. Kubuka Sebuah Kostan Part 14 | Kisah Malam

Kubuka Sebuah Kostan Part 14

0
409

Episode 14 – Kubuka Sebuah Kost an


Citra

Devieta

Della

Waktu pun terus berjalan hingga matahari berada dititik paling atas memancarkan sinarnya, rizal masih sibuk bertelpon ria dengan della yang sedang berada di rumah. Rizal menceritakan kejadian yang baru saja menimpa septy itu dengan sangat detail. Dan pada akhirnya della dengan hati wanitanya menyarankan rizal untuk membantu melepaskan septy dari jerat pria bejat itu.

“serius amat om kalo pacaran, sampe gak tau kalo ada orang dateng ngasih salam” kata devieta yang baru pulang dari kampusnya

“tau nih” kata citra

“eh,, mbak udah dateng? Kok cepet amat ke kampusnya mbak?” tanya rizal disela telponnya dengan della

“gini nih cit kalo udah jadian serasa dunia milik mereka berdua,, sampe kita aja gak dianggap lho cit” kata devieta

“yang lain ngekos ya de?” timpal citra

“iya bener banget tuh hahahahahaha” kata devieta

“tu kan pada rese kalo ada orang seneng, dulu jomblo dihina, sekarang udah gak jomblo malah di bully,, nasib!” kata rizal

“hahahahaha” tawa mereka berdua

“hahahahhahahhaahaha” tawa della di seberang telpon

“kamu kenapa ikut ketawa juga sayang”

“gimana gak ketawa denger omonganmu lucu tau”

“awas kamu ntar malem aku gak jadi kesana lho”

“ya gapapa ntar malem aku tidur aja kalo kamu gak kesini”

“ngeselin kan”

Devieta dan citra pun berlalu meninggalkan kamar rizal menuju kamarnya sendiri. Melihat mereka berdua keluar dari kamarnya rizal berteriak ke devieta yang sudah di depan pintu kamarnya.

“eh mbak, ntar pintu kamarnya jangan dikunci,, ada yang mau aku omongin” teriak rizal

“ngomong apa? Mau minta memekku?” kata devieta dengan sedikit kencang

“hahahaha kalo di kasi boleh dah, sekalian sama mbak citra kalo boleh” timpal rizal

“yeee maunyaaaa” kata devieta

“ih dasar cowo, isinya selangkangan mulu kamu zal” kata citra

“biarin yang penting enaak hahahaha” kata rizal

“eh mbak ini serius beneran aku mau cerita sesuatu” lanjut rizal

“iya mbak tunggu di kamar aja ntar, kalo kamu udah panas tu kuping telponan terus” kata devieta

Rizal sadar ia masih telpon dengan della. Baru ia sadari della pasti mendengar saat devieta bilang memek tadi. Rizal pun bersandiwara seakan ia tidak mengetahui apapun.

“itu devieta ngomong apa yank?” kata della

“ngomong apa sayang?” tanya rizal pura – pura tidak tahu

Benar saja yang diduga oleh rizal, della mendengar devieta mengucapkan kata memek dengan sangat keras yang sudah pasti didengar oleh della

“gak salah denger kan aku?” kata della seakan meyakinkan dugaannya

“emang kamu dengernya apa?” tanya rizal

“gak tau tadi aku kayak denger devieta bilang memek gitu, maksudnya apa?” kata della

Dan benar saja, della mendengar devieta mengucapkan kata memek. Kini rizal berusaha untuk membelokkan dugaan della agar tidak menjadi perang dunia dalam rumah tangga.

“bukan memek sayang hahahahaha tapi clemek,, kok bisa memek itu lho,, iiih ternyata kamu mikirnya jorok ternyata” kata rizal

“aku dengernya gitu kok, emang clemek buat apa?” kata della

“gak tau,, paling mereka mau masak ntar” kata rizal

“terus ngapain nanya clemek ke kamu yank?” kata della

“ya kan biasanya aku yang masak yank, terus ini mungkin mereka mau masak jadi nanya clemeknya aku taruh mana, gitu yank” kata rizal dengan alasannya

“emang kamu bisa masak kah?” kata della

“ya pasti,, enggak lah sayang,, kalo aku bisa masak ngapain aku bayar orang buat jadi koki di warung,, mending aku sendiri aja yang masak” kata rizal

“hahahahahaha dasar kocak kamu zal” kata della

“yaudah aku bantuin mbak devieta sama mbak citra dulu” kata rizal

“iya deh, yang akur ya kalian bertiga” kata della

“iya sayang, bye” kata rizal

“bye sayang,, love you” kata della

“love you too” kata della

“kita bertiga akur kok sayang,, paling yang berantem ntar kontolku sama memek mbak devieta dan mbak citra ntar hehehe” batin rizal saat menutup telpon dari della

Setelah berkencan dengan kekasihnya lewat telpon, rizal kemudian menyusul devieta dan citra masuk ke dalam kamar devieta. Di dalam kamar devieta, rizal menceritakan semua kejadian yang terjadi di kamar septy serta apa yang menimpa septy selama beberapa tahun terakhir.

