. Kubuka Sebuah Kostan Part 19 | Kisah Malam

Kubuka Sebuah Kostan Part 19

0
383

Episode 19 – Kubuka Sebuah Kost an


Della

Hani

Siska

Nissa

Dua hari berlalu nampak wajah rizal sangat bingung dengan permasalahan yang ada disekitarnya. Della yang menemaninya saat itu juga sudah berusaha untuk membantu memecahkan permasalahan yang sedang dihadapi rizal.

“aku jadi gak ngerti yank, sekarang aku sepertinya tidak bisa lagi bedakan mana yang jujur dan mana yang membuat sandiwara semua ini” kata rizal yang saat itu melamun menikmati pemandangan belakang rumah della

“emangnya siapa yang bersandiwara yank?” tanya della

“yang aku ceritain tentang hani kemarin itu sebenarnya aku sedikit ragu yank, dia dan siska itu ternyata anak buahnya si lukki,, nah kemarin aja siska bikin sandiwara sama lukki, aku jadi curiga juga kalo itu bagian dari sandiwara hani yank” kata rizal

“bisa jadi sih yank, tapi gimana dengan septy? Dia kan ikut jadi korbannya si lukki tuh yank?” kata della

“kalo septy kayaknya aku yakin kalo dia gak mungkin bohong yank, kalo dia bohong pasti si zahra udah dijadiin pelacur yank, tapi kenyataannya kan zahra masih aman aja” kata rizal

“iya bener juga sih yank,, tapi jujur ya sayang, aku jadi takut” kata della

“takut kenapa?” kata rizal menoleh ke arah della

“kalau kamu punya masalah sama orang ini,, aku takut kalau aku jadi kayak nissa, septy, atau karyawanmu si hani itu yank” kata della

“sayang, sahabatku si zahra aja aku bakal jagain supaya gak kena si tua bangsat itu apalagi kamu,, pacarku sendiri, orang yang paling aku sayang selain keluargaku” kata rizal

“ya kan namanya juga takut yank” kata della

“tenang aja sayangku,, selama ada aku disini kamu pasti aman kok” kata rizal

“nah itu, kalo kamu udah pulang ke rumah, kan aku disini sendirian sama bibi,, siapa yang jagain?” kata della

“hmmm yaudah kalo gitu kamu tidur di rumah aku aja sampe abi sama umi kamu pulang, gimana?” kata rizal

“hmmm gimana yaaa????” kata della

“masih ada satu kamar kos yang kosong kok, kalo gak gitu ya kamu tidur sama mbak devieta juga gapapa yank, biasanya mbak citra juga kalo nginep di kamarnya mbak devieta kok” kata rizal

“yaudah deh kalo gitu,, aku beresin apa yang dibawa sekalian ngabarin umi deh yank” kata della sambil berjalan menuju kamarnya

“yaudah sana aku tunggu disini ya” kata rizal

Della pun berlari masuk ke dalam kamarnya untuk mengemasi beberapa lembar pakaian yang akan ia bawa untuk menginap di rumah rizal. Sekaligus memberi kabar kepada orang tuanya agar tidak khawatir nantinya. Sementara rizal sendiri sibuk membalas beberapa chat yang masuk ke smartphonenya.

“om lukki udah pindah di rumah baru pak, dia di jalan xxx tepat di depan jalan masuk gang pak rizal”

“aku masih tidak percaya kalo ini bukan dari rencana kalian”

Pesan itu terkirim dan centang biru tanda kalau pesan yang dikirim rizal itu telah dibaca oleh hani namun balasannya sangat lama sehingga membuat rizal semakin tidak percaya dengan hani. Sampai hampir 15 menit hani menelpon rizal namun tidak di angkat oleh rizal. Dan tak lama masuk notif chat dari hani.

“saya tidak tahu harus berkata apa lagi untuk meyakinkan pak rizal, saya dan yang lainnya hanya meminta bantuan bapak saja, saya juga ingin membantu agar zahra tidak mengalami seperti saya, tapi itu semua terserah pak rizal”

Rizal hanya membaca chat terakhir dari hani itu lalu ia pergi membawa della ke rumahnya. Rizal kembali menceritakan apa yang telah dikatakan hani.

