. Kubuka Sebuah Kostan Part 12 | Kisah Malam

Kubuka Sebuah Kostan Part 12

0
385

Episode 12 – Kubuka Sebuah Kost an


Siska

Hani

Della

Setelah mendapat kepastian yang valid dari septy bahwa zahra memang sahabat mereka dan mengetahui bahwa zahra ternyata menyimpan rasa terhadapnya. Dari situ juga ia tahu zahra juga menyesali kekesalannya yang membuat dirinya jauh dengan zahra.

Tepat pukul jam 10 pagi rizal sudah sampai di warung yang baru saja buka. Disana sudah ada siska yang sedang mengobrol dengan hani di depan kasir. Sementara rizal langsung masuk ke ruang kerjanya. Selama jam oprasional warung tidak ada momen istimewa yang terjadi.

Pada siang hari, siska mulai meminta ijin kepada rizal untuk mengajak hani menemaninya ke rumahnya. Tentu saja itu diijinkan oleh rizal, karena itulah tujuan rizal datang ke warung. Selang beberapa jam kemudian siska menelfon rizal tanda bahwa hani siap untuk dieksekusi oleh rizal

“pak rizal cepat datang ke rumah, Hani sudah siap pak, tinggal dieksekusi”

Setelah menerima telpon dari siska, rizal dengan cepat segera memacu mobilnya menuju rumah siska. Dengan sabarnya rizal menjalankan mobilnya membelah kemacetan tengah kota. Dan beberapa menit kemudian sampailah rizal di rumah siska.

Sesampainya dirumah siska rizal langsung saja masuk ke rumah siska dan rizal mendapati siska dan Hani sedang mengerjakan sesuatu dengan laptop siska. Nampaknya Hani kaget karena kedatangan rizal dan cukup sungkan juga satu ruangan bersama bosnya.

“ooh pak rizaal,, maaf pak di suruh mbak siska buat ngerjain ini tadi” kata hani

“hanya ingin mengunjungi siska doang kok Han, gapapa lanjutkan saja pekerjaanmu” balas rizal

“pak rizal, kalo mau ambil minum ada di belakang pak,, bapak ambil saja sendiri,, anggap aja seperti rumah sendiri” kata siska

“gak ada orang kah?” kata rizal

“gak ada pak, semua lagi ke australi pak” kata siska

“wah lagi jalan – jalan ya?” kata rizal

“enggak pak,, adik ku yang paling kecil mau kuliah disana” kata siska

“waah pasti pinter banget itu adikmu” kata rizal

“aah enggak juga kok pak,, oiya pak sekalian minta tolong bawain buat kita ya pak” kata siska sambil memberikan kode pada rizal

“waduh, baru kali ini ada tamu disuruh ambil minum sendiri, udah gitu disuruh ambilin buat yang punya rumah” kata rizal

“hehehe maaf ya pak rizal” kata sisika

Rizal langsung menuju ke dapur sambil melihat sekeliling dan nampaknya penghuni rumah yang lain di rumah siska sedang tidak ada di rumah. Aku mengambil minuman yang dimaksud siska dan langsung menyajikannya ke Hani dan siska.

“Makasih ya pak rizall” kata siska sambil mengedipkan matanya yang rizal tak tahu maksudnya apa.

Rizal pun langsung menuju luar kamar siska dan sibuk dengan hapenya yang menerima banyak chat dari della. Rizal sibuk membalasi chat dari wanita yang baru saja menjadi kekasihnya. Rizal sendiri pun tidak tau kenapa mengartikan kode dari siska itu sebagai keluar dari kamar, nalurinya memberi tahu kalo dirinya harus keluar dari kamar siska.

Selang beberapa waktu akhirnya rizal dikagetkan oleh panggilan siska yang menyuruhnya masuk ke dalam kamar dan saat itu rizal mendapati hani yang sudah tergolek lemah tidak berdaya di kasur. Nampaknya siska memberi sedikit obat tidur di minuman hani dan sekarang efek obatnya sudah bekerja.

“Rahasia perempuan darimana kalo cuman pake obat tidur” protes rizal ke siska.

“kalo aku langsung kasih tau kan jadi ga seru weeekkk” jawab siska sambil memeletkan lidahnya kepada rizal.

“kira-kira obatnya abis jam berapa sis?” tanya rizal

“aku tadi sih hanya mencampurkan sedikit aja kok, mudah-mudahan sih ga lama-lama amat” jawab siska dengan polos dan tanpa ada rasa bersalah.

Rizal dan siska langsung siap-siap untuk mengeksekusi hani. Sedangkan siska sibuk memasang kamera untuk merekam semua kejadian. Awalnya siska ingin langsung melepas semua pakaian hani jadi jika Hani bangun udah siap untuk di eksekusi.

