. MATAHARI Part 31 | Kisah Malam

MATAHARI Part 31

0
308

MATAHARI Part 31

Terbakar

Pov Gagah

Hiuufftttt.. hari ini penutupan orientasi dikampus teknik kita.. dan entah kenapa hari ini aku merasakan semangat yang sangat luar biasa dari dalam hatiku.. padahal kemarin aku babak belur dan berdarah – darah.. akupun sempat mengeluarkan emosi yang sangat luar biasa, sebelum ditenangkan Mala dengan pelukannya.. gilaaa.. dan hari ini.. selain marasakan semangat yang luar biasa, aku merasa jiwaku sangat tenang sekali.. dan emosiku tidak meledak – ledak seperti kemarin.. apa itu berarti aku melupakan kejadian pembantaian itu..? ya enggalah.. Gagah gitu loh.. masa dibuat babak belur gak ada pembalasan dendam..? anjing banget kalau gitu..

Dan aku telah membuat rencana kecil – kecilan, yang akan membuat meriah malam keakraban nanti.. dan aku pastikan, kemeriahan itu akan dinikmati oleh semua maba, panitia, bahkan para bajingan itu.. hehehe.. tapi kenikmatannya pasti berbeda – bedalah..

Aku akan membuat malam ini seperti klimaks yang sempurna.. mereka semua akan mengeluarkan kekentalan pejuh – pejuh yang ada didalam tubuh mereka semua, sampai tetesan terakhir.. kalau yang laki – laki bisa squirt, pasti dia akan kelojoton dengan kenikmatan yang akan aku berikan kepada mereka semua.. tapi masa iya laki – laki bisa squirt..? lewat mana squirtnya..? lubang bokong..? anjing.. hehehehe..

Dan tentang luka parah diwajahku ini, sekarang sudah agak membaik.. walaupun masih terlihat agak bonyok, tapi gak parah banget.. dan itu semua karena ramuan misterius yang ada didepan kamarku semalam, ketika aku baru pulang dari orientasi.. dan setelah aku meminum ramuan misterius itu.. tubuhku menghangat dan sakit yang terasa akibat pengeroyokan itu perlahan menghilang.. dan dipagi hari tadi, ketika aku terbangun dari tidurku.. tubuhku terasa segar kembali dan lukaku mengering.. gilaaa.. ramuan apa itu..? siapa yang membuat dan siapa yang mengantar..? tapi persetanlah.. yang penting ramuan itu sangat manjur..

Dan sekarang.. aku berada didepan kelompokku dan kami membahas untuk pertunjukan nanti sore.. Clara yang ada disebelahku pun, sudah tidak sesedih kemarin sore.. tapi tetap saja, dia terlihat sangat khawatir ketika aku baru datang tadi..

Clara Jasmeen Salsabila

“jadi mau nampilin apa nih..?” tanya Clara kepada kami..

“nyanyi Yunda..” ucapku dengan santainya..

“duhhh.. kenapa harus nyanyi sih..? sudah umum itu.. emang kalian gak bisa berpikir yang lebih creative lagi gitu..?” tanya Clara dengan wajah sedikit kecewa..

“usulan Yunda gimana..?” tanya Jumbo kepada Clara..

“kok malah aku disuruh berpikir sih..?” ucap Clara sambil melihat kearah Jumbo..

“ya udah.. gimana kalau aku nari perut aja..” ucap Jumbo dengan entengnya.. dan kami semua langsung melihat kearah Jumbo.. wajahnya terlihat biasa aja dan tanpa ekpresi sama sekali..

“anjingggg..” maki Baco dan Amir bersamaan..

“badanmu itu besar mbo, perutmu itu buncit.. kalau sampai kamu nari perut.. apa ga langsung turun azab dipanggung nanti..? azab penari perut yang masuk rumah sakit, karena menelan bass drum..” ucap Baco dengan jengkelnya..

“mulutmu co..” ucap Jumbo sambil melotot..

“bukan cuman bass drum co.. tapi sound system yang ada dipanggung juga..” sahut Amir..

“hahahahahaha..” dan kami semua langsung tertawa dengan kerasnya.. sedangkan Clara hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya..

“bangsat kamu berdua ini..” ucap Jumbo sambil menggelangkan kepalanya juga dengan pelan..

“udah.. udah.. jadi kalian mau nampilin apa..?” tanya Clara..

“pilihan ada dua Yunda.. nari perut atau nyanyi..” ucapku sambil melihat kearah Clara..

“ga ada yang bagus pilihannya..” ucap Clara dengan wajah yang datar..

“ga bagus belum tentu ga baikkan..?” ucapku dengan sangat santai..

“ya udah deh.. nyanyi aja.. tapi siapa yang nyanyi..?” tanya Clara kepadaku..

Baco, Amir dan Jumbo langsung menunjuk aku dengan kompaknya..

“sendiri..?” tanya Clara lagi..

“sama mereka..” ucapku sambil menunjuk ketiga sahabatku..

“paduan suara..?” tanya Clara dengan ekspresi wajah yang terkejut..

“enggak.. nge band lah Yunda..” sahut Amir..

“heeemmmm.. lagu apa..?” tanya Clara lagi..

“dangdut Yunda.. biar bisa ambyar semua.. hahahaha..” ucap Baco sambil menggerakkan pundaknya dan kedua jempolnya bergoyang,` setelah itu dia tertawa dengan senangnya..

“serius Gah..?” dan Clara langsung bertanya kepadaku dan aku hanya tersenyum saja..

“iiihhh.. kalian itu memang gila.. terserah kalian ajalah..” ucap Clara lalu membalikkan tubuhnya dan meninggalkan kami menuju tempat berkumpulnya bina damping didekat panggung..

Dan kami berempat serta teman – teman yang lain hanya tersenyum saja, melihat tingkah manja Clara yang mulai terlihat.. lalu setelah itu, aku melanjutkan lagi diskusi dengan ketiga sahabatku untuk pertunjukan nanti sore.. sedangkan teman – teman kelompok tujuh lainnya, hanya memberi semangat kepada kami berempat..

“jadi gimana Gah..?” tanya Amir..

“ya seperti biasa waktu SMK dulu.. kan kita dulu pernah nge band, walau terdengar amburadul sih.. hehehe..” ucap lalu tersenyum..

“terus..?” tanya Baco..

“terus apanya..?” tanyaku balik..

“dulu sebelum manggung kita kan minum dulu gah.. jadi semangat aku nge drum nya..” ucap Jumbo..

“iya.. entar aku mintakan minum sama panitia..” jawabku dengan santainya..

“serius..???” tanya ketiga sahabatku dengan wajah yang sangat terkejut sekali..

“iya.. emang kenapa..?” tanyaku..

“emang dikasih..?” tanya Baco dengan wajah yang terlihat penuh harap sekali..

“rokokkan aja gak boleh.. masa minuman dikasih..?..” ucap Jumbo..

“gah.. serius kamu..?” Amir pun ikut bertanya..

“iya.. pasti dikasihlah.. air minum segalon..” jawabku sambil melihat kearah yang lain..

“bangsaattttt..” maki mereka bertiga dengan kompaknya dan ekspresi wajah yang sangat kecewa..

“lohh.. air minum satu gallon kita habisin berempat, pasti mabuk loh..” ucapku sambil melihat kearah ketiga sahabatku..

“matamu itu..” ucap Baco dengan jengkelnya..

“kelihatannya bukan hatinya yang terguncang anak ini.. tapi otaknya..” ucap Jumbo dengan wajah yang terlihat geregetan..

“tapi betul juga sih.. kita coba yoo..” ucap Amir..

“ga usah ikut gila kamu mir.. kuinjak nanti mulutmu itu..” ucap Baco sambil melirik Amir..

“jangan marah co.. belum minum kok sudah mabuk sih kamu itu..” sahut Amir..

“sudah.. sudah.. jadi gini.. nanti kalau mulai malam keakraban, kita kumpul dibelakang gedung sana ya..” ucapku sambil menunjuk bagian belakang gedung kampus ini..

“emang boleh keluar barisan kalau rame – rame..?” tanya Baco..

“satu – satulah.. nanti aku dulu baru giliran kalian..” ucapku..

“terserah.. aku ngikut..” ucap Amir..

Lalu kami melanjutkan diskusi tentang lagu yang akan kami bawakan nanti sore..

Oh iya.. hari ini suasana orientasi dikampus teknik kita, lebih adem dari pada hari – hari sebelumnya.. selain karena hawa dingin kota ini yang lagi masa puncaknya, tidak ada tindakan kekerasan hari ini.. tidak ada pukulan bahkan teriakan.. semua panitia kemanan seperti menahan dirinya masing – masing.. aku gak tau penyebabnya apa.. apa karena aku kemarin mendapatkan perlakuan yang sangat melebihi batas kewajaran..? gak tau juga sih.. persetanlah dengan semua itu..

Tapi disela suasana adem ini.. tercium aroma panas dari wajah – wajah semua panitia keamanan, baik dari pondok merah atau kelompok yang dipimpin Haris dan Faris.. mereka seperti dinamit yang sumbunya siap untuk dibakar dan meledak sewaktu – waktu.. tinggal siapa yang berani duluan membakar sumbu itu.. bajingan..

Terserah merekalah mau perang atau bagaimana.. tapi aku mau, aku dulu yang menyelesaikan Boy.. selanjutnya Haris dan Faris.. aku sudah terlanjur muak sekali dengan kelompok mereka itu dan dendamku ini sudah sampai diubun – ubunku..

“hey.. ayo persiapan upaca penutupan..” ucap Clara kepada kami semua..

“siap Yunda..” ucap kami semua lalu berdiri bersama..

