. Misi Penghancuran Part 19 | Kisah Malam

Misi Penghancuran Part 19

0
348

Part 19 – Rencana A

Ku langkahkan kakiku keluar dari kamar orangtuaku…. Aku tak melihat mereka bertiga… Jadi kuputuskan untuk menuju ke dapur untuk mengisi perutku…

Tiba di dapur ku lihat wanita bertubuh seksi sedang menyusun piring yang baru di cucinya…


Tia

“malam sayang..” Ucapku mengagetkan Tia..

“Huuu.. Aku kaget ku kira kau Hadi..” Ucapnya

“Hadi, sedang sibuk… 2 minggu ini dia tak akan balik..” ucapku

“Yess.. Kalau begitu aku aman..” ucap tia bahagia…

Aku pun tertawa melihatnya.. Tapi Tia segera menghentikan kebahagian nya dan mulai menyusun piring kembali..

“Tia kau masih marah padaku…” ucapku

“Aku tak marah.. Aku kesal padamu..” ucapnya..

“Yang tadi pagi benar-benar aku tak tahu yang tidur itu bukan mu..” ucapku

“Berarti kau belum mengenalku..” balasnya semot

“Banyak yang belum ku ketahui darimu.. Makanya aku ingin mengenalmu lebih jauh..” ucapku membujuknya..

“Aku kecewa padamu tuan.. Apa aku saja tak cukup.. Kenapa kau mencari yang lain..” lanjut Tia..

“Ya ampun, sapa bilang aku tak puas dengan mu.. Justru aku ingin ini” ucapku menyentuh bagian intim Tia..

“Tuan jangan disini.. Bagaimana kalau Nura dan Hera belum tidur..” ucap Tia menikmati sentuhanku..

Ku lahap bibir seksi Tia.. Dibalas dengannya.. lidah kami saling bertemu..

“Aku kangen denganmu..” bisikku..

“Tuan kita lakukan ini di kamar saja..” ucap Tia khawatir..

“Buka bajumu Tia..” perintahku sambil terus menyerang leher putih Tia…

“Akhh.. Baik tuanku..” Tia pun mulai membuka berlahan-lahan pakaiannya..

“Di rumah ini hanya aku tuanmu..” ucapku

“Aku budakmu tuan.. Akhhh.. Akhh” ucap Tia sambil mengerang saat aku mulai mempermainkan payudaranya..

“Tia payudaramu makin kenyal saja sih..” pujiku.. Sambil menggengam cukup lama..

“Karena tuanku pintar memijitnya..” ucap tia sambil mengelus rambut..

Aku mulai merasakan kenikmatan saat Tia melakukan sentuhan tangannya ke kontolku yang masih tersembunyi di dalam celana pendekku..

Aku juga tak diam.. Aku mulai menjilat payudara sekal milik Tia..

“Akhh tuaan..” ucap Tia mendesah cukup keras..
Mendengar desahannya makin ku percepat jilatan dan sesekali kecupan …

“Susu ini yang kusuka..” ucapku..

Hanya dibalas erangan hebat Tia.. Rambut Tia pun mulai terurai.. Setelah dia mendapatkan kenikmatan dariku.. Kali ini ku kenyot kuat payudara.. Membuat tubuh Tia mengejang….dengan mengengam bahuku dengan keras..

“Tuan aku inginnn kontol mu.. Aku ingiiinn.. Aaaahhh.. ” desahnya

Aku tarik salah satu kursi makank… Aku suruh Tia duduk disitu.. Kuangkat kedua kakinya kebahuku.. Membuat vagina nya terlihat jelas… Rambut halus disampingnya.. Ku tarik turun celanaku, karena kontol ku sudah memberontak dari tadi ingin mencicipi vagina milik Tia yang amat mengoda…Tia memegang erat kursi.. Saat aku mulai mengusap batang kontol di sekitar vaginannya..

“Akhhh.. akhhhhhh… Tia budakmu inginn… Itu…” ucap desahan.. Sambil memegang kontolku dan mengocoknya dengan tangannya..

“Kau ingin senjata ku masuk budak binalku…” ucapku

Akibat perkataanku Tia mulai menuntun kontol ku mendekat kelubangnya hangatnya..

“Tuan.. Tia gak kuaat.. Pengen cepat ngerasaiin ini..” ucapnya meracau..

“Kau budak yang tidak sabaran ya..” ucapku memukul pantatnya

“Akhhh.. tapi jangan kuat-kuat nanti anak kita jatuh” ucapnya membuatku sedikit bingung maksudnya tapi aku tak perduli.. Aku mulai menusukkan kontol panjang dan besarku kelubang itu.. Membuat Tia menegang dan merekatkan kedua giginya.. Tangan mencengkram kuat kursi..

“Tuaannn.. Aaaaghh.. Pelaaann..” ucapnya..
Saat hampir setengah kontol masuk kedalam vaginanya..

