. Matahari 2 Part 14 | Kisah Malam

Matahari 2 Part 14

0
83

Matahari 2 Part 14

PERMAINAN HATI

Pop Gagah

 


Gagah Irawan Sandi

Wooo.. wooo.. wooo.. gila.. perubahan Mas Angger dikota ini sangat luar biasa dan sangat jauh dari pemikiranku.. Mas Angger yang pendiam dan lugu, berubah menjadi dingin dan sadis.. bukan hanya sadis sih menurutku, tapi sudah menjurus kearah psiko.. bajingaann.. kok bisa sampai mengerikan begitu itu ya..?

Semua perubahan Mas Angger terlihat jelas didepan kedua mataku, ketika Mas Angger menghabisi Zidan dan beberapa anggota BD. Mas Angger sangat gila sekali dalam membantai mereka.. tidak ada rasa kasihan sedikitpun dari Mas Angger, ketika mendengar rintihan musuhnya yang kesakitan.. justru Mas Angger semakin menggila lagi dan semakin sadis membantainya.. gilaa..

Dan semua itu karena cintanya yang telah direnggut oleh para binatang itu.. anjingg..

Apa ini tidak akan berpengaruh dengan kanker otak yang ada dikepala Mas Angger.? Ahh.. semoga saja tidak.. aku gak bisa membayangkan kalau ini sampai berpengaruh kepada penyakit Mas Angger, lalu akan menjadikannya semakin parah dan..

Ah.. jangan.. jangan.. jangan berpikiran macam – macam.. penyakit itu masih stadium awal dan kemungkinan untuk sembuhnya, masih sangat besar sekali.. lagian Eyang Anjani pasti akan selalu mengirimkan ramuan herbal untuk kesembuhan Mas Angger..

Semoga Mas Angger cepat diberi kesehatan dan semua permasalahan ini, dapat kami selesaikan bersama – sama..

Oh iya.. satu lagi.. satu lagi yang masih menjadi pertanyaanku sampai saat ini..? bagaimana nasib cinta pertama Mas Angger ya..? Kak Lia.. Kak Lia kan cinta pertama Mas Angger, kenapa sekarang mereka gak jadian dikota ini ya..? malah Mas Angger jadian dengan Mba Dinda, sebelum Mba Dinda tiada.. belum lagi kedekatan Mas Angger dengan Mba Kaila, Bulan, dan terakhir Kak Dana.. tapi entar dulu, satu lagi wanitanya.. Mba Rani, kakaknya Mba Dinda.. gilaaa.. banyak banget sih wanitanya..

Apa Mas Angger sekarang mengikuti jejak Ayah yang seorang bajingan lendir..? hehehe.. tapi masa Mas Angger aja..? aku ngga nurun Ayah juga gitu..? hehehehe.. gila.. gila..

Ternyata dikota ini, bukan hanya ilmu pendidikan dikampus teknik kita tercinta aja yang aku dapatkan.. permasalahan cinta yang aku hadapi dan mungkin juga dihadapi Mas Angger, memberi pembelajaran yang sangat berharga dan sangat menguras emosi.. belum lagi dengan kerasnya kehidupan dikota ini, luar biasa menjacukkan..

Terus bagaimana kalau sudah begitu.? Apa aku harus focus dengan masalahku sendiri tanpa memperdulikan masku..? gila aja.. ya ga mungkinlah.. apapun yang sedang aku pikirkan dan aku hadapi, aku harus tetap mendampingi Mas Angger. Biarlah masalahku mengalir dengan sendirinya, dan aku tetap akan membantu Mas tersayangku itu.

Sekarang kita kembali dulu dengan kehidupan kampusku sejenak.

Hari ini aku sedang berada didepan ruang dosen, untuk asistensi tugas gambar yang semalam aku kerjakan. Oh iya, walaupun kami kuliah dijurusan teknik sipil, kami juga harus menguasai teknik gambar dan mengerti cara membaca gambar.

Membaca gambar.? Emang gambar bisa dibaca.? Bukannya gambar itu dilihat.? Asuudahlah, pokoknya seperti itu. Intinya sesuatu yang dipandang, bukan hanya bisa dilihat tapi juga dibaca. Wajah seorang wanita aja, bukan hanya harus dipandang, tapi juga harus dimengerti. Bagaimana bisa dimengerti.? Ya dibacalah raut wajahnya, baru pelajari hatinya.. hehehe.. bingung ya..? sama aku juga bingung..

“gah..” panggil Jumbo yang duduk disebelahku.

“hem..” jawabku sambil meluruskan kedua kakiku dan menyenderkan punggungku didinding..

Aku, Amir, Baco dan Jumbo, duduk lesehan sambil menunggu antrian untuk masuk asistensi. Semua teman – teman angkatanku sudah selesai asistensi, tinggal kami berempat aja yang masih menunggu giliran untuk masuk.

“pahit mulutku, mau rokokkan.” Ucap Jumbo.

“ya rokokkan lah. Kenapa kamu laporan ke aku.?” Ucapku dan sebenarnya mulutku juga pahit, tapi gak mungkin diruangan ini kami rokokkan.

“emang boleh.?” Tanya Baco menyahut.

“boleh aja, paling juga nanti kamu dipanggil kepala jurusan, terus disuruh pindah kuliah kepulau seberang.” Jawab Amir dengan entengnya.

“anjing..” maki Baco dan Jumbo.

“kamu juga aneh – aneh aja, ruang begini kok mikirnya rokokkan.? Kenapa gak sekalian bawa BCA aja kesini.?” Ucapku sambil melihat ketiga sahabatku, yang wajahnya kalau lagi pengen rokokkan, membuat gatal selangkangan. Hehehehe.. (BCA = bir campur anggur)

“jiancuukk..” giliran aku dimaki Baco dan Jumbo.

“wihhhh.. sudah bisa memaki bahasa pulau sini kah.?” Ucap Amir.

“dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung.” Ucap Baco dengan angkuhnya.

“bangsat. Kejauhan kalau langit dijunjung.. Jumbo ini loh kamu junjung, kalau gak tempurung lututmu pindah kemulutmu.” Jawab Amir dengan cueknya.

“taikk..” maki Jumbo.

“masih kuat aku kalau junjung Jumbo, jadi gak mungkin tempurung lututku bergeser.” Ucap Baco sambil melirik Jumbo.

“berat badannya Jumbo itu, empat kali besar badanmu co. itu baru berat badannya, belum berat biji sama jembutnya. Uhhhh.. beban hidup orang sedunia ini, semuanya kalah berat tau.. hahahaha..” ucap Amir lalu tertawa dengan lebarnya..

“hahahaha..” kami semua lalu tertawa mendengar celotehan Amir yang membangsatkan ini..

“mulutmu mir.. mulutmu.. anjing..” gerutu Jumbo..

“apalagi ditambah sama berat bibirnya yang lagi ngomel begitu, uuhhhh.. mati kamu co, mati tersiksa.. mati menanggung beban beratnya kehidupan kamu co, rohmu aja pasti kesusahan lepas dari jasadmu.. hahahahaha..” ucap Amir yang makin lama – makin terdengar menganjingkan itu..

“hahahahaha..” kami pun tertawa bersama lagi..

“berisik ini. Kayak kalian aja pemilik dunia ini beserta isinya.” Ucap seseorang yang berdiri didepan ruangan, sambil berkacak pinggang. Dan beliau adalah Pak Toni, dosen gambar yang akan memeriksa gambar kami.

