. Misi Penghancuran Part 24 | Kisah Malam

Misi Penghancuran Part 24

0
303

Part 24 – Kerinduan Hati

 
Liana

[POV Liana]

Pertemuan pun berakhir.. Ini rapat pertamaku bersama petinggi dari perusahaan Ayahku.. Satu-persatu dari para kolega ayahku pun pergi.. Termasuk ayahku.. Aku tinggalkan Aula pertemuan kami.. Tapi diotakku masih begitu banyak pertanyaan dan misteri yang harus ku pecahkan.. Keraguan mulai datang di hatiku..

Aku harus percaya dengan Ayahku atau dengan intuisiku yang sudah mengenal Alex sangat lama..

“Adikku kau ingin ikut dengan ku..” teriak Pria tampan di depanku sambil melambaikan tangan dari dalam mobilnya..

“Tidak kak aku bawa mobil sendiri..” ku balas teriakkannya

Dia pun langsung meninggalkan ku.. Tanpa memberi aba-aba lagi.. Aku tiba di mobilku dan langsung ku pacu mobil pulang kerumah..

“Liana kau sudah pulang ???” ucap ibuku yang masih sibuk membaca koran..

“Ya bu.. Badan Liana capek semua .. Liana mau istirahat dulu ya..”balasku sambil mencium pipi ibuku

“Kau mau di pijat tidak.. Kalau mau nanti ibu telpon tukang pijatnya.. Sangat enak loh..” ucap ibu ku

Tapi aku tetap meluncur ke kamarku.. Tanpa memperdulikan sarannya.. Langsung kurebahkan tubuhku di atas kasur empuk.. Ku lepaskan jilbabku dan pakaian resmiku hingga menyisakan bh dan celana dalam ku.. Aku mengambil sebuah Album foto yang telah lusuh karena seringnya ku buka.. Ketika aku rindu seseorang aku selalu melihat semua isi album ini..

[table id=Lgcash88 /]

#Flashback Saat Pertama Masuk Sekolah Dasar

Ini adalah hari pertama ku pergi kesekolah baruku.. Aku pindahan dikota kecil ini.. Meskipun ayah dan ibu ku adalah orang asli daerah ini.. Tapi aku bersekolah di luar kota untuk menemani kakek dan nenekku yang berdomisili disana.. Saat nenek ku meninggal aku diambil ayahku untuk bersekolah disini..

Saat ini aku sudah kelas 5.. Dan ini sekolah baru aku tak mengenal siapapun disini.. Tubuh bisa di bilang tinggi dan berwajah cukup cantik menurutku.. Tiba di sekolah baru.. Sekolah yang bangunan cukup jelek karena cat nya sudah luntur.. Menambah suram sekolah ini.. Jauh berbeda dari sekolahku dulu yang bisa di bilang elite..

aku memperhatikan setiap anak yang lewat didepanku.. Warna baju dan sepatunya tidak sebagus milikku..

“Sepertinya aku tak akan ada lawan di sekolah ini” pikirku.. Melihat keadaan disini..

Kuyakinkan diri untuk memasuki kantor guru.. Disana aku bertemu kepala sekolah lalu di mengantarku ke kelas baruku..

Kulihat semua anak disana tertuju padaku.. Lalu kepala sekolah mulai menanyakan bangku yang kosong.. Aku mencari bangku yang tidak terdapat tas di kursinya.. Akhir aku menemukannya.. Kepala sekolah bertanya

“Apa kursi itu kosong” ucap kepala sekolah

“Ya bu kursi itu kosong..” teriak anak laki-laki tertawa..

Kenapa mereka tertawa.. Melihatku menuju kursi kosong itu.. Aku mendengar beberapa anak berbisik..

“Kasian anak baru itu duduk disana.. Sebaiknya tukar..” ucap para wanita kepada laki- laki

“Aku tak ingin duduk dengan anak yang menakutkan itu..” ucap para laki-laki

Mungkin yang duduk disebelahku adalah anak yang nakal sehingga tak ada yang mau duduk disana.. Kalau dilihat dari posisi tempat duduk .. Memang posisi kami terlihat memisah sendiri dari yang lain..

