. Misi Penghancuran Part 25 | Kisah Malam

Misi Penghancuran Part 25

1
339

Part 25 – Six Slave

Hari ini makanku sedikit lahap karena untuk pertama kali sejak sumpah serapah kami ucapkan bersama kami berkumpul.. Sebenarnya belum semuanya berkumpul disini.. Masih ada satu pria.. Yang selalu membuat ulah tak berada disini..

“Luar biasa makan ini mantap sekali..” teriak edi yang sudah makan sangat banyak..

“Dasar babi” ucap Adi

“Adi kau memulai lagi..” ucap Agung

“Kau ingin tambah juga..” ucap lembut Tia mengarahkan tempat nasi ke Adi..

“Tidak aku sudah cukup..” ucap Adi sambil memegang rantai..

“Kau tak menyuruh budakmu makan..” ucap Edi..

“Biarkan saja.. Kau makan lah yang banyak di camps pasti tak ada makanan seenak inikan..” ejek Adi

“Haha.. Benar kau pasti makan tanpa rasa atau makanan siap saji..” lanjutku

Kami semua tertawa.. Ini membuat kami sedikit melupakan misi PENGHANCURAN kami..

Kami selesai makan..

“Bagaimana kita mau siap kumpul..” ucapku

“Aku masih sangat lelah, aku baru membantai banyak musuh aku ingin istirahat dulu.. Dan jangan ada yang ganggu aku.. Kalau tak ingin mati..” ucap Adi

“Aku juga sangat lelah.. Aku ingin hibernasi dulu.. Besok saja kita rencana strateginya..” ucap edi melanjutkan

“Baiklah istirahat lah.. Kamar kalian berdua ada di basement bawah..” ucapku

“Oke.. Terima kasih saudaraku.. Oh ya aku hampir lupa.. Ini..” ucap Adi melemparkan rantai yang dia terus pegang..


Henny

“Untuk apa ini..” ucapku

“Anggap saja hadiah dariku untuk mu.. Kau harus menerimanya..” ucap Adi langsung pergi

Sontak ini pun langsung jadi perhatian Hera dan Nura.. Berarti wanita ini akan jadi saingan mereka untuk memuaskanku sebagai tuan mereka.. Melihat Hera yang terlihat amat kesal.. Membuatku sedikit tersenyum

[table id=Ads4D /]


Hera

Nura

“Tuanmu itu Playboy.. Sebaik kau dengan ku saja..” ucap Edi membujuk Hera..

“Tidak tuan aku setia pada tuanku.. Nura mungkin mau tuan” ucap hera Menghindar..

“Apa.. Hera kau ini.. Kenapa kau mengorbankanku..” ucap Nura mencubit Hera..

“Jadi kalian berdua tak mau.. Aku lebih gagah daripada tuanmu.. Aku bisa memuaskan lebih kuat seratus kali lipat” ejeknya sambil pergi dari tempatnya berdiri..

“Hati-hati dengan Edi.. Dia mengincar kedua budak mu..” bisik Agung

“Aku kenal Edi.. Dia tak akan menyentuh punya saudaranya..” balasku

“Kau terlalu percaya.. Aku perhatikan dia terus melihat ke arah Hera dari tadi..” lanjut Agung

“Hahaa.. Benarkan Hera memang yang tercantik kan..” bisikku

Tia pun sudah bergegas membersihkan bekas makan kami.. Nura juga terlihat membantu kaknya.. Sedangkan Hera mengelap meja makan yang sedikit berantakan..

“Aku lupa..” ucap Agung

“Lupa apa.. Aku tak mengerti” ucapku


Anna

“Aku menculik seorang dokter dan Apotekernya.. Rencana aku akan memberi mu hadiah lagi..” jelas Agung yang bergegas ke mobilnya.. Dan membuka pintu garasinya.. Aku pun mengikuti Agung.. Setelah mengikatkan rantai henny di ruang tengah..

Betapa kaget Agung hanya ada satu calon budak didalam mobil..

“Tidak salah lagi pasti ini perbuatan Edi..” teriak Agung kesal budak yang harus di berikan pada Alex menghilang..

“Dia dokter apa..” tanyaku

“Dia spesialis Kandungan..” ucap Agung..

“Jadi spesialis Kandungan..” ucapku dan muncul ide untuk melakukan sesuatu pada wanita Wili yang ku sekap..