Tapi rizal menahannya karena nanti akan menjadi kurang menarik jadi akhirnya siska hanya melepas pakaian yang sekiranya susah dilepaskan saat hani nanti meronta ronta dan pakaian yang hanya dilepas yaitu jilbabnya saja.

Karena hani saat itu menggunakan jilbab yang cukup lebar, yang banyak menggunakan jarum pentul yang menempel pada tubuh Hani. Karena menurut rizal itu bisa membahayakan baginya dan untuk mengantisipasi perlawanan Hani yang cukup kuat nantinya

Rizal rupanya cukup tertegun melihat hani tanpa jilbab, lehernya yang jenjang membuat rizal gemas ingin sekali menciumnya, dan rambutnya yang hitam dan bergelombang memberikan tambahan efek manis kepada wajah Hani.

Hanya melihat wajah hani tanpa jilbab saja kontol rizal sudah mengeras di dalam celananya. Bahkan rizal juga sempat meremas kedua payudara hani yang masih tertutup pakaian dan rizal merasakan sepertinya ukurannya lebih kecil dari semua wanita yang pernah ia setubuhi namun rasanya sangat kenyal.

Selagi rizal sibuk mengerjai tubuh hani, siska sibuk mengunci pintu kamar, menutup jendela, menutup pintu rumah dan menutup semua akses masuk ke dalam rumahnya. Setelah sekiranya sudah siap rizal dan siska saling bertatapan.

“gimana Hani?” Tanya siska.

“lumayan, tocil sih tapi kenyelnya ga kalah sama punya kamu aahaha” jawab rizal sambil tangannya tetap meremas payudara hani

“Tocil? Apa itu tocil? Tanyanya dengan polos.

“toket kecil,” jawab rizal singkat.

“oooohhh” jawab siska dengan singkat juga

“gimana sih,, katanya sering psk online tapi gak tau istilah dunia lendir” kata rizal

“yee aku taunya yang penting mereka ngcrot terus aku dapet uang pak” kata siska

Selagi menunggu Hani bangun dari tidurnya. Aku langsung nyosor ke bibir siska. Siska terkejut rizal dengan cepat melumat bibirnya. Siska berusaha keras mendorong tubuh rizal agar menjauh darinya.

“Heiii pak mmmmh apa-apaan nih, nanti bapak kan dapat dari hani” protes siska sambil melepaskan diri dari rizal

“Maaf sis, udah lama soalnya aku ga ngerasain bibirmu lagi hehe” ucap rizal.

Rizal berusaha menciumnya lagi dan pada akhirnya siska pasrah menerima semua perlakuan rizal. Sembari berciuman, tangan kiri rizal seperti tau apa tugasnya, perlahan meremas payudara siska sedangkan tangan kanan rizal mulai turun kebawah ke arah vaginanya. siska hanya bisa merintih kenikmatan. Rizal mengocok perlahan vagina siska dan semakin lama rizal mempercepat ritme kocokannya

“Emmmmffffhhhh emmmmffhh paaakk” rintih siska disela-sela ciumannya dan kocokan jari rizal terhadap vaginanya.

Siska sepertinya akan mendapatkan klimaksnya. Setelah dirangsang sedemikian rupa oleh rizal. Dan benar saja selama beberapa menit memeknya terus di kocok tubuh siska pun menegang, tangan siska mencengkeram kuat tangan rizal yang masih dengan kencang mengobok – obok memeknya

“uuuuuuuuuurrrrgggggghhhhhhhhhhhhhhh” desah siska sambil erat memeluk rizal

Siska mendapat klimaksnya dan langsung ambruk di pelukan rizal. Setelah beberapa kali siska orgasme dan membuat kontol rizal semakin memberontak dan sempat ia lihat ke arah jam dinding ternyata sudah satu jam lamanya si hani tidur dan waktu yang ditunggu pun tak kunjung datang.

Rizal keluar dari kamar dan mengambil beberapa gelas air minum yang berada di dapur. Dan saat rizal kembali menuju ke kamar dan rizal sempat terkejut mendapati hani sedang merintih karena dikerjai oleh siska.

“pak gemes ya ternyata kalo megang toket punya orang lain hahaha, kalo megang toket sendiri kayaknya gak segemes ini deh malah jadinya geli sendiri hahaa” kata siska.

Rizal hanya tersenyum menanggapi pernyataan siska yang asik bermain dengan payudara hani. Tak berselang lama Hani mulai bangun dengan keadaan yang bingung. Rizal yang melihat hani bangun langsung menuju ketempat tidur sementara siska segera menyalakan kameranya untuk merekam semua kejadian ini. Hani yang masih belum genap nyawanya masih mengikuti perlakuan rizal terhadapnya. Rizal langsung merebahkannya lagi di kasur dan langsung menyergap bibirnya yg tipis itu sambil menindih tubuh hani

“emmmffffhh emmmffhhh emmmffhhh” erang hani

Hani meronta sebisa mungkin sambil memukulkan tangannya ke pundak rizal dan berusaha untuk melepaskan diri dari tindihan tubuh rizal. Dan akhirnya hani sadar bahwa ada seorang laki-laki yang ia kenal sedang asik menikmati bibirnya. Setelah puas berciuman dengan hani, rizal langsung berusaha sekuat tenaga untuk melepas baju seragamnya yang khas menandakan bahwa ia pegawai warung rizal.

