. Matahari 2 Part 1 | Kisah Malam

Matahari 2 Part 1

0
343

Matahari 2 Part 1

Cerita Masa Lalu

“halo..” ucapku menerima telpon dari sahabat lamaku..

“bagaimana kabar nyo..?” ucap seseorang di seberang sana..

“baik.. gimana juga kabarmu..?..” tanyaku kepadanya..

“baik… seperti biasa.. berkutat dengan tugas yang membuat adrenalin naik turun.. hehehe..” jawabnya..

“sudah ada kabar tentang BD..?” tanyaku

“hiuuffftttt.. huuuuu.. nol.. aku ga bisa melacak tentang mereka.. mereka hanya meninggalkan jejak – jejak kejahatan mereka.. narkoba, perampokan, pembunuhan yang keji, termasuk korban seorang mahasiswi dikota pendidikan ini..” ucap sahabatku itu dengan nada yang sangat kecewa..

“gila ya.. padahal mereka sudah bergerak beberapa tahun ini, dan belum ada satupun informasi tentang mereka..” ucapku dengan santainya..

“aku juga ga ngerti nyo.. terlalu banyak hal mistis yang menghalangi, setiap kami bergerak untuk mencari informasi tentang mereka.. sama seperti kehidupanmu dan keluargamu ” ucap sahabatku ini..

“keluargaku..? ada apa emang keluargaku..?” tanyaku dengan nada yang agak heran..

“ini bukan rahasia umum lagi nyo.. semua orang pasti tau.. ketika berhubungan dengan keluarga jati, apalagi putra mahkota seperti kamu.. Sandi Purnama Irawan.. hal mistis pasti akan menjadi kendalanya.. ya kan..?” ucap sahabatku ini dan diakhiri dengan pertanyaan yang langsung membuatku tersenyum..

“hehe.. ada – ada aja kamu itu.. aku itu hanya manusia biasa seperti kamu dan yang lainnya.. bisa menangis, tertawa, sedih, bahagia.. dan kamu sudah kenal aku bertahun – tahunkan sat..” ucapku kepada sahabatku yang bernama Satria ini..

“justru karena aku kenal kamu bertahun – tahun, makanya aku berani bicara seperti ini.. seorang putra mahkota yang mempunyai kekuatan mistis merah dan hitam.. mempunyai kekayaan yang berlimpah.. mempunyai daya tarik yang luar biasa.. belum lagi tentang putra – putri yang kamu miliki dari beberapa wanita, dan mungkin itu akibat dari kekuatan yang kamu miliki.. tapi gak tau juga sih.. hanya kamu saja yang tau..” ucap Satria yang pembicaraannya mulai melebar..

“kamu itu ngomong apa sat..?” tanyaku dengan santainya..

“bener to apa yang aku omongin..?” tanya Satria..

“engga juga..” jawabku singkat..

“ayolah nyo.. kita bersahabat ini sudah lama sekali loh.. dan sampai sekarang, kamu belum menceritakan tentang semua anak – anakmu.. aku bergerak dikota ini, hanya berdasarkan feelingku saja.. ketika melihat mereka emosi dan mata mereka berubah seperti dirimu.. aku memberanikan diri untuk menyimpulkan, bahwa mereka adalah anak – anakmu..” ucap satria lalu terdengar dia sedang menghisap rokoknya..

“kenapa kamu menyimpulkan seperti itu..? dan kenapa kamu harus mencari tau tentang siapa aja darah dagingku..?” tanyaku dan aku tetap dengan gaya bicara yang santai..

“karena kamu sudah lebih dari sahabatku nyo.. kamu itu saudaraku.. makanya aku mau melakukan semua ini.. aku berada diposisi seperti ini juga karena mbah Jati dan Ayah Irawan sebelum beliau meninggalkan kita semua..” ucap Satria lalu menghentikan ucapannya.. dia lalu menarik lagi rokoknya dan mengeluarkannya..

“aku juga ga mungkin berani menyimpulkan tentang anak – anakmu itu, kalau aku tidak mengetahui tentang siapa ibu mereka.. wanita – wanita yang pernah dekat dengan bajingan lendir seperti kamu.. oke kalau Angger, Gagah, Banyu dan Bening, anakmu dari istri yang resmi.. mba Merry.. tapi kalau Badai, dia anakmu dari mantan pertamamu kan..? Tiara Wulandari.. Purnama dan Bulan anakmu dari bu dosen Jenny Kusuma.. ya kan..?”

“dan belum lagi informasi yang terakhir tentang anakmu yang lain, Angelia.. dia juga anakmu dari Lia kan..?” ucap Satria yang panjang dan lebar, lalu diakhiri sebuah pertanyaan yang membuat kedua alisku berkerut..

“analisa yang ngawur dari salah satu intelejen terhebat dinegeri khayangan ini..” ucapku dengan dengan santainya..

“assuuu.. itulah alasan kenapa awalnya dulu aku gak mau, ketika pak tito masih bertugas dan menjadi aparat berbintang empat dinegeri ini.. beliau merekrutku bersama Aldo untuk dijadikan intelejen, tapi Aldo menolak karena mau focus didunia kerjanya.. akhirnya hanya aku yang terjerumus didunia intelejen ini, itupun karena peran dari mbah Jati dan Ayah Irawan.. dan sekarang akhirnya aku kena batunya, ketika harus berurusan dengan putra mahkota dari keluarga Jati seperti kamu..” ucap Satria dengan seriusnya..

“aku itu sebenarnya gak mau mengorek tentang keluargamu nyo.. tapi karena ini berhubungan dengan BD dan menyangkut keselamatan keluarga kita semua, jadi mau gak mau.. aku harus mengetahui semuanya nyo..” ucap Satria lagi

Hiiuhffttt.. huuuuu.. aku pun langsung menarik nafasku dalam – dalam..

Gilaaa.. akhirnya Satria menanyakan ini juga kepadaku, dan gak mungkin selamanya aku akan menutupi semua ini dari orang – orang yang ada sekelilingku.. mereka nantinya juga pasti akan tau dan itu hanya menunggu waktunya saja.. jiancuukkk..

“okelah.. mungkin sekarang waktunya aku akan menceritakan semua tentang anak – anakku..” ucapku terpotong dan aku diam beberapa saat..

“aku akan mendengarkannya dengan senang hati nyo.. dan ini hanya akan menjadi rahasia diantara kita berdua..” sahut Satria..

“sudahlah sat.. memang sudah waktunya aja aku harus membuka ini.. gak mungkin aku akan menutupi ini selamanya..” ucapku lalu kembali aku menarik nafasku dalam – dalam..

“baiklah.. sekarang kita mulai dari Angelia.. dia bukan anakku.. dia anak Aldo dan Lia..” ucapku lalu aku diam lagi..

“beneran kan yang kamu ucapkan ini nyo..? bukan karena karena aku, kamu dan Aldo bersahabat, jadi kamu bicara seperti ini..” ucap Satria yang terdengar senang sekali..

“ya.. ga mungkinlah aku berbohong sama kamu sat.. lagian usia Angger dan Lia itu hampir sama.. kamu tau akukan.. aku ga mungkin main gila setelah menikah dengan Merry..” ucapku meyakinkan Satria..

“oke.. mungkin yang itu aku percaya.. tapi bagaimana dengan Badai, Purnama dan Bulan..? mereka usianya diatas Angger dan kamu belum menikah dengan Mba Merry waktu itu.. dan pada saat itu kamu sedang gila – gilanya.. mereka bertiga anakmu kan..?” tanya Satria lagi..

“Bulan dan Purnama juga bukan anakku.. dia anak Darmawan..” ucapku dengan suara yang bergetar..

“ngga.. ngga mungkin.. Darmawan gak bisa memiliki anak.. jadi kamu jangan bohongi aku..” ucap Satria dengan kata – kata pelan tapi tegas..

“memang benar dulu Jenny sempat mengandung anakku, tapi dia keguguran ketika masuk diusia minggu ketiga.. dan pada saat itu dia sudah menikah dengan sahabatnya bernama Darmawan Bagaskara.. lalu setelah tiga bulan kemudian, dia hamil lagi dan itu anak Jenny dari Darmawan Bagaskara.. dan Darmawan yang kamu ketahui sekarang itu, bernama Darmawan Hardinata..” ucapku lalu aku menarik nafasku lagi dalam – dalam..

