. Misi Penghancuran Part 20 | Kisah Malam

Misi Penghancuran Part 20

0
304

Part 20 – Penyerangan

Apa yang harus ku lakukan dengan kejadian hadi ???
Kulanjutkan pekerjaanku.. Memperbaiki proposal tender milik Quraina.. Aku mencoba menelpon hadi.. Tapi nomor tidak aktif.. Benar-benar hadi ingin hajar..

Aku pun menelpon kak Yulina.. Cukup lama telpon tak diangkatnya..


Yulina

“Hallo..” ucapnya

“hallo kak.. Bisa bicara dengan Hadi..” ucapku

Cukup lama tak ada jawaban darinya.. Mungkin dia malu akan hubungan gelapnya dengan hadi.. Sudah ku ketahui..

“Hallo bosku..” suara hadi..

“Dimana kau sampah..”ucapku kesal

“Aku bilangkan liburan.. Apa kau tak bisa hidup tanpa aku..” ucapnya

“Aku malah berharap kau mati..” ucapku marah..

“Maaf bos, kau tak bermaksud seperti itu..” ucap hadi menciut..

“Ada perlu apa bos.. Aku lagi ada diluar daerah..” ucapnya lagi

“Aku baru dapat aduan dari Rafina.. Dia melihat pemerkosaanmu terhadap kak Yulina.. Dan dia juga memiliki rekaman kejadiaannya.. dia mengancam akan melaporkan mu ke polisi..” ucapku..

“Ya ampun, seriuskah.. Maafkan khilafanku bosku.. Dasar wanita iblis bisa-bisa dia melihat kejadian itu.. Apa yang harus ku lakukan aku tak ingin di tangkap polisi lagi bos ku” ucapnya mulai terdengar gagap..

“Dasar pejahat kelamin bodoh.. Jangan-jangan gara-gara kau juga aku dihina bermain seks jalanan..” ucapku kesal

“Maaf aku boss.. Aku benar tak bisa mengontrol nafsuku saat itu.. Hingga aku khilaf..” ucapnya memohon ampunku..

“Saat kau kembali, kau akan merasakan bagaimana mengerikan nya aku.. ” ucapku

“Terserah mu bos, aku pasrah.. Maafkan aku.. Aku tak bermaksud membuat mu dalam masalah..”jelasnya..

“Terserahlah yang penting nikmati bulan madu mu..” ucapku mengakhiri hubungan telpon kami..

Dasar hadi bodoh.. Aku harus menemukan cara agar Rafina tidak melaporkan kebodohan hadi ke pihak berwajib.. Ini akan membuatku juga akan terseret masalah ini..

Pilihan saat ini membuang hadi atau menghabisi Rafina… Aku benar-benar pusing di buatnya..

[table id=Ads4D /]


Nura

“Tuanku.. Aku membuat mu kopi” ucap Nura

“Nuraa.. Terima kasih ya..” ucapku

Nura merangkulku membuatku kaget..

“Nura nanti ada yang lihat” ucapku

“Tuan bisa lihat jam tidak.. Ini sudah lebih dari waktu pulang.. Tuanku terlalu sibuk..” ucap Nura tertawa dan melepaskan rangkulannya

“Benarkah.. Seperti aku terlalu asik dengan kerjaan ku ya..” ucapku mengaruk-garuk kepalaku

“Kita pulang yuk tuan..” ucap Nura..

“Baik lah.. Kau bisa bawa laptopku ini duluan ke mobil.. Aku mau ke kamar kecil dulu..” ucapku

Mematikan laptopku dan memasukkan ke tas dan memberikannya kepada Nura… Aku bergegas ke kamar mandi..

Ah lega banget.. Saat keluar dari kamar mandi Kulihat Wanita dengan wajah galau berjalan mendekatiku..

[table id=AdsKaisar /]


Almira

“Almira kenapa..” ucapku

“Oh.. Mas yang tadi.. Adekku belum ada kabarnya..” ucapnya sedih..

