaan Lemas…

“ Tuan bolehkan aku ikut peperangan bersamamu…. “ ucap Hera Khawatir padaku….

“ tugas istri adalah menunggu suaminya dirumah…. Kali ini aku tak ingin kau kehilangan bayi kita lagi…. “ ucapku sambil mengelus pusatnya….

“ apa tuan akan pergi sekarang…. “ ucap Hera

“ apa aku tak boleh pergi juga… Kau bilang aku harus memperhatikan semua wanitaku… “lanjutku

“ Janji lah untuk kembali bersamaku…. “ ucap Hera meraih tanganku dan memeluk nya

“ aku akan berjuang meskipun aku terlambat… Aku akan kembali… “ ucapku menyakinkan nya….

“ Hmmm… Aku tak rela melepasmu Tuanku…. “ ucap Hera mempererat pelukannya

“ istirahat lah… Dan banyak mengobrol dengan papa dan mama juga kakak Almira…. Dan jangan pikirkan apapun…. “ lanjut ku membuat portal illumunition Gate…. Setelah membantu Hera untuk kembali memakai pakaiannya dan membaringkan nya…. Hera tak mampu menahan kesedihannya… Air matanya mulai mengalir…

“ Hera jangan mempersulit ku…. Aku akan baik-baik saja… Akan akan menghubungimu selalu… Dan setelah aku kembali kita akan menikah….. “ lanjut ku kembali mengusap pipi untuk membersihkan linangan air matanya….

. “ Aaku percaya padamu…. Tapi aku hanya merasa takut tuan…. “ ucap Hera

“ Semua manusia punya rasa takutnya sendiri – sendiri tapi kita tak boleh berdiam…. Karena dunia terus berputar Hera…. “ Ucapku terakhir memeluk nya agar dia sedikit merasa tenang….

“ selamatkan Fina… Kalau bisa selamatkan Liana juga…. Aku ingin bersaing dengannya secara langsung tuan…. “ ucap Hera menatapku

“ Tentu Hera aku pergi… “ ucapku menghilang mengunakan portal illumunition gate ku kembali melakukan perpindahan ruang menuju rumah utama ku…

Hera​

Ku tinggalkan wanita yang akan menjadi salah satu wanita spesial ku… Kali ini aku harus menyelesaikan urusan lain ku… Bersama Safira dan Jelita… Dua wanita yang memiliki hubungan sangat dekat tapi karena kesalahan sesuatu hal keduanya bagaikan air dan api saat ini… Menyelesaikan tugasku ini akan mengurangi dosaku pada keduanya terutama pada Dia malaikat kecil milik Safira yang belum mengetahui bagaimana kejamnya dunia ini bekerja… Anak yang seharusnya selalu mendapatkan kebahagiaan yang mutlak… Dan akhirnya aku melakukan teleportasi tepat didalam Kamar Safira….

Safira​

Safira terkejut bukan main ketika melihatku tiba-tiba berada didalam ruangan…
“ tuan…. “ teriak terkejutnya….. Dengan kemunculan yang tiba-tiba

“ Safira… Kau sudah akan berangkat… “ ucapku menyapa wanita yang baru menyelesai berpakaian dalamnya… Dan masih melenggak lenggok di depan cermin.. Membuat ku dekati wanita itu sambil meremas payudara yang masih menggantung bebas…

“ Tuan ada Cia… “ ucap Safira coba mengelak dari remasanku

“ Ayah nakal…. “ ucap Dia yang sejak tadi ada di belakang kami

“ Hehe.. Dia belum berangkat…. “ ucapku coba mengalihkan situasi tak menyenangkan ini…

“ belum yah… Aku bareng Ibu berangkatnya… Karena Dia agak siang sekolahnya… Cuma ada kumpulan para wali murid…. “ lanjut Cia

“ Kumpulan wali murid…. “ ucap Ku

“ bagi lapor bayangan Ayah…. “ ucap Safira yang sudah menyelesaikan berpakaian dengan cepat….

“ oooh… Aku kan belum mengerti… Kenapa tak mengajak aku…. “ ucapku melihat Safira….

“ kau sangat sibuk… Jadi aku tak sempat untuk memintanya…. “ lanjut Safira

“ Ayah bisa ikut kalau tak sibuk… “ ucap Cia

“ Tidak usah meminta seperti itu sayang… Ayahmu sibuk dia masih banyak pekerjaan… “ lanjut Safira mengelus kepala anaknya….

“ Aku Free hari ini… Lagi pula aku kan ayahnya Cia… “ Lanjutku

“ Horeee….. Ayah mau ikut bersama Cia… “ teriak wanita kecil ini melompat memelukku….

“ apa tidak apa-apa.. Kau jangan memaksakan diri… Aku dan Cia juga bisa berangkat sendiri…. “ lanjut Safira

“ Aku sudah bilangkan aku free… Jadi aku juga mau bermain bersama Cia…. Apa kau masih tidak ingin bersamaku… “ ucapku

“ bukan begitu…. “ jawab Safira singkat

“ Sudah ku putuskan… Cia kemarilah… “lanjut ku memanggil gadis kecilku lalu ketika dia mendekat aku langsung mengarah pada telinganya

Jelita​

“Cia bisa panggil Mama Jelita juga kesini sekarang juga… Bilang pada mama Jelita ini perintah dari Ayah… Okee… “ bisikmu pada Cia yang langsung mendapat respon anggukan… Dan Cia pun berlari…

“ Apa yang kau ingin kan… Jangan minta macam-macam.. Aku sudah rapih… “ ucap Safira tersenyum sambil terus memoles wajahnya dengan beberpa make up nya…

“ nanti saja kau tahu… “ ucapku merangkul leher Safira dari belakang….

“ Tuan apa kau yakin… Dengan keputusanmu mau mendampingi Cia… Akan banyak orang yang bergosip tentang mu nanti… Dan pamor mu bisa rusak karena janda satu anak ini… “ ucap Safira

“ tentu saja… Aku akan melakukannya…. Apa kau masih menganggapku orang asing…. “ Lanjutku“
“ bukan begitu tuan… Aku takut karena diriku kau akan terkena dampak negatif… “ ucap Safira mengecup kening dengan cepat…

Kudengar suara dari langkah kecil yang imut mendekatiku….

“ apa kau sudah melakukan tugas mu… “ ucapku pada anak kecil mengemaskan didepanku

“ Tentu ayah… Kata mama dia salin sebentar lalu dia akan kemari…. “ ucap Cia kembali berbisik…

“ Cia… Kemari letakan tanganmu pada Ayah… “ ucapku memberikan tanganku

“ untuk apa Ayah…. “ tanya malaikat kecil itu bertanya padaku…

“ ini tanda kau keturunan ku Cia… Darah mengalir dari Ras Ayahmu ini… “ lanjut ku dan Cia menaruh tangan di atas tanganku…

“ lalu Ayah… Apa yang Cia harus lakukan… “ lanjut Cia

“ pejamkan dan rasakan gambaran apa yang kau lihat… Saat dia mengatakan namanya tambahkan kata on untuk memunculkan nya…. “ lanjutku

“ Tuan apa maksud semua ini…. “ ucap Safira mendekatiku

“ tenang saja semua bisa di kendalikan oleh Cia…. “ lanjut ku sambil memberi isyarat pada Safira untuk tak mengganggu kami

Cia mengikuti… Mengikuti arahan yang ku berikan…. Kami ke mode Hibernasi… Dimana mode yang hanya bisa dilakukan oleh Ras Monster seperti kami…. hibernasi adalah Mode dimana kami dan makhluk mistis akan bisa berkomunikasi dengan bebas tanpa adanya stamina yang terkuras…. Dan Cia melalui darah yang mengalir dalam tubuhnya yang merupakan darah dari raja Ras Monster generasi keempat…. Membuat Cia mampu melakukan kontrak secara langsung dengan makhluk Mistis… Dan makhluk mistis yang mampu dia panggil adalah Ras Singa… Berapa jumlah.. Biasanya kalau wanita batas tertinggi dari makhluk mistis bawanya sebagai inang berjumlah tiga… Sedangkan Laki-laki adalah tujuh dan sembilan untuk laki-laki penerus generasi raja…

Konsentrasi Cia mencapai puncaknya .. Aku pun dapat melihat hanya dua makhluk mistis berlevel E berada di dalam tubuh Cia… Cia mulai berkomunikasi dengan dua makhluk baby Monster itu… Meskipun saat ini kedua makhluk itu masih terlihat lemah… Tapi jika Cia terus melatih keduanya… Maka tidak mungkin saat Cia berusia 20 makhluk mistis nya akan berlevel tingkat tinggi dan ada salah satu monster milik Cia yang cukup menarik …

“ Cia kau mendengar Ayah…. Panggil makhluk mistis mu itu…. “ lanjut ku karena dengan bantuan stamina ku Cia mampu melakukan kontrak langsung dengan Makhluk mistis…. Padahal aku saja harus berusia 27 tahun untuk mengontrak semua makhluk mistis ku sedangkan Cia diusia muda bisa mendapat kendali penuh atas dua makhluk mistis yang akan setia padanya….

“ baby Pure Jungle Liones dan baby Wing Liones… ON… “ ucap Cia… Cahaya muncul dari tubuhnya dan muncul dua makhluk mistis imut… Mungkin karena mereka berukuran baby… Tapi salah satu dari makhluk itu menyandang nama pure yang berarti pengendalian terkuat dari suatu unsur… seperti Hex Bearku

“ Cia mulai sekarang mereka berdua akan jadi partner dan pelindung mu… Kau boleh memanggil mereka melatih kemampuan mereka tapi jangan diperlihatkan pada banyak orang… Oke… “ ucapku pada Cia

“ Dia benar-benar bisa memanggil makhluk mistis tuan… “ ucap Safira terkejut

“ Aku sudah bilang di anakku sekarang meskipun dia tak mampu meneruskan Ras beruang ku… Dan jangan panggil aku Tuan Lagi… Ayah… “ Ucapku tersenyum mengoda Safira yang masih terpaku melihat anaknya yang mampu mengendalikan makhluk mistis

“ Ayah Terima kasih untuk Hadiah luar biasanya…. “ lanjut Safira

“ tapi jangan terlalu Eforia… Banyak orang mengincar kekuatan itu… Dan itu bisa jadi Cia saat ini akan menjadi buruan banyak orang yang menginginkan kekuatan itu… Apa lagi salah satu makhluk mistis itu adalah Pure Alam… Jika dia mencapai puncak tipenya… Dia akan jadi makhluk mistis yang akan memberi dampak mengerikan bagi banyak orang jika tidak dikendalikan dengan benar…. “ ucapku mengatakan hal penting pada Safira…

Safira​

“ Apa… Lalu bagaimana jika Cia ingin melepas makhluk mistis itu Ayah… “ ucap Safira tampak Panik

“Satu-satunya cara untuk memutuskan kontraknya adalah kematian Safira… “ ucapku membuat wajah Safira berubah pucat pasi mendengar penjelasanku

“ lalu bagaimana dengan mentransfer kekuatan… Seperti yang kau lakukan pada Fina lalu padaku…. “ ucap Safira

“ Bisa tapi tak bisa seluruhnya… Misal Cia Punya dua dia hanya bisa mentransfer satu makhluk mistis saja “ ucapku

“ Lalu bagaimana keamanan Cia… “ ucap Safira merengek…

“ Ibu tenang saja… Cia anak dari seorang raja… Dan Cia mulai saat ini akan melindungi Ibu… “ ucap Cia memeluk Ibunya…

“ Ibu takut kehilangan Cia…. “ ucap Safira memeluk erat anaknya… Aku mendekati keduanya lalu memeluk erat kedua keluarga baruku itu… Meskipun secara ilmu apapun Cia bukanlah darah daging ku… Namun muncul makhluk mistis menunjukkan ada darah yang sama yang saat ini mengalir pada Cia…

*toook… Toook..
Suara pintu di ketuk… Seperti itu Jelita wanita yang punya ikatan dengan Safira namun kesalahpahaman membuat keduanya menjadi bertolak belakang saat ini… Dan tugasku adalah membuat keduanya berbaikan….

