. Misi Penghancuran Part 21 | Kisah Malam

Misi Penghancuran Part 21

0
315

Part 21 – Penyerangan

[POV Agung]​

Ku maki saudaraku.. Dia tak mengangkat telpon.. Aku benar panik apa yang akan terjadi.. Aku tahu saudaraku menakutkan.. Tapi menghadapi musuh licik seperti Wili bukan hal yang hanya bisa dilakukan menggunakan otot saja.. Tapi harus dengan strategi yang matang..

Aku telpon edi untuk memberitahu berita gawat ini..

“Hallo ed kau disana..” ucapku

“Ada apa anak lemah..” ucapnya dengan nada kasar..

Ku cerita tentang kejadiaan penyerangan mess Alex dan masalah penyanderaan yang membuat Alex pergi untuk membebaskannya..

“Hahaa.. Dia ingin menyerang markas musuh sendirian.. Itu baru saudaraku..” teriak edi

“Bagaimana kalau terjadi apa-apa padanya..” balasku

“Dia adalah ketua kita kan.. Dia juga bukan orang bodoh yang akan begitu saja terluka.. Dia harus menunjukkan kekuatannya sendiri.. Dan dia harus tunjukkan dia mampu mengalah Goldrich Company dengan tangan sendiri..” ucap edi menjelaskan..

“Tapi bagaimana ini apa kita biarkan saja..” ucapku

“Dia monster.. Bahkan kita bertiga pun aku sulit mengalahkannya.. Jadi kau tak perlu khawatir..” ucap edi

“Kau berada dimana sekarang..” tanyaku

“Aku ada di bagian timur ibukota.. Sedangkan kau..” tanya balik edi

“Aku berada dikota pelajar saat ini..” ucap Agung..

“Seperti kau bersenang-senang disitu..” ucap Edi santai

“Kenapa kau tidak langsung kerumah Alex..” tanyaku

“Aku sedang mengurus pensiun dini dari kesatuanku..” ucap edi

“Kau berhenti.. Apa kau serius.. Bukannya itu adalah impian mu sejak kecil..” ucapku

“Impianku sebenarnya melindungi Alex.. Dan perang besar ini akan segera dimulai.. Aku hanya ingin fokus melindungi dan membantunya hingga tujuannya tercapai.. Apa kau siap mati untuk Alex..???” ucap edi tegas padaku

“Aku siap mati untuk nya.. Tujuanku pun sama dengan mu.. Keraguan sedikit saja akan membuat kita mati jadi aku tak pernah ragu..” ucapku sekaligus menjawab pertanyaan edi

“Tenang saja.. Alex.. Pria itu terlalu kuat untuk mati semudah itu..” ucap edi

“Aku juga percaya padanya.. Segera selesai tugas mu kita akan bertemu di sana..” ucapku

“Baiklah..” ucap edi..

Benar tujuan kami bertiga membuat Alex menyelesaikan misi PENGHANCURAN nya.. Meskipun dengan nyawa kami sendiri sebagai taruhannya.. Aku akan segera melakukan misi ku secepatnya untuk bergabung dengan Alex..

Aku pergi ke salah satu perumahan yang cukup elit.. Di tengah kota pelajar ini.. Aku menyusuri jalan demi jalan.. Hingga sampai di sebuah klinik yang cukup mewah.. Disinilah misi ku aku akan mulainya..

Suasana klinik ini cukup ramai orang hilir mudik.. Dan rata-rata mengunakan mobil cukup mewah.. Maklum disini perumahan orang terlanjur kaya..


Reliana

Tertulis DR. Reliana Gelta, SpOG praktek.. Ini adalah dokter favoritku.. Ketika aku kuliah dulu Ana merupakan wanita yang membuatku merasakan sesuatu yang sulit ku jelaskan.. Dan hari ini ku putuskan untuk memilikinya seutuhnya.. Meskipun dengan hal yang salah.. Tapi mungkin hanya ini waktu untuk memilikinya.. Setelah ini aku harus berjuang di samping saudaraku..

Kutunggu matahari hingga berwarna jingga keemasan di ufuk barat.. Ntah berapa lama aku berada di mobil ini… Pantatku seakan sudah bersatu dengan tempat dudukku saking lamanya aku berada disini.. Mungkin jika bisa dilihat aku sudah tumbuh lumut.. Karena begitu lama aku menantinya matahari menghilang..

