. Misi Penghancuran Part 18 | Kisah Malam

Misi Penghancuran Part 18

0
318

Part 18 – Wanita Pedamping..


Nura

Matahari masih bersinar dengan gagahnya.. Seakan ingin menunjukkan kehebatnya.. Cuaca panas menyengat.. Ku tunggu langkah gontai wanita dengan banyak bawa mendekati tempat istirahat di bawah pohon cokelat yang cukup rindang..

”kau bener-benar akan pindah ya..” ucapku pada Nura..

Dia balas sebuah senyuman manis nya.. Aku segera membantunya mengangkat tas jinjingnya.. Tas ini cukup berat ternyata.. Ku buka bagasi mobil ku.. Ku masukan peralatan yang di bawa Nura.. Ku buka pintu samping mobil agar Nura bisa masuk.. Membuat wanita itu kembali tersenyum padaku..

“terima kasih telah menerima ku..” Ucapnya saat aku masuk di dalam kabin supir..

“Aah tidak apa-apa.. Tapi kau serius melakukan ini.. Dan kau siap menerima semua konsekuensi dari pilihan mu ini..” ucapku mempertegas

“Siap.. Aku akan melakukannya meskipun nanti ini lebih berat dari berada disini..” ucapnya penuh keyakinan..

“Hmmm.. ingat saat kau sudah dirumahku, kau tak akan bisa kembali lagi dari sana..” ucapku mengancam..

“Siap bos.. Apapun yang terjadi” ucapnya lagi

“Baiklah..” ucapku..

Aku Menjalankan mobil menuju suatu tempat.. Tapi aku tak langsung kerumah.. Ku arah mobil ke toserba.. Maklum dikota ini belum ada mall..

“Kenapa kita kesini bos..” ucap Nura kaget..

“Aku ingin membelikan beberapa baju buat budak baru ku..” ku bisikan di telinganya..

Kubuka pintu.. Nura masih bengong di dalam mobil..

“Nura.. Ayo keluar..” teriakku..

Segera membuyarkan lamunan nya.. Dia keluar dari mobil..

“Kau beli pakaian, atau apapun yang kau ingin kan…” ku berikan dia Atmku..

“Bos tak ikut aku keliling..” ucapnya

“Aku ada urusan sebentar.. Nanti ku susul oke..” ucapku

Nura masuk ke toserba itu sendiri.. Aku mulai menelpon hadi..

*Tuuuut.. Tuuuut.. Tuuut*

“Ya bos… Ada apaa..” ucap hadi

“Kau dimana sekarang..???” tanya ku

“Aku ada dirumah kak Yulina bos.. ” balas hadi tertawa ..

“Kau gilaa.. Cepat kembali.. Kak Yulina sudah memiliki suami..” ucapku

“Maaf ya bos.. Kak Yulina yang menyuruh ku dia tergila denganku hehehe..” ucap hadi

“Kau bisa merusak hubungan mereka..” lanjutku

“Mereka sudah menikah lebih dari 9 tahun.. Tapi mereka masih belum memiliki anak.. Itu lah yang merusak hubungan mereka bukan aku bos..” jelas hadi yang makin ngawur..

“Lalu apa rencana mu..” ucapku

“Aku akan merebut kak Yulina dari suaminya.. Dan Aku ingin kak Yulina cerai dengan suaminya..” Ucapnya

“Itu parah di.. Jangan lakukan itu..!!!” teriakku

“Aku sudah pernah bilang kan.. Aku sangat tertarik dengan wanita yang berumur matang..” ucap hadi

“Ya aku tahu itu.. Lalu hera bagaimana..???” tanyaku

“Hera hanya buruan yang salah.. Harus yang ku buru adalah si binal Quraina.. Bukan hera.. Awalnya aku penasaran memecahkan Perawan apa lebih nikmat dari wanita matang.. Ternyata tetap lebih nikmat wanita yang matang .. Jadi Hera untuk mu saja bosku..” jelas hadi panjang lebar..

