. Kubuka Sebuah Kostan Part 18 | Kisah Malam

Kubuka Sebuah Kostan Part 18

0
395

Episode 18 – Kubuka Sebuah Kost an


Siska

Hani

Tia

Setelah melakukan pembahasan tentang tujuan mereka datang ke warung itu di di depan siska, tia, dan roy. Siska meminta untuk menunggu sebentar kedatangan rizal yang akan datang ke warung. Siska lalu menyuruh hani menghubungi rizal agar cepat datang.

“sembari menunggu pak rizal datang, bagaimana kalo bapak-bapak menunggu di ruang kantor saja agar bisa lebih nyaman ngobrolnya” saran siska

“tidak usah kami disini saja, sambil mencari angin segar” tolak lukki

“tidak apa-apa pak, itu adalah fasilitas dari pelayanan kami agar konsumen kami nyaman” kata tia

“betul pak, mari silahkan saya antar” kata siska

“baiklah kalau begitu” kata lukki

Siska berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mengantarkan lukki ke ruangan kantor warung itu diikuti oleh lukki dan kedua orang pria yang menemani lukki.

“bos, kami menunggu didepan warung saja,, sambil mengamati keadaan aman atau tidak dan menikmati rokok” kata salah satu pria

“yasudah, kalo begitu lakukan yang terbaik” kata lukki

Kedua orang yang menemani lukki pun berjalan ke arah yang berbeda. Mereka berjalan ke arah parkiran warung sambil mengawasi keadaan yang mungkin suatu saat bisa merusak rencana mereka. Disana pun mereka berbincang santai dengan satpam warung itu

“hani, bikinkan minuman untuk pak lukki dan dua temannya yang didepan sana ya” kata siska

“baik mbak” kata hani

“oiya han, yang punya pak lukki nanti bawa ke ruangan saya saja ya” kata siska sambil memberi kode kepada hani.

Sementara hani sendiri menangkap arti dari kode yang diberikan siska kepadanya. Hani langsung bergerak membuat minuman yang diperintahkan siska kepadanya. Sementara siska dan lukki terus berjalan menuju ruangan siska.

“akting yang bagus, sepertinya rencana kita akan berhasil kalo begini ceritanya” kata lukki setelah berada dalam ruangan siska

“terus rumah yang di komplek perumahan pak rizal tu gimana om jadinya?” tanya siska

“tenang om udah ada plan disana, tugas kamu sekarang ketemukan om dengan si rizal itu” kata lukki sambil berjalan kesamping siska yang duduk di kursi kerjanya

“sebentar lagi om akan ketemu dengan dia ko, dia mungkin lagi dijalan kesini” kata siska dengan gaya menggoda

“basahin kontol om, cantik” perintah lukki yang sudah tidak tahan

Dengan cepat siska langsung membuka resleting celana jeans lukki dan membukanya. Sekejap keluarlah kontol lukki yang masih lemas yang langsung dilahap oleh siska masuk ke dalam mulutnya. Lukki perlahan mulai mendorong kontolnya memasuki mulut siska.

Gadis cantik itu pun semakin terbiasa melahap kontol lukki dan semakin banyak belajar menservis kontol lukki dangan mulutnya. Berbagai macam teknik pun telah ia pelajari demi untuk memuaskan lukki yang sebagai tuannya

“aaaah enaak banget mulut lu sis ooooh, mmh nih baru namanya sepongan nikmat mmmh” celoteh lukki

Dengan tempo yang mulai meningkat lukki menyodok mulut siska dengan sedikit keras. Air matanya tak henti menetes diperlakukan demikian oleh lukki. Satu tangan lukki memegangi kepala siska agar terus melumat kontolnya.

Dan tangan satunya turun menuju payudara siska yang masih terbungkus pakaiannya. Diremasnya dengan keras kedua payudara siska secara kasar dan bergantian. Bahkan sesekali tangan lukki masuk kedalam kaos yang siska kenakan dan puting payudaranya ditarik hingga siska menjerit menahan sakit.