“Apa kata tantemu.. sabar saja dia pasti baik-baik saja..” ucapku menyemangatinya..

“Mohon doanya ya mas.. Biar adikku cepat di temukan..tante ku juga mencari keadaan adekku”ucapnya kembali

“Ya pasti.. Jadi kau langsung akan pulang..”tanyaku

“Aku bekerja di salah satu stasiun tv swasta di ibukota.. Jadi aku tak bisa lama berada disini..” ucapnya makin sedih..

“Ayah dan ibu mu kenapa tak ikut mencari..” tanyaku heran..

“Mereka memang tidak menyukai hera.. Bahkan mereka hanya berpikir memiliki 2 orang anak saja aku dan adik bungsu yang merupakan seorang dokter..”jelasnya.. Mulai menitihkan air mata..

“Kenapa bisa seperti itu..” tanyaku heran ada orangtua yang tidak mengakui anak kandungnya sendiri..

“Ntahlah.. Aku pun tak mengerti jalan pikiran ayah dan ibuku..” ucapnya..

“Maaf ya alex .. Aku harus berangkat pulang dulu.. Kalau kau bertemu dengan hera.. Bilang padanya mbanya sangat kangen..” ucapnya terburu-buru meninggalkanku..

“Dia sudah main pergi saja padahal aku belum minta nomor telponnya..” ucapku

Aku bergegas ke mobil kulihat Nura sudah berada di dalam mobil..

[table id=AdsLapakPk /]


Nura

“Tuan lama amat sih.. beser ya kencingnya..” ucapnya sambil tertawa

“Hahaa.. Kau tak sabaran banget sih..” ucapku
Ku sentuh payudaranya..

“Gak boleh pegang-pegang.. tangannya masih kotor..” Ucapnya sambil tersenyum..

“Kau cantik saat tersenyum.. “ucapku..

Nura pun mencium pipi kiriku..aku makin gemes dengannya.. Saat ku lajukan mobilku.. Aku melihat orang gila sedang tertidur di trotoar kompleks pemda ini .. Dia masih wanita muda sayang otaknya rusak…

Tiba dirumah.. Nura langsung masuk ke kamarnya.. Tapi aku tak melihat dua bidadari ku yang lain.. Aku bergegas ke kamar atas.. aku tak menemukan mereka berdua..

“Kemana mereka berdua..” ucapku khawatir..

Setelah salin aku bergegas mencari mereka.. Aku tak menemukan mereka di lantai atas..

“Pasti mereka di kolam” gumamku

Sampai dikolam kedua tak ada… aku mulai mencari setiap ruangan yang ada di rumah ku..

Kulihat di bioskop miniku dua sosok wanita saling berpelukan tertidur..

[table id=AdsTbet /]


Tia

Hera

“Seperti mereka masih menonton dan karena ngantuk kedua tertidur..” pikirku dan mematikan proyektornya yang masih menyala..

Aku tak ingin menggangu mereka yang terlelap.. Ku usap kepala Hera.. Dia begitu ceria padahal kedua orangtuanya bahkan tak mengangapnya ada..aku baru tahu semua itu, berkat pertemuanku dengan Almira..

Ku tinggalkan mereka.. Saat ku dengar bel rumahku berbunyi berulang kali.. Kulihat ternyata itu manager dari pom bensinku.. Tumben dia kemari padahal dia tak pernah mengunjungiku disini kecuali kalau ada masalah di Pom bensin ku.. Dan itu hanya tiga sampai empat kali selama ia bekerja disini..

[table id=iklanlapak /]



Fina

Managerku cukup cantik.. Awalnya dia hanya pekerja rendahan saja,.. Dia bekerja dengan ku sejak lulus SMA hampir 6 tahun yang lalu.. Tapi dia memiliki etos kerja yang luarbiasa.. Dia melakukan berbagai hal dengan sempurna.. Jadi aku menyuruhnya kuliah di jurusan manajemen keuangan gratis dengan biaya ku tanggung.. Dan fantastisnya dia lulus dengan nilai sempurna dan cumlaude ..