“hehehehe.. anu pak..” ucap Amir sambil menggaruk kepalanya dan melihat kearah Pak Toni.

“kenapa anumu.? Apa anumu sudah kuat berdiri dan menanggung berat beban kehidupan inikah.?” Tanya Pak Toni dan kami semua langsung tertawa cekikikan..

“hihihi..”

“bu.. bukan begitu pak.. hehehe..” ucap Amir yang gugup..

“banyak sekali bicaramu itu..” ucap Pak Toni lalu melangkah pergi meninggalkan ruangannya..

“pak mau kemana.?” Tanya Baco sambil berdiri.

“mau pergi.. kenapa.? Kamu mau ikut.?” Tanya Pak Toni dengan santainya dan berdiri didepan pintu gedung ini.

“enggaklah pak.. cuman kalau Bapak pergi, gimana asistensi tugas kami.?” Tanya Baco lagi.

“besok aja..” ucap Pak Toni dengan entengnya, lalu pergi tanpa merasa berdosa sama sekali..

Astagaaaa.. kami sudah antri dua jam dan ketika giliran kami berempat mau masuk, Pak Toni malah pergi begitu saja. Gilaaaa.. Kalian tau rasa sakitnya itu seperti apa.? Sakit tapi gak berdarah.

Gimana gak sakit.? Kami itu sudah semalaman lembur dan menggambar didepan laptop. Eh malah sekarang ditinggal tanpa ada kata – kata perpisahan. Apa gak sakit kalau begitu.? Dan sakitnya itu, melebihi sakitnya ketika kita mau masukkan batang kita kedalam meki pasangan kita, terus ada darah kotor yang mengalir dengan tiba – tiba.. apa gak sakit banget tuh..? masa mau tetap dimasukin.? Masukin kemana.? Lubang bokong..? iiii.. jijik banget tau..

“bajingaannn..” gumam Jumbo sambil menggelengkan kepalanya.

Akupun langsung berdiri lalu memakai tas punggungku.

“mau kemana gah.?” Tanya Baco.

“mau kekantin.. pahit mulutku ini..” ucapku lalu aku melangkah kearah pintu ruangan.

“terus nasib gambar kita gimana.?” Tanya Amir yang masih duduk..

“suruh periksa Baco aja..” jawabku dengan entengnya..

“bangsaattt..” maki Baco, Jumbo dan Amir, lalu mereka semua pun menyusulku.

Kami berempatpun akhirnya kekantin untuk merokok dan mencari udara segar.

“anjing.. siapa itu yang duduk dekat Mba Clara sama Mba Mala gah..?” tanya Amir ketika kami sudah tidak jauh dari kantin.

Akupun langsung melihat kearah arah yang ditunjuk Amir. Dan disana duduk tiga orang wanita cantik, sedang menikmati makanan yang ada dihadapan mereka, di meja luar kantin..


Clara Jasmeen Salsabila
Nirmala Allisya Maheswari

Bajingaannn.. kenapa sih harus ada Mala disitu.? Aku tuh lagi malas lihat wajahnya. Terus terang aku masih sakit hati dengan dia, karena tidak jujurnya Mala dengan statusnya yang sudah tunangan. Arrgghhh.. bikin gak enak suasana hati aja.. apa lebih baik aku pergi aja ya.? Aku mau cari angin diluar kampus aja..

“gah..” tiba – tiba Clara memanggilku lalu dia tersenyum dengan manisnya..

Anjingg.. si gembeng manggil aku lagi.. bajingaan..

“bangsat memang orang satu ini. Kenalannya cantik – cantik..” ucap Jumbo dibelakangku..

“iya.. Mba Clara cantik, Mba Mala juga Cantik, terus ditambah satu lagi itu..” sahut Baco.

“kamu kenal juga sama dia gah.?” Tanya Amir..

Akupun mengalihkan pandangan kearah teman Clara dan Mala itu.. gila.. memang cantik sih wanita itu, tapi aku gak kenal dia dan baru pertama ini aku lihat dia.

“enggak..” jawabku singkat sambil terus berjalan kearah mereka bertiga..

Sebenarnya aku malas untuk bergabung dengan ketiga wanita cantik itu, tapi karena Clara memanggilku, mau gak mau akhirnya akupun mendekati mereka..

“iya sekarang gak kenal, tapi sebentar lagi, pasti dilahap sama sibangsat ini..” bisik Jumbo.

“emang makanan.?” Ucap Amir dan aku tidak menjawab ucapan Jumbo ini.

“hai ra..” sapaku ke Clara ketika sudah didekat Clara..

Mala hanya melirikku sebentar lalu menunduk dan melanjutkan makannya. Dia seperti takut melihatku berdiri didekatnya ini. Sedangkan temannya yang satu, juga melirikku dengan tatapan yang sedikit tajam lalu melanjutkan makannya..


?????

Wooo.. wooo.. wooo.. cantik banget sih wanita ini.. siapa dia ya..? kenapa dia baru muncul sekarang..? ini kalau gak ada Mala, aku pasti langsung duduk dan kenalan sama wanita cantik ini..

“dari mana..?” tanya Clara lalu mengambil sesendok makanannya dan melahapnya..

“dari ruang jurusan..” ucapku lalu aku berjalan masuk ruangan kantin, kearah meja ibu kantin dengan santainya..

“entar makannya disini aja, gabung sama kita.” ucap Clara dan aku hanya menolehnya sebentar lalu melanjutkan langkahku.

Aku sempat melirik wanita cantik itu dan dia juga melirikku sebentar.. bajingaannn.. lirikannya bikin batangku mau berontak aja.. gilaaaa..

Walaupun dia melirik dengan tajam, tapi itu justru membuat batangku kedut – kedut dan ingin merasakan kuluman bibir manisnya itu.. apalagi isi dalam kantong kemihku ini, sudah lama tidak dikeluarkan dan pasti sangat kental sekali.. apa gak tersiksa aku..? hehehehe..

“bu.. kopi susu ya..” ucapku kepada Ibu kantin.

“oke mas..” jawab ibu kantin.

“kamu gak makan gah.?” Ucap Jumbo sambil mengambil piring lalu mengambil nasi..

“enggak, masih kenyang aku..” jawabku.

“kenyang makan apa kamu.?” tanya Baco yang juga mengambil piring.

“makan lirikan tajam temannya Clara yang cantik itu.. hihihihihi..” bisik Amir lalu tertawa pelan..

“anjingg..” makiku lalu aku berbalik dan berjalan mencari meja kosong didalam ruangan kantin. Aku gak mau bergabung dengan ketiga wanita itu, dari pada nanti aku makan hati.. bajingaann..

Beberapa saat kemudian, kopi susu pesananku datang.. aku menyeruput kopi susuku dan ketiga sahabatku makan dengan lahapnya.

“kenapa gak gabung sama mereka sih gah.? Nyam.. nyam.. nyam..” ucap Baco lalu mengunyah makanan yang ada didalam mulutnya..

“habisin dulu makananmu didalam mulut, terus lanjutin sampai makanan dipiringmu itu habis.. pemali kalau makan sambil ngobrol..” jawabku lalu menyeruput kopi susuku lagi, setelah itu aku mengeluarkan rokokku dan membakarnya lalu menghisapnya..

“hem..” ucap Baco lalu melanjutkan makannya.

“kamu itu disuruh gabung kok malah disini sih duduknya..” tiba – tiba Clara datang lalu menjewer telingaku..

