. Misi Penghancuran Part 28 | Kisah Malam

Misi Penghancuran Part 28

0
323

Part 28 – Aula Utama


Neti

Kami tiba dari perjalanan panjang tengah malam.. Disebuah rumah berwarna putih.. Dengan dinding-dinding kayu.. Keadaan rumah ini cukup suram karena seperti tak terurus.. Lampu yang tidak ada nyala.. Menambah rasa angker rumah ini.. Belum lagi rumput yang tinggi dan banyak yang telah menjalar menguasai kayu yang menjadi tiang teras rumah ini menambah kesan angker keadaan rumah

“Dimana kita tuan..” ucap Neti heran sambil terus memperhatikan sekitarnya yang cukup membuat bulu kuduknya berdiri

“Ini rumah istirahat kedua Orang Tuaku dan semua Keluarga AS Company..” jelasku

“Rumah ini Makam..” Ucap Neti terhentak tubuh akibat rasa takut muncul seperti tiupan angin malam yang menusuk tubuhnya..

“Benar rumah ini makam keluargaku.. Nanti saat aku tak pernafas lagi kau harus ingat lokasi ini.. Aku ingin berada di dekat keluargaku..” ucapku yang makin membuat suasana makin seram

“Jangan berkata begitu.. Aku jadi takut tuan” ujar Neti memeluk tanganku

Tiba-tiba terdengar suara raungan yang cukup menambah seram mendekat.. Muncul seekor Harimau besar.. Sontak membuat Neti ingin teriak sebelum aku membungkam mulutnya..

“Ssst.. Dia penjaga rumah ini..” ucapku meyakinkannya untuk tak bersuara..

Di balas anggukan Neti.. Meskipun wajah pucat tetap terlihat jelas.. Dia pasti sangat takut dengan hal seperti itu..

Harimau besar itu tersimpuh didepanku sambil memainkan ekornya yang cukup panjang.. Ku dekati Harimau itu untuk mengelus kepalanya ..

“Ini Aku Alex.. Cucu dari Amirullah.. Terima kasih telah setia menjaga rumah ini..” bisik kepada Harimau tadi..

*Raungan khas Harimau terdengar mengerikan bagi siapapun yang mendengarnya..

“Dan dua Wanita itu.. Mereka istriku aku akan tinggal dirumah ini mulai dari sekarang.. Jangan ganggu mereka..” lanjutku

Tiba harimau itu bangun dari posisi tersimpuh, berjalan mendekati Neti mulai mengendus bau Neti.. Membuat muka Neti makin pucat seketika.. Cukup lama binatang itu mengendus bau Neti..

“Tuaannn..” keluhnya pelan tak bergerak dari posisinya..

Lalu Harimau itu bergerak ke arah mobil dan membuat pintu terbuka dengan sendirinya.. Terdengar erangan yang tertahan di dalam mobil kemudian tiba-tiba menjadi hening.. Mungkin saja Rafina pingsan melihat Harimau mendekatinya.. Harimau berjalan mendekatiku.. Aku elus kembali kepala dan dia pun langsung menghilang..

“Kau masuk lah duluan, aku akan membawa wanita itu..” perintah ke Neti yang masih terpaku akan kejadian mistis yang tak dapat di percaya oleh akal sehatnya..

Tapi Neti masih saja tak bergerak dari posisinya.. Aku bergegas ke dalam mobil kulihat Rafina sudah pingsan.. Kulihat juga celana nya basah.. Aku mencium sedikit pesing ..

“Dia ngompol..” ucapku meraba bagian bawahnya yang basah..

Ku angkat dan ku bopong Rafina untuk membawa masuk kedalam rumah.. Aku masih melihat Neti si posisi nya yang tadi..

“Ayo masuk.. Udara malam disini sangat dingin..” ucapku sambil menarik tangan Neti untuk masuk kerumah..

Ku cari saklar lampu.. Ku tekan lalu menghidupkan lampu ruang ini.. Ruang yang berbeda dengan ekspektasi semua orang yang melihat rumah ini dari luar.. Rumah yang bersih dan tertata sangat rapih.. Berbeda dengan tampak luar nya yang kumuh seperti tak terawat..

“Kau jadi wanita pendiam sejak kejadian tadi..” ucapku kepada neti

“Aku takut tuan.. Sebaiknya kita pergi dari sini..” ucapnya dengan bibir bergetar..

“Kau takut dengan peliharaan tadi.. Dia penjaga dari kakek ku.. Kau tahu kan dijaman penjajahan dulu.. Kakek adalah salah satu pejuang yang di takuti oleh penjajah.. Kesaktian dan ilmu bertarungnya tak bisa di jelaskan dengan akal sehat saat ini.. Itu lah mengapa dia memiliki peliharaan yang menakutkan.. Seharus itu di turun ke ayahku namun dia menolak.. Namun Harimau itu tetap disini dan setia menjaga makam kakek hingga saat ini.. Dia juga tak akan menggangu keturunan kakekku..” jelasku pada neti .. Sambil meletakkan Rafina di sofa ruangan ini..

“Tapi kau bilang rumah ini makam .. Dimana makamnya??” ucap Neti

“Hehehe.. Bukan didalam rumah sayang.. Tapi di belakang ..” ucapku tertawa.. Sambil memainkan hidungnya..

“Huu.. Kau mempermainkanku..” ucap neti mengelembungkan mulutnya.. Membuat makin manis..

[table id=Ads4D /]


Rafina

Aku pun mengambil beberapa tali tambang.. Ku ikat rafina dengan tali itu.. Ikat tangannya ke belakang.. Dan ku satukan dengan kedua payudara didepan membuat payudara tertekan oleh cepitan tali yang mengitarinya.. Kemudian ikatan tangannya ku sambung dengan tali lagi ku gantung di langit- langit rumah.. Ku biarkan Rafina yang masih pingsan tadi dalam keadaan tergantung.. Neti hanya memperhatikanku saja..

“Tuan kenapa wanita ini tak di bawa ke rumah utama saja..” tanya neti kembali

“Kau tahu Hera kan dia cemburu saat aku membawa budak lagi kerumah.. ” jawabku

“Tapi kenapa di bawa kerumah menyeramkan ini..” balas neti kembali

“Ini tempat teraman untuk Rafina..” ucapku

“Jadi namanya Rafina ya.. Tapi tuan memiliki banyak rumah kenapa harus rumah ini.. Bukannya rumah tempat penculikan Rafina rumah tuan juga..” lanjutnya

“Itu terlalu dekat.. Juga wanita ini sudah kubuat mati.. Jadi dia tak boleh terlihat lagi oleh orang lain..” ucapku

“Mati.. maksud tuan..” ucap Neti Heran..

“Kau ingat wanita gila yang ku culik tadi.. Aku meletaknya di rumah Rafina yang terbakar tadi.. Jelas saja polisi akan menganggap semua keluarga dirumah yang terbakar itu seluruh tewas dari menghitung jumlah korban..” jelasku

“Tuan kau memang pintar.. Lagian wanita gila itu tak memiliki identitas kan.. Jadi mereka kira adalah Rafina yang tewas..” ucap Neti berdiri sambil menepukkan tangannya.. Seakan tak percaya apa yang baru di liatnya.. Kemampuannya sama seperti Fina.. Yang selalu berpikir tentang hal-hal yang tak terduga..

