. Misi Penghancuran Part 07 | Kisah Malam

Misi Penghancuran Part 07

0
409

Part 07 – Pelindung

*Bruuuukkk…. Benturan gagang sapu dan tubuh yang membuatnya patah terpental…

“bos……” ucap hadi gugup…

Alex hadir dan menahan pukulan penuh amarah dari hadi dengan punggungnya…

“kau sudah pulang …” ucap hadi kembali…

“apa yang kau lakukan dengan mainanku…” tanyaku pada hadi…

“aku hanya memberikan pelatihan agar dia semakin patuh pada kita” jawab hadi cemas…

“lalu kau ingin membunuhnya ?” tanyaku

“Dia yang hampir membunuh… Kau lihat apa yang dilakukan pelacur ini!!!!” ucap hadi

Sambil memperlihatkan tubuhnya yang terkoyak dengan darah segar yang mengalir membasahi pakaiannya…

“siapa yang bilang dia pelacur” ucapku menatap mati hadi…

Hadi hanya terdiam …

“maaf aku bos…” ucap hadi…

“ha..haaa.. Haa … Kau terluka karena wanita ini… Kau benar-benar bodoh ” jawabku santai…

“kau memang Wanita yang menarik tia… ? Bisik ku pada nya

“tuan terima kasih” ucap nya parau…

Lalu ku angkat dia … Membawanya ke kamarku… kulihat hadi tetap berdiri di tempatnya

“Sebaiknya kau obati luka mu ….” ucapku pada hadi yang tetap tertunduk

Dan pergi meninggalkannya…

[table id=iklanlapak /]

( POV Hadi ) 

“wanita sialan itu… Membuatku hampir terbunuh” pikirku…

Luka kecil ini tak akan membunuhku…. Tapi kemarahan boss ku yang paling ku takuti…
Saat ke jadian tadi…telah membuat Seluruh tubuh menolak bergerak… Hawa yang mengerikan membuat bulu kuduk berdiri….

Mata yang mengisyarakan dendam dan pembunuh membuat nyali ku ciut …

Bos ku bukan manusia biasa saat dalam posisi marah… Seluruh sifat baik ,lemah lembutnya dan bahkan sopan santun akan terbalik 360 derajat..

#Flashback 1 tahun yang lalu..

Hari ini adalah hari pertama buat ku dan ruangan ku memiliki bos baru….

Aku datang paling pagi… Karena memegang kunci ruangan … Karena kosan yang paling dekat dan yang pasti aku laki-laki sendiri diruangan ini….

Beberapa waktu berselang …. Sesorang masuk ke kantor… Dia terlihat masih sangat muda….

“apa ini kepala bagian kami yang baru ” gumam ku

Dia tersenyum sambil menyodorkan tangannya…

“selamat pagi….” senyumnya ramah
Tangannya pun lembut sekali… Pasti dia tidak pernah melakukan hal- hal yang berat dalam hidupnya….

“Selamat pagi …. Bapak kepala bagian kami yang baru ya…” ucapku

“Ya … Aku Alex Syarizal… ” ucapnya….

“saya hadi pak… Maaf teman yang lain belum pada datang pak…” ucapku

“oh tidak apa-apa…. Mereka perempuankan jadi pasti banyak urusannya…” ucap bos yang baru…

“seperti pria ini terlalu santai…” pikirku …

Jujur aku kurang respek dengan pertemuan pertama kali kami…. Dia pasti hanya anak manja…. Yang belum pantas menjadi seorang pemimpin… Pasti juga dia mendapatkan posisi dari hasil menyodok atau jatah karena dia saudara dari pimpinan daerah ini…

Seiring waktu berjalan … Aku mulai menaruh respek padanya… Bos adalah pimpinan yang santai namun tegas dalam pelaksanaan tugas…
Dia juga orang yang cerdas… Selalu santai saat menghadapi masalah yang paling berat sekali pun… Membuat nya menjadi andalan pimpinan daerah ini… Bisa di bilang dia anak emas pimpinan kami…. Orang yang sangat royal dengan uang… Apa lagi pada kami yang merupakan pegawai non PNS… Juga santai dengan hadir atau tidak hadirnya kami…

Jujur aku bukan orang baik…. Aku pernah hampir mati di penjara sebelum saudara ku menyelamatkan dengan membayar sejumlah uang membuat ku kembali menghirup udara segar…

Dia pun memberikan ku pekerjaan dengan honor di pemerintah kabupaten ini… Ini adalah kesempatan kedua ku setelah kehilangan semuanya… Baik istri, anak-anakku dan harta benda ku….

