. Kubuka Sebuah Kostan Part 15 | Kisah Malam

Kubuka Sebuah Kostan Part 15

0
388

Episode 15 – Kubuka Sebuah Kost an


Citra

Devieta

Setelah beristirahat sejenak dan memakai kembali pakaiannya, rizal kembali mendekati devieta yang duduk di samping citra dan langsung mencium bibir manisnya. Devieta perlahan juga ikut menikmati sentuhan bibir rizal. Devieta memasukkan lidahnya ke dalam mulut rizal. Ciuman rizal tak hanya disitu kini ciumannya beralih ke seluruh permukaan wajah devieta dan hinggap di belakang telinganya yang tertutup jilbab.

“mmmh geli zaaall aaah mmmh mmh” desah devieta

Tangan rizal pun tak tinggal diam, tangan nakal itu pun aktif merayap di seluruh tubuh devieta. Perlakuan rizal terhadap tubuhnya membuat birahinya mulai terpancing. Tangan devieta yang awalnya diam kini sudah hinggap di selangkangan rizal yang masih tertutup celana pendek.

Selama beberapa menit rizal menjilati wajah dan leher devieta hiingga membuat wajah devieta basah oleh liurnya. Kini rizal mengeluarkan kontolnya dari dalam celananya dan memposisikan tangan devieta yang mulus itu menggenggam kontolnya yang sudah tegak berdiri.

“tubuh mbak bikin aku nafsu tau gak sih mbak,, uuuh iyaaah kocok gitu” kata rizal

Devieta hanya diam saja mendengar celoteh rizal. Rizal menyingkap kaos lengan panjang devieta dan bh putihnya. Terpampanglah payudara devieta yang mulus tanpa cacat dengan dihiasi tahi lalat di sekitar payudara devieta. Rizal tanpa menunggu lama langsung meremasi payudara sekal itu.

Puas bermain dengan payudara devieta, rizal meminta devieta untuk memainkan tubuhnya sendiri. Nafsu devieta yang sudah tinggi langsung melepaskan semua pakaiannya hingga devieta telanjang di depan mata rizal. Dengan menghadap ke arah rizal, dan dengan gaya sensualnya devieta meremasi kedua payudaranya dan memilin putingnya yang sudah menegang.

Melihat apa yang dilakukan devieta membuat rizal semakin panas, rizal ikut melepaskan semua pakaiannya hingga telanjang dan mengocok kontolnya sendiri sambil melihat devieta mengobok – obok memeknya sendiri. Tau memek devieta sudah basah akibat kocokan tangannya. rizal medekati devieta dan memperhatikan memek devieta yang sangat becek.

“Ih dasar kamu gak sabar amat udah telanjang gitu” kata devieta.

“Udah gak tahan aku mbak. Mbak tau sendiri tadi mbak binal banget udah kayak perek diluar sana” kata rizal.

“iiiih jahat banget masa kakak sendiri disamain sama perek sih,, gak aku kasih memek lagi tau rasa kamu” kata devieta

“abisnya aku gak nyangka kalo mbak bisa nakal” kata rizal

Devieta yang saat itu di duduk di pinggiran ranjang dengan dua jarinya masih menancap di dalam memek yang selalu ia rawat itu kini berdiri didepan mata rizal, dirinya lalu dipeluk dari belakang oleh rizal. rizal mencium lehernya yang masih tertutup rambut panjangnya yang sudah tidak tertutup jilbab. rizal memeluk devieta sambil meremas lagi kedua payudara devieta.

“aku udah pengen nikmatin memek mbak lagi ini” kata rizal sambil menggesekan kontol rizal di belahan pantat devieta. rizal melakukan itu selembut mungkin menikmati setiap gesekan dan remasan yang ia rasakan.

“Aaah aaah aaahh mmmmh geli.. uuuh enak banget,, masukin aja zal aaaaahh” desah devieta.

“Ennnaaak bangeet aaah” desah rizal

Rizal membalikkan badan devieta menghadap dirinya dan langsung ia lumat bibir kakak sepupunya. devieta pun membalas ciuman rizal dengan tak kalah ganasnya. Puas melakukan ciuman, devieta mengarahkan bibir rizal ke payudaranya yang sangat sekal. Seakan ia menginginkan rangsangan yang lebih

“Ini nih yang bikin cowok gak bisa tidur tiap malem, aku makan nih toketmu mbak” kata rizal lalu menghisap pentilnya yang menonjol.

“Aaah geli zaal aaaah aampuun mmmmh” desah nya saat menahan geli saat pentilnya dihisap. rizal memposisikan devieta telentang di atas ranjang di samping citra dan melebarkan pahanya. Posisi dia yang telentang di ranjang membuat rizal leluasa bermain dengan payudaranya.

“Aaah gak taahaaaan ampuun gelii bangeet mmmmmhh aaah aaaahh aaaah aahhh mmmmmhhh” kata devieta

Terlalu bernafsunya tanpa sadar rizal melihat di payudara devieta penuh dengan bekas kemerahan. rizal terus meremas – remas payudara devieta. Setelah itu, rizal duduk di atas payudara devieta dan menyodorkan kontolnya ke mulutnya. Devieta paham apa yang akan diinginkan oleh rizal. Dia lalu membuka mulutnya dan memasukkan kontol rizal ke mulutnya.