“Tuan, bolehkan aku bertanya.. Mengapa kau menginginkan banyak wanita.. ” tanya Ragu-ragu

“Kau pasti menganggap ku sampahkan..” ucapku tersenyum

“Bukan, maaf harusnya aku tak bertanya seperti itu” balas Neti menundukkan kepala

“Kau tahu Neti, kakek dan buyutku orang yang sangat kuat dengan kemampuan fisiknya.. Sedangkan berbeda dengan ayahku.. Dia menolak untuk belajar bela diri.. Namun mengandalkan otaknya sehingga keluarga kami yang awalnya hanya kerajaan suku menjadi kerajaan industri yang terus berkembang.. Tapi itu lah kesalahan ayahku.. Karena terlalu fokus mengembangkan usaha kami .. Membuat Goldrich Company yang merupakan pemilik usaha utama sebelum kami muncul mulai goyah.. Segera kerajaan usaha ayahku menguasai segalanya dengan cepat menimbulkan konflik yang tak disadari oleh kedua orang tuaku.. Yang menyebabkan mereka tewas di bunuh.. Dan kau tahu neti setelah itu satu-persatu paman dan bibi serta keponakanku tewas satu-persatu membuat hanya aku yang tersisa yang memiliki darah murni keluarga ini, hanya Aku yang tersisa tapi itu lah kesalahan mereka tak ikut membunuhku juga.. Jadi aku akan jadi mimpi buruk buat mereka yang telah main-main dengan keluarga ku.. Untuk itu aku membutuhkan banyak wanita untuk kembali meneruskan keluargaku saat aku tewas nanti..” penjabaranku kepada Neti

“Jadi Goldrich Company memang musuh utama kita..” ucap Neti memperlihatkan dendamnya dari sorot matanya..

“Itu lah sebabnya aku banyak mengumpulkan wanita.. Aku ingin menitipkan darah murni AS Company pada setiap wanita yang kupercaya..” lanjutku sebenarnya ini hanya alasan yang tiba-tiba muncul di kepalaku..

“Lalu apa yang akan tuan lakukan pada mereka..” ucap neti

“Aku akan menghabisi seluruhnya.. Mengambil seluruhnya dan memusnahkan semuanya..” ucap ku tegas..

“Aku akan mendukungmu tuan.. Izinkan aku bertarung bersamamu..” ucap nya

“Kau perempuan.. Kau tak pantas bertarung di garis depan.. Aku membutuhkan untuk suatu misi..” ucapku

“Misi apa itu.. Aku siap..” ucapnya dengan penuh keyakinan

“Aku ingin kau melindungi dua wanita terpenting dalam hidup.. Kau juga harus mempertaruhkan nyawamu untuk mereka.. Ini lah misi pentingmu..” perintahku

“Siapa kedua Wanita itu..” tanya Neti

Ku dekati telinga neti ku bisikkan dua nama yang harus di lindungi oleh Neti.. Dua wanita ini cukup penting buatku..

“Aku siap tuan.. Aku akan mempertaruhkan seluruh kemampuanku untuk melindungi mereka..” ucap Neti

“Kau punya dua misi melayaniku dan melindungi mereka.. Dan malam ini kau harus melayani hasrat liarku..” perintahku

“Apapun itu aku tak keberatan tuan.. Aku milikmu seutuhnya malam ini..” balasnya sambil berdiri.. Dan mukai melepas baju kemejanya menunjukkan Bra berwarna cerah yang mengoda iman setiap melihatnya.. Lalu melepas celana jeansnya yang ketat.. Memperlihatkan pantat yang besar dan berisi serta lubang memek yang tercap di celana dalam seksi milik Neti

Aku pun duduk di sofa menarik celana ku

“Siap ku puaskan Hari ini..” ucapku menantangnya.. Yang terlihat sudah mulai horny melihat batang kontol yang belum sepenuhnya berdiri..

“Besar sekali senjatamu tuan pantas saja Hera takut ini dimilikin orang lain.” ucapnya langsung berjongkok dan membuka lebar pahaku.. Memasukkan kepala diantar pahaku dan mulai melumat kontolku..

“Kau sepertinya punya pengalaman dalam melumat kontol ya..” pujiku.. Karena Neti terus melumat kontol yang belum eraksi dengan baik seperti diurut dengan sesuatu yang kenyal dan basah.. Membuat kontol cepat menemukan rangsangan untuk mengeras..

Neti mulai kualahan saat kontolku mulai mengembang dua kali lipat dari ukuran sebelum.. Membuat Neti merasakan kenikmatan yang belum ia rasakan sebelummm..

“Hemmmch.. Ekmmm.. Mummchhhh” Neti terus bergerilya mencoba menaklukan kontolku

Aku membalas dengan menyusu di payudara kirinya.. membuat tubuh Neti bergetar merasakan kenikmatan.. Tangan kananku mulai mengusap sekitar puting yang mulai mengeras..

“Tuaann terusss.. Akhhhh..” melepas lumatan kontol ku Neti berpegangan dengan ku dia merasakan sesuatu yang deras mengalir dari lubang vagina..

“Kau tipe wanita yang becek ya..” bisikku membuat Neti makin horny.. Birahi sepenuh telah menguasainya..

Aku pangku tubuh mungil Neti lalu ku tuntun kontolku untuk berkenalan lubang becek itu.. Kutusukkan langsung kedalam.. Remasan tangan Neti terasa seiiring dengan kudorong hingga seluruh terpendam di dalam hangatnya lubang Rahim.. Erangan dan teriakan mengisi ruangan yang semula hening..

Samar-samar mulai menyadarkan wanita yang sejak tadi terikat dan tergantung di depan pergaulan liarku bersama mantan Karyawanku.. Yang super binal ini..

“Akhhh.. Hamilin Aku tuann.. Biarkan aku mendapatkan kesempatan itu..” teriak Neti mencapai klimaksnya untuk ke sekian kalinya..

[table id=AdsKaisar /]


Rafina

Rafina mulai siuman.. Telingannya mendengar sesuatu yang tak asing ditelingannya.. Matanya mulai mampu melihat dengan baik.. Betapa kagetnya saat dia melihat sepasang manusia sedang bercumbu mesra.. Mata Rafina terpaku melihat besarnya kontol sang pria.. semakin jelas dia melihat dan mengenaliku..

“Pak Kabag..” teriaknya..

“Huuu ternyata salah satu karyawanan terbaikku sudah bangun..” ucapku sedikit terkejut.. Tapi aku terus saja melakukan kocokan ke Neti yang mulai mampu mengikuti ritme genjotan ku..

“Apa yang bapak lakukan.. Mengapa aku ada disini..” teriaknya sambil mencoba melepaskan pengikatnya

“Kau tak ingat apa yang terjadi..” jawabku sambil tersenyum

Kulihat dia mulai mencoba berpikir dan menerawang ke masa lalu hingga kejadian seperti ini.. Dia ingat dia sedang menonton tv kemudian ada seseorang dengan penutup kepala menyekapnyaa.. Membopong kedalam suatu mobil.. Dan berakhir disini.. Itu lah yang diingatnya membuat mata mulai berbinar.. Embun-embun kesedihan menguntai pelupuk katup matanya..