“pak rizaaal,,, bapak mau apain sayaaa??!!” bentak hani terhadap rizal sambil menepis usaha rizal yang ingin melepaskan pakaiannya.

Siska yang melihat rizal kewalahan membuka pakaian hani, langsung membantu dengan berusaha untuk melepaskan roknya. Dan sesaat perhatian hani terpecah karena roknya. Hal ini mengakibatkan pertahanan terhadap pakiannya kendor dan langsung dimanfaatkan oleh rizal dengan merobek pakaiannya dan kancing bajunya punberjatuhan.

Rizal langsung membalikkan tubuh Hani. Mudah bagi rizal untuk membalikkan tubuh Hani karena tubuh Hani tidak seberat tubuh siska yang sudah biasa ia gendong saat mereka berdua bercinta. Rizal langsung melepas pakaian hani dengan paksa dan juga melepas BH nya.

Akhirnya rizal tau ukuran payudara Hani yaitu 32A. Rasanya puas sekali bagi rizal setelah mengetahuinya. Rok hani kini sudah dilepas oleh siska dan tinggal celana dalam hani saja yang tersisa untuk menutupi tubuhnya. Hani mulai meneteskan air matanya.

Seakan tidak percaya bahwa tubuh yang ia rawat dan yang hanya akan ia perlihatkan kepada suaminya kelak kini terpampang jelas di depan seorang laki-laki yang sekarang menjadi bossnya. Rizal kembali membalikkan tubuh hani, dan secara reflek hani menyilangkan tangannya untuk menutupi payudaranya.

Rizal kembali menindih tubuh hani dan langsung mencium bibirnya lagi. hani sekuat tenaga mencoba menutup rapat bibirnya seakan menolak lidah rizal bertemu dengan lidahnya. siska mengambil inisiatif dengan cara memasukkan jarinya kedalam celana dalam hani.

Apa yang dilakukan siska membuat hani cukup kaget dengan rasa geli yang ada di selangkangannya dan membuat badan hani menggelinjang. siska memulai menyodokkan jarinya kedalam vagina hani dan akhirnya pertahanan bibirnya pun bobol karena hani tidak bisa menahan rasa nikmat yang berasal dari selangkangannya.

“aaaaaasssssshhhhhhhhh emmmmffffhhhhhh” desah hani.

Desahan hani yang tertahan karena bibirnya disumbat oleh bibir rizal. siska masih sibuk mengobok-ngobok vagina hani, sedangkan rizal sibuk menikmati lembutnya bibir hani, sementara hani sendiri sibuk untuk menahan rasa nikmat akibat rangsangan yang rizal dan siska berikan.

Tangan rizal ternyata sudah gatal ingin segera meremas payudara hani yang keci itu namun terasa kenyalnya. Sebentar rizal melepaskan ciumannya dan langsung dengan paksa membuka tangan hani yang kuat menutupi payudaranya.

Tapi bukan hal yang sulit bagi rizal untuk melepaskan tangan hani karena nampaknya tenaga hani sudah banyak terkuras oleh perlakuan mereka berdua. Tangan rizalpun berhasil mendarat dengan sempurna di payudara Hani dan segera meremasnya, tidak lupa rizal juga menjilat dan menggigit kecil puting payudara hani yang berwarna merah muda itu.

“arrrhhhhggggggggg ampunn paaaaakk, udahannnnnn, gak kuaaatttt akuuuuu assshshhhhhhhhhhh” erang hani.

Hani nampaknya sudah tidak bisa menutupi perasaannya yang akan menikmati rasanya mendapatkan rangsangan yang bertubi-tubi di vagina dan di payudaranya.

“aaaaaaaaarrrrrrrrrrhhhhhhhgggggggggggggg haaaassssssssssssssssssshhhhhhhhhhhhhh” erang hani merasakan orgasme pertama dalam hidupnya.

“yaaaahhhhh banjir juga akhirnya hahaha” ledek siska kepada Hani.

Rizal yang melihat hani yang masih terengah-engah akibat orgasme pertamanya, langsung melepaskan seluruh pakaian, dan langsung mengarahkan kontolnya ke depan mulut hani. Sementara siska sendiri juga melepas celana dalam hani yang menandakan sudah tidak ada lagi sehelai benangpun yang menutupi tubuh mulus hani

Dengan ganasnya siska langsung saja menjilati vagina hani dan membuat sekali lagi tubuh hani menggelinjang tidak karuan. Hal ini membuat mulut hani kembali terbuka karena rangsangan yang ada di vaginanya sangat nikmat.