Sempat siska melepaskan kulumannya dan sedikit mengerang merasakan putingnya ditarik oleh lukki. Namun lukki kembali menyodorkan kontolnya ke mulut siska. Tau apa yang harus ia lakukan dan ditambah birahinya yang sudah tinggi. siska membuka mulutnya selebar mungkin dan memasukkan kontol lukki hingga terbenam seluruhnya di mulutnya.

“hahahaha udah kebiasaan nyepong kontol kayaknya lu sis? Ahli banget kayaknya uuuh pasti rizal juga udah pernah ngerasain seponganmu” kata lukki

“kan demi om lukki puas, pak rizal juga udah pernah kok aku sepong bahkan sampai aku telen spermanya pak rizal” goda siska

Dengan cepat siska mulai memompa kontol lukki dengan mulutnya. Lukki merasakan nikmat yang luar biasa melebihi mulut siska yang biasanya ia rasakan. Lukki membiarkan siska bermain dengan kontolnya, ia melihat siska yang masih terduduk di lantai dengan liur yang masih menetes membasahi pakaiannya.

Sementara siska semakin cepat memompa kontol lukki, tangannya ikut aktif memainkan kantung telur lukki. puas meremasi kedua payudara siska, lukki berpindah duduk disebelah siska. Ia memposisikan kembali siska di depan mulutnya.

“lu keluarin peju gue sis, mumpung bos tolol lu tuh belum datang” kata lukki sambil menjejalkan kembali kontolnya ke mulut siska.

Siska kembali melahap kontol yang lebih besar dan lebih hitam itu ke dalam mulutnya. kepalanya mulai maju mundur memompa kontol lukki.

“aaaah iyaah issep yang kuaat ooooh enaak terusiiin lagiii aaah aaah mmmhh” racau lukki

Servis mulut siska yang luar biasa itu membuat pertahanan spermanya yang biasanya kokoh menjadi lemah karena mulut siska, tanpa ia bisa tahan lagi spermanya ingin segera keluar.

Dengan cepat lukki mengeluarkan kontolnya sejenak dan lukki memasukkan kembali kontolnya di mulut siska. Di pegangnya kepala siska dan dengan kuat ia pegang kepala siska agar tidak terlepas. Tiga menit kemudian, lukki mendekati klimaksnya.

Sambil memegang kepala siska kuat kuat, lukki membuang spermanya di dalam mulut siska yang langsung ia telan. Masuklah hani ke dalam ruangan siska. Ia melihat siska sibuk menjilati kontol lukki yang sudah lemas dan basah oleh air liur siska.

“mbak siska, itu pak rizal sudah datang,, sekarang ada diruangannya” kata hani sambil membawa minuman untuk lukki

“oiya han, kamu sudah kasih tau pak rizal kan kalo ada tamu?” kata siska yang masih menjilati kontol lukki

“sudah mbak, katanya ditunggu di ruangan pak rizal” kata hani

“yasudah nanti kami kesana” kata siska

“iya mbak” kata hani

“hani kamu kemari sebentar” perintah lukki

“iya om, ada apa” kata hani

Lukki lalu duduk di kursi yang berada di depan siska. Melihat tubuh hani yang pada saat itu sangat menggoda bagi lukki dengan pakaian seragam kerjanya yang ketat. Lukki memerintahkan hani untuk bersimpuh didepannya. Lukki memposisikan hani berlutut dan menempatkan kontolnya tepat didepan mulut hani

“bersihin kontol gue han” kata lukki

Hani dengan terpaksa kembali menuruti kemauan lukki, perlahan hani kembali merasakan kontol lukki masuk ke dalam mulutnya dan berusaha menahan rasa jijik. Perlahan ia membuka mulutnya dan mulai menjilati lubang kencing lukki. Lukki memegang kepala hani dan memsukkan kontolnya ke dalam mulut hani dengan paksa.