Waktu pelajaran masih cukup lama.. Jadi kuputuskan untuk pergi ke WC terlebih dahulu.. Karena buru-buru aku bertabrakan dengan anak laki-laki.. Hingga aku terjatuh..

“Harusnya kau hati-hati” ucapnya mengulur tangannya sambil tersenyum..

Lalu dia pun pergi meninggalkan ku.. Aku pun melanjutkan tujuanku..

[table id=iklanlapak /]

Jam Pelajaran pun dimulai.. Bu guru mulai sibuk mengabsen kami satu-persatu , namun pada giliranku.. Aku di berikan waktu maju kedepan untuk memperkenalkan diriku..

Selesai memperkenalkan diri aku kembali duduk di kursi ku.. Namun kursi di sampingku tetap masih kosong..

“Mungkin anak ini benar-benar bermasalah” ucapku didalam hati..

Ketika Bu guru menanyakan PR kepada kami.. Tiba-tiba anak laki-laki langsung masuk dan duduk di kursiku.. Ku coba melirik anak laki-laki ini.. Aku mengenalnya, anak yang bertabrakan denganku tadi pagi.. Aku coba menyapanya.. Namun dia langsung menutup mukanya dengan tas punggungnya.. Seakan menolak hubungan denganku..

Selama jam pelajaran anak itu terus saja tidur.. Yang anehnya bu guru seakan membiarkannya tetap tertidur.. Aku kesal dengan anak laki – laki ini dia tak menghormati guru

“Ibu.. Ada yang tidur di kelas..” ucapku sambil mengangkat tanganku..

Kulihat ibu guru itu sedikit ragu-ragu.. Dan akhir memanggil Alex untuk bangun.. Dan menyuruh untuk mencuci mukanya.. Namun Alex nama anak itu tak kunjung kembali masuk hingga istirahat..

Saat sedang duduk di taman sekolah aku di dekati oleh ketua kelasku..

“Hai.. Aku alfiani..” ucap nya

“Meliliana” ucapku membalasnya

“Kau pindahan dari mana” lanjutnya

Ku sebut saja aku berasal dari ibukota dari provinsi ini.. Alfiani menjadi teman pertamaku disini dia orang yang yang baik.. Kami ngobrol tentang banyak hal.. Sampai akhir Alfiani memberitahu masalah Alex..

“Harusnya kau menjaga jarak dari Alex..” ucap Alfiani mengingatkanku

“Kenapa.. Kulihat dia anak yang baik..” balasku

“Dia memang anak yang baik, pintar dan sedikit Tampan..” ujar nya

“Lalu apa masalahnya hingga semua orang menjauhinya..” ucapku makin penasaran..

“Dia punya julukan Si beruang Putih, entahlah dari mana julukan itu.. Tapi sejak kejadian mengerikan waktu itu.. Aku dan semua orang menjaga jarak darinya..” jelas Alfiani

“Beruang putih, kejadiaan aku semakin tak mengerti maksud mu..” tanyaku makin heran..

“Kejadian pembantai 7 anak SMA oleh Alex.. Aku tak tahu benar apa yang terjadi waktu itu.. Karena aku tak berada disana.. Namun aku melihat ketujuh anak SMA itu di bawa kerumah sakit oleh Ambulans.. Mereka semua luka berat dan beberapa terkena patah tulang.. Sejak itu semua anak disini maupun guru menjauhinya..” penjelasan Alfiani yang cukup lengkap..

“Mana mungkin anak SD mengalahkan Anak SMA” ucapku tak percaya..

“Pokoknya jangan mendekati anak itu.. Aku pun sempat tak percaya namun aku melihat sendiri buktinya” ucap nya langsung pergi ..

Alfiani terburu-buru meninggalkan ku.. Aku makin bingung dengan tingkahnya yang tiba-tiba meninggalkanku.. Ternyata aku melihat anak yang bernama Alex berjalan mendekati ku.. Aku cemas mungkinkah dia akan membalas kejadian tadi.. Dia duduk di sampingku.. Aku ingin lari dari sini.. Tapi tubuh hanya mematung duduk di sampingnya..