Baru dua tahun ku berikan dia kesempatan belajar menjadi manager pom bensiku setelah manager lama naik pangkat ke perusahaanku yang lain.. Dan aku hampir lupa namanya adalah Defina Larisa.. Biasa ku panggil fina.. Tingginya 169 cm punya payudara yang standar..memakai kacamata dan kelebihan dari ketiga budakku adalah kepintaran yang diatas rata-rata mungkin menyamai Adi dan Agung..

Dan mungkin kelak dia akan mampu mengelola hampir seluruh perusahan ku..

“Ada apa Fina..” ucapku tersenyum setelah ku buka pintu..

“Ada beberapa master planning yang ku buat.. Ingin ku sampaikan dengan anda..” ucapnya sambil memperbaiki kacamata nya..

“Masuk lah..” ucapku sambil menyuruhnya untuk duduk..

Aku suka mencium Harum parfum nya menyengat..dia mulai membuka laptopnya.. Kami duduk berhadapan.. Menyiapkan beberapa berkas dari dalam tasnya..

“peningkatan bulan ini sangat luarbiasa pak.. Hampir 300% .. Ini semua berkat bahan bakar kita yang memiliki kualitas dan margin error dalam pengisian bensin yang sangat minim.. Membuat kepuasan pelanggan meningkat dari beberapa bulan yang lalu..”jelas fina percaya diri..

“300% fantastis.. kau memang luarbiasa Fina..” kagumku padanya..

“Ya kita berhasil menyerap hampir semua pembutuh bahan bakar, seperti kendaraan bermotor, mobil, perahu, rumah tangga dan perkebunan.. Bahkan menurut kabar yang ku dengar.. Pom bensin milik goldrich Company hampir bangkrut karena kemajuan kita..” jelasnya kembali

“Plokk.. Plokkk.. Kemampuanmu memang spesial Fina.. Jadi goldrich Company mengalami kerugian parah..” puji ku kembali

“Aku merencanakan membuat pengembangan SPBU kita pak.. Ini master planningnya..” ucapnya sambil memberikan rancangannya..

Aku berpikir sejenak..

“Oke ayo kita kembang lebih hebat lagi..” ucapku

“Masalah anggaran gimana bos..” ucap fina

“Tak perlu kau pikirkan.. Saat ini jalankan..” ucapku

“Aku juga punya rencana membangun cabang SPBU kita pak..” ucap Fina membuka dokumen di laptopnya..

Aku pun pindah duduk di samping Fina membuat sedikit menjaga jarak.. Aku memperhatikan Rencana yang dibuat Fina..

[table id=Lgcash88 /]

[POV Nura]


Nura

Tia

Hera

[POV Nura]

Aku langsung masuk ke kamarku.. Untuk menganti baju.. Ku dengar beberapa kali suara bel rumah .. Aku bergegas keluar ..

Kulihat seorang wanita cantik masuk kerumah di persilahkan duduk oleh tuanku..

“Sapa wanita ini??? Apa dia yang nama liana itu..” pikirku

Aku tahu tentang Liana dari kak Tia.. Apa aku harus kesana untuk mendengar apa yang mereka katakan…

Tiba-tiba aku di kagetkan oleh kak Tia..

“Sudah pulang Nura… “ucapnya sambil merapihkan penampilannya…

“Sudah dari tadi kak..kalian dari mana..”ucapku

“Karena kami bosan menunggu kau dan tuan .. Jadi Hera memutuskan untuk menonton film..”ucap Tia kembali

“Karena filmnya membosankan kami ketiduran “ucap hera sambil tersenyum..

Senyuman Hera membuatku senang .. Berarti dia tak menolak lagi kehadiran ku di rumah ini..