“ siapa… “ ucap Safira berjalan gontai dengan tubuh mengiurkannya… Nafsu kembali tapi kutahan karena ada Cia disini aku tak mungkin menikmati ibunya saat anaknya berada disini ini bisa merusak moral dan Norma… Jadi kutekan Nafsu hingga ke titik paling Rendah…

Jelita​

“ Apa itu Jelita… “ ucapku karena tak kunjung ada jawaban dari arah luar kamar… Kulihat kedua wanita itu saling terpaku satu sama lain… Safira menatap tajam kearahku tapi aku tak memperdulikan hal itu…

“Tuan mengapa Anda memanggil saya kesini “ ucap Jelita berusaha menyapaku tanpa memperdulikan Safira

“ ada hal penting yang ingin ku bicarakan dengan kalian berdua…. “ ucapku sambil memberi isyarat buat Jelita dan Safira masuk kedalam kamar… Untuk menghindari kedatangan wanita lain ku… Dan itu bisa merusak skema yang ada di otakku…

Safira tetap menatap tajam kearahku… Tapi dia berusaha untuk tidak emosi karena ada Cia disini… Sedangkan Jelita jelas sudah mengerti kesalahannya tapi melihat kebencian di mata Safira membuat permintaan maafnya semakin berat sehingga diapun menahan diri nya…. Memang ini yang ku rencanakan… Ketika keduanya sama menekan emosi nya… Aku hanya perlu membuat emosi itu terbuka lebar…. Dan kesalahan paham ini akan bisa ku selesaikan….

Tiba didalam kamar… Kedua wanita itu hanya fokus pada wajahku… Tapi saling menatap satu sama lain… Tapi melihat wajah sebel keduanya membuatku ingin menikmati kedua sekarang…. Namun lagi Cia terus menempel denganku… Bahkan terlintas mengunakan Time Freeze… Namun ku urungkan dengan alasan menghemat tenaga…

“baiklah karena semua sudah disini… Pertama-tama kita akan pergi ke sekolah Cia terlebih dahulu…. Kemudian kita akan pergi ke suatu tempat bersama… “ ucapku mengalami keheningan ini…

“ Tunggu… Kenapa wanita ini harus ikut ke sekolahan anakku… “ protes Safira

“benar tuan… Seharus memang saya tak usah ikut…. “ lanjut Jelita berdiri dan berusaha pergi…

“ Tunggu Jelita… Cia menurut apakah mama Jelita boleh ikut ke sekolahan mu… “ tanyaku pada Cia yang masih asik bermain dengan dua makhluk mistis nya….

“ menurut Cia semakin ramai semakin baik yah… Kapan lagi Cia bisa bersama dua ibu dan mama secara bersama… Apalagi ayah ikut juga kan…. “ ucap Cia yang sangat diplomatis.. Membuatku seakan berada diatas angin…

“ Cia tidak protes…. Kenapa kalian menolak…. “ ucap ku

“ Tidak tuan… “ ucap keduanya kompak…

“ lalu mengapa kalian tak ikut dengan ku saja… Anggap ini perintah dariku… Masih ada yang menolak silahkan…. “ ucapku dengan nada sedikit keras…. Membuat kedua terdiam dan menunduk… Aku memanggil Safira untuk mengetahui bahwa dia setuju atau tidak… Dan hanya anggukan yang terlihat meskipun wajah sedikit di Tekuk… Lalu jawaban senada juga di ungkap oleh Jelita….

Ku buka gerbang Illumunition gateku untuk sekian kalinya… Terpaksa aku mengunakan ini karena mobil dan kunci mobilnya kutinggalkan di Rumah Hera… Jadi kuputuskan untuk mengunakan mobil lainnya untuk bergegas menuju sekolahan Cia… Cia nampak bahagia karena hari ini dia diantar ke sekolahan bersama ku dan juga Ibu serta Mama Jelita nya…

Tiba di depan Sekolah Cia… Safira langsung turun dan mengandung anaknya….

” tuan kau tunggu disini apa ikut dengan kami… ” Ucap Hera…

” Tunggu sebentar aku cari parkiran dulu… Jelita kau juga turun… Aku akan parkir disana… Tunggu aku ya… ” Ucapku

” tapi tuan… Sebaiknya aku didalam mobil saja… ” Lanjut Jelita

” Ku bilang turun…. ” Perintah ku lagi… Membuat Jelita dengan terpaksa turun dari mobil… Dan aku bergegas meninggalkan mereka sementara mencari parkiran… Hingga ku parkirkan mobilku cukup jauh dari sekolahan Cia karena sudah banyak mobil yang juga bertujuan untuk menghadirkan acara di sekolahan yang sama dengan Cia…

Ku percepatan langkahku untuk menemui ketiga wanita yang menantiku… Ku lihat ketiga wanita cantik masih menunggu di bawah pohon tempat ku menurun kan mereka….

” Cia let’s Go… Kita masuk… ” Ucapku langsung menuntun Cia… Membuat Safira tersenyum ketika kami berdua berjalan bergandengan… Dan kedua wanita ku pun mengikuti aku dan Cia masuk… Ternyata didalam sekolahan sudah sangat Ramai… Terdapat bazar makanan… Pakaian dan lain-lain… Mungkin karena sekolah ini swasta sehingga mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan terdapat dalam satu kompleks…. Jadi terdapat siswa disini…. Meskipun tak se elit sekolahan ku dulu…. Tapi lumayan lah…. Acaranya juga cukup ramai untuk mengambil lapor bayangan saja … Ternyata acara bazar ini sekaligus hari perayaan ulang tahun sekolah dan pendiri yayasan sekolah ini bernaung…

” ayah… Cia mau ini… ” Ucap Cia menunjukkan fried chicken yang di jual di salah satu stands…

” hmm ayah juga lapar… Boleh… ” Ucapku ikut antri bersama Cia… Keasyikan kami berdua membuatku melupakan Safira dan Jelita hingga kami berdua terpisah dengan kedua lainnya…

# di sisi Safira​

Safira bingung karena terpisah oleh kami berdua… Membuat Safira terus merangsek kerumunan orang bersama Jelita yang juga terus mengikuti laju Safira… Disisi lain segerombolan orang tua yang terdiri dari dua orang guru, lalu dua penjaga kantor dan seorang pedagang yang biasa berjualan di kantin… Terus memperhatikan Safira yang tampil sangat cantik saat ini…

” Stts… Itu janda idaman kita… ” Bisik Guru pertama kepada ke empat temannya

” makin cantik aja… Kayak dia sengaja pakai pakaian kayak gitu untuk mengoda kita kan… ” Ucap guru kedua sambil memilih kumisnya…

” Aku pernah mau ngapel dia kerumahnya… Tapi kata orang di sana dia udah pindah rumah… ” Ucap Satpam pertama

” Serius kami kalau dia dah pindah… Gagal dung rencana kita untuk menikmati memeknya… ” Ucap satpam kedua lebih vulgar dalam berbicara….

” selama anaknya masih sekolah disini… Masih ada kesempatan kuk untuk menikmatinya… ” Ucap Guru kedua kembali berbicara…

” Tapi dengar-dengar dari tetangga kosan itu janda ada seorang pria yang terus datang kerumah itu…. Alamat mau di tikung nih kita kalau tidak bertindak… ” Ucap satpam pertama memberi informasi kepada temannya

” Kenapa tak sekarang saja kita nikmati janda itu… Mumpung ada kesempatan… Sepertinya dia terpisah dari anaknya… ” Ucap pedagang buka suara…

” ah serius kalian… Nanti kita jadi masalah lagi… Lagi ramai kayak gini… ” Ucap Guru pertama menolak ide gila dari si pedagang…

” benar juga kata mu… Mumpung ada kesempatan kayak gini… ” Lanjut Satpam kedua yang memang sudah bernafsu melihat tubuh indah Safira…

” gila gue benar gak ikut ide kalian… ” Ucap Guru pertama pergi… Meninggalkan temannya yang mulai menunjukkan respon negatif terhadap Safira…

” ah cupu loh… ” Teriak satpam pertama

” Gue punya keluarga… Gue gak mau dipecat apalagi masuk penjara… ” Ujar guru pertama menjauh….

” Terus gimana nih… ” Ucap Guru kedua

” Ya lanjut… Awas aja kalau dia sampai mengadu…. Istrinya tak jadi budak seks juga… ” Ucap Satpam kedua mengancam Guru pertama yang meninggalkan mereka…

” Lalu rencana seperti apa yang akan kita lakukan…. ” Ucap satpam pertama

” dekati dia terus bawa dia ke gudang belakang… Udah itu kita sikat dia… ” Ucap pedagang tersenyum licik kepada Guru pertama

” Bilang aja anaknya sedang menunggu dia… Dia pasti ikut kemana pun… ” Ucap Guru pertama memberi perintah satpam pertama untuk menjadi pelaku yang akan menjebak Safira…

” ok… Gue akan kesana… Kalian tunggu aja di gudang belakang… Nih si otong gue gk sabar lagi…. ” ucap Satpam pertama bergerak mendekati Safira yang terus menerobos kerumunan orang…

Akhir gerombolan itu berpencar sesuai dengan tugas masing-masing untuk menikmati Tubuh Safira… Satpam pertama bergerak cepat… Lalu memegang tangan Safira yang sontak membuat Safira terkejut….

Safira​

” Ibu… Ibu Cia… ” Ucap Satpam pertama menghentikan langkah Safira…

” Iya… Kenapa ya pak… ” Ucap Safira berusaha melepaskan tangan dari pegangan satpam pertama tersebut…

” Cia menangis di ruangan saya… Kayak karena terpisah dengan anda… ” Ucap Satpam itu menjalankan tugasnya…

” Tapi dia bersama ayahnya… ” Ucap Safira singkat….

” Aah.. Anu… Seperti ayahnya juga terpisah… Makanya dia ada diruangan saya sekarang bu… ” Ucap Satpam pertama yang terkejut jawaban Safira… Dan coba bersikap tenang jika tak ingin rencana berantakan…

” Oh terpisah juga… Kalau begitu aku harus menelpon ayahnya dulu… ” Ucap Safira meraih handphone nya…

” Ibu sebaiknya nanti saja menelponnya… Anak anda menangis… ” Ucap Satpam pertama mendesak Safira untuk mengikutinya… Karena jika Safira menelponku itu akan berbahaya buatnya…

” Anakku tak pernah menangis dia cukup kuat… ” Ujar Safira tak percaya kalau anaknya sampai menangis…

” Mungkin dia sakit atau apa bu dia benar-benar menangis… ” Lanjut Satpam pertama terus berusaha membawa Safira ikut bersamanya…

” benarkan.. Baik dimana dia sekarang… ” Ucap Safira tanpa sadar mengikuti permintaan Jahat satpam pertama…

Akhirnya Safira mengikuti Satpam pertamanya… Menuju tempat jebakan yang sudah mereka sediakan untuk Safira… Tapi mereka tak mengetahui kalau Jelita mengikuti mereka dari jarak yang tak di sadari oleh satpam pertama… Seperti Jelita menyadari hal aneh sehingga dia menghubungiku langsung…

Jelita​

” tuan anda dimana… Apa Cia menghilang… ” Ucap Jelita…

” Tentu saja dia bersama ku… ” Ucapku

” tuan cepat kesini Safira dalam bahaya… ” Lanjut Jelita…

” Baiklah… Aku akan segera kesana….kau ikuti terus tapi tetap berhati-hati jangan gegabah… ” Ucapku tersenyum karena baru saja mendapatkan kesenangan yang tak terduga…

