. Misi Penghancuran Part 34 | Kisah Malam

Misi Penghancuran Part 34

0
276
Cerita seks dewasa Misi Penghancuran

Misi Penghancuran Part 34

Wanita ku​

Hari ini aku kembali melanjutkan aktivitas yang selalu jadi rutinitasku…. sebelum aku mendapatkan kenikmatan yang mulai membuatku melupakan aktivitas ini… Aku memasuki ruangan pribadiku … Kantorku masih sepi karena kebanyakan orang berbaris rapi di lapangan utama Pemerintahan kabupaten ini….

Tiba diruanganku kulihat sesosok wanita membaringkan wajahnya ke meja dan seperti sedang terlelap…

Safira​
* bruaak… Dengan pelan
Kupukul meja tempatnya beristirahat dan melihat terkejut …

” Kenapa kau tak ikut Apel…” Tanyaku

” Aku tidak enak badan pak… ” ucap lemah wanita itu

“Kalau kau sakit… Sebaiknya kau pulang … Istrahat lah …” ucapku memberikan saran…

” tidak pak…. Aku hanya perlu istrahat sebentar saja…” ucap Wanita itu yang terlihat pucat dan kumel…

” kalau kau perlu sesuatu aku di ruangan ” ucapku kepada Safira

” bapak tak apel juga…. ” ucap Safira mencoba tersenyum…

” Aku juga lagi tak enak Hati…. Hehe…” ucapku langsung meninggalkannya…

Aku masuk keruangan pribadiku… Ku kunci pintu ruanganku…agar tak ada yang mengangguku… Aku segera mengambil handphone ku untuk Menelpon pak Usman … Aku benar-benar lupa apa yang terjadi pada anak buahku pasca pencurian data malam kemarin….

Cukup lama telpon tak kunjung diangkat , aku mulai khawatir sesuatu terjadi pada orang kepercayaan ku ini…

” Halo pak bos …maaf saya baru selesai mandi…” ujar pak Usman

Kutarik nafas panjang aku benar-benar senang dengan suara pak Usman yang terdengar Seperti biasa… Berarti tak terjadi apapun padanya….

” Syukurlah bapak tak apa-apa… ” ucapku

” terima kasih telah perduli padaku… Maaf pak bos kami tidak memberikan laporan padamu…” ucap pak usman lagi

” yang terpenting semua keadaan aman kan pak…” tanyaku

” ya pak…aku ingin melaporkan keadaan setelah kepergian pak bos … Kami hampir saja di habisi semua… Bahkan Villa kita akan di bakar oleh mereka pak.. Untungnya setelah seluruh anak buah Goldrich Company mengeledah kami..
Tapi mereka tak menemukan apapun yang mencurigakan dari kami… Jadi mereka mengurungkan pembantaian terhadap kami….” jelas pak Usman

” mereka juga seperti tak ingin gegabah menyerang kita…. Saat ini mereka pasti waspada tingkat penuh….”Ujarku…

” tuan mereka juga menyisir semua hutan dan jalan raya tempat Edi menghalangi jalur mereka…” ucap pak Usman menambahkan

” tapi mereka tak menemukan apapun… Tetap berhati-hati pak… Kapan saja mereka bisa muncul kembali…. Dan untuk semua anak-anak… Tolong beri mereka kenaikan gaji , khusus untuk bulan ini gaji mereka aku naikan 3 kali lipat…” perintahku

” tentu saja pak… Terima kasih untuk hadiahnya… Jika kau butuh kami lagi aku siap mati untukmu pak…” ucap tegas pak Usman

” serahkan sisanya padaku dan keluarga inti ku… Kau sudah berjuang saat bersama ayahku saat ini kau harus istirahat dan kau hanya harus menikmati hidupmu….” lanjutku padanya….

” tapi berhati-hati mereka kuat dan Licik… Jangan sampai terjebak… Oh ya aku hampir lupa dalam rapat semalam ada wanita yang membantah ayahnya….dia seperti mendukungmu… Menurutku kau harus waspada padanya…karena aku yakin dia akan di jadikan senjata untuk menghancurkan anda pak….” saran pak Usman …

” aku akan berhati-hati… Kau juga… Salam buat mereka semua… Terima kasih untuk bantuannya…” ucapku menutup telponku….seakan tak ingin mendengar penjelasan lebih lanjut dari anak buahku tentang sosok wanita yang katanya sampai melawan ayahnya untuk mendukungku….

Liana​

Liana apa yang dia pikirkan hingga membantah ayahnya sendiri… Dia harus menuruti kemauan ayah bukan menjadi musuh ayahnya….aku langsung mengutak-atik telponku mencari kontak seseorang yang saat ini sedang memenuhi otakku….

Aku iseng menekan tombol panggil… Aku pikir wanita itu pasti sudah menganti nomor telponnya….

* tutt…tuut…tuuut…. Aku sangat kaget setelah mendengar nada sambung pada kontak wanita ini… Ternyata wanita itu tak pernah menganti telponnya…. Aku langsung gugup menekan tombol akhiri…. .

Untung saja Liana belum sempat mengangkat panggilanku… Aku kembali menyandarkan tubuhku di meja kerjaku… Masih memikirkan hal bodoh yang baru aku lakukan… Tiba-tiba Handphone kembali bergetar… Aku agak gugup saat melihat kontak Namanya muncul dilayar Handphone ku, kontak yang paling tak Aku inginkan memanggil diriku….

Awal aku membiar handphone terus bergetar… Dan akhirnya panggilannya berakhir dengan sendirinya… Aku tak ingin mengangkat telpon nya , jika aku mengangkatnya maka akan mempersulit posisi ku untuk melepasnya…. Aku meneguhkan hati kalau hubunganku dengan Liana telah berakhir…

Tapi hal yang kuhindari itu kembali terjadi lagi… Handphoneku bergetar kembali….Liana seakan tak menyerah menghubungiku… Ini kali ketiga dia menelpon ku kembali…. Jantung berdetak , rasa ingin tahu seakan memberi perintah untuk melakukan hal yang kuhindari… Tangan ku bergerak diluar respon otakku…. Mengangkat telpon yang dari tadi terus berdering dan bergetar

Aku coba menenangkan hati untuk menghadapi masalah yang akan terjadi… Kuatur nafas….

” kukira kau tak akan berani mengangkat telpon ku…” ucap Liana

” apa cuma itu yang ingin kau ucapkan… Aku sedang kerja… ” ucapku coba segera mengakhiri ini…

” hari kau Apel … Jadi pasti saat ini kau tidak apel dan istrahat di kantor…. Ya kan…” ujar sambil mencoba menebak keadaanku….

” aku memang tidak ikut Apel … Aku masih banyak pekerjaan….” ujarku coba mencari Alasan…

” Pekerjaan untuk berbicara dengan Mantan Pacar…” ucapnya dengan Nada mengoda…

” Aku dengar kau membantah Ayah mu….” ucap coba mengalihkan kepembicaraan yang lebih serius…. Aku tak ingin terlena akan masa lalu…

” Anak buahmu yang memberitahu itu… Ya aku memang melakukannya… Karena menurutku ayah sudah melampaui batasnya….” ucap Liana

” itu tidak Baik … Kau seperti bukan orang yang ku kenal dulu…. Karena kalau Liana yang ku kenal dia akan percaya apa yang dikatakan Ayahnya dan patuh padanya….” lanjutku

” sekarang aku telah dewasa dan bisa menelaah mana yang baik dan benar… Dan saat aku menemukan hal yang salah aku akan membantahnya….” ucap nya lugas….

” kalau begitu bergabung bersama ku… Kita habis ayah mu yang sudah keterlaluan itu….” ucapku memojokkannya

Yang sontak membuat hubungan telpon kami hening seketika tak ada jawaban dari Liana tentang Ajakanku….

” Tidak mungkin kan kau membunuh Ayahmu… Makan tutup telinga dan Matamu dari apa yang kau lihat dan dengar …. Patuhlah dia !!! Lakukan semua perintahnya karena sang ayah selalu menyayangi anaknya lebih dari sayang siapapun…” lanjutku….

” Tapi… Bagaimana dengan Kau…. Aku juga tetap ingin bersamamu…. ” balasnya yang kembali membuatku merasakan hal Aneh seketika….

” Apa yang kau harapan dari pria yang sekarat sepertiku….” tanyaku

” Alex kau ingat janji ini ….Sebesar apapun Aku marah padamu dan mengusirmu ,kau akan terus kembali memelukku…. Tapi kenapa kau sekarang tak kembali memelukku kau malah makin menjauh dan menjauh bahkan aku hampir tak bisa melihatmu lagi….” ungkap Liana yang menahan penuh kesedihannya….