“Kenapa kau bengong disini.. Mana tuan kita..?? Tanya Hera

“Dia sedang ada tamu..”ucapku

“Tamu, jarang sekali ada tamu di sini..” ucap Tia melihat kearah ruang tamu…

“Wanita.. Cantik..”ucapku

“Apa!!!! Apa dia ada saingan kita yang baru..” ucap Hera sambil melangkah menuju ruang tamu

“Apaan kamu..” tegas Tia dan langsung Menarik Hera,

“Saat ada tamu kau dan aku tidak boleh keluar, apa kau lupa Hera…” lanjut Tia

“Maafkan aku, aku benar-benar lupa..”ucapnya

“Hanya aku yang bisa kesana…” ucapku

“Benar hanya Nura yang bisa melakukan itu..” ucap Tia..

“Cepat kesana Nura dan usir wanita itu..” ucap Hera mendorong Nura maju..

“Aku tak berani …”ucapku

“Kau mau tuan kita direbut oleh wanita itu” ucap Hera memanaskan suasana..

“Jangan memaksa Nura, kalau dia tak mau tak apa-apa..” ucap tia lebih bijaksana

“Kau tak cemburu kak..” ucap Hera

“Cemburuu sih..” ucap kak Tia sambil tersenyum

“Tu kan.. Ayo Nura.. Kau cukup datang kesana bilang perkenalan aku calon istri dari alex..” jelas Hera…

“Baik lah..” ku teguhkan hati dan berjalan ke arah tuanku dan wanita itu yang sedang asik mengobrol..

[table id=Ads4D /]

[POV Alex]

Kami asik mengobrol dengan banyak topik mulai dari yang penting hingga tak perlu di bicarakan..

Tiba-tiba sesosok wanita hadir diruangan ini..
Muka cukup tegang.. Aku memperhatikan jalannya hampir seperti robot.. Kulihat dari arah dalam juga dua kepala mengintip dari sela-sela horden..

Kutahan ketawaku.. Ini pasti bakal lucu.. Nura pasti di perintah oleh Hera.. Karena tak mungkin Tia melakukan hal seperti ini.. Aku pun ingin ikut dalam permainan ini.. Dengan sengaja aku mendekatkan tubuhku pada Fina.. Fina tak bisa menghindar lagi karena sudah berada di ujung kursi.. Satu-satunya cara menjauh adalah pindah dari kursi ini..

“Oh Nura.. ” ucapku langsung membuat kaget Nura yang terlihat sedang menghafalkan dialognya..

“Eh.. Iyaa tuann.. bukan alex maksudnya..” ucapnya berantakan..

Ini makin membuatku tak bisa menahan tawa.. Saat melihat Nura gugup tidak bisa bicara hanya diam mematung saja.. Kasian melihat Nura seperti ini..

#Di tempat yang berbeda..​

“Ahhh.. Ya ampun Nura.. Kenapa diam saja..” ucap pelan Hera gregetan..

“Kau tau Nura itu pemalu..” balas Tia sambil tersenyum melihat tingkah Nura yang mati gaya..

“Apa kita yang harus kesana kak.” ucap Hera

“Jangan, kau mau tuan marah, silahkan” ucap Tia menantang Hera

#Kembali keruang tamu


Fina

“Fina kenal ini Nura..” ucapku

“Saya Fina karyawan dan manager SPBU milik pak alex”ucap Fina tersenyum ramah

“Ooh.. Karyawan.. Saya Nura..” ucap Nura makin gugup

Aku tak tega.. melihat kondisi Nura seperti ini.. Aku langsung bangun.. Dan merangkul nya..

“Dia calon istriku..” ucapku pada Fina

“Maaf kan saya.. Saya tidak tahu bu..” ucap Fina

“Dia cantikkan..???” tanyaku lagi

“Ya pak… Dia cantik sekali…” balas Fina

“Terima kasih..” ucap Nura yang muka seperti udang rebus…

Membuat kami bertiga tertawa.. Lalu ku jelaskan maksud Fina kemari kepada Nura.. Nura mulai mau mengobrol dengan Fina.. Aku pun meninggalkan mereka dengan alesan pergi ke kamar mandi.. Aku tahu pasti ada dua orang lagi yang harus ku jelaskan seperti apa hubunganku dengan Fina..

