. Misi Penghancuran Part 26 | Kisah Malam

Misi Penghancuran Part 26

0
323

Part 26 – Kembali Si Pengacau


Yulina

[POV Hadi]

Di suatu tempat yang indah.t. Jauh dari hawa balas dendam sepasang sejoli terus menikmati gelora cinta mereka..

“Hmmm.. muach.. hummft” mulut kak Yulina terus mengoral kontol Hadi.. Lidah terus menyapu setiap sisi kontol milik hadi.. Tak terasa cairan bening mulai keluar dari kontol hadi yang tak tahan dengan Rangsangan yang di berikan Kak Yulina

“Kak.. Servis yang luarbiasa..” ucapku terus menikmati setiap prilaku kak Yulina yang makin binal

Lidah dengan sengaja bermaindengan kedua kantong telur milikku.. Membuat aku terus melayang merasakan kenikmati lahiriah yang luar biasa.. Tubuhku bermandikan peluh.. Kak Yulina terus melahap kontol ku.. Kontol terus berkedut tanpa henti juga mengeliat keras..

Aku bergerak dari tidurku.. Mulai menjamah kedua payudara yang indah .. Tapi sebelum itu aku mulai melumat bibirnya yang merah.. Bibir kami saling bertemu saling mengeliat di kedua rongga mulut kami

*Hmmmft.. Hmmmft

Ku ubah targetku ke leher jenjang milik kak Yulina yang terbuka lebar.. Jeritan-jeritan kecil mulai keluar.. Ketika ku mulai menghisap sebagai daging di lehernya .. Meninggalkan warna kemerahan.. Kak Yulina tak henti mengeliat,.. Tangannya menggengam erat kedua bahuku ..

“Ia terus.. Terusskan Suamiku..” desisnya disela-sela kenikmatan kembali membasahi memeknya.. Hadi mulai mendorong pelan kak Yulina hingga tertidur santai dibantal yang tersusun.. Mata nya yang memancarkan kebinal membuatku tak henti memberikan kenikmatan padanya..

Payudaranya telah menantiku.. Mulai keremas keduannya.. Mulai memilin dan menekan pentil kecil di tengah payudara yang kenyal dan berisi itu.. Payudara kembali membusung keras.. Ku dekati mulut untuk menyusui padanya..

“Pelan- pelan nyusunya ya..” erang kak Yulina

Aku mulai bergerilya di setiap sisi payudaranya.. Ku lumuri dengan air ludahku ..

“Hmmmmm.. Ahhhh..” nafas kak Yulina makin berat.. Erangan kembali membuatnya mengeluarkan banyak cairan.. Ini pengalaman yang membuatnya benar-benar melupakan Suami yang tak mampu membuatnya mencapai kebinalannya seperti ini.. Desir darah bergelora.. Membuat nafas banyak tersendat digantikan erangan tanpa henti.. Cairan cinta mengalir membasahi seluruh springbed kamar ini..

Aku mulai menghisap pentil yang mengeras..

*Slruuuup.. Slruuup
Kuhisap perlahan kedua payudara nya..

“Akhhh.. Hhhm.. Akhhhh..” erangan yang makin menjadi.. Suara erangan wanita terhormat memenuh isi ruangan.. Tubuh mengeliat.. Terhentak dan bergoyang menambah nafsu ku makin menjadi.. Membuatku tak sabar segera mencicipi memeknya ..

Ku sentuh klitoris nya dan sedikit memainkannya sebelum menuntun kontolku masuk kedalam memeknya.. Berlahan tapi pasti aku dapat memasukin rongga memek milik Yulina.. Membuat tubuh yulina kembali mengelijang berulang-ulang kali.. Setrum-setrum kenikmatan terus terjadi di tubuhnya

“Sayang cepat masukiin..” ucap kak Yulina dengan pose seksi nya membuat gairahku bangkit dan mulai mengocok kontol dalam lubang memek becek milik Yulina..

“Akhhhb.. Enak.. Euhhh.. Terusss.. Hadiiii..” erang Yulina

“Uhhh.. Memekmu memang tak terkalahkan nikmatnya sayang” pujiku terus mengocok kontol dalam lubang yang terus berusaha meremas kontolku

Tiba-tiba handphone Yulina berdering.. Kak Yulina mengangkat telpon tersebut padahal kontolku masih terus menguasai penuh memeknya..

“Hallo yah..” ucap kak Yulina menahan kenikmatan yang ku buat..

“Kamu lagi dimana sayang..” ucap suaminya di ujung telpon

“Aku lagi di Hotel ini..” ucap Kak Yulina blak-blakan..