Rasa eneg dan asin mulai memenuhi mulutnya saat kontol lukki yang dipenuhi cairan liur siska dan spermanya. Selama beberapa menit menikmati mulut hani, lukki meminta siska untuk membawanya ke ruangan rizal.

“permisi pak, ini ada yang mau bertemu dengan pak rizal” kata siska setelah berada di ruangan rizal

“ya suruh masuk saja” kata rizal

“silahkan pak” kata siska mempersilahkan lukki bertemu dengan rizal

[table id=Ads4D /]


Devieta

Septy

Zilly

Irma

Ririn

Dita

Puspa

“permisi mbak, mau tanya apa benar ini rumah kos?” tanya salah satu gadis itu

“oiya benar, ada apa ya mbak? Mau cari kos?” kata septy

“iya mbak, tadi kita tanya orang sekitar sini katanya disini masih ada kamar yang kosong ya?” kata salah satu gadis itu

“untuk berapa orang yang mau ngekos?” tanya septy

“kami berlima ini mbak” kata salah satu gadis itu

“ooh gitu ya,, Mari masuk dulu mbak, saya panggil dulu yang punya kos ya” kata septy mempersilahkan kelima gadis itu masuk

“ooh iya mbak trimakasih” jawab mereka

“tunggu sebentar ya, saya mau taruh ini dulu” kata septy sambil membawa tugas akhirnya yang berserakan di ruang tamu

Septy langsung ngacir menaruh barangnya yang ia bawa di ruang tengah. Septy kemudian pergi ke kamar devieta dan menggetok pintu kamar

“iya siapa ya?” teriak devieta dari dalam kamar

“ini septy mbak” kata septy

“iya ada apa septy?” teriak rizal dari dalam kamar devieta

“ada yang nyari kos mas” kata septy

“iya septy suruh tunggu bentar, kamu ajak ngobrol dulu aja” perintah devieta

“iya mbak” kata septy

Tak berselang lama devieta dan rizal mendatangi ruang tamu dimana septy sedang mengobrol para penghuni kos baru. Devieta pun ikut ngobrol sebagai pengganti ibu kos yang notabene adalah ibunda rizal, devieta mulai menjelaskan tentang fasilitas dan peraturan yang ada di kos ini.

“ini yang mau ngekos disini siapa?” tanya devieta

“kita berlima mbak” jawab mereka

“oooh semua toh, kirain cuma satu hahahahaha” kata devieta

“kenapa mbak, kamarnya gak ada ya kalo buat berlima?” tanya salah satu dari mereka

“ooh masih ada banyak kok yang kosong” kata rizal

“ada enam kamar kosong kalo gak salah” kata devieta

“syukur deh, soalnya kita mau cari tempat kos yang parkirnya agak luas mbak, soalnya kalo bos kita mau main ke kos kita biar mobilnya aman” kata salah satu dari mereka

“oooh kalo cuma nambah tiga mobil parkir disini mungkin bisa sih mbak, emamg mbak ini semua kerja dimana” tanya riz

“kita kerja di PT. ARYA BATU MANDIRI mbak” kata salah satu dari mereka

“ooh itu perusahaan yang satu grup AQUOS GLOBAL GROUP ya?” kata rizal menebak

“iya mas, kami kerja disana” kata salah satu dari mereka

“ooh itu, pimpinannya pak fadil bukan?” kata devieta

“mbak tau sama pak fadil?” kata salah satu dari mereka

“iya saya dulu satu kelas waktu S1, dia beruntung lulus S1 malah jadi pimpinan disana” kata devieta

“waah ternyata dunia ini sempit ya mbak” kata salah satu dari mereka

“kalo boleh tau namanya kalian siapa aja ya?” tanya devieta

“saya zilly mbak” kata zilly

“terus ini sebelah saya irma, sebelahnya lagi ririn, sebelahnya lagi dita, yang pojok itu puspa”

Mereka berlima mengobrol sampai pada akhirnya devieta memberikan tanda bukti mereka menjadi penghuni kos setelah sebelumnya devieta juga membahas biaya dan menjelaskan kembali peraturan yang ada di dalam kos itu.