” Andai waktu berulang dan kejadian kelam ini tak terjadi …. Aku mungkin akan melaksanakan janjiku….kau wanita yang membuatku merasakan hal yang seharus tak pernah bisa kurasa sebagai makluk liar sepertiku…. Tapi kau tak pernah merasakan kehilangan , itu yang membuat dengan mudah bilang maafkan lah… Lupakanlah… Kau tahu Hatiku saat ini berlahan terus menghitam dimakan dendam …. Aku bukan Alex yang kau kenal dulu… Cepat atau lambat kita akan bertemu tapi sebagai musuh….” ujarku

” Aku makin takut mendengar kebenaran yang terjadi antara kamu dan Ayahku… Apa yang harus kulakukan ….” tanya Liana dengan nafas yang mulai tersendat….

” kau harus tetap berada di pihak Ayahmu dan Keluargamu… Apapun yang akan kau ketahui nanti kau harus tetap bersamanya… Dan ini permintaan terakhirku padamu…. Saat nanti kau bertemu kesempatan menghabisiku … Tolong habisi Aku….agar semua rasa sakit dihatiku ini hilang … Agar aku tak benar-benar menjadi monster tanpa hati….” pintaku…

” Aku tak akan bisa melakukan permintaan mu… Aku akan berusaha keras menyelamatkanmu…” ucap Liana kembali

” Satu-satu cara menghilangkan Dendamku adalah kematianku Atau kematian seluruh keluargamu dan tak ada opsi ketiga dari hal ini….” tegasku kembali

” Alex kemohon hentikan…. Aku mencintaimu…” ucapnya mulai terdengar isak tangis….

” Liana jangan menangis…. Setiap kau menangis hatiku semakin perih…Kemohon hentikan ini… Lupa kan semuanya dan Hiduplah bahagia….” lanjutku

” Kebahagianku adalah dirimu….” ujarnya sebelum aku mengakhiri hubungan Telpon kami…

Liana​

Tubuhku terasa kehilangan semangatnya…aku memang telah berjanji melindungi Liana sepenuh hatiku dulu… Tapi saat ini keluargaku ,lalu para wanitaku adalah prioritas tujuanku… Aku akan melupakan perasaan ini sesakit apapun itu akan terjadi nanti… Aku hanya ingin menghabisi seluruh keluarga Goldrich Company…. Itu sumpahku sebagai seorang Anak dan pewaris terakhir keluargaku….

Safira​

Cukup lama aku tak bergerak dari kursiku… Rasa kering di tenggorakan seakan makin akut… Sehingga kuputuskan untuk keluar dari kesendirian diruang pribadiku…. Kulihat wanita diluar masih meringkuk tertidur dengan jaket yang tak terlepas dari tubuhnya… Aku coba untuk tidak menganggu tidur nya yang lelap… Melaluinya begitu saja… Dan berusaha mencari dimana cangkir minum yang disimpan oleh para stafku…. Kubuka satu-persatu laci dengan sesenyap mungkin agar tak terdengar oleh Safira yang terlelap….

Cukup lama aku mencari aku mulai frustasi dimana tempat para anak buahku menyimpan cangkir untuk ku minum…. Aku makin tak sabar membuat sebuah bunyi akibat beberapa berkas tercecer saat aku membuka laci tersebut….

Sontak membuat wanita yang terlelap itu…. Langsung terbangun mata yang sipit akibat terlalu lelap tidurnya… Mata nya berusaha mencari asal suara yang kubuat… Seperti seorang pencuri yang kepergok oleh pemilik rumah posisi mematung tak bergerak….

” Pak , sedang apa… ” ucap nya Lirih…

” Aku haus, aku mencari cangkir untuk minum… diletak dimana ya…” ucapku sedikit kikuk dengan kejadian aneh ini….

Wanita lesu itu penuh berusaha berdiri… Dengan tubuh lemahnya….

” ada di lemari nomor dua pak…” ucapnya coba menunjuk kemudian dia kehilangan tumpuan berdirinya…. Dan rubuh kedepan

Spontan tubuhku bergerak menyambut tubuh yang tak berdaya itu…. Tumpuan lembutnya menyentuh tubuhku … Aku dapat merasakan seberapa besarnya payudara miliknya yang selalu tersembunyi dalam balutan jilbab panjang….

” Fira … Tubuhmu Panas sekali …” ujarku merasakan panas tubuhnya yang meluap….

Hanya desis nafas lemah yang terdengar… Lalu aku dikagetkan Dengan kehadiran Desifa yang muncul di pintu …

Desifa​

” Kak Fira ada apa….” tanya panik wanita ini melihat tubuh Safira lemas bertopang dengan tubuhuku…

” dia sakit … Tubuhnya panas…. Des kau bisa bawa kan semua barang milik Fira kita akan antar dia kerumah sakit ” ucapku langsung membopong tubuh yang lemah itu….

Desifa segera mengambil tas jinjing milik Fira dan mengumpulkan beberapa peralatan milik Fira untuk di masukan kedalamnya…. Aku bergegas meninggalkan ruangan kami …. Fira mengenggam erat tanganku dengan jari-jemari lemahnya… Dia mulai tak perduli dengan payudaranya yang besar bersentuhan dengan dadaku….

Lain dengan ku… Bagian bawahku terasa sempit… Jadi aku mencoba mengatur nafasku untuk mengurangi nafsu liarku… Aku tak ingin Fira atau Desifa mengetahui sifat mesum ini… Aku menitih tangga berlahan menikmati setiap sentuhan demi sentuhan yang di berikan payudara super dari Fira….

Tiba di lantai dasar … Ku letak Fira yang lemah menyenderkan tubuh lemahnya dengan pembatas pagar… Desifa pun memeluk Fira yang lemah…. Sambil mengusap-usap rambutnya…. Aku bergegas mengambil mobil Fortunerku yang terparkir cukup jauh dari lokasi ku letak Fira….

kupacu mobil ke tempat kedua wanita yang menantiku… Kedua masih saling berpelukan… Ku hentikan mobil tepat didepan keduanya kembali aku mengendong Safira ke dalam mobil diikuti oleh Desifa yang masuk ke dalam mobil…

” Pak … Tak usah kerumah sakit….” ucap lirih Fira dengan sisa tenaganya….

” kita ke klinik saja dulu…. Setelah itu baru aku akan antar kerumahmu…” ujarku

Tapi Safira terus mengelengkan kepalanya… Menolak bantuanku…. Desifa pun tak bisa berbuat Apa-apa….

” Baiklah aku akan mengantar mu Pulang….” lanjutku menghidupkan mesin mobil dan melaju… Aku sengaja mengambil jalan memutar karena jika melalui jalan biasa aku harus melalui para pegawai yang sedang melakukan Apel….

” ehhhkhh…” desah Safira mengeluarkan hembusan Panasnya…

” Tubuh Panas sekali kak…” ucap Desifa

“Aku hanya perlu istrahat kuk Fa….” jawabnya

Aku langsung menuju klinik terdekat… Ku hentikan mobil tepat didepan Klinik dan kembali turun untuk mengedong Safira….

” Pak sudah aku merepotkan kalian…” ujarnya mencoba menolak dengan tubuh yang lemah….

” kau justru merepotkanku jika kau tetap sakit….” bentakku agar dia mau menurutku untuk si periksa di Klinik ini….

Akhirnya Fira tak melawan lagi gendonganku terhadapnya…. Aku langsung membawa masuk ke Klinik … Dan syukurnya klinik cukup hening karena baru saja buka…. Membuat Fira tak perlu menunggu terlalu lama…. Ku biarkan Desifa dan Fira masuk ke dalam kamar perawatan…

” Alex ya…. Kau Alex kan….” ujar Wanita membuyarkan lamunanku yang sedang menanti Fira dalam ruang perawatan….

Aku coba berpikir sejenak siapa gerangan wanita cantik ini… Kulit putih bak porselin, tinggi dan Rambut panjang Hitam,… Dia seperti seorang Dewi yang turun dari langit…tapi wajah benar-benar tak asing olehku…. Wajahnya mirip dengan salah satu budakku….

Mia​

Aku memperhatikan secara menyeluruh tubuh wanita dengan jas Dokter ini…. Akhir aku sadar dia wanita yang kulihat saat aku melayat di rumah Rafina yang lalu… Benar dia adalah kakak dari Rafina… Ya dia Adalah Mia…. Aku lihat di papan Nama di Jas dokternya Ramia Safitri….

