. Misi Penghancuran Part 22 | Kisah Malam

Misi Penghancuran Part 22

0
337

Part 22 – Pertemuan


Lariza

Kupacu motorku secepat mungkin.. Di pandu oleh wanita di belakang ku untuk menentukan lokasi musuhku.. Dia memegang erat pakaianku, dia tak perduli meskipun sebentar lagi aku akan membunuh suaminya.. Karena laju motor ku semakin kencang.. Aku tak perduli wanita ini sedang dalam keadaan hamil.. Aku hanya ingin secepatnya menyelamatkan staff andalanku..

Butuh waktu cukup lama untuk tiba di gudang milik goldrich Company.. Gudang ini di bawah lereng bukit.. Tersembunyi dari hingar bingar kota..

[table id=Ads4D /]

#Didalam gedung..​

Franz terus mencoba menelpon kedua saudaranya.. Tapi tak terjawab..

“Kemana sih mereka.. Harus mereka sudah selesai..” ucap Franz sedikit khawatir..

“Sebaiknya kita pergi dari tempat ini..” ucap Wili..

“Tenang bos ada aku disini..” ucap Franz menenangkan situasi

Fina hanya terdiam melihat kedua penculik yang terlihat sibuk bolak balik.. Semoga mereka tak melakukan hal mengerikan seperti yang mereka lakukan ke Neti.. Tapi aku tahu mereka sedang ketakutan.. Apa yang sebenarnya terjadi..


Fina

*Brooomm.. Brooooom.. Suara motor mendekat.. Kedua penjahat ini saling menatap..

“Motor sapa itu ” ucap Wili..

“Ntah lah.. Yang pasti kita harus berhati-hati..” ucap franz..

Franz menyiapkan senjatanya.. Wili pun memasukan selongsong pelurunya.. Yang jelas itu bukan anak buah mereka.. Sapa pun yang hadir kedua pria jahat ini sudah menyiapkan aksinya..

#Diluar gedung..

Ku hentikan motorku tepat di depan pintu masuk gudang..

“Kau tunggu disini..” perintahku pada wanita disampingkubyang ikut turun dari motor

Kuborgol tangan pada stang motorku.. Membuatnya tak akan bisa lari dari sini.. Ku tinggalkan dia di gelap dan dingin cuaca malam ini.. Kulihat dia menangis sambil mengerakkan kedua tangannya yang terborgol.. Yang menghasilkan gemericik besi yang bergesekan dengan stang motorku..

Kubuka garasi itu.. Ku lihat kedua orang sedang bersiap-siap bertarung berdiri di tengah gudang yang penuh dengan banyak kardus dan kotak yang entah apa isinya.. Kulihat juga Wanita yang ku kenal terikat dengan tangan keatas atap gudang.. Ku perhatikan seluruh bagian tubuhnya seperti dia belum mendapatkan pelecehan..

“Bagaimana kau bisa kemari..” ucap Wili

“Aku diantar oleh istri tercintamu..” ucapku

“Dimana Lariza sekarang..” teriaknya

“Dia di depan tapi sebaiknya kau fokus pada ku..” ucapku menantangnya

“Pak.. Tolong saya..” ucap Fina

“Aku datang untuk menyelamatkan mu Fin..” ucapku

“Apa yang kau lakukan pada kedua adikku..” teriak Franz yang khawatir jika aku berada disini bagaimana nasib kedua adikknya

“Hahahaaa.. Mereka yang berisik itu..” ucapku

“Tidak mungkin.. Mereka adalah orang yang sangat kuat..” Teriak Franz kembali

“Aku kemari untuk menghabisi kalian.. Aku tak akan memaafkan kalian” Teriakku sambil melemparkan bungkusan berisi dua kepala yang paling di kenal Franz..

“Edward, Marco.. Bangsat.. Aku akan menghabisi kau..” teriak Frans mencabut goloknya menyerangku..

Kutangkis tapi kekuatan Franz berbeda.. Aku terpental jauh akibat mencoba menepis goloknya.. Aku mencoba bangkit .. Serangan nya pun berlanjut kali ini ku hindari dengan cepay berguling.. Dia menyerangku kembali, dia berusaha tak membuatku dalam keadaan siap melakukan serangan balik, kali ini serangannya mengenai lengan kananku.. Kontan saja Langsung mengeluarkan darah..