“Jadi kau buang Hera .. Karena kak Yulina.. Luar biasa gila kau di.. Tapi terserah mu.. Dan satu lagi jangan macam-macam dulu sama Quraina.. Aku punya bisnis besar dengannya.. Kau buru saja bu siska yang binal itu.. Bukannya video suami sudah ku kirim padamu..” balasku

“Ooh ya.. Maksud video apa ya..” tanya hadi

“Kau memang bodoh ya.. Kau tau kepala polisi kita saat ini agak strongkan.. Setiap polisi yang pungli langsung dipecat.. Apalagi terbukti kan.. Jadi kau ancam saja bu siska dengan video itu..” jelaskku

“Brillian.. Bosku sudah menjadi pemburu budak nomor satu hahahaa..” ucap hadi girang..

“Otak mu hanya berisi sperma.. Lalu sampai kapan kau dirumah kak Yulina.. “ balasku lagii

“Izin ya bos.. Aku dan kak Yulina akan jalan-jalan menikmati waktu bersama.. Karena suami baru balik 2 minggu dari sekarang.. Jadi aku aman… Aku ingin membuat kak Yulina hamil.. Hehehe” ucap hadi..

“Jadi kau tak akan pulang..” ucapku..

“Hehee.. Ya.. Mau bagaimana lagi aku benar-benar ngebet sama kak Yulina ..” ucapnya

“Kasian Hera di..” ucapku..

“Sudah untukmu saja bos.. Kalau kau tak mau beri ke bos agung..” ucapnya lagi

“Ooh ya bos.. Kau punya rumah di daerah barat kan..” ucap hadi bertanya lagi..

“Ya ada.. Tapi rumah itu sudah tak ditunggu cukup lama pasti kotor.. Memang mau apa..” ucapku

“Ini planning ku.. Saat kak Yulina sudah resmi bercerai.. Aku ingin membawanya ke rumah itu.. Karena kalau di rumah bos.. Ada bos agung yang mengerikan.. Takut kak Yulina di perkosa oleh kalian kalau tinggal disana..” jelas hadi lagi sambil cekikikan..

“Siapa yang mau dengan wanita yang sudah hampir seperti ibu ku..” ucap ku ngejeknya..

“Kau tak tahu kharisma wanita matang sih bos.. Kalau sekali merasakan kau akan ketagihan..” ucapnya..

“Ini peringatan terakhirku.. Sebaiknya jangan lakukan rencana buruk mu itu ke kak Yulina.. ” tegurku kembali..

“Kali ini aku harus dapat kak Yulina, kemudian bu siska dan Quraina.. ” ucap hadi lalu memutuskan telponnya..

“Hallo diii.. Ya sudah di tutup sama dia.. ” ucapku kesal..

Aku teringat dengan Agung yang entah pergi kemana.. Ku telpon dia..

“Ya saudara ku ada apa..” ucapnya

“Kau dimana gung..” tanya ku

“Aku ada urusan penting.. Aku kembali ke ibukota sebentar.. Mungkin 2 mingguan aku akan kembali..” balasnyaa

“Kau gila gung.. Untuk apa lagi kau kesana.. ” ucapku

“Aku juga ingin seperti kalian..” balasnya

“Maksud seperti kami itu apa..??? ” tanyaku balik..

“Punya budak..” ucap agung singkatnya

“Haaaaa… Serius kau ingin mengambil budak juga” aku terkejut

“Dia seorang dokter cantik.. Ahli bedah.. Selain jadi budakku dia akan berguna dalam misi PENGHANCURAN kita..” ucapnya..

“Ayo lah gung pulang..” ucapku memelas..

“Kan ada Tia dan Hadi disana.. Aku hanya bentar saja kuk.. Adi juga sedang mengurusi sengketa lahan di pulau borneo.. Edi lagi melaksanakan tugas terakhirnya..” jelas agung

“Ya sudah selamat berjuang ya..” ucapku

“Ok brotherku..” Ucap Agung singkat..

Kuputuskan hubungan telponku.. Aku segera duduk di kursi kemudiku.. Ku benturkan kepala ku stir beberapa kali..

Bagaimanaa tidak aku bingung.. Dua orang bodoh itu main pergi saja dari rumahku.. Berarti aku hanya akan tinggal dengan para wanita.. Kenapa aku bilang para wanita karena mereka sekarang ada tiga orang..

Hari ini karir ku sebagai orang baik akan hancur dimata Tia ku.. Bagaimana tidak, tadi pagi aku malah bersetubuh dengan Hera.. Masalah itu belum selesai.. Sebentar lagi aku akan membawa Nura pulang.. Ini akan jadi konflik besar.. Membayangkannya saja sudah mengerikan.. Aku lebih baik bertarung dengan 50 orang laki-laki dari pada harus menghadapi masalah seperti ini..