“Kau ingin tahu cara menghamili seseorangkan” ejekku membuat tubuh Rafina mengeliat perasaan malu dan terhina akibat menonton sex live didepan Matanya.. Kulihat dia mencoba menutup mata.. Untuk menghindari ia ikut terangsang..

Tapi aku akan menyiksanya.. Kali ini kuubah cara bermainku.. Ku suruh Neti merangkak di atas sofa.. Lalu aku masukkan kontolku menyelip diantara pantat masuk keliang vaginanya yang sudah sedikit terbuka.. Berkat gempuran awalku.. Memudahkan kontolku untuk menguasai penuh memeknya kembali

“Akhhhhhh.. ampuuun tuannn..” teriakknya .. Ketika mulai merasakan maju mundurnya kontolku

*Plook.. Ploookk.. Plokkk..

Suara benturan dengan pantat Neti yang padat makin keras terdengar..
Ku percepat penetrasi kontolku.. Hingga tubuhku mulai merasakan sensasi puncak.. Aku akan segera memberikan spermaku untuk Neti.. Neti pun tak henti-hentinya bergetar.. Energinya sudah sampai batas maksimal..

“Tuann.. Neti hampir Sampai..” lirihnya lembut..

“Boleh ku tumpahkan semuanya di dalam..” bisikku

“Suatu kehormatan memiliki benih orang seperti mu tuan..” bisiknya sambil mengigit bibir bawahnya mencoba menahan klimaksnya kali ini..

Terasa sperma sudah berkumpul di ujung peluru kendaliku.. Ku tusuk ke rahim terdalam Neti dan aliran klimaks Neti pun kembali pecah.. Dan beberapa saat kemudian kutaburkan semua spermaku.. Langsung membuat tubuh Neti bergetar hebat merasakan kenikmatan bercinta denganku..

“Netii puas tuan.. Neti ketagihan dengan kontol mu..” racaunya sambil berusaha mengatur nafas

Ku tatapan mata Rafina yang akhir memandang penuh pergelutan kami.. Dia berusaha melawan segala rangsangan.. Tapi dia tak mampu menahannya.. Erangan dan rintihan kenikmatan yang di keluarkan Neti membuat tak mampu menahan gejolak perasaan dalam dirinya..

“Tidak mungkin.. Mengapa aku serendah ini.. Padahal aku hanya menyaksikan live sex ini.. Mengapa aku mencapai klimaksku..” pikiran Rafina campur Aduk..

Aku tersenyum melihar rok longgar yang digunakan Rafina terlihat basah untuk kedua kalinya tapi ini bukan kencing karena dari sela-sela celananya pun terlihat cairan bening mengalir mengikuti kaki jenjangnya.. Akan ku biarkan Rafina tersiksa untuk sementara dengan sikap Penasaran yang memenuhi pikirannya.. Dan sebentar lagi Rafina akan jadi budak seksku selanjutnya..

[table id=AdsLapakPk /]


Hera

Tia

Henny

[POV Hera]

Hari ini tubuh benar-benar tak bersahabat denganku.. Sejak percumbuanku dengan tuan.. Kemarin tubuh tak mampu kembali Fit.. Ada sesuatu yang membuatku tak mampu memulihkan tenaga..

Malam ini tuan kami tak pulang entah sedang apa dia.. Tapi aku percaya satu hal tuanku tak akan meninggalkanku berlama-lama sendirian..
Aku berusaha untuk tidur.. Tapi mataku tak mau terpejam.. Hari ini aku tidur di kamar tuanku bersama Kak Tia dan Henny.. Sedangkan Nura tidur dengan Fina di bawah dikamarnya..

Sebenarnya aku masih kesal dengan Neti.. Anak baru yang langsung ingin berduaan dengan tuanku.. Bahkan aku pun belum berdua dengan nya.. Aku mulai tak nyaman tertidur.. Akhir aku bangun.. Kulihat henny dan kak Tia sangat lelap.. Aku tak sampai hati membangunkan mereka berdua..

“Hera kenapa kau tak tidur..” ucap Tia merasakan getaran pada tempat tidur saat aku bangun

“Sssssttt.. henny sedang tidur.. Kak aku ingin bicara dengan mu..” ucapku sambil menarik tangan Tia ke arah teras..

Disini terdapat bangku panjang.. Jadi aku mengajak kak Tia yang masih setengah sadar untuk duduk disini..

“Kenapa Hera.. Muka sedikit pucat..” komen Tia yang mulai sadar secara penuh..

“Entah kak Hera kayak gak enak badan perut Hera kembung.. Tapi Hera takut mau ngomongnya..” ucap Hera

“Sudah berapa lama kau seperti itu..??” ucap Tia

“Mungkin dua Hari yang lalu kak..” balas Hera

“Tunggu disini Sebentar ya..” ucap Tia masuk kedalam meninggalkan kusendiri..

Ku lihat pemandangan kota kecil kami dengan lampu-lampu yang hidup dari tiap rumah dan cahaya bulan sabit mempercantik lukisan malam saat ini.. \

Tak ada suara kecuali suara binatang malam membuat suasana menjadi Hening dari segala aktivitas yang biasa terdengar.. Membuat hatiku merasa tentram..

#Di kamar tidur Alex

“Mau kemana dua budak itu..” gumam Henny berpura-pura tidur

Henny mendekati pintu kamar yang menghubungkan antara kamar dan teras.. Dia lihat dua wanita yang masih mengunakan pakaian tidur sedang berbincang-bincang di teras..

Penasaran dengan apa yang mereka bicarakan.. Dari posisi dia, dia tak bisa mendengar apa yang mereka ucapkan.. Dia pun kaget melihat kak Tia menuju Arahku.. Aku segera bergegas bersembunyi di balik Horden.. Syukurlah Tia tak menyadari posisiku.. Saat ini kulihat Hera sedang sendirian.. Muncul ideku untuk menghabisinya.. Kebetulan posisi Hera membelakangiku, jadi aku hanya perlu mendorongnya agar dia terjatuh ke lantai bawah..

Aku juga kesal dengan Hera yang mulut terlalu ringan untuk berbicara hal-hal yang menyakitkan.. Aku mengendap-endap makin mendekati posisi Hera.. Tanganku ku pasang bersiap mendorong Hera..

[table id=AdsTbet /]


Hera

#Kembali Ke Posisi Hera

Aku tak menyadari hadirnya Henny di belakangku. Karena terlalu Asik dengan apa yang kulihat..

Tiba-tiba aku di kagetkan suara yang ku kenal dari belakang

“Henny kau bangun juga..” ucap Tia menghampiri kami..

“Kau.. Mau apa kau di belakangku..” ucapku ketus dan benar-benar di buat kaget kemunculannya Henny yang tiba-tiba di belakangku

“Aku hanya ingin mengagetkanmu kak..” ucap Henny sedikit gugup

“Kita tak pernah kenal sebelumnya jadi jangan sok akrab dengan ku.. Dan aku sedikit mencurigaimu..” ucapku mengintimidasi nya

Raut wajah Henny benar-benar berubah.. Wajah langsung pucat pasi.. Dan berbalik mencoba pergi dari suasana canggung ini.. Tapi Tia menangkap tangannya.. Tia pun Langsung memeluknya..