” Kau kakaknya Rafina kan…” ucapku tersenyum sambil menyambut tangan halus nan putih Mia…

” kukira kau sudah melupakanku….” ucapnya membalasku dengan senyuman yang tak kalah cantik dengan Tiaku….

” aku agak sulit mengenalmu karena saat ini kau sangat cantik…”pujiku karena perbeda yang cukup mencolok dari Mia yang sebelumnya….

” kalau kemarin kau bertemu mode ibu-ibunya sekarang mode gadisnya donk….” ucapnya tertawa sambil memukul tangan ku

” ngomong-ngomong gimana kabar anak dan orang tuamu…” tanyaku basa-basi untuk menikmati lebih lama wajah ceria Mia….

” iiih… Kayak pertanyaan merusak style gadis saya Saja… Anakku sehat dia saat ini bersama ibu mertua saya, kalau ibu sama ayah sehat semua… ” jawabnya tetap terus senyum ramah

” ohh maaf ” balasku sambil ikut tertawa

” sedang apa kau disini…” tanya Mia

” Aku mengantar salah satu stafku di kantor tubuhnya Panas sekali tadi…” jawabku

” Bos yang perhatian, sedikit mencurigakan…” ujarnya sambil mengodaku….

” tenang Aku bukan tipe bos yang bisa curigai….” balasku dan kami pun tertawa bersama…

Wajah sendu yang kulihat saat tragedi yang terjadi pada Adiknya…. Tak nampak saat pertemuan kedua kali ini…. Mata benar-benar tepat memperhatikan nya tempo lalu… Karena kakak Rafina ini benar-benar sangat cantik dan elegan….

” kau sedang apa disini…bukannya kau dinas di kota….” lanjutku bertanya

” kepala klinik ini teman dekatku…. Jadi kami punya janji untuk hangout bareng hari ini…. Sekalian pergi ke tempat teman ku yang akan menikah….” jelasnya

” kenapa gak bawa anak… Biar disangka masih Gadis ya…..” ledekku…

” ya sih… Tapi sebenarnya anakku masih kecil … Kasian kalo dibawa perjalanan jauh….sama agak repot…. Suamiku sibuk … Jadi terpaksa ngegadis deh…. Mau ikut dengan ku….” lanjutnya

” Males … Yang ada nanti aku jadi supir Online kalian …kalau kau masih gadis aku sih mau saja…” ucapku meledeknya…

Mia​

” hhmmmmm … Meskipun aku sudah menikah tapi goyangku akan membuatmu hanya bertahan 10 menit….” balasnya meledekku dengan pose seksinya…

” ughhh serem… Ibu-ibu binal ….” ujarku tertawa…

” hahaa… Alex boleh minta nomor telpon mu…” tanyanya

” untuk apa… ” ucapku

” siapa tahu kau kedinginan karena kelamaan Jomblo… Kau bisa mengajakku hangout…” ujarnya

” Waww…. Nanti suami marah loh…” ujarku memberikan dia nomor telponku…

” ya jangan sampai ketahuan…” jawabnya yang cukup mengagetkanku….

Handphone Tiba-tiba bergetar…. Nomor tak di kenal melakukan panggilan di handphone ku

” itu nomorku… Aku duluan temanku sudah menantiku di ruangannya…. Sampai ketemu lagi…” ujarnya sangat ceria lalu meninggalkan ku di lorong klinik sendiri….

” Mia… Mia … Kau tak tahu seberapa menakutkan manuver kontolku… Bahkan kelima wanitaku saja mereka menyerah tak berdaya… Apalagi kau… Yang ada kau yang akan tepar dalam 10 menit kamu….” gumamku memperhatikan sosok yang terus menjauh dan menghilang masuk ke dalam suatu ruangan….

Rafina​

Aku jadi teringat tentang Rafina… Yang hanya menunggu waktu sebelum menyerah dengan keperkasaanku…. Seperti hari ini aku ingin merasakan kenikmatan dari Rafina ….

” Pak kenapa anda bengong…” ujar Desifa mengagetkanku

” oh kalian sudah selesai…. Tidak aku terpikirkan pekerjaan yang belum tuntas… Kenapa dengan Safira… ” tanyaku

” dia hanya kelelahan… Dan makan kurang teratur menyebabkan daya tahan tubuh lemah…. ” jelas Desifa….

” oooh. . kalian duluan saja ke mobil… Aku akan menebus obat dulu…” ucapku menuju Apotik dari Klinik ini untuk membayar Administrasi dan sekaligus mengambil Obat…

Cukup lama aku Antri … Setelah selesai giliranku… Aku bergegas menuju mobilku…. Kulihat Safira hanya menyandarkan tubuhnya yang lemah di jok belakang dan Desifa di sampingnya

Kami segera mengikuti petunjuk dari Safira untuk tiba dirumah Safira… Karena kebetulan aku dan Desifa tak mengetahui dimana alamat rumahnya… Cukup berkelok rumah yang kami tuju… Melalui banyak perkampungan…. Hingga tiba di tempat tujuan kami…. Rumah mungil beratapkan seng, dengan bata merah yang belum tuntas di plaster….

Di ketuk pintu rumahnya oleh Safira sendiri… Tak berapa lama seorang gadis cantik dengan wajah khas sang ibu membuka pintu… Dia sempat menangis melihat keadaan ibunya yang lemah tak bertenaga….

Aku menyuruh Desifa langsung menuju kamar… Agar Safira bisa langsung beristirahat…. Aku hanya duduk di ruang tamu…

” Pak… Aku dan Cia akan membeli beberapa makanan dulu ya… ” ucap Desifa…

” Lalu aku … Kau gila meninggal aku sendiri disini…. Bisa di gerebek orang kampung Aku sendiri disini.. Suami Fira kan gak ada…” ujarku

” hahaa.. Pak bos mah becanda aja… Tapi awas kalau sampai macam-macam ya…” ujar Desifa mengejekku….

” pintu jangan ditutup… Bahaya…” lanjutku

” ya pak…. Aman … ” ujar Desifa pergi bersama anak Safira….

Jantung berdetak kencang … Sungguh tak nyaman berada di rumah ini … Bukan karena rumah ini tak sebagus rumahku … Tapi kami hanya ada aku dan Safira yang merupakan istri sah orang lain berada dalam satu rumah….

Aku beberapa kali menarik nafas untuk menghilangkan pikiran mesum ku pada Safira… Tapi semakin ku berusaha melupakan hal buruk itu…. semakin aku terbayang betapa besar gunung kembar milih Safira… Apa lagi saat ini dia sedang tak berdaya… Hati jahatku menyuruh melampias nafsu segera… Tapi kucoba mengontrol emosi ku dengan memberikan stimulan positif pada otakku… Dan meyakinkan diriku Safira masih memiliki seorang Suami….

* traaackkk terdengar bunyi pecah dari arah kamar Safira…

Aku sedikit gugup karena suara itu berasal dari daerah yang punya tingkat privasi paling akut…. Tapi aku mulai berpikir sesuatu yang berbahaya terjadi didalam sana…. Jadi ku yakin kan Hatiku dan langsung menerobos Horden yang menutupi pintu kamar….

Safira​

Aku benar-benar mati langkah saat kulihat wanita cantik yang duduk tersimpuh didepan gelas pecah bercerai berai didepannya… Yang membuatku tertegun ialah baju Pemda berwarna krem itu , kancing sudah terbuka semua bahkan salah satu tangan baju sudah terlepas dari tangannya… Hanya satu tangan saja yang masih melekat di tubuh yang putih maksimal…. Wanita khas jawa dengan kulit putih perpaduan yang luarbiasa… Membuatku menelan ludahku beberapa kali …

Seperti Safira ingin menganti pakaiannya lalu keseimbangan hilang hingga jatuh membentur gelas yang ada di atas meja …. Dia menatapku tapi tak bisa berbuat Apa-apa karena tubuhnya masih lemah….

Aku yang sudah kepalang basah … Mendekatinya berusaha memberikan pertolongan padanya… Sontak membuat Safira malu… Tapi apa yang bisa dia lakukannya sekarang dengan kondisi seperti ini….dia hanya berusaha menutupi ukuran payudara 34 D yang terlihat sesak dalam Branya yang kesulitan menampungnya…

” Kau ingin salin … Aku bantu ya…” ujarku menahan Nafsuku… Bahkan juniorku mulai bangkit….

Dia hanya mengangguk lemah… Mulanya ku bersihan pecahan gelas dengan sapu dan sekop lalu aku angkat Safira agar duduk kembali di ranjang kayunya….