“aaah gilaaa mulut mbak emang enaaak mmmh iseeep mbaaak” desah rizal

Rizal mulai menggenjot mulut devieta dengan perlahan dan menikmati setiap hisapan yang rizal rasakan pada kontolnya. Terkadang rizal mengeluarkan kontolnya dan menamparkan kontolnya yang basah oleh liur devieta ke pipi dan wajah devieta.

Nampak kontol hitam rizal terus keluar masuk di mulut devieta. Rizal berusaha menahan kepala devieta hingga kontoi rizal terbenam sepenuhnya di dalam mulut kakak sepupunya. Setelah itu rizal melilitkan kontolnya yang diselimuti liur devieta dengan rambut panjang devieta.

“iiih kok pake rambut mbak sih zaaal,, rusak tu ntar rambut mbak iiiihh jorrooook” kata devieta

“tapi ini rasanya beda tau mbak, enak banget kontol aku rasanya” kata rizal

Sensasi ini yang tidak bisa dilupakan oleh rizal. Setelah puas menikmati servis oral yang diberikan oleh devieta. Rizal berpindah ke selangkangan devieta. Rizal menempatkan kepalanya tepat di depan memek devieta yang berbulu lebat.

“Aaaah aaah itu kamu apaaain memek aku aaah enaaak zaaal” desah devieta saat rizal menjilati memek devieta.

“God aku gak tahaaaan aaaah fuuck mmmmmh aaaah” erang devieta

Rizaal terus menjilati memeknya yang mulai basah itu. “Iyaaah disiituu iseep aaah enaaak aaaah.. ampuuun aku gak tahaaannn” erang devieta. Rizal mencoba menyentil itil kakak sepupunya pakai lidahnya. Tubuh mulus devieta semakin menggeliat saat rizal mulai menusukkan dua jarinya dan mengocok memek devieta.

“Iyaaah masukin uuuuh kocok memek aku uuuhh enaaak” devieta menikmati apa yang dilakukan rizal terhadap memeknya.

Rizal mempercepat kocokan tangannya di memek devieta. Dan yang ditunggu pun tiba tubuhnya menegang menikmati orgasme yang baru saja ia capai lewat jari rizal yang mengobok – obok memeknya.

Ssrrrr.. ssrrr.. ssrrr cairan cinta devieta menyiram jari rizal yang ada di dalam memeknya.

“aaaaaah aaaaahh akuu nyampeee aaaaaah bangsat enaaak bangeet” teriak devieta saat orgasme.

“Enak banget yah? Sampe kasar banget ngomongnya mbak” Tanya rizal

“mmmh mmmh mmmh” jawabnya sambil mengangguk kepalanya

Dengan jahilnya rizal memasukan jari yang tadi ia pakai mengobok – obok memek devieta ke dalam mulut devieta yanh masih terengah – engah. Tangan rizal yang diselimuti oleh cairan memek devieta itu dihisap oleh devieta hingga bersih.

Rizal kemudian kembali ke selangkangan devieta, kontolnya yang sudah berdiri tegak kemudian di tempatkan di bibir memek devieta, sembari memegang kontolnya yang tegak di depan bibir memek devieta, ia menggesek – gesekan kepala kontolnya di memek devieta. Saat devieta keenakan dengan rangsangan di memeknnya, rizal kemudian memasukkan pelan-pelan kontolnya.

“aduh.. mmmh aduuuuh ngiluu. tahan sebentar zal” sambil mencoba menahan rizal.

“tahan sebentar aja mbak..” kata rizal

Rizal kemudian pelan-pelan menggesek memek devieta. Dan rizal dengan sekuat tenaga langsung melesakkan kontolnya menembus memek devieta.

Blesssshhh..

“aauwwhhhh mmmmh mmmh” jerit devieta saat memeknya di paksa menelan kontol rizal.

Setelah devieta mulai menikmati kontol besar rizal di dalam memeknya, rizal mulai menggenjot memek devieta dengan perlahan. Rizal meremas kedua payudara devieta secara bergantian agar rasa nikmat pada tubuh kakak sepupunya itu semakin bertambah.

“mmmmmh udaah genjot memek aku yang cepet zal mmmh” desah devieta

Rizal mulai meningkatkan tempo genjotannya “uuuh sempiit banget memekmu mbaak aaah mmmh, enak banget” kata rizal.

“Nih rasain kontol aku mbaak, kamu bakal ketagihan sama kontol aku mbaak” kata rizal sambil terus menaikkan tempo genjotannya.

“Aaaah aah aaaah terus fuck me, enaak aaah aaaah kontol mu zaaall enak bangeeet” celotehnya saat mulai merasakan kenikmatan yang ditimbulkan dari memeknya.

Bosan dengan posisi man ontop, rizal lalu memposisikan devieta menungging di atas ranjang rizal. “kamu nungging dong mbak, aku mau dari belakang” perintah rizal.

Tanpa banyak kata devieta pun langsung menuruti kata rizal. Rizal langsung menghujamkan kontolnya ke memek devieta dari belakang. Memek devieta masih terasa sempit walaupun ia sudah berkali – kali merasakan ngentot

“Aaaah cepetin sodokanmu zaaall aaaah aaah aaah” desah devieta.