Setelah melewati diskusi dan pertimbangan yang cukup mudah mereka berlima pun sepakat untuk turut menjadi warga kos selanjutnya. Kini penghuni kos bertambah menjadi 16 orang dari 17 kamar yang ada. Sisa satu kamar kosong yang siap untuk dihuni.

“kalo gitu kapan nih kalian nempatin kamarnya?” tanya devieta

“kalo lusa bisa gak ya mbak” kata zilly

“lusa ya? Bisa sih nanti biar anaknya yang punya kosan aja yang bantuin beresinnya, namanya rizal,, soalnya saya masih ada kegiatan di kampus” kata devieta

“iya mbak, kalo gitu kami permisi dulu ya mbak,, nanti uang kosannya lusa sekalian aja ya mbak” kata zilly

“gampang kalo itu, yang penting kalian bisa ikutin aturan kos disini aja semua bisa diatur kok” kata devieta

Setelah kelima gadis itu pergi meninggalkan rumah kosnya, rizal langsung meluncur ke warungnya untuk melihat perkembangan catering dari lukki.

Sedangkan devieta juga berangkat ke kampusnya untuk menyelesaikan tesisnya yang sudah mencapai tahap akhir.

[table id=AdsKaisar /]


Zahra (New)

Septy (New)

“pa, kakak ke kosan septy dulu ya” kata zahra

“iya kak, papa gak anter dulu ya, papa mau ke reuni temen SMP di hotel xxx” kata ayah zahra

“iya pa,, aku bawa mobil ya” kata zahra

“iya kak,, jangan ngebut lho” kata ayah zahra

“siip,, makasih papa,, muuach muuach” kata zahra

Zahra pun masuk ke dalam mobil pribadinya dan langsung meluncur menuju kosan septy yang masih disekitar kampus. Dengan menempuh waktu hampir satu jam perjalanan melewati padatnya jalan kota zahra sampai di kos septy

Sampai di kosan septy, zahra langsung masuk menuju ke kamar septy yang berada di lantai dua. Zahra memang sudah mulai terbiasa langsung masuk kamar para sahabatnya itu.

“temenin nonton yuk,, aku bete nih libur kuliah jadi gak ada kerjaan” kata zahra saat berada di kamar kos septy

“nonton apaan? Gak ada yang bagus lho dibioskop sekarang” kata septy

“ya nonton apa aja deh, biar gak bete akunya, ajak cowokmu juga biar rame” kata zahra

“hmmm gini nih kalo udah ada maunya harus dituruti,, zahra yang dewasa jadi ilang deh” kata septy

“ihh gak peduli weeekkk” kata zahra

“yaudah aku wa si rico dulu” kata septy

Cukup lama menunggu balasan dari rico yang akhirnya dijawab kalau rico akan menyusulnya di mall nanti. Mendengar itu septy langsung mandi untuk bersiap jalan mencari hiburan dengan zahra.

“ini rico bisa kok,, yaudah aku ganti baju dulu yaa beibh” kata septy

“yaudah sana giih,, aku mau rebahan dulu” kata zahra

(selingan zahra nya dikit aja ya, buat ngobati kangen fansnya zahra)

[table id=AdsLapakPk /]


Siska

Hani

Tia

Devieta

Sesampainya di warung, rizal langsung menghampiri siska yang sangat sibuk di meja bar dan mengontrol para karyawan yang sibuk melayani konsumen. Rizal pun meminta siska, hani, tia, dan roy untuk ke ruangan kerja rizal.