Kemudian berlahan ku bantu melepaskan pakaiannya yang belum terlepas sempurna … Safira pun mengikuti semuanya dengan berlahan… Sampai baju krem khas pakaian dinas Senin ini , terlepas dari tubuhnya… Yang bersih putih terawat…

” mana pakaian gantinya…” tanyaku…

” maaf saya akan mengambilnya…” ucap Safira yang berusaha berdiri tapi kepala yang pusing kembali membuatnya kehilangan kesimbangannya lagi dengan spontan aku menahannya tubuhnya dan tanpa sengaja membuat pengait payudara terlepas dari tubuh… Yang membuat Bra terbuka namun masih mengantung karena masih terkait dengan kedua lengannya….

Keadaan ini makin buruk buatku dan Fira… Aku berusaha penuh mengontrol nafsuku… Dengan cepat aku kembali mengaitkan Bra yang terlepas… Lalu menyuruh untuk kembali duduk… Safira hanya tertunduk malu… Hampir seluruh tubuh bugilnya telah dilihat oleh orang lain yang bukan Muhrimnya…

Safira​

Aku langsung bergerak membuka lemari kayu yang tampak reot itu… Kulihat susunan baju wanita tersusun rapih… Aku memberikan kode pada Safira untuk pakaian apa yang dia akan gunakan… Lalu dia memberi tanda baju tidur berwarna putih tangan panjang…

Aku mengambil pakaian yang telah di beritahu oleh Safira dan memakaikannya dengan perlahan… Sambil terus menyebutkan kata-kata untuk membatasi hubungan kami…

” Dia wanita bersuami jangan macam-macam… ” gumamku untuk menahan nafsuku….

Hingga adegan yang tak biasa itu selesai… Aku mencoba segera menyelesaikannya dengan sempurna dan segera bergegas keluar dari kamar kecil panas yang makin panas itu… Saat aku melangkah keluar kamar…

” Pak … Boleh bantu untuk bagian bawahnya…” ujar Fira lemah…

Deg… Jantung soal menyemburkan banyak darah ke seluruh tubuhku dengan cepat … Tubuhku bergetar … Bukan karena takut … Tapi menahan Nafsu besarku… Aku adalah monster yang tertidur tapi semenjak aku dapat merasakan kenikmatan dari tubuh para wanitaku, itu membuat nafsu monster ini terbangun… Dan makin sulit di kendalikan….

Aku membalikkan tubuhku… Kulihat wanita dengan mata berbinar memohon pertolongan… Segera ku dekatinya lagi…dia pun berusaha bangun melepaskan pengait rok kerjanya dan menurunkan retseliting nya … Ku bantu menurunkan rok berwarna krem itu… Sehingga dapat kulihat paha mulus putih miliknya…. Ku percepat membantunya melepaskan celana sebelum Safira menganggap ku sebagai orang mesum yang memakan kesempatan dalam kesempitan seperti ini… Tapi tubuhnya yang mengiurkan memang sayang untuk dilewatkan…

Setelah selesai melakukan hal yang bahkan tak kulakukan dengan para wanitaku …aku segera pamit untuk keluar dari kamar pribadi Safira…

Aku kembali keposisi awalku menanti staf yang entah pergi kemana…. Tak beberapa lama ku dengar suara Desifa mendekat…. Dia membeli banyak sekali bahan baku pangan ….

Desifa​

” apa ya kau beli… Mengapa sangat banyak…. ” ucapku

” hehe…. Mumpung punya rezeki pak….” ujarnya sambil memasukkan bahan belanjanya yang banyak itu….

” ayo kita kembali ke kantor… Biarkan Safira istirahat… ” lanjutku….

” ya pak … Aku pamit dengan kak Fira dulu ya . ” ujar wanita manja itu….

Tiba-tiba

* bruaak… Pintu kayu di dorong keras dengan tangan oleh seorang bertubuh kekar…

” eh … Dimana si Fira…” ucap Seorang wanita itu dengan cukup ketus… Belum lagi laki di sampingnya yang terus melotot ke kami… Aku cukup tenang dan tersenyum melihat ini… Aku sudah biasa menghadapi masalah seperti ini… Bahkan bisa di bilang makanan sehari-hariku …

” dia sedang istirahat … Dia sakit bu…” ucap Desifa memberanikan diri memberitahu keadaan Safira….

” bilang dengannya untuk cepat keluar jangan bersembunyi-sembunyi terus…. Kosannya belum bayar lebih dari 3 bulan sekarang…” ucap Wanita itu cerewet…

” tapi ibuku benar-benar sakit “ucap anak Safira
.
” eh… Anak kecil ini dah ikut berbohong… ” lanjut wanita itu dan mencoba menerobos barikade Desifa dan anak Safira dengan mendorong keduanya…

Dengan spontan aku menghentikannya… Aku menarik tangan wanita itu hingga terhenti… Membuat laki-laki yang dari tadi diam bergerak merengkuh kerah dan mengangkatnya keatas….

” apa kau calon suami baru si wanita banyak hutang itu…. Kau tahu suaminya saja sudah pergi dengan wanita lain tak tahan dengan nya…” teriak wanita itu tersenyum licik….

” lepaskan tangan mu dari bosku…” ucap bodyguard itu….semakin menarik kerah bajuku dengan keras….

Aku mendekati telinga bodyguard itu….

” sampai pakaian ku robek atau kusut … Kau tak bisa keluar dari sini hidup-hidup ” bisikku sambil memancarkan sedikit kengerian dari aura pembunuhku…dari sorot mataku yang mengintimidasi nya…

Safira​

” Hentikan…. Maaf bu aku belum bisa bayar kosan hari ini beri saya waktu sedikit lagi ” ujar Safira yang keluar dari kamarnya

” kau minta tempo lagi… Tak ada lagi … Kalian harus keluar dari sini….aku akan menjual rumah ini…” bentak wanita itu coba melepaskan pegangan tanganku….

” aku akan membayar semua hutang dan kosan wanita ini ” ujarku menarik wanita itu untuk berbalik melihat itu…. Dengan mendorong sedikit tubuh laki yang menggengam kerahku hingga dia terdorong dan terlepas…

” haha … Kau ingin membayar semua hutang wanita ini… Kau akan kaget saat aku menyebutkan nominalnya…” ucap wanita itu menunjuk wajahku…

” berapa pun itu aku akan membayarnya…” ujarku

” sudah hentikan pak… ” teriak Fira dengan tenaga tersisanya…. Membuat nya hampir terjatuh untung Desifa sigap memapahnya….

” aku ingin tahu sampai mana kesombongan Laki ini…” ucap wanita pemilik kosan ini…

” cepat aku masih banyak pekerjaan … Kalau perlu kau masukkan juga berapa harga dari kosan ini ” ucapku dengan santai saja….

Wanita itu langsung melihat buku kecil yang di bawanya… Mencoba menjumlah hutang dari Safira… Lalu menunjukkan ku jumlah yang ada di kalkulatornya….

” totalnya 24 juta …” ucap Wanita tersenyum karena dia tak yakin aku mampu membayarnya…

” pak kumohon jangan lakukan hal itu…” ucap Safira memelas padaku….

” tolong , jumlahkan juga berapa harga rumah ini sekalian….” ucapku sambil tersenyum….

” aku akan menjual rumah ini 75 juta …” ucap wanita ini yang terkejut melihat Ekspresi ku yang cukup tenang setelah dia menyebutkan nominal Hutang dari Safira….

” 99 juta… Kenapa tak kau buat 100 saja biar pas… Kau siapkan sertifikat rumah ini … Aku akan langsung membayarnya semuanya…” ucapku yang sekarang membalikkan tekan terhadap mereka….

” haaa… Kau … Kau akan benar-benar membayarnya….” wanita itu tertawa dan terkejut….

” kau mau uang kas atau transfer ….” ujarku kembali

” terserah anda saja… ” ucap wanita itu yang kali ini menurunkan nada suaranya

Lalu dia menyuruh bodyguard untuk mengambil sertifikat tanah rumah ini… Kami pun langsung melakukan jual beli tanah ini langsung… Setelah itu aku langsung mentransfer nominal yang diminta oleh rentenir dan pemilik kosan ini ke buku Rekening nya

Mukanya pucat saat SMS mobile dari provider Bank yang menunjukkan ada penambahan Nominal uang pada buku Rekening nya….

” Aku sudah melakukannya… Sekarang jangan ganggu wanita ini lagi…. Jika kalian masih menggangunya … Kalian akan berhadapan dengan ku….” ucapku menekan mereka….

