. MATAHARI Part 8 | Kisah Malam

MATAHARI Part 8

1
278

MATAHARI Part 8

Permainan Perasaan

Pov Amel

Hai.. ketemu lagi denganku.. Amelia Putri..

Oh iya.. pasti setelah kalian membaca updetan kemarin itu, kalian menganggapku perempuan murahan, gatel dan sengaja menggoda anak dari orang, yang saat ini masih ada di dalam hatiku yang paling dalam, Sandi Purnama Irawan.. iya kan..?

Kalau kalian menganggapku seperti itu, sini temuin aku.. biar aku patahkan titit kalian itu satu persatu.. biar kalian itu tau artinya sakit tapi tidak berdarah..

Kalian itu tidak tau sih sakitnya hatiku ketika memendam perasaanku selama ini.. aku sampai mengikuti suamiku untuk meninggalkan pulau seberang ini untuk ke ibukota kayangan.. memang sih, pada saat yayang pur hadir dipernikahanku, aku tertawa dan menggodanya.. tapi didalam hatiku menangis darah.. aku sangat terpukul sekali ketika itu.. tapi aku menguatkan diriku sekuat mungkin..

Dan aku sengaja meninggalkan semua kenanganku dulu.. dan berkat kasih sayang dari suamiku Aldi yang sangat luar biasa, pelan – pelan aku mengubur semuanya didalam hatiku yang terdalam..

Dan ketika ada urusan yang sangat tidak bisa aku tolak, akhirnya aku kembali keibukota pulau seberang seorang diri.. jadwal manggung suamiku sangat padat sekali, sampai Aldi meminta maaf tidak bisa mengantarkanku..

Satu kota yang sangat aku hindari, tapi aku harus melewati karena bandara ada dikota itu.. dan pada saat aku datang kepulau itu, aku langsung menuju keibukota propinsi tanpa berlama – lama di kota itu walaupun ada rumah Lia sepupuku..

Dan ketika urusanku selesai dan tiket sudah ada ditangan, akupun kebandara kota itu.. tapi sayang.. penerbangan ku dibatalkan, karena kabut asap memenuhi kota itu.. akupun bingung mau kemana lagi.. mau kerumah Lia, dia sedang kekota pendidikan bersama Aldo, Angel dan Dana putriku yang kemarin liburan kekota ini..

Akhirnya akupun memutuskan untuk menginap di salah satu hotel dipinggir pantai.. perasaan campur aduk langsung menghinggapi dipikiranku.. semoga aku tidak bertemu dengan yayang pur dikota ini, bagaimana pun kondisinya..

Dan sampai ada panggilan dari seseorang, yang mengajakku janjian dicafé diseberang sebuah taman dikota ini, untuk menyelesaikan sisa urusan ku diibukota propinsi kemarin.. orang itu sampai datang kekota ini untuk meminta tanda tanganku.. dan aku sengaja mengiyakan untuk bertemu dengannya di luar hotel sana.. aku tidak ingin janjian dihotel sini dengan orang itu..

Dan setelah urusanku dengan orang itu selesai, aku pun singgah disebuah mini market untuk membayar tagihan listrik yang aku lupa membayarnya.. gila, kenapa bisa lupa ya aku..? jaringan internet yang lagi gangguan pun memaksaku tidak bisa menggunakan e-bankingku.. gila gila.. kenapa bisa begini sih..?

Lalu setelah membayar tagihan listrik.. akupun menyebrang jalan untuk berjalan – jalan sejenak ditaman seberang sana.. pikiranku terlalu jenuh dengan permasalahan akhir – akhir ini yang sampai memaksaku kepulau ini.. dan aku yakin, yayang pur tidak mungkin ada taman itu..

Tapi sial.. ketika aku menyebrang jalan.. tasku dijambret oleh oleh dua orang.. aku sempat menahannya sambil berteriak.. tapi penjambret itu lebih kuat dari aku.. dia menarik tasku sampai aku mau jatuh.. untungnya ada sebuah pot bunga dan aku bisa berpegangan pada ujung pot itu..

Dan tiba – tiba..

BUHHHGGGG..

Seseorang berlari sambil menendang kedua penjambret itu sampai mereka terjatuh dari motor yang mereka kendarai..

Orang itu menghajar kedua penjambret itu dengan buasnya..

I.. i.. itu yayang pur..? aku sampai tidak bisa mengendalikan diriku dan perasaanku ketika orang itu menghajar para penjambret itu.. walaupun aku melihatnya dari belakang, tapi caranya berkelahi, berjalan, berlari dan mengamuk.. sama seperti yayang pur..

Perasaan yang aku kubur selama ini langsung keluar dan tertumpah memenuhi isi kepalaku.. yayang pur..? kenapa kamu hadir lagi disaat seperti ini..? kenapa..? apa memang ini sudah jalanNya..? tapi kenapa aku seperti dipermainkan oleh perasaanku sendiri..? campur aduk perasaanku pun semakin membuat aku kacau..

Yayang pur betul – betul menggila ketika menghajar penjambret itu.. kalau aku tidak segera menghentikannya, pasti dia akan membunuh kedua penjambret itu.. aku pun berteriak beberapa kali memangil yayang pur.. tapi yayang pur tidak menghiraukan sama sekali.. sampai disaat yayang pur mematahkan salah satu tangan penjambret itu, aku berteriak dengan kerasnya tepat dibelakangnya..

Dan yayang pur langsung menghentikan serangannya dan membalikkan tubuhnya kearahku..

Dan ketika dia berbalik, ternyata dia bukan yayang pur.. dia seorang anak muda tapi sangat mirip dengan yayang pur.. kami pun langsung bertatapan.. dan seketika itu juga, dadaku langsung bergetar dengan hebatnya dan air matakupun sampai menetes karena aku ditatap olehnya.. tatapan itu.. tatapan itu hanya yayang pur yang punya.. apa dia anak yayang pur..?

Akupun langsung menunduk sambil terus meneteskan air mataku.. anak muda itu memanggilku dan aku tidak menghiraukannya.. diapun berjalan kearahku lalu berdiri dihadapanku.. aku yang sudah tidak kuat memendam ini semua langsung memeluknya dengan erat dan menangis dipelukannya..

Aku menumpahkan semua yang aku pendam selama ini dipelukannya.. dan perlahan, anak muda itu pun membalas pelukanku.. gila.. pelukan ini.. pelukan ini sama seperti pelukan yayang pur.. akupun makin mengeratkan pelukanku dan terus menangis..

Lalu setelah beberapa saat, aku mulai menenangkan diriku.. dan belaiannya dipunggungku pun makin menenangkan diriku.. tiba – tiba aku pun langsung tersadar.. ya ampuuunn.. kenapa aku bisa seperti ini ya..? kenapa aku tidak bisa menggendalikan perasaanku..? aku sangat malu dengan semua ini.. aku memeluk laki – laki yang dia tidak mengenalku sama sekali ini.. gila gila.. dan untuk mencairkan suasana yang membuat aku malu ini..

