. Misi Penghancuran Part 15 | Kisah Malam

Misi Penghancuran Part 15

0
355

Part 15 – Terkuatnya Sedikit Rahasia


Nuralia

Ku dekati wanita yang terduduk lesu menyenderkan tubuh nya ke dinding bercat putih.. Mata masih menyorotkan kesedihan.. Apa yang bisa kulakukan.. Meskipun aku pemilik saham 70% dari rumah sakit ini pun, aku tak bisa berbuat apa-apa.

Ini bersifat medis.. uang tak akan mampu menolong dalam hal seperti ini.. Jika bisa mungkin aku akan menyerahkan seluruh harta ku kepada siapapun agar kedua orang tua ku kembali.

Uang tidak bisa membeli sesuatu yang kebahagiaan yang sempurna hanya mampu membeli kebahagian fiktif tak berguna.

“Nura kita makan dulu” ucapku

Dia hanya mengelengkan kepalanya.

“kalau kau juga sakit, tak ada yang mengurus ibu mu” ucapku membujuknya

“apa kata dokter bos” balasnya

“mereka sedang menanti perkembangan ibu mu. Kalau ibu membaik mereka akan langsung melakukan operasi nya” ucapku coba menenangkannya

“bos tidak pulang… Aku bisa menjaga ibu disini sendiri” ucapnya..

“bos macam apa aku meninggalkan anak buah yang kesusahan” ucapku tersenyum untuk mencairkan suasana tegang

Akhir Nura mau ku ajak makan. Setelah makan untuk mengisi perut kami kembali keruangan tempat ibu nura. Kali ini kami diizinkan masuk… Nura langsung duduk di samping ibunya. Ke sadaran ibu pun masih terjaga meskipun di bantu alat pernafasan dan perekam jantung.

Aku coba menjauh dari mereka kulihat handphone ternyata drop. Pantes saja tidak ada yang menelpon. Pergi keluar menuju ruang jaga perawat. Untuk meminjam charger untuk mengecas handphone ku. Kulihat jam sudah pukul 20.00. Aku masih mengunakan seragam dinasku… Kembali keruangan tempat Nura dan ibunya.

Kulihat Nura sedang mengaji di samping ibunya, jadi aku tak ingin menganggunya. Jadi kurebahkan tubuh di sofa tunggu… Wajar saja aku minta kamar VVIP jadi ruangan ini cukup luas dan bersih… Bahkan aku terlelap tidur di sofa itu….

Tiba-tiba perekam jantung menunjukkan penurunan detak jantung. Tubuh ibu nura mulai terguncang… Kulihat Nura panik….

” ibuuu.. ibuuuu… Nura disini” teriaknya.

“Nura cepat panggil perawat jaga.” ucapku

Nura segera berlari keluar.. Aku mengenggam tangan ibu nura..

“ibu harus kuat…” bisikku sambil mengucap berapa lafaz yang kuingat….

“ibuu haanya jadi beban nura saja…” ucapnya samar-samar di balik alat bantu nafasnya…

“jaga nura…” ucap terakhir nya..

Kemudian ibu nura mulai tak sadarkan diri… perekam jantung mulai menunjukan garis yang lurus… Dan beberapa bunyi beeeb..beeb.. Terdengar… Kulihat dokter dan perawat melakukan pertolongannya…

” ibuuuu.. ibuuuuuu…” teriak nura…

Ku peluk tubuhnya…. Ku tahan badan yang ingin menggapai ibunya… Dokter masih berusaha…dia mulai menggunakan elektrik shock… Untuk mengejutkan jantung ibu nura… Beberapa kali ia melakukan itu… Tapi perekam jantung tak lagi berdetak…

“pukul 03.00 ibu shanti meninggal dunia” ucap dokter itu

“ibuuu..ibuuuu.. Jangan tinggalkan nura sendiri..” teriak nura dengan tangisannya yang mulai parau..

Aku mematung tak percaya apa yang kulihat… Kulepaskan pelukan pada nura… Nura berlari ke perempuan yang sudah tak bernyawa itu… Dokter menghampiriku

“maafkan kami pak…” ucap dokter itu memukul pundakku.