“iihhhhh.. apa sih kamu mbeng..” ucapku sambil menahan tangannya yang menjewer telingaku.. (mbeng = gembeng = cengeng)

“hihihihihi..” ketiga sahabatku tertawa cekikikan..

“terus ya panggil kayak gitu..” ucap Clara sambil menguatkan jewerannya..

“iya.. iya.. ampunnn..” ucapku sambil meremas tangannya..

“jahat..” ucapnya sambil melepaskan jewerannya dan aku masih memegang tangannya yang lembut itu..

Uhh.. tangannya aja lembut gini, apa bibirnya Clara yang seksi itu gak lebih lembut..? huuuu.. kalau bukan sahabatku dan bukan keluarga jauhku, mungkin aku sosor juga nih Clara.. anjinggg.. anjinggg..

“ehem..” ucap seseorang dibelakangku dan aku langsung menoleh kebelakangku bersama Clara..


Badai Ihsan Narendra

Bang Badai.. akupun langsung melepaskan pegangan tanganku di tangan Clara dan kulihat Clara juga salah tingkah dengan kedatangan Bang Badai ini..

Astagaaaa.. jadi gak enak aku. aku sebenarnya tau kalau Bang Badai menyukai Clara dan Clara juga menyukai Bang Badai, tapi aku gak tau kenapa mereka berdua belum jadian sampai saat ini. oh iya.. selain karena Clara itu keluarga jauhku, ini salah satu alasan aku gak mau menyosor bibir Clara.. hehehehe..

“aku kesana dulu ya gah..” pamit Clara lalu berjalan kearah dua orang temannya, tanpa bicara kepada Bang Badai..

“oh iya..” ucapku ke Clara lalu aku menghisap rokokku, untuk menghilangkan rasa canggungku.

Bang Badaipun langsung duduk didepanku dan menghisap rokoknya dengan santainya..

“huuuuu..” Bang Badai mengeluarkan asap rokoknya..

“bu.. kopi..” ucap Bang Badai kepada ibu kantin..

“tanpa gula ya..?” ucap Ibu kantin..

“yoi bu..” ucap Bang Badai sambil mengacungkan jempolnya dan Ibu kantin langsung mengangguk..

“dari mana Bang.?” Tanyaku..

“dari kosanlah..” jawab Bang Badai sambil memainkan kedua alisnya kepadaku.

“gak kuliah..?” tanyaku lalu aku menyeruput kopi susuku..

“males, kemarin sudah pernah masuk.. hehehe..” jawab Bang Badai lalu tertawa..

Dan gak lama kemudian, kopinya datang dan Bang Badai langsung menyeruput kopi itu dengan wajah yang sangat menikmati..

“sruupppppp.. uuhhhh..” ucap Bang Badai..

“kemarin sudah minum kopi, kenapa sekarang gak males minum kopi Bang.?” Tanyaku.

“taik kamu gah.. hehehehe..” jawab Bang Badai lalu tertawa dan melanjutkan rokokannya, sambil melirik Clara yang duduk di luar kantin..

Anjing.. sempat – sempatnya Bang Badai ngelirik sigembeng.. kalau memang dia suka dengan sigembeng, kenapa gak ditembak aja sih..? atau Bang Badai malu mau nembak.? Masa harus aku ajarin sih..? hahahaha..

“kenapa gak ditembak Bang..?” tanyaku memancing reaksi Bang Badai..

“siapa.?” Tanya Bang Badai sambil mengerutkan kedua alisnya kearahku.

“Clara lah.. masa Jumbo..” ucapku sambil melirik Jumbo yang sedang mengunyah makanannya..

“uhukk.. uhukk.. tai lasooo..” maki Jumbo kesedakan lalu mengambil es tehnya dan meminumnya..

“hahahaha..” Baco dan Amir lalu tertawa bersama..

“kurang ajar..” Bang Badai sambil menggelengkan kepalanya pelan..

“hehehe..” dan aku hanya tersenyum saja..

“ehh.. tapi ngomong – ngomong, temannya Clara cantik loh de..” ucap Bang Badai..

“siapa..?” tanyaku sambil melirik kearah meja Clara..

Apa Bang Badai mengenal wanita itu ya.? Bukannya Mala loh ya, tapi yang satunya lagi..

“Mala lah.. masa Jumbo..” ucap Bang Badai sambil melihat kearah Jumbo yang lagi menelan makannya..

“uhukk.. uhukk.. uhuk..” kembali Jumbo tersedak makanannya untuk kedua kalinya..

“kurang ajar kalian berdua ini..” ucap Jumbo sambil mengambil es tehnya dengan mata yang berair..

“hahahahaha..” Amir dan Baco kembali tertawa lalu melanjutkan makannya..

“hahahahaha..” Bang Badai tertawa dengan kerasnya..

Clara, Mala dan satu temannya pun, melihat kearah meja kami..

“anjing..” gerutuku..

“kalau itu aku tau bang, aku kira tadi temannya yang satu lagi..” ucapku lagi dan Bang Badai langsung mendekatkan wajahnya kearahku..

“kamu tau Mala itu cantik, jadi kenapa gak ditembak.?” Bisik Bang Badai dan dia terus memancing reaksiku..

Bajingaannn.. kok malah sekarang lari ke aku ya..?

“bangsatt..” kembali aku menggerutu dan menggelengkan kepalaku pelan.

“hehehehehe..” Bang Badai lalu tertawa dengan penuh kemenangan..

“ehh.. kamu lihatin temannya yang satu juga ya de..?” bisik Bang Badai lagi..

“iya..” ucapku lalu tersenyum, untuk menghilangkan kecanggunganku tentang pembahasan Mala barusan..

“hehehe..” lalu kami berdua langsung tertawa bersama..

“siapa sih..?” tanya Baco dan Amir yang telah selesai makannya..

“cewe itulah, masa Jumbo..” ucap kami berdua dengan kompaknya, sambil melirik kearah teman Clara dan Mala itu, lalu melihat kearah Jumbo..

“aku sudah selesai makan njing, jadi gak kesedakan lagi..” gerutu Jumbo sambil mengambil es tehnya lalu meminumnya sampai habis, setelah itu Jumbo membakar rokoknya dengan wajah yang jengkel..

“hahahaha..” kembali aku dan Bang Badai tertawa bersama..

“Bang Badai sama Gagah ini, sama – sama preman selangkangan.. sudah ada mba Clara dan mba Mala disitu, masih aja ngelirik temannya..” ucap Baco yang curiga dengan kami berdua, lalu dia membakar rokoknya..

“gak apa – apa sih co.. yang penting jangan Jumbo aja yang dilirik..” ucap Amir dengan cueknya..

“uhuk.. uhukk.. anjing babi kamu mir..” ucap Jumbo yang tersedak asap rokoknya..

“hahahahaha..” kami semua tertawa bersama – sama..

“kalian tertawain kami ya..?” tiba – tiba Clara sudah berdiri didekatku dengan wajah yang cemberut..

Bang Badai langsung terdiam sambil melihat kearahku.. terlihat sekali wajah Bang Badai grogi didekati sigembeng.. anjing.. kenapa pakai acara grogi sih..? kalau aku jadi Bang Badai, aku langsung tarik tangan Clara kebelakang kantin, terus aku cumbu bibir seksi sigembeng itu, terus aku ungkapkan semua isi hatiku.. hehehehe.. gilaa…

“enggak ra.. ini loh Jumbo.. sudah makannya banyak, masih juga kurang.. tadi aja punya Baco sama Amir dihabisin, sekarang mau nambah lagi..” ucapku sambil melirik jumbo yang lagi menghisap rokokknya..

