. Misi Penghancuran Part 06 | Kisah Malam

Misi Penghancuran Part 06

0
376

Part 06 – Pendisiplinan…

Hari ini aku semangat pergi kekerja… Biasa aku selalu bolos untuk mengikuti apel tapi hari ini sedikit berbeda… Aku kepala OPD pertama yang absen….

Sebenarnya aku tak perlu apel… Aku salah satu pejabat yang cukup di sayang oleh atasan ku… Meskipun kepala bagian kehumas dianggap banyak orang sebagai jabatan yang suram…
Karena disini pagu anggarannya sangat kecil … Tidak seperti jabatan lainnya yang memiliki pagu anggaran sampai m – m (milyar)…

Bukan posisi yang ku cari… Dengan kekuatan uangku aku bisa saja jadi kepala di dinas pekerjaan umum , keuangan ataupun kesehatan yang memiliki dana luarbiasa… Beberapa kali pimpinan menyuruh untuk memilih jabatan yang aku mau… Tapi aku menolak nya dan tetap berada di bagian kehumasan…

Kerjaan disini santai… Dan satu lagi berada di sekretariat daerah membuat ku mudah mengetahui berbagai kebijakan eksekutif maupun legislatif… Aku bisa memberi pengaruh disana … Tentu untuk mendapatkan keuntungan positif untuk seluruh usaha ku…

Aku ingin menguasai seluruh aset pendapatan daerah … Itulah tujuan ku… Saat aku memiliki nya aku akan mengontrol seluruh aktivitas dari daerah ini,

Aku seperti bom waktu yang tidak mereka sadari berada didekat mereka… Saat mereka semua sadar … Tak ada jalan keluar dari ledakan ku…

[table id=iklanlapak /]

(POV TIA)


Tia

Aku sedikit merinding dengan pria teman tuan ku tadi… Mata penuh dengan kekejaman dan kebencian … Membuatku merinding saat bertatapan dengannya..

Aku sengaja mengkunci kamar tuan ku agar pria itu tidak masuk ke dalam sini… Aku harus menghindarinya sampai tuan ku kembali…

Aku memutuskan untuk mandi… Untung saja ada kamar mandi di dalam kamar ini… Jadi aku tidak perlu keluar….

Selesai mandi… Aku mulai mencari pakaian tuan ku yang bisa ku pakai sementara… Dia telah mengizinkannya…

Kupilih kaos putih dan celana olahraga berwarna biru…. Meskipun itu kebesaran… Tapi lumayan dari pada bugil. Aku tidak memakai bh dan celana dalam…

Mencium aroma tuan ku membuatku mengingat bercumbuan kami tadi malam… Kontrol yang perkasa… Tanpa sadar aku mulai mengesekan tangan kiri ke vagina ku… Dan tangan kanan ku menekan payudara ku…

Aku berdiri tepat di depan cermin besar…

“kau cantik tia dan tubuh juga tidak kalah dengan model di tv” gumamku memuji diriku sendiri

“aku pantas bersama tuanku,” pikiran ku berlanjut sambil terus tersenyum sendiri…

Lamunanku buyar saat tiba-tiba

“tok-tok…. Tia kau didalam kan…. Masakan aku sayur…” teriak hadi…

Tapi aku hanya terdiam… Aku tak berani membuka pintu…. Aku takut dia melakukan hal- hal aneh…. Tubuhku hanya miliki tuanku… Aku menyakinkan diri untuk tidak membalas ucapannya…

“wanita kurang ajar…. Cepat keluar…. Dooor…door….” hadi mulai kesal memukul pintu kamar nya dengan keras…

Aku hanya terdiam… Berharap pria tua itu segera pergi….

“kau akan dapat hukuman berat dari ku…”

“dorr..doorr…dorrrrr…. Cepat buka pintunyaa…” teriak hadi yang mulai hilang ke sabar…

Aku tetap bertahan diam…

Beberapa detik kemudian suara hadi menghilang…

“huft akhirnya dia menyerah…” gumamku

“kenapa tuan memperkerjaan pria menakutkan itu” ucap ku…

Ku tempelkan kupingku pada daun pintu… Seperti sudah benar-benar aman… Aku kembali ke kasur… Ku aktifkan tv.. Bersantai….

Beberapa jam kemudian suara perutku terus meraung-raung lapar…. Aku bingung … Bagaimana jika aku keluar hadi akan memperkosaku…

Aku kuatkan hatiku… Aku tempelkan telinga ku kembali ke daun pintu… Tak ada suara apapun…
Kulihat dari jendela atas… Motor butut hadi pun tidak ada….