Bahkan bodyguard itu pun tak mampu menunjukkan keberaniannya lagi terhadapku… Seperti awal kami bertemu… Seperti kemampuan untuk mengintimidasiku sangat berhasil padanya… Membuat kegarangan menurun drastis…

” Kau memang hebat wanita sok Alim… Kau pasti menjual tubuhmu padanya ya kan…” tanya wanita itu melecehkan Safira….

” pergi dari sini sekarang … Atau aku akan menghajarmu… Aku tak perduli kau seorang wanita sekalipun…. ” Ancamku dengan menarik kerah baju wanita itu membuatnya terangkat beberapa centi dari tanah…. Membuat wajahnya yang semula sombong menjadi pucat pasi….

” lepaskan aku….” teriak wanita itu

“Kalau kau berani maju sedikit saja … Kupastikan kau akan merasakan seberapa keras tinjuku…” ancamku pada bodyguard wanita angkuh ini…

” baik…. Baik kami akan pergi dari sini…” ucap Wanita angkuh itu lagi

” sebelum itu minta maaflah pada Safira…. ” teriakku dengan menekan lebih keras kerahnya

” baik-baik Fira maafkan ucapanku tadi… Aku benar-benar minta maaf …” ujar wanita angkuh itu… Aku pun segera melepaskan cengkraman ku pada nya…

Kedua nya langsung pergi tanpa mengatakan sepatah katapun… Aku melihat anak Safira yang melihatku…. Entah apa yang dirasakan oleh anak ini terpukau atau malah ngeri dengan apa yang kulakukan… Aku mencoba mencairkan suasana tegang ini dengan tersenyum dan mengelus kepalanya anak itu….

” pak … Kenapa kau lakukan itu…” ucap Safira lemah….

Aku hanya tersenyum padanya… Sebenar aku melakukan ini untuk membayar dosaku yang menikmati tubuh Safira tadi….tapi tak mungkin aku akan mengatakannya hal yang memalukan ini

Handphone berdering… Ada panggilan yang masuk …. Ternyata dari Pak Bupati ku…

” siap Pak….” jawabku

” Kau dimana Alex…. Aku ada perlu dengan mu bisa kau segera keruangan ku…” lanjutnya

” aku sedang berada di luar pak… Setengah jam lagi aku akan tiba disana….” jawabku kembali

” cepatlah …aku menunggu mu….” ucapnya dan mengakhiri telponya….

” mau apa lagi sih laki-laki ini…” gumamku sedikit malas bertemu dengannya

” Siapa pak…” tanya Desifa

” bapak mu kangen denganku…” ucapku tertawa kecil

” pak Bupati maksudnya….” ujar Desifa ikut tertawa…

” Fira kami pamit jaga kesehatan ya….” lanjutku…

” terimakasih pak aku telah merepotkan mu…” ujarnya Safira tersenyum dengan wajahnya yang masih lemah….

” kau jaga ibu mu… Jangan sampai dia sakit lagi…” ucapku pada Anak Safira… Sambil berjongkok mengelus kepalanya…

” terima kasih om…” ucapnya dan yang mengejutkan dia mencium pipiku dengan bibir kecilnya….

” Cia apa yang kau lakukan …” ucap Fira yang langsung menarik anaknya

Aku hanya tersenyum dan pergi meninggalkan keduanya…

” kakak cepat sembuh ya…” ujar Desifa sambil melambaikan tangannya…

Ku pacu mobil kembali untuk segera menemui pak Bupati secepat mungkin…. Aku dan Desifa sama sekali tak bicara karena sibuk dengan urusan masing-masing … Desifa sibuk dengan Handphonenya dan aku fokus pada laju mobilku…

Desifa​

” Fa …. Kapan resepsi pernikahan mu…” tanyaku membuka percakapan kami

” dua bulan lagi pak…. Datang ya …” ujarnya

Aku mulai berpikir sejauh apa Desifa tahu perseteruan antara aku dan Goldrich Company… Tapi dari ucapannya yang polos ini seperti dia belum tahu banyak masalahku… Apa yang di rencanakan Ivan pada Desifa … Itu yang menjadi misteri buatku yang harus segera ku pecahkan sebelum Desifa masuk ke dalam perseteruan kami yang sebentar lagi akan berubah menjadi perperang dengan banyak darah….

” pak anda tadi keren sekali… Kalau aku jadi Kakak Safira aku langsung jatuh hati padamu…” ucap Desifa membuyarkan lamunanku

” benarkan… Apa kau tahu masalah Safira…. ” tanyaku untuk mengetahui informasi yang tak ku tahu… Saat ini yang aku tahu suami Safira tak ada dirumah, dan sesuai ucapan pemilik kosan tadi kalau dia pergi dengan wanita lain….

” Kakak Fira itu kuat banget bahkan di kantor dia mampu menutupi semua kesedihan nya pak… Semua orang di kantor pun tak tahu ini terjadi … Aku pun tahu dari Cia …” ujar Desifa…

” memangnya apa yang terjadi…” tanyaku yang makin penasaran…

” Suami cukup sukses menjadi pedagang… Tapi saat ini pria itu tergoda oleh wanita lain yang katanya jauh lebih baik dari kakak Safira… Jadi dia memutuskan untuk pergi dengan wanita itu dan meninggalkan kakak Fira… Bahkan dia sedang mengurus perceraian dengan kakak Fira…” jelasku

” lalu hutang banyak itu ….” tanyaku

” seperti itu modal dagang yang di pakai suaminya untuk memulai berdagang saat tiba disini…. Tapi dia tak membayarnya malah membebani ke kakak Fira… Kasihan ya pak…” ucap Desifa polos….

” ooh jadi seperti itu….” lanjutku

” Apa semua laki-laki itu seperti itu dia tak pernah puas dengan satu Wanita saja…” ujar Desifa yang membuatku terasa terpukul…. Karena aku juga melakukan hal seperti itu …. Bahkan aku terang-terangan berhubungan didepan para Wanitaku… Pantas saja Tia sampai cemburu seperti itu… Aku jadi benar-benar merasa bersalah …. Tapi terserahlah mungkin itulah takdir kami menyukai banyak wanita…..

Kami pun tiba kembali ke kantor… Aku segera berpisah dengan Desifa…. Aku melanjutkan ke ruangan Bupati ….

Kuketuk pintunya… Hingga di persilahkan masuk… Pak Bupati langsung tersenyum melihat kedatanganku dan menyuruhku duduk di Sofa tamunya….

” Ada apa pak… Kenapa memanggil saya….” tanyaku

” Apa kau sudah punya Pasangan…” tanyanya to the point

” Aku sudah memilikinya….” jawab spontanku bahkan bukan satu tapi 5 orang ….

” Dia berasal dari Mana…. Dan keluarga Apa..” tanyanya

” Dia berasal dari sini saja pak…. Keluarga yang bapak maksud apa…” balikku bertanya…

” maksudku dari keluarga kaya mana atau dari orang berpengaruh seperti apa…. ” tanyanya kembali

” dia dari wanita biasa pak….” jawabku… Yang sedikit membuat kesal dengan pertanyaan yang menurut tak penting itu

” sayang sekali, kau adalah pria elite … Dan wanitamu orang biasa… Itu tak etis melihatnya…” ujarnya

” sesempurna apapun wanita … Jika dia tak memiliki hati yang tulus untuk saya … Untuk apa pak… ” jawabku berpikir Rasional

” hahaa… Kau masih saja mengatakan hal cinta seperti itu dizaman sekarang…. Aku yakin wanitamu itu juga pasti menyukaimu karena uang dan kekuasaananmu… Tidak benar-benar tulus padamu… Saat ini Uang adalah segalanya bahkan kau dapat membeli kebahagiaan dengan uang mu….” jelasnya

” saya makin tak mengerti maksud bapak…” jawabku

” kau putuskan saja pacarmu dari kalangan biasa itu….” lanjutnya

” aku benar-benar mencintainya pak…” jawabku yang kesal kenapa pria ini coba mengatur hidupku…

” bulshit dengan itu semua…. Aku punya anak… Dia cantik, Pintar… Dan baru lulus sebagai dokter spesialis Kulit…. Aku ingin kau jalan dengannya… ” ujarnya

” Tapi……. Anak bapak terlalu sempurna , dia tak pantas dengan ku” jawabku

” sudah jangan kebanyakan berpikir… Anakku sekarang ada dirumah Dinasku , dia baru tiba tadi pagi… Kau susul dia ajak dia jalan-jalan berkeliling kota kita, ” perintah pak Bupati