“Jangan ambil hati, apa yang dikatakan Hera..” ucap Tia sambil mengelus rambut hitam panjang milik Henny

Ini lah kesempatan Henny jika ia ingin membunuh Tia.. Belati terselip di pinggangnya dia bisa dengan mudah membunuh Tia.. Tapi pelukkan Tia membuatnya lupa untuk menghabisi dua wanita budak Alex ini..

“Terima kasih kak..” ucap Henny pelan

Aku yang melihat kejadian ini pun ikut merasa bersalah.. Apa lagi kak Tia terus melotot ke arahku

“Henny maafkan aku karena ucapanku menyakitimu.. Aku belum mengenalmu seutuhnya jadi maafkan aku..” ucapku memeluk kedua wanita itu

“Tidak apa-apa kak aku yang salah..” ucap Henny

“Sampai kapan kita berpelukan..” ucap Tia tertawa kecil

“Benar juga..” ucap Hera

“Ini aku bawa ini untuk mu..” ucap Tia memberikan sesuatu..

“Apa ini kak..???” tanyaku lugu

“Itu test kehamilan Hera.. Kau gunakan itu..” balas Tia..

“Tapi kak aku tak tahu pengunaanya hehee..” ucapku tersenyum lebar..

“Ya ampun.. Kau pura-pura tidak tahu apa???” ucap Tia

“Serius kak.. Aku ini anak rumahan dan polos jadi tak tahu seperti itu..” ucapku membalasnya karena memang aku tahu cara mengunakan kencing ku tapi.. Setelah itu seperti apa aku benar-benar tak tahu caranya..

“Kau hanya mengumpulkan kencingmu di cangkir atau apapun itu.. Lalu letak benda ini tahan beberapa menit hingga muncul garis di atas ini..” ucap Tia menjelaskan

“Oke mudah ternyata.. Kukira benda ini di masukkan ke dalam..” ucapku tak melanjutkannya dan sambil tertawa kecil.. Aku pergi ke Wc meninggalkan kak Tia dan Henny di teras karena kau sangat semangat untuk melakukan hal ini..

[table id=iklanlapak /]


Hera

Tia

Henny

#Di beranda

“Henny.. Duduk lah disini..” ucap Tia

“Ya kak..” ucap Henny duduk di samping Tia

“Aku tahu.. Kau benci dengan kami.. Akibat kematian keluarga mu..” ucapku..

Henny hanya merenung sambil wajahnya menunduk..

“Kau tahu mengapa tuan membunuh kak laki-laki yang bernama Wili.. Itu karena dia membantai isi mess milik tuan.. Dan menculik Fina dan Neti.. Itu lah yang membuatnya Sangat marah.. Itu asal mula tuan berbuat hal buruk itu terjadi.. Tuan kita itu adalah orang yang baik namun jika sesuatu hal terjadi dia akan jadi sangat mengerikan..” jelas Tia

“Tapi itu tak adil buatku.. Mengapa semua keluargaku..” ucap Henny

“Apa itu adil buat Tuan.. Dia kehilangan orang tua dan keluarga.. Diusia yang sama denganmu.. Dia sendirian saat itu.. Apa itu adil buatnya juga.. ” jelas Tia tegas

Henny pun kembali terdiam..

“Kak.. Bukannya kau juga korban kekerasan dari pria itu.. Mengapa kau begitu menyanjungnya..” ucap Henny

“Awalnya aku seperti itu.. Namun setelah aku coba membuka hatiku.. Aku menemukan sisi lain tuanku yang. berbeda.. Dia kejam tapi saat kau berada sangat dekat denganya kau akan mengetahui dia pria yang sopan dan baik” ucap Tia

#Kembali Ke Hera


Hera

Jantung berdetak cepat dan berpacu saat kukumpulkan air seniku didalam wadah plastik.. Kemudian ku masukkan alat yang di berikan kak Tia..

Kutunggu beberapa saat kemudian saat ku angkat.. Jantung seperti akan berhenti.. Aku melihat dua garis merah yang cukup terang.. Segera aku bergegas menuju kak Tia..

“Hera ada apa..” ucap Tia

Ku peluk erat tubuh Tia dan Henny sekaligus..

“Ada apa.. Apa yang terjadi..” ucap Tia khawatir karena Hera terus memeluk sambil menetes air mata..

Ku perlihatkan tanda itu.. Kepada kedua wanita juga langsung bersorak..

“Selamat ya Hera kau harus menjaganya..” ucap Tia..

“Selamat ya kak..” ucap Henny yang ikut senang, sedikit melupakan rencana jahatnya

“Ya kak.. Terima kasih.. Aku sangat senang sekali..” teriak Hera

“Masuklah kedalam tak baik udara malam untuk wanita hamil” ucap Tia memberi saran

“Baiklah kak..” ucap Ku meninggalkan mereka berdua..

[table id=Lgcash88 /]


Tia

[POV Tia]

Aku turut senang dengan kehamilan Hera.. Akhirnya adikku yang manis itu sebentar lagi akan menjadi ibu.. Ku doakan yang terbaik untuknya..

Aku menyayangi Hera, karena Hera aku seperti memiliki seorang adik yang judes namun cantik.. Kulihat juga Henny berdiri disampingku

“Henny.. Kuharap kau juga bisa bergabung dengan kami..” ucapku

“Kak Tia..” ucapnya

“Jangan lakukan hal seperti tadi lagi..” ucapku sambil mengenggam tangannya

“Maksud kakak..” ucap Henny .

“Aku tahu kau akan mendorong Hera tadi.. Dan juga pisau di pinggangmu itu.. Sebaiknya kau tidak menggunakannya..” ucapku

“Kak.. Kau tahu..” ucapnya

“Dari awal aku tahu maksud mu.. Tapi aku yakin kau bukan wanita seperti itu..” lanjutku

“Kenapa kau tak meringkusku kembali..” ucap henny

“Hehee.. Kau wanita yang baik.. Aku percaya denganmu.. Tapi saat kau melakukan hal seperti itu lagi .. Aku bersumpah akan menjaga keluargaku.. Dan aku tak akan segan lagi melakukan hal yang tak terduga..” ucapku, kata ini kupelajari dari tuanku..

Henny hanya terdiam kembali.. Ku tinggalkan Henny dalam renungannya dan kebimbangannya.. Ku dekati Hera yang duduk di Sofa sambil sibuk mengutak atik Handphone.. Seperti dia sedang message kabar baik ini pada tuan kami.. Ku peluk dia lagi..

“Kak kita sama sekarang..” ucap Hera..

“Ha.. Maksudmu..??” ucapku kaget

“Jangan menyembunyikannya lagi.. Aku dengar saat kak dan tuan di kamar sebelah kemarin..” ucap Hera tersenyum

“Ssst jangan beritahu siapun ya..” ucapku panik karena Hera telah mengetahui kehamilanku juga

“Kenapa kak.. Bukannya itu kabar yang harus di ketahui oleh yang lainnya..” ucap Hera

“Pokok janji jangan beritahu siapapun..” tegasku

“Baiklah.. Mana Henny kenapa dia tidak masuk..” tanya Hera

“Di masih diluar.. Sebentar lagi dia masuk.. Henny.. henny.. ” ucap ku memanggilnya

“Ya kak..” ucapnya langsung bergabung di sofa tempat duduk kami..