“Wanita yang bisa berguna untuk kita..” ucap Agung kembali

“Bawa wanita itu dan ikut aku..” perintahku

Agung segera membuka pengikat kakinya.. Dan semua belenggu nya kecuali borgol di tangannya dan penutup mata dan mulutnya.. Namun wanita itu tak bisa berdiri mungkin terlalu lama dia di posisinya membuat kakinya kaku.. Agung terpaksa mengendongnya.. Aku hanya tertawa melihat Agung keberatan.. Aku ajak Agung ke rumah belakangku..

“Kau ingin mengerjain aku ya..” ucap Agung dengan nafas tak beraturan..

“Anggap saja ini latihan sebelum perang..” ucapku padanya

“Ahhh.. Sial.. Aku benar-benar kurang olahraga..” ucap Agung mengerutu..

Aku hanya tertawa melihat langkah Agung yang makin berat.. Ku buka pintu rumah keduaku.. Suasananya sangat hening.. Kemana ketiga penunggunya.. Aku menuntun Agung kedalam salah satu kamar.. Disana terdapat wanita yang terborgol tangannya menjadi satu terkait ke ranjang tempat tidurnya.. Saat kami masuk dia menghentak-hentakan tangan yang terborgol membuat bunyi-bunyian.. Dengan mulut terus memaki kami..


Lariza

“Mau apa lagi kalian..” teriak Lariza

“Kami akan membantumu” ucapku coba menenangkannya tapi Lariza terus memberontak..

“Kalian bukan manusia.. Kalian iblis .. Bunuh aku sekarang…. Bunuhhh.. Aku tak sanggup lagi menerima penderitaan ini.. Kalian renggut kebahagianku..kalian bunuh anak dan suamiku..” teriak nya melepaskan semua emosinya yang terpendam..air mata nya kembali keluar..

“Tenang lah.. Aku tak berniat membunuh anakmu..” ucapku

*Ciuuuh.. Sebuah ludah tepat dimukaku…

“Jangan sentuh aku dengan tubuhmu Iblis…” maki nya..

“Kau ingin melihat wujud mengerikanku..” ucapku menutup mata

“Alex apa yang akan kau lakukan…” teriak Agung

Aku pun membuka mataku..mataku langsung memancarkan aura berbeda… Aura mencekam memenuhi ruangan…

tubuh Agung bergetar melihatku …

“Alex bisa mengaktifkan sisi lain tanpa harus merasa tersakiti atau tertekan.. Apa sisi lain Alex mulai menguasai tubuhnya..” gumam Agung

“Aku harus hentikan ini.. Sebelum wanita itu mati terbunuh..” ucap Agung kembali dan mendekatiku

Agung mencoba menyadarkanku.. Namun dengan satu hentakan aku dapat melemparnya hingga membentur dinding.. Aku langsung mengarah ke Lariza yang terlihat ketakutan..

[table id=Lgcash88 /]

[POV Agung​]

Aku membentur dinding cukup keras.. Kekuatan yang luar biasa dari Alex..aku bahkan tak sempat menghindar dari serangan ini.. Aku tak bisa menghentikan nya.. Jika aku memanggil adi dan edi pun aku akan terlambat menolong wanita itu bahkan Anna juga bisa dalam bahaya.. Alex akan membunuh siapapun yang ada di sekitarnya.. Dia bukan Alex yang kami kenal dalam mode monsternya.. Hanya ada satu orang yang mampu menghentikannya sisi gelap Alex ini yaitu Liana.. Tapi saat ini tak ada Liana disini..

Satu-satunya cara aku harus mengunakan serum buatanku.. Untuk menghentikan Alex.. Alex memukul ranjang yang ditiduri oleh lariza .. Satu kali pukul ranjang itu patah menjadi dua bagian membuat tubuh Lariza terperosot namu tak terjatuh karena terkait dengan borgol yang mengikat tangannya.. Lalu dia beberapa kali menampar tubuh Lariza yang tak berdaya.. Kemudian dia mengambil ikat pinggangnya dan melilit di leher Lariza dan menariknya.. Tak ada waktu lagi buatku.. Aku harus menggunakan serum ini.. tiba-tiba


Fina

“Hentikann.. Pak apa yang kamu lakukan..” teriak Fina muncul..

Aku lihat Alex menghentikan serangannya.. Dan sedikit mundur kebelakang.. Aura jahat dari sisi lain Alex menghilang.. Mana mungkin ada orang yang mampu menenangkan Alex selain Liana..