” baiklah… Saya akan coba pak…” ucapku berdiri untuk segera pamit… Semakin lama aku disini aku makin muak dengannya…. Dia sengaja menjual anaknya agar mendapatkan banyak keuntungan dariku…. Setelah dia menjual anak laki-laki ke Goldrich Company ….

secantik apapun anak pak Bupati tak akan bisa mengalahkan para wanitaku…. Aku kembali pergi mengunakan mobilku… Kali ini tujuanku adalah rumah Dinas pak Bupati….aku hanya ingin melihat wanita bernama Berlianda itu… Tak salah melakukan ini…

Ku parkir mobilku … Kulihat beberapa Satpol PP berjaga di Rumah dinas… Kukatakan Alasanku… Mereka menyuruhku masuk ke dalam rumah Dinas kulihat wanita cantik dengan tas kecil berdiri di teras… Saatnya wanita itu melihatku… Dia meletakkan tangan di pinggang…

Berlianda​

” Kau yang disuruh ayahku kan…. Cepat aku harus pergi ke salon dan Mall…” ucapnya marah padaku

Aku segera berbalik mengambil mobil… Aku akan menurut semua kemauan wanita ini dulu untuk mengetahui seperti apa dia… Mobilku tiba tepat didepannya… Dia langsung memasuki mobil dan membanting cukup keras pintu mobilku…yang membuatku tak habis pikir Dia juga tak duduk di depan tapi dikursi belakang…. Dia benar merendahkanku… Aku dianggap sebagai supir olehnya….

Benar seperti yang kuduga sebelum aku benar menjadi supir wanita angkuh ini…. Aku berkeliling kota mulai dari Salon, butik, hingga saat ini Mall… Bukanya hanya menjadi supir aku harus membawa tas belanjaannya dia benar-benar menghinaku… Apa dia tak mengetahui siapa aku…

Aku ingin langsung membalasnya tapi aku tahan kekesalanku… aku hanya menanti waktu yang tepat untuk membalas nya… Wanita angkuh yang mengunakan uang keluarganya hanya untuk poya-poya saja….bagaimana tidak mobilku sudah hampir penuh dengan barang belanjaannya….

” Alex sekarang antar aku ke dieler Mobil dikota ini… Aku mau beli mobil untukku berjalan-jalan dikota ini…” ujarnya dengan semaunya

” baik lah kita kesana….” ujar ku malas berdebat wanita itu angkuh ini

Kami melalui jalur yang cukup padat dan akhir nya cukup kami terjebak macet … Kulihat rombongan dari musuh ku baru keluar dari makan Siangnya…

” ada apa disana… ” ujarnya lantang….

Aku hanya mengeleng … Kulihat Rombongan orang yang ku benci mendekat mobil kami…. Itu rombongan Horizon … Kenapa mereka menghentikan semua mobil… Ternyata mereka sedang mengiring rombongan Goldrich Company …. Berlianda tidak sabar menanti iringan mobil yang cukup panjang…dia menurun kan kaca mobilnya dan berteriak mengumpat rombongan pengawal yang di pimpin Oleh Horizon…..

” kalian berani menghalangi jalan anak Bupati …” teriaknya Angkuh….

Membuat beberapa orang kekar Mendekati kami…

” Akh sial kau… Wanita ini benar membuat masalah ” gumamku …

Berlianda​

Benar saja pria kekar itu langsung memukul keras mobilku bahkan beberapa orang lainnya memegang kapak…. Mencoba menakuti kami…
Tapi wanita angkuh itu malah dengan berani menurun kan kaca kembali…

” Kalian berani dengan ku … Kalian tak tahu siapa aku kan….” ujar Berlianda

Salah satu anak buah Horizon menekan pengunci pintu dan menarik paksa Berlianda dari kursinya.. Lalu pria itu mengancamnya meletak pisau di lehernya…. Membuat perlawanan Berlianda langsung terhenti…. Ketakutan memenuhi otaknya…

” kami tak perduli kau anak siapa..” ujar pria dengan tato pisau di pipi kanannya…

” Sudah kita kasih pelajaran buat dia… Biar dia tahu sapa kita….” ujar pria berambut kuncir….

” Maaf pak… Tolong jangan lukai saya… Ayah saya akan membayar mahal masalah ini….” ucap Berlianda ketakutan…

* creeekk… Lengan pakaiannya dirobek paksa olehhh gerombolan anak buah Horizon

“Akhhhh tolong …. Jangan… Ayahku akan menebus mahal… Hentikan semua ini….” melasnya

Tapi keempat orang ini sudah tak bisa dibiarkan bahkan salah satu dari keempat pria yaitu pria ketiga sudah mulai mengusap-usap tubuh Berlianda…

Aku hanya memperhatikan kelakuan keempat anak buah Horizon dari kaca Spion melihat keadaan makin gawat aku segera turun dari mobilku …..

” Lepaskan dia atau kalian akan berhadapan denganku…” ucapku

” wah… Supirnya berani sekali ” teriak pria keempat yang tadi sibuk merekam Berlianda…

Aku melepas topi ku, membuat si tato dan kuncir langsung mundur mungkin mereka tahu bagaimana aku menghabisi anak emas bosnya… Sedangkan pria ketiga dan keempat maju menghadangku…. Mereka menyerangku bersamaan… Ku hindari tinjuan keduanya ….lalu salah satu dari mereka mengeluarkan kapak dari pinggangnya dan menghujam keras ketubuhku… Aku dapat membaca pergerakan itu dan menangkap gagang kapak… Aku tendang keras tubuh nya membuat kapak itu berpindah tangan jadi milikku membuat tubuh pemiliknya yang lama terpental kebelakang…. Ku lembar kapak yang telah kuambil …. Tepat menancap di kaki Kanannya… Dia meraung tak berdaya darah mulai keluar dari kakinya… Pria ketiga pun langsung kehilangan keberanian menyerangku…

” Hentikan kalian bukan lawan dari Pria itu…” teriak Horizon

” maafkan kami bos… Anak ini cukup kuat … “Ujar pria ketiga

” hahaa… Jadi kau yang ingin turun tangan… Tapi berbahaya jika sampai Horizon yang Agung sampai kalah dengan anak beruang sepertiku….” ejekku…

” kau jangan berlagak sok kuat didepanku… Jangan sombong karena telah mengalahkan anak buah kelas teriku…” ujar Horizon…

” haha… Apa sekarang Harun benar-benar ketakutan hingga dia harus di kawal oleh Horizon yang Agung…” lanjutku

” diam kau…. Kau ingin mati….” teriak Horizon… Langsung mengacungkan pistolnya kearahku…

” hahaha…. Jika jarak seperti ini aku akan dengan mudah menghindar… Jika kau benar-benar ingin membunuh seharusnya seperti ini….” Ujarku mendekatinya yang mengacungkan pistolnya kepadaku… Lalu kuletakkan pistolnya tepat di kepalaku…. Sambil tersenyum…

” kau benar-benar ingin mati ya….” teriak Horizon mencoba menarik pelatuknya…

” cepat lakukan… Jika kau memang memiliki keberanian untuk itu….” lanjutku….

” Kurang ajar… Penghinaan mu ini aku kebalas dengan sesuatu yang sangat menyakitkan….” ucapnya kembali menaruh pistolnya kedalam kantungnya…

” Kenapa kau tak jadi membunuhku…” ucapku

” aku tak ingin harga diri petarungku sirna karena membunuh musuh yang menyerah seperti itu… ” ucapnya lalu memberi isyarat anak buahnya untuk mundur….

” Horizon yang Agung saat nanti kita bertemu untuk ketiga kalinya …. Akan ku buat kau menyesal tidak membunuhku saat ini….” teriakku tapi Horizon dan anak buah tak menghiraukanku langsung masuk kedalam mobil box hitam… Dan pergi …. Lalu lintas yang mulanya macet kembali lagi lancar… Banyak warga yang melihat perseteruan kami tapi mereka tak ingin ikut campur karena bahaya besar jika membantu salah satu dari kami….

Wanita angkuh yang semula jumawa pun … Terlihat pucat dia tetap diam sambil memegang pintu masuk mobilku….dia terpaku tak bisa bicara bahkan saat aku melajukan lagi mobilku dia tetap diam tanpa kata….

Aku memutar arah mobil kembali menuju kerumah dinas Bupati … Moodku benar tak karuan jadi aku putus untuk tidak jadi mengantar putri Bupati ini ke dealer mobil sesuai keinginannya….