“ini.. ini.. maksudnya bagaimana sih..? bingung aku..” ucap satria dengan ekspresi suara yang terkejut..

“Darmawan Bagaskara dan Darmawan Hardinata itu bersahabat.. Darmawan Bagaskara meninggal karena kecelakaan kerja, dan dia menyelamatkan Darmawan Hardinata.. karena Darmawan Hardinata berhutang nyawa dengan Darmawan Bagaskara, akhirnya dia menikahi Jenny pada saat usia kehamilannya lima bulan.. kamu pahamkan..?” ucapku dengan penekanan kata yang tegas..

“cuukkk.. jadi aku selama ini tertipu..? bajingaannn..” ucap Satria dengan kata – kata yang sangat gregetan..

“siapa yang menipu..? aku..? Jenny..? atau siapa..?” tanyaku kepada Satria..

“ya.. ya.. aku tertipu dengan kesimpulanku sendiri..” ucap Satria yang kebingungan..

“hehe..” dan aku hanya tertawa dengan sangat kupaksakan..

“terus gimana dengan Badai..?” tanya Satria lagi..

“kalau Badai, dia memang anakku.. anakku dari Tiara Wulandari..” ucapku dengan suara yang sangat berat sekali.. kenapa bisa berat..? karena baru Satria yang aku beritahu tentang hal ini.. dan selain Satria, yang mengetahui hal ini Merry dan Wulan.. tapi aku merasa ada orang lain yang mencoba mengetahui tentang semua anak – anakku.. entah siapa siapa orang itu atau kelompok itu.. yang jelas aku masih mencarinya sampai sekarang ini..

“cuukkk.. jadi hanya Badai ya anakmu.. tapi kalau Angelia, Purnama dan Bulan bukan anakmu, kenapa mereka bisa memiliki mata sepertimu, ketika mereka sedang emosi..?” tanya Satria lagi..

“kalau masalah itu, maaf.. aku ga bisa cerita..” jawabku singkat..

“jiancuukkk.. kamu memang penuh mistery nyo.. harus kuakui itu.. banyak hal – hal yang mengejutkan darimu sampai hari ini.. dan banyak juga hal – hal yang belum aku ketahui dari kamu, walaupun sudah dua puluh lima tahun lebih aku kenal kamu.. kamu memang gila..”

“tapi aku gak akan memaksamu untuk bercerita tentang hal – hal yang lainnya.. bisa gila nanti aku dengarnya.. ” ucap Satria lalu dia menghisap rokoknya lagi..

“tapi bukan berarti mereka bertiga bukan anak – anakku, kamu melepaskan pengawasanmu kepada merekakan..? aku masih masih butuh bantuanmu sat.. karena aku yakin mereka masuk target dari musuh kita ini.. BD..” ucapku..

“ya enggaklah.. kan aku sudah bilang.. orang – orang disekitar anakmu, pasti akan jadi target dari BD.. dan bukan hanya Bulan, Purnama dan Angelia yang masuk dalam pengawasanku beserta semua anggotaku.. tapi juga Kaila, Dana, Dinda, Rani dan Mala masuk dalam pengawasan kami.. selain itu juga penghuni pondok merah, black house dan gedung putih..” ucap Satria

“baguslah.. kelihatannya kamu juga membaca permainan mereka ya sat..?” tanyaku..

“ya.. ada yang bermain disini.. mereka sengaja mengadu ketiga kos ini, untuk mengetahui kekuatan anakmu..” jawab Satria..

“aku ga kaget itu.. dan mereka juga menggunakan kekuatan dari Roni Kebo untuk mengobrak – abrik pondok merah..” ucapku melanjutkan ucapan Satria..

“kenapa kamu bisa tenang dengan semua ini nyo..? sebenarnya bisa ajakan kamu menghentikan pertempuran antara Roni Kebo dan semua penghuni pondok merah..?” tanya Satria kepadaku..

“biarkan aja.. biarkan mereka menyelesaikan masalah itu sesama mereka.. itu juga dulu pernah terjadi dengan kita kan.. ketika Ayahku mengetahui semua masalah kita, beliau membiarkan kita menyelesaikan masalah itu bersama teman – teman pondok merah.. terkecuali ada preman – preman luar yang ikut campur, baru ayahku bertindak.. dan itu aku ikuti sekarang ini..” ucapku dengan tenangnya..

“iya dan sekarang aku yang jadi tukang bersih – bersihnya..” ucap Satria..

“hehe.. ya mau bagaimana lagi sat.. cuman kamu yang bisa melakukan itu.. oh iya.. kita lanjut lagi tentang BD.. belum terbaca ya rencana mereka dalam waktu dekat ini..?” tanyaku dan aku mengalihkan pembicaraan

“itulah yang aku bilang tadi.. gerakan mereka cepat dan penuh mistery.. dan sampai sekarang, kami terus menyelidiki keberadaan mereka.. dan mistis mereka itu sangat kuat juga..” jawab Satria..

Dan tiba – tiba.. sebuah tangan melingkarr dileherku dan..

CUUPPP..

Sebuah kecupan hangat mendarat dipipiku.. dan dia adalah istriku tercinta.. Emery Naula Unna..

“apa Mba Merry tau juga kalau kamu mempunyai anak selain dari dia..?” tanya Satria yang kembali membahas tentang anak – anakku..

“taulah.. ini dia ada disampingku..” ucapku sambil memandang mata Memeyku..

“cuukkk.. beruntung sekali kamu mempunyai istri seperti Mba Merry itu nyo..” ucap Satria yang terkejut ketika aku memberitahunya kalau ada Merry disampingku..

“itulah kenapa aku sangat mencintai wanitaku ini..” ucapku sambil memandang wajah Memey yang berada disebelah kananku ini dan Merry pun langsung tersipu malu.. lalu..

CUUPPP..

Aku mengecup pipi kiri Memey..

“assuuu.. kamu ciuman sama Mba Merry..? bajingaannn.. kamu anggap aku ini..?” ucap Satria mengomel..

“lah dia kan istriku.. emang gak boleh aku mencium istriku..?” ucapku dengan cueknya..

“bajingaaann.. lanjutlah.. nanti aja telpon – telponannya..” ucap Satria yang terus mengomel..

“oke.. hehehehe..” ucapku dan aku langsung tertawa..

“asssuu..” ucap Satria lalu menutup telponnya dan aku langsung meletakkan Hpku..

Emery Naila Unna

“kalau sudah duduk duduk dimeja kerja terus telpon – telponan, lupa waktu..” ucap Merry sambil tetap merangkulku dari belakang..

“maaf ya sayang..” ucapku lalu..

CUUPPP..

Aku mengecup lagi pipi Merry..

“makan gih wang.. aku dah selesai masak tuh..” ucap Memey sambil melihat kearahku sambil tetap merangkulku.. akupun menoleh kearahnya dan..

CUUPPP..

Aku mengecup bibirnya dengan lembut..

“aku selesaikan ini sebentar ya..” ucapku sambil menatap matanya..

“kalau kerjaan itu ga ada habisnya wang..” ucap Merry sambil menegakkan tubuhnya, lalu membalikan tubuhnya dan ketika dia akan berjalan..

PLAKK..

Aku menepuk bokong istriku tersayang itu..

“ihhh.. kebiasaann..” ucap Merry sambil melirikku lalu berjalan keluar ruang kerjaku..

Akupun hanya tersenyum sambil mengambil rokokku dan aku mengambilnya sebatang.. lalu aku membakarnya dan menghisapnya pelan..

“rokokkan terus ya..” ucap Merry dari depan pintu ruang kerjaku..

“baru sebatang mey..” ucapku lalu aku menghisap rokokku lagi..

“susah kalau dikasih tau..” ucap Merry lalu pergi meninggalkan aku dan aku melanjutkan lagi pekerjaanku..

Dan gak berapa lama kemudian..

“AYAHHHH.. ROKOKKAN AJA TERUS YA..” teriak anakku Bening dari ruang tamu..

Astagaaa.. baru juga dua kali hisap, sudah banyak yang ngomel..

“baru sebatang sayang..” ucapku dengan suara yang lembut..

“SEBATANG YANG KETAHUAN.. YANG GAK KETAHUAN BERAPA BATANG..? MATIKAN GAK..?” teriak Bening lagi..