“Siapa nama mu..” ucapku berusaha berdiri..

“Aku Fina .. Salah satu karyawan pak Alex..” balasnya

“Fina bawa Alex pergi dari sini sekarang..” perintahku

Membuat Fina memenggang Alex dan membawa pergi dari kamar ini.. Aku benar-benar tak percaya akan semua ini.. Ayah Alex memang memberikan ku tugas untuk menjaganya.. Dan memberitahu sisi lain Alex yang berbahaya..

Bahkan saat kecil Alex telah membunuh kembaranannya sendiri dan memakan dagingnya.. Itu lah kenapa dia di juluki si beruang putih..

Beruang putih adalah binatang yang pendiam dan terkesan malas.. Bulu berwarna putih bersih membuat banyak orang ingin menjadikannya peliharaannya.. Tapi semua akan berubah saat melihat beruang putih berburu maksanya.. Mulutnya akan bertaburan darah mangsa dan kuku yang tajam mampu merobek apapun akan membuat orang menjadi takut dan menghilangkan sikap cute pada penampilannya

Alex pun seperti itu.. Orang akan merendahkannya dengan wajah tampan, sikap yang baik bahkan terlalu baik menurutku dan sikap pemalas yang lebih baik tidur daripada berinteraksi atau melakukan suatu aktivitas.. Tetapi saat dia terpojok atau tersakiti dia akan jadi menakutkan bahkan tak segan menghabisi lawannya.. Siapapun yang menjadi target mangsa pasti mati diburunya..

Selama mendampingi Alex aku baru melihat 3 kali Alex sampai menunjukan sisi lainnya..

  1. Saat Dia menghajar 7 anak SMA yang menghina Ayah dan ibu Alex.. Itu membuat mereka semua menderita parah.. Bahkan empat orang harus kehilangan kaki akibat seluruh tulang hancur.. Yang lebih parah nya lagi terdapat wanita disana yang juga dalam keadaan hampir kehabisan darah..untung Alex mampu mengontrol dirinya sendiri waktu itu untuk tidak menghabisi mereka..
  2. Kejadian kedua saat kelulusan Alex dari Sekolah menengah Atas.. Dia diserang oleh anak buat ketua Osis di sekolah Alex.. Jumlah lebih dari 30 orang dengan pimpinan ketua Osis yang memiliki dendam dengan Alex dan Liana.. Waktu itu Alex benar-benar menunjuk sikap yang brutal.. Terdapat 6 siswa tewas saat itu, sebenarnya akan banyak korban jika Liana tak menghentikannya.. Bahkan aku tak mampu mengendalikan Alex saat itu.. Aku juga ikut terluka untuk menghentikan Alex.. Untung masalah itu bisa di selesaikan dengan damai.. Karena Liana dan Alex sama anak dari orang yang berpengaruh..
  3. Yang ketiga ini lebih ekstrim karena dia mengamuk ditempat yang benar-benar salah.. Dia mengamuk di kantor Polisi aku tak tahu penyebabnya.. Tapi yang jelas berhubungan dengan Harun dan kematian orang tua yang akan menjadi cikal bakal perang besar didepan kami..

Saudaraku memang mengerikan.. Padahal dia anak yang cukup baik sebenarnya .. Namun dendam membuat jadi lebih mudah emosi.. Hingga sisi lain aktif dengan mudah belakangan ini.. Aku takut, Alex yang baik akan hilang seiring dengan pertarungan kami..

Tapi aku sedikit beruntung saat ini, wanita bernama Fina.. Dia mampu meredam amarah Alex.. Informasi ini penting buat kami.. Fina bisa jadi senjata andalan kami dalam MISI PENGHANCURAN..

Terlalu lama aku terpaku dengan keadaan seperti ini.. Membuat lupa dengan tujuan utama kami .. Menyelamat kan Lariza dengan bantuan Anna..

Ku buka penutup mata Anna dan mulutnya.. Mata sayu.. Mencoba menerka apa yang terjadi dan dimana dia berada saat ini tangannya masih ku borgol membuat pergerakannya masih terbatas..


Anna

“Kau.. Agung kan..” ucapnya dengan nada khas sukunya..

“Maafkan Aku Anna..” ucapku membuka borgol di tangannya..