Ku dekati kedua wanita itu sambil senyum-senyum..

[table id=AdsKaisar /]


Tia

Hera

“Apa kau ingin memperkenalkan ke kami juga budak baru mu itu..” ucap Hera ketus..

Aku langsung mencubit pipi nya dengan gemes..

“Sayangku itu manager SPBU kita… Dia sudah bekerja jauh sebelum Tia berada disini..”ucapku menjelaskan

“Hehe.. Maaf kan kesalah pahaman kami” ucap Tia tertawa..

“Aku akan menghukum kalian semua… “ucapku

“Hukumann seperti apa ..”ucap Hera menciutkan bibirnya yabg seksi

“Aku belum memikirkannya sih.. Tapi yang jelas ini bakal sekejam hadi..” ucapku meninggalkan mereka

Kembali keruangan ketempat dua wanita

“Pak Fina pamit.. Bu Nura juga saya pamit kapan kita sambung lagi..”ucapnya

“Kenapa terburu-buru..” ucap Nura..

“Aku sudah ditunggu kawan ku Neti.. Kasian dia sendirian di Mess..” ucap Fina tersenyum..

[table id=iklanlapak /]

#Di suatu mobil..

“Apa wanita itu belum terlihat..”ucap seseorang berkacamata hitam

“Sebentar lagi paling bos… Wanita itu akan pulang..”ucap pria yang duduk di kursi supir…

Terlihat dua wanita cantik berboncengan naik motor … Mereka terlihat bahagia… Tidak tahu mereka diincar …

“Kita sergap sekarang bos..” kata si supir

“Santai aja.. Kita ikutin mereka sampai rumah mereka.. Anak-anak juga dah siap menghancurkan Mess mereka..” ucap pria berkaca mata…

#Diatas sebuah motor..​

Kedua wanita itu terus melaju meninggal tempat mereka bekerja..


Fina

Neti

“Net.. Percaya gak pak bos punya calon istri..” ucap Fina sambil berpegangan erat..

“Yang benar bu.. Aku sih kurang percaya pak bos kan orang misterius jadi sulit untuknya mencari cewek.. Tapi pernah aku melihat ada wanita memakai mobil merah masuk kerumah pak bos.. Dan keluar marah-marah bahkan dia hampir menabrak karyawan kita loh..” ucap Neti

“Seperti apa ciri-ciri wanita itu..” ucapku penasaran dengan pernyataan dari Neti

“Dia tinggi cantik..seperti mu bu..” ucapnya

“Tinggi.. Yang di kenalin ke aku kecil orang.. Cantik juga sih..”ucap ku

“Artinya pak bos kita player bu..” ucap Neti

“Huusst.. Dia itu gak seperti itu.. Aku kenal pak bos..” ucapku

“Cie.. Kayaknya ada yang cinta terpendam..” ejek neti tertawa.. Karena fina mencubit nya..

Tak terasa motor memasuki perumahan yang merupakan mess tempat tinggal pegawai SPBU milik alex..

Dirumah ini selain ada Fina dan Neti terdapat 6 laki- laki yaitu anto, rio, andi ,rico ,wawan dan roki

“Bu abis lembur lagi tah baru pulang ..” ucap rico yang paling muda..

“Nggak kok.. Saya abis laporan ke pak bos..” ucap Fina lembut

“Net.. Nanti malam kita nonton yuk.. ” ucap wawan memelas.. Ini sudah di lakukan berulang kalo namun neti selalu menolaknya

“Maaf wan aku mau istrahat dulu.. ” ucap neti Diikuti tertawa terbahak-bahak teman-teman nya wawan..

“Kamu gak mau meskipun ini permintaan terakhir dari saya.. “ucap wawan mengancam..

“Besok deh wan.. Hari ini aku lelah banget..” balas Neti

“Besok ya janji..” ucap wawan girang..