“aaaaaaaaarrrrrrrhhhhhhhh emmmmffffhhhhh” desah Hani

Mulut hani tertahan karena kini disumpal oleh kontol rizal. Hani sontak meronta karena merasakan benda yang belum pernah masuk mulutnya itu kini menerobos masuk. Hani gelagapan dan memukul-mukul perut rizal dan berusaha untuk melepaskan diri dari kontol rizal yang sudah tenggelam sempurna di mulutnya.

[table id=AdsKaisar /]

Rizal yang sudah merasakan kenikmatan tiada tara, langsung menggerakan maju mundur kontolnya di dalam mulut Hani. “plokk plokk plokkk” begitulah kira-kira bunyi saat pangkal paha rizal beradu dengan kepala hani. Sekitar 5 menit hani melakukan oral seks terhadap kontol rizal dan rizal sendiri juga tidak mau cepat-cepat keluar akhirnya menyudahinya.

“aaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhmmmmmmmmmmm arrrrgghhhhhhhhhhhhhhh” desah hani disela nafasnya yang terengah – engah

Rizal bermain lagi dengan payudara hani dengan meremas menjilat dan menggigit kedua payudaranya sudah dilakukan oleh rizal semuanya. Hani hanya bisa menggelinjang dan mendesah hebat merasakan rangsangan dari rizal pada payudaranya dan dari siska pada vaginanya

“aaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrrggggggggggggghhhhhhhhhhhhhhhhh” erang hani

Nampaknya hani mendapatkan orgasmenya yang kedua yang tak kalah hebatnya. Dan siska menyudahi permainanya dengan vagina hani, dan langsung memegang kameranya agar sudut pandangnya bisa berubah-ubah. Layaknya kameraman, siska merekam semua adegan panas antara rizal dan hani.

Rizal sedang bersiap dengan kontolnya yang akan menembus sangkar baru sambil menunggu hani istirahat akibat orgasmenya yang kedua. Sekiranya sudah cukup istirahat bagi hani, rizal langsung membuka lebar paha hani dan menempelkannya di depan bibir vaginanya.

“paaaak, pleaaseeeeee jangaaan lakuiin ini. Apa salah akuu ke pak rizal?” kata Hani pasrah sambil menitihkan air mata

“Gak ada yang salah sama kamu kok han, saya cuman penasaran ajaa sama badanmu karena tiap hari saya liat kamu selalu ketutup hahaha” jawab rizal

“sekarang pak rizal udah liat badanku kaan arrrghhh. Apa masih kurang pak? eehmmm” kata hani sambil menahan sisa-sisa orgasmenya.

“tanggung hani sayaang, apalagi kamu udah terangsang banget sekarang, kalo ga diterusin kasian saya sama kamu nanti kentang hahaha” kata rizal sambil mengelus kepala hani.

Siska hanya senyum-senyum sendiri sambil merekam adegan aku dan hani ini. Kepala kontol rizal perlahan mulai masuk ke dalam vagina hani. Hani yang masih menangis terbawa emosi terkejut merasakan sebuah benda yang memaksa masuk dalam memeknya

“Pleaseeee paakk arrgghhh. Jaaaangaaannnnnn” erang hani karena kepala kontol rizal yang sudah siap menjebol perawannya.

“siap-siap ya hani sayang, ini bakalan sedikit sakit dan tahan ya sayanggg” kata rizal dan dibalas oleh siska “iyaa haaan, siap-siap yaaa”

Dengan satu hentakan pecah juga perawan Hani dan menjeritlah Hani dengan sangat kencang. Kontol rizal yang panjang dan besar itu pun tenggelam seluruhnya di dalam memek hani dengan sekali hentakan.

“aaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh eeeemmmmmmffffhhhhhhh” teriakannya langsung disumpal dengan ciuman rizal karena takut tetangga mendengar teriakan hani yanh sangat keras

Rizal masih mencium hani dengan lembut dan masih menunggu vaginanya beradaptasi dengan kontolnya. Setelah cukup beradaptasi, rizal perlahan mulai menggerakan kontolnya maju mundur dengan sangat pelan dan melepaskan ciumannua. Rizal melihat hani sudah bergelimang air mata karena rasa sakitnya yang amat sangat.

“paaaak aarrrhhhggggg, udahaaannn. Sakiiiiiittttttt arrrrrrggghhhhh” Erang hani saat rizal mulai mempercepat genjotannya

“masih juga awal-awal hann hahaa” kata siska mengejek Hani.

