. Misi Penghancuran Part 36 | Kisah Malam

Misi Penghancuran Part 36

0
283
Cerita seks dewasa Misi Penghancuran

Misi Penghancuran Part 36

Awal Kejutan yang berkesan…

Kupacu laju mobilku meninggal kota kecil kami… Jalan yang sunyi membuatku dapat melajukan tungganganku dengan lebih cepat… Bahkan kecepatan hampir mencapai 100 km/jam… Ini untuk menghemat waktu perjalanan kami….

TIA

” Tuan apa kau selalu kebut-kebutan seperti ini….” ujar Tia dengan ekpresinya yang tegang…

” Hanya hari ini aku ingin cepat sampai….” ujarku

” aku takut jangan terlalu kebut….” lanjutnya…

” yang lain Sudah pada tidur… ” tanya ku karena suasana yang ramai tadi sudah menghilang… Keadaan disini jadi hening….

Tia melihat kearah belakang… Dilihatnya para Adeknya sudah terlelap… Kecuali Neti yang masih belum beristirahat…. Dia fokus memperhatikan jalan yang kami tempuh….

NETI

” hanya aku yang tersisa ….” bisik Neti … Tak ingin membangunkan Nura yang menyender di bahunya….

” Nura pasti kelelehan… Tapi dua wanitaku yang paling belakang kenapa tepar juga… Padahal kedua saat berangkat tadi cerewet sekali…” ujarku

” kau jahat pada Nura …. Dia pasti kelelahan kau mempermainkannya selama perjalanan pulang, kalau Hera di pasti kelelahan karena dia hari membersihkan seluruh rumah dan Fina dia kurang tidur seperti nya…” jelas Tia memberikan informasi padaku

” tapi Neti dan kau juga sudah berjuang keras kan… Kalian istirahat lah aku bisa berkendara sendiri… Masih sekitar tiga puluh menit lagi kita tiba di sana….” lanjutku

” tidak tuan …. Aku akan tetap terjaga untuk ada disamping mu…. ” jawab Neti

” Dasar Amazon ku … Kalau kau tak beristirahat … Awas saja kau sampai kelelahan di ronde awal saat berhubungan dengan ku…” Ancamku sambil tersenyum

” kenapa Tiba-tiba tubuhku jadi lemah …. Setelah mendengar itu…. Liburan ini pasti akan sangat panjang dan melelahkan Net…” Goda Tia membalas senyumanku

Neti hanya tertawa kecil… Akhirnya kami tiba di route pertama untuk liburan kami… Suasana cukup gelap… Tak terlihat apapun karena tempat ini diselimutin gelapnya malam …

” Tuanku , tempat macam Apa ini….” ujar Tia bingung dengan tempat gelap ini…

” hehe.. Sudah tenang saja…. Nikmati libur pertama kalian…” ujarku sambil membuka pintu kulihat laki-laki paruh baya berada didepan gerbang tubuhnya tinggi besar dan cukup menakutkan…. Aku berbincang-bincang sedikit dengan nya…dan Tia mulai membangunkan Adik-adiknya yang tertidur…

Nura

” Kita sudah sampai… Ayo bangun” ujar Tia memukul paha Nura yang tepat duduk di belakangnya

” Eh… Sudah sampai… Dimana ini kak…” ucap Nura yang masih dalam mode setengah sadarnya…

” Fina… Hera ….ayo bangun ” ucap Neti mengoyang tubuh kedua nya…..

” Maaf tuan Fina ketiduran …. Data hampir selesai Fina kerjakan….” ucap Fina yang terkejut oleh aksi membangunkan Neti

” Data apa yang kau kerjakan….” ujar Neti tertawa …. Melihat aksi terkejut Fina….

“Apa kita sudah sampai… Kenapa Hening sekali disini…..” lanjut Hera sambil mengusap-usap kedua matanya …. Yang membuat riasan dimatanya berantakan….

Neti tertawa makin keras saat melihat Hera wajahnya acak-acakan akibat riasan ikut rusak…. Nura yang baru sadar juga mencari tahu apa yang membuat Neti tertawa…. Saat melihat kejadian itu Nura pun tak tahan untuk ikut tertawa terbahak-bahak meskipun dengan wajah ngantuknya….

Hera pun segera mengambil kaca kecil di tas kecilnya…. Dia pun tertawa melihat wajahnya yang berantakan…

Hera

” Kalian tahu aku hampir satu jam berdandan dan hancur karena tertidur kurang dari lima belas menit….” rengek Hera tapi tetap sambil tersenyum….

” ngomong-ngomong dimana Tuan… Tempat apa Ini….” ucap Nura yang baru sadar lokasi yang gelap ini…. Dengan kondisi kaca mobilku yang cukup gelap membuat penglihat sangat terbatas … Apalagi tak ada lampu satupun yang hidup di lokasi itu…. Membuat kegelapan penuh berkuasa di sini….

” Aku pun tak tahu apa ini….” ujar Neti yang coba mencari tahu lokasi gelap ini….

” mungkin tuan ingin melakukan Seks di tempat gelap ini….” ujar Hera sibuk memperbaiki riasannya yang rusak….

” kenapa harus jauh-jauh kesini kalau hanya ingin melakukan itu…” ujar Fina yang masih lemah akibat kantuknya….

” benar ,ada yang Aneh dengan tempat ini…tak mungkin tuan melakukan hal itu disini….” ujar Tia

” lalu siapa laki-laki yang bersama tuan…” ucap Neti

” mereka tampak Akrab….” lanjut Nura ikut memperhatikan kedua sosok itu yang telihat akibat sorotan lampu mobil…

” jangan-jangan tuan ingin menjual tubuh kita ke pria itu…. ” canda Hera

Fina

” haa…. Aku tak mau tubuhku di sentuh orang lain selain tuanku….” teriak Fina mulai sepenuhnya sadar….

” mulut wanita ini sangat liar…” gumam Neti menatap Hera….

” tuan kembali …” Ucap Tia

Aku pun segera bergegas kembali ke mobil setelah cukup berbincang-bincang dengan pria yang sudah lama tak ku temui… Pria yang pernah menjadi salah satu kepercayaan dari Ayahku….

” siapa dia tuan….” tanya Neti

” oh… Pria itu…. Dia salah satu dari Seven Wonders… ” ujar ku

” apa itu seven Wonders tuan…” tanya nura kembali

” itu sebutan dari 7 penjaga raja…. Ayahku dulu memiliki 7 orang yang di percayainya…. Setelah ayahku tewas … Aku melepas tugaskan mereka…. Tapi mereka masih tetap ingin mengabdikan dirinya pada keluarga ini… Maka semuanya saat ini kupekerjakan mereka di Perusahan milikku… Fina juga pernah bertemu dengan salah satu dari Seven Wonders…. ” Jelasku….

” jangan-jangan yang tuan maksud pak Usman penjaga Villa pantai itu salah satu seven Wonders ya tuan…” ujar Fina sedikit terkejut….

” ya dia salah satu dari mereka … Termasuk penjaga disini…. ” ucapku

” lalu tuan dimana Seven Wonders mu….” tanya Nura….

” aku tah butuh penjaga… Aku ingin menjaga rumah dan keluargaku sendiri… Tapi aku bisa saja memiliki Seven Wonders ku.” lanjutku

” hahaa… Bukan seven Wonders tapi seven Slave ” ucap Neti tertawa….

” seven Slave …. Keren juga… ” ujar Fina tertawa

” tapi kita kan baru berlima… Berarti masih kurang dua….” ucap Nura polos

” tidak sebenarnya sudah lengkap… Hanya kalian saja tak sadar….” ucap Neti kembali…

” maksud mu Henny dan Lariza…. ” ucap Tia

” tapi bukannya mereka itu sekarang bukan bagian tuan Alex….” ujar Hera menolak ucapan Tia

” tapi di tambah satu orang lagi disana… Maka hanya kurang satu orang lagi sih …” ujar Neti merujuk ke Rafina

” apa maksud dari wanita yang satu lagi…” ucap Hera

” Neti kau benar-benar membongkar rahasiaku… Dasar nakal…” ujarku kembali menjalankan mobil saat berlahan pintu kayu itu terbuka lebar….