Lalu setelah itu, kegiatan orientasipun dilanjutkan lagi.. kami semua mengikuti gladi upacara penutupan, lalu setelah itu kami beristirahat untuk melakukan ibadah.. dan sore harinya.. kegiatan orientasipun ditutup dengan upacara yang dipimpin oleh Bapak Rector.. dan itu berarti, kami secara resmi telah menjadi mahasiswa kampus teknik kita tercinta.. gilaaaaa.. bangga banget rasanya.. gimana gak bangga.. orientasi ini bukan hanya tenaga dan pikiran loh yang dikeluarkan.. tapi juga darah dan air mata.. apa gitu gak boleh bangga..? bangsattt..

Dan setelah selesai upacara penutupan.. kami diarahkan kelapangan utama, yang telah berdiri sebuah panggung yang sangat besar sekali.. kami semua baris didepan panggung lalu duduk dengan rapinya..

Acara Malam keakraban sore itupun, dimulai dengan Clara dan Mala yang naik keatas panggung.. mereka berdua membuka acara malam keabraban ini, dengan diiringi tepuk tangan yang sangat meriah dari semua panitia dan maba yang ada dilapangan..

Dan untuk keamanan acara ini pun, terlihat sangat ketat sekali.. semua panita keamanan menyebar keseluruh tempat yang menjadi bagian dari acara ini dilaksanakan.. pagar kampus, gerbang kampus, sisi lapangan, sisi panggung dan disekeliling maba..

Dan ketika kelompok satu mulai maju untuk menampilkan atraksinya.. aku lalu berdiri sambil melirik ketiga sahabatku.. mereka pun langsung menganggukan kepalanya.. aku lalu berjalan mendekati panggung utama untuk menemui Mala dan Clara.. dan ketika aku melewati kelompok lima, aku melirik Mas Karel lalu aku menganggukkan kepalaku.. dan Mas karel membalas anggukanku.. setelah itu aku berjalan kearah Clara dan Mala yang berdiri dibawah panggung..

Nirmala Allisya Maheswari

“ngapain Gah..?” tanya Clara yang terkejut karena kedatanganku..

“kelompuk tujuh, tampil urutan berapa Yunda..?” tanyaku kepada Clara lalu melirik kearah Mala..

“ketujuhlah.. emang kenapa..?” tanya Clara sambil mengerutkan kedua alisnya kearahku..

“bisa di taruh bagian akhir gak..? sebelum istirahat ibadah..” ucapku..

“emang kenapa..? kalian mau ngapain..?” tanya Clara..

“persiapan Yunda.. katanya mau yang beda..” ucapku kepada Clara..

“kamu gak berbuat macam – macam kan gah..?” ucap Clara dengan wajah yang penuh selidik..

Dan aku hanya tersenyum kepada Clara..

“nanti kami aturkan..” ucap Mala menyahut..

“jangan gitu la.. biasanya kalau seperti ini permintaanya.. pasti ada yang direncanakan sama Gagah ini..” ucap Clara ke Mala lalu melihatku lagi..

“apa yang dilakuin sama Gagah setelah ini, pasti sudah dipikirkannya.. dan dia pasti sudah paham segala resikonya..” ucap Mala dan kembali aku tersenyum kepada kedua wanita cantik ini..

“terimakasih atas bantuan dan pengertiannya Yunda.. saya kebelakang dulu..” pamitku kepada mereka berdua, lalu aku membalikkan tubuhku dan ketika aku akan melangkah..

mbeling.. kamu jangan nakal ya..” ucap Clara kepadaku dan aku hanya menoleh kepadanya sambil tersenyum lalu aku berjalan kearah belakang kampus.. dan wajah Clara tadi terlihat sayu dan khawatir kepadaku..

“mau kemana kamu..?” tanya seorang panitia yang tubuhnya besar dan dua kali lebih besar dari Jumbo.. dia yang menumbangkan Jumbo dihari pertama orientasi..

“mau kekamar mandi kanda..” jawabku dengan sangat sopan..

“kan ada yang dekat.. kenapa kamu mau jalan kebelakang kampus..?” tanya panitia itu dengan pandangan penuh curiga kepadaku..

“lagi antri kanda.. lagian kalau saya buang air besar itu lama banget..” ucapku dan tetap dengan sopannya..

Dan dia langsung menganggukan kepalanya.. akupun langsung berjalan lagi kebelakang gedung ini dan menunggu sahabatku yang lain..

Dan gak lama kemudian, satu persatu sahabatku mulai datang.. dimulai dari Baco, lalu Jumbo dan terakhir Amir..

“ngapain sih kita disini..?” tanya Baco..

“menenangkan diri..” jawabku singkat..

“gitu aja..?” sahut Jumbo dan aku hanya mengangguk pelan..

“anjing..” maki Baco dan Jumbo barengan..

“terus kita nunggu siapa ini..?” tanya Amir..

“akulah.. masa aku ditinggal..” ucap Mas Karel dibelakang kami..

“wahhhh.. ini berarti ada sesuatu yang menarik kalau sampai orang bule gabung juga..” ucap Amir sambil melihat kearah Mas Karel..

“hanya pesta kecil..” ucapku lalu berdiri dan berjalan kepojok gedung yang agak menjorok kedalam..

“mau kemana kamu gah..?” tanya Baco..

“ikutin ajalah..” ucap Mas Karel lalu berjalan menyusulku..

Dan ketika semua sahabatku sudah berkumpul, aku dan Mas Karel mengambil dua buah kardus dibawah tangga.. mereka bertiga pun langsung membelakkan mata mereka, dengan wajah yang sangat gembira sekali..

“anggur campur bir.. hahahahaha..” ucap Baco lalu tertawa dengan senangnya..

“sanggup aku habisin itu dua karduss..” ucap Jumbo dengan air liur yang akan menetes..

“tai lassooo.. rindu rumah aku..” ucap Amir dengan semangatnya..

Ya wajar aja sih ketiga sahabatku ini senang.. karena yang aku bawa ini sekarton bir dan sekarton anggur.. wajah mereka pun seperti melihat air minum dipadang pasir yang tandus.. mereka seperti sedang kehausan yang teramat sangat.. mata merekapun sampai berbinar – binar.. hehehehe.. bangsattt..

Kamipun langsung membuat lingkaran dan aku langsung mengambil gelas air mineral yang ada diatas kardus minuman ini..

“bangsaattt.. dari mana ini dapatnya gah..?” tanya Baco..

“dari langit co.. ini kan banyu langit.. hehehehe..” ucapku sambil membuka tutup botol bir, menggunakan ujung botol bir lain yang masih tertutup..

Cheeeesssssss..

Bunyi yang sangat terdengar merdu sekali, ketika tutup botol bir terbuka..

“anjinngggg.. itu suara terindah yang pernah aku dengar selama hidupku..” ucap Amir dengan mata yang terpejam, ketika mendengar tutup botol bir ini kubuka.. dia seperti menghayati bunyi suara ini.. bajingaann..

“dapat dari mana sih gah..?” tanya Jumbo yang juga penasaran..

“tanya Mas Karel..” ucapku sambil membuka tutup botol anggur, dengan cara yang sama seperti membuka botol bir tadi..

“banyak tanya.. nikmatin aja..” ucap Mas Karel dengan cueknya..

“bangsat nih bule..” ucap Jumbo sambil menggelengkan kepalanya..

“gak pake rokok nih..?” tanya Baco..

“mulutnya teman – temanmu ini kurang ajar loh gah.. sudah banyak tanya, banyak maunya lagi..” ucap Mas Karel lalu merogoh kantong belakangnya..

“namanya juga gratis.. ya sekalian lah mintanya.. hehehehe..” sahut Amir dan Mas Karel langsung meletakkan dua bungkus rokok dihadapan kami..

“wooo.. wooo.. wooo.. ini nih, baru namanya paket lengkap..” ucapku sambil menuangkan bir kegelas mineral ini setengah gelas.. lalu aku mengambil botol anggur dan mencampurnya digelas tadi sampai penuh..

“lebih special lagi kalau ada ikan bakarnya..” sahut Baco..

“bijimu aja yang kubakar gimana co..?” ucapku sambil memegang gelas minuman yang telah terisi penuh ini..

“mulutmu gah.. mulutmu..” ucap Baco dengan kesalnya..

“hehe..” Mas Karel hanya tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya..

“anjing.. kalian berdua ini memang luar biasa..” ucap Amir kepadaku dan Mas Karel, dengan wajah yang terlihat gak percaya dengan semua ini..

Dan Mas karel mengeluarkan dua bungkus rokok lagi, dari kedua kantong depannya dan meletakkan didepan kami..

“sudah – sudah.. jangan.. jangan ragu – ragu bule.. keluarkan semua isi kantongmu.. hahahahaha..” ucap Baco lalu tertawa..

Mas Karel mengambil sebungkus rokok lagi dikantong kemejanya..

“nih.. sudah ya..” ucap Mas Karel dan total rokok didepan kami ini ada lima bungkus rokok..

“anjingggg.. ini keren.. ini keren.. masing – masing sebungkus sama koreknya.. hahahaha..” ucap Jumbo lalu tertawa dengan senangnya..

“oke..saudara – saudaraku..” ucapku sambil memegang gelas minuman ini dengan tangan kananku.. dan kempat orang yang duduk melingkar dihadapanku ini pun langsung diam dan melihat kearahku..

“kita awali pesta kita ini dengan segelas air persaudaraan.. persaudaraan yang kental, sekental darah kita.. dan kita akan menutup pesta kita nanti, dengan kentalnya darah mereka..” ucapku terhenti sambil memandng temanku satu persatu..

“banyu langit..” ucapku sambil mengangkat sedikit gelasku kearah sahabat – sahabatku ini.. mereka semua langsung mengangguk dan wajah mereka semua langsung berubah menjadi garang, karena emosi mulai mendekat kearah kami..