*Bresss.. Aku rasakan sesuatu yang hangat keluar dari lubang vaginannya.. Membuat kontol lebih mudah melesat masuk kedalamnya…

“Yaaa.. Akkkh… Pelaan.. Pelaaan tuaann” ucap tia mengerang….

Aku mulai membuat pinggulnya bergoyang-goyang saat ku tarik dan masukkan kembali kontol … Sengat-sengatkan kenikmatan menguasai penuh Tia… Dia mulai tak bisa mengontrol desahan yang makin keras….

“Akhhh.. Nikmmaat.. teruusss.. Trusss.. Akhhhhh.. Akhhg..” erang nya..

Dengan posisi kakinya di bahuku seperti ini membuat kontol mampu masuk hingga ke ujung vaginanya.. Membuat Tia tak hentinya mengeluarkan desahan kenikmatan..

[table id=Ads4D /]

#Di Ruangan Lain..


Nura

Kamar ini memang luas sekali.. Kasur pun empuk tidak seperti di rumahku yang dulu.. Ternyata tuanku juga memiliki budak.. Aku baru tahu alasannya dia tidak menikah karena dia memang sudah memilik wanitanya sendiri..

Tapi kak Tia tak seperti budak menurutku.. Dia cantik dan baik hati.. Tapi kalau yang satu.. Dia terlihat kejam.. Bahkan dia terlihat kesal saat aku tiba disini..

Sebaiknya aku mandi dulu sebelum beristirahat malam ini.. Selesai mandi aku mulai menjajal semua pakaian baruku.. Aku membeli cukup banyak baju baru dari bosku..

Aku aktifkan TV mencari siaran yang bagus.. Namun aku tak menemukan siaran yang bisa ku nikmati..

Justru aku berkhayal bagaimana jika bosku datang dan mulai menikmati setiap inchi tubuhku.. Karena khayalan ini libidoku pun naik.. Aku ingin merasakan keperkasaan bosku yang memiliki 2 orang budak.. Pasti dia dapat memuaskan keduanya sekaligus..

Aku tersadar dari lamunanku.. Karena mendengarkan suara dari arah dapur.. Aku takut untuk mencari tahu suara apa it.. Rumah ini besar dan penghuni cuma kami berempat.. Seketika membuat bulu kudukku berdiri.. Aku mulai berpikir hal-hal aneh..

Semakin lama suaru itu semakin keras.. Aku mulai bisa merasakan itu desahan dan erangan seorang wanita.. Jantung berdetak keras.. Rasa penasaran memenuhi semua otakku..

“Apa itu suara kak Tia atau hera” ucapku pelan..

Rasa penasaran melebihi rasa takutku.. Aku segera bangun dari tempat tidurku.. Berjalan menuju pintu keluar kamarku.. Suasana di luar gelap.. Hanya lampu dapur saja yang terlihat terang.. Ku pasang telingaku untuk menentukan arah suara.. Aku mulai yakin suara itu berasal dari dapur.. Aku mulai mengendap-endap mendekat.. Aku melihat bayangan 2 orang terpantul di dinding dapur..

Aku melihat kak Tia sudah terpojok di sudut rak memasak dihimpit tubuh bosku..

” apa mereka akan melakukan seks di tempat terbuka seperti ini” gumamku..

Awalnya kau ingin pergi dari keadaan ini.. Tapi perasaan penasaranku tetap memerintahkanku untuk tetap disini.. Aku mulai memperhatikan mereka.. Ini pertama kalinya dalam hidup menyaksikan siara langsung .. Aku hanya merasakan tiga kali berhubungan seperti itu dan semuanya adalah terpaksa..

Aku juga memiliki payudara yang cukup besar.. Ukuran 34c.. Dengan tubuhku yang kecil membuat payudara terlihat menonjol dari balik pakaianku..

Saat kulihat bosku menjilat-jilat payudara kak Tia.. Aku pun merasakan bosku sedang mempermainkan payudara ku juga.. Kedua payudara tiba-tiba mengeras..ku gigit bibir bawahku untuk mengendalikan nafasku yang mulai tak beraturan.. Perasaan macam apa ini??? Apa ini yang dinamakan terangsang.. Aku mulai memijat berlahan semua payudaraku yang mengeras..menunjukan puting yang menegang

“Akhh.. Akhh..” desahan keluar ketika aku mulai mempermainkan payudara ku sendiri..aku merasakan kenikmatan.. Tubuhku pun terhentak sebuah getaran hebat di tubuhku membuat celana dalan ku pun ikut basah..

Kali ini bosku menyuruh kak Tia untuk duduk di kursi .. Dan aku bisa melihat batang kontol bosku saat kak Tia dengan nakal menurunkan celana pendeknya..