“Kau Anak baru.. Aku ingin kau jadi pacarku..” ucapnya

“Apa pacarmu..” ucapku mengelengkan kepalaku..

“Kalau kau tidak mau.. Maka jangan pernah menggangu aku lagi.. Dan anggap aku tak ada .. Seperti Anak-anak yang lainnya..” tegasnya sambil berdiri dan menjauh..

Aku tak mampu membalasnya.. Mulut seakan kaku.. Suara lonceng kembali berbunyi.. Ini hari pertamaku namun aku sudah di hadapkan dengan masalah seperti ini.. Sejak itu aku mengabaikan sesuai perintahnya aku tak ingin membuat masalah padanya.. Tak terasa hari-hari yang kulewati disini berjalan menjadi sangat cepat.. Hari ini adalah ujian Nasionalku dan hari-hari terakhir Ku berada di kota ini karena kakeku memintaku untuk melanjutkan sekolah di kota kembali..

“Ujian pertama, hati-hati jangan terburu, dan baca doa sebelum mengerjakan..” ucap pengawas sambil sibuk membagikan lembar ujian..

Aku mengerjakannya serius.. Tanpa ku sadari Alex terus memperhatikan ku.. Aku pun melihat kearahnya membuat kedua mata kami bertemu.. Dia pun tersenyum.. Dan berdiri..

“Aku duluan” ucapnya .

Sambil meninggalkan lembar ujiannya dan pergi keluar kelas.. Padahal baru 15 menit ujian di mulai..

“Apa dia tak mau lulus..” gumamku

Tapi aku penasaran dengan jawabannya yang tergeletak di sampingku.. Akhir nya ku putus kan membuka jawabannya.. Disitulah aku dibuat sangat kagum.. Anak yang nyaris tak pernah belajar dan hanya tidur saja mampu menjawab semua pertanyaan ini dengan mudah.. Dan jawaban pun tidak asal-asalan, aku melihat jawabannya secara acak.. Semua jawaban nya benar semua.. Kejadian itu terus berulang.. Hingga ujian terakhir kami.. Yang ku tahu Alex bukan anak biasa .. Dia memiliki kecerdasaan yang luar biasa

Di perjalanan pulang pun aku masih teringat dengan kejadian tadi.. Hingga aku tidak menyadari ada sekumpulan anak nakal di depanku.. Meraka menggangguku.. Mengambil tasku ..

Kedua tangan di pegang erat oleh mereka dan mereka pun mulai mengeluarkan isi tasku, Namun semua nya terdiam.. Ketika Alex tiba-tiba muncul dan melangkah melewatiku.. Semua anak nakal ini terdiam dan ketakutan terpaku pada posisinya masing-masing.

Tapi ada yang aneh dengan Alex.. Di tak ada niat menyelamatkanku melainkan terus melalui tanpa melihatku..

“Tunggu dia sampai pergi..” bisik salah satu anak nakal pada temannya..

“Alex.. Tolongg Aku..” teriakku..

Alex langsung berbalik.. Sambil tersenyum

“Jangan pernah ganggu pacarku..” ucapnya dingin tanpa ekpresi

Ucapan ini membuat anak nakal itu mengembalikan tas dan lari tunggang langgang ke berbagai Arah.. Aku mendekati nya, untuk berterima kasih..

“Terima kasih” ucapku

“Hanya terima kasih..” ucap Alex

“Kau ingin ice cream..” tawarku

“Boleh.. Tapi ini gratiskan..” ucap Alex tersenyum

Aku tak melihat sedikitpun keganasan di wajahnya.. Kenapa banyak yang takut padanya.. Kami pun segera pergi ke kedai ice cream di ujung taman..

“Kau ingin rasa apa..” ucapku

“Rasa durian saja..” balasnya

“Durian satu dan seperti biasa nya satu oke mba..” ucapku karena sudah langganan .. Pelayan mengerti kesukaanku

Ku hampiri anak laki-laki itu yang sibuk membaca komik.. aku coba mencairkan suasana..

“Kau suka membaca komik..” tanya ku

“Karena membaca komik tak menghabiskan tenagaku..” ucapnya tetap fokus pada komiknya..