Tiba-tiba nura pingsan tak kuat dengan cobaan besar ini… Ku papah tubuhnya ke sofa , di bantu oleh seorang perawat…

[table id=Ads4D /]


Quraina

(POV Hadi)

Kulangkah kaki berlahan… Ku hentikan langkah ku… Ku ambil handpone ku…

*tuuut… Tuuut…tuut

“ya apa di..” jawab lembut kak Yulina

“tadi bos telpon kak… Dia minta ambilin berkas nya di sofa ruangannya kak…” ucapku

“ooh baik lah…” ucapnya

Kulihat wanita itu masuk ke dalam ruangan.. Langsung mengikutinya perlahan.. Kemudian ku kunci pintu ruangan bosku…

“hadi kenapa di kunci.” ucap kak Yulina

“hadi udah lama gak merasakan ini…” ucapku sambil mengelus-elus kontolku…

“jangan macam-macam kamu dii… Aku ini bos mu…” ucapnya.

“ini kan jam pulang… Bukan jam kantorr… Jadi kak bukan bos ku… Tapi wanita yang akan segera mendapatkan kenikmatan dariku.. ” ucapku

“biadab kamu di… ” kak yulina berlari menuju pintu berusaha membuka pintu…

Ku pegang tangannya.

“jangan buru-buru kak..” ucapku

“keparat kau dii…” ucapnya meludah kepada ku dan menampar wajahku…

“hahaa… Berani juga kau…” teriakku mengusap wajahku…

Ku dorong dengan keras kak yulina ke sofa tamu bosku…

“jangan dii…sadar kamu…” ucap kak Yulina mengiba…

Tangan kak Yulina terus memukul tubuhku… Ku timpah tubuhnya yang kecil… dia terus memberontak.. menendang dan memukul tubuhku… Tapi itu tak berarti apapun buatku…
Ku balik tubuh kak Yulina… Ku telikung kedua tangannya… Kuikat dengan tali yang ada di kantongku…

“tolong…tolooong…. Dii jangan lakuin ini ke kak” teriaknya…

Aku tak perduli keluhan dan ibanya… Kuikat kencang kedua tangannya… Lalu kedua lengannya juga ku ikat…

“sebaiknya kau jangan berteriak.. Itu akan menghabiskan tenagamu.. Lagian ruangan ini kedap suara…” ucapku..

Kak Yulina mulai menghentikan rontaannya…

“malam ini kita habiskan waktu bersama…” ucapku sambil mengelus-elus kepalanya yang masih tertutup jilbab…

Ku rubah posisi tidur kak Yulina menjadi duduk … Wajah mengiba untuk di lepaskan… Mata pun sudah mengalir air matanya…

“dii lepasin kak… Kak janji gak akan melaporkan ini ke siapa pun” ucapnya

“kak sudah lama saya ingin melihat isi di dalam baju kak…” ucapku membuatnya mengelengkan kepala…

Melihat wanita yang penuh wibawa dan terhormat … Menangis dihadapan ku tak berdaya membuat merasakan sesuatu yang sangat bahagiakan… Beberapa kali kulihat dia menelan ludahnya… Ku ikat kedua kakinya ke kaki-kaki sofa membuat posisi berubah lmengangkang lebar …dengan tangan terikat dipunggungnya… Lengkap sudah penghinaan yang diterima nya…

“kak ku, aku akan mengambil beberapa foto koleksi dulu ya…” ucapku

“hadiii.. Jaangan.. Jangaannn” teriak nya sambil menundukkan wajahnya.. Untuk menyembunyikannya wajahnya dari jebretan fotoku..

Ku dekati kak Yulina ku buka kancing pakaian putihnya… Dia terus memberontak…. tapi percuma tangan dan kaki sudah terikat dengan erat…. Aku benar-benar menikmati setiap kali aku membuka kancing baju kerja kak Yulina seperti sedang menghancurkan harga diri dari wanita terhormat berlahan-lahan membuat kontol memberontak ingin cepat merasakan vagina misterius milik kak Yulina…

Ku buka seluruh kancing pakaian itu… Kulihat payudara yang membusung dari balik bh putih senada dengan baju yang dia gunakan….aku menelan ludah… Ketika aku menarik bh itu turun kebawah… Ku lihat payudara putih bercampur warna kemerahan… Dan bulat sempurna…dengan pentil yang bersembunyi di tengah payudaranya….

“tubuhmu luar biasa kak…” ucapku

“Dii hentikan… Jangan permalukan aku lebih dari ini….”ucapnya dengan suara lirih akibat menangis…

Mulai ku sentuh payudaranya berlahan… Membuat kak Yulina seperti tersengat listrik….mulai ku pijat berlahan kedua payudara kak yulina…. Kak Yulina mulai mengelengkan kepalanya menahan seranganku….

“dii jangan kak sudah menikah…” ucapnya lagi

Aku hanya terdiam dan mulai meremas makin keras….. Dengan menarik-menarik pentil yang bersembunyi membuat kak Yulina terangsang hebat….