Jumlah orang yang hilir mudik pun mulai berkurang.. Aku pun menyiapkan segala yang dibutuhkan untuk mendapatkan wanita ini.. Segala tempat ini memiliki CCTV.. Akan sulit untuk melakukannya … Tapi itu tak kan menyurutkan langkahku.. Tekad ku pun telah bulat…

Aku keluar dari mobil dan menceburkan diri di selokan yang cukup besar dan tinggi .. Untung air sedikit … Aku mengikuti selokan itu sampai di pertengahan antara pintu depan dan belakang.. Disini lah titik buta CCTV klinik ini..
Kulempar tali melalui pagar klinik .. Tali tersebut kuberi pemberat seperti kail pancing sehingga dia akan mudah tersangkut di seberang pagar sana..

Ku cek tali tersebut sudah menyangkut dengan benar atau tidak.. Setelah kurasa tali itu mampu menahan berat tubuhku, aku mulai memanjat pagar klinik itu dengan bantuan tali tersebut.. Setelah melalui itu, ku perhatikan dengan seksama dulu kondisi dari kinik ini… Aku tak menemukan CCTV di tempatku berdiri.. Aku akan memulai aksi ku… Menganti sepatu basahku yang tercebur di selokan dengan sendal jepit..AKu congkel salah satu jendela dengan mudah dan berhasil masuk ke dalam klinik secara senyap.. Aku menaiki sebuah meja .. Untuk bisa naik ke loteng klinik.. Diatas loteng aku mulai memutuskan seluruh jalur kabel CCTV ..

Setelah semua CCTV tidak aktif semua.. Aku mulai mencari lokasi wanita ku.. Melalui celah-celah loteng..

[table id=Ads4D /]


Reliana

Aku mendapat seorang gadis cantik dengan mengunakan jilbab.. Sedang asik memainkan smartphonenya..

Tiba-tiba masuk seorang wanita ke ruangannya

“Bu dokter tinggal satu pasien lagi” ucap perawat berseragam putih..

“Oke setelah itu kita pulang ya..” ucap Ana..

“Baik bu dokter..” ucap perawat tadi pergi

Diikuti pula Ana pergi dari ruangan itu.. Menuju ruang prakteknya.. Klinik ini hanya memiliki satu orang penjaga.. Dia menjadi penjaga malam serta menjadi tukang parkir pada pagi harinya.. Diapun tinggal bersama anak dan istrinya di belakang klinik ini..

Aku segera turun dari loteng tepat diruangan dr.Ana.. Ku siapkan Stungun ku.. Stungun adalah alat kejut listik.. Biasa digunakan untuk pertahanan wanita.. Saat menyerang akan membuat korban tak sadarkan diri.. Aku berdiri di dekat pintu masuk.. Aku ingin menyergap langsung disini dan langsung membawa kabur..

Kudengar langkah kaki dari hentakan sepatu highheels makin mendekat.. Ku aktifkan stungunku..pintu terbuka .. Masuk Ana dengan stetoskop di lehernya dengan lekuk tubuh yang aduhai.. Ku dekati dia yang belum menyadari keberadaan ku.. Saat dia menoleh.. Dia pun kaget.. Tapi aku tak membuang-buang waktu langsung menempalkan senjata ku ke leher nya..

*Zreeeet.. Zreeet..

Tubuh langsung lemah.. Ku tahan tubuhnya agar tidak terjatuh ke lantai.. Mengendongnya kesudut ruangan..aku segera melakban mulutnya dan kedua matanya pun ku lakban.. Kemudian aku memborgol tangannya di punggung dan mengikat kakinya.. Aku sedikit bermain dengan payudaranya yang masih tersembunyi dipakaiannya.. Kemudian aku sadar aku harus bergegas pergi dari sini.. Ku buka pintu berlahan-lahan.. Mengintip keadaan di luar sana.. Sudah sunyi.. Jadi aku langsung menuju jendela tempat ku masuk tadi..


……………

Aku mengunakan langkah seribu.. Namun Saat melewati salah satu ruangan aku melihat seorang wanita sedang melepaskan pakaian kerjanya.. Hanya menyisakan BH dan rok spannya.. Membuatku berhenti untuk memperhatikan pemandangan indah ini..

Ku letakkan tubuh Ana menyender di dinding dan mendekati wanita itu berlahan-lahan .. Wanita ini bukan wanita perawat tadi .. Aku tahu saat masuk keruangan ternyata berisi obat-obatan yang sangat banyak.. Aku tahu dia pasti apoteker.. Ke letakkan stungun ku di pinggang yang tak tertutup pakaian..