“kalau kamu mau tau si hani bohong apa gak ya coba kamu ikuti aja yank alur permainannya dia gimana, tapi inget kamu jangan ceroboh nanti. Karena ada orang lain yang harus kamu jaga juga yank” kata della

“hmmm”

“seperti septy, dia bakal ngelakuin apapun asal zahra gak masuk perangkap orang ini, bahkan melakukan zinah pun dia lakukan demi sahabatnya, sekarang coba kamu ikuti dulu alur permainan hani yank, septi biar mbak devieta sama mbak citra yang awasi” kata della

“iya juga sih, hmmm” kata rizal

“lagian si septi kan ada si rico yang juga jagain dia yank, aku bantu kamu cari cara dan berpikir jernih sayang,, walaupun sebenarnya aku juga khawatir sama kamu” kata della

“tapi ini demi kehidupan orang lain lebih baik sayang, coba dulu aja kita bantu” lanjut della

“kalau gitu abis aku anter kamu ke rumah aku coba ketemu sama hani dulu ya yank?” kata rizal

“iya boleh yank, bawa hani ke rumah juga boleh kok yank, biar dia aman” kata della

“gitu ya?” tanya rizal

“uuuuuuuuu baiikk bangeeet sih pacar aku, sini cium dulu” lanjut rizal sambil mencubit gemas pipi della

Setelah mengantarkan della masuk ke dalam rumahnya. Rizal kembali meluncur ke tempat dimana hani sedang mengintai sebuah rumah yang didalamnya ada lukki, siska, dan nissa yang sebelumnya telah di share location oleh hani. Selang beberapa menit kemudian karena jarak yang dekat dengan rumahnya, rizal sudah sampai di tempat yang dimaksud oleh hani.

“ini tempat apa?” kata rizal saat hani sudah berada di dalam mobilnya

“ini dulu adalah rumah keluarga saya pak, tapi pria laknat itu telah merampasnya dan membunuh ayah serta kakak saya, dan membuat saya dan ibu saya menjadi pelacur. Tapi pada akhirnya ibu saya bunuh diri karena tidak sanggup menanggung beban hidup yang seperti ini” kata hani menceritakan masa lalunya

“hmmm jadi dulu kita bertetangga ternyata, terus kenapa sekarang jadi seperti ini?” kata rizal

“ini dulunya dijadikan tempat prostitusi terselubung oleh lukki pak, namun karena tercium polisi akhirnya ini menjadi aset polisi, dan terakhir kabar yang saya dengar rumah ini sudah dilelang dan menjadi hak milik perusahaan PT. Arya Batu Mandiri, tapi entah kenapa dia masih bisa mengakses rumah itu” kata della

“ooh begitu” kata rizal

“coba pak rizal lihat disana” kata hani menunjuk ke sebuah jendela di lantai dua rumah itu

Rizal mengambil sebuah teropong yang dipakai hani dan melihat ke arah rumah yang ditunjuk hani. Disana ia melihat pria yang datang ke warungnya itu sedang menyetubuhi seorang perempuan yang sedang di doggy. Rizal sangat terkejut melihat perempuan cantik yang sedang disetubuhi itu adalah nissa

“kenapa pak?” tanya hani melihat wajah terkejut rizal

“itu nissa?” kata rizal

“iya benar, dia sudah menjadi korban om lukki yang sama seperti saya dan mbak siska,, kasian dia kalo dibiarkan begitu terus mungkin dia akan bernasib sama seperti ibu saya,, karena terakhir saya lihat dia begitu depresi melihat nasibnya sendiri” kata hani

Dan benar saja tidak lama kemudian siska yang telah telanjang bulat mendekati lukki yang sedang mendoggy nissa. Rambut siska yang hanya sebahu membuat lukki semakin bergairah. Rizal melihat dari teropong itu siska menyodorkan payudaranya untuk dinikmati oleh lukki

