. Misi Penghancuran Part 14 | Kisah Malam

Misi Penghancuran Part 14

0
362

Part 14 – Kesempatan


Quraina

#Diruangan bu Quraina​

*Tok… Tok… Tokk…

“masuk” ucap suara di balik pintu…

“permisi bu, ibu panggil saya ” ucap ku sopan…

Bu Quraina sedang duduk di mejanya sambil mengetik sesuatu di laptop nya, dia pun melihatku dan mempersilahkan ku duduk…

“silahkan duduk pak…” ucapnya

“baik Bu… Ada perlu apa dengan saya…” balas ku

“Ooh… Ini bisa bapak bisa liat proposal ini..” ucapnya

“ini kan proposal untuk pembangunan dermaga di daerah kita kan Bu…. ” tegasku

“benar, jadi begini rencana perusahaan suami saya akan ikut tender untuk pembangunan dermaga itu… ” ucapku

“tapi lawanan adalah goldrich Company bu…” ucapku…

“saya tahu goldrich Company adalah perusahaan yang cukup kuat, apalagi dari informasi saya dapatkan mereka perusahan yang menghalalkan segala cara untuk kemenangan tender… Aku butuh kau untuk memperbaiki proposalku ini … Agar kami memenangkan tender itu… “Jelas bu Quraina…

“itu agak sulit bu.. Tapi saya akan coba pelajari proposal ini…” ucapku

“terima kasih ya… Ditunggu secepatnya…hari ini ajudan ku tidak masuk…padahal dia ingin berkenalan dengan mu… Kau masih single kan…” tanya Bu Quraina

“oh ya bu… Saya masih sendiri…” ucap ku

“kenapa belum mencari pasangan…” lanjutnya

“belum ada yang siap sama saya bu…” ucapku

Aku langsung berdiri dan bersalaman dengan Bu Quraina karena takut dia akan terus bertanya jika tidak kuakhiri pertemuan ini….

Aku bergegas pergi dari ruangan ku di lantai atas… Diatas aku tak menemukan Hadi… Hanya ada satu orang lagi di kantor….

“mana yang lain…???” tanyaku pada nura yang tersisa…

“semuanya pergi ke acara lomba desa bersama hadi juga…” jawab nura

“apa mau kembali ke kantor apa langsung pulang?”Lanjutku…

“langsung pulang bos” ucapnya

“oooh.. Ok, nura tidak pulang juga… Aku yang jaga kantor” ucapku

“saya sebentar lagi bos” ucap nura sambil merapihkan mejanya….

Aku pun berlalu masuk ke ruangan… dan mulai membaca detail setiap proposal yang diberikan oleh Bu Quraina.

Kesempatan ini bagus buat misi ku… Dengan pertarungan antara perusahan bu Quraina dan Goldrich Company, kami bisa merusak tanpa di ketahui oleh kedua belah pihak… Dan sepertinya Ibu Quraina belum mengetahui aku sebagai pesaing utama Goldrich Company.

[table id=Ads4D /]


Nuralia

Sibuk dengan urusanku…. Aku tak menyadari kalau nura telah masuk diruangan ku dan duduk di hadapan ku….

“Bos… Maaf menggangu…” ucap nura

Aku kaget sejak kapan Nura ada disini. Seperti dia ada masalah. Terlihat dari sorot mata nya yang terlihat suram…

“maaf kan aku nura …. Aku terlalu fokus membaca ini” ucapku

“aku yang menganggu anda.. Maaf kan aku bos” ucapnya… Sambil berdiri dan pergi…

Ku genggam tangannya …

“kau ada masalah apa? “Tanyaku

Nura merasa risih dengan genggamanku melepaskannya. Nura adalah anak buahku yang tak banyak bicara… Kaget membuatnya menemuiku pasti ada sesuatu masalah yang terjadi makannya aku menghentikan langkahnya…

“duduklah.. Cerita masalah mu… Aku ini bos mu… Aku akan jadi pendengar yang baik dan mungkin aku bisa memberikan solusi dari masalahmu..” jelasku