“Kau akan mati hari ini..” teriak Franz makin mengila.. Dendam atas kematian adiknya membuat ya makin bernafsu menghabisiku

Tubuhku semakin terbakar karena perlawanan Frans.. Kali ini kami saling bergantian menyerang.. Goresan luka semakin banyak di tubuh kami.. Kekuatan ku memang terkuras banyak setelah begitu banyak bertarung.. Aku harus cepat mengakhiri pertarungan ini sebelum aku yang tumbang kehabisan tenaga..

Tapi kelelahan bukan hanya terjadi padaku.. Franz pun terdengar nafasnya oleh telinga ku.. Dia baru pertama kali bertarung selama ini.. Waktu hampir mencapai tengah malam.. Ku kumpulkan tenaga ku .. Untuk kembali menyerang kembali..

Benturan kedua golok kami kembali terdengar.. Tapi kali ini Franz yang sedikit terpental.. Kelelahan pun membuat fokus sedikit buyar.. Membuat pertahanan sedikit terbuka.. Mengunakan tangan kiriku.. Ku tinju ulu hati hingga goloknya terlepas dari tangan.. Kuteruskan dengan tendang kaki kanan ku membuat terpental menabrak susunan kayu yang terdapat di gudang ini.. Bahkan salah satu kayu yang cukup tajam menancap tepat lengan kanannya.. Membuat gerakan terhenti sementara..

“Kau bilang ingin membunuhku..” teriakku padanya

“Wajar saja jo bisa kau kalahkan ..” desisnya

“Franz bangun.. Cepat kalahan dia..” teriak Wili yang mulai panik..

“Aku akan mengakhiri penderitaanmu.. Terima kasih membuat ku sangat senang dengan pertarungan ini..” ucapku memberi hormat pada Franz.

Aku mengambil golok milik Franz yang tergeletak.. Dan meloncat ketempat di berbaring kesakitan. Aku tusuk leher dengan golok kesayangan nya.. Namun Franz tak ingin kalah begitu saja dia menahan golok dengan kedua tangannya membuat seranganku sedikit terhenti.. Namun Ku ayun kan golok yang satu nya.. Blesss.. Ku potong tangan kanan Franz yang menahan laju seranganku..

“Akhhh.. Ahhh..” teriak nya sesaat

Kemudian suasana menjadi hening saat golok kesayangan nya telah menembus leher pemiliknya sendiri.. Membuat Franz menghembuskan nafas terakhirnya..

“Letakkan senjata mu.. Jika tidak ingin wanita ini ku tembak..” ucap Wili

“Kenapa kau takut denganku.. Kalau kau berani ayo kita berduel..” teriak ku

“Diam kau.. Cepat letakan senjatamu..” ucap Wili makin mendekati pistolnya ke mulut Fina..

“Baiklah..” ucapku melemparkan golokku ke arahnya..

*Dorr.. Tembakan menyerempet lengan kiri ku..
Membuatku sedikit tertunduk sambil memegang lenganku..

“Aku akan mendapatkan hadiah dari ketua Harun.. Jika berhasil membunuh pemilik As Company..” ucap girang Wili.. Mengarahkan pistolnya ke arahku..

“Kau lihat wanita cantik.. Bosmu akan berakhir disini..” teriak wili menekan platuk pistolnya untuk menembakkan peluru keduanya

*Dorrr..

Aku sudah terlalu banyak mengeluarkan tenaga saat melawan franz.. Jadi Untuk menghindari serangan ini sedikit mustahil buatku karena ini begitu cepat.. Namun kulihat sesosok tubuh berdiri di depanku .. Menghadang peluru dengan punggung kirinya.. Ternyata itu Neti dengan tubuhnya penuh darah dan dalam keadaan bugil


Neti

“Pak bos.. Habisi pria pengecut ini..” ucap Neti langsung rubuh..

“Serahkan padaku..” Bisikku..

Langsung berdiri ku lihat kepala marco ada didekat kami ku tendang kepala itu kearah Wili membuat pistol terpental.. Wili yang kaget berusaha kabur Dengan cepat kutusuk kaki kanannya dengan pisauku.. Dan mengambil kaki kiri yang menjadu tumpuan dan menendang hingga patah..

Membuat Wili terjatuh .. Menjerit kesakitan kedua kaki terkena seranganku.. Ku ambil lagi tangan kanannya ku pelintir dan

*Trakkk.. Suara tulangnya patah kembali terdengar

“Ampuuunn.. Ammmpun sakit.. Jangan bunuh sayaa.. Akanku beri apapun untuk mu..” ucap wili mengiba..

“Sudah ku bilang dari awal aku akan menghabisimu.. Dan tak akan ada maaf untuk mu..” teriakku berdiri gagah didepannya yang meringkuk kesakitan..