[table id=Ads4D /]


Nissa

Siska

Disebuah basement parkir di salah satu kampus terbesar di pusat kota. Seorang lelaki paruh baya mengikuti seorang pemuda yang sedang berjalan sendiri menuju tempat mobilnya terparkir. Sebelum pemuda itu masuk ke dalam mobilnya, pria paruh baya itu menepuk pundaknya.

“kamu doni ya?” kata seorang lelaki tua

“iya pak, ada apa ya?” kata doni

“sini ikut bapak sebentar” kata lelaki tua itu

“kemana pak?” kata doni

“udah ikut dulu nanti bapak ceritain” kata lelaki tua itu

Perlahan doni sadar pria paruh baya itu mirip seperti seorang ob yang berada di kampus kekasihnya, nissa. Doni pun mengikuti bapak tua itu yang biasa ia kenal sebagai ob di lingkungan fakultasnya. Doni bingung apa yang akan dikatakan ob tua itu hingga membawanya ke sebuah ruangan kuliah yang terletak di lantai paling atas dan sangat jarang sekali dipakai. Doni melihat ada tiga ob lain yang berada disana.

“begini doni, ada beberapa pertanyaan yang ingin saya tanyakan ke kamu” kata ob itu

“apa itu pak?” kata doni

Tiba-tiba tiga ob lain berjalan menuju belakang doni seakan ia menjaga doni agar tidak melakukan sesuatu yang tidak mereka inginkan. Ob paruh baya yang membawa doni itu dikenal dengan nama lukki di lingkungan kampus. Lukki mengeluarkan secarik foto yang berisi seorang gadis yang sangat ia kenal.

“apa benar kamu pacar dari gadis ini?” tanya lukki

Doni melihat foto zahra yang sedang mengenakan jas almamater kampusnya. Doni terkejut saat melihat ob itu mengeluarkan foto zahra dari sakunya

“maksud bapak apa ya?” kata doni yang sangat terkejut

“hak kamu disini cuma jawab pertanyaan saya, saya tanya kamu sekali lagi,, apa benar gadis di foto ini pacar kamu?” kata lukki sangat tegas

“bukan pak” kata doni

“jangan bohong, jawab saja dengan jujur” kata doni sambil mengangkat kerah baju doni

“iya dia bukan pacar saya,, dulu memang pacar saya” kata doni

“hooooo kalian sudah berpisah ternyata, bagus saya jadi gak perlu capek menghajarmu” kata salah satu ob yang berada di belakang doni

“hahahahaha selama kamu menjadi pacar gadis ini, apa saja yang sudah kalian lakukan?” tanya lukki

“ya layaknya orang pacaran lainnya pak, mau ngapain lagi emang?” kata doni yang sudah sangat kesal

BUUUUGGHH

“kalo bicara sama bos kita yang sopan” kata salah satu ob

“sst ssst sst jangan pakai kekerasan sama dia” kata lukki

Doni tersungkur merasakan pukulan salah satu ob itu mendarat di perutnya. Lukki kembali mengangkat kerah baju doni dan kembali mengajukan berbagai pertanyaan. Hingga doni pun terpaksa berdiri sambil menahan rasa sakit diperutnya

“apa kalian pernah berhubungan badan atau aktivitas seks lainnya” tanya lukki

Doni terkejut mendengar pertanyaan ob tua itu dan hanya bisa diam tidak tau lagi apa yang harus ia jawab. Rasa sakit akibat pukulan keras pada perutnya pun mengalihkan fokusnya.