“uhuk.. uhukkk..” kembali Jumbo tersedak asap rokoknya, lalu mengambil es teh Amir dan meminumnya..

“bisa mati kesedakan aku disini..” gerutu Jumbo..

“hihihi..” Amir dan Baco tertawa pelan..

“dasar orang aneh..” ucap Clara meraju lalu meninggalkan meja kami, menuju kearah meja Ibu Kantin..

Lalu setelah membayar, Clara keluar kantin dan pergi kearah gedung kuliah, bersama dua temannya tanpa pamit kekami..

“kejar Bang, kejar.. dari pada dikejar..” ucapku ke Bang Badai sambil melirik Jumbo..

“jangan sebut namaku lagi gah, dari pada kuinjak mulutmu..” ucap Jumbo dengan jengkelnya..

“hahahaha..” Amir dan Baco kembali tertawa..

“untuk apa kukejar..?” ucap Bang Badai dengan santainya..

“cinta ini Bang, cinta.. masa demi cintamu gak kamu kejar..?” ucapku..

“kalau gitu kenapa kamu gak kejar Mala..?” ucap Bang Badai membalikan kata – kataku.

“anjing.. malah dibalikin keaku lagi..” ucapku lalu aku menghisap rokokku..

“kenapa..? kamu takut..? apa yang ada dipikiranmu itu, sama yang ada dipikiranku.. jadi kamu tau kan alasanku gak mengejar Clara..?” ucap Bang Badai dan aku langsung mengerutkan kedua alisku..

Anjing.. sama gimana..? Clara itu gak pernah tunangan dan belum ada pasangannya.. kalau Mala itu kan ada tunangannya dan gak jujur sama aku, jadi pasti beda alasan kami tidak mengejar kedua wanita itu.. bajingannn..

“emang Abang tau alasanku gak mengejar Mala..?” tanyaku ke Bang Badai..

“karena kamu terlalu pengecut dan gak mau memperjuangkan cintamu..” jawab Bang Badai yang langsung membuat bijiku ngilu mendengarnya..

“kalian berdua itu sama – sama pengecut masalah cinta, jadi gak usah saling menasehati..” ucap Mas Karel yang baru datang dari arah belakang kami, lalu duduk disebelahku..


Karel Van Gerrit

“kurang ajar..” ucapku dan Bang Badai dengan kompaknya..

“betul itu le (bule).. mereka ini paling cepat kalau urusan cewe, itupun cuman ngelirik aja.. nanti ujung – ujungnya gangguin Jumbo.. mereka ini kan pecinta Jumbo.. hahahaha..” ucap Amir lalu tertawa..

“bajingaann.. kenapa aku terus sih yang kena..?” ucap Jumbo dengan jengkelnya..

“hahahaha..” Baco, Amir dan Mas Karel tertawa bersama..

“taik.. taik..” ucapku dan Bang Badai..

“hehehe..” Mas Karel tersenyum lalu menghisap rokoknya..

Gila nih Mas Karel.. gaya bicaranya yang santai itu, bisa langsung mengena dihati..? anjingg.. ini kalau arah pembicaraan gak dialihkan, bisa habis aku berdua Bang Badai dibully..

“terus mau ngapain kita ini..?” tanyaku mengalihkan pembicaraan..

“keparkiran aja, kita minum disana..” ucap Mas Karel..

“astaga le.. baru juga sarapan, masa kita harus minum..?” tanya Baco..

“kalau habis makan gak minum, entar keseretan tenggorokanmu..” jawab Mas Karel..

“lihat minumannya juga bule.. kalau air putih sih gak apa – apa, tapi ini..?” ucap Baco..

“itukan air putih juga..” jawab Mas Karel dengan cueknya..

“anjing memang orang bule ini.. memang sama – sama putih, tapi beda aliran cuukkk..” ucap Jumbo..

“eleh.. kayak tenggorokanmu bisa bedakan jenis air putih aja..” ucap Bang Badai lalu menyeruput kopinya..

“lossss…” ucap Amir dengan semangatnya..

“assuuu..” maki Jumbo..

“hahahahaha..” dan kami semuapun langsung tertawa..

Lalu setelah menghabiskan minuman, kami semua berjalan kearah parkiran didepan kampus..

Pop Angger


Gerhana Matahari Sandi

“jadi gimana perburuanmu..?” tanya Rogi kepadaku..

“perburuan apa..?” tanyaku sambil memegang batang permenku, lalu mengemutnya lagi..

“yang jelas bukan wanita cuukkk.. wanitamu kan sudah banyak..” celetuk Dylan..

“assuuu..” makiku

“kamu pasti taulah arah pembicaraanku..” ucap Rogi sambil melirikku lalu menghisap rokoknya dan kami diam beberapa saat..

Cukkk.. akhirnya sahabatku ini bertanya juga tentang apa yang aku pikirkan selama beberapa minggu ini.. sebenarnya aku malas untuk bercerita atau membahas masalah ini, karena aku tidak ingin membebani pikiran mereka dengan segala masalahku.. cukup aku saja yang memikirkan ini dan aku saja yang memecahkan semuanya..

Tapi kelihatannya, mereka sangat penasaran dan sangat ingin terlibat dalam masalahku ini.. gendeng ancene og..

Oh iya.. sekarang aku, Dylan dan Rogi, lagi duduk ditaman sebelah gedung kuliah kampus negeri.. kami baru saja selesai kuliah dan sekarang kami lagi bersantai sejenak.. Lia tadi juga ada waktu kuliah, tapi sekarang dia pergi entah kemana.. padahal aku kangen sama dia dan pengen lihat senyum manisnya itu dari dekat.. assuuu..

“ya seperti yang kamu bilang, Hegor tattoo itu tutup dan ini sudah hampir sebulan..” ucapku dan akhirnya aku membahas masalah ini juga..

“tapi kamu pasti sudah tau siapa Hegor itu kan..?” tanya Rogi dan aku hanya tersenyum sambil mengemut permen yang ada dimulutku ini..

“ngger.. jangan suka menyembunyikan sesuatu kepada kami.. ingat, aku dan Rogi sudah melibatkan diri dalam pusaran permasalahan ini..” ucap Dylan lalu dia membakar rokoknya..

“yuupppss.. lagian Mas Panji sudah membagi tugas kepada kita semua.. jadi kalau kamu sudah mendapatkan informasi sedikit saja, bagilah.. siapa tau kita bisa membedah informasi itu dan informasi itu akan menjadi pembuka jalan kearah para bajingan itu..” ucap Rogi..

“betul itu.. ceritalah ngger..” ucap Dylan..

Hiuuffttt.. huuuuu.. aku menarik nafasku dalam – dalam lalu mengelurkannya perlahan..

“oke.. aku akan cerita..” jawabku lalu aku diam sejenak dan menikmati permenku..

Beberapa saat kemudian, aku mulai bercerita tentang kejadian ketika aku menunggu Hegor disebuah café dihari itu.. aku menceritakan bagaimana ketika aku melihat Hegor, dan tentang Hegor yang aku ketahui bernama Aldi, teman dari Mita. Aku juga menceritakan bagaimana Hegor dan temannya yang menabrak Bulan tepat didepanku, ketika aku akan mengejar mereka berdua..

“anjing..” maki Dylan dengan emosi yang tertahan..

“kamu gak curiga dengan semua ini ngger..?” tanya Rogi kepadaku..

“maksudmu..?” tanyaku sambil membuang batang permenku dan aku sengaja memancing apa yang ada didalam pikiran Rogi..