“mbak siska itu adalah tangan kanan om lukki pak, dia menjadi wanita simpanan yang menjadi kepercayaan om lukki,, dan asal pak rizal tau dia lebih licik dari om lukki” kata hani

“lalu kenapa kamu bisa sebebas ini?” kata rizal

“itu karena mbak siska mempercayakan saya supaya dia bisa menyamarkan dirinya diluar sana, dan saya sebagai tameng bagi mbak siska” kata hani

“kalau dia mempercayakan kamu, kenapa kamu mengkhianati dia?” kata rizal

“jelas karena saya ingin kehidupan yang lebih baik pak, dan saya percaya pak rizal orang yang baik, tapi saya tau akan sulit buat bapak untuk mempercayai saya” kata hani

“karena aku tidak tahu apa yang akan kalian lakukan, plan apa yang sudah kalian susun dan yang pasti aku tidak tau mana dari kalian yang benar” kata rizal

“jadi orang yang mempunyai banyak topeng dikehidupan sehari-hari memang sulit dipercaya orang, untuk itu ijinkan saya membantu anda pak untuk menjaga zahra dan orang yang anda sayang” kata hani

“hmmmm”

[table id=AdsLapakPk /]

Rizal kembali melihat ke rumah itu dengan teropong. Namun ia terkejut saat ia lihat sudah ada mobil sedan hitam berhenti didepan rumah itu. Tak lama kemudian keluarlah seorang pria dari balik kemudi. Orang yang dikenal oleh rizal

“DONI!!???” kata rizal

“dia sudah menjadi anak buah om lukki pak, kalo pak rizal tidak cepat mengambil tindakan. Mungkin zahra semakin cepat ada di tangan om lukki” kata hani

“BANGSAT” kata rizal sambil menggebrak setir mobilnya

Hani sangat terkejut dengan kemarahan bossnya yang selama di warung tidak pernah menampakkan wajah emsinya.

“ayo ikut aku” kata rizal memacu mobilnya. Rizal membawa hani menuju rumahnya untuk mengamankan hani.

“lalu apa idemu pak?” tanya hani di dalam mobilnya

“entahlah masih belum terpikir, tapi yang jelas aku sangat horny melihat nissa disetubuhi” kata riza

“mau saya bantu pak?” kata hani sambio menjulurkan tangannya ke selangkangan rizal

“boleh” kata rizal

“pak rizal boleh setubuhi saya kapanpun pak rizal mau, tubuh saya akan saya relakan untuk kehidupan yang lebih baik dari sekarang asal bantu saya keluar dari jerat om lukki pak, saya tidak mau bekerja sebagai pelacur” kata hani

“itu urusan nanti, tapi saya sudah horni berat” kata rizal merasakan elusan tangan hani pada selangkangannya

“kalo begitu menepilah pak, saya akan puaskan pak rizal” kata hani

Rizal membelokkan mobilnya ke jalan yang cukup jarang orang akan lewat jalan itu. Disana rizal menepikan mobilnya dan melanjutkan aksinya. Dengan sedikit kencang rizal menarik kepala hani semakin dekat dengan selangkangannya.

Seperti tau apa tugasnya, tangan hani dengan cekatan membuka kancing celana jeans rizal. Rizal membantu hani yang sedikit kesulitan membuka dan mengeluarkan kontol kebanggaannya. Dan akhirnya tangan halus, putih dan mungil hani itu kembali mulai mengurut kontol panjangnya yang sudah mulai mengeras.

“uuuhh halus banget tangan kamu hani ooooh enaaak bangeeet aaaah aaah” desah rizal menikmati lembutnya tangan hani.

Hani terpaksa menyerahkan tubuhnya agar rizal percaya kepadanya dan membantunya lepas dari jerat lukki. Dirinya kembali menjadi alat pemuas nafsu bosnya sendiri. Perlakuan rizal yang berbeda dengan lukki membuat hani rela memberikan tubuhnya.