*Plaakk.. Plaak tamparan berulang diluncurkan Anna

” kau laki-laki pengecut .. Kenapa kau melakukan hal memalukan .. Kau dokter berbakat yang memiliki kemampuan yang mengagumkan melakukan hal sehina ini..” tegas Anna

” Aku tak ingin berdebat dengan mu.. Kita harus membantu wanita ini..” ucapku..

“Kau berhutang penjelasan pada ku.. Kenapa wanita ini.” ucap Anna sambil menyentuh nadi dan beberapa tempat tubuh wanita itu..

“Apa masalahnya..” ucapku

“Ada terjadi pada bagian perut.. Kita harus ronsen terlebih dahulu.. Tapi disini tak ada alat itu.. Bagaimana kita melakukannya.. Kita harus bawa dia ke rumah sakit.. ” ucap Anna terlihat panik..

“Aku ada fasilitas itu di kamarku.. Kita bawa kesana..” ucapku sambil memukul kayu penahan borgol di tangan Lariza..

“Ayo kita harus cepat.. Denyut melambat..” ucap Anna sambil menekan tangan membaca denyut nadi..

Saat aku mencoba mengangkatnya .. Tangan terasa nyeri.. Ini pasti karena benturan keras tadi..

“Alexx.. Cepat kesani..” teriakku

*Bruuukk.. Pintu di buka dengan keras..

“Ada apa Agung..” ucap Alex

“Kau bawa wanita ini ke kamarku secepatnya..” ucapku

“Baiklah” ucap Alex mengendong wanita yang lemah itu di punggungnya..

*Crackk.. Kaca jendela di pecahkan

“Dasar Alex.. Ku bilang cepat.. Malah menghancurkan jendela.. Jangan mentang-mentang kau banyak uang kau asal menghancurkan saja..” teriakku sambil tertawa

Melihat Alex melalui jendela dan melompat melewati beranda samping rumah ini yang berhubungan dengan beranda rumah utama..

“Apa kita harus mengikutinya..” ucap Anna tersenyum sangat indah..

“Jangan mengikuti nya.. Kita lewat jalan orang normal saja..” ucapku sambil melihat Fina bingung harus melakukan hal apa..

“Dan kau fina.. Kau bersiaplah.. Kau harus tinggal di rumah utama bersama kami..” lanjutku memberi perintah pada Fina..

“Tapi bos menyuruhku tinggal disini..” ucap Fina..

“Aku yang tanggung jawab.. Kami duluan kau menyusulah..” ucapku meninggalkannya sambil memegang tangan Anna..

Aku berlari sambil terus memegang erat tangan Anna.. Anna pun tanpa perlawanan terus mengikutiku.. Dia seperti lupa dengan status.. Anna adalah orang yang lebih mengkhawatirkan pasien dari pada dirinya sendiri..

Tiba dirumah utama.. Keadaan sangat hening.. Tak ada suara dari ketiga budak Alex.. Mungkin mereka di kamar atas..Aku lanjutkan untuk langsung masuk ke kamarku.. Anna di buat kaget dengan isi kamarku yang merupakan fasilitas rumah sakit kelas satu.. Terdapat semua alat canggih di dalamnya.. Maklum Alex memberikan semua fasilitas ini untukku..

Ku lihat Alex sudah berada di samping kasur.. Sambil membaringkan tubuh Lariza dikasur..

“Oke kita mulai ronsennya..” ucapku sambil memegang alat ronsennya

Kami pun langsung melakukan proses ronsen.. Anna dengan hati-hati mengoleskan gel ketubuh Lariza.. Aku mulai mengerakkan alat ronsen di beberapa titik untuk mengetahui penyebabnya..

“Ya Ampun..” teriak Anna

“Ada sesuatu didalam rahim Lariza..” ucapku

“Kita harus melakukan operasi..” ucap Anna.. Sambil mengangkat pakaian Lariza keatas.. Memperlihat payudara yang sedikit menonggol dari sela-sela BH nya..

Aku pun bergegas melepas celana dalamnya.. Aku juga menyuntik obat penenang.. Dan memasang infus..

“Alex kau boleh keluar..” ucapku

“Aku serahkan padamu saudaraku..” ucap Alex sambil memukul punggungku..

Alex meninggalkan kami berdua.. Dan mulai menyiapkan Alat.. Untuk melakukan operasi kali ini aku tak sendiri ada dokter berbakat di sampingku..