“sudah merabanya..” ucapku sambil tetap menempelkan wajah ku didadaku dan tetap memeluknya..

Anak muda itupun langsung melepaskan pelukannya,sedangkan aku menunduk sejenak sambil menghapus sisa air mataku lalu menatapnya lagi..

“maaf ya Tante.. maaf..” ucapnya lalu tertunduk malu..

“harusnya Tante yang minta maaf sudah membuat kamu susah..” ucapku dan dia langsung mengangkat wajah tampannya itu.. akupun langsung tersenyum kepadanya..

“santai aja Tante.. ini tasnya..” ucapnya sambil meyerahkan tas kecilku kepadaku..

“terimakasih ya..” ucapku sambil tersenyum….

“Gagah Tante.. Gagah Irawan Sandi..” ucap anak itu memperkenalkan diri.. ya ampunn.. kamu memang anak yayang pur.. kamu memang anak yayang pur.. aku lalu diam sejenak sambil terus memandangnya yang menjulurkan tangannya kepadaku.. lalu dengan agak gemetar aku pun mengangkat tanganku dan menjabat tangannya..

“Amel.. Amelia Putri..” ucapku dan aku menguatkan diriku ketika menjabat tangannya.. dan laki – laki itu tersenyum kepadaku.. sama.. senyuman itu sama seperti ayahnya.. dan sambil menjabat tanganku, anak itu memandang wajahku lalu turun ke buah dadaku..

Ya ampunnn.. ternyata pandangan mesumnya pun terturun sama anak ini.. gilaaa…

“dasar mesum..” ucapku lalu melepaskan jabatan tangan kami dan diapun langsung malu dan dengan refleknya, dia langsung membetulkan ‘itunya’ yang berdiri dan miring..

“ihhh.. ga sopan ya..” ucapku sambil melotot..

“maaf Tante.. maaf..” ucapnya lalu menggaruk kepalanya sambil terlihat salah tingkah..

Lalu setelah itu kami mengobrol santai sejenak dijalan itu dan dilanjut lagi mengobrolnya ditaman itu..

Gila.. pandangan mesumnya, tingkahnya, oonnya, cara berbicaranya dan semua yang ada didalam diri pemuda bernama Gagah ini, sama seperti yayang pur.. aku sampai beberapa kali keceplosan membandingkan dirinya dengan yayang pur.. dan dia bertanya siapa itu pur..? akupun tidak menjawabnya, dan hanya terus mengalihkan pertanyaannya itu dengan jawaban lain..

Dan setelah mengobrol kesana kemari, aku kembali ke hotel dengan diantar oleh Gagah.. pikirankupun makin berkecamuk.. apalagi ketika aku memeluknya waktu dibonceng.. aku seperti memeluk yayang pur saat itu.. aduhhh.. ternyata aku ga bisa move on dari yayang pur.. dan ini membuat aku gila segila – gilanya..

Dan yang lebih gilanya aku lagi, ketika sudah sampai dihotel.. aku malah menawarinya untuk kekamarku.. dan tanpa basa basi, gagah langsung menerima tawaranku itu.. mati aku.. kenapa juga aku menawarinya seperti itu..?

Dan ketika Gagah memarkirkan kendaraannya.. aku berjalan duluan masuk kedalam hotel.. pikiranku pun tambah ga menentu.. ini pasti akan terjadi sesuatu didalam kamarku nanti.. ahhhh.. maaf kan aku Aldi.. maafkan…

Dan setelah aku sampai dikamarku, aku lalu berdiri dibalik pintu kamar hotel.. oke.. mungkin aku akan gila kali ini.. tapi cukup kali ini aja.. aku akan menumpahkan semuanya hari ini.. dan ini mungkin juga sebagai ucapan terimakasihku, karena Gagah telah menolongku dari para penjambret itu..

Terakhir.. ya ini terakhir sekali aku gila seperti ini.. aku lalu melapas dress mini ketatku ini dan menggantinya dengan kimonoku..

Akupun menunggu dengan detakan jantungku yang berdetak dengan keras.. ya ampuunn.. aku gilaaa.. aku gilaaaa..

Dan sampai seseorang mengetuk pintu kamarku.. jantungku makin berdetak dengan keras.. apa dengan memakai kimono ini aku terlihat seperti wanita murahan..? ahhh.. jangan sampai dia berpikiran seperti ini.. aku hanya ingin membalas kebaikannya dan sekali lagi hanya sekali ini saja.. dan setelah memenangkan diriku, aku lalu membuka pintu kamarku sambil berbasa basi tanpa mempersilahkan dia masuk..

Gagah pun masuk dengan cueknya..

Ya ampunn.. ini pasti akan terjadi.. pasti.. anak ini punya turunan mesum dari ayahnya, dan aku malah meladeninya dengan sikap – sikapku yang menggoda sejak tadi ditaman, sampai didalam kamar ini..

Aku menggodanya ketika akan mandi, dan dia membalas menggodaku ketika akan mandi juga..

Dan pada saat dia keluar kamar mandi dengan memakai handuk saja.. kembali aku terpaku menatap tubuhnya yang terlilit handuk.. dadanya yang beratto kembali mengingatkan aku kepada yayang pur.. tattoo keluarga jati.. akhirnya setelah bertahun – tahun, aku melihat tattoo itu ditubuh orang yang berbeda.. tattoo yang menambah orang terlihat seksi dan jantan menurutku.. aku sengaja tidak mengungkapkan semua yang telah aku ketahui ini kepada Gagah.. karena aku ingin melakukannya pertama kali dengannya dan untuk yang terakhir kali, setelah itu selesai..

Aku melakukan hubungan badan dengannya menggunakan hati dan perasaanku.. dan dia melakukannya dengan sangat berhati – hati dan tidak ingin merendahkan aku.. dia melakukannya dengan lembut, sampai ketika aku ingin mengulum ‘itunya’ saja, dia melarangnya.. padahal menurutku itu biasa ketika melakukan hubungan badan.. tapi aku ga tau pikirannya seperti apa.. dan aku suka sekali cara dia memperlakukan aku selama berhubungan badan..

Dan setelah berhubungan badan, Gagah kekamar mandi untuk mengangkat Hpnya karena berbunyi terus sejak tadi.. lalu aku menyusulnya dan kami mandi bersama tanpa melakukan itu lagi..

Setelah mandi bareng, kami sempat tidur beberapa saat dan saling berpelukan.. dan ketika Gagah terpejam, aku mengelus tattoo didadanya itu dengan tetesan air mataku yang mengalir.. gilaaa.. dan ini dosa termanis ku lagi, yang aku ulangi setelah dulu pernah melakukan dengan ayah pemuda ini.. gilaaaa..

Dan tepat jam sepuluh malam, Gagah pun pamit karena telah ditunggu oleh teman – temannya.. dan ketika beberepa saat Gagah meninggalkan hotel ini.. sebuah pesan masuk ke Hpku yang membuat air mataku mengalir dengan derasnya..