“kalo ditanya itu jawab bro” kata salah satu ob yang menjambak rambut doni

“aaaaaaaaarrrrggghhh” erang doni menahan sakit

“hey jangan kasar begitu, coba kamu jawab” kata lukki

“bukan urusan kamu” jawab doni

BUUUUGHH

Satu pukulan yang amat sangat keras melayang ke arah pipi doni. Dan dalam sekejap dari dalam mulut doni mengalir darah segar yang keluar. Doni kembali tersungkur ke lantai ruang kuliah sambil memegangi pipinya

“gak pernah diajari sopan santun sama orang tua ya kau” kata salah satu ob sambil menginjak kepala doni di lantai

Lukki berjalan mendekati doni yang diinjak oleh salah satu ob itu. Ia menariknya hingga menjauhi doni yang masih tersungkur. Lukki kembali mengangkat kerah baju doni hingga doni kembali berdiri

“kamu jawab dengan jujur ke saya, apa kalian sudah berhubungan badan” kata lukki dengan nadanya yang menakutkan

Cukup lama lukki menunggu jawaban yang keluar dari mulut doni yang membuat kesabaran lukki sudah hampir habis. Dan pada akhirnya doni menjawabnya dengan gelengan kepala

“berarti dia masih perawan?” tanya lukki

“entahlah, saya tidak pernah tau tentang itu” jawab doni

“hahahahhaha asal kamu tau kita bertiga akan menjadikan gadis ini menjadi primadona di kota ini, bayangkan kalau gadis ini melayani pengusaha besar di negara ini pasti akan menjadi angel terfavorit disana” kata lukki sambil melepaskan cengkramannya pada kerah doni

Doni sangat terkejut dengan perkataan lukki yang akan membuat zahra menjadi pemuas nafsu seks para pengusaha hidung belang dikota ini. Walaupun ia tau kemana arah omongan lukki namun doni masih berusaha untuk meyakinkan apa yang ia dengar

“maksud anda apa?” tanya doni

“kau harus tau, kami masuk di area kampus ini hanya ingin mencari bibit yang bisa kami jual untuk menguras sperma sekaligus uang para pengusaha disana, termasuk gadis ini, kami akan membuat gadis ini menjadi pemuas nafsu pengusaha besar di ibukota sana,, bayangkan berapa uang yang akan kita dapat jika gadis ini jadi jualan kami” kata lukki sambil memandangi foto zahra

“jangan harap anda bisa melakukan itu ke dia bajingan” kata doni

Doni yang sudah sangat kesal melihat wanita yang pernah ia cintai dengan tulus akan menjadi target prostitusi lukki. Doni pun berjalan maju berniat ingin memukul lukki. Tapi apa daya tiga ob yang lain dengan cepat menghadang doni.

“hahahaha ya tentu bukan saya yang akan melakukan itu anak muda” kata lukki

“hah maksudnya?” kata doni,

Doni sangat bingung dengan apa kemauan lukki itu. Satu yang ia paham bahwa ia berusaha mengambil zahra untuk dijadikan pemuas nafsu

“hahahahaha bukan saya,, tapi kau yang akan membawa gadis ini ke hadapan saya” kata lukki sambil menunjuk ke dirinya

“bajingaaaan, tidaak sudi saya akan membawa dia ke anda, jangan harap saya akan melakukan itu” kata doni

Jelas doni tidak akan pernah mau membawa zahra masuk ke lubang hitam dunia lendir. Selama ia berpacaran dengan zahra walau terkadang juga ia bernafsu namun rasa sayangnya yang tulus bisa meredam hawa nafsunya.

“hahahha kau tidak punya alasan untuk menolak, karena kami punya ini yang akan menjadi alasanmu membawa gadis itu kemari” kata lukki sambil memerintahkan salah satu ob dan menunjuk pintu yang berada di bagian belakang ruang kuliah itu

Doni hanya terdiam berusaha mencerna apa maksud dari perkataan ob itu. Dan kemudian doni mendengar ob itu memanggil seseorang yang ada di balik pintu itu

“siska, bawa gadis itu kesini” kata ob itu yang samar terdengar

Tiba-tiba doni melihat dua orang wanita yang muncul dari dalam sebuah ruangan yang berada di belakang. itu. Betapa kagetnya doni saat melihat dua orang wanita keluar dari balik pintu itu. Satu wanita yang sangat ia kenal yang ia lihat adalah nissa yang dalam keadaan telanjang bulat serta bekas sperma yang masih belum mengering di sekujur tubuhnya. Dan bekas cupangan di bagian dada, leher, serta pahanya.

Disebelahnya ada wanita berjilbab ketat masih berpakaian lengkap yang dengan erat memegangi tubuh telanjang nissa. Tangan nissa terikat kebelakang dan mulut tertutup lakban. Nissa menangis histeris saat melihat doni dengan noda darah dimulutnya dan berharap doni bisa membebaskan dirinya.

“orang tua keparat,, bajingaaan,, lepaskan dia,, nisssaaaa” kata doni

Doni yang melihat nissa dalam keadaan yang menyedihkan kembali berusaha menyerang lukki yang hanya tersenyum melihat drama yang ada di depan matanya. Usaha doni menyerang lukki hanya sia-sia belaka karena dua orang ob dengan kuat memegangi tubuh doni.