“iya.. iya nak..” ucapku lalu aku mematikan rokokku yang baru aku hisap dua kali ini..

“hihihihi..” dan terdengar tawa Merry dari depan pintu ruang kerjaku dan aku hanya meliriknya saja..

“hem.. giliran sama Bening aja langsung dimatikan..” ucap Merry lalu pergi lagi keruang tengah..

Hiuufffttt.. huuuu.. aku hanya menarik nafasku dan aku melanjutkan menyelesaikan pekerjaanku.. setelah itu aku mematikan laptopku dan aku keluar dari ruang kerjaku menuju ruang tamu.. dan disana dua orang wanita tersanyangku beserta seorang putraku, sedang menantiku untuk makan bersama..

Dan ketika dekat dengan Bening, aku langsung mengecup pipinya..

CUUPPP..

Tangan kanannya dengan cepat menutup pipinya dan aku hanya mengecup punggung tangan anakku itu..

“bau rokok..” ucap Bening dengan manjanya dan mata yang melotot..

Bening Bramantya Sandi

“iya maaf..” ucapku sambil duduk didekat Banyu..

“Ayah malah duduk disini lagi.. ayo makan yah..” ucap Banyu sambil berdiri dan berjalan kearah meja makan..

“iya.. Bunda juga lapar..” ucap Merry lalu berdiri juga.. dan Merry langsung merangkul Banyu..

Akupun langsung berdiri juga dan berjalan mendekati Bening yang masih duduk..

“makan yo sayang..” ucapku sambil menjulurkan tanganku kearah Bening dan Bening langsung menyambut tanganku.. setelah itu aku menariknya sampai berdiri dan merangkulnya dengan tangan kanan..

“ihhh.. bajunya Ayah bau rokok..” ucap Bening sambil melepaskan rangkulanku..

“iya.. iya.. sayang.. nanti Ayah ganti baju..” ucapku dan membiarkan putri tersayangku itu berjalan duluan kearah meja makan..

“iya.. tapi makan aja dulu yah.. jangan peluk sama cium Bening, sebelum ganti baju ya..” ucap Bening sambil duduk dikursi..

“hem..” jawabku singkat sambil berjalan lalu duduk disebelah Merry.. dan Merry langsung mengambilkan aku nasi beserta lauknya dipiringku..

“kok cepet banget pulang sekolahnya..?” tanyaku kepada Bening dan Banyu..

“gurunya rapat yah..” ucap Banyu sambil mengambil nasi, setelah Merry mengambilkan untukku..

“terus gimana sekolahnya..?” tanyaku lagi..

“baik aja yah..” sahut Bening..

“ngobrolnya dilanjut nanti ya.. sekarang makan aja dulu..” ucap Merry disebelahku..

Dan kami semua pun langsung menyantap hidangan yang sangat istimewa ini.. kenapa aku bilang istimewa..? karena tidak ada yang lebih istimewa, ketika kita makan dengan ditemani istri dan anak – anak.. walaupun terasa kurang juga sih anggota keluarga yang kumpul.. tapi masakan istriku, pasti akan selalu terasa istimewa..

Belasan tahun yang yang lalu..

Setelah aku bermimpi tentang ketiga wanita yang menyerahkan perawannya kepadaku.. aku langsung mengirim beberapa orang kepercayanku untuk mencari informasi tentang Jenny dan Wulan.. sedangkan Lia, aku telah mengetahui semuanya tentang dia.. karena kami memang hidup didalam satu kota..

Dan kabar yang mengejutkanku pun akhirnya aku terima, dari orang yang aku kirim keluar negeri untuk mengawasi Jenny.. lalu orang yang aku kirim kekota daeng untuk mengawasi Wulan, juga mengirimkan berita yang membuat tubuhku bergetar..

Aku mengetahui kalau Jenny pernah mengandung anakku walaupun akhirnya keguguran.. sedangkan dari Wulan, aku mempunyai satu orang anak dan sampai sekarang telah tumbuh menjadi seorang anak laki – laki yang ganteng sekali..

Senang, marah, bahagia, benci, bingung dan jengkel ketika aku mengetahui kabar itu.. kenapa Jenny dan Wulan tidak memberitahu aku tentang kabar itu..? akupun sampai meneteskan air mataku diruang kerjaku, ketika mendapat kabar itu..

Aku sempat menghubungi keduanya untuk menanyakan tentang kebenaran kabar itu.. Jenny.. dia sangat terpukul ketika mengalami keguguran itu dan dia makin terpukul, ketika dia sudah mengandung anak dari suaminya dan suaminya meninggal dunia.. akupun tidak bisa marah dengannya, karena berat beban hidupnya yang harus ditanggung selama ini..

Wulan.. dia meminta maaf kepadaku sambil menangis dan tidak ingin ini diketahui keluarga besarnya.. Wulan memintaku berjani untuk diam, sampai waktunya akan tiba.. dia sendiri yang akan memberitahu suaminya dan juga kepada anak kami.. walaupun aku marah, akupun akhirnya berjanji kepada Wulan.. dan aku baru tau sekarang ini, kenapa Wulan memintaku untuk berjanji dan dia sendiri yang akan membukanya.. dan itu semua karena suaminya tidak bisa memberikan keturunan untuknya..

Dan sekarang.. aku hanya bisa mengutuk diriku sendiri atas kelakuan masa mudaku yang sangat menjancukkan itu.. masa dimana aku bebas menghamburkan spermaku disetiap wanita yang dekat denganku.. dan sekarang aku seperti terkena karma dengan segala tingkah lakuku itu.. aku seperti laki – laki yang tidak bertanggung jawab dengan mereka – mereka yang pernah tidur denganku.. aku berbahagia diatas penderitaan mereka semua.. bangsat ga aku..? bangsat banget pastinya..

Dan pikiranku makin dibuat kacau setelah mendengar kabar itu.. aku sekarang harus memikirkan bagaimana caranya berbicara dengan Merry.. wanita yang sudah menjadi istriku itu, pasti akan sedih mendengar berita ini.. Merry yang sudah menderita selama ini dengan segala cobaan hidupnya, baru merasakan kebahagiaan setelah menikah denganku.. dan kebahagiaan itu makin terasa ketika kami dianugrahi dua orang anak laki – laki yang gagah perkasa.. selain itu juga.. kami lagi berbahagia dengan dua anak kembar kami yang ada didalam kandungan Merry, yang berusia enam bulan.. apa aku akan memberitahukan kabar gila ini kepadanya..? apa aku akan memberikan kesedihan mendalam lagi kepadanya..? apa itu gak berpengaruh terhadap janin yang dikandungnya..? bangsaattt..

Tapi aku gak bisa menyembunyikan apapun dari Merry.. aku selalu terbuka dengannya, seburuk apapun itu.. dan dia pasti akan merasa, ketika aku sedang menghadapi suatu masalah..

Gilaaa.. ini masalah yang paling berat didalam hidupku.. aku harus jujur dengan Merry dan aku harus melihat kesedihannya nanti.. mungkin bukan hanya kesedihan saja yang akan aku lihat, mungkin dia akan marah atau dia akan meninggalkan aku dengan membawa anak – anakku.. bajingaannn..

Dan aku hanya bisa mencoba menenangkan diriku dengan berbatang – batang rokok yang aku habiskan diruang kerjaku, tapi tetap tidak bisa.. lima teh kotak yang aku habiskan juga tidak bisa menenangkan diriku.. jiancookkk..

“sampai kapan kamu duduk diruangan ini wang..? harus berapa bungkus rokok dan berapa kotak teh lagi yang akan kamu habiskan..?” tiba – tiba Merry datang dan berjalan masuk kedalam ruangan kerjaku ini..

Aku pun hanya terdiam sambil mematikan rokokku ke asbak.. aku ga ingin dia menghirup asap rokok ini, apalagi dia sedang hamil..

“kamu ada masalah apa sih sayang..? kenapa beberapa hari ini sikapmu seperti ini..?” ucap Merry sambil membelai rambutku dengan lembut.. dan belaian Merry yang biasa menenangkan aku, sekarang ini justru terasa seperti menyiksaku.. aku tidak bisa ber ucap apapun.. lidahku kaku dan bibirku terasa seperti terkunci..

Merry yang berdiri disamping tempat dudukku ini, langsung menarik kepala sampingku dan meletakkan wajah sampingku diperutnya yang sudah membesar ini..

