. Misi Penghancuran Part 40 | Kisah Malam

Misi Penghancuran Part 40

0
295
Cerita seks dewasa Misi Penghancuran

Misi Penghancuran Part 40

Rencana berbahaya…

Lariza

Aku terus menyekap mulut Lariza… Dia mulai melemah… Tenaganya terkuras…. Tertahan oleh tanganku…

” Aku hanya ingin kenikmatan darimu….” bisikku sambil menjilat lehernya….

” Hmmmmmphh…. Hmmmph ” teriakan yang keluar dari mulutnya…

Ku tangkap kedua tangannya… Lalu mengikatnya dengan ikat pinggangku…. Lalu dengan cepat menarik cd nya yang berwarna merah … Kulepaskan lalu menyumpalkannya ke mulut Lariza …. Dan dengan sekali tarikan aku merobek baju tidur Lariza yang berbahan tipis itu… Lalu ku ikat kedua kakinya ke kedua ujung ranjang dengan bekas robekan pakaiannya… Dua tumpukan buah dada yang tak tertutup BH mengantung bebas…. Siap untuk ku jamah dan ku permainkannya… Sorotan lemah dari matanya yang mulai putus asa makin membuat birahi mencapai puncak….

” Hmmmmphh…hmmmphh…” gumam Lariza…tangisan dia pun pecah dan mengalir deras….

Aku mengeluarkan juniorku yang telah berdiri tegak….wajah Lariza pucat melihat senjata andalanku yang sebentar lagi akan mengoyak vaginannya….

Rontanya kini mulai melemah… Dia hanya mengelengkan kepala agar aku tak melakukan ini dan Aku segera tersadar dari aksi nafsu ku yang akan menghancurkannya…

Aku mulai meraba-raba pahanya yang putih mengiurkan sejak tadi… Kaki mengejang berusaha kembali terbebas dari kedua ikatanku…. Tapi terlambat aku mulai membelai lembut pinggiran vaginanya yang di tumbuhi rambut tipis… Membuat tubuh Lariza seakan tersengat aliran listrik kenikmatan…

Aku mulai menyapu tempat paling sensitifnya… Dengan Lidahku membuat Lariza makin kelonjotan … Dia yang berusaha agar tak terangsang pun mulai goyah…. Bibirnya yang dari tadi menjerit menolak ku … Mulai bergantikan desahan mengoda di balik cd yang ku sumpal dimulutnya…tangannya yang terus meronta mulai pasrah dan merasakan kenikmatan…

Aku mulai mengesek-gesekan kontolku dibibir vaginanya…setelah puas melakukan itu dibibir vaginanya aku beranjak menuju payudara yang mengoda milik Lariza… Lalu mengunakan kedua Payudaranya untuk mengapit kontolku yang tegang aku terus mengesekkan hal itu berulang-ulang membuat pertahan Lariza jebol dia mencapai klimaksnya…..cairan bening membasahi lubang Vaginanya… Membuat vaginanya yang berwarna merah jambu itu mulai becek dibuatnya…

Lariza​

Melihat bibir vagina sudah menyemburkan cairan cinta aku langsung berinisiatif menghujamkan kontol ku ke Vaginanya…. Ku paksa kontolku masuk kedalam vagina yang becek itu

” hmmmft akhhh…..akhggg . . Hmmmmphh…. ” desahnya tertahan cd nya sendiri…

Aku mulai mengenjotnya dengan cukup keras… Erangan lirih mulai terdengar… Aku sengaja membuat timing yang cukup lama… Agar aku puas menyiksa libido wanita ini yang mengakibatkan nafsu makin tinggi dan tak terkendali….

Aku melepaskan penyumpal mulutnya ….

” kenapa kau jahat padaku… Akhhh….” lirihnya…

” Salah siapa tubuhnya mengoda ku…” ujarku mengenjot tubuh lariza dengan kecepatan penuh

* ploook…ploook..ploook….​
Bunyi benturan keras yang kami buat akibat Penetrasi ku didalam vaginanya

” yaaakhhh… Akhhhh… Akhhhh ammmpun…. Akhhhhhh…. Sakiiit tuan…… Akhhhh ukhhhh…. ” racau Lariza menerima genjotanku….

Tubuh Lariza bergetar lagi untuk mencapai puncak klimaksnya…. Ini pengalaman pertama Lariza mengalami pemerkosaan paksa yang justru membuatnya merasakan sensasi kenikmatan yang luar biasa…. Yang belum pernah dia rasakan sebelumnya… Pingguknya kali ini mulai refleks bergerak sesuai ritme hujaman kontolku….

Tubuhnya berkedut setelah kontolku ku lepaskan dari Vaginanya… Lalu memaksakan tubuh Lariza yang terkapar bangun…. Hingga posisi terduduk… Lalu menyerahkan kontolku pada mulutnya…. Tanpa penolakan lagi Lariza mulai melumat kontolku dengan mulutnya…dengan keadaan tangan tetap terikat…

” Ayo cantik puaskan tuanmu ini….” ujarku

Lariza​

*muaamch…mummmph… Mummph…
Mulut Lariza sibuk mengulum kontolku

Kucabut kontolku dari mulutnya… Melihat tubuh Lariza bergetar kembali…. Kulihat payudara Lariza naik turun karena nafasnya tak beraturan…

” hoost… Tuan… Senjata memang membuatku jatuh cinta….” ucapnya sambil mengatur nafas…

” kau menyukai kontolku atau milik saudara ku…” ucapku membandingkan permainan kami berdua…

” Kau lebih luar biasa….meskipun ukuran kalian hampir sama … tapi kontolmu tahan lama tuan….” ujarnya….

Aku lepas pengikat kaki nya lalu kali ini ku biarkan Lariza yang berada diatasku … Aku kembali melakukan penetrasi ke dalam vagina Lariza…. Kali in Lariza bergoyang aktif dia mengoyangkan tubuhku nya seakan berpacu dan menari diatas tubuhku…. Aku pun mengambil kesempatan ,sambil meremas payudara kenyalnya…. Sesekali aku menyusui di kedua payudara menambah rangsangan yang makin dapat dirasakan oleh Lariza … ketika Lariza mengambil nafas …. Setelah aksi menari bugilnya … Dia kehilangan banyak tenaganya

Kedua tanganku meremas dadanya …yang penuh dengan bekas merah akibat lumatan bibirku….

” Tuan Lariza hampir sampai lagii….” ucapnya

” sabar sayangku…. Tahan sedikit lagi….” ucap ku terus mempercepat genjotanku….

” akhhhhh…. Ukhhhhh…….” teriak Lariza yang telah mencapai batas kenikmatannya lagi… Aku merasakan semburan hangat dalam vagina Lariza….

” aku hamili kau …” balasku

Ku tumpahkan seluruh Sperma tersisa dari pertempuran dengan Alma ….. Tubuh Lariza jatuh terhuyung ke kasur karena tak mampu lagi menopang tubuhnya… Yang telah kehabisan tenaga…. Nafasnya naik turun… Tubuhnya bergetar hebat setelah menerima serangan akhirku….