[table id=AdsKaisar /]

[POV Alex]

ku langkah kaki menjauh dari ruang operasi aku tahu kemampuan saudara Agung dia yang terbaik… Aku teringat dengan budakku yang ku ikat di dinding tengah rumah.. Dia tak ada lagi disana…

Kemana Henny pergi.. Jangan-jangan dia bisa kabur dari rumah ini.. Aku mulai melangkahkan kaki menuju keluar .. Hera langsung memelukku..

“Tuan mau kemana???” tanya nya…

“Aku mencari Henny.. Apa dia melarikan diri..” tanyaku balik kepada heraa..


Hera

Nura

Tia

Hera menarikku ke kamar Nura.. Saat aku masuk Nura langsung menjerit..

“Tuann.. Jangan lihat kemari dulu..” teriak Nura diikuti ketawa Tia..

Ternyata Nura sedang mengunakan pakaian yang amat seksi.. Pakaian yang hanya menutup payudara nya saja dan tanpa lengan..

“Kau telanjang saja tuan sudah tahu..” ejek Hera..

“Maaf aku cuma kaget..” ucal Nura tetap menutupi tubuhnya dengan menghadap ke belakang.. Namun Nura tak menyadari dia berada di belakang cermin yang membuat lekuk tubuh dan pakaian seksi terlihat.. Meskipun menutupinya

Ku dekati Nura..

“Ya ampun Visualku .. Kau sangat cantik.. Sebentar lagi kau akan mengalahkan Hera..” pujiku sambil memeluk tubuh Nura dari belakang..

“Dia tak akan bisa mengalahkan ku..” ucap Hera.. Sambil memeluk tangan kananku..

Tia hanya tertawa melihat kelakuan kedua adiknya..

“Kita buktikan saja.. Siapa yang tuan inginkan..” ucap Nura menantang Hera..

“Ya kalah harus apa..” ucap Hera..

“Sudah kalian itu sama-sama kesayanganku..” ucapku menenangkan emosi mereka berdua..

“Tunggu.. Bukan hanya kalian berdua budak tuan disini..” teriak Tia yang awalnya hanya melihat kedua Adiknya.. Kali ini ikut dalam perseteruan kami

“Kau sudah terlalu tua bersaing dengan kami kak..” ucap hera tertawa..

“Usiaku tak jauh dari Nura..” ucap Tia kesal dan berdiri..

Aku benar-benar ditengah prahara.. Aku harus menenangkan mereka, sebelum mereka benar-benar diluar kendali..

“Tunggu.. Kalian harus tenang” ucapku

“Hera sok cantik.. Kau tahu wajahmu itu terlihat lebih tua dari pada Aku..” ucap Nura tertawa kecil di ikuti ketawa Tia,..

“Kenapa kalian tak mengajak budak ku yang satu itu..” ucapku menunjuk Henny yang berada di pojok ruangan seperti dia baru selesai memakan Nasi nya.. Pasti tia yang memberikannya nasi dan pakaian itu.. Meskipun Tia tetap mengikatkan rantai henny di kaki Kasur milik Nura..


Henny

“Tuaaan..” teriak ketiganya protes serempak..

“Oke-oke.. Mohon maaf..” ucapku sambil mengaruk kepala nya..

 

#Di Suatu Ruangan

Seorang wanita sedang membersihkan ruangnya.. Dia akan meninggalkan ruangan ini untuk menuju ke rumah utama bosnya..


Fina

Neti

“Apa yang harus ku lakukan.. Saat berada disana..” ucap Fina.. Jantung terus berdetak kencang

“Mau kemana bu..” ucap Neti

“Aku disuruh tinggal di rumah utama” ucap Fina

“Apa.. Cie.. Cie.. Kau akan jadi ibu Bos sebentar lagi..”ucap Neti mengodanya..

“Sulit.. Bos kita memiliki banyak wanita di sampingnya..” ucap Fina sedikit down..

“Kau tahu dari mana.. Tuan memiliki banyak wanita di sampingnya.. Bukannya dia hanya punya Nura..” ucap Neti

Fina hanya duduk di kasurnya ..matanya menerawang kosong..