“salam kental..” ucapku lagi.. lalu aku meminum segelas anggur campur bir itu sampai habis..

Huuuuu.. rasa nikmat segelas anggur campur bir ini, benar – benar mengobati rasa rinduku, kepada minuman andalan kami ini ketika dipulau seberang sana.. setelah itu aku menuangkan lagi untuk sahabat – sahabatku ini.. dan setelah satu putaran, kami membakar rokok kami masing – masing.. lalu aku lanjut lagi memutar gelas ini.. dan aku terus menuangkan segelas penuh, karena waktunya gak panjang untuk kami menikmati minuman ini..

Dan ketika kami sudah menghabiskan setengah karton..

“bangsaattt.. rupanya kalian pesta disini.. anjing..” tiba – tiba seorang panitia keamanan yang berbadan besar datang dan berdiri didekat kami.. panitia ini yang menegurku tadi dan dia juga yang menumbangkan Jumbo..

Kami berempat langsung melihat kearah Jumbo yang terlihat menatap panitia itu dengan wajah yang emosi dan gigi yang mengerat..

“terus kamu mau apa..? kamu mau pergi panggil teman – temanmu..? pengecut banget kamu itu..” ucap Jumbo lalu dia menghisap rokoknya sambil terus menatap panitia itu..

“anjing.. kamu nantang aku..?” ucap panitia itu sambil menunjuk ke arah Jumbo..

“iya.. tapi kita didalam aja ya berkelahinya..” ucap Jumbo sambil menunjuk kamar mandi, yang tidak jauh dari tempat kami duduk ini..

“kalau disini, aku takut kamu malu sama teman – temanku, kalau aku bantai..” ucap Jumbo lagi..

“anjing.. kubunuh kamu didalam..” ucap panitia itu lalu masuk kedalam kamar mandi duluan..

“jangan dihabisin.. sisain buat aku ya..” ucap Jumbo sambil melirikku.. dan aku langsung mengangguk pelan..

Jumbo lalu berdiri dan berjalan kearah kamar mandi..

“ngapain sih berkelahinya dikamar mandi..?” tanya Mas Karel kepadaku..

“disitulah kehebatan Jumbo.. kalau dia berkelahi dikamar mandi, pasti musuhnya terbantai..” Amir yang menjawab pertanyaan Mas Karel..

“duel apa dikamar mandi..? berkelahi atau sodok – sodokan..?” tanya Mas Karel yang makin penasaran dengan Jumbo lalu..

BUUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG..

Suara baku hantam dari arah kamar mandi menggema sampai ditelinga kami.. suara pukulan yang keras, seperti alunan melodi yang sangat merdu dan menyejukan telinga..

“ARRGGHHHHHH..” terdengar teriakan kesakitan dari mulut Jumbo..

BUUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG..

“ARRGGHHHHHH..” lalu panita itu berteriak..

BUUHHGGG.. JEDUUKKK.. BUUHHGGG.. JEDUUKKK.. BUUHHGGG.. JEDUUKKK..

BUUHHGGG.. JEDUUKKK.. BUUHHGGG.. JEDUUKKK.. BUUHHGGG.. JEDUUKKK..

“anjiing.. ngeri juga berkelahinya didalam itu..” ucap Mas Karel sambil melirikku dan aku hanya menuangkan lagi minuman ini lalu aku minum.. setelah itu aku tuang lagi dan aku putar bergantian kepada Mas Karel, lalu Baco, lalu Amir..

BUUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG.. KRAAKKKKKKK..

“AARGGHHHHHHHH..” terdengar lengkingan suara yang menjerit kesakitan dari panitia itu..

BUUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG.. KRAAKKKKKKK..

“AARRGGGGHHH.. BLUPP.. BLUPPP..” teriak panitia itu lagi lalu terdengar dia seperti sedang menyelam didalam air..

BUUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG..

Lalu hening.. kami berempat pun langsung saling pandang.. dan tidak lama kemudian, Jumbo keluar sambil merapikan kemejanya yang lumayan basah dan ada bercak darahnya.. hidung dan mulutnya pun keluar darah yang lumayan banyak..

“ga habis kan minumannya..?” tanya Jumbo sambil tersenyum dengan sangat puasnya..

Kami berempat hanya menggelengkan kepala melihat kondisi Jumbo seperti itu..

“mana bagianku..” ucap Jumbo lalu duduk bersila dihadapanku..

Akupun langsung menuangkan minuman untuk Jumbo dan Jumbo dengan senang hati menghabiskan minuman itu..

Lalu kami diam lagi sambil terus memutarkan minuman ini.. anjing.. kok panitia itu gak keluar – keluar sih..? padahal minuman kami sudah mau habis..

“aku kencing dulu ya..” ucap Amir lalu berdiri.. dia berjalan kearah kamar mandi dan langsung masuk kedalamnya.. setelah itu dia keluar sambil menggelengkan kepalanya dan duduk bersila dihadapan kami lagi..

“aku juga mau kencing..” ucapku lalu berdiri dan masuk kedalam kamar mandi..

Dan pemandangan dikamar mandi ini sangat mengerikan.. bercak darah ada dimana – mana.. dilantai, dinding sampai dilangit – langit kamar mandi.. sementara sipanitia berbadan besar itu, tenggelam didalam bak kamar mandi yang sebenarnya tidak menampung tubuh besarnya.. panitia itu masuk dibak kamar mandi dengan kondisi tertekuk.. bokongnya didasar bak.. sementara tangan dan kakinya berada diluar bak dengan kondisi patah dan menjuntai.. kepalanya terdanga dengan darah mengucur diseluruh wajahnya.. nafasnya berat dengan mulut yang menganga dan mata yang melotot..

Bajingaannn.. sadis juga Jumbo ini.. aku pun dengan cueknya membuka resletingku lalu aku kencing di closed kamar mandi.. dan setelah selesai kencing, aku bingung mau menyiram bekas air kencingku.. karena bak kamar mandi terisi tubuh panitia itu..

Bangsaatt.. ga usah disiram gak apa – apa juga kok.. bau kencingku ini, kalah dengan bau amis darah yang memenuhi ruangan ini.. yang penting kepala batangku aja yang disiram..

Aku lalu melihat kearah kran kamar mandi yang terhalang kepala panitia yang terdanga ini..

“to.. to.. tolonggg..” ucapnya dengan terbata dan darah yang keluar dari mulutnya..

Aku hanya mendorong kepalanya kesamping, lalu menyalakan kran kamar mandi.. kemudian aku tampung airnya ditelapak tanganku, untuk aku siramkan dikepala batangku.. aku melakukannya sebanyak tiga kali.. lalu aku mematikan krannya dan menutup lagi resletingku.. dan sebelum aku keluar kamar mandi.. aku mengembalikan posisi kepala panitia itu seperti tadi, yang terdangan dan menghalangi kran kamar mandi.. kasihan kalau kepalanya miring.. entar teyengan lagi dia..

Lalu aku keluar kamar mandi dan duduk bersila didepan botol.. aku pun bersiap untuk menuangkan minuman yang sisa sedikit ini.. Baco dan Mas Karel pun bergantian kekamar mandi.. dan ketika mereka keluar.. mereka juga menggelengkan kepala seperti amir tadi..

“anjingg.. gimana ngeluarinnya itu mbo..?” tanya Baco sambil duduk bersila..

“bongkar baknya..” jawab Jumbo dengan santainya lalu menghisap rokoknya..

“bangsaattt..” maki Baco dan Amir.. dan Jumbo hanya cuek sambil menghisap rokoknya terus.. setelah itu kami menghabiskan minuman ini dengan cepat..

Dan setelah minuman habis, kami semua langsung berdiri bersama..

“kita nikmati pesta ini..” ucapku lalu aku menghisap rokokku.. ke empat orang yang dihadapanku ini pun langsung mengangguk dengan wajah yang terlihat garang sekali..

Lalu sambil membuang batang rokokku.. aku berjalan duluan bersama Mas Karel.. lalu Baco, Amir dan Jumbo mengikuti dari belakang.. kami berjalan dengan santainya.. walaupun ketika mendekati lapangan utama, panitia keamanan melihat kearah kami.. kami tetap cuek dan kami berjalan tanpa menghiraukan mereka..

Dan ketika sampai dilapangan..

“selanjutnya.. sebelum kita istirahat dan nanti malam bintang tamu akan tampil.. kita saksikan penampilan penutup dari maba, dan mereka dari kelompok tujuh.. Band Kental..” ucap Mala dari arah panggung..

“WOOOOOO..” teriak dari semua maba yang masih duduk rapi didepan panggung.. dan setelah itu mereka semua langsung bertepuk tangan dengan meriahnya..

PROK.. PROK.. PROK..

“yo band kental, naik keatas panggung..” sahut Clara..

Mas Karel lalu mengepalkan tangannya kearahku dan aku menyambutnya dengan kepalan tanganku.. setelah itu Mas Karel berjalan kearah kelompoknya.. sedangkan aku, Baco, Amir dan Jumbo berjalan kearah Panggung..

PROK.. PROK.. PROK..

“KENTAL.. KENTAL.. KENTAL…” teriak semua maba kepada kami sambil bertepuk tangan..

Kami tetap berjalan dengan santainya, tapi dengan wajah yang garang.. dan ketika sampai dibawah panggung.. kami berpapasan dengan Clara dan Mala.. aku hanya menatap kedua wanita cantik itu dan kedua wanita cantik itu hanya terpaku menatapku..

Lalu kami berempat pun naik keatas panggung.. dan setelah itu kami mengambil posisi masing – masing.. Jumbo duduk sambil memegang stik drumnya.. Amir memegang gitar dan Baco memegang Bassnya.. dan aku berjalan kearah mikrofon..