” Maaf tuan aku keceplosan…. Aku tak bermaksud seperti itu… Sungguh ku mohon maafkan aku ” ujar Neti merasa bersalah…

” siapa wanita itu Net… ” ujar Nura

” anu… Itu …ak… Aku lupa namanya….” ujar Neti mencari Alasan untuk menyembunyikan identitas Rafina…

” kau berbohong pada kami dan merahasiakan wanita lain tanpa memberitahu kami…” ucap Tia kesal…

” Mungkin Wanita itu Liana….” ujar Fina

” benar wanita itu ya… Aku jadi kesal mendengar nama itu…” ujar Hera

” ha… Siapa dia…” gumam Neti yang baru mendengar nama Liana….

” Satu-satu wanita yang bisa mengeser posisi kita semua dari Hati tuan Alex… ” ujar Nura kesal…

” hahaa…. sudah jangan bahas wanita itu… Kalian mau merusak liburan kita….” ucapku

Itu membuat semua kembali tenang dan diam… Aku hanya tersenyum melihat wanitaku semua bermuka tegang dan agak kesal…

Ku masuki jalur jalan kecil dengan keadaan yang masih sangat gelap… Sangat beruntung bagiku malam ini sinar bulan tak muncul … Membuat keadaan disini benar-benar tak terlihat…. Jadi aku bisa benar-benar memberika kejutan ke semua wanitaku ini…

Sampai di tempat yang kutuju….

” Semuanya Turun…kita akan memulai kejutanku…” ujarku

semua wanitaku turun satu-persatu dari mobil… Mereka mulai menerawang lokasi apa ini… Nura menempelkan tubuh di dekat dengan Neti karena takut akan kegelapan ini… Suasana sangat hening menambah rasa khawatir dilubuk hati setiap Wanita ku

” Aku akan menghidupkan lampu dulu.. Kalian tunggu disini…” ujarku

” ya tuan… Cepat… Kami takut ” ujar Nura…

” tempat apa sih ini…” ujar Hera bingung dimana mereka berada….

Aku pergi menuju ruang kontroller Peralatan Listrik untuk mengaktifkan listrik seluruh daerah ini…. Kutarik Tuas Yang cukup besar… Terdapat 8 tuas Listrik disini… Suara generator besar berbunyi…. Satu persatu lampu di Taman ini Aktif….

Ini adalah taman hiburan yang dimiliki oleh keluargaku… Ini untuk pertama kalinya aku mendatangi taman hiburan ini… Sejak lama aku selalu menolak untuk pergi kesini saat ibuku mengajakku kemari… Karena menurutku taman hiburan ini sifatnya kekanak-kanakan… Dan jauh berbeda dengan sikap monster yang ada dalam diriku….

Kelihat senyuman sumringah dari wanitaku .kelap-kelip lampu di Taman ini terlihat begitu indah di sela wajah ceria wanitaku…

” Ibu aku menepati janjiku kan… Aku pergi ke taman yang kau buat… Kali ini aku juga datang tak sendiri… Aku membawa bidadari yang memberiku kekuatan untuk bertahan setelah kehilangan Mu Ibu…. Seharusnya kau juga ada disini sekarang berbahagia denganku dan Membantu memilih salah satu wanita terbaik untukku…” gumamku…

Hera

” Tuan terima kasih….” peluk Hera

” kalian suka hadiahku….” tanyaku

” ini yang terbaik …”lanjut Hera menutup Mata nya dan sedikit memajukan bibirnya….

Neti bergerak menghalangi ciuman yang akan dilancarkan oleh Hera….. Dengan menarik nya dengan cukup keras….

” kau kira kejutan ini hanya untuk kau saja….” ujar Neti

” hehee.. Aku kira begitu…. ” ujar Hera tersenyum…

” ini masih terlalu sore untuk menjadi sangat Hot….” ujar Tia

” ini Hafisa Island kan… Aku sudah lama ingin berlibur kesini … Tapi kesibukan dan uangku selalu tak cukup untuk tiba disini….” Ujar Hera sangat bahagia… Dia bahkan tak sadar pakaian terbukanya dan udara cukup dingin disini….

” tapi bukannya taman ini hanya buka sampai jam Setengah Tujuh malam kan….” ucap Fina

” aku sudah lama membayangkan berpacaran disini ” ucap Hera tersenyum …

” aku bahkan baru pertama kali kemari….” ujar Nura

” ini satu-satunya Taman Hiburan milik keluarga ku dan nama taman hiburan ini juga di ambil dari nama ibuku… Aku punya Akses penuh disini… Dan disini juga hanya ada kita….” ujarku

” Anakku selalu minta untuk kesini …” ujar Tia mengingat anaknya….tampak raut sedih tergambar di wajah Tia mengingat anaknya….

” nanti aku akan mengajak mu dan anakmu kesini….” ucapku mengusap rambutnya…

” Kau janji ya….” ujar Tia singkat

Ku balas dengan Anggukan kepalaku…..

” Karena kita sudah disini kita mau naik apa tuan…” ujar Neti yang semangat…

” kita akan Naik yang menantang dulu… roller coster ” perintahku

” aku tak berani naik itu….” pungkas Tia sambil memperhatikan lintas mengerikan Roller Coster yang tersedia di taman ini

Nura

” Nura juga tidak berani….” lanjut Nura juga ikut Protes….

” kak Tia, Nura itu permainan tak menakutkan kau hanya perlu berteriak sekuat tenaga saja untuk menghilangkan rasa takut… ” ujar Fina menguatkan kedua nya

” kalian harus ikut…” perintahku sambil menarik tangan kedua wanitaku yang ketakutan….

Kami tiba di wahana yang cukup ekstrim dengan kecepatan dan pergerakan yang cukup membuat perut berputar dalam sepersekian detik….

” oke tuan … Aku tunggu disini saja….” ujar Tia kembali keluar…

” Kau harus berani….” paksaku

” Tuan aku dan Kak Tia seperti tak bisa ikut…” ucap Hera….

” Kenapa …” tanyaku

” itu tulisan di pintu masuk Ibu Hamil tak boleh mengikuti wahana ini ….” ujar Hera

” oh benarkah aku tak tahu aturan itu…. Kalo begitu Fina, Nura dan Neti kita masuk…” lanjutku

” aku tak mau… Nura takut tuan….” teriaknya tapi Neti dan Fina tetap menyeretnya masuk….

” Nura kau di sampingku di baris terdepan…”Ujarku

” tuan .. Nura mohon biarkan Fina saja didepan…” ucap Nura memohon…

” baiklah biarkan Nura dan tuan Dibelakang, aku dan Fina didepan…” Ujar Neti

” baiklah kalau begitu….” lanjutku

” Net kau sudah berpengalaman naik Roller Coster ” bisik Fina

” belum pernah…. Seperti yang kau bilang wahana ini tak menakutkan kan….” ujar Neti

” hehee.. Ya wahana ini tak menakutkan…” Ujar Fina sebenar Fina juga sangat takut cuma dia berusaha menguatkan dirinya….

Neti

Kami duduk sesuai dengan posisi yang kami sepakati… Aku membantu memasangkan sabuk pengaman milik ketiga wanitaku … Kulihat Tia tertawa melihat wajah pucat Nura….sebenarnya Tia ingin menolong Nura… Tapi dia takut malah nanti Tuan menyuruhnya untuk ikut juga… Jadi dia pasrah saja berdiri dengsn Hera…

” Untung kau menyelamatkanku….” ujar Tia berterima kasih pada Hera

” Aku juga kesal kak… Aku juga pengen naik wahana ini….” ujar Hera kesal tak bisa ikut… Tapi dia mengalah … Yang terpenting adalah kesehatan anaknya…

TIA

Wahana itu mulai berjalan …. Berlahan menanjak ke puncak tertinggi sebelum meluncur….