Akhirnya Safira terus mengikuti pria yang dianggapnya akan mempertemukannya dengan anaknya… Sampailah mereka ke gudang belakang sekolah dan keadaan disini sangat kontras dengan keadaan didepan yang sangat Ramai… Disini sangat hening…

” ayo bu… Anakmu menunggu didalam… ” Ucap Satpam pertama mempersilahkan Safira masuk kedalam ruangan itu…

” Terima kasih… ” Ucap Safira tanpa sadar telah masuk dalam jebakan yang dibuat oleh Satpam pertama dan teman-temannya…

Ketika Safira masuk kedalam Ruangan tiba-tiba pintu ditutup dan Satpam kedua langsung menahan pintu dengan gagang sapu sehingga pintu terkunci tak bisa di buka… Dan satpam kedua berjaga diluar menunggu gilirannya…

Setelah menerima informasi dari Jelita aku bergerak menuju tempat yang jadi lokasi yang di tandai oleh Jelita di map… Memudahkan ku untuk segera menemukan Jelita… Setelah membiarkan Cia masuk kedalam kelas untuk menerima lapor bayangan…

” Jelita… Apa aku datang terlambat… ” Ucapku bersikap santai seakan tak ada masalah genting yang terjadi…

” Tuan kenapa lama sekali… Safira ada didalam Ruangan Itu… ” Ucap Jelita

” tenang saja Jelita… Safira tak akan mudah dirubuhkan begitu saja oleh keduanya… ” Ucapku santai… Karena Safira bukanlah wanita biasa lagi… Akhirnya ku suruh Jelita untuk mendekati Satpam kedua yang berjaga diluar… Dan mengoda nya setelah itu aku akan menghajar satpam tersebut…. Jelita langsung merespon tugas yang ku berikan… Dia berjalan melenggak lenggok anak tubuhnya… Meskipun ku akui tubuh Jelita masih jauh dari tubuh Safira dalam masalah bentuk tubuh…

” maaf mas.. Aku kebelet mau buang air kecil tapi disana Wc ramai sekali apa ada Wc lain di sekitar sini… ” Ucap Jelita mengoda Satpam kedua yang tampak terkejut kemunculan Jelita belum lagi wajah cantik Jelita menghipnotis nya membangkitkan nafsu birahi nya… Seperti rencana ku… Satpam kedua kehilangan fokus dari tempat penjagaan dan tugasnya…

” ada di belakang Mba… ” Ucap Satpam kedua terkena jebakan ku….

Ketika satpam kedua Lengah… Aku bergerak cepat… Dan memukul keras tengkuk satpam Kedua hingga pingsan…

# diruangan penjebakan​

Safira yang begitu polos mengikuti satpam yang memang sejak lama dia kenal… Tanpa curiga sedikit Safira langsung memasuki ruang yang terlihat tidak terurus itu… Ketika tiba didalam… Baru saja beberapa langkah memasuki gedung itu tiba pintu ditutup dengan cepat…

* ciiiiittBruuak…Bruuak
Pintu yang berada tepat di belakang Safira terkunci dengan rapat… Safira yang kaget berusaha membuka pintu yang tertutup itu… Tapi dia tak bisa membuka pintu itu tertutup sangat rapat…

” pak bantuin… Pintunya terkunci… ” Ucap Safira.. Meminta bantuan satpam pertama yang justru terlihat bahagia… Senyumnya mengembang… Keadaan remang-remang membuat ekspresi wajah satpam itu tak bisa dilihat dengan jelas… Kepanikan Safira memukul keras pintu yang tertutup rapat itu…

” sudah simpan tenagamu… Pintu itu tak akan terbuka…. Yang terbuka sekarang adalah celanaku… ” Ucap Satpam pertama mengenggam tangan Safira… Membuat Safira terkejut dan mulai mengetahui bahwa semua ini hanya jebakan…
“ jangan macam-macam pak… Aku bisa saja melaporkanmu pada pimpinan mu atau aku berteriak agar semua orang datang memukuli dirimu… “ ucap Safira masih bersikap tenang….

“ percuma saja… Kau tak akan bisa keluar dari sini… Bahkan berteriak pun percuma karena gedung ini jarang di datangi oleh para guru maupun murid… “ ucap Satpam pertama mengelus-elus tangan Safira…..

** plakk… Plaak
Safira menampar satpam pertama yang sudah mencoba menyentuhnya… Dengan sangat keras hingga suara cukup keras terdengar…. Dan Safira berlari kedalam ruangan… Untuk mencari jalan lain…

“ dasar janda jalang… Saat kau sudah menikmati kontolku baru kau akan memohon minta tambah…. “ ucap satpam pertama mengelus pipinya yang sedikit panas akibat tamparan keras dengan santai Karena dia tahu ruangan ini hanya punya satu pintu keluar dan lagi diruangan yang luas ini dia tak sendiri… Dia bersama ketiga temannya yang siap meringkus Safira…

Safira berusaha melarikan sejauh mungkin dari satpam mesum yang ingin menikmati tubuhnya… Dia meraih handphone nya untuk menghubungi diriku… Karena fokus pada layar di Handphone nya Safira tak mengetahui ada dua orang lagi yang mengintai diri nya… Ketika dia coba menelpon ku… Tiba-tiba handphone diambil dari tangannya oleh pedagang yang merupakan salah satu penjahat yang mengincar Safira…

“ kembali Handphone ku… “ teriak Safira sambil mencoba merebut kembali handphone

“ kau tak membutuhkan handphone… Yang kau butuhkan adalah belaian ku… “ ucap pedagang itu menghempas handphone Safira lalu menghancurkan dengan menginjak-injak keras handphone hingga tak berbentuk…

“ aaa aaaahhh… Aaahh lepaskan… Tolong…. “ teriak Safira ketika guru kedua meringkus nya tiba-tiba… Membuat Safira tak bisa melarikan diri lagi

“ Hahaa… Kau itu sudah jadi milik kami… Plaaaakkk… Ini balasan yang tadi jalang… “ ucap Satpam pertama menampar keras Pipi Safira… Membuat Safira bersimpuh pasrah menahan sakit…

“ aku sudah tak sabar menikmati wanita ini…. “ ucap pedagang meremas payudara Safira… Safira coba meronta tapi kedua tangannya di tahan oleh si guru dengan kuat…. Membuat Safira tak bisa menepis tangan nakal Pedagang yang sedang menikmati keindahan payudaranya yang sekal…

Saat Safira hampir mmenyera dengan kondisi yang sudah tak menguntungkan buatnya… Safira hanya pasrah berharap diriku akan kembali menyelamatkannya… Tiba-tiba suara muncul dan berbisik di kepalanya….

“ nyonya sebut namaku… Aku akan menyelamatkanmu…. “ ucap WizardBEAR…

“ Wizard bear.. “ gumam Safira mengingat kalau dalam dirinya bersemayam makhluk mistis yang menakutkan… Pemberian dari Fina padanya…. Safira mulai berpikir untuk mengunakan kekuatannya… Hingga Wizard bear memberi tahu informasi yang diinginkan oleh Safira… Ketiga penyerangnya semakinbrutal… Pedagang mulai membuka kancing pakaian Safira Satu-persatu…

“ Wizard Bear On… “ teriak Safira… Langsung merubah suasana ruangan seketika…

“ cepat buka bajunya…. “ ucap satpam pertama merekam adegan ketidakberdayaan Safira… Namun ada sesuatu aneh yang dia rasakan… Ada angin dingin yang berhembus kencang di sekitar lehernya… Awalnya tak ada respon dari si Satpam sampai akhirnya dia melihat sesosok makhluk mengerikan di kaca handphone pantulan bayangan makhluk itu terlihat jelas… Dan semua semakin jelas ketika Satpam pertama mengubah mode rekam handphone dari mode kamera belakang menjadi kamera depan yang menampilkan wajahnya… Dan betapa terkejutnya dia melihat makhluk dengan taring putih yang besar… Satpam itu menarik nafas panjang… Dan berbisik pada temannya guru kedua yang sibuk menahan kedua tangan Safira….

“ Ssst… Apa kau lihat sesuatu yang aneh di belakangku… Atau ini imajinasiku saja… “ ucap Satpam pertama berkata pada guru kedua… Betapa terkejut guru kedua ketika menoleh dan melihat makhluk besar tepat dibelakang satpam pertama… Jantung seakan berdetak amat kencang… Membuat pegangan yang begitu keras dan kuat terlepas… Membuat Safira kembali mengendalikan kedua tangannya kembali dan mulai menyerang pedagang yang mencoba melepas pakaian Safira…

“ Hey… Pegang yang benar dung…. “ protes si pedagang yang kesulitan menerima serangan Safira…. Tapi kedua temannya bukannya membantu si pedagang malah menjerit melarikan menuju pintu yang terkunci….

“ haa aaaa… Monster…. “ teriak satpam pertama yang mengambil inisiatif untuk melarikan diri… Dengan langkah seribu dia berusaha melarikan diri…

“ hantu…. “ teriak guru kedua pun ikut melarikan diri….

“ Hah… Kau akan mati sekarang… “ ucap Safira menyerang pedagang yang kesulitan menerima pukulan bertubi-tubi dari Safira…

“ Apa-apa sih mereka…. “ teriak pedagang lalu kembali menampar keras Safira hingga tersimpuh dilantai kotor..

** bru aaakk…
Hantaman keras Wizard bear Membuat tubuh si pedagang terlempar menghantam lemari kayu kusam yang seketika hancur menerima tubuh pedagang… Darah keluar dari mulutnya… Karena hantaman keras…

“siapa yang berani menyerang ku… “ Teriak pedagang berusaha bangun dari sisa-sisa lemari yang hancur… Tapi keberanian segera menciut ketika makhluk bertubuh besar mengerikan ada didepannya….

“Wizard bear atas perintah ku Habisi dia… “ ucap Safira menatap kejam pada pedagang yang sudah pucat pasi…

Wizard tak butuh waktu lama dia langsung menerkam dengan lengan kanan nya yang penuh dengan kuku tajam… Membuat tubuh Pedagang tadi terbelah dua seketika… Dan mulut wizard bear terbuka bagai vacum Cleaner… Tubuh Pedagang itu dilahap tak menyisakankan apapun…

“ replay Time…. “ ucap Safira mengunakan kekuatan Wizard bear yang berefek kedua pria yang berusaha melecehkannya tadi tak bisa sampai pada pintu keluar gedung ini karena langkah mereka terus berulang kembali saat mereka melarikan menuju pintu… Dan kejadian ini terus berulang membuat fisik dari guru kedua dan satpam pertama merasakan letih pada tubuh keduanya…. Karena terus melakukan hal yang sama berulang-ulang… Hingga akhirnya keduanya tak mampu berlari kembali…. Dan melangkah berat menuju pintu tertutup… Sesampai disana mereka berdua mencoba memberi tahu satpam kedua untuk membuka pintu yang tertutup… Pukulan mereka semakin keras ketika langkah menyeramkan kedengaran mendekat belum lagi jeritan dari pedagang yang sekarang tak terdengar lagi…

“ bukan kalian ingin tubuhku…. Kenapa kalian melarikan diri… “ ucap Safira mengambil kuasa saat ini

“dimana teman kami… “ tanya satpam pertama tapi belum saja Safira menjawab darah dimulut Wizard bear memberi informasi yang jauh ingin keduanya ketahui…

“ jangan bunuh saya… Saya hanya ikut-ikutan saja…. “ ucap guru kedua memelas…

“ Wizard bear habiskan waktumu makanmu… “ ucap Safira membuat Wizard bear langsung bergerak cepat menuju mangsa nya

** breeettzzzzz
Serangan cepat wizard bear membuat kedua orang yang melecehkan nyonya tewas seketika… Kedua kepala mereka terputus terpisah dari tubuhnya… Dan kemudian dengan mudah wizard bear memakan keduanya….