“Lagi apa kau di hotel..” teriak suami yang mendengar desahan menggoda dari istri yang setia..

“Menikmati hidup.. Akhhh.. Yang tak bisa kau berikan..” ucap Kak Yulina kembali mengelijang.. Akibat kocokan yang ku percepat.. Bunyi khas benturan kami terdengar jelas..

“Apa maksudmu.. Apa yang sedang kau perbuat..” teriak suaminya kembali..

“Akuu sedang menikmati kontol yang besar sayang..” ucap Kak Yulina yang ngos-ngosan..

“Apa kau mabuk.. Dimana kau sekarang..” ucap Suaminya yang Naik pitam..

Kak Yulina mengatakan hotel tempat kami menikmati bulan Madu.. Kebetulan dekat dengan tempat kerja Suami kak Yulina.. Membuatnya bersumpah akan datang.. Aku tak perduli dengan hal itu kami sudah sama-sama di penuhi gelombang birahi..

Aku lanjutkan genjotanku dilubang yang membuatku tergila-gila padanya.. Kontolku mulai merasakan sesuatu mengalir ke ujung Kontol ku..

“Aku mau sampai sayang..” ucapku

“Tumpahkan seluruh sayang, hamili aku.. Agar aku jadi wanita yang sempurna” ucap kak Yulina manja..

Kontol menegang dan mulai mengeliat tak beraturan yang membuat kak Yulina kembali mencapai klimaks nya..

*Crooot.. Crooot.. Crooot..*
Ku taburkan lahar putihku ke memek kak Yulina yang indah..

Kemudian ku cabut kontolku yang masih mengeras.. Ku dekati mulut kak Yulina.. Segara kak Yulina membersihkan semua sisa spermaku yang masih tersisa di batang kontolku.. Dan menelan semuanya..

“Makasih sayang untuk semua kenikmatan ini..” ucap Kak Yulina lemah..

Ku tarik selimut menutupi tubuh kak Yulina.. Dan mengecup kening nya.. Lalu meninggalkannya untuk mencari tambahan energi..

[table id=Ads4D /]


Yulina

Saat aku sedang santai tertidur disofa sambil menonton pertandingan voli pantai.. Sebenarnya aku tak hobi hanya ingin melihat pantat seksi pemainnya saja yang bergerak kesana kesini.. Aku mendengar kamar kami di gedor cukup keras berulang-ulang.. Aku bergegas membuka pintu .. Kulihat pria berkacamata tebal berdiri didepan pintu dengan nafas yang tak beraturan akibat terburu-buru dan dikuasai Emosinya.. Dia mendorongku.. Dan langsung memaksa masuk..

“Apa yang kau lakukan.. Yulina..” teriaknya.. Melihat wanita yang dianggap setia sedang terlelap dikasur hotel kamar ini berdua dengan laki-laki yang tak ku kenal..

Sontak membuat Yulina terbangun dari istirahat..

“Ayah, sudah disini..” ucapnya dengan santai

“Kenapa kau melakukan semua ini, aku kira kau wanita baik-baik.. Ternyata kau tidak lebih dari seorang pelacur yang lebih rendah..” ucap pria berkacamata itu dengan nada yang sangat tinggi

“Apa yang kau bilang.. Kau sudah menyiksaku selama lebih dari Sembilan tahun.. Dengan kebahagiaan semua dan menahan rasa ke tidak puasanku terhadapmu.. Dan saat ini aku mendapatkan kebahagian yang ku tunggu.. Jadi sapa yang jahat..” teriak Yulina mulai menguasai tubuhnya kembali

Pria berkacamata itu hanya tertunduk.. Aku hanya menonton adegan drama rusak hubungan Rumah tangga.. Sambil beberapa kali aku tersenyum.. Aku berhasil menguasai kak Yulina sepenuhnya sebentar lagi..

“Kalau seperti ini mau mu.. aku ceraikan kau..” sambil bergerak mendekati Yulina yang masih berada di tempat tidur.. Dan mencoba menampar Yulina..

Tapi segera aku bergerak menahan tamparannya.. Mata ku bertatapan dengan Suaminya.. Matanya coba mengintimidasi ku tapi justru nyalinya yang ciut melihat tubuh dan wajahku yang menyeramkan kan..

“Pergi dari sini.. Sebelum aku melukaimu..” ucapku mengancamnya..

“Bangsat kalian semua.. Dan kau wanita pelacur.. Akan ku balas semuanya..” teriak pria berkacamata pergi.. Dan membanting pintu Hotel kami..