“Gila memekmu memang mantap mbaak uuuuh sempitnya bikin aku gak nahan aaaah aaah” kata rizal menikmati setiap gesekan yang ia rasakan.

Rizal semakin meningkatkan tempo genjotannya dan menikmati setiap erangan yang dikeluarkan devieta. Rizal sangat menyukai ekspresi yang nampak dari wajah devieta saat bersetubuh. Bagi rizal melihat ekspresi kakak sepupunya saat digenjot dapat menimbulkan sensasi tersendiri.

“Cepeet genjot yaang keraaas aaaah aaah terus enaaak aaah” desah devieta yang diikuti dengan orgasmenya.
“aku nyampeee lagiii aaah aaah aah” erang devieta

Sepertinya rizal sudah tidak peduli lagi, sekarang yang penting bagaimana caranya agar ia bisa ngecrot di dalem memek devieta. Dan tak lama kemudian saat rizal menggenjot memek devieta dangan cepat ia merasa spermanya akan keluar.

“aku mau keluaar mbaak, rasain nih peju aku aaah aaaahh aahhh”. Dan crooot croott croooott sperma rizal meluncur deras ke dalam memeknya.

“Aaaah kok lu keluar di dalem sih zal? Aaah aaaah kebiasaan deh gak bisa diatur kontolnya” kata dia sambil menikmati sisa – sisa kenikmatan yang dia rasakan.

“Enak kan? Mmmh mmh” tanya rizal sambil mencium bibirnya

Setelah menikmati tubuh devieta, rizal ingin beristirahat sejenak untuk menikmati sisa jepitan memek devieta pada kontolnya yang masih tegak. Dan tangannya pun juga ikut aktif meremasi kedua payudara devieta. Selesai membuat devieta terkapar dengan kontolnya. Rizal keluar dari kamarnya untuk mengambilkan minuman sembari memberikan kesempatan devieta untuk memulihkan tenaganya.

Rizal kembali ke kamarnya dimana ia menggenjot tubuh devieta dan citra dengan membawa minuman untuk keduanya. Terlihat citra yang sudah pulih tenaganya ikut meminum air yang dibawa oleh rizal

“nih minum dulu” kata rizal.

Devieta yang masih tiduran di sofa dengan lelehan sperma rizal di sekitaran memeknya bangun ketika rizal menyodorkan segelas minuman.

“capek banget yah mbak, sampe abis itu segelas” kata rizal

“lumayan, kamu sih kasar banget kalo lagi ngentotnya, jadi ngilu nih memek mbak” kata devieta

“hahahahaha tapi enak kan mbak? ” kata rizal

“untungnya sih enak zal hahahaha” kata devieta

“kalian lanjut aja dulu ya, aku mau pindah kamar aja” kata citra

“kenapa mbak?” kata rizal

“aku mau tidur aja, istirahatin memek ma pantat nih ngilu abis rasanya kena kontol rizal” kata citra sambil berjalan keluar kamar rizal

“hahahaha kasian kamu cit” tawa devieta

“udah siap buat lanjut mbak?” tanya rizal

“mau pake pantat nih?” kata devieta

“iya dong biar adil kayak mbak citra, jadi mbak juga harus disodomi dong” kata rizal

“yaudah ayo entot pantat aku” kata devieta

“hahahaha good bitch. Emang cocok jadi perek kamu mbak hahahahaha” kata rizal

“kamu ngomong gitu lagi ntar aku gak mau lagi ngentot ma kamu loh” kata devieta yang jengkel dia disamakan dengan seorang perek

“hehehehe iya maaf mbaak, emut dulu dong kalo gitu” kata rizal sambil menyodorkan kontolnya ke mulut devieta.

Devieta kemudian berlutut didepan rizal dan kembali melahap kontol rizal. Gadis cantik itu kemudian segera memegang kontol rizal dan memasukkan ke mulutnya untuk dijilat, dihisap dengan lidahnya. Dan kini rizal sudah tidak bisa di bendung lagi nafsunya.

Setelah menikmati kuluman dari mulut devieta. Dirinya kemudian memegang kepala devieta, dan memompa kontolnya di mulut devieta dengan cepat. Devieta hanya bisa diam menerima perlakuan rizal terhadap mulutnya. devieta berusaha membuka mulunya selebar mungkin agar kontol rizal tidak mengenai giginya. Dengan kasar rizal terus melakukan pompaan kontolnya itu ke mulut devieta sampai menyentuh tenggorokan devieta.

“uhuukk uhhuuuk uhuuuk” devieta sempat tersedak saat kontol rizal masuk seluruhnya hingga mengenai tenggorokannya.

Bahkan kini ludah devieta mulai keluar dari sela – sela bibirnya karena menahan brutalnya kontol rizal memompa mulutnya. Puas melakukan sodokan kontol di mulut devieta, rizal yang udah tak tahan lagi ingin mengeluarkan spermanya pun lantas merubah posisi devieta menjadi tengkurap di atas.

Dan pada saat itu rizal akan menikmati pantat devieta. Tak tahan melihatnya rizal mencoba buka perlahan lubang pantatnya. Terlihat sangat sempit dan mustahil kalo kontol rizal bisa menembusnya.

“kecil banget ya lubangnya, kayak belum pernah disodomi ya mbak” kata rizal.