Aku berpikir bagaimana agar Tia tidak marah saat aku membawa Nura kesana.. Otak benar-benar buntu hari ini.. Tak muncul ide apapun dari otakku..

“Aleex.. Tenang.. Tenang..” ucapku menenangkan hati yang berkecamuk.. Keringat nerfes mulai mengucur..

Aku harus bisa mengendalikan semuannya.. Anggap saja ini seperti sedang melakukan simulasi misiku..

Tak terasa lebih dari satu jam aku duduk di kursi kemudiku ini memikirkan apa yang akan terjadi.. Lamunanku dibuyar karena suara wanita yang ku kenal..

Kulihat seseorang wanita sedang di ganggu oleh beberapa orang di basement toserba menuju ke arah mobilku.. Aku langsung keluar dari mobil..

“Cewek.. Mau di bantuin sama abang tidak..” ucap salah satu pria penggangu itu

Nura tetap melaju dengan semua barang bawaannya yang cukup banyak.. Salah satu dari penggangu itu sedikit lebih nekat.. Dengan menarik tangan nura kuat hingga tubuhnya ikut berbalik ke arah penggangunya..

“Sombong kali wanita ini..” ucap pria yang memegang tangannya

“Maaf bang.. Aku buru-buru..” ucap nura singkat..

“Memang di tunggu sapa sih..” ucap pria itu lagi

“Ditunggu suamiku..” jawab Nura sambil mencoba melepaskan tangannya yang dicengkram keras..

Tapi sepertinya laki-laki itu tak ada niat ingin melepas tangannya dari Nura.. Teman-teman pria penggangu mulai berdatangan.. Mereka berjumlah 5 orang..

“Sudah, suaminya biar tunggu dulu.. Kita senang-senang aja bentar..” ucap pria bertubuh tinggi

“Cantik juga ini cewek.. ” ucap pria berkulit hitam mendekat..

Nura makin ketakutan ketika mereka mulai mengepungnya dari segala arah..

“Maaf bang.. Bisa minggir sebentar..” ucapku sambil menarik Nura mendekatiku..

“Jadi ini toh suaminya..” teriak pria yang daritadi hanya duduk dan menggunakan kacamatan hitam..

Ternyata pria yang duduk itu adalah salah satu dari 4 orang kepercayaan dari goldrich Company.. Dia bernama Horizon.. Pria ini mengendalikan perusahaan konstruktor dan pertambangan milik goldrich Company. Pria yang melakukan banyak penculikan hingga pembunuhan musuh-musuh dari goldrich Company..

“Hmmm.. Petinggi Goldrich Company ada disini..” sapaku..

“Anak singa yang kehilangan induknya.. Pemilik dari As Company musuh utama kami..” ucap Horizon santai mendekati kami

Emosiku meningkat.. Setelah hinaannya padaku.. Ingin aku membunuhnya sekarang, tapi ini area umum.. Terlalu terbuka untuk membunuhnya langsung disini..

“Aku bukan anak singa.. Aku terlahir sebagai beruang.. Dan beruang tak butuh teman untuk membunuh..” ucapku membalasnya..

“Hahaa… Berani juga kau anak ingusan.. Kau menantangku..” ucap harizon

“Apa kau tak takut mati dengan anak ingusan ini..” ucap ku menantangnya..

“Bangsat kau.. ” teriaknya mencoba meninju wajahku.. Tapi terhenti, ketika suara wanita menghentikan laju tinjunya..

“Hentikan Horizon..” ucapnya

“Maaf kan saya nyonya..” ucap Horizon pada wanita itu..

“Jadi wanita ini.. Yang membuatmu membuangku.. Aku makin muak denganmu” ucap Meliliana… Melangkah pergi memasukin mobilnya, diikuti dengan horizon dan anak buahnya..

“Lain kali kau tak akan seberuntung hari ini” teriak Horizon

Kulihat Nura mengengam tanganku erat dan berdiri mendekat di punggungku.. Aku tahu dia pasti ketakutan sekali..