Aku diam beberapa saat sambil melihat kearah bawah panggung.. semua teman – teman maba duduk dengan rapinya, bersama sebagian panitia yang ada ditengah – tengah maba.. sementara disekeliling maba, panitia keamanan berdiri sambil menatap kearah panggung.. dan satu pemandangan yang membuatku terkejut, teman – teman pondok merah.. mereka tidak ada yang mengenakan jaket panitia orientasi yang berwarna hitam.. tapi mereka semua memakai jaket berwarna merah.. jaket pondok merah yang garang itu.. bangsaattt..

Aku lalu mengambil rokokku dikantong belakang, dan aku mengambilnya sebatang lalu membakarnya.. dan sambil menghisap rokokku dalam – dalam, aku mengantongi lagi rokokku dikantong belakang.. dan kulihat Amir, Baco dan Jumbo juga membakar rokok mereka..

“woiii.. rokokmu.. anjing ini.. berani – beraninya peserta orientasi merokok..” teriak salah satu panitia keamanan anggota kelompok Faris dan Haris, dari arah belakang teman – teman maba..

“TU.. WA.. GA.. PAT..” teriak Jumbo dan tidak menghiraukan teriakan panitia itu.. lalu dia menabuh drumnya dengan sangat kerasnya..

(baca lanjutan ceritanya sambil mendengar lagu Bulan dan Ksatria ya..)

Dan ketika hentakan music mulai terdengar, suasana lapangan pun langsung riuh seketika.. Mas Karel langsung berdiri dan berlari kedepan panggung diikuti seluruh maba yang duduk dengan rapinya tadi.. mereka semua menggerakkan tubuh mereka dengan semangatnya.. dan panitia yang menegurku tentang rokok tadi, berlari kearah panggung.. dan ketika panitia itu sudah didekat panggung.. Mas Karel langsung berlari kearah panitia itu, lalu dia loncat sambil mengarahkan tendangannya..

BUUHHGGGG..

Sebuah tendangan Mas Karel dari arah samping menggunakan punggung kakinya, menghantam wajah panitia itu dengan telaknya dan dia langsung tumbang kebelakang dan terlentang..

BUUMMMMMM..

Lalu sebagian anggota Faris dan Haris berlari kearah panggung untuk membantu pantia yang tergeletak itu.. dan semua maba laki – laki langsung berlari sambil menggoyangkan tubuh mereka.. semua maba itu mengelilingi Mas Karel dan panitia yang tumbang itu..

BUUHHGGG.. BUUHHGGG.. BUUHHGGG..

Mas Karel menginjak wajah panitia itu sebanyak tiga kali sampai panitia itu mengejang kesakitan.. lalu Mas Karel menggoyangkan tubuhnya lagi tepat dibawahku..

“Oi..” teriak semua maba menyambut nada dari kami, sambil terus menggoyangkan tubuh mereka semua..

Jejak dendam perih meraksasa di angkasa.. Akan cinta yang besar dan terhalang durjana..
Manusia melacurkan diri di istana.. Namun tak demikian dengan bulan ksatria..

Akupun langsung bernyanyi dengan suara yang lantang.. dan goyangan mereka melambat mengikuti alunan music kami, sambil terus menghalangi para panitia keamanan yang ingin mendatangi panitia yang tumbang itu.. sementara teman – teman pondok merah langsung berjalan kearah para panitia itu… lalu mereka berdiri diantara maba dan teman – teman Haris dan Faris.. teman – teman pondok merah membuat pagar betis dibelakang para maba.. teman – teman pondok merah berdiri memunggungi kami dan menghadap kearah kelompok Haris dan Faris..

Kekuatan cinta ‘kan beri dia mahkota.. Bulan merana jingga hapus air matamu..
Ksatria datang dengan bendera tanpa pedang.. Di detik ini cinta adalah kebenaran..

Satu persatu panitia yang berseberangan dengan pondok merah itu, akhirnya mundur kebelakang.. mereka semua langsung berdiri dipojok gedung bersama teman – temannya yang lain, sambil menatap kearah kami yang sedang menggila diatas panggung.. sementara teman – teman pondok merah, langsung membalikkan tubuhnya kearah kami sambil tetap membuat pagar betis dibelakang mahasiswa baru..

Tinggi menjulang menembus peradaban.. Melewati waktu melawan pembenaran..
Dan kini bulan menantikan gemilang.. Tangis, air matanya telah hilang..

Hentakan keras music kami, kembali mengguncang dilapangan.. semua maba menggoyangkan tubuh mereka dengan gilanya.. mereka seperti menunjukkan kebebasan mereka, yang beberapa hari ini terpenjara oleh kerasnya orientasi tahun ini..

Derap kuda ksatria gagah dekati surga.. Walau neraka berjanji ‘tuk menghabisinya..
Di pintu istana bulan merajah hatinya.. ‘Tuk tinggalkan raja, hakim, dan khianat semesta..

Amir makin menggila dengan permainan gitarnya, Baco menganggukan kepalanya dengan semangat, sambil sesekali mengeluarkan lidahnya.. Jumbo menabuh drumnya dengan semangat yang luar biasa.. dan mereka bertiga melakukan itu dengan rokok yang menempel dibibir mereka masing – masing..

Kekuatan cinta ‘kan beri dia mahkota.. Bulan merana jingga hapus air matamu..
Ksatria datang dengan bendera tanpa pedang.. Di detik ini cinta adalah kebenaran…

Kami menggila diatas panggung.. aku berdiri sambil memegang tiang mik dengan tangan kanan dan tangan kiriku terkepal keudara.. dan suaraku makin terdengar lantang.. Clara dan Mala yang melihat kegilaan kami ini, hanya menatap dengan mata yang berkaca – kaca.. dan sekarang kami benar – benar terbakar oleh semangat kami yang menyala – nyala..

Tinggi menjulang menembus peradaban.. Melewati waktu melawan pembenaran..
Dan kini bulan menantikan gemilang.. Tangis, air matanya telah hilang..

Amir terus memainkan gitarnya dan dia saling berhadapan dengan Baco..

Oiiiii! (teriak semua Maba)
Menuju kemenangan.. Dan cinta dikumandangkan..
Menuju kata hati.. Dan terbakarlah semua kebencian!
Nana nana nanana nanananana.. Nana nana nanana nanananana..
Nana nana nanana nanananana…

Semua yang menyaksikan ikut bernyanyi.. didalam lapangan, dijalan depan kampus, termasuk yang bersandar pagar kampus.. semua bernyanyi.. kecuali kelompok Haris dan Faris.. mereka sudah berkumpul diujung gedung, dengan masa panitia yang hampir enampuluh persen dari jumlah panitia seluruhnya..

Oiiiii! (teriak semua Maba)
Nana nana nanana nanananana.. Nana nana nanana nanananana
Nana nana nanana nanananana..
Oiiiii! 
(teriak semua Maba)

Nana nana nanana nanananana.. Nana nana nanana nanananana…

Dan kami mengakhiri lagu ini dengan hentakan keras dari pukulan drum Jumbo..

“WOOOOOOOOOOOO..” teriak semua maba yang berdiri tepat didepan panggung lalu..

PROKKK.. PROKKK.. PROOOKKK..

Suara tepuk tangan membahana dilapangan ini.. dan mereka bertepuk tangan diatas kepala mereka semua.. aku lalu menjatuhkan rokokku dan menginjak baranya.. setelah itu aku menatap kearah semua maba sambil mengepalkan tangan kiriku lagi keudara, dan tangan kananku memegang tiang mik.. semua maba pun mengikuti gerakanku.. tangan kiri mereka mengepal keudara dan tangan kanan lurus kebawah..

“ketika tubuh ini dinjak – injak, kalian boleh tertawa menikmatinya.. tapi ketika harga diri ini yang dinjak – injak.. hanya ada satu kata.. BANTAI..!!!” teriakku dengan lantangnya..

“BANTAI.. BANTAI.. BANTAI..” teriak semua maba dengan semangat yang menggelora, sambil menggerakkan kepalan tangan kiri mereka diudara..

“dan untuk kalian para penghuni neraka.. ksatria ini datang membawa bendera perang tanpa pedang.. kami adalah kutukan kalian, kami adalah bayangan yang tak pernah kalian temukan.. karena kami adalah belati Tuhan.. SALAM KENTAL..” teriakku dengan lantangnya dan suaraku menggema dengan kerasnya..

“SALAM KENTALLLL..!!!..” sahut semua maba dengan suara yang keras dan kompak.. anjinggg..

(sekarang dengarin lagu yang ini ya..)

Lalu Amir memetik gitarnya dan disambut dengan petikan bass Baco dan tabuhan Drum Jumbo.. semua maba bergoyang lagi dan goyangannya makin menggila saja..

Menebas terali terkurung api.. Terlahir telanjang tanpa senjata..
Meradang meluka dirantai dogma.. Memanggil badai runtuhkan kekang..
Berderap serentak tanpa seragam.. Tak pernah henti berkarat.. 

Suara nyanyianku pun kembali menggema.. dan aku mengeluarkan semua energiku didalam lagu ini..

Wouooo …(teriak maba)
Kamilah kutukan peradaban
Wouooo …(teriak maba)
Kamilah suara yang terlupakan
Wouooo … Kamilah bayang sempurna.. Yang tak pernah kau temukan!

Suasana ditengah lapangan benar – benar memanas.. semua maba menggoyangkan tubuh mereka dengan semangat yang benar – benar menggila.. tidak perduli laki – laki atau perempuan.. mereka semua menggila dengan goyangannya.. dan mereka bergoyang sambil mengikuti nyanyianku dan sesekali berteriak dengan kompaknya..

Wouooo …(teriak maba)
Kamilah kutukan peradaban
Wouooo …(teriak maba)
Kamilah suara yang terlupakan
Wouooo …(teriak maba)
Kamilah bayang sempurna
 Yang tak pernah kau temukan!..