“Hen.. Aku mau tanya sama kamu.. Menurutmu kak Tia cantik gak..” tanya Hera dengan suara manjanya..

“Menurutku dia sangat cantik dan wajah berkarisma..” puji Henny

“Aku malah mendengar itu sebagai sebuah hinaan hen..” ucapku

“Tidak kak.. Kau memang benar-benar cantik.. Hanya butuh sedikit polesan saja.. Kau bisa mengalahkan Hera..” ucap Henny sambil tersenyum..

Henny mulai mampu berbaur dengan kami.. Tapi aku harus tetap mewaspadainya.. Mungkin ini adalah cara nya agar kami lengah.. Tapi hati kecil percaya Henny tak akan melakukan hal itu..

“Tepat yang kau bicarakan .. Kak Tia terlalu natural.. Jadi tak memiliki kesan yang kuat.. Kak ini Istri pertama dari salah satu orang terkaya di sini..” ucap Hera sambil tertawa ..

“Untuk apa berdandan.. Hanya membuang waktu saja.. Dan lagi tuan tak bisa mengajak pergi dari rumah ini” ucapku membela diri

“Itu lah kak yang membuat tuan berburu wanita lain.. Kau tak membuat kesan agar dia jatuh cinta pada mu.. Lihat saja Neti dan Fina mereka bisa mengambil hati tuan kita.. Dengan dandanan sporti dan kekinian..” ucap Henny makin memanaskan suasana..

“Hahahaa.. Benar yang dikatakan Henny..” sahut Hera terus tertawa terbahak-bahak..

“Kalian berdua.. Apa maksud dari ini..” ucapku

“Kak besok pagi saat tuan tiba disini.. Izinkan aku dan Henny mendandanimu..” ucap Hera

“Bukan hanya kak Tia saja.. Aku juga akan dandan secantik mungkin..” ucap Henny tersenyum centil.. Sedikit melupakan dendamnya..

“Benar kita bertiga harus tampil maksimal besok.. Kita tak mungkin kalah dengan Neti dan Nura serta Fina..” ucap Hera sambil membuka mulutnya .. Seperti kantuknya mulai datang..

“Oke-oke sekarang saat kalian tidur sudah terlalu malam..” ucapku segera mengakhiri ini..

Hera bergegas ketempat tidur.. Sedangkan Henny mendekatiku..

“Kak aku akan mencoba mempercayaimu..” ucapnya sambil menyerahkan pisau belatinya yang di curinya

Aku hanya tersenyum.. Menyimpan belati itu kembali di lemari.. Tapi aku harus tetap waspada, Henny masih sangat muda dan emosi tidak stabil satu hal yang menyakitkan akan mengubah pandangannya.. Aku berpikir apa harus ku beri tahu Tuan Alex hal ini, aku takut dia akan jadi bom waktu di keluarga ini yang bisa melukai siapapun.. Ku coba tepis segala kerisauanku dan segera menyusul mereka untuk tidur..

[table id=Ads4D /]


Nura

Fina

[POV Nura]

“Fina kau sudah tidur” ucapku

“Belum.. Apa yang sedang tuan lakukan pada Neti.. Jujur aku cemburu..” ucap Fina terlihat kesal..

“Sudah biarkan saja.. Toh nanti ada saat untuk ku dan kau..” ucapku menyemangatinya

“Dan kenapa kita tidur di lantai bawah sedangkan mereka tidur langsung di kamar tuan..” tanya Fina kembali cemburu

“Sebenarnya aku ragu dengan Henny..” ucapku

“Ragu bagaimana Nura..” tanya Fina heran

“Kau tahu pisau yang ada di kamarku tiba-tiba hilang.. Aku yakin Henny yang mengambilnya..” ucap ku menjelaskan sesuatu hal..

“Apaa.. Lalu.. Kenapa kau hanya diam.. Jika kau tahu wanita itu menyimpan pisaumu..” teriak Fina

“Sssttt.. Kau bisa kecil sedikit suaramu..bagaimana jika orang dengar..” ucapku

“Tapi itu bahaya kan Nura.. Kak Tia dan Hera dalam bahaya.. Kita harus ke atas..” ucap Fina keluar dari kasurnya

“Fina sudah tenang saja.. Aku percaya dengan kedua wanita itu kak Tia dan Hera.. Kak Tia dengan sikap ke ibuannya sedangkan Hera dia adalah orang yang ahli bela diri.. Di adalah staf protokol, rata-rata mereka sangat pintar Berkelahi..” jelas Nura

“Maksudmu mereka akan baik-baik saja.. Dengan apa yang akan terjadi..” ucap Fina tetap khawatir..

“Dan juga pisau itu Sebenarnya tumpul..” ucap ku menyakinkan Fina tak akan terjadi apapun

“Oh begitu.. Nura boleh aku bertanya tentang tuan.. Meskipun aku lebih lama bersamanya tapi aku tak pernah benar-benar dekat dengannya..”
Ujar Fina

“Tuan itu orang yang Misterius.. Banyak hal yang belum aku pahami.. Namun yang jelas dia orang yang baik dan cukup Hangat..” ujarku

“Apa kau menyukai tuan kita..” lanjut Fina

“Bohong jika aku bilang tak menyukainya.. Bahkan yang lain pun jika di beri pertanyaan yang sama jawabanya adalah iya..” jelasku singkat

“Kapan pertama kali kau berhubungan dengan tuan???” pertanyaan Fina yang makin penasaran

“Hmmmm.. Fina kau benar-benar ingin tahu ya..” ucap Ku mempermainkannya sambil tertawa kecil

“Aku belum pernah berhubungan.. Bahkan pacaran saja belum pernah, selama ini aku hanya fokus dengan pekerjaanku.. Dan kau tahu Nura laki-laki yang membuatku jatuh cinta selama ini cuma tuan kita..” jelas Fina yang sontak membuatku terkejut bukan main..

“Jadi tuan kita adalah cinta pertamamu.. Kau wanita yang cantik dengan posisi yang luarbiasa tak pernah berpacaran..” ucap kaget ku..

Fina hanya mengelengkan kepalanya menunjukkan benar kalau tuanku adalah cinta pertamanya sedangkan dia memang tak memiliki pengalaman berhubungan dengan siapapun.. Dan berarti Fina masih perawan..

Benar kata Hera.. Disini kami semua saudara tapi saat berhubungan dengan tuan kami.. Kami semua adalah saingan yang punya kesempatan sama untuk mendapatkan tuan.. Dan Fina adalah salah satu saingan terberatku.. Dia cantik, pintar dan terlebih lagi dia masih suci.. Tuan akan segera tergila-gila padanya.. Sedangkan aku wanita yang tak suci, nilaiku pun pas-pas, mungkin nilai plus ku adalah etos kerjaku..