Ku dekati Yulina yang meneteskan Air matanya.. Ku peluk dia.. Untuk merasakan nyaman

“Sekarang Aku sudah tak memiliki suami lagi..” ucap Yulina

“Kau sudah memilikiku.. Aku berjanji akan berada di sisi selama nya..” ucapku coba menenangkannya

“Kau harus bertanggungjawab..” ucap Yulina

“Pasti sayangku..” ucapku mencium pipi yang dibasahi tangisan..

Saat Yulina mulai tenang, dan melanjutkan istirahat nya kembali.. Aku menuju ke lobby hotel.. Bertemu dengan salah satu karyawan hotel..

“Bagaimana, apa kau sudah melakukan nya..??” tanyaku pada karyawan hotel itu

“Aku sudah memutus Remnya..” ucap karyawan itu

“Bagus.. Tak ada yang melihat kau mengerjakannya semua itu..” lanjutku kembali

“Aman bos.. Aku sudah melakukan secara bersih, tanpa saksi mata di lokasi..” lanjut karyawan itu

“Ini untuk mu yang lain akan ku transfer..” ucapku memberikan beberapa gepok uang untuk karyawan itu.. Dan segera meninggalkannya.. Kembali ke kamar.. Aku hanya tinggal tunggu berita duka ..

Kembali keatas.. Ku lihat Yulina tertidur dengan nyenyaknya.. Aku berbaring disampingnya dan ikut tertidur..

[table id=AdsKaisar /]


Yulina

Tak terasa liburan honeymoon kami berakhir.. Aku dan kak Yulina harus kembali.. Tentu dengan status baru sebagai Suami Istri.. Meskipun belum sah secara Negara.. Tapi tak Apa lah.. Karena aku tak akan puas hanya dengan satu wanita ini saja.. Masih banyak wanita di pikiranku yang ingin ku nikmati.. Tapi Yulina akan jadi sesuatu yang spesial buatku.. Sama seperti yang dilakukan Bosku terhadap Tia.. Bosku mungkin punya banyak pilihan yang terbaik tapi hanya Tia yang selalu memenuhi keinginannya..

Aku sudah rindu dengan Bosku, apa yang sedang dia Lakukan.. Apa seluruh saudara telah berkumpul.. Ada perasaan senang dan sekaligus khawatir akan kehadiran para saudaranya..Kulihat wanitaku sudah menyiapkan seluruh barang bawaan kami.. Aku tak boleh memanggilnya kak lagi.. Tapi sayang saat ini.. Hehe

“Apa semuannya sudah sayang..” tanyaku mengangkat tas yang baru di rapihkan oleh istriku

“Ya.. Kamu duluan aja.. Saya masih sakit perut nih.. Kayaknya Masuk angin..” ucapnya berlari ke Toilet

Aku bergegas duluan.. Menuju ke kendaraan kami.. Saat itu aku di dekati oleh salah satu karyawan Hotel yabg kemarin membantu melancarkan Aksiku..

“Pak lihat ini..” ucap nya menunjukkan smartphonenya

Aku tersenyum melihat smartphonenya.. Ternyata karyawan itu melihatkan berita kecelakaan di jalan tol.. Dan korban tewas di tempat dan mobil ringsek hancur.. Karena menabrak pembatas jalan dan berakhir di lindas truk tronton yang melaju kencang di lajur yang berlawanan.. Aku juga melakukan Sabotase dengan mengubah Nomor Handphone Yulina.. Jadi tak akan ada yang memberitahu tentang pemberitaan itu.. Aku segara memukul pundak karyawan itu kau luar biasa.. Kami pun tertawa terbahak-bahak ..

Tawa kami pun berhenti.. Ketika istri menyerahkan kunci kamar honeymoon kami pada resepsionis Hotel.. Aku berpisah dengan karyawan itu.. Aku segera tancap gas meninggalkan ibukota ini untuk kembali ke asal ku.. Bertemu dengan orang yang mengubah hidupku.. Dan orang yang paling ku hormati..

“Yang mau kemana kita sekarang.. ” ucap Yulina

“Tentu kerumahku..” ucap ku.. Padahal rumah yang ku maksudkan adalah rumah milik bosku yang ku pinta untuk aku dan Yulina tinggal.. Karena tak mungkin dirumah utama, Ku takut dengan saudara Alex yang mengerikan..

“Kau punya rumah..” ucapnya sedikit meledekku

“Kau tak percaya suamimu ini.. Memiliki bos super kaya..” ucapku diikuti pelukkan hangat Yulina..