*Dugh.. Duggh.. Duggh.. Jantung berdetak dengan kencang

Aku mulai berkhayal batang kontol yang lebih besar dari pada milik kak iparku.. Bagaimana jika itu masuk ke seluruh bagian intimku.. hanya membayangkannya membuatku terus mendesak.. Aku mulai menyentuh bibir vagina dengan tanganku sambil berkhayal batang kontol besar milik bosku.. Air pelumas ku pun makin banyak keluar.. Aku makin terangsang..

“Apa yang kulakukan.. Aku tak bisa berhenti..???” Ucapku..

Apalagi aku mendengar pekikan kenikmatan kak Tia yang hanya berjarak beberapa inchi dari posisiku saat ini..

[table id=AdsKaisar /]


Hera

Sejak kejadian di kamar berdua dengan tuanku.. Aku merasakan sesuatu yang berbeda dengan diriku.. Mungkin ini yang dinamakan sedang kasmaran.. Tapi terselip rasa takutku.. Karena di waktu yang sama .. Akan ada dua wanita yang memiliki perasaan yang sama dengan yang kurasakan saat ini..

Ku pilih pakaian tidur terseksi yang aku beli di online shop bersama kak Tia kemaren..pakaian yang transparan .. Ku gunakan juga BH yang mengunakan tali pengikat ..dengan warna yang cerah agar terlihat timbul di baju tidur yang transparan ini.. Aku tersenyum melihat bayanganku di cermin..aku sengaja tidak mengunakan celana dalam..

Aku tinggal menunggu tuan masuk ke kamarnya ini.. Cukup lama kutunggu tuanku ternyata tidak datang.. Aku jadi penasaran .. Mengapa tuanku lama sekali tak masuk kesini.. Yang membuatku makin curiga adalah kak Tia juga tak ada disini..

Aku bergegas keluar kamar.. Ku buka pintu kamar tuanku.. Tapi tak ada orang disini.. Aku bergegas menuju kebawah tangga .. Lampu tengah padam.. Aku makin cemburu, kesal, pasti kak Tia sedang mencuri start..

Aku melihat masih ada cahaya di bagian dapur..
Saat hampir mendekati dapur aku melihat sesosok wanita yang masih memainkan tangannya ke bagian intimnya.. Karena lampu yang dipadamkan aku hanya samar-samar melihatnya.. Saat mendekatinya aku tahu dia Nura..

Sangking asiknya dia melakukan kesibukannya dia tak menyadari kehadiranku.. Aku baru tahu bahwa Nura sedang melihat seks live didepannya..

“Dari pada main sendiri kau hanya perlu memintanya..” bisikku

Membuat Nura kaget dan memperbaiki pakaiannya sebisanya..

“Her..” ucap Nura kaget..

Ku tarik tangan Nura.. Menuju tuanku dan Tia yang sedang asik.. Nura mencoba melepaskan pegangan tanganku..

“Apaan ini hera..” bisiknya..

“Sudah kita nikmat bersama saja.. Dia tuan kita bersama” ucap hera membuat perlawanan Nura melemah.. Dan mengikutiku..

[table id=AdsLapakPk /]

[POV Alex]

Ku percepat laju kontol ku di dalam vagina..

“akhhh.. Sudah.. Sudahhh tuaaan aku tak sanggup lagiiii..” teriak tia yang mulai tak perduli di mana kami saat ini melakukan hubungan cinta

“Kenapa Tia ku sayang.. Ini baru di mulai kau sudah kehabisan tenaga..” ejekku melihat Tia pengap-pengap dengan penetrasiku..

“Heraa.. Nuraaa..” ucap Tia dengan nafas yang ngos-ngosan..

“Wahh ada Hera ku.. Dan pendamping baruku..” ucapku melihat mereka sudah berdiri di belakangku..

Aku melihat ke arah Tia.. Dia mengangguk seakan mengizinkanku untuk menikmati mereka berdua .. Mendapat izin dari istri pertamaku nafsu melonjak tinggi.. mendekati keduanya.. Malam ini Hera membuatku makin bernafsu.. Dia mengunakan pakaian yang transparan.. Yang seakan untuk cepat nikmati aku..

“Tuan izinkan kami melayanimu..” ucap Hera..

Tapi Nura hanya menunduk tak berani melihat ke arahku..

“Jadi sapa yang ingin merasakan duluan..” ucapku menantang mereka berdua..

“Nura akan maju..” ucap Hera.. Menarik tangan Nura dan mendorongnya ke arahku..

Ku peluk Nura.. Aku merasakan tonjolan besar menyentuh dada ku.. Membuat birahi kembali memuncak.. Sangat kenyal.. Membuat sengat mengalir memperkuat kontol dan mengacung makin keras..