“Jangaan.. Berapapun akan ku bayar..” teriak wili menahan sakit ..

“Aku tak akan membunuhmu..” ucapku

“Terima kasiih..” ucap Wili langsung balas cepat..

“Tetapi wanita ini..” ucapku memberikan pisau ku kepada neti yang terbangun sambil memegang punggungnya yang mengalir darah..

“Jangannn.. Jangaaan bunuhh.. Sayaa.. Akhhh.. Ahhhh.. Ahhhh.. Ekhhh” teriak Wili

Dengan brutal neti membantai Wili yang sudah tak berdaya.. Di tusuk matanya, dada berulang- ulang dengan pisauku.. Aku menyukai adegan ini.. Aku baru melihat sisi gelapku pada Neti..

Ku hampiri Neti mengambil pisau ku dari tangannya.. Untuk mengakhiri serangan brutal dari Neti

“Berbaring lah..” ucapku..

Neti berbaring ku berikan tanganku untuk neti mengigitnya saat aku mencongkel peluru yang bersarang di punggung nya..

“Akgggg.. Akggg” gigitnya di tanganku..

Aku berhasil mengeluarkan pelurunya.. Aku Robek baju ku untuk menutup lukanya..

“Maafkan aku datang terlambat..” ucapku mengusap kepala Neti..

“Terima kasih sudah datang pak bos..” ucap neti
Memeluk ku

“Kita harus pergi dari sini..” ucapku

Di balas sebuah anggukan.. Kulepas ikatan yang membelenggu Fina.. Fina langsung memelukku..

“Aww.. Sedikit sakit..” ucapku pada Fina

Membuatnya melepaskan pelukannya.. tubuhku penuh luka akibat duel-duelku malam ini..

“Maaf pak..” ucapnya..

“Kau bisa membawa mobil..” perintahku

“Bisa pak..” ucap Fina

Ku gendong Neti ke mobil milik Goldrich Company.. Fina pun segera duduk di kursi kemudi..

“Bapak bagaimana..” ucap Fina

“Aku bawa motor..” ucapku dan berlari ke arah motor.. Aku ingat dengan wanita hamil istri dari Wili.. Yang ku borgol di motor.. Tiba disana aku di kejutkan dengan tubuh wanita itu babak belur dan dia pun pingsan dengan banyak darah mengalir dari bagian bawahnya


Lariza

“Fina.. Bawa wanita ini jugaa..” ucapku

“Siapa dia pak..” ucap Fina mengendarai mobil keluar dari gudang

“Untuk apa kita menolong istri penjahat..” teriak Neti dari kursi belakang..

“Yang jahat suaminya.. Dia tak punya salah apapun” ucapku membuat Neti diam..

Ku ketakkan wanita itu di samping Fina.. Kami pun bergegas..aku menggunakan motor dan Fina menggunakan mobil.. Menuju rumahku.. Di perjalanan aku menghubungi dokter keluarga ku

Tiba dirumahku.. Aku langsung mengiring mereka kerumahku di bagian belakang disini terdapat rumah terpisah dengan rumah utamaku meskipun masih tetap satu pagar.. Biasa ini digunakan mendiang ayahku saat mengumpulkan kolega bisnisnya.. Terdapat banyak kamar dan taman indah didepannya.. Tetapi semenjak ayah meninggal aku tak pernah mengunakannya lagi.. Meskipun aku rutin membersihkannya..

Aku menghentikan motorku.. Kulihat dokter keluarga kami sudah menunggu di depan rumah.. Dan dua perawat laki- laki dari dokter itu membantuku menurunkan kedua wanita yang terluka.. Mereka segera di rawat.. Aku sengaja menghubungi dokter untuk mengurusnya di sini.. Akan bahaya jika dirumah sakit.. Mereka melakukan pemeriksaan di dalam rumah.. Ku dekati Fina yang termenung..


Fina

“Fina kau bisa bawa mobil ini lagi” ucapku..

“Kita mau kemana pak..” ucapnya

“Kegudang tadi..” ucapku

“Kenapa kita kesana lagi pak..” tanya Fina

“Nanti saja kau tahu oke..” ucapku

Aku kembali mengendarai motor dan Fina menggunakan mobil lagi.. Tiba di sana aku menghentikan motorku di depan gerbang masuk gudang itu.. Ku hampiri Fina untuk menyuruh keluar dari mobil..

“Kau tunggu disini..” ucapku

Aku mengantikan Fina yang mengendarai mobil masuk ke dalam gudang kulihat tubuh Franz dan Wili masih tergeletak.. Ku ambil korek api dari kantong franz yang tak bernyawa lagi.. Ku lempar korek yang menyala ke dalam mobil mini bus milik Wili.. Aku pun bergegas pergi.. Seakan tak terjadi apapun.. Api mulai membakar jok mobil..