Rizal kembali mempercepat genjotannya dan membuat hani merem melek menahan antara rasa sakit dan rasa nikmat yang perlahan sudah mulai muncul di dalam memeknya. Tangan hani mencengkeram kuat sprei ranjang siska hingga berantakan.

“aaaaarrhhhh asshhhhhhhhhh arrrrrrhhh assshhhhhhh” erangan hani sudah berubah menjadi desahan, dan hal ini membuat rizal lebih semangat lagi dalam menggenjot memek hani yang sangat rapat.

Rizal kembali mempercepat genjotannha dan suara yang ditimbulkan oleh gesekan alat kelamin mereka berdua makin kencang terdengar. Sekitar 15-20 menit rizal menggenjot hani dengan kecepatan yang cukup tinggi dan desahan hani semakin lama semakin kencang, sementara siska masih merekam semua kejadian itu dan selama itu hani sudah orgasme dua kali dan kali ini menuju orgasmenya yang ketiga.

Rizal yang juga akan mencapai klimaks makin mempercepat gerakannya “arrrrrgggghhhhhh enak banget haaaan sumpaah memekmuuu haaassshshhhhhhh” desahan rizal yang sudah hampir mencapai klimaks.

“aaaaaaaaaaasssssssshhhhhhhhhhhh jangaaaaaannnnnnnn aassshhhhhh keluarinnnnnn di haaaaassshshhhh daleeemmmmm paakk haassssshhhhh” kata-katanya yg terputus-putus akibat desahannya yang makin menjadi.

“aaaaaaaarrrrrgggggggggghhhhhhhhhhhhhhhhh” teriak mereka berdua secara bersamaan karena mencapai klimaks bersama-sama. Dan rizal dengan lepas mengeluarkan spermanya di dalam vagina hani.

Hani langsung meringkuk sesaat setelah rizal mencabut kontolnya dari vaginanya. Rizal merasa bersalah melihat hani menangis dan mengatakan bahwa dirinya sampai tega menyetubuhinya bahkan sampai mengeluarkan spermanya di dalam memek hani.

[table id=Ads4D /]

Rizal sadar langsung mencari sesuatu untuk segera membasuh sperma yang ada di vagina hani. Rizal mendapatkan tisu basah dan langsung saja ia buka tubuh hani dan membuka pahanya dan langsung ia lap seluruh sperma yang ada di vagina hani

“auuuwwww sakiiiitttt paak huhuhu” erang hani

Siska mematikan kameranya kerena dirasa sudah cukup merekam semua adegan. Rizal langsung mengambil handuk untuk membasuh keringat hani dan juga mencarikan pakaian hani yang berserakan.

Namun ada satu pakaian yang sudah tidak layak pakai yaitu baju kerja hani karena kancingnya sudah berantakan kemana-mana akibat ulah rizal tadi. Rizal meminta siska meminjamkan kaos berlengan panjang untuk hani dan langsung mengajak hani untuk mandi bareng siska.

Rizal yang ditinggal mandi oleh mereka berdua memutuskan untuk membereskan pakaian-pakaian yang masih bereserakan dan rizal kembali memakai pakaiannya lagi. Akhirnya siska dan hani keluar dari kamar mandi. Rizal langsung menawarkan diri untuk mengantar hani karena hari ini ia sudah melewati hari yang berat baginya.

Dan tanpa diduga hani setuju, padahal awalnya rizal mengira bahwa hani akan menolak tawarannya. Dan rizal pun pamit kepada tuan rumah dan mengucapkan terimakasih atas segalanya dan mengingatkan bahwa videonya hanya untuk koleksi pribadi bukan untuk disebar luaskan dan jangan sampai ada yang tau selain rizal dan siska.

Siska pun menyetujuinya. Memang awalnya video itu dibuat sebagai jaminan jikalau hani melaporkannya ke pihak yang berwajib. Tapi untuk saat ini sepertinya hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan. Dan perjalanan menuju rumah Hani ini ditemani oleh angin-angin dingin akibat cuaca mendung

[table id=Ads4D /]

Sesampainya dirumah Hani

“Hani, makasih dan maaf yaa untuk hari ini jangan lupa istirahat besok ada kerja lagi seperti biasanya hahahah” kata rizal kepada Hani.

“udah puas kan pak liat badan saya? Dan enggak lagi lagi kan? Huhu” katanya sambil menitihkan air mata.

Rizal pun reflek langsung mengusap air matanya dan berkata

“iya engga lagi-lagi kok han, mungkin kamu bisa bantuin saya cari memek perawan lain buat gantiin kamu, atau mungkin vidio yang direkam siska bakal tersebar”

“kenapa pak rizal tega sih pak, emang salah saya apa pak?” kata hani

“gak ada yang salah kok, tapi itu harga yan pantas setelah honor kalian saya naikkan,, dan mungkin akan naik lagi jika kamu bisa setiap saat melayaniku hani” kata rizal dengan begitu dingin

“Yaudah aku duluan yaa, jangan lupa besok masuk kerja seperti biasa” rizal pamit sambil mencium kening, bibir dan sedikit meremas payudaranya hani.