Aku akhirnya menemukan sisi lain ketua saat iya meminta ku menjadi supir dalam melaksanakan perjalanan dinas luar daerah dan aku mengetahui bahwa bos sangat kaya…

Tiba dirumah nya untuk menyusul bosku…
Aku cukup di kagetkan dengan heningnya rumah besar ini… Tak ada penjagaan satu pun baik itu satpam ataupun bodyguard… Yang mengejutkan lagi tak ada satu pun pembantu disini , dirumah yang sangat besar… Kontras dengan suasana ramai pom bensin di sampingnya … Rumah ini sangat hening…

“bagaimana jika ada pencuri masuk ” gumam ku
Kulihat sekeliling memang terdapat beberapa CCTV terpasang … Tapi keamanan seperti ini tidak lah cukup menghentikan pejahat nekat.

Lamunanku di buyarkan dengan kedatangan bos ku

“maaf menunggu lama… Ayo segera berangkat..” ujarnya turun dari tangga …

“siap bos..” ucap ku mengikutinya…

Bos ku mengkunci rumahnya… Mengembok pagarnya sebelum masuk ke mobil fortunernya… Dia pun tidak duduk di belakang melainkan duduk di sampingku…

“bos rumahnya dikunci..? Tanyaku

“iya lah… ” jawabnya santai sambil terus mencari tumpukan kaset

“tidak ada yang jaga… Sekarang jaman nya pencuri bos… CCTV saja tak cukup…” lanjutku..

“biarkan saja kalau memang mereka ingin masuk..” balasnya

Ini membuat ku heran… Bagaimana bisa dia begitu santai….

………………………………………………………………………………………………………………………………

Jam Pukul 23.00 rapat koordinasi pun selesai .

“di langsung balik ya…” ucapnya…

“tidak menginap dulu bos” balasku

“acaranya sudah selesai… Lebih baik tidur dirumahku …” katanya sambil melepas beberapa kancing kemejanya…

“rahasia ya… Aku tak bisa tidur kalo di luar rumah … Hehee ” bisik bos ku

“oh oke bos.. kita berangkat….” kata ku sambil mulai melaju…

“bos sebaiknya kita ambil jalan memutar lebih aman di waktu seperti ini …” ujarku…

“itu memakan banyak waktu… Lanjut saja…” ucapnya yang fokus bermain game di hp nya…

Kami pun memasuki perkebunan yang cukup luas …. Disini tempat rawan banyak berita kejahatan terjadi di sini… Meskipun aku mantan penjahat tempat ini membuat ku tetap tidak tenang saat melewati ini…

Tidak beberapa jauh melaju… Aku melihat batang pisang tergeletak di tengah jalan… Ku hentikan mobil ku…

Perasaan tidak enak dengan kejadiaan ini… Benar saja muncul beberapa orang ber boncengan dengan motor … Ku hitung mereka berjumlah 7 orang… Mereka mulai mengedor mobil kami…

*Dooor door… Kap mobil kami di pukul…

“TURUN-TURUN” perintah mereka…

Aku sangat panik waktu itu…

“Maaf bang kami sedang terburu-buru… Bisa kalian sedikit minggir” jawab bos dengan santai ya memencet tombol pembuka kaca …

“aku ada beberapa uang untuk kalian…” lanjutnya sambil mengeluarkan beberapa uang ratusan ribu…

“hahaaa… Hahaaa… Kami tak butuh semuanya … Jadi cepat turun atau kau mati ” ucap salah satu penjahat yang mengarahkan parang ke leher bos ku…

“bodoh kau kira mereka mau hanya di beri uang sedikit ” gumam ku mulai pucat…

*Bugh…bugh…

Pukul salah satu penjahat di sampingku posisi ku …. Sambil mengayunkan celurit … Dengan mengisyaratkan untuk segera membuka kunci mobil…