“hahahahaha jadi bagaimana anak muda? Apa kau masih menolak perintah saya” kata lukki

Siska membawa nissa kedepan lukki itu dan memposisikan tubuh nissa menunduk membelakangi lukki. Kini memek nissa yang sudah sangat basah dengan sperma itu tepat di depan kontol ob tua itu. Nissa yang sudah sangat kehabisan tenaga setelah deperkosa secara brutal oleh para ob dan lukki itu hanya bisa pasrah.

Siska kemudian membuka kancing celana lukki dan menurunkan resletingnya lalu mengeluarkan kontol lukki yang belum tegang itu ke mulutnya sampai pada akhirnya kontol lukki sudah tegak sempurna dan siska pun memasukkan kontol itu ke memek nissa yang menungging didepannya. Doni melihat di depan matanya sendiri nissa disetubuhi oleh lukki

Siska kemudian berjalan mendekati doni yang masih dipegang erat oleh kedua ob itu. Dengan gaya sensual dan menggoda siska mulai membisikkan kata di telinga doni.

“ganteng,, pria yang kau lihat sebagai ob itu sebenarnya adalah bos kami, tiga ob ini adalah anak buahnya, dan saya pemuasnya” kata siska

“dia adalah penjual wanita muda yang sedang menyamar sebagai ob di kampusmu, dan sekarang kamu harus bantu dia untuk mendapatkan gadis yang bernama zahra itu,, atau kamu mau pacar kamu yang sedang disetubuhi itu jadi pemuas seks seperti aku” kata siska sambil meraba kontol doni

“atau mungkin kamu mau pacar kamu pulang tinggal payudaranya saja?” kata siska sambil mengocok kontol doni yang sudah dikeluarkan dari dalam sangkarnya.

“hhhhhh hhh hhhh tapi lepaskan dulu nissa” kata doni disela erangan kenikmatannya.

“hahahahahaha bos, dia ngaceng liat pacarnya dientot bos” kata salah satu ob yang memegangi doni.

“lu demen ya liat pacar lu dientot hahahaha” celoteh mereka

Lukki tidak menanggapi celotehan anak buahnya itu. Ia masih fokus menikmati jepitan memek nissa yang sangat basah. Bahkan lukki juga melepaskan ikatan tangan nissa agar leluasa bergerak mengekspresikan kenikmatan yang ia rasakan

“akan aaaah saya lepaskan mmmh saat kau berhasil membawa gadis itu kemari mmmmh aaaah enaak oooh” kata lukki kepada doni

“siska,, beri dia yang terbaik dari kamu” perintah lukki

“baik om lukki” kata siska sambil memberi kode kepada ob yang memegangi doni

Ketiga ob lain yang menjadi anak buahnya lukki membawa doni yang sudah tak berdaya itu ke sebuah ruangan dimana tempat siska biasa melakukannya dengan lukki di kampus itu. Di dalam sana siska memberikan servis seks yang ia biasa ia lakukan kepada lukki yang kini akan ia lakukan ke doni.

[table id=AdsKaisar /]


Citra

Devieta

Devieta dan citra sangat terkejut dengan apa yang sudah di ceritakan rizal mengenai apa yang telah menimpa septy. Rizal sendiri pun bingung bagaimana cara menjaga zahra agar tidak sampai terbawa masuk ke lembah hitam seperti septy.

Waktu sudah menunjukkan jam tujuh malam, waktunya bagi rizal untuk makan malam. Menikmati hasil masakann dari dua bidadari cantik yang sibuk memasak siang tadi. Rizal yang tengah asik menikmati masakan devieta dan citra ditemani dengan sang pemilik masakan yang duduk di samping rizal

“hah kenyang banget,, abis ini makan memek yang masak nih hahahahaha” kata rizal

“istirahat dulu lah,, biar turun dulu tuh nasi di perut.. Masa mau langsung ngentot” kata devieta

“tergantung mbak, kalo ini udah minta giliran ya apa boleh buat” kata rizal sambil menunjuk selangkangannya

“hmmmm dasar kalo udah urusan selangkangan aja nomer satu” kata devieta.

“ya kan mbak juga yang ngajarin hahahahha” kata rizal

Selesai makan malam mereka berkumpul diruang tengah untuk menurunkan makanan yang baru saja masuk ke dalam perut mereka. Nafsu rizal yang sudah terbakar pun terelakan. Sejak bayangan septy yang melakukan lesbian di dalam kamarnya membuat birahi rizal semakin naik

“kenapa ngeliat mbak kayak gitu?” kata devieta

“udah gak tahan mbak” kata rizal lalu mendekatkan bibirnya ke bibir manis devieta

Devieta hanya diam menikmati lumatan bibir rizal. Dan membiarkan lidah rizal masuk ke dalam mulutnya bermain dengan lidahnya. Sementara citra sendiri nampak canggung bingung melihat rizal melumat bibir devieta dan payudaranya di remas – remas oleh rizal dari luar kaosnya.