“uhhhhhhh dasar mesum” protesnya

Rizal dengan segera masuk ke dalam mobilnya menuju rumah della. dan dalam perjalanan ke rumah della, rizal masih membayangkan tubuh indah hani lagi, payudaranya yang kecil namun kenyal, vaginanya yang hanya ditumbuhi bulu-bulu halus dan desahannya yang membuat terangsang kembali.

Tapi saat ini bukan saat yang tepat untuk membayangkan tubuh mulus hani. Karena tidak mungkin bagi rizal untuk mendapatkan tubuh della untuk dinikmatinya.

Walaupun baru mendapatkan ciuman di kening della. Rizal tidak ingin kejadian seperti zahra terulang lagi.

“aku udah dijalan mau kesana,, tapi macet banget ini kalo sore gini,, mana laper lagi”

“uuuuuu kacian sih, yaudah kesini aja aku tunggu,, makanannya juga udah jadi kok,, gak usah ngebut yang penting nyampe sini selamat ya”

“iyaaa, tapi aku ntar mampir minimarket dulu buat beli cacitran,, laper banget soalnya”

“hihihihi kamu tuh lucu, boss warung tapi malah kelaperan,, kan di warung kamu banyak makanan”

“nah itu salahnya aku, tadi ada meeting sama orang pariwisata tapi lupa gak bawa bekal,, mau balik ke warung males ntar buang waktu buat makan doang”

“oh tadi ada meeting ya? Tau gitu aku anterin makanannya buat bekal kamu

“meetingnya cuma bentar kok, jadi gak sampet buat ngasih tau kamu del, lagian ngasih tau meeting juga tadi pagi pas baru nyampe warung”

“oooh gituu,, yaudah lanjut nanti aja ceritanya,, fokus nyetir dulu”

“iya del, bye”

“daaah, love you”

“love you too”

Perjalanan hampir 2 jam ia tempuh dari utara kota ke selatan kota melewati kemacetan jam pulang kerja di tengah kota yang membuat rizal sedikit frustasi.

“coba kalo disini kayak jakarta ada tol dalam kota gitu, pasti macetnya pindah kesana” batin rizal

[table id=AdsTbet /]

Sampai dirumah della, rizal turun dari mobil civic sporty berwarna putih yang telah ia parkir di depan rumah della. Saat rizal ketuk pintu rumah della keluarlah seorang wanita tua dengan daster panjang dan rambut yang diikat

“mas cari siapa ya?” tanya pembantu della

“ini benar rumah della kan?” jawab rizal

“oh neng della, iya benar kok,, masnya siapa?” kata pembantu della

“saya rizal bu” kata rizal

“oiya sebentar saya panggilkan dulu,, mari silahkan masuk” kata pembantu della

Beberapa menit kemudian munculah seorang wanita cantik dengan kaos lengan panjang yang lumayan ketat dan jilbab yang senada serta celana kain tipis yang terkadang menampakkan garis celana dalamnya.

“kok bajumu gitu sih del?” tanya rizal

“kenapa emangnya?” tanya della balik

“ya gapapa sih beda aja waktu jalan kemarin” kata rizal

“kan aku lagi dirumah, jadi ya baju rumahku gini, lagian kan gak ada orang dirumah jadi ya pakaian rumahku gini” kata della

“lah kan ada aku sekarang” kata rizal

“emang kenapa ada kamu? Kan bajuku ini normal kan? Kenapa sih? Kamu risih ya?” tanya della

“gak risih sih, tapi takut kalo aku khilaf liat kamu” kata della

“ih mesum, yaudah aku ganti baju kalo gitu” kata rizal yang sebenarnya senang melihat cara berpakaian della

“iya ganti baju aja sana, takut ada yang minta jatah ini” kata rizal

Della kembali masuk ke dalam kamarnya, cukup lama rizal menunggu sendirian di ruang tamu. Melihat rumah mewah della yang sepi dan hanya diisi dua orang saja yang telah tinggal di dalamnya, mengingatkan dirinya beberapa tahun yang lalu saat rumahnya belum dialih fungsi menjadi rumah kos.

Selang beberapa menit kemudian della kembali ke ruang tamu dengan pakaian yang lebih longgar dari sebelumnya.