Nura kembali duduk di sofa tamu ku, menghadapku. Sudah lama aku memperhatikan Nura , tapi bukan memperhatikan tubuhnya.. Namun dia memiliki kesedihan ke setiap sorot matanya. Meskipun dia cukup baik menyembunyikannya aku memahaminya…

*cukup lama dia terdiam

“Ibu saat ini sedang sakit…” ucapnya menahan air mata

“Sakit apa ibu mu ???” tanyaku

“Beberapa hari ini dia mengeluh sakit pada perutnya, jadi ku bawa di ke puskesmas. Pihak puskesmas menyuruhku untuk langsung konsul ke dokter spesialis penyakit dalam …”jelasnya yang memulai mengeluarkan air mata…

Aku pindah dari posisiku duduk di samping nya… Ku usap kepala yang masih menggunakan jilbab kerja itu…

“harus kau bilang pada ku, dan jangan menunjukan wajah suram mu itu ke Ibu mu…” ucapku

*Nura menangis tersedu-sedu

“sekarang kita antar ibu mu kerumah sakit…” ucapku

Aku telpon seseorang untuk meminjam mobil…
Tidak beberapa lama orang itu datang dengan menyerahkan kunci mobil…. Aku pun bergegas menuju rumah Nura….

Dirumah nura cukup jauh dari lokasi kantorku.
Tiba disana … Rumah nura cukup jauh dari jalan utama sehingga harus berjalan kaki menyusuri irigasi sawah… Tiba di gubuk kecil di ujung sawah… Kulihat wanita tua yang sedang meringkuk menahan perut dan sendirian…

“harus kau tak meninggalkan ibu sendiri dirumah dalam keadaan sakit…” ucapku…

Nura hanya terdiam memaku… Ku gendong ibu nya …

“ibu saya teman nura dari kantor ” bisikku…

Ibunya berusaha memegang ku… Ku masukan ibunda nura berlahan ke dalam mobil… Ku pacu mobil menuju rumah sakit swasta yang terbaik di daerah kami….

“ibu tahan ya… Sebentar lagi kita sampai rumah sakit” ucap nura terus memegang tangan dingin ibunya… Wajah ibunya pun makin pucat…

Cukup lama kami tiba dirumah sakit…

“bapak tunggu disini… Tidak boleh ada yang masuk…” ucap salah satu perawat

“ibu… ibu…” teriak nura saat melihat ibu masuk keruang IGD…

“tunggu disini aku akan membayar administrasi dan konsultasi pada dokter…” terang ku pada Nura

“ya bos… Makasih untuk bantuannya…” ucap nura sambil nangis meskipun mata telah bengkak

#diruangan dokter…​

“bagaimana keadaannya ibu tadi dok??? Tanyaku

“maaf, bapak ini sapa nya ibu ini…” tanya dokter itu

“saya anak dok…” ucapku singkat

“Usus buntu ibu ini sudah membengkak harus segera melakukan operasi, namun yang jadi masalah adalah keadaan ibu ini sangat lemah tensi darah pun rendah. Apalagi ibu ini punya riwayat terkena serangan jantung. Kami tak bisa melakukan operasi karena beresiko dalam pelaksanaan operasinya” jelas dokter itu…

“lakukan yang terbaik” ucapku

“kami akan berusaha. Tapi kita harus melihat sampai nanti malam keadaan tubuh ibu sudah bisa di lakukan operasi apa belum pak…” ucap dokter kembali

Setelah konsultasi dengan dokternya aku tahu kemungkinan kecil bisa dilakukan operasi jadi ini tergantung pada ibu nura sendiri…

[table id=AdsKaisar /]

(POV Agung​)

Hari ini pagi pertama buatku kembali ke kampung halamanku…. Hujan deras seakan tak ada henti nya… Ku bangun dari kasurku melihat jam sudah jam 09:00 . kulangkahkan kaki keluar… Kulihat tak ada lagi keributan dirumah ini…. Hadi dan saudara ku pasti sudah berangkat…

Aku pun pergi mendekati kamar hadi…. Karena saat malam, aku dengar suara wanita di dalamnya… Kubuka pintu nya … Benar terlihat wanita yang ditutupi selimut dengan kedua tangan tergabung keatas kepalanya dalam keadaan terikat..