“Mita yang pacarnya Gagah atau sudah jadi mantannya, itu temannya Aldi atau Hegor.. lalu Hegor menabrak Bulan tepat didepanmu.. apa kamu gak bisa menyimpulkan..?” ucap Rogi..

“assuu..” ucapku lalu aku menunduk..

Dan apa yang diucapkan Rogi ini, langsung membuka semua pikiranku.. bajingaann.. kenapa pikiranku buntu dengan masalah seperti ini, dari kemarin ya..? bangsaatt..

“maksudnya apasih..?” tanya Dylan dengan bingungnya..

“Mita itu orang dekatnya Gagah, tapi dia berteman dengan Aldi.. apa gak mencurigakan itu..? bukan Mita loh ya..? tapi Aldinya.. kenapa bisa kebetulan begini..? terus kenapa bisa Aldi menabrak Bulan tepat dihadapan Angger..? emang Aldi tau kalau siculun gila ini, main hati dengan Bulan..? ” ucap Rogi sambil melirik aku dan Dylan langsung melihat kearahku..

“jadi..?” gumam Dylan..

“ini permainan hati yang mereka mainkan..” ucap Rogi lagi lalu dia menghisap rokoknya..

“jiancuukkk..” maki Dylan yang mengerti arah pembicaraan ini..

“mereka semua telah membaca siapa saja orang – orang yang ada dilingkaran Gagah dan Angger.. lalu untuk melemahkan Angger dan Gagah, mereka memainkan permainan hati ini, sebelum perang besar yang akan terjadi.. jadi pada saat perang besar itu akan pecah, Angger dan Gagah akan terpuruk dan hancur.. mereka tidak akan terlalu mengeluarkan banyak tenaga untuk mengalahkan Angger dan Gagah..” ucap Rogi lagi dan Dylan langsung terkejut mendengarnya..

“bukan hanya itu gi.. mereka juga pasti memainkan peran Purnama dan black house dalam perang ini.. Purnama suka dengan Mita, tapi Mita masih mencintai Dede.. kamu taukan kalau Purnama dan Dede sudah saling bergesakan itu akibatnya seperti apa..?” ucapku dan Rogi langsung menganggukan kepalanya..

“akibatnya..?” tanya Dylan..

“boommm.. perang antar kampus akan pecah, yang dimulai dari pondok merah dan black house.. kampus kuru dipimpin Purnama, kampus teknik kita dibawah komando Mas Panji.. sementara dikampus negeri kita ini, terjadi perang saudara antara Angger dan Bulan.. ” jawab Rogi..

“itulah kenapa sekarang mulai sering terjadi gesekan antara pondok merah dan black house..” ucapku..

“anjing.. jadi selama ini pondok merah dan black house diacak – acak oleh anggota Black Death..? mereka melakukan segala cara untuk mengadu kedua kos ini, dan mereka bisa mengukur kekuatan pondok merah tanpa harus mengeluarkan tenaga..? jiancuukkk.. itu akan mempermudah mereka untuk memenangkan perang besar nanti cuukkk..” ucap Dylan yang akhirnya paham dengan pembicaraanku dan Rogi..

“tapi kenapa kamu gak bisa menghentikan perang antar kampus ini, dan menggabungkan bajingan – bajingan ketiga kampus besar dikota pendidikan ini ngger..?” tanya Dylan kepadaku..

“gak semudah itu lan.. seperti kata Rogi tadi, ini permainan hati.. kalau hati dan cinta sudah dilibatkan, semua pasti akan buta.. yang pasti harga diri akan berdiri paling depan dalam permainan hati ini.. ” jawabku..

“tapi kamu sudah taukan alur permainan mereka..?” tanya Dylan lagi kepadaku..

“percuma.. sepintar dan sekuat apapun si culun yang gila ini, kalau dia gak bisa menguasai hatinya.. perang antar kampus yang direncanakan BD, pasti akan berhasil..” ucap Rogi dan aku langsung menunduk mendengarnya..

Jiancuukkk.. betul juga apa yang dikatakan Rogi ini.. kenapa aku gak bisa mengontrol masalah hati ini ya..? ini nih satu kelemahanku dan ini pasti dibaca dengan baik oleh para anggota BD..

Tapi aku harus bagaimana..? apa aku harus jadian dengan Bulan dan perdamaian dengan Purnama serta black house, pasti akan terjadi dengan sendirinya.. gilaaa.. terus bagaimana dengan hatiku yang lain..? Kak Dana, Lia, Kayla dan Rani..? asuuu.. bisa hancur lebur kalau begini caranya.. guendeng ancene og..

Ternyata permainan hati ini, sangat sangat sangat ampuh sekali dipermainkan.. walapun tidak ada perang besar ataupun tidak ada BD, permainan hati ini pasti akan terjadi didalam hidupku.. apalagi ada BD, permaian hati ini makin terasa menyakitkan.. bajingaannn..

“ngger..” tiba – tiba suara seorang wanita, langsung mengejutkan aku begitu juga Dylan dan Rogi..


Airani Kamaliya Astami

Astagaaa.. Rani.. kenapa dia datang pada saat seperti ini..? apa dia tau kalau aku banyak masalah dan dia merasakan kegalauan hatiku, akibat permainan hati ini..? guendeng ancene og..

“Ra.. Rani..” ucapku terbata..

Cukkk.. kenapa aku grogi sih dihadapan wanita cantik satu ini..? kenapa aku gak bisa menguasai hatiku..? apa aku kangen dengan pelukannya yang hangat itu..? ahhh.. tadi kangen sama senyum Lia, sekarang malah kangen sama pelukan Rani.. gilaaa.. gilaaa..

“bisa bicara sebantar..?” ucap Rani lalu tersenyum dengan manisnya, dan itu langsung membuat hatiku meleleh cuukkk.. asuuu..

“bi.. bisa..” ucapku lalu aku berdiri..

Rani pun langsung membalikkan tubuhnya dan akupun melangkah mengikutinya..

“assuuu.. terus kita dicuekin gitu..?” ucap Dylan dan aku langsung menghentikan langkahku dan menoleh kearah kedua temanku itu..

Bajingaannn.. bisa – bisanya aku gak pamit sama dua sahabatku ini.. assuuu..

“itulah kenapa permainan hati ini sangat hebat sekali.. hehehe..” ucap Rogi pelan lalu tertawa..

“cuukkk’i..” makiku sambil membetulkan kacamataku..

“iya.. baru juga dibahas, ternyata memang luar biasa..” ucap Dylan sambil menggelengkan kepalanya..

“iya maaf..” ucapku sambil menggaruk kepalaku..

“sudah.. pergi sana.. siapa tau habis bicara sama Mba Rani, otakmu sudah gak kaku lagi..” ucap Rogi lalu tersenyum kepadaku..

“iyo cukkk.. ngalio.. dasar culun..” (iya cukk.. pergi sana.. dasar culun) ucap Dylan..

“assuuu..” makiku dan aku langsung menoleh kearah Rani, yang sudah menungguku didekat ujung gedung sana..

Hiuffttt.. huuuu..

Aku menarik nafasku dalam – dalam, sambil melangkahkan kakiku kearah Rani.. Rani.. wanita yang semakin lama, semakin membuat hatiku gak karaun.. jiancuukkk..

“kemana kita ran..?” tanyaku dan kubuat sesantai mungkin..

Aku berharap Rani mengajakku keluar kampus dan aku akan menggoncengnya.. dan itu berarti, Rani akan memelukku dan akan memberikan ketenangan didalam hatiku ini.. hehehehe..