“Aku tahu kuk.. Aku akan ikut kemanapun kau pergi..” ucapnya terus memelukku

“Udah sayang, aku harus fokus bawa mobilnya..” bisikku.. Membuat Yulina menghentikannya..

“Aku akan segera Kembali..” ucapku dalam hati dengan senyuman licik ku..

[table id=AdsLapakPk /]

[POV Edi​]

Pertemuan yang tak bisa diungkapkan dengan susunan kata.. Inilah yang lama tak kurasakan di dalam camps pelatihanku.. Hangatnya memiliki keluarga..

Meskipun keluargaku tak seperti kebanyakan orang.. Berbeda jelas terasa dengan apa yang telihat oleh orang awam.. Ke anehan keluarga kami yang justru tak menunjukkan keharmonisan melainkan Rivalitas tanpa batas..

Tapi inilah yang makin membuat kami saling menjaga satu sama lain.. Karena Rivalitas kami bukan untuk saling mengalahkan satu sama lain.. Melainkan untuk berkembang bersama mencapai keberhasilan dalam melaksanakan misi PENGHANCURAN yang akan segera kami hadapi..

Makanan yang nikmat.. Membuat makan ku tak terkendali sangat kenyang sekali.. Saudaraku Alex amat beruntung dia memiliki 3 budak yang membuat kontolnya selalu memberi tanda siaga..


Hera

Apalagi tubuh Hera yang nyaris sempurna dengan impian wanita yang ku inginkan.. Tinggi.. Kaki jenjang .. Kulit mulus dan bersih .. Tubuh proporsional dan payudara yang bulat mengoda.. Dan satu lagi kemampuan dandang yang cukup elite.. Tak seperti wanita yang asal menebalkan bedak dimuka, lipstik menor dan Alis seperti jembatan Suramadu.. Yang justru terlihat seperti topeng monyet..

Melihat hera Membuatku dapat berfantasy ria.. Bagaimana mulutnya yang seksi itu melumuri kontol dengan usapan lembut lidahnya.. Menubrukan gundukan menonjolnya ke tubuhku..

“Akhhh.. Hera.. Aku menginginkanmu..” gumam Edi terus memperhatikan gerak-gerik Hera yang makan didepannya..

Tapi aku tak ingin melukai perasaan saudaraku.. Hera miliknya.. Kalau aku memaksa pun itu akan merusak hubungan kami.. Tapi aku terus berpikir dengan siapa aku akan mencurahkan birahiku yang makin tinggi ini.. Kemudian aku teringat sesuatu.. Saudaraku Agung baru menculik dua calon budaknya dan saat ini ada di dalam mobilnya.. Aku bisa membawanya satu untuk menumpahkan segala birahi yang ada dalam diriku saat ini.. Ketika semua orang sibuk dengan aktivitas membersihkan setelah makan .. Aku bergegas ke mobil.. Membuka bagasinya kulihat dua Wanita terduduk diam tak berdaya..

Awalnya aku bingung mana yang milik Agung dan mana yang bebas ku miliki.. Segera ku dekati kedua wanita itu.. Kulihat yang satu berpakaian lengkap seorang dokter dan yang satunya hanya memakai Bra berwarna merah dan celana dalam berwarna Hitam..jadi ku putuskan untuk mengambil yang hampir bugil saja.. Dan bergegas menuju kamarku yang kebetulan berada di Basement lantai terbawah..


Slyvia

Ku lempar tubuhnya ke kasurku.. Lalu kembali seakan baru keluar dari kamar mandi..kualihkan ke curigaan mereka dengan mengoda Hera dan Nura.. Karena aku berpikir Agung akan bingung ketika mengetahui salah satu budaknya hilang.. Dia tak mungkin langsung menuduhku.. Karena Adi juga memiliki budak.. Siapa tahu Agung akan berpikir bahwa Adi yang sadis itu akan mengambil budak yang diculiknya.. Itulah pikiran licikku.. Tapi semua nya berantakan saat si bodoh Adi malah memberikan budaknya kepada Alex.. Dengan alesan tak butuh Wanita itu.. Ini menyudutkanku.. Untung Adi meminta pada Alex untuk istirahat dulu sebelum rapat utama dimulai..

Jadi aku langsung mengikuti Adi juga untuk mengajukan waktu beristirahat. Aku bergegas masuk ke dalam kamar ku dan mengkuncinya.. Kulihat Wanita yang ku bawa itu mengeliat di kasur tidurku yang lebar dan empuk ini..