“Nura kau pegang tanganku …” ujarku melihat wajah tegang dari Nura

Sedangkan di baris kursi terdepan…

” Fina kenapa jadi tinggi sekali…” teriak Neti yang mulai menemui ketakutannya … Melihat Roller Coster beranjak menaiki lintasan yang tinggi…

” Fina mau turun… Fina takut….” teriak Fina sambil menutup Mata…

Fina

Akhirnya Roller Coster mencapai puncaknya dan meluncur sangat cepat …. Berbalik , memengkol dengan tajam baik kiri dan kanan… Teriakan ketiga wanitaku seakan mengalahkan deru mesin Roller Coster…. Genggaman Erat Nura makin keras…. Dia menjerit dengan suara terkuatnya….begitu juga dua wanitaku yang berada didepan

Sampai Laju Roller Coster melambat dan akhirnya berhenti di tempat semula kami naik wahana ini…. Antusias dari dua wanita didepan tak terdengar Seperti di awal masuk kemari… Mungkin hanya aku yang menikmati wahana ini… Kulihat wajah Nura sangat pucat tapi dia berusaha untuk tersenyum ku bantu melepaskan sabuk pengamannya ku bantu dia berdiri…. Tubuhnya agak lemas….

” kau tidak apa-apa kan Nura…” ujarku

” tuan jangan paksa Nura untuk naik wahana ini…cukup sekali ini saja tuan sampai nanti Nura mati….” racau Nura

” hehe… Maaf kan aku Nura …. Tapi kau cukup kuat ….” ucapku …dan ku papah tubuh Nura yang masih lemah ke kursi di dekat wahana Roller Coster…

Aku beralih mendekati kedua wanitaku yang keduanya tak bergerak dari posisi nya…. Ku dekati Fina … Lalu ku bantu membuka sabuk pengamanan yang melekat ditubuhnya…

Wanita itu langsung memelukku dengan sangat erat … Jilbabnya sedikit berantakan akibat permainan ini… Dia menangis sekeras-kerasnya di tubuhku sehingga suara pun redam terserap tubuhku

” menakutkan sekali permainannya … Aku takut tuan…” ucapnya sambil merengek di tubuhku

” kau tadi bilang … Ini tak menakutkan…” balasku

” aku kira seperti itu…. Tapi saat Roller Coster mencapai atas kukira aku akan mati …” ujar Fina masih enggan melepas pelukannya

” Sudah… Sudah… Fina jangan Menangis kita tak akan naik wahana itu lagi… ” ujarku menghapus air mata yang mengalir di pipinya… Dan sekali lagi ku peluk dia agar Fina sedikit tenang….

Neti

* wueeee… Uweee….
Suara yang berasal dari Neti … Dia muntah cukup banyak, aku langsung berlari ke arahnya ….

” Maaf kan Neti tuan… Tapi Neti benar Mual… ” ujarnya…

Aku langsung bergegas memijat punggung Lehernya untuk memberikan terapi untuk menghilangkan mualnya…. Tia dan Hera pun tiba langsung memberikan Minum buat Neti dan Fina…. Tak lupa Nura yang terduduk lemas di bangku karyawan…..

Aku membiarkan mereka beristirahat dulu untuk sementara …. Aku juga merasa bersalah memaksa mereka mengikuti kemauanku….

Cukup lama kami berhenti tanpa melakukan hal apapun disana…..

” Apa libur ini harus di akhiri…” ujarku melihat wanitaku masih tersimpuh lemah….

” Jangan tuan aku masih ingin bermain disini…” ujar Fina kembali berdiri….

” ya tuan kan sangat jarang kita melakukan hal ini…” ujar Tia

” Ayo kita lanjutkan tuan…” ujar Hera mengandengku

” Nura… Juga sudah lumayan pulih tuan…” ujar Nura

” aku akan benar-benar malu pada Tuan Edi karena anak buahnya kalah dalam satu kali permainan….” ujar Neti kembali berdiri ….

” jadi kalian semua sudah siap…. ” ujarku tersenyum….

” Tapi kali ini kami yang pilih wahana nya… Hehee…” ujar Fina tertawa….

” Oke… Kalau begitu…. Next Rumah Ketakutan atau Tornado ya…” ujarku meledek mereka…

” tuan …. Itu sama saja menakutkan nya…” ujar Nura

” kita semua sudah berkumpul disini kenapa tak mengambil beberapa Foto… ” ucap Hera memberi pendapatnya

” benar itu akan jadi kenangan kita….” ujar Neti kembali bersemangat….

” kita harus cari tempat yang Bagus…. ” ujar Tia

” Kita ke Air mancur…. ” ucapku sambil mengeluarkan Kamera Foto dari salah satu pabrikan berkelas….

Kami menuju ke Air mancur…. Ku letak Tripodku yang kuambil di mobil…. Lalu ku letak kan kamera ku atur pencahayaan dan daya tangkap memastikan keindahan background yang tepat… Setelah semua siap… Aku memberitahu wanitaku yang sedang sibuk kembali merapihkan pakaian dan riasan wajahnya…. Kami mengambil banyak Pose yang luar biasa … Seperti keluarga sempurna yang tak kekurang sesuatu apapun…

Setelah mengambil beberapa foto normal… Kami melakukan beberapa Foto nakal… Mulai dari kedua tanganku meremas nakal kedua wanitaku dan bibirku mencium bibir wanitaku yang lain sedangkan yang dua lagi memelukku dari kiri dan kanan….

Setelah puas mengambil beberapa foto kebahagiaan kami …. Kami melanjutkan ke permainan selanjutnya…. Masih ada satu jam lagi waktu kami bermain di taman hiburan milik ibuku ini…..

” itu …. Itu aku ingin Naik itu tuan….” teriak Nura melihat Komedi Putar….

” itu pasti menyenangkan…” ujar Tia karena permainan itu tak terlihat menakutkan….

” aku tak akan Naik wahana kekanak-kanakan seperti itu… Apa seru duduk berputar seperti itu… Aku punya julukkan raja para monster ‘The Polar Bear’ …. Julukan akan hancur jika aku harus menaiki hal mengerikan itu …” sanggahku sambil menghentikan langkahku….

” kau harus naik tuan bersama kami….” ujar Neti dengan wajah sedikit memaksa

Tapi aku tak bergeming sedikitpun atas permintaan Neti… Lalu Fina dan Nura juga mencoba membujukku untuk naik tapi aku tetap berkeras…. Sampai akhirnya Hera dan Tia bergerak aku tak bisa berbuat apapun atas permintaan keduanya….

” Tuanku kau harus ikut kami naik…. Ini bukan permintaan ku tapi Anakmu… Kau tak ingin anakmu nanti air liurnya akan menetes karena permintaannya tak dituruti oleh ayahnya…” Ancam Hera sambil mengelus perutnya….

” Benar kata Hera… Ini bukan permintaan dari satu ibu Hamil tapi dua Tuan…. ” tambah Tia sambil tersenyum cantik sekali….

” Akhhh… Kalian berlima bersekongkol nih…. Tapi tak apalah … Karena saat ini tak ada yang melihatku menaiki wahana ini…. ” ujarku dengan terpaksa mengikuti kemauan mereka… Aku tak ingin yang diucapkan Hera benar-benar terjadi…

Kamipun menaikki hal memalukan itu yang kontras dengan aksi biasa ku yang bisa dibilang seorang yang mendekati Monster….

Tapi ternyata di wahana ini aku menemukan sesuatu yang benar-benar tak akan ku lupakan … Kebahagian yang benar-benar lepas dari semua wanitaku …. Senyuman dan keceriaan yang benar-benar lepas tanpa ada tekanan apapun… Membuat mereka semua terlihat makin cantik… Dan makin membuatku merasakan hal yang biasanya hanya dapat kurasakan saat bersama Liana….

Tak lupa aku mengabadikan moment langkah ini.. Kenapa moment ini langkah.. Karena setelah ini mungkin aku tak akan terlalu memperhatikan mereka … Karena sibuk dengan aktivitas balas dendamku yang sudah mencapai fase terakhir dan penentuan….

