. Misi Penghancuran Part 31 | Kisah Malam

Misi Penghancuran Part 31

0
272
Cerita seks dewasa Misi Penghancuran

Misi Penghancuran Part 31

Aku Merindukanmu

Setelah memastikan semua keadaan aman aku kembali ke kamar untuk melihat wanitaku yang meringkuk ketakutan di pojok ruangan….

” Fin , kamu gak Apa-apa kan…. Mereka sudah pergi…. ” ucapku lembut padanya…

” Tuan aku benar-benar takut….” balasnya langsung memelukku…

Aku mengelus punggung untuk membuatnya sedikit rileks…

” Aku harus pergi untuk mencari tahu maksud mereka kesini….” ucapku

” tapi Tuan, Fina takut di tinggal sendiri disini…. ” ucap Fina

” Aku akan Sms bu Usman untuk datang kemari untuk menemanimu….” ucapku sambil meraih handphoneku untuk mengetik Massage ke bu Usman..

Tapi Fina segera menghentikan nya…
” aku tak ingin di temani orang lain… Aku ingin tuan tetap disini… Diluar berbahaya…aku tak ingin tuan terluka oleh orang jahat seperti mereka…” lanjut Fina

” tenang saja kali ini aku tak akan Berkelahi… Aku hanya ingin lihat-lihat saja….” ucapku menyakinkannya kalau aku tak akan terluka…

” bohong … Pokok kau harus tetap disini….” lanjutnya merajuk….

” Fina aku orang terakhir dari keluarga ku …. Melakukan ini atau menunggu aku akan tetap meninggal dunia di akhirnya…. Jadi sebelum tuhan mengakhiri segalanya aku ingin melakukannya untuk melindungi peninggalan keluarga ku… Menjaga kalian, dan memberikan ketentraman buat semua keluarga yang tersisa termasuk kamu ….” jelasku yang membuat fina kembali memelukku…..

“Maafkan aku terlalu Egois… Harus aku mendukung mu bukan menghalangimu…” ucap Fina sadar….

” jika aku tak bisa menghancurkan Goldrich Company …. Keluargaku akan hancur… Jadi biarkan aku pergi….” ucapku

” tuan tapi berjanjilah untuk tidak memaksa dirimu yang bisa membuatmu terluka….” perintah Fina

” siap bu… Aku berangkat ya… Dan jangan keluar dari sini sampai aku kembali…” balasku

Fina tersenyum padaku… Dan aku segera keluar kamar dan meninggal wanitaku di tempat persembunyian nya…. Sambil memperhatikan sekitar ruangan saat aku keluar menuju ketengah ruangan…

Handphone bergetar..kulihat Agung Menelpon ku… Mungkin mereka sudah bersiap di posisinya masing-masing…. Karena aku telah menginformasikan mereka kalau Goldrich Company sekarang berada di villaku…. Kuangkat telpon dari Agung….

” kau sudah sampai… ” ucapku

” sebentar lagi aku akan tiba di posisi siapku…” ucap Agung sambil terus berlari….

Kutunggu cukup lama Agung untuk berada di posisi siapnya… Aku mengintip keadaan di luar.. Seperti para bodyguard Horizon berkumpul didepan dan belakang villa utamaku…. Villa yang di gunakan Goldrich Company adalah villa utama yang terbesar yang biasa digunakan untuk resepsi pernikahan atau acara besar lainnya… Sedangkan villa yang lain hanya rumah berukuran minimal untuk bulan madu sepasang suami istri atau keluarga yang akan berlibur di kota kami….

Fasilitas disini memang cukup lengkap…. Selain bisa melihat laut dan juga tempat jauh dari keramaian membuat nuasa asri villa menjadi buru para wisatawan yang datang ke mari…

Telponku kembali bunyi…. Ternyata itu Agung…

” aku sudah berada di posisi terbaik… ” ucapnya

” dimana kau… ” ucapku

” kau lihatlah ke arah bukit….” perintahnya

Aku melihat kearah bukit melalui jendela… Aku melihat lampu merah kelap-kelip di bagian bukit itu….

” Aku sudah melihat posisi mu…” balasku

” bagus… Aku akan mengirimkanmu Alat canggih yang di bawa oleh Edi ….” ucap Agung….

” Dengan apa kau mengirimnya….” lanjutku….

” Dengan Drone andalanku…” ucap Agung tertawa kecil dia sangat rileks dengan misi kali ini…

Aku dapat melihat benda kecil tak bersuara menujuku lalu terbang di samping jendela tempatku berdiri…. Aku mengambil kantung putih yang tergantung pada Drone tersebut… Lalu membuka kantung itu berisi benda kecil berwarna cokelat…. Ini alat telekomunikasi canggih milik baret merah….

” bagaimana caranya menggunakannya…” tanyaku….

“Benda kecil letakkan di kerah baju mu…. Lalu speaker kecil pasang di telingamu dengan mengunakan lakban yang ku berikan di kantung tadi… Dan Aktifkan benda itu…” jelas Agung

Aku melakukan sesuai perintah dari Saudaraku…. Memasang alat lalu mengaktifkan alat itu… awalnya Hanya terdengar

* zzzssst…zzzssst… Zzzssst… Benda sedang melakukan sinkronisasi dengan alat lainnya….

” Alex kau mendengarku…” Suara Agung seperti berbisik di telingaku membuatku kaget…

Jadi langsung ke akhiri hubungan telpon kami karena sekarang kami dapat berkomunikasi dengan alat canggih milik Edi….

” Aku mendengarmu gung…” lanjutku…

” Hai anak lemah…. Lama sekalian kalian..” suara seseorang yang ku kenal…

” edi alat cukup canggih …. Kau keren… ” lanjutku yang baru menyadari aku dapat berbicara bukan hanya dengan Agung tapi dengan saudaraku yang lain….