*Zreeeet..

Tubuh langsung lunglai.. Ku tangkap tubuhnya aku melakban mulut nya dan matanya kembali.. Kuikat tangan dan kakinya .. Ku putuskan membawa apoteker ini juga bersama ku sebagai hadiah untuk Alex..Lalu ku bopong pergi wanita ini dari ruang penuh obat ini dan Aku juga membopong dr.Ana yang masih tak sadarkan diri.. Mereka berdua cukup berat.. Aku berhasil menemukan jendela tempat ku masuk.. Aku keluarkan mereka berdua satu-persatu dari klinik melalui jendela itu secara berlahan-lahan

Kemudian aku kembali memanjat pagar dengan bantuan tali yang terpasang . tapi kali ini tak semudah saat masuk aku harus membopong wanita .. Benar menguras tenagaku..

Kedua wanita itu ke senderkan di semak-semak samping selokan..aku kembali memanjat untuk mengambil tali pengaitku.. Mengulungnya dan meletakkan ke tasku kembali.. Kemudian aku turun kembali dan membopong kedua wanita tersebut.. Menuju mobilku yang telah menunggu.. Ku masukan mereka kemobil.. Ku letak si apoteker di kursi paling belakang dan ku letakkan bu dokter di sampingku..

Ku laju mobilku dengan cepat.. Menuju sebuah penginapan yang sangat jauh dari hingar bingar kota pelajat ini disini sangat hening.. Aku sengaja menyewa rumah ini .. Untuk melancarkan misiku..

Aku pindah kan kedua calon budakku ke mobil asliku.. Karena mobil ini hanya aku sewa untuk menjalankan penculikan saja..

Tubuh si apoteker mulai mengeliat.. Sepertinya dia akan sadar.. Jadi ku tempelkan cairan cloroform di hidung kedua calon budakku.. Membuat keduanya kembali terdiam keletakan mereka di jok belakang..

Aku tinggalkan mereka berdua untuk mengembalikan mobil pinjaman ku..dan
Aku bergegas kembali .. Setelah mengembalikan mobil.. Ku persiapkan semuanya .. Kulihat kedua calon budakku tetap tak sadarkan diri.. Ku pacu mobil untuk pergi dari kota pelajar..

[table id=AdsKaisar /]

[POV Edi​]

Kulangkah kaki ku keluar dari rumah kedua ku.. Untuk pergi dan tak akan kembali.. Kutinggalkan camp tempat berlatih dan mengabdikan untuk tanah airku..

Saat ini misi ku adalah berada disamping saudaraku.. Kuraih telponku untuk menelpon seorang..

“Kau disana” ucapku

“Ya..” ucap pria diujung telpon adalah Adi salah satu saudaraku yang akan melaksanakan misi PENGHANCURAN..

“Kau tadi di telpon oleh Agung..” tanyaku lagii

“Dia tak akan berani untuk menghubungi ku..” ucap adi

“Kau harus sedikit baik padanya..” ucapku

“Apa kau tahu.. Mess kita diserang oleh Goldrich Company dan beberapa orang kita tewas.. Dan ada yang mereka sekap.. Jadi Alex sedang menuju kesana untuk membebaskan mereka..” Jelasku..

“Mereka tak sabar untuk mati sepertinya..” Jawab Adi..

“Kau sedang dimana ???” tanyaku kembali..

“Aku di bandara menuju rumah..” ucap Adi..

“Baiklah besok pagi kita semua akan berkumpul..” ucapku mengakhiri telpon kami

Akhirnya kami berkumpul setelah empat tahun menunggu saat ini.. Kuhubungi Agung lagi..

“Susul aku di pelabuhan..” ucapku

“Baik lah aku sedang di perjalanan.. Bagaimana dengan Adi..” ucap agung

“Jangan pikirkan dia.. Dia akan tiba saat kita tiba..” ucapku

“Baik lah tunggu aku akan secepat mungkin tiba di tempatmu..” ucap Agung..

Aku akhiri hubungan ku.. Pergi ke salah satu rumah makan .. Untuk mengisi tenaga sambil menanti Agung disini..

[table id=AdsLapakPk /]


Fina

Neti

“Hmmmmp.. Hmmph..” teriak Fina yang mendapatkan tangan nakal penculik menyentuh pahanya..

“Hari ini kita akan pesta besar.. Kalian harus beli beberapa minuman” ucap wili bangga dengan keberhasilannya..