“ Wizard bear .. Terima kasih telah menyelamatkan diri ku…. “ ucap Safira merasa bersyukur kehadiran wizard bear…

“ Tugasku adalah melindungi nyonya… “ ucap Wizard bear

Lalu pintu yang tertutup rapat itu tiba-tiba terbuka… Seketika itu juga wizard bear tapi aku langsung sigap menahan serangan itu dengan menahan serangan dari wizard bear….

“ tuan… “ teriak Safira

“ Wizard bear kau ingin menyerang tuanmu sendiri… “ ucapku tersenyum

“ Maafkan aku tuanku aku terlalu bernafsu…. “ ucap Wizard bear

“ Safira kau tak apa-apa… “ ucap Jelita memeluk Safira dan secara reflek Safira membalas pelukan itu…

“ aku sudah mengatakan pada Jelita kalau kau akan baik-baik saja tapi dia terus saja mendesak ku untuk cepat membantumu.. . “ ucapku mendekati kedua wanitaku itu…. Ku sentuh tubuh Safira yang memerah akibat tamparan keras satpam pertama dan pedagang untuk memulihkan kondisi dengan kekuatan Revive bear ku….

“ aku sangat mengkhawatirkan mu… Safira maafkan aku… Maafkan semua kejahatan ku padamu dan Cia… Aku memang telah melakukan hal yang tak pantas untuk di maafkan tapi aku benar-benar menyesal dengan hal tersebut…. “ ucap Jelita

“ aku… Aku juga minta maaf jika ucapan kasar ku selama ini… “ ucap Safira memeluk erat Jelita…. Keduanya saling menangis satu sama lain…. Mencurahkan emosi yang selama ini tersimpan oleh keduanya…. Ku biarkan keduanya untuk melakukan hal itu….

“ Nah gitu dong… Istriku harus saling rukun… “ ucapku… Dan keduanya memelukku setelah itu…. Aku pun memberi isyarat pada Wizard Bear dengan kedipan mataku dan Wizard bear meminta izin kembali…. Sebenarnya aku agak kebingungan bagaimana cara merukunkan keduanya… Tapi tak kusangka kejadian ini terjadi membuatku bisa dengan mudah menerapkan misi ku untuk membuat keduanya rukun kembali….

“Safira, Jelita kita harus segera menemui Cia dia pasti sedang menunggu kita bertiga… Tapi sebelum kita kesana… Dandanan kalian benar berantakan… Aku takut orang mengira aku baru saja memperkosa kalian berdua “ ucapku tertawa… Yang membuatku mendapatkan pukulan ganda dari kedua wanitaku…. Dan mereka tersenyum indah… Ini membuat misi ku hampir selesai disini…. Aku hanya perlu melakukan sentuhan terakhir….

Cukup lama ku menanti keduanya memperbaiki make up nya… Setelah mereka berdua selesai mereka berdua kembali terlihat cantik…. Kami segera bergegas keruangan Cia.. Dan syukurnya pembagian raport bayangan itu baru saja dimulai… Aku yang langsung maju mengambil raport milik Cia… Dan ketika Cia ditanya oleh guru nya … Dia langsung memanggilku Ayah yang sontak membuat seisi ruangan terkejut bukan main… Karena mereka tahu kalau Safira sudah bercerai dengan suaminya…. Membuat banyak yang memperbincangkan kami… Safira mulai tertunduk tapi aku segera berjalan mendekati nya meraih tangannya… Dan membawanya ke panggung tempat si ibu guru membagikan Laport bayangan…. Awalnya Safira ragu mengenggam tanganku tapi aku memaksanya…. Akhirnya kami berdua yang menerima langsung lapor bayangan…. Dan berapa terkejut kami. Karena nilai yang sangat baik dari Cia… Membuatku spontan mengendongnya… Aku tak perduli orang berkata apa padaku… Aku hanya ingin menunjukkan pada mereka seberapa besarnya cintaku pada Cia dan Safira….

“ Ayahku Terima kasih…. Cia tak pernah sebahagia ini sebelumnya… “ ucap Cia memelukku seakan tak ingin turun dari gendong ku meskipun kami sudah keluar dari ruangan itu…

“ Untuk anak ayah… Ayah akan lakukan apapun… “ ucapku tersenyum

“Dia laki-laki yang luar biasa kan Fira…. “ ucap Jelita

“ Ya… Aku beruntung bertemu dengan pria seperti tuan… Apa kau merasakan hal yang sama… “ tanya Safira pada jelita

“ tentu… Meskipun dia tak pernah mengatakan berapa sayangnya dia terhadap kita… Kita bisa merasakan semua itu dari tatapan matanya, sentuhan tangannya, hangat tubuhnya serta besarnya kontolnya… “ ucap Jelita tertawa… Diikuti dengan Safira juga tertawa…

“ haha… Itu benar… “ Ucap Safira

“ Fira… Orang yang menyerangmu tadi apa mereka semuanya tewas oleh makhluk tadi… Dan apa makhluk tadi…. “ tanya Jelita

“ Itu adalah makhluk penjaga… Yang melindungi keluarga AS… Dan kekuatan itu adalah kekuatan yang sengaja tuan berikan ke beberapa orang dan wanitanya…. “ ucap Safira

“ Selain dirimu… Siapa lagi wanita yang memiliki kekuatan sepertimu…. “ ucap Jelita

“ Tentu saja, ada Fina pemilik monster ku yang lama… Lalu, kakak Tia, Alma, Hera, Neti, Yurika, dan Jia itu yang ku ketahui memiliki monster yang di berikan tuan….” ucap Safira…

“ Berarti hanya Aku, Marosa, Rafina, Arini dan Mina saja yang belum mendapatkan kekuatan spesial itu dari tuan… Mungkin tuan tak menganggap kami ada… “ ucap Jelita

“ hey… Kenapa kau ini… Tuan tidak memberikan kekuatan kepada orang yang dianggap kurang mampu… Karena kekuatan besar yang dimiliki para Monster Mistis serta tanggung jawab sangat besar…. Bukan karena dia tak menganggap ada dan tiada…. Dia tak akan memikirkan hal seperti ini… Membuat kita akur kembali… Dan kau tahu… Disaat – saat aku hampir di lecehkan tadi suara Wizard bear muncul di kepalaku dengan sendirinya… Itu pasti karena perintah tuan kita… Jelita kau juga bagian dari keluarga ini… Bukan pelengkap seperti yang kau katakan…. “ ucap Jelita menjelaskan panjang lebar… Dan ketika bersama klakson mobilku mengejutkan obrolan keduanya…. Hingga keduanya mulai berlari menuju mobilku…. Tapi sebelum naik ke mobil Jelita menahan tangan Safira

“ Terima kasih… “ ucap Jelita

“ Sama-sama… Tuan sudah menunggu… “ ucap Safira menarik tangan Jelita unutk segera menuju mobil…

Kulajukan mobil menjauh dari sekolah Cia menuju mall yang cukup besar di daerahku…

“ Tuan… Kita mau kemana…. “ ucap Safira

“ ayah mau mengajak Cia ke Mall… Cia mau beli baju, Tas dan sepatu bu… “ ucap Cia

“ Hussst… Gak boleh gitu… Itu gak sopan sayang…. “ ucap Safira

“ Ayah yang bilang kuk… Ya kan yah…. “ ucap Cia

“ tentu…. “ lanjut ku singkat….

Banyak waktu yang ku habiskan bersama Jelita, Safira dan Cia di dalam mall senja hari pun tiba… Bertanda waktu hari ini akan berakhir… Menyisakan 3 hari lagi… Buatku untuk mengakhiri kehidupan normal ku ini…. Aku sengaja menyuruh kedua wanitaku itu untuk membelikan banyak barang dan pakaian hingga mobil yang kami tumpangi penuh dengan bawa barang yang di beli kedua wanitaku ini…. Tentu bukan hanya Jelita dan Safira…. Tapi malaikat kecilku pun membeli beberapa barang…. Tak lupa ku belikan Handphone baru buat Safira…. Sebab handphone hancur saat penyerangan di sekolahan tersebut…

“ tuan Terima kasih untuk semua barang yang kau belikan ini. . “ ucap Jelita

“ Ini agak berlebihan tuan…. “ ucap Safira men gendongnya Cia yang kelelahan kami berkeliling kamj…

“aku hanya membahagiakan Anakku Cia…. “ ucapku mengusap Cia yang terlelap tidur….

“ Jelita, Safira… Apa kalian tak merindukan kampung halaman kalian…. “ tanyaku

“ Tuan… Apa maksudmu…. “ ucap Safira

“ Kami bahagia bersama mu tuan… Meskipun terkadang kami merindukan kampung halaman kami… “ ucap Jelita….

“ Kenapa kita tidak kesana…. Illimunation Gate open… “ ucapku membuka gerbang menuju tempat yang berbeda pulau dengan rumah ku…. Menguras banyak sekali stamina tapi aku harus melakukan ini…. Kami muncul tepat di depan rumah Safira…

Safira​

“ Tuan jangan katakan…. “ ucap Safira terhenti sesaat aku menghentikan ucapan….

“ kita harus turun kalian rindukan lingkungan ini… Udara yang indah… “ ucapku membuka pintu mobil…. dan membuka pintu mobil… Ku gendong Cia yang masih terlelap… Safira terlihat murung dia tahu maksudku…. Tapi dia berusaha tenang… Dengan santai aku memasuki perkarangan yang cukup luas khas pedesaan… Matahari keemasan menyilaukan penglihatan ku…

Dan betapa terkejut wanita tua yang sedang menyapu melihat siapa yang datang…. Dia melempar sapunya berlari memeluk Safira….

“ Kau pulang Nduk…. “ ucap Wanita tua itu…

“ Ya bu… Aku pulang bersama Cia…. “ ucap Safira

“ Pak…. Pak…Safira pulang pak…. “ teriak wanita tua itu… Dan beberapa orang muncul dari dalam rumah dan tak kalah terkejutnya mereka melihat Safira ada di hadapan mereka… Ini menunjukkan Safira memang sudah lama tak kembali ke kampung halamannya… Bahkan pria tua yang terakhir tiba memeluk erat Safira sambil menangis… Indahnya memiliki keluarga seperti….

“ Pak… Bapak sehat… Mba yu sehat…. “ ucap Safira juga meneteskan air mata….

“ Ini Cia… “ ucap wanita gendut yang di panggil mba yu oleh Safira…

“ dia tidur… Kelelahan dijalan…. “ ucap ku

“ bawa masuk saja nduk…. “ ucap Ibu Safira mengajakku masuk kedalam rumah yang sederhana ini… Lalu menyuruh masuk kedalam kamar… Untuk menaruh Cia di salah satu kamar tidur… Saat aku keluar Safira dan Jelita sudah mengobrol dengan keluarga besar Safira…

“ dia ini siapa nduk… Calon mu… “ ucap Mba yu mengoda Safira

“doakan saja mba… Safira juga tak mau terburu-buru… “ ucapku

“ Amin… Tapi cocok kuk kalian berdua… “ tambah mba yu kembali

“ Ahh.. Jangan mengoda saya terus…. “ ucap Safira membuat kedua orang tuanya ikut tertawa….

“ Maaf Pak, Ibu… Jelita mau pulang dulu… “ ucap Jelita meminta izin…

“ Kuk buru-buru toh nduk… Makan dulu… “ ucap Ibu Safira…

“ aku juga sudah kangen sama ibuku…. Dan adik-adikku bu… “ ucap Jelita lagi

“ Aku akan mengantarmu Jelita… “ ucapku

“ Tidak tuan… Kau pasti lelah… Dan rumahku tak terlalu jauh…. “ ucap Jelita bersalaman dengan kedua orang tua Safira

“ Jelita biar tuan mengantarmu dulu…. “ ucap Safira

“ Sudah… Nikmati waktu bersama tuan… Jika kau tak memanfaatkannya jangan salahkan aku kembali menikung nya kembali…. “ bisik Jelita sambil tersenyum

“ Aku akan mengantarmu… Sudah sore… Tak baik wanita berjalan sendiri… Toh lebih cepat mengunakan mobil…. “ lanjut ku meraih tangannya Jelita…

“ Tuan ada ibu, ayah dan mba nya Safira…. “ ucap Jelita mencoba melepaskan tangannya

“ kenapa toh kau adalah calon istriku juga…. “ ucapku

“benar yang dikatakan tuan Jelita… “ bisik Safira. Tersenyum… Akhirnya Jelita pasrah dan membiarkan ku mengantarnya… Dan ketika kami sudah sampai didalam mobil Safira bergegas berlari mendekati kami….