” Hahahhaaa… Aku yang terbaik saudaraku…” ucap Edi membanggakan dirinya…

” apa kalian akan ngobrol saja…. Sebaiknya kalian pulang ” ucap Adi kesal

” Tenang … Kali ini kita harus bersatu… Ini misi pertama kita bersama….” ucap Agung menenangkan kami….

” Hadi kau sudah diposisimu…” tanya Adi….

” siap aku sudah berada di posisi….. ” bisik Hadi

” baik lah… Lalu apa rencana kita Agung….” tanyaku….

” Baiklah dengarkan baik-baik rencana ku…. Aku tak akan mengulangnya kembali… Misi kali ini memiliki tujuan untuk mengambil data dan informasi penting dari laptop milik sekretaris Goldrich Company… Dengan informasi dan data itu kita akan mudah merencanakan misi selanjutnya… Mungkin misi ini anugerah dari tuhan karena kita tak menduga hal ini terjadi…. Jelas ” Agung

” kau bisa langsung ke intinya….” ucap Adi

” oke … Okee.. Pertama adi dan Hadi akan menyusup ke dalam gedung sebagai karyawan dan cleaning service… Tugas pembuka akan dilaksanakan Adi yang akan mengambil Laptop yang berisi data penting dan informasinya… Dan menukar laptopnya untuk sementara waktu…. Lalu menyerahkan laptop pada Hadi… Hadi sebagai cleaning service akan memiliki daya jelajah cukup baik dan tidak akan di curigai… Kau harus tenang ya dii….. Dan adi apa kau siaap….” jabarku…

” akan ku laksanakan… Berarti kita hanya punya waktu sepersekian Detik untuk melakukan ini sebelum seluruh keluarga mereka kumpul…” ucap Agung….

” aku seorang pencuri yang ulung sebelumnya… Jadi serahkan padaku…” tutur Hadi juga menyakinkan Agung….

” benar apa yang Adi ucapkan… Kita hanya punya waktu sangat dikit untuk memuluskan misi ini…. Dan Hadi bagus aku yakin pada mu… Dan setelah kau dapat laptop dari Adi kau harus bertemu dengan Alex… Karena hanya Alex yang mampu melakukan Hacker pada laptop untuk mendapat data dan informasi yang kita butuhkan… Dan Alex dimana tempat kau akan bertemu dengan Hadi… Dan butuh waktu berapa lama untuk mengambil semua data penting itu…. ” tanya Agung….

” Villa itu adalah rumahku… Aku tahu semua seluk beluk villa itu… Jadi aku akan memilih kamar mandi yang ada di ruangan paling timur dari pintu Utama… Karena kamar mandi yang paling Jauh dari lokasi pertemuan dan kemungkinan kecil untuk mereka para Goldrich Company mengunakannya…untuk pemindahan data aku butuh waktu empat menit….” lanjutku

” apa kalian dengar, apa yang dikatakan oleh Alex… ” tegas Agung pada Hadi dan Adi

” siap kami akan melakukannya…” ucap Keduanya

” Lalu apa tugasku dan kau Gung… ” teriak Edi yang kesal disuruh menunggu di jalan perbukitan yang dingin dan gelap

” Aku hampir lupa …. Tugasmu adalah menghambat Laju dari Harun dan Goldrich Company lainnya yang akan menuju Villa… Sampai Alex dan yang lain selesai melaksanakan tugas…. Apa kau siaap…” ucap Agung

Slyvia​

” Hanya itu… Baiklah itu mudah sekali buatku ya kan Slyvia… ” ucap edi sambil membelai rambut budaknya… Yang seksi ini…

” Kau membawa Slyvia ed…” tanyaku

” ya untuk memuluskan rencanaku hehe… Malam ini sangat dingin baru turun hujan … Aku disuruh menanti disini nanti yang ada aku ketiduran… Dan juga bukannya kau membawa Fina dalam misi ini…” pungkas Edi

” sudah biarkan saja dia Alex…kita harus fokus …” ucap Agung…

” Lalu apa tugas mu Gung….” tanya Adi

” saat misi gagal …. Aku akan mengambil tugasku… Sebagai Sniper Elite… ” lanjut Agung

” bilang saja kau takut berada di garis depan…” ledek Adi…

” Aku bisa menembakmu sekarang…” ucap Agung mengarahkan pengeker lasernya di tubuh Adi yang berada di Villa yang berjarak 945 M… Dari lokasi Agung…

” sudah ayo kita laksanakan tugas…” ucap Hadi mulai bergerak masuk dengan pakaian cleaning service nya… Dia dengan mudah melewati kumpulan Anak buah Goldrich Company tanpa di sadari

” sebelum itu berapa persentase keberhasilan misi ini Alex…” tanya Edi

” menurutku 42% kemungkinan berhasil….” lanjutku mengambil hardisk eksternalku yang berada didalam mobil yang kusimpan dalam garasi

” bagus kalo begitu… Ayo kita mulai misi penyusupan ini…” ucapku

” dan jangan membunuh siapapun … Agar mereka tak menyadari kita telah mengambil sesuatu yang penting…” ucap Agung di jawab dengan penuh kesigapan oleh semuanya…

Adi pun masuk ke dalam Villa sebagai pelayanan … Namun langkahnya terhenti ketika anak buah Goldrich Company mengeledahnya … Adi adalah monster yang mampu menyamar dengan sempurna… Cukup lama para anak buah Goldrich Company memeriksa Adi… Namun mereka tak menemukan hal janggal dalam tubuh Adi… Dan adi pun langsung di izinkan masuk….

Agung yang melihat adegan Adi di periksa dari jauh pun sempat was-was… Membuatnya menyiapkan senjatanya yang diarahkan langsung di kepala Anak buah Goldrich Company yang memeriksa Adi… Untung adi mampu masuk… Dan membuat lega… Langkah penyusupan selanjutnya berhasil setelah Hadi yang membuka jalan….