“Mereka sudah pergi..” bisikku

Kulihat Nura tetap memeluk erat tanganku.. Ku ambil barang belanja Nura..

“Sekarang kita pulang..” ucapku

“Ya bos.. Siapa mereka???” tanya Nura gugup..

Sambil mengikuti ke mobil..

“Sudah jangan di pikirkan..” ucapku

Aku mengendarai mobil menuju rumahku dengan kecepatan sedang..

Di perjalan kami merasakan mobil ku diikuti oleh mobil di belakang kami…

“Bos mobil merah di belakang terus mengikuti kita dari parkiran toserba..” ucap nura terus memperhatikan belakang..

“Aku tahu.. Seperti hari ini, aku akan bersenang-senang..” ucapku ke Nura..

Kuarahkan mobilku.. Menjauh dari keramaian.. Saat memasuki perkebunan yang cukup sepi.. Mobil di belakang kami menyalip dan menghadang laju kami.. Ku rem mobil..

“Nura apapun yang terjadi.. Jangan keluar dari mobil” ucapku…

Dijawab sebuah anggukan dari Nura.. Dari mobil merah itu keluar tiga orang yang pernah kulihat… Meraka adalah tiga dari lima orang yang menggangu Nura saat di basement.. Mereka bertiga berwajah menyeramkan..

“Bos kita pergi dari sini saja..” ucap Nura

Aku tak memperdulikan ucapan dari nura dan membuka pintu mobil.. ku dekati ketiga orang menyeramkan itu..

“Punya nyali juga ini orang..” ucap pria bertubuh tinggi

“Aku sudah membiarkan kalian pergi..” ucapku

“Hahaa.. Dia biarkan kita pergi..” ucap si tubuh hitam

“Kami ingin merasakan tubuh istrimu..” ucap pria ketiga yang menepuk lenganku…

“Sebaiknya kau serahkan istrimu baik-baik.. Kami akan mengampunimu..” bisiknya menghinaku… Dan pergi melewati aku menuju lokasi Nura….

Ku tarik baju pria ketiga untuk menghentikan laju langkahnya…

“Kalian benar-benar ingin mati…” ucapku

Diikuti ketawa mereka bertiga..

“Luar biasa.. Mulut orang kaya memang semaunya ngomong..” ucap pria ketiga..

“Udah hajar aja jo.. Setelah itu kita hajar wanitanya” ucap pria tinggi di sampingnya..

“Kasih waktu gw 2 menit untuk merubuhkan pria manja ini..” ucap jo angkuh..

Jo menyerangku dengan kedua tangan berotot.. Dengan mudah aku menghindarinya.. Aku pun terus menghindar dari semua serangannya..

“Pengecut apa kau hanya bisa menghindar” ucapnya mulai kesal di ikuti ketawa oleh dua temannya melihat kesulitan menjatuhkan ku

“Waktu dua menit mu habis.. Sekarang giliran 2 menit ku..” ucapku..

Aku meninju tangan kiri pada ulu hatinya.. Hingga tubuh jo terangkat dan mulut mengeluarkan banyak darah segar.. Dia pun mulai kelimpungan.. Tinju kanan ku tepat mengenai pelipis kirinya.. Dan membuat jo terdorong .. Kulanjutkan dengan tendang keras ke perutnya.. Membuatnya langsung jatuh tak bergerak..

Sontak membuat kedua temannya kaget melihat jo sudah terkapar tak bergerak.. Dengan darah mengalir dari mulut dan hidungnya..

“Moodku benar-benar buruk hari ini.. Apa kalian berdua bisa membuatku sedikit senang” ucapku mendekati mereka berdua yang tersisa..

“Kita serang dia bersama..” ucap pria tinggi

“Baiklah bersiap untuk mati..” teriak pria hitam ..

Mereka berdua mulai menyerang dari dua sisi kiri dan kananku.. Mereka menendang kakinya kearahku.. Ku tangkap kedua kaki mereka dengan tanganku.. Ku ayunkan kaki kanan ku menendang tumpuan kaki kiri si tinggi hingga terdengar..

*Traak… Diikuti jeritan si tinggi

“Aakkhhhh.. Kaki ku..” membuatnya rubuh dan berguling memegangi kaki kirinya..