“kan emang cuma kamu yang doyan analin mbak zal” kata devieta

Rizal memposisikan pantat devieta hingga menungging lalu mencoblos lagi memeknya yang masih berlumuran cairan sperma rizal. Sembari kembali menggenjot memek devieta, rizal meremasi bongkahan pantat devieta dan menamparinya. Hingga menimbulkan bekas merah di pantat devieta yang membuat devieta mengerang kesakitan.

“aaauwh.. aaauwh,, aauwwh saakiit bangsat” maki devieta

“uuuuh jepitan memek mbak emang mantep dah” celoteh rizal.

“aaaah aaaah i..i..iyaa enaaak bangeet uuuh uuh aaaauwh” desah devieta saat kontol rizal mulai masuk dan perlahan menggenjotnya.

Memeknya terasa sangat sempit dan licin, rizal pun semakin kelonjotan merasakannya. Semakin lama genjotan rizal semakin cepat. Hentakan genjotan rizal membuat payudara devieta yang bergantung juga ikut bergoyang mengikuti setiap sodokan kontol rizal pada memek devieta. rizal yang melihat itu langsung meremas-remas kuat payudara devieta dan terkadang ia tarik puting mungil devieta.

“aaaah pelaaan zaaal saakiiit aaaah aaaauwh udaah aku gak tahaan masih ngilluuu ampuuun” teriak devieta yang merasakan antara sakit di payudara mulusnya.

Rizal menampar pantat devieta yang seakan terus menggoda rizal. “aaaauwh saaakkiiit zaall aaaah aaah aah mmmmhh udaaah periiih bangeeet” erangnya.

Pantat gadis manis itu kini semakin memerah akibat setiap tamparan dan remasan yang bikin rizal gemas. Jeritan dan erangan yang dikeluarkan membuat semakin bernafsu untuk menggenjotnya. Sementara bagi devieta setiap tusukan dan gesekan pada memeknya membuat dia semakin tak bisa menahan orgasmenya kembali.

“aaaaaaaaaahhhhh akuuu mauu nyampeee lagiii aaah aaaaaaah aaahh” erangnya saat orgasmenya muncul.

Penasaran dengan pantatnya rizal mencoba menusuk pantat devieta dengan jempolnya. devieta yang kaget merasakan pantatnya ditusuk secara tiba-tiba itu mencoba menahan rasa pedih di lubang pantatnya. Tapi apa daya badannya terlalu lemah untuk melawan rasa sakit pada lubang pantatnya. Tenaganya habis sudah setelah orgasme yang ia rasakan.

Walaupun devieta pernah merasakan pantatnya di masuki oleh kontol rizal sebelumnya. Namun bagi devieta sangat jarang mengijinkan tiap lelaki yang menikmati tubuhnya untuk menggenjot pantatnya. Itu sebabnya lubang pantat devieta masih terlihat sempit walaupun sudah pernah dijebol dengan kontol.

“aaauwh sakiiit aaah aaaah” erangnya

Setelah ia rasa lobang pantat devieta sudah mulai terbuka tanpa buang waktu rizal masukan kontolnya ke pantat kakak sepupunya yang cantik itu.

“aaaaih susaah bangeet pantatmu mbaak mmmh sempit bangeet aaaahh gak kayak kemaren mmmmh” erang rizal.

Kepala kontol rizal mulai membelah pantat devieta yang sangat sempit. Butuh kesabaran dan usaha ekstra buat rizal menjebol pantat devieta.

“aaaaauwh sakiiit cabbutt mmmh ampunn aaah” pinta devieta.

“nikmatin dulu aja mbaak ntar juga enak kok” kata rizal

Devieta yang sebelumnya dengan posisi merangkak kini terjatuh lemah tak bertenaga hingga hanya pantatnya yang terangkat. Saat itu rizal melihat air matanya turun dengan deras. Bahkan rambut hitamnya basah terkena keringatnya.

Perlahan kontol rizal masuk lebih dalam ke pantat devieta. Walaupun kontol rizal sudah terlapisi oleh cairan memek devieta dan cairan orgasmenya itu masih tidak dapat memperlicin proses penetrasi kontol rizal. Saat kontol rizal sudah masuk setengahnya dan dengan tiba-tiba bleessss..

“aaaaaaaaah saakiiit aaaaaaah udah ampun mmmh aaaauwh pantat aku ngilu cabuut mmmh aaaaaaah ampun pake memek aja mmmh sakiiit” maki devieta saat kontol rizal dihentakan dengan keras dan masuk sepenuhnya ke dalam pantat devieta.

Beberapa saat rizal mendiamkan kontolnya di pantat devieta untuk menikmati jepitan pantat devieta. Tak lama rizal mulai genjot kontolnya dengan perlahan dan berangsur-angsur semakin cepat.

“gilaaa pantat mbak enak banget. Pantat terbaik yang pernah aku entot” ejek rizal

Rizal lalu meningkatkan tempo genjotannya. Dan beberapa detik kemudian devieta mulai hilang kesadarannya akibat tidak tahan menahan rasa sakit pada pantatnya karena genjotan rizal yang semakin kasar. Entah mengapa devieta saat ini merasa sangat kesakitan saat disodomi oleh rizal.