****************************************************
Pov Adi​

Aku melangkah cukup percaya diri… Hampir tiba di pintu utama Villa … Tapi langkah ku segera di hentikan oleh penjaga… Aku memang tak sendiri ada 8 orang lain yang merupakan anak buah Pak Usman yang berjalan bersamaku menuju Villa…

Para penjaga memeriksa kami dengan cukup detail setiap inchi tubuh kami… Untungnya aku selalu melatih kemampuanku menyamar… Bahkan Alat komunikasi kami pun tak mampu terlacak oleh anak buah Goldrich Company…. Setelah melalui pemeriksaan yang berantai…. Kami bersembilan masuk ke Villa… Saat tiba disana… Kami bersembilan pun berpencar untuk menempati pos masing-masing…

Aku sengaja mengatur posisi agar berdekatan dengan meja utama yang berisi Orang penting dan pendorong roda Goldrich Company… Aku mulai mencari Ivan … Ivan adalah tangan kanan dari Harun bos Goldrich Company… Kemampuan ivan yang cerdas dalam membuat cetak biru dari planning setiap sektor usaha milih Goldrich Company… Belum lagi kemampuan luar biasanya dalam memanejemenkan laporan keuangan bulanan Goldrich Company….

Aku terus memperhatikan pergerakan ivan dan laptopnya… Aku mendekati mereka sambil membawa ranjang pendorong yang berisi makanan kecil dan minuman…. Aku melihat ivan sedikit lengah meletakkan Laptopnya di samping kursi tempat .

Aku mendekatinya secara berlahan… Sambil terus menyuguhkan makanan dan minuman yang kubawa….hingga akhir aku sudah berdiri di samping Laptop itu berada dengan kecepatan tanganku … Aku menukar dengan laptop yang tersedia pada villa ini…

Dengan cepat laptop berpindah di ranjang pendorong ku…. Aku bergegas menjauh dari ivan dan teman-teman nya yang asik mengobrol… Aku memberikan tanda kepada salah satu anak buah Pak usman untuk mengantikan posisiku untuk berjaga di dekat meja utama

” Aku mendapatkan Apel yang manis itu …” ucapku memberikan kode untul Hadi bersiap….

” aku sudah berada di posisi pertemuan” lanjut Hadi..

Kudorong berlahan ranjang pendorong ku… Semakin menjauhi kerumunan orang …. Dan kulihat seseorang yang mengunakan topi sambil memegang Sapu… Aku tahu dia Hadi….

Aku bergegas mendekatinya lalu memberikan Laptop padanya … Hadi pun langsung bergegas menuju kamar mandi pertemuan dengan Alex…

” tugasku selesai … ” ujarku dan bergegas kembali ke ruang utama … Kembali memainkan sandiwaraku yang belum selesai….

**************************************************
Pov Hadi​

Setelah masuk dalam villa utama aku bergegas ke posisi ku sesuai dengan perjanjian bertemu dengan Adi… Aku mulai menyapu semauku… Karena ini cuma akting….

Ini pengalaman pertamaku menjadi bagian dari misi sepenting ini… Membuat kebanggan yang luar biasa yang muncul dari diriku…tapi setiap aku mengingat seberapa berbahaya misi ini… Keringat dinginku kembali mengalir….

Akhirnya setelah menanti dengan penuh kecemasan aku mendapatkan informasi dari Adi yang menyatakan dia telah berhasil mencuri laptop yang menjadi misi ini….

Aku menunggu dengan harap-harap cemas sambil mengoyangkan sapu ke berbagai arah… Karena aku memang jarang menyapu… Adi tiba dia membawa kerajang dorong berisi beberapa sisa makan… Dan beberapa minuman yang tidak diambil oleh tamu…

Dia mendekati tanpa berbicara … Adi langsung memberikan Laptopnya kepadaku… Aku menaruhnya di tas jinjingku yang berisi kanebo, dan benda kebersihan lainnya…. Adi langsung bergerak kembali ke posisi nya…. Meninggalkan ku sendirian….

Aku mulai menyusuri lorong yang akan menunju tempat bossku menunggu….aku bergerak cepat untuk sampai di tempat pertemuan hanya dua lorong lagi aku akan tiba….

” misi ini mudah ” gumamku….

Desifa

Tiba-tiba aku melihat Desifa dan keluarga keluar dari salah satu kamar yang berada didepanku…. Aku segera berbalik karena untung nya Desifa belum menyadari keberadaanku…. Aku bergegas berbalik arah… Desifa sangat mengenalku… Jika sampai bertemu dengannya misi kami akan gagal…

” Agung berbahaya… Ada salah satu staff bosku disini.. Sepertinya aku harus berputar….” Ucap Hadi memberi informasi kepada Agung….

” Apa mana mungkin … Jika memutar resiko akan semakin berat…. Kita akan kehabisan waktu…” ucap Agung

Aku melihat pintu gudang… Tempat berada di samping kiriku….ku pegang gagang pintunya… Sepertinya terkunci…. Aku mendengar suara langkah kaki semakin mendekat…. Aku bergegas mengambil kumpulan kunciku… Inilah keahlianku membuka berbagai pintu….

* ceklek…. Suara kunci pintu terbuka aku langsung masuk kedalam gudang menyembunyikan diri… Aku mendengar langkah kaki yang cukup banyak melalui gudang … Aku terus mengamati setiap suara yang muncul… Kita ku dengar langkah kaki mulai menjauh dari gudang aku bergegas membuka gudang …. Kulihat keadaan aman ku lanjutkan dengan langkah seribu tak bersuara teknik kabur kami ala para pencuri senyap….