“Tapi ini akan membuat marah tuan dari wanita ini..” ucap si supir..

“Aku memiliki mu franz.. Dan kedua saudaramu.. Jadi tak mungkin dia akan berani menyerang kita..” ucap Wili percaya diri dan tertawa terbahak-bahak..

“Aku mendengar pria itu telah membunuh orang kepercayaan dari bos Horizon ” Ungkap Franz..

“Maksudmu Jo telah tewas.. Itu tak mungkin jo pria yang menakutkan itu tewas dari anak mama.. Kau dengar berita tewasnya jo dari siapa..” ucap Wili tak percaya..

“Aku tahu dari salah satu temanku yang bekerja disana..” ucap Franz meyakinkannya

“Aku akan menghubungi ayahku dulu..” ucap Wili sedikit khawatir..

“Kita mau kemana sekarang bos..” ucap Franz..

“Ke gudang saja.. Dirumahku ada istriku..” ucap Wili

“Anak-anak minta bagian bos..” ucap pria yang duduk di belakang

“Punya kalian wanita muda itu.. Kalo wanita ini untuk ku..” ucap Wili sambil terus meraba tempat-tempat sensitif Fina yang hanya bisa mengeliat pasrah..

Mobil melaju dalam gelapnya malam.. Menuju sebuah gudang yang cukup luas..

“Kita kehilangan berapa orang..” tanya Wili..

“Dari lima belas orang yang kita bawa kita kehilangan empat orang bos..” ucap franz..

“Dasar lemah.. Lawan seperti itu saja kita kehilangan banyak..” ucapku

Kedua mobil itu memasuki dalam gudang.. Wili pun menyerat paksa Fina.. Ketengah gudang dan membuka pengikat tangan dan mengantinya dengan ikatan diatas kepala.. Yang telah tersambung dengan tali yang terikat di tiang atas gudang..

Sedangkan franz menarik Neti..

“Ini mangsa kita..” teriak Frans membuka penutup mata dan pembungkam mulut Neti..

Kesebelas orang mengepung Neti.. Mereka mulai membuka pakaian mereka..

“Kau lihatlah temanmu akan menikmati permainan ini..” ucap Wili yang telah membuka kedua mata dan mulut Fina..

“Apa yang kalian inginkan.. Jangan perkosa kami..” ucap Fina mulai memelas..

“Kau menghancurkan usahaku.. Dan sekarang kau ingin memohon ampunanku..” ucap Wili memegang dagu Fina..

“Aku minta maaf soal ini.. Aku hanya melakukan pekerjaanku dengan baik..” ucap Fina

“Maaf kata mu.. Kau akan merasakan akibat kesalahanmu” ucap Wili meremas payudara Fina..

“Siapapun tolong saya.. Akhh.. Sakit..” ucap Fina menangis dan menahan remasan payudara

Sedangkan neti sudah dipaksa telanjang oleh para anak buah wili..

“Tolooongg.. Jangaaan..” teriak Neti menendang-nendangkan kaki saat para anak buahnya mulai menarik celana dasar hitamnya..

“Ayo.. Cantiikkk.. Jangan memberontak..” ucap salah satu penjahat

Neti berhasil mendorong penyerangnya.. Dan berlari kepojok gudang.. Mencari jalan keluar dari sini.. Para penjahat hanya tertawa melihat aksi neti berusaha kabur.. Karena tak akan ada jalan keluar dari sini..

“Marco, Edward.. Bawa pelacur kita kemari..” Perintah Franz..

“Baik kak..” ucap kedua pria

Mereka berdua menangkap dan menarik paksa Neti.. Dan edward pun merobek pakaian neti secara paksa..

“Aku sudah tak sabar..” ucap Franz berbaring..

Marco dan edward melepaskan neti tepat di atas tubuh Franz yang berbaring.. Salah satu pria menarik celana dalam berwarna orange hingga terputus dari tempatnya..

“Ini milikku..” ucap penjahat itu mencium celana dalam milik Neti..

“Jangaan.. Jangaaaan bu Finaaa tolong Neti..” teriak Neti mulai meneteskan air mata

“Kumohon hentikan ini semua..” ucap Fina menangis melihat Neti terus di permalukan dengan sangat sadis..

“Lihat lah saja bentar lagi giliran mu..” ucap Wili terus meremas payudara Fina..

Neti yang sudah bugil pun langsung di serang memeknya dari bawah oleh kontol Franz yang sudah menegang dari tadi..