“udah gak kegoda kan?” tanya della

“masih kok” jawab rizal

“haah terus aku pake apa dong? Ini udah baju paling longgar lho” kata della

“ya kalo kamu masih cantik gitu ya tetep kegoda lah del” kata rizal sedikit genit

“hmmmmm udah berani ngegombal ternyata, udah mesum sekarang berani gombalin juga” kata della

“namanya juga usaha del” kata rizal

“kamu gak inget dulu di rumah citra kamu kayak gimana?” kata della

“gimana emang?” tanya rizal

“kamu tuh dateng udah kayak anak cupu loh, pendiem, pemalu, tapi ada sok cool nya gitu,, sampe aku bingung pas ditinggal berdua tuh nih anak kok introvert banget sih” kata della

“ya gitu, aku emang males ketemu orang baru, itu moodku udah turun banget waktu dipaksa mbak devieta masuk rumah mbak citra abis gitu aku dikerjain juga sama mereka” kata rizal

“hahahaha tapi lucu waktu itu, terus waktu kamu nganterin aku pulang sama nemenin aku nyari buku dan nonton kemarin kamu berubah banget jadi jauh lebih gentleman dan romantis gitu” kata della

Rizal sempat tersipu malu mendengar pujian yang terlontar dari mulut gadis cantik yang kini sudah resmi menjadi kekasihnya.

“neng della, bibi mau keluar sebentar ke restoran buat acara minggu depan” kata pembantu della

“oiya bi, sekalian beliin batagor yang diseberangnya dong” kata della

“yang dimana neng?” tanya pembantu della

“ada di depan minimarket bi, minimarketnya kan ada di seberang restorannya itu” kata della

“oh iya bibi tau, terus itu neng della,, makanannya udah siap” kata pembantu della

“iya bi, makasih ya” kata della

“yaudah neng bibi keluar dulu” kata pembantu della

“iya bi” kata della

“kamu mau makan sekarang zal?” tanya della ke rizal

“ayuk deh udah laper” jawab rizal

Della dan rizal berdiri dari tempat duduknya. Entah apa yang mendorong rizal tiba-tiba tangan rizal menarik tangan della hingga della tertarik kepelukan rizal. Della nampak sangat terkejut namun dirinya terpaku melihat wajah rizal yang berada sangat dekat dihadapannya.

“may i kiss you honey?” tanya rizal

“gak tau” jawab della yang bingung dan gugup

“i wanna kiss you, not because i want to lust just i wanna kiss you” kata rizal berusaha meyakinkan della

“mmmh tapi aku belum pernah zal” kata della

“close your eyes, and feel the touch” kata rizal

Seperti kata rizal, della mencoba menutup matanya dan perlahan mulai merasakan hembusan nafas rizal yang semakin dekat. Della merasakan bibir rizal mulai menyentuh bibirnya. Awalnya hanya kecupan lembut yang ia rasakan.

Semakin lama della merasakan bibirnya berada dimulut rizal. Della mencoba mengikuti alur ciuman rizal, hisapan demi hisapan ia rasakan yang diakhiri dengan lidah rizal masuk ke dalam mulutnya dan bermain dengan lidahnya.

Tangan rizal yang awalnya memegang tangan della kini mulai berani membelai punggung della dari atas sampai bawah. Yang pada akhirnya membuat tubuh della semakin erat dengan tubuh rizal. Rizal juga bisa merasakan gundukan kedua payudara della yang menekan dadanya.

Cukup lama rizal dan della melakukan ciuman itu sampai della melepas ciumannya sambil berbisik. “masih lama kah?”

“kenapa?” tanya rizal

“takut bibi pulang” kata della

“bentar yah” kata rizal

Rizal kembali melumat bibir della dengan lembut. Sampai akhirnya della melepaskan ciumannya dan sedikit mendorong rizal agar memberinya ruang bernafas

“makan dulu yuk, ntar kalo bibi belum pulang lanjut lagi” kata della

“yaudah deh yuk” kata rizal

Della menarik tangan rizal membawanya ke meja makan dimana semua makanan yang sudah dimasak oleh della dan pembantunya sudah tersaji di atas meja makan. Della lalu menceritakan masakan mana saja yang dibuat olehnya dan mana yang dibuat oleh pembantunya.

Rizal yang sudah lapar dengan rakusnya melahap makanan yang dibuat oleh della, empat menu masakan yang dibuat oleh della pun sudah dimakannya

“kamu masak segini banyak ntar siapa yang makan?” tanya rizal

“kan ada kamu yang abisin” kata della

“terus kalo aku pulang ini siapa yang abisin” kata rizal

“kamu bawa pulang aja, kan di rumah kamu ada devieta,, lagian siapa tau anak kos disana ada yang mau makan” kata della

“hmmm yaudah ntar aku bawa pulang deh” kata rizal

“eh beib, tadi tuh pertama kali aku ngerasain ciuman loh” kata della

“itu first kiss kamu?” kata rizal

“iya” kata della

“waaah aku jahat udah ambil itu” kata rizal

“gapapa aku berdoa biar kamu yang jadi imamku, jadi aku kasih itu buat kamu” kata della