Lagu ini benar – benar membakar semangat kami semua.. dan aku tau, mereka yang mendengar lagu ini pasti akan gentar ketika melihat semangat kami yang menggila ini

Gerinda tirani libas persepsi.. Lukisan hidup berkanvas hitam..
Vandalis sejati dan malaikatnya.. Yang mati tertikam belati Tuhan..
Berderap serentak tanpa seragam..Tak pernah henti berkarat…

Teman – teman pondok merah yang melihat penampilan kami ini, hanya berdiri dengan wajah yang seperti menahan emosinya.. dan tidak ada yang menggerakkan tubuh mereka satupun.. kelihatannya mereka juga terbakar oleh semangat kami ini..

Wouooo …(teriak maba)
Kamilah kutukan peradaban
Wouooo …(teriak maba)
Kamilah suara yang terlupakan
Wouooo …(teriak maba)
Kamilah bayang sempurna
 Yang tak pernah kau temukan!..

Aku mengakhiri lagu dengan semangat yang membara.. emosiku terbakar saat ini dan aku langsung membanting mikrofon yang ada ditanganku..

BUUHHGGG… NGIIIINNGGGGGGG..

Bunyi mikrofon yang aku banting.. aku lalu berlari kearah depan panggung sambil membuang puntung rokokku, dan loncat dari panggung yang tingginya sekitar dua meter ini..

BUHHGGG..

Bunyi telapak sepatuku setelah menyentuh lapangan.. setelah itu aku berlari lagi dengan Mas Karel mengikuti dibelakangku.. semua maba yang ada dihadapanku, langsung memberi jalan untuk aku berlari..

BUHHGGG.. BUHHGGG..

Dua orang yang loncat juga dari atas panggung..

“KAMU PANITIA YANG INJAK PERUTKU KEMARINKAN..” terdengar suara Baco kepada panitia yang masih terlentang dibawah panggung..

“BANGSAATTT KAMU..!!!” ucap Amir.. lalu..

BUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG..

“ANJING KAMU MIR.. KENAPA KAMU YANG INJAK MUKANYA.. DIA BAGIANKU..” ucap Baco dengan jengkelnya..

“kamu terlalu lambat..” ucap Amir lalu berlari menusulku..

“bangsaattt..” ucap Baco lalu berlari menyusulku juga..

“ANJINGGG..!!!!! TUNGGU AKU.. AKU GA BISA LONCAT.. TINGGI PANGGUNGNYA INI..” teriak Jumbo dari atas panggung..

“TAI LASSSOOO INI.. LONCAT AJA.. ANGGAP ITU TEMBOK TOBAT NJINGGG..” terdengar suara Baco menyahut sambil berlari dibelakangku..

“ANJJINGGG KAMU SEMUAAAA..” teriak Jumbo.. lalu..

BUHHGGGGG.. Bubbb.. buubbbb… suara Jumbo yang loncat dari panggung, dan hentakan kaki Jumbo ketika menyentuh lapangan, seperti gempa bumi saja..

“BANGSAATTTTT..” teriak Jumbo lalu berlari menyusul kami..

Dan ketika sampai dibarisan pondok merah yang membuat pagar betis.. mereka juga membukakan jalan untukku.. dan aku terus berlari kearah kelompok Faris dan Haris yang ada dipojokan gedung.. pandanganku tertuju pada satu orang, siapa lagi kalau bukan sibangsat Boy.. dan ketika aku sudah didekat mereka.. aku langung meloncat dengan bertumpu pada kaki kiriku, lalu aku salto keudara.. dan tumit kaki kananku langsung mendarat diubun – ubun Boy yang akan menghalangi jalanku..

BUHHHHGGGGG..

“ARGGGGHHHH..” teriaknya sambil terjatuh dengan lutut dilantai dan kepala menunduk..

Dan ketika kedua kakiku sudah mendarat ditanah, aku lalu memutarkan tubuhku dan..

BUHHHHGGGGG..

Aku menyepak kepala bagian samping Boy yang menunduk dan berlutut itu, dengan kerasnya.. dan…

JEDUUKKKKKK..

BUUMMMMMMM..

Boy roboh kesamping dengan kepala bagian sampingnya, membentur lantai dengan kerasnya.. dan..

BUHHGGGGGG..

Mas Karel meloncat dan mengarahkan injakannya kearah wajah samping Boy yang tergeletak ditanah ini..

“HOORRRGGGGG..” Boy menggelepar dengan darah yang keluar dari wajah sampingnya dan juga dari mulutnya..

“BANGSAAATTTT..” teriak anggota Haris dan Faris dengan emosinya sambil berlari kearah kami..

Aku, Mas Karel, Jumbo, Amir dan Baco langsung mengepalkan kedua tangan kami didepan dada.. dan jumlah mereka sangat banyak.. mungkin hampir sekitar lima puluh orang.. tapi kami tidak gentar sedikitpun.. kami tetap berdiri dan siap menyambut manusia – manusia bangsat yang berlari kearah kami ini.. dan

BUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG..

Kami menyambut semua anggota Haris dan Faris yang berlari kearah kami, dengan pukulan, injakan dan tendangan kearah tubuh mereka..

BUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG..

Aku menggila dengan gerakan capoeiraku.. aku memutarkan tubuhku dengan cepatnya.. tendangan balik, tendangan putar, sapuan kaki, tendangan samping, tendangan dari arah bawah dan sesekali pukulanku, melayang kearah lawan – lawanku.. dan itu membuat beberapa anggota Haris dan Faris bertumbangan..

BUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG..

Mas Karel yang ada disebelahku.. langsung menggunakan beladirinya yang berasal dari negeri matahari terbit.. pukulan dan tendangan kearah perut, wajah dan dada ditubuh lawan – lawannya, sangat kuat sekali.. mereka langsung berjatuhan dan merintih kesakitan..

BUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG..

Baco dan Amir menggunakan beladiri dari negeri ini.. mereka berduet dalam menghabisi lawan – lawannya.. gerakan mereka seperti tarian yang sangat indah.. tubuh mereka meliuk – liuk menghindari serangan lawan – lawannya.. dan mereka berdua membalas serangan lawannya, dengan pukulan dan tendangan yang mematikan.. pukulan dan tendangan yang tegak, lurus dan melingkar.. jadi andalan mereka berdua, untuk merobohkan setiap lawan yang ada dihadapan mereka berdua..

BUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG..

Jumbo siraksasa.. keahliannya dalam bertinju memang luar biasa dan terkenal sejak SMK dulu.. jab, straight, hook, uppercut dan pukulan crossnya, sangat kuat dan terarah.. dan keahliannya itu digunakan untuk menumbangkan panitia – panitia yang bangsat ini.. entah sudah berapa panitia yang dibuat KO oleh serangannya.. tapi Jumbo masih belum puas, dia terus menggila dengan kepalan tangannya yang besar itu..

BUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG..

Dan sehebat – hebatnya beladiri yang kami miliki.. tetap saja pukulan, injakan dan tendangan dari mereka, masih bisa mengenai tubuh kami berlima.. wajah kami kembali terluka dan berdarah.. dada, perut, punggung, kepala dan seluruh bagian tubuh kami, terkena serangan dari anggota Faris dan Haris yang jumlahnya berlipat – lipat dari kami berlima ini..

Tapi kami tetap menikmati pertempuran ini dengan semangat yang menggila.. dan ketika kami berlima sedang menikmati pertarungan ini.. dari arah belakang kami, pasukan berjaket merah berlari kearah kami.. dan mereka adalah penghuni pondok merah..

“BANGSATTTTT..” teriak Bang Badai yang berlari paling depan bersama Om Panji.. dan dibelakang mereka berdua.. Mas Agam, Pace Beni, Mas Gibran, Mas Reihan, Mas Bagas, Mas Barry, Mas Eric, Mas Ian, Mas Simon, Mas Kenzie.. berlari dengan wajah yang sangat garang sekali.. lalu..

BUUUMMMMMM..

Perang pun menjadi lebih meriah..

BUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG..

Semua penghuni pondok merah mengamuk sejadi – jadinya.. mereka seperti singa yang kelaparan dan mencabik – cabik mangsanya..

BUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG..

Om Panji yang belum pernah kulihat membantai orang, hari ini dia benar – benar menggila.. walaupun cara bertarungnya santai, tapi musuh dibuatnya terkapar dengan tinjuannya yang sangat kuat.. tendangannya pun juga sangat luar biasa.. cepat dan beruntun.. setiap kaki kanannya selesai menendang wajah musuhnya, kaki kirinya langsung dinaikkan dan menyapu lawan yang lain.. gilaaa..

BUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG..

Bang Badai pun tidak kalah gilanya.. dia sangat brutal ketika membantai lawannya.. kaki, tangan, lutut, bahkan sikutnya.. semua digerakan untuk menjatuhkan lawan – lawannya.. dan wajah Bang Badai pun, terlihat mengerikan ketika mengamuk.. bajingann..

BUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG..

Sedangkan penghuni pondok merah yang lain, bahu – membahu dalam penyerangan ini.. ketika ada satu yang kewalahan melawan banyak orang, yang lain langsung membongkar kerumunan yang mengeroyok itu.. bangsaattt..

BUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG.. BUHHGGG..

Karena banyaknya musuh kami ini, kami bisa berhadapan dengan tiga atau empat orang sekaligus.. dan aku, aku sekarang berdiri diantara empat lawanku yang siap menyerangku lagi..

Satu orang yang ada dihadapanku pun, langsung maju sambil mengarahkan kepalan tangannya kearah wajahku..

WUUTTTT..

Dan aku menghindarinya serangannya, dengan cara memutarkan tubuhku sambil mengangkat kakiku dan aku putar untuk melakukan tendangan balik..

BUHHGGGG..