Cuukkk.. jiancuukkk.. dosaku sudah sangat berat kali ini.. bajingaannn.. dan air mataku pun langsung menetes dikedua pipiku ini.. akupun langsung merangkul pinggul Merry dan memeluknya dengan erat.. kedua tangan Merry pun langsung mengelus rambutku dengan lembutnya..

“bicarahlah wang.. walaupun itu terdengar sangat menyakitkan untukku..” ucap Merry dengan suara yang terdengar bergetar, sambil terus mengelus rambutku..

“ma.. ma.. maaf mey..” ucapku dengan suara yang bergetar dan tetesan air mata yang terus mengalir dipipiku.. setelah itu aku menarik nafasku dalam – dalam dan mengeluarkannya perlahan.. hiuufftttt.. huuuuu..

Aku lalu melepaskan pelukanku dipinggang Merry dan aku langsung berdiri menghadap wanita yang sangat aku cintai ini.. Merry menatapku dengan tatapan mata yang sangat lembut sekali dan bibirnya tersenyum dengan manisnya.. aku lalu menguatkan hatiku, sekuat – kuatnya..

“aku punya anak dari Wulan mey..” ucapku sambil menatap mata Merry..

Merry pun tetap tersenyum, tapi matanya berkaca – kaca.. dia tidak mengucapkan sepatah katapun, mendengar kabar yang sangat menyakitkan baginya ini.. dia terus menatapku dan beberapa saat kemudian, butiran air matanya pun mulai membasahi pipinya disertai dengan senyuman yang mengembang dibibirnya..

Jiancookk.. kenapa seperti ini ekspresi Merry menatapku..? justru ini makin menyakitkan bagiku.. lebih baik dia menjerit lalu memukulku, dari pada dia diam dan menangis sambil tersenyum seperti ini.. ini sangat sakit dan ini hukuman yang paling menyiksa batinku..

“maaf.. mer.. maaf.. aku selalu memberikan air mata kesedihan kepadamu..” ucapku sambil membersihkan air matanya yang menetes itu..

“ga ada yang perlu dimaafkan wang.. aku telah menerimamu sebagai pendamping hidupku, dan itu berarti aku harus menerima segala kekurang dan juga kelebihanmu.. tapi maaf kalau air mata ini menetes.. aku hanya seorang wanita biasa wang.. seorang wanita yang hanya bisa menangis ketika mendengar kabar seperti ini, dari orang yang paling dicintainya..” ucap Merry dengan suara yang bergetar dan lelehan air matanya..

“jangan kamu ucapkan itu mey.. jangan.. itu akan menyiksaku sekali.. lebih baik kamu marah, benci atau memukulku dari pada harus kamu ucapkan kata – kata itu sayang..” ucapku sambil memegang kedua pipinya, dan aku langsung menempelkan keningku dikeningnya.. air matakupun makin mengalir deras dipipiku..

“air mata dan kata maaf ini pun, pasti tidak akan bisa menghapus semua kesalahanku kepadamu mey..” ucapku sambil tetap menempelkan keningku dikeningnya..

“tidak ada yang perlu disalahkan wang.. aku tau ini pasti terjadi sebelum kita menikahkan..? tapi kalaupun kamu melakukannya setelah menikah, aku juga pasti akan seperti ini..” ucap Merry dan itu makin membuat rasa bersalahku memuncak dikepala..

“mey..” ucapku terpotong karena jarinya menutup bibirku..

“cukup wang.. jangan berucap apa – apa lagi.. kita berdua lagi dikuasai emosi.. lebih baik kita tidur dulu ya.. besok kita bahas lagi setelah kita sama – sama tenang..” ucap Merry dengan jari telunjuknya tetap dibibirku..

Dan akupun hanya bisa menatap matanya, sambil menganggukan kepalaku dengan perlahan.. ini memang kebiasaan kami ketika kami sedang ada masalah.. Merry pasti tidak ingin melanjutkan pembicaraan diantara kami, ketika kami berdua sama – sama emosi.. dia pasti akan mengajakku beristirahat.. dan kesokan harinya, ketika kami sama – sama tenang baru pembahasan akan dilanjutkan..

Tapi masalah ini berbeda dengan masalah yang lain, masalah ini sangat berat sekali.. apa bisa besok kami membahas ini lagi..? apa besok kami bisa sama – sama tenang..? atau besok masalah ini akan semakin runyam..? entahlah.. pikiranku sangat kacau sekarang ini.. dan aku sudah gak bisa berpikir lagi..

Kami berdua pun melangkah kekamar kami..

“cuci mukamu dulu wang, dan ganti pakaianmu yang bau rokok ini..” ucap Merry tanpa melihat kearahku, ketika kami sudah didalam kamar.. akupun langsung kekamar mandi dan membasuh wajahku.. setelah itu aku mengganti pakaianku..

Merry sudah merebahkan dirinya dikasur dan tidur dengan posisi memunggungi aku.. dan aku hanya bisa menatap posisi tidur istriku ini.. aku tau dia sangat bersedih dan dia tidak ingin menunjukan kesedihannya dihadapanku.. dia pasti ingin bersembunyi dengan tangisannya.. jiancuukkk..

Akupun lalu tidur disebelahnya dengan posisi menghadap kelangit – langit kamar ini.. dan beberapa saat kemudian, terdengar isakan tangis yang sangat menyayat hatiku.. aku ingin sekali merapat ketubuh isriku ini dan memeluknya.. tapi lagi – lagi seluruh tubuhku kaku dan tidak bisa aku gerakkan.. lidahku tercekat dan mulutku terkunci..

Akhirnya aku hanya bisa tetap memandangan kearah langit – langit kamarku.. lalu dengan ditemani isakan tangis istriku, rasa kantuk menghantam kedua mataku.. dan mataku pun perlahan terpejam..

Dan beberapa saat kemudian, akupun mulai terlelap.. tapi baru saja aku terlelap, suara gemercik air dan hembusan angin yang sepoi – sepoi, langsung membangunkanku.. akupun langsung bangun dari tidurku dan duduk dibalai bambu.. aku terbangun disebuah pondok, dipinggir sungai yang membelah desa jati luhur dan desa jati bening..

Hiuufftttt.. huuu.. ini rumah Gadis.. jiancuukkk.. kenapa lagi aku disini..? apa masalah ini datang karena permainan Gadis lagi..?

“kenapa kamu menyalahkan aku san..?” tiba – tiba wanita yang aku pikirkan itupun, bersuara dan dia duduk dipinggir sungai diatas sebuah batu..

 

Gadis

“kenapa dis..? kenapa harus terjadi masalah ini..? katanya kamu saudara kembarnya Merry.. tapi kenapa kamu tega membuatku seperti ini..? kamu ingin menghancurkan keluargaku..?” tanyaku kepada Gadis..

“hey.. siapa yang mau menghancurkan keluargamu..? emang aku tega melihat saudaraku Merry menangis sedih seperti itu..?” ucap Gadis

“tapi ini semua karena kutukanmu kan..? sampai aku bisa memiliki anak dari wanita selain Merry..” ucapku yang emosi kepada Gadis..

“waw.. kamu sudah mulai berani menyalahkan aku ya san..? padahalkan aku sudah pernah bilang, kutukan itu tidak akan menjadikan pejuhmu menjadi sebuah janin.. tapi itu hanya pada saat kamu menembus perawannya aja loh ya.. kalau kamu mengulanginya lagi, aku gak bisa berbuat apa – apa.. dan akhirnya terjadikan..” ucap Gadis dengan santainya..

“kamu jangan lempar pejuh, sembunyi titid san.. enak sekali kamu..” ucap Gadis dan sekarang terdengar sangat sinis..

“cuukkk.. enak banget kamu bicaranya dis.. ini kan juga akibat permainanmu..” ucapku yang makin emosi..

“akibat permainanku..? gak salahkah..? bukannya ini terjadi karena nafsumu yang gila itu..? semua gak akan terjadi kalau kamu bisa mengendalikan nafsumu itu san.. tidak akan bisa terjadi.. sikapmu yang beringasan ketika berhadapan dengan wanita cantik seperti waktu itu, adalah kesalahanmu sendiri.. jadi jangan kamu mencari pembenaran untuk suatu kesalahan yang sudah kamu perbuat.. CAMKAN ITU..!!!” ucap Gadis sambil menunjuk kearahku..