Tangan rizal yang awalnya hanya memegangi tangan putih hani untuk tetap mengocok kontolnya kini beralih mengarah payudara hani yang masih tertutup seragam kerjanya. Tangan penuh bulu halus itu perlahan menyingkap jilbab putih hani hingga kerah seragam kerja yang ia kenakan terlihat.

Rizal yang sudah lama menahan nafsu setelah melihat nissa disetubuhi secara brutal oleh lukki langsung membuka kancing seragam kerja yang hani kenakan dan menarik bh putih yang menutupi dua bongkah daging kenyal di dada hani ke atas.

“kenapa kamu nangis?” tanya rizal yang melihat hani meneteskan air mata

“aku bersedia memberikan tubuh saya ke pak rizal, asal bantu saya lepas dari om lukki pak, saya mohon” kata hani

“sudahlah jangan nangis, kita nikmati saja ini han toh kamu sudah pernah melakukannya kan? Aku akan mencari cara untuk kalian” kata rizal

“saya takut pak hiks hiks” kata hani mulai menangis

“kita selesaikan ini, baru kita susun rencananya dirumah saya” kata rizal sambil bergerak mendekati wajah hani.

Tangan hani sesekali berhenti melakukan tugasnya seperti takut apa yang akan dilakukan lukki jika tau ia berkhianat seperti saat ini. Namun rizal kembali menggerakkan tangan hani saat berhenti mengocok kontolnya.

Rizal yang sudah diselimuti nafsu mencium bibir mungil hani, hani sendiri pun dengan tak kalah ganasnya membalas permainan rizal seakan menikmati permainan lidah rizal yang semakin liar di dalam mulutnya. Rizal lalu meremas kedua payudara hani sedikit kencang yang membuatnya sedikit menggeliat.

Melihat hani yang sudah larut dengan serangannya, rizal lantas memainkan putting imut berwarna gelap yang telihat mengeras akibat rangsangan yang diberikan rizal. Membuat hani pun mendesah keras menikmati rangsangan demi rangsangan yang dilancarkan rizal.

Hani kini hanya bisa pasrah melayani nafsu bosnya, tangan putihnya terus mengocok kontol rizal yang keras dan licin setelah cairan lendir terus keluar dari lubang kencing rizal. Kedua payudaranya juga tidak luput dari remasan dan cubitan rizal yang meninggalkan bekas merah di kedua payudaranya

“taruh tangan saya di memek kamu han, saya kangen sama memek kamu yang sempit itu” kata rizal

“kalo perlu pantat saya juga pak, itu pun kalo pak rizal mau” kata hani dengan gaya menggoda

“hhoo kamu yang minta ya itu” kata rizal

“lakukan saja pak, asal pak rizal mau bantu saya” kata hani

hani yang saat itu mengenakan rok panjang itu pun mulai menarik rok panjangnya dan menuntun tangan kiri rizal masuk kedalam celana dalamnya dan membiarkan tangan itu bermain di lubang yang selama ini selalu di sodok oleh konrol lukki secara paksa, dan lukki pun berhasil membuat memek wanita yang ia setubuhi kembali terasa sempit seperti semula.

Sementara tangan kanan rizal masih sibuk bermain dengan kedua payudara hani. Rangsangan yang diterima hani semakin bertambah. Kini ia harus bisa menahan payudaranya diremas dan dijilati putingnya bahkan kadang rizal memberi cupangan merah di payudaranya. Dan ditambah tangan kiri rizal yang bermain di memeknya.

Hani hanya bisa mendesah merasakan itu, tangan kirinya berusaha memegang tangan kiri rizal agar bisa fokus dengan sentuhan jari rizal pada bibir memeknya. Sementara tangan kanannya masih terus melakukan tugasnya mengocok kontol rizal yang terkadang diremasnya.

“aaah pak, saya udaaah aaah gaakk kuuaaatt ppaaakkhh” desah hani

“keluarin aja sayang, nikmati orgasme mu” kata rizal

Beberapa menit kemudian hani merasakan orgasme yang belum pernah ia rasakan hanya dengan jari. Seakan ada sebuah ledakan yang akan keluar dari dalam memeknya.