“jadi gimana nih persiapannya sis?” tanya rizal

“tadi saya, hani, tia, sama roy udah bikin tim pak” kata siska

“terus bagaimana rencananya?” tanya rizal

“nanti saya yang berkomunikasi sama pak lukki, tia dan hani yang bagian dapur dan eksekusinya pak, roy yang urus perlengkapan dan transportasi pak” kata siska

“bagus kalo sudah ada tugas masing-masing jadi selesaikan tugas kalian sampe minggu depan” kata rizal

“baik pak, kalo begitu kami permisi dulu” kata siska

“yaps silahkan” kata rizal

Saat mereka hendak keluar dari ruangan rizal, tiba-tiba rizal memanggil hani dan tia untuk tinggal sebentar. Tanpa curiga sedikitpun siska membiarkan hani tetap berada di dalam ruangan rizal

“hani dan tia, kalian disini dulu,, ada yang mau saya tanyakan” kata rizal

“iya pak, ada apa ya?” tanya tia

“duduk dulu sebentar, saya mau ngobrol sedikit” kata rizal

Hani dan tia pun duduk di kursi depan meja kerja rizal.

“begini, ini mengenai pak lukki,, apa kalian kenal dengan dia?” kata rizal membuka topik permasalahan

“tidak pak, tapi sepertinya mbak siska mengenal orang itu pak” kata tia

“oh ya? Sebenarnya mengenai orang itu sepertinya saya juga pernah menemuinya,, kalau gak salah ada di kampus xxx dan dia sebagai ob disitu tapi mungkin saya salah” kata lukki

“yang bener pak? Masak ob bisa pesen catering sebanyak itu” kata hani yang juga pura-pura tidak tahu mengenai lukki

“iya pak,, ini abisnya aja hampir lima juta lho pak,, apa mungkin gaji ob bisa sampai segitu” kata tia

“ya itu tadi,, semoga saya salah ingat” kata rizal

Hani nampak terkejut bahwa rizal juga mengetahui sosok pria yang telah membuatnya terjun ke dunia seks. Raut wajahnya nampak sangat khawatir apabila rizal tau bahwa dia dan siska akan merencanakan sesuatu. Tapi disisi lain ada hati yang berbicara ingin meminta tolong ke rizal.

“begitu ya, pasti ada sesuatu di balik ini semua,, atau mungkin siska bekerja untuk dia,, tapi apa yang akan orang itu lakukan” gumam rizal

“bapak bicara apa?” kata tia

“oh tidak tia, hanya sedikit memikirkan tentang kos saya” kata rizal

“oh begitu, kalau sudah saya mau balik ke tempat kerja saya pak” kata tia

“iya silahkan, kerja yang baik” kata rizal

“baik pak, mari” kata mereka berdua

Tia bangkit dari tempat duduknya dan berjalan keluar dari ruangan rizal. Sementara hani masih tetap saja duduk dan gelisah didepan rizal.

“ada apa hani? Kenapa tidak kembali ke tempatmu?” tanya rizal

“mmmh hhhm be- begini pak” kata hani yang nampak gelisah

“kenapa hani?” tanya rizal lagi

“saya mau bicara sesuatu pak, tapi saya khawatir kalau saya bicara jujur” kata hani

“apa itu hani, kenapa takut kalau kamu jujur?” kata rizal

“bukan begitu pak, saya cuma mau minta bantuan pak rizal” kata hani

“to do point saja, saya setelah ini mau keluar” kata rizal

“saya akan berkata jujur pak, tapi setelah itu saya minta bantuan bapak untuk menjaga saya” kata hani

“maksudnya? Katakan saja cepat” kata rizal dengan nada yang sedikit tegaa

“begini pak, saya dan siska sebenarnya adalah pelacur pria itu, pria itu memang bernama lukki, dan apa dugaan pak rizal memang benar,, pria itu memang sebagai ob di kampus itu,, pekerjaan dia sebagai ob hanyalah kamuflase saja, dia ingin menjual tubuh para mahasiswi yang ada disana untuk dijadikan sebagai pelacur. Termasuk saya dan siska ini,, dan om lukki datang kemari adalah untuk mengambil zahra yang merupakan target utama om lukki” kata hani menceritakan secara detail

