. Misi Penghancuran Part 11 | Kisah Malam

Misi Penghancuran Part 11

0
348

Part 11 – Karena Kami Sama

Ini lah rencana yang ada di pikiran ku selama 4 tahun terakhir… menjadi mimpi buruk yang menghantui hidupku. Sumpah serapah akan membalaskan semua rasa sakit ku. Membuat monster dalam diriku aktif. Terkadang aku tak mampu mengontrol kekuatan ini.

Kejadian empat tahun yang lalu. Membuatku memiliki 3 teman yang sama-sama memiliki dendam yang sama dengan ku.

Anak pertama bernama Agung firliansyah, anak dari karyawan kepercayaan ayahku. Ayahnya tewas 3 bulan setelah kematian kedua orang tua ku. Ayahnya ditemukan tenggelam saat menyewa kapal untuk pergi memancing dilaut. Agung percaya kematian orang tua akibat perbuatan dari goldrich Company… Agung memiliki tubuh proporsional, tinggi badan 170 cm… Dan memiliki wajah yang tampan , berkulit terang dan berprofesi sebagai dokter ,setelah lulus sekolah dikedokteran luar negeri…dan bekerja di salah satu RSUD di Ibu kota. Kemampuannya dalam mengumpulkan informasi adalah yang terbaik.

Yang kedua, Edi Mirawan, anak gunung yang punya tubuh paling kekar. kulitnya sawo matang tinggi 163cm ,berwajah cukup seram ,berambut botak dan berusia 30 tahun, ayahnya tewas saat edi masih berusia 6 tahun. Ayah di bunuh karena tak mau menjual tanah untuk di jadi kan tambang emas milik goldrich Company. Kaknya di perkosa dan ibu dibakar hidup-hidup di dalam rumahnya. Hanya edi yang selamat dalam tragedi menyakitkan itu. Ayahku mengadopsinya dari jalanan Dan memberikan kesempatan untuk kehidupan keduanya sehingga dia bisa bekerja di Korps Baret Merah salah satu tim pasukan khusus terbaik di negara ini.

Lalu yang terakhir. Bernama Adi Maliansyah. dia bertubuh paling kurus dan termuda diantara kami. Usia baru 24 tahun, Ayahnya di jebak oleh goldrich Company sehingga masuk ke penjara… Lalu keluarga tewas dalam tabrakan saat akan menghadiri sidang ayahnya… Beruntung adi selamat meskipun harus koma beberapa bulan…. ayahnya yang tahu keluarga tewas dalam kecelakaan pun memutuskan bunuh diri…. Adi juga orang yang paling misterius , pendiam, cerdas dan pemalu… Aku bertemu dengan hadi 4 tahun yang lalu di hari pemakaman kedua orang tuaku …. Dia mendatangiku dan bercerita ingin membalas dendam pada goldrich Company yang sama dengan ku… Membuatku menerimanya untuk bergabung…. Pekerjaan saat ini mengontrol seluruh usaha ku di luar daerah….

Itulah ketiga saudara ku , yang ku miliki untuk melancarkan misi PENGHANCURAN Goldrich Company…. Memulai perang ini memang beresiko dengan semuanya yang berhubungan dengan ku …. Hanya ada dua pilihan Keberhasilan atau kehancuran kami sendiri…

Saat ini aku hanya perlu menanti semua berkumpul…

[table id=iklanlapak /]

( POV Hadi )


Hera Fitri Diani

“hemmzz… Hmmmmm… Hhmmm” ucap wanita yang terikat

“ouughhh…. Sudah bangun budak baru ku…” ucapku sambil mengusap-usap mata ku….

“hmmm…hmmm…” ucapnya membalasku…

“pagiii hera…. Selamat datang di dunia baru mu…” ucapku duduk di samping ranjang ….

Ku buka lakban penyumpal mulut hera….

“lepasskan aku…. ” Rontanya

Terus menarik kedua tangan yang terikat untuk berusaha melepaskannya…tapi itu mustahil melepasnya…berlahan dia menghentikan rontaannya…

“kenapa menghentikan nya…. Kau sudah tahu tak akan bisa melepasnya.. ” ejekku ….

Membuat wajah hera makin puncat pasi… Namun tetap mencoba memohon kepada hadi…

“apa maksud dari semua ini. Dimana aku. Aku ingin pulang.” rengeknya

“aku telah menculik mu, kau berada di istana ku dan satu lagi tak akan ada jalan pulang untuk mu, kau akan jadi budak ku” tegasku

“Apa kau butuh uang …. Telpon ayahku dia akan membayarkan berapa pun….aku ingin pulang…”ucapnya ber negosiasi pada hadi…..