“kau tau pak … Menodongkan senjata tajam ke orang yang sudah berbuat baik adalah kesalahan…” ucap bos tetap tersenyum santai…

“jangan buang waktu cepat keluar…” penjahat itu lagi…

“baik jika itu mau mu…” ucap bos ku

Aku hanya memperhatikannya…bingung apa yang harus ku perbuat…

“di setelah Aku keluar kau kunci pintu dan naikan kembali kaca….”Bisik bos ku…

Lalu …

*duuughh…. Suara pintu yang di buka sangat keras bertubrukan dengan tubuh penjahat di sampingnya…

“akkkhh….” jerit penjahat pertama yang langsung terpelanting jauh…

“sialan” teriak penjahat kedua menghunuskan parangnya ke arah bos

Dengan sigap bos menghindar dan mengambil alih parang penjahat dan

*bleass… Bos ku mengayunkan parangnya dan diikuti teriakan penjahat kedua…

“akhhhhh… Tangan ku…? Teriaknya…

Aku melihat tangannya terputus … Yang mengeluarkan darah yang sangat banyak…

Penjahat ketiga ku pun memukul tongkatnya ke arah bos ku… Namun dengan sangat santai dia menghindar dan membalas dengan tinjuan uppet cut yang membuat penjahat ke tiga terhuyung tak berdaya….

Penjahat keempat dan kelima menyerang bersamaan…dengan celurit di tangannya…
Bos ku menghentikan serangan celurit nya dengan tangkisan mengunakan parang… Lalu secepat kilat menendang salah satu dari mereka hingga terpental cukup jauh …

Sedangkan yang satu yang lengah melihat temannya ter pental pun… Mendapatkan serangan dari bosku . bos ku menusuk kaki kanan penjahat itu hingga jebol dengan parang …

Penjahat ke enam turun dari motor nya dan mengeluarkan pistol rakitan…

*Duaarr …

Aku mengira bos ku tertembak… Tapi kulihat dia bergerak menendang berputar … Membuat tubuh penjahat itu terhempas membentur dinding mobil fortunernya… Penjahat itu pun tak berdaya… Tapi bos tak menghentikan tinju ke wajah penjahat… Membuat muka penjahat itu tak berbentuk…

Yang membuat ku aneh adalah bosku tetap tersenyum meskipun dalam keadaan seperti ini…

Penjahat terakhir berusaha kabur dengan menaiki motor dan berputar….

Saat itu juga bos ku menendang motor hingga rubuh… Kulihat penjahat itu memohon pada bos ku dan…

*duar …. Duar… Duarr….

Bos ku menembak kedua kaki nya dan salah satu tangan …

“akhhh….” jerit penjahat terakhir …

Penjahat keempat bangkit kembali dengan cepat bosku membantingnya ke tanah kembali…

*treaakk ….

Suara terdengar dengan erangan kerasnya…
Lalu kulihat bos ku menjambak rambut melemparnya ke kap mobil….

“aku sudah bilang aku terburu-buru” ucap bos ku

“Akhhh… Ampun jangan bunuh saya” ucap penjahat keempat itu…

“akhhh…. Akhhh… Ampunn….” teriak penjahat itu lagi…

Bosku mengambil pisau kecil di belakang punggung penjahat itu dan menancapkan ke betis penjahat dan menarik ke bawah…

Ke sadisan ini … Membuat ku tak percaya… Bagaimana mungkin orang yang baik dan terlihat lemah bisa melakukan hal mengerikan ini…

Kulihat bos ku mulai melempar penjahat- penjahat tak berdaya itu tertumpuk menjadi satu … Dengan erang- erangan terdengar…

Kemudian dia mendorong motor penjahat itu mengelilingi mereka… Membuka bagasi motor mereka … Lalu bergegas menuju mobil…

“korek api mu mana …” ucap bos ku pada ku

“ini…” ucap ku gugup…

“ayo kita berangkat…” ucap nya…
Ku geser pohon pisang yang menghalangi jalan mobil kami… Dan aku berangkat…

Tiba-tiba ketua melemparkan korek api berbentuk gas ke tumpukan motor…

Dan benar saja 10 meter dari lokasi kulihat api membesar… Dan beberapa kulihat ledakan besar terjadi…. Aku tak berbicara sedikit pun dengan bos ku… Bulu kuduk ku berdiri… Dan keringat dingin mengalir kesemua tubuhku…

Tiba di rumah pukul 03:00

“sebaiknya kau tidur disini …” ucap bos ku..