“hmm semoga kamu benar pilihanku del” kata rizal

“tapi inget jangan minta lebih” kata della

“enggak kok, gak tau kalo ada kesempatan terus ada yang bisikin ya gimana lagi” kata rizal

“mau aku putusin kamu?” kata della

“ya jangan dong, insyalh aku enggak tergoda minta yang lain kok” kata rizal

“hahaha tenang aja sayang, kalo kita udah halal aku bakal turutin mau kamu kayak gimana oke?” kata della

“siap sayang, halalin sekarang yuk” kata rizal

“yaudah sana ke australi bilang ke ayahku kalo mau halalin” kata della

“terus abis itu, kamu siapa datang datang minta nikah sama anak saya, kamu gak tau kalo anak saya cowo” kata rizal

“hahahahahhaha” tawa mereka berdua

“ihhh kamu gitu, berarti kamu tadi ciuman ma cowo berjilbab ya? Ih amit – amit” kata della

“enak aja” kata rizal

[table id=iklanlapak /]

Rizal dan della pun larut dalam canda tawa mereka di meja makan sambil sesekali menikmati cacitran yang ada. Sampai satu momen rizal ingin merasakan lagi bibir della yang sangat lembut itu

“beb sini” kata rizal

“ngapain?” kata della

“mau lagi” kata rizal

“apanya yang mau lagi? Makan? Tuh ambil aja sendiri kan ada di depan kamu nasinya” kata della

“bukan sayang” kata rizal

“terus apa?” kata della

“bibir kamu” kata rizal

“hmmm ketagihan ya?” kata della

“iyalah, siapa gak ketagihan ngerasain bibir manis kamu, ayo ntar keburu bibi pulang loh” kata rizal

“hmmm iyaa,, duuh susah kalo udah ketagihan gini” kata della

Della berjalan mendekati rizal yang duduk di kursi meja makan. Della menundukkan badannya dan kemudian mereka berdua saling melumat. Tak selang berapa lama della merasa pegal dengan badannya yang terus menunduk

“kamu duduk sini aja biar gak pegel” kata rizal

“hah masa duduk disitu, enggak ah aku ambil kursi aja” kata della menolak

“gak usah ribet ntar, udah kamu duduk di pahaku aja” kata rizal

Della dengan ragu memposisikan dirinya duduk di atas pangkuan rizal. Tangannya merangkul pundak rizal dan mereka kembali berciuman dengan lembut. Cukup lama rizal merasakan kelembutan bibir della yang membuat kontolnya nengeras. Tak selang berapa lama della melihat rizal sibuk mempebaiki bagian selangkangannya.

“itu kenapa?” tanya della

“mmmh?” jawab rizal sedikit kebingungan

“itu lho kok kamu sibuk sama titit kamu” kata della sambil menunjuk ke arah selangkangan rizal

“gapapa, dia bangunnya gak bener jadi sakit,, ini benahin posisi dulu” kata rizal

“gara2 aku dudukin ya? Maaf ya sayang” kata della sambil mengusap kontol rizal dari luar celana rizal

“eh jangan digituin ntar dia malah minta dikeluarin” kata rizal

“keluarin gimana? Keluar dari celana kamu? Ya keluarin aja sayang biar gak sakit” kata della

“ya gak gitu, maksudnya minta dikeluarin spermanya kalo kamu pegang” kata rizal

“oh emang gitu ya? Berarti dia minta ml dong?” kata della

“gak harus ml juga sih, bisa pake cara apapun walau gak ml sayang” kata rizal

“iya kah, baru tau,, yang aku tau cuma lewat ml doang sih” kata della

“kamu mau coba?” kata rizal

“enggak deh, aku takut” kata della

“yaudah ciuman lagi aja kalo gitu” kata rizal

Rizal kembali melumat bibir della yang kini lebih ganas dari sebelumnya. Sementara tangan rizal sibuk menjalar ke sekujur tubuh della yang membuat della sedikit geli merasakan setiap sentuhan tangan rizal pada tubuhnya. Sesekali juga tangan rizal meremas paha della yang dapat dirasakannya hanya kain gamis yang menutupi paha della. Tidak kain lain seperti celana panjang atau legging di dalam gamis itu.

Cukup lama rizal dan della berciuman di area meja makan itu sampai akhirnya mereka berdua mendengar pintu garasi terbuka tanda pembantunya datang saat mereka berdua sedang terbakar birahinya. Della dengan cepat merapikan gamisnya yang sudah berantakan karena sentuhan rizal.

Halaman Utama : Kubuka Sebuah Kost an

BERSAMBUNG – Kubuka Sebuah Kostan Part 12 | Kubuka Sebuah Kostan Part 12 – BERSAMBUNG

Sebelumnya ( Part 11 ) | ( Part 13 ) Selanjutnya