“Tuan kita memiliki ukuran kontol yang luar biasa, serta stamina membuat wanita akan tergila-gila pada permainannya.. Aku pemalu Fina tapi saat aku berhubungan dengan tuan aku berubah bukan lagi wanita pemalu.. Aku jadi liar.. Itu lah kemampuan tuan kita..” ucapku

“Yang jelas aku akan memberikan tubuhku ini untuk tuanku.. Aku tak boleh kalah oleh Neti.. Padahal Neti itu sudah tidak perawan lagi, bahkan sebelum penculikan kami” ucap Fina

“Benarkah itu.. Jadi Neti sudah tidak perawan lagi..” kagetku dengan ucapan Fina

“Upss.. Bukan saya salah bicara Nura.. Sebaiknya kita tidur saja yuk” ucap Fina coba mengalihkan pembicaraan

“Fina ini akan jadi rahasia kita berdua.. Kau tak percaya denganku.. Aku saja tak perawan lagi saat berada disini, itu bukan Aib lagi kita keluarga.. Jangan ada yang di tutup-tutupin lagi yaa..” ucap ku

“Tapi kak ini Aib Neti dan aku sudah berjanji untuk merahasiakan ini..” ucap Fina tetap bersikeras tak akan memberitahu Neti

“Kita cuma berdua di kamar ini.. Please jangan buat aku penasaran Fina..” bujukku

“Baik lah tapi jangan bicarakan ke yang lain ya.. Ini berawal saat aku pertama kali pindah ke Mess, disitu terdapat banyak laki dan hanya Neti wanitanya.. Aku mulai berkenal dengan Neti hingga menjadi sangat dekat seiring waktu.. Hingga ku tahu Neti sudah melakukan hubungan terlarang bersama pacarnya.. Neti sangat percaya dengan pacarkan, bahkan informasi dan masukan dari ku selalu di muntahkan olehnya.. Sampai akhirnya laki-laki yang begitu di percayai oleh Neti melarikan diri meninggalkannya sendiri tanpa kejelasan apapun.. Membuat Neti sedikit frustasi dan akibat itu pula Neti hingga sekarang tak pernah berpacaran lagi..” jelas Fina pada ku

Aku hanya mengangguk-anggukan kepala mencoba mengerti akan keadaan yang terjadi pada Neti..

“Fina aku akan membantumu besok.. Kau harus bersiap saat ada kesempatan ..” Ucapku

“Nura biar kan aku berusaha sendiri.. ” ucapnya

“Tidak aku ingin membantumu besok.. Siapkan mentalmu .. Karena besok pasti sangat melelahkan..” ucapku

“Kalau begitu sebaiknya kita istirahat Nura..” balas Fina

“Ya.. Kita harus fresh besok..” ucapku sambil menarik selimut dan kami saling tersenyum bersama..

[table id=Ads4D /]


Rafina

Cukup lama ku biarkan Rafina tersiksa dengan Fantasinya.. Fantasi akan nikmatnya kontolku yang membuat Neti.. Wanita yang ku setubuhi didepannya menjadi tak berdaya..

Aku sibuk waktu menunggu dengan menonton tv.. Tapi ini hampir subuh tak ada film yang bisa ku tonton..

Kutinggalkan kedua wanita itu.. Menuju pintu belakang rumah.. Disini terdapat puluhan makam pendiri keluargaku dan saudaraku.. Aku tersimpuh di atas makam berlapisin Marmer putih.. Setiap kesini aku selalu tak mampu menahan Air mataku.. Di tempat ini lah aku selalu terlihat lemah.. Makam kedua orang tuaku

“Ayah sekarang anakmu tak sendirian lagi.. Aku sudah memiliki saudara yang hebat dan wanita yang akan mendukungku.. Aku akan membalaskan dendam kalian sebentar lagi..” ucapku mencium Batu Nisan bertulisan nama ayahku..

“Ibu kau bisa tenang sekarang.. Aku bisa makan dengan baik, seluruh pakaian tersedia rapih dan sebentar lagi aku akan memberi kalian berdua Cucu.. Apa kalian berdua senang..” ucapku

Lalu ku tumpahkan segala kerindukan dengan terus menangis di samping Makam mereka.. Hingga aku kembali merasa seluruh beban ku sedikit terangkat..

Tepat pukul 3.00 wib.. Aku segera bergegas kembali kerumah.. Mencuci muka ku.. Melakukan beberapa bersih-bersih kulihat Neti sudah bisa duduk di Sofa meskipun masih terlihat lemas.. Rafina pun sudah ke habisan tenaga meronta melawan ikatan di punggungnya..

“Neti kau harus bersiap.. Kita akan kembali ke rumah Utama..” ucapku pada Neti

“Baik tuan.. Aku membersih kan pakaian ku terlebih dahulu..” balasnya

“Mau kemana kalian.. Lepaskan aku.. Kumohon..” ucap Rafina

“Kau akan disini.. Untuk selamanya ..” ucapku

“Kumohon.. Jangan tinggal aku disini.. Aku takut.. ” ucapnya kembali..

Ku arahkan Handphone untuk memfoto Rafina .. Tapi dia terus berusaha menghindar.. aku menyukai dimana Rafina merasa terhina.. Ku dekati pipi yang mulus mulai mengelus wajahnya yang cukup Khas.. Tak ada lagi Omelannya yang bisa keluar.. Hanya gerakan mencoba menghindar..

Lalu kelumat bibirnya secara paksa.. Dia berusaha meronta.. Tapi ku pengang erat kepalanya.. Membuatnya tak mampu menghindari.. Mulut berusaha untuk tidak membuka tapi aku tak menyerah aku terus melumat bibirnya.. Kuhisap bibir bagian atas dan bawahnya sili berganti.. Membuat lama kelamaan pertahanan dari Rafina terbuka.. Aku mulai berani bermain dengan lidahku.. Tiba-tiba dia mengigit lidahku..

*Akhhh..

Ku tampar Wajahnya membuat dia menghentikan gigitannya..

“Ukh.. Peliharaanku ini masih Liar ternyata..” ucapku

Ku lepaskan ikat pinggang ku.. aku tarik celana tidurnya.. Hingga ke lutut.. Memperlihat celana dalam berwarna putih.. Pantatnya kecil tak berisi saat aku mencoba meremasnya..

“Aku heran kenapa suamimu, mau menikah dengan Wanita berpantat kecil seperti ini..” ejekku sambil meremas pantatnya..

“Hentikaann.. Sakit..” teriak Rafina

“Sakit apa Nikmat..” bisikku di telinganya sambil menyisir tanganku di garis lubang pantatnya yang masih tertutup celana dalam..

*Breeeet..

Ku buka paksa pakaian Tidurnyaa.. Membuat beberapa kancing baju berhamburan

“Aaaaakkkkggg.. Jangan pak kumohon jangan lakukan ini.. Aku bersalah.. Maafkan aku..” ucap Rafina mencoba melawan tapi tak berdaya.. Air mata pun mengalir.. Tapi ada yang aneh pada tubuhnya.. Justru ia makin terangsang.. Memeknya berkedut akibat prilakuku..

“Ya ampun.. Ini payudara minimalis sekali..” teriakku karena Rafina tak memakai BH..

Ukurannya sangat kecil.. Mungkin ukuran 32 B ..

“Kenapa.. Apa tubuhku mengkhianati diriku sendiri.. Mengapa aku terus terangsang dengan hina-hina dari mulut Pak Alex..” gumam Rafina menahan gejolak di dalam tubuhnya.. Yang terus menikmati apapun yang dilakukan pak Alex..

Dia mengigit bibirnya saat aku mulai meraba tumpukkan kecil payudara nya.. Mungkin aku harus rajin memijat payudara ini supaya makin melebar dan membesar serta kencang heheh..