Sudahku duga hadilah yang membuat pengaruh kurang baik pada saudara ku… Ku dekati dia…. Ku tarik berlahan selimutnya… Wanita itu dalam keadaan bugil… Kulihat bekas-bekas sperma tabur di vagina dan anus wanita ini…

[table id=AdsLapakPk /]


Hera

Tia

“hadi menjijikan… Dia menyerang kedua lubang tanpa ampun” pikirku

Kasian wanita ini ,jelas saja dia pingsan…kulepas ikatannya… Saat akan ku gendong Hera.. Tiba-tiba pintu kamar hadi terbuka lagi…

” Hera saatnya makan…” ucap Tia
Sambil membawa sepiring nasi…

Tia kaget melihat keberadaanku di kamar ini… Dia pun diam mematung… Mungkin dia baru sadar ada aku di rumah ini….

“ooh… Ratu dari Alex ada disini” teriakku

Membuatnya tak bergerak…

“kemarilah….kau ingin menyuruh Hera makankan..” perintah ku

Dengan ragu Tia melangkah perlahan mendekati ku…

“cepat beri dia makan… Agar energi kembali ” bisik ku kepada Tia

Yang dibalas hanya sebuah anggukan pelan..Hera mulai siuman dari tidurnya karena mendengarkan ucapan ku…

“kak Tia” ucap Hera

“kau harus makan…” bujuk Tia

“hera gak kuat lagi kak… tolong bebas Hera dari monster itu…” ucap lirih Hera

“yang penting kau harus makan dulu” ucap tia

Hera pun berusaha bangun, dan mulai memakan dengan lahap . Hera pasti sangat kelaparan… beberapa kali kulihat dia tersedak karena terburu-buru memakan sepiring nasi yang di sediakan…

“Ia buka semua pakaian mu” perintah ku

Bagai di sambar petir, muka Tia memucat, dia tak ingin membuka pakaian kecuali pada tuannya Alex, meskipun Hadi telah melihat setiap inchi tubuh bugilnya… Tapi tubuhnya saat ini hanya milik Alex… Hera pun menghentikan makannya mendengar ucapku…

“ayo lakukan Tia, atau aku akan melakukan dengan kekejaman, dan kau Hera terus lah makan, jika tidak aku juga akan keras kepada mu…” perintah ku

Tia masih terdiam seribu bahasa. Dia mulai membuka pakaian tidurnya Dibukanya satu persatu kancing pengait pakaian tidurnya. Dari bagian teratas hingga ke bawah… Lalu melepaskan pakaian nya… Dan di letakan di sebelah Hera makan… Terlihat bh berwarna hitam yang tak mampu menutupi seluruh payudara Tia…

Kali ini giliran celana tidunya yang dibuka dengan cepat oleh Tia.. Terlihat segitiga berwarna pink menutupi vagina seksi milik Tia…

“cepat buka yang terakhir” teriakku

Dengan sangat ragu tia melepas bh dan celana dalamnya… Dan memperlihatkan tubuh terekspos dari ujung rambut hingga ujung kakinya terlihat olehku… Hera yang sudah menghabiskan makanannya pun terdiam melihat Tia tak berusaha melawan perintah laki- laki yang baru pertama dilihatnya…

“Hera kau berdiri di samping Tia…” perintahku…

Hera pun terkejut. dan tak ada pilihan untuk nya menolak perintahku. Hera pun bergerak, dan bangun dari kasurnya dan berdiri. Terlihatlah kedua wanita bugil didepanku… Laki-laki yang tidak normal yang tak nafsu melihat keadaan ini saat ini

Kuperhatikan seksama… Hera memang lebih cantik dari Tia, tapi kalau payudara tia menang telak. Aku maju mendekati mereka… Kedua wanita itu makin ketakutan…ku usap pelan klitoris pada vagina Hera dan Tia. Kedua nya langsung mendesah pelan dengan keadaan berdiri.