Cuukkk.. kata – kata gadis itupun langsung membuat aku terdiam.. matanya melotot dan wajahnya terlihat sedikit emosi.. akupun langsung menundukkan kepalaku sejenak.. bajingaannn.. ini memang kesalahanku dan aku ga seharusnya menyalahkan orang lain.. jiamputtt..

“dan sekarang.. lebih baik kamu gak usah cari kesalahan orang lain, karena kebringasan titidmu itu.. lebih baik kamu memikirkan apa yang akan terjadi setelah ini..” ucap Gadis dan itu langsung membuatku menegakkan kepalaku, dan aku langsung melihat kearahnya lagi..

“maksudmu apa dis..? kamu mau buat permainan apa lagi dikehidupanku..?” tanyaku dengan mata yang melotot..

“bukan permainan san.. tapi hanya akibat perbuatanmu aja sih yang harus kamu nikmati..” ucap Gadis dan dia mengucapkan dengan santainya lagi..

“Nikmati..? apa yang harus aku nikmati..? ini bukan nikmat dis.. ini hukuman didunia yang harus aku tanggung.. dan entah hukuman apa yang akan menantiku diatas sana, ketika aku sudah menghembuskan nafas terakhirku nanti..” ucapku dengan emosinya..

“terserah kamu menafsirkannya seperti apa.. tapi nikmatilah itu..” ucap Gadis sambil menatapku..

Cuukkk.. kenapa harus seperti ini sih..? dan kenapa aku baru menyadari semuanya, ketika aku sudah memiliki keluarga seperti ini..? bangsattt..

“apa yang harus aku tanggung dis..? apa..?” tanyaku dan sekarang aku sudah mulai lelah dengan emosiku ini..

“mungkin kamu mengira wanita yang kamu ambil perawannya itu, cuman dapat pejuhmu aja ya..?” ucap Gadis sambil terus menatapku dan aku hanya menatapnya dengan tatapan yang sayu..

“kok enak sekali kamu san..? wanita – wanita yang telah memberikan darah perawannya kepadamu, didarahnya telah mengalir darah dari desa jati bening dan desa jati luhur.. mereka akan mempunyai keturunan, yang memiliki kelebihan seperti anak – anakmu dari Merry.. mata hitam dan mata merah, tapi tidak dengan mata hijau.. mereka tidak akan bisa memiliki mata hijau, karena itu hanya bisa diberikan oleh garis keturunan dari keluargaku..”

“dan untuk wanita yang sudah pernah kamu tiduri selain ketiga wanita yang perawan itu.. mereka tidak akan memiliki turunan yang mempunyai kelebihan seperti ketiga wanita special mu itu.. tapi mereka mempunyai kelebihan yang lain.. mereka bisa membangkitkan sesuatu yang istimewa yang pernah dimiliki leluhurnya, kepada anak – anaknya.. walaupun ayahnya atau kakeknya tidak diwarisi kekuatan itu oleh leluhurnya..” ucap Gadis sambil terus menatapku..

“apa maksud dari itu semua dis..? apa itu akan menjadi boomerang buatku atau seperti apa..?” tanyaku..

“kamu akan melihat semua itu san.. baru kamu akan paham dengan segala ucapanku..” ucap Gadis lalu berdiri..

“apa itu berarti semua anak – anakku bersaudara dengan anak – anak dari wanita yang pernah aku tiduri..?” tanyaku..

“mereka pasti akan memiliki ikatan batin satu dengan yang lain..” jawab Gadis..

“kalau suatu saat mereka semua sudah dewasa, dan ada yang saling mencintai.. apa mereka bisa menyatu..?” tanyaku..

Gadis hanya mengangkat kedua bahunya saja sambil tersenyum.. jiancuukkk..

“sudahlah.. aku akan pergi.. karena sebentar lagi, Ayahmu kan akan datang..” ucap Gadis lalu membalikkan tubuhnya dan berjalan kearah sungai..

“Ayah.. Ayahku akan datang.. dimana beliau dis.. dimana..?” tanyaku sambil berdiri dan Gadis tidak menghiraukan pertanyaanku.. dia terus berjalan kearah sungai lalu menceburkan dirinya disungau itu..

“GADISSSSS..” teriakku..

Dan teriakanku pun terasa percuma, karena Gadis tidak mendengarkan aku..

“kenapa berteriak nak..?” tanya seorang laki – laki yang suaranya dan pelukannya, sangat aku rindukan.. dan beliau adalah Ayahku.. Irawan Jati..

“A.. Ayah..” ucapku sambil menoleh kearah suara yang ada disampingku.. dan dengan kaki yang sangat berat, aku lalu mendatangi beliau lalu aku meraih tangan beliau yang dingin dan aku langsung menciumnya..

Tangan Ayahku pun langsung membelai lembut rambutku.. dan aku langsung memeluk tubuh kekar Ayahku dengan sangat erat..

“Ayah.. Sandi kangen yah.. hikss.. hikss.. hiksss..” ucapku sambil menangis dipelukan Ayahku..

“Mas.. kamu itu kebanggaan Ayah.. jadi jangan menangis seperti ini..” ucap Ayahku sambil memelukku dan membelai rambutku..

“maaf yah.. maafkan Sandi.. Sandi sekarang bukan kebanggaan Ayah lagi.. hikss.. hikss..” ucapku sambil terus menangis..

“nak.. apapun yang terjadi kepada dirimu dan apapun yang telah kamu perbuat.. kamu tetap kebanggan Ayah..” ucap Ayahku dan beliau terus menenangkan aku..

“apa yang bisa dibanggakan dari sandi yah..? apa..? Ayah pasti taukan segala kelakuan Sandi..?” ucapku dengan emosi yang tertahan didadaku..

“Ayah tau nak.. dan Ayah yakin kamu akan bisa menyelesaikan semua ini dengan ketenanganmu dalam berpikir..” ucap Ayahku dengan lembutnya..

“Tapi yah..” ucapku terpotong..

“nak.. tidak ada manusia yang sempurna didunia ini.. semua pasti pernah melakukan kesalahan.. dan sekarang dikembalikan kepada manusia itu sendiri.. dia mau tetap berkutat dengan kesalahan itu atau dia bangkit dan menyelesaikannya..” ucap Ayahku sambil mengelus punggungku pelan..

“dan Ayah yakin.. anak Ayah yang satu ini, pasti akan bangkit dan menyelesaikan semuanya dengan ketenangannya..” ucap Ayahku lagi..

“apa Ayah yakin sandi dapat menyelesaikan ini semua yah..?” tanyaku..

Ayahpun langsung melepaskan pelukannya dan menatapku..

“kamu darah dagingku nak.. Ayah paham betul kamu seperti apa..” ucap Ayahku sambil menepuk pundakku pelan..

“le..” tiba – tiba suara Mbah Jati memanggil, dari belakang Ayah.. aku dan Ayahpun langsung melihat kearah Mbah Jati..

“loh Mbah.. kok ada disini..?” ucapku sambil melihat kearah Mbah Jati yang menatapku.. wajah Mbah Jati tampak memucat, dengan diiringi senyuman yang membuat bulu kuduku berdiri..

“sudah waktunya aku disini le.. aku sudah kangen dengan Ayahmu..” ucap Mbah Jati dengan tenangnya.. dan jawaban Mbah Jati itu makin membuat seluruh tubuhku merinding..

“ma.. maksud mbah..” ucapku terbata dan Ayah langsung menepuk pundakku lagi..

“le.. hapus air matamu dan tegakkan kepalamu.. semua keturunanku itu, tidak ada yang menunduk ketika ada masalah dihadapannya.. hadapi semuanya le.. hadapi dengan kepala yang tegak..” ucap Mbah Jati kepadaku..

“i.. i.. iya mbah..” ucapku terbata dan mbah Jati hanya tersenyum lalu melihat kearah Ayahku..

“ayo nak..” ucap Mbah Jati kepada Ayahku..

“Ayah pergi dulu ya nak..” ucap Ayahku kepadaku..

“ta.. ta.. tapi yah..” ucapku terbata sambil melihat kearah Ayah dan Mbah Jati bergantian..

“tenangkan pikiranmu nak..” ucap Ayahku lalu membalikkan tubuhnya dan berjalan kearah Mbah Jati..