“citra dulu aja zal, mbak masih kenyang,, ntar sakit perutku” kata devieta sambil mendorong tubuh rizal

“gimana mbak? Udah siap?” tanya rizal

“yuk zal, biar ntar abis ngentot aku tidur” kata citra

“hahahaha siiip mbak” kata rizal

Rizal berdiri dari tempat duduknya sambil menggandeng citra yang sudah siap melayani servis seks pada kontol rizal

“jangan lupa abis citra ntar siapin pantat kambak yah” kata rizal

“iyah,, Baju mbak jadi acak – acakan gini jadi lecek kan baju mbak” kata devieta sambil menunjuk bajunya yang berantakan akibat remasan rizal pada payudaranya

“hehehe ya ntar pantat mbak yang aku acak – acak deh” kata rizal

“huh kalau udah selangkangan aja langsung ngerayu,, udah sana main dulu sama citra” kata devieta

“ayo mbak sekarang” kata rizal sambil menarik tangan citra

Rizal menarik tangan citra dan membawanya ke dalam kamar rizal. Ia menutup pintu kamarnya tanpa menguncinya.

“zal, itu gak di kunci dulu kah?” kata citra

“gak usah,, gak akan ada yang ngintip kok,, mbak citra ini kayak gak pernah ml disini aja hahahahahaha.. Lagian kan disini si nissa sama vina juga udah sering aku genjot juga kok,, toh kalau mbak devieta mau lihat juga tinggal masuk aja dia” kata rizal

Rizal lalu duduk di pinggir tempat tidurnya. Dan menarik citra mendekatinya. rizal yang sudah tidak tahan lagi dengan cepat merangkul tubuh citra dan melumat bibir manis citra. Dengan masih merangkul tubuh sekal citra, ternyata perlahab citra juga sangat menikmati percumbuannya.

Terlebih lagi rizal mulai meremas kedua payudaranya yang besar dan kenyal itu. Dan sekitar sepuluh menit bercumbu dengan mengadu mulut dan lidah saling membelit, citra merasakan getaran di selangkangannya. citra semakin erat mendekap kepala rizal agar bibir dan lidahnya bisa lebih erat lagi saling membelit.

Dan rizal hanya diam saja melihat apa yang akan dilakukan citra, tidak terburu-buru untuk segera menuntaskan hasratnya kepada citra. Tanpa diminta, citra kemudian melepas kaos yang dikenakan oleh rizal. Kini tingal celana pendek rizal yang belum di lepaskan oleh citra. Selasai melepas kaos rizal, citra kemudian menciumi kembali bibir rizal.

Rizal hanya meladeni ciuman dari gadis cantik yang sudah penuh nafsu, puas melakukan ciuman dan lumatan dibibir rizal, citra kemudian mencium kedua pipi rizal yang di teruskan dengan melakukan jilatan di leher rizal. citra kini benar –benar sudah hanyut dengan nafsunya sendiri.

Setelah menjilati seluruh leher rizal, citra kemudian semakin turun jilatannya. Kebagian dada rizal, menjilati dadanya, dan terkadang juga menghisap dan menggigit kecil puting rizal. Diperlakukan seperti oleh citra saat rizal terbakar birahi membuat rizal sedikit bereaksi. Tangan rizal kemudian memegang kepala citra yang tertutup jilbab.

“oooowh gilaa mbaaak citra binal banget mbak aaah isep terus” racau rizal

Citra yang sudah binal terus melakukan jilatanya sampai diperut rizal, dan lidahnya tidak ketinggalan memainkan pusar rizal. Puas melakukan itu citra kemudian jongkok di depan rizal, dan tanpa diperintah oleh rizal tangan citra dengan lincah mulai melepas celana pendek rizal.

“mbak citra makin pintar deh mbak, jadi binal banget sekarang mmmh” kata rizal

“ini kan biar kamu puas ngentot sama mbak hehe, mbak kasih servis spesial buat kamu” kata citra

Dengan pelan dan perlahan seolah menikmati sesuatu yang disukainya, citra mulai mencium kontol rizal yang masih tertutup celana dalamnya. Sedangkan celananya sudah dilepas oleh citra. Gadis cantik itu seolah tidak terpengaruh dengan bau kontol rizal. Ia terus menciumi kontol rizal yang masih di dalam celana dalam.