“Kau ingin ini Nura..” ucapku

Dia hanya mengangguk ragu.. Lalu ku tuntun tangannya menyentuh kontolku.. Nura mulai terangsang keringat tubuhnya yang harum mulai mengalir pakaian tidurnya pun mulai basah dan kulepaskan pakaian tidurnya.. Kulihat bh yang sudah tak di posisinya.. Membuat payudara indah terlihat..

“Kau pasti merawat dengan baik payudara mu.. Aku sungguh kaget .. Aku tak menyangka tubuh luar biasa Nura..” pujiku melihat tubuh yang tersembunyi selama ini kali ini sudah hampir terbuka semua..

Lalu Hera meremas kedua payudara Nura dengan kedua tangannya..

“Ukhhh.. ukhhh.. Akhhh.. Heraaa.. Jangaan.. Itu tempat sensitifku.. Akhhhh..” erang Nura yang tubuh terus mengeliat.. Kepalanya terus mengelengkan kepala.. Kesempatan ini aku gunakan untuk menarik celana panjangnya Nura ini membuatku dapat melihat tubuh bugil dari salah satu staf yang pemalu dan pendiam. Aku tak menyangka wanita ini punya tubuh yang membuatku makin terangsang.. Vagina nya di tumbuhi rambut halus yang cukup lebat..

Hera pun terus mempermainkan payudara Nura yang sekal dan kenyal membuat Hera ikut terangsang.. Aku pun langsung mengambil alih kendali dari Hera.. Aku mulai menjilat perut Nura membuatnya makin mengeliat dan mendesah hebat..

“Tuaaan.. Ukkkhgg.. Tuaan jaaaahaat..” teriak nya..

Aku mulai menghujamkan kontol ke vagina kecil yang terus menaburkan cairan benihh

Saat aku mulai menjilat sekitar payudaranya.. Tubuh Nura makin mengeliat dan keringat makin deres keluarr..

“Tuaan lakukan sekarang, seperti Nura sudah tidak kuat menahannya.. ” bisik Hera kepadaku..

“Pelaaan,,, akkkhh.. Besaaarrr.. Ukggh.. uhhh..” ucap Nura mengeliatt..

Hera pun tersenyum melihat Nura mengejang keras .. Ketika senjataku mulai menusuk makin dalam..

“Akhh.. Akhhh ampunnn tuann..” Teriak Nura.. Ketika aku mulai sodokan keluar masukku

“Menjeritlah terus Nura.. Memekmu sempit dan hangat ini adalah milik ku seutuhnya.. Aku cium bibirnya yang terus mendesah.. Diapun merangkul tangannya di tubuhku tak terlihat keraguan yang terlihat diawal.. Nura seutuh telah menjadi binal.. Ku percepat genjotan ku..

“Akhhhh tuaaan.. Teruusss.. Teruuss.. Aku bbudaak mu..” ucapnya memegang erat punggungku..

Nura mencapai klimaks nya.. Kali ini kulihat remasan dalam vaginanya mulai melemaah.. Nura pasti telah kehabisaan tenaga.. Tapi aku belum puas .. Aku masih ada makanan penutup yang menanti kontolku

“Terimaa kasih tuaan.. Nuraa puasss..” ucapnya melemah dan mulai tak sadarkan diri

Kulepaskan kontolku dari vagina Nura.. Aku letakkan dia tertidur di lantai..

“Apa hanya aku yang tersisa..” ucap heraa genit meliuk-liuk tubuhnya yang seksi

“Dasar kau ini..” ucapku

“Apa kau masih memiliki kekuatan..” ucap nya mengejekku..

Hera pun menyerangku dia mulai menjilat kontolku yang banyak sisa cairan cinta milik Nura.. Dia pun langsung mengulum kontolku.. Menelan semua yang tersisa yang melekat di kontolku.. Dan mengoralnya..

Nafsu liarku makin menjadi ketika Hera berdiri menjongkok memperlihatkan pantatnya..

“Tuan vaginaaku menantimu..” ucap hera menantangku..

Aku tak menunggu waktu lama aku mulai mengasak langsung vaginannya.. Ku tunggangi Hera.. Ku percepat sodokkan ku..

“Akkkhh.. Uaaakkhh.. Tuaaan pelaaann..” ucapnyaa..

“Kau memang makanan penutup yang luar biasa heraaa..” ucapku sambil terus meremas kedua payudaranya.. Tubuh hera terus bergoyang mengikuti ritme genjotan ku..

“Teri imaa kaaa ssih pujiaannya.. Akkggg..” ucapnyaaa

Terus mempercepat sodokkan ku..

“Tuaaan heraa hampirr sampaaaiii.. ” ucap nya..

“Tahaaan sayang.. Kali ini aku akan buatt kau hamill.. “Bisikku..

Kontolku mulai mengeras menunjukkan akan mencapai puncakku..seperti merapi yabg ingin meluncurkan laharnya

“Tuaaaan akkgk.. Akkkkhhh.. Heraaa sampaaiii..” ucapnya..

