. Misi Penghancuran Part 37 | Kisah Malam

Misi Penghancuran Part 37

0
299
Cerita seks dewasa Misi Penghancuran

Misi Penghancuran Part 37

Pulau Cinta

Hera

Aku terbangun dalam lorong yang sangat gelap pekat… Ku panggil dengan keras tuanku… Tapi dia tetap tak muncul… Kulihat titik cahaya di ujung lorong gelap ini…. Aku berlari sangat kencang menuju sumber cahaya itu….

Saat tiba di sumber cahaya itu aku menemukan ruangan besar dengan banyak sekali pintu dan tangga yang tak beraturan menjulang ke atas…. Yang tak terlihat ujung dari tangga tersebut….

” dimana aku… Dimana yang lain …” ucapku berkeringat… Aku benar-benar ketakutan dalam kesendirianku…. Ku coba membuka pintu pertama…. Aku seakan berada di sebuah Rumah yang ku kenal… Meskipun sedikit berbeda… Aku di kejutkan suara dari belakangku…

” Alex kau ingin ikut dengan Ayahmu ke perkebunan…” ucap wanita yang terlihat diusia matangnya … Ku perhatikan anak yang di ajak ngobrol oleh wanita itu…Wajah seperti laki-laki yang ku cinta… Lalu dia juga dipanggil Alex… Alex adalah tuanku dan cintaku…

Kulihat pria kecil sedang duduk di Sofa sambil membaca beberapa buku Komik… Dia tuanku…tapi mengapa Dia kembali menjadi sangat kecil…. Ku dekati anak kecil yang mirip sekali dengan tuanku…. Aku mencoba memegangnya tapi tubuhku seakan transparan hingga aku tak menyentuhnya…

” Ayah aku malas kesana… Hanya akan menghabiskan tenagaku yang berharga…” ujar anak yang mirip tuanku

” ikut lah dengan Ayahmu… Disana kau dapat menemukan teman …” lanjut wanita didepanku… Aku terpukau dengan kecantikannya…

” sekali lagi … Kau tak ingin berubah pikiran …. ” ujar Ayah Anak itu berada di ambang pintu…

” Baiklah aku akan ikut….tapi jangan salahkan aku jika aku ingin cepat pulang…” ujar anak kecil berdiri meninggalkan beberapa buku komiknya… Yang lebih mengejutkan dia menerjang tubuhku dan menembus tubuh ku seperti aku hanya bayangan…

Itu membuatku ketakutan ,aku berlari keluar dari pintu tempatku masuk … Menyusuri tangga menuju keatas mencari jalan keluar dari sini… Saat ini aku hanya berpikir mungkin aku telah meninggal dunia….

Hera

Entah beberapa anak tangga yang ku naiki .. Hingga kakiku sangat lelah untuk dapat melangkah lagi … Ku tatap tangga yang tanpa berujung itu…. Aku benar-benar putus asa… berjalan sempoyongan di lantai tempat ku berdiri… Aku tak mungkin naik keatas … Tubuhku terlalu lelah hingga ia seakan melawan perintahku

Aku benar-benar terkejut melihat papan di pintu didepanku… Tertera tulisan Defina Larisa … Awalnya aku sedikit takut untuk masuk ke dalam ruangan itu tadi… Setelah cukup lama aku berada didepan pintu … Tanganku seakan bergerak sendiri meraih pintu itu dan memasuki pintu tersebut…

Setelah memasuki ruangan itu… Aku di kejutkan saat tiba-tiba sudah berada di sebuah perkebunan yang sangat luas … Awalnya aku ingin kembali keluar dari ruangan ini… Tapi aku penasaran mengapa pintu ini tertulis nama Fina…

Ku langkah kaki menjauh dari Akses pintu masuk dan semakin masuk dalam perkebunan ini… Akhir aku menemukan dua sosok anak kecil … Mungkin mereka berusia 7 tahun untuk anak pria itu dan 4 tahun untuk si perempuan… Mereka sedang membuat sebuah rumah yang di buat dengan peralatan yang tersedia di sekitar perkebunan ini….

Aku coba menyapa keduanya… Tapi suara seakan tak terdengar oleh kedua anak itu yang terus bersemangat membuat rumah hutan mereka… Aku mulai sadar kedua anak itu tak menyadari kehadiran seberapa kuat aku berusaha untuk memberitahu mereka…. Saat itu aku ingin menangis mungkin benar aku telah meninggal dan saat ini aku hanya hantu penasaran yang mencari jasadku… Tapi apa yang terjadi.. Aku coba menerawang kejadian sebelum ini terjadi dan tiba disini aku berhubungan dengan tuanku di atas kapal yang harusnya membawa kami berlibur… Setelah itu aku tertidur di bahu tuanku… Dan setelah itu aku tak mengingat apapun…

Mungkin kah kapal kami tenggelam saat aku tertidur yang menyebabkan aku menjadi hantu penasaran seperti saat ini…

” Tuan Alex…. Aku menemukan beberapa kayu yang kau butuhkan…” ujar anak perempuan yang sontak membuyarkan khayalanku…

” kau memang hebat Fina…kau mendapatkan banyak sekali … Aku bisa membangun rumah yang sangat kokoh… ” ujar pria kecil itu

” Fina , tuanku dimana sebenarnya aku … ” ucapku terkejut dengan aksi kedua anak kecil itu…

” setelah rumah ini jadi … Kau harus berjanji untuk selalu bersamaku dan bermain bersamaku disini…” ujar wanita kecil itu

” hmm aku ini adalah penerus keluarga yang sangat kaya… Mungkin setelah dewasa aku akan jadi sangat sibuk…. Jadi akan sulit untuk kemari….” ujar anak laki-laki itu tersenyum … Senyuman yang aku kenal…. Itu senyuman khasnya yang meluluhkan ku…

” kalau begitu menikahlah dengan ku….agar kita selalu bersama….” ujar wanita kecil itu yang membuat aku tersenyum melihat adegan ini…

” aku tak mau menikah dengan wanita yang tidak pintar dan cantik…” ujar pria kecil itu menjawab pertanyaan yang di ajukan wanita kecil itu

” aku akan belajar yang rajin dan berdandan yang cantik agar kau mau menikahiku…” lanjut wanita kecil berusaha keras…

” baiklah aku akan menikahimu…. Tapi kau harus menepati janjimu itu….karena jika tidak akan banyak wanita cantik yang akan mengejarku nanti…” jawab Pria kecil itu sambil tersenyum

” Kau janji ya….” lanjut wanita kecil itu memberikan jari kelingkingnya…

” ya aku janji sebagai calon pemimpin As Company… ” ujar Alex kecil

Aku tahu siapa kedua anak kecil itu… Yang laki adalah tuanku saat kecil dan yang wanita adalah Fina… Aku belum tahu mengapa aku berada disini…. Ini ingatan masa lalu tuanku..

” hahaaa.. Akhirnya kita temukan juga yang kita cari…” ucap Pria dengan rambut plontos dan beberapa orang bertubuh kekar…

Aku terkejut kehadiran laki-laki bertubuh kekar ini… Ku lihat tuan kecilku dan Fina terpojok di rumah hutan mereka…

” Fina cepat berada di belakangku… Seperti mereka orang jahat…” bisik Alex kecil

” Tuan aku takut….” ujar Fina kecil

” Siapa kalian dan mau apa kalian…” ujar Alex kecil Lugas

” Aku adalah Horizon yang Agung… Aku ingin kau ikut dengan kami dengan tenang … agar ayahmu yang bodoh mau menjual tanah ini pada bos kami….” ujar Horizon

” Aku tak takut padamu… Dan jangan pikir aku akan menyerah begitu saja…” ujar Alex kecil mencoba menekan mereka…

” Kalau begitu aku akan memaksa kau untuk ikut tuan kecil….” ujar Horizon menyuruh anak buahnya maju untuk menangkap Alex…

Ku lihat alex mencoba menghindar dan berlari menghindar dari tangkapan anak buah Horizon… Aku ingin membantu mereka tapi aku hanya bayangan tak terlihat….

” Akhhhj.. Sakitt…” jerit Fina kecil yang di cekik oleh salah satu anak buah Horizon….