Aku bangun dan mengambil pakaianku ….
” terima kasih buat servis paksaannya… Aku tak menyangka kau bisa senikmat ini…” ujarku tersenyum…

” tuan… Aku suka kontol kalian….” ujarnya tergeletak tak berdaya di kasur….

” Agung sedang pergi kesuatu tempat … Jadi kau tenang saja… Dan rahasiakan seranganku jika tidak kau akan menerima sanksi dariku….” ujarku mengancamnya lalu meninggalkan wanita yang belum bisa bergerak…. Dia hanya mengangguk lemah sambil tersenyum….

” aku tak memungkiri kalau kau menikmati permainan yang di lakukan tuan Alex padaku…. Aku benar-benar dibuatnya ketagihan merasakan sensasi seperti ini…. Terima kasih tuan…” gumam Lariza terlelap….

Aku tinggalkan kamar Saudaraku setelah puas menaburkan spermaku pada budaknnya… Aku kembali ke kamarku… Kulihat tubuh wanita telanjang lain kali ini terkapar di kamarku…

Ku hampiri dia, menciumnya lalu memeluknya untuk beristirahat … Hari ini aku puas untuk sementara waktu …

*********************************************
Pov Tia​

Tia​

Aku meninggal kamar Fina dengan sangat kesal … Kami berjanji untuk menghukum tuan dengan menonaktifkan seluruh ponsel kami…

Aku masuk ke kamar yang di pilihkan untukku. Kubanting keras pintu tanda kekesalanku…

“Dasar pria mesum ” teriakku melempar ponselku

Aku benar-benar kesal dengan tuan …. Saat kami semua ketakutan akan keselamatannya dia malah sedang menikmati wanita lain….

“Tapi siapa wanita itu” gumamku bertanya-tanya wanita yang muncul tadi…

Aku berbaring … Aku coba untuk tidur tapi tetap tak bisa… Aku bolak balik diranjang …. Kupandang lagi ponselku yang mati… Sambil mengelus perutku yang makin besar…

***************************************************
Pov Hera​

Hera​

Moodku buruk… Awas saja Wanita tadi … Aku akan mencakar, menjambak dan kuhajar… Akan kuperlihat kepada dia siapa diriku … Aku Hera dan dia coba mengoda tuanku….

Aku kembali ke kamarku… Aku duduk di cermin melihat wajahku di cermin… Dan bertanya mengapa tuan melakukan hal seperti itu padaku… Kurang apa aku hingga dia tergoda wanita lain…..

Padahal aku sedang mengandung bayinya… Tapi wanita tadi memang cantik … Tapi dia berani sekali ada di kamarku dan kak Tia…bahkan dia mengunakan Handukku… Aku benar-benar akan menghajar wanita itu…” umpatku kesal …

*************************************************
Pov Nura

Nura

Aku meninggalkan kamar tempat Fina beristirahat … Hari ini aku sedikit kecewa dengan Tuanku… Dia telah mengkhianati kami… Saat kami menantinya dia malah menikmati malam bersama seorang gadis yang entah berasal dari mana….

Meskipun dilubuk hati aku tak pernah percaya tuan akan melakukan hal ini…. Tapi aku melihat kejadian ini langsung bersama yang lain…. Kejadian ini benar-benar telah merusak liburan kami indah kami…

” aaaaaaakh… Aku kesal hari ini…” teriakku

Tapi tidak begitu dengan Yurika…. Kebetulan aku dan Yurika tidur bareng…. Yurika tampak santai dengan kejadian ini… Mungkin karena dia belum begitu memiliki ikatan seperti kami…..

Yurika​

” Yurika kenapa kau terlihat santai….” ucapku karena melihat Yurika dengan santai menonton televisi…

” hm.. Santai saja … Toh tuan kita telah selamat dan dia tak terluka…. Jadi untuk apa aku cemas…” ucap Yurika sambil asik menonton Televisi

” Aku tahu kenapa kau begitu santai…. Karena kau baru mengenalnya…. ” ucapku sedikit kasar pada Yurika

” kau salah Nura…. Justru menurut ku kalian semua disini bukan siapa-siapa dibandingkan aku… Aku sangat mengenal tuan…. Lebih dari pada kalian…. Dan aku sedikit aneh pada kalian… Kenapa kalian dengan mudah menyimpulkan sesuatu yang buruk saat kalian harusnya percaya dengan Tuan…” jelas Yurika

” karena kami melihat buktinya dengan mata kepala kami sendiri ….” ucapku

” hahaha…. Benarkah…. Lalu bagaimana saat kau diangkat tuan kerumahnya…. Dan saat itu pula dia sudah memiliki Kak Tia dan Hera di sisinya…. Apa dia berusaha menolakmu karena telah memiliki mereka….” tanya Yurika tersenyum….

Aku seakan kehilangan kata-kata untuk membalas ucapan Yurika…. Aku tahu yurika adalah anak dari salah satu seven Wonders milik ayah tuanku… Jelas dia mengerti seluk beluk tuanku bahkan sejak kecil…. Dan pertanyaan itu benar-benar tak bisa ku jawab….

” Nura menurutmu… mengapa Tuan menerima mu dan juga menerimaku disisinya padahal kau tahu kan kalau tuan sudah memilih hatinya untuk orang lain….” lanjut Yurika…

” aku juga tak tahu … ” ucapku bingung….

Fina​

” aku juga bingung kenapa tuan menerima ku juga….” ucap Fina dan Neti tiba-tiba muncul di kamar ini

” kalian berdua pasti kesulitan tidur ya . ” ucap Yurika tertawa…

Neti​

” benar Yurika aku tak bisa tidur….” ucap Neti merangkul Yurika dengan manja

” lalu apa jawaban untuk pertanyaan tadi…” ucapku

” menurutku karena tuan terlalu baik…. Dia tak bisa menolak permohon terutama dari wanita… Mungkin wanita yang kita lihat tadi juga merupakan salah satu wanita yang di selamatkan oleh tuan….” balas Yurika

“Benar yang dikatakan oleh Yurika…. Kita seharus mengenal tuan …. Dan seharus ini tak terjadi….” ucap Fina merasa bersalah

” ayo kita perbaiki dan minta maaf pada tuan… Aku tak ingin tuan marah pada kita….” ucap Neti

Hera​

” ayo kita lakukan….” ucap Hera muncul sambil tersenyum

” Hera …. Kau juga merasakan hal yang sama….” ” ucapku

” benar yang dikatakan Yurika ,dia memang terlalu baik … Membuat kita para wanita sering berlebihan menanggapinya….tetapi aku benar-benar mencintai tuan…. Aku tak perduli berapa wanita yang ada disisinya…. Aku hanya ingin jadi yang terbaik untuk tuan….” lanjut Hera

” untuk Pertama kali aku setuju denganmu… Aku juga menyukai tuan… ” ucap Fina tersenyum ke Hera…

” Masuk akal …. Aku mengerti sekarang ….. Kenapa tuan menanyakan hal itu padaku….” ucap Neti

” pertanyaan seperti apa Net….” ucapku

” saat di Yacht kemarin… Aku di tanya apa yang kurasakan… Apa yang kurasakan itu Cinta, Rasa takut atau Rasa terima kasih….” jawab Neti

” Lalu apa yang kau jawab….” ujar Fina

” aku ingin menjawabnya langsung tapi tuan menyuruhku untuk berpikir dahulu…dan saat ini aku telah menemukan jawaban nya…” ucap Neti

Tia​

” Aktifkan seluruh ponsel kalian sekarang….” Ucap Tia tiba di kamar Nura….