Kulihat wanita cantik berkerudung putih menantiku di samping motorku,..

“Ayo kita pulang” ucapku tersenyum

“Baik pak” ucapnya membalas senyumku..

Belum jauh kami pergi dari lokasi terdengar ledakan besar.. Dan api membumbung tinggi membakar seluruh gudang dan sekitar.. Api sangat besar.. Maklum gudang itu berisi sembako dan BBM.. Membuat mudah terbakar.. Beberapa kali setelah itu ledakkan demi ledakan terjadi.. Kami pun berpapasan dengan puluhan mobil pemadam kebakar dan polisi menuju gudang yang yerbakar..

“Fina, maaf kan aku, kau harus terkena masalah seperti ini” ucap ku sambil mempercepat perjalanan pulang kami..

“Tidak apa-apa pak..” ucap Fina memeluk eratku

“Pakaian ku berlumuran darah..” ucapku coba melepas kan pelukan nya

“Sudah lama aku ingin memeluk pak.. Apapun yang terjadi biarkan aku tetap memeluk mu..” ucapnya merebahkan kepalanya ke punggungku dan memeluk ku makin erat.. Membuat cuaca dingin berubah menjadi hangat .. Aku dapat merasakan sebuah tonjolan kenyal menempal di punggungku..

Tiba dirumah.. Kulihat dokter sudah selesai melakukan pemeriksaan.. Ku tinggalkan Fina.. Aku ingin berkonsultasi dengan dokter tua itu..

“Bagaimana keadaan keduanya” ucapku

“Satu yang tertembak .. Dia akan baik-baik saja dia hanya butuh istirahat.. Yang satu nya dia mengalami keguguran aku berhasil mengeluarkan bayinya.. Namun Harus dilakukan koret untuk pembersihan rahimnya.. Namun aku tak bisa hanya dokter spesialis yang dapat melakukannya.. Tapi pendarahannya juga sudah berhenti..” jelas pak dokter

“Bagaimana kalau kita tak melakukan pembersihan..” tanyaku lagi

“Takutnya ada sisa janin yang masih terdapat disana.. Dan berbahaya pada rahimnya.. Dia tak akan memiliki anak lagi jika itu terjadi..” jelas pak dokter lagi..

“Baiklah pak aku akan mencari dokter spesialis nya” ucapku bersalaman dengan pak dokter dan mereka pergi dari rumah ini.. Ku dekati wanita yang terduduk termenung di ruang tengah..

“Mulai saat ini kau boleh tinggal disini..” ucapku

“Terima kasih pak..” ucap Fina tersenyum mulai menghilangkan trauma akibat kejadian tadi..

“Istirahat lah.. Dan jaga kedua wanita yang sedang sakit diatas sana..” ucapku

“Ya pak..” ucap Fina kembali

“Kalau kau ingin mandi.. Di sini terdapat baju tidur di lemari, besok aku akan mengambilkan semua pakaianmu dari mess..” ucapku dan berlalu pergi..

Saat akan keluar dari rumah ini.. Fina menepukku punggungku.. Dan saat aku berbalik dia menciumku dengan bibir yang tipis..

“Terima kasih telah menyelamatkan saya..” ucap Fina langsung berlari menjauh

Ku balas dengan senyuman saja.. Karena wanita itu langsung menghilang dari pandanganku .. Ku tinggalkan tempat ini..


Tia

Kubuka pintu utamaku.. Tiba-tiba aku langsung di peluk wanita..

“Tubuh mu penuh luka..” ucap Tia meringis..

“Maaf aku terlambat pulang.. ” ucapku

“Tidak apa-apa yang penting kau selamat.. Aku sangat takut kau tak kembali..” ucap tia memeluk dengan erat..

“Aku sudah bilang, laki sepertiku sulit mati..” ucapku sambil tertawa kecil

“Jangan melakukan itu lagi.. Aku benar-benar khawatir..” ucapnya lagi

“Baiklah, tubuhku penuh darah.. Apa kau tak takut dengan ku.. Aku baru menghabisi banyak nyawa” bisikku..