” lepas dia yang kalian ingin tangkap aku kan…” ujar Alex kecil

Tiba-tiba pukulan keras menghujam ke tubuh Alex kecil hingga tubuhnya terpental dan tak bergerak…. Pukulan berasal dari Horizon langsung….

” kalian terlalu lama membereskan Anak kecil seperti itu…. Bawa anak itu sekarang… ” teriak Horizon

” Alex….. Tuann alex….” tangisan Fina kecil melihat Alex telungkup tak bergerak setelah pukulan keras Horizon….

” lalu bagaimana anak wanita ini…” ucap anak buah Horizon

” bunuh saja dia… Kita hanya perlu anak laki-laki itu…” ujar Horizon pergi menjauh…

Aku tak sanggup melihat adegan ini … Aku berusaha memukulkan tanganku ke pria yang akan menghabisi Fina kecil … Tapi semua sia-sia pukulanku tembus …. Saat pisau di ayunkan ke tubuh Fina…

” bruaaak….
Sebuah tubuh melayang tinggi ke udara… Dan menghantam tanah sangat keras….

” jangan coba-coba melukai calon istriku….” teriak Alex kecil … Dengan mode lainnya…

Alex kecil dengan cepat mengambil pisau dari anak buah Horizon dan dengan gerakan yang sangat cepat dia menghabisi 8 orang bertubuh kekar anak buah Horizon … Seluruh tempat bertaburan darah yang sangat banyak…

Horizon terpaku di posisi kaget akan kemampuan anak yang akan di culiknya… Kemudian terdengar langkah kaki dari barat perkebunan… Membuat Horizon tunggang langgang lari…. Terdapat empat Pria dewasa yang muncul… Salah satunya aku kenal dia Pria yang di ada di taman hiburan…. Apakah keempat pria ini adalah Seven Wonders milik ayah tuanku….

” Alex kau tak Apa-apa maaf kami sedikit telat…” ujar Usman

” kita kejar mereka ….” ucap Kai

” hentikan Kai jaga emosi mu… Yang terpenting Alex selamat…. Itu perintah tuan” ucap Munir menghentikan laju Kai

Fina​

” Fina ….. Fina…” Teriak Alex kecil

Aku bergegas mendekat… Apakah Fina tadi terkena tusukan pisau anak buah Goldrich Company…. Tapi aku tidak melihat darah mengalir dari tubuh Fina…

” apa yang terjadi pada pak….” ujar Alex bertanya pada pak yang di panggil Munir oleh temannya

” tenang tuan dia hanya terkena Trauma … Akibat menyaksikan hal yang mengerikan ini…” ujar Munir setelah memeriksa Fina yang Pingsan…

” dia akan merasakan ketakutan ini sepanjang hidupnya….” ujar Alex kecil sambil memangku Fina

” bisa jadi tuan…. Hal ini bakal menyiksanya sepanjang hidupnya….” ujar Usman ikut berbicara

” bagaimana cara menghilangkan Trauma nya…” tanya Alex kecil berusaha menyelamatkan Fina … Aku benar-benar tak tahan untuk bisa menahan air mataku mengalir….

” Menghapus memorinya tuan…” ucap singkat Munir…

” apa dia akan menghapus memori dari Fina ” teriakku

” seberapa banyak memori yang terhapus…” ujar Alex kecil

” aku tak bisa mengontrol seberapa banyak memori yang akan terhapus… Tapi tuan bisa jadi seluruh kenanganmu bersamanya akan terhapus…” ujar Munir kembali mengelengkan Kepala

” lakukan pak… Lakukan hal itu… Biarkan semua kenanganku menghilang dari pada Fina hidup dalam ketakutan seumur hidupnya…” ujar Alex kecil….

Setelah itu aku melihat pria bernama Munir memberikan suntikan dan memasukkan beberapa Pil… Aku mendekati mereka namun saat aku terpaku akan kejadian mengharukan itu seekor beruang besar menyerang ku … Aku menjerit agar dia tak memakan ku… Tapi apa daya semua orang yang ada disini tak melihatku… Akhir beruang putih itu menjatuhkan ku setelah memakan tangan dan kaki kiri ku… Aku hanya pasrah….

Hera

* huaaaaah… Haaaaah.. Haaahhhh…
Teriakku terbangun dari tidur dan mimpi buruk yang ku alami barusan….

” Hera kau mimpi buruk…” teriak Tuanku

Aku mencoba mengatur nafas dan melihat tuanku… Tadi aku bermimpi … Keringat ku mengalir deras ….

” Hera Kau minum lah Air ini…” Ujar Tuanku memberikan Segelas Air putih kepadaku

” Tuan aku takut sekali…” ucapku memeluk tuanku kembali

” tenang lah aku bersamamu…” ujar Tuanku memukul pundakku untuk menenangkan ku

” aku bermimpi sttt” ucapku terhenti saat tuanku melumat bibirku…

” jangan kau ceritakan… Kau akan merasakan ketakutan lagi jika kau ceritakan itu… Dan itu juga hanya mimpi…” ujar tuanku kembali memelukku … Aku benar-benar nyaman …

” Kenapa kau tidak tidur tuan… Kau pasti lelah…” ucapku

” Hahaa… Bagaimana aku bisa tidur jika wanita secantikmu tidur di sampingku… Nafasmu yang membentur tubuhku yang membuatku mampu terjaga sepanjang malam…” ucap Tuanku tertawa….

Aku hanya tersenyum … Aku masih teringat mimpiku… Itu terlalu nyata jika itu suatu mimpi…

” Hera aku harus melihat wanitaku yang lain…” ucap Tuanku

” ooh ya … Maaf membuatmu repot tuanku…” ujarku mengecup keningnya….

” Aku tak akan merasa repot karena permintaan Queenku…” ujar tuanku tertawa dan meninggalkan Aku yang masih terpaku di ranjang ini….

Alex dan Fina memiliki masa lalu yang mengejutkan ku…. Jika mimpi itu benar makan Fina lah cinta pertama Alex … Bukan Liana… Tapi aku harus mencari tahu kebenaran mimpiku ini… seven Wonders … Hanya mereka yang akan memberikan jawaban yang memuaskan tentang misteri ini…

****************************************************
Pov Alex

Sikap anehku terhadap Hera membuatku sedikit canggung terhadapnya… Aku ingin lebih lama bersamanya menghabiskan banyak waktu bersamanya… Tapi aku sadar akan satu hal…. Aku memiliki banyak wanitaku disini… Mungkin aku bisa juga bisa merasakan sesuatu seperti itu… Seperti merasakan hal Aneh yang terjadi antara aku dan Hera saat ini….

Nura

Aku berjalan menyusur lorong yacht ku…. Memasuki kamar kedua setelah kamar Hera…. Kutarik tuas pintu yang tak terkunci…. Kulihat wanitaku sedang meringkuk memeluk guling… Tapi bukan ada satu sosok melainkan dua sosok sekaligus terdapat di kamar kedua ini…

Dia adalah Visual ku…. Wanita mungil yang membuatku merasakan kenikmatan saat bercinta dengan nya… Ku dekati kedua sosok wanita tersebut…. Makin dekat kulihat wajah imut Nura… Ku berikan selimut untuk menghangatkan tubuhnya …. Lalu kukecup keningnya menandakan betapa berharga Nura bagiku…. Aku tak ingin membangunkannya di lelap tidur… Dia pasti lelah…. Mengikuti Apel, bekerja hingga sore bahkan aku mengerjainya sepanjang jalan pulang…. Belum lagi sikap memaksaku untuk dia menaiki wahana yang menakutkan….aku tak ingin dia terganggu dalam Lelap nya…

” Selamat tidur Visualku…” bisikku ku kecup kening nya untuk kedua kalinya… Yang di balas dengan geliat tubuh imut Nura yang mengairahkan nafsuku….

Ku perhatikan tubuh Yurika yang tak kalah seksi… Wajahnya benar-benar membuatku teringat akan sosok ibunya…. Lalu Alis dan matanya mengingat kan akan sosok pamanku yang luar biasa…. Aku pasang selimutnya agar Yurika tak kedinginan…. Jujur aku masih sedikit canggung bagaimana cara memperlakukan Yurika…. Aku belum terlalu tahu kebiasaan dan sikapnya….aku belum mengenal seutuhnya Yurika… Jadi wajar aku masih canggung melakukan hal yang lebih padanya….