” kak Tia…. Kakak yang harus menelpon tuan….” ucap Fina

” Kenapa aku… Hera kan bisa… Dia lebih manja dengan tuan… Kenapa aku….” ucap Tia

” Aku tak bisa kak… Kalau menenangkan sesuatu yang keruh itu harus dilakukan oleh wanita yang lebih tua…” ucap Hera tertawa… Diikuti anggukan Fina dan Yurika

” Fina saja …. Diakan Andalan tuan, kalau tidak Neti dia kan paling Kuat diantara kita….” ucap Tia mengelak….

” kami percaya kau mampu kak…. Aku tahu julukanmu….Hmmmmphh…. ” Ucap Yurika langsung di bungkam mulut oleh Tia

” Jadi kak Tia punya julukan dari tuan juga….” ucapku

” sebaiknya kita telpon tuan sekarang…” ucap Tia coba mengalihkan isu yang bergulir….

” itu baru kak Tia kami….” ucap Neti

Kakak Tia sibuk mengaktifkan nomor nya dan langsung menelpon tuan…. Tapi telpon kami tak kunjung diangkat… Rasa was-was ku makin menjadi setelah kakak Tia menyerang menghubungi tuanku….

” apa dia marah….” Gusarku….

****************************************************
Pov Alma​

Alma

Ada suara berderu di heningnya malam… Aku mulai sadar dari pingsanku… Tubuhku terasa hancur …. Sulit tubuhku untuk di gerakan….selangkanganku masih perih…mataku sayu mencari tahu dimana keberadaan ku…. Aku merasakan tangan melingkar ditubuhku…. Kudengar suara deru nafas … Ternyata itu tuanku…. Wajahnya begitu dekat denganku… Aku memperhatikan seksama wajahnya…

Aku baru saja melalui fase gila bersamanya… Dan fase itu membuatku makin tergila-gila padanya…. Sekarang aku puas melihat wajahnya yang tetap tampan meskipun dia terlelap tidurnya…. Wajah Manis sekali saat tidur…. Rambutnya yang tertata rapih membuat aksen tampan padanya makin terlihat jelas….

” pria ini sempurna… Bentuk fisik, materi yang dia miliki dan hatinya wajar saja banyak wanita tergila-gila padanya….” pikirku sambil terus membelai rambutnya yang hitam

Khayalanku kembali dibuyarkan dengan bunyi sesuatu…. Aku mencari sumber bunyi itu dan akhir menemukan asal bunyi yang berasal dari Handphone tuanku…. Aku berlahan memindahkan tangannya yang memelukku… Aku tak ingin menganggu tidurnya yang lelap ini….

Kugerakkan tubuhku yang masih rapuh dengan rasa nyeri di bagian tubuhku…. Tertatih aku mencapai Handphone itu…. Aku lihat siapa pemanggil di telpon itu… Ternyata Tia…. Dia adalah budak yang sering dikatakan tuan….

Aku mencoba mengangkatnya nya tapi aku sadar tubuhku tak terbalut pakaian sedikitpun… Ini akan membuat Tia marah padaku …. Seperti yang dilakukan tadi…. Aku bergegas mencari pakaianku meskipun aku harus merangkak… Karena tubuhku benar tak berdaya dibuat tuanku…..

Kubuka lemari yang di izinkan oleh tuanku … Lemari itu tertata sangat rapih… Kupilih pakaian sederhana yang penting menutupi tubuh ku… Aku menuju kamar mandi untuk membilas beberapa tubuhku yang berantakan….

Aku kembali melihat layar Handphone tuanku….
aku kumpulkan energi untuk mengangkat telpon tuanku….

” tuan…. Kau marah pada kami….” ucap Tia

Membuatku termenung sementara aku bingung harus menjawab apa….

” maaf Tuan sudah tidur….” ucapku memunculkan tubuhku di layar video call

” Siapa kau…. Kenapa kau berada di kamarku…” ucap Hera mengambil alih obrolan….

” Maafkan aku… Aku tak bermaksud membuat kalian marah atau kesal dengan keberadaanku ..” ucapku

” Lalu siapa kau… Dan mengapa kau bersama tuan kami….” tanya Hera kembali

” Aku adalah korban penculikan Joker yang di selamatkan oleh tuan Alex….” ucap ku

” lalu kenapa kau tak kembali ke kedua orang tua mu….” lanjut Neti

Alma

” Kalau aku memilikinya aku akan kembali …. Tapi aku tak memiliki rumah untuk kembali… Aku dijual oleh pamanku sendiri agar dia mendapatkan kenaikan pangkat di kepolisian…. ” ujarku ….

” Sudah jangan di bahas masalah itu…. Bagaimana kejadian saat tuan menyerang daerah Joker…” tanya Yurika kali ini mengambil kendali

” ka apa maksudmu… Kita harus bahas dengan jelas status wanita ini…. ” Ujar Neti melanjutkannya

” sudahlah Neti…menurutku apa yang dikatakan Yurika benar … Kita perlu tahu detail kejadian disaat kejadian ketimbang mengurus masalah itu…. Biarkan tuan yang menentukan….” ujar Tia lebih bijaksana….

” Aku setuju dengan Kak Tia… Yang penting saat ini kondisi tuan….” tambah Nura

” ( tersenyum ) Fina kau mendukung kubu sapa …” ucap Hera

” Aku lebih memilih Netral ketimbang harus memilih….” ujar Fina tertawa kecil

” Kau benar-benar mencari aman saja…” ucap Neti yang di balas pose manyun dari Fina….

” Apa yang terjadi disana ….dan jelaskan dari apa yang Kau lihat disana….” ujar Yurika kembali fokus…

” Tuan Alex mampu mengalahkan Joker… Hingga joker terdesak dan melarikan diri…tapi beberapa orang yang mendukung tuan Tewas…” ucapku

” Siapa yang Tewas….” ucap Neti Panik….

