. Misi Penghancuran Part 12 | Kisah Malam

Misi Penghancuran Part 12

0
386

Part 12 – Mencicipi Rasa Darah Perawan


Hera Fitri Diani

( POV HADI )

“akhhh…” erangan hera sambil memegang pipi

Tia pun sudah tak sadarkan diri… Kutarik paksa hera keborgol dan ku ikat tangan ke atas langit- langit…

Awalnya aku berpikir untuk mengambil keperawanan hera dengan sedikit lembut… Tapi ini kedua kalinya dia mencoba kabur dari ku…

“akan ku buat kau menyukai ini…” ucapku

Ku lepas satu persatu kancing baju safari nya… Melihatkan bh berwarna biru… Dengan payudara sedikit mengintip… Lanjut, kubuka celana dasarnya dengan mudah hingga seluruh terlepas… ….

Hera terus mengelengkan kepala … Sambil beberapa mencoba menendangku… Membuat payudara bergoncang-goncang… Hera benar-benar merasa malu… ini pertama kalinya dia telanjang di depan laki- laki…

“kumohon jangan… Aku akan melakukan apapun… Asal kau jangan renggut kesuciaan ku…” teriak hera yang akhir mengeluarkan air mata

Aku pun mengambil handphone ku mulai memfoto pose bugil hera… Hera coba menundukan mukanya….

“ayo tersenyum di kamera cantik…” ejekku

“aku akan menyebarkannya ke semua orang yang mengenalmu” ujarku lagii

“hentikan… jangann.. tidak jangan foto lagiii..” teriaknya terus menendangkan kaki ke hadi

Hadi memasang handcam ke tripodnya… Dan mengaktifkan nya, Sebelum memulai itu aku mengotong tubuh Tia yang tak sadarkan diri ke kasur ku

[table id=AdsKaisar /]


Tia

Kuikat tangan di punggungnya… Lalu kuikat kedua kakinya dan ku sambung dengan bagian tangannya… Lalu menyumpal mukutnya dengan kolor ku…

Kembali ke keadaan hera yang terus mengeliat untuk melepaskan diri, akupun bergerak ke belakang tubuh hera…. Meraba punggungnya yang membuat hera risih… Kemudian ku buka pengait bh … Bh itu pun jatuh….

Sekarang tinggal pertahanan terakhirnya… Ku tarik celana dalam itu … Hera hanya mengerakan kaki menyilang agar celana dalam tak jatuh…

Kujilat punggung hera membuatnya membuka kakinya…. Akhir aku dapat melihat tubuh hera seutuh… Sudah lama aku memperhatikan hera yang cantik ini… Tapi hari ini aku bisa melihat tanpa busana dan sebentar lagi aku akan menikmati keperawanan nya….

Kulihat Hera hanya memejamkan matanya… Ia tak mau melihat penghinaan ini….

“sebentar lagi kau akan menjadi pemain film panas…” bisik ku di telinganya

“hentikan semua ini.. Ampuni aku…” rengeknya. Sambil terus menutup matanya… dan air matanya terus mengalir

Aku pun memulai serangan awalku dari belakang … Ku kecup leher jenjang hera yang putih bersih itu… Membuat nya membentuk garis merah …

“akhhh… Ibuuu…. Ayahhh… Tolong hera… ” teriaknya tubuh mulai merasakan getar yang tak pernah dia rasakan selama ini….

Ku tangkap ke dua payudaranya … Dari belakang punggungnya dan memulai meremas-remasnya…

“ampunin heraaa… Akhhh… ahhh…” ucap hera diikuti desahan kecil…

Tubuh putih mengalir keringat… Libido hera mulai tinggi… Kemampuanku membuatnya mulai kehilangan ke warasannya…

Tangan hadi mulai menekan-nekan pentil merah jambu itu… Seperti sedang bermain video games… Dia bergerak memutar dan menekan…

Suara iba hera mulai tertutupi dengan desahan dan erangan ….

“hhhmmm… hhaaa.. khaaa.. Akhhhanmn” desahnya mengelengkan kepala dan tiba-tiba tubuh tersentak… Mata memejam mulai menikmati apa yang dilakukan olehku..