“ tuan jangan ditinggalkan aku dan Cia disini…. “ ucap Fira yang membuat Jelita terkejut…

“ apa yang kau katakan…. Aku akan tetap bersamamu fira “ ucapku melambaikan tangan… Meskipun Safira tetap merasakan sesuatu yang mengancam dihatinya….

Kami susuri jalanan kampung yang masih banyak terdapat lubang… Petang ini mungkin akhir buatku bersama Safira dan Jelita…. Bukan aku tak mencintai mereka… Tapi perang ini belum memiliki akhir yang baik…. Aku hanya berjaga buat mereka tak merasakan lebih banyak kesakitan yang ku buat … Dan monster seperti terlalu banyak mendapatkan cintai dari wanita berhati baik seperti Jelita dan Safira….

Jelita​

“ Tuan.., berhenti…. “ ucap Jelita

“ rumah mu masih jauhkan… Kenapa kau menyuruhku berhenti Jelita… “ ucapku Heran karena kamu berada ditengah hutan kecil yang memisahkan rumah Safira dan Jelita…

“ apa yang dikatakan Safira benar… Kau akan meninggalkan kami disini…. “ ucap Jelita

“ Jelita… Maafkan aku…. Aku takut gagal dalam misi ku kali ini… Dan aku tak mau menyakiti orang-orang kembali…. Aku hanya ingin bertarung sendiri merasakan sakit sendiri seperti selama ini kurasakan sebelum aku bertemu dengan kebaikan kalian… Fokusku jadi sedikit terpecahkan karena kebaikan dan cinta dari kalian… “ lanjutku

“ Tuan sebaiknya kita kembali kerumah utama…. “ ucap Jelita

“ sebentar lagi kita akan tiba dirumahmu…. “ lanjutku

“ tuan aku tak mau berpisah denganmu… Safira pasti tak ingin berpisah dengan mu…. “ lanjut Jelita

“ Baiklah… Kau boleh ikut aku kembali… Tapi setelah kau bertemu dengan keluarga mu terlebih dahulu… “ ucapku menenangkan Jelita….

“ janji kau tak akan meninggalkanku…. “ ucapku

“ Hmmm seperti anak Kecil ya harus berjanji segala…. Ya sayang… Kau jelek saat menekuk wajahmu seperti itu…. Dan aku lebih suka ekspresi cemburu ketika dirumah Safira tadi…. “ lanjut ku tersenyum

“ ihhhh… Tuan… Siapa yang cemburu…. Ketika dirimu bermesra didepanku…. “ ucap Jelita

“ lalu mengapa saat kau bersama ku kau bersikap acuh… “ lanjutku

“ Hmmmm…. Benar juga…Tuan rasakan ini… “ ucap Jelita menyuruh ku untuk memeras payudaranya….

“ Kau yakin akan melakukannya disini…. Bagaimana jika hutan ini ada penunggunya… “ ucapku

“ aku tak takut hal itu…. Karena pria didepanku bahkan lebih mengerikan dari apapun…. “ ucap Jelita menarik tuas joknya kebelakang….

“ Kau ingin aku mengoyangmu di mobil… “ ucapku

“ Ya tuan… Berilah pelayan ini kenikmatan dari kontolmu…. “ ucap Jelita

“ pelayan ku ini benar-benar sangat binal ya…. Aku akan menikmati hari ini bersiaplah…. “ lanjut ku bergerak ke kursi yang sudah disebabkan Oleh Jelita… Ku lumat bibirnya… Yang langsung di balas ganas oleh Jelita…

**mu aaaa Mmm… Meaaammm
Gumam kami saat lidah dan bibir kami saling beradu…. Menikmati setiap bagian bibir Jelita….

“ janda selalu memiliki kenikmatannya sendiri…. “ ucapku melumat Leher ya… Mengusap dengan lidahku membasahi lehernya…. Membuat tubuh Jelita mengejang menahan sensasi basahnya di lehernya…. Lalu lumatan kecilku menghisap sebagian kecil daging di lehernya…. Membuat tubuh Jelita menegang lebih kuat dari sebelumnya….. Tubuh bergetar… Tapi Jelita tak berdiam diri kali ini dia yang melumat leherku manja….. Tangannya yang hangat menggerayangi tubuhku. ..

“ Tuan bolehkan aku menikmati kesayanganku…. “ ucapnya sambil membuka celanaku lalu tangannya dengan lihai mulai mengusap tangannya ke batang kontolku mengocok dengan cepat mengunakan tangannya…. Dipercepat nya kocokan di kontolku yang semakin membuat batang kontolku membesar dan mengeras…. Dan ketika itu pula lidahnya mengusap ujung kontolku mengusap belahan pintu keluar diujung kontolku yang membuat tubuhku seperti tersengat arus listrik bolak balik….

Tidak sampai situ aksi Jelita… Dia mulai melahap besarnya kontolku kedalam mulutnya… Dan mulai maju mundur dengan cepat….

“ aaaahhh terus Jelita…. Ini sungguh nikmat…. “ ucapku mendapat servis yang prima dari Jelita… Setiap sensor di tubuhku menerima sinyal kuat dari rangsangan yang di buat oleh Jelita… Ini gila pertama kali dalam hidup ku… Tubuhku menerima rangsangan sebanyak ini… jelita terus mempercepat mengobral kontolku…. Tubuh Jelita juga menegang dan ku rasakan jok ku basah oleh Matrubrasi nya…. Kontolku mengeliat dimulut Jelita….

“ Aaahhhh kk kkkk… “ ucap Jelita sedikit kelelahaan… Moment ini yang ku pergunakan untuk ganti menyerang Jelita… Kali ku rebahkan tubuh yang kelelahan itu di jok yang sudah kami atur sedemikian rupa… Kubuka singkat pakaian terusan milik Jelita hingga ke atas payudaranya…. Ku remas kencang kedua payudara mengoda itu….

“ Boleh aku menikmati payudara… “ bisikku

“ Kau tak perlu meminta izin akuhhh… Tubuh ini milikmu tuanku…. Ia aaakk hhhh” erangan Jelita ketika dengan nakal Lidahku mengusap cepat pentil payudaranya…

“uuuuuu aaakkk hh…. Uuu aaaa akhhh… Tuaan uuuu aaaa mmmm… “ desah luar Jelita memenuhi mobilku….

Kugarap gundukan mengoda sejak tadi dan ku kecup gundulakan itu sebagai pembuka lalu dengan ancang-ancang ku hisap kuat pentilnya seperti sedang menghisap dot bayi membuat tubuh Jelita terhentak-hentak… Tubuhnya kelonjotan dan kembali mencapai klimaks kembali…

“ Tuan sudah Becek…. “ ucapnya

“ Jelita berbalik… “ perintahku agar tubuh Jelita berbalik memunggungiku sehingga payudaranya menempel pada jok mobil…. Dan kedua tangannya menahan jok mobil dan pantatnya agak ku suruh mengarah ke diriku… Dengan kaki yang merenggang lalu aku mulai menusukkan kontolku tepat ke dalam vagina yang sudah terbuka….

“ a aaaahhhh ggg tuan pelan…. “ ucap Jelita menahan rasa penuh akibat kontolku terus mendesak masuk ke vagina terawat karena masih sangat kencang dan Legit… Akupun belum banyak bermanuver didalam vagina Jelita…. Membuat kedua tangan Jelita mencengkram keras pada Jok….

Ku tanaman kan batang kontolku ke tempat terdalam lalu mulai bergerak berlahan keluar….. Hingga pintu masuk vaginanya… Lalu ku dorong lagi berlahan… Dan terus kulakukan dengan ritme semakin cepat…. Begitu juga desahan dan erangan Jelita….. Pantat Jelita mulai merasakan kapan masuk keluarnya kontolku membuat kali ini diapun mengikuti gerakan tersebut…. Keringat membasahi kami berdua padahal cuaca di hutan sore itu sangat dingin…. Tapi keringat kami membasahi menetes bersatu di jok yang sudah basah dengan cairan cinta Jelita…

Beberapa kali ku tampar bergantian bokong yang ikut naik turun itu….

“ Aah… Ahahh.. Ahhh….. Ah…. Ahhh…. Ahhhhh…. Tuannn… Aahhh.. “ erangan Jelita ketika penetrasi ku ku percepat… Membuat tubuhnya kembali menyemburkan cairan yang cukup banyak seperti di olesi pelumas… Kontolku liat mengeras dan melaju konsisten….

Jelita menutup wajahnya dengan kedua tangannya ketika aku menyuruhnya untuk duduk diatas kontolku… Gerakan naik turun energik dari Jelita makin membuat tubuhnya basah akan keringat…. Dan makin membuatku terangsang…. Kuraih dia payudaranya yang ikut bergoyang naik turun…. Seperti memacu kuda di lintasan balap kontolku makin cepat menghujam vaginanya….

Ku rubah kembali posisiku kali ini ku biarkan Jelita dalam posisi merangkak di jok yang sudah diposisikan tidur…. Dan aku duduk didasbord mobil untuk kembali menghujam inya kontolku…. Berlahan kami sudah mencapai puncak permainan kami… Tubuh Jelita menengang

“ tahan sayang sedikit lagi…. “ ujarku pada Jelita agar menahan Klimaksnya kali ini….

“ cepat tuan… Aku tak tahan lagi… “ emangnya menahan gejolak ditubuhnya…. Sambil menahan Nafas….

Ku percepat genjotan hingga kontolku mulai mengeliat siap untuk menyemburkan sperma ku… Ku taburkan sperma ku di vagina Jelita hingga tubuh terhentak-hentak dan kejang mendapatkan semburan dari kontol ku… Seperti Jelita sudah mencapai batas dari kekuatan tubuhnya

Tapi aku tak membiarkan keadaan kritis ini… Karena aku langsung melakukan “ Spirit heal” Memulihkan kondisi tubuh tanpa mengubah sesuatu yang terjadi…. Hingga sperma ku tetap mengikat dalam vagina nya…

“ Uuhhh tuan… “ ucap Jelita kembali dari keadaan tidak sadarkan diri sekejap

“ Maafkan aku sayang… Aku terlalu bernafsu hingga kau sampai mengalami hal barusan…. “ ucapku

“ Tidak apa-apa sayang… Aku senang sekali tadi itu pengalaman luar biasa… Kau orang pertama yang membuatku sampai klimaks empat kali…. Kenapa waktu itu kau melakukan tak seperti sekarang…. “ tanya Jelita tersenyum

“ Karena kau lebih mengairahkansaat ini ketimbang waktu itu… Kau seperti kayu… “ ucapku

“ Aku berharap sperma ini akan menjadi anak kita…. Aku ingin hamil anakmu…. “ ucap Jelita

“ kenapa…. Bukannya buruk memiliki anak dari monster seperti ku…. “ lanjutku

“ Tidak tuan menurutku ini harapan terakhir ku agar bisa bersamamu…. “ ucap Jelita

“ Kenapa kau berpikir seperti itu…. “ ucapku

“ Kau membawa kami kembali kesini pasti bukan tanpa alasan… Kau sengaja membawa kami kesini agar menjauh darimu… “ lanjut Jelita

“ Aku tak punya pilihan lain…. Disisi lain aku ingin bersama kalian tapi disisi lain aku takut kejadian yang menimpa Nura akan terjadi juga pada kalian… “ lanjutku

“ Itulah mengapa aku berharap segera hamil… “ ucap Jelita kembali

“ apa hubungannya dengan itu… “ ucapku sambil menikmati silaunya matahari sore yang muncul dari sela-sela daun…

“ jika aku Hamil maka ada alasan buatmu kembali menemuiku…. “ ucap Jelita menatapku

“ Apa kau yakin aku akan menemuimu setelah itu… Mau tahu semua laki-laki itu sama dia akan lupa saat menemukan yang baru…. “ lanjutku

“ Tidak dengan dirimu…. Kulihat berapa tulusnya kau pada Cia yang bahkan bukan darah dagingmu sendiri… Lalu pada Alma dan Tia kau mencurahkan banyak perhatian pada mereka… Saat Hera kehilangan kehamilannya pun kau merasa sangat sedih… Itu yang membuatku yakin kau juga akan melakukan hal yang sama padaku…. Tuan kumohon jangan tinggalkan aku…. “ ucap Jelita matanya mulai berkaca-kaca….