Aku pun sampai klimaks ku.. Ku tumpahkan seluruh calon anakku di vagina Heraa..

*croooot.. Croot.. Croooot”

“Kalian bertiga memang luar biasaa..” ucapku memukul pantat hera.. Dan dia pun rubuh.. Kulihat spermaku mulai keluar dari vaginannya.. Karena tak cukup berada di dalam

Ku dengar hanya desahan halus yang keluar dari mulutnya.. Ku kecup keningnya..

“Kau luar biasa heraa..” ucapku

Tia melihat semua nya hanya tersenyum..

“Kekuatan fisik tuan.. Sudah jauh berkembang dari pertama kali kami berhubungan.. Aku pun tak bisa mengimbangi kekuatan nya lagi sekarang.. Untung ada Nura dan Hera” pikir Tia kalau tidak aku tak yakin mampu memuaskannya sekarang..

Aku dekati Tia yang masih duduk di kursi ..

“Kau masih bisa jalan kan Tia ku..” ucapku membelai rambutnya yang berantakan..

“Bisa tuan..” ucapnya singkat..

“Apa kau sedang hamil??? Tanya ku

Membuat Tia hanya terdiam.. Dia ingat janji dengan tuan Agung untuk tak memberitahu masalah ini ke tuan Alex..

“Tia apa kau benar-benar Hamil” ucapku kembali

Tia terlihat ragu tapi dia tak ingin menyimpan berita bahagia ini.. Tuan Alex adalah ayah dari janin ini.. Setelah lama aku perpikir .. Aku menganggukan kepala ku.. Kulihat senyum sumringah dari tuanku.. Di mengangkatku dan mengendong ku dia terus menciumku berkali-kali..

“Akhir aku akan jadi ayah..” teriakku..

“Ya tuaan ..” ucapnya

“Tapi benar ini anakku bukan anak hadi kan..” tanyaku lagiii

Tia mengelengkan kepala..
“Hadi hanya mensetubuhiku di anusku tuan..” balasnyaa..

Ku peluk erat tubuh Tia.. Sambil terus mengucap kan terima kasih pada Tia..

“Mulai sekarang jangan kelelahan lagi.. Minum vitamin.. Aku juga akan memberikan susu.. ” ucapku bersemangat..

“Aku cukup kuat kuk tuan..” ucap Tia

“Ayo kita tidur keatas.. Kau bawa pakaian Nura dan Hera yang tergeletak ini.. Aku akan mengendong mereka berdua..” ucapku pada Tia

Ku angkat kedua wanita tak berdaya itu.. Menuju kamarku.. Untung saja ranjangku cukup luas.. Ku letakkan mereka berdua di sisi kiri.. Dan disisi kanan Tia.. Aku berada di tengah mereka.. ini menyenangkan sekali tidur diantara wanita cantik.. Apalagi Tia langsung memelukku erat.. Ku balas pelukan nya..

[table id=AdsTbet /]


Tia

Matahari sudah bersinar dengan gagahnya nya.. Bersetubuh melawan tiga wanita tadi malam membuatku kesiangan.. Bukan hanya aku Tia pun ikut kesiangan..

Aku buka mataku.. Karena aku mendengar handphone terus saja berdering.. Aku mulai sadar.. Kulihat Tia memelukku dari kanan sama seperti saat dia tidur.. Hera juga memeluk ku dari kiri..saat aku ingin bangun aku terhalang.. Ternyata Nura tidur diatas tubuhku..membuat benar-benar terhimpit..

Handphone berbunyi kembali.. Ku gerakkan tubuhku.. Membuat Tia pun mulai terbangunn..

“Jam berapa sekarang tuan..”ucapnya

“Entahlah kau lihat aku tak bisa bangun..” Ucapku membuat Tia melepaskan rangkulannya..

Nura pun mulai sadar.. Dia pun terkejut melihat dia tidur diatasku dengan keadaan bugil..

“Haaa.. Tuaann maaafkan aku..” ucapnya berguling kekiri.. Membuatnya menimpah Hera yang terlelap..

“Nura apaan sihh..” ucap Hera tubuhnya tertimpa Nura..

“Maafkan aku Hera, aku tak sengaja..” ucapnya segera menghindar dari tubuh Hera..

Diikuti tawa kecil dari Tia.. Yang melihat kelakuan kedua adiknya yang mengemaskan..

“Tia bisa kau lihat handphone ku”ucapku

“Baik tuan.. Ini panggilan dari assiten administrasi” balasnya..

“Oohh.. Ya aku janji masalah proposalnya. Pasti bu Quraina menungguku.. ” ucapku

Bergegas bangun.. Menuju kamar mandi.. sedangkan Tia mulai menyiapkan pakaian ku…

“Ya ampun sudah jam 10..” Teriak Nura saat melihat jam di kamar itu..