“Aku tak pernah takut dengan mu.. Aku tahu alasanmu melakukan itu karena kau ingin melindungi sesuatu yang berharga jadi aku tak pernah takut denganmu” lanjut Tia

“Kenapa kau masih bangun, kau harus menjaga anak kita.. Udara malam tak baik untuk nya” ucapku mengelus perut Tia

“Bagaimana aku bisa tidur nyenyak saat ayah sedang bertarung hidup dan mati..” ucap Tia tersenyum indah.. Yang dapat memulihkan semua kelelahanku

Ku langkahkan kaki menuju kolam.. Untuk membilas semua luka dan darah dari semua musuhku

“Kau ingin mandi dulu kan..” ucap Tia pergi mengaktifkan air pemanas di kolam..

Ya aku melepas semua pakaian didepan Tia, membuat pipi memerah..

“Apa kau masih malu.. Melihat ku telanjang..” ucapku tersenyum.. Langsung berendam di kolam dengan air hangat membuat sedikit rileks..

“Saat dia tersenyum semua orang tak akan percaya kalau di baru berlumuran darah..” ucap Tia di dalam hati mengambil semua pakaian ku yang berlumur darah dan membakarnya.. Dan Tia melamun.. Entah apa yang berada di pikirannya saat ini..

“Dari pada bengong disitu lebih baik bantu aku mengusap punggungku..” perintahku pada Tia

Tia pun membuka pakaian malamnya.. Menyisakan BH dan celana dalam.. Lalu mendekatiku ikut berendam..

“Kau cantik Tia..” Pujiku..

“Aku tahu..” jawab Tia sambil tertawa..

Dia mulai mengelus lembut punggungku dengan tangan yang halus.. Beberapa kali dia sengaja menempal buah dadanya di punggungku.. Aku dapat merasakan bentuk bulat dan kenyal yang besar membantu mengusap punggungku..

“Kau coba nakal ya..” ucapku menangkap payudaranya..

“Akhh.. Maaf kan aku tuan..” balas Tia sambil mengengam kontolku di dalam air hangat..

Makin kuremas payudara sekalnya.. Lalu ku jilat melalui sela-sela payudara hingga kelehernya yang putih bersih tanpa noda.. Desahan dari mulut yang seksi pun terdengar merdu di telingaku.. Membuat aku kembali merasakan tenaga terkumpul di senjataku yang mulai mengeras..

“Tuan.. Akhhg hentikaann.. Akhhhgg..” ucap Tia mengigit bibirnya menahan gelora birahi yang ku buat..

“Kau yang memulai sayang” bisikku

“Anak kita sudah tidur ayah..” bisik Tia mengodaku

“Tapi kau harus tanggung jawab, junior sudah beraksi nih..” pinta ku membalas godaan Tia

“Ya sudah sini.. Mana junior kesayangan ku..” ucap Tia menarikku ke pinggir kolam..

Dia pun mengocok kontolku dengan tangannya.. Ini sungguh sebuah refreshing yang efektif setelah berduel yang menghabiskan semua tenagaku.. Tak berselang waktu.. Tia mulai mengulum kontolku dengan mulut seksinya..berlahan tapi pasti dia memasukkan kontolku.. Melahapnya tanpa ampun.. Lidahnya terus menghelus kontolku yang makin mengeras..

“Tiaku memang pintar melakukan oral seks..” gumamku..

Saat aku sedang merasakan kenikmatan duniawi Tiba-tiba Tia menghentikan oral seks nya .. Pergi meninggalkanku menuju dapur dengan tubuhnya yang bugil.. Membuat pantat bergerak kiri dan kanan..

“Kenapa menghentikannya sayang..” ucapku memanggil Tia..

“Kau pasti belum makan..” ucap Tia memakai celemeknya untuk menutupi tubuh yang bugil yang justru membuat tubuhnya semakin mengairahkan..

Ku dekati lagi dia yang berdiri di depan kompor gas.. Dan menyiapkan beberapa sayur dan memotongnya

“Kau mau memasak apa sayang..” ucapku peluk dia dari belakang.. Sambil ku elus pantatnya yang bugil dengan kontolku..

“Aku sedang masak.. Jangan ganggu dulu.. Nanti masakan jadi tidak enak tahu” ucap Tia mengerutkan bibirnya

“Tapi setelah itu aku yang akan memasakmu ya..” ucap ku pada Tia di balas sebuah senyuman..

[table id=AdsLapakPk /]


Nura

“Tuanku.. Kau sudah pulang..” teriak seorang wanita turun dari tangga mengagetkan kami berdua..

“Nura.. Kau bangun..” ucapku

Dia pun langsung memelukku.. Sambil menangis.. Aku lupa menanyakan keadaan Nura dan Hera pada Tia..

“Syukurlah tuan tidak apa” teriak Nura..

“Nura ini tengah malam.. Bisa kau sedikit pelan” bisikku..