“Kalau kau mencintainya.. Kau harus mengejarnya.. Apapun rintangan kau harus berjuang.. Bos kita orang yang baik, dia tak mungkin mati-matian menyelamatkanmu.. Kalau kau buka orang yang penting buatnya.. Dia pasti membutuhkanmu.. Berjuangan untuk bos kita..” ucap Neti

“Aku tahu itu.. Tapi ada sesuatu yang menganjal di hatiku.. Aku tak pantas di sampingnya..” ucap Fina

*Plak.. Tampar mendarat si pipi Fina

“Kau harus membantu bos kita.. Menjaga dari semua musuhnya.. Kau ingat yang menculik kita waktu itu.. Aku dapat informasi penting.. Goldrich Company ingin menghabisi bos kita..” ucap Neti

“Apa.. Bos ingin dibunuh mereka..” ucap fina kaget

“Ya kita harus melindunginya.. Andai saja aku masih sesucimu aku akan berjuang dekat dengan bos tapi aku hanya wanita hina” ucap Neti menundukkan kepalanya

“Net.. Ikut lah bersamaku.. Kita kerumah utama bersama..” ucap Fina mengenggam tangan Neti

“Tidak.. Bos hanya membutuhkanmu..” ucap Neti

“Tidak kalau kau tak mau pergi.. Aku tak akan pergi..” ucap Fina

“Dasar ibu ku yang satu ini..” ucap Neti

“Jadi kau ingin ikut..” ucap Fina memelas..

“Baik lah.. Tapi bu yang tanggung kalau aku dimarah oleh bos..” ucap Neti

“Net.. Panggil saja aku Fina.. Aku belum pantas di panggil ibu.. Dan ini juga bukan di dikantor” ucap Fina tersenyum

“Baiklah.. Fina” ucap neti membalas senyum Fina

[table id=iklanlapak /]

#Kembali Kerumah Utama..​

*Ting.. Nung.. Ting Nung..

Suara bel pintu

“Siapa itu..” kata Nura.. Yang sedang sibuk menganti bajunya

“Biarkan aku saja saja yang membuka..” ucap Hera

“Tunggu kau lupa kita tak bisa kesana..” ucap Tia

“Itu kan.. Wanita cantik kau itu cuma bisa di dalam rumah.. Aku yang bebas kemana pun..” ucap Nura sambil menjulurkan lidahnya..

Tia tertawa kembali..

“Kenapa kak..” tanya Hera heran

“Nura yang pendiam dan pemalu sekarang sudah berubah..” ucap Tia menahan ketawa..

“Dia sudah banyak berubah dan mulai melupakan semua kesedihannya..” ucapku

“Ini akan sangat berbahaya buat kalian berdua.. Yang hanya mengandalkan wajah dan masakan saja..” ucapku meledek keduanya.. Sambil tertawa..

“Tuan awas kau..” ucap Hera memelukku dan menabrakan payudara yang kenyal pada ku dari belakang.. Sambil ikut tertawa..

Tia pun menunjukkan muka kesal yang cantik menurutku.. Sedangkan Henny hanya terdiam mematung, dia bingung harus berbuat apa.. Yang terpikirkan olehnya adalah hidup sudah hancur.. Dia hanya berharap keluar dari sini.. Atau mati saja..

“Fina..” teriak Nura di luar kamar ini.. Mereka berpelukan cukup lama..

“Bu Nura..” ucap Fina membalas pelukan

“Fina.. Masuklah..,” ucap Nura

“Oh ya.. Ini neti dia pegawai di SPBU juga..” ucap Fina mengenalkan Neti

“Kau juga tak terluka kan..” ucap Nura

“Tidak bu.. Aku hanya sedikit perih di bagian sini..” ucap Neti menunjukkan memeknya..

Nura pun langsung memeluk Neti.. Dia tahu rasanya di permalukan di paksa melakukan hal yang tak di inginkan.. Nura juga korban pemerkosaan.. Jadi dia paham yang dirasakan Neti..

Aku juga dibuat kaget kehadiran Fina..tak salah lagi ini pasti kelakuan Agung.. Dia ingin memperkeruh suasana disini .. Aku saja sudah pusing perseteruan ketiga istriku.. Sekarang aku di hadapkan oleh Fina dan Neti..

“Fina.. Jadi kau budak yang membuat tuanku banyak mengalami luka kemarin..” ucap Hera yang memang sudah kesal.. Sambil melangkah mendekatinya..