“Nura cepat mandi.. Kau ingin bareng tuankan pergi ke kantornya” ucap Tia

“Ya kak.. Aku buru-buru mandi dulu ya..” ucap Nura lari meninggalkan kamar, meskipun terasa perih di liang vagina nya..

“Ya kau harus menjaga.. Dan tetap disamping nya..” ucap Tia..

Sambil melihat Hera yang kembali terlelap..
Beberapa menit kemudian aku telah siap dengan seluruh pakaian dinasku.. Aku tak menemukan Tia dan Nura di kamarku.. Hanya Hera yang masih mengeliat di tempat tidur.. Ku dekati dia..

“Aku kerja dulu ya sayang..” bisikku sambil mencium kening Hera

“Hati-hati, terima kasih untuk yang semalam tuanku..” balas Hera tersenyum..

Aku tinggalkan dia.. Menuju ke bawah kulihat Nura sudah tampil cantik dengan pakaian dinasnya..


Nura

“Kau ingin kerja juga Nura.. ” tanyaku..

“Aku ingin mendampingi tuanku..” ucapnyaa

“Oke kalau begitu.. ayo kita berangkat dulu..” ucapku terburu-buru, aku harus bertemu dengan Quraina sekarang juga..

“Kak Tia kami berangkat” teriak Nura..

Tia pun muncul dengan rambut si kuncir.. Membuat terlihat cantik..

“Kalian tidak ingin sarapan dulu” ucapnya

“Kami terburu-buru..” ucapku tergesa-gesa menuju garasi

Tia pun mengikuti kami.. Aku mulai menstart mobil.. Nura langsung duduk di samping.. Kulihat Tia tersenyum pada ku.. Aku segera keluar lagi dari mobil.. Ku lumat bibirnya, dibalas olehnya..

“Jangan terlalu capek.. Ingat ini..” Bisikku sambil mengelus perut Tia

“Ya tuanku, cepat pulang aku akan memasakanmu, sesuatu yang spesial.. ” ucapnya

“Aku akan cepat.. Setelah menjalankan rencana A ku, aku akan kembali..” ucapku

Tia pun mengambil tanganku di benturkan ke kepalanya.. Ku balas dengan senyuman.. Dan melaju meninggalkannya dirumah..

Di perjalanan.. Nura mulai nakal menyentuh kontolku..

“Tuanku.. Aku ingin ini..” ucapnya manja..

“Nura jangan sekarang..”ucapku

“Tidak sebentar saja yaa tuan..” ucapnya memaksa..

“Okee.. Jangan sampai kena gigi ginsulmu ya..” ledekku

Dia tak menjawab langsung menarik retseliting ku dan mulai mengelus kontolku.. Membuat berlahan berdiri.. di kocoknya dengan ke dua tangannya..

“Akhhh.. Kau mulai ketagihan ya Nura..” desahku di balik kemudi mobilku

Berselang, kemudian dia mengunakan mulutnya menjilat dan mengulum kontolku.. Untung saja kaca film ku cukup gelap.. Sehingga tak perlu khawatir terlihat dari luar..

“Awas nanti celana kerjamu basah.. Ucapku yang merasakan kenikmatan di servis seperti ini..

“Aku pake pembalut tuanku..” ucap centil Nura..

Aku mulai melihat sisi lain dari Nura.. Hari ini dia lebih ceria dari biasanya.. Matanya yang menunjukkan ketakutan pun mulai menghilang..

Mobilku berhenti karena didepan sedang ada perintah dari beberapa polisi untuk berhenti..

“Sayang sudah hentikan dulu..”ucapku pada Nura

“Ya tuan..” balasnya sambil mengambil beberapa tisu.. Membersihkan mulutnya dan kontolku yan basah akibat lumatannya.. Aku buka kaca mobilku..

“Pak ini ada apaa ya..” ucapku bertanya dengan salah satu polisi

“Udah tunggu saja.. Orang besar mau lewat “ucapnya

“Tapi saya terburu-buru pak..”ucapku

“Kamu mau saya tilang..” ucapnya angkuh..

Kututup kembali kaca mobilku.. Kulihat rombong dari goldrich Company..

“Jadi ini yang memakai jalan” makiku..

“Sabar tuan ku..” ucap Nura disampingku

Beberapa saat kemudian lalu lintas di buka kembali.. Kupacu mobil cepat.. Handphone kembali berbunyi.. Aku angkat telpon itu..

“Ya bu .. Aku sedang ada di perjalanan ke kantor
..” ucapku

“Baiklahku tunggu secepatnya ya..” ucap bu Quraina di ujung telpon..

Telpon pun kembali terputus.. Tiba di kantor.. Aku langsung pergi menuju ke ruangan bu Quraina..

“Nura aku duluan ya..”ucapku

“Ya tuan.. eh bukan bos..” ucapnya mulai kaku memanggilku bos..

