. Lembaran Yang Baru Part 02 | Kisah Malam

Lembaran Yang Baru Part 02

0
342

Part 02 – Reuni & Senyuman Dari Masa Lalu

Akhirnya aku sampai di tempat ini, di gedung tempat acara reuni SMP lulusan tahunku diadakan. Hampir saja pikirku, tadi di persimpangan aku bisa lolos dari terjangan motor lain.

“fiuhhh…”

Kulihat wajahku di spion, kurapikan rambutku, kusemprotkan parfum agar aroma jalanan, asap dll tertutupi di badanku.

Melewati pintu masuk, cukup besar pikirku gedung ini. Kulihat samping kanan kiri dari arahku terdapat meja kursi untuk para peserta reuni dan meja panjang yang penuh dengan makanan khas acara pernikahan. sedangkan didepan terdapat panggung dan alat2 musik. masih di panggung yang sama, ada seorang DJ sedang asyik meramu musik yang suaranya keluar dari speaker yang tersebar di seluruh ruangan. Btw DJ nya cowok kalau kalian penasaran.

Karena aku datangnya telat, sepertinya aku melewatkan banyak sesi acara. Aku yakin ini sesi terakhir, yaitu ramah tamah.

Kurasakan ada ada seseorang yang memperhatikanku, tapi tidak bisa melihatnya. Sudah insting seorang manusia yang bisa merasakan kalau ada orang yang memperhatikannya/membuntuti kayak di film2 ituloh.

Aku lihat sekeliling, para peserta reuni. ada yang sedang menikmati makanan, ada yang sekedar ngobrol per grup samnbil membawa segelas minuman di tangan mereka, sejurus kemudian mereka tertawa berbarengan. Di tengah2 pengamatanku, kulihat Dika sedang berjalan menuju meja makanan. Aku pun reflek mengikutinya. Dika adalah teman seperjuangan melewati masa2 SMP. Asal kalian tahu, hampir 80% kulewati masa SMP di sekolah hanya dengan dia.

Dulu kami berdua bagaikan pasangan yang tak terpisahkan dari pertama kali masuk sekolah sampai akhirnya lulus. Istirahat berdua, ke perpustakaan berdua, bukannya kami tidak mau bergabung dengan teman2 lain, tapi mereka yang seolah tidak mau mengajak kita bergabung dengan mereka. Setiap berpapasan dengan mereka, mereka melihat kami dengan tatapan aneh. Bahkan ketika pelajaran olahraga, aku dan Dika hanya bisa duduk berdua menyaksikan teman2 pria lain bermain sepakbola. Dulu teman2 lain menganggap kami duo cupu yang kemana2 selalu berdua.

Dan siapa lagi yang mengundangku mengajak ikutan pergi ke acara reuni selain Dika.

Aku : ‘Woi Dik…!!”

Dika reflek menoleh kebelakang, lalu dia melihatku. Cukup lama dia melihatlku dari atas sampai kebawah. Sambil menyempitkan matanya.

Dika : “Ega ?”

Aku hanya tersenyum, kemudian dia menyentuh kedua lenganku sambal berkata

Dika : “ini beneran ega ?, sudah lama sekali” kemudian memelukku.

Aku : “yap sudah 10 tahun lebih, bagaimana kabarmu ?”

Dika : “ya begini saja keadaanku, tetap seperti yang dulu. Kamu yang berubah sangat drastis. Bahkan sekarang kau lebih tinggi dariku. Hahahaha. Oh Hai dimana kacamatamu ?”

Aku : “Ah biasa aja kok Dik, aku sudah tidak memakai kacamata lagi”

Obrolanku dengan Dika berlangsung cukup lama, mulai membicarakan tentang SMA, Kuliah, pekerjaan, tempat tinggal dll. Kubiarkan Dika menyantap makanan yang sudah dia ambil. Kemudian aku berjalan menuju meja minuman.

“oh sial..” pikirku, meja minuman ada diseberang. aku harus melewati grup2 orang lain yang sedang bercengkrama.

Kulewati grup2 teman2 lain yang sedang mengobrol, ketika mereka melihatku, aku hanya tersenyum. Tatapan itu lagi, mungkin mereka bertanya-tanya siapa aku ini. Tampak orang2 lain yang familiar, tapi tidak bisa kuingat namanya.Aku hanya mengingat nama siswa yang dulu disekolah mereka popular, yang dikagumi banyak siswa atau seluruh sekolah karena kecantikan dan kegantengan seorang siswa. Seperti wanita yang di depanku ini,

[table id=Ads4D /]


Dias Syandriani

Dia sedang mengambil minuman juga. Kulihat dari samping, Meskipun dia sekarang pakai Jilbab, tapi masih kuingat sekali wajah imut cantiknya tidak berubah sama sekali. Cukup lama aku memperhatikannya.