“yah.. Ayah..” ucapku memanggil Ayah dan Ayah tidak mendengarkan panggilanku..

“Mbah.. Mbah..” dan sekarang aku memanggil Mbah Jati yang masih menatapku.. beliau hanya tersenyum lagi lalu membalikkan tubuhnya juga.. setelah itu mbah jati menggandengan tangan Ayahku..

Aku mencoba untuk mengejar beliau berdua, tapi kakiku tidak bisa digerakkan..

“AYAHHHHH..” teriakku ketika kedua orang yang aku sayangi ini, berjalan kelorong yang ujungnya sangat terang benderang..

“MBAHHHHHH..” teriakku lagi..

 

“MBAHHHHHH..” teriakku dan aku langsung duduk sambil menatap kearah depan..

Hu.. hu.. hu.. hu..

“wang.. wang.. ada apa wang..?” ucap Merry disebelahku sambil mengelus punggungku..

Cuukkkk.. ternyata aku mimpi.. bajingaannn.. mimpi apa aku ini..? kenapa bisa Ayahku mengajak Mbah Jati kelorong itu..? ada pertanda apa ini..?

“wang.. wang..” ucap Merry memanggilku lagi..

“hu.. hu.. hu.. aku bermimpi tentang Mbah Jati mey..” ucapku dengan nafas yang memburu..

“ada apa wang..? apa wawang kangen sama Mbah Jati..?” ucap Merry dan aku hanya menunduk saja.. keringat dinginkupun langsung keluar dari keningku..

“besok kita berangkat kedesa jati luhur yang wang..” ucap Memey menenangkan aku, dan aku tetap menunduk sambil memikirkan tentang mimpiku barusan..

KRING.. KRING.. KRING..

Dan Hpku pun berbunyi.. aku lalu melihat kearah Merry dan Merry membalas tatapanku dengan wajah yang tampak cemas sekali..

“siapa yang telpon jam lima pagi buta seperti ini wang..?” tanya Merry dan aku langsung melihat kearah Hpku yang ada diatas meja samping tempat tidurku..

KRING.. KRING.. KRING..

Kembali Hpku berbunyi lagi.. dan terlihat nama Lek Gito menelponku..

Cuukkk.. ada apa ini..? kenapa Lek Gito menelponku sepagi ini..? apa ini ada hubungannya dengan Mbah Jati..? apa yang terjadi dengan mbahku itu..? dan dengan tangan yang bergetar, aku lalu meraih Hpku dan menjawab panggilan Lek Gito..

“ha.. halo lek..” ucapku dengan suara yang terbata..

“halo san..” ucap Lek Gito dengan suara yang terdengar sangat menyedihkan.. jiancuukk.. kok hatiku makin terasa bergetar ya..?

“ya lek.. a.. ada apa..?” tanyaku..

“Mbah Jati sudah gak ada san..” ucap Lek Gito dengan nada bicara yang dibuat sekuat mungkin.. dan perlahan, air matakupun menetes dipipiku..

“i.. iya.. lek..” ucapku dengan terbata sambil menatap mata Merry.. dan Merry yang ada disampingku ini, terus mengelus punggungku dengan air mata yang juga mengalir dimatanya.. rupanya dia mendengar juga suara dari Lek Gito ini..

“hiuuuffttttt.. huuu.. Bapak sudah pamit kekamu ya..?” tanya Lek Gito..

“i.. iya.. lek..” jawabku lalu aku menelan ludahku dengan sangat berat sekali..

“kapan kamu berangkat kesini..?” tanya Lek gito lagi..

“pagi ini lek.. penerbangan pertama..” jawabku..

“baiklah.. nanti kami menunggu kamu dulu untuk pemakaman Bapak..” ucap Lek Gito..

“i.. iya.. lek..” jawabku lagi.. Lek gito pun langsung mematikan Hpnya dan aku langsung menjatuhkan Hpku dikasur.. setelah itu aku menunduk sambil menjambak rambutku ini..

“hikss.. hikss.. hiksss..” dan suara tangisku pun mulai terdengar..

“wang.. hikss.. hiksss..” ucap Merry sambil merangkulku dari samping.. aku lalu melepaskan jambakanku dari rambutku, dan aku langsung memeluk Merry dengan eratnya..

“sabar wang.. sabar.. hiksss..” ucap Merry sambil mengeratkan pelukannya di tubuhku.. walaupun air mataku terus menetes, tapi pelukan Merry ini sangat menguatkan diriku.. entah apa yang terjadi kalau Merry tidak ada disampingku.. mungkin aku akan berteriak dan menangis sekeras – kerasnya..

“kamu tenangin diri dulu ya wang.. biar aku menyiapkan semua perlengkapan kita, untuk keberangkatan kita pagi ini..” ucap Merry sambil mengelus punggungku lalu kami berdua melepaskan pelukan kami.. tidak terlihat kemarahan diwajahnya, akibat kejadian semalam..

“jangan mey.. biar aku aja yang menyiapkan..” ucapku sambil menatap Merry..

“ya udah.. kalau gitu aku bangunin anak – anak ya..” ucap Merry sambil mengelus pipi kananku..

Dan pagi itu, setelah semuanya sudah siap.. aku, Merry, Angger dan Gagah berangkat ke pulau sana.. Merry pun pun tampak tidak ingin membahas tentang masalah semalam, dia terus menenangkan aku selama perjalanan ini.. dan tingkah lucu kedua anakku pun, semakin membuatku terhibur.. (Angger berumur sekitar enam tahun dan Gagah berumur sekitar empat tahun lebih..)

Dan setelah menempuh perjalanan yang panjang, akhirnya kami sampai dibandara ibukota propinsi.. kami dijemput oleh sepupuku Ilham.. lalu setelah itu kami semua menuju kedesa jati luhur..

Suasana yang sangat sedih pun menyambut kedatangan kami.. isak tangis dari Mbah Putri dan lek Darmi, kembali meledak ketika melihat kedatanganku.. aku menyalami beliau berdua, dan memeluknya bergantian untuk menenangkan kesedihan mereka..

Tampak keluarga besar dari Eyang Ranajayapun sudah hadir di desa jati bening.. begitu juga petinggi – petinggi dari provinsi ini, bahkan dari ibukota khayanganpun juga ada yang datang.. aparat – aparat juga banyak terlihat disini.. dan begitu banyak orang yang mengantar kepergian Mbah Jati dengan tangisan mereka.. dan aku merasa, ini kedua kalinya suasana desa jati luhur sedih seperti ini.. yang pertama kepergian Ayahku dan yang kedua kepergian Mbah Jati saat ini..

Teman – teman dari pondok merah berbagai generasi pun, tampak hadir didesa jati luhur.. dan mereka larut dengan kesedihan, yang mengalir lewat air mata mereka semua..

Dan sore setelah pemakaman Mbah Jati.. semua orang telah balik kerumah masing – masing.. dan dirumah Mbah jati, hanya tinggal keluarga besarku saja.. kedua anakku sedang bermain dengan Adikku Ita dan Adikku Anna.. Ibuku pun juga menemani cucu – cucu tersayangnya itu..

Aku dan Merry lalu pamit sebentar untuk keluar.. hari ini aku akan mengajak merry untuk kesungai yang ada dipinggir desa jati luhur..

“kemana kita wang..?” tanya Merry yang aku genggam tangannya ini..

“ketempat yang aku datangi ketika aku sedang banyak pikiran Mey..” jawabku sambil melihat wajah Merry dan berjalan dengan santainya..

“apa itu sebuah sungai yang sering kamu ceritakan itu..?” tanya Merry..

Dan aku hanya menganggukan kepalaku, sambil mengeratan pegangan tanganku ditangannya.. kami pun terus berjalan melewati jalan setapak, yang kanan kirinya terhampar sawah yang mulai menguning.. dan tidak jauh dari kami berjalan.. sebuah pondok didekat sungai dan dikelilingi pohon – pohon yang menghijau, tampak menyambut kami..

“itu pondoknya ya wang..?” tanya Merry dan aku hanya menganggukan kepalaku lagi..

Dan setelah sampai dipondok itu.. kami berdua langsung duduk dibalai bamboo, sambil melihat pemandangan yang indah dihadapan kami.. sungai yang mengalir dengan air yang sangat jernih dan pepohonan yang mengelilinginya..