“berarti septi juga termasuk korban dia?” tebak rizal

“oh itu? Iya pak, tapi karena dia tidak mau membawa zahra akhirnya dia dijadikan kelinci percobaan setiap eksperimen seks om lukki pak” kata hani

“aaaaarrrgggghh kenapa orang seperti itu bisa hidup di bumi ini” kata rizal

“dan satu lagi pak,, mantan zahra yang bernama doni itu akan melakukan apapun untuk membawa zahra ke jerat om lukki” kata zahra

“dari mana kamu tau tentang doni?” kata rizal

“saya tau karena pacar doni yang sekarang ada di sekapan om lukki, dia bernama nissa” kata hani

“ini orangnya pak” kata hani sambil menunjukkan sebuah foto kondisi nissa di layar smartphonenya

“waaah ini semakin tidak bisa dibiarkan, akan aku beri perhitungan dengan orang itu” kata rizal

“tolong kami pak, saya, nissa, septi, dan zahra butuh orang yang bisa bantu mengeluarkan kami dari jerat om lukki pak” kata hani

“saya akan usahakan hani” kata rizal

“pak rizal jangan gegabah melawan om lukki, saya juga bantu menginfokan apapun untuk bisa keluar dari om lukki pak” kata hani

“kalo begitu kamu kembali saja dulu, saya akan mencari cara untuk membantu kalian.” kata rizal

“terimakasih pak rizal, tapii…” kata hani

“apa lagi?” kata rizal

“saya takut mbak siska curiga dengan saya kalo saya sudah terlalu lama di ruangan pak rizal” kata hani

“lalu?” kata rizal

“ijinkan saya untuk mengeluarkan sperma bapak agar mbak siska tidak curiga kepada saya pak” kata hani

“haaaaahh,, cepat lakukan, kita main di sofa panjang itu saja” perintah rizal

Hani lalu duduk di sofa yang telah di tunjuk dan diikuti rizal yang juga berjalan ke sofa. “lama gak ketemu, toketmu tambah gede aja” kata rizal sambil berjalan mendekati hani dan diakhiri dengan remasan keras di kedua payudara hani

“aauwh sakkiiiit paak mmmh” kata hani sambil memegang tangan rizal yang meremasi kedua payudaranya.

Dengan inisiatifnya hani membuka kancing kemeja seragam kerjanya dan mengeluarkan payudaranya dari bh hitam yang ia kenakan. rizal dengan leluasa memainkan payudara gadis cantik ibu itu. Puting payudaranya yang besar juga tak luput dari jamahan tangan kekar rizal. Rizal lalu menarik tangan hani dan menyuruhnya duduk di atas pangkuannya.

“Sini han duduk di paha saya” kata rizal

Tanpa diperintah dua kali hani bergerak duduk dipangkuan rizal. Dan rizal kembali melumat bibir manis hani. Sementara hani mulai menggoyangkan pantatnya sehingga kontol rizal yang mulai menegang itu bergesekan dengan belahan pantat hani.

Merasakan ada yang mengganjal di pantatnya yang bergerak seakan mendesaki belahan pantatnya membuat karyawan cantik itu hilang konsentrasi. Sementara rizal tak hanya tinggal diam leher putih hani yang masih tertutup jilbab itu dijilatinya. Hani semakin tidak bisa menahan rangsangan yang dilakukan rizal terhadap tubuhnya.

“nikmatin saja han ssssllrp mmmmh mmh ini kan yang kamu mau mmmmhh mmh ssllrp” celoteh rizal

Sembari tetap menggoyangkan pinggulnya, hani tertunduk malu mendengar celotehan rizal. dalam hatinya, ia sangat menikmati tusukan kontol rizal pada memeknya.

Perlahan tapi pasti tangan rizal masuk ke dalam bh hani dan menyingkapnya hingga memperlihatkan payudara hani. Tanpa malu lagi goyangan hani semakin memanas saat payudara besarnya yang selalu tertutup jilbab berhasil keluar.