Dulu waktu sekolah, dia merupakan salah satu siswi yang aku kagumi dikelas. Selain cantik , Dias sangat ramah dengan teman2nya, Semua siswa kagum dengan keramahannya begitu pula denganku. Kuingat dulu setiap kali dia memergokiku sedang menatapnya, dia kemudian tersenyum kearahku. Senyuman yang sangat indah, senyuman itu yang membuatku salting sehingga aku menabrakkan diriku ke tembok kelas. Sampai semua siswa di dalam kelas menertawaiku saat itu. Senyuman itu juga yang membuat aku pertama kali merasakan jatuh cinta, meskipun hanya cinta monyet.

Dias : “Rega ?”

Segala lamunanku tentang ingatan masa lalu langsung sirna ketika Dias menyapaku, “oh Sial, aku melamun lagi” pikirku dalam hati. Aku gak salah denger kan, dia barusan memanggil namaku. Di saat semua orang disini tidak ada ada yang mengenaliku, bahkan sahabat sejatiku Dika pun tidak mengenali diriku yang sekarang. Kenapa Dias bisa mengenaliku ?.

Aku : “i..iya”

Dias : “Hai.. Apa kabar?” sambil menggerakkan tangannya untuk bersalaman denganku

Segera kusambut tangannya,

Aku : “eh iya baik, kalau kamu bagaimana?”

Dias : “Alhamdulillah baik, tumben kamu datang ? , biasanya tidak pernah keliahatan di acara reuni atau kegiatan lain” Tanya Dias penasaran

What ? apakah Dias setiap ada acara kumpul2 selalu mencariku?. Pasti tidak, mungkin aku ke-GR-an.

Aku : “iya semenjak lulus SMP keluargaku pindah ke Kota sebelah, jadi tidak pernah bisa datang di setiap acara”

Dias : “oh jadi begitu,,,” sambil mengangguk.

Aku : “kamu masih ingat aku?” pertanyaan konyol tidak sengaja terucap.

“fuckkk,, pertanyaan macam apa itu” pikirku dalam hati.

Dias : “Aku selalu ingat tatapanmu kepadaku Rega pada waktu dulu, persis yang kamu lakukan tadi” kemudian dia tersenyum

Aku : ….. (Speechless)

Senyuman itu lagi, masih sama seperti yang dulu. Senyuman dari bibir kecilnya. Aku tidak menyangka kalau dia masih mengingatku. Aku yang dulu cupu masih diingat oleh Dias, bahkan saat sekarang aku sudah berubah tidak kelihatan seperti dulu lagi. Dias memang juara di hatiku.

….. : “Dee…” seseorang menghampiri kami dan memanggil Dias.

Ternyata yang menghampiri kami adalah Linda,

[table id=AdsKaisar /]


Linda

Dulu waktu SMP dia adalah teman dekat Dias. Tak kusangka sampai sekarang sepertinya mereka tetap dekat. Biasanya sahabat sesama cewek susah bertahan lama. Linda wanita yang cantik, namun tidak secantik Dias. Tinggi badannya tidak lebih tinggi dari pada Dias. Sedangkan Dias tidak lebih tinggi daripada aku. Linda mempunyai badan yang lebih berisi daripada Dias yang langsing. Fisik Linda termasuk kategori semok, dengan payudara yang lumayan gede terlihat dari pakaainnya yang sore itu memakai kemeja putih ketat dengan bawahan jeans biru.

Sedangkan payudara milik Dias tidak segede Linda, meskipun Dias memakai atasan yang longgar karena dia memakai jilbab, tapi samar2 payudara Dias terbentuk di bajunya. Namun mereka berdua mempunyai pantat atau bokong yang sama2 gede. Aku heran dibalik tubuhnya yang langsing, Dias mempunyai Bokong yang berisi tidak kalah sama dengan Linda. Linda mempunai rambut lurus panjang namun di bagian bawah bergelombang, karena Dias memakai Jilbab, aku tidak tau bagaimana rambutnya sekarang. Kalua dulu waktu SMP dia mempunyai rambut lurus sebahu.

Linda : “Ditungguin dari tadi katanya mau ambil minuman, eh ternyata disini lagi ngobrol dengan … eh dia siapa?” sambal berbisik ke Dias.

Dias : “Maaf Lin, ini si Rega. Inget gak ?

Linda : “Rega ? Rega..Rega..” sambil dia melirik ke atas, khas orang yang sedang menelusuri ingatan masa lalu.