“akhh… Dii.. Jangan… Kak mohooon..’ desahan nya mulai keluar…

Kali ini aku mulai mengunakan lidahku mengusap setiap permukaan payudara bulat itu…

“ini lah kenikmatan dunia ” ucapku…

Payudara yang harum meskipun kak Yulina melakukan aktivitas padat pada hari ini… Namun payudara tetap harum Membuatku makin bernafsu terhadap nya..

Berselang beberapa menit tubuh kak Yulina mengejang beberapa kali….yang menandakan dia pun mulai terangsang hebat…

“kak terangsang ya…” Bisikku di telinganya yang tertutup oleh jilbabnya…

“dii lakukan… Kak gak kuat..” ucapnya terus mendesah..

Akhir wanita ini ada dalam kontrolku.. Aku tak memperdulikan permohonannya… Akan ku buat kak Yulina yang menginginkan kontolku..

Ku keluarkan kontolku.. Mengusap di payudara kak Yulina … Kak Yulina makin tegang … Payudara mengeras… Puting pun mengacung keras…. Aku tahu kak Yulina sudah mencapai puncak birahi nya.. Ntah sudah beberapa kali dia mengeluarkan cairan pelumasnya…

“Akkhh..akhhhh… Di selesaikan.. Kak gak kuat..” ucapnya terus mendesah dan mengera

“apa yang diselesaikan kak..” ucapku mempermainkan nya

“Memek kak dah basah di…” ucapnya keringat telah mengalir..

Ku tarik celana nya kak Yulina hingga ke bawah… Kulihat celana dalam sudah sangat basah… ku tarik celana dalamnya… Cairan pelumas milik kak Yulina beberapa kali menyemprot keluar… Baru pertama kali aku melihat wanita cairan pelumas sebanyak ini bahkan menyemprot…

Aku memainkan klitoris milik kak Yulina yang sudah eraksi…

“jangan permainan kak lagi… akhhh… Akhhhh” teriaknya

“masuuuk…. Masuukan…” ucapnya

“apa yang harus saya masukan” ucapku mengejek nya

“ituuu… Akhhh yang keras itu..” ucapnyaa

“iniii maksud kak…” ucapku menunjukkan kontol yang keras maksimal….

“ya dii… Kak mohonnn.. Akhirin penyiksaan ini” ucapnya

“baik kalau kak memaksa ku..” ucapku

Ku masukkan kontol besarku kedalam memek itu…

*bleesss….

Seluruh kontol telah berada di dalam… Perasaan macam apa ini.. Berbeda dengan hera.. Memek ini terasa sangat hangat… Mulai ku keluar masuk kontolku… Di ikuti erangan dari kak Yulina..

“enakkkk… Enaaaakk… Akhhh…” ucapnya yang telah dikuasai oleh birahi nya… Dia tak perduli dengan kehormatan sebagai bos dan seorang istri yang setia… Dia telah dikuasai kenikmatan dari ku…

“truuus… Teruuss…. Akhhg… Akkhhh…” ucapnya meracau

Membuatku makin bersemangat memasuk dan mengeluarkan kan kontol di memeknya… Hingga setengah jam kemudian

“kak sampaaaai.. akhh puncakkk… Diii….” teriak kak Yulina….

“kita bareng ya kak…” ucapku..

“akhhh…. Kak gak kuatt….” ucapnya mengejang tubuhnya..

Aku merasakan lahar dingin akan keluar.. Kontol mengeliat lalu memberontak mengeluarkan seluruh sperma ku di dalam memek kak Yulina…

“akhhh… Akhhh… Makasih di…” bisik kak Yulina…

Kamipun sama-sama rubuh dan terlelap akibat kelelahann yang luar biasa…. Baru kali ini aku menikmati penetrasi ku.. Padahal aku sudah berhubungan dengan Tia dan Hera… Tapi yang kali ini luar biasaa berkesan… Kubiarkan kak Yulina dalam keadaan terikat..Aku pun merebahkan tubuhku ke lantai dan terlelap juga..

[table id=AdsLapakPk /]


Hera

Tia

(POV Tia)

Selesai kami mandi bersama ku dengan Hera… Aku mengajak Hera ke kamar tuanku Alex… Hera pasti risih beberapa hari dia telanjang.. Jadi kucarikan pakaian milik ku yang pas buatnya..

Aku mengajak Hera ke ruang kamar tuanku ,atas izin dari tuan agung… Aku berpikir bahwa agung bukan lah orang yang jahat , dia seperti tuankku..