Kutinggalkan kedua wanita seksi dan Imut ku… Dengan cukup senyap….

Yurika

” Tuan….kenapa kau tak mengecup kening ku dan mengatakan selamat tidur padaku….” ucap Yurika terbangun dan mengunakan suara pelan agar tak membangunkan Nura….

” kau ingin ku perlakukan seperti itu …. Baiklah…” ucapku mendekati nya lagi

” tidak tuan aku hanya bercanda….” ujarnya langsung merebahkan tubuhnya untuk kembali tidur…

Tapi aku tetap mendekatinya…. Kulihat Yurika memejamkan matanya… Aku raih kedua bahunya dan aku naik keatas tubuhnya yang tertidur…. Mata indah itu kembali terbuka….kami bertatapan diatas kasur ….

” Kau yang memintaku melakukan ini kan” ujarku

Dia hanya menahan nafasnya melihat wajahku makin dekat dengan nya… Aku dapat merasakan detak jantung berpacu dengan waktu… Saat bibirku hanya beberapa senti dari bibirnya

” Selamat tidur wanita cantikku… Maaf jika aku tadi tak mengucapkannya…” ujarku langsung melumat bibir Yurika….

Yurika hanya pasrah …. Lalu ku kecup keningnya sambil tersenyum… Dia pun tersenyum…. Wajahnya memerah seperti memakai riasan…

” Aku pergi ya…. Lain kali kau harus membalas ciumanku….” ujarku meninggalkan kedua wanitaku….

” tuan kau tahu … Hari ini adakah hari yang paling berbahagia buatku kau menerimaku untuk berada disisimu dan baru saja Dia memberikan ciuman pertama dalam hidupku….” ucap Yurika meneteskan air mata… Sambil sumringah terus tersenyum membayangkan apa yang terjadi tadi…. Lalu memeluk erat gulingnya…

Ku lanjutkan pengecekanku terhadap wanitaku… Ku buka pintu paling ujung … Tapi kulihat kamar ini kosong… Tapi aku tahu dari aroma parfum yang tertinggal ini adalah parfum milik Tia…. Kemana wanita ku itu… Aku perpikir pasti dia berkeliling yacht ku ini…. Aku pergi dari kamar kosong itu… Menuju persimpangan tangga keatas dan tangga kebawah Yaitu dasar yacht ku…

Sebelum menuju ketempat para wanitaku dilantai dua aku tertarik melihat keadaannya….Karena Sudah lama aku tak melihatnya… Mantan Anak buahku…. Kususuri lantai menuju dasar yacht ku…. Terdapat beberapa kamar mesin dan peralatan lain… Tapi aku memilih kamar kecil di ujung lorong… Ini adalah Gudang….

Keadaan pintunya sengaja di gembok agar tak ada yang masuk kesini… Sebelum membuka ruangan itu aku sedikit mengawasi keadaan sekitar Sebelum masuk dan setelah masuk ke gudang ini aku kembali menguncinya dari dalam… Aku berjalan mendekati sebuah Peti besar yang terdapat disudut ruang….

Kembali kunci gembok mengunci peti tersebut… Ku buka kunci tersebut…. Kulihat tubuh wanita kurus meringkuk dalam peti ini… Peti ini memang didesain memiliki lubang udara… Jadi selama apapun Rafina ada disini dia tetap bernafas seperti biasa

Rafina

Ku bantu tubuh terikat itu untuk duduk…. Hanya desah dan gumam yang terdengar tertahan ball gag yang menyumpal mulutnya… Kain penutup matanya basah … Ku taksir Rafina sudah berulang-ulang menangis meratapi nasibnya yang sekarang berada di cengkraman ku… Ku yakin keputusasaan akan nasib memang benar-benar telah menguasainya saat ini….

” Hmmmmphhh… Hmmmmph … ” desahnya pelan mungkin dia telah lelah mencoba melepaskan pengikat mulutnya….

Ku buka penutup mata dan penyegel mulutnya… Membuat mata pasrah itu menatapku penuh pertanyaan an…. Mulutnya yang kaku karena terbelenggu cukup lama oleh Ball gag itu masih tetap membisu… Ku lepaskan juga pengikat kaki dan tangannya…. Yang tersisa hanya pengikat si payudara dan rantai Anjing yang melingkar di lehernya….

Cukup lama dia mengumpulkan tenaga untuk mengungkapkan pertanyaannya padaku… Aku sebenar kasihan dengan Rafina… Tapi ini kulakukan untuk kebaikan Keluarga ku ….. Ancaman suaminya membuatku melakukan hal sejauh ini……

” Kau sudah puas….menyiksaku, mempermalukanku… Dan mengurungku seperti seekor hewan peliharaan… ” ujar Rafina menahan tangis yang akhir bercucuran di kedua pipi..

” ini kesalahanmu… Andai saja kau tak melakukan hal angkuh pada ku … Kau tak akan sampai seperti ini…” ujarku mengelus dagunya….

Kemudian Rafina meludah kearahku berulang-ulang sambil menangis…. Tapi aku tak berusaha untuk menghindari nya… Setelah dia puas… Barulah aku menghapus semuanya….

” Ayah dan ibu ku akan mencari ku…. Dan kau akan mati di penjara….” ujarnya

” sungguh sayang ke inginanmu itu tak akan terjadi… Bahkan ibu dan ayahmu sudah ikhlas kepergianmu… Hehe…” ucapku sambil menunjukkan handphone ku yang berisi berita kematiannya dan suaminya….

” tidak mungkin …. Apa yang kau lakukan… ” teriaknya putus asa ….

Kutarik rambutnya … Lalu kulumat bibirnya dengan paksa…. Dia berusaha menjauhkan bibirnya dari seranganku tapi apa daya geraknya terbatas … Daya jelajahku lebih besar ketimbang dia… Hingga akhir dia pun pasrah dan menangis keras dalam ketidakberdayaannya….

” sekarang kau mengerti percuma untuk mu lari dariku…. Tak ada pilihan lain Selain kau menuruti semua kemauanku…” ucapku masih tetap menarik Rambutnya yang panjang….

” hakhh..akgg…. Sakit … ” ucapnya memohon agar aku melepaskan rambutnya. .

” kau bukan lagi istri dari orang kaya yang selalu kau banggakan… Saat ini kau hanya budakku , dimana tempat aku mencurah semua nafsu Liarku padamu….” ujar ku sambil meremas buah dadanya yang memang cukup kecil….ketimbang Dengan wanitaku yang lain

Keadaan ini membuat Rafina hanya terdiam pasrah… Percuma untuknya melawan disaat dia memang telah kalah telak…. Tak ada lagi kesombongan di wajahnya … Hanya ketakutan yang tampak nyata terlihat dari sorot matanya….

” kenapa kau tak membunuhku saja….” ucapnya pasrah…

” aku tak ingin membunuh mu karena aku menyukai wajahmu yang cantik ini….” ujarku menarik dagunya lagi…sambil meremas dengan keras buah dadanya….

” akhhhmm… Hentikan ” ucap Rafina mencoba menghentikan tanganku yang meremas payudara nya dengan kedua tangan lemahnya…

” Aku akan menghentikan nya …. Kalau kau berjanji untuk menurutiku… ” ujarku kali ini meremas buah dadanya dengan kedua tanganku… Meskipun ada perlawanan dari kedua tangannya , tapi perlawanan itu tak berarti apapun terhadapku

Justru aku makin semangat meremasnya … Tubuh Rafina bergetar menahan gejolak yang harus hanya dirasakan saat bersama suami nya… Dia coba menepis segala perasaannya aneh yang muncul dalam dirinya…

Kali ini kulumat kembali bibirnya….

” Hmmmmph..hummft… Hmphhh…”dengungnya saat mulut menguasai penuh bibirnya

Ku lepaskan semua Aktivitas ku… Setelah beberapa menit mempermainkan nafsunya… Ku buka celanaku … Memperlihatkan kontolku yang mulai kembali mengeras … Setelah beristirahat mengempur Vagina milik Hera….