Daaaannn….

“aaaaahhhh aaaaaahhh aaaaahhh”

Lenguhan panjang hani saat orgasmenya datang. Rizal membiarkan hani merasakan orgasme pertama yang ia dapatkan. Rizal tersenyum melihat badan hani mengejang kaku dan diakhiri getaran saat gelombang orgasme yang dirasakan karyawannya yang cantik itu mulai berakhir.

Setelah gelombang orgasmenya mereda rizal menarik tubuh hani dan mengangkat kepalanya untuk mendekati kontolnya yang masih tegak dan keras. Sementara hani yang masih lelah setelah mengalami orgasme hanya bisa mengikuti tarikan tangan rizal.

“gantian dong sayang, bikin saya kayak yang kamu rasakan” kata rizal.

Kini kontol rizal tepat didepan mulut hani siap untuk merasakan hangat dan lembutnya kuluman karyawannya yang cantik. Di sela rasa lelah setelah orgasmenya, hani berusaha membuka lebar mulutnya dan berusaha memasukkan kepala kontol rizal yang sudah tegak dan keras.

Bukannya menikmati kuluman mulut hani, namun rizal malah menampar – namparkan kontolnya di pipi mulus hani yang tak berjerawat. Rizal yang sudah kalap meremas kuat payudara hani hingga karyawannya yang cantik itu meringis kesakitan. Tau mulut hani terbuka lebar tanpa aba-aba rizal langsung menghentakan kontolnya meluncur masuk ke dalam mulut hani.

“aaaahh ennaaakk sayaaang,,, aaaahh haaangggat muluut kammu” desah rizal

“mmmmh mmmh mmmh” erang hani yang terkejut merasakan kontol rizal meluncur dengan kencang masuk ke mulutnya

Tangan hani berusaha mendorong dan memukul paha rizal agar kontolnya keluar dari mulutnya. Tapi rizal yang sudah merasakan kehangantan rongga mulut hani perlahan mulai memaju mundurkan kontolnya di dalam mulut hani.

“mmmmppphh mmmpphh mmmpphhhh” desah mulut hani yang tersumpal kontol rizal

Rizal makin lama makin cepat memompa mulut hani yang sudah kewalahan. Nampak kini wajah hani sudah basah bercampur antara keringat, air mata, air liur dan cairan kontol rizal jadi satu. Nampak raut muka rizal sangat menikmati kuluman mulut hani yang menyelimuti kontolnya.

“pantas saja lukki menjadikanmu pelacur aaaahh ternyata nikmat juga seponganmu hani uuuh sebinal ini ternyata kamu” ledek rizal

“mmmmh mmmh puasin aja pak mmmh mmh” celoteh hani disela kulumannya

“udah dulu nanti bapak keluar, sekarang saya mau genjot memekmu” kata rizal

“lakukanlah pak,, saya siap memuaskan pak rizal” pinta hani

Puas menikmati mulut hani, rizal lantas memposisikan dan mengatur tempat duduk hani sedemikian rupa agar ia dapat melakukan penetrasi ke lubang memek cewek berjilbab itu. Setelah dirasa pas, rizal lalu menyingkap rok panjang seragam karyawannya yang cantik dan memposisikan kontol kesayangan nya di depan memek hani yang sedang di tumbuhi rambut halus di sekitar lubangnya.

Hani yang sudah pasrah dan tak berdaya hanya bisa diam merasakan gesekan kontol rizal di memeknya yang sudah banjir akibat orgasmenya. Sementara rizal masih berusaha memasukkan kontol panjangnya.

“kecil banget sih lubangnya, padahal udah sering dimasukin banyak kontol nih memek” kata rizal yang sudah mulai tak sabar

Setelah beberapa kali percobaan akhirnya kontol keras rizal itu berhasil melesak masuk tanpa ada aba-aba sebelumnya dari rizal. Hani yang terkejut merasakan sakit yang sangat tiba-tiba langsung pingsan karena kontol rizal terasa lebih besar dari biasanya.