Kami pun berciuman sebentar.. Lidah kami saling begelut di dalam mobil.. Kuremas payudaranya .. Membuat Nura terkejut..

“Iiih tuan, aku kagett..”ucapnya

“Memangnya kamu saja yang boleh memberi kejutan..” ucapku segera meninggalkan dia yang masih sibuk memperbaiki lipstiknya..

Aku tiba di depan ruangan bu Quraina..

[table id=iklanlapak /]


Quraina

“Tok-tok..” ku ketuk pintunya

“Silahkan masuk..” ucap bu Quraina..

Kami saling bersalaman..

“Oke kita langsung to the point aja.. Gimana proposal saya..”ucapnyaa

“Begini ibu, aku baru di panggil oleh Bupati kemarin.. Ternyata Goldrich Company sudah satu langkah diatas kita..” ucapku

“Dia melobby langsung pimpinan daerah” ucap Quraina terkejut

“Dia memberikan anaknya sebagai tumbal untuk memenangkan tender besar ini..” ucapku

“Jadi tak ada kemungkinan kita bisa menang dalam tender ini dong..” ucap Quraina pasrah

“Memang dia pasti menang.. Tapi aku punya ide..” ucapku

“Ide apa itu..” lanjut Quraina

“Kita sudah tahu backup dari Goldrich Company adalah pimpinan, jadi tak mungkin kita menang sebaik apapun proposal kita.. Jadi aku ingin buat standar di proposal kita itu seminimum mungkin di ambang kerugiaan..” jelasku

“Apa itu tak berbahaya, bagaimana jika dengan cara ini kita yang memenangkan tender kita akan mengalami kerugiaan..” balas bu Quraina

“Memang seperti itu lah rencananya..” ucapku

“Maksudmu..” ucap bu Quraina belum mengerti

“Bapak tua itu.. Punya nafsu yang besar dia tak pernah ingin kalah oleh siapapun.. Melihat proposal kita yang berani mengambil untung sangat minim.. Akan membuatnya membuat proposal kerja di bawah proposal kita untuk menang kan tender besar ini.. Meskipun dia tahu tak akan mendapatkan keuntungan apapun dari tender ini malah akan berujung sebuah kerugian..” jelasku

“Maksudmu kita menjebak mereka.. lalu saat mereka menang.. Mereka akan rugi besar.. Dan menyerah karena kerugian.. Dengan itu kita akan otomatis mendapatkan tender itu karena kita berada di posisi cadangan.. Begitu maksudmu..!!!!” tegas bu Quraina

“Ya seperti itu maksudku.. Apalagi cuaca kedepan cukup ekstrim.. Ini akan membuat makin besar dana yang keluar dalam pelaksanaan tender pembuatan pelabuhan..” ucapku meyakinkannya

“Seandainya ini berjalan seperti rencana kita.. Lalu perusahaan ku mengantikan Goldrich Company karena telah mengalami kerugian fatal.. Perusahanku juga akan mengalami kerugiaan yang sama..” ucap bu Quraina

“Aku akan memberikan modalku untuk keuntungan dan kerjasama kita..” ucapku menyerahkan cek Rekening..

“Apa kau benar-benar ingin memberikan uang sebanyak ini..” ucap bu Quraina

“Tentu.. Ini untuk kerjasama kita..” balasku

“Baiklahku terima ini.. Tapi apa keuntungan yang kau dapatkan..” ucap bu Quraina lagi

“Tentu aku mendapatkan kolega yang berharga seperti anda itu sudah cukup buatku” ucapku

Membuat bu Quraina tersenyum padaku.. Wanita yang biasa sensitif kepada ku kali ini bersikap baik.. Dia pindah duduk nya di dekatku.. Dan menyentuh pahaku..mulai mengelusnya..

“Ibu aku permisi dulu ya.. “ucapku

Dia memegang ku ..

“Aku penasaran kenapa bagian bawahmu itu basah” tanyanya..

“Aku abis buang air kecil terburu-buru bu..” ucapku berbohong.. Mana mungkin aku bilang ini ulah Nura..

“Pasti diameter besar dan panjang yang luar biasa..” ucap Quraina menganalisa senjataku..

Aku hanya kaget mendengar ucapan seorang wanita terhormat.. Mungkin dia hanya ingin meledekku.. Aku putuskan untuk pergi saja..

“Lain kali aku ingin merasakan senjatamu..” ucap Quraina.. sambil melambaikan tangan

Dia juga mengedipkan matanya.. Aku balas dengan senyumanku.. Karena terlalu asik dengan pikiran terhadap bu Quraina aku tak menyangka ada orang yang menuju ke diriku.. Kamipun saling bertabrakan..

“Maaf mass.. Saya kurang fokus..” ucap wanita itu lembut..