“Hentikannn..” teriak Rafina mencoba menghilangkan perasaan aneh dalam dirinya..

“Jangan berisik nikmati saja..” ucapku

Mulut mulai menjilati payudaranya.. Tubuh Rafina merasakan sensasi.. Bergerak mencoba menghindari.. Tapi sisi lain menikmati.. Berusaha keras untuk keluar dari rangsangan tapi justri malah makin terangsang.. Rafina mencapai klimaksnya setelah terlintas kontolku yang bersarang di vaginannya..

“Hmmm.. Ada yang sampai klimaks nih..” bisikku dia terus mengelengkan kepala.. Aku pun kembali menurunkan celananku dan memperlihatkan gagahnya senjataku yang siap berperang..

“Mau ini.. Rafina..” tanya ku

Dia terus mengelengkan kepalanya.. Saat aku memcoba bermain dengan kontolku.. Kulihat tubuhnya bergetar mulut tak berhenti bergetar seperti orang yang mengigil.. Deru nafas nya makin tak beraturan..

“Benar tidak mau ya sudah.. Aku coba mengangkat kembali celanaku untuk menutup senjataku..” ucapku sambil memperlambat adegan naiknya celana ku..

“Jangaan..” teriaknya

“Jangan apa.. Ya aku tak akan bersetubuh dengan mu jika kau tak mau..” ucap ku mengoda dan mempermainkannya..

“Aku ingin melihat Kontolmu..” ucapnya sambil menutup matanya.. Dia pun tak percaya akan mengatakan hal seperti ini..

*Ctarrr.. Ctarrr..

Cambukan ikat pinggang ku

“Kalau kau menginginkannya minta dengan baik..” perintah Neti

“Akhh.. Sakit.. Hentikan.. Baik aku akan meminta dengan baik..” ucap Rafina merasakan nyeri di pantatnya

“Kau ingin jadi budak seksku..” tanyaku

Lama Rafina terpaku.. Namun dia kembali mengelengkan kepala nya seperti dia mampu mengendalikan sedikit kewarasannya.. Hingga dia menolakku kembali.. Ku balas sebuah senyuman untuknya.. Ku lihat Neti akan mencambuknya kembali.. Segera ku hentikan dia..

“Sudah cukup Neti.. Sebaiknya kau tarik kasur itu kesini..” ucapku

“Baik tuan..” ucapnya menarik kasur itu hingga di dekat dengan kaki Rafina..

Ku longgarkan tali pengikat yang mengantung tubuhnya..hingga Rafina bisa tidur di kasur yang ku sediakan..

“Neti.. Mulai besok kau harus kesini bawakan makan wanita ini..” perintahku

“Apa maksud bapak.. Bapak ingin meninggalkan ku sendirian disini..” ucap Rafina meronta..

“Kau akan tinggal disini selamanya.. Neti kita harus segera kembali..” Ucapku

“Please.. Jangan tinggalkan aku disini sendiri.. Bebaskan akuuu.. Ku mohoooon..” ucap Rafina mengigit celanaku.. Mencoba menahanku

Tapi tak membuang waktu Neti menendang cukup keras lengan Rafina hingga terpental..

“Bukannya kau sudah di berikan kesempatan untuk menjadi budak tuan dan kau tak mau.. Jadi nikmati saja hidup baru menjaga rumah ini..” teriak Neti

“Sudah kita sedang terburu-buru..” ucapku sambil mengeluas kepalanya

Kami pun pergi dari sini.. Meninggal Rafina yang masih mengerang kesakitan .. Kututup pintu dan menguncinya.. aku berikan kunci kepada Neti..ku dengar suara tangisan yang memuncak samar-samar dari dalam rumah..

” kumohoon jangan tinggalkan aku sendiri disini..” teriak nya sambil tangisan tak tertahankan lagi..

Ku pacu mobilku sebelum sang surya kembali muncul.. Ku tambah kecepatan agar segera sampai.. Jalanan yang masih lenggang membuatku terus maju.. Neti yang duduk disampingku terlihat memegang erat sabuk pengamannya dan sesekali diapun memejamkan kedua matanya saat aku melakukan tikungan dengan kecepatan tinggi..

“Aku akan kembali Rafina menikmatimu.. Dan kau pasti akan ku hamili..” ucapku

[table id=AdsKaisar /]


Fina

[POV Fina]

Malam ini banyak pertanyaan di kepalaku yang menuntut mampu menemukan jawaban secepat mungkin.. Beberapa kali aku terbangun karena aku mimpikan hal tersebut.. Dan kali ini untuk ke empat kalinya malam ini.. Ku putuskan untuk mencuci mukaku.. Pergi ke WC yang kebetulan letaknya berada diluar kamar Nura.. Inginku bangunkan Nura tapi dia sedang menikmati tidur panjangnya..

Selesai ku membasuh wajahku.. Sedikit Fresh sekali rasanya.. Terkena air di malam hari.. Kulihat jam masih pukul 3.00 .. Masih cukup lama untuk pagi datang menyingsing..

Kuputuskan untuk kembali menuju tempat tidur.. Saat akan menarik selimut.. handphone berbunyi.. Kulihat di notifikasinya.. Nomor telponnya tak ku kenal.. Jadi ku biarkam Handphone bergetar ria.. Cukup lama itu terjadi dan berhenti.. Pasti itu orang iseng yang asal menekan nomor pikirku negatif terhadap panggilan tersebut..

Namun kali ini handphone kembali berbunyi .. Jantung berdetak .. Tapi perasaanku seakan terus menyuruh otakku untuk segera mengangkat Handphone ku.. Ku bulatkan hatiku untuk mengangkat panggilan asing itu..

” Hallo..siapa ini..” ucapku to the point jika aku tak mengenalnya aku akan langsung mematikan panggilan tersebut..

” Huuuftt.. Syukurlah, kau mau mengangkat telpon ku.. ” ucap pria di ujung telpon..

” ada apa pak.. Maaf tadi aku ragu memgangkat panggilanmu..” balasku dengan jantung berdetak seperti suara drumband.. Maklum ini pertama kalinya aku mendapat telpon langsung dari pak Alex.. Selama ini bahkan aku tak memiliki nomor telponnya..

” apa kau tidak tidur Fina..” tanya Alex

” aku terbangun.. Dan baru kembali dari kamar mandi..” jawabku selembut mungkin.. Aku seperti orang yang baru jadian dan ini pertama kali mendapatkan panggil darinya.. Menguling-gulingkan tubuhku di kasur .. Sambil tanganku tak henti-hentinya melilit rambutkub yang panjang membuat kusut..

” kau tak nyenyak ya.. Karena aku tak ada disana..harusnya aku mengajak mu juga..” ucap Alex mengoda ku

” tidak pak.. Aku memang sering terbangun sat malam hari.. Anda dimana sekarang pak..dan juga Neti ..”ucapku yang sedikit terkejut dengan ucapan pak Alex..

” ooh.. Tapi kau benar-benar penasaran dimana aku kan.. Aku memang bersama Neti , ada suatu hal yang aku kerjakan.. Dan saat ini temanmu sedang terlelap disamping ku” jawab Alex

Mendengar jawab Pak Alex .. Sontak membuat suasana diruangan ini makin panas.. Aku berkhayal jika saat ini bukan Neti disamping Pak Alex tapi aku .. Apa yang akan kulakukan..