“maaf mba.. maafkan kalau dulu aku pernah ‘melakukannya’ denganmu.. aku ga menyangka kalau anakku pun akhirnya melakukan apa yang aku lakukan dulu.. tapi aku harap, ini yang terakhir mba melakukan dengan anakku.. aku merasa bersalah sekali mba… aku merasa bersalah sekali.. maaf..” sebuah pesan dari orang yang aku pendam didalam hatiku selama ini.. Sandi Purnama Irawan..

Tangis penyesalanpun langsung pecah seketika itu.. aku terduduk dan menangis sesenggukan.. aku merasa menjadi wanita yang sangat hina saat ini.. harusnya aku bisa menahan dan mencegah semua ini.. tapi aku justru memulainya dan aku menikmatinya.. demi sebuah kata terimakasih dan demi sebuah kenangan yang terkubur.. maafkan aku pur.. maafkan..

“ketika aku tidak bisa mendapatkan ayahnya, aku tidur dengan anaknya..” itu kan yang ada dipikiran kalian..? puas kalian..? puasssss..? hiksss.. hiksss…

Pov Angger

KRING.. KRING.. KRING..

Bunyi Hpku pun terdengar dengan kerasnya.. aku lalu membuka mataku dan melihat Hpku yang ada disamping bantalku..

Lia..

Waduhhhh.. sudah beberapa hari ini aku dikota pendidikan dan aku ga pernah menghubungi Lia.. gilaaaa.. kenapa bisa lupa begini ya aku..? busyet dah..

Akupun langsung duduk dan menyandarkan tubuhku didinding..

“halo Lia..” ucapku..

“ihhhhh.. mas ini loh.. kok ga ada ngabarin Lia sama sekali sih..?” ucap Lia mengomel..

“maaf ya’ maaff.. aku sibuk betul beberapa hari ini..” ucapku kepadanya..

“sibuk apa..? sibuk sama cewe lain kah..?” tanya Lia dengan sedikit meraju..

Duhhhh.. kok Lia ngomong begini sih..? emang aku jalan sama cewe mana..? aku loh dikos aja, terus kepondok merah.. habis itu mendaftar kekampus.. setelah itu ga kemana – mana sama sekali..

“ngga ya’.. aku loh dikosan aja..” ucapku sambil mengurut keningku..

“alasan aja.. emang mas ga kekampus untuk daftar..?” tanya Lia..

“iya kekampus lah.. dua hari yang lalu aku kekampus buat daftar..”

“tuh kan keluar kosan.. gitu kok ga kasih tau Lia sih..? Lia loh dua hari yang lalu kekampus juga buat daftar.. mas jahat ih..” ucap Lia dan masih meraju..

“maaf ya’ maaf..” ucapku memelas..

“jahat..” ucapnya lagi..

“Lia..” ucapku singkat dan Lia langsung terdiam..

“maaf ya.. ntar aku main kekosanmu deh..” ucapku lagi..

“beneran..? tapi kan hari ini kita mau ujian masuk kuliah..” ucap Lia lagi..

“oh iya ya.. hehehehe..” ucapku lalu aku tertawa..

“ya udah jemputin Lia kalau gitu..” ucap Lia dengan manjanya..

“iya.. entar aku mandi dulu..”

“mas kos dimana sih..?” tanya Lia..

“digedung putih, belakang kampus.. kalau Lia dimana..?”

“Lia kos dibarbara.. belakang kampus teknik kita..”

“oooo.. iya udah.. sent lokasi aja, entar habis mandi.. aku langsung kesana..” ucapku..

“iya mas.. Lia tunggu ya..” ucapnya dengan senang..

“iya..” ucapku dan kamipun mengakhiri pembicaraan kami ini..

Akupun langsung meletakkan Hpku dimeja.. aku lalu berdiri dan mengambil perlengkapan mandiku.. hari ini aku mau kekampus untuk ujian masuk, tapi sebelumnya aku harus jemput Lia dulu dikosannya..

Akupun masuk kekamar mandi.. dan setelah selesai mandi, aku mengganti pakaian dan mengambil perlengkapan untuk ujian… setelah itu aku keluar kamar dan tidak lupa aku memakai kacamataku..

Dan ketika aku diluar kamarku.. teman – temankupun sedang berkumpul diruang tengah.. mereka sedang sarapan bersama..

“behhh.. culun baru bangun..” ucap Dylan lalu melanjutkan sarapannya..

“kalau lagi makan, makan aja lan.. ga usah ngomong.. ntar ketelan sendokmu, baru tau rasa kamu..” ucapku sambil duduk dihadapannya..

“hukk.. huk..” ucap Dylan yang tersedak makannya..

“tuhkan kesedak..” ucapku dan teman – temanku hanya melirik Dylan dan melanjutkan sarapannya..

“jiancookk kamu itu..” ucap Dylan setelah dia meneguk air digelas..

“kamu ujian bareng Dylan ya ngger..?” tanya mas Uzi..

“iya mas.. tapi aku duluan..” ucapku..

“kenapa ga barengan sih..?” tanya Dylan yang telah menyelesaikan sarapannya..

“aku mau jemput temanku dulu..” ucapku lalu aku mengeluarkan permen lollipopku dan mengemutnya..

“cewe apa cowo..?” tanya mas Azka..

“cewe mas..” jawabku..

“assuuu.. potongannya aja culun angger ini, tapi sudah ada ceweknya dia..” ucap mas Zidan yang telah menyelesaikan sarapannya juga..

“dimana kos temanmu itu ngger..?” tanya Dylan..

“dibarbara..” jawabku..

“cuuukkkk..” maki semua temanku bersama..

Kenapa sih mereka ini..? biasa aja kenapa..? kayak mendengar sesuatu yang luar biasa aja..

“bajingan memang angger ini.. kamu tau ngga kos barbara itu kos seperti apa..?” tanya mas Eros kepadaku.. dan aku hanya menggelengkan kepalaku..

“itu kosan cewe – cewe cantik yang kuliah dikota ini.. dan kamu baru beberapa hari aja sudah kenal sama cewe disana.. bajingan kamu itu..” kata mas Eros..

“ahhh.. biasa aja..” ucapku lalu aku mengemut permenku lagi..

“biasa aja gundulmu itu..” kata mas Alvaro kepadaku..

“iya.. kamu itu lubang.. lugu lugu bangsat..” ucap mas JuLian sambil menggelengkan kepalanya..

Kurang ajar nih.. beneran bisa ketularan memaki aku kalau tiap hari disuguhin sarapan memaki seperti ini.. gila gila…

“hehehe..” dan aku hanya tersenyum lalu aku berdiri..

“kemana kamu ngger..?” tanya Dylan..

“dibilang mau jemput temanku kok masih tanya terus sih kamu itu..” ucapku dengan santai lalu aku berjalan kearah mexiku yang terparkir diruang tengah..

“beneran kamu kebarbara..” tanya Dylan..

“ya iyalah Dylan.. kamu tanya sekali lagi, dapat bonus suara knalpot mexi loh..” ucapku sambil naik keatas mexi..

“asssuuu..” maki Dylan..