Aku langsung tiba di tempat pertemuanku…

” bosku aku sudah di kamar mandi….” ucapku

Bosku keluar dari kamar mandi dan mengambil laptop yang ku berikan….aku langsung berjaga di lorong tempat bosku berada didalam dengan berpura-pura menyapu lantai yang sudah bersih itu… Sambil menunggu bosku menyelesaikan tugasnya….

***************************************************
Pov Alex​

” Alex aku akan menuntunmu ke tempat tujuanmu…” ucap Agung

Setelah mempersiapkan alat yang akan ku gunakan untuk mengambil data dan informasi dari laptop milik Goldrich Company….

Tak mungkin aku melalui pintu depan dan belakang seperti yang dilakukan Agung dan Hadi… Semua bodyguard mengenali wajahku… Jadi aku memilih untuk melonjati pagar pembatas dari villa ku dengan villa utama…

” Agung cek ke beradaan dari bodyguard Goldrich Company di samping kanan….” perintahku

” tahan dulu….Ada empat orang yang berada disana sepertinya mereka sedang melakukan pengecekan…. Jadi sabar lah dahulu….”balas Agung yang dapat melihat seluruh posisi anak buah dari Goldrich Company

” baiklah informasikan lagi … Secepatnya…. ” Ucapku

” Alex dalam hitungan ketiga … Segeralah bergerak…” ucap Agung…

Agung menghitung 3…..2……1, lalu dia memberi perintah ku untuk melompati pagar setinggi dua Meter setengah itu dengan sekali loncatanku aku melewatinya dan berlari ke jendela yang ada di depanku….

Dengan mudah aku masuk ….

“Ada dua Bodyguard di lantai diatasmu…. ” ucap Agung terus membimbingku….

Aku sengaja melempar guci hingga dia pecah…. Membuat ke dua pejaga itu bergerak kearah suara …. Aku bergegas menaiki tangga tanpa mereka ketahui lalu … Lalu aku segera bergerak menuju ke kamar mandi yang teraman buatku melancarkan aksiku….

Sekarang aku hanya tinggal menanti kedatangan Hadi bersama dengan laptop milik Goldrich Company…. Aku mendengar suara langkah kaki seseorang yang semakin mendekati lokasiku…. Aku bersiap….

” bos aku sudah dikamar mandi….” ucap Hadi

Syukurlah itu benar-benar hadi yang berarti kedua saudara telah berhasil melaksanakan tugas pertama mereka… Aku bergegas keluar mengambil Laptop yang diambil adi dari orang kepercayaan Goldrich Company…. Kembali masuk kedalam kamar mandi…. Dan hadi berjaga di lorong untuk mengantisipasi sesuatu terjadi…..

Aku langsung mengaktifkan laptop…. Seperti yang kuduga laptop ini mengunakan user id yang pasti membutuhkan Login dengan password…. Jadi jika tidak dapat membobol password berarti percuma perjuangan saudaraku….

Tapi ini bukan masalah… Hanya butuh waktu kurang dari satu menit… Aku berhasil masuk ke sistem operasi … Sekarang aku mengunakan Hardisk eksternal untuk mencopy semua data yang terdapat di Laptop ini….

” Aku bisa menyelesaikan kurang dari tujuh Menit” ucapku memberi informasi kepada semua saudaraku….

” baiklah berarti kita butuh waktu 10 menit untuk menyelesaikan misi ini….” ucap Agung…..

” di posisiku Aman…” ucap Hadi sambil terus waspada di lorongnya dia jaga….

” Ed… Mereka makin dekat denganmu…. Kau harus menghentikan laju rombong itu selama mungkin….” perintah Agung

” Serahkan semuanya padaku….” ucap Edi

***************************************************
Pov Edi​

Akhir aku beraksi juga….aku sengaja menyewa mobil tua…. Agar memuluskan sandiwaraku…. Aku juga sudah melakukan briefing pada Slyvia agar dia mampu memuluskan misi kami….dan mengancamnya akan menyiksa jika dia gagal sesuai dengan kemauanku…..

” Ada lebih dari 9 mobil menuju kearahmu….” ujar Agung memberi informasi jumlah musuh yang mendekati posisi Edi

” oke berapapun aku siap…” lanjutku

Aku sengaja parkir menutupi seluruh permukaan jalan dengan mobil tuaku sambil membuka kap mobil, seakan mobil tua ini dalam keadaan rusak… Tinggal menunggu kedatangan Rombongan ….

Tak berapa lama lampu mobil mulai menyorot diantara pepohonan dan menarawang dalam gelap … Lampu itu semakin mendekat dengan deru dari kuda-kuda besi yang membelah hening malam di perbukitan ini….

Aku dengan santai keluar dari mobil sambil berpura-pura mengutak atik mobilku…. Saat lampu tepat menyorot keberadaan mobil ku…. Decitan ban terdengar… Seluruh mobil terhenti mendadak kurang dari satu meter dari posisi mobilku yang menghalangi jalur….

” Woy bisa minggir nggak….” ucap supir yang membawa mobil terdepan….

” Maaf bang lagi mogok….” balasku

Kulihat beberapa orang keluar dari mobil….

” lu, nggak tahu sapa yang lu halangin jalannya….” ucap salah satu pria yang turun mendekatiku

” maaf bang , mobil saya Tiba-tiba mati dan gak mau hidup lagi….” ucapku mencoba memelas mereka….

Slyvia​
” udah bang bakar aja ini mobil….setiap hari doyan mogok bikin malu aja….ini katanya mau hanimun…. Malah mogok lagi….” ujar Slyvia

” eh ini perempuan sialan…. Ini mobil kesayang Gw…. Main bakar aja nanti loh yang Gw bakar….” bentak ku … Sambil tertawa dalam hati…

” Gw nyesel nikah sama lu…. Udah miskin gimana coba mau bahagia Gw…” balas Slyvia terus berakting

” eh… Kampret… Kalau Gw nggak kasian dengan keluarga lu yang Kuroptor itu… Ogah banget Gw nikah sama Lu….” lanjutku….