“Akhh… Ahh.. Ahhh ” kedua mendesah…

“aku punya tantangan buat kalian berdua, jika kalian bisa mengoralku hingga aku mencapai klimaks . aku akan melepaskan kalian…” ucapku

Kedua wanita bugil saling berpandangan… Saling menyakinkan diri mereka masing-masing..

“Saat aku menepuk tangan ku dan kalian harus bergantian mengoralku” ucapku

Dibalas anggukan dari keduannya….

“baik perlihatkan kemampuan kalian melayani tuan kalian ini… Dimulai dari mu Hera ” perintahku

Kedua wanita itu berjongkok didepanku… Kutarik celana tidur ku ke bawah…terlihat kontol yang belum eraksi…dalam hal mengoral mungkin hera belum pernah melakukannya… Tapi Tia cukup pengalaman membuat tuannya selalu mencapai puncaknya….

“apa kalian sudah siaap…” teriakku…

” tunggu hera belum pernah melakukan oral… izinkan aku sedikit mengajarinya terlebih dahulu….” balas Tia

“haha… Jadi hera kau belum pernah mengoral tuan mu… Aku akan berikan kalian waktu 2 menit dari sekarang” ucap ku

Kedua nya pun mulai berdiskusi cukup alot… Ku biarkan mereka… Beberapa kali kulihat Tia memperlihatkan caranya… Membuatku tersenyum sendiri melihat Tia mempraktekan dengan bibir seksinya…

“waktu habis…” teriaku…

“kalian sudah siap… Dimulai” lanjutku

Hera mendekatiku dan memulai serangannya meskipun sedikit ragu-ragu… Dengan cara mengelus lembut batang kontol ku… ini membuat Berangsur-angsur kontol mulai berdiri… Kali ini dia mulai meremas kontol dengan tangannya yang lembut seperti sedang memijat… Kulihat wajah Hera mendekatiku… Dan mulai menjulurkan lidahnya… Menjilat setiap batang kontol ku hingga semua basah oleh air liur …

“Eeh…luarbiasa nikmaat nya…” desahku

Lalu bibir nakal itu mulai menjilat kedua telurku… Membuat kontol makin mengeras… Rangsangan hebat mulai memenuhi tubuhku… Keringat kenikmatan mulai mengalir…

“kau hebat Hera” pujiku

Ku tepukkan tangan ku… Untuk memberikan jeda agar aku tak langsung mencapai puncakku…kini giliran Tia yang maju, dia memusatkan serangan dilubang kencingku…Tia tahu itu merupakan salah satu titik sensitif ku… Kontolku mulai sangat keras dan ingin meledak…

Tia mulai memasukan seluruh kontolku kedalam mulut seksinya…

*plook. Ploookk…

Suara kontolku keluar masuk didalam mulut Tia…di tambah dengan desahan pelan Tia membuatku makin hampir mencapai puncak…

“benar-benar gila budak saudara ku” gumamku

Ku tepuk tanganku…untuk kembali memberi jeda… Hera kembali maju kali ini dia langsung memasukan kontolku kedalam mulut mungilnya kali ini tak ada keraguan dalam diri kali pada Dan melahapnya dengan sesekali mengerakkan kepala kiri dan kanan dalam mengulum kontolku….