Fina

Kami melanjutkan kebahagian ini dengan pindah ke lapangan Gocart… Disini kami melakukan balapan… Pembalap terbaik ku adalah Hera, lalu diikuti dengan Neti… Keduanya bersaing sangat baik dalam balapan… Saling susul tapi kemampuan Hera yang mampu mengkombinasikan waktu yang tepat saat melakukan pengereman dan menekan Gas menjadi keunggulannya dibanding Neti yang berjalan tanpa perhitungan yang matang membuat dia beberapa kali harus melebar di tikungan…. Lalu Fina… Dia melaju dengan cara Safety car…. Mengendarai Gocart seperti mengendarai mobil pribadi lambat dan patuh peraturan tapi dia lumayan ketimbang kedua wanita terakhirku… Ya dia Nura dan Tia… Untuk mencapai garis finish mereka harus menabrak pembatas lebih dari 50 kali tabrakan… Bahkan Nura sampai membuat gocart berbalik arah…. Benar-benar kacau… Yang jelas aku tak mungkin menyuruh kedua mengendarai mobilku secepatnya mereka bisa menyebabkan kecelakaan yang sangat serius…. Tak lupa aku merekam semua kegiatan konyol kami disini….

Jam telah menunjukkan pukul 9 malam yang membuatku memutuskan untuk menghentikan permainan kami disini ….sebenarnya masih banyak permainan yang belum kami rasakan… Bahkan wajah kekecewaan terlihat dari wajah wanitaku…. Tapi aku masih memiliki banyak planning buat kami… Ini awal dari liburan kami…

Tia

” Tuan lain kali kita kesini lagi ya….” ujar Hera yang masih belum Puas….

” Fina juga masih banyak wahana yang ingin di naiki….” ujar Fina sambil memain naik turun alisnya yang menandakan dia mengajakku ke taman ini lagi lain waktu

” Lain kali aku akan mengalahkan mu… ” ujar Neti yang masih tak terima kalah oleh Hera di lintasan Gocart tadi…

” berlatihlah lebih banyak lagi … Karena kau tak akan mengalahkanku… ” ujar Hera tertawa….

Sedangkan Nura dan Tia masih tak henti tertawa melihat aksi memalukan keduanya yang terus menabrak….

” Ayo kita lanjutkan misi kita…” ujarku yang telah membawa mobilku mendekati lokasi wanitaku….

Semua bergegas kembali kemobil cuaca makin dingin disini….

” Tuan aku ingin berterima kasih padanya….” ujar Tia saat melihat sosok laki- laki yang tadi mengobrol dengan ku saat akan masuk ke taman ini…. Aku segera menghentikan nya sambil mengelengkan kepalanya….

” tak usah, dia orang yang pemalu dan tertutup dengan orang asing… Dan satu lagi dia sangat berbahaya…” ujarku sambil menyuruh Tia masuk ke mobil….

” memang kenapa dia Tuan” tanya Tia saat kami sudah berada didalam mobil kembali….

” Setelah kematian ayahku… Dia salah satu pria yang emosi paling tak stabil…. Dia bisa membunuh orang yang hanya tersenyum padanya… jadi jangan dekati dia… ” perintahku

” semenakutkan itu kah dia tuan…” ujar Neti

” Dia adalah pria yang hampir menghabisi Joker… Jika saat itu ayahku tak menghentikannya dia telah menghabisi Pilar terkuat dari keluarga Goldrich Company itu … Bahkan dia memberi luka Abadi di tubuh Joker….” ujarku menjalankan mobilku dan memberi klakson pada Pria itu….

Fina dan Hera yang duduk di kursi belakang fokus melihat laki-laki yang berdiri di depan pintu masuk taman hiburan yang kembali gelap gulita setelag lampu taman kembali mati… Keduanya saling berpelukan saat tiba dalam sekejap pria itu menghilang seperti tertiup angin…

” Kau lihat pria itu…” bisik Hera

” dia Hilang… Apa dia hantu…” balas bisik Fina yang bergegas kembali melihat kearah depan dengan keringat mengalir….

Aku kembali melanjutkan misiku melaju secepat mungkin….

” Tuan kenapa kau tak membawa orang sekuat itu dalam perang ini….” tanya Tia yang masih penasaran dengan sosok pria tadi….

” Saat ini… Perang ini milikku… Perang nya telah berakhir….aku ingin dia hidup normal dengan menjaga dan merawat taman milik ibuku saja…” ujarku

” Lalu tuan bolehkah aku bertanya … Maaf jika pertanyaan aku lancang … Kuat siapa antara tuan Edi atau pria itu…” tanya Neti

” hahahaa… Pertanyaaan yang bagus Neti…. Bahkan saat aku dan ketiga saudaraku bergabung melawannya … Kemungkinan kecil kami akan menang…. Pria itu bukan lah manusia lagi…” jelas ku sambil tertawa kecil

Nura , Fina dan Hera hanya menelan ludah mendengar seberapa menakutkan nya pria itu… Bahkan aku yang dianggap monster saja tak akan mampu mengalahkan pria itu…. Dia pria terkuat dari Seven Wonders ayahku… Bahkan joker akan bergetar ketakutan saat ku menyebutkan namanya….

—————————————​

Akhir kami tiba di salah satu Mall yang cukup besar… Kuarahkan mobilku… Beberapa penjaga menghentikan mobilku… Lalu mereka memberi hormat….

” Siap pak… semua telah didisterilisasi… Kalau bapak membutuhkan kami … Kami berjaga di luar bapak….” ujar komandan pasukan penjaga mall ini

” oke terima kasih….” lanjutku… Ku parkirkan di tempat parkir khusus yang telah di sediakan…

” Jangan bilang Mall besar ini milik mu juga tuan…” tanya Nura terpukau melihat besar dan luasnya gedung ini…

” ini salah satu dari 15 mall yang ada dibawah kendali Adi….” ujarku

” kau benar-benar curang tuan….” ujar Tia

” Kenapa aku curang …” lanjutku….

” kau memiliki banyak harta , kau sangat kuat dan sangat Pintar… Kau sempurna …” ucap Tia

” Tapi aku tak memiliki cinta dan kebahagiaan Tiaku…” balasku membuat Tia dan yang lain terdiam…. Mereka pasti sadar dan paham apa yang kukatakan tadi tepat mengenai hati mereka….

” Apa kita hanya akan didalam mobil saja” ucap Hera … Mencoba meluluhkan suasana canggung akibat ucapan Tia…

” Tuan statusku dan Hera …. Tak boleh terlihatkan oleh orang lain…” lanjut Tia khawatir karena ini tempat umum…

” hahaa… Tenang semua orang disini telahku bersihkan 2 jam yang lalu….” ujarku sambil keluar dari mobil….

” Aku suka tuanku…. Dia bisa melakukan apapun semaunya…” lanjut Neti

” Dia memang hebat….” puji Nura mencubit pipiku

” Dia memang bisa mendapatkan apapun dari kehidupan… Tapi disisi lain dia pun kehilangan banyak kehidupannya….” ujar Tia sambil menghembuskan nafasnya

Nura dan Neti bergegas memasuki Mall itu… Mereka seperti baru kali ini masuk ke Mall sebesar ini…. Di kota kecil kami memang ada mall tapi sangat minimalis… Tidak seperti ini semua barang ada….

Rombongan kedua adalah Tia dan Fina setelah mereka sedikit merapihkan pakaiannya… Dan wanita yang terakhir dan tercantikku masih sibuk memperbaiki pakaian dan riasannya….

” Tuan kenapa berhenti ….” Tanya Fina

” aku akan mengurus seseorang dulu… Kalian bisa beli barang yang kalian ingin kan….” lanjutku

” Jangan nakal ya tuanku….” ujar Tia tersenyum… Tia tahu dengan pakaian seksi dari Hera tuannya bisa melakukan apapun …. Meskipun itu di tepat seperti ini…

Aku mendekatinya … Aku memperhatikan kesempurnaan wanita ini….aku juga memperhatikan dia beberapa kali bergidik… Suhu dingin pasti telah menusuk kulit yang sangat terbuka…. Aku bergegas membuka pintu mobilku… Yang membuatnya kaget…. Aku mengambil Jaketku ….

Hera

” Kau pasti kedinginan kan Queen…” ujarku memakaikannya Jaket….

” Queen apa itu julukan buatku… Darimu tuanku” ucap Hera tersenyum yang menambah kecantikan yang memancar dari tubuhnya….