” aku tak tahu detailnya … Yang jelas terdapat banyak kantong mayat… Tapi yang ku ketahui hanya orang tua dari dua wanita yang diculik bersamaku…. Dan salah lagi yang bernama Usman… ” ujarku

” pak Usman… Kenapa dia bisa ada disana…..” ucap Fina

” Siapa dia Fin….” tanya Nura

” dia salah satu dari Seven Wonders … Dia pria yang baik dan sopan …” ucap Fina

” dia tewas setelah melindungi kami dari ledakan yang berasal dari salah satu wanita yang dibebaskan oleh tuan Alex… Karena di dalam tubuh wanita itu ternyata terdapat bom… ” Jelasku

” Lalu apa ada yang bernama Rico didaftar yang tewas ….” ucap Neti

” kau mengkhawatirkan pria itu….” ucap Hera

” Dia adikku … Aku takut terjadi apa-apa padanya….” lanjut Neti

” aku tak tahu… Tapi ada juga yang terluka berat … Namanya Edi dan Hadi….” ujarku lagi

” Edi dan Hadi luka berat…. Kalian jangan memberitahu kak Yulina ataupun Slyvia kejadian ini…” perintah Tia

” Mereka berdua bisa sangat panik….” lanjut Yurika

” Kak Tia ini sudah terlalu malam justru hampir pagi…. Kita harus istirahat… Yang jelas kota sudah mengetahui keadaan tuan ” ujar Hera mengeluh

” Benar-benar kita tak boleh sakit … Tuan pasti sebentar lagi membutuhkan kita…” tambah Fina

” Terima kasih informasinya … Tolong informasikan apapun yang terjadi disana ya….” ucap Nura

” Aku akan memberitahu apapun yang ku dapatkan pada kalian…” lanjutku

” Aku suka … Kau orang yang baik…. Jaga tuan selama kami semua tak ada… Dan semoga kita cepat bertemu….” ujar Fina

Aku hanya membalasnya dengan senyuman….

Nura​

” Satu lagi …. hari ini tuan akan ada Rapat dengan Bupati tolong diingatkan ke Tuan,…” perintah Nura

” oh ya siap…aku kan memberitahu nya…” ucapku

” pakaian tuan berwarna putih dan celana Hitam hari ini…. Ada di lemari tengah… Gantungan ketiga dari kiri… Sepatu ada di lemari di pojok kanan kamar …. Di pintu nomor tiga lalu di lemari paling atas terdapat kaos kaki dan perlengkapan lainnya… Seperti Nametag, dan PINnya…. Tolong di siapkan…” tambah Hera

Hera​
” oh ya … Aku akan menyiapkannya….” ujar ku

” laptop dan rencana persentase untuk penjabaran Bupati serta materi ada di laptop Tuan … Aku sudah mempersiapkannya….” ucap Fina…..

Fina

” tolong juga… Kau persiapkan mobilnya…. Tuan biasanya kesiangan … Jadi kau harus panaskan mobil terlebih dahulu….” ucap Neti

Neti​

” oh yaaa… Aku akan mempersiapkan dan memberitahu nya…. ” ucapku lagii

” Kau bisa memasak….” tanya Tia

” ohh… Sedikit …. Aku kurang bisa memasak ” jawabku sedikit memalukan….

” kau Gorengkan saja telur… Untuk bumbunya kau hanya harus memberikan irisan Cabai selain itu jangan berikan apapun , tuan tidak suka hal yang Aneh-Aneh…. Untuk minumannya kan bisa membuat jus Wortel dan jangan di beri gula…. Kau mengerti…. ” ucap Tia

Tia​

” ya aku mengerti, aku akan menghapal semuanya …. ” lanjutku

” Tunggu… Siapa namamu…” tanya Yurika

” Alma … Itu namaku….” ujarku

” baiklah Alma… Tolong rawat tuan selama kami tak ada…. Kau bisa bertanya dengan kami apapun … Kami siap membantu mu dari sini…. Dan beri informasi apapun yang terjadi disana…. Semoga kita cepat bertemu…. ” ucap Yurika….

Yurika​

” ohh ya aku kan melakukan semua dengan baik…” ucapku

Akhir semua wanita tuanku mengakhiri hubungan telpon kami…. Aku benar-benar dibuat kagum dengan seluruh Wanita milik tuanku… Jumlah mereka yang banyak tapi kemampuab unik mereka dan mereka juga telah memiliki tugas masing-masing yang Luarbiasa ….. Yang saling support satu sama lain… Muncul pertanyaan dibenakku … Apa yang bisa ku lakukan untuk Tuanku saat semua wanita itu kembali….??????

***************************************************
Pov Alex

Aku benar-benar sangat lelap tidur… Aku baru mulai terusik setelah sosok wanita membuka tirai yang mengakibatkan sang surya menunjukkan keperkasaannya…. Cahaya menyilaukan yang membuatku seakan berubah Vampire yang tak suka akan cahaya… Aku menutup wajahku dengan selimut yang entah sejak kapan terpasang ditubuhku…

Gerakan tangan kecil mengoyangkan tubuhku… Seakan menandakan harusnya aku bangun…. Dia menarik selimutku… Membuat wajahku kembali terpapar sinar sang surya….

” Tia … Sebentar lagi … Tubuhku terlalu lelah….” rengekku pada sosok wanita yang berdiri didepanku dengan mata tetap tertidur….

Dia berusaha menarik tubuhku dengan tenaga kecilnya…

” aku akan bangun setelah kau memberi tenaga dengan itu….” ucapku menunjukkan bibir ku….

Wanita itu tersenyum … Lalu mulai memajukan bibirnya dan mulai melumat bibirku yang sudah menanti bibirnya…. Lalu aku memeluk tubuhnya…. Dan bergerak terhuyung menuju kamar mandi…..

” Hera Handuk ku mana…..” teriakku hanya menjulurkan tangan keluar dari kamar mandi….

Handuk pun ku dapatkan…. Dan kembali mengelap seluruh tubuhku…

” Hera apa Nura sudah siap….” ujarku keluar dari kamar mandi dan terkejut … Aku melihat Alma berdiri di depan ku …. Dan aku baru sadar semua wanitaku tak ada disini….

Alma​

” Tuan … Nura dan Fina sudah menitipkan laptop dan memberitahu anda hari ini ada pertemuan dengan pak Bupati….” ujar Alma

” kau sudah berkenalan dengan mereka….” ucapku kaget dengan Alma…

” kalau berkenal belum tuan, tapi tadi malam mereka menelpon mu… Aku mengangkatnya tuan…. Mereka saat Khawatir padamu…. Dan mereka menyuruhku untuk menyiapkan keperluan anda tuan…. ” lanjut Alma

” lalu bagaimana kau tahu nama mereka….” Ucap ku

” aku melihat foto di kontak di handphone tuan… Jadi aku tahu nama-nama mereka….” balas Alma

” kau bisa kuandalkan ternyata Alma…. ” ucapku mengusap kepalanya… .

” Tuan terima untuk pujianmu….” ucap Alma merasa sesuatu hal yang tak pernah di rasakan selama ini….

” aku akan salin… Kau bisa memanaskan mobilku….” ucapku

” ya tuan….” ucap Alma pergi dari kamarku….