“Saya tutup gerbang dulu ya..” ucap andi

Saat andi akan menutup pintu base camp mereka.. Tiba-tiba masuk 15 orang mendorong pagar.. Membuat andi terjatuh ke tanah akibat dorongan .. Belum sempat dia bangun .. Beberapa orang menusukkan senjatanya ketubuhnya berulang- ulang.. Sontak keadaan kacau.. Tubuh andi langsung berlumuran darah yang sangat banyak..

“Andiiiiiii..” teriak neti

“Neti, bu masuk kedalam mess” teriak rio yang awalnya ingin mandi langsung bersiap

“Kurang ajar kalian.. Saya bunuh kalian semua..” teriak anto yang memang penjaga di Mess ini..

Dia mampu melumpuhkan beberapa orang dan mengambil senjata dan membunuh dua orang penyerang dan melukai cukup banyak penyerang.. Namun aksi di akhir dengan tembakan tepat di kepalanya oleh Wili pimpinan penyerangan ini..

Dia merupakan anak dari santoso.. Salah satu 4 orang elite pelindung Goldrich Company.. Yang menjalankan pertokoan dan juga SPBU milik goldrich Company

Rio dan roki maju menghadang namun apa daya mereka hanya pekerja biasa yang modal nekat menyerang .. Mereka berdua terbunuh di tusuk puluhan pisau ..bahkan roki leher hampir putus akibat sabetan golok..

“Bunuh semua kecuali wanita itu..” ucap Wili memperintahkan seluruh anak buahnya..

“Rico mundur.. Lindungi para wanita.. ” ucap wawan..

“Wawan menyerang dia mampu mengambil salah satu senjata .. Tapi hujaman parang dari belakang mengakhiri aksinya.. Dan tusukan keduapun datang.. Pukulan serta tendangan membuatnya menghembuskan nafas terakhirnya..

“Wawan.. Wawann” teriak neti berlari menuju tubuh yang mengkaku..

Para penyerang pun meringkus Neti dengan mudah..

“Bawa wanita ini.. Kita bisa berpesta malam ini..” ucap Wili sambil tertawa terbahak-bahak

“Lepasskan sayaaa.. Tolonggg..mmmph.. mpmmph..” Jeritan Neti di hentikan ketika mulutnya disumpal oleh kain dan kedua tangannya pun diringkus dan diikat.. Air mata mengalir deras .. Dia berusaha menyepakan kakinya namun penyerang itu sangat banyak membuatnya dengan mudah dilumpuhkan..

Salah satu penyerang membopong tubuh yang berdaya Neti ke mobil..

Rico yang melihat temannya satu-persatu tewas pun mengambil inisiatif untuk kabur melalui pintu belakang mess.. Di menarik tangan Fina untuk kabur…

Tapi pintu belakang juga sudah di jaga oleh penyerang..
Sebuah sabetan golok membuah tangan kiri rico mengeluarkan darah segar…

*Bruuukk… Tabrakan tubuh Fina… Membuat penyerang yang berada di pintu belakang terpental…

“Co… Cepat pergi dari sini..” teriak Fina..

Rico terpaksa meninggalkan Fina… Yang coba menahan penyerang itu… Rico mengeluarkan langkah seribunya… Menjauh dari lokasi dengan darah yang terus menetes…

Sebuah jambakan dirambut Fina…

“Aaakkk.. Sakit.. Apaa mau kaliaann…” teriak Fina mencoba melepaskan jambaan di rambutnya

*Plaaak… plakkk

Tamparan di kedua wajah cantik Fina menghentikan perlawanan nya..

“Lu berani buat usaha w hampir bangkrut.. Sekarang lu akan ku jadiin budak kami.. dan lu pasti akan ke enakan…” ucap Wili sambil tertawa jahat..

Fina hanya melotot sambil memegang kedua pipinya yang memerah…

“Ringkus dia kita pergi dari sini…” ucap wili

Fina pun diikat, mulutnya di lakban dan di bopong ke dalam mobil..

[table id=AdsLapakPk /]

Rico terus berlari.. Akhirnya dia menemui ojek… Dan minta mengantarnya ke rumah bosnya.. Hujan deras turun membuat luka rico semakin perih..