” julukan untukmu… Maksudmu…” tanyaku bingung

” itu ungkapan spontan yang kau ucapkan untuk sebutan cintamu pada kami…. Seperti Nura dengan sebutan Visual , lalu Amazon untuk Neti lalu Queen untuk ku kan…” ucapnya dengan senyum yang makin merekah…

” oh …ya .. Menurut kau pantas disebut itu… Cara mu yang sedikit perfectsionis itu yang aku suka….” pujiku

” kalau kau Raja dan aku Queen berarti cuma aku yang pantas di sampingmu….” ucap Hera tertawa…

” aku suka sikap percaya dirimu….” ujarku meremas payudara yang dari tadi mengintip dari selah gaun nya….

” awwww… Tuan banyak CCTV disini jangan nakal…” ucap Hera mempertahankan Payudara nya….

” semua CCTV disini milikku…” ucapku terus melanjutkan kenakalan….

” tuan yang lain nanti menanti kita…. ” ucap hera berusaha mengelak dari rangsangan yang ku buat….

” ya … Aku lepaskan kau saat ini… Tapi setelah ini tak ada ampun buat pantatmu yang seksi…” ujarku meremas pantatnya yang mengoda sekali….

Aku dan Hera menyusul rombongan terdepan… Mall ini terdapat 7 lantai utama dan 2 lantai parkir….

Kulihat Tia, Nura, Fina dan Neti menanti kami di persimpangan antara lift… Pasti mereka bingung ingin memulai dari mana…. Karena waktu kami yang sebentar di mall ini aku akan memilih tiga Lantai saja … Yang pertama lantai 3 ,4 dan 5….

Karena aku membutuhkan ketiga lantai itu untuk memenuhi liburan kami….

Fina

” Kita langsung kelantai 3 ” perintahku

Fina langsung menekan tombol 3 pada Lift…

” lantai tiga ada apa tuan…” tanya neti penasaran…

” nanti kau lihat saja sendiri…. ” ujarku langsung memimpin mereka saat pintu lift kembali terbuka… Wanitaku mengikutiku… Lantai ini berisi Elektronik dan perhiasan…

Kulihat nampak dua sosok cantik menanti kami diruangan ini….

Hanjani

” Lama tak bertemu Alex…” ucap Wanita yang sudah cukup berumur tapi tetap cantik diusia yang mungkin hampir mendekati 50 tahun

” senang bertemu dengan mu lagi ….bu Hanjani ” ucapku langsung bersalaman dengannya….

” hahaa… Kau makin tampan dari empat tahun yang lalu…apa ini wanita yang di ceritakan oleh Adi…. Mereka semua sangat cantik….” lanjutnya…

” benarkah … Kau juga tetap cantik bu…. Oh ya kenalkan dia adalah bu Hanjani dia dulu merupakan salah satu dari seven wonders tepatnya dia Bendahara terbaik yang dimiliki keluarga As Company… Dan ini para wanitaku , Tia, Hera, Neti ,Fina dan Nura” ucapku sambil mengenalkan mereka semua….

Yurika

” ini adalah anak Sulungku Yurika…” ujar bu Hanjani

” dia cantik , kau sangat mirip dengan ibu mu….” pujiku

Wanita cantik itu hanya tersenyum manis kepadaku….

” aku hampil Lupa… Tolong carikan handphone untuk mereka…” ujarku

” handphone untuk kami tuan…” ujar Tia

” ya aku kesulitan untuk menghubungi kalian… Jadi kalian butuh Handphone agar aku bisa berhubungan dengan kalian…” Lanjutku

” bolehkan kami … Memilih handphone yang bagus…” ucap Neti ragu-ragu

” hahaha.. Tentu neti sayang… Kau masih kurang yakin … Tuanmu ini tak mampu membelikan Handphone yang bagus….” ujarku

” Asikk … Fina bakal punya handphone baru heheh…” ucap Fina tertawa

” tapi aku ingin hanya ada satu kontak disitu ya … Itu hanya aku…” ujarku tertawa…

” Siaap tuan… ” ujar kelima wanitaku… Sambil tersenyum

” oh tenang saja Alex… Yurika kau bantu wanita Alex mencari yang mereka mau… Alex aku ingin berbicara sedikit dengan mu….” ujar Hanjani memberi perintah anaknya….

” baiklah.. Aku ingin mengobrol sebentar… Kalian bisa mencari yang kalian suka …” tuturku pada semua wanitaku

Akhir kau pergi cukup jauh dari mereka…. Untuk berbincang-bincang dengan salah satu orang kepercayaan ayahku ini… Mungkin di era ayahku wanita secantik Hera…. Karena garis-garis kecantikan belum habis di usia matangnya ini….

” aku benar-benar senang bisa melihat kau masih begitu sehat dan bahagia…. Beberapa kali aku ingin mengunjungimu …. Tapi aku tak punya keberanian untuk bertemu denganmu… Kehilangan kedua orang tuamu membuatku tak berani bertemu dengan mu ….” Lanjut bu Hanjani

” tidak apa-apa ibu…. Aku bisa mengurusnya sendiri… Kau tak perlu merasa bersalah dengan meninggal kedua orang tua ku…. ” ucapku menatapnya yang memperlihatkan rasa bersalahnya

” kau harus berhati-hati… Ku dengar Goldrich Company kemarin menyerah mess milik kita dan menghabisi banyak pekerja mu…. Mereka makin berani menyerang tanpa pandang bulu…” ucapnya sambil mengusap-usap pundakku

” berita itu benar… Tapi aku sudah mengurus masalah itu…. ” ujarku…

” kau pasti bekerja sangat keras… Kau juga membuat keluarga ini berkembang 6 kali lipat dari pada waktu Ayahmu…. ” pujinya sambil tersenyum

” aku memiliki orang yang kupercaya dan dendamku ini yang memberikanku kekuatan seperti itu bu….” ujarku membalas senyumannya…

” boleh aku minta satu hal padamu….” tanyanya

Yurika

” kau bisa minta apapun … Aku adalah anakmu juga… Aku akan mengabulkannya” ujarku

” biarkan Yurika ikut denganmu….” ujar nya yang sontak membuatku terkejut….

” tapi bu… Jika Yurika ikut denganku… Dia akan berada didalam bahaya… Dan ibu tahu aku memiliki kelima budak …. Yang berarti aku tak sebaik kedua orang Tuaku” lanjutku

” hahaa….aku tahu semuanya dari Adi muridku… Kalau begitu jadikan dia salah satu budakmu… Sama dengan yang lain….” ujar bu Hanjani

” Apa aku tak salah dengar…Dia Itu anak kandung mu…kau tega membuatnya menderita….” ujarku kaget dengan ucapan sang ibu yang menyuruh anaknya menjadi budakku

” tapi ini bukan keinginanku… Ini permintaan langsung dari Yurika padaku…” ucap Hanjani menyakinkanku

” huuuu..huuu …Aku tak bisa menerima ini… ” ujarku masih tak percaya keinginan Bu Hanjani padaku

“Dia hanya ingin mengabdi denganmu itu saja … Seperti aku dan suamiku dulu yang mengabdi pada kedua orang tuamu…. Jangan biarkan kemauan tulusnya kau tolak… Anakku ini dia polos dan pekerja keras sepertiku… Kau pasti akan membutuhkannya…bahkan dia siap mati untukmu…” ucap Hanjani memaksaku…

Obrolan kami terhenti saat kulihat wanitaku sudah berkumpul semua… Aku melihat masing-masing wanitaku sudah memiliki handphone mereka masing-masing….

Hera

” Tuan kami telah menemukan ini… Jangan sampai kaget melihat harganya…” ujar Hera tersenyum….

” ini semua ide Hera tuan… Aku sebenarnya tidak ingin Handphone semahal ini… ” Ujar Tia

” Aku suka itu…. Kalian bahkan lebih berharga dari harga handphone itu. . jadi jangan anggap Handphone sangat mahal….” ujarku melihat setiap budak mengenggam Handphone dengan Logo Apple bekas… Aku tahu kisaran harganya sekitar 14 Juta per Unit…

” jujur aku menyukai handphone ini tuan…” ujar Nura tersenyum

” kau tahu tuan… Butuh tujuh tahun buatku untuk bisa membeli ini dengan gajiku….” ujar Neti tertawa

” Selanjutnya kita kemana Tuan…” ujar Fina

“Ayo kita kelantai atas …. Kalian butuh iti….” ujar bu Hanjani kembali membawa kami kelantai 4… Disini adalah tempat paling liar buat wanita… Karena lantai ini berisi pakaian dan aksesorisnya…

” Tuan mau kemana liburan ini sebenarnya kita…” tanya Hera manja padaku

” ya tuan jadi kami akan mempersiapakannya… ” lanjut Fina

” kita akan berlibur disebuah pulau yang indah ” ucapku

” ooh.. Itu pasti Romantis sekali….” ujar Bu Hanjani tertawa

” tumben tuan… Jadi romantis seperti ini…. Aku curiga….” ucap Nura heran….