Dia tak akan bisa bergerak kemana-mana.. Dengan keadaan terikat erat seperti itu.. Ku dekati dia dalam kecemasan akutnya.. Ku belai rambutnya yang bergelombang dan panjang.. Membuatku mendengar ringisan yang tertahan sesuatu dimulutnya.. Dalam gelap matanya dia berdoa agar tak terjadi apapun dan berharap semua ini mimpi..

Ku buyarkan semua Harapannya ketika dengan paksa ku renggut Bh ketat yang melingkar menutupi payudaranya yang luar biasa besar.. Dia mulai tersontak.. Udara dingin langsung membentur tonjolan besar yang membuat perasaan wanita itu semakin tak berdaya..

Hilang sudah pertahanan Atasnya.. Dan hanya beberapa detik lagi untuk pertahanan terakhir pun akan terbuka, dia tak mampu melawan dan melepaskan ikatan ini, dia hanyalah anak manja yang tak pernah bekerja keras sedikitpun..

Penyesalan terus terlontarkan dari pikirannya mengapa ia begitu tak berdaya.. Tubuhnya makin bergedik ngeri saat jari-jari besarku terus mengelus celana dalam tempat dia menyimpan seluruh Aset berharganya …

Ku sisipkan tanganku masuk kedalam celana dalam ketatnya … Membuat tubuh wanita terus bergeliat memohon belas kasihanku..aku mulai merasa rambut tipis tersentuh olehku .. Membuat desis tertahan wanita itu makin keras.. Berlahan aku mulai menemukan lubang hangat yang tersembunyi di dalam celana dalam lalu dengan sekali tarikan aku dapat merobek pertahan terakhirnya..

Aku benar-benar dibuat kagum dengan memek rapat dan sepertinya masih tersegel.. Tanganku mulai bermain dengan klitoris dengan jari telunjuk membuat tubuh wanita ini makin terhentak-hentak tak beraturan.. Aku tak tahu apa yang dirasakannya ini sebuah ke nikmatan atau rasa sakit yang di terimannya… Aku hentikan semua perbuatanku..

Ku buka penutup mata dan pembungkam mulutnya… Mata sipit itu mulai berkedip untuk memperbaiki pandangannya yang belum fokus.. Mata nya mulai menerawang setiap sisi rumah ini… Dan berakhir dengan menatapku..

Aku dapat merasakan banyak pertanyaan dari sorot matanya.. Namun dia tetap diam menatapku.. Aku buka tali yang mengikatnya.. Kali ini di bisa sebebas-bebasnya.. Aku pergi meninggalkannya.. Mengambil beberapa makanan yang sengaja ku ambil dari meja makan sisa kami dari menyantap tadi…

” Makanlah dulu…kau pasti Lapar…” ucapku dengan suara berat khasku…

Awalnya dia hanya melihatku terpaku .. Aku tahu di pasti ketakutan usia juga masih terlalu muda untuk menghadapi masalah seberat ini..

“Kau sudah jadi milikku.. Sebaiknya kau ikut perintahku atau aku akan memaksamu..” ancamku

Mata berbinar.. Dan langsung memakan makan yang ku siapkan… Aku hanya tersenyum.. Ku tinggalkan sendiri dikamar .. Aku pergi ke gudang untuk mencari sesuatu .. Kucari sesuatu yang kuingat Ada empat tahun yang lalu…

Ibu Alex sangat menyukai memelihara kucing.. Jadi terdapat kandang kuncing yang cukup besar.. Akhirnya ku temukan apa yang kucari.. Meskipun sedikit kotor dan kumuh… Jadi ku bersih kan terlebih dahulu sebelum membawa kembali ke kamarku…

Kulihat wanita itu telah menyelesaikan makannya… Tatap mata ketakutan saat melihatku membawa kandang besi… Dan tali pengikat untuk Kucing..

“Siapa Namamu..” ucap ku duduk disampingnya… Aku sedikit penasaran dengan suarannya karena sejak tadi dia hanya diam..

Dia hanya diam sambil menundukkan kepalanya..

[table id=AdsTbet /]

Penyesalan terus terlontarkan dari pikirannya mengapa ia begitu tak berdaya.. Tubuhnya makin bergedik ngeri saat jari-jari besarku terus mengelus celana dalam tempat dia menyimpan seluruh Aset berharganya …

Ku sisipkan tanganku masuk kedalam celana dalam ketatnya … Membuat tubuh wanita terus bergeliat memohon belas kasihanku..aku mulai merasa rambut tipis tersentuh olehku .. Membuat desis tertahan wanita itu makin keras.. Berlahan aku mulai menemukan lubang hangat yang tersembunyi di dalam celana dalam lalu dengan sekali tarikan aku dapat merobek pertahan terakhirnya..