“Ya ampun wanita ini nikmat sekalii..” ucap Franz.. Terus menusuk dan mengocok kontolnya membuat tubuh Neti terpental oleh serangan dari bawah..

“Kak sepertinya yang wanita ini sudah tidak perawan lagi..” ucap Marco..

“Biarin saja yang penting memek legit dan enak sekalii..” ucap Franz mempercepat genjotan nyaa

“Aaiiiaakhh.. Auuaww.. Pelaaan.. Sakiiiit..” teriak Neti mencoba memberontak..

“Ayo kulum kontolku cepat..” ucap edward Sambil menjambak rambut yang telah terbuka.. Dari jilbabnya yang ntah kemana..

Neti tak punya pilihan selain membuka mulut lebar..

*Ploookk.. Ploookk.. Ploookk..

Suara kontol edward berbenturan dengan rongga mulut Neti

“Akhh.. Hennnntikaaa.. Ummmph” desahan Neti ketika kontol besar edward memenuhi mulutnya… Tubuh neti tak bisa menghentikan rangsangan dari dua arah sekaligus.. Marco yang mulai tidak sabar .. Melepaskan pengikat tangan Neti dan menuntutnya ke kontolnya untuk mengocok kontolnya.. Sambil memainkan puting Neti yang makin mengeras seperti akan memuntahkan susu nya..

Franz mempercepat penetrasi di dalam vagina Neti..

“Akkhhh.. Aaaaghhhh..” erangan Neti yang mulai tak bisa mengontrol tubuhnya .. Franzpun akhirnya mencapai klimaksnya dan menaburkan sperma ke dalam vagina Neti..

“Mantappnya wanita ini..” ucap Franz bahagia..

“Sekarang giliran sayaa” teriak Marco yang dari tadi mendapatkan service dari mulut Neti..

Dia menyuruh Neti untuk tidur dilantai.. Dan tanpa aba-aba dia pun memasukan kontolnya ke dalam vagina yang sudah terisi penuh sperma milik Franz.. Sodokan keras membuat sperma di dalam tabur keluar.. Maklum kontol marco lebih besar dari milik Franz.. Membuat tubuh neti kelonjotan tak menentu.. Dia merasakan nyeri di lubangnyaa..

“Aahh..m Ah.. Ahhh.. Ahhhhh..” hanya desahan yang terdengar dari mulut Neti.. Tubuhnya kembali merasakan sesuatu karena dengan paksa edward menyedot payudara Neti mencapai klimaks nya lagi.. Lalu salah satu penjahat pun memasukan kontol yang ukuran besar kedalam mulut membuat napas Neti makin berat.. Tubuh terus terhentak diserang di berbagai tempat sensitifnya..

Fina hanya bisa menutup matanya.. Tubuhnya melemas.. Dia pasti akan merasakan hal seperti itu cepat atau lambat.. Wili pun menikmati pemandangan anak buahnya yang mengasak tanpa ampun Neti.. Bahkan diapun beberapa kali mengocok kontol tak tahan melihat keadaan ini..

Selanjutnya Marco melepaskan penetrasi dari dalam vagina neti dan mengarah kontolnya ke muka neti dan menyemprot kan sperma di dalam wajah cantik neti.. Neti pun mulai kelimpungan mendapat banyak serangan sekaligus.. Akhir pingsan tak mampu bertahan dengan sensasi luarbiasa ini..

Tapi anak buah Wili memaksa membangunkan kembali Neti dengan siraman air ke wajah dan tubuhnya.. Entah sudah beberapa kali Neti pingsan akibat pertempuran ini.. Bahkan sekarang tubuh Neti hanya pasrah menerima serangan apapun.. Baik mulut, payudara, vagina dan anus sudah penuh dengan cairan kental berwarna putih.. Dengan bau khasnya yang menyengat..

“Hentikan dulu..” teriak Marco yang melihat tubuh Neti kejang-kejang

“Net.. Net” teriak Fina melihat tubuh Neti terus kejang..

Tidak beberapa lama tubuh tidak menunjukan kejang lagi.. Salah satu mendekati Neti mengecek keadaannya..

“Bos wanita ini sudah meninggal” ucap pria itu

“Apaa..” teriak Wili kaget..

Beberapa penjahat yang belum mendapat bagian dari kenikmatan tubuh Neti mencurahkan emosi dengan menendang tubuh yang tak berdaya itu berulang kali..

“Hentikaaan.. Dia sudah tak bernyawa lagi..” ucap edward menghentikan teman-temannya..