” Rafina kau ingin merasakan kenikmatan kontolku….” ujarku

Dia mengeleng tanpa mengeluarkan kata… Hanya suara gemericik rantai di leher nya yang berbunyi…. Ku perlihatkan gagahnya kontolku berdiri tegak… Kutarik daster yang di gunakan Rafina saat ini….hingga terlepas dari tubuhnya… Memperlihatkan tubuhnya tanpa pertahanan apapun kali ini….

Rafina​

Rafina menyilang kedua tangannya menutup dua tempat sensitifnya… Aku hanya tersenyum melihat aksi wanita ini… Yang masih bersikukuh mempertahankan harga dirinya… Padahal aku tahu dia pun ingin merasakan kenikmatan dariku … Tapi harga dirinya yang terus berusaha menolak semua rangsangan itu….

Tapi aku tak menyerah aku sengaja mengocok kontolku didepan tubuh Rafina untuk memancing libido meninggi… Kulihat beberapa kali dia terlihat mengkhayal kontolku sambil menyapu bibirnya dengan lidahnya

” Kau mau menyentuh ini….” ujarku

Dia menarik nafas panjang dan kembali menolakku….

” baiklah … Kalau begitu aku akan pergi… Sampai bertemu lagi budakku yang angkuh…” ujarku mengambil celana yang ku lempar…

” Tunggu … Apa kau akan menyiksaku seperti ini terus…. ” ujar Rafina

” haa… Aku tak ingin menyiksamu… Aku sudah memintamu … Tapi kau menolakku…” ujarku meneruskan kegiatanku memakai celana ku lagi

” Aku ingin Kontol mu…” ucap pelannya dan memejamkan matanya … Dia benar-benar menyesal apa yang diucapkannya membuatnya kehilangan harga diri nya…tapi dia tak memungkiri bahwa hampir setiap malam dia bermimpi disetubuhi olehku semenjak melihat permainan panasku dengan Neti waktu itu….

” kau harus meminta dengan baik…” ujarku

” Puaskan Aku … Aku tak tahan menahan semua ini…. Jadikan aku pelacurmu… Jangan siksa aku lebih dari ini….” ucapnya sambil beberapa kali mengigit bibirnya….untuk menguatkan dirinya…

” aku akan merekam… Ucapkan sekali lagi…” ujarku

” Puaskan Aku…. Jadikan aku pelacurmu… “Ucapnya kembali makin bernafsu saat aku mempermainkan nafsunya dengan merekam adegan tersebut…

Setelah cukup yakin aku telah membuatnya dikuasai nafsu….aku membuka celana ku kembali … Ku dekati dia yang tersimpuh lemah… Ku buat kontolku tepat berdiri didepan wajahnya….

” kau ingin mengoralnya silahkan…” ujarku

Rafina terlihat ragu-ragu…. Lalu mengerakkan tangan kanannya dengan penuh kehati-hatian memenggang senjata andalanku….

” Kau suka kontolku… Ayo buat dia menikmati permainan mu…” ujarku

Rafina mulai mengelus dan melajukan tangan .. Mengocok kontol ku kali tangan kirinya juga mulai bergabung mengocok kontolku

” gunakan bibirmu Rafina….” ujarku

Dia bimbang karena ini pengalaman pertamanya berhubungan mengoral dengan mulutnya…keraguan ini mulai di tepis saat mulutnya mulai memasukkan kontolku yang super kedalam mulutnya….

Aku yang tak sabar membantu mendorong kontolku masuk kedalam mulutnya yang penuh seketika… Dan dia pun kelonjotan karena belum terbiasa….

Dia mulai mengerakan kepala maju mundur…. Membuat kontolku keluar masuk keluar masuk secara berlahan… Semakin waktu gerak maju mundur Rafina mulai cepat … Dan terbiasa … Membuatku mulai menikmati oral mulut yang dilakukannya….

” Ayo terus Rafinaa… Teruss… Akhh…” ucapku mendesah… Karena dia mulai mengunakan lidah untuk mengusap kontolku didalam mulutnya….

* ploookk..ploookk…ploookk…
Dipercepat gerak melumat kontolku… Tak terlihat lagi keragu-raguan diwajahnya … Rafina sudah dikontrol penuh oleh nafsu liarnya…. Tubuh Rafina bergetar saat dia mencapai klimaks nya…

Aku bisa melihat bagaimana memek dengan rambut halus itu mengeluarkan cairan bening yang cukup banyak… Ku suruh Rafina merebahkan tubuhnya lalu aku menaiki tubuhnya dia hanya pasrah dan menuruti semua perintahku…..

Aku arahkan kontolku untuk memasuki lubang baru milik Rafina…..

” Akhhh…awww… Sakitt…. Pelaann… Pelannn… ” ujarnya saat mulai merasakan peluru kendaliku memasuki berlahan-lahan…

” Hari ini akan ku buat kau tak akan melupakan kejutan ini….” ucapku sambil meremas ke dua payudaranya… Sambil berlahan memasukkkan kontolku terus menerabas masuk sampai ujung terdalam vaginannya

tubuh Rafina bergetar menerima rangsangan yang luar biasa yang bahkan baru dia rasakan… Kedua tangan halusnya merangkul erat tubuhku…

” akhhhh…akhhhhh… Akhhh…. Hosss… Hosst… Khhhhkkkh… ” erangannya hebat saat aku mulai memompa kontolku keluar masuk lubang sempit ini…..

” kau menikmati permainanku….” ujarku

” akhhh… Akhhhjhhhhnn….hokkkhh..hokkhh ” erang terus dikeluarkan…

Kupermainkan ritme genjotan ku…. Membuat Rafina makin kelonjotan tak terhingga…. Yang membuatku makin bernafsu… nafsu wanita ini sangat tinggi… Dan kemampuannya bertahan dari seranganku cukup baik….

Kali ini Aku merubah posisi kali ini kusodok vagina itu dari belakang pantatnya…. Membuat Rafina mengeliat tanpa henti… Keringat dan cairan cinta sudah bertaburan di lantai Gudang…

” yakhhh…hassshh… Huaaakhhhh….akkhhh..” erangan tanpa henti dan terus terjadi….

Pergerakan tubuh Rafina mulai melemah… Kekuatannnya seakan terkuras… Nafasnya mulai tertahan…dan tak beraturan….. Ku tampar pantat Fina hingga merah…. Agar membuat wanita ini tetap sadar…. Sambil memacu kontolku dengan penuh semangat…

” Periiih tuann… Hentikannnn… Selesaikan… Rafina tak kuat lagiii….” ucapnya….

” kau memohon padaku….” ujarku

” ya cepat selesaikan …. Akhhhmm hookhhhhh..” ucapnya dengan nafas tersendat

” lalu dimana aku harus tumpahkan ini…” ucapku mempermainkannya yang sudah pasrah

” di dalam saja tuan… Lengkapi kepuasanku ini…” ujarnya binal …kontras saat awal permainan kami….

Ku genjot kembali… Untuk mengongkang peluru kendaliku…. Kupercepat lanjut kocokanku… Sebelum menumpahkan segalanya…

” crooot… Crooot…crooooooot…” tiga kloter sperma ku taburkan di rahim wanita ini…

Tapi sebenar aku belum puas… Dengan hasil ini… Aku masih bernafsu saat ini… Tapi aku kasihan dengan Rafina yang tergeletak tanpa daya….

” kau Hebat juga Rafina….” ujarku memujinya

” baru kali ini … Aku tak bisa bergerak….” ujarnya membalasku

” Mulai hari ini kau budakku…. Turut kemauanmu… Dan jangan pernah berpikir untuk keluar dari sini….” ujarku mengancamnya….

” Baiklah … Terserah anda… Aku benar-benar di buat KO hari ini….” ujar Rafina tersenyum untuk pertama kali padaku

Aku mengambil beberapa busa untuk Rafina bisa istrahat di Gudang itu…. Tanpa melepaskan rantai di lehernya…. Ku buat bajunya sebagai selimut….. Ini pengalaman baru buatku… Aku dapat menaklukannya istri orang…. Andrenalinku seakan terbakar jika mengingat hal itu….

Ku tinggalkan gudang dan kembali mengemboknya… Aku tak ingin Rafina bertemu dengan wanitaku yang lain…. Aku agak bernafsu tadi…. Membuatnya sampai tak bergerak… Kukira dia akan pingsan tapi kekuatan wanita kurus tadi bisa ku acungi jempol….