“Maaf kan aku..” ucap Nura menurunkan suaranya

“Aku sudah pernah bilangkan menjadi pendampingku, kau tak boleh jadi wanita cengeng..” ucapku sambil memegang pipinya yang berlumuran air mata

Diikuti suara ketawa dari Tia yang sibuk memasak.. Nura pun mengusap matanya.. Untuk menghapus air matanya..

“Nura kau melakukan kesalahan..” ucapku

“Kesalahan apa tuanku..” ucap nya

“Karena datang diwaktu yang salah..” ucapku sambil menunjukkan kontolku yang berdiri tegak.. Diikuti senyuman Tia melihat aksiku mengoda Nura

“Maksudnya..” ucap Nura polos belum mengerti dengan keadaan ini..

“Ini ulah kakakmu yang nakal.. Dan tak bertanggung jawab dengan ulahnya dan dia melimpahkannya kepadamu..” ucapku sambil memainkan kontolku.. Mendekati Nura..

“Tubuhku milik mu Tuanku..” ucap nura mengerti..

Ku buka berlahan-lahan kancing demi kancing pakaian tidur Nura.. Aku melihat payudara indah tanpa perlindungan yang membuatku tak sabar menyentuhnya.. Meremas-remasnya payudara nya.. Tia hanya memperhatikan kami sambil tersenyum-senyum sambil melanjutkan masakannya..

Nafsuku sudah berada diubun-ubun ku jadi langsung ku tarik celana tidurnya.. Aku mulai mengesekan kontolku ke vaginanya yang tertutup celana dalam.. Sambil terus menyusui di payudara Nura.. Yang mulai memerah akibat keganasan mulut yang ganas melahapnya.. Dengan pentil yang makin mengeras.. Dan desahan bersaudtan dari mulut Nura

“Tuann.. Pelaaann.. Ahhh.. Ahhhhk..” bisiknya..

Saat aku menyuruhnya membuka celana dalam nya aku langsung mengendongnya.. Dan menancapkan kontol masuk kedalam vagina yang sudah terbuka akibat posisinya..

“Kha.. akkhh.. Terruuuss..” teriaknya.. Mulai mengeluarkan desahannya..

Nura pun mulai mencium leherku.. Dengan bibirnya yang kecil.. Ku genjot semakin cepat membuat desahan Nura makin menjadi-jadi tubuhnya yang mungil terus terhentak- hentak oleh kontolku ..

Nura mencapai klimaksnya.. Cairan mulai menetes dari dalam vaginannya.. Kemudian ku ku cabut kontolku.. Dan membawa Nura ke ruang tengah ..

“Sayang.. Sekarang jongkok..” ucapku

Nura pun tanpa intruksi melumat kontolku dengan bibir yang kecil.. Meskipun telah bercampur dengan cairan beningnya.. Lumatnya semakin mahir.. Dan makin cepat seiring waktu.. Aku benar-benar tak menyangka Nura yang pemalu akan begitu binal saat melakukan hubungan seperti ini..

Ku lepaskan kontolku dari mulut Nura.. Untuk mengendalikan dan mengatur nafsuku Kali ini aku angkat kaki kirinya.. Ku masukan kembali kontolku dengan cepat vaginanya.. Kulakukan penetrasi kembali di vaginanya..

Beberapa kali gerakan otot vaginanya coba meremas batang kontolku.. Sungguh nikmat vagina Nura malam ini.. Mungkin karena malam ini aku hanya terfokus pada Nura.. Membuatku merasakan sesuatu hal yang berbeda..

“Tuaan.. Hamili Nura.. Akhhh.. Nura ingin punya anak dari tuan” teriak Nura yang makin binal dan tak terkendali..

Saat kontol mulai bergerak ketitik terdalam vagina.. Tubuh Nura mulai bergetar.. Menandakan batas tubuh sudah mencapai akhir.. Aku pun ingin menghamilinnya kuputuskan untuk menyemprot calon anak ku juga secara bersamaan dengan klimaks milik Nura.. Vaginanya terus berkedut..

“Ku hamili kau hari ini Nura..” ucapku tertawa..

Nura terlihat pengap-pengap.. Akibat tumpahan cinta kami yang bersama membuat rasa nukmat yang tiada tara.. Aku pun langsung terduduk dan tubuh Nura yang mungil pun langsung jatuh menimpah ku..

“Tuan Nura suka ini..” ucapnya tersenyum..

“Maaf kan aku ya Nura aku terlalu bernafsu.. Hehee” ucapku membelai rambutnya..