“baik bos…” ucap ku…

Wajah yang menyeramkan tadi tak terlihat lagi…bos kembali seperti tak terjadi apapun…aku masih mengingatnya Mata pembunuh dan senyum itu… Aku yakin dia adalah monster….

[table id=iklanlapak /]

( POV ALEX )

Ku bopong tubuh lemah … Dengan banyak luka di seluruh tubuhnya…. Ku baringkan tia di kasur empuk ku…

“maaf kan aku…” ucap ku pada tia…

“ini bukan kesalahan mu tuan… Aku yang salah tak bisa menjaga diri… ” ucap tia…

“sudah jangan banyak bicara … Aku akan mengobati mu…”ucap ku…

Mengambil peralatan medis ku… Mulai mengobati berlahan setiap luka di tubuh tia…
Banyak luka lebam di tubuhnya….belum lagi kulit yang mengelupas di punggung nya….

“jangan dendam dengan hadi…. Dia orang yang baik…. Cuma nasib yang membuat nya seperti itu…. ” jelasku….

Tia tak membalas ucapan ku… Dia hanya terdiam… Trouma akibat perbuatan hadi jelas tergambar di ekpresinya yang datar….

Aku pergi membawa beberapa makan… Dan menyuapin tia…

“tuan terima kasih… Harusnya aku yang melayani mu…” ucap tia

Ku elus pipi tia…dan memeluk tubuhnya…

“kau bukan budak ku…. Kau sesorang yang spesial buat ku…” bisik ku…
Sambil membelai rambut tia yang agak berantakan…

“aku hampir lupa… Aku membelikan mu beberapa pakaian…” kata ku lagi…

*mata tia berkaca-kaca

“jangan menangis lagi… Setiap wanita menangis aku selalu merasa bermasalah…” balasku sambil mengusap mata tia…

“istrahat lah…” lanjutku… Mencium keningnya…

Dan pergi keluar kamar meninggal tia …. Kususuri tangga … Ku lihat hadi sedang mencoba membalut luka dengan perban…

“perluku bantu jagoan…” ejekku

“Kau mengejekku….” ucapnya…

“Tia bukan wanita biasa… Dia wanita yang cerdik…” balasku…

“wanita sialan itu harus ku balas…” balasnya..

“salah mu sendiri… Melakukan hal bodoh seperti itu…harus kau sedikit lembut padanya…” ucap ku pada hadi…

“semua wanita sama … Saat kau lunak pada nya dia akan menghianati kita…” ujarnya…

“tapi kau keterlaluan melakukan hal bodoh itu…. Nada suara ku tinggi…

“maaf kan aku bos aku khilaf…” ucapnya

“sekali lagi kau mencoba hal seperti itu… Bruuuak….. Aku yang akan membunuh mu…” ucap ku sambil memukul meja didepan ku hingga terbelah dua…

Hadi hanya diaam tak berkata apa pun…

“hehehe…. Aku hanya bercandaa pak hadi…. Maaf kan aku… kau benar-benar takut ya…” Kata ku sambil tertawa melihat hadi tak mampu berbicara apa pun…

“oh iya besok bantu aku membeli meja baru… Dan juga aku mau istrahat dulu” lanjutku kembali ke kamarku untuk istrahat….

“meskipun bercanda … Aku hampir copot jantung” pikir hadi.. Sambil melihat meja yang terbelah dua….

Sampai di kamar ku lihat sosok wanita itu sudah terlelap tidur….

“aku akan jadi pelindung mu” bisikku yang di balas dengan desahan seksi..

BERSAMBUNG – Misi Penghancuran Part 07 | Misi Penghancuran Part 07 – BERSAMBUNG

Sebelumnya ( Part 06 ) | ( Part 08 ) Selanjutnya