“pamit ya..” ucapku kepada semua dan aku langsung menjalankan mexi keluar kosan.. setelah diluar kosan aku mengeluarkan Hpku.. Liapun sudah mengirimkan lokasi kosnya.. dan setelah menyetel penunjuk arahnya.. aku lalu menjalankan mexi mengikuti petunjuk arah dari Hpku.. ini operator ga capek ya nunjukin jalan.. ini baru aku lho.. terus berapa juta umat manusia yang memakai aplikasi ini.. apa ga dower tuh bibirnya..? hehehehe..

Dan setelah sampai didepan kosan yang ada plangnya barbara.. akupun menghentikan mexiku.. aku lalu memarkirkan mexiku didepan pagar kosan ini.. dan setelah mengunci stang motor.. aku pun langsung masuk kedalam pagar kosan ini..

TING TONG..

Akupun memencet bel yang ada dideket pintu kosan ini.. dan ga berapa lama, seorang wanita cantik membukakan pintu kosan ini..

“cari siapa mas..?” tanya wanita yang berdiri dihadapanku ini.. dan dia memakai kaos yang pusarnya terlihat dan celananya super pendek.. gilaaa.. cantik bener cewek ini.. terus kulitnya mulus banget ya..? hehehehe..

“cari Lia mba..” ucapku sambil menatap wajah cantiknya..

“Lia..?” ucapnya sambil mengerutkan kedua alisnya..

“angel maksudku mba..” ucapku

“angel..? namaku loh angel mas..” ucapnya sambil menatapku..

“loh.. aku salah kosan ya ini..? disini ada yang namanya angelia ga sih mba..?” tanyaku dengan bingungnya..

“oohh angelia.. tunggu sebentar ya..” ucapnya lalu diam dan dia menatapku sebentar lalu berbalik dan berjalan masuk kedalam kosannya lagi..

Tapi entar dulu.. kok wajah perempuan itu ga asing ya..? kayaknya aku pernah lihat, tapi dimana ya..? apa cuma pikiranku aja..?

Oh iyaaa.. dia ini kan sepupu Lia yang pernah fotonya diupdate disosial media punyaan Lia.. wahhhh.. ternyata dia lebih cantik dari fotonya ya..

Dan ga berapa lama, Lia pun keluar dari arah dalam kosan..

“hai mas..” ucap Lia lalu tersenyum dengan manisnya..

AnggeLia Putri Aldo​

“hai ya’.. sudah siap..?” tanyaku dan Lia hanya mengangguk sambil tersenyum..

Dan kami berdua pun berjalan kearah mexi…

“sudah sarapan ya’..?” tanyaku..

“belum..” jawab Lia..

“jadi kita langsung kekampus apa sarapan dulu ya..?” tanyaku..

Lia lalu melihat jam tangannya..

“kita cari ruangan ujian aja dulu mas.. entar kalau sempat kita sarapan dikantin kampus aja..” ucap Lia kepadaku..

“oke deh..” jawabku lalu aku menyalakan mexi dan menarik gasnya pelan menuju kampus negeri..

“tadi itu sepupu Lia mas.. namanya kak dana..” ucap Lia dibelakangku..

Dan ga berapa lama, tangan Lia pun langsung melingkar diperutku.. setelah itu Lia merapatkan duduknya sampai nenennya menempel dipungguku.. duhhhh.. Lia.. pelukanmu kok gini amat ya..? bukannya aku ga senang, aku sih senang pakai banget.. tapi kan kita belum punya hubungan apa – apa..? walaupun aku sempat mengucapkan rayuan cinta dan kita saling berpegangan tangan dimalam itu, tapi kamu ga ada mengucapkan balasan kata cinta kepadaku selain terimakasih..

Oke.. malam itu kamu memang sempat mengecup pipiku..? apa itu sebagai balasan dari rayuan kata – kata cintaku..? ahhh.. jadi bingung sendiri aku..

Dan setelah Lia memelukku, sekarang giliran dagunya yang diletakkan dibahu kanannku.. busyeettt.. dan ini makin membuat aku tegang setengah mati..

“loh tadi bilang namanya angel juga ya’..? kok kamu manggilnya kak dana..?” ucapku mencoba menenangkan diriku lalu aku menoleh kearah samping sebentar lalu menatap kedepan lagi.. uhhhh.. waktu aku menoleh kearah samping.. jarak antar hidung dan pipi Lia cuman beberapa mili aja.. gilaaa.. pengen aku balas aja rasanya kecupanmu malam itu ya’..

“namanya lengkapnya angela ardana mas..” jawab Lia..

“ooo..” ucapku lalu menganggukkan kepala..

Angela Ardana​

“mas sama siapa waktu kekota pendidikan mas..?” tanya Lia lagi..

“sendiri aja.. kalau Lia..?”

“Lia diantar papah sama mamah..” jawab Lia..

“oh iya..? enak sekali ya’ diantar sama tante Lia dan om aldo..” ucapku..

“papah sekalian pulang kesini mas.. papah kan asli kota ini..”

“oh iya ya.. terus kemana om Aldo dan tante Lia sekarang..?” tanyaku lagi..

“dah balik kepulau sebrang kemarin sore mas..”

“ohh iya ya’.. kalau om Aldo asli kota ini.. kenapa Lia ga tinggal di rumah eyangnya Lia..?”

“sebenarnya sih disuruh tinggal disana.. tapi Lianya yang ga mau.. Lia lebih senang tinggal dikosan mas..” ucap Lia lalu menegakkan tubuhnya karena kami sudah masuk di area kampus..

Dan suasana kampus sangat ramai sekali.. banyak sekali maba yang berlalu lalang sambil membawa perlengkapan ujian.. aku dan Lia langsung menuju parkiran..

“Lia sudah tau ruangannya ya..?” tanyaku..

“ngga.. mas sudah tau ruangannya ya..?” tanya Lia..

“iya.. aku sudah ngecek kemarin.. Lia diruangan apa sih..?” tanyaku dan Lia langsung menunjukan kartu peserta ujiannya kepadaku..

“ohh.. kita sebelahan aja ruangannya ini..” ucapku..

“dimana..?” tanya Lia..

“kita keruangannya Lia dulu deh..” ucapku lalu kami berdua pun jalan beriringan.. dan setelah sampai dirungan yang kami tuju, Lia lalu mencari meja tempatnya duduk.. dan setelah menemukannya..

“masih ada empat puluh lima menit mas.. kita sarapan dulu yukk..” ajak Lia kepadaku..

“ayolah..” ucapku dan aku memang sudah lapar sekali..

Dan ketika kami keluar ruangan..

“ngger..” panggil Dylan kepadaku..

Aku dan Lia lalu menoleh kearahnya..

“mau kemana kamu..?” tanyanya..

“sarapan dulu..” ucapku..

“oh ini toh temanmu..” ucap Dylan sambil melihat kearah Lia lalu dengan cueknya dia menjulurkan tangannya..

“Dylan.. aku teman kosan angger..” ucapnya kepada Lia..