” sudah jangan banyak bicara…. Cepat beli pakaian yang kalian butuhkan …. Karena waktu kalian disini hanya satu jam…” ucapku… Aku tahu wanita akan lupa waktu saat disuruh belanja seperti ini…

” satu lagi…. Lantai 4 dan 5 adalah lantai pakaian jadi kalian bebas ke kedua lantai itu…. ” tambah bu Hanjani….

” Yurika … Maaf aku kalau wanita ku menyusahkanmu….” ujar ku tersenyum….

” ini tugasku tuan….” ujarnya tersenyum dan pergi mengikuti wanitaku….

Karena Yurika memegang mesin barcode …. Yang membuat barang apa saja yang di ambil oleh wanita ku akan terhitung dengan pasti….

” Kau menyukai Yurika…. ” ujar bu Hanjani kembali mengodaku….

” dia cantik… Tapi yang membuatku aneh adalah mengapa ibunya tega menjual anak gadis kepada laki-laki yang bahkan sudah memiliki 5 orang pendamping…. ” ujarku lagi

” aku tak menjualnya…. Yurika lahir tiga tahun setelah kau lahir…. Dia tahu segala tentang kita … Tentang As Company , kematian ayahmu dan Goldrich Company…. Dia sendiri yang memutuskan akan mengabdi padamu… Sejak kecil dia selalu suka melihat pergerakanmu…. Aku sudah berusaha mengalihkannya karena ku tahu saat dia nanti bergabung denganmu akan banyak derita yang akan dia rasakan… Tapi kematian ayahnya membuatnya makin bertekad untuk ada disampingmu….” jelas bu Hanjani sedikit meneteskan Air mata

Hanjani

” hmmmm… Kau itu seperti ibuku sendiri…. Aku tak mungkin menolak permintaanmu padaku…” ujar ku

” jadi kau menerimanya…. ” lanjut Bu Hanjani

” ya aku akan menerimanya…. Bahkan jika ibunya yang cantik ini juga ingin bergabung dengan skuat budakku aku akan terbuka dengan senang hati….” ucapku bercanda padanya

“Hahahaa… Dasar kau… Aku ini sudah tua …. Dan kau benar-benar berani ya ….mengoda salah satu seven Wonders… Kau akan kuhajar…” ucap Bu Hanjani memukulku cukup keras dan tertawa…

” tapi menurut temanku… Wanita yang lebih tua lebih enak katanya…. Jadi aku ingin cobanya…. ” ujarku meneruskan godaanku….

” benarkah … Aku tak percaya dengan ucapanmu… Kau hanya sedang mempermainkanku…. Kau taubkutukan saat bermain dengan wanita yang seharus kau panggil ibu” ujarnya….

” tapi bukankah paman sudah lama meninggal dan anda tidak pernah melakukan hal itu selama ini… Pasti tempat peranakananmu sekarang sudah sesempit perawan….” ujarku makin berani bercanda….

” Alex….. Kurang ajar kau…. Kau sangat jauh berbeda dengan ayahmu… Dia pria yang setia….bahkan saat ibumu menyuruhnya untuk berhubungan denganku dia menolakku…. Padahal kau tahu aku dan ibu sama cantiknya kan…” Ucap bu Hanjani masih tersenyum padahal aku sudah sangat lancang padanya….

” maafkan aku bu… Aku hanya bercanda kok… Ayah memang luarbiasa…. Kalau aku hanya anak pengacau yang sudah di ramalkan akan jadi Monster…. ” jelas ku…

” hmmmm … Tapi wajahmu dan cara melakukan tadi … Itu sangat mirip dengan ayahmu….” ujar bu Hanjani

” tapi jika kau ingin merasakan bagaimana rasanya menikmati wanita tua kau bisa panggil aku….” ujar Hanjani tersenyum

Sontak aku tersedak setelah ucapan bu Hanjani… Tiba-tiba Hera muncul mendekati kami…. Aku sedikit terkejut karena Hera telah selesai berbelanja… Kudekati dia

Hera

” kenapa wanitaku yang cantik ini sudah selesai…” ucapku

” aku sudah menyelesaikan semua kebutuhanku… Karena aku sangat mudah mencari baju yang cocok buat ku karena aku kan cantik hehehe….” ucap Hera tertawa….

” ya sih kau memang cantik … Jadi pakai pakaian apapun kau tetap jadi yang terbaik…. ” ujarku lagi….

” kalian berdua pasangan yang cocok…. Aku penasaran setampan apa atau secantik apa anak yang kalian akan hasilkan…” lanjut Bu Hanjani bergabung dalam obrolan kami….

” ah ibu aku kan jadi malu…..” ucap Hera dengan wajahnya berubah merah….

Hera pun berbincang-bincang cukup banyak dengan bu Hanjani… Aku sampai tak ingin ikut dalam obrolan seru mereka…. seperti percakapan mereka terkoneksi dengan baik…karena Tak terasa waktu yang ku tentukan hampir selesai…. Kulihat jam dinding besar diatas langit mall ini…. Hampir menunjukkan waktu untuk kami pergi dari sini

Setelah menunggu melebih waktu yang ku tentukan akhir semuanya telah berkumpul….

” Apa semua perlengkapan kalian sudah cukup untuk pesta luarbiasa kita….” ujarku

” ya tuanku kami siap….” ujar kelima wanitaku

” Dan aku akan memberitahu kepada kalian semua … Mulai hari ini Yurika akan bergabung dengan kita….” ujarku

Yurika

” Yurika akan bergabung menjadi budak tuan…” Ujar Fina terkejut

” wah makin seru dong pesta besar ini…..” ujar Neti

” Yurika selamat datang ….” ucap Tia yang menerima dengan senang hati

” jangan mentang-mentang kau salah satu anak dari Seven Wonders kau dapat keistimewaan saat bersama tuan kami…” tambah Hera

” Aku tak akan kalah juga dengan Anak Seven Wonders karena aku adalah visual tuan…” ucap Nura

” Tuan menerimaku…. Terima kasih …. Aku sangat bersyukur , aku kira kau akan menolak permintaanku … Aku akan berjuang menjadi andalanmu…. Ibu terima kasih kesempatan yang kau berikan untukku dengan ini aku bisa melayani tuan kita…” ujar Yurika tersenyum lebar….

” benar yang diucapkan para wanita Alex… Jangan karena kau anakku kau tak tunjukkan kemampuan terbaikmu… Layanilah dia dengan kemampuan terbaikmu…. Karena ini jalan yang memang kau ingin kan…” ujar bu Hanjani memeluk anaknya dan menciumnya…

” Kalian siap ayo kita pergi…. Pemilik kapal ini agak mudah emosi jadi kita harus cepat kesana…” ujarku

” Apakah laki-laki itu yang kau maksud…” tanya bu Hanjani lagi

” ya bu… Laki-laki yang menjadi cinta pertamamu… Apa kau ingin menyampaikan salam dengannya…” ujarku tertawa

” cinta pertama ibu… Siapa laki-laki itu…” tanya Yurika pada ibunya

” apa kau tak dengar ucap tuanmu… Kalian harus bergegas menuju pelabuhan….” ujar bu Hanjani

Kami bergegas kemobil dengan bertambah yurika posisi tempat duduk berubah… Kelompok Nura dan Neti bertambah hadirnya Yurika … Jadi mereka bertiga di bangku tengah mobilku… Aku bersama wanitaku menuju pelabuhan tempat kami akan menyeberang ke pulau pribadiku… Dan satu hal lagi aku baru dapat tambahan budak yang tak terduga ….tapi yang jadi pikiranku adalah ucapan terakhir ibu nya Yurika tadi … Aku jadi tertantang dengan ucapannya… Mungkin bukan saat ini tapi lain waktu… Aku akan menerima tantangan itu…