“ Tenanglah Jelita saat semua sudah ku kendalikan aku akan menyusulmu, Hera, juga Safira dan Cia… Aku tak akan melupakan kalian… “ lanjutku memberi harapan semua pada wanita cantik didepanku….

“ Tuan kau sudah berjanji… “ ucap Jelita…

“ sebaiknya kau salin… Dan bersihkan sisa cairan yang ada di jokmu dengan pakaianmu yang kotor itu… “ lanjutku

Jelita​

Jelita mengikuti perintahMu dia salin tepat didepanku…. Tanpa ada rasa malu ataupun canggung lagi… Setelah dia mengenakan pakaiannya dia kembali ke tempat duduknya dan aku kembali berjalan menyusuri bukit yang agak terjal… Dan menemui beberapa rumah sangat sederhana… Tidak seperti kampung Safira yang mengunakan batu bata…. Disini masih sangat sederhana mengunakan potongan kayu dan atapnya pun masih seng… Dan rumah disini juga hanya sekitar 15 rumah…. Dan kami berhenti di rumah keempat…. Rumah yang seukuran kamarku ditambah Wc… Sangat minimalis… Dan tapi lantai sudah mengunakan semen Halus….

Rumah sudah sangat Reot sekali….
“ Tuan inilah rumahku…. Sangat buruk kan… “ ucap Safira…. Bahkan ketika kami tiba banyak orang mendekati kami…. Hanya untuk melihat mobilku saja….

Dan ketika kami keluar dari mobil ada anak berusia kisaran 15 tahunan berlari kearah kami… Wajah sangat mirip dengan Jelita sehingga aku bisa tebak kalau dia adalah adik Jelita… Bukan hanya satu tapi ada akan wanita lain yang berlari memeluk Jelita…. Yang paling besar langsung menuntun Jelita masuk ke dalam rumah… Diikuti dengan wanita kecil lainnya…. Meninggalkan aku begitu saja… Tapi aku tetap masuk kedalam rumah… Rumah ini benar-benar sangat sederhana… Hanya ada satu kamar didalam rumah ini tempat masaknya pun masih berlantai tanah….

“ Paman siapa…. “ Ucap wanita kecil didepanku…

“ aku teman dari kakakmu.. Siapa namamu… “ ucapku menanyakan namanya….

“ Meri… “ ucap singkat… Dan dari Meri ini aku dapat banyak informasi… Jadi Jelita adalah empat bersaudara dan semua wanita…. Dimulai dari Jelita, lalu Fitri yang seharusnya bersekolah di Sekolah menengah atas, selanjutnya Meri yang seharusnya sekolah menengah pertama dan terakhir adalah tika yang satsatu yang masih bersekolah… Ibu Jelita sekarang terkena lumpuh yang mengakibatkan Fitri dan Meri harus berhenti sekolah untuk bisa bekerja di kebun milik tetangga mereka… Ayah mereka sudah lama meninggal…. Membuat kehidupan mereka sangat kekurangan…

Aku sedikit kecewa mengapa Jelita tak mengatakan hal ini sebelumnya padaku… Atau aku yang tidak mendengarkan keluhannya… Dia begitu di butuhkan keluarganya tapi dia menyembunyikan rahasia sebesar ini….

“ Meri sudah makan… “ tanya pada wanita kecil itu dan dia menjawab hanya gelengkan kepalanya saja….

Tiba-tiba Jelita keluar dari kamar ibunya… Matanya penuh dengan air mata…. Wajah sedikit bengkak….

“ Tuan maafkan aku… Aku akan mengambil Air sebentar bersama Fitri…. Dan membeli beberapa obat… “ ucap Jelita dengan bibir yang bergetar….

“ Mau ku antar…. “ ucapku

“ tidak tuan… Tempatnya tak bisa di lalui mobil… Dan toko obatnya juga kebetulan dekat dengan sumber Air…. “ lanjut Jelita mengajak adiknya pergi sambil membawa se gentong guci yang terbuat dari plastik yang sudah sangat buruk…

Jelita terburu-buru pergi…. Dan meninggalkan ku bersama kedua adik kecilnya… Mungkin Jelita takut malam datang dan akan berbahaya….

“ Apakah jauh tempat Air dan membeli obat…. “ lanjutku bertanya pada Meri

“ tidak… Hanya melewati bukit didepan… Kalau membeli obat harus menyebrang sungai untuk sampai di kampung sebelah… “ lanjut Meri…

Dan aku mengerti mungkin jalan yang di tempuh oleh Jelita adalah jalan alternatif untuk tiba di kampung Safira dengan cepat… Dan aku teringat kalau si kecil mengatakan belum makan… Kulihat juga meja makan reot itu tak memiliki makan untuk di makan…. Hingga aku izin pada keduanya untuk kekamar kecil… Yang ternyata adalah sungai kecil atau irigasi persawahan…. Disitu akan mengunakan kekuatan monster illumination Gate untuk pindah ruang dalam satu waktu…. Aku membelikan mereka banyak bahan baku makanan seperti beras telur sebenarnya kau ingin membelikan mereka banyak ayam dan ikan tapi karena dirumah Jelita tak memiliki arus listrik dan kulkas akan sulit untuk membeli sangat banyak bahan tersebut jadi ku pilih bahan yang bisa di simpan dalam waktu lama saja…. Aku bolak balik dengan illumination gate… Hingga banyak stamina ku terkuras karena hal itu…. Belum lagi aku harus menghentikan waktu untuk sementara aku mengunakan illumination gate….

“ Meri, Tika kemari… Kakak punya makanan buat kalian berdua…. “ ucapku membawa tiga bungkus nasi… Sebenarnya aku ingin membeli makanan di restoran mahal Cuma aku takut perut mereka belum bisa menerima makanan seperti itu… Jadi ku beli makanan di warung yang bersih untuk mereka ku belikan 10 porsi…

Awalnya Meri menolak… Tapi setelah ku bujuk terus akhirnya dia mengambil makanan yang harumnya sangat mengoda perut yang lapar…. Kedua kakak beradik itu makan bersama dengan Lahap… Aku senang melihat mereka berdua seperti itu…. Saat kedua sibuk makan.. Aku memberanikan diri masuk kedalam kamar…. Disana terdapat wanita yang terlihat tua… Sangat kurus sekali tidur di ranjang yang terbuat dari bilah bambu… Tanpa alas…. Wanita tua itu menatapku tapi bibirnya terlalu berat untuk berbicara…. Aku mulai bertanya pada Revive bearku apa aku bisa menyembuhkan wanita ini…. Tapi Revive bear menolaknya…. Karena itu akan merusak jalan hidup wanita itu…. Karena wanita tua ini lumpuh bukan karena sebab tapi karena memang tubuhnya mengalami ganggu…. Tapi aku memaksa untuk melakukan penyembuhan… Dan akhir Revive bear ku setuju akan hal itu… Selama wanita ini merahasiakan segalanya…..

“ Full Recovery Heal Sanctuary “ ucapku mengunakan teknik penyembuhan tingkat tinggi… Yang kamu memulihkan seluruh kondisi menjadi pulih kembali dan menghilangkan segala gangguan… Untuk mengunakan teknik ini aku harus kehilangan lebih dari 20 persen stamina ku…

Dan keajaiban itu terjadi tubuh ibu Jelita kembali ke semula sedikit berisi dari pada sebelumnya… Dan wajahnya tampak lebih muda tidak seperti. Tadi…

“ Ibu kau bisa mengerjakan kedua kakimu… “ Ucapku

“ Apa… Aku bisa melakukannya… “ ucap Ibu itu mengerjakan kedua kakinya dan ternyata berhasil mengerjakannya seperti biasa… Membuat dia menangis di memegang kedua tanganku dengan keras… Ini bukan kesedihan tapi ini tangis kebahagian…

“ Ibu… Anakmu menanti Diluar…. “ ucapku… Mengajak sangat ibu keluar dari kamar kumuhnya… Mungkin sudah lama dia tak pernah keluar dari kamar itu… Dilihatnya anaknya sedang memakan dengan sangat lahap….

“ Meri, Tika… “ ucap sang ibu memeluk buah hatinya…. Dan kedua anaknya tak kalah terkejut…

“ Ibu bisa berjalan kembali… “ teriak Meri terkejut melihat ibunya berjalan

“ ibu makanan dari kakak itu nikmat sekali… “ ucap Tika melahap nasi yang cukup banyak di mulutnya…

“ aku hampir lupa… Siapa namamu nduk… “ ucap Ibu Jelita…

“ Aku Alex… Senang bisa bertemu dengan bu… “ ucapku

“ Terima kasih… Sudah menyembuhkan ku…. “ ucap Ibu Jelita kembali

“ Ibu makanlah dulu… Aku membeli cukup banyak… Tika kau mau tambah… “ ucapku

“ Kau juga harus ikut makan… Maaf rumah kami sangat jelek dan kotor… “ ucap Ibu Jelita

“ Rumahku sama saja… “ ucapku juga mengambil untuk makan bersama dengan keluarga Jelita…. Makanan sederhana ini terasa nikmat saat makan bersama keluarga ini… Tika bahkan menambah nasi dengan membuka nasi bungkus lainnya… Meri yang malu-malu untuk nambah ku buka kan juga… Aku senang mereka menyukai bawaan ku…

Setelah makan aku menurun beberapa belanjaan Jelita bersama Meri dan Tika….

“ banyak sekali…. “ ucap Tika melihat banyak sekali makanan yang bisa dia makan…

“ aku hanya bisa mengucapkan Terima kasih… Aku tak bisa berkata-kata…. Siapa sebenarnya dirimu nduk.. “ ucap Ibu Jelita Heran… Dengan semua bawaan ku…

“ Ibu…. Seperti Jelita masih lama pulangnya… Aku ingin izin pamit…. “ ucapku

“ Dia sebentar lagi pulang… Tunggulah sebentar lagi…. “ ucap Ibu Jelita coba menahanku….

“ matahari akan terbenam bu… Aku harus pulang sebelum malam… Toh kalau aku menginap disini berisi wanita semua…. Tidak baik… Apa kata orang kampung… “ lanjutku mencari Alasan untuk segera pergi….

“ Tapi apa tidak apa-apa kau tak menunggu dirinya… “ lanjut Ibu yang seperti tahu kami memiliki hubungan…

“ Besok aku bisa kembali kesini lagi… “ ucapku

“ oh begitu… Kalau begitu hati-hati jalannya sedikit licin jika sudah sore Hari… “ ucap Ibu Jelita memperingati ku…

“ Ibu bisa berikan ini pada Jelita… “ ucapku memberi dia tas dan secarik kertas… Lalu aku pergi dari rumah kecil itu… Akan menyakitkan jika mengucapkan perpisahan langsung pada Jelita… Mumpung ada kesempatan seperti ini aku ingin secepatnya menghilang… Mungkin aku bisa menghapus memory Jelita tapi seperti yang dikatakan Hera… Itu tak mengubah perasaan Jelita itu akan lebih menyiksa saat dia rindu tapi dia tak tahu rindu dengan siapa….