Padahal dirinya juga sering dianal oleh rizal tapi tidak sampai sesakit itu. Rizal yang sudah tak peduli keadaan devieta terus menggenjot pantatnya untuk mencapai puncaknya. Dan croooot crrrooot croot tak lama setelah devieta pingsan dan sperma rizal meluncur deras ke dalam pantatnya. rizal pun lelah dan ambruk menindih punggung kakak sepupunya sendiri.

[table id=Ads4D /]


Della

#KEESOKAN HARINYA

Dari belakang seorang pemuda tampan dan gagah berjalan mengendap. Ia melingkarkan kedua tangannya di pinggang ramping seorang wanita berusia 23 tahun. Gadis cantik nan manis dengan jilbab yang membalut kepalanya itu tersenyum menyambut pelukan hangat dari seseorang yang amat ia sayangi. Ia memutar tubuhnya hingga mereka saling berhadapan.

Kedua mata mereka saling menatap, menimbulkan getaran-getaran syahwat yang semakin membakar birahi mereka berdua. rizal mendekatkan wajahnya, bibir tebalnya menyentuh lembut bibir della yang kemerah-merahan dan lembut.

Della memejamkan matanya, menikmati lumatan lembut dari seorang pria yang sudah menjadi pasangannya yang tengah mengulum bibirnya. Ia membuka sedikit bibirnya, membiarkan lidah rizal masuk kedalam mulutnya, menjamah bagian dalam mulutnya, membelit lidahnya dengan mesra seperti sepasang ular yang tengah memadu kasih.

Kedua tangan rizal kini bergerak kebawah membelai setiap jengkal tubuh della, ia menyentuh dan membelai bongkahan pantat della yang terasa kenyal dan padat.

“Eehmmpss…. Hmmmpss…” suara lenguhan della saat tangan rizal meremas dengan lembut bongkahan pantatnya

Ciuman mereka berdua semakin panas ketika jemari della menyentuh kontol rizal yang ternyata sudah ereksi maksimal di dalam celana rizal. Wanita berparas cantik itu melepas ciuman mereka, dan perlahan mulai bergerak turun kebawah, berlutut di hadapan rizal. Jemari lembutnya kembali membelai tonjolan yang ada di celana rizal.

“aku buka ya sayang” Pinta della.

Rizal menganggukan kepalanya sebagai tanda bahwa rizal mengijinkan della bermain dengan kontolnya, sembari membelai kepala della yang terbungkus jilbab segi empat berwarna biru muda yang deibalas dengan senyuman manis di bibir della.

Dengan perlahan jemari lentik itu membuka pengait celana rizal. Lalu perlahan ia menarik turun celana rizal bersama celana dalamnya. Sedetik kemudian, batang kontol rizal yang berukuran 22Cm melompat keluar dari dalam sarangnya, terpampang di hadapannya dengan gagahnya.

“Eessstt…” desah rizal mendesis nikmat ketika merasakan jemari halus della menggenggam batang kontolnya. Della menatap rizal sembari tersenyum menggoda.

“Enak sayang? Kamu suka?” Tanya della, sembari menggerakan tangannya maju mundur, mengocok kontol rizal yang masih kering

“Enak banget sayaaang! Aaahkk… Hisap kontolku sayaang.” Pinta rizal,

Rizal kembali membelai kepala Kekasihnya yang berhadapan tepat dengan kontolnya. Saat wajahnya semakin dekat dengan kontol rizal. Della dapat mencium aroma khas yang menyengat dari batang kontol rizal yang membuatnya semakin terbakar birahi.

Perlahan della mencoba menyapu permukaan kepala kontol rizal dengan ujung lidahnya, lalu lanjut turun menelusuri batangnya yang panjang. Sementara jemarinya juga ikut membelai lembut buah zakar rizal. Membuat rizal kelonjotan merasakan rangsangan yang diberikan oleh della.

Tidak ada satu incipun dari kontol rizal yang terlewat dari sapuan lidah lembut della. Setelah batang kemaluan rizal basah oleh air liurnya, Della mencoba melahap kontol rizal ke dalam mulutnya. Wanita berhijab biru itu mengoral penis rizal dengan mulutnya.

“Oughkk… Astagaaa! Ini Enaaak bangeeet sayaaaang” Keluh rizal.

Sluuuppsss… Sluuuppsss… Sluuuppsss…

Della berusaha memasukkan kontol rizal ke mulutnya semampunya saja. Karena bagi della ini pertama kalinya ia merasakan alat kelamin pria masuk ke dalam mulutnya. Della mencoba mengombinasikan kulumannya dengan kocokan telapak tangannya di batang kemaluan rizal. Membuat rizal semakin mengerang nikmat.

Permainan mulut, lidah dan telapak tangan della membuat kontol rizal rasanya ingin meledak. Aliran darahnya semakin memanas merasakan hisapan lembut dari mulut della yang berkumpul di satu titik dan siap untuk di tumpahkan kapan saja. Tetapi sebelum itu terjadi, rizal segera meminta della berhenti mengoral kontolnya.

Ia meminta della kembali berdiri. Lalu bibirnya mencium dan melumat bibir della lagi yang telah memberikan servis yang luar biasa untuk kintolnya. Sembari berciuman, tangan rizal bergerak menarik turun resleting gamis della yang berada di punggungnya.