“Buang mayat ini..” ucap Franz kepada pria yang mengecek keadaan Neti

Dia pun menarik tubuh tak berdaya itu keluar dari gudang..

“Hehe.. Memang bodoh.. Wanita ini belum tewas.. Aku bisa menikmatinya sendiri..” ucap pria yang menarik tubuh Neti keluar gudang.. Dan membawanya ke sebuah ruangan yang menjadi mess untuk pekerja di gudang ini.. Meletakkan di kasur.. Dan mengunci pintu dari dalam..

[table id=AdsTbet /]

Mata Fina hanya terpaku.. Dia masih tak percaya akan kematian dari sahabat nyaa..

“Oke pesta wanita telah selesai.. Mari kita berpesta yang sesungguhnya..” ucap Wili Mengambil sebuah botol dan beberapa paket narkoba..

“Bagaimana bos kami belum kebagian mencicipi tubuh wanita itu, kontol kami masing tegang.. Lalu wanita itu bagaimana..???” ucap salah satu penjahat..

“Dia milik bos..” bentak Marco

Akhir semuanya terdiam.. Tak berani melawan marco yang bertubuh menyeramkan

“Oke.. Kita panggil saja wanita penghibur..” teriak Wili mengambil handphone dan menelpon seorang gigolo untuk memesan pelacur..

Segera mendapatkan sorakan dari para anak buahnya.. Fina hanya bisa menyaksikan ini sambil menangis tak henti- hentinya.. Dia memikirkan bagaimana nasibnya setelah ini..

[table id=iklanlapak /]

[POV Alex]​

Kupacu motorku menuju ke sebuah rumah yang terdapat di pojok kota.. Menyendiri dan megah.. Kuhentikan motor.. Dengan tetap mengunakan helm mendekati rumah yang terlihat di jaga oleh dua orang satpam..

“Maaf ada perlu apa..” ucap satpam pertama mendekatiku ku

“Pergi dari sini sekarang..” dorong satpam pertama itu karena aku hanya diam tak mengucapkan satu kata pun dan terus bergerak menuju rumah..

“Sudah usir saja laki- laki itu..” teriak satpam kedua yang asik meminum kopinya

Karena heran temannya yang tak kunjung mengusirku.. Satpam itu coba Mendekatiku dan satpam pertama..

“Kurang ajar..” teriaknya melihat temannya sudah berlumuran darah ditusuk pisau dan aku pun terus memutar pisau itu dalam perut satpam pertama..

Serangan satpam kedua pun terhenti saat pisauku menembus lehernya membuatnya kejang-kejang seperti ayam yang di potong.. Ku cabut pisauku mengendong satpam pertama dan menarik satpam kedua ke dalam sebuah tong sampah besar dan memasukannya ke sana..

Kujilat pisau yang bertaburan darah dari kedua pisau itu.. Aku mendekati ruangan satpam kulihat tiga orang sedang tertidur lelap.. Aku meloncat dan menusukkan kedua pisauku keperut kedua satpam yang tertidur.. Kutusuk berulang- ulang di setiap tubuhnya.. Bahkan mereka tak sempat menjerit..

Satpam ketiga yang terbangun.. Masih bingung dengan apa yang dia lihat.. Tapi aku tak membuang waktuku kembali cabut golokku dan menghempaskan ke lehernya hingga terputus.. Aku tinggalkan tempat satpam itu dengan darah segar mengalir di lantai.. Aku makin mendekati rumah itu..

Kulihat ada lima sedang bersenang-senang dengan minuman ditangan mereka.. Kutebas meraka satu-persatu.. Pria terakhir lari melihat ke empat temannya meregang nyawa semua..

Aku segera melemparkan pisauku ke kaki kirinyaa.. Ku dekati pria yang mengerang kesakitan dan berusaha mencabut pisau ku.. Aku pun langsung menusukan pisau kedua ku di kepala pria itu.. Membuat pria itu langsung rubuh.. Aku sangat menyukai hal ini.. Senyum merekah di bibirku menandakan aku menyukainya melihat mereka berlumuran darah..

Ku dobrak pintu utama.. Kulihat delapan pria terdapat di dalam ruangan tersebut.. Aku pun bertarung dengan mereka.. Tapi mereka hanya pejahat kelas teri.. Aku dapat dengan mudah memenggal kepala mereka satu-persatu dan kuletakan kepala mereka yang terlepas dari tubuhnya di atas meja makan.. Aku membunuh empat pria lagi di dapur.. Tapi aku belum menemukan Fina.. Aku beralih ke lantai atas ku dobrak pintu yang terkunci.. Kulihat wanita cantik yang sedang hamil berada di kamar ini..