“uang kau bilang hehee… Aku tak butuh uang… Yang ku butuhkan ini….” ucap ku sambil mengusap-usap vaginanya yang masih tertutup celana dasar berwarna hitamnya…

“akhhh… Akhh hentikan…aku masih perawan pak… ” Ucap lirih akibat seranganku pada vaginannya….

“benarkan… Kalo begitu bagus… aku akan mencebol perawanmu segera.” tegas ku sambil terus memainkan tangan ku… Di area intim nya itu….tak beberapa lama

” aku ingin buang air pak….aku butuh WC …akhhhmmm… Ku mohon … jangan siksa aku seperti ini…” melas hera sambil mengeliat menahan sesuatu…

“baik aku akan memberikan mu izin ke WC.. Tapi setelah itu aku ingin tubuhmu…” perintahku…

“kumohon jangan… Jangan renggut kesuciaan ku pak.. Aku ingin pulang…” ibanya

“kau ingin ke WC atau tidak??? ” tanya ku…

Beberapa saat hera hanya terdiam… Tapi dia benar-benar butuh ke WC…tak ada pilihan lain…

“baiklah” ucapnya lemah…

Aku pun langsung antusias… Mulai ku buka semua belenggu pada diri hera….ku antar dia ke WC…

“jangan coba-coba kabur.. aku akan membunuh mu…” ancamku
Dijawab hanya anggukan….

“jangan kau tutup pintu WC nya…” lanjutku…

“Iyaaa. Ku mohon aku sudah tak tahan lagi.” jawabnya berlari ke WC…

Benar saja ya langsung duduk di wastapel, menarik celananya ke bawah. kulihat paha yang putih.. Seperti jarang terjamah oleh apapun bahkan sinar mataharipun tak sampain kesana..

Aku dapat lihat setiap adegan di wc karena pintu tak tertutup… Hera terus mencoba menutupi daerah intimnya… Yang membuatku semakin terangsang atas perbuat nya…

Beberapa menit kemudian hera selesai… Ditutup rapatnya kembali bagian bawahnya dan menuju ke hadi yang telah menanti untuk menerkamnya..

“aku harus kabur dari sini” pikir hera…

Saat berada di sebelah hadi… Hera mengayunkan kaki menendang junior milik hadi…

*bruuuk… Bruuuk … Bruukk….

Lalu hera memukul hadi beberapa kali membuat hadi ambruk…

Hera pun bergegas membuka pintu kamar …. Hadi yang meringis mencoba mengejarnya…
Hera berlari ke ruang tengah… Terlihat Tia sedang turun dari tangga atas…

“Tia tahan wanita sialan itu…” teriak ku…

Tia yang kaget hanya berdiri di depan hera… Hera pun menendang nya membuat Tia terpental menabrak membatasi tangga

[table id=iklanlapak /]

( POV ALEX )


Tia

Lamunanku terbuyarkan dengan suara gaduh di bawah….

“pasti si hadi” gumamku

Kulihat seorang wanita berlari dan menendangkan kaki ke Tia yang berdiri di depannya hingga terpental…

“akkhhh” Teriak tia membentur pembatas tangga…

Emosiku naikku kejar wanita itu. Ku tabrakan tubuhku kepadanya. Membuat dia terpental ku dekati dia Kuangkat tubuh dengan cara menjambak rambutnya.

“bruuuuk…. Ku tinju pipi sebelah kanan nya membuat dia terpental cukup jauh. Dia pun meringis ke sakitan. Kembali ku dekati dia

“hari ini mood ku buruk” ucapku pada nya

Kembali ku angkat tubuh wanita yang tak berdaya itu. Ku lempar tubuhnya yang ramping itu. Hingga membentur kursi membuat tak bisa berbuat apapun.

Aku melancarkan serangan terakhir untuk mengakhiri rasa sakit wanita ini

“hentikan” teriak Tia

Ku melihat wajah tia Matanya berkaca-kaca. Mukanya pucat… Dia seakan tak percaya aku dapat melakukan hal yang mengerikan seperti ini… Tia pun segera berlari ke atas….

“Tia…” teriak ku

Tapi Tia terus berlari…

“maafkan aku bos…” ucap hadi …

“apa kau benar-benar lemah…. Bagaimana bisa dua orang wanita hampir mengalahkan mu….” ucapku

“aku benar-benar tak tahu… Wanita ini pintar karate bos…” ucapnya sambil memegang selangkangannya…

“wanita ini berbeda dengan Tia… Jangan lengah… Aku akan mengurus Tia … Kau urus wanita ini….” teriakku dan meninggalkannya ke atas….