Sementara rizal sudah tidak peduli hani pingsan atau tidak. Justru semakin beringas memompa kontol nya di dalam memek hani. Kondisi hani yang pingsan dimanfaatkan untuk memotret dan merekam sebagai tanda bukti jaminan seandainya dia mempunyai rencana lain.

Nampak darah keluar dari dalam memek hani seperti darah perawan yang keluar dari sela – sela memek hani dan menyelimuti kontol rizal. Lama merasakan tubuh hani tanpa perlawanan, rizal berinisiatif menyadarkan hani agar dapat menikmati momen persetubuhan itu. Lalu rizal mengambil air minum yang ada di tas kerja hani dan ia cipratkan ke wajah cantik hani.

“hehehe aaah banguuun juga kamu akhirnyaa aaaaah” desah rizal

“aaaaahh,,, aaaahhh,,, ampuhhhnn saaakiiit suudaaaahhh hhe..nnn..tiiikaaaaann paaak aaaahh aaaahh aah memeeeku ngilluu paaak mmmmh aaaaah” desah hani

“aaah aaaahh memek kamu sempit banget sayang aaaaahhh aaah” desah rizal

Tubuh sekal karyawannya yang cantik itu terlonjak – lonjak seiring hentakan yang dilakukan rizal. hani berusaha menggapai apapun sebagai pegangan agar ia dapat mengalihkan rasa sakit pada memeknya. Erangan hani semakin lama makin kencang saat rizal menggenjotnya semakin cepat.

Namun erangan itu kini berubah menjadi desahan, rasa sakit yang tadi melanda tubuhnya kini berubah menjadi rasa nikmat yang luar biasa. Tangan rizal yang tadinya memegangi lengan hani kini lebih merangsang hani dengan meremasi payudaranya yang terus bergoyang.

Beruntung bagi mereka suasana di jalan itu sangat sepi, tidak satu kendaraan pun yang melewati jalan itu selama mereka bersetubuh sehingga tidak ada yang mengetahui jika di dalam mobil yang bergoyang ada persetubuhan panas antara karyawan dengan bossnya.

Hampir lima belas menit hani menerima sodokan kontol rizal. Akhirnya rizal akan meledakkan lahar putihnya.

“sayaa mau nyampai ini hani aah” kata rizal

“keluaariin di ahhh dalaam aaah paakkhh, sayaahh lagii ggaakkhh subuuur aaaah aaaah” pinta hani

Dalam beberapa detik kemudian rizal sudah meyemburkan spermanya di dalam memek hani dan sebagian lagi ia keluarkan di atas rok hani hingga ke payudaranya. Lendir putih dan kental itu nampak banyak sekali mengenai tubuh hani. Setelah puas rizal kembali duduk di belakang kemudi dan merapikan kembali pakaiannya. Setelah pakaian rapi, rizal kemudian kembali menjalankan mobilnya menuju rumahnya.

“satu pertanyaan buat kamu hani?” kata rizal

“haaah haah haah apa itu paak haah haaah” kata hani disela nafasnya yang ngos-ngosan

“kenapa kau mau serahkan tubuhmu ke aku daripada ke lukki?” kata rizal

“saya sudah terbiasa bermain seks pak, tapi saya tidak merasakan nikmatnya seks selama disetubuhi om lukki, beda dengan pak rizal yang selalu mendapat nikmatnya seks,, terlebih lagi saya tidak menjual badan saya, saya tidak mau menjadi pelacur” kata hani

“aku paham kalau begitu” kata rizal

“tenang saja pak, saya siap kapanpun melayani anda pak” kata hani sambil memegang selangkangannya rizal

[table id=Ads4D /]


Zahra (New)

Septy (New)

“kok endingnnya gitu sih,, jadi gak seru filmnya” kata septy

“padahal aku tuh ngiranya si iron man gak mati lho” kata rico

“iya lho mas, kan si thanos waktu jentikin jari itu lho dia gak mati,, kenapa iron mati? Jadi gak seru ah” kata zahra