Aku pun memilihkan pakaian yang cocok buat Hera… Tubuh Hera dengan ku hampir sama… Cuma hera lebih tinggi dari ku… Jadi pakaian ku sama dengan ukuran Hera…

Aku pun memperhatikan Hera mulai terbiasa dengan penculikan ini… Tak ada lagi niatnya untuk melarikan diri… Seperti tuan agung telah memberikan sesuatu yang membuat nya betah disini…

Jujur aku sedikit iri dengan kecantikan dari Hera .. Usianya juga masih muda… Terselip perasaan khawatir dia akan mengambil tuanku alex dari diriku….

Tiba-tiba Hera menjatuhkan sesuatu album foto dari atas lemari pakaian ku….

“maaf kan aku kak Tia..” ucap Hera

“tidak apa-apa… Ini album foto tuanku Alex… ” ucapku

Aku jadi penasaran dengan isinya keingin membuka isi album kulaksanakan… Aku mendekati album itu dan mulai membuka lembar perlembar album itu…

Kulihat foto anak kecil yang sangat imut… Beberapa foto anak kecil itu bersama kedua orang tuanya…. Anak itu adalah tuanku Alex…

Aku bisa melihat bagaimana kebahagian di wajahnya… Hera pun ikut melihat foto itu…

“kak bukan laki- laki ini adalah kepala bagian kehumas kan..” ucap Hera kaget…

“iya dia tuan kita hera..” balasku…

Hera pun hanya terdiam… terlihat bengong..

“hayoo… Kau suka pada tuanku ya…” ucapku mengagetkan lamunan nya…

“ehh ya…. Ehhh…. Tidak kak… Apaan sih…” ucap Hera cemberut….

“oh jadi kau lebih suka hadi ya….” ucap ku meledeknya…

“dari pada bapak tua itu aku lebih memilih tuan agung” ucapnya sambil tertawa…

Tiba-tiba Agung masuk ke kamar tuanku….

“kenapa kau menyebut namaku Hera… ” ucapnya heran

Hera pun langsung memucat dan terdiam seribu bahasa..

“ahhh… Itu album foto Alex ya…” ucap Agung

Mengambil alih album foto itu…

“kau lihat ini Hera, Tia” ucapnya menunjukkan sebuah foto…

Di foto itu terdapat 3 orang anak… Yang satu laki- laki adalah tuanku Alex, dan laki- laki kedua pasti tuan Agung…

“siapa wanita ini ???” tanya Hera

“ooh wanita ini Meli liana, satu-satunya wanita yang membuat Alex jatuh cinta hingga sekarang…”Jawab agung

“wanita yang disukai tuanku” ucapku cukup kaget..

“tapi selama itu pula saudara ku tak mampu mengucapkan kata cinta padanya… Sampai akhirnya Meli liana memutuskan, akan menikah 2 bulan lagi dengan orang lain…” tegas Agung…

Aku dan Hera hanya bisa saling pandang…

“masih ada harapan buatku..” ucap tia dalam hati….

Tiba-tiba..

“tuan… Aku ingin buang air besar dulu..” ucap hera berlari ke kamar mandi di dalam kamar tuanku ini..

“dasar Hera … ” Teriakku

” Tia…. Kau bisa ikut denganku.” ucap agung serius..

“baiklah tuan..” ucapku

Sebenarnya aku agak takut.. Tapi aku percaya pada Agung. kami pergi meninggalkan kamar tuan Alex menuju kamarnya… Aku agak khawatir… Tapi aku tekatkan keberanian untuk masuk mengikutinya.. Didalam kamar itu aku di kagetkan dengan fasilitas kesehatan, ruangan seperti sebuah rumah sakit ….

“duduk di situ…” ucap agung menunjukkan kursi putar di tengah ruangan

“baik tuan” ucapku yang mulai cemas memperhatikan seluruh ruangan ini…

“kau takut pada ku???? Tanya Agung

Sambil memegang stetoskop dan menarik benda besar..

Aku hanya mengelengkan kepala ku.. Tanda aku tak takut padanya..

Agung mulai menempelkan stetoskop dingin itu keperutku…

“sudah ku duga..” ucap Agung tersenyum

Aku tak mengerti maksud tuan Agung.. Jadi hanya terdiam..

“Apa kau berhubungan dengan hadi juga…” ucap Agung….