“Maafkan aku.. Mengabaikan mu selama ini..” ucapku

“Jangan terlalu kaku..” ucapnya

Pesanan kami pun dateng.. Anak ini cukup dingin selama kami makan.. Dia tak berbicara apapun..

“Sampai kapan kau mau melihat ku seperti itu.. Kalau kau tak menyukaiku.. Sebaik kau cepat pergi dari sini sebelum ada yang melihat kau mentraktirku makan..” ucap Alex

“Tidak.. Aku tidak bermaksud seperti itu..” ucapku merasa tak nyaman dengan perbuatan ku tadi..

“Aku seorang monster.. Wanita cantik sepertimu seharusnya tak usah mendekati ku..” ucapnya sambil memakan ice cream nya hingga habis

“Tapi aku tak percaya kau seorang monster..” ujarku

“Banyak orang bilang begitu tapi saat melihat wujud asli ku semua akan ketakutan dan pergi menjauh..” ucap Alex berdiri coba meninggalkanku

“Aku ingin bicara banyak dengan mu..” ucapku memelas agar dia tetap disini

“Aku sudah pernah bilang kan kalau kau ingin jadi pacarku kita akan setiap hari bertemu.. Jika tidak pergilah..” ucapnya meninggalkan ku sendiri..

Aku bergegas membayar ice cream ku dan pergi mengejarnya.. Hanya ini kesempatanku.. Aku akan pergi dari kota ini.. Dan mungkin ini pertemuan terakhirku dengan nya..

Aku berlari mencarinya kesana kemari.. Saat ku hampir putus asa .. Mencari keberadaannya di taman ini..

“Kau mencari siapa..” ucapnya muncul seperti tanpa dosa

“Aku mencari mu..” ucapku

“Kau ingin jadi pacarku..????” ucap Alex lagi

“Aku tak ingin menjadi pacarmu.. Aku ingin lebih dari itu.. Aku ingin menjadi pendampingmu.. Suatu saat nanti aku akan menjinakkanmu Beruang Putih” teriakku menantangnya

“Aku tunggu saat itu..” ucapnya langsung pergi begitu saja..

“Aku pasti kembali ke desa ini.. Saat itu tiba akulah orang pertama yang akan menemukanmu..” teriakku lagi..

Namun Alex hanya mengangkat tangannya.. Dan menghilang dari pandanganku.. Itu lah janji pertamaku pada nya.. Segera setelah itu aku meninggalkan desa kami..

Bahkan tak sempat untuk saling mengucap salam perpisahan..

[table id=AdsTbet /]

Setelah menunggu lebih dari empat tahun.. Akhirnya aku bisa kembali sekolah di kota kelahiranku.. Kali ini aku kembali dengan jauh berbeda.. Aku tumbuh menjadi wanita yang cantik ,tubuh yang membuat banyak anak iri dan kulit yang halus..

Aku semakin pede untuk kembali.. Karena kemampuan akdemik bisa di bilang sangat memuaskan..

Ku persiapkan semuanya.. Tapi hari ini aku tak ingin tampil cantik.. Karena tujuanku bukan untuk menjadi hits.. Namun mencari seseorang yang membuatku tak bisa berhenti memikirkannya.. Seperti apa wujudnya saat ini.. Aku terus menghayalkan bentuk tubuhnya.. Membuat jantung berdetak makin cepat darah-darah mengalir deras di setiap Nadiku

Aku sengaja berangkat sangat pagi untuk mengetahui banyak informasi sekolahanku yang baru ini.. Meskipun sekolahanku bisa di bilang kampung.. Tapi prestasi bahkan mampu mengalahkan banyak sekolah terbaik di provinsi ini.. Itu yang menjadi alasan ku untuk bersekolah disini.. Yang langsung diaminin oleh kedua orang tuaku

Aku berdandan cukup cupu .. Kacamata, rambut ku kepang dan aku tak memakai bedak apapun..
Aku ingin tampil natural atau bisa di bilang buruk..

“Nak kenapa penampilanmu seperti ini..” ucap ibu kaget

“Hehe.. Aku ingin tampil beda di sekolah ku yang baru..” balasku yang melihat ibuku sedikit shock..