“mmmmh remesin terus paak aaaah iyaaah” desah hani

Sementara hani hanya bisa merasakan geli nikmat yang ia rindukan setelah cukup lama lukki tidak memakai tubuhnya sejak adanya nissa dirumah lukki. Hani semakin lepas kendali dengan rangsangan yang terus digencarkan oleh rizal. Goyangan pinggulnya pun semakin cepat.

Bak seorang koboy yang sedang menaiki kuda pacunya, hani semakin cepat menggesekan memeknya yang masih tertutup celana panjang berbahan kain halus itu di selangkangan rizal. Gesekan itu membuat hani yang sudah terbalut birahi membuatnya mencapai klimaks dan membuat celana dalamnya basah.

Mengetahui mangsanya sudah takluk dibuatnya. rizal menyuruh hani melepaskan pakaian yang tersisa dan telentang di sofa ruangan hani. hani hanya bisa menuruti permintaan rizal. Nampak memek hani yang mengkilap bekas cairan cintanya dan wajahnya yang memerah karena menahan gairah birahinya yang semakin memanas.

Sementara itu rizal yang melihat hani sedang bermasturbasi di sofa itu pun menghampirinya dan menelanjangkan diri. Dengan kasar rizal memaksakan kontolnya masuk ke dalam mulut hani. Hani yang menikmati self servisnya terkejut merasakan benda keras dan panjang menerobos mulutnya yang sedang mendesah keenakan. Sadar kontol rizal yang masuk hani pun membiarkan rizal menghujamkan kontolnya dengan sesuka hatinya.

“Aaaaah mulutmu emang mantep haan mmmmh isep teruus ooowwh” racau rizal.

Hentakan kontol rizal semakin lama semakin cepat. Hani semakin sulit untuk mengatur nafasnya. Sementara tangan rizal yang satunya berpindah hinggap di payudara hani. Puas menikmati mulut lembut hani, kini rizal memposisikan dirinya diantara paha hani. Kontol yang sudah basah dengan ludah hani itu tampak siap melakukan penetrasi dimemek hani.

“Lakukan paak, saya sudah gak tahaan mmmmh, saya mau penis bapak” kata hani yang sudah terselimuti birahi tinggi

Rizal hanya tersenyum melihat hani yang sudah tersiksa seakan meminta untuk dipuaskan. Kontol rizal itu terus digesekkan di belahan bibir memek hani sehingga membuatnya semakin basah oleh cairan pelicin yang terus keluar.

Dan bleeeeeesss……..
Tanpa ampun kontol rizal masuk sepenuhnya dengan sekali hentakan keras yang membuat hani mengerang antara nikmat dan sakit. Walaupun sudah sangat basah kontol rizal masih terlalu besar untuk masuk ke memeknya.

Merasakan memeknya telah tertembus kontol rizal dengan menggigit bibir bawahnya hani berusaha meredam erangan kenikmatan yang melandanya. Sementara tangannya semakin erat mencengkeram lengan rizal.

Rizal masih menikmati setiap cengkeraman dinding vagina hani yang beradaptasi dengan kontolnya. Cengkeraman itu seperti meremas kontolnya untuk mengeluarkan sperma lebih cepat. Kini dengan perlahan rizal mulai memainkan ritme hujaman kontolnya pada memek hani.

“Aaaaaah aaaah aaah memekmu masi peret aja haan, padahal udah sering dientotin” racau rizal

“Aaaaah aaaauwh ennaaaak teruuus paaakh” desah hani

Goyangan rizal semakin lama semakin cepat, bahkan hani sampai kewalahan mengimbangin pompaan kontol rizal pada memeknya.

“Aaauwh pakkh pelllaaan aaaah mmmmh udaaaaah stooop aaaah aaaaah” desah hani.

Sementara itu rizal semakin beringas melihat hani yang mulai meronta karena hujamannya. Bahkan payudaranya ikut bergoyang mengikuti setiap hentakan hujaman rizal. Melihat itu, rizal dengan cepat meremasi dan menghisap puting payudara hani yang sudah mengacung keras. Dan tangannya pun dimasukkan ke dalam mulut hani agar tidak menimbulkan erangan yang keras akibat ulahnya.