Kemudian dari pundaknya, rizal menarik turun gamis della dengan perlahan. Tampak pundak della yang selama inj tertutup kini terlihat berwarna putih mulus terpampang di hadapannya. Cup… Sempat rizal mengecup mesrah pundak della, sembari terus menarik turun gamis della hingga jatuh kelantai.

Di hadapannya saat ini seorang wanita dewasa berdiri di depannya hanya mengenakan bra berwarna hitam, celana dalam jenis g-string yang menutupi vaginanya, dan kaos kaki sepanjang betis berwarna putih bersih. Kedua jari tangan rizal menyusup masuk ke tali bra della. Lalu ia menurunkannya dengan perlahan.

Tidak sampai disitu saja, rizal juga melipat kebawah cup branya, hingga meninggalkan sepasang gunung kembar yang terlihat sangat indah, dengan kedua puting mungil yang kemerah-merahan. Rizal menelan air liurnya, tak tahan dengan keindahan yang ada di hadapannya saat ini.

“Hisap tetekku dong sayang !” Pinta della.

Rizal menangkup payudara della. “Cuman di hisap saja nih?” Goda rizal, dia meremas lembut gumpalan daging gemuk yang berada di telapak tangannya.

“Oughkk… Enak! Lakukan sesuka kamu sayang . Tetekku sekarang milik kamu sayang.” Ujar della dengan suara mendesah, membuat rizal semakin bersemangat mengerjai sepasang payudara della yang sempurna itu.

Rizal lalu memposisikan tubuh kekasihnya untuk duduk diatas meja rias. Lalu rizal membungkukkan tubuhnya sembari mendekatkan wajahnya di hadapan payudara della. Mulutnya terbuka lebar dan melahap payudara della. Sementara tangannya yang menganggur meremas payudara della.

“Oughkk…!” Desah della merasakan rangsangan pada payudaranya

Kedua tangan della mencengkram erat pinggiran meja hias miliknya dengan wajah cantiknya yang mendongak keatas, merasakan setiap sentuhan di payudaranya yang merangsang tubuh indahnya. Secara bergantian rizal menyentuh payudara della dengan bibir, lidah, dan tangannya. Ia juga meninggalkan bekas merah di sana.

“Aahkkk… Sayaaang! Aduh… Aku gak tahan sayang!” Erang della.

Rizal menggigit kecil puting imut della, sembari membelai paha mulus Kekasihnya yang selama ini selalu tersembunyi di balik gamisnya. Jemari rizal terus naik, menuju gundukan tebal yang berada diantara kedua paha mulus della. Jari telunjuknya menyentuh lembut lembah terlarang tersebut, lalu bergerak mengikuti garis vagina della.

“Aduh sayang ! Enaaak aaah mmmh” Pinggul della tersentak-sentak.

Telapak tangan kanannya meremas lengan kanan rizal yang jarinya tengah membelai, menjamah vaginanya, dan membuat memeknya semakin basah karena lendir cintanya yang terus keluar

“Apanya yang enak sayang?” Goda rizal.

Della menggigit bibir bawahnya, membuatnya terlihat sensual membakar birahi rizal. “Itu punyaku sayang, enak!” Desah della, wajahnya bersemu merah karena malu.

“Iya apa? Aku gak ngerti sayang.” goda rizal sembari memilin puting payudara della dan tangan satunya bermain dengan klitoris della

“Vaginaku sayang?”

“Eh… Ini namanya memek sayang!” Bisik rizal,

Ia menarik celana dalam della keatas, sehingga permukaan kain G-string della menggesek-gesek bibir memeknya. Della mendekap mulutnya sendiri saat merasakan sesuatu yang ingin keluar dari memeknya. ia merasakan cairan cintanya keluar semakin banyak.

“Aduh… Aahkkk… Enak! Eehmm…” Desah della, ia menggeleng-gelengkan kepalanya, berusaha melawan rasa nikmat yang di berikan rizal kepada dirinya.

“akuu mau pipis sayang .” Melas della, ia semakin menggelinjang tidak beraturan, ketika orgasme itu hampir tiba.

Rizal tersenyum tipis mendengar racauan della. Ia ingin sedikit mengerjai Kekasihnya sehingga ia menghentikan aksinya sejenak. Della yang hampir saja klimaks mencoba menarik tangan rizal agar kembali menarik-narik celana dalamnya. Tetapi rizal menolaknya, ia malah meminta della untuk kembali turun dari atas meja hiasnya.

Della hanya pasrah menuruti kemauan rizal, walaupun ia merasa kecewa. Mereka kembali berciuman selama beberapa detik. Kemudian rizal meminta della untuk menghadap kearah cermin meja riasnya. rizal menarik pantat della agar sedikit menungging.

“Kamu mau apa sayang ?” Tanya della. Rizal memposisikan kedua siku della bertumpu diatas meja rias.

Anak remaja berusia belasan tahun itu tidak menggubrisnya. Ia membelai punggung telanjang della. Lalu melepas pengait bra della dengan perlahan dan melempar bra berwarna hitam itu ke sembarang tempat. Belaian telapak tangan rizal turun menuju pinggang ramping della membuat wanita yang sampai detik ini masih menjaga kesuciannya itu menggelinjang geli.

Rizal lalu berlutut di belakang tubuh della. Sementara telapak tangannya membelai bongkahan pantat della yang besar tapi sangat kencang. Jari telunjuknya menyusup dan mengait tali G-string yang menyelip di dalam belahan pantatnya. Dengan satu tarikan, tali G-string tersebut membetot bibir kemaluan della yang telah berlendir.