Aku benar-benar dibuat kagum dengan memek rapat dan sepertinya masih tersegel.. Tanganku mulai bermain dengan klitoris dengan jari telunjuk membuat tubuh wanita ini makin terhentak-hentak tak beraturan.. Aku tak tahu apa yang dirasakannya ini sebuah ke nikmatan atau rasa sakit yang di terimannya… Aku hentikan semua perbuatanku..

Ku buka penutup mata dan pembungkam mulutnya… Mata sipit itu mulai berkedip untuk memperbaiki pandangannya yang belum fokus.. Mata nya mulai menerawang setiap sisi rumah ini… Dan berakhir dengan menatapku..

Aku dapat merasakan banyak pertanyaan dari sorot matanya.. Namun dia tetap diam menatapku.. Aku buka tali yang mengikatnya.. Kali ini di bisa sebebas-bebasnya.. Aku pergi meninggalkannya.. Mengambil beberapa makanan yang sengaja ku ambil dari meja makan sisa kami dari menyantap tadi…

” Makanlah dulu…kau pasti Lapar…” ucapku dengan suara berat khasku…

Awalnya dia hanya melihatku terpaku .. Aku tahu di pasti ketakutan usia juga masih terlalu muda untuk menghadapi masalah seberat ini..

“Kau sudah jadi milikku.. Sebaiknya kau ikut perintahku atau aku akan memaksamu..” ancamku

Mata berbinar.. Dan langsung memakan makan yang ku siapkan… Aku hanya tersenyum.. Ku tinggalkan sendiri dikamar .. Aku pergi ke gudang untuk mencari sesuatu .. Kucari sesuatu yang kuingat Ada empat tahun yang lalu…

Ibu Alex sangat menyukai memelihara kucing.. Jadi terdapat kandang kuncing yang cukup besar.. Akhirnya ku temukan apa yang kucari.. Meskipun sedikit kotor dan kumuh… Jadi ku bersih kan terlebih dahulu sebelum membawa kembali ke kamarku…

Kulihat wanita itu telah menyelesaikan makannya… Tatap mata ketakutan saat melihatku membawa kandang besi… Dan tali pengikat untuk Kucing..

“Siapa Namamu..” ucap ku duduk disampingnya… Aku sedikit penasaran dengan suarannya karena sejak tadi dia hanya diam..

Dia hanya diam sambil menundukkan kepalanya..

Penyesalan terus terlontarkan dari pikirannya mengapa ia begitu tak berdaya.. Tubuhnya makin bergedik ngeri saat jari-jari besarku terus mengelus celana dalam tempat dia menyimpan seluruh Aset berharganya ..

Ku sisipkan tanganku masuk kedalam celana dalam ketatnya .. Membuat tubuh wanita terus bergeliat memohon belas kasihanku..aku mulai merasa rambut tipis tersentuh olehku .. Membuat desis tertahan wanita itu makin keras.. Berlahan aku mulai menemukan lubang hangat yang tersembunyi di dalam celana dalam lalu dengan sekali tarikan aku dapat merobek pertahan terakhirnya..

Aku benar-benar dibuat kagum dengan memek rapat dan sepertinya masih tersegel.. Tanganku mulai bermain dengan klitoris dengan jari telunjuk membuat tubuh wanita ini makin terhentak-hentak tak beraturan.. Aku tak tahu apa yang dirasakannya ini sebuah ke nikmatan atau rasa sakit yang di terimannya.. Aku hentikan semua perbuatanku..

Ku buka penutup mata dan pembungkam mulutnya.. Mata sipit itu mulai berkedip untuk memperbaiki pandangannya yang belum fokus.. Mata nya mulai menerawang setiap sisi rumah ini.. Dan berakhir dengan menatapku..

Aku dapat merasakan banyak pertanyaan dari sorot matanya.. Namun dia tetap diam menatapku.. Aku buka tali yang mengikatnya.. Kali ini di bisa sebebas-bebasnya.. Aku pergi meninggalkannya.. Mengambil beberapa makanan yang sengaja ku ambil dari meja makan sisa kami dari menyantap tadi..

“Makanlah dulu.. Kau pasti Lapar..” ucapku dengan suara berat khasku..

Awalnya dia hanya melihatku terpaku .. Aku tahu di pasti ketakutan usia juga masih terlalu muda untuk menghadapi masalah seberat ini..