Ku ketuk pintu kamarku… Tapi tak ada balasan dari dalam… Aku pun masuk…kulihat tia hanya duduk di ranjang dengan tatapan kosong….

“apa kau takut dengan ku ??” tanya ku …

Tia menatapku.

“itu lah diriku yang sesungguhnya… Kau ingin mengubah penilaianmu pada ku…” jelasku padanya…

*Tia pun mulai menangis

“sisi manusia ku sudah mati 4 tahun yang lalu… Pria di depanmu saat ini adalah monster” ucap ku dan berbalik ingin ku tinggalkan Tia sendiri.

Tiba-tiba Tia memelukku

“aku tak takut padamu tuanku” ucapnya lirih menahan tangisannya…

“Aku hanya kaget… maafkan aku tuan..” lanjutnya…

“maaf untuk apa… Harusnya aku yang minta maaf…” ucapku dengan membalikan badan ku …

*aku tersenyum padanya…

“bolehkan aku bertanya satu hal lagi tuanku???” ucap tia

“tentu, apa itu ” ujarku

“siapa wanita itu… Sejak kapan dia di sini… Apa karena aku tak mampu memuaskan mu, kau menculik wanita lain???” tanya nya…

“hahaa… Wanitaku sedang cemburu ya” ujarku mengelus pipinya

“tidak tuanku… Aku tak cemburu dan tak memiliki hak untuk itu. Aku hanya mainan mu” tegas nya dengan muka memerah…

“jelas saja sih… Umur wanita itu lebih muda dari mu… Tubuh lebih tinggi… Kau benar-benar mendapat lawan yang sulit Tia” ejekku membuat Tia makin salah tingkah…

Hanya nafas panjang yang ku dengar darinya… Pipi ikut kembang kempis… Raut muka kesal tergambar di wajahnya… Aku menyukai suasana ini … Tia makin terlihat cantik menurutku…

“tapi wanita ku ini tak kalah sama wanita di bawah…” lanjutku sambil mengedipkan mataku .

“tapi kenapa tuan mencari wanita lain…” tanyanya lagi…

“kau cemburu kan… heheee” ujarku…

“iya… Ehhm.. Tidak tuan …” jawab nya gugup…

Aku mulai menceritakan kejadian penculikan hera… Semua adalah kemauan dari hadi… Itu membuatnya sedikit lega…

“syukur kalo itu ke mauan dari hadi..” ujarnya…

“dia tak akan menyerangku lagi” pikir Tia…

“tapi bagaimana ya kalo wanita itu lebih memilih ku… Ketimbang hadi… Aku harus memikir pembagian tempat tidur…” ucapku sedikit mempermainkan tia

Mukanya kembali tertekuk… Ku peluk tia kembali….

“aku sudah membuat benih dalam sini… kau istimewa bagi ku….” lanjutku… Sambil mengusap-usap perut tia…

*tia pun tersenyum…

“astaagaa.. Aku lupa … Harusnya aku memasak…” teriaknya…

Melepas pelukan ku dan berjalan keluar…

“memang seperti itu… Istri tua memasak dan istri muda melayani masalah ranjang…” ejekku lagi

“ahhh.. Tuan..” teriak tia…

“yaya … Sudah cepat masak… Awas tidak enak aku akan mencari lagi…” ejekku lagi…

Tia pergi dengan ekpresinya kesal pada ku..

[table id=Ads4D /]

( POV HADI )


Hera Fitri Diani

Penuh amarah ku mendekati hera yang masih tergeletak tak berdaya… Ku gendong tubuhnya… Tanpa perlawanan hera pasrah tubuhnya… Mungkin sakit di sekujur tubuh atau rasa takutnya telah mengalahkan seluruh keberaniannya..

“wanita jalang kau akan merasakan penyiksaanku” ucapku

Aku baru sadar ternyata di vagina hera sudah ku pasang vibrator… Aku tersenyum licik…

“bodohnya aku lupa benda ini ada disana.” pikirku…

Kulihat pipi kanan hera bengkak dan memar berwarna merah cenderung gelap… Aku tau bosku tak mengeluarkan seluruh tenaganya tapi ini cukup mengancurkan kepercayaan dirinya… Ini memudahkan buat ku….