“Auwww mmmhh mmmh!” Pekik della manja.

Mata mereka berusaha kembali bertemu, dan sedetik kemudian mereka berdua sama-sama tersenyum. Kedua tangan rizal meraih pinggiran G-string yang di kenakan della. Lalu dengan perlahan ia menarik turun kedua sisi celana dalam della, hingga melewati betisnya yang masih terbungkus kaos kaki berwarna putih. Dan lagi rizal membuang salah satu penutup tubuh della yang paling intim

“sayang !” Lirih della malu

Wanita cantik itu menatap sayu kearah rizal yang berlutut di belakangnya. ketika tangan rizal membuka pipi pantatnya. Hingga anus dan lobang vaginanya terlihat jelas oleh rizal. Sebagai wanita yang amat menjaga privasi nya itu, tentu apa yang di lakukan rizal sangat memalukan baginya. Tetapi di sisi lain, ia tertantang untuk melanjutkan kegiatannya melayani rizal.

Rizal mulai mencium bongkahan bongkahan pantat della yang padat berisi itu. Lidahnya menjilati setiap inci pantatnya, terus turun menuju lubang sempit yang terlihat seperti kuncup bunga mawar yang belum mekar. della tersentak kaget saat merasakan lidah rizal menyapu lobang anusnya.

Dia menatap kekeasihnya tak percaya sembari menggelengkan kepalanya merasakan benda tak bertulang yang hangat dan basah bermain disekitar lubang anusnya. Tetapi ia juga tidak bisa menghentikan aksi rizal, karena sejujurnya ia menikmati sensasinya

“Ahkk… sayang ! Kamuuu… Aduh!” Pantat della terdorong ke depan ketika ujung lidah rizal menusuk anusnya.

Rasa asin di ujung lidah rizal, mengantarkan getaran nikmat ke sekujur tubuhnya. Membuat rizal semakin betah berlama-lama menjilati anus della. Sementara jemari rizal yang lainnya, membelai bibir kemaluan della. Ia menggosok-gosok clitoris della yang semakin membengkak.

Della membenamkan wajahnya di atas meja. Wajah cantiknya meringis menahan rasa nikmat yang luar biasa. Bahkan jauh lebih nikmat dari sebelumnya. Kombinasi lidah rizal yang bermain di anus dan jarinya yang menggosok clitoris della. Membuat wanita muda itu dengan cepat kembali di kuasai birahi.

Tubuh della menegang, dan keringat dingin mengucur deras, membasahi tubuh mulusnya. Ketika orgasme yang tadi tidak kunjung datang, kini sudah tidak bisa dihentikan lagi. Tubuhnya bergetar hebat, matanya terbelalak lebar dengan wajah bersemu merah seperti kepiting rebus.

“Sayaaaaaaaaaaaaanggg….. Banguuuuuuunnn….”

Ngiiiiiiiiing…..
Tubuh della tersentak kaget, dan telinganya terdengar suara dengungan yang membuatnya harus mengusap-usap telinga bagian kanannya untuk menghilangkan efek dengungannya. Della menoleh ke samping dimana teriakan itu berasal, ia melihat seorang rizal duduk di kursi kemudi tengah tertawa keras menghadapnya.

Rizal tertawa sambil merekamnya dengan hapenya merekam ekspresi wajah della yang baru saja bangun dari tidurnya dengan senyuman iblis tanpa dosa, setelah mengacaukan mimpi della. Della nampak mengeram kesal karena membangunkannya hingga membuat dirinya kaget..

Rizal mengangkat alisnya. “Masih mau tidur?” Ledek rizal. Della mendesah pelan.

“Nyebelin iiiiihhh,, aku masih ngantuk sayang,,, kamu sih jemput aku kepagian,, nyebelin banget sih” Sungut della

“Bodo.” Rizal tertawa tipis.

“salah kamu sih sayang, kan aku lagi nyetir malah ditinggal tidur,, masa dari rumah sampai udah mau nyampe tempat penelitianmu tidur terus,, abis itu di bangunin baik-baik gak bangun. Ya udah aku pake cara terakhir buat membangunkan kebo kayak kamu.” Ujar rizal senang, karena berhasil mengerjai kekasihnya.

“Sakit ni.” Rengek della.

“Sakit ya? Kaciaaan… Cini-cini biar Kakak tiup.” Ujar rizal dengan nada suara yang di buat menirukan anak kecil. Jemari halusnya menyentuh daun telinga della yang tertutup jilbab, sembari meniup kuping della

Della dan rizal sampai ke kantor ayah rizal yang akan menjadi tempat penelitian terakhirnya untuk sebagai pembanding dari hasil penelitian sebelumnya. Rizal dan della langsung disambut oleh ayah rizal yang masih berada di lobby.