“ohhh iya.. saya Lia..” ucap Lia lalu menjabat tangan Dylan..

“mau ambil jurusan apa ya’..?” tanya Dylan..

“sipil.. kamu..?” tanya Lia lalu melpaskan jabatan tangannya..

“sipil juga.. hehehehe..” ucap Dylan lalu tertawa..

“semoga kita bertiga diterima bareng ya..” ucap Lia..

“amiinnn..” jawabku dan Dylan barengan..

“sarapan dulu yok lan..” ucapku ke Dylan..

“aku minum aja ya..” ucap Dylan dan kami bertiga pun menuju kantin yang tidak jauh dari ruangan kami ujian..

Aku dan Lia kemudian sarapan, sementara Dylan hanya meminum teh hangat.. kami bertiga duduk dipojok dalam kantin..

Dan ketika aku sedang menikmati sarapanku, aku melihat disudut ruangan kantin.. seorang wanita menatapku sambil menikmati sebatang rokoknya.. loh, kok wanita itu disini sih..? lagi apa dia disini..?

“mas.. Lia ke kamar mandi sebentar ya..?” ucap Lia setelah selesai sarapan..

“iya ya’.. aku tunggu disini aja ya..” ucapku lalu Lia meninggalkan aku dan Dylan..

“jangan dilihatin begitu ngger..” ucap Dylan kepadaku..

“yang lihat kesini kan dia duluan lan.. lagian ngapain sih dia kesini..? dia itu siapa lan..?” tanyaku lalu aku meminum es teh pesananku..

“dia itu kakak kelas kita tau.. namanya mba Bulan, diakan sering main kekosan kita sama kembarannya mas Purnama.. mas purnama sahabatnya Mas Uzi.. kalau mba Bulan satu kelas sama mas Zidan.. kamu kan pernah ketemu waktu dikosan..” jelas Dylan..

Bulan Mahardini Darmawan​

“ohhh..” ucapku singkat lalu aku mengeluarkan permen lollipoku dan mengemutnya..

“o o aja.. tapi jangan dilihatin terus.. dia itu preman tau, biar perempuan.. Mba Bulan itu senang berkelahi sama mabuk..” bisik Dylan..

“emang kenapa..? kamu takut..?” tanyaku dengan santainya lalu kembali aku menikmati permen lollipopku..

“bukan begitu ngger.. kan kamu tau sendiri dia dan kembarannya mas Purnama seperti apa.. pamanmu mas Panji aja tumbang sama mas Purnama..” kata Dylan sambil menatapku..

“hehehe..” akupun hanya tersenyum saja..

Dan tidak ada ketakutan sedikitpun didalam diriku ketika saling tatap dengan Bulan.. yang ada justru aku penasaran dengan wanita satu itu.. tatapannya itu memang tajam tapi seperti mengisyaratkan sesuatu.. dan menurutku itu bukan tatapan kebencian loh.. tapi apa ya..? sudahlah…

“ayo mas..” ucap Lia disampingku..

“ohh sudah ya’..?” tanyaku..

“iya.. ayo kita keruangan..” ajak Lia..

“entar aku bayar dulu ya..” ucapku lalu aku berdiri..

“sudah dibayar sama Lia mas..” ucap Lia lalu tersenyum..

“ohh sudah.. berapa ya’..?” tanyaku sambil merogoh kantong celanaku untuk mengambil uang..

“apasih mas ini.. ayo sudah keruangan..” ajak Lia..

“loh kok gitu ya’..?”

“udah ah.. kita keruangan..” ucap Lia lalu menarik tanganku..

“punyaku sudah juga ya ya’..?” tanya Dylan..

“iya lan..” ucap Lia..

“wahhh terimakasih ya ya’.. tau gitu tadi aku makan juga.. hehehehe..” jawab Dylan lalu berdiri..

“kamu kan sudah sarapan tadi lan..” ucapku sambil melangkah keluar kantin..

“kalau gratis mah sikat aja ngger.. hehehehe..” ucap Dylan..

“kurang ajar..” ucapku..

Dan kami bertiga berjalan kearah ruangan dengan diiringi tatapan Bulan yang tajam itu..

Kami bertiga pun menjalani ujian seleksi mahasiswa baru dengan berbeda ruangan.. dan setelah selesai, aku dan Lia bertemu kembali di salah satu ruangan.. kami berdua menunggu Dylan yang masih didalam ruangan.. dan ga lama kemudian, Dylan datang dengan seseorang laki – laki..

“ngger aku nemu satu orang tadi diruangan.. kebetulan dia mau ngambil sipil juga, jadi aku pungut aja dia.. hehehehe..” ucap Dylan lalu tertawa..

“assuu.. kamu kira aku sampah apa dipungut..” gerutu orang itu kepada Dylan..

“hahahahaha.. bukan sampah to..” kata Dylan mengejek orang itu..

“ooo.. dasar bak sampah..” kata orang itu mengejek Dylan..

“bajingaaannn..” kata Dylan sambil memaki orang itu..

“sudah sudah.. masak sampah sama baknya ribut sih.. kalian itu harusnya kerja sama biar kelihatan bersih..” kata Lia kepada Dylan dan kepada orang baru itu..

“wahhh.. Lia gitu ya..” ucap Dylan kepada Lia dan Lia langsung mengacungkan dua jarinya..

“pisssss..” kata Lia lalu tersenyum..

“Rogi..” ucap orang itu memperkenalkan dirinya kepadaku..

“angger..” ucapku lalu tersenyum dan kami bersalaman..

“Rogi..? kamu temannya tayo ya..?” ucap Lia dan Rogi langsung tersenyum lalu menjabat tangan Lia juga..

“iya lani..” ucap Rogi kepada Lia..

“lani..? namaku Lia tau..” ucap Lia lalu memanyunkan bibirnya..

“lah kukira lani.. hehehehe..” ucap Rogi lalu tertawa..

“lah berarti dia ini tayo dong.. senyam – senyum aja dari tadi..” ucap Rogi lagi dan diucapkan kepadaku..

“hahaha..” dan aku tertawa..

“kayak anak kecil aja kalian ini..” ucap Dylan kepada kami..

“jangan terlalu serius gani..” ucap Rogi kepada Dylan..

“assuuu.. berarti kita..?” ucap Dylan lalu..

“tayo little bus.. hahahahahaha..” ucap kami berempat lalu tertawa..

“rusak.. rusak..” kata Dylan sambil menggelengkan kepalanya..

“kita langsung pulangkah ini..?” tanyaku kepada ketiga temanku ini..

“ya.. ga asyik mas ini.. kita jalan – jalan dulu yo..” kata Lia..

“iyalah.. masa kita langsung balik sih..?” kata Dylan menyahut..

“betul itu.. kita ke mall aja yookkk..” kata Rogi dengan semangatnya..

“iya mas.. kita kemall aja yookk..” kata Lia mengajakku..

“ayolah..” ucapku..

“assyyiiikkk..” teriak Lia kesenangan lalu bertepuk tangan..