Pria hitam itu pun mengayunkan kaki kirinya untuk menendangku.. Aku menangkap kedua kakinya dan melemparnya ke kap mobil Yaris mereka.. Membuat kaca depan pecah akibat tabrakan tubuh pria hitam..

Aku pergi ke mobil mereka membuka kap mobilnya.. Kutarik si hitam yang merasa sakit di tulang punggungnya lalu ku buka kap mobil kecil tersebut.. Ku angkat tubuh laki- laki hitam itu masuk ke dalam tempat mesin.. Lalu ku ayunkan kap untuk menabrak tubuhnya yang terhimpit antara mesin dan kap mobil..

*Braak.. Braaaak.. Braaak..

Kubenturkan kap beberapa kali ketubuhnya.. Membuat kepala si hitam mengeluarkan darah.. Aku belum puas.. Kali ini ku tarik kembali tubuh si hitam yang tak berdaya ku benturkan kepalanya di kaca pintu bagian depan hingga kaca mobil pun hancur.. Ku benturkan beberapa kali.. Darah segar mengalir menutupi wajahnya.. Ku lepaskan tubuh tak berdaya itu.. Membuatnya jatuh seperti batang pisang yang rubuh..

“Bruuukk..” bentur tubuh mengantam tanah..

Sekarang ku dekati pria tinggi itu yang terus meringis kesakitan di kaki kirinya yang patah.. Kutarik kerah baju.. Ku dorong hingga membentur pohon..

“Saya menyerah.. Jangan bunuh saya..” ucap nya menahan sakit..

“Sekarang pergilah dari sini.. Katakan pada tuanmu.. Untuk bersiap-siap menerima ajalnya..” teriakku

Ku tendang kembali kaki patahnya.. Membuat dia menjerit kembali.. Ku tarik dan kumasukan dia ke dalam kemudi mobilnya.. Ku tarik dan ku lempar kedua temannya yang tak sadarkan diri dan terluka parah ke jok belakang

“Pergilah dari sini..” teriakku

Mobil itu pergi.. Untung mobil itu matic jadi dia tak perlu menggunakan kedua kakinya.. Mobil merah itupun menjauh..

“Bos tak apa..” ucap wanita yang menangis..

“Nura.. Kalau kau ingin menjadi pendampingku kau Harus kuat, jangan takut dan bisa menahan rasa sakit apapun.. Jika tidak kau tak akan pantas disampingku..” Ucapku kepada Nura ..

Nura hanya terdiam… Saat aku melaluinya berjalan ke mobil fortunerku..

Tubuh Nura mengigil.. Ketika melihat mataku, dan merasakan aura jahatku..

“Kenapa tanganku tak berhenti bergetar..” ucap Nura di dalam hati.. Dia benar-benar merasa ketakutan orang yang di anggap baik.. Bahkan dia mengira bosnya yang baik itu mampu membunuh orang.. Wajah lemah lembut bosnya pun berubah menjadi wajah yang menyeramkan.. Cukup lama Nura berdiri mematung di posisinya..

“Nura, ayo kita pulang” teriakku

“Ya Bos..” teriak Nura yang mengengam tangan yang terus bergetar..

Beberapa kali di mencuri pandang kepada ku..

“Kenapa Nura…” ucapku

“Tidak bos.. Kau hebat..” ucap Nura berusaha setenang mungkin menghadapiku..

“Hehee.. Maaf ya membuatmu takut.. Selama ada aku.. Kau akan ku lindungi..” ucapku mengusap kepala berjilbabnya..

“Maaf kan aku bos.. Aku percaya.. Kau akan melindungiku..” balas Nura yang kembali merasa aura bosnya yang seperti biasa…

“Berapa banyak pakaian dan peralatan yang kau beli..” ucapku untuk mencairkan suasana yang tegang diantara kami..

“Cukup banyak bos.. Maaf aku menghabiskan banyak uang mu.. Aku sedikit khilaf tadi..” ucapnya.. Sambil menyerahkan bukti pembayarannya dan ATMku ..

“Hanya 2 juta saja..” ucapku

“Maaf kan aku..” ucap Nura mengiba..

“Haha… Itu terlalu sedikit Nura..” ucapku sambil tertawa..