Ku percepat laju mobilku menghilang secepatnya… Stamina ku terkuras melakukan banyak illumination gate dan Heal belum lagi Time Freeze yang ku gunakan… Selama sehari penuh ini….

Pov Jelita

Jelita​
Setelah lama tidak kembali… Akhirnya tuan membawaku kembali… Mengulang semua rasa yang pernah ku rasakan dulu… Menyulitkan tapi aku merasa senang dan bahagia… Aku memang bodoh hampir melupakan keluargaku karena aku ingin membalas dendam dengan temanku sendiri…. Tapi untungnya semua sudah berakhir berkat orang itu… Pria yang tiba-tiba muncul dan mengubah segalanya….

Pria yang misterius… Yang mulai kuanggap sebagai pria mesum seperti kebanyakan pria lainnya… Tapi seiring berjalannya waktu… Aku menemukan sesuatu yang berharga… Sesuatu yang membuatku merasakan seperti hidupku yang dulu… Hidup dengan penuh arti…. Tetapi perang misterius yang membuatku akan berpisah dengannya…. Aku harap semua itu tak akan terjadi…. Hingga kuputuskan memberikan segala yang kupunya untuknya…

Cintaku benar telalu dalam untuk pria itu…. Setelah semua yang kulalui… Aku tiba di rumah yang benar-benar mengingatkanku kehidupan ku yang dulu… Kehidupan yang sederhana bersama semua keluargaku…. Ayahku memang telah lama meninggal dunia saat Tika adik terkecil ku baru dia tahun Lahir…. Tapi di tinggal sosok ayah…. Tak membuatku kehilangan Arah… Ibuku adalah wanita yang strong… Aku memiliki tiga Adik yaitu Fitri, Meri dan Tika… Ketiga adalah wanita… Jadi di dalam rumah kecil ini kami seluruh nya adalah wanita….

Sampai kejadian yang tak terduga… Diawali dengan sakit kaki bagian kanan ibuku… Dan keadaan semakin bertambah parah… Ketika kakinya tiba kehilangan rasa… Dan akhirnya Ibu tak bisa menggerakkan kakinya… Tak sampai disitu pula kaki bagian kirinya kali ini terkena hal yang sama… Takut akan sama seperti kaki kanannya aku membawa Ibu pergi ke kota untuk mendapatkan penyembuhan… Dana yang ku butuhkan sangat besar hingga kami harus menjual satu – satunya harta berharga peninggalan ayahku… Sebidang Sawah… Tapi setelah melalui banyak perawatan ibuku tetap kehilangan fungsi kedua kakinya… Ekonomi keluargaku terjun bebas… Kami kesulitan mencari uang untuk makan dan obat untuk ibuku…

Itulah alasanku segera menikah untuk membantu ekonomi keluarga kami… Dan melakukan migrasi ke daerah yang cukup jauh untuk ikut suamiku berdagang… Membuat ekonomi kami kembali stabil…. Hingga tragedi besar kembali mengujiku… Kecelakan yang menewaskan suami dan anakku… Lalu kebangkrutan usaha ku kembali… Membuatku kesulitan untuk mengirimkan uang pada adik dan ibuku di kampung…

Kehilangan semua membuatku berubah menjadi wanita jahat… Ku hancurkan pernikahan dari sahabat terdekat ku… Hanya untuk menikmati kebahagian yang semu…. Membuatku juga melupakan ibu dan adikku… Hingga tuan Alex menyelamatkanku… Membawaku ketempat yang bahkan tak pernah ku bayangkan… Mendapatkan banyak perhatian dan kasih sayang darinya…. Awalnya aku ingin mengirim uang pada ibu dan Adikku di kampung…. Tapi aku tak memiliki Akses untuk keluar rumah… Karena tuan melarang siapapun untuk keluar kecuali memang ingin pergi darinya selamanya…

Hatiku bimbang harus memilih tetap bersama tuanku yang memberiku banyak kebahagian atau pergi bersama keluargaku…. Hingga aku mengambil keputusan teregois dalam hidupku… Aku memilih tuanku… Dan melupakan keluargaku…. Setiap malam aku berharap keluargaku segera meninggal dunia agar mereka tak lagi merasakan kejam nya dunia…. Sampaii tuan mengajakku kembali ke kampung halamanku lagi… Awalnya aku ragu… Tapi apa yang ku khawatir benar terjadi ketiga adikku dan Ibuku masih hidup… Mereka tetap bertahan menantiku dan bertahan dari kejam nya dunia….

Aku tak bisa berkata-kata ketika melihat ibuku hanya tinggal kulit yang menutup tulangnya… Kurus bahkan dia tak lagi mampu berbicara…. Karena tubuhnya sudah terlalu rentan… Kegalauan ku membuatku begitu saja meninggalkantuanku… Dan pergi mencari obat dan beberapa makanan yang bisa dimakan oleh adikku… Tuanku memberiku banyak uang… Membuatku bisa membeli banyak makanan buat adikku… Sekalian mengambil Air…. Mencari warung di tempatku itu sangat jauh harus melalui bukit dan sungai….

Matahari semakin meredup ku percepat langkahku aku benar-benar tak enak karena meninggalkan Tuanku terlalu lama…. Tapi ketika tiba di jalan kampungku… Aku tak melihat mobil nya yang tadi terparkir di depan rumahku…. Langit berwarna jingga keemasan… Ku percepat langkahku jantung berdebar keras…

“ Ibu…. “ teriakku ketika tiba didalam rumah melihat ibuku sedang menyapu rumah… Dan kedua adikku terlelap di di lantai…

“ Jelita kau sudah kembali…. “ ucap Ibu melepaskan alat sapunya dan memelukku…

. “ Ibu… Ibu sudah sembuh… “ ucap Fitri memelukku

“ Apa laki-laki itu yang membuat ibu seperti ini…. “ ucap Jelita

“ dia hanya menyentuh ibu dan tiba-tiba ibu bisa mengerjakan semua tubuh ibu kembali…. “ ucap ibuku bersemangat

“ lalu dimana dia… “tanyaku

“ Dia pergi… Katanya dia akan kembali lagi besok… Apa dia dari kampung sebelah… “ ucap ibuku

“ Haaaaaa.. . Kenapa dia kejam sekali… “ ucapku membuat air mataku tak mampu ketahan kembali…

“ ada apa nak… Kenapa kamu menangis… “ ucap ibuku yang terkejut sambil memberikan tas dan secarik kertas yang ku berikan….

“ ibu aku harus pergi dulu…. “ ucapku berlari sekuat tenaga ku .. Air mataku terus mengalir… Aku harap aku masih bisa bertemu dengannya… Sambil ku remas secarik kertas yang di beri tuan padaku… Berisi tentang salam perpisahan dan juga yang sangat banyak di dalam tas yang di berikan tuan…. Aku berlari tanpa alas kaki… Kaki tak terasa sakit sedikitpun aku terus berlari…

“ Jelita maafkan aku…. Aku telah menyakitimu dan Kusia-siakan semua Hidupmu hingga Seperti ini…. Aku memang tak pantas ada disisi wanita sebaik darimu… Aku hanya seseorang yang telah mengunakan kekuatan untuk kesenangan pribadinya… Maafkan karena kau bertemu orang yang jahat seperti diriku… Orang yang membuat wanita seperti mu hampir kehilangan keluarga…. Mulai sekarang hiduplah dengan normal…. Terima kasih untuk semua waktunya… Terima kasih atas pelajaran hidup yang kau berikan… Andai ada kehidupan selanjutnya aku ingin bertemu denganmu lagi…. Bukan sebagai monster jahat tapi seorang pria baik yang ingin memiliki wanita yang baik… “ isi secarik kertas yang ku beri….

Pov Alex​

Matahari senja mulai menghilang keadaan semakin gelap… Aku tiba di bukit tempat ku nikmati tubuh Jelita… Seperti ini waktuku untuk kembali…. Jika aku bertemu Safira lagi akan sulit buatku untuk meminta izin pergi…. Jadi kuputuskan untuk menghilangkan disini… Illumonation Gate mulai muncul… Aku di kejutan dengan munculah Safira yang memukul kaca mobil dengan keras…

Safira​

“ Safira… Kenapa kau disini… “ ucapku

“ Kau kira aku bodoh…. Aku tahu tuan tak akan kembali kerumahku dan tak akan mengucapkan selamat tinggal padaku… “ ucap Safira menatap tajam….

“ Fira ini berbahaya… Di sini hutan… Bagaimana jika ada yang berbuat jahat padamu… Atau ada binatang buas yang melukaimu… “ ucapku khawatir dan keluar dari mobilku…

“ Tuan tenang saja aku lahir dan besar disini … Aku tahu tempat ini lebih dari siapapun… Aku akan aman… Apa lagi aku memiliki penjaga… wizard bear makhluk mistis yang kau berikan… “ ucap Safira menenangkanku…

“ kau ini keras kepala sekali ya…. “ ujar ku

“ kenapa menyalahkanku… Satu-satunya yang salah saat ini adalah dirimu…. Yang coba melarikan diri seperti pengecut… “ ucap Safira

“ aku memang pengecut… Makanya aku ingin kabur… “ lanjut ku

“ apa perang terakhir akan dimulai…. Apa kau sengaja melakukan ini…. “ lanjut Safira

“ Hmmm kau benar Fira… Misi penghancuran Sudahsampai diakhir cerita tinggal menunggu akhir apa yang akan muncul… Aku bahkan belum tahu apa yang akan terjadi…. Aku tak ingin menyakitimu atau yang lain lebih dari ini…. Jadi untuk sementara tetap disini… “ lanjutku….

“ tuan aku mengerti maksudmu…. Tapi kau harus menjemputku… Menjemput Cia… Aku tak ingin kebahagian Cia kembali hilang karena kau tak kembali…. “ lanjut Safira menahan kesedihannya… Suara sedikit parau….

“ Berikan aku waktu 10 hari… Aku akan menyusulmu kembali… Menikahimu dan membawa Cia kembali bersama ku…. Sampai waktu itu tiba… Aku ingin kau melindungi Cia… Dan jaga Wizard Bearku… “ ucapku

“ Tapi bagaimana jika kau tak kembali Tuan…. “ lanjut Safira

“ berarti kita tak jodoh Fira… Kau harus melanjutkan hidupmu dengan Normal… Lupakan tentang aku atau apapun itu… Karena kekuatan yang ada padamu dan Cia itu banyak yang mengincarnya jadi berhati-hati lah… “ lanjutku

“ tuan….. Aku tak ingin kau pergi… “ ucap Safira menangis deras…. Tapi ku hentikan tangisan Safira dengan ku kecup bibirnya…

“ Fira ikut denganku aku akan mengantarmu pulang” ucapku membelai jilbab indah Safira

“ Tuan bagaimana dengan Jelita…. “ lanjut Safira

“Aku sudah mengucapkan selamat tinggal padanya… “ lanjut ku

Jelita​

“ Kau bohooong tuan… Host… Hooss.. “ ucap Jelita terengah-engah

“ Jelita… “ ucap Safira terkejut dengan kemunculan Jelita bukan hanya aku…

** pl aaaak…
Tamparan keras mendarat dipipiku….

“ kau pikir bisa pergi begitu saja…. Kau pikir aku wanita malam yang sudah kau pakai kau tinggalkan begitu saja… Jangan menjadi pria jahat tuan… “ teriak Jelita terus memukul keras tubuhku

“ Aku hanya ingin kau hidup normal… “ lanjutku

“ Hidup normal sudah menghilang dari diriku tak ada kehidupan normal kedua untukku… Satu-satunya kehidupan normal ku saat ini adalah bersamamu… Aku akui aku tak cantik… Aku tak memiliki kemampuan… Aku hanya punya hati kecil yang tulus untukmu…. “ ucap Jelita

“ Wanita bodoh… Kenapa kau kesini…. Harus kau beristirahat…. “ ucapku mencubit hidung dengan keras….