“Biarkan saja..” ucap ayahku yang ikut tertawa melihat penampilanku..

Aku berangkat diantar supir.. Tapi aku tak ingin diantar sampai didepan gerbang SMA baru ku.. Kulangkah kaki percaya diriku dengan penampilan seperti ini memasuki perkarangan sekolah ini.. Taman sekolah ini sangat luas terdapat beberapa kolam yang mempercantik keadaan Asri sekolahan ini..kelasku berada di paling belakang.. Sekolahan memiliki banyak kelas bertingkat.. kelasku berada di gedung yang memiliki tiga tingkatan.. Dilantai dua ini lah kelasku.. Aku masuki dan bisa melihat kelas yang bersih dan memiliki banyak ornamen yang mempercantik keadaannya.. Ku ambil posisi duduk di pojok belakang sebelah kanan..

Tubuhku cukup tinggi jadi aku tak ingin menutup penglihatan temanku jika aku berada di depan.. Satu-persatu teman baru mulai hadir.. Mereka juga bingung untuk mencari tempat duduk barunya.. Akhirnya aku berkenalan dengan Marini.. Dia wanita yang cantik dan yang mengejutkan dia anak yang lincah, juga sangat centil dia pun duduk di sampingku.. Aku mulai mengobrol banyak hal dengannya..

Marini sedang mengejar cintanya sama seperti diriku.. Dia pun menceritakan semua tentang pria idamannya tersebut..dia tampan, sangat baik, tinggi dan merupakan pemain Sepak bola yang handal meskipun di level kampungnya.. Aku jadi penasaran seperti apa pujaan Marini..

Aku sangat kaget saat tahu laki-laki yang menjadi pujaan Marini bernama Alex.. Yang namanya sama dengan laki-laki ku.. Tapi Alexku tak sebaik Alex yang di ceritakan oleh Marini, justru dia misterius menjurus sedikit aneh.. saat sibuk dengan lamunanku.. Marini mengenggam tanganku.. Menunjukan sesorang yang baru masuk..

“Itu dia pangeranku..” ucap Marini tersenyum..

Aku melihat laki-laki yang sedang mencari kursi yang kosong.. Diapun bergerak menuju posisi aku dan Marini.. Dia duduk tepat di belakang ku..

“Sepertinya aku dan Alex berjodoh..” ucapnya

Aku hanya tertegun.. Tak bisa mengontrol debaran jantungku yang amat kencang.. Intuisi berkata ini lah laki-laki yang kucari dan ku tunggu.. Namun aku menyangkalnya berulang kali.. Mungkin hanya kesamaan nama saja ..

“Liana jangan bilang kau suka dengan pujaanku juga..” senggol Marini yang melihat aku melamun..

“Tidak.. Aku tidak..” ucapku tersadar..

“Ya mana mungkin dia suka dengan cewek se cupu dirimu.. Aku yang sangat cantik saja selalu di hiraukan..” ucapnya tertawa kecil

“Iya kau lebih cantik dari aku..” ucapku merendah

Diikuti tertawa kecil kami berdua..

 

Hari ini jam olah raga aku sangat buruk di pelajaran ini.. Saat ini pelajarannya adalah sepak bola.. Jadi kami bermain bola .. Saat perebutan bila aku tergeser oleh temanku yang memiliki tubuh sangat besar.. Membuat tubuhku langsung menghantam tanah.. Tubuh langsung lemas.. Guru pun menghampiriku.. Menyuruh semua anak laki untuk membantuku.. Namun tak ada yang mau bergerak.. Aku pun berusaha sendiri untuk bangun .. Sampai tangan kekar mengendongku.. Aku yang sedikit lemas tidak memperhatikan laki-laki yang menolongku.. Justru aku sedikit risih dengan tangannya yang langsung menyentuh paha dan punggungku..

Laki-laki ini tetap mengendongku hingga ke ruang UKS.. Meletakkan ku di kasur.. Seorang perawat mengecek keadaanku.. Dia menyuntikkan vitamin dan menyuruhku beristirahat sebentar.. Aku baru sadar laki-laki itu adalah Alex ,laki-laki yang menjadi idaman temanku..