Akhir kami tiba dirumahku.. Aku masukan mobil langsung ke garasi.. Aku mengeluarkan semua perkakas Nura dari dalam mobil…

[table id=Ads4D /]

#Disuatu tempat

Mobil merah melaju cepat dengan kondisi banyak kerusakan.. Melaju masuk ke lokasi pertambangan.. Dan masuk ke perkarangan perkantoran..

Pria itu dengan pincang menuju kantor itu..

“Boss.. Boss..” teriaknya..

“Apa yang terjadi pada kakimu..” ucap Horizon..

“Kami baru bertarung dengan anak yang kita temui di toserba tadi..” ucap pria tinggi menjelaskan dengan terbata-bata…

“Lalu dimana jo..” ucap Horizon

“Di dalam mobil bos..” ucap pria tinggi

Horizon berlari ke arah mobil merah itu.. Terlihat dua orang tertumpuk di jok belakang.. Dan salah satunya jo.. Orang kepercayanya dan juga paling diandalkan oleh Horizon..

“Jo kenapa kau seperti ini..” melihat tubuh jo sudah penuh darah..

“Benjamin..” teriak Horizon

Muncul pria baya.. Membawa stetoskop di lehernya.. Dan memeriksa jo.. Lalu dia mengelengkan kepala… Menandakan kedua orang itu sudah tewas.. Mereka terlalu banyak mengeluarkan darah..

“Kenapa kalian bisa kalah dengan anak manja itu..” teriak Horizon..

“Dia pria yang mengerikan bos..” ucap pria tinggi

“Kalian bertiga adalah tangan kananku..” maki harizon kepada pria tinggi..

Pria tinggi tak bisa mengatakan apapun..

*Doorr.. Suara tembakan memecahkan suasana tegang..

“Pria tak berguna..” teriak Horizon..

Yang baru menembak kepala salah satu anak buah andalan nya..

“Kalian bawa 3 mayat ini.. Dan kuburkan..” perintah Horizon..

“Mana mungkin anak manja itu melakukan semua ini.. Aku akan membalaskan dendammu jo..” ucap Horizon marah sambil meninju tenda

[table id=AdsKaisar /]


Tia

Hera

Nura

#Kembali ke kediamanku

Ku buka pintu rumahku.. Suasana hening .. Dimana wanita dirumah ini pikirku… Tapi ku dengar cekikikan dari arah kolam.. Ku letakkan semua perkakas Nura.. Dan menyuruh Nura untuk duduk dulu.. Lalu aku pergi ke arah kolam

Ternyata mereka berdua sedang asik mengobrol..

“Tia, Hera.. Aku akan mengenalkan kalian ke penghuni baru rumah ini..” ucapku

Dan dibalas sorot tajam kedua wanita ini.. Ku dekati mereka.. Aku jelaskan perihal kedatangan Nura kerumah ini.. Tia langsung menerima kedatangan Nura.. Tapi tidak untuk Hera yang menunjukkan wajah yang tidak menyukai Nura..

“Ayo kalian berdua akan kukenalkan kepada nya..” ucapku yang mulai gugup dengan suasana aneh ini.. Seperti sedang mengenalkan istri ketiga kepada istri pertama dan kedua.. hehehe

Melihatku mendekat.. Nurapun bangun dari tempat duduknya.. Melihat ku membawa dua Wanita cantik di belakangku.. Membuat Nura bingung dan bertanya-tanya siapa kedua wanita ini..

“Hai Nura.. Namaku Hestia.. Kau bisa panggil aku dengan Tia..” ucapnya tersenyum lembut pada Nura sambil meraih tangan Nura..

“Saya Nuralia..” ucap Nura membalas senyuman Tia

“Aku Hera..” ucap ketus hera..

“Saya Nuralia..” Ucap nura kembali mencoba tersenyum

“Tia kau bisa antar Nura ke kamarnya..” ucapku

“Tentu tuanku..” ucap Tia

Aku memang bisa mengandalkan Tia untuk ini..

“Istri pertama memang luar biasa..” Ucapku dalam hati..

Tia pun mengantarkan Nura ke kamar yang telah kami tentukan.. Yaitu tepat di bawah tangga .. Yang diapit oleh kamar hadi dan agung..

Hera tetap berdiri di posisi .. tak ikut Tia mengantarkan Nura..

“Hera aku ingin bicara denganmu ” ucapku..

“Baik tuan..” ucapnya..