*bress-bress… Aliran cairan bening memenuhi memeknyaa…

“apa ini yang di nama martubrasi..” pikir hera…

Aku pun mulai terangsang… birahi nya memuncak… Kontolnya berdiri gagah… Aku tak mau buang waktu lagi… Aku arahkan kontol untuk masuk ke bibir vagina yang beberapa menyemprotkan air bening…. Ku angkat kaki hera di sebalah kiri untuk memudahkan kontolku masuk…

*breess… Ku coba masukan … Namun benar saja lubang itu sangat sempit dengan kontol ku yang ukuran besar ini…meskipun telah dibantu oleh cairan cinta hera untuk memuluskan laju senjataku….

“Akhhh ya ampunnn… Sakiit… sakit sekali pak… Cukup… Hera memohon ampun” ucap hera meracau….tangan mengenggam erat rantai yang mengikatnya…

Saatku… mulai memaksa masuk … Selaput dara milik hera pun akhir robek… Seketika itu juga darah keperawanan milik hera pun mengalir seiring dengan cairan bening…

“akhhh…akhhh…. Akhhhhhh….” erang hera mulai ku genjot kontol di vagina yang sempit…

“nikmat sekalii kau hera….” ucapku terus majukan mundurkan kontol….

Beberapa saat kemudian aku hampir mencapai klimaks ku ….

“aku gak kuaaat… Akhhh… ” erangan hera sambil terus memejamkan matanya…

“kau miliku heraaa… Kau milikku…. ” teriakku hampir mencapai puncak… Kontol mulai berkedut…

Tiba-tiba….

“Tiaa… Dimana kau… Apa masakan sudah siaap…” teriak bosku cukup keras…

Mendengar itu aku langsung panik… Kontol gagahku pun langsung layu seketika…. Karena ketakutan…

“bahaya jadi si pelacur ini disuruh masak oleh boss… matii aku…!!!” pikirku… Mencabut kontol dari lubang hera…

“Akhhg… Periiih… Periih … Ibuuuu… Tolong hera…” rintihan hera… Merasakan nyeri di lubang vagina nya….

“Tia…Tia… Bangun” kupukul-pukul wajahnya…
Tapi tak ada respon darinya…

“Matiii aku hari ini…” pikirku… Keluar dari kamarku….

“di kau lihat Tia tidak… Aku mencarinya di dapur dia tak ada…. aku benar-benar lapar…” ucap bosku…

“oh Tiaaa… Lagi di kamar mandi…” ucapku gugup sambil menunjukan ke arah kamar mandi

“jadi di kamar mandi… Baiklah…” ucap bosku menuju ke arah kamar mandi…

“bos sebaiknya kau tunggu dikamar saja…” ucapku

“aku baru disuruh Tia kepasar untuk membeli beberapa tambahan bumbu masakannya..” ucapku menghentikan bosku…

“dia mau masak apa… ” ucapnya lagi

Aku hanya mengelengkan kepala….

“baik ku tunggu diatas… Suruh dia cepaat ya…” ujar bosku…

“baik aku akan memberitahunya bos..” ucapku

Di pun kembali menuju ke kamarnya… Jujur aku di buat salah tingkah tadi… Saat jantungku mulai tenang…

“di… Main PES (pro evolutin soccer) yuk…” teriaknya dari tangga teratas…

“aku sedang main sama hera… hehe…” balasku

“huuuu… Tak seruu…” ucapnya sambil masuk ke kamarnya lagi….

“Huuuftt lega nya ….” pikirku

Aku pun bergegas ke dapur… Apa yang harus ku masak… Aku bingung?? Aku pergi kembali ke kamar…

“hera kau bisa masak…” ucapku

Dia hanya terdiamm.

“aku tanya kau bisa masak tidak… Atau videomu aku kusebarkan ….” teriakku…sambil menekan payudara nya…

” tidak bisaa….” ujarnya lemas…

” dasar wanita manja… ” teriakku.

Aku ambil air ku sembur di wajah tia. Dia pun mulai sadar.


Tia

“Tia bangun cepaat…” ujarku sambil menampar pelan wajahnya…

“hmmm… Tuan…” ujarnya antara sadar dan tidak.

Ku lepaskan pengikat tubuh nya dengan cepat. ku gendong Tia ke dapur.

“ayo Tia cepat memasaknya” teriakku

“tuanku menunggu masakkan ku..” teriaknya mulai sadar ….

“apa tuanku marah.???” tanya tia

“makanya cepat mau kau dia mengamuk lagii” ucap ku…

“baik tuan” balas tia

Mulai mengambil beberapa bahan makanan di kulkas… Aku memperhatikan Tia memasak dari meja makan..

[table id=AdsTbet /]

( POV ALEX )


Tia

Aku masih seru bermain game sepakbola.. Tapi perut kembali bunyi.. Aku benar-benar kelaparan..