# diujung Obrolan antara Hera dan Bu hanjani​

” bu … Boleh kan aku memanggil mu ibu…” ujar Hera pada bu Hanjani

” tentu… Aku senang memiliki anak secantik kami… Tolong jaga anakku …dia masih sangat polos untuk berhubungan seperti itu kau ajari dia ya….” ucapnya

” aku benar-benar baru merasakan sosok ibu… nanti setelah aku selesai liburan ….mau kah kamu mengajariku agar aku bisa menjadi Akuntan yang Hebat sepertimu….” ucap Hera meminta

” ya tentu …. Aku akan mengajari seluruh kemampuan yang kumiliki….” lanjut bu Hanjani

” terima kasih bu…” ucap Hera … Memeluk Hanjani dengan erat…

——————————————————————————​

# di sebuah Gudang besar di pinggir kota…​

Laki-laki bertubuh menyeramkan dengan banyak bekas luka di sekujur tubuhnya bekas duel di masa lampau… Dia melalui lorong-lorong kecil dengan pencahayaan yang minim… Menuju ruangan yang cukup luas

” Siap pak…. Aku akan melaporkan pesanan yang kau butuhkan pak….” ujar seorang Anak buah laki-laki seram itu….

” berapa lagi kita butuh wanita untuk memenuhi permintaan pimpinan…. ” ujar Joker

” kita butuh dua orang lagi….” ujar anak buah itu lagi

” jadi sudah bertambah satu pesanan kita… Apa dia masih perawan…. ” ujar joker

” ya kami mendapatkan satu lagi di terminal dikota….” ujar anak buah kembali

” Terminal kota … Apa kau bodoh… Permintaan langganan kita tipe S… Apakau mencoba merusak usahaku….” teriak Joker mengamuk….dengan meninju loker hingga porak poranda…

” Tapi ini memang tipe S bos… ” ucap Anak buah itu kembali membela diri sebelum amarah bosnya makin memuncak….dan memberikan Foto wanita yang hampir setengah bugil … Hanya menyisakan Bra dan Celana dalamnya dalam keadaan terikat…

” bagaimana bisa kota kecil ini masih memiliki wanita seperti ini….” ucap Joker tersenyum

Anna

” ya pak dia seperti bukan orang sini dia hampir menaiki mobil jurusan ke Kota pelajar….” ucap Anak buahnya itu kembali….

” lalu dia bersama siapa disini….” tanya Joker

” kami hanya menemukan dompet laki-laki di tubuhnya… Atas nama dr. Agung…. ” jawab anak buah kembali

” dr . Agung aku tak pernah dengar ada dokter seperti itu di kota ini… Sudah buang saja identitas ini…. Aku tak perduli… Tapi apa benar dia masih perawan… ” tanya Joker kembali

” kami sudah melakukan pengecekan terhadapnya dia masih perawan pak…” ujar anak buahnya lagi

” bagus karena pelanggan kita meminta wanita yang masih perawan bertipe S… Setelah itu kita akan mendapat untung besar … Dan cepat cari dua wanita lainnya segera….” perintah joker yang langsung bergegas pergi dari ruangan tersebut…

” Kami akan menjaga barang dagangan kita pak… Aku juga akan memberi perintah pada anak buahku di lapangan untuk menangkap dua pesanan lagi….” ucap anak buah itu dengan penuh keyakinan….

——————————————————————————​

Akhir setelah memenempuh waktu yang melelahkan dalam perjalan panjang kami tiba di pesisir … Kucari yacht milikku….diantara banyak kapal di pelabuhan ini….sampai akhirnya ku temukan kapal yacht dengan logo beruang putih…. Ini lah kapal yang kami cari…

“Tuan Masuklah… ” teriak laki tua diatas yacht…

Langsung ke masukan mobilku kedalam yacht yang memang dapat membawa satu mobil …

” kalian bisa istrahat dalam yacht terdapat 5 kamar yang kalian dapat gunakan… Jadi istirahatlah…” ujarku aku benar tak menduga akan hadirnya Yurika jadi aku hanya menyiapkan 5 kamar saja….

Tia

” berapa lama perjalan kita tuan…” tanya Tia

” mungkin satu jam setengah….” jawabku

” Yurika kau bisa tidur dengan salah satu dari kami…” ucap Fina

” biarkan Yurika tidur dengan ku…” ujar Nura

” aku bisa tidur dengan siapapun…maaf merepotkan kalian….” ucap Yurika yang masih malu dan canggung terhadap semua wanitaku

Satu-persatu wanita cantikku masuk kedalam kamarnya untuk beristirahat…. Aku bergerak menuju dek…. Menikmati cahaya bulan sabit yang indah bersinar terang di antara kegelapan… Kapalku melaju di kapten oleh pria tua tadi di dalam ruang kemudinya yang berada di puncak Yacht ku ini….

Jia

Handphone bergetar…. Aku segera mengangkat telpon itu …. Telpon dari salah satu orang kepercayaan ku… Dia bernama Jia… Wanita yang kuangkat menjadi anak 9 tahun yang lalu…. Aku mengambil Jia dari kejamnya hidup di jalanan… Wanita yang hampir kehilangan masa depannya karena menjadi salah satu anak yang hampir di perjual belikan oleh kelompok Joker… Bahkan saat ini Jia hanya memiliki satu ginjal karena salah satunya telah di jual entah oleh siapa… Jia saat ini berumur 23 tahun…

* dreeeezzt dreeeezzt…..

” Halo Jia…. ” sambutku

” Ayah…. Aku ingin memberikan informasi penting buatmu…” ucap Jia diujung telp….

” apa ini tentang Liana….” pungkasku

” berhubungan dengannya… Tapi yang lebih penting lagi salah satu dari orang kepercayaan mu baru saja menemui nyonya….” jelas Jia

” Dia bersama wanita yang cukup dewasa… Kalau tidak salah namanya Hadi Ayah…” ujar Jia menambah kan informasi yang di berikan…

” ya sudah kau cukup fokus pada misimu yang ku berikan… Jaga dan lindungi Liana…. Biarkan laki-laki itu urusan ku….” ujar ku pada Jia

” baiklah Ayah… Aku rindu padamu Ayah….” ujarnya yang sudah lama tak bertemu dengan ku sejak menjadi sekretaris pribadi Liana

” Aku juga merindukanmu…. Kau harus berhati-hati dan jangan percaya siapapun … Saat kau ketahuan segera lari dari sana…” ucapku

” siap yah aku akan melakukan yang terbaik… Untuk menjaga Liana dan selalu berada disisinya…” ujar Jia dan langsung mengakhiri telponya….

Aku benar-benar terkejut dengan pergerakan yang dilakukan oleh Hadi, memang aku memprediksi kemungkinan buruk ini…. Tapi aku tak menyangka Hadi akan bergerak secepat ini… Apa dia sudah benar-benar siap menerima semua konsekuensi dari langkahnya … Tapi ini menarik pergerakan hadi memang ku inginkan dalam rencana besarku…. Tapi tidak saat ini… Saat genderang perang bahkan belum di tabuh….

” peperangan ini akan semakin seru…Hadi kau akan melihat betapa menakutkannya aku saat kau berani merusak keluargaku….” ujarku sambil tersenyum menantap suasana laut gelap sepanjang mataku memandang….

Suhu yang dingin … Di tambah terpaan angin Laut …. Makin membuat tubuhku makin bergairah …. Nafsu liarku malam ini kembali memuncak , apalagi mengingat pakaian yang di gunakan para wanitaku…. Aku melakukan chat kesalah satu wanitaku….

* ‘Kau sudah tidur…. ‘ chat yang ku lakukan

* ‘ belum tuan …. Aku masih belum tidur’ balas chat wanitaku….