“Kalian berdua sudah selesai..” ucap Tia mencium pipi kananku dan sambil tersenyum..

“Mau makan sekarang..” ucap tia kembali

“Tentu aku lapar dan butuh banyak energi.. Adikmu ini benar membuatku kehabisan tenaga” ucapku semangat..

“Kau ingin makan juga Nura..” ucap Tia..

“Tidak kak.. Nura butuh istirahat bentar..” ucapnya

Ku gendong nura menuju kamar ku.. Kulihat Hera tidur lelap.. Bahkan ia tak menyadari baju nya tersingkap membuatku dapat melihat tubuhnya yang seksi.. Tapi untungnya Hera tidak ikut bangun aku akan benar-benar kelelahan hehe.. Kuletakkan Nura dikasur dan ku selimutin dia.. Ku dekati Hera yang tetap terlihat cantik meskipun tertidur lelap, ku cium keningnya dan memperbaiki selimutnya yang acak-acakan.. Tubuhnya bergerak tapi segera terlelap lagi..

Bergegas kebawah wanita cantik sudah menunggu ku di bawah di meja makan kami dengan banyak makanan tersedia.. Aku makan dengan lahap selain memang membutuhkan penganti tenaga, makanan nya juga sangat enak..

Selesai makan Tia membersihkan dan mencuci segala perabotan makan kami.. Sambil menanti Tia selesai.. Aku mulai memikir cara selanjutnya bagaimana cara menghadapi seluruh anak buah Goldrich Company yang begitu banyak dan berbahaya.. Aku takut tak bisa melindungi keluargaku yang semakin tumbuh besar.. Apa lagi aku baru saja menghabisi anak sulung dari Suroso yang merupakan salah satu dari empat pelindung Harun..

Tapi perasaan cemasku pun berangsur-angsur menghilang.. Aku dapat merasakan semua saudaraku bakal hadir sebentar lagi.. Membuat rasa optimisku semakin tinggi..

Lamunan ku di buyarkan kehadiran Tia yang mengajak kami ke kamar.. Aku butuh istirahat untuk memulihkan tenaga ku..

[table id=AdsKaisar /]

[POV Fina]


Fina

Aku masih tersenyum sendiri di depan cermin besar ruangan kamar ini.. Sambil menyisir rambutku yang cukup panjang.. Aku masih membayang kan first kiss yang ku berikan pada orang yang memang ku sukai.. Jauh sebelum dia menjadi penyelamatku saat ini..

Jauh kebelakang aku hanya anak dari seseorang yang terusir dari kampung halamannya di jawa.. Ayahku mengikuti salah satu temannya untuk mengubah nasibnya yang sangat kekurangan.. Awalnya dia berangkat ke kota ini sendiri.. Dia meninggalkan aku dan ibuku hidup sulit di pulau jawa.. Hampir saja aku membenci ayahku karena tega meninggalkan kami..

Namun beberapa bulan kemudian dia menyusul kami.. Untuk ikut merantau ke sini.. Setelah tiba disini aku baru tahu ayahku di beri pekerjaan untuk mengarap persawahan yang cukup luas.. Aku senang akhir kami dapat makan dan minum seperti orangnya normal.

Aku bahagia.. Aku pun bisa bersekolah disini.. Kesempatan itu pun ku gunakan untuk belajar dan belajar.. Aku ingin membanggakan kedua orang tuaku.. Namun belum aku bisa membanggakan kedua orang tuaku.. Ayahku meninggal akibat sakitnya.. Dan dua tahun kemudian ibu ku menyusul meninggalkan ku.. Aku hidup sebatang kara di daerah yang jauh dari tempat kelahiranku.. Tapi tuan tanah ini mengurusku dan tetap menyekolahkan ku hingga aku lulus sekolah menengah atas.. Dan dia juga memberi pekerjaan ku menjadi staf administrasi keuangan di SPBU miliknya

Awalnya aku hanya fokus bekerja dengan giat..
Namun aku menemukan motivasi baru.. Aku melihat anak dari tuanku untuk pertama kalinya.. Dia pria yang tampan dan baik kepada semua karyawannya.. Dia pun menjadi bosku menggantikan ayahnya..

Suatu hari dia memanggilku ke kantornya..

“Defina Larisa kan..” ucap pria itu

“Ya pak..” ucapku

“Aku sudah mendengar dari pak budi kerjamu luar biasa..” pujinya

Pak budi adalah manager SPBU ku.. Dia mempercayaiku untuk membuat laporan keuangan bulanan.. Dia juga pria yang baik.. Aku banyak belajar darinya tentang manajemen keuangan..