Linda : “Ohhhh,, Rega yang dulu CUPU itu yah?” kalimatnya keluar sangat keras dan lantang bebarengan dengan pergantian musik.

Reflek saja semua orang di ruangan itu menoleh ke asal suara. Melihat temannya ceplas ceplos, Dias spontan membekap mulut Linda. Taklama kemudian, musik sudah menyala lagi, orang2 di dalam ruangan kembali melanjutkan kegiatan mereka masing2.

Dias : “ihh mulutmu Lin, sellalu deh”

Linda : “hihihi,, maafin yak Ga”

Aku : “i..iya, gpp Kok” sambil senyum kecut

Linda : “Gilee, kamu keliatan beda sekali sekarang, tinggi, berisi, dan…”

….. : “Lindaa,, Diass..”

Kalimat Linda terpotong karena ada yang memanggil, sontak kami bertiga menoleh kea rah asal suara.

Ternyata yang memanggil adalah Maredta,

[table id=AdsLapakPk /]


Maredta

Panggilannya Meta, Dulu di SMP dia adalah siswi paling popular di sekolah, semua cowok mengaguminya kecantikannya, termasuk aku. Ada apa dengan hari ini ?, sekarang berdiri didepanku berdiri bidadari2 cantik dari masa lalu. Wajah oriental Meta dengan mata yang agak sipit, ditunjang dengan hidung yang mancung. Sore itu dia memakai longdress warna hitam sepaha, sangat kontras dengan kulitnya yang putih.

Rambutya lurus sangat panjang berwarna coklat. Bisa kurasakan aroma parfum yang sangat strong. Sore itu sepertinya Meta menjadi perhatian banyak orang. Tinggi badannya menyamai tinggi badanku. Tubuhnya langsing seperti Dias, ukuran payudaranya juga sepertinya sama seperti Dias, namun bokongya tidak segede Dias dan Linda.

Linda & Dias : “Metaaaaa,,,” Sambil berpelukan bergantian.

Linda : “katanya tidak bisa datang?”

Meta : “Aku ijin ke atasanku tidak ikut ketemu klien demi bisa datang kesini”

Linda : “Oh Yahh.,, ? Bosmu gak marah?

Meta : “udah deh biariin aja, kala dia marah, tinggal disenyumin aja dia pasti lunak”

Linda dan Meta tertawa bersamaan, sedangkan Dias hanya senyum. Terlihat yang paling akrab dengan Meta adalah Linda.

Meta : “Btw, dia siapa?” sambil menunjukku

Linda : “ini si Rega, dulu satu kelas sama aku dan Dias”

Meta : “Kok aku gak pernah liat dia yah di sekolah,,”

Linda : “Dia dulu gak seperti ini, aku aja yang sekelas, pangling ketemu dia”

Dasar wanita, enteng banget ya ngomongin orang di depan orangnya. Memang dulu Meta tidak sekalas denganku. Sedangkan Dias dan Linda kenal Meta karena mereka adalah anggota Osis, bahkan Meta di tahun ajar kedua menjadi ketua osis.

Tak lama setelah mengobrol berbagai macam hal berempat kami berpencar, sebelum berpencar kita sempat saling bertukar nomor Handphone dan janjian akan bertemu lagi lain waktu.

Linda : “Ga, next time ikut gabung hangout dengan kita yah. Kita bertiga sering keluar bareng, kamu ajak pasanganmu juga gpp”

Aku : “eh iya, aku belum punya pasangan kok”

Linda : “Hahaha, polos banget sih kamu Ga”

Setelah itu aku habiskan waktuku ngobrol dengan Dika dan teman2 yang lain, hingga akhirnya acara reuni selesai. Di luar Gedung kulihat Dias, Linda dan Meta masih mengobrol. Kemudian kulihat Meta pulang dengan membawa mobil sendiri, kemudia datang Mobil menghampiri mereka dan keluar cowok menghampiri Dias dan Linda. Ternyata cowok itu menjemput Linda. Hanya sebentar Dias berdiri sendirian, tak lama kemudian Taxi datang dan kemudian Dias memasukinya.

Setelah sampai di Kost, aku hempaskan badanku ke Kasur, sambil mengingat ingat acara tadi, tak kusangka aku bisa ketemu lagi dengan Dias, bisa melihat lagi senyumnya. Semoga aku bisa ketemu lagi dengannya, tapi apakah dia sudah punya pasangan ? atau bahkan sudah punya suami? Biasanya seorang wanita memustuskan untuk berhijab setelah menikah. Biarlah waktu yang akan menjawab. Besok adalah pertamx aku magang, segera kupenjamkan mataku agar besok bis afresh di hari pertama kerja.