“Saya juga minta maaf.. Saya bengong tadi..” ucapku

“Saya Almira..” ucapnya menjulurkan tangan


Almira

“saya Alex..” ucapku

“Mba ada keperluan apa kemari ya?? Tanyaku

“Aku mencari adekku, di bekerja pada bu de’ ku.. Tapi beberapa hari ini handphone tak aktif dan menghilang..”jelasnya

“Ooh.. Bu de’ sapa yaa..” tanya ku lagi

“Quraina namanya dia kak dari ibuku..” ucapnya

“Adekmu namanya sapa..” ucapku

“Hera.. Dia staf protokol..” ucap Almira

“Oohh dia adekmu.., memang dia tak terlihat beberapa hari ini.. Sudah kau cari ke kosannya..” ucapku, jantung berdenyutt.. Jadi dia adalah kaknya hera wanita yang ku culik dan ku jadikan budak.. Aku agak gugup.. Tapi coba ku kontrol semuanya..

“Agakku sudah ke kosannya , tapi kata temannya dia belum pulang kesana..”ucap almira khawatir..

“Kalau begitu silahkan saja.. Bu Quraina ada dalam..” ucapku

“Terima kasih, maaf yang tadi..” ucapnya

Aku pun langsung bergegas ke ruangan ku.. hari ini keadaan kantor cukup ramai sekali.. Hanya hadi dan kak Yulina yang absen tak masuk.. Nura tersenyum padaku kubalas senyuman.. Aku menyapa semua staf dan kasubbagku sebelum menuju ruangan pribadiku.. Untuk mengerjakan proposalku.. Aku harus menjalankan rencana A ku.. Sebelum datangannya semua saudaraku aku harus bisa mengalihkan perhatian goldrich Company ke perusahan Quraina.. Berkat rencana awal ini pun membuat Goldrich Company akan kehilangan banyak dana ..

Saat sedang asik bergelut dengan komputerku.. Pintu ruangan ku di ketuk..

“Masuk ada apa..”ucapku

Ternyata Rafina salah satu kasubbag ku..

[table id=Lgcash88 /]


Rafina

“Pak ini.. Aku ingin menyampaikan data yang di buat hadi semuanya salah..”ucapnya marah..

“Hadi semenjak bermain sperma otak nya jadi bodo..” ucapku dalam hati

“Jadi datanya salah..”ucapku

“Iya sedangkan dia saya hubungin tidak aktif-aktif pak.. Saya kesal kerja nya.. Apa dia kita pecat saja pak..”ucap Rafina frontal

“Kita tak bisa main pecat begitu saja..” ucapku menenangkan Rafina

“Apa bos takut dengan nya” ucap Rafina yang membuatku seketika kesal denganya

“Harus kau perbaiki saja data kalau memang salah.. Kenapa harus marah-marah..”ucapku sedikit bernada tinggi

“Ya pak tapi data mentah kan ada pada Hadi..”ucapnya Rafina melemah

“Nanti aku yang menelponnya..” Ucapku

“Sama satu lagi pak.. 2 hari yang lalu sebelum ibunda Nura meninggal.. Charger apple ku ketinggalan di kantor.. Waktu itu ku langsung ke kantor pak.. Memang saat penilaian desa waktu itu aku pulang langsung dengan suamiku tidak bareng hadi dan yang lain..” jelasnya Rafina

“Kau sendiri ke kantor.. Lalu..”ucap ku

“Ya pak aku sendiri, aku melihat mobil bapak masih terparkir di halaman kantor jadi aku lega.. Aku langsung naik aku mendengar suara erangan wanita.. Saat itu dari ruangan bapak.. Aku penasaran jadi aku mengintipnya.. Aku melihat kak Yulina terikat dan di perkosa oleh hadi di ruangan ini.. Aku bahkan merekamnya..ini rekamannya..” ucap Rafina

“Bodohnya hadi.., sudah ku bilang jangan melakukan hal bodoh seperti ini ” di batinku

“Sapa saja yang tahu masalah ini..”ucapku

“Aku masih merahasiakannya pak.. Kita harus mengeluarkan hadi secepatnya dan melaporkan ini semua ke polisi pak..”ujar Rafina tegas..

“Baiklah video ini cukup kita berdua yang tahu “ucapku di balas sebuah anggukan..

“Kalau begitu aku permisi pak..”ucapnya

“Ya terima kasih informasinya..” ucapku

Ku aktifkan hidden kamera di ruanganku benar saja aku melihat pemaksaan hadi di rekaman ini.. Aku juga bisa melihat Rafina merekam sambil mengusap-usap vaginanya yang terlihat basah..

Apa yang harus ku lakukan dengan kejadian hadi ???

Halaman Utama : Misi Penghancuran

BERSAMBUNG – Misi Penghancuran Part 19 | Misi Penghancuran Part 19 – BERSAMBUNG

Sebelumnya ( Part 18 ) | ( Part 20 ) Selanjutnya