“Biasa saja pak.. Aku hanya bekerja sesuai dengan kemampuan saya saja..” ucapku menanggapi pujian

Dia memberikanku surat.. Waktu itu, aku pikir ini surat pemecatanku.. Apa pujian yang dilontarkan pak bos adalah kebalikan darinya.. Berarti aku bekerja sangat buruk.. Tangan ku begetar namun berlahan kubuka surat itu..

Ternyata surat itu berisi bahwa pak bos akan menyekolahkan ku untuk mengambil strata 1 dan akan membayar semua biaya yang muncul selama aku menempuh kuliahku.. Waktu itu aku sangat bahagia.. Kesempatan yang kudapatkan lewat usaha dan doa kedua orang tuaku..

Aku terus belajar agar tak mengecewakan bos ku yang ganteng dan baik itu..

Hasil pun tak mengecewakan aku lulus terbaik dengan IPK yang sempurna.. Dan bosku pun yakin memberikan posisi manager SPBU padaku mengantikan pak budi yang naik tahta..

Semenjak itu aku mulai memperhatikan bosku.. Wajah penuh kebahagian.. Dia selalu mengunjungiku di sini.. Meskipun cuma say hello saja.. Itu sudah cukup membuatku bersemangat kerja..

Namun kebahagian itu seakan menghilang dari bosku kehilangan kedua orangtua sekaligus dalam satu tragedi menyakitkan..

Sejak itu dia berubah.. Menjadi tertutup dan suka menyendiri, dia pun hanya terlihat saat berangkat kerja dan kembali setelah itu menghilang bak ditelan bumi.. Aku ingin datang dan memeluknya untuk menenangkan bahwa dia memiliki aku..

Aku akan selalu bersamanya.. Dia bisa curhat padaku apapun yang ia ingin keluhkan padaku.. Namun semua itu hanya angan-anganku yang kosong.. Aku bahkan tak mampu mendekatinya dan menanyakan kabarnya..

Sampai tragedi mengerikan yang hampir menjadi mimpi buruk ku.. Aku di culik oleh sekelompok orang suruhan musuh bosku yang menjadi rival bisnisnya.. Mereka hampir membuat kehilangan sesuatu yang benar-benar berharga dan terjaga selama ini hanya ini kah yang aku hadiahkan kepada bosku sebagai rasa terimakasihku telah membuatku seperti ini.. Saat aku sudah putus asa akibat penculikan ini..

Aku di selamatkan oleh bosku secara langsung yang kuanggap tak mampu dilakukan oleh seorang anak manja sepertinya.. Mampu bertarung hingga tubuhnya penuh darah.. Aku melihat sisi lain yang amat jauh dari apa yang ku prediksi selama ini.. Sisi kemanusiannya seakan menghilang.. Dia begitu brutal.. Sadis.. Liar..

Tapi entah mengapa jantung berdetak tak beraturan.. Bukan karena takut .. Tapi merasakan sesuatu yang berbeda.. Melihat sorot matanya yang tajam.. Membuatku tak bisa melupakannya.. Bahkan aku baru nekat melakukan ciuman pertama ku dengan nya untuk berterima kasih padanya.. Bahkan tanpa perlawanan sedikitpun.. Bosku menerimanya

Apa ini yang disebut dengan cinta.. Ya aku cinta adalah bosku.. Apa aku hanya karyawan yang tak tahu terima kasih setelah semua pertolongannya padaku.. Aku tak selevel dengannya.. Dia yang membuat hidupku berubah.. Dan sekarang aku berpikir untuk memilikinya.. Tapi ke egoisan dalam diriku terus memberikan ku dukungan untuk terus maju meraih cintaku.. Meskipun bos akan menolakku dan memecatku aku tak perduli.. Aku hanya punya satu kesempatan dan akan segera ku laksanakan..

Aku tahu dia telah memiliki calon istri bernama Nura tapi itu bukan hal yang bisa menghentikan perasaan ku yang bergelora didalam tubuhku.. Besok saat kami bertemu aku akan mengungkapkan semuannya, bahkan aku akan memberikan mahkota kesucianku ini padanya..

Besok akan jadi pertemuan yang akan mengubah semuannya.. Kebahagiaan ataupun kesedihan yang bernaungiku..

Ku raih tempat tidur dan terlelap..

Halaman Utama : Misi Penghancuran

BERSAMBUNG – Misi Penghancuran Part 22 | Misi Penghancuran Part 22 – BERSAMBUNG

Sebelumnya ( Part 21 ) | ( Part 23 ) Selanjutnya

Cerita Terpopuler