Tendangan balikku mengenai wajah sampingnya sampai dia oleng dan..

BUHHGGGG..

Aku lanjut lagi dengan sapuan kaki kiriku diwajahnya..

BUHHGGGG..

Lalu aku tutup dengan sebuah kepalan tanganku tepat dihidungnya..

“AAARRGGHHHH..” teriaknya dengan darah yang mengucur deras dari hidungnya dan

BUUMMMM..

Dia roboh kebelakang dan terlentang.. anjing..

Dan musuhku yang sisa tiga orang itupun, langsung maju bersama..

TAP.. TAP.. TAP.. TAP..

Aku menangkis serangan mereka yang beruntun dan..

BUHHGGGG.. BUHHGGGG.. BUHHGGGG.. BUHHGGGG..

Dua orang langsung oleng kesamping setelah wajah mereka terkena tinjuan dari arah belakangku.. anjing.. siapa yang menyerang dua musuhku ini..? dan belum hilang rasa terkejutku..

BUHHGGGG.. BUHHGGGG.. BUHHGGGG.. BUHHGGGG..

Satu orang musuhku yang masih berdiri tegak, langsung tumbang setelah dada dan wajahnya dihantam secara beruntun.. aku pun langsung melihat orang yang menyerang ketiga musuhku tadi.. orang itu telah berdiri disampingku, dengan memakai jaket berwarna merah ciri khas pondok merah.. dan dia berdiri dengan santainya sambil mengemut permen dimulutnya..

Anjingg.. Mas Anger.. sejak kapan Masku ini datang..? terus sejak kapan Mas Angger punya jaket merah juga..? bajingaaann.. pukulannya pun ga berubah dari dulu.. kuat dan mematikan.. gila Mas ku ini..

“urusan tikus – tikus ini, biar aku yang selesaikan de.. kamu cari saja Haris dan Faris..” ucap Mas Angger yang tidak memakai kaca matanya itu, sambil memegang batang permennya dengan tangan kiri.. dan tangan kanannya menepuk pundakku pelan..

“kenapa Mas kok bantai tikus – tikusnya aja..?” tanyaku ke Mas Angger..

“ini pertempuranmu de.. jadi untuk tuan – tuan si tikus, itu urusanmu.. kalau aku yang bantai tuan – tuannya, mau kamu lampiaskan kemana nanti emosimu..?” ucap Mas Angger lalu mengemut permennya lagi dan..

BUUGHHHH..

Sebuah injakan Mas Angger mengenai dada salah satu orang yang berlari kearah kami dan..

BUUGHHHH.. BUUGHHHH.. BUUGHHHH.. BUUGHHHH.. BUUGHHHH..

Mas Angger maju kearah orang itu dan menghantam wajah orang itu dengan membabi buta.. wajah orang itu dijadikan samsak oleh Mas Angger..

BUUGHHHH.. BUUGHHHH.. BUUGHHHH.. BUUGHHHH.. BUUGHHHH..

Orang itu termundur dengan darah yang menyembur dari mulut, hidung dan pelipisnya.. dan Mas Angger tidak menghentikan serangannya.. Mas Angger terus menghajar wajah orang itu, sampai orang itu tersandar didinding.. lalu..

BUG.. BUG.. BUG.. BUG.. BUG.. BUG.. BUG.. BUG.. BUG.. BUG. BUG.. BUG.. BUG..

Pukulan Mas Angger makin kuat dan cepat, ketika orang itu tersandar didinding.. perut, dada dan wajah orang itu dihajarnya secara beruntun lalu..

BUUGGHHH..

Sebuah pukulan yang sangat keras dari Mas Anger dari arah samping kanan, kewajah sebelah kiri orang itu.. menutup serangan Mas Angger dan orang itu langsung roboh kekanan.. wajah orang itu dipenuhi darah dan dia menggelepar dilantai..

Anjinggg.. makin sadis aja Mas ku ini.. gila.. gila..

Akupun langsung membalikkan tubuhku dan berjalan kearah Faris dan Haris, yang dari tadi hanya melihat pertempuran ini..

“De..” panggil Mas Karel yang muncul dari sebelah kiriku sambil mengepalkan tangan kanannya kearahku..

“satu – satu..” ucap Mas Karel lagi..

Dan aku langsung meninju kepalan tangan Mas Karel itu sambil menganggukan kepalaku.. setelah itu kami berdua berjalan bersama kearah Haris dan Faris..

“aku gak akan kalah lagi denganmu untuk kali ini..” ucap Haris kepadaku ketika aku sudah berdiri dihadapannya.. lalu dia menghisap rokokknya dalam – dalam dan mengeluarkannya perlahan..

“dia urusanku de.. kamu urus sibule ini aja..” ucap Faris kepada adeknya, Haris..

“ga usah banyak bicara.. kalian maju langsung berdua pun, aku gak akan takut..” ucapku dengan santainya, sambil membersihkan darah yang keluar dari bibirku..

“sombong banget kamu.. anjing..” ucap Faris dengan emosinya, lalu seluruh bola matanya menghitam dan terlihat mengerikan..

“langsung kita bantai aja mereka berdua Mas..” ucap Haris ke Faris lalu membuang rokoknya dan berdiri.. dan bola mata Haris juga menghitam..

Aku dan Mas Karel langsung saling berpandangan.. kami berdua tersenyum sambil melakukan tos..

“bangsattt..” maki Faris dengan tatapannya yang menghitam itu lalu dia maju dengan cepatnya kearahku..

WUTTTTT..

Faris langsung mengarahkan kepalan tangannya kearah wajahku dan aku langsung menunduk dengan cepat dan..

BUUGGHHH..

Sebuah pukulan Faris dari arah bawah ketika aku menunduk, langsung mengenai wajah dibagian antara kedua alisku ini dengan telaknya..

Aku pun sampai terdanga terkena telaknya pukulan Faris itu.. dan ketika wajahku terdanga dan langkahku termundur..

BUUGGHHH..

Faris langsung menginjak dadaku dengan kerasnya, sampai aku terpental kebelakang dan punggungku menghantam dinding dibelakangku..

“HUUPPPP..” ucapku tertahan seteleh punggungku terhantam dinding..

Dan Haris dibelakang Faris langsung meloncat dan mengarahkan tendangannya kearah wajah Mas Karel..

BUUGGHHH..

Mas Karel langsung oleng kekanan dan langsung disambut dengan tinjuan yang beruntun dari Haris..

BUUGGHHH.. BUUGGHHH.. BUUGGHHH.. BUUGGHHH.. BUUGGHHH..

Anjinggg.. akupun langsung melihat kearah Faris yang melihatku dengan tatapan tajam dan mengerikannya itu..

Aku lalu berlari kearah Faris sambil mengarahkan tendangan dari arah samping kanan, menggunakan punggung kaki kananku.. dan..

BUUGGHHH..

Sebuah injakan kaki Faris ,lebih dulu masuk kedalam perutku..

“HUUPPPP..” teriakku dan tubuhku langsung terjatuh dengan posisi miring kelantai..

JEDUUKKK..

Aku jatuh dan langsung memegang perutku yang kesakitan dan..

BUUGGHHH..

Sebuah sepakan Faris menghantam jidatku, sampai kepalaku terdanga dilantai..

“AARGGHHHHH..” teriakku lagi.. dan…

BUUGGHHH.. BUUGGHHH.. BUUGGHHH.. BUUGGHHH.. BUUGGHHH..

Faris menginjak- injak kepalaku dan aku melindungi kepalaku dengan kedua lenganku.. dan dari posisi aku tertidur dan dinjak – injak dilantai ini, aku melihat Mas Karel tersandar didinding dan wajahnya dihajar habis – habisan oleh Haris..

Bajingaannn.. Haris dengan mata hitamnya terlalu kuat untuk mas Karel.. dan Faris dengan mata hitamnya, juga menumbangkan aku dilantai.. bangsaattt.

Aku bisa babak belur kalau seperti ini terus – menerus.. aku harus cepat bangkit dan aku harus bisa menumbangkan Faris lalu menolong Mas Karel..

Dan ketika Faris mengangkat kakinya lagi dan akan menginjak wajahku..

TAPPP..

Aku menangkap telapak sepatu Faris dengan telapak tanganku.. tapi kekuatan mata hitam yang mempengaruhi Faris, sungguh sangat kuat sekali.. kedua telapak tanganku sampai tidak kuat menahan injakan Faris ini.. dia terus menginjak telapak tanganku, sampai punggung tanganku menyentuh hidungku.. aku pun langsung menoleh kearah samping dan punggung tanganku menggencet wajah sampingku..

Dan dengan posisi seperti ini lagi, aku bisa melihat wajah Mas Karel berdarah – darah terkena tinjuan Haris..

Bajingaaaaannn.. lalu perlahan sesuatu merasuki tubuhku dan langsung menguasai emosiku.. dan emosiku yang dikuasai itu, perlahan mulai membakar seluruh tubuhku.. panas dan panas sekali.. melihat Mas Karel tidak berdaya itu, membuat seluruh tubuhku bergetar dengan hebatnya..

Pandanganku pun perlahan mulai menghitam.. seluruh yang aku lihat pun hanya berbayang.. hitam.. hitam.. dan hitam..


“sudah cukup kamu bermainnya.. sekarang bantai mahluk ini.. hitam yang merasukinya, bukan seperti hitamku.. hitamku adalah kematian dan hitamnya hanya sebuah warna.. sekarang bangun dan bantai dia..” ucap seorang mahluk berbisik ditelingaku..

“HHRRGGGGGGGG..” bunyi nafasku yang berat..

Aku lalu memejamkan mataku sejenak, setelah itu aku memutar telapak kaki Faris yang ada ditelapak tanganku ini dengan kuatnya..