Istri Willi

“Siapa kau.. Berani masuk kerumahku..” teriak wanita itu angkuh..

“Dimana Wili..” tanya ku

“Penjaga.. Penjaga..” teriak wanita itu..

Kutarik hijabnya hingga terlepas dari kepala menunjukkan rambutnya yang hitam legam.. Ku tarik tangannya dengan paksa.. Keluar dari kamar dan menyusuri tangga..

“Itu lah penjaga yang kau panggil..” teriakku memperlihatkan susunan kepala tanpa tubuh tergeletak di meja makan..

Wanita itu kaget.. tapi dia menutup mulut erat-erat.. Agar dia tak menjerit melihat keadaan ini..

“Ku tanya satu kali lagi.. Dimana suamimu..” tegasku

“Dia belum pulang kerumah.. Aku tak tahu dia dimana..” ucap wanita itu ketakutan..

“Hubungi dia sekarang..” ucapku mendekati pisau dilehernya..

Wanita hamil itu pun mulai menekan dan mencari nomor telpon suaminya.. Dengan tangan yang terus bergetar..

“Hallo.. Sayang kamu dimana” kata si wanita.. Dengan suara ketakutan

“Aku lagi digudang ada pekerjaan yang belumku laksanakan..” ucap Wili berbohong..

Aku dapat mendengarkan mereka karena speaker handphone aktif..

“Katakan ada penyerangan dirumah..” bisik ku di telinganya..

“Sayang si luar ada keributan.. Aku takut..” ucap wanita ini berbohong pada suaminya..

“Baiklah tunggu aku pulang..” ucap wili mengakhiri telponnya..

#Di sebuah gudang..

​”Kurang ajar.. Mereka berani menyerang rumahku..” ucap Wili

“Ada apa bos.. Kau terlihat tegang..” ucap Franz..

“Ada kelompok yang menyerang rumahku..” ucap Wili..

“Biarkan kami saja yang membereskan penyerangan itu bang..” Ucap marco dan edward

“Apa kalian bisa membereskan ini semua..” ucap Franz..

“Tenang aja bang..” ucap edward bergegas mengumpulkan anak buahnya ..

“Mario tak ada bang..” ucap salah satu anak buahnya

“Dia sedang menguburkan wanita yang tewas tadi” ucap edward sambil menaiki mobil

Mereka pergi dari gudang itu meninggalkan Franz dan Wili..

[table id=Lgcash88 /]

#Rumah Wili..

Aku paksa wanita itu untuk duduk.. Wajahnya pucat pasi.. Pasrah dengan apa yang terjadi.. Akal sehatnya pun berhenti memberikan kekuatab untuk melawan.. Susunan kepala dab darah dimana-mana membuatnya hampir mati lemas..

“Jangan pernah pergi dari kursi itu, jika kau masih sayang nyawamu..” perintah ku meninggalkannya

Sekarang aku hanya perlu menunggu Wili tiba..
Tak perlu waktu lama aku melihat Mobil minibus melaju kencang.. Dan berhenti di depan gerbang yang tertutup.. Mereka semua turun jumlah mereka 10 orang..

Salah satu pria terlihat memerintah.. Mereka terbagi menjadi tiga kelompok dan mulai menyebarkan ke berbagai arah rumah ini..

Aku mengincar empat orang yang bergerak kearah timur rumah.. Aku menyerang kedua orang yang berdiri di belakang.. Menusukan kedua pisauku dibahunya.. Mereka berdua berbalik langsung kurobek perutnya dengan golokku..

Kedua pria yang berada di depannya langsung menyerangku dengan golok mereka.. Tapi mampu ku hindari.. Giliran ku menyerang aku berhasil membuat putus tangannya hingga terjatuh ke tanah..

“Ekkkk.. Akkk.. tanganku..” ucap pria itu

Aku habisi dia dengan mudah.. Lalu temannya yang tak mampu melawan karena ketakutan memudahkan ku memenggal kepalanya..

Baru saja membersihkan pisau dan golokku dari darah.. Aku sudah di kepung oleh empat orang yang terlihat garang..