” Aku benar-benar telah menghabiskan banyak waktu…” ujarku bergegas kelantai dua…

Ku masuki pintu yang terdekat dengan tangga yang terdapat dilantai kedua…

* bruuukk…

Neti​

Lempar bantal langsung kearahku…. Untung aku bisa menangkisnya.

” Reflek yang baik tuan… ” Ujar Neti tertawa….

” kau berani melakukan hal Ini pada tuanmu…” ujarku langsung menyerangnya yang terduduk di kasur….

Net berhasil menghindar dari sergapanku awalku…. Sambil tersenyum…

” Aku bukan Wanita lemah seperti yang lain…” ujarnya

” huu… Kau menantangku berduel….” ucapku

” kalahkan aku terlebih dahulu … “Ucapnya…

Aku mendekatinya … Dia memasang kuda-kuda nya ….tapi dia tetap waspada dan tak menyerang duluan…. Kami saling menunggu siapa yang akan menyerang terlebih dahulu…. Akhirnya Neti menyerangku… Dia meninju cukup keras … Tapi semua itu mudah ku patahkan….kali ini dia mencoba mengunci tangan ku menarik dan memelitir tanganku….

Tetapi tenaganya cukup banyak terkuras menahan tanganku… Hanya menunggu waktu saja dia akan kehabisan tenaga …. Benar saja saat kunci tanganku sedikit melonggar aku membalikkan badan …. Mencengkram kedua buah dadanya …. Akibat seranganku ke kedua payudaranya membuat pertahannya kacau … Dan sekali tarikan aku bisa membuat tubuhnya mengikutiku untuk tidur di atas kasur… Dengan posisinya diatas tubuhku…

Neti hanya terdiam diatas tubuhku… Dia canggung sekali dengan keadaan ini…. Dia gugup harus berbuat apa saat mataku dan matanya bertemu satu sama lain… Aku dapat merasakan detak jantung berbunyi di heningnya malam ini….

” Apa kau menyukaiku….” tanyaku

” apa maksudnya tuan….” ujar Neti wajahnya memerah….

” ya perasaan mu … Apa itu cinta, hanya rasa terima kasih atau karena kau takut padaku….” ujarku

” Tuan… …” ucap Neti berpikir keras

Kutarik tubuhnya untuk tertidur didadaku…. Untuk beberapa saat … Aku menikmati detak jantung yang keras … Neti juga merangkulku dengan erat …

” sebaiknya kau tidur . . . karena setelah ini kau akan sangat lelah karena harus melayani ku… ” ucapku tersenyum…

” Tuan bagaimana dengan pertanyaan anda tadi….” ucap Neti menatapku dengan pipi yang merona

” hahaha… Pikirkan matang apa yang kau rasakan…. Setelah itu kau bisa katakan padaku…Aku juga minta kau untuk tidak lupa melindungi dua wanitaku sesuai janjimu…. ” ujarku

” Aku akam melindungi keduanya …. Aku akan berlatih keras agar bisa menjadi pendampingmu yang ideal tuan….” ucap Neti tersenyum

” oke… Amazonku istrahat lah…. Kita masih akan sampai sebentar lagi….” lanjutku pergi dari kamar Neti

Kututup kamar Neti…. Aku mulai berpikir…. Sejauh apa aku telah merasakan perasaanku pada setiap wanitaku… Apa itu Riil cinta atau hanya karena aku ingin pemuas nafsuku saja…. Seperti perasaanku pada Hera barusan…. Untuk pertama kalinya jantung berdebar cepat …. Bukan karena rasa takut atau gugup ku tapi perasaan yang lama tak kurasakan….perasaaan yang lama ku tinggalkan didalam hatiku..

Mungkin ini karena aku hanya fokus pada nafsuku… Aku mengabaikan hal-hal itu dan tanda-tanda yang mereka munculkan padaku….

Fina​

Ku buka pintu terakhir… Aku tahu siapa yang ada dikamar ini…. Wanita yang sangat cantik ini…. Aku sudah menjauh sejauh mungkin dari nya…. Tapi wanita ini terus muncul di hadapanku seakan takdir kami terus terikat… Bahkan aku telah membuatnya tak suci lagi….

Setiap bersamanya aku takut kenangan masa lalu kami muncul…ketakutan akan sisi lainku yang akan terkuak yang akan membuatnya merasa kesakitan di sisa hidupnya….

” Fina …. Awalnya Aku hanya ingin memperhatikannya dari jauh… Tapi takdir mempertemukan kita kembali…” ujarku mengusap Rambutnya … Wanita ini terlelap cukup dalam membuat dia tak menyadari kedatanganku…

” aku berjanji akan buatmu bahagia… Setelah perangku selesai…. Dan sesuai janji kita dulu kau harus berjuang menjadi cantik dan pintar… Jika tidak posisimu bisa diambil oleh wanita ku yang lain… Karena saat ini aku memiliki banyak wanita cantik…” lanjutku mencium keningnya…sambil memperbaiki selimutnya….

Misi ku selesai…aku kembali ke dek depan kapal… Kulihat wanita berambut panjang berdiri di dek tersebut….

Tia​

” Pantas saja kau tidak ada dikamar….” tanyaku pada Tia sambil memeluk dari belakang….

” Sudah puas dengan wanitamu … Makanya kau mencari aku…” ujar Tia

” Aku suka saat Tia ku cemburu seperti ini… Kau tak merasakan dinginnya berdiri disini….” ujarku

” maafkan aku tuan…. Aku paham posisiku… Harus aku tak cemburu melihatmu bersama yang lain….” ujar Tia mengelus kedua tanganku yang memeluknya

” Tia ajari aku apa itu Cinta …. Karena setiap aku merasakan nya aku selalu saja terlambat menyadarinya bahkan setelah cinta itu pergi….” tanyaku

” Cinta…. Yang kau lakukan pada kami saat ini … Itulah cinta tuan…. Kau tahu rasa nyaman, kepercayaan dan tekanan yang selalu kau berikan pada kami itu lah cintamu… Tanpa kau sadari kau menebarkan cintamu yang tulus pada kami.. Yang membuat kami merasakan hal yang sama…” jelas Tia

” seperti itu kah….” lanjutku

” ya tuan… ” jawab Tia

” Tia kau tahu jululan ibuku dulu….” ujarku tetap memeluk Tia

” apa tuan …” ujar Tia jantung berdebar keras aku dapat merasakannya dari peluk ku

” Mother of Earth… Karena dia selalu ada untuk kami para monster dan mampu menenangkan kami agar tetap berpikir seperti manusia normal….” ujarku

” apa itu Mother of Earth tuan….” lanjut Tia yabg tak mengerti maksud dari ucapanku

” sekarang aku ingin kau memiliki julukan itu… Aku hanya akan mengeluh dan terlihat lemah hanya didepanmu saja… Jadi dampingiku sampai akhir perang ini Tia…. ” ujarku

” tuan …aku akan mendamping mu…” ujar Tia

Aku langsung tertidur di dalam keadaan memeluk tubuh Tia…. Suara dengkurku mulai terdengar….Tiapun tetap berdiri tegak menopang tubuhku

” Anakku kau harus bangga pada Ayahmu ini kelak… Dia pria yang luarbiasa dimata ibumu….” ucap Tia sambil mengelus perutnya…

——————————————————————————

Matahari pagi menyinariku… Aku dapat merasakan cahaya yang datang… Tapi ini tak mungkin ini malam hari gumamku… Sinar itu makin terang meskipun ada bayang tangan mencoba menghalanginya…. Samar-samar Aku tahu tangan yang menghalangi cahaya itu….

Hera​

” Hera … Jam berapa sekarang… ” ujar Ku mencoba memperhatikan sekitar ku…

” jam 8 pagi tuan…” ujar Hera…

” Jam 8… ” ucapku kaget…. Karena aku tertidur di pangkuan Yurika

” kau tidur sangat nyenyak tuan…” ujar Fina memperlihatkan wajah imutnya padaku….