Ku borgol hera seperti yang ku lakukan pada tia waktu penyiksaan dulu… Ku ikat tangannya ke langit-langit kamar, dan ku ikat kaki mengangkang … Ku jepit payudaranya dan ku satukan ikatnya dengan kakinya… Jadi dia tak akan banyak bergerak dengan posisi ini… Memberontak adalah hal yang bodoh akan membuat dia semakin tersiksa pada payudaranya…. Yang berbeda dari penyiksaan tia adalah vibrator … Alat ini ku pasang di dalam vagina Hera …lalu ku aktifkan alat itu…. Membuat tubuh Hera bergetar, Membuatnya makin tersiksa…

“aku akan keluar sebentar mengisi tenaga ku…” ucap ku….

*derrrt…derttt… (bunyi vibrator bergetar di vagina nya)

“Ahhh…ahhhh..” desahan lemah hera….

Kutinggalkan hera. Untuk pergi ke dapur mencari makanan.. Tidak ada apa pun disini.

Tia pasti belum memasak… Kuputuskan mencari makanan diluar… Ku biarkan hera seperti itu biar dia rasakan ketakutan dan patuh padaku

[table id=Lgcash88 /]

( POV TIA )


Tia

Aku kesal dengan dengan tuanku kali ini….

“semua ini terjadi karena otak mesum hadi” pikirku..

Aku langsung terdiam memaku. Karena orang yang ada di pikiran ku sedang berjalan melewati ku tanpa melihat posisi ku.

“syukur dia tak melihat…” gumam ku lagi.

Ku lanjutkan perjalananku menuju dapur. aku mendengar erangan dari kamar hadi. Ku pastikan itu suara wanita yang bernama hera… Hadi pasti sedang menyiksanya…

Aku pun ragu untuk mengintip keadaan wanita itu. Bagaimana jika hadi dateng… Erangan itu semakin kencang… Ku beranikan diriku membuka pintu hadi…

Aku terkejut melihat wanita muda, Dalam keadaan terikat seperti ku waktu dulu. Dia melihatku dengan mata menyedihkannya…

Aku adalah wanita dan seorang ibu. Tubuhku bergerak melepaskan kedua jepitan di payudaranya….

“ada sesuatu di dalam vaginaku” ucapnya lirih…

“Aku bergegas menarik kabel berwarna merah yang masuk ke dalam vagina hera… kulihat ujung kabel itu terdapat benda kecil terus bergetar…. Ku buang alat itu…

Kulepaskan pengikat kedua kakinya yang menyilang kiri dan kanan….terakhir ku lepaskan ikatan yang membuatnya tergantung…. Tubuh itu langsung rubuh ke lantai…

Kupapah tubuhnya hingga duduk di sofa yang terdapat di kamar hadi…

“terima kasih kak… Aku ingin pulang dari sini” ucapannya

“tak ada jalan keluar dari sini.” jawabku membuatnya terdiam…

“kita harus kabur dari sini kak…” balasnya

“sebelum monster itu kembali kesini…” Lanjutnya

“aku tak bisa pergi dari sini…” jawabku

“kenapa kak… Setelah pergi dari sini kita langsung ke kantor POLISI.. Agar kedua penjahat itu ditangkap… Kak korban penculikan mereka juga kan…” ujarnya menyakinkan aku…

“bagaimana kau tahu aku korban penculikan …” tanyaku

“laki- laki yang menyiksaku bilang memiliki satu budak lagi… Itu yang membuat saya tahu ada dua korban disini…” jawabnya

“aku tak bisa pergi dari sini. meskipun aku bebas ke semua tempat dirumah ini tanpa terbelenggu apapun, bahkan saat kedua orang itu pergi pun, aku tak memiliki keberanian keluar dari rumah ini. hidupku seperti terikat dengan rumah ini” jelasku

“Kau tidak rindu dengan orang tua ataupun keluarga mu di luar sana..” ucap hera

“aku sangat rindu dengan anak ku… Tapi aku tak bisa lagi menemuinya… Hidupku diluar telah mati… Inilah kehidupan ku yang baru melayani tuan ku” balasku

“kak sadarlah… Kau harus pergi dengan ku sekarang juga…” teriak hera dan menarik tanganku…

Tiba-tiba pintu terbuka…

Plakk. Tampar keras ke pipi hera membuatnya terjatuh….

“jadi kalian berdua, merencanakan kabur dari sini..” teriak hadi..

“tidak tuan … Aku bisa menjelaskan semua ini” ujarku….

“bruuuk… Aku akan mengajari kalian bagaimana cara untuk patuh…” tinju hadi ke ulu hatiku membuatku pingsan seketika…

Halaman Utama : Misi Penghancuran

BERSAMBUNG – Misi Penghancuran Part 11 | Misi Penghancuran Part 11 – BERSAMBUNG

Sebelumnya ( Part 10 ) | ( Part 12 ) Selanjutnya