*’ baiklah aku ingin kau pergi keluar… Dan temui aku di dek bagian depan…’ lanjut Chatku

*’ baik tuan aku segera kesana….’ akhir chatnya…

Ku menanti kehadiran nya… Tak beberapa lama aku merasakan kehadirannya …. Dia langsung memeluk tubuhku dari belakang…. Dia sangat cantik di tambah cahaya bulan yang menerpanya membuat dia semakin cantik…. Dia memakai kemeja putih panjang dan hanya memakai celana pendek yang bahkan tertutup oleh panjang kemeja membuat dia seakan tak mengunakan apapun di bagian bawahnya

Betis dan paha terlihat putih di kegelapan malam… Wajahnya sangat cantik yang membuatku sulit berpaling lama darinya…

Hera

” Hera aku merindukanmu…” ujarku

” Tuan aku juga merindukanmu …” balas Hera

Ku belai rambutnya … Kuraih dagunya … Ku kecup bibirnya… Hera pun membalas lumatku… Kami benar menikmati waktu bersama ini…. Dalam deburan ombak makin membuat suasana sempurna malam ini…

” Tuan aku sangat mencintaimu… Bahkan sebelum aku mengetahui kau siapa…” ujar Hera

” Aku juga mulai mencintaimu … Jadi kumohon tetap di sampingku Hera… Dukung aku… ” ujarku memeluk erat tubuhnya

” tuan … Meskipun nanti hatimu berubah… Aku akan berjanji tetap bersamamu…” ucap Hera

Kubuka berlahan kancing baju kemejanya yang seksi itu….

” Tuan sebaiknya kita didalam… Aku takut ada yang melihat kita disini terlalu terbuka…” bisik Hera coba menghentikan pergerakanku

” tak ada yang bakal melihat hanya ada kita disini…” ujarku mempercepat perbuatanmu untuk membuka penutup tubuh seksi nya…

Hera mulai menarik celana dan berjongkok didepan kontolku yang sudah dari tadi bersabar untuk moment ini…. Hera langsung melumat kontolku dengan bibirnya yang seksi…. Dan selanjutnya kepala Hera mulai maju mundur membuat tubuhku merasakan kenikmatan yang ku inginkan….

” akkkkhhhhh…. Kau memang budak yang luar biasa Hera… Bibirmu mampu membuatku terbang tinggi…. ” pujiku…. Membuat Hera makin horny lalu mempercepat lumatan ke kontolku… Membasahi semua bagiannya dengan air liur milik Hera….

Kali ini ku suruh Hera berdiri dan aku mulai bergantian memasukkan lidahku di lubang vagina nya membuat Hera mengeliat…

” akhhhh….akhhhh… Aaaakkhh…. Tuan terus… Teruss….” eranngnya membuat mulutku bergerilya hebat di bibir vaginannya….

” ukghhh … Ukghhh ….. ” erangnya lagi saat lidahku membelai lembut vagina dan sekitarnya… Tubuh Hera yang putih bersih ini bergetar … Cairan cintanya mulai meneteskan deras dari sela-sela lubang kenikmatan Heraa…

” Tuan masukan kontol besarmu itu…. Akhhhh….” ucap Hera sambil sambil mengoral kontolku dengan kedua tangannya…

” kau benar-benar tak sabaran ya sayang..” ucapku

” mana ada yang sabar menanti cukup lama merasakan kenikmatan dari kontolmu tuan…” desah manja Hera … Dengan wajah yang sudah penuh dikendalikan Nafsu…

” berbalik lah sayang …” ucapku menyuruhnya membelakangiku … Aku ingin menunggangi Hera sambil meremas pantatnya lalu memasuk kontol yang sudah tak sabar merasakan kenikmatan ajaib memek Hera yang kurindukan ….ku masukkan kontol ke sela kaki Hera yang kali ini merenggang membuatku mudah mengarahkan kontolku….

” Aw… Pelan tuan … Akhhhh.. Akhhh…” teriak Hera menahan gelora saat kontolku mulai menguasai lubang Rahimnya mengeliat berlahan mencapai ujung kenikamatannya…. Kedua tangannya merengkuh keras besi pagar yacht ku

Semakin cepat penetrasi ku semakin keras jeritan Hera… Suara nya yang khas … Penuh dengan kelembutan dan sedikit manja… Makin membuatku bernafsu…. Menyodok kontolku kedalam Vagina yang makin becek setelah Hera mencapai klimaks keduanya

Tubuh Hera juga mulai bisa mengimbangi ritmeku … Membuat kontolku semakin merasakan dinding Rahim Hera meremas-remasnya…. Suasana malam dingin ini kontras dengan apa yang kami rasakan …. Keringat bercucuran deras … Terlalu panas disini…

Kali ini ku cabut kontolku dan mengendong Hera yang mulai kehilangan tenaga untuk bertumpu… Ku genjot lagi dia di udara… Hera menikmati setiap genjotanku dengan wajahnya yang tetap tersenyum…

” akhhhhhh… Akhhhh haaaaakh.. Hiaaaahh ..” suara desah beradu dengan suara nafas yang mulai tak lancar….

” ayo Hera terus buat aku merasakan kenikmatan ini….” ujarku mempercepat hentakanku membuat tubuhnya meloncat-loncat keudara… Jeritan Hera pun makin tak terkontrol… Namun deru yacht yang menembus ombak malam mampu menyamarkannya….

Kegilaanku dan Hera belum berakhir sampai disitu kali ini ku rebahkan tubuhnya yang mengoda itu di kursi panjang yang terbuat dari kayu….

Lalu ku hujamkan kontolku untuk ketiga kalinya … Dengan mengangkat kedua kaki….

” Tuannn …. Aku cinta kamu… Terus puaskan aku… ” racau Hera yang benar-benar telah menjadi binal

Ku percepat laju kontolku … Semakin cepat dan semakin cepat….

* ploook…ploookk plookkk…
Benturan kontolku dan tubuh Hera….

Setelah memberi ritme cepat aku mengubah ritme yang Makin keperlambat laju kontolku … Menambah rangsang yang hebat pada vagina Hera akibat gesekan berlahan dengan dinding Vagina membuat Hera mencapai klimaksnya untuk kesekian kalinya tubuh kali ini benar-benar mencapai batasnya… Begitu pula dengan kontol kerasku yang sudah merasakan sesuatu berkumpul di kepala kontolku…. Dan siap meledak segera…

” Tuan …. Akhhh… Haaakh … Hera mencapai klimaks lagii…. ” rintih Hera mendesah sambil mengigit sedikit bibir nya…

” Kau wanita yang hebat The Queen…” ujarku pelan sebelum akhirnya kau menumpahkan segala Spermaku di jalur rahimnya….

” tubuhku dan semua milikku selama milik mu tuan…” ucap Hera terbata-bata kehabisan tenaga tapi dia tetap tersadar…. Meskipun dia tak bisa mengerakkan tubuhnya

Ku kecup lagi keningnya sebelum Hera terlalap tidur…ku gendong Hera menuju tempat nya beristirahat…. Ku rebahkan tubuhnya di kasur minimalis ini…. Ku pasang selimut untuk menghangatkan tubuhnya yang bugil… Dari terpaan dingin di tengah Laut ini

” Tuan malam ini aku ingin tidur bersamamu…” ujar Hera… Meraih tanganku …

” baiklah Hari ini aku akan tidur bersamamu…” ucapku lalu merebahkan diri di sebelah hera beristirahat

” Tuan… Boleh meminta tanganmu untuk ku jadi bantalku ” ujarnya kembali

” tentu… ” ku perbaiki posisiku lalu ku papah kepalanya Hera…. Membuat tubuhnya Tiba-tiba merapat ketubuhku…. Jantungku berdetak sangat keras….

Hera

” Apa yang terjadi… Perasaan apa ini … Padahal Aku sudah hampir 2 bulan bersama Hera… Dan beberapa kali juga aku melihat tubuhnya yang bugil … Tapi baru kali ini jantung berdetak keras dan nafasku terasa berat… Peluh gugup dan grogi menguasaiku… Merasakan setiap nafasnya yang membentur tubuhku membuat perasaanku tak menentu…” gumamku sambil memperhatikan Hera dan mengusap-usap rambutnya…yang sudah terlelap dalam lelahnya

Aku hanya tersenyum… Yang aku tahu saat ini aku benar-benar jatuh cinta padanya…. Bukan hanya ucapan semu yang selalu ku bicarakan pada para wanitaku… Kali ini hatiku benar-benar mengatakannya….

” inilah cinta Keduaku setelah aku benar-benar mencintai Liana..” gumamku melihat seluruh tubuh Hera