” kenapa kalian tak membangunkanku…lalu dimana Tia….” ucapku

” kak Tia sedang mandi… Dia semalaman memangku tuan disini…. ” ujar Yurika

” dia memang memangku semalaman tuan…” tambah Hera

” dia memang luarbiasa kan…. Apa kita sudah sampai …” tanyaku

” sejak pukul 2.00 kita telah merapat…” ujar pria yang merupakan kapten kapal yacht ku muncul dari kabin kendali yacht

” kalau begitu tunggu apa lagi… Ayo kita berenang ” teriakku langsung melompat dari yarct ke laut yang begitu jernih itu…..membuat semua wanitaju terkejut…

” tuan Tunggu …” ujar Neti ikut melompat ke laut juga…. Dengan pakaian lengkapnya

Lain dengan Neti yang mengikutiku menyelam langsung kelaut… Hera berlari kerluar dari yacht ku dan berlari menuju pantai… Melalui dermaga kayu yang tersedia…

” wawwwwww…. Wawwww…” teriak Hera sekeras-kerasnya…. Dia benar-benar mengagumi pulau ini….. Bersih dan Asri warna laut yang biru dan jernih… Di tambah pantai putih berpasir …. Membuatnya berlari menyusuri dermaga dengan cepat menuju pantai dengan pasir putih terhampar….

” Aku juga ingin berenang… ” ucap Nura melepaskan beberapa pakaiannya lalu ikut melompat juga dari yarct….

” Nura bisa berenang juga…” ucap Yurika

” tentu diakan anak gunung ….biasa mereka ahli berenang…” ujar Fina melepas jilbab bersiap ikut berenang…

” kau juga akan berenang…. ” tanya Yurika kembali

” ya… Yurika tak bisa berenang …” lanjut Fina

” aku bisa berenang sedikit tapi kalau di laut aku takut Fin…” ujar Yurika yang mulai enjoy berhubungan Dengan wanitaku

Yurika​

” Aman kok kan ada Tuan dan kami…. Mau ikut …” tanya Fina lagi….

Yurika hanya mengelengkan kepalanya… Belum ada keberanian dari dirinya untuk mencoba itu… Tiba-tiba saja Fina meluncur dari yarct….. Yurika kagum dengan wanita-wanita tuannya yang hebat…. Apalagi kak Tia dia tak tidur semalaman menjaga Tuan… Dia bahkan tak mengeluh sediktpun

” Kau anak dari Hanjani kan…” ucap captain kapal mendekati Yurika

” ya pak… Saya anak sulung dari bu Hanjani… ” ujar Yurika…

” Kenapa kau bisa jadi budak Alex….” tanya Captain kapal lagi

” ini pilihan hidup saya pak… Saya ingin bersama tuan seperti ibu dan ayah saya dulu…” ujar tegas Yurika

” hahahaa…. Kau mirip sekali ibu mu….” ucap captain kapal tertawa

” bapak ini teman ibuku… Atau hanya kenal…” tanya Yurika

” aku teman dekat ibumu… ” ujar Captain kapal

” jangan-jangan kau Seven Wonders juga….” ujar Yurika terkejut….

” hehee…. Apa ibu masih sendiri…. ” ucap Captain kapal tersenyum

” ya ibuku masih sendiri… Dia tidak mau menikah lagi setelah meninggalnya ayahku …” lanjut Yurika

” kalau begitu salam dari ku…. ” ujar Captain kapal memukul pundak Yurika dan menuju ruang kendali kapal

” siapa nama bapak…” tanya Yurika

” aku Munir… Dia akan langsung kenal dengan ku…” ujar pak munir meninggalkan Yurika

Tia​

” ka… Mana yang lain … ” tanya Tia yang baru selesai mandi

“Mereka semua sudah berenang kak….” ujar Yurika

” Hera ikut berenang juga… Dia kan hamil…” ujar Tia khawatir

” Hera pergi ke pantai… ” ujar Yurika menunjuk ke arah wanita yang sibuk membuka payung pantai yang tersedia di pantai ini…

” kau tak ikut berenang … ” lanjut Tia

” aku tak berani kak….” jawab Yurika

” kalau begitu kau ikut aku saja kita kepantai…” lanjut Tia

” kak bisa berenang….” ujar Yurika

” tentu aku ahli… Cuma aku sedang Hamil jadi tak boleh….” ujar Tia

” tapi kak semalam kau tak tidurkan…. Sedangkan kak kan sedang Hamil….” ucap Yurika terkejut…

” tenang aku sudah meminum vitamin… Dan juga meskipun kami hamil, kami harus tetap kuat mendamping tuankan…” ujar Tia tersenyum

Cukup lama kami berenang kesana kemari… Benar mampu melepaskan penat selama bertahun-tahun yang menumpuk di pundakku… Yang membuatku benar-benar mampu melupakan penat adalah kehadiran dari Neti, Nura dan Fina yang mengikutiku berenang di laut jernih ini…. Terumbu karang yang cukup terawat membuat keadaan dasar laut sangat indah… Belum lagi ombak yang tenang membuat segala lelah terangkat… Sepertinya memang penting mengadakan liburan…

Aku mulai mencium aroma yang menyedapkan dari pantai… Kulihat ketiga wanita ku bahu membahu sedang membakar ikan…. Dan menyiapkan satapan buat kami… Tentu di komando oleh Tia….

Nura​

” Tuan sepertinya sarapan sudah siap…” ucap Nura yang berenang

” Ayo kita balapan kepinggir…” teriak Fina berenang mendahului kami semuanya menuju pantai..

” Kau kira bisa menang melawanku… ” ucap Neti berenang sangat cepat mencoba menyusul Fina…

” Edi seperti melatih Neti sangat baik… Gaya renang itu … Adalah gaya renang para prajurit… ” ujarku

” ya tuan… Neti mengagumkan….” ujar Nura

” kau tak ikut berlomba…” ujarku

” aku tak akan secepat mereka tuan… hanya aku yang tak memiliki keahlian apapun ya tuan.” ujar Nura

” kau tahu … Keahlian mu yang membuat tuanmu ini tergila-gila…” ujarku

” Apa tuan….” ujar Nura

” seperti ini Visualku…” ucapku mendekati Nura … Mencium bibirnya… Lalu ku tenggelamkan tubuh kami berdua kedasar laut… Sambil terus bercium

” Kuawaaakhhh… ” teriak Nura tertawa karena dia hampir kehabisan Nafas

” hhahaa… Ayo kita ke pantai semua sudah menunggu…” ucap ku menarik Nura

Tiba di pantai … Aku langsung di serang pak Munir… Di menendangku sangat keras dan cepat .. Untung aku bergerak refleks menghindar… Meskipun harus terpental jauh…. Para wanitaku hanya terkwjut menyaksikan hal ini….

” Ayo lawan aku Alex… Aku harus mengetest kemampuan mu…” ujar Munir langsung menyerahku lagi…

Kecepatan dan kekuatan yang bergabung membuat ku benar-benar sulit membalas serangan… Beberapa kali tinjunya sulit ku hindari…. Membuatku makin terdesak…

” Ayo Alex kau ingin menyerah….” teriak pak Munir melepaskan tinjuan keras langsung menghantam tanganku yang menangis tinjunya membuat ku berguling terpental oleh serangan yang munir luncurkan padaku

” Hahaa… Aku benar-benar menyukai ini…” teriakku berusaha bangun…

Tapi Munir kembali melakukan kombinasi tendang dan tinjuan yang memiliki kekuatan yang menakutkan… Aku benar-benar terdesak jika harus terus bertahan….

Aku pun meluncur tinju saat bersamaan Munirpun melepaskan tinju kerasnya… Membuat tinjuan kami beradu dengan cukup keras… Yang membuat kami berdua sama berhenti sejenak lalu kali ini aku yang menyerang duluan… Tapi semua serangan ku dengan mudah di hentikan olehnya…

” kau memang Hebat Paman… Tak salah kau disebut trio monster ….” ujarku sedikit menarik nafas…

” hahaa… Aku yang terkuat setelah Kai di seven Wonders… ” teriaknya kali ini menyerang dengan tendang memutar double… Yang membuatku harus terlempar cukup jauh… Pijakan pasir membuat kesulitan buatku untuk memasang kuda-kuda terkuatku … Membuatku terus terdorong oleh serangannya….