# di ruang bawah…​

Alma​

Pujian dari tuan membuat Alma sangat bahagia… Dia berlari menyusuri tangga menuju Garasi mobil…. Tapi satu hal yang di bingungkan …. Dia tak pernah melakukan hal yang diperintah tuannya….dia mengenggam kunci mobil tuannya tapi bingung apa yang harus dilakukan ….

Dia mengitari mobil mencari tahu bagaimana dia bisa melakukannya….

” Kau sedang apa disitu….” ucap Lariza baru bangun dari tidurnya wajah masih berantakan….

Lariza​
” ouhhg aku kaget… Aku di perintah untuk memanaskan mobil…. Tapi aku tak tahu caranya….” ucap Alma

” hehe…. Kau lucu sekali…. Sini kuncinya aku akan melakukannya….” ujar Lariza mengambil kunci mobil dan masuk kedalam kabin Supir dan breeeeemm deru mobil pun terdengar….

” ternyata mudah… ” ujar Alma tersenyum

” kau budak baru Alex ya…. Aku tak pernah melihat mu sebelumnya… ”

” ya aku budak baru tuan…. Aku baru tiba disini kemarin… Apa kau budak tuan juga….”tanya Alma

” aku juga budak dan tahanan disini…. Tapi aku bukan berada di bawah Alex… Aku berada di bawah tuan Agung…. Kau beruntung di bawah Alex….” ucap Lariza meninggalkan Alma….

” Tunggu kak… Siapa namamu….” tanya Alma

” Aku Lariza …..dan kau…” balik tanya Lariza

” Aku Alma….” jawab Alma kembali tersenyum…

Lalu Alma kembali berlari ke kamar tuannya…. Meskipun langkah masih sedikit nyeri…. Keperawanan baru saja diambil membuat tubuh masih merasakan nyeri….

# ke posisi ku​

Aku sudah mengunakan pakaianku … Kulihat jam sudah terlalu siang…. Tapi aku tak perduli… Aku tetap dengan santai menyiapkan keperluanku…. Hari ini adalah keputusan siapa yang akan memenangkan tender besar…. Meskipun sudah dapat di pastikan hal itu akan jatuh pada musuh kami….

Alma​

” Tuan saatnya sarapan…” ucap wanita cantik berambut panjang yang membuatku tergila-gila tadi malam….

” Alma kau tak perlu memaksakan diri…. Jauh sebelum ini semua terjadi aku melakukan semuanya sendiri….” ujarku

” ya tuan…. Aku melakukan apapun agar tuan tidak mengusir saya dari sini…. ” ucap Alma tersenyum

” Alma maaf sudah membuatmu masuk kedalam penjaraku …. Kau akan mendapatkan banyak kesedihan dan duka setelah ini… Tapi aku berjanji akan melindungimu… Untuk itu tetaplah disampingku ” ucapku melumat bibirnya …. Dan dibalas oleh Alma ..

” Alma akan berjanji padamu tuan untuk tetap disampingmu dan Alma percaya padamu tuan…” ucap Alma menetes air mata haru nya

” aku berangkat ya… Saat calon suamimu akan pergi kerja kau harusnya ceria….” ucapku sambil mengusap jejak air mata diwajah Alma

” Tunggu tuan…. Kak Tia benar… Kau selalu saja semaunya…. ” ucap Alma tersenyum dan memperbaiki Nametag yang tak beraturan….

Kami pun melanjutkan makan bersama….
” Aku berjanji akan membawa wanitaku kembali secepatnya…” ucapku

” Aku ingin segera mengenal mereka secara langsung…. Tapi aku agak kurang percaya diri saat bertemu mereka ….” balas Alma…

” Hahaa kau harus yakin…. Aku pergi ya….” ucapku meninggalkannya yang sedang membereskan bekas makanan kami

” Hati-hati tuanku…” ucap Alma…

Aku lihat wanita yang menatapku cukup sadis … Di bahkan tanpa henti menatapku…. Aku hanya membalas dengan senyuman….

Lariza​

” Pagi Lariza….” ucapku menyapanya

” apa tadi malam aku hanya di jadikan pelampiasanmu karena tidak puas dengan wanita baru mu itu….”tanya Lariza

” maafkan Aku… Kau bisa katakan masalah ini pada Agung…” ucapku

” kau pria jahat….kau buatku tak berdaya tadi malam…. Tapi aku menyukaimu dan juga tuanku Agung…. Dan jangan lakukan hal itu lagi karena aku milik tuan Agung…” ujar Lariza mencoba menghapus kenangannya bersamaku … Meskipun dilubuk hatinya dia masih ingin merasakan hal yang indah seperti tadi malam….

” hahaa…. Maafkan aku sekali lagi….” ucapku meninggalkannya…

Aku bergegas menuju kantorku… Aku sudah telat 1 jam dari waktu masuk kantor…. Tak mengasikkan, karena visualku dia tak berada disini… Aku merindukannya …. Aneh berkendara sendiri saat ini….

Tiba-tiba ada mobil putih menyalipku dan dengan cepat berhenti didepan mobilku… Membuatku harus menginjak dalam Remku….

Aku tahu mobil siapa yang berani mencari masalah denganku saat ini…. Benar saja wanita itu turun dari mobilnya dan langsung berjalan kearah mobilku….

Aku langsung menurunkan kaca saat dia memberi perintah dengan tangannya….

Liana​

” Kau mau ke kantorkan…” sapanya

” ya tentu, kau tahu ini bukan waktu liburkan….” jawabku

” Baiklah aku ikut denganmu….” ujarnya mencoba membuka pintu mobilku

” Nyonya Liana….. Apa yang anda lakukan….” ucap Supir

” Oh ya pak aku akan berangkat ke Pemda dengannya…. Jadi bapak bisa pulang duluan …..” ucap Liana

” tapi Non… Dia musuh kita …. Non bisa dalam masalah jika bersamanya…” ucap Supir itu lagi…

” dengarkan apa kata supirmu…. Akan berbahaya bersamaku….” ucapku

” hehe… Dia tak mungkin macam-macam…. Jadi bapak tenang saja… Dan jangan beritahu siapapun masalah ini… Ini perintahku….” ucap Liana duduk disampingku….

” Kau Yakin mau melakukan ini….” ujarku

” cepat berangkat…. Bukannya kau sudah telat….” ujar Liana…

Aku segera memundurkan mobilku dan melalui mobil milik Liana …. Meninggalkan supirnya yang masih bingung harus melakukan apa….

Liana​

” Kenapa kau tersenyum “tanya Liana

” Aneh saja ….ada wanita yang hampir menikah… Masih mencoba mengoda laki-laki lain….” ucapku

” hahaha…. Benarkah…. Aku hanya ingin rileks dan melakukan apapun yang ku inginkan sebelum kebebasanku menghilang….” balas Liana

” bagus kalo begitu….” ujarku mempercepat laju mobilku….

” Apa kau masih mencintaiku…. Masih ada kesempatan ….” ujarnya….