” Maaf …. Aku tak bisa mengantarmu ke tempat tujuanku… Aku sedang ada urusan penting….” ujarku

” ya tidak apa-apa… ” ucapnya turun dari mobilku… Dengan kata-kata yabg cukup ramah berbeda dengan yang dilakukan sebelumnya

Kulanjukan lagi mobilku menuju kantor… Meskipun jam sudah menunjukkan waktu pulang kerja… Tapi aku ingin menyusul Nura yang masih menantiku dikantor….

“Sebenar aku ingin pergi ke Rafina hari ini tapi hari ini ku urungkan banyak hal yang tak tertuga terjadi mulai dari Safira hingga Horizon… Mungkin besok saja saat aku mulai santai… ” gumamku terus memacu laju mobilku…

# di Suatu mobil​

” bos kenapa kau tadi tidak langsung menembaknya… ” ujar salah satu anak buah Horizon…

” jelas saja aku tak ingin terlihat memalukan didepan banyak orang…membunuh orang yang tak bersenjata bahkan menyerah tanpa syarat… Jadi ku biarkan dia menghirup udara segar sebentar sebelum aku benar-benar menghabisinya … ” ujar Horizon…

” kau memang yang terbaik….” ujar anak buahnya lagi…

” padahal aku benar-benar tak bisa menarik pelatuk itu tadi tubuhku bergetar dan berhenti merespon otakku … Aura yang kurasakan tadi sama seperti Joker… Tapi sedikit berbeda karena Alex menurut lebih mengerikan saat ini dari joker … Karena faktor usia dan dendam Alex membuat lebih mengerikan ketimbang joker… Aku benar-benar waspada saat berjumpa lagi dengannya , aku juga harus menyiapkan strategi yang tepat jika tidak ingin mati ditangannya …. Pantas saja anak buahku tewas dan tak berdaya lawan alex… Dia benar-benar mengerikan….” pikiran Horizon melayang jauh dia mencari bagaimana cara mengalahkan Alex….

Mobil hitam itu terus melaju ke suatu tempat… Menghilang dalam kegelapan malam….

# di kediaman Bupati​

Seorang wanita sedang melamun … Entah apa yang dilamunkan oleh wanita cantik itu….tapi dia kembali sadar setelah handphone berbunyi dan itu ternyata panggilan dari Ayahnya….

Berlianda​

” Hallo … Ayah…” ujar manja Berlianda

” kau dimana sekarang …” tanya ayahnya

” aku sudah di rumah Dinas ayah… ” jawab sang anak

” jadi kau sudah berjalan-jalan dengan pria itu…” tanya ayahnya sedikit penasaran apa yang lakukan oleh anaknya……

” ya yah dia supir yang pendiam … Namun kuat bahkan saat saya dalam bahaya dia mampu melindungiku….” ujar wanita itu….

” Supir katamu…. Kau tak tahu sapa yang bersama mu tadi… Dia salah satu orang terkaya di daerah ini… Bahkan keluarga yang membuat ayah menjabat menjadi Bupati priode ini… Dan kau malah menyuruhnya menjadi Supir….” teriak ayahnya sedikit emosi….

” Ayah tak memberitahu tentangnya… Jadi jangan salahkan aku… Kukira dia hanya supir biasa….” jawab Berlianda

” kau merusak strategi ayah untuk mendapat bantuan dari dua keluarga besar daerah ini… Goldrich Company dan As Company… Kau tahu itu… Sekarang ayah akan meminta maaf padanya…” ujar Ayahnya lagi

” untuk apa ayah meminta maaf … Dia juga bahkan tak marah … Saat Aku perlakukan seperti itu…” lanjut Berlianda

” kau tak tahu apa yang terjadi jika As Company jika sampai mencabut dukungannya dari ayah…60% dukungan daerah ini akan hilang pada pemilu mendatang…” teriak ayah Berlianda

” semenakut itu kah pria biasa tadi….” ucap Berlianda menurunkan nada suaranya….

” ya sudah … Ayah akan menelpon Alex dulu…” ujar ayahnya mengakhiri telpon…

Berlinda dalam keadaan bingung apa yang dia lakukan membuat posisi ayah dalam bahaya…dia pun bahkan tak tahu sapa nama laki-laki tadi… Dia terlalu angkuh dengan sikap arogannya karena selalu dimanja oleh ayah dan ibunya…

Tapi dia juga merasakan sesuatu Saat laki-laki itu dengan berani mendekatkan kepalanya di pistol penyerangnya tadi… Keberanian yang pertama kali membuat Berlianda takjub…

# kembali ke posisiku​

Matahari senja memerah diufuk barat saat ku kembali tiba di Kantorku… Kulihat dari kejauhan wanita bertubuh kecil menantiku dengan sabar …. Meskipun diraut wajahnya yang cantik ada nuasa kekesal… Tapi dia berusaha tersenyum padaku….

Nura​

” maafkan aku ya Nura….” ujarku mencium keningnya

” tidak apa tuan…” jawabnya

” Nura … Hari ini banyak hal tak terduga… Tapi aku tetap akan memilihmu sebagai Visualku…” ujarku

” Tuan, jangan memaksakan diri… Aku tak marah … Aku kan budak setia mu… ” ucap Nura menyenderkan leher pada pundakku….

” Nura setelah kita tiba nanti aku ingin kau memanggil semua Wanitaku… Aku punya kejutan untuk mereka…” ucapku

” kejutan apa tuan… ” tanya Nura kaget dengan ucapanku barusan…

” hahaa.. Kalau ku beritahu dimana kejutannya lagi…” balasku tertawa…

” tapi Nura benar-benar ingin tahu tuan… Kau tak mau Nura penasarankan…” ujarnya mengoyangkan tubuhku untuk membujukku ….
Tapi itu tak akan berhasil…

Kuhentikan mobilku…

” Tuan kenapa berhenti…” ujar Nura kaget sambil menerawang lokasi tempat kami berhenti….

” tenang aja aku tak akan memperkosamu disini…. Keluarlah aku akan mengajari berkendara mobil…” ucapku

Awalnya Nura terlihat Ragu… Kemudian keluar dari mobil berjalan ke posisi Stir…

” Ayo naik lah… Di pangkuanku…” ujarku mengatur posisi dudukku

” tapi kenapa Kontol ke sayangan ku terbuka… ” ujarnya

” kau tahu sambil menyelam minum Air….” ucapku tersenyum… Karena hari ini kau benar-benar di permainkan oleh keadaan membuat kontolku naik turun tanpa kepuasan….

Nura pun naik ke pangkuanku…pantatnya yang hangat menempel di tubuhku… Memberikan energi untuk bangkitnya senjata Andalanku…

” ayo jalankan mobilnya…” ujarku

” tapi aku belum pernah menjalankan mobil tuan…” ujar Nura yang mulai merasakan sesuatu membesar di bawah pantatnya….

” mulanya kau hanya perlu memegang stir dan memperhatikan jalan … Gas , rem dan kompling urusanku… Jika kau telah mahir baru kau bisa naik level keselanjutnya… ” ujarku

” baik tuan… ” ujarnya makin terangsang saat tubuhnya menyengol kontolku yang berdiri keras…

Mobil kami pun melaju… Meskipun dengan gerakan yang tidak lurus …tapi aku menikmatinya… Aku mulai mengangkat rok Nura keatas dan mulai memasukkan kontolku dilanjutkan dengan mengenjot berlahan…

” akhh… Tuann… “Desah Nura

” Fokus ke jalan Sayang ” Lanjutku dan menekan kontolku berlahan di dalam rahim Nura cukup lama… Membuat tubuhnya mengeliat… Sulit baginya mempertahankan laju mobil kami… Tubuhnya bergetar… Saat aku mulai mengangkat pantatnya naik turun…

Karena laju mobil makin tak karuan aku langsung menghentikan mobil…. Dan ku percepat pacuanku di dalam lubang rahimnya…

Nura

” akhhh… Akhhhh…ukhhh… Akhhh… Akahhh… ” tuan … Terus…. Terus tuan….” erang Nura… Makin keras…. Sambil mengenggam stir mobul dengan keras….