“si capt america juga mati padahal ganteng banget loh” kata septy

“ya kalo capt america itu wajar mati, kan emang dia aslinya udah tua jadi ya wajar kalo dibikin tamat” kata rico

“iih kamu jadi pacar kok gak belain aku sih beib” kata septy

“lah kan emang logis kan sayang” kata rico

“tau ah sebel” kata septy

“udah kalo mau perang rumah tangga jangan di tempat umum, mending kita main ke timezone aja mumpung masih sore” kata zahra

“yaudah yuk” kata septy

Zahra, septi dan rico pun menghabiskan waktu di bermain berbagai wahana untuk mengisi masa liburan. Selama hampir dua jam mereka bertiga menghabiskan waktu di tempat bermain itu, septy dan rico mendapatkan notif chat dari rizal untuk kumpul.

“gimana nih si rizal nyuruh kita pulang?” kata septy

“ya mau gimana lagi? Kita mau gak mau harus balik” kata rico

“terus zahra gimana dong?” kata septy

“bentar aku telpon pak rizal duli kalau gitu” kata rico

Rico kemudian berjalan sedikit menjauh untuk menelpon rizal untuk mengabarkan bahwa saat ini dia sedang bersama dengan zahra. Tak lama zahra yang sudah mencoba berbagai wahana permainan pun mendekati septy.

“lho, mana si rico?” kata zahra

“lagi disana tuh, tadi abis dapet telpon,, nih minum dulu” kata septy

“oooh gitu, thanks ya” kata zahra

Beberapa menit kemudian, setelah rico selesai menelpon rizal, rico kembali mendekati septy dan zahra.

“beibh maaf ya” kata rico

“kenapa beibh?” kata septy

“kenapa co?” kata zahra

“gini bosku nyuruh aku dateng ke kantor katanya mau ada meeting” kata rico

“yaudah ayo pulang aja kalo gitu, aku juga udah capek banget” kata zahra

“kamu mau pulang ke rumah apa balik ke kosanku ra?” tanya septy

“hmmm pulang aja deh kayaknya” kata zahra

“oowh, oke,, beibh kita anterin dulu si zahra boleh gak?” kata septy

“eh gak usah, aku naik taksi online aja,, kasian si rico udah ditungguin bosnya” kata zahra

“gapapa, resiko pekerjaan itu mah, kita anterin kamu sampe rumah aja” kata rico

“iihs dibilangin gak usah kok” kata zahra

“udah ah, ayo anterin dulu zahra beibh” kata septy

“hmmm yaudah kalo maksa, aku jadi enak kalo gitu” kata zahra

“dasar” kata septy

Rico dan septy pun meninggalkan mall itu dan meluncur ke rumah zahra. Rico yang sebelumnya menelpon rizal memang tidak masalah jika zahra berada di rumah rizal asal zahra tidak mendengar apa yang sedang mereka bahas. Namun ternyata zahra memilih untuk pulang ke rumahnya sendiri.

[table id=AdsTbet /]


Dell

Citra

Devieta

Septy

Hani

Personil pun sudah lengkap, di ruang kerja rizal itu sudah ada della, devieta, citra, mas bram, septy, rico, termasuk rizal dan hani. Septy yang mengetahui hani yang dulu membantu lukki menikmati tubuhnya sontak sangat benci dengan wajah hani.

Saat pertama melihat wajah hani ada di dalam rumah rizal, ia sontak memarahi hani yang membuat rizal dan yang lainnya bingung dan berusaha menenangkan septy yang akhirnya septy memilih mengurung diri ke kamar. Hampir satu jam della, devieta, dan citra membujuk septy untuk keluar dari kamar akhirnya berhasil.