” udah… Udah jangan pada ribut kalian berdua….” ucap anak Buah Goldrich Company…
mereka pun mulai ramai keluar dari mobil melihat perkelahian kami…..

” udah bang jangan ikut camput urusan keluarga orang ya…. Ini laki memang nggak guna sama sekali… Jadi Benalu di hidup saya….” ucap Slyvia yang mulai lepas berekspresi…

” Benalu loh bilang…. Yang dapat gaji perbulan sapa… Yang kerjaan ke Salon sama ke Mall sapa… ” bentakku yang terbawa suasana hehe…

” udah.. Jangan di terusin … Kalian berdua membuat saya pusing” ucap anak buah Goldrich Company mendorongku untuk menenangkan ku

” udah pak… Bunuh saja pria tak berguna itu…” teriak Slyvia

” Dasar pelacur …. Tak ada yang mau menikah wanita yang tidak perawan lagi… Kau harus bersyukur aku mau menutup aib busuk mu itu….” lanjutku yang mulai terpancing emosi….

” dasar laki tak berguna… Bahkan kau tidak bisa memuaskanku… Kontolmu itu terlalu kecil … Selama ini aku hanya berpura-pura saja puas agar harga diri yang sudah rendah itu tidak hancur…..” ejek Slyvia dengan sekuat tenaga….

Ucapan Slyvia membuat semua anak buah Goldrich Company tertawa terbahak-bahak akibat pengakuan spontan dari Slyvia…

” wanita ini terbawa suasana…. Sialan…” gumamku

* tiiiiit….tiiiit klakson mobil terus berbunyi-bunyi Seperti nya orang yang berada di mobil sudah tidak sabar…

” ayo kita dorong saja mobil ini” gagas salah satu anak buah dari Goldrich Company…

” mau diapakan mobilku….” ucapku

” kami hanya meminggirkan mobil mu setelah itu kalian boleh berkelahi lagi….” lanjut salah satu anak buah Goldrich Company yang langsung mendorong mobil ke samping kanan jalan… Dan mereka langsung berjalan kembali meninggalkan kami berdua…

Misi selesai… Harusnya aku menahan mereka untuk waktu 2 menit…. Ternyata aku dan Slyvia berhasil menahan mereka 4 menit lebih… Membuat waktu yang dibutuhkan saudaraku akan semakin banyak….

Slyvia

Aku mendekat Slyvia yang wajah tertunduk ketakutan tak segarang tadi… Saat dia bersandiwara….. Aku mendekatinya yang duduk di jok samping kemudi….

” kau yakin kontolku kecil….” ucapku

” anu…aku asal berbicara saja… Maafkan aku…” ucapnya kaget akan pertanyaanku

” nanti malam kau akan merasakan sebesar apa milikku dan sekuat apa tenagaku…” ucapku

” tuaan… Maafkan aku… Aku benar-benar salah kau boleh menghukumku dengan hukuman apapun tapi jangan ambil kesucianku…” pinta Slyvia mata nya berbinar menahan kesedihan…

” kau hebat tadi terimakasih atas kerjasamanya…” ucapku sambil mengelus rambut

Wajah Slyvia yang awal sedih … Tiba memerah ini pertama kalinya dia mendapat pujian atas sikap cerewet nya….

” mengapa jantung berdetak seperti ini… Dia adalah penjahat … Mengapa hatiku merespon hal seperti ini…” pikir Slyvia

Aku mendengar suara tertawa dari alat komunikasi kami….aku lupa mematikan alat komunikasi kami dan alat ini terhubung ke empat saudaraku…

” misi selesai… Dan kenapa kalian tertawa… ” bentakku kembali seperti biasa…

” cute nya mr. Sangar….” ucap Adi melalui alat komunikasi kami….

” Apa benar kontolmu kecil ed….aku punya ramuan memperpanjang kontol dalam beberapa hari…” ucap Hadi sedikit meledek….

” aku seperti mendengar pertengkaran suami istri sungguhan…” tambahku tertawa kecil

” tapi kalian berdua sangat serasi menurutku… Couple As Company hehehe….” ejek Agung…

” sudah hentikan hina kalian…. Selesai misi kalian baru kalian bisa bercanda…. Dan buat mu hadi… Setelah tiba di rumah aku ingin melihat sebesar apa milikmu…. ” ucap Tegas Adi

” aku tak ikutan ya… Aku tak memiliki tanggungan hehee….” balas Adi

” Sudah lanjutkan misi kalian… Aku harus menyambungkan beberapa kabel yang sengaja ku lepaskan tadi….” ucapku keluar dari mobil dan memperbaiki beberapa sambungan kabel yang sengaja ku putus….

“Ed ada mobil lain yang mendekati posisimu….” ucap Agung yang meneropong laju mobil yang mendekati saudaranya…

” berapa Mobil yang Mendekati kami….” ucap Edi langsung menyelipkan senjata Api di antara mesin Mobil….

” tiga mobil melaju sangat kencang….”ucap Agung

Aku melihat gelap hutan kembali terang akibat sorotan lampu mobil yang memecahkan kegelapan… Akhir mobil itu melalui kami…. Aku melihat pria yang disamping kemudi… Melihat kearahku dan kami saling tatapan…. Dan itu hanya sepersekian detik saja karena laju mobil sangat kencang….

Tubuhku merasakan Aura sangat jahat dari sorot mata…. Mata menyorotkan kesadisan tanpa ampun yang membuat orang yang tak memiliki mental pertarung akan langsung merinding bertatapan dengannya…. Ini kali pertama aku merasakan hal semengerikan ini saat menatap mata orang….