“Kau sudah jadi milikku.. Sebaiknya kau ikut perintahku atau aku akan memaksamu..” ancamku

Mata berbinar.. Dan langsung memakan makan yang ku siapkan.. Aku hanya tersenyum.. Ku tinggalkan sendiri dikamar .. Aku pergi ke gudang untuk mencari sesuatu .. Kucari sesuatu yang kuingat Ada empat tahun yang lalu..

Ibu Alex sangat menyukai memelihara kucing.. Jadi terdapat kandang kuncing yang cukup besar.. Akhirnya ku temukan apa yang kucari.. Meskipun sedikit kotor dan kumuh.. Jadi ku bersih kan terlebih dahulu sebelum membawa kembali ke kamarku..

Kulihat wanita itu telah menyelesaikan makannya.. Tatap mata ketakutan saat melihatku membawa kandang besi.. Dan tali pengikat untuk Kucing..

“Siapa Namamu..” ucap ku duduk disampingnya.. Aku sedikit penasaran dengan suarannya karena sejak tadi dia hanya diam..

Dia hanya diam sambil menundukkan kepalanya..

[table id=AdsTbet /]

“Kau tak ingin memberi tahu namamu..” ucapku menaikkan sedikit Nadaku..

“Slyvia Wang namaku..” ucap wanita itu sangat lembut..

“Suara yang indah.. Berapa usiamu..” tanyaku kembali dan senyum yang mengembang..

“Usia ku 25 tahun” balasnya..

“Kau seorang Dokter..” lanjutku terus melakukan intrograsi terhadap Slyvia

“Bukan aku seorang Apoteker” ucapnya

“Oke.. Sekarang saat aku yang mengenalkan Diri Aku Edi Mirawan, pekerjaan Pembunuh berantai..” ucapku memperkenalkan diriku..

Hanya nafas panjang yang ku dengar darinya.. Tubuhnya mengigil.. Tanpa mencoba membalas perkataanku..

“Aku punya Tiga hal yang ingin ku katakan padamu.. Pertama mulai saat ini kau peliharaanku, Panggil aku Tuanmu.. Kedua turuti semua kemauanku dan perintahku.. Ketiga jangan coba melarikan diri dari sini ..itulah ketiga permintaan ku.. Apa kau siap menyetujuinya..” ucapku tegas padanya..

“Aku ingin Pulang ..Kedua orang tuaku akan menebusku berapapun yang kau inginkan..” ucapnya mengeluarkan semua keberanian yang tersisa..

“Kau lihat semua ruangan ini.. Apa aku orang yang miskin hingga kau menawarkan harta kedua orang tuamu .. Dasar anak Manja.. ” teriakku

“Aku hanya memohon belas kasihmu.. Biarkan aku bebas..” ucapnya diikuti derai Air Mata..

“Kau tahu belas kasihku sudah lama mati.. Dan aku tak akan bernegosiasi padamu.. Kau turuti aku atau aku akan memaksamu hingga kau menuruti Aku..” ucapku

Hanya tangisan yang makin menjadi terdengar di seluruh Ruangan.. Tubuhnya bergetar.. Nyali yang tadi muncul menghilang .. Tak ada lagi keberaniannya untuk membalas ucapanku..

“Aku tanya sekali lagi..” ucap ku dengan Nada sedikit membentak nya..

“Mamaa.. Papah..” teriak dalam tangisan..

“Ku beri kau waktu 3menit dari sekarang..” ucapku menekannya kembali

Slyvia Menangis sejadi-jadinya.. Sambil memanggil kedua orang tuannya..

“Dua menit lagi waktumu cantik..” ucapku sambil melepaskan ikat pinggang kulitku..

Suara tangisan mulai mereda.. Hanya suara sendu, dengan Air mata mengalir dari kedua mata sipitnya yang mulai membengkak

“Satu.. Waktu mu hampir Habis..” ucapku sambil melontarkan Ikat pinggangku hingga terdengar bunyi yang keras..

Wanita itu menghentikan tangisannya.. Mata mengarah padaku.. Mata masih mengirimkan sinyal memelasnya.. Tapi itu tak akan bekerja untukku.. Yang memang sudah dilatih cukup lama oleh Alam maupun kesatuanku untuk menghilangkan Sikap empatiku,

“Waktu habis..” ucapku mendekatinya untuk mencambuknya..

“Jangan.. Hentikan.. Aku akan menurutimu.. Apapun itu..” ucap Slyvia dengan tangan memohon belas kasihku..

“Baiklah sekarang bangun berjalan dengan perlahan.. Dan duduk di kursi itu..” ucapku memberi perintah pertamaku..

[table id=Lgcash88 /]

“Baiklah..” ucap Slyvia lemah..