“Tapi sebelum itu.. Aku akan mengantar perkakas Nura dulu..” ucapku.. Dan berlalu meninggalkan Hera..

Aku letakkan semua perkakas Nura di kamarnya.. Kulihat kedua wanita ini mulai mengobrol.. Tia memang mampu diandalkan.. Aku makin menyukai Tia.. Apalagi hari ini dia mengunakan pakaian tipis.. Membuat samar-samar payudara bisa ku terawang.. Membuatku bernafsu ingin segera menyentuhnya..

“Kalian ngobrol apa..” ucapku mengagetkan mereka berdua..

“Urusan Wanita” ucap Tia..

“Okee.. Tia bantulah Nura menyusun perkakasnya ya..” ucap ku

“Ya aku tahu..” balasnya..

Ku tinggalkan mereka berdua.. Menuju wanita cantik dan tinggi yang menantiku diruang tamu..

Kuraih tangan yang halus.. Hari ini Hera memakai pakaian ketat.. Dan terdapat belahan di kedua pundaknya membuat nya makin terlihat seksi.. Apalagi kemampuan make up yang membuat dia terlihat sempurna..

Kubawa dia ke kamar ibuku.. Lalu ku kunci pintunya dari dalam.. Ku peluk erat tubuh Hera..

Ku bisikan kata maafku di telinganya.. Harus nya kata ini ku ucapkan saat Hera baru pertama datang kemari..

Hera membalas pelukanku,

“Tuanku aku merindukanmu..” ucap Hera lembut..

“Kau tak usah memaksa memanggilku tuan.. Cukup kak saja seperti waktu itu..” ucapku

“Sekarang status berbeda.. Aku hanya budakmu..” ucap hera

“Maafkan aku.. Harusnya aku menghentikan hadi.. Harusnya juga bukan kau yang berada disini” ucapku..

“Tidak perlu minta maaf.. Aku bahagia saat ini aku bisa bersamamu..” ucap Hera memegang kedua tangannya ke pipi ku..

“Sudah lama aku menyukaimu.. tapi ada penghalang yang selalu memisahkan kita..” lanjut Hera..

“Penghalang apa..??? Tanyaku

“Kesibukan kan mu.. Jadi aku hanya bisa melihatmu dari jauh..” ucapnya

“Waktu aku bersama mu di mall beberapa tahun lalu.. Itu bukan settingan, aku memang sudah tahu kau memperhatikan ku sejak lama.. Tapi setelah kejadian kita bersama itu, kau sering dihina oleh temanmu sebagai pelacur ku.. Itu sebabnya aku menghindarimu .. Aku bukan orang yang baik.. Dan kau orang yang baik aku tidak bisa merusakmu..” ucapku..

“Kukira kau hanya mempermainkanku saja.. Aku benar-benar mencintaimu tuan Alex” ucapnya dan mencium bibirku…

“Kau nakal ya, menyerangku tanpa aba-aba..” ucapku

“Tuan kau punya janji padaku.. Dan hari ini aku ingin memintanya..” ucap hera merebahkan kepalanya kedada ku dan kedua tangannya memelukku kembali..

“Janji..” ucapku

“Ya janji saat kita di mall waktu itu..” tegasnya

“Hehe.. Aku agak lupa..” jawabku

Di memanyunkan mulutnya kesal..

“Kau janji mengajak menonton film..” ucapnya

“Jadi itu.. Apa kau sudah menonton film pertamanya..” ucapku

“Tentu.. Aku mulai menyukai genre superhero karena mu..” ucapnya

“Itu namanya terpaksa.. nanti malam, saja aku akan mengajakmu nonton..” ucapku

“Seriuss… ” balasnya

“Ya.. Tapi bukan di bioskop.. dirumah ini ada bioskop mini..” ucapku

“Benarkah.. terima kasih..” ucapnya

“Tapi bagaimana jika tuan mu hadi tiba..” ucapku sedikit mempermainkan nya

“Hmmm tuan merusak kemesraann kita karena monster itu..” ucap hera kesal

“Tapi benarkan Tuan mu adalah Hadi bukan aku.. Jadi kau harus menurutinya..” balasku

“Kenapa hanya Tia saja yang berada di bawahmu, itu tidak adil..” ucapnya

“Justru adil pembagian kami..” ucap ku mempermainkan.. Dia mulai melepaskan pelukannya.. Menatap tajam kearahku..