“ aaahhhh… Sakit tuan… “ ucap Jelita

“ Kau bilang akan Hamil anakku… Tapi lihat dirimu pakaian yang basah… Berlari bertelanjang kaki… Apa kau pantas menjadi calon istri dari pemilik perusahaan A’S company… “ Ucapku melihat beberapa bagian di kakinya terkelupas… Jalan berbatu pasti yang menyebabkan ini… Ku dekati kakinya… Lalu mengunakan kekuatan penyembuh ku…. “ Heal” untuk menghilangkan Luka di kakinya lalu memberikan sendalku

“ Tuan kenapa kau terlalu baik pada kami…. Kau selalu saja memikirkan kami lebih dari kau memikirkan dirimu sendiri…. Kenapa kau jadi pria seperti itu… Pria yang terlalu baik… Jangan pernah berterima kasih pada kami lagi… Itu jadi beban kami… Beban untuk membalas kebaikanmu…. Kau terlalu memikirkan kebahagiaan kami… Kau harus memikirkan kebahagiaanmu juga..“ ucap Jelita terus menangis di memukul tangan ketubuhku

“ Jelita… Maafkan aku…. “ ucapku memeluknya… Jelita terus menangis didalam pelukanku… Lalu Safira mendekatiku ku peluk kedua wanitaku…

“ Tuan… Jangan pernah berpikir kau sendirian didunia ini… Aku siap melakukan apapun untuk tuan… Kau hanya perlu meminta…. “ ucap Jelita kembali

“Benar yang dikatakan oleh Jelita tuan…. Kami siap membantumu…. “ ucapku

“ Hahaa…. Jika kalian ingin membantuku… Cukup tenang disini sementara… Agar aku bisa fokus mengalahkan musuhku…. Dan setelah itu aku pastikan tak ada tangisan menyakitkan seperti ini lagi… Apa kalian berdua bisa menungguku…. “ ucapku

“ baiklah… Kami akan menantimu tuan… Tapi cepat kembali…. “ ucap Safira sedangkan Jelita berdiam diri dalam pelukan Safira….

“ sudah Jelita hentikan tangisan mu… Anggap saja ini waktu yang ku berikan pada kalian untuk bersama keluarga kalian namunsetelah aku kembali aku hanya ingin kalian berdua fokus padaku…. “ ucapku menyapu airmata dari kedua wanitaku….

“ kurestui kepergianmu…. Lakukan yang terbaik tuanku… “ Ucap Safira

“ Terima kasih telah memulihkan kembali ibuku… Akan ku balas semua itu saat tuanku kembali kesini… “ ucap Jelita

“ mau ku antar kalian pulang… “ ucapku

“ tidak tuan… Kami tak ingin merepotkan mu lebih dari ini…. Cepatlah pergi… Aku akan mengantar Jelita pulang … “ lanjut Safira

“ Aku pergi sebentar saja…. “ lanjut ku membalik badan… Dan menguatkan diriku untuk tak melihat ke belakang lagi karena itu akan mempersulit kepergianku… Illumination Gate aktif… Dan ku pacu mobilku menghilang…. Tapi aku tak langsung kembali ke daerahku… Melainkan hanya teleport di atas bukit tepat diatas kedua wanitaku ku tinggalkan… Aku merasakan rasa yang amat sakit…. Seperti kehilangan sesuatu bagian tubuhku…. Baru kali ini kau merasakan hal seperti ini… Padahal ini hanya perpisahan biasa… Tapi kenapa begitu berat… Kulihat kedua wanitaku saling berpelukan dan menangis kembali…

“ Alex kau sudah melakukan yang terbaik…. “ ucap Queen bear muncul dengan sendirinya

“ Hatiku sangat sakit Queen… Aku tak ingin terpisah oleh mereka…. “ keluh ku…..

“ maka menangkan perang ini agar kau bisa melihat kembali…. “ ucap Queen bear

“ benar yang kau katakan… Aku ingin membawa mereka kembali dan aku ingin hidup lebih lama Queen…. “ ucapku tak mampu menahan air mataku mengalir… Ini adalah air mata yang sangat banyak… Terakhir aku menangis seperti ini di hari kematian Kedua orang tuaku…. Namun setelah itu aku tak pernah menangis sesakit ini…. Hari ini tangisan ini benar-benar tak mampu ku kontrol!…

“ Terus pertahankan perasaan ini Alex… Perasaanmu yang tetap membuatmu menjadi seorang manusia… Sehingga kau tak akan tertelan oleh kekuatan besar dalam dirimu…. “ ucap Queen membiarkanmu terus menangis sampai aku puas… Dan terasa cukup lega… Ku lihat juga Safira dan Jelita bergerak menjauh dari tempat awal… Dan menghilang dari pandanganku… Aku pun sudah kembali… Aku kembali membuat illumination gate untuk memindahkan ku kembali ke Garasi rumah utama ku….

Aku benar-benar pulang… Padahal aku hanya sehari menghilang dari rumah ini namun rasanya aku sudah melalui banyak waktu… Ku langkah kaki masuk kedalam rumah… Tak ada tanda dari wanitaku yang tersisa mungkin saat ini mereka sedang berada di kamar mereka Masing-masing… Karena matahari baru menghilang… Ketika tiba di anak tangga… Aku mendapatkan pelukan hangat dari belakang… Tonjolan payudaranya dapat ku rasakan langsung di punggungku….

Marosa​

“ Tuan kau sudah pulang…. “ ucap Marosa menyambutku

“ Marosa… Kau mengagetkan ku saja…. “ ucapku

“ tuan ikut aku sebentar… “ ucap Marosa menarikku… Untuk masuk kedalam kamarnya…

“ kau mau aku…. “ ucapku memberi isyarat…

“ Bukan tuan… Aku hanya ingin bilang saat ini aku sudah terlambat mens 10 hari…. “ ucapnya tersipu malu…

“ Serius… Jadi kau Hamil…. “ lanjutku tapi dia menggelengkan kepalanya…

“ Aku belum mengeceknya tuan…. “ lanjut Marosa

“ kenapa kau tak cek… Kau tinggal ke Anna saja… “ lanjutku mengajaknya kesana…

“ Aku malu… Aku juga tak ingin banyak orang tahu dulu… Karena ini masih sepuluh hari… Aku takut hal buruk akan terjadi jika aku langsung mempublikasikannya “ ujar Marosa lagi

“ lalu kau akan membiarkannya begitu saja… Kau harus tahu kau hamil atau tidak… Agar kau bisa meminum vitamin yang cocok untuk calon bayimu… “ lanjutku

“ Apa seperti itu tuan… “ ucap Marosa

“ selain manja kau juga terlalu polos… Aku akan mengantarmu ke Anna sekarang.. “ ucapku

“ Tunggu kita Cek saja dulu… Katanya jika garisnya dia maka positif… “ ucap Marosa memperlihatkan alat pengukur kehamilan…

“ Bagus… Aku juga ingin melihat bagaimana kerjanya…. “ ucapku…

“ tapi aku tak tahu cara menggunakannya tuan…. “ ucap Marosa

“ kenapa kau tak tanya cara menggunakannya… Lihat saja di bungkusnya pasti ada tata caranya…. “ ucapku

Dan tiba-tiba Yurika masuk kedalam kamar Marosa

Yurika​

“ tuan kau kembali…. “ ucap Yurika memelukku

“ Yurika kau tahu cara mengunakan alat ini…. “ tanyaku

“ ah mudah tuan… Marosa kau hanya perlu kencing… Lalu kau celupkan alat ini ke kecing mu… “ ucap Yurika

“ Semudah itu saja kah… “ lanjut Marosa

“ apa kau hamil…. “ ucap Yurika terkejut

“ entahlah… Tapi aku sudah terlambat 10 hari dari waktu haids ku… “ ucap Marosa

“ cepat periksa… “ lanjut Yurika menyuruh Marosa bergegas….

“ agar kita profil bersama…. “ ucap Yurika membuatku terkejut…

“ apa Yurika Sudah hamil Juga…. “ lanjutku tak menyangka…

“ baru masuk satu bulan tuan… Awalnya aku takut tak akan hamil… Karena melihat kak Tia dan Hera sudah terlebih dahulu… Jadi setiap abis berhubungan denganmu aku mengeceknya… Dan selalu negatif…. Sampai kemarin aku iseng dan terkejut melihat dia garis dan aku langsung tanyakan ke Lariza juga… Karena dia juga sedang hamil… Jadi aku di cek Oleh Anna… “ ucap Yurika tertawa…

. “ Tunggu berati jika Tia, Fina, Alma, Kau dan kemungkinan nanti Marosa…. Lalu Lariza… Berarti ada enam orang calon anakku… Dan jika mimpiku benar… Anak ketujuh ku… “ ucapku berbicara sendiri

“ tuan kenapa Lariza masuk dalam hitungan mu… Berarti anak yang dikandung La riza bukan anak dari tuan Agung melainkan anakmu… “ ucap Yurika mencubit keras perutku

“ aku khilaf waktu itu… Karena kau sedang kelelahan akibat serangan di rumah utama kita waktu itu…. Jadi aku memilih Lariza waktu itu… “ lanjutku

“ Lalu apa maksudnya anak ketujuh itu tuan… “ ucap Yurika seakan tak mempermasalahkan calon anakku di Lariza…

“ aku belum tahu pasti… Tapi dari wanita yang ku sebut sudah hamil tadi… Apa kau tahu ada nama wanita lain yang sedang hamil di rumah ini…. “ ucap ku

“ Tunggu dulu… Arini seperti belum, Hera juga belum, Mina bahkan belum pernah tidur bersamamu kan tuan…. Lalu Neti tak mungkin hamil… Safira seperti juga belum, Jelita kemari kulihat dia muntah tapi seperti Cuma masuk angin… Dan hanya tersisa Rafina… Dia wanita yang agak tertutup… Menyendiri di kamar… Bahkan hanya Jia yang mengobrol padanya… Safira yang satu kantor padanya pun mengakui kalau Rafina paling tertutup” Lanjut Yurika

“ Kalau melihat dari intensitas menabur benih ku… Arini, Safira dan Jelita yang paling mungkin Hamil dalam waktu dekat… Hera juga ada kemungkinan sih… Lalu Rafina aku bahkan sudah lama tak mencicipi nya… Mina dan Neti bahkan hampir belum ku sentuh… “ ucapku menganalisa keadaan… Tapi kemungkinan bukan hanya akan terjadi pada wanita di rumah utama ku saja… Masih ada keluarga Mirna yang semuanya merasakan hangat sperma ku… Lalu Mia dan Berlianda yang sudah pernah mendapatkan jatah…. Jangan Lupakan Yayang dan Nalia…

“ Tuan kau lihat ini… “ teriak Marosa melompat dari kamar mandi… Memperlihatkan garis merah terang…

“ selamat Marosa… Kau jangan loncat seperti itu… “ lanjut Yurika juga bahagia…

Kuberikan pelukan hangat bagi keduanya… Anak di kandungan Marosa dan Yurika adalah calon raja selanjutnya… Aku bahagian mendengar ini aku akan benar-benar memiliki keluarga besar hari ini… Yurika mengajak Marosa untuk ketempat Anna meninggalkanku sendiri… Tapi ini bagus… Aku masih bisa bertemu dengan beberapa wanita yang lain…

Tapi di pikiranku saat ini siapa yang akan melahirkan anak laki-laki ku… Menarik menunggu garis keturunan baru keluarga A’s akan terlihat sebentar lagi… Masih ada Nama Hera disana… Meskipun kemungkinannya akan sangat kecil…. Jadi menarik buatku menunggu siapa yang akan menurunkan keturunan raja selanjutnya…

Ku ketuk pintu kamarku… Saat menemui Mother Of Earth ku… aku akan kembali ke Wanita terbaikku !!!!!!!