“Teteettt… Teteettt…” teriak Dylan

“ayooo..” ucap Lia..

“Hai Tayo, hai Tayo, dia bis kecil ramah.. melaju, melambat, Tayo selalu senang..
Hai Tayo, hai Tayo, dia bis kecil ramah.. melaju, melambat, Tayo selalu senang..
Jalan menanjak, jalan berbelok.. dia selalu berani.. meskipun gelap dia tak sendiri..
Dengan teman, tak perlu rasa takut..” kami berempat berjalan sambil bernyanyi bersama..

Hahahaha.. gila teman – temanku.. dan orang – orang yang melihat kami hanya menggelengkan kepala dan ada juga yang tersenyum melihat tingkah kami..

Kami berempat langsung menuju parkiran dan dengan mengendarai dua sepeda motor, kami menuju mall yang tidak jauh dari kampus kami..

Dan ketika sampai dimall, kami berjalan santai mengelilingi mall itu.. lalu setelah itu kami singgah disebuah kafe yang ada didalam mall.. dan sebelum masuk kedalam kafe..

“siapa yang traktir ini..?” tanya Dylan..

“Rogi lah.. dia kan anak baru..” ucap Lia sambil melihat kearah Rogi..

“bukannya kita semua anak baru yang mendaftar dikampus negeri ya..?” ucap Rogi yang kebingungan..

“kita..? kamu aja kali..” ucapku, Lia dan Dylan..

“loh.. loh.. maksudnya..?” ucap Rogi yang masih bingung..

“kamu kan baru masuk diperkumpulan kita.. jadi wajib traktir..” ucap Dylan menyahut..

“emangnya perkumpulan kita ini sebelumnya kapan diresmikan..?” tanya Rogi..

“sekarang lah baru diresmikan.. dan tadi pagi, kami bertiga sudah saling kenal dulu.. baru setelah ujian kamu gabung..” ucap Lia sambil melihat aku dan Dylan lalu melihat Rogi..

“assuuu.. telat sa’ crotan dong aku..?” (anjing.. telat satu crotan dong aku..?) ucap Rogi dengan polosnya..

“siapa suruh telat nyabut.. jadi telat kan.. hahahaha..” ucap Dylan lalu tertawa..

“hahahaha..” aku dan Lia pun ikut tertawa..

“bangsattt.. ayolah..” kata Rogi lalu masuk kedalam kafe itu..

“Teteettt… Teteettt…” teriak Dylan

“ayooo..” ucap Lia..

“Hai Tayo, hai Tayo, dia bis kecil ramah.. melaju, melambat, Tayo selalu senang..
Hai Tayo, hai Tayo, dia bis kecil ramah.. melaju, melambat, Tayo selalu senang..
Jalan menanjak, jalan berbelok.. dia selalu berani.. meskipun gelap dia tak sendiri..
Dengan teman, tak perlu rasa takut..”

Kami berempat masuk kekafe sambil bernyayi bersama..

“hahahahaha..” lalu kami tertawa bersama..

Dan setelah memesan minuman, kamipun duduk ditempat yang khusus area merokok.. Dylan dan Rogi yang memintanya, karena mereka berdua itu perokok..

“diterima ga ya kita dikampus negeri..?” ucap Rogi lalu mengeluarkan rokokknya dan membakarnya..

“kalau aku sih optimis aja diterima..” ucapku lalu aku mengeluarkan permen lollipopku dan mengemutnya..

“aku juga..” kata Lia dan Dylan..

“kalau gitu aku juga optimis deh..” kata Rogi lalu menghisap rokokknya..

“jangan terlalu berharap lebih gi.. takutnya kamu kecewa dan patah hati..” ucap Dylan lalu membakar rokoknya..

“maksudnya apa lan..? aku ini daftar kuliah, bukan mendaftarkan cintaku keLia..” ucap Rogi kedylan lalu melirik keLia..

“hemmm.. kenapa aku dibawa – bawa sih..?” tanya Lia..

“kalau urusan Lia lain lagi gi..? kamu harus melangkahi angger dulu.. kalau sudah bisa melewati dia, baru kamu berurusan sama aku..” jawab Dylan..

“maksudnya lan..?” tanyaku ke Dylan..

“kamu kan tukang antar jemput Lia aja.. bukan pemilik hatinya.. hahahaha..” ucap Dylan lalu tertawa..

“kurang ajar..” ucapku ke Dylan..

“jadi kita bertiga saingan nih dapatin Lia..?” tanya Rogi..

“woi.. woi.. enak bener sih ngomongnya..? aku loh ada disini.. lagian memang aku mau jadi bahan rebutan buat kalian..?”ucap Lia kepada kami bertiga..

“santai ya’ lebih baik kita ngomongnya didepanmu.. dari pada dibelakang..” ucap Dylan lalu dia menghisap rokoknya..

“iya ya’.. santai aja.. itu resikonya punya wajah cantik..” ucap Rogi..

“ga asyik kalau berteman ada persaingan cintanya..” ucap Lia lalu berdiri dan wajahnya terlihat marah sekali..

“ya’.. ya’.. bercanda ya’..” ucap Dylan kepada Lia..

“iya ya’.. maaf..” sahut Rogi..

“bercanda kalian ga lucu..” kata Lia lalu berjalan meninggalkan kami..

“ngger.. kok kamu diam sih..?” ucap Dylan yang panik..

“iya ngger.. panggil Lia nya..” ucap Rogi yang juga panik..

“kalian sih..” ucapku sambil menggelengkan kepalaku lalu..

“Teteettt… Teteettt…” teriakku dan Lia yang sudah berjalan sampai didepan pintu kafe langsung menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya lalu melihat kami bertiga..

“ayooo..” ucap Lia lalu tersenyum..

“Hai Tayo, hai Tayo, dia bis kecil ramah.. melaju, melambat, Tayo selalu senang..
Hai Tayo, hai Tayo, dia bis kecil ramah.. melaju, melambat, Tayo selalu senang..
Jalan menanjak, jalan berbelok.. dia selalu berani.. meskipun gelap dia tak sendiri..
Dengan teman, tak perlu rasa takut..”

Kami berempat bernyanyi lagi dan Lia bernyanyi sambil berjalan mendekati meja kami..

“hahahaha..” kami tertawa lagi bersama.. Rogi dan Dylan pun terlihat sudah ga panik lagi..

“awas ya kalau bercanda gitu lagi..” ucap Lia kepada kami bertiga..

“iya ya’ iya..” ucap Rogi dan Dylan barengan.. lalu semuapun duduk lagi seperti tadi..

“tapi kalau serius cinta gimana ya’..?” tanya Dylan keLia sambil melirikku dan wajah Lia tidak terlihat marah seperti tadi..

“apa maksudmu lan..?” tanyaku lalu aku berdiri..

“hehehehehe.. bercanda ngger bercanda..” ucap Dylan..

“stop.. entar kita nyanyi lagi loh..” kata Rogi kepada kami..

“Teteettt… Teteettt…” ucap Dylan dengan semangatnya..