“sluurppp… Slruup…”

Dia mulai menghisap kontolku dalam mulutnya…
Akhir aku tak tahan lagi untuk menumpahkan lahar dingin ku… Keringat penuh mengalir…

“Hera aku mencapai puncakku” bisikku…

Hera pun kebingungan… Kontol mengeliat di dalam mulut Hera dan

*crooot …crooot…crooot

Mulut Hera telah di penuhi spermaku… Membuatnya kelonjotan karena isi mulutnya penuh…

“telan semua Hera ” ucapku

Hera berusahan menelan semuannya… Ini kali pertama Hera melakukan sesuatu tanpa ada paksaan… Tia hanya tersenyum melihat Hera terlihat bahagia…

“kalian luar biasa… Sekarang kalian ikut aku…” teriakku

Kedua wanita bugil itu mengikuti ku menuju kolam berenang…

“Saat untuk kalian mandi” ucap ku

“mandi di depanmu…” kata hera… mulai berani denganku

“ya … Aku sudah melihat kalian berdua bugil, jadi bagian mana lagi yang ingin kau tutupi…” ucapku

Mereka pun segera mandi… Dan beberapa kali saling bergantian mengusap…sedangkan aku hanya membaca koran hari ini… Aku tak suka seseorang yang jorok dan juga Aku orang yang selalu memenuhi janjiku… Jadi aku tak menyentuh mereka seperti janjiku…

[table id=AdsTbet /]

(POV Hadi)


Nuralia

Quraina

Hari yang melelahkan mengikuti wanita… Lomba desa telah selesai… Aku mengantar semua orang ke rumah masing-masing… Ku telpon bosku berulang kali tapi nomor tak aktif… Jadi ku telp saja cleaning service di gedung kantor kami, untuk melihat ruangan kami masih ada orang apa tidak…

Ternyata sudah terkunci pasti bosku sudah pulang… aku masih menunggu kak Yulina dan Ruliyana mereka berdua masih mampir ke tukang jahit… Kutunggu di dalam mobil bosan..

Aku masih kepikiran tentang video yang dikirim bosku, dan apa yang dilakukannya dengan Ibu Quraina yang seksi itu… Jangan-jangan mereka cek in di hotel, saat pikiran negatif muncul tapi aku yakin bosku bukan orang gampangan dalam hal seperti itu… Kalau dia seperti ku mungkin banyak wanita yang terperangkap olehnya… Bahkan mungkin satu kantor… Kulanjutkan khayalanku tentang keberadaan Bos ku…

Yang menjadi pertanyaannya kenapa HP mati…tidak berselang lama… Kedua wanita yang ku tunggu tiba…

“langsung balik kak…???” tanya ku

“ya di.. Tapi anter Ruliyana dulu ya… Berkas kak masih di kantor… Jadi mampir sebentar ya… Bos gak marahkan mobil kita pakai sampai malam… Dah kamu telp belum??? Ucap bertubi-tubi dari kak Yulina

“jadi anter ruli dulu, terus ke kantor bos dah balik.. ” balasku

Sekitar 45 menit kami tiba di rumah Ruliyana…

“makasih ya bang” ucap dia sambil tersenyum…

“ya sama-sama” ucapku

Ku kebut lagi fortuner bosku. Karena adzan magrib sudah berkumandang.. Tiba di kantor…

“Tunggu bentar ya di…” ucap ka Yulina

Aku keluar dari mobil kulihat semua CCTV dalam keadaan mati… Mungkin perbaikannya belum selesai…

Ku tanya salah seorang pegawai perbaikan yang akan pulang…

“perbaikannya belum selesai” ucapku

“belum mas kayak ada yang korsleting listrik jadi baru lampu yang bisa hidup… Jadi mau di lanjut besok ….” jelasnya

Dia pun pergi meninggalkanku, Lalu setan apa yang memasuki tubuhku, Aku mengambil beberapa tali yang ada di mobil… Bergegas ke dalam kantor.

Hari ini aku akan menikmati kak Yulina.. Keberuntungan dan kesempatan yang tak terduga ini akan kuambil. Keadaan kantor yang sepi mendukung semuannya

Halaman Utama : Misi Penghancuran

BERSAMBUNG – Misi Penghancuran Part 14 | Misi Penghancuran Part 14 – BERSAMBUNG

Sebelumnya ( Part 13 ) | ( Part 15 ) Selanjutnya