” Apa itu Joker….” tanyaku di benakku…
Dia pasti orang yang kuat…. Dan aku akan mengalahkannya nanti…. Aku semakin bersemangat dalam Misi PENGHANCURAN ini….

“Raja dunia gelap Joker … aku lah yang akan menghabisimu….” ucap sumpahku

Lalu menutup kapku … Dan melajukan mobilku ketempat pertemuan kami…. Slyvia hanya berani mencuri-curi pandang padaku

” Alex, Hadi , dan Adi kalian harus berhati-hati… ” gumamku ku pacu hingga kecepatan maksimal dari mobil tua ini…

****************************************************
Pov Alex​

Aku terus menunjukkan semua kemampuan dan keahlianku dalam teknologi untuk mengambil data dan informasi pentingnya….

Hanya perlu beberapa menit lagi aku akan dapat mencopy seluruh data yang terdapat disini…

” Agung aku telah selesai melaksanakan tugasku…” ucapku setelah berhasil mengambil seluruh data penting yang terdapat di laptop ini…

” Kau memang yang terbaik….” ucap Agung bangga…

” Hadi kembali ke posisi sekarang…. ” ucapku

” Aku sudah ada didepan Kamar Mandi ” tegas Hadi

Aku bergegas keluar dan menyerahkan laptop musuh kami kepada Hadi… Untuk mengembalikan laptop ini kepada tuannya sebelum dia sadar… Hadi bergegas pergi meninggalkanku….

****************************************************
Pov Adi​

Aku kembali membawa keranjang dorong ke tempat pertama kali aku bertemu dengan Hadi… Aku melihat hadi mendekatiku…. Dan dengan cepat kami melakukan perpindahan laptop dari hadi kepada diriku….

Aku kembali menuju Aula utama tempat seluruh Goldrich Company tempat ini semakin ramai saja… Mata bergerak mencari keberadaan Ivan… Lama aku mencari ternyata dia sekarang duduk di bagian timur …. Dia bersebelahan dengan dengan wanita cantik dan seperti dia mengobrol dengan intim… Mungkin dia pacar Ivan…. Aku harus bergegas sebelum harun si pimpinan Goldrich Company tiba disini…. Tapi sangat sulit mendekati meja itu… Selain laptopnya berada di antara mereka… Terlalu banyak saksi mata disini….

Desifa​
Aku panggil salah satu pelayanan..

” kau bisa membantuku…” bisikku

” tentu pak apapun yang kau butuhkan….” ucapnya

” kau pergi ketengah itu lalu kau jatuhkan teko air ini di meja itu….” perintahku

” oh itu siap pak… ” ucapnya

” usahakan alihkan perhatian mereka….” lanjutku..

” baik pak…” ucapnya langsung pergi melakukan misi yang kuberikan padanya…

Aku menyaksikan aksi dari karyawan itu… Dia berjalan mendekati meja yang berisi ivan dan teman wanitanya… Dan

* byuurrr….

Seluruh isi teko membasahi pakaian wanita itu dan meja …

aku sampai kaget melihat adegan ini….. Ivan pun terlihat emosi melihat wanitanya basah kuyub dengan air sirup… Namun aku mengambil kesempatan ini menukar laptopnya… Dan segera menjauh saat kerumunan orang mulai berkumpul di tempat kejadiaan….

” Agung tugasku selesai” ucapku memberi kabar…

” oke cepat semuanya keluar dari situ….” perintah Agung…

” baiklah … Aku sudah keluar ” ucap Hadi….

Aku juga bergerak kerute yang di berikan pak Usman… Terowongan pembuang yang menjadi jalur teraman dan tanpa sadari oleh musuh kami…

Aku bergegas menyusul Hadi … Yang tertawa-tawa melihatku….

” kita berhasil….” teriaknya

” ini misi mudah kau sudah sangat bangga…” ucapku

Akhir kami berdua menemukan jalan keluar yang langsung tembus ke sungai…. Saat kami keluar edi dan Agung sudah menunggu kami diatas….

” Mana Alex…” tanya Hadi

” mungkin sebentar lagi…” Ucap Agung

***************************************************
Pov Alex​

Aku membereskan semua peralatan yang ku gunakan…. Sebelum meninggalkan tempat ini…aku mendengar langkah kaki menuju kamar mandi….

” dor…dorrr… Siapa di dalam… Gantiann…. Jangan tidur….” teriak suara pria diluar

Sialan pria ini bukan Hadi… Berarti ini pasti Anak buah Goldrich Company…. Apa aku harus menghabisinya , tapi Agung tidak mengizinkanku untuk melukai siapapun ,misi bisa gagal ….gedoran pintu semakin kencang terdengar….tak ada pilihan lain untuk harus menghadapi nya… Sebelum seluruh Goldrich Company tiba di villaku…

Liana​

” Apa yang kau lakukan disana….” ucap Wanita menegur pria yang terus mengedor pintu kamar mandi tempatku berada….

” Maaf nyonya saya mau ke kamar mandi kebelet…” ucap sang pria

” cari kamar mandi lain… Aku ingin pakai kamar mandi ini…” ucap wanita itu lagi

” baik nyonya permisi….” ucap pria itu pergi karena terdengar langkah kakinya menjauh….

Aku tahu suara wanita ini…. Wanita yang ada disekitarku bertahun-tahun lalu…

” Keluar lah pengecut sudah aman…” ucap Wanita itu

Kubuka pintu kamar mandi… Benar saja itu wanita cantik yang selalu membuat jantung berdebar lebih cepat tanpa henti…

” Ayo ikut aku…” ucap Liana menarik tanganku untuk mengikuti nya…

Dia membuka kunci salah satu kamar dan menarik ku masuk… Lalu mengunci pintunya… Sorot matanya yang membuatku jatuh berkali-kali dalam cintanya….