Ku putuskan untuk melihat lagi keadaan di bawah kembali.. Kulihat hadi sedang memperhatikan wanita ku memasak… Aroma masakan mulai terciumm… Mengugah perasaan…

“apa kalian sedang selingkuh di belakang ku” teriakku…

“apaan sih bos” ucap hadi

“tapi wajah mu berkeringat.. Apa kau dan Tia melakukan sesuatu hal yang tidak aku tahu…” lirik ku kearah mereka…

“tidak bos… Aku baru menikmati hera… kau ingin tau rasa nya mengambil perawan bos…” ucapku untuk mengendalikan suasana gugupku

Aku berjalan mendekati Tia… ku peluk Tia dari belakang dan tangan ku meraba memek Tia dan payudaranya Tia…

“hmmmmm… Seperti kalian berdua tak selingkuh…” ucapku, karena vagina nya tidak basah dan payudaranya tak tegang..

“tuan maafkan aku membuat menunggu makanannya…” balas Tia merasa bersalah.

“ya sudah tidak apa-apa” ujarku tetap memeluknya dari belakang

“bagaimana bisa cepat memasak kalau tuan seperti ini” lanjut tia mencoba melepaskan pelukkanku

“Apa kalian bermesraan tak memperhatikan ada orang disini” teriak hadi kesal

“aku lupa ada orang” bisik ku

*tia tersenyum..

“kalau kau tersenyum bikin aku kangen servis mu sayang” bisikku

Di balas cubitan di perutku…

“hmm kau berani mencubitku… Kau harus di hukum…” balasku

“apa kalian benar-benar sedang kasmaran” ujar hadi

“kami ini pengantin baru…” teriakku, Sambil mengenggam tangan tia…. Tia wajahnya langsung memerah…

*plok… Plokk

“luar biasa pasangan ini…” ucap hadi

Kami pun semua tertawa terbahak-bahak akibat kejadiaan ini…

Sesaat ini membuatku melupakan misi PENGHANCURAN ku…

“apa tawa ini akan terus berlanjut…” pikirku…

“tuan kenapa bengong” ucap tia

“oh tidak apa kuk” ujar ku

Aku makan masakan tia dengan lahap… Hadi pun memakan dengan lahap apa lagi dia baru bertarung. Tia hanya tersenyum melihat kami berebut makanan…

*Ting nungg… Ting… Nungg…” suara pintu

“Tia cepat masuk ke kamar” teriak hadi

“tidak usah tia kau cukup disini saja” ucapku tersenyum…

Hadi membuka pintu… Pria itu langsung masuk… Tanpa menunggu hadi mempersilahkan untuk nya masuk….

“apa kau tak ada sopan.. Main masuk belum kusuruh…” ucap hadi…

“aku rindu rumah ini. Masih seperti duluu” teriak pria asing itu…

“siapa kau…” teriak hadi lagi….

“Brother ku.. ” teriaknya sambil datang kepadaku… Kami pun berpelukan

“kau bilang akan hadir 4-5 hari… Kenapa sudah dateng” tanya ku

“hehe… Sebenarnya aku sudah mengundurkan diri dari tempat ku kerja sebulan yang lalu… Dan ingin langsung kesini… Kebetulan kau menelponku aku. Aku langsung berangkat tadi pagi kesini hahahaaa
..” jelas nya

“aku hampir lupa… Dia saudara ku… Agung namanya…” ucapku mengenalkan pada hadi dan tia

“aku Agung..” ucapnya

“aku hadi.. Dan wanita ini Tia ” ucap hadi

“siapa mereka berdua… Bukannya kau suka menyendirikan… kenapa disini ramai sekali” bisik agung

“hadi adalah stafku dikantor dan yang wanita cantik itu istri siri ku Hehehe…” ucapku

“Apaaa… Yang benar saja… Kau yang pengecut mana mungkin memiliki wanita ini… Aku yakin kau memaksa nya untuk menikah dengan posisi jabatan mu atau uang mu… ” Ujar agung tak percaya….

“kau tak percaya… ya sudah terserah kamu” ucapku

“hadi sapa wanita ini…” ucap agung

“dia budak kami…” balas hadi santai…

“hmm.. Jadi brotherku benar-benar mulai nakal ya…” ujar agung tak percaya..