Rizal mulai terangsang dengan apa yang dilakukan citra, akhirnya rizal tidak sabar untuk menunggu apa yang akan dilakukan citra untuk membuka celana dalamnya. Rizal kemudian membuka sendiri celana dalamnya dan memelorotkan sampai lututnya. Langsung saja rizal kemudian menyodorkan kontolnya yang sudah menegang keras itu kepada citra.

“emut kontolku mbak” kata rizal

Citra yang paham kemudian segera memegang kontol rizal dan memasukkan ke mulutnya untuk dijilat dan dihisap dengan lidahnya.

“gilaaa angeeet bangeet uuuh enaaak mmmh” racau rizal

Dan kini nafsu rizal sudah tidak bisa di bendung lagi. Dirinya kemudian memegang kepala citra dengan kedua tangannya, dan perlahan mulai memompa kontolnya di mulut citra. Citra hanya bisa pasrah, citra membuka mulutnya selebar mungkin agar kontol rizal tidak mengenai giginya. Dengan kasar rizal terus melakukan pompaan kontolnya itu ke mulut citra sampai menyentuh tenggorokan citra.

“Uhuuuk uhhuukkk..” citra sempat tersedak saat kontol rizal mengenai tenggorokannya.

Beberapa kali ia mual karena kontol rizal terlalu dalam masuk di mulutnya. Bahkan kini air mata citra mulai keluar karena menahan brutalnya kontol rizal memompa mulutnya. Sampai air liur citra meleleh keluar di sela – sela bibirnya.

Puas melakukan sodokan kontol di mulut sahabat kakak sepupunya yang cantik, rizal kemudian meminta citra berdiri. citra seperti kerbau yang dicokok hidungnya, ia mengikuti apa yang dikatakan rizal untu berdiri di hadapan rizal.

“ayo sekarang aja mbak,, aku kangen sama memek mbak citra” kata rizal

“jadi cuma kangen sama memeknya aja nih?”

“orangnya kan udah tiap hari ketemu, kalo memeknya kan gak tiap hari ketemunya hahahaha” kata rizal

Citra yang paham dengan apa yang diinginkan oleh rizal segera menuju ranjang tempat tidurnya. Dan kemudian merebahkan dirinya diranjang. Tanpa diminta oleh rizal, citra kemudian melepaskan celana jeansnya dan celana dalamnya. citra kemudian menyingkap kaos yang ia kenakan dan mengeluarkan payudaranya dari dalam bh nya.

Rizal kemudian naik keranjang, kontolnya yang sudah basah dan ngaceng kemudian di tempatkan di bibir memek citra, rizal kemudian memainkan kedua payudara citra yang sudah keluar dari bh nya. Saat citra keenakan dengan rangsangan di kedua putingnnya, tanpa meminta ijin dari citra, rizal kemudian memasukkan pelan-pelan kontolnya.

“aduh.. mmmh sakit zal… tahan sebentar zal” sambil mencoba menahan tubuh rizal yang terus mendorong kontolnya masuk ke dalam memeknya.

“tahan sebentar aja mbak” kata rizal

Rizal kemudian pelan-pelan menggesek vagina citra, saat citra lengah dengan rangsangan. rizal dengan sekali sentakan sekuat tenaga langsung melesakkan kontolnya menembus memek citra.

“berttttt…. aauwwhhhh” jerit citra saat vaginanya di paksa menelan kontol rizal.

Rizal kemudian mulai memompa kontolnya di memek citra. citra pun kini sudah tidak mengalami kesakitan saat pertama kali kontol rizal masuk ke dalam memeknya dulu. Kini memeknya sudah sedikit beradaptasi dengan ukuran kontol rizal mengocok memeknya semakin cepat.

“oughhh…ohhhhh enak zal rizal, aku keluarrrrr zaaaall.” kata citra yang baru berapa kali sodokan

Serrrrr… serrrr… semburan orgasme citra.
Tubuh citra lemas selama beberapa saat setelah mengalami orgasme, tetapi rizal masih terus melakukan genjotannya dan hampir selama 30 menit rizal menggenjot memek citra. Dan selama itu pula citra sudah mengalami orgasme ketiga kalinya.