” Aku tak punya waktu … Temanku menanti ku…” ujarku

Dia langsung mengambil Handphone ku… Lalu mencoba pola untuk membuka handphone nya … Dan terbuka…

” bodohnya tak mengubah pola untuk waktu yang lama…. Kau masih yang sama…” ucapnya manja….

” kau tahu aku tak suka hal yang menguras otakku untuk hal yang tidak penting seperti itu..” balasku coba mengelak

” telpon temanmu… Bilang aku akan bicara denganku….” ucapnya

” baiklah … Tapi 15 menit saja … Aku banyak tugas….” ucapku menekan tombol untuk Menelpon Agung…

” Dimana kau Alex….” tanya Agung dengan nada tingginya….karena bingung keberadaanku dan alat komunikasi yang telah di nonaktifkan

” Aku bersama teman lama… Dia ingin bicara beberapa hal dengan ku…. Kalian duluan saja aku akan menyusul…. Tapi sebelum itu tolong susul Fina di Villa E…” balasku….

” hati-hati kalau kau dalam bahaya kami siap membantumu…” ucapnya

Segera ku akhiri telponku… Dan menatap wanita didepanku….diwajah penuh dengan pertanyaan yang akan diajukan padaku… Aku benci keadaan ini… Karena jujur aku merasa senang bisa kembali bersama nya….

# dilokasi saudaraku​

Agung menjelaskan keberadaan ku pada semuanya….

” Apa alex gila … Ini pasti jebakan dari wanita itu… Kita harus kesana…” ucap Adi

” benar kata Adi… Jika alex dalam masalah dan terjadi apa-apa padanya … Percuma kita melakukan hal ini….” ucap edi menambah kegentingan situasi….

” Mereka tak akan melakukan hal-hal seperti itu… Aku mengenal wanita itu… Dia sangat mencintai alex begitu sebaliknya… Mereka tak akan saling bunuh, melukai atau saling mengkhianati….justru mereka akan saling melindungi…” jawab Agung menenangkan kedua saudaranya

” Hadi kau harus kembali ke villa E ….untuk menyusul Fina…. Bilang alex sudah duluan….” lanjut Agung memberi perintah….

Fina​

” aku sendiri kesana…. Bagaimana jika dia tak percaya…..” ucap Hadi

” bilang saja kau takut kan….” ucap Adi

” baik aku menyusul Fina sekarang…” ucap Hadi pergi menuju villa E yang cukup jauh dari lokasi keberadaan kami…

Hadi menyusuri jalan sepetak menuruni bukit sampai akhirnya dia telah tiba di kawasan villa Milik bosnya… Dia langsung menuju villa E tempat keberadaan Fina… Dia juga langsung masuk ke villa ,meskipun villa dalam keadaan terkunci… Dia mengendap-endap karena semua lampu dalam keadaan padam… Hadi mulai menerawang mencari keberadaan kamar utama…

Sampai akhirnya dia menemukan keberadaan kamar itu….

” Finaa… Finaa….” ucap pelan memanggil keberadaan Fina….

* bruaak….. Pukulan keras batang Sapu tepat di kepala Hadi….

” aaaakkk…. Kepala ku…. Aku hadi temannya Alex Fina…. ” teriak Hadi sambil memegang kepalanya yang terlihat bengkak…

” maafkan Aku tak tahu… Kukira kau anak buah dari Goldrich Company…. ” ucap fina memohon maaf , dia melakukan ini karena ketakutan jadi dia spontan melakukannya

” ya sudah… Aku disuruh Alex untuk menjemputmu pulang disini tak aman…” ujar sambil memegang kepalanya…

” lalu mana tuan Alex…” tanya Fina khawatir…

” dia aman sekarang dia menyuruh kita untuk kembali….” ujar Hadi

” syukurlah tuan tak apa-apa… ” ucap Fina

“Aku yang tidak apa-apa , ayo kita harus bergegas….” lanjut hadi mengerutu

Hadi berjalan didepan sambil tetap memegang kepalanya …. Fina benar merasa bersalah… Tapi apa yang bisa dia lakukan itu tindakan refleks … Nanti setelah dirumah dia juga akan meminta maaf pada kak Yulina…

# di tempat Alex….​

” apa yang ingin kau bicarakan padaku….” tanyaku pada Liana

Di langsung bergerak mendekat… Dan memeluk erat tubuhku….

” kau dulu selalu berjanji , akan memelukku saat aku membutuhkannya… Tapi mengapa sekarang kau mengikarinya… Padahal aku membutuhkannya sekarang….” ucap Liana meletakan Kepala bersandar di dadaku

“Aku juga selalu ingin menepati janjiku padamu tapi sekarang berbeda ” jawabku dalam Hati

” aku merindukanmu… Tubuhku terus memanggilmu disetiap nafasku… Bagaimana bisa aku pergi dari mu….” lanjut Fina makin erat memelukku

” Aku juga merindukanmu…. Sangat merindukan …” gumamku tak mampu mengeluarkan suara ku

” aku tak bisa hidup tanpa… Caramu melihat, berbicara, tingkahmu yang acuh tapi sangat perduli padaku yang membuatnya telah meracuni semua pikiran ku dan Hatiku….” Lanjutnya menatap wajahku yang tetap terpaku dingin terhadapnya

” aku juga sulit melupakanmu …. Wanita yang mengubahku… Wanita yang selalu membuatku keluar dari zona santaiku…wanita yang membuatku memiliki tujuan hidup…” ucapku membalas semua pertanyaan Liana dalam pikiranku….