“AAAARGGGGGHHH..” berteriak dengan kerasnya sambil memutar telapak kaki Faris..

KRRAAAKKKKKK..

Bunyi pergelangan kaki Faris yang patah dan dia sampai terputar lalu jatuh kelantai..

“AAARRGGGGGGGHHH..” teriak Faris keakitan..

Aku lalu menekuk kedua tanganku kebelakang, tepat disamping wajahku sampai telapak tanganku menyentuh dilantai.. setelah itu aku menekuk kedua lututku sampai mendekati dadaku.. lalu dengan bertumpu pada pinggulku.. aku mendorong telapak tanganku sampai tubuhku melayang kedepan, dan aku berdiri dengan posisi kuda – kuda siap menyerang..

“HUUUPPP..” aku berdiri dengan kedua tanganku mengepal kedepan..

Gagah Irawan Sandi (Mata Hitam)

“anjingg..” ucap Faris tertidur dilantai sambil menatapku dan memegang pergelangan kakinya yang patah..

Akupun langsung salto dengan bertumpu pada kaki kiriku.. tubuhku melayang dan jungkir balik diudara, lalu aku mengarahkan telapak kaki kananku kewajah Faris yang ada dilantai..

BUHHGGGGG..

Bunyi telapak sepatuku ketika menyentuh kelantai.. dan Faris rupanya telah memutarkan tubuhnya kesamping, sehingga injakanku pun meleset..

Tapi aku langsung melayangkan sepakan dengan kaki kiri, menggunakan punggung kaki kiriku kearah wajah Faris yang menghindari injakanku tadi..

BUHHGGGGG.. KRAAAAKKK..

Sepakan kaki kiriku mengenai wajah Faris, tepat dibagian hidungnya dengan sangat kerasnya.. bayangan kental berwarna hitam menyembur dari mulut dan hidung Faris sampai mengecap disepatuku..

“AAARGGHHHH….” Faris berguling – guling dilantai, sambil memegang hidungnya yang patah kedalam..

Aku lalu mendatangi Faris dan aku langsung menginjak dadanya dengan kuat..

BUGHHHHH..

“ARRGGHHHHHH..” teriak Faris kesakitan, dan dia membuka telapak tangannya yang menutupi hidungnya yang patah itu.. dan..

BUGHHHHH.. BUGHHHHH.. BUGHHHHH.. BUGHHHHH.. BUGHHHHH..

Aku meninjak – injak wajah Faris dengan membabi buta..

BUGHHHHH.. BUGHHHHH.. BUGHHHHH.. BUGHHHHH.. BUGHHHHH.

Aku terus menginjaknya sampai..

“kalau kamu terus menginjak wajah kakakku.. kamu kan melihat temanmu ini mati..” ucap Haris yang ada dibelakangku..

Dan dengan telapak kakiku masih diwajah Faris, aku menoleh kearah Haris.. dan kembali aku disuguhi pemandangan yang membuat sekujur tubuhku merinding.. Haris mencekik leher Mas Karel dan mengangkatnya, sampai kaki Mas Karel terangkat dan tidak menyentuh lantai.. tubuh Mas Karel tersandar didinding, dengan wajah yang dipenuhi bayangan berwarna hitam kental.. anjing itu pasti darah yang berwarna merah.. bajingaannn..

“kamu mau lihat temanmu ini mati ya..?” ucap Haris dengan suara yang parau..

“ja.. ja.. jangan hi.. hi.. hiraukan aaa aku.. aa aku akan me.. mem. membantai orang ini..” ucap Mas Karel dengan suara yang tertahan karena cekikan dilehernya.. wajah Mas Karel pun menunduk, sambil kedua tangannya mencoba melepaskan tangan Haris yang mencekik lehernya..

“kamu mau membunuhku..?” ucap Haris lalu memandang wajah Mas Karel yang menunduk..

“yaaaa..” ucap Mas Karel dan sekarang suaranya terdengar menyeramkan.. lalu perlahan Mas Karel mengangkat wajahnya dan melihat kearah wajah Haris.. dan pandanganku yang menghitam ini, tiba tiba melihat bola mata Mas Karel berubah menjadi biru dan terang..

Karel Van Gerrit (Mata Biru)

Anjing.. kenapa bisa bola mata Mas Karel membiru seperti itu..? dan kenapa juga pandanganku yang menghitam seperti ini, bisa melihat cahaya biru dimata Mas Karel..? kekuatan apa yang dimiliki Mas Karel..? gilaaa.. mengerikan sekali..

“ka.. ka.. kamu siapa..?” ucap Haris yang terkejut dengan perubahan mata Mas karel..

“aku adalah pencabut nyawa iblis sepertimu..” ucap Mas Karel sambil merentangkan kedua tangannya, lalu dengan telapak tangan yang terbuka dan merapat.. Mas Karel mengarahkan bagian bawah tangannya, ke wajah samping kanan dan kiri Haris dengan kuatnya..

BUHGGGGGG..

“ARRGGGHHHHHH..” teriak Haris kesakitan, sambil melepaskan cekikannya dileher Mas Karel.. dan kaki Mas Karel langsung terturun dilantai..

Harispun kesakitan sampai berlutut didepan Mas Karel.. dan Mas Karel langsung menjambak rambut belakang Haris sampai Haris terdanga.. lalu..

BUGHHHHH.. BUGHHHHH.. BUGHHHHH.. BUGHHHHH.. BUGHHHHH..

Kepalan tangan Mas Karel menghajar wajah Haris secara beruntun dan sangat kuat..

BUGHHHHH.. BUGHHHHH.. BUGHHHHH.. BUGHHHHH.. BUGHHHHH..

Bayangan cairan kental berwarna hitam, langsung memenuhi wajah Haris..

BUGHHHHH.. BUGHHHHH.. BUGHHHHH.. BUGHHHHH.. BUGHHHHH..

Tapi Mas Karel tidak menghentikan serangannya.. dia terus menghajar wajah Haris dengan brutalnya..

Aku langsung menolehkan pandangan ku kearah wajah Faris yang berada dikakiku.. aku langsung mengangkat kakiku dan aku menundukkan tubuhku.. aku angkat kerah jaket Faris sampai dia berdiri dan langsung kusandarkan didinding..

Faris yang sudah tidak berdaya ini, hanya menatapku saja.. bayangan cairan berwarna hitam memenuhi wajahnya dan hidungnya sudah tidak berbentuk.. aku menahan dadanya dengan telapak tangan kiriku dan..

BUGHHHHH.. BUGHHHHH.. BUGHHHHH.. BUGHHHHH.. BUGHHHHH..

Aku menghajar lagi wajah Faris dengan sekuat tenagaku..

BUGHHHHH.. BUGHHHHH.. BUGHHHHH.. BUGHHHHH.. BUGHHHHH..

Faris sudah tidak bersuara lagi dan wajahnya sudah terlihat melemah.. dan ketika aku akan melanjutkan seranganku lagi..

“kelihatannya kalian akan jadi lawanku..” ucap seseorang yang baru datang..

Aku dan Mas Karelpun, langsung menghentikan serangan kami kepada Haris dan Faris.. lalu aku melepaskan peganganku didada Faris dan Mas Karel melepaskan jambakannya dirambut belakang Haris…

BUUUMMMMM.. BUUUMMMMM..

Faris dan Haris langsung roboh dilantai.. aku dan Mas Karel lalu melihat kearah suara tadi.. dan seseorang dengan seluruh bola matanya yang menghitam, melihat kearahku dan Mas Karel bergantian..

“aku tidak pernah memilih siapa lawanku, dan aku juga tidak pernah menolak siapapun yang ingin melawanku.. walaupun itu iblis yang berdiri dihadapanku dan menantangku.. pasti akan aku bantai..” ucapku dengan suara yang serak dan berat..

“bagus.. jadi kamu sudah siap untuk mati ya..” ucap orang itu sambil memutarkan kepalanya keatas dan kebawah..

Akupun langsung melangkahkan kakiku kearahnya dengan kedua tanganku terkepal dengan kuatnya..

“berhentilah.. dia lawanku..” ucap seseorang dari arah belakangku sambil memegang pundakku.. akupun langsung menoleh keasal suara itu.. dan dia adalah Bang Badai.. lalu Bang Badai berdiri disampingku sambil menatap orang yang ada dihadapan kami ini..

“Roni Kebo.. aku lawanmu..” ucap Bang Badai..

“hahahaha.. kamu mau lawan aku..? baiklah.. aku akan bantai dulu kamu, sebagai pemanasanku.. lalu setelah itu simata biru dan yang terakhir simata hitam..” ucap orang yang bernama Roni kebo itu sambil menunjuk Bang Badai, Mas Karel dan terakhir menunjukku dengan tatapan mata hitamnya itu..

“terlalu banyak bicaramu..” ucap Bang Badai lalu dengan gerakan yang sangat cepat.. Bang Badai maju kearah Roni Kebo sambil mengarahkan kepalan tangannya, kearah wajah Roni Kebo.. dan..

TAAAPPP..

Kepalan tangan Bang Badai langsung ditangkap Roni kebo dengan mudahnya.. lalu..

BUGHHHHH..

Sebuah pukulan dari arah samping Roni Kebo, menghantam wajah bagian samping Bang Badai dengan telaknya..

“ARRGGGHHHH..” teriak Bang Badai kesakitan, dan wajahnya langsung oleng kekanan.. lalu..

BUGHHHHH.. BUGHHHHH.. BUGHHHHH.. BUGHHHHH.. BUGHHHHH..

Roni Kebo langsung menyerang menggunakan kepalan tangan kanan dan kepalan tangan kirinya dengan cepat.. pipi, pelipis, rahang, hidung dan mulut Bang Badai, terkena serangan Roni kebo yang cepat dan kuat itu..