“indah ya..” ucap Merry sambil melihat kearah sekeliling kami..

“ya.. tapi ada yang kurang dari indahnya tempat ini..” ucapku lalu aku menunduk sejenak dan menatap lurus kedepan..

Merry pun langsung melirikku sebentar lalu dia melihat kearah depan lagi..

“kesedihan dari dalam hati istriku, membuat tempat ini terasa hambar dipandanganku..” ucapku lagi.. Merry melirikku lagi.. lalu setelah itu kami berdua sama – sama diam beberapa saat..

Hiuufftttt… huuuuuu.. terdengar Merry menarik nafasnya dalam – dalam lalu mengeluarkannya perlahan..

“aku sudah terlalu terbiasa dengan kesedihan wang.. dulu hari – hariku selalu diselimuti dengan kegelapan dan air mata.. dan semenjak hadirnya dirimu dikehidupanku lagi, aku merasa dunia ini lebih berwarna.. apalagi dengan kehadiran dua jagoan kecil kita didunia ini, dan akan ditambah lagi dengan dua calon anak kita didalam perutku ini.. aku merasa kebahagiaan ku sudah sangat lengkap sekali..” ucap Merry sambil mengelus perutnya yang membuncit..

“dan semalam.. semalam aku merasa kegelapan itu mendekatiku lagi.. aku sudah mencoba mengusirnya wang.. aku sudah mencoba mengusirnya sekuat tenagaku.. tapi entah kenapa kegelapan itu tidak mau pergi, dan dia semain mendekat..”ucap Merry lagi dan sekarang kata – katanya terdengar lirih dan menyedihkan sekali.. kedua matanya pun terlihat berkaca – kaca..

Akupun langsung meraih tangan kanannya dengan tangan kiriku.. aku menggenggamnya dengan erat.. dan tidak ada respon darinya.. Merry tidak menolak atau menepis pegangan tanganku itu.. dia hanya diam dan perlahan dia mulai terisak lagi..

“maaf wang.. maaf.. harusnya aku menguatkanmu karena meninggalnya Mbah Jati hari ini.. tapi aku malah larut dengan kesedihanku sendiri.. hikss… hikss.. hikss…” ucap Merry dengan tangisannya yang mulai terdengar..

“aku yang seharusnya minta maaf mey.. bukan kamu..” ucapku sambil menggenggam erat tangan Merry dan aku menoleh kearahnya..

“kenapa wang..? kenapa aku selalu tidak bisa menikmati kebahagiaanku yang seutuhnya..?” ucap Merry dan dia tidak melihat kearahku.. pandangannya tetap lurus kedepan..

“karena kita memang terlahir seperti itu dek..” ucap seorang wanita dari arah samping kami dan dia adalah gadis..

Aku dan Merry langsung melihat kearah gadis yang berdiri tidak jauh dari kami.. Gadis berdiri sambil menatap kami dengan mata yang berkaca – kaca.. Merry pun langsung berdiri sampai pegangan tanganku terlepas.. deraian air matanya pun semakin menjadi ketika menatap Gadis.. lalu perlahan dia berjalan kearah Gadis dan ketika sudah didekat gadis, Merry langsung memeluk Gadis dengan eratnya..

“hikss.. hiksss.. hiksss..” tangisan Merry terdengar makin menyedihkan dipelukan Gadis.. Gadispun langsung membalas pelukan Merry sambil mengelus punggung Merry.. walaupun matanya berkaca – kaca, Gadis masih terlihat sangat kuat.. dia membelai punggung Merry untuk menenangkan saudara kembarnya itu..

Perlahan namun pasti, tangisan Merry pun mulai mereda dipelukan Gadis.. gilaa.. kenapa bisa Gadis meredakan tangisan Merry dengan cepat..? dan kenapa Merry terlihat nyaman dipelukan Gadis..? apa ini karena mereka berdua saudara kembar..? Merry pun baru dua kali ini bertemu dengan Gadis.. yang pertama dipernikahan kami dan yang kedua, saat ini..

Beberapa saat kemudian, mereka pun saling melepaskan pelukan.. dan mereka saling menatap sejenak..

“mba ini sebenarnya siapa..? kenapa aku merasa sangat dekat sekali dengan mba..? aku seperti sedang dalam pelukan mamahku, ketika berpelukan dengan mba..” ucap Merry kepada Gadis..

“aku adalah saudara kembarmu de.. dan aku adalah kakakmu..” jawab Gadis.. dan Merry langsung terkejut sampai menangis, dan dia menutup mulutnya sambil menggelengkan kepalanya..

“ngga.. ngga mungkin.. Papah dan Mamah ga pernah cerita kalau aku mempunyai saudara kembar..” ucap Merry sambil meluruskan tangannya kebawah lagi dan dia memundurkan kakinya selangkah.. aku lalu mendekati Merry dan merangkulnya dari samping untuk menenangkan dirinya..

“Papah dan Mamah ga mungkin akan cerita de.. kelahiran dua orang bayi perempuan bermata hijau dan salah satunya meninggal.. itu peristiwa yang sangat luar biasa.. kalau orang – orang jahat mengetahui itu, mereka pasti akan mencari jasadku dan akan mengambil hatiku.. setelah itu akan dijadikan persembahan, supaya kekuatan mereka tak tertandingi.. dan setelah mendapatkan hatiku, mereka akan mencarimu dan akan mengambil hatimu juga untuk menyempurnakan kekuatan mereka..” ucap Gadis yang langsung membuat seluruh tubuhku merinding..

“ba.. bagai mana bisa..?” ucap Merry dengan terbata..

“mata hijau itu adalah harmoni alam ini de.. penyeimbang semesta yang membawa kedamaian, kebahagiaan, kenyaman dan ketenangan bagi seluruh alam .. dan orang – orang jahat tidak ingin kita hadir di antara mereka.. mereka pasti akan memburu kita dan akan membunuh dengan kejinya.. dan hati seorang bayi bermata hijau, adalah tumbal yang paling sempurna bagi segala ilmu jahat yang ada disemesta ini..” ucap Gadis sambil menatapku dan Merry bergantian..

“a.. a.. apa Mamah bermata hijau juga..?” tanya Merry..

“iya de.. itulah kenapa Mamah meninggal dengan cara yang sangat sadis.. dan bukan Mamah aja.. tapi banyak sekali wanita bermata hijau dan pasangannya, meninggal dengan cara yang mengenaskan.. kalau pun tidak meninggal dengan cara yang mengenaskan, orang bermata hijau akan banyak sekali menerima cobaan dari sang pencipta..” ucap Gadis dan itu membuat aku dan Merry sangat terkejut sekali..

“apa itu kutukan buat kita mba..?” tanya Merry kepada gadis..

“entah itu kutukan atau sebuah anugerah.. tapi yang jelas.. kita yang menebarkan kedamaian, justru kita yang diburu dan tersakiti..” ucap Gadis dengan tatapan mata yang sangat dalam sekali..

“apa anak – anakku juga akan mendapatkan kesedihan seperti yang aku rasakan, atau malah mendapatkan kutukan yang mengerikan itu..?” tanya Merry dengan sura yang bergetar..

“sedih, bahagia, air mata dan darah.. itu proses perjalanan hidup de.. semakin banyak cobaan yang dihadapi, maka semakin kuat juga kita mengarungi kerasnya dunia ini..” jawab Gadis yang langsung membuat mata Merry berkaca – kaca lagi..

“apa kamu juga akan bermain dengan anak – anakku dis..?” tanyaku kepada Gadis dan Gadis langsung melirikku..

“ayolah dis.. begitu banyak permainanmu dalam kehidupanku.. salah satunya, kamu menutup segala ingatanku kepada Merry, padahal dia ada didekatku ketika kami bertemu di kota pendidikan waktu itu.. kamu seolah membuat aku seperti orang baru, ketika bertemu pertama kali dengan Merry waktu dipondok merah.. apa anak – anakku juga akan merasakan hal itu..? entah dengan pasangannya atau dengan kehidupannya dimasa lalu..? apa kamu akan berbuat seperti itu juga..?” tanyaku..