” kau masih saja lemah teman sebangku..” bisiknya

” kau Alex .. Tidak mungkin kenapa kau bisa mengenaliku..” ucapku malu

“Bagaimana aku tak ingat dengan namamu.. Nama yang ingin ku miliki sejak dulu..” ucapnya tersenyum

Kontan membuatku malu setengah mati.. Aku yang merencanakan untuk menemuinya duluan malah seperti ini..rencana penyamaranku selama ini gagal total..

“Kenapa kau banyak berubah..kau curang” sahutku..

“Kau juga berubah.. Menjadi lebih baik..” balas Alex tersenyum

Mungkin dia mengejek penampilanku ,Senyuman yang sudah lama ingin ku lihat.. Dia pun pergi ke samping kasurku yang terdapat kasur juga.. Dia pun tiduran disitu..

“Kau tak kembali kelas..” tanyaku

“Aku juga kelelahan dari mengangkat tubuhmu..” ucap nya

“Alasanmu saja kan.. Kau ingin bersamaku..” ucapku meledeknya..

“Iya.. Memang kenapa..” balasnya spontan

Membuatku kembali salah tingkah .. Laki-laki ini terlalu vulgar .. Pipiku langsung memerah dan suasana menjadi sangat panas ku rasakan diruangan ini..

“Kau mulai menyukaiku ya..” ucap Alex sambil berbaring menghadapku kedua mata kami kembali saling tatap ..

“Apaan sih..” ucapku coba mengalihkan perasaan gugupku..

“Mukamu memerah..” ucapnya..

Aku berbalik untuk menyembunyikan wajahku yang memerah.. Tiba suasana ruangan UKS ini begitu hening tak ada suara dari Alex kembali..

Aku berbalik melihat Alex sudah tertidur.. Dia sangat manis saat tidur.. Siapa yang tak menyukai laki-laki ini seperti ini.. Melihat Alex tertidur Kantukku pun datang hingga kami berdua tertidur diruang Uks bersama..

Aku terbangun saat suara bel terdengar keras.. Membuat langsung terbangun.. Aku melihat Alex tak berada di tempat tidur.. Membuatku terbangun mencari keberadaan..namun dia tak ada.. Aku putuskan pun pergi kembali ke kelas..

“Sudah baikkan..” ucap Marini

“Ya lumayan.. Kenapa Alex belum hadir..” ucapku

“Alex dia belum kembali.. Kenapa kau mencarinya..” ucap Marini sedikit kesal karena aku menanyakan itu..

“Tidak, aku hanya ingin berterima kasihnya telah membawaku ke ruang UKS..” jelasku untuk menghindari salah paham ..

Pelajaran pun kembali dimulai..tapi sampai akhir jam pelajaran tidak muncul juga Alex.. Kemana pria itu..

“Liana balik yuk..” teriak Marini yang sudah mengendong tasnya..

“Sebentar lagi ya..kau duluan aja..” ucapku

“Ya baiklah.. Hati-hati ya..” ucap Marini pergi meninggalkanku..

Satu-persatu siswa kelas ini pulang.. Dan akhirnya hanya aku sendiri berada dikelas.. Kulihat tas Alex tetap ada.. Aku bingung apa yang kulakukan.. Aku tak ingin meninggalkan tas nya.. Jadi segera ku ambil tasnya .. Ku susun buku yang berantakan.. Memasukkan ke tasnya..

Saat aku akan meninggalkan ruangan..

“Hmmm baiknya pacarku ini..” teriak Alex berdiri didepan pintu

“Bruuk.. Ini tas mu.. Kau dari mana saja..” ucapku kesal merasa di kerjain..

“Justru kau yang meninggalkan di UKS..” jawabnya

“Kau bohong.. Aku lihat kau tidak ada disana..” ucapku

“Kau hanya melihat diatas ranjangkan.. Aku tadi terjatuh.. Hehe..” jawab sambil mengaruk kepala nya

“Kau jatuh dari kasur dan tetap tidur..” ujarku tertawa.. Sambil memegang perut..

“Terus lah tertawa.. Kau terlihat cantik saat kau tertawa..” ucapnya..