” ia pasti keluar…” pikirku…

*ctek… Ctek … Pintu kamar ku buka …
Aku menengok situasi diluar… Sepertinya tidak ada kehidupan…

Ku beranikan diri melangkah keluar… Langkah mengendap-endap agar langkah kaki ku tak terdengar oleh hadi…

Aku menurun tangga berlahan sambil mataku terus mencari keberadaan hadi… Tapi aku tak menemukan nya…

Sampai di dapur… Belum ada tanda-tanda dari hadi…

“aman” pikirku…

Aku mengambil beberapa buah… Dan beberapa lapis roti… Tak lupa mengambil beberapa makanan ringan… Kulkas ini cukup lengkap…

Aku menemukan beberapa mie gelas…setelah itu aku segera kembali ke kamar…

Tapi aku di kejutkan oleh hadi yang duduk di tangga…

Matanya menunjukan kemurkaan… Tak ada jalan lain aku harus menerobosnya…

“berani kau pelacur … Tidak menuruti perintah ku…” ucap hadi

“aku bukan pelacurmu…” teriakku…

“lalu kau siapa…” balas hadi…

“aku…… Aku …” aku bingung apa yang harus ku katakan….

“kau adalah budak ku” jawab hadi…

“aku yang membawamu kemari… Dan kau tidak menuruti ku” lanjutnya

“aku hanya melayani tuan ku…” jawab ku

“aku juga tuan mu … Bodoh..” jawabnya kesal… Dan bergerak mendekatiku…

“orang yang dapat memerintah ku hanya tuan ku…” jawab sambil berancang-ancang lari…

Aku pun berlari dengan cepat menuju tangga…
Hadi mengejarku… Saat hampir ditangga teratas hadi menangkap rambutku dan menarikku hingga tubuhku terguling jatuh dari tangga…

Tiba-tiba aku tak sadarkan diri…

[table id=iklanlapak /]

( POV HADI )

Aku berhasil menariknya jatuh dari tangga… Tangga ini cukup tinggi… Terdapat 21 anak tangga…

Kulihat tubuh tia tergeletak… Darah segar mengalir dari kepalanya… Ku periksa dia… Ternyata dia hanya pingsan…

Ku bawa dia ke kamarku atau kamar baru ku… Di lantai bawah … Berdepan dengan kolam…. Ku telanjangi dia….

Ku letakan tia di kasur… Aku pergi ke gudang … Aku mencari paku dan palu…. Aku juga menemukan rantai yang cukup panjang…

Bergerak ke motor ku … Kuambil tali karet dari bawah bagasi motor ku… Kembali ke tempat tia berada…

Aku mengambil paku … Memaku beberapa tempat di kamar ini… Aku kembali pergi ke kamar bos ku… Ku ambil borgol dan seluruh tumpukan tali yang kami dapatkan dari rumah bu siska tempo lalu…

Ku lihat tia masih pingsan… Ku borgol kedua tanganya lalu ku sambungkan dengan rantai lalu mengikatkan ke plafon rumah yang sudah ku beri paku….

Lalu menariknya hingga Tubuh tia tergantung beberapa cm dari lantai… Aku mengambil tali lalu aku ikat melingkar ini payudara… Membuat payudara tertekan seperti akan lepas dari tempatnya….

Aku ikat kembali kakinya dengan posisi mengangkang . Aku hubungkan ke kiri dan kanan…membuat memek terlihat tembem merenggang…


Tia

Tubuh tia mulai mengeliat… Matanya mulai terbuka… Tia kaget dengan keadaannya yang terikat… Dia berusahaa keras bergerak…

“lepaskan… Lepaskan… Dasar kau biadab…” teriak tia….

“aku akan menghukum mu… Agar kau menjadi budak penurut…” ucap ku…

Lalu aku memberikannya sebuah tamparan…lalu Aku memasangkan penjepit jemuran yang sudah di hubungkan dengan kawat … Dan mengikat di ujung kaki sebelah kiri untuk payudara kiri dan sebelah kanan untuk payudara kanan…

“akhhggg… Sakit… Hentikan… ” iba tia …

“ini hukuman buat budak yang tidak menurut ” ucap ku sambil mengecek keadaan pengikat tia terpasang dengan baik….