[table id=AdsTbet /]
#Di tempat lain,

[POV Cewek 1]

Cewek 1 : “achhhhhhh, ,, achhh.. ndree”

Kurasakan nikmat yang sangat luar biasa saat Penis Andre mengaduk aduk memekku sambil tangannya meremas payudaraku.

 

#Beberapa Saat Yang Lalu

Selepas acara reuni tadi rencananya Andre mengajakku ke Mall, tapi di tengah perjalanan dia meraba – raba pahaku, awalnya aku tepis tangannya. Tapi lama kelamaan aku menyerah karena dia sangat berusaha merangsangku, pertahananku hilang saat tangannya berhasil masuk ke dalam celanaku, meraba raba memekku dari luar panties ku. Gila bener sih andre pikirku, dia memainkan memekku sambil menyetir mobil. Aku pun tak kuat menahannya, sampai aku memenjamkan mata dan mendesah dibuatnya.

Diaaat aku sudah menikmati permainan tangan Andre, dia menghentikan aksi nya. Mengeluarkan tanganya dari celanaku.

Aku : “Kok udahan si ndre?”

Andre : “kenapa memangnya?, mau dilanjut?”

Aku hanya terdiam sambil menunjukkan muka sebel,

Andre : “Mau dilanjutkan di apartemenku gak?”

Sialan, dasar Andre mesummmm, dia pasti sudah merencanakan ini semua. Mengajakku ke Mall sudah pasti hanya modus untuk meniduriku lagi.

Ya, Andre sudah pernah meniduriku sekali, saat itu aku baru putus dengan pacarku. Sama mantanku hampir rutin tiap minggu aku ML dengannya, hingga sebulan setelah putus, rasa haus akan kenikmatan bercinta tidak bisa kutahan sehingga akhirnya aku minta bantuan Andre teman kerjaku untuk melepaskan hasratku ini. Padahal dulu sudah kubilang ke dia kalau ini pertama dan terakhir. Dan dia sudah berjanji akan hal itu.

Andre : “Heh, malah bengong.. gimana?”

Akhirnya Hasrat dan keinginan akan kenikmatan mengalahkan harga diriku, aku mengangguk dengan ajakannya. Kulihat Andre tersenyum menang.

Dan akhirnya aku disini, di bed apartemen milik Andre, memekku sedang disodok dari belakang oleh Andre,

Nikmat sekali gaya bercinta seperti ini, aku sangat menyukainya, pantatku maju mundur mengikuti hentakkan pinggul Andre,

Aku : “Achhhh, Achhh terus Ndree,,,”

Aku sudah hampir mencapai puncak kenikmatanku,

Andre : “Memekmu enak sekali Lin, hosh, hosh”

Andre semakin kencang menggerakkan Pinggulnya, sepertinya sudah mau keluar. Padahal aku belum mencapai puncak kenikmatan.

Aku : “Jangan di dalam Ndre,,,”

Andre tak menanggapi Perintahku, tak lama kemudian penisnya dicabut dari memekku. Aku langsung ambruk ngos2an di kasur, tak lama kemudian kudengar Andre mendesah panjang dan kurasakan sesuatu yang cair menyemprot di punggungku beberapa kali.

[table id=iklanlapak /]

#Ditempat Lain

[POV Cewek 2]

Kulepas Bra yang menyanggah payudaraku hingga hanya menyisakan panties yang masih melekat di tubuhku, kurebahkan badanku di bed, dan kutarik selimut menutupi tubuhku, mataku terpejam tapi pikiranku masih teringat tadi saat aku bertemu dengannya, Rega.

Ganteng sekali dia sekarang, keren, tubuhnya sempurna sekali. Aku membayangkan tubuhnya, tangannya, bibirnya. Membayangkannya membuat jantungku berdetak kencang, kurasakan sensasi gatal di memekku sampai akhirnya kuraptkan kedua pahaku. Reflek kusentuh putting susuku sendiri, sambil membayangkan Rega,

“Rega,,,,”

“Ahhhhh..”

Aku mendesah saat jari2 tangan kiriku memilin putingku, sedangkan tangan kanankuu meraba perut sampai pahaku. Dan perlahan kusentuh memekku sendiri, kumasukkan jariku kedalamnya. Kurasakan memekku sudah basah sekali.

“ahhhhh,,,”

Aku habiskan malam ini untuk masturbasi membayangkan Rega, sampai akhirnya aku mencapai orgasme. Lemas hingga akhirnya tertidur

Halaman Utama : Lembaran Yang Baru

BERSAMBUNG – Lembaran Yang Baru Part 02 | Lembaran Yang Baru Part 02 – BERSAMBUNG

Selanjutnya ( Part 01 ) | ( Part 03 ) Selanjutnya

Cerita Terpopuler