” aku hampir lupa tujuanku menelponmu.. rico sudah bisa pulang dari Rumah Sakit.. Jadi bisa kau menyusulnya sekarang..” ucap Alex

” baik pak.. Tapi saya mengunakan kendaraan sapa..” tanyaku

” di garasi belakang aku memiliki mobil Subaru BRZ atau mini Cooper milik ayahku.. Dan kunci nya berada di kotak berwarna merah di atas tumpukkan ban di garasi itu ya..” ucapku..

” Baiklah pak.. Secepatnya aku akan kesana menyusul Rico..” balasku..

” aku juga sedang dalam perjalanan pulang.. Satu lagi jangan panggil aku bapak.. Aku bukan bapakmu..” ucap Alex yang tertawa cekikikan

Raut muka berubah Merah.. Aku lupa .. mulut terbiasa memanggilnya dengan Sebutan Pak.. Harusnya aku memanggilnya tuan..

” maaf kan aku tuan..” Balasku

” haha.. Sudah panggil aku kak saja.. Aku risih di panggil tuan ” ucap Alex tertawa

” aku ingin seperti yang lain.. Memanggil dengan panggilan itu..” ucapku

” oke baiklah terserah kau asal jangan pak lagi hehe..” lanjut Alex yang masih terus tertawa

” ya Tuan..” jawabku yang ikut tertawa

” sebelum tuan mematikan telponya .. Boleh aku mengajak Nura ke Rumah Sakitnya..” tanyaku kembali

” tentu.. Hati-hati di jalan ya sayang..” goda Alex

” haaa..” kagetku belum sempat membalas hubungan telpon ku berakhir..

Aku benar-benar di buat malu oleh tuanku .. Karena melakukan kesalahan seperti tadi..
Tapi kata-kata terakhir mampu membuatku tal sabar ingin bertemu dengannya.. Aku tak mau terus hanyut dengan Fantasi tanpa Hentiku..

Ku bangunkan Nura yang masih terlelap.. Tubuh mengeliaat dan matanya mulai di sapu beberapa kali oleh tangannya

” Nura .. Temani aku kerumah sakit menyusul Rico yuk..” ucapku

” tapi ini masih terlalu pagi Fina..” ucapnya memeluk Guling kembali

” ini perintah langsung dari tuan kita..” ucapku

Sontak membuatnya langsung terbangun..

” Aku cuci muka dulu…” teriak Nura pergi ke luar kamar..

Aku bergegas Salin.. Berdandan sesederhana mungkin.. Nura yang sudah selesai pun dandan juga disampingku

” tuan menelponmu ya Fina.. ” ucap Nura

” ya aku pun Kaget dengan itu..” Ucapku

” Lalu kita menyusul Rico dengan apa..” tanya Nura lagi

” Tuan memiliki mobil Lain..” ucapku

Kami berdua pun bergegas menuju garasi .. Terdapat dua mobil sport.. Tapi keduanya hanya dua kursi.. Kita tak bisa membawa mobil ini..

” tunggu ini mobil juga kan..” ucap Nura menunjuk mobil yang tertutup selimut..dan membukanya

” nah ini baru bisa kita gunakan.. ” ucap Ku .. Ini adalah mobil civic Genio.. Ku coba masukkan kunci dan Starter..

* brummm.. Brummm

Mobil terawat dengan baik..

Aku biarkan mobil cukup lama lalu ke pacu mobil keluar dari garasi menuju rumah sakit..

[table id=AdsTbet /]


Yulina

Hera

Anna

 

[POV Hadi]

Akhirnya kami tiba dirumah yang mengubahku hidup keduaku… Saat mobil ku yang dikendarai kami memasuki SPBU milik bossku….

“kita sampai… ” ucapku

“apa yang harus ku lakukan saat bertemu dengannya….” ucap Yulina

“kau tunggu saja di mobil , sampai ku perintahkan untuk masuk… Didalam rumah ini bukan Alex yang berbahaya…. Jadi tunggu disini dulu…” perintahku pada Yulina

Kutinggalkan istri baruku di dalam mobil… Menuju pintu masuk rumah bosku ini… Ku buka…

” Aku pulang ” teriakku….

Kulihat wanita cantik yang sedang menuju tangga…

“Anna menjauhlah dari sini…” perintah Agung

“Jadi kau memilih maksa siapa di…” ucap Edi santai…

“Aku pilih dokter itu saja….” ucap Adi memasang kuda-kuda untuk menyerang…

“hahaaa… Aku lawan anak baru itu… Boleh aku membunuhnya….” ucap Edi

“Mati aku…. Apa yang harus ku lakukan… Mereka semua monster buatku” gumamku… Keringat dinginku mengalir…. Apa ini akhir hidupku…. Padahal aku baru saja menikah….

Tak berapa lama kedua monster itu mulai bergerak maju… Jantungku berpacu sangat cepat…

“Hentikannn……” teriak seseorang yang masuk

Sambil memukul keras dinding di samping membuat ruangan seketika hening

[table id=AdsTbet /]

[POV Alex]

Aku tahu Hadi telah tiba… Dan dari apa yang ku dengar Seperti akan ada pertarungan dari dalam rumahku… Aku harus bergegas sebelum ada yang tewas…. Saudaraku adalah pembunuh yang profesional …. Hadi akan tewas oleh mereka… Benar saja apa yang kulihat mereka sudah bersiap baku hantam….

“Hentikannn ” teriakku

“Apa kalian ingin menghadapiku… ” lanjutku membuat semua terdiam ….

“Jangan buang-buang tenaga melawan saudara sendiri….. Aku membutuhkan kalian untuk menjalankan misi PENGHANCURAN ….” ucapku

“Maafkan aku saudaraku….” ucap Agung

“Karena kita Semua telah berkumpul saatnya Rapat utama untuk menyelesaikan misi PENGHANCURAN dimulai….. ” Ucapku

“Siap saudaraku….” ucap ketiga saudara Alex berjongkok…

“Tapi saudaraku … Sebaiknya kita kumpulkan juga seluruh wanita yang ada disini untuk mengikuti nya…. Mereka juga harus tahu apa yang terjadi disini…” ucap Agung

“Untuk apa kita berempat saja sudah cukup menghabisi mereka…” Ucap Adi

“Yang kita butuhkan dalam Misi ini bukan karena hanya otot…namun otak juga harus kita lakukan untuk mencapai ke sukses… Satu langkah salah kita semua akan jadi korban….” jelas Agung…

[table id=AdsKaisar /]

“Aku pulang..” ucap Nura diikuti oleh Rico yang tangannya masih di perban dan selanjutnya Fina juga masuk…

“Kalian sudah pulang bagus.. Aku ingin k Yulina dan Wanita yang tidur dikamar mu Agung harus berkumpul Di Aula keluarga AS sekarang juga…” Teriakku

Halaman Utama : Misi Penghancuran

BERSAMBUNG – Misi Penghancuran Part 28 | Misi Penghancuran Part 28 – BERSAMBUNG

Sebelumnya ( Part 27 ) | ( Part 29 ) Selanjutnya