Lalu Aku pun pergi… Meninggal kan nya dengan posisi seperti ini…

“akhgggg… Akhhh…
Saat tia coba meronta… Gerakan kaki nya membuat payudaranya ikut terguncang dan tertari…tertarik… Rasa sakit sekali… Tia mulai menangis…

“tuan cepat pulang…” tia hanya berharap

Aku pergi meninggal tia … Aku mengambil motor ku dan berjalan menuju suatu tempat…

[table id=iklanlapak /]

(POV TIA)

Aku terus tergantung berjam-jam… Pria jahat itu ntah pergi kemana… Pergelangan tangan ku mulai pegal …bahkan tak terhitung berapa kali aku pingsan… Aku hanya melihat payudara sudah berubah warna menjadi kebiruan…

Aku sudah mulai putus asa … Tiba-tiba pintu terbuka… Pria jahat itu tersenyum pada ku…

“Bagaimana hukum nya…” ucapnya

“akh…akh… ” aku sudah tak berdaya…

“kau masih membangkang … ” teriak nya…

Aku hanya terdiam… Hadi pun marah… Dia mengambil tali karet yang berasal dari sisa ban mobil/ motor.

*Cteaar.. Cteaaar… Ya mencambuk punggung berulang- ulang….

“memohon ampun lah pada ku…” sambil tertawa terbahak-bahak..

Rasa sakit semakin menjadi karena goyangan membuat payudaraku terasa ingin lepas dari tempat… Rasanya aku akan mati …

“hentikan…. Akh… Hentikan .. Maaf kan aku tuan… ” ucapku lirih…

“aku tak mendengar nya ucapkan dengan keras..” teriak hadi…

“aku budakmu tuan… Ampuni aku….” ku keluarkan semua sisa tenaga ku…

“haha… Dasar wanita hina… Makanya kau harus tau hormat pada tuanmu ini” jelas hadi… Sambil menarik rambutku

“Ahh..akh… Aku menyerah…” ucapku

Hadi menghentikan cambukan itu… Dia juga . Melepaskan jepitan di kedua payudara ku…

Aku dapat bernafas lega… Saat iya melepas ikat kedua kakiku.. Dan rantai yang mengantung tubuhku…

“aku akan menyiksamu lebih dari ini jika kau tak menuruti ku…” ucap hadi…

Aku hanya bisa mengangguk …

“jilat kakiku budak…” perintahnya…

Aku pun bergerak mulai menjilat kedua kaki hadi.. Meskipun jujur aku sangat jijik… Kaki hitam tak terurus…

“anjing pintar..” ucapnya sambil mengelus rambut ku…

Aku harus tetap menahan hina-hina yang keluar dari mulut… Aku takut dia kembali menyiksaku…

Hadi tidak melepaskan ikatan tali di payudara …kulihat waktu menunjukan pukul 4 sore…

Dalam hati aku merasakan sedikit lega… Bentar lagi tuanku akan kembali dari kantornya… Aku tetap terus menjilat lidahku di kaki hadi… Seperti dia menyukai keadaan hinaku ini…

Tiba-tiba… Telp hadi berbunyi….

“halo bos… ” jawab hadi
Sambil memberikan isyarat untuk menghentikan perbuatan ku

“aku akan pulang telat hari ini…. Bupati mengajak ku pergi ke suatu tempat… Mungkin agak malam aku akan pulang…” ucap suara di ujung telp….

“apa keadaan kantor aman bos…” balas hadi..

“aman … Jangan lupa data ASN …. ? Aku sudah memesankan makanan untuk mu dan tia… Kau bisa ambil dengan anak buahku di POM bensin…

“Sedang apa tia…” ucap alex

“data akan ku kerjakan… Oke terima kasih bos… Perutku memang lapar… Ooooh tia ada bersamaku…” jawab hadi…

“jadi kau bersama tia… Apa kalian sedang melakukan itu….. Jangan kasar padanya…” lanjut alex…

“aku akan menjaga mainan kita bos… ” jawab hadi

“oke …” singkat alex
Dan telp berakhir….

Hadi melihat ke arah ku sambil tersenyum…

“kau dengar… Bos ku pulang telat…” ujar hadi
“jadi masih banyak waktu untuk kita bersama… ” lanjutnya

Tubuh merinding … Apa yang akan hadi lakukan pada ku setelah ini…

[table id=iklanlapak /]

( POV HADI ) 

Kutarik rantai yang terhubung pada borgol ditangan tia… Ku tarik… Kupaksa di berjalan merangkak keluar dari kamarku…

Lalu ku ikat rantai ke tiang tengah rumah… Aku seperti sedang mengikat hewan ternak di padang rumput…

“tuan aku haus…” lirik tia…

Aku tak perduli ke inginnya … Aku meninggal kan tia pergi dengan keadaan terikat di tiang…

Aku pergi menuju pom … Untuk mengambil titipan makanan kami…

“bang hadi ya…” ujar salah satu karyawan

iya… Ada titipan ” ucapku

“ada bang … Ini dari bos…” karyawan lain bertubuh langsing dengan lesung pipit saat iya tersenyum memberikan beberapa kotak pada hadi….