“Budakk.. Berani sekali kau bilang bosku dengan Budak..” ucap Neti emosi

“Kau berani dengan ku..” ucap Hera

“Tidak hanya berani, Aku juga bisa mematahkan kaki mu sekarang..” teriak Neti

“Huuuu.. Aku takut..” ejek Hera.. Sambil memainkan bibirnya yang seksi

“Sudah Net.. Kau tak boleh seperti itu..” ucap Fina coba melerai…

Aku bergerak mendekati Hera.. Dan mencium Bibirnya.. Sontak membuat Tia dan Nura.. Juga Fina dan Neti terkejut.. Hera tak bisa berbuat Apapun saat aku mulai memainkan mulutku di bibir seksi miliknya.. Sambil tanganku meremas-remas payudaranya..

“Fina inilah Aku.. Mereka bertiga merupakan Budakku..” Ucapku setelah menyelesaikan Ciumanku..

Fina dan Neti hanya terdiam seribu bahasa.. Kaget membuatnya tak bisa mengontrol diri mereka sendiri.. Tia tahu maksudku.. Dia tak ingin membuat Fina ikut dalam permainan ini..

Tia pun segera memegang erat tanganku dan menyenderkan kepalanya di pundakku.. Bukan hanya Tia , Nura pun melakukan hal yang sama.. Lalu Hera juga yang merasa bersalahpun mendekatiku..

“Aku bukan pria baik.. Aku menculik Tia dan Hera.. Lalu memperbudak Nura.. Mereka bertiga sekarang menjadi budakku.. Tempatku memuaskan nafsu birahiku..” ucapku mempertegas

Fina mulai meneteskan Air Mata.. Dia tak mampu lagi menahan keterkejutan hatinya..

“Aku tak ingin kau rusak.. Kau adalah karyawan terbaikku.. Aku akan mengirim jauh dari sini.. Kesalah satu Perusahaan milikku di luar Daerah..” tegasku..

Hera pun merasa bersalah mulai meneteskan Air matanya.., lalu Nura dan Tia pun mulai terbawa Emosi juga… Tiba-tiba Fina melakukan hal yang tak terduga


Fina

Neti

Hera

Nura

Tia

Henny

“Aku.. Defina Larisa telah bersumpah untuk berada disisimu selamanya.. Dan izinkan Aku untuk menjadi Budak setiamu..” ucap Fina terbata-bata sambil berlutut..

“Fina apa yang Kau lakukan.. Aku tak ingin kau seperti ini..” teriakku

“Ini keteguhan Hati ku Tuan..” ucap Fina yang mengubah tuturnya yang biasa memanggilku dengan Pak atau bos.. Menjadi tuan..

“Aku Netilia Safira.. Juga berikrar menjadi budak mu yang Setia.. Tubuh dan nyawaku milik mu tuanku..” ucap Neti juga Ikut berlutut..

“Hestia Maharani.. Juga siap Mati untuk mu Tuan..” ucap Tia yang telah melepas pegangan Tangannya dan sekarang ikut berlutut..

“Aku Nuralia.. Menyerahkan hidupku untuk mu..” ucap Nura yang begitu gugup berbicara juga berlutut..

“Aku Hera Fitridiani.. Juga bersumpah setia untukmu.. Aku akan ada disampingmu selalu Tuanku..” Ucap Hera.. Juga ikut berlutut..

Henny yang menyaksikan Adegan ini pun.. Secara tak terkontrol.. Padahal dia harus mencari cara untuk kabur karena ikatan yang diikat kan Tia memang Longgar.. Ini harus menjadi moment untuk bisa melarikan diri dari sini.. Namun dia malah berjalan mendekatiku.. Dan juga ikut berlutut didepan orang yang menghabisi seluruh keluarganya..

Aku tak bisa berkata Apapun.. Semua berawal dari ke isenganku dan Hadi.. Dan sekarang mereka bukan hanya menjadi mainanku , budakku atau pelampiasan Nafsuku Saja.. Sekarang mereka sudah menjadi Keluarga baruku.. Yang Harus menjadi Daftar orang yang Kulindungi dalam Misi PENGHANCURAN ku..

#Ditempat Lain


Anna

“Agung apa yang perempuan itu Lakukan..” bisik Anna

“Itu pemandangan luarbiasa Anna.. Mereka adalah keluarga baru ku.. Apa kah Kau juga mau jadi bagian keluarga Kami..????” ucap Agung..

Halaman Utama : Misi Penghancuran

BERSAMBUNG – Misi Penghancuran Part 25 | Misi Penghancuran Part 25 – BERSAMBUNG

Sebelumnya ( Part 23 ) | ( Part 26 ) Selanjutnya