“aaaahhh aaah aku mau keluarrr mbaaaakk…..” kata rizal

“jangan di ahhh dalaam aaah zaaaalll, mbaaak ggaakkhh maauuu hamillll duluuu” pinta citra

Saat mencapai klimaksnya, rizal membenamkan kontolnya sampai menyentuh dinding rahim citra, dan sambil mengejang rizal mengeluarkan spermanya cukup banyak di dalam rahim citra, ditambah lagi rizal juga meremas kuat kedua payudara citra

“aaaahhhhhh…… enakkk bangeet… rasain tuh pejuku mbaaak…” erang rizal sambil menyemburkan spermanya

Setelah spermanya keluar sampai habis, rizal ambruk diatas tubuh citra. Kedua insan berlawanan jenis itu kini saling terdiam untuk beberapa saat menikmati sisa orgasmenya.

“nihh mbaak… sekarang emutt kontolku dulu..” kata rizal saat tenaganya sudah mulai pulih dan melepaskan kontolnya dari cengkeraman memek citra.

Dan citra pun kemudian langsung jongkok menghisap kontol rizal dengan penuh nafsu. Dimainkannya lubang kencing rizal dengan lidahnya dan juga tangan citra ikut aktif memainkan kantung telur rizal. Setelah dirasa cukup banyak liur citra di kontolnya. rizal kemudian meminta citra untuk melebarkan kembali kakinya.

Terpampanglah lubang memek yang sudah menganga sedikit lebar dan anus citra yang terlihat masih sempit. Rizal kemudian mendekatkan kontolnya, tetapi bukan di tujukan ke memek citra tetapi kontol itu mengarah ke pantat citra yang masih perawan.

“sekarang… aku meminta pantatmu ya mbak… Pantat mbak lebih sempit sih daripada memek mbak” kata rizal sambil membelai kedua lubang citra.

“terserah zal,, pelan aja kalo mau masukin pantat” kata citra

Rizal kemudian secara perlahan memasukkan kontolnya ke lubang pantat citra. Hanya dengan liur citra yang masih menyelimuti kontolnya. Perlahan kontol rizal mulai membelah lubang pantat citra. Terasa sempit dan seret sampai akhirnya perjuangan rizal menjebol pantat citra berhasil. Dengan pelan kontolnya mulai mengocok pantat citra. citra yang kesakitan saat di jebol pantatnya oleh rizal.

“ohhh… pelaaaan zaaaal,, aaaahhh sakiiit.. pelaan zal. aaahh aaaauuwh mmh…..” erang citra.

Saat kontol rizal berhasil tenggelam sepenuhnya di dalam pantat citra, perlahan rizal memompa dan secara bertahap rizal semakin meningkatkan tempo genjotannya. Rasa pedih di pantat citra berubah menjadi desah kenikmatan.

Rizal terus memompa pantat sahabat kakak sepupunya, sampai akhirnya rizal menumpahkan pejuhnya di dalam anus citra. Lelehan pejuh rizal keluar dari anus citra. rizal pun kembali ambruk menindih badan sekal citra.

“mbaaaak devieta,,, sini…” teriak rizal dari dalam kamar

Tak lama kemudian devieta masuk ke dalam kamar rizal dan mendapati citra telungkup di ranjang rizal dengan kondisi hanya mengenakan jilbabnya dan noda sperma yang masih meleleh keluar di pantat citra.

“kok dia diem aja zal? Kamu apain tuh si citra?” kata devieta melihat citra yang kelelahan

“terlalu sempit pantatnya makanya dia kecapekan abis disodomi mbak,, ntar kalau udah biasa di sodok tuh pantat juga udah biasa kok mbak citranya” kata rizal

“berarti itu tadi dia kamu…..” kata devieta

“ya kan mbak devieta juga liat kan” kata rizal

Rizal menarik tangan devieta dan memposisikan devieta berlutut di depan kontol rizal yang masih ada noda sperma dari pantat citra dan lendir dari pelumas kontol rizal.

“abis masuk situ ya?” tanya devieta menunjuk pantat citra

“iya lah,, Mbak bersihin dulu dong” kata rizal

“ogah ah gak mau mbak kalo ada paitnya gitu, kayak kemarin tuh gak enak banget kontolmu” kata devieta

“coba dulu deh, ini tadi cuma bekas peju doang kok mbak” bujuk rizal

Devieta pun menuruti kemauan rizal, perlahan devieta kemudian membersihkan kontol rizal dengan mulutnya. Dihisapnya kontol itu dan di urutnya dengan tangan batang kontol rizal sampai tidak lagi ada cairan di kontol rizal. Tapi itu justru membuat kontol rizal yang awalnya lemas setelah mendapat klimaksnya menjadi menegang kembali. Tau kontol rizal yang tegang, devieta mau berdiri dan menyiapkan badannya untuk dientot oleh rizal

“sudah tegang lagi tuh kontolmu zal” kata devieta sambil akan berdiri

“jangan berdiri mbakkkk… Gini dulu” jawab rizal sambil menekan pundak devieta untuk bersimpuh seperti tadi.