“neti” nama di tanda pengenal wanita itu…

“terima kasih…” ucap ku

“lumayan juga wanita tadi ” pikirku…
Sambil terus melangkah menuju rumah…
Kulihat tia merangkul kaki dengan posisi tertidur… Dengan tatapan kosong nya…

Ku tendang punggungnya pelan…
“bangun… Kau mau makan kan…” ucapku

Tia pun bangun dan mengangguk…
Ku letakan makanan… Terdapat ikan bakar, ayam, cumi crispy, beberapa jenis sayuran, dan satu kotak penuh donat…ini baru makan enak…

Ku berikan nasi putih dan kepala ikan bakar pada tia dan seteko air putih… Juga sepotong donat…

“Cepat makan…” perintah ku

Kulihat tia meminum beberapa gelas air… Pasti dia sangat haus…

“tuan aku minta sedikit sayurmu? Pinta tia

“kau tidak berterima kasih apa yang telah ku berikan …” teriak ku

“maafkan aku tuan” jawab ku takut….
Tia mulai memakan nasi putihnya… Mungkin karena lapar … Tia pun menghabiskan seluruh nasinya … Hanya menyisakan kepala ikan yang memang tidak bisa iya makannya…

“budak kipasin aku” ucapku…

Dia pun mengambil beberapa koran yang terdapat di bawah meja … Dan mulai mengipas aku….

Padahal ruangan ini memiliki AC cuma hadi sengaja menyuruh tia….

Selesai menghabiskan seluruh makanan ku perut terasa penuh… Aku menghabiskan makan yang seharusnya untuk porsi 5 orang… Hehee…

Aku melepaskan rantai yang terhubung dengan borgol tia dan melepas tali yang melilit payudara nya… Tapi membiarkan borgol di tangan nya..

“ku berikan kan waktu 10 menit untuk mu bermasturbasi!!” perintah ku…

“jika tidak berhasil kau akan dapat hukuman” lanjutku…

Ku ambil handpone ku… Menunjukkan timer kepada tia

“1….. 2…..3 mulai ” teriaku sambil mengaktifkan timer….

Tia gelagapan di mulai mengelus payudara… Dan mengubah menjadi remasan beberapa detik kemudian….

Waktu terus berjalan…..

“hmmm …. Akh…. Ahhhk…”desah tia…

Waktu sudah hampir habis …
Tia mengubah sasaran nya… Kali ini dia memasukan jarinya ke lubang memek nya…

“akkhhh…akhhhhhh…. Ahhhh…” desah nya lagi

“waktu habis…” teriakku sambil menujukan waktu timer kembali nol…

Tia gagal mencapai klimaks nya… Mungkin grogi dan faktor lain yang membuat nya gagal…

“tuan maaf kan aku…” ucap tia

Aku kembali mengambil cambuk nya…

*tia menangis…

“maafkan aku tuaan…” iba tia….

“berbalik sekarang ” perintahku

*Cetarr ctarr ku cambuk sekuat tenagaku…

“ampuuunnn akhhh…. ” teriak tia …

Tubuh mengeliat … Garis merah terlihat di punggung nya… Air mata tia mengalir deras…
Ku lihat hp ada Whatsapp masuk…

Kelengahan itu di manfaatkan tia mengambil gunting yang ada di meja…

Dan menusukan gunting itu ke punggung ku…

“akhhhh…” jeritku…

Tia pun berlari menuju keluar rumah… Ku kontrol diri ku ari rasa sakit…Aku cabut gunting yang menancap di punggung ku…

Ku kejar tia… Tia berhasil meraih gagang pintu keluar …

*bruuuk…. “aaaahhh ” jerit tia…

Aku melemparnya dengan kursi plastik … Membuat tersungkur dan membentur pintu…

Tia memegang kaki kirinya…

“dasar wanita jalang” teriak ku ku jambak rambutnya dan menarik dia menjauh dari pintu….

“Akhhhhh.. Akhhh…” teriak tia mengeliat

Tia membalik badannya menendang junior ku membuat jambak rambut terlepas…

Tia berusaha berdiri untuk kabur … Tapi kembali rubuh….

“tolonggg… Tolonggg” teriak tia sambil menyeret tubuhnya

“kau benar-benar akan mati” teriaku sambil mengarah gagang sapu ke arah tia yang sedang mengesot….

*bruuuk…. Hingga membuat sapu itu patah…

BERSAMBUNG – Misi Penghancuran Part 06 | Misi Penghancuran Part 06 – BERSAMBUNG

Sebelumnya ( Part 05 ) | ( Part 07 ) Selanjutnya

Cerita Terpopuler