” kenapa kau diam saja…” tanya Liana

” aku sedang mendengarkan wanita yang gombal pada pria yang membuangnya…” ucapku meledeknya

” aku tidak gombal itu yang tertahan sejak kau menjauh dariku…. Aku sedikit lega sudah mengungkapkannya” ucap Liana melepas pelukkannya

” maafkan aku yang tak sempurna ini… Tapi hubungan kita memang tak bisa di pertahankan…” ujarku yang sebenar tak ingin mengucapkan ini padanya …

Dia hanya tersenyum dingin padaku…

” Alex aku ingin bertanya satu hal dan kau harus jujur tanpa kebohongan seperti semua ucapan barusan….” tanya Liana

” apa itu…” ucapku

” mengapa kau membiarkan Aku mendapatkan beasiswa kedokteran ke jepang 9 tahun yang lalu…” tanya Liana tegas…

” membiarkan, kau terlalu pintar … Aku tak mampu mengalahkan kemampuanmu…” jawabku

” kau berbohong… Selama ini kau selalu bersandiwara…. Aku benar-benar bodoh tertipu semuanya….” ucap Liana membuka tasnya sambil mengambil kotak hitam dari tasnya … Lalu menunjukkan isinya padaku….

” dari mana kau dapat lembar ujian beasiswa kedokteranku…” ucap ku kaget….

” kau lihat dari 10 pertanyaan kau menyelesaikan semua rumusnya…. Tapi di tiga jawaban terakhir kau tak menulis jawabanya… Tapi menulis kata-kata ,nomor 8. Berjuanglah,nomor 9. Jadilah yang terbaik dan nomor. 10 aku akan menantimu dan melihat kau akan jadi dokter yang hebat….” ucap Liana matanya berbinar

” Karena dokter adalah mimpimu…. Dan aku hanya membuka jalan untuk itu….” ucapku tak bisa menahan gejolak perasaan ku… Saat Liana terus mengali masa lalu kami….

Liana​

” awalnya kukira kita berdua yang akan berangkat ke jepang… Tapi ternyata setelah kita berjuang mengalahkan ribuan orang…. Ternyata panitia menetapkan salah satu dari kita berdua yang akan mendapatkan beasiswa itu…. Saat itu aku sadar … Mimpiku untuk tetap bersamamu di cegah dengan kekuatan yang tak bisa kita lawan yaitu takdir….” lanjutku….

” harusnya aku tak pergi ke jepang waktu itu… Harus aku tak mengambil beasiswa itu dan tetap bersamamu… Aku benar-benar tak peka waktu … Aku terlalu bahagia dengan keberhasilan semuku…” ucapnya menangis dan memelukku….

” kau terlalu jujur… Itu yang membuatku mudah melakukan semua itu….” ucapku memegang kepalanya dan mengelus kepalanya

” jadi saat kau bertanya berapa soal yang ku dapat kerjakan dalam ujian itu dan aku menjawab 7 jawaban pasti, 1 jawaban ragu-ragu dan 2 jawaban tidak bisa… Apa saat itu….” tanya Liana lagi

” hehe… Ya saat itu…. ” ucapku sambil mengangguk

Liana terus memukul dadaku dengan kedua tangannya….

” aku benar-benar bangga saat mendapatkan beasiswa itu, sampai saat aku di pesawat menuju jepang… Panitia yang bersamaku bilang kau benar-benar beruntung , pacarmu telah memberikan jalan untukmu….. Sontak aku kaget dengan ucapan panitia itu dan tak mengerti maksudnya sampai dia memberikan lembar jawabanmu….” ucap nya terus menangis

” sudah … Jangan menangis lagi … Aku paling benci melihat orang menangis…” ucapku memegang kedua pipinya yang telah lama tak ku pegang… Ku hapus air matanya….

” kau selalu mengalah padaku … Kenapa … Semua orang menghinamu dan menganggapmu hanya mengekor kepintaranku padahal kau bisa saja melampaui aku… ” tanya liana lagi

” kau tahu … Aku bisa saja melampaui mu waktu itu… Tapi jika aku melakukannya kau tak akan terlihat lagi olehku… Tapi dengan tetap mengekormu aku bisa puas melihatmu dan bahkan membantumu saat kau kesulitan…” balasku

” kita akhiri saja perseteruan dua keluarga yang tak berguna ini…. Sebelum salah satu dari keluarga kita tersakiti….” ucapnya

” kau bilang sebelum …. Kau salah jika mengatakan itu… Tanya lah pada ayahmu yang kau anggap baik itu …. Dan tanyakan apa yang dia lakukan padaku dan keluargaku…. Saat kau tahu semua itu kau akan sadar kita tak akan pernah bersatu….” ucap Ku melepaskan tanganku dan berjalan menuju beranda kamar untuk pergi dari sini …..

” katakan padaku apa yang dilakukan keluargaku…” teriak Liana memegang tanganku

” kau cari tahu sendiri… Dan waktu 15 menitmu habis… Terima kasih untuk segalanya…” ucapku melepaskan pegangan tangannya

” tapi Aku Merindukanmu….” ucap Liana mengerutkan bibirnya

Liana​

Tiba-tiba…

Took…toook..tokkk

” nyonya tuan besar sudah ada di Aula rapat akan segera dimulai…” ucap pria di luar memanggil Liana

” Sebentar lagi..” teriak Liana

” makan lah yang banyak … Kau terlihat kurus sekali… Jangan terlalu banyak berpikir dan bersenang-senang lah… Kerut dimatamu menandakan kau terlalu banyak berpikir… Mungkin terlambat aku mengucapkannya… Selamat telah menjadi Dokter ice princessku… Jaangan terlalu dekat dengan Horizon dia pria jahat… Bye….” ucapku melompat dari beranda menuju bukit yang berisi pepohonan…

“Dasar Beruang putih kau selalu saja terlambat… Kau cemburu padaku…kau cemburu pada orang yang tak layak kau cemburui ” teriak Liana mencari keberadaanku yang tak terlihat di rimbunan pohon dan gelap malam…

Padahal kau masih memperhatikannya dari bawah… Menatap wajahnya yang cantik di bawah sinar malam yang misterius….

Aku benar-benar merindukannya….