“maaf septy,, saya terpaksa melakukan itu karena memang saya gak ada pilihan lain,, saya juga sama seperti kamu, ayah sama ibu ku sudah menjadi korban om lukki, ayahku dibunuh dan ibuku mati bunuh diri karena tidak sanggup menerima kenyataan yang sepait ini” kata hani

“teruskan saja dramamu” kata septy ketus

“ya aku memang bersalah dan sudah pasti kamu benci dengan apa yang telah kulakukan, tapi kalau kamu ada diposisiku, kamu akan melakukan hal yang sama” kata hani

“sudahlah, kita berikan dia kesempatan menceritakan apa yang akan direncanakan si lukki itu, aku tau kalian semua tidak akan percaya dengan dia dan aku pun juga tidak percaya” kata rizal
“tapi apa salahnya kita dengarkan dulu ceritanya” tambahnya

“yasudah hani, coba kamu ceritakan yang sebenarnya” kata mas bram

“baiklah,, mungkin semua sudah mengetahui jika om lukki menginginkan zahra untuk menjadi bagian bisnis prostitusinya,, itu kenapa dia sebagai ob di kampus septy, kamu, ajeng dan masih banyak lagi yang dia incar termasuk zahra” kata hani

“dia percaya kalau zahra akan menghasilkan banyak uang yang akan masuk ke rekeningnya, kenapa dia mengincar kamu septy? Karena dia berharap kamu yang akan membawa zahra ke dekapannya. Tapi ternyata salah, kamu lebih kuat melawan dia sehingga aku dan mbak siska diminta untuk menyiksa kamu” kata hani lagi

“dan sekarang mereka memiliki doni” kata hani

“doni? Mantannya zahra?” kata septy yang terkejut saat hani mengucap kata doni

“ya kamu benar septy, pacarnya yang bernama nissa menjadi korban prostitusi seperti aku, septy, dan yang lainnya. Doni yang tahu nissa dalam bahaya akan melakukan apapun termasuk membawa zahra ke om lukki” kata hani

“dan saya baru tau dari pak rizal ternyata nissa adalah penghuni kos disini” kata hani lagi

“lalu kamu tau apa yang akan dilakukan lukki selanjutnya?” tanya rizal

“yang jelas mereka selangkah lebih dekat untuk mendapatkan zahra,, melalui doni lah dia tau zahra sering datang ke rumah ini, itu sebabnya om lukki membeli rumah yang tak jauh dari sini untuk bisa mengintai rumah anda pak rizal” kata hani

“dan pak rizal harus tau, mbak siska sudah menyusun rencana untuk membuat pak rizal hancur,, jadi pak rizal harus waspada dengan mbak siska” kata hani lagi

“kamu tau apa yang akan siska lakukan?” kata mas bram

“secara detail saya belum tahu pastinya pak, tapi kalau suatu saat nanti saya tau apa yang dilakukan mbak siska pasti akan saya ceritakan ke anda pak” kata hani

“lalu apa yang kau minta? Kenapa kau berani bekhianat dengan orang seperti lukki?” kata rizal

“saya hanya ingin bebas dari jerat dia mas, dan bisa membalas dendamku,, aku ingin om lukki merasakan apa yang aku rasakan dan membebaskan semua wanita yang telah ia jerat, termasuk kamu septy” kata hani

“lalu apa yang akan kamu lakukan?” kata mas bram

“aku tau dia cinta dengan bisnisnya, dia cinta dengan uangnya,, menghancurkan bisnis dan melenyapkan uang om lukki akan membuat dia menderita, sama seperti aku yang telah kehilangan kedua orangtua ku dan kakakku” kata hani

Mereka berkumpul di ruang kerja rizal dan masih membahas bagaimana cara melawan lukki dengan segala triknya. Namun sebagian besar dari mereka masih belum percaya dengan penuh apa yang telah dikatakan hani. Namun rizal dan della berani bertanggungjawab dengan resiko apa yang akan terjadi yang pada akhinrnya devieta, citra, dan septy mencoba untuk mengikuti alur permainan rizal.

Halaman Utama : Kubuka Sebuah Kost an

BERSAMBUNG – Kubuka Sebuah Kostan Part 19 | Kubuka Sebuah Kostan Part 19 – BERSAMBUNG

Sebelumnya ( Part 18 ) | ( Part 20 ) Selanjutnya