” Kau ingin ku hentikan di jalan…..” ucapku

” Andai saat kita sekolah dulu… Kita sudah bisa membawa mobil….pasti akan mengasikkan kan…” lanjutnya….

Aku balas saja ucapannya dengan senyuman… Dan kembali mempercepat laju mobilku….

” Kau baru saja menyerang Joker…. ” tanya nya

” Aku tak menyerang nya aku hanya ingin mengambil apa yang diambil dariku….” ucapku menatap mata indah milik Liana

” Dia sangat marah… Kau harus Hati-hati terhadapnya… Dia bisa membalasmu kapanpun dan dimana pun…” ucap Liana mengkhawatirkan ku….

” terima kasih … Kau baik sekali pada laki-laki sepertiku….” ucapku berusaha tersenyum padanya….

Akhir mobilku tiba di kantor tempat tujuan kami berdua…. Sengaja aku langsung parkir berdekatan dengan pintu utama sekretariat daerah asalku ini….

” Kita sudah tiba… Cepat sekali…..” ucap Liana melihat sekitar…

” itu lah mengapa kau beruntung … Disaat SMA dulu kita pulang tak pernah membawa mobil… Jika iya… Maka akan sedikit hati kita yang terikat….” ujarku keluar dari mobil…

” Alex… Kau….” ucap Liana tak bisa berkata-kata…. Mata nya langsung berkaca-kaca… Jantungnya berdebar keras….

Diapun bergegas mengejarku yang berjalan cepat keruang rapat… Dia mengunakan langkah seribu…. Lalu memegang tanganku dan mengenggamnya erat ….

Liana​

” apa yang kamu lakukan….” ujarku berusaha melepaskan pegangan tangannya karena ini tempat umum… Dan banyak orang memperhatikan kami

” Anggap saja kita memutar waktu ke zaman kita bukan Siapa-siapa…. Hanya anak polos yang saling mengisi hati masing-masing…. ” ucap Liana terlihat bahagia….

Aku sengaja memperlambat langkahku… Aku tak memungkiri kalau aku menginginkan momen ini lebih lama…. Tapi Seperti tak bisa…. Didepan ada sesosok pria yang sudah menaruh kedua tangannya di pinggang , berdiri dengan angkuhnya menatap kedekatan kami berdua….

Dia langsung bergerak kearahku… Dan memisahkan pegangan kami… Dan menamparku cukup keras… Hingga bunyinya Membuat semua orang disekitar kami terhenti aktivitasnya…

” Apa yang kau lakukan …” balas Liana mendorong Erwin yang merupakan anak sulung dari pemimpin dan calon suami Liana

” Aku hanya mengajari Anjing ini untuk tidak bertingkah didepan tuannya….” ujar Erwin dengan Angkuhnya….

” kau tahu Tuan…. Anjingmu ini akan membunuhmu saat kau tak memperlakukannya dengan baik….” ucapku tersenyum….

” Kurang ajar….” teriaknya coba melayangkan tangannya lagi…..

” Hentikan…” teriak Berlianda yang merupakan adik dari Erwin dan langsung memelukku… Tepat didepan Liana… Yang hanya terkejut melihat kejadian ini….

Lalu dia ditarik paksa oleh Erwin masuk keruangan ayahnya….

Berlianda​

” Maafkan perlakukan kakakku padamu….” ucap Berlianda

” aku tak apa-apa… Dan tolong hentikan aksimu ini…. Hari ini aku sedang sibuk jadi aku tak bisa menjadi Supir mu lagi….” ucapku sambil melepaskan pelukannya…. Dan berjalan menuju ruang rapat….

” Alex kau sangat keren…. Dan aku akan berusaha segera mendapatkan mu….” gumam Berlianda terpaku ditempatnya….

Aku memasuki ruangan rapat… Aku bisa melihat beberapa pejabat penting dari kepala Organisasi Perangkat Daerah sudah ada disana…. Seperti kepala Perencanaan, Keuangan, Pekerjaan Umum serta Perindustrian…. lalu ada inspektur dari Inspektorat dan para Asisten Bupati serta Staf Ahli Bupati telah berada disini….

langkahku dihentikan oleh Erwin…

” Aku akan memastikan kau akan kehilangan jabatanmu dan semuannya….” ancam Erwin yang berharap aku memohon ampun padanya…. Seperti yang dilakukan pejabat lain padanya

” (tersenyum) aku tak pernah takut akan kehilangan jabatanku…. Dan ingat aku adalah pegawai negeri sipil yang diakui oleh negara ini… Dan tak akan mudah bagimu atau ayahmu menghentikanku….masalah yang tadi aku akan membalasnya secepat mungkin…” ucapku menatap penuh kebencian…

Aku mengambil minuman soda berkaleng yang digenggam oleh Erwin yang masih tersegel… Lalu meremasnya hingga meledak tak berbentuk… Membuat beberapa percikan membasahi pakaiannya….

” maaf pak …. Aku terlalu keras membuka kalengnya hingga hancur … ” ucapku Sambil mengelap pakaiannya yang basah dengan sapu tanganku… Dan meninggalkannya untuk mencari tempat duduk….

Di sisi lain Liana tersenyum padaku… Sambil memberi tanda jempol padaku… Aku hanya membalas sebuah senyuman…. Disisi yang berbeda Quraina mengedipkan matanya dan menyuruhku untuk duduk di sampingnya…

Aku bergegas menuju kesana….

Quraina​

” Aku suka kau terlalu berani Alex…” ucap Quraina sambil meraba pahaku

” jangan nakal di tempat umum… Mau kau kubuat jadi binal disini…” ledekku

Dia hanya memanyunkan mulutnya ..
Kemudian tertawa….

” Awas saja nanti ….saat aku juga minta untuk dibuat binal kau tak mampu… Aku ingin tahu permainanmu… Apa Bisa dibandingkan dengan kehebatan almarhum suamiku atau tidak…. ” ujar Quraina yang lebih vulgar sekarang…

” dari pada wanita tua sepertimu … Aku lebih suka dengan kedua anakmu…” ujarku tertawa

” kenapa kau menolaknya mentah-mentah kemarin…jika kau menginginkannya….” ucap Quraina ketus

” kau menyuruhku untuk menikahinya… Jelas aku tak mau….” balasku tertawa…

” hmmmp dasar anak zaman Now yang maunya enak-enak saja tapi tak mau resikonya…” ujar Quraina membalas sambil ikut tertawa…

” lalu apa jawaban Marosa terhadap adikku Rico…” tanyaku

” dia belum menjawab hal itu … Dia terlihat sedih… Yang dia inginkan adalah dirimu…” jelas Quraina….

” Apa sehebat itu kah kharisma ku… Hingga membuat ibu dan anak sama-sama memburuku…” ucapku tertawa kembali

” bukan hanya aku dan anakku… Tapi wanita itu juga…” ucap Quraina yang menunjuk Berlianda yang melangkah mendekatiku dengan wajah yang sumringah….