Dan mulai bangun dan aku dapat melihat seluruh tubuh terekspos penuh .. Rambut yang tidak terlalu hitam, pantat yang benar sekal sekali dan payudara yang Standar 34 D dan kulitnya putih ke kuningan .. Khas kulit oriental.. Slyvia mulai melangkahkan kakinya yang terlihat putih pucat .. Seperti Slyvia tak pernah terkena sinar MATAHARI membuatnya kulitnya sampai seputih itu..

Langkahnya Gontai.. Dan payudara pun bergoncang-goncang seiring pantat sekal naik turun setiap langkah kaki kecilnya..

“Alamak.. Sempurna sekali wanita ini..” ucap ku di dalam hati sambil menelan ludah.. Aku seperti seekor srigala yang kelaparan dan melihat daging kualitas terbaik di depanku..

Seperti aku dapat budak yang sama berkelasnya dengan Hera milik Alex.. Bodohnya si Agung melepaskan budak seperti ini.. Sambil tertawa melihat langkah bak model bugil milik perusahaan Playboy

“Apa kau masih Perawan..” tanya ku

Membuat langkahnya terhenti.. Jantung Slyvia berdetak kencang..

“Aku masih perawan..” ucapnya pelan

“Aku tak percaya cici seperti mu masih perawan.. ” ucapku mengejeknya

“Aku benar-benar masih suci..aku tak pernah melakukan hal yang akan merugikan diriku..” ucapnya menatap tajamku..

“Hahaa.. Bagus kalau kau memang begitu..” ucapku

Slyvia duduk di kursi yang di perintahkan tuan barunya.. Ku dekati dia .. Lalu memasangkan Kalung peliharaan di leher putih pucat berwarna pink membuat perbedaan mencolok antar keduanya..

“Masuk lah kedalam kandang..” perintah ku

“Tapi.. Aku bukan binatang..” ucapnya membalas dengaan tetap kepala tertunduk..

“Kau benar-benar buatku Kesal” teriakku langsung melecutkan ikat pinggangku ke arah pantat Slyvia

*Cetarrr.. Garis merah membentuk di bagian pantatnya..

“Ampunnn.. Ya aku akan masuk kedalam Kandang itu..” ucapnya sambil berdiri dan tangannya memegang pantatnya yang memerah.

Kutarik pengikat lehernya.. Hingga ia terpental dari posisinya yang berdiri mendekatiku yang memegang pengekang leher nya..

“Suruh siapa kau berjalan.. Merangkak..” teriakku langsung dilakukan oleh nya.. Dia mulai merangkak dan masuk kedalam kerangkeng yang ku sediakan.. Tapi aku sudah menyediakan kasur kecil untuknya agar dapat tidur.. Aku melambaikan tanganku agar kepala wanita mendekat dengan teralis besinya.. Ku tarik rambut nya.. Kedua tangannya yang halus mengenggan tanganku..

“Aku akan istrihat dulu.. Setelah itu aku ingin mencicipi darah Perawan mu.. Sebaiknya kau istirahat juga..” ucapku

“Jangan-jangan” ucapnya mengiba sambil mengelengkan kepala nya

*Dunggg.. ku pukul kerangkeng besi itu dengan tanganku..

“Apa kau tak dengar ketiga isyarat ku tadi.. Sekali lagi kau membantahku.. Akan banyak garis merah di tubuhmu ..dan juga aku akan merenggut keperawanan sekarang juga..” ucapku sambil melepaskan rambutnya dan mengantinya menggengam payudaranya.. Slyvia hanya terdiam menahan rasa saat aku meremas payudara nya.. Setelah itu aku langsung pergi keranjang untuk mengistirahatkan tubuhku agar aku siap memerawani Budakku itu. .. Aku tak ingin terburu-buru yang akan membuat aksiku jadi tidak mengeleggar.. Aku akan segera menikmatinya di waktu yang tepat..

Slyvia sadar membantahnya akan terus membuat lebih menderita.. Ini lah kehidupan barunya.. Tak ada lagi shopping dan pergi ke club untuk bersenang-senang dengan temannya.. Bahkan tak ada cara untuk bertemu dengan kedua orang tuanya yang sangat ia sayangi..dia terus menatap kosong.. Menyesali nasibnya dan berharap ada ke ajaiban yang terjadi..

Halaman Utama : Misi Penghancuran

BERSAMBUNG – Misi Penghancuran Part 26 | Misi Penghancuran Part 26 – BERSAMBUNG

Sebelumnya ( Part 25 ) | ( Part 27 ) Selanjutnya

Cerita Terpopuler