. Kubuka Sebuah Kostan Part 11 | Kisah Malam

Kubuka Sebuah Kostan Part 11

0
367

Episode 11 – Kubuka Sebuah Kost an


Trias

Yukiko

Septy 
Zahra

“jadi mau lanjut ngerjain dimana kita?” tanya septy

“ke foodcourt dulu yuk, mau cari cincau station nih” kata kiko

“yaudah yuk, sekalian aku mau isi saldo ovo ku” kata zahra

Zahra dan ketiga sahabatnya berjalan menuju lantai paling atas. Sampai di foodcourt awalnya biasa saja. Kiko beli minuman, septy dan trias membeli makanan ringan, sementara zahra mengisi saldo ovonya.

Namun setelah zahra dan ketiga sahabatnya duduk di salah satu kursi foodcourt itu, zahra melihat seseorang yang sangat tidak asing bagi dia. Seseorang yang dulu pernah ada bersama dia. Kini dia dan ketiga sahabatnya melihatnya dengan seorang wanita cantik tengah menikmati makanan di mejanya

“itu bukannya….?” tanya trias

“eh iya itu, mas rizal” jawab kiko

“kok sama itu?” tanya trias

“itu pacarnya ya?” tanya septy

“husnudzon dulu mungkin itu temennya” kata zahra

“tapi ra, kalo temen gak kayak gitu,, itu pacarnya,, ” kata trias

“ya kalo emang itu pacarnya berarti aku emang harus pergi dari dia” kata zahra

“kalo gitu kita juga pindah kos aja gues, kasian zahra kalo masih disana” kata trias yang diikuti anggukan kepala kiko dan septy

“gak usah, kalian tetep disana biar aku bisa tau kabar keluarga mereka” kata zahra

“tapi ra, kamu pasti tersiksa kalo kita tetep disana” kata septy

“aku gak tersiksa kok, aku ikhlas kalo rizal bukan untukku,, dan lagi aku juga tau kalo aku bukan siapa – siapa,, resiko ku udah membuat dia pergi jauh sekarang,, mungkin cewe itu yang bisa buat dia nyaman” kata zahra

“raaa jangan nangis disini ya” kata kiko memeluk erat tubuh zahra

“pulang yuk gaes” ajak septy

“kenapa pulang? Tugas kita belum selesai loh,, sekalian makan yuk laper banget” kata zahra disela tangisnya

Mereka melihat rizal dan wanita sudah tidak berada di mejanya. Mereka pun pergi ke sebuah cafe untuk makan malam dan menyelesaikan tugas laporan kuliahnya sekaligus menghabiskan waktu hingga jam tutup mall

[table id=Ads4D /]


Della

Nissa

“makasih ya udah ditemenin jalan dan nonton hari ini” kata rizal

“aku yang harusnya makasih sama kamu zal, udah di beliin buku ini sama kamu,, ditraktir makan, di bayarin nonton” kata della

“oooh biasa aja kok, buku itu kan kamu emang butuh,, lagian juga kan susah nyarinya,, jadi mumpung ada kenapa gak di ambil aja sekalian” kata rizal

“tapi makasih ya,, aku seneng banget hari ini berdua sama kamu” kata della

“sama, kamu bisa bikin aku nyaman seharian ini,, jadi sekarang mau kemana?” tanya rizal

“pulang aja yuk,, udah malem banget” kata della

“oke ratu, saya siap mengantarkan ratu ke istana untuk istirahat” kata rizal

“apaan sih,, iiih alaay deh” kata della sambil tertawa geli

Mobil rizal pun meninggalkan mall yang sudah mulai sepi dari pengunjung. Saat ia melihat jam tangan terlihat waktu sudah menunjukkan jam 22.45,, jalanan kota masih cukup ramai. Suasana jalanan tak begitu macet. Itu yang membuat mereka berdua lebih cepat untuk sampai di rumah della. Della langsung turun dari mobil rizal.

“del, boleh aku anter kamu sampe dalem.” Kata rizal sambil menunjuk rumahnya.

Senyum mengembang di bibir della, “boleh kok, yuk.”

Rizal akhirnya mengikuti della masuk melewati gerbang rumahnya, rizal merasa takjub saat sampai di halaman rumahnya. Rumah della terlihat megah, suara percikan air di kolam kecil terdengar jelas di telinganya. Saat pertama kali mengantar della pulang saat itu yang terlihat hanya gerbang rumahnya yang membuat rumah della terlihat megah. Rizal menghentikan langkahnya saat mereka berada di depan rumahnya.

“aku anter sampe sini aja ya del.” Kata rizal sambil berdiri dihadapannya.

“engga masuk dulu aja sekalian?” tanya della.

“udah malem del, besok atau kapan-kapan aja kan bisa main kesini lagi hehehe” kata rizal

“hmm yaudah kalo gitu.” Kata della sambil menundukan wajahnya.

“della.” Panggilku lirih.

“heemmm” della kembali mengadahkan kepalanya dan menatap rizal

Entah terbawa suasana atau memang rizal yang bodoh ingin mengulang kejadian yang pernah ia lakukan dengan zahra, ia majukan kakinya selangah untuk lebih dekat dengan della. Ia belai pipi kanannya, della semakin menatap rizal tajam.

Rizal perlahan mulai memajukan kepalanya dan “cuuupp” ia kecup kening della yang sedikit tertutup jilbabnya malam itu. Sepersekian detik kemudian rizal tersadar dan buru-buru melepasan kecupannya di kening della.

“del, maaf