“ini yang namanya della ya kak?” kata ayah rizal

“iya pa, cuman mau minta data aja sih pa buat perbandingan data sama hasil penelitiannya sih pa” kata rizal

“boleh aja kak, tapi papa boleh liat hardcopy skripsinya della gak?” kata ayah rizal

“oh boleh om, kebetulan saya udah siapin satu buat arsip disini” kata della

“wah ternyata kamu udah tau kearsipan kantor disini ya” kata ayah rizal

“iya om, soalnya ayah juga sama kerjanya kayak om, jadi sedikit banyak saya tau tentang dunia perkantoran om” kata della

“oh ya? Apa nama kantor ayahmu?” tanya ayah rizal

Sambil melihat isi dari skripsi milik della, ayah rizal mendengarkan cerita dari della tentang ayahnya dan kantor ayahnya. Della pun tidak canggung berbicara dengan ayah rizal. Della bahkan menganggap ayah rizal seperti ayahnya sendiri.

“wah, bisa nih kalo kamu abis lulus kuliah dan mau kerja di tempat saya” kata ayah rizal

“haha iya om terimakasih, tapi saya gak mau dianggap nepotisme oleh karyawan yang lain” kata della

“tentu tidak kalau itu nak della,, karena semua karyawan yang mau melamar disini pasti melewati tahapan yang sama” kata ayah rizal

“owh, begitu ya om?” kata della

“ya, saya berani mengajak nak della bergabung dengan kami karena saya melihat dari skripsi dan prestasi nak della selama di kampus” kata ayah rizal

“wah ternyata dunia kerja sampe sedetail itu ya om” kata della

“kalo della kerja disini juga, kamu mau gantikan papa?” tanya ayahnya ke rizal

“lebih baik biar della saja disini, rizal gak mau jadi orang kantoran pah” kata rizal

“kalau bukan kamu, siapa yang akan papa warisi ini?” tanya ayah rizal

“kan ada ratih, ada mas vino, lagian kalo ada della papa bisa kasih ke della kan?” kata rizal

“terserah kau saja kalau begitu, tapi ingat jangan lakukan tidakan yang bisa merugikan dirimu sebagai pemilik warung itu.” kata ayah rizal

“rizal tau resikonya kok pah” kata rizal

Cukup lama della, rizal, dan ayah rizal berbincang didalam ruangan ayah rizal. Sampai akhirnya rizal mengantarkan della kembali ke rumahnya. Rizal lalu berjalan masuk ke dalam rumah della. Seperti biasa rizal lalu tiduran di gazebo kecil yang ada di samping rumah della.

Sementara della masuk ke dalam kamarnya untuk berganti baju. Selang beberapa menit kemudian della datang menghampiri rizal dengan membawa dua gelas es jeruk yang ia buat sendiri.

“sayang aku tadi waktu berangkat kan tidur di mobil tu, aku sempet mimpi lho,, tapi mimpinya kok gitu ya,, agak jorok gitu mimpinya” kata della

“hahaha mimpi apa emang?” tanya rizal

“gak tau, kayak mimpi lagi gituan gitu lho sayang” kata della

“gitu gimana? Kamu kok gak jelas sih ngomongnya sayang” kata rizal

“iiiihhh ya itu, kayak lagi bersetubuh gitu” kata della

“hah! Kamu mimpi basah? Hahahahahahha kok bisa?” kata rizal yang terkejut dan tertawa mendengar kata della

“gak tau nih semenjak kamu cerita tentang kasusnya septi itu lho sayang kok aku jadi mikirin itu terus ya?” kata della

“hahahahaha kok bisa sampe kebawa mimpi tu lho,, emang apa yang kamu pikirin?” kata rizal

“ya itu, mereka kok bisa sih gituan,, udah gitu sama cewek lagi yaampun” kata della

“coba aja kamu tanya sendiri ke septynya sayang, siapa tau kamu jadi diajarin sama dia” kata rizal

“iiiiih ogah, ada lawan jenis yang dianjurkan sama agama kenapa harus sesama jenis” kata della

“Berarti kalo aku yang ajarin kamu boleh dong” kata rizal

“OGAAAAH aku tampar ntar kamu!!! gak usah aneh-aneh kamu deh” kata della sangat kesal

Rizal hanya tertawa puas melihat della kesal namun masih menampakkan wajah imutnya. Della akhirnya ikut tiduran di samping rizal di dalam gazebo itu. Mereka pun asiik larut dengan hapenya masing – masing.

“oh iya sayang, emang rasanya orgasme kayak gitu ya?” kata della yang masih penasaran

“hah maksudnya?” tanya rizal

“jadi tadi tuh di mimpi aku rasanya kayak lagi pipis gitu, tapi rasanya kayak beda gitu,, gak kayak pipis biasa” kata della

“hmmm terus?” tanya rizal yang terlihat sangat antusias

“terus taunya tadi pas ganti baju ternyata celana dalamku basah sampe tembus ke celana juga lho” kata della

“wah, jok mobilku kamu pipisin berarti,, yaaaahhh ntar nyuci mobil deh” kata rizal yang mengalihkan pembicaraan mereka

“iiih saaayyyaaaaang maaf, aku kan gak tau kalo aku pipis, tapi emang itu pipis ya?” kata della

“ya gak tau, aku kan gak ikut ngerasain” kata rizal

“iiih mesti ngeselin anak ini” kata della

Halaman Utama : Kubuka Sebuah Kost an

BERSAMBUNG – Kubuka Sebuah Kostan Part 15 | Kubuka Sebuah Kostan Part 15 – BERSAMBUNG

Sebelumnya ( Part 14 ) | ( Part 16 ) Selanjutnya