“kita kesana aja ya..?” ucap Rani sambil menunjuk kearah taman didekat aula utama..

Assuuig.. kenapa didalam kampus ini aja..? gak jadi dong aku bonceng Rani.. gila.. gilaa..

“oh iya..” ucapku dan kami berdua pun berjalan beriringan menuju taman itu..

Cuukkk.. jalan bareng tanpa menggenggam tangannya aja, hatiku kok sudah deg – degan gini ya..? aku gak bisa bayangin, kalau aku jalan sambil menggenggam tangannya yang lembut itu, apa rasa sayang yang memenuhi kepalaku ini gak langsung tumpah dan berceceran kejalan..? bajingaann..

Tapi kenapa aku bisa melupakan sejenak masalah yang ada dikepalaku, ketika aku bersama Rani ya..? arrgghhhh..

Hiufffttt.. huuuu..

Kembali aku menarik nafasku dalam – dalam, sambil meletakkan bokongku dikursi taman ini. Rani pun duduk disebelahku, tapi tidak merapat.. duduk kami agak berjarak, tapi tidak dengan hatiku.. hatiku seperti sedang menggelayut mesra dihati Raniku tersayang ini.. asssuuu..

Kalau hatiku menggelayut mesra dihati Rani, terus bagaimana hatiku dengan Lia, Kaila, Kak Dana dan Bulan ya..? arrgghhhh.. kenapa lagi sih bahas mereka..? bisa gila beneran aku..

Eittss.. tapi kok aku kangen sama satu wanita lagi ya..? mba Ayu.. Umminya Kaila.. waaaaa.. gilaa aku.. gilaa…

Bundaaaa.. kenapa dengan Angger Bunda..? kenapa Angger selalu seperti ini dengan wanita..? arrgggghhh..

Lalu tiba – tiba terdengar suara music dari Hp Rani. Entah itu nada deringnya atau lagu yang sedang diputarnya. Yang jelas Rani bergumam dan mengikuti lagu itu pelan sekali..

Assuu’ig.. lagu apasih itu..? kok sepertinya Rani sangat menghayati sekali lagu itu..? apa itu lagu sedih..? tapi sedih tentang apa..? apa tentang cinta..? ah masasih..? tapi kenapa juga lagu seperti ini.? kenapa gak lagu barat dan aku pasti taulah sedikit artinya.. guendeng ancene og..

Kami pun berdiam diri sampai lagu yang terdengar diHp Rani itu selesai..

“nikmati ini semua, tapi jangan sampai terjerumus ngger..” ucap Rani membuka obrolan kami, dengan suara sedikit bergetar..

Akupun langsung membenarkan posisi kacamataku, setelah itu aku mengambil permenku, lalu membukanya dan mengemutnya..

“apa yang harus aku nikmati Ran..?” ucapku sambil memegang batang permenku, lalu mengemutnya lagi..

Kami berdua berbicara tanpa saling memandang.. kami menatap kearah lurus, melihat mahasiswa yang berlalu lalang didepan sana..

“apapun itu dan gak mungkin aku sebutin, karena kamu yang menjalani dan kamu yang merasakannya..” jawab Rani..

Cuukk’i.. enak banget ya ngomongnya.. aku yang menjalani dan aku yang merasakan.. kalau cuman aku yang merasakan, kenapa juga dia mengajakku mengobrol seperti ini..? apa dia gak merasakan apa yang aku rasakan..? bohong banget kalau begitu..

Apa dia harus dipancing dulu, baru dia mengucapkan apa yang ada didalam pikirannya..? memancing yang ada dihatinya, itu maksudku..

Emang dia mencintai aku..? ya.. pasti dia mencintai aku..

Terus bagaimana aku tau..? ya dari tatapan matanya, sikapnya dan pasti pelukannya.. semua sudah menjelaskannya.. tapi.. ada tapinya loh ya.. aku seperti merasakan ada tembok yang keras dan tebal yang menghalangi kami berdua.. entah tembok apa itu.. apa aku harus merobohkannya dulu..? entahlah..

“apa hanya aku yang merasakannya..?” tanyaku sambil melirik Rani..

“enggaklah.. pasti semua wanita yang didekatmu, akan merasakan apa yang kamu rasakan..” ucap Rani tanpa membalas lirikanku..

“termasuk kamu..?” tanyaku..

Rani langsung membalas lirikanku dan tersenyum dengan manisnya..

Kurang ajar gak kalau gitu..? masa cuman diliriknya sambil tersenyum, harusnya dia mendekatkan wajahnya terus mengecup bibirku.. guendeng ancene og..

“aku kesini bukan untuk mendapatkan rayuanmu ngger..” ucap Rani lalu melihat kearah lurus lagi..

“yang ngerayu siapa Ran..? aku gak mengucapkan sepatah kata rayuan pun sama kamu..” jawabku sambil melihat kearah depan juga..

“rayuan itu bukan hanya tentang kata – kata, tapi juga tentang tatapan mata..” ucap Rani dengan tenangnya..

Assuuuig.. ada aja jawaban wanita satu ini.. apa sebaiknya aku tembak aja ya dia sekarang..? tapi masa iya kalau dengan salah satu pujaan hatiku, selalu ada aja keinginan hati ini untuk menembak siapa yang ada didekatku saat itu juga.. kenapa bisa seperti itu sih..? apa karena aku masih belum ada ikatan apapun, dengan salah satu diantara mereka..? terus kalau ada ikatan, apa hatiku tidak akan bermain lagi..? Ini sebenarnya perasaan sayang dari hati, atau hanya perasaan karena nafsu..? nafsu ingin memiliki pujaan hati.. cuukk’i..

“salah ya kalau aku menatapmu dengan tatapanku seperti ini..?” ucapku pelan sambil membenarkan posisi kacamataku..

“engga.. engga ada yang salah.. emang itu kelebihanmu kan.?” ucap Rani dengan sangat tenang sekali..

“kelebihan.?” Tanyaku dengan bingungnya..

“gak usah dibahas, entar kamu makin bingung..” ucap Rani dengan entengnya..

Cuukk’i.. enak banget ya dia ngomongnya.. kan dia yang mulai percakapan ini dan sekarang dia bilang gak usah dibahas lagi.. kok enteng banget sih ngomongnya..? ada gak musik yang seperti diputar diHp Rani tadi..? kalau ada tolong diputar lagi, biar aku nyanyi sambil menari ditaman ini.. sekalian wes gilaku.. bajingaannn..

Memang cuman dia satu – satunya wanita yang paling susah aku taklukan lewat semua ucapanku.. assuuu..

“terus tujuanmu mengajakku berbicara disini apa..?” tanyaku sambil melihat wajah Rani yang menatap lurus kedepan..

Aku melihat samping wajah Rani yang sangat cantik itu.. putih, manis, hidung sedikit mancung, bibir tipis, dan aura yang sangat menenangkan sekali.. gilaa.. aku cinta wanita ini cuukkk.. aku cinta cuukkk.. tapi bagaimana aku mengungkap isi hatiku ini kepada dia ya..? bagaimana..? assuuu..

“didalam perjalanan kehidupan ini, kita bukan hanya sekedar lewat saja ngger.. begitu banyak proses yang harus kita lalui dan semua sudah dipersiapkanNya..”

“proses itulah yang akan membuat kita semakin kuat dan akan menjadi bekal kita dikehidupan keabadian kelak..”