*Ting…nung… Ting nung..

Bel rumahku pun berbunyi beberapa kali ..
Saat itu aku sedang makan bersama ketiga istriku..

Kubuka pintu… Dan melihat luka rico…

“Ada apa co… Kenapa kau terluka…” ucapku membawa kedalam..

“Mess… Mess kitaa bos..”ucapnya gugup

“Ya kenapa dengan mess kita..” ucapku yang mulai sedikit panik..

“Goldrich Company menyerang kita… Semuanya tewas dan bu Fina di bawa mereka..”ucapnya dengan nafas yang mengos-ngosan

“Goldrich Company menyerang kita… Sapa co..” ucapku mulai geram

“Wili bos.. Anaknya si Santoso”ucapnya lalu diapun pingsan..

“Hera… Bawa rico ke rumah sakit… Kau bisa bawa mobilkan…” perintahku

“Tapi tuan statusku… Aku tak bisa keluar dari rumah ini…” ucapnya

“Kau tak perlu keluar dari mobil.. Nura dampingi Hera kerumah sakit…”ucapku sambil mengendong rico ke mobilku..

Ku letakkan rico di kursi belakang.. Hera mengunakan jaket dan menutup kepalanya.. Mereka pun berangkat menuju rumah sakit…

“Tia… Kunci semua pintu saat aku pergi…” perintahku…

“Tuan biar aku ikut dengan mu.. ” ucap Tia

“Tunggu saja dirumah … Orang seperti akan sulit mati… Jadi tenang saja…” ucapku

“Tapi tuan sebaiknya kita lapor ke polisi saja…” ucap Tia kembali

“Polisi tak akan berdaya saat dua kekuatan saling berbenturan… Darah akan ku balas dengan darah…” balasku…

“Tapi aku takut kau terluka…” ucap Tia memegang tanganku

Aku hanya melihat tajam ke arah Tia… Tia pun melepaskan tangannya… Dan menunduk…

“Aku berangkat” ucapku…

Memacu motor sportku… Meninggal Tia sendiri dirumahku… Kulanjukan menuju mess ku… Aku melihat sudah ramai warga sekitar dan polisi ku lihat karyawan ku sudah dimasukan ke mobil-mobil jenazah..

Seorang polisi tua dengan banyak plakat di bajunya mendekatiku..

“Kau harus bertindak.. Kami tidak akan bisa menangkap pelaku ini… Hanya kau yang bisa melakukannya anakku…” ucap pria tua itu

“Bisa kau urus semua yang terjadi disini… Aku harus membebaskan teman ku dulu…” ucapku

“Baik lah hati-hati…” ucapnya…

Aku pergi dari kerumunan orang… Ku telpon Agung…

“Ada apa saudaraku…” ucap agung

“Mess kita diserang.. 5 orang tewas dan 2 orang disekap olah mereka…” ucapku

“Nekat sekali mereka menyerang markas kita…” ucap Agung

“Alex jangan melakukan serang dulu… Aku akan segera pulang secepat mungkin… Jangan melakukan apapun…kau hanya sendiri… Jadi tetap tenang .. Kita pasti balas kejadian ini…”jelas agung

“Aku tak bisa menunggu salah satu temanku berada disana.. Aku harus membalas sebelum kembali ada korban lagi…” ucapku

“Biarkan saja temanmu itu… Yang penting keselamatan mu lebih penting.. Ingat kau baru saja membuat masalah dengan Horizon dan sekarang jangan buat masalah lagi dengan santoso..” perintah Agung..

“Aku akan tetap kesanaa…” ujarku

Ku akhiri telponku… Handphone terus berdering telpon dari Agung tapi aku tak angkat… Aku menuju markas besar Santoso…

Halaman Utama : Misi Penghancuran

BERSAMBUNG – Misi Penghancuran Part 20 | Misi Penghancuran Part 20 – BERSAMBUNG

Sebelumnya ( Part 19 ) | ( Part 21 ) Selanjutnya