Aku melotot ke arah hadi… Hadi pun ketakutan melihatku…

“makan lah Gung, trus kau bisa memakai kamar mana pun yang kau inginkan…” teriakku

“Tia masuk lah ke kamarku…” perintahku…

“ehh… Tunggu dulu… hari ini Tia akan tidur bersamaku…” ucap agung…

“apa kau bilang…” teriakku

“bukannya dia budak bersama… Kau tak boleh memonopoly nya… Apalagi aku baru datang harus disambut dengan servis yang luar biasa” balasnya agung…

“sapa bilang dia budak bersama… Dia milik ku..” tegasku

“kacau… Kenapa sih orang ini berani membuat marah bosku… Apa dia ingin mati…” pikir hadi yang mulai khawatir.

Tia pun tak bisa bergerak dari posisi dia bingung apa yang harus dilakukan..

“kau menantangku…” ucapku

“baik lah sapa yang menang bisa tidur bersama Tia” ujar agung sambil memasang kuda-kuda

Agung memulai serangan pada ku… Meninju dengan tangan kanan, kutangkis dengan kedua tangan nya… Kesempatan ini langsung digunakan agung menendang memutar ke arahku… Dan membuatku terpental hingga membentur dinding…

“kekuatanmu masih lemah ya… Sama saja seperti tiga tahun yang lalu” teriak agung

“Hahaa… Sekarang giliran ku yang menyerang…” teriakku tersenyum…

Aku maju dengan berlari, Tapi dihentikan dengan tinjuan tangan kanan agung… Ku hindari tinjuannya… Ku benturan badanku ke tubuhnya dengan menangkap tangan kanan, kutendang kaki nya membuat iya kehilangan pertahanan… sehingga memudahkan ku mengangkat tubuh lalu membantingnya ke lantai … , ku kunci leher sehingga agung tak ada pilihan lain… Selain menyerah…

“aku menang haha…” ucapku mengejek agung

“aku sedikit lengah, harusnya aku yang menang ” timpalnya

“jadi saudara bosku adalah monster juga…” gumam hadi berkeringat…

Tia pun terlihat pucat… tapi didalam hati dia senang karena tuannya berhasil menang dari pria baru itu…

“jaadi kau sudah melupakan Meli liana ya” ucap agung

*bruuuk… Ku tinju muka agung dengan sangat keras.. hingga kepala membentur lantai kembali…

“tia ayo ikut aku ke atas…” perintahku

“ya tuan…” ucap tia mengikutiku…

[table id=Lgcash88 /]

( Pov Hadi )

Aku dekati sosoknya yang tertidur dilantai… Apa orang ini sudah mati…tak ada pergerakan darinya

“kau tak apa-apa kan Gung” ujarku

“Hahahaa…. Aku tak apa…. Tapi tadi menyakitkan sekali” ucap agung sambil berdiri seakan tak terjadi apa-apa…

“dia benar-benar monster tak merasa sakit ” pikirku

“untung aku telah menyuntik penghilang rasa sakit… Kalo tidak aku pasti kesakitan dengan serangannya” terang agung

“penghilang rasa sakit…” heranku

“aku lupa… Aku seorang dokter ” ucap agung tersenyum…

“jadi kau seorang dokter…” ucapku terkejut

“aku gagal mendapatkan budak itu dengan cara kasar… Maka akan ku dapatkan dia dengan wajahku yang tampan ini…” jelasnya

“aku harus menyimpan hera dari monster ini” gumamku…

Agung pun beranjak pergi… Dia memilih kamar di pojok sebelah kanan tangga… Perlawanan dengan kamarku…

Aku pun masuk ke kamar… Kulihat hera telah pingsan… Dengan tubuh masih terikat… Dan darah mengalir di kakinya….

Aku pun mulai berpikir.. Bahaya kalo sampai agung tahu aku punya budak juga, dia akan mengambil hera..


Hera Fitri Diani

Ku ambil darah perawan dari betis hera… Ku jilat … Inilah rasa darah perawan… Meskipun aku belum bisa melakukan penetrasi dari gangguan bosku … Jadi aku tak bisa menitipkan benih unggulanku kedalam kehangatan vagina nya… Sebelum monster itu menyadari keberadaan hera… Aku haarus sudah mencicipi tubuh hera seluruhnya…​

Halaman Utama : Misi Penghancuran

BERSAMBUNG – Misi Penghancuran Part 12 | Misi Penghancuran Part 12 – BERSAMBUNG

Sebelumnya ( Part 11 ) | ( Part 13 ) Selanjutnya

Cerita Terpopuler