“capekkk..” ucapku, Lia dan Rogi bersamaan..

“hahahaha..” kami berempat pun tertawa lagi..

Lalu kami berempat bercanda lagi dan menikmati perkenalan kami dikafe ini.. perkumpulan baruku ini sangat mengasyikkan, walaupun kadang – kadang diselingi dengan candaan rayuan yang ditujukan ke Lia, tapi Lia sudah ga marah lagi.. dia sudah tau kalau Rogi dan Dylan itu cuma bercanda..

Dan sore hari, kami berempatpun bubar.. aku mengantarkan Lia kekosnya, sedangkan Dylan mengantarkan Rogi kerumahnya karena Rogi itu asli kota pendidikan..

Dan setelah mengantarkan Lia, aku balik kekosan.. Dylan pun sudah duluan sampai dikosan dan berkumpul dengan teman – teman diruang tengah..

“lama sekali sih kamu ngger..? kamu bercinta dulu ya sama Lia..?” tanya Dylan..

“kenapa..? kamu cemburu..? kamu kan sudah pacaran sama Rogi tadi.. hehehehe..” ucapku lalu aku membenarkan posisi kacamataku sambil berjalan mendekati Dylan lalu duduk disebelahnya..

“assuuu..” maki dylan..

“hahahahaha..” semua teman – temanku pun langsung tertawa..

Dan ketika semua temanku tertawa.. dari arah pintu kos, masuk seorang wanita dengan tatapan tajamnya kearah kami.. suasana pun langsung hening seketika..

“Bulan.. sama siapa..?” tanya mas Zidan yang teman sekelas wanita itu..

“sendiri aja..” ucapnya singkat lalu duduk dihadapanku dengan santainya.. Bulan pun langsung mengeluarkan rokokknya dan membakarnya..

“Purnama mana lan..?” tanya mas Uzi untuk mencairkan suasana..

“lagi jemput gebetannya..” ucap Bulan lalu menghisap rokoknya sambil sesekali melirikku..

Duhh.. kenapa sih wanita ini..? terus kenapa juga teman – temanku ini..? kenapa mereka seperti takut dengan Bulan..? biasa aja kali.. kalau dia dan saudara kembarnya itu preman dan suka berkelahi, memangnya kenapa..? kenapa harus takut..? biasa aja lah.. ga ada yang perlu ditakutkan..

Kamu seperti hantu.. terus menghantuiku..
Ke mana pun tubuhku pergi.. kau terus membayangi aku..
*lagu kosong dewa

Nada dering dari Hp Bulan terdengar..

Bulan pun langsung mengangkat Hpnya..

“halo pik..” ucap Bulan lalu menghisap rokoknya..

“………….”

“digedung putih.. kenapa..?” ucap Bulan dengan santainya..

“………….”

“sendirilah.. kenapasih..?” ucap Bulan dan mulai terdengar nada suaranya tidak senang..

Teman – temanku pun saling berpandangan dan tidak ada yang berani bersuara.. ah.. jadi ga nyaman gini suananya.. aku pun langsung mengeluarkan permen lolipopku dan mengemutnya..

“………….”

“lagi jemput gebetannya..” ucap Bulan..

“………….”

“tau..” ucap Bulan singkat dan terlihat judes..

“………….”

“ya..” ucap Bulan lalu mematikan Hpnya..

Gila.. sadis juga cewek ini ya.. wajahnya yang tidak pernah tersenyum dan omongannya yang singkat, padat dan menyakitkan telinga itu, pantas saja membuat teman – temanku terdiam..

“dan ambil berapa SKS semester ini..?” tanya Bulan kepada mas Zidan..

“semua aku ambil.. kalau kamu..?” tanya mas Zidan..

“sama..” jawab Bulan dengan singkatnya..

Dan ga berapa lama.. datang seorang laki – laki yang ditakuti dikosan ini.. siapa lagi kalau bukan kembaran Bulan.. Purnama.. suasanapun agak santai ketika Purnama masuk kedalam kosan ini.. tapi justru aku yang tegang ketika Purnama datang..

Bukannya tegang karena takut.. tapi Purnama tidak datang sendiri.. dia datang bersama seorang wanita yang sangat aku kenal..

Mita Aurela Queensha​

Loh.. diakan Mita.. Mita pacarnya dede Gagah.. dia memang mau kuliah dikota ini dan aku sudah mengetahuinya dari dede Gagah.. tapi dia kenapa datang bersama Purnama..? apa Mita ini gebetan Purnama, sesuai omongannya Bulan barusan..? terus gimana dengan dede Gagah..? apa mereka berdua sudah putus..? wahhh.. ga bener ini..

Mita yang melihat aku ada disitu langsung terkejut dan wajahnya memucat..

“A.. Angger..” ucap Mita yang terbata kepadaku..

Bulan dan Purnama pun langsung terkejut dan melihat kearahku lalu kearah Mita..

“hai mit..” ucapku dan kubuat sesantai mungkin.. aku ga ingin terlalu sok akrab dengannya dan aku juga ga ingin mempermalukan dia dengan statusnya sebagai pacar adekku.. mungkin lain kali saja aku ngobrol dengan Mita..

“kamu kenal sama dia mit..?” tanya Purnama.. dan Bulan langsung menatapku dengan pandangan yang tidak enak sambil menghisap rokoknya..

“i..iya.. dia satu kota denganku..” ucap Mita terbata.. ooo.. Cuma teman satu kota toh.. kamu ga cerita kalau kamu itu pacar adekku.. oke.. kamu harus jelaskan ini semua kepadaku dilain waktu.. aku ga mau kamu mempermainkan perasaan dede Gagah.. itu sama aja kamu mempermainkan perasaaanku..

Aku juga ga punya masalah dengan Purnama.. dan aku juga ga mau tau kalian itu punya hubungan apa berdua.. tapi kalau Purnama ikut campur dengan ini semua, aku ga akan segan untuk menyelesaikan dengannya.. aku ga perduli sekuat atau sepreman apa manusia bernama Purnama ini.. selagi dia masih makan nasi dan lalapan ayam.. aku pasti bisa menghajarnya..

“ohhh.. jadi kalian sudah saling kenal dan berteman..” ucap Purnama ke Mita lalu melihatku dan aku hanya melihat Purnama tanpa senyum sedikitpun..

“i.. iya..” ucap Mita yang masih terlihat pucat gitu..

“ayolah duduk..” ucap Purnama ke Mita.. lalu mereka duduk berdua tidak jauh dari aku..

“oh iya Mit.. kenalin itu adekku Bulan..” ucap Purnama memperkenalkan Bulan ke Mita..

Mita lalu menjulurkan tangannya kearah Bulan yang duduknya tidak jauh darinya..

“Mita..” ucap Mita..

“Bulan..” ucap singkat..

“Bulan.. senyum dong.. masa sama calon iparmu kok cemberut gitu..” ucap seseorang yang baru datang dan berdiri dipintu kosan kami..

Gilaaa.. beneran nih Mita pacaran sama Purnama..? wahhh.. gila.. ini gila..