” aku tak selevel dengan anak Bupati… ” bisikku

” tapi dia cantik , cerdas meskipun agak angkuh…” lanjut Quraina

Lalu Berlianda sudah berada di dekat kami….

Berlianda​

” Boleh aku duduk disini…” ucap Berlianda menunjukkan kursi tepat disampingku

” kau bebas memilih dimana saja ….” ucap Quraina ramah pada wanita ini…

” boleh aku minta Nomor Whatsapp mu…” tanya Berlianda kepadaku

Aku hanya terpaku diam… Aku agak sedikit risih dengan wanita ini….tapi aku tak ingin menyakiti hati nya…. Jadi aku berusaha tenang….

” oh kau mau nomor anak ini… Aku punya … Dia memang agak pemalu orang nya ….maafkan Dia….” ucap Quraina sambil menyebutkan nomorku….

Aku menginjak sepatu Quraina … Dan dia hanya tersenyum-senyum padaku….aku mencari tahu apa yang dilakukan oleh Liana dan Erwin…. Dan aku dikagetkan dengan tatapan cemburu dari Liana…. Matanya seperti akan keluar dari sarangnya…. Melihat kedekatanku dengan Quraina dan Berlianda….

Sedangkan Erwin terus mengoceh sesuatu yang tak ditanggapi oleh Liana yang terus terfokus padaku…. Mungkin mereka sedang merencanakan konsep dan pakaian pernikahan keduanya yang akan terjadi beberapa bulan lagi…. Sebenarnya aku tidak mau Liana menikah dengan pria busuk seperti Erwin… Tapi aku tak mungkin menghalangi pernikahan ini… Karena kebencianku yang amat sangat terhadap ayahnya…

Akhirnya pak Bupati tiba di ruang rapat … Membuat keadaannya hening sejenak … Penjabaran pun mulai dilakukan oleh beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah tentang pembangunan Pelabuhan laut yang berfungsi meningkatkan Income daerah dan kemajuan Ekonomi di daerah ini….

Sampai dengan pembahasan modal awal yang harus di keluarkan daerah untuk pembangunan Pelabuhan dan dermaga… Sebelum Dana Alokasi Khusus dari Negara bisa di cairkan…. Sedangkan Kas Daerah saat ini Kosong… Akibat carut-marut dan geliat akan adanya pemilihan kepala Daerah untuk priode tahun depan….

” satu-satunya cara untuk tetap menjalankan Kegiatan yang sudah Deadline dan kemungkinan akan terkena Pinalty dan turun pengawas keuangan pusat adalah kita harus meminjam uang talangan sementara dari para pengusaha rekanan kita….” ujar Kepala Bappeda

” Tapi dana talangan itu sangat besar adanya pak…” tambah Inspektur

” Iya sekitar 500 M pada pembangunan Quartal pertama… Setelah itu kita bisa mencairkan uang Dana Alokasi Khusus dari Negara… Untuk tahap selanjutnya ” ucap Kepala Keuangan…

” lalu dapat dari mana uang Talangan itu….” ucap Asisten dua bidang pembangunan…..

” mungkin kita akan meminjam Uang Talangan pada dua perusahan terbesar di daerah ini yang mampu memberikan dana itu….’ Ucap Pak Bupati

“Ya hanya perusahan seperti Goldrich Company dan As Company yang mampu memberikan uang Talangan kepada kita…..” ucap kepala Bappeda

” maaf pak menganggu sebentar…. as Company saat ini masih dalam keadaan yang kurang stabil, jadi kami tak bisa membantu untuk saat ini … Kami masih menguatkan beberapa pondasi bisnis kami yang sempat down…._” lanjutku

” Kami juga dari goldrich Company tidak mungkin memberi uang Talangan sebesar itu untuk proyek kami sendiri…. Bukan sudah pasti kalau tender pembangunan Pelabuhan ini akan dimenangkan oleh kami….” ucap Liana

Aku benar-benar melihat wajah pucat dari bapak-bapak yang ada diruangan ini….aku tahu uang Dari pusat pasti sudah masuk dan mereka selewengkan entah kemana….dan aku tak menyangka kalau Goldrich Company tak akan memberikan uang yang diminta…. Liana memang cerdas….

” Jadi apa keputusan dari rapat ini….” tanya ku

” kita akan mengumumkan pemenang tender besok di Gedung serba guna ….” ucap kepala Dinas PU

” Lalu bagaimana dengan uang Talangannya….” tanya Liana lagi

” Kami akan memohon kepada pusat untuk mencairkan dana tersebut lebih awal….” lanjut Kepala Keuangan….

Mereka sengaja mempermainkan kami untuk mendapatkan keuntungan berlipat ganda….rapat pun usai dengan keputusan yang mengambang… Tapi yang jelas rencanaku dan Quraina memasuki fase kedua…. Setelah pengumuman besok…. Kami akan benar-benar menghabisi keuangan Goldrich Company

Aku segera meninggalkan ruang rapat… Meskipun kulihat Bupati memanggilku untuk kembali berdiskusi masalah uang Talangan… Tapi aku beralasan sedang di tunggu oleh hal yang urgen dan membuat dia mempersilahkan untuk pergi….tapi di tetap berharap untuk ku agar menemuinya setelah urusan ku selesai…

Yang jelas dia mulai kebingungan …. Langkah mendekatkan diri pada Goldrich Company membuat Kami akan menjauh dari mereka… Dia pasti mengira bisa menguasai kekuatan besar daerah ini untuk ke penting pribadinya mereka… Tapi dia salah saat ini aku yakin Goldrich Company pasti punya rencana yang akan menghancurkan sang pemimpin itu….

Karena aku mendengar isu bahwa pemimpin utama Goldrich Company akan mengajukan diri sebagai pemimpin baru didaerah ini… Otomatis saat pemilu nanti , dia akan melepaskan dukungan kepada Bupati saat ini…. Dan kami juga akan menarik dukungan nya dan bisa di pastikan mereka akan hancur dalam pemilihan selanjutnya….

Liana​

” Alex tunggu kau bisa mengantarku pulang…..” ucap Liana mengejarku….

” aku akan bekerja…. ” ucapku

” ayolah kapan lagi kau bisa membantuku…..” ucapnya lagi

” Baiklah … ” ujarku

” Liana tunggu…. Mau apa kau sama dia….” ucap Erwin

” Jelaskan aku mau pulang bersama Alex….” tegas Liana

” tidak kau harus pulang denganku….” ucap Erwin

” tidak …. Aku tak mau bersama mu….” ucap Liana

” aku ini calon suamimu… Kau harus ikut denganku…” bentak Erwin

” Aku hanya calon kan… Kita belum resmi … Dan aku masih punya hak untuk pergi bersama siapapun….” balas Liana….