BUGHHHHH.. BUGHHHHH.. BUGHHHHH.. BUGHHHHH.. BUGHHHHH..

Roni Kebo terus menghajar Bang Badai tanpa memberikan kesempatan untuk membalas pukulannya itu.. wajah Bang Badai pun sudah mulai terluka dan mengeluarkan banyak darah.. dan tiba – tiba..

BUGHHHHH..

Sebuah injakan kaki kanan Bang Badai di dada Roni Kebo, membuat serangan Roni Kebo langsung terhenti.. dan Bang Badai langsung mengarahkan kepalan tangannya kearah Roni Kebo..

TAPP.. TAPP.. TAPP.. TAPP.. TAPP.. TAPP.. TAPP.. TAPP..

Semua serangan Bang Badai dapat ditahan oleh Roni Kebo dengan mudahnya.. bajingaannn.. hebat sekali Roni Kebo ini.. selain pukulannya yang kuat, pertahanannya juga sangat rapat.. gilaaa.. belum lagi ditambah dengan kekuatan mata hitamnya.. bajingaann.. kalau seperti ini terus, selain tenaga Bang Badai terkuras.. pertahanannya pasti akan lemah.. lalu..

TAPP.. TAPP.. TAPP.. TAPP.. TAPP.. TAPP.. TAPP.. TAPP..

Bang Badai terus mencoba membuka pertahanan Roni kebo dengan terus menyerangnya.. Dan ketika Bang Badai larut dalam serangannya..

BUGHHHHH..

“AAARGHHHHHHH..” teriak Bang Badai setelah tulang iga bagian kirinya dihantam kepalan tangan kanan Roni kebo dengan kuatnya.. dan Bang Badai sampai melengkungkan tubuhnya kekanan.. lalu..

BUGHHHHH..

“AARGGGHHHHH..” teriak Bang Badai lagi dan sekarang tulang iga bagian kanannya yang terkena hantaman Roni Kebo.. dan..

BUGHHHHH..

Sebuah injakan kaki Roni kedada Bang Badai, membuat Bang Badai terlempar kebelakang sampai punggungnya menghantam kedinding dengan kerasnya..

BUGHHHHH..

Tubuh Bang Badai tersandar didinding.. lalu..

BUUMMMMM..

Bang Badai roboh kedepan dengan wajah sampingnya terhantam lantai dengan kerasnya.. dan bayangan cairan kental berwarna hitam, yang terlihat dari pandanganku yang menghitam ini.. keluar dari mulut, telinga dan hidung Bang Badai dengan derasnya.. dan cairan kental itu menggenang diwajah samping Bang Badai..

Anjinggg.. emosiku yang dari tadi belum mereda, sekarang justru makin menggila ditubuhku.. emosiku menyala – nyala melihat Bang Badai yang dihajar dengan brutalnya seperti itu.. dan makin menyala melihat Bang Badai terkapar dengan bersimbah darah..

Kedua tanganku pun langsung terkepal dan ketika aku akan berjalan mendekati Roni Kebo..

“jangan ikut campur..” tiba – tiba terdengar Bang Badai bersuara dengan suara yang sangat menyeramkan..

Aku lalu melihat kearah Bang Badai yang sedang berusaha berdiri dengan kepala yang menunduk.. dan tampak tetesan cairan kental, menetes dari mulut dan hidung Bang Badai..

Bajingaannn.. masih bisa berdiri aja Bang Badai ini.. apa dia mau melanjutkan pertarungan ini dengan kondisinya yang babak belur itu..? gila.. gila..

Lalu perlahan Bang Badai mengangkat wajahnya.. dan dari pandangan mataku yang menghitam ini, aku melihat mata Bang Badai merwarna merah seperti darah..

Badai Ihsan Narendra (Mata Merah)

Anjingg.. apa lagi ini..? kenapa bisa mata Bang Badai berwarna merah darah seperti itu..? setelah mata biru Mas Karel, sekarang aku diperlihatkan mata merah Bang Badai.. gilaaa.. padahal pandanganku ini semuanya menghitam.. tapi kenapa aku bisa melihat kedua warna mata mereka..? ini sama seperti ketika aku melihat mata hijau mas Angger waktu itu.. bangsat.. dan siapa Roni kebo yang ada dihadapanku ini..? kenapa dia memiliki mata hitam seperti milikku, Haris dan Faris..? apa semua warna mata kami ini saling berhubungan..? bajingaannnn..

“hahahahaha.. akhirnya aku bisa juga melihat mata merah didunia ini.. baguslah.. dan aku akan membunuhmu mata merah.. aku akan membunuhmu..” ucap Roni Kebo dengan tatapan yang mengerikan..

“hiuufftttt.. huuuuuu… aku mencium aroma ketakutan dari mata hitam.. hahahahaha..” ucap Bang Badai setelah dia menarik nafasnya dalam – dalam, lalu diakhiri dengan tertawa yang sangat mengerikan..

Lalu dengan gerakan yang sangat cepat, Bang Badai sudah berdiri dihadapan Roni Kebo.. dan..

BUGHHHHH..

Sebuah hantaman keras dari Bang Badai kearah dada Roni Kebo, membuat tubuh Roni Kebo terdorong kebelakang dengan wajah condong kedepan..

“HUUPPPPP..” suara nafas Roni Kebo yang tertahan..

Lalu sebuah hantaman lagi dari Bang Badai, tepat diwajah Roni kebo yang condong kedepan itu..

BUHHGGGG..

“AARGGGHHHH..” teriak Roni Kebo kesakitan dengan wajah yang terdanga.. tapi Roni Kebo sempat melakukan injakan kedada Bang Badai..

BUHHGGGG..

“HUUPPPP..” Bang Badai termundur..

Lalu mereka berdua maju lagi dan saling menyerang..

BUHHGGGG.. PAAKKK.. BUHHGGGG.. PAAKKK.. BUHHGGGG.. PAAKKK..

Pukulan mereka berdua pun, sama – sama mengenai sasaranannya..

BUHHGGGG.. PAAKKK.. BUHHGGGG.. PAAKKK.. BUHHGGGG.. PAAKKK..

Jual beli serangan diantara mereka berdua terjadi dengan sengitnya.. baik Bang Badai atau Roni Kebo, untuk saat ini sama – sama kuat.. kentalnya darah pun, memenuhi wajah mereka berdua..

BUHHGGGG.. PAAKKK.. BUHHGGGG.. PAAKKK.. BUHHGGGG.. PAAKKK..

Bunyi pukulan yang mengenai lawan masing – masing, sangat memekakan telinga.. aku yang masih dikuasai emosi ini, hanya bisa menggengam tanganku dengan kerasnya..

BUHHGGGG.. PAAKKK.. BUHHGGGG.. PAAKKK.. BUHHGGGG.. PAAKKK..

Dan disatu serangan, Roni Kebo mengarahkan pukulannya dengan tangan kiri, kearah kepala samping kanan Bang Badai..

WWUUTTTT..

Bang Badai langsung menundukkan kepalanya dan pukulan tangan kiri Roni Kebo melayang sedkit diatas kepala Bang Badai.. posisi Roni Kebo yang condong kekanan.. membuat area dibawah ketiak sebelah kiri Roni Kebo, tidak terhalang.. dan..

BUHHGGGGG..

Kepalan tangan kanan Bang Badai, memukul bagian kiri dibawah ketiak Roni kebo dengan kuatnya..

“AAARGGHHHHH..” lengkingan suara kesakitan dari Roni Kebo, membahana diteras bangunan gedung ini..

Melihat Roni Kebo menjerit kesakitan dengan tubuh melengkung kekanan, Bang Badai langsung mengarahkan kepalan tangan kirinya dari arah bawah kerahang Roni Kebo..

BUHHGGGGG..

“AARGGHHHH..” teriak Roni Kebo lagi, dengan kepalanya terdanga kebelakang..

Bang Badaipun langsung loncat dan melayangkan pukulan dari arah atas, kewajah Roni Kebo yang terdanga..

BUHHGGGGG..

KRRAAKKKKK..

Pukulan Bang Badai menghantam telak bagian tulang hidung Roni kebo dan..

BUUMMMMMM..

Roni Kebo langsung tumbang dan terlentang dilantai.. dan Bang Badai bukannya menghentikan serangannya.. dia berlari sambil meloncat dengan tingginya lalu..

BUHHGGGGG..

KRRAAKKKKK..

Lutut Bang Badai mendarat tepat diwajah Roni Kebo dengan telaknya.. dan itu langsung membuat tubuh Roni Kebo menggelepar dilantai..

Anjingggg.. mengerikan sekali pertarungan itu.. dan pertarungan ini ditutup dengan darah Roni Kebo yang menggenang dilantai ini.. bajingannn..

Belum pernah aku terlibat dengan pertarungan yang segila ini.. dan belum pernah aku merasakan emosi yang memuncak seperti hari ini.. musuh yang aku hadapi pun, belum pernah sebanyak ini.. tapi dengan semangat yang menggila dari kami semua, musuh yang jumlahnya banyak ini tumbang semua..

Dan bertepatan dengan suara ayat – ayat suci yang berkumandang dari tempat ibadah yang tidak jauh dari kampus ini.. pertarungan ini selesai dan kami semua memenangkannya dengan telak..

#cuukkk.. darah ini seperti tidak berharga ketika ambisi yang berbicara, ketika nafsu yang terlibat dan ketika keserakahan menguasai isi kepala.. mereka telah terbakar oleh permainan mereka sendiri.. ayolah kawan.. ketika kamu menjadi seorang pemimpin, akan banyak nyawa yang tergantung kepadamu.. sekali kamu terjerumus dengan ambisimu yang serakah, maka banyak nyawa yang akan hilang karena keputusanmu.. salam kepalan tangan dan SALAM KENTAL..!!!

Bersambung

Daftar Part