” pertarungan ini sudah terlalu lama Alex… Aku akan segera mengakhirinya….” teriak munir meloncat cukup tinggi dan melepaskan tendang yang amat keras…. Membuat pertahananku terbuka akibat menahan serangan pertama… Dia tersenyum karena wajahku kali ini tanpa perlindungan… Aku tahu andalan pamanku ini bukanlah kakinya tapi tangan kanannya yang aman keras….

Aku tak mungkin menghindari serangan dari tinju mautnya ke arah wajahku…. Apalagi posisinya saat ini diatasku membuat daya tinjunya akan lebih menguntungkan nya

” Bruaaak….
Pukulan keras mendarat di pipi bagian kiriku telak…

” hahaa… Aku adalah Alex… Penerus keempat keluargaku….” teriakku tersenyum….

Pamanku seakan tak percaya aku masih berdiri kokoh… Setelah menerima pukulan yang amat keras darinya….Kali ini pertahanan pamanku benar-benar terbuka…. Kearah tinju uppercut terkuatku ke ulu Hatinya…

” bruaakk….
Darah keluar dari mulutnya akibat tinjuan kerasku .. Membuat pamanku jatuh terkapar…

” maafkan aku paman … Kau terlalu tua untuk mengalahkanku….” ucapku sambil berusaha membangunkannya….

” hosst… Hoss… Kau sengaja membiarkan wajahmu terkena seranganku kan agar kau bisa menjatuhkan dengan pukulan mu barusan…. Itu strategi tergila yang pernah ku ketahui… ” ujarnya yang masih menahan sakit ….

” Benar paman jika perhitungan ku salah aku yang akan roboh … Tinjumu memang menakutkan… ” pujiku

” itu nama nya bertarung mengunakan otak…” ujar Munir

” ya karena pijakan keras ini Aku bisa menahan tinju mu… Jika menahan tinjuan tadi di pasir aku yang akan terhempas…Aku juga tahu kau sangat terlatih di daerah pasir… Tapi gerakan terakhir mu tadi sudah ku prediksi… Hehee…” jelasku tertawa sambil mengulurkan tanganku….

” jadi kau terus bertahan untuk membaca seluruh gerakan ku sambil mencari titik agar kuda-kuda mu maksimal…. Aku benar-benar di permainkan anak kecil…. Latihan apa yang kau lakukan hingga sampai semenakut Seperti ini….” Ucap munir

” latihanku bersama rasa sakit dan dendam… Membuatku makin kuat paman…” ujarku

” Kau mirip dengan ayahmu dalam berpikir dan Kai saat bertarung… Karena caramu bertarung tadi benar-benar tak masuk akal….” lanjut Munir…

” benarkah… Semenakutkan aku…” ucapku…

” apakah kau tak membutuhkan bantuan dari seven Wonders dalam perang ini… ” ucap Munir

” bukan tak butuh paman… Tapi aku tak ingin kalian terlibat disaat kalian harusnya bisa beristirahat dengan tenang… ” ucapku

” tapi kalau kau berubah pikiran aku dan keenam temanku akan siap…” ujar Munir…

” itu kan … Kau salah….seharusnya ada enam lagi kan…bukan tujuh , paman Fadli kan telah tewas….” ucap ku

” Hahaa… Kau percaya hal itu… Orang yang kuat dan paling cerdas diantara kami… Terbunuh karena perahunya karam…. Kau ingat kami dilatih oleh kakek mu sebagai petarung terpilih… Kau tahu julukan kakekmu … Dia MONSTER PERANG , dia haus akan darah dan pertarungan… Jadi mati dengan hal seperti itu mustahil baginya… ” Jelas Munir…

” benar juga… Dia di latih langsung kakekku… Lalu kalau memang dia masih hidup dimana dia sekarang…. ” tanyaku

” Entahlah… Yang jelas dia mungkin saja akan muncul…Ohhh… Bagaimana kabar muridku… Apa dia makin kuat….” lanjut Munir…

” jadi Ayah Agung masih hidup….kemampuan anak muridmu Agung mengagumkan… dia telah menjadi dokter dan pertarung yang hebat sekarang…” lanjutku

” Benarkan bagus kalau begitu…” ucap Munir mulai bisa berdiri tegak….

” Paman tapi pukulanmu barusan sakit sekali…” ucapku

” hahaa… Benarkan itu balasan ku … Karena kau sudah mengoda Hanjani ku…” ucap Munir tertawa…

” hahaha… Apa dia melaporkan sikapku padamu…” ucap Ku ikut tertawa…

” Hanjani adalah milikku… Kau tahu dulu dia selalu menolakku … Dan dia hanya terfokus pada ayahmu saja… Sekarang aku tak akan kalah dengan mu… Yang makin membuatku kesal adalah Yurika kenapa dia bisa jadi budakmu padahal dia akan ku nikahkan dengan anak ku Alfarizi…” jelas Munir kesal padaku

” hahaaa… Paman berarti kau kalah telak oleh ku dan ayahku… Ooohh… Bagaimana kabar Alfarizi… ” ucapku sambil menahan tawa….

” dia sedangku kirim ke luar negeri… Sampai perang ini berakhir… Karena jika kau sampai gagal menghabisi Goldrich Company… Maka Alfarizi akan naik mengantikanmu menjadi raja Baru keluarga As….” ucap Munir….

” Apa kau yakin aku akan gagal…” ucapku

” Tuan… Apa kalian berdua akan terus ngobrol … Makanan nya nanti dingin…” Ujar Fina menegur kami berdua….

Fina​

” baiklah kami akan kesana Fina…” ujarku

” Alex wanita itu kan…” ujar Munir yang tak meneruskan ucapannya karena aku langsung memberi tanda untuk menghentikan perkatannya…

Kami berduapun bergabung dengan para wanitaku yang sudah menyiapkan banyak sekali makanan… Kehebatan Tia dalam memasak memang mengagumkan… Mereka pun tak berani melakukan komentar tentang duel kami yang tadi terjadi…. Memakan makanan Dengan latar hutan dan pantai yang indah… Memang membuatku benar-benar bernafsu memakan makan yang tersedia ….

” setelah ini kita akan bermain kembali….” ujarku

Diikuti teriakan seluruh Wanita….Tiba-tiba handphone bergetar hebat…. Kulihat pemanggilnya adalah Adi… Pasti hal penting terjadi hingga Adi sampai menelponku disaat liburan ku….

” Tuan siapa yang menelpon ” tanya Tia

” Adi .. Ada apa ya dia menelpon… ” ujarku

Aku bergegas mengangkatnya … Mungkin ini keperluan mendesak atau mungkin data yang di olah olehnya telah selesai di laksanakan….

” Hallo … Saudaraku ada apa…” ujarku mengawali hubungan telpon kami…

” Alex… Ada seseorang mencarimu…” ujarnya dengan nada terburu-buru….

” Siapa yang mencariku…. ” tanya ku kembali

Quraina​

” dia bernama Quraina… Dia ada di ruang tamu saat ini…” ucap Adi yang membuatku terkejut dengan nama Quraina disebut olehnya….

” ada apa dengan Quraina… ” ujar ku yang agak penasaran…

” Rumahnya baru saja di serang oleh anak Buat Joker … Goldrich Company menyerang mereka… Dua anak Gadis mereka diculik oleh mereka… Dan beberapa orang tewas… Lalu apa hubungan wanita itu dengan mu dan keluarga kita Alex…” penjelasan Adi

” Apaa… Kenapa mereka menyerang Quraina…. Dia sekutu kita…. Aku akan menjelaskannya nanti… ” ujarku pada Adi… Aku benar-benar tak memprediksi hal ini terjadi…. Aku telah membuat Quraina masuk ke dalam pusar perang kami… Dan joker… Dia pria yang jauh berbeda dari Horizon… Pria yang mampu bertarung dengan keras saat melawai kai yang merupakan pria terkuat dalam Seven Wonders milik ayahku…. Aku juga belum tahu seperti apa pria itu…. Sebab data dan informasi tentang Joker sulit ku temukan… Beberapa Mata-mata yang kami kirim tak pernah kembali….