“apa sih kamu itu pik..” ucap Bulan sambil mengerutkan kedua alisnya kepada laki – laki yang dipanggil pik itu..

Pik..? apa dia yang menelpon Bulan tadi ya..?

“masuk pik..” ucap mas Uzi kepada orang itu..

“ya iyalah.. pasti aku masuk.. kita harus rayakan ini.. ga pernah loh aku lihat Purnama dekat sama wanita dikota ini..” ucap orang itu sambil berjalan kearah kami dan menenteng tas punggungnya..

“apasih kamu itu pik..” ucap Purnama lalu dia membakar rokoknya..

“hehehehe..” orang itu tertawa saja lalu duduk sambil meletakkan tasnya.. dan setelah itu dia mengeluarkan tiga botol minuman gepeng dari tasnya..

“jangan disini lah pik.. dikamarku aja..” ucap mas Uzi yang terlihat ga enak lalu melihat kearah teman – temanku satu persatu..

“iya pik.. yang minum disini kan cuma aku, kamu, Bulan sama Uzi..” kata Purnama..

“eleh.. santai aja.. sekali – kali kita diruang tengah.. ga apa – apa kan sa..?” ucap orang itu kepada mas aska..

“oh santai aja pik.. tapi aku ga bisa temanin ya.. hehehe..” kata mas aska lalu berdiri..

“kemana ka..? minumlah sekali – kali..” ucap orang itu lagi..

“engga deh.. aku mau kerjakan tugas.. aku kedalam dulu ya..” ucap mas Aska sambil tersenyum dan pamit kepada kami semua..

Lalu satu persatu teman – temanku berdiri juga dan pamit kedalam kamar masing – masing.. dan diruangan ini, tinggal aku, Purnama, Bulan, mas Uzi, orang itu dan Mita.. aku sengaja tidak masuk kekamarku, aku masih penasaran kok bisa Mita berkenalan dengan Purnama dan dia terlihat ketakutan seperti ini kepadaku.. kalau memang dia pacar Purnama ya silahkan.. tapi dia harus menyelesaikan dulu masalah hubungannya dengan dede Gagah..

“Zi.. ambil gelas dong..” ucap orang itu dan mas Uzi langsung berdiri dengan tidak iklasnya..

“kamu anak baru ya..? kita belum kenal loh..” ucap orang itu kepadaku lalu menjulurkan tangannya kepadaku..

“Upik..” ucap orang itu kepadaku..

“Angger mas..” ucapku..

“kita juga belum kenal..” ucap Purnama kepadaku..

“angger mas..” ucapku kepadanya sambil menjulurkan tanganku..

“Purnama..” ucapnya sambil menjabat tanganku..

Dan kami saling tatap dengan saling menjabat tangan.. loh.. jabatan tangan ini kok terasa beda ya..? aku seperti merasakan sesuatu seperti ketika kami bertatapan pertama kali dulu.. aku seperti merasa ada ikatan batin dengannya.. siapa sih Purnama ini sebenarnya..?

Dan setelah kami berjabat tangan dan saling tatap lumayan lama..

“woii.. lama amat jabatannya..?” ucap Upik mengagetkan kami berdua dan kami langsung melepaskan jabatan tangan kami.. aku menunduk sebentar sambil mengemut permenku..

Setelah itu aku mengangkat wajahku dan melihat kearah Bulan.. kami hanya bertatapan tanpa mengenalkan diri kami masing – masing..

“kalau ini Bulan.. adeknya Purnama..” ucap Upik dan aku pun hanya mengangkat kedua alisku.. Bulanpun hanya tersenyum sekedarnya kepadaku..

Dan mas Uzi datang sambil membawa gelas dan menyerahkan kepada Upik..

“kita minum ya..” ucap Upik setelah menuangkan minumannya dan mengangkat gelasnya agak tinggi..

Mas Uzi, Purnama, Bulan dan aku hanya mengagguk saja.. sementara Mita hanya sesekali memandangku lalu menunduk..

Setelah itu minuman pun diputar.. mas Uzi, Purnama dan Bulan meminum jatahnya.. setelah itu Upik menuangkan minumannya dan diserahkan kepadaku..

“minum ngger..” ucap Upik sambil meletakkan gelas yang berisi minuman didepanku..

“ngga mas..” ucapku sambil melepaskan permen lolipopku lalu memasukan permen itu kedalam mulutku lagi..

“ga baik loh nolak minuman itu, lagian kamu kan duduk disini.. berarti kamu juga harus minum..” ucap Upik sambil menatapku..

“emang kenapa kalau aku duduk disini..? ga boleh ya..?” ucapku dengan santainya sambil memegang permenku..

“udahlah pik.. Angger ga minum..” ucap mas Uzi..

“sini aku minum..” ucap Bulan lalu dengan cueknya dia mengambil gelas yang ada dihadapanku dan meminumnya..

“loh..” ucap Upik ..

“Pik.. ga usah memaksa.. kita minum ini untuk senang – senang..” ucap Purnama ke Upik dan Upik langsung tersenyum lalu mengambil gelas kosong yang diserahkan Bulan kepadanya..

“ya udah.. santai ajalah hehehehe..” ucap Upik lalu tertawa..

“kekasihmu ini ga minum Pur..?” ucap Upik kepada Purnama..

“ng.. ngga lah..” ucap Mita langsung bersuara..

“hahahaa.. bercanda aku Mit..” uca Upik..

Lalu mereka pun melanjutkan minumannya.. dan suasana masih agak ga enak diruangan ini..

“kamu daftar kuliah dimana Mit..?” tanyaku kepada Mita dan Mita langsung terkejut lalu menatapku..

“dikampus kuru ngger..” ucap Mita kepadaku dan wajahnya terlihat malu kepadaku..

“oohhh..” ucapku singkat..

“kalau kamu ngger..?” tanya Upik kepadaku..

“daftar dikampus negeri mas..” jawabku dengan santainya lalu aku membuang batang permenku yang sudah habis ini..

“ooo..” ucap Upik dan suasana langsung hening lagi..

Suasana tegang ini berlanjut terus.. aku lalu banyak diam sambil melihat kearah Mita.. sedangkan Bulan dan Purnama sesekali melirikku.. Mas Uzipun terlihat agak ga enak, mungkin karena pesta yang diadakan diruang tengah ini.. sedangkan Mita, dia banyak diam dan sesekali bicara ketika salah satu diantara kami bertanya kepadanya.. dan hanya Upik yang dari tadi banyak suara karena ingin mencairkan suasana yang tegang ini..

#cuukkk.. beda banget suasana perkumpulan baru ini dengan perkumpulan teman – temanku siang tadi.. tapi perkumpulan ini sama – menggunakan perasaan.. yang tadi siang perasaan yang senang dan ikhlas… sedangkan sekarang, perasaan yang penuh dengan tanda tanya dan perasaan yang bergejolak.. benar – benar permainan perasaan.. gilaaa..

Bersambung

Daftar part

Cerita Terpopuler