“mau mbak isep lagi kah?” tanya devieta menduga.

“enggak mbakkk… Aku mau coba cari sensasi lain hehehe..” jawab rizal.

Rizal kemudian melihat celana kain citra yang tidak terpakai tergeletak di lantai kamar, kemudian diambilnya celana itu. rizal kemudian mengikat tangan devieta ke belakang dengan celana citra. Setelah itu rizal kembali lagi ke depan devieta. devieta masih tampak bingung dengan apa yang dilakukan rizal terhadapnya, namun devieta diam saja menunggu apa yang dilakukan rizal.

Rizal mempermainkan kontolnya di wajah cantik devieta sambil di gesekkan pipi hidung dan mata devieta. Bahkan devieta membuka mulutnya berharap kontol rizal masuk, tapi rizal hanya memainkan kontolnya di muka devieta.

“kamu mau apa sih jar.. Mbak pegel nih kalau mangap gini terus,, masukin mulut mbak cepet”. Kata devieta menghiba kepada rizal.

Rizal yang mengetahui devieta mulai terangsang, kemudian menggesekkan kontolnya di dahi devieta yang masih memakai jilbab. rizal kemudian memasukkan kontolnya ke dalam jilbab devieta. Yahhh.. rizal kini memasukkan kontonya diantara dahi dan jilbab yang membungkus kepalanya. Praktis akibat dimasuki kontol rizal jilbab nya menjadi sesak.

“ohhhh… ini nikmat mbakkkk… ngentott kepala mbak devieta yang terbungkuss jilbab….” sambil memegangi kepala devieta dengan kedua tangannya. Gesekan rambut, kulit kepala, dahi devieta dan jilbabnya membuat rizal begitu bernafsu. Dan kontolnya menjadi geli karena dijepit jilbab dan kepala devieta.

“oohhh… mbakkk ini yang enaaak… Mbaak devieta selalu membuatku bergairahhh.. ougghhhh…” racau rizal sambil terus memaju mundurkan kontolnya.

Sementara devieta ternyata juga menikmati perlakuan rizal, karena kantung telur rizal yang bergoyang memukul hidung dan mulutnya. dan devieta pun terpancing birahinya.

“ouupphhh… oupphhh… zaaalll aaahhh… kelupppphh arrgggrpphh…” devieta bicara terbata bata karena terpukul kantung telut rizal.

Gesekan kontolnya di jilbab dan kepala devieta ternyata membuat kontol rizal panas, karena pelumas yang menyelimuti kontol rizal telah habis gara – gara rambut devieta. Kemudian rizal mengarahkan kontolnya ke mulut devieta.

“kasih ludahmu yang banyak mbakkkh..” sambil memasukkan kontolnya ke mulut devieta.

Setelah di rasa cukup kemudian rizal memasukkan kembali kontolnya di jilbab devieta, dan melakukan penetrasi. Di pegangnya kepala devieta yang tertutup jilbab dengan kuat agar jilbabnya tidak terlepas. Lima menit kemudian, rizal mendekati klimaksnya. Sambil memegang kepala devieta kuat kuat, rizal membuang spermanya di kepala devieta.

“aku keluarrgghhh mbakkkk…..” erang rizal sambil menembakkan spermanya di kepala devieta yang tertutup jilbab.

“iiih kok dikeluarin disitu ih jijik tau jaar mmmh rusak ntar rambut mbak ntar zal” keluh devieta

Rizal mendiamkan sebentar kontolnya yang terjepit diantara kepala dan jilbab devieta. Dengan terengah – engah rizal masih tetap berdirii dengan kontol yang menancap diantara kepala dan jilbab devieta. Rambut dan jilbab devieta tersiram sperma rizal. Setelah selesai rizal mengeluarkan kontolnya dan segera melepas ikatan celana citra yang mengikat tangan devieta.

Puas menembakkan spermanya di kepala kakak sepupunya kini rizal berlanjut untuk menuntaskan nafsunya pada tubuh kakak sepupunya sendiri. Namun rizal ingin istirahat sejenak setelah berkali – kali spermanya keluar membasahi memek dan pantat citra. Terakhir rizal menembakkan spermanya ke kepala devieta.

[table id=AdsLapakPk /]

Halaman Utama : Kubuka Sebuah Kost an

BERSAMBUNG – Kubuka Sebuah Kostan Part 14 | Kubuka Sebuah Kostan Part 14 – BERSAMBUNG

Sebelumnya ( Part 13 ) | ( Part 15 ) Selanjutnya

Cerita Terpopuler