” Lalu apa kebijakan untuk masalah ini…. Menolong Quraina atau membiarkannya Alex…. Aku dan semua menanti keputusan penting mu ini…. ” ujarku

” cepat atau lambat kita akan berbenturan dengan Joker…. Apa kau siap saudara ku … Kali ini bukan perang biasa… Kita akan menghadapi Joker… Pria terkuat di Goldrich Company…. ” ujarku

” hahaa… Aku sudah siap kapanpun….” ujar Adi tertawa….

” bagaimana dengan Edi dan Agung… ” lanjutku

” Edi dalam perjalanan balik…Agung juga sudah siap…. Dan Hadi juga sudah disini….” ucapku

” Susul Aku … Kita mulai perang ini….” ujar ku lantang….

” siap Saudaraku….” ujar Adi

Keputusan pertama yang kubuat…. Quraina memang bukan siapa-siapa bagi kami… Tapi dia berguna untuk mengalihkan pandangan Goldrich Company terhadap kami…. rencana awalku akan berantakan jika sampai ini di biarkan… Dan mungkin saja Quraina akan berbalik menjadi musuh kami…. Ini akan makin mempersulit keadaan kami…. Tapi menyerang markas Joker bukan hal biasa …. Yang bisa dengan mudah bisa di selesaikan … Ini akan jauh berbeda saat kami dengan mudah menyusup di Villa kami sendiri untuk mengambil data…

Joker punya anak buah yang rata-rata memiliki kemampuan setara Dengan kami…. Dan joker sendiri adalah pria yang juga mampu membuat luka di tubuh Kai … Jelas ini harus membuat kami berhati-hati… Dengan julukan tak akan mati… Ini akan jadi perang yang menguras energi dan otakku …

” Tuan ada apa … Kenapa dengan bu Quraina… ” Tanya Nura…

” Joker salah satu Pilar Goldrich Company … Mereka baru menyerang kediaman milik Quraina… Dan membawa dua anak Quraina…” ujarku memberitahu kejadian buruk ini….

” Lalu apa kau akan menolongnya…” Ujar Hera pelan….

” dia pria yang sangat jahat… Dia melakukan hal- hal yang mengerikankan tuan…” ujar Yurika yang tahu sifat Joker dari ibunya….

” Aku harus membantu Quraina… ” lanjutku

” Lalu liburan kita… ” tanya Nura

” Nura maafkan aku… Kukira kita bisa menikmati liburan ini… Tapi Cepat atau lambat semua ini pasti terjadi…. Mungkin saat ini keluarga Quraina yang diserang oleh joker… Bagaimana jika itu terjadi di rumahku… Aku tak ingin melihat kejadian Fina dan Neti terjadi lagi… ” jelasku menepuk pundak Nura….

” Aku siap ikut berperang Tuan…” pinta Neti

” Aku juga akan membantumu….” Lanjut Fina…

” Kalian semua tetap disini… Ini situasi darurat… Aku tak tahu kekuatan musuh… Jadi kalian harus tetap disini…” perintahku

” Benar kata Alex… Kalian harus tetap disini… Kalaupun kalian ikut … Kalian akan jadi beban buat Alex… Aku akan melindungi kalian saat Alex tak ada…” ujar Munir…

” benar … Paman Munir akan melindungi kalian semua disini Sementara aku pergi… Aku janji setelah kembali aku akan melanjutkan liburan ini…” Ujarku

” Munir dia pria yang ada di mimpiku kemarin… Mungkin aku harus bertanya dengan nya…” Gumam Hera yang memiliki beberapa pertanyaan buat Munir…

” Turuti apa yang di perintahkan Tuan… Kita harus tetap disini… Tuan kau harus kembali Hidup- Hidup.. ” ucap Tia tersenyum… Meskipun aku tahu dia khawatir … Tapi itulah Tia ku…

” Kami akan menantimu disini tuan…” Lanjut Fina yang menguatkan langkahku….

” jangan sampai terluka ….aku tak Ingin kau terluka tuan….” ujar Hera tersenyum juga….

” Baiklah aku akan kembali… Dan aku adalah pria yang Kuat dan selalu menepati janji… ” Lanjutku

Tak beberapa lama suara Helikopter mendekati Halipad yang tersedia di pulau ini… Aku bergegas mendekati Helikopter yang mulai landing berlahan… Dia di kendarai oleh Adi langsung…setelah Helikopter mendarat sempurna … Kau lihat Edi dan Slyvia, lalu Henny dan Adi, serta Hadi, Yulina dan Rico turun dari Helikopter itu….

Kami langsung berkumpul… Untuk memberitahu keadaan dan menjelaskan tentang Quraina pada kedua saudaraku ini … Mereka mengerti seluruh maksud ku…

” Kalau begitu kita harus bergegas…” ucap Edi

” ingat dalam misi kali ini… Bukan misi biasa yang membuat kalian tak waspada… Karena satu kesalahan akan membuat kematian buat kita….” ujarku memperingati mereka..

” biarkan semua wanita tetap disini untuk keamanan mereka… Disini sudah di jaga oleh Seven Wonders kan…” ucap Adi

” Kau menyindirku Adi…” ujar Munir tertawa….

” Tidak paman aku bisa mengandalkanmu….” ujar Adi

” bos apa Aku boleh tak ikut …. Dan membantu menjaga para wanita disini….” ujar Hadi

” Kau harus ikut kami… Kalaupun nanti ada salah satu diantara kami yang harus harus fi korbankan itu adalah kamu …” ucap Edi

” Apa itu tidak terlalu jahat Tuan….” ujar Yulina melindung Hadi

” Hahaha… Sudah… Sudah … Kita akan memulai misi penting ini… Dan Hadi nanti setelah misi selesai … Aku ingin berbicara dengan mu….” ucapku

” Siap bosku…” ucap Hadi

” Kita berangkat …” Ujar Adi langsung menuju Helikopter

Yulina​

” Kau harus berhati-hati … Ingat kau harus kembali….” ucap Yulina…

” Tentu… Aku bersama orang yang kuat … Aku akan kembali dengan selamat….” lanjut Hadi mencium kening Yulina….

” Tuan, Aku tahu kau kuat dan terlatih dalam misi sulit ini tapi kau harus kembali dengan selamat…” ucap Slyvia pada Edi.

Slyvia​

” aku akan kembali secepat aku pergi….” ujar Edi memeluk Slyvia… Edi tak Malu-malu lagi mengumbar kemesraan di hadapan kami…

” Co … Jangan memaksakan diri… Kau itu kuat…” ucap Neti

” terima kasih kak…. ” ujar Rico yang ikut berlari menuju Helikopter….

Satu-persatu sudah masuk kedalam Helikopter. Hanya menyisakan aku sendiri disini….

” apa aku harus minta restu dari para wanitaku….” ucapku bercanda

” kau masih bisa bercanda di waktu seperti ini … Kau harus kembali tuan….” ucap Fina

” jangan biarkan kebahagian ini menjadi semu… Jadi kembali lah aku menantimu…” ucap Hera

” kau belum menyelesaikan apapun disini … Dan itu akan jadi hutangmu… Jadi tepatilah janjimu untuk kembali ….” ucap Hera berusaha tersenyum…

” Cepat lah pulang…. Kali ini jangan telat lagi… Aku menunggumu tuan….” ucap Nura dengan mata berkaca-kaca….

” Aku hanya ingin kau pulang…” ucap Neti

” kau akan sangat jahat jika tak kembali… Aku bahkan belum melakukan apapun untuk mengabdikan hidupku padamu….” lanjut Yurika….

” Hahahaa… Jadi kalian semua ingin aku kembali… Maka bersiaplah diri kalian… Karena ini akan jadi perang yang melelahkan…jadi aku butuh kepuasan saat aku kembali…” ujarku tertawa….

” kau memang bodoh Alex….” ujar Munir tertawa…

” Satu lagi jangan sampai kalian semua tergoda pria mesum ini…. Untuk mu paman… Aku akan memukulmu 100 kali lipat lebih keras hingga perutmu jebol jika kau berani menyentuh wanitaku….” tegas ku

” Hahaa… Baiklah …jika kau butuh kami kau tahu bagaimana menghubungi kami Alex….” ujaar Munir yang ku balas hanya dengan senyuman…

” Aku Berangkat…….” teriakku

Helikopter yang membawa kami pun pergi menjauhi pulau Cinta… Itu nama yang ku berikan untuk pulau tanpa nama itu . .