Membuatku terhenti tertawa.. Diapun mulai mendekatiku.. Aku hanya bisa mundur.. Hingga aku tersudut oleh dinding..

“Liana mau kau menjadi pacarku..” ucapnya serius..

Ku balas dengan Anggukan kepalaku.. Jantung berdetak cepat.. Aku merasakan cinta yang sangat banyak dari sorot matanya ..

[table id=iklanlapak /]

Malam ini aku tak bisa tidur.. Karena aku tak henti memikirkan Alex.. Aku di buat gila oleh sikap yang dingin, blak-blakan dan sedikit bad boy.. Aku terus berguling di kasurku..

Tak terasa matahari hari baru bersinar.. Aku baru sadar aku tak tidur semalaman.. Tapi karena aku amat ngantuk.. Aku tidur sebentar.. Aku benar-benar ngantuk.. Aku baru sadar setelah ibuku membangunkanku..

“Kau tak ingin sekolah.. Abis ngapain saja kamu sampai bisa kesiangan.. ” teriak ibu membuka horden kamarku

“Sebentar lagi saja bu..” ucapku

“Cepat bangun kau itu gadis..” teriak ibu sambil memukul pantatku..

“Ibu pantatku berharga.. Bagaimana setelah ibu pukul tak ada yang mau dengan ku lagi..” teriakku berlari kekamar mandi..

“Jangan tidur dikamar mandi..” ucapnya

Syukur aku tiba disekolah hampir bersamaan dengan bel berbunyi.. Aku langsung duduk..setelah itu Guru killer kami juga tiba ..

“Keluarkan buku modul.. Yang tidak bawa jangan mengikuti pelajaranku..” teriak guru killer itu

Aku bergegas mencari buku modulku.. malapetaka terjadi aku lupa Menganti semua buku pelajaran ku .. Aku membawa buku pelajaran kemarin..

“Mati aku.. Aku tak membawa modul” bisiku pada Marini

“Bagaimana kau bisa lupa bukunya sih..” ucapnya

“Yang tidak bawa cepat keluar..” teriaknya sangar sambil memukul meja

Aku pasrah akhir untuk Pertama kalinya dalam hidupku aku diusir oleh guru.. Namun tiba-tiba

“Saya pak.. Saya lupa membawa..” ucap Alex lantang

“Jadi kau.. Keluar sana dan berdiri di depan tiang bendera sambil hormat sampai jam pelajaran ku berakhir..

“Baik pak..” ucap Alex.. Saat melaluiku dia memberikan modulnya padaku..

Aku segera melirik ke dia.. Dia pun tersenyum.. Sambil melangkah pergi..tapi entah apa yang kupikirkan aku menyimpan modul dan ikut mengacungkan tangan.. Untuk memberi tahu aku juga tak membawa modul kepada guru killer itu.. Membuatku disuruh keluar juga..

“Alex tunggu..” ucapku

“Kenapa kau keluar..” ucapnya kaget

“Aku ingin bersamamu..” ucapku makin berani mengungkapkan perasaanku padanya..

Hari-hari kami lewati dengan indah.. Hubungan kami tetap tersembunyi dari Anak-anak lainnya.. Bahkan Marini tak tahu hubungan spesial kami.. Meskipun berhubungan dengan sembunyi-sembunyi tapi Alex membuat hari-hari ceria dan menyenangkan dengan cara yang kadang tak masuk akal, konyol dan penuh kejutan ..

Sampai hari yang membuat hubungan kami menjadi sedikit renggang.. Hari itu adalah perpisahan kak kelas kami.. Aku di berikan kesempatan menjadi pembawa acara bersama ketua Osis kami.. Aku tampil berbeda hari itu aku tampil cantik dengan riasan tipis yang membuat banyak pangling dengan perbedaanku.. Banyak mata anak laki-laki memperhatikanku..

Awalnya acara berjalan seperti konsep yang tersusun.. Namun di akhir acara.. Ketua Osis tiba-tiba mengumumkan sesuatu yang membuat semua kaget.. Dia mengungkapkan cintanya.. Didepan para guru dan siswa yang hadir di acara itu.. Kami memang sering di bilang pasangan serasi .. Sama-sama pintar, dan sama-sama menarik satu sama lain..