“diperjalanan kehidupan inipun, Sang Pencipta memberikan jalan supaya kita tidak tersesat didalamnya.. tinggal kita yang mencarinya..”

“kalau jalan itu cepat ditemukan, Sang Pencipta ingin kita bersyukur dan ingin kita merangkul orang – orang disekitar kita, supaya berjalan bersama dan tidak tersesat dijalannya..”

“tapi kalau jalan itu belum ditemukan, Sang Pencipta ingin kita bersabar.” Ucap Rani sambil melirikku sebentar lalu melihat kearah depan lagi..

“aku sudah punya jalan sendiri dan aku tidak perduli, ada atau tidak ada yang akan ikut dijalanku itu..” jawabku..

“terus kamu akan tersesat dijalanmu..” ucap Rani..

“makin aku tersesat, aku akan semakin kuat diperjalananku ini.. aku yakin, aku akan menemukan akhir dari perjalananku ini dan akhir yang kutuju itu pasti tujuan dari semua mahluk ciptaanNya, walaupun jalanku berbeda..” ucapku..

“walaupun dengan air mata dan darah.?” Tanya Rani.

“disetiap perjalanan kehidupan, pasti ada darah dan air mata.. ketika kita lahir dari rahim Ibu kitapun, kita sudah disambut darah dan air mata.. jadi kenapa kita harus takut atau menghindari itu semua..?” ucapku dengan tenangnya..

“kalau kamu sendiri yang mengeluarkan darah dan air mata, mungkin sudah biasa..? tapi kalau orang yang ada disekitarmu.? Apa kamu kamu akan kuat.? ” Ucap Rani pelan tapi terasa seperti manghantam gendang telingaku saja..

“cuukkk..” gumamku..

“jangan bisanya cuma memaki lalu emosi.. itu bukan jalan terbaikkan..?” ucap Rani lagi – lagi dengan tenangnya, lalu dia berdiri..

“bersabarlah.. bersabarlah.. dan bersabarlah, sampai semesta ini lelah memberikan kesulitan kepadamu, karena kekuatan kesabaranmu itu..” ucap Rani lagi lalu berjalan meninggalkan aku..

Cuukkk.. enak banget ya dia ngomongnya.. emang enak gitu jadi orang sabar dengan semua proses perjalanan hidup seperti ini.? ada gak orang yang bisa bersabar seperti yang Rani bilang tadi, dengan permasalahan yang aku hadapi seperti ini.? ada.? Siapa.? Coba tunjukan satu kepadaku..

Pasti tidak ada manusia seperti itu.. Jangankan permasalahan seperti yang aku hadapi sekarang ini.. paket datanya habis aja, mereka seperti orang yang paling menderita dimuka bumi ini.. apa lagi kalau nyawa orang yang dikasihinya telah habis, mungkin mereka bisa gila atau malah mereka menyusul orang yang dikasihinya itu.. assuuu..

Terus kenapa juga dia langsung pergi..? aku loh belum mengungkapkan isi hatiku.. gilaa..

Kenapa ngomong sama Rani pasti seperti ini endingnya..? menggantung.. arrgghh..

“mangan gedang ngombene ale – ale.. wes kadung sayang kok ditinggal ngale.. hehehe..” (makan pisang minumnya ale – ale.. sudah terlanjur sayang kok ditinggal pergi.. ) suara Stepen terdengar dan langsung membuat gatal telingaku..

“kamu itu ngomong apa sih pen..?” ucapku dengan jengkelnya..

“Budal perang, ga ngawe bondo.. wes kadung sayang, ra wani kondo…” (pergi perang gak make modal.. sudah terlankur sayang, gak berani bilang..) jawab Stepen dengan pantunnya lagi..

“cuukkk..” makiku..

“santai masbro.. santai.. hehehehe..”

“santai ndasmu iku..” (santai kepalamu itu..) omelku

“pusing ya masbro.. hahahahaha..” ucap stepan lalu tertawa dengan kerasnya..

Lalu tiba – tiba terdengar sebuah music lagi ditelingaku..

“goyang dulu masbro.. hahahaha..” ucap stepen lalu dia pun ikut bernanyi..

“sega liwet lawuh tempe, ndasku mumet ndasmu piye

bolah ruwet dinggo nyethe, bathukku anget bathukku piye”

(Nasi liwet lauk tempe, Kepalaku pusing kepalamu bagaimana

Benang ruwet dipakai merajut, Dahiku hangat dahimu bagaimana)

“kenikir ning sor wit kates, yen dipikir iso stress

enek tikus numpak sedan, mikir terus iso edan”

(Kenikir di bawah pohon pepaya, Jika dipikir bisa gila

Ada tikus naik sedan, Berfikir terus bisa gila)

Sementara itu ditempat yang lain..

“uhhhhh…” rintih seorang wanita ketika lubang duburnya, ditusuk kemaluan seorang pria yang berbadan kekar..

Posisi wanita itu mengangkang, dengan kedua tangannya melebar kekanan dan kekiri, serta diborgol diatas tiang kasur yang ada didekat kepalanya..

“anjinggg.. masih sempit aja ya lubang bokongmu..” ucap pria itu sambil menjambak rambut wanita itu dengan kerasnya..

“heemmmm..” desah wanita itu dengan wajah yang terdanga.

“kelihatannya, mekimu perlu dimasukin juga ya..” ucap pria itu sambil tetap menjambak rambut wanita itu dengan tangan kiri, lalu mengambil dildo yang ada didekat lututnya.. lalu..

Blessss..

Dildo dengan ukuran yang besar itu, langsung tertanam sepenuhnya didalam kemaluan sang wanita..

“aarrgghhhhh..” mata wanita itu melotot dengan keringat keluar dari seluruh tubuhnya..

“enak kan..?” ucap si pria lalu..

PLOK.. PLOK.. PLOK.. PLOK..

Sipria langsung menggenjot batangnya, keluar masuk lubang bokong wanita itu dengan cepatnya..

“AHHHHH.. AHHHH.. AHHHH..” rintih wanita itu dan mencoba menggelengkan kepalanya, tapi tertahan karena rambutnya dijambak oleh si pria..

Wajahnya terlihat memerah, karena lubang mekinya tertanam dildo dan lubang bokongnya, digenjot batang sipria..

PLOK.. PLOK.. PLOK.. PLOK..

Sipria terus menggenjot lalu..

PLAKKK..

Sebuah tamparan dipipi kiri wanita itu, dengan menggunakan tangan kanan sipria yang kekar, terdengar sangat keras dan sangat menyakitkan..

“AHHHHHHH..” rintih wanita itu, lalu perlahan darahpun menetes dari ujung bibir sebelah kiri wanita itu..

PLOK.. PLOK.. PLOK.. PLOK..

Sipria makin bersemangat mengenjot lubang bokong wanita itu, dengan tangan kirinya masih menjambak rambut wanita itu.. lalu tangan kanan pria itu mencengkram buah dada sebelah kiri wanita itu dengan sangat kuat dan kasar..

TAPPPP..

“ARRRGHHHHH..” teriak wanita itu dan matanya kembali melotot, dengan air mata yang mulai menetes dipipinya..

PLOK.. PLOK.. PLOK.. PLOK..

Dengan tangan kiri menjambak rambut dan tangan kanan mencengkram buah dada wanita itu, si pria makin bernafsu menggenjot wanita itu..

PLOK.. PLOK.. PLOK.. PLOK..

“aaaahhh.. ahhhhh..” desah sipria..

“arrghhhhhh..” suara rintihan wanita itu..