“iya tuan.. Tapi dia hanya berhubunngan dengan pantat saya saja…” jawab ku

“jadi yang menumpahkan sperma di dalam sini hanya saudaraku” ucapnya lagi

“ya tuanku” aku makin bingung maksudnya…

“bagaimana hubungan dengan suamimu apa terjadi 3 minggu ke belakang” lanjutnya

“suamiku sudah meninggalkan ku lebih beberapa tahun yang lalu…” ucapku

“dan kau tak berhubungan dengan siapapun” tanyanya mempertegas

“hubungan hanya dengan tuanku Alex” ucapku makin tak mengerti maksud Agung

“di perutmu ada penerus dari perusahaan AS Company” ucap Agung tersenyum

“Maksud mu aku hamil anak tuanku…” ucapku tak percaya

“iya… Kita lihat janin itu…” ucap agung.. Mengambil benda berbentuk jamur… Dan mengoleskan perutku dengan gel dingin.. Dia mulai menyentuhkan alat itu ke perutku.. Dan benar saja di tv yang ada diruangan itu terlihat isi dalam perutku…

Tidak beberapa lama Agung menemukan calon anak ku…

“benarkan…” ucapnya

Aku tak percaya apa yang terjadi ini.. rasa senang memenuhi hatiku, ingin rasanya aku berteriak sekeras-kerasnya…

“Tia.. Jaga penerus Alex ini.. tapi untuk saat ini jangan katakan apapun tentang anak ini padanya” ucap agung padaku

“kenapa aku tak bisa bilang padaa tuanku berita bahagia ini” balasku

“kau tahu kan, orangtua saudaraku tewas 4 tahun yang lalu akibat kecelakaan, itu bukan suatu kecelakaan biasa tapi itu adalah pembunuhan,” jelasnya

“siapa pelaku pembunuhannya????” tanyaku

“ayah dari wanita yang Alex sayangi” balasnya singkat

“ayah dari Meliliana” ucap ku

“ya pemilik goldrich Company, itu lah makannya Alex akan melakukan aksi balas dendam pada mereka…” ucap Agung

“Tapi bukannya Goldrich Company adalah perusahaan terbesar yang ada di kota ini” ucapku

“Makanya hanya ada dua pilihan hidup atau mati” ucap Agung

“saudaraku menyiapkan aksi pembalasan lebih dari 4 tahun yang lalu, dia juga telah memindahkan sebagian asetnya ke luar kota, misi ini di butuhkan ke fokusan yang tinggi… Jika kau memberi tahu masalah kandungan mu ini akan membuat Alex tak akan fokus..” jelasnya lagi

“baiklah… Tapi bukan hal ini berbahaya buat kau dan juga tuan Alex…” balasku khawatir…

“bukan hanya kami berdua yang akan dalam bahaya tapi kita semua yang berhubungan dengan alex dalam bahaya…” ucap agung

“kenapa kau tak menghentikan alex kalau semua itu beresiko besar terhadapnya…” ucapku

“tidak mungkin aku bisa menghentikannya, makanya saat misi ini di mulai.. Kau bersama kandunganmu akan ku kirim ketempat yang aman… Jika kami gagal dalam misi ini.. Besarkan penerus Alex.. Yang berarti keluarga As Company tetap ada..” ucap Agung dengan wajah yang serius..

“tapii…” ucapku

“jangan kebanyakan mikir… rahasia ini dari hadi maupun Hera.. ” Ucap agung kembali..

“aku masih menyelidiki kesetiaan hadi pada saudaraku.. jika dia tak setia aku akan membunuh nya langsung” lanjutnya

“aku akan merahasiakannya” ucapku

“jaga calon penerus Alex..” ucapnya…

Jujur saja mengetahui kehamilanku adalah hal yang membahagiakan buatku tapi mengetahui Rencana balas dendam tuanku membuatku tak bisa terus bahagia..

Apa yang akan terjadi padanya…

Aku lihat jam sudah menunjukkan pukul 21.00 … Waktu cepat berlalu dengan mengobrol bersama Hera banyak hal… Tapi tuanku belum juga pulang kerumah… Hadi juga… Aku khawatir sekali apa yang terjadi pada mereka.. Kulihat handphone yang di tinggalkan tuanku untuk kami saling berhubungan.. Kulihat lebih dari 21 panggilan tak terjawab.. Coba ku telpon balik.. Namun telpon tuanku tak aktif.. Apa dia marah…???

Makin membuatku cemas… Ini pertama kali dia tak memberiku kabar… Apa dia sedang dalam masalah..???

Halaman Utama : Misi Penghancuran

BERSAMBUNG – Misi Penghancuran Part 15 | Misi Penghancuran Part 15 – BERSAMBUNG

Sebelumnya ( Part 14 ) | ( Part 16 ) Selanjutnya

Cerita Terpopuler