Sontak aku bingung.. Apa yang akan ku katakan..aku melihat Alex.. Dia hanya mengangguk saja.. Aku pun tak mengerti maksudnya.. Aku pun melakukannya hal yang sama.. Membuat seisi Aula bergemuruh.. Kulihat ketua Osis mengucapkan syukur.. Aku sempat blank.. Dia salah pengertian maksudku, aku coba menjelaskan tapi banyak orang yang mengucapkan selamat padaku.. Membuatku sulit menjelaskan kesalahpahaman ini..

“Kaak.. Maafkan aku..” ucapku

“Ya aku mengerti terima kasih.. Tak perlu minta maaf” ucapnya

“Bukan.. Aku memiliki..” ucapku tapi kembali di potong

“Ya aku akan jadi milikmu selamanya ..” ucapnya memegang erat tanganku

Aku coba melepas tanganku.. Aku mencari keberadaan Alex.. Tapi aku tak menemukannya.. aku harus mencarinya tapi tanganku terus digenggam erat.. Sampai akhir acara aku dipaksa untuk mengikuti seluruh aktivitas ketua Osis ini.. Bahkan dia mengantarku pulang dengan paksa..

Ku coba menelpon Alex tapi dia tak mengangkat ku.. Ku sms untuk meminta maaf..tapi tak kunjung mendapatkan balasan.. Aku makin khawatir apakah dia akan marah..

[table id=AdsKaisar /]

Hari ini aku berangkat pagi sekali ke sekolahan.. Aku harus meminta maaf pada Alex.. Tapi pagi ini aku melihat Alex ditarik oleh Marini.. Jantungku berdetak kencang ke cemburu membakar emosiku..aku mengikuti mereka… Aku menguping apa yang terjadi..

“Aku menyukaimu..” ucap Marini to the point ..

Aku mengigit bibirku, menanti jawaban Alex..aku berdoa yang terbaik untukku dan alex..

“Maafkan aku sudah memiliki wanita yang ku cinta..” ucap Alex tegas

Marini terlihat tertunduk dan pergi dari situ..Tapi berbeda denganku aku malah tersenyum melihat adegan itu.. Harus aku melakukan hal yang sama .. Aku di kagetkan dengan suara yang ku kenal

“Liana sedang apa kau disitu..” teriak ketua Osisku berjalan mendekatiku bersama rombongannya..

Kulihat Alex pun berada di belakangku.. Bukannya mendekat asal suara aku malah melangkah mundur.. Dan menggengam tangan Alex..

“Apa-apaan ini Liana kenapa kau memegang tangannya.. Kau pacarku..” teriaknya marah

“Aku Sudah memiliki pacar.. Dan dia pacarku..” ucapku meyakinkannya

“Apa maksudmu kenapa kau menerima ku.. Aku tak terima kau mempermalukanku seperti..” teriak ketua Osisku emosi..

“Kau tak mau mendengar kesalah pahamanku.. Kau tak pernah memberiku kesempatan untuk menjelaskannya..” jelasku

Dia bergerak cepat dan mencoba menamparku, tapi dengan cepat Alex menahan

“Jangan berani menyakiti pacarku..” teriak Alex

Membuat ketua Osis ku langsung ciut.. Dan langsung pergi.. Dia tahu alex bukan orang yang bisa di kalahkan begitu saja..

 

Itu lah kenangan ku terhadap Alex, kenangan yan tal bisa kulupakan .. Membuatku begitu merindukannya moment indah itu untuk kembaliku rasakan… Aku sangat menyayanginya itu yang membuatku percaya Alex masih tetap sama seperti dulu namun ada hal yang membuatnya membenciku dan keluarga ku.. Aku harus cari tahu hal itu secepatnya sebelum semua ini terlambat..

Halaman Utama : Misi Penghancuran

BERSAMBUNG – Misi Penghancuran Part 24 | Misi Penghancuran Part 24 – BERSAMBUNG

Sebelumnya ( Part 23 ) | ( Part 25 ) Selanjutnya