Sipria menghentikan goyangannya, lalu melepaskan cengkramannya dibuah dada sang wanita, lalu..

PLAKKK..

Dia menampar buah dada itu dari arah samping dengan sangat kuatnya, dan membuat buah dada yang kemerahan karena dicengkramnya tadi, makin memerah..

“AAHHHHH..” teriak wanita itu lalu..

CUUPPP..

Sipria lalu melahap bibir wanita itu dengan sangat kasarnya, lalu menggigit bibir bawah wanita itu..

“ERRGGHHHHHH..” rintih wanita itu dan matanya semakin berair..

PLOK.. PLOK.. PLOK.. PLOK..

Sipria melanjutkan genjotannya dilubang bokong wanita itu..

PLOK.. PLOK.. PLOK.. PLOK..

PLOK.. PLOK.. PLOK.. PLOK..

“Hemmmm.. hemmmm.. hemmm.. muachhhhh..” desah sipria sambil menggigit bibir wanita itu, lalu dilepaskan dan terus melanjutkan genjotannya..

PLOK.. PLOK.. PLOK.. PLOK..

PLOK.. PLOK.. PLOK.. PLOK..

“aku mau keluar.. aku mau keluar..” ucap pria itu lalu dia mencabut batang kemaluannya dilubang wanita itu..

Lalu dengan cepatnya, dia mengangkangi wajah wanita itu dan memasukkan batangnya itu, kedalam mulut wanita itu..

“ORGGHHHHH..” nafas wanita itu tertahan dan pria itu langsung menggenjot mulut wanita itu, dengan memajukan kepala wanita itu dengan jambakannya yang semakin kuat..

ORGGHHHHH.. ORGGHHHHH.. ORGGHHHHH..

ORGGHHHHH.. ORGGHHHHH.. ORGGHHHHH..

Bunyi batang yang keluar masuk didalam mulut wanita itu.. lalu..

“AAAHHHHHHHH..” desah sipria sambil menekan lebih dalam lagi batangnya, kedalam mulut wanita itu.. dan..

Crotttt.. Crotttt.. Crotttt.. Crotttt.. Crotttt..

Air mani sipria masuk kedalam tenggorokan wanita itu, dan lelehen air liur wanita itu tampak keluar dari ujung bibirnya, disertai air matanya yang juga mengalir dengan derasnya..

“aahhhhh.. ahhhhh.. ahhhh..” desah sipria sambil mengelurkan sisa – sisa air maninya..

Hu.. hu.. hu.. hu.. hu..

Nafas sipria memburu sambil menunduk dan melihat kearah wajah wanita itu..

“hu.. hu.. anjingg.. makin mantap aja mulutmu ini..” ucap pria itu lalu..

Plak.. plak.. plak..

Dia menampar pelan pipi wanita itu, lalu mencabut batangnya dari dalam mulut wanita itu dan melepaskan jambakannya juga.

“huuekk..” suara wanita itu dan dia akan memuntahkan isi dalam perutnya, tapi dia menahannya sekuat tenaga..

“bagus..” ucap pria itu lalu turun dari kasur dengan cueknya..

“ahhhhh.. ahhh.. ahhh..” nafas wanita itu memburu, lalu dia menyandarkan kepalanya diatas bantal dengan linangan air mata dikedua pipinya..

Wanita itu langsung meluruskan kedua kakinya dan mengambil nafas yang panjang..

Hiuffftttt.. huuuuu..

“cengeng..” ucap sipria sambil mengambil rokoknya, lalu membakarnya dan menghisapnya..

Sipria berjalan mengambil kaosnya dan celana pendeknya, lalu meletakkan rokoknya diasbak dan memakai kaos serta celana pendeknya, lalu mengambil rokoknya lagi dan berjalan kearah luar kamar..

“kalau dalam dua menit kamu gak keluar kamar, aku kan membuangmu ketengah laut..” ucap pria itu sambil menatap kearah wanita itu, yang masih tergolek diatas ranjang dengan kedua tangan yang masih terborgol.

“hemm..” jawab wanita itu dengan dinginnya..

Pria itupun langsung berjalan kearah ruang tengah dan disana, enam orang telah menantinya dengan posisi berdiri dan kepala yang menunduk..

Mereka adalah Cefer, Edon, Modus, Athan, Hegor dan Emoth.

“pagi bos..” ucap Cefer sambil mengangkat wajahnya lalu menunduk lagi..

“hem..” jawab sibos lalu duduk dan meraih minuman yang ada dimeja, lalu meminumnya..

“aahhhhh..” ucap sibos sambil melihat kearah lima orang itu dan meletakkan minumannya..

“Ada kabar apa..?” tanya sibos..

“kabar apa yang mau diharapkan dari mereka ini..?” ucap seorang wanita yang keluar dari arah kamar sibos tadi..

Wanita itu keluar dengan menggunakan lingerie berwarna hitam dan menerawang.. putting dan mekinya pun samar – samar terlihat dari balik lingerie yang sangat seksi itu..tatto dipaha kanan wanita itupun terlihat dengan sangat jelasnya..

Keenam orang yang berdiri itu, tidak berani sedikitpun melihat kearah wanita yang duduk itu.. wanita itu lalu duduk sambil menaikan kaki kanannya dan disilangkan dikaki kirinya..

“satu menit, limapuluh sembilan detik..” ucap sibos sambil melihat kearah jam tangannya..

“bangsat..” gerutu wanita itu lalu duduk didikursi yang tidak jauh dari sibos..

Wanita itu lalu meraih rokoknya dan membakarnya..

“apa rencana kalian terdekat kali ini..?” tanya sibos sambil melihat kearah enam orang yang masih berdiri itu..

“kami menunggu perintah bos..” jawab Cefer..

“ckckckckc..” ucap sibos sambil menggelengkan kepalanya..

“jadi kalian hanya menunggu perintah dan belum punya rencana..?” tanya siwanita..

“sebenarnya kami sudah mempunyai rencana Rose..” ucap Cefer lalu terhenti.. (Rose = panggilan wanita itu)

“jalankan lah rencana kalian itu, sambil menunggu pesta besar kita.. kalau kalian tidak bisa menjalankan rencana kalian, biar aku turunkan black rose untuk menggantikan kalian..” ucap sibos sambil melihat kearah wanita yang duduk tidak jauh darinya itu..

“keempat anggotaku sudah siap ki..” ucap wanita itu kepada bos yang bernama zaki itu..

“masa harus lima black rose yang turun sih..?” tanya Zaki sambil melirik kearah Cefer dan teman – temannya..

“jangan bos.. kami sudah menjalankan sedikit rencana kami dan kami akan melanjutkannya terus..” ucap Cefer..

“baguslah..” ucap Zaki lalu berdiri..

“kamu disini aja..?” tanya Zaki sambil melirik kearah wanita yang dipanggil Rose itu..


Rose 

“emang kamu masih sanggup..?” tanya Rose..

“bangsatt..” ucap Zaki sambil melangkah kearah kamarnya..

Rose pun menarik nafasnya agak dalam, lalu berdiri dan berjalan menyusul bos Zaki..

#cuukkk.. permainan kasar dan keras sudah didepan mata, sedangkan permainan hati sudah mulai beraksi.. bajinganaann..

Bersambung

Pembaca setia Kisah Malam, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)
BTW yang mau jadi member VIP kisah malam dan dapat cerita full langsung sampai Tamat.
Info Lebih Lanjut Hubungin di Kontak
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part

Cerita Terpopuler