” tidak akan….” ucap Erwin menarik tangan Liana

” Lepas kan tangan mu atau aku teriak….” ujar Liana

” calon suami macam apa yang menyakiti calon istrinya didepan orang lain….” ujarku

” diam kau jangan ikut campur…” ucap Erwin

” haha… Jika kau memang cemburu dengan wanita mu bersama orang lain … Harusnya kau menyusulnya dirumah bukan membiarkannya pergi sendiri…. satu hal lagi yang kau lupa…. Aku bisa saja membuat wanita mu jatuh cinta padaku…. Dan kau tahu aku adalah penerus utama keluarga As dan dia adalah putri bungsu dari Keluarga Goldrich Company…. Sekarang aku bertanya lebih menguntungkan mana dia menikah denganmu atau denganku….” ucapku….

” Kurang Ajar…. ” teriak Erwin coba menamparku lagi… Tapi kali ini aku langsung memasang pipiku….namun dia menghentikan laju tamparannya….

” Kenapa kau takut….. Karena di sana ada wartawan… Karena jika mereka tahu anak manja sang Bupati baru saja melukai seseorang…. Bisa-bisa elektabilitas dari ayahmu akan hancur…” ucap ku sambil tersenyum….. Dan meninggalkan nya yang mematung tak berdaya di posisinya

Aku langsung berangkat meninggal kannya yang menatapku penuh dendam…..

” Terima kasih …” ucap Liana

” Aku hanya ingin membalas apa yang dia lakukan padaku… Dia memang menapar pipiku… Dan aku membalasnya dengan menampar hatinya….” ucapku tersenyum…

” hmmm … Inilah Alex yang ku kenal….” ucap Liana

Akhir nya aku tiba di jalan yang di jaga cukup ketat…. Kami banyak mengobrol banyak hal… Sikap canggung diantara kami sedikit melunak…

” Sudah sampai sini saja ….nyawamu akan terancam jika masuk kesana…” ucap Liana menunjuk pintu masuk mengarah kerumahnya….

” sudah tanggung jika aku meninggalkanmu sendiri justru aku akan dihabisi karena meninggalkan anaknya diluar seperti… Tenang saja … Aku sedang membawa putrinya … Nyawaku akan dilindungi kan…” ucapku tertawa…

Aku melalui gerbang yang tertulis logo GR besar…. Rumah ini di jaga begitu ketat… Banyak sekali penjaga Dimana-mana…. Ini adalah Rumah utama dari keluarga Goldrich Company…

Semua penjaga menatapku dengan tatapan serius… Tapi aku tenang saja… Mungkin ini yang dinamakan masuk kedalam kadang Singa…

Ini akhir perjalanku yang singkat bersama Liana … Aku tiba di pintu utama kediaman Goldrich Company… Aku lihat dua sosok laki-laki berdiri di depan pintu masuk….

Liana

” Alex terima kasih sudah mau mengantarku….” ucap Liana…

Akupun mengikutinya keluar dari mobil…. Dan mendekati kedua laki-laki yang berdiri menatap ku… Aku tersenyum pada mereka….

” Lama tak berjumpa Kak Atta dan pak Anang…” ucapku menjulurkan tangan dan berusaha seramah mungkin dengan keduanya….

” Alex kau sudah tumbuh jadi pria yang tampan…” ujar Atta yang merupakan anak sulung dari pemimpin Goldrich Company dan merupakan mantan pasukan Khusus presiden

” pemimpin Keluarga As memang punya mental yang kuat dan berani masuk kemari…” ujar Anang yang merupakan salah satu dari empat pilar utama Goldrich Company

” apa itu pujian kak… Terlihat hinaan bagiku…. Dan aku juga tak akan berani masuk kemari tanpa jaminan keselamatan dari adikmu….” ucapku tersenyum

” lain kali mampirlah lagi kemari….” ucap Atta

” oke jika pekerjaan ku tak terlalu sibuk aku akan mampir…. Dan aku pamit ya kak….” ucapku

” berhati-hati lah….” ucap Atta kembali

Aku kembali menuju mobil Fortunerku …. Melalui wanita cantik yang tersenyum-senyum kepadaku….

” Hati-hati dijalan… Dan semangat bekerja…” ucap Liana

” hahaa.. Oke baiklah…..aku pulang …” ujarku

Aku melanjutkan perjalanan kembali kekantor….

# Disisi lain​

” Tuanku pria itu terlihat sangat lemah…” ucap Anang

” jangan tertipu dengan wajah lemah dan senyumannya…. Itu lah cara monster menghabisimu tanpa kau sadar….” ucap Atta

” apa aku harus menghabisinya sebelum dia keluar dari gerbang ini….” ucap Anang

” tak usah … Dia tak akan mudah untuk mati, aku yang akan menghabisi nya nanti…” Ucap Atta

” Baik Tuanku…” ucap Anang

# di suatu Ruangan Gelap…​

Laki-laki bertubuh kekar melihat gerak gerikku dari balik jendela ruangannya yang gelap…. Dia terus terfokus padaku….

” Dia memang luar biasa….” ucap Makhluk besar bermata merah di ujung ruangan….

” aku makin tak sabar untuk melihatnya menjadi sesuatu yang ku inginkan….” ujar Pria yang merupakan sosok penguasa Goldrich Company…

” dia cucu kesayanganmu… Dan sebentar lagi akan kau gunakan untuk menguasai seluruh daerah ini….” ucap Makhluk besar itu lagi….

” aku juga masih bingung … Untuk mengaktifkan mode yang ku inginkan … Aku harus mengorbankan cinta pertama nya… Tapi Siapa yang sebenarnya menjadi cinta pertama cucuku itu Liana atau Fina….” ucap Pria itu

” kenapa kau tak menghabisi kedua sekaligus…” ucap Makhluk itu

” Itu tak akan menarik biarkan drama ini melaju sesuai alurnya… Hahhahah…” ucap Pria itu tertawa licik

Jia​

” Kau pria Jahat…. Aku akan melaporkan semua rencana busukmu pada Ayahku dan Nyonya Liana kalau kau bukan Ayahnya….” ucap Jia dengan kedua tangan terikat dan leher yang terantai ke tembok….

” Beritahu aku bagaimana kau bisa melaporkannya pada Ayahmu dan Anakku.. Jika kau saja tak bisa melepas dirimu dari belenggu yang ku buat….” ujar Harun menginjak kepala Jia….

” Akhhh….sakitt….” teriak Jia

” Sebaiknya kau diam disini… Dan jangan Ribut….” ucap Harun menarik Wanita itu … Dan menyumpal mulutnya dengan alat yang berbentuk Kontol pria di masukan ke mulutnya ….

” Hmmmmmphh…. Hmmmmphh… ” teriak Jia
Menangis tak henti-hentinya….

Lalu Jia dimasukan kedalam kerangkeng besi lalu ditutup dengan dengan Kain hitam dan ditaruh dibawah meja kerja Harun….

Jia​

” Kau harus jaga wanita kecil ini …. Jangan sampai dia terlepas dari sini…dia telah mengetahui banyak hal tentang kita….” ucap Harun pergi meninggalkan ruangannya dan meninggalkan Jia dan Makhluk bermata merah….