“Mmmmmmh mmmmh mmmmh” desah hani

Desahan hani semakin tak terdengar karena dua jari rizal yang masuk kedalam mulutnya. Hisapan dan hujaman yang ia terima juga tak kunjung surut. Bahkan sebaliknya kini hani mulai merasakan gelombang orgasme yang besar.

“Paaaaakhh sayaa dapeeet uuuuhhh uuuuhhh ” kata hani

Desah hani saat orgasme pertamanya menerjang tubuhnya yang membuat seluruh bagian tubuhnya menegang dan badannya melengkung keatas.

“Wah udah lama ya aku gak liat hani klimaks kayak tadi, emang memuaskan sekali servismu hani” celoteh rizal yang masi menikmati jepitan memek hani.

Sementara hani hanya diam berusaha mengembalikan tenaganya. Namun belum pulih tenaganya tiba-tiba rizal memposisikan tubuhnya menjadi tengkurap disofa. Tanpa peringatan kontol rizal kembali menembus lubang memeknya dan dihentakkan dengan cepat. Membuatnya semakin pasrah melayani nafsu rizal.

Hani hanya dapat meringis dan mengerang menerima serangan yang dilakukan rizal. Sampai akhirnya hampir 15 menit rizal menggenjot memek hani dengan cepat, hani merasakan kontol rizal berkedut di dalam memeknya. Dan seketika itu juga hani sadar jika rizal tak lama lagi mengeluarkan spermanya

“Mmmmmhh paaakkh jangaaan diii dallaaamm aaaaah aaah mmmmmh mmh mmmh” iba hani

Dan croooot croooot crroooot
Disaat yang tepat rizal tetap membenamkan kontolnya di dalam memek hani dan menembakkan spermanya di dalam rahim hani. Bahkan sperma rizal ada yang meleleh keluar dari lubang memek hani. Rizal menikmati pemandangan indah tubuh hani yang tengkurap di sofa dengan punggung terdapat spermanya.

Tangan hani mengambil lelehan sperma di punggungnya dan ia oleskan di jilbabnya, sementara lendir yang keluar dari memeknya ia oleskan di sekitar bibir manisnya

“oiya han, jangan panggil saya dengan kata pak atau bapak, karena saya belum setua itu, panggil aja sesukamu asal bukan bapak” kata rizal

“kalo begitu saya panggil mas aja ya?” kata hani sambil membersihkan memeknya

“boleh, senyaman kamu saja” kata rizal

Nampak memek hani sudah terbuka lebar akibat tusukan kontol rizal. Rizal lalu merapikan pakaiannya dan meninggalkan hani di dalam ruangannya dalam kondisi telanjang dan hani juga ikut keluar dari ruangan rizal dengan pakaian yang sudah rapi.

Rizal lalu meluncur kembali ke rumah sore itu setelah menikmati hangatnya jepitan memek karyawannya, ia berencana untuk mengumpulkan semua orang yang mengetahui hal ini di rumahnya.

“mbak, bilangin suruh kumpul dirumah, aku sudah ketemu siapa yang mau mengincar zahra” kata rizal di telpon saat berada di mobil

“tapi zal… ” kata devieta

“udah mbak jangan pake tapi dulu, ini urgent” kata rizal

“iya zal mbak tau tapi di sin…. ” kata devieta

“ntar aja kalo mau protes, ini darurat tau” kata rizal

Rizal mematikan telponnya tanpa mendengarkan penjelasan dari devieta.

Halaman Utama : Kubuka Sebuah Kost an

BERSAMBUNG – Kubuka Sebuah Kostan Part 18 | Kubuka Sebuah Kostan Part 18 – BERSAMBUNG

Sebelumnya ( Part 17 ) | ( Part 19 ) Selanjutnya