“Apa tidak bisa kak Tia saja yang menjadi budak Hadi.. Kenapa harus aku..” ucap hera manja..

“Menurutku Tia sempurna..” ejekku.. Makin membuat Hera kesal..

Dia pun segera pergi meninggalkan ku dengan rasa kesalnya.. Ku peluk Hera dari belakang…

“Hadi baru menyerahkanmu padaku.. Bukan berarti kau bisa mudah menjadi pendampingku, Tapi kau harus bersaing dengan Tia dan Nura.. ” bisikku..

“Benarkah.. Mereka berdua bukan sainganku..” ucap Hera percaya diri..

“Aku hanya akan memilih satu pendampingku..” ucapku memanaskan suasana..

“Aku akan jadi istri yang baik mulai hari ini..” ucap hera pergi entah kemana..

Setelah kepergian Hera aku baru sadar.. Aku baru melakukan kesalahan yang amat fatal.. Aku baru saja menaburkan air jeruk ke dalam luka.. Aku hanya sendiri disini.. Dan mereka bertiga.. akan lebih dari seminggu aku bersama mereka di rumah ini pasti akan merepotkan..

Aku tak pernah melakukan hubungan lebih dari satu lawan satu.

Ku kunci kamar ini.. Ku raih handphone smartphoneku.. Aku cupu dalam berhubungan atau memuaskan pasangan.. Jadi aku mencari refernsinya lewat search di mbah google… Sebelum ini aku hanya maniak game dan kerja.. Jadi ini baru ku lakukan setelah Tia tiba disini.. Jadi pengalaman ku belum sehebat hadi..

Aku jadi seperti orang gila.. Aku mulai berpikir dan menganalisa ketiga wanita yang ada dirumahku..

Tia memiliki kemampuannya memasak yang super enak.. Mengurus keluarga, menyiapkan peralatanku kerja.. Segala urusan rumah akan segera di selesaikan tanpa ada keluhan.. Kekurangannya adalah dia malas memperhatikan penampilan.

Selanjutnya Hera.. Wanita yang sempurna bagi visual laki- laki.. Tinggi, cantik, putih body yang membuat langsung ereksi setiap berdekatan dengannya.. Hehe, belum lagi kemampuan bela diri yang dimiliki nya.. dan yang pasti adalah kemampuan berdandannya.. Membuatku di manjakan penampilan luar biasanya setiap hari.. Dan kelemahannya.. Dia memiliki kemampuan memasak terburuk.. Rasa sayur seperti rasa air radiator mobil.. Hambar atau kadang keasinan.. Bangun siang dan sedikit pemalas.. Aku tahu semua itu dari teman kosannya waktu kami hampir dekat waktu dulu..

Lalu wanita ketiga.. Nura aku belum mengenalnya secara keseluruhan.. Yang jelas dia pendiam, lembut dan pekerja keras.. Hidup hanya berdua ibunya yang sakit-sakitan.. Membuat dia memiliki hampir seluruh kemampuan Tia.. Kemampuan dandan tak terlalu spesial, kelemahannya adalah masa lalunya yang suram..

Kata buku yang ku baca entah judulnya apa.. Manusia hanya boleh memiliki 4 wanita disamping nya untuk menjadi sempurna dalam hidupnya.. Aku telah memiliki ketiga wanita itu

Pertama Tia yang mampu mengurus rumahku, kedua Hera yang mampu membuat bernafsu dengan penampilan nya, dan ketiga Nura dia akan menjadi visualku.. Yang akan mendampingiku kemana pun.. Karena satu dan dua statusnya ku culik jadi tak akan bisa diajak kemana mana hehehe..

Seminggu kedepan aku akan sedikit melupakan misi ku.. Aku ingin bersenang-senang dengan ketiga wanita ku..

Saat ku buka pintu kamar ini.. Aku akan menjadi sesorang yang memiliki 3 Istri sekaligus.. Ku kuatkan semuanya … Aku mulai permainan seru ini…

Halaman Utama : Misi Penghancuran

BERSAMBUNG – Misi Penghancuran Part 18 | Misi Penghancuran Part 18 – BERSAMBUNG

Sebelumnya ( Part 17 ) | ( Part 19 ) Selanjutnya