“aku ini mahluk seperti kamu san.. aku ga mungkin memainkan peranku, seperti yang kamu ucapkan itu.. itu adalah takdirmu sendiri dari sang pencipta.. kalaupun nanti anak – anakmu mengalami seperti apa yang kamu alami.. tertutup ingatannya, tertutup segala sesuatu tentang masa lalunya atau tertutup apalah namanya itu.. itu takdir mereka.. ingat san.. sang pencipta yang menjadi sutradara kehidupan ini, bukan aku..” ucap Gadis sambil menggelengkan kepalanya pelan..

Dan akupun langsung terdiam mendengar penjelasan Gadis ini..

“mba.. boleh aku tau sedikit tentang masa lalu leluhur kita..? bagaimana bisa leluhur kita dari negeri kincir angin, sampai di negeri ini dan menikahi wanita pribumi yang ada dipulau ini..” tanya Merry kepada Gadis..

“iya.. aku akan bercerita sedikit..” ucap Gadis sambil memandangku dan Merry bergantian..

“dulu kala, ada seorang ksatria bermata biru dari negeri kincir angin.. ksatria bermata biru itu adalah seorang jendral perang yang handal.. beliau diutus oleh kerajaan kincir angin, untuk mencari negeri yang mempunyai tanah yang subur.. negeri yang bisa menghasilkan rempah – rempah yang sangat terkenal dibenua biru sana..”

“dan akhirnya, sampailah ksatria bermata biru itu dipulau yang berada ditimur negeri ini.. pulau yang dicarinya selama bertahun – tahun.. beliau yang sudah menemukan pulau itu, langsung memborong rempah – rempah untuk dibawanya kembali kenegeri kincir angin..”

“tapi sebelum balik kenegeri kincir angin, kapal yang ditumpanginya singgah dipulau ini.. dan ketika pertama kali ksatria bermata biru itu menginjakan kakinya dipulau ini, dia langsung mencintai pulau ini.. mencintai alamnya indah, mencintai penduduknya yang ramah, mencintai kedamaian yang ada disekelilingnya dan mencintai semua yang ada dipulau ini..”

“akhirnya ksatria bermata biru memutuskan untuk tinggal dipulau ini beserta beberapa orang pasukannya.. beberapa waktu kemudian, ksatria bermata biru itu bertemu leluhur kita bermata hijau dan menikahinya.. beliau berdua pun menetap didesa jati bening..”

“mereka hidup berbahagia bersama dua orang anak, laki – laki dan perempuan.. tapi kebahagiaan itu gak bertahan lama.. pasukan dari negeri kincir angin datang dalam jumlah yang sangat besar sekali..”

“tujuan pasukan itu bukan untuk membeli kekayaan alam yang ada dinegeri ini, tapi untuk menjajah dan merampas semua kekayaan alam yang bisa dibawa ke negeri kincir angin..”

“ksatria bermata biru itu marah mendengar hal itu.. lalu dia bersama beberapa pasukannya bergabung dengan orang – orang pribumi, untuk mengusir orang – orang dari negeri asalnya itu..”

“sekali dua kali.. perlawanannya berhasil mengalahkan pasukan itu.. tapi di serangan berikutnya, ksatria bermata biru itu ditangkap.. dia dihukum mati bersama leluhur kita yang bermata hijau.. kekuatan mata birunya diambil paksa oleh ksatria dari kerajaan negeri kincir angin.. beliau meninggal sebagai pejuang yang sangat dihormati oleh penduduk pribumi.. sedangkan kedua anak ksatria bermata biru, disembunyikan didesa jati luhur oleh kekuatan mata merah..” ucap Gadis yang langsung membuatku terkejut dan terheran – heran..

“ini cerita apa lagi dis..? dulu kamu bercerita tentang kutukan dari leluhur kita yang tujuh tingkat diatas kita.. sekarang kamu bercerita tentang ksatria bermata biru, siapa ksatria bermata biru itu..? kamu ga ngarang kan..?” tanyaku dengan herannya..

Gadis melihatku dengan tatapan tajamnya..

“ksatria bermata biru itu adalah Van Gerrit.. beliau adalah leluhur kami..” ucap Gadis dengan dinginnya.. aku dan Merry pun langsung terkejut dibuatnya..

“kalau lelulur kita Van Gerrit bermata biru, kenapa itu gak menurun kepada Papah Egi dan Mas Rendi..? kenapa tidak bisa seperti wawang yang bisa mengeluarkan mata merah, yang durunkan dari Ayah Irawan dan Mbah Jati mba..?” tanya Merry dengan ekspresi yang masih terkejut..

“karena kekuatannya diambil paksa oleh pihak kerajaaan kincir angin, pada saat Van Gerrit dihukum mati..” jawa Gadis..

“jadi kekuatan mata biru itu tidak akan ada lagi..?” tanya Merry..

“ada.. dan laki – laki disebelahmu itu yang akan memberi jalan, kekuatan mata biru lahir kembali..” jawab Gadis sambil melirikku..

“aku..?” tanyaku dengan heran..

“ya.. mata hitam dan mata merah yang tergabung pada satu orang, itu yang akan memberikan jalan kelahirannya..” ucap Gadis kepadaku..

“maksudmu seperti yang kamu ucapkan pada mimpiku semalam..?” tanyaku kepada Gadis.. dan Gadis hanya menatapku saja..

Cuukkk.. apa mata biru itu akan lahir dari Gaby..? apa Karel yang mempunyai mata itu..? aargghhhhhh…

“mimpi apa wang..?” tanya Merry kepadaku..

“sudahlah de.. nanti kamu juga akan tau..” ucap Gadis kepada Merry.. dan kembali Merry melihat kearah Gadis..

“de.. aku datang menemuimu kali ini, hanya ingin menguatkan hatimu.. kita ini adalah mahluk – mahluk pilihan yang mempunyai kelebihan yang sangat luar biasa.. dan kamu harus bersyukur, karena kamu berada dilingkaran orang – orang yang sangat mencintaimu dengan kekuatannya.. tidak ada orang jahat yang berani mengusikmu.. tapi walaupun seperti itu, kesedihan akan terus mengujimu.. dan aku hanya berpesan.. jadikan kesedihanmu itu sebagai kekuatan, untuk menguatkan orang – orang yang mencintaimu itu.. jangan kamu redupkan cinta didalam pikiranmu, jangan kamu padamkan kedamaian didalam jiwamu, dan jangan kamu matikan rasa sayang dihatimu.. tersenyumlah.. karena senyumanmu adalah kekuatan bagi mereka..” ucap Gadis lalu tersenyum kepada Merry..

Merry pun langsung memeluk Gadis lagi dan Gadis langsung menyambutnya, dengan belaian yang sangat menenangkan Merry.. setelah itu mereka berdua saling melepaskan pelukan dan berpandangan lagi..

“aku tinggal ya de..” ucap Gadis kepada Merry..

“kenapa Mba pergi..? apa Mba gak mau menemani aku lebih lama lagi..? apa ini pertemuan terakhir kita Mba..?” tanya Merry dengan wajah yang terlihat sedih lagi..

“ini bukan pertemuan terakhir kita de.. masih banyak waktu kita untuk bertemu dan bercerita lagi.. tapi untuk hari ini, cukup..” ucap Gadis lalu membalikkan tubuhnya dan berjalan kearah sungai..

“Mba..” panggil Merry dengan wajah yang sangat sedih sekali.. Gadis lalu membalikkan tubuhnya dan tersenyum kepada Merry.. akupun langsung memegang tangan Merry untuk menguatkan hatinya.. dan sebelum Gadis membalikkan tubuhnya lagi..

“oh iya.. beri nama keponakanku yang ada dirahimmu itu, Banyu dan Bening.. seperti sungai tempat tinggalku ini.. tenang, damai, menyejukkan dan menenangkan.. tempat yang membawa kehidupan bagi seluruh penghuni desa yang dilewatinya.. tapi ketika tempat tinggalku ini dirusak, dia akan membawa kematian yang sangat mengerikan..” Ucap Gadis lalu membalikkan tubuhnya dan masuk kedalam sungai itu..

Tangan Merry yang aku genggam ini, perlahan mengeratkan pegangannya ditanganku ini..

#cuukkk.. banyak sekali yang terbuka tentang cerita masa lalu.. apa ini pertanda sesuatu yang luar biasa, akan kami hadapi dimasa yang akan datang..? bajingannn.. masih terlalu banyak misteri yang harus aku jalani… jiancuukkk..

Bersambung

Daftar Part

Cerita Terpopuler