Ku setel music RnB agak keras agar menyamarkan erangan wanitaku ini…. Meskipun lalu lintas disini cukup sepi…. Aku menyuruh Nura berbalik sehingga aku bisa melumat bibirnya nya…. Dan kedua tanganku meremas buah dadanya …yang tersembunyi di baju kerja berwarna kremnya…

” akhhhh tuann… Tubuhku tak kuat…” ujar Nura…

” Ayo sayang …. Terus lakukan seperti ini…aku benar-benar mencintaimu…” ujarku … Mempercepat laju penetrasi… Tubuh Nura bergetar hebat… Celana ku basah dengan cairan cintanya

Kakinya menegang saat ku luncur sperma memenuhi seluruh dinding Rahim milik Nura… Tapi aku belum puas… Aku membuka kancing bagian atas Nura menarik Payudara nya keluar… Nura mengelengkan kepala agar aku menghentikan ini … Karena tubuhnya benar-benar kelelahan … Tapi aku menerus Nafsuku yang masih sangat tinggi… Kulumat payudara milik Nura…. Membuat erangan kembali terdengar…tangan-tangan yang kecil meremas pundakku…aku benar mencurahkan nafsuku hari ini pada Nura … Meskipun sebenarnya nafsuku belum seutuhnya tersalurkan …. Mungkin malam ini aku akan dapat menyalurkannya dengan skuad Wanitaku lengkapku

Nura memeluk tubuhku… Aku seperti membawa bayi besar … Aku berkendara dengan posisi seperti itu… Nura terlelap setelah pertempuran singkat denganku… Aku akui Nura memang memiliki Fisik paling lemah saat berhubungan… Tapi justri itu yang membuatku sangat menyukainya… Saat dia merintih memohon ampunanku membuatku merasakan sensasi yang justru membuatku juga cepat mencapai klimaksku…

” Nura bangun kita sudah sampai…” bisikku membangunkannya

” ehh… Capek tuan… ” ujarnya kembali memejamkan matanya…

” ya Nura … Masak di gempur sedikit seperti itu saja sudah tepar… ” ledekku..

Dia memanyunkan bibirnya… Tepat di depanku

” tapi hari ini tuan benar-benar berbeda… Penuh nafsu… ” ujar Nura yang masih mencoba mengumpulkan tenaganya untuk bangun…

” Sudah kukatakan tadi… Hari ini penuh dengan hal-hal yang terduga…. Yang membuatku seperti ini… Maaf ya sayang…” ujarku

” tidak apa-apa …. Nura suka permainan tuan tadi… Itu luarbiasa tuan… Sensasi bermain di mobil dan di berikan Nafsu sebesar itu … Itu pengalaman yang tak akan Nura lupa sampai Nura Mati…” ucapnya tersenyum…

” hussst… Jangan bilang seperti itu…tuanmu ini berjanji akan memberikanmu lebih banyak kenikmatan … Dan berjanjilah kau hanya boleh merasakan kenikmatan hanya pada kontolku saja …” ucap ku tersenyum…

” tuan jangan sering senyum seperti itu… Kau bisa meluluhkan hati wanita manapun… Nura janji tuan … Nura hanyakan mencapai klimaks hanya dengan mu tuan…” ucap Nura mencubit pipiku…

” kau ingat perintah ku untuk mengumpulkan semua wanitaku…” lanjutku

” Aw… Tubuhku benar-benar belum bisa bangun ….” ucapnya tersenyum

Ku gendong Nura masuk kerumah…. Keadaan rumah cukup hening …. Aku tak melihat Tia atau Hera…. Kalau Fina aku tahu dia sedang sibuk… Lalu Neti pasti sedang berlatih….

Ku antar Nura ke kamarnya… Ku letakkan dia di kasur…. Untuknya beristirahat sebentar …

Saat aku keluar aku sudah melihat Hera dan Tia berdiri didepan kamar…

Tia

Hera​

” Dimana Neti dan Fina….” tanyaku pada keduanya

” Fina sedang dirumah belakang…. Sedangkan Neti tadi dia pergi membawa mobil….tanpa memberitahu ku…” ucap Tia

” dia harus di hukum membawa mobil semaunya… Dia sering sekali kan pergi membawa mobil ya kan kakTia…” ujar Hera

” itu perintahku Hera cantik…. Oh ya Hera kau panggil Fina sekarang kesini….” perintahku pada Hera

” Siap tuan…” jawab Hera langsung meninggalkan kami….

” Hera benar-benar berubah tuan… Dia membantu membersihkan rumah, mencuci baju dan Piring… Hukumanmu itu benar-benar efektif untuknya…” jelas Tia

” Benarkah … Baguslah kalau begitu…” ucapku mendekati Tia

” Tuan kau belum mandi… Jangan lakukan hal Aneh seperti tadi pagi…” ucap Tia yang kembali terhimpit di dinding…

” apa aku terlihat seperti seorang yang mesum…” ujarku gregetan meremas payudara Tia…

” awww… Sakit tuan …” ujar Tia membalas dengan mengelus kontolku

” dasar nakal kau bilang aku mesum… Yang kau lakukan ini apa….” ujarku

” ini namanya budak binal tuan … Hehe…” ucap Tia tertawa….

” tapi Payudara mu masih kalah besar ….” ucapku tanpa sadar mengeluarkan perkataan itu

” apa… Jangan bilang kau habis main dengan wanita lain ya…” ucap Tia meremas kontolku…

” Aw… Apa yang kau lakukan…” ucapku tersenyum…

” ini hukuman untuk kontol yang bermain dengan wanita tanpa restu kami….” ujar Tia meledekku

Nura​

” is…is… Apa yang kalian lakukan di depan Anak polos sepertiku ini…” ucap Nura yang telah bangkit dari tidurnya….

” mana ada wanita polos bermain didalam mobil hingga tak bisa bangun…” balas Tia

Sontak membuat pipi Nura memerah… Aku hanya tertawa melihat keduanya… Inilah wanitaku … Yang mampu membuatku melupakan segala stress pikiranku…

Tia​

” maaf kan Aku Nura aku tak bermaksud seperti itu…” ucap Tia melihat Nura terdiam , diapun jadi merasa bersalah…

” tak apa kak… Lagian nikmat loh main di mobil … ” ujar Nura yang malah meledek Tia

” akh… Mana seru main di tempat sempit… Aku yang bermain di kamar mandi saja diam-diam saja tuh….” lanjut Tia membalas….

Neti​

” oooh… Pantes tuan dan kak Tia lama ya tadi pagi didalam kamar mandi….” ujar Neti yang baru tiba langsung masuk ke percakapan panas ini…. Membuatku mundur beberapa langkah… Pasti setelah ini aku yang akan di salahkan… Dan keadaan makin kacau setelah dua orang juga ikut bergabung…..

” Ada apa ribut-ribut ini…” ujar Hera

” ini kak… Ternyata keduanya bermain saat mandi bersama tadi pagi…” ucap Neti

Sontak aku sedikit kaget Neti memanggil Hera kak… Aku benar-benar tak tahu seberapa dekat para wanitaku saat ini….

” iih … Jangan ingatkan aku masalah tadi pagi… Aku jadi kehilangan mood…” balas Hera…

Fina​

” jadi Tuan dan kak Tia bermain tadi pagi…” ujar Fina kesal….

” aku tak meminta… Tuan yang memaksaku melakukannya… Dan kalian juga harus tahu kalau Nura juga bermain dengan tuan di mobil… yang membuat tuan telat pulang… ” ucap Tia tersenyum….

” akhh.. Aku marah… Jadi kalian berdua sudah dapat jatah tuan…..berarti malam ini tuan milikku…” ujar Hera

” tidak bisa seperti itu …. Tuan aku juga sudah bekerja keras … Fina juga mau….” lanjut Fina merajuk…

” tidak tuan , akan bersama ku malam ini… Karena aku telah melakukan perintah rahasianya dengan baik….” ucap Neti tak mau kalah….

Ke lima pasang mata menoleh kepadaku… Seakan meminta bertanggungjawab… Momen ini yang ku benci… Yang mana pun aku pilih aku akan dalam masalah….

” apa sudah bertengkarnya… Aku mau setelah matahari benar-benar terbenam… Tepat pukul 7 malam ini… Kalian semua sudah berdiri diruang tamu…dan aku ingin kalian tampil dengan sangat cantik… Aku kan memberikan kalian kejutan…” perintahku…

Mereka mulai saling melihat satu sama lain… Bertanya kejutan yang akan ku berikan pada mereka…. Tatapan penasaran dan aneh terekspresikan dari tiap wajah Wanitaku…

Aku hanya ingin memberikan kejutan ini untuk yang terakhir kali… Sebelum aku benar-benar fokus dengan Misi PENGHANCURAN ku….

Horizon sudah mulai melakukan pergerak… lalu dua lainnya pasti telah menerapkan strategi penyerangan… Belum lagi bagaimana aku akan menghadapi Liana dan Harun…. Jadi sebelum semua itu aku ingin membuat kebahagian atau mungkin salam perpisahan yang indah jika nanti aku gagal dalam perang ini…

Malam ini dan besok aku ingin bersama wanitaku….!!!!!!

 

Cerita Terpopuler