Tapi ternyata kemampuan mereka tak segarang kemampuan bertarung mereka, kurang dari lima menit aku mampu menghabisi mereka semua..aku hanya perlu menghabisi dua orang lagi.. Tapi kurasa Wili tak ada disini.. Dia pasti digudang.. Tapi sebelum pergi ku gudang aku ingin menjajal kemampuan pemimpin pasukan ini.. Jadi kuputuskan kembali memasuki rumah Wili

Aku memasuki ruangan utama..kulihat dua pria hitam .. Ku tahu mereka pasti berasal dari daerah timur negara ini.. Aku juga tidak melihat wanita hamil tadi.. Dia pasti sudah pergi bersembunyi..

*Plokkk-plokkk.. Suara tepuk tangan dari dua monster yangku hadapi..

“Kau memang luar biasa.. Mampu mengalahkan banyak anak buah kami.. Sebelum itu perkenalkan aku edward dan dia marco..” ucap edward..

“Aku hanya butuh kepala kalian..” teriakku..

“Sombong sekali anak ini..” teriak marco maju menyerang..

Di melakukan tendangan yang cukup keras membuatku hampir terpental.. Belum kembali dari posisi kuda-kuda ku edward menendang pundakku membuatku terpental membentur kursi

“Jadi cuma segini kemampuannya.. ” ucap edward tertawa..

“Hehe.. Menyenangkan sekali..” ucapku membuat keduanya kaget.. Melihat senyuman di wajahku.. Dan kembali bangkit dengan mudah

Aku menyerang mereka.. Ku serang marco dengan pisau ku yang ditepis olehnya kemudian ku ikutin dengan tendangan memutar membuat terpental..

Edward menusukkan golok, aku sempat menghindar tapi golok tajam mampu melukaiku Tubuhku..

“Haha.. Menyerah saja anak manja..” ucap edward tertawa

“Hehe menyenangkan sekali..” Balasku

Luka kecil ini akan kubalas.. Kami pun berduel kembali aku dapat menjatuhkan goloknya dengan meninju mukanya dengan tangan kiriku.. Membuat jatuh golok nya .. Darah mengalir di pelipis kirinya.. Namun saat akan menghabisi edward..

Marco menyerang saat kami berdua berhenti mengambil nafas.. Serangannya lebih brutal menyerang dengan penuh nafsu.. Aku hanya menangkis semua serangannya.. Saat serangannya mulai melambat.. Aku segera menyerang balik, kuambil pisauku ku tusuk tepat di mata kanan nya..

“Ahhhkk..” jeritnya..

Dengan cepat ku serang balasan dengan membabi buta.. Merobek setiap tubuhnya.. Dan diakhiri dengan tusukan tepat dijantung nya.. Mengakhiri perlawanan marco..

“Siapa orang ini.. Marco.. Tidak mungkin..” teriak edward..

Tubuhnya mulai kaku.. Dia tak mampu bergerak.. Tubuhnya terhenti akibat ketakutan.. Melihat temannya tewas didepannya..

Tubuhku memandikan darah segar marco.. Ku dekati edward yang melotot.. Tiba-tiba edward berlutut..

“Ampuni aku.. Jangan bunuh aku..” melas edward

“Katakan dimana Wili..” teriakku

“Dia berada di gudang perlengkapan di selatan kota ini..” ucap edward ragu-rahu

“Baiklah.. Saatnya kau mengikuti 553” ucapku

“Aku tak akan mengampuni siapapun” ucapku mengayunkan golokku.. Membuat kepala putus dari tubuhnya..

“Keluar kau sekarang kau tak ingin aku membunuh mu..” teriakku..

Wanita berjilbab itu keluar dari suatu ruangan.. Mendekatiku sambil memegang perutnya yang mengembang..

“Carikan aku kantong plastik..” perintahku

Wanita itu tak menjawab hanya mengambil sebuah kantong plastik dan memberikan pada ku.. Ku masukan kepala edward dan marco di dalam kantong tersebut dan membawanya

“Kau harus tunjukkan dimana gudang tempat wili berada..” ucapku..

“Jangan bunuh aku..” ucapnya..

Kudorong wanita itu keluar rumah.. Kemudian ku bakar rumah itu.. Ku perintahkan dia naik ke motor sportku.. Ku pacu motorku menuju gudang tempat Wili berada..

Halaman Utama : Misi Penghancuran

BERSAMBUNG – Misi Penghancuran Part 21 | Misi Penghancuran Part 21 – BERSAMBUNG

Sebelumnya ( Part 20 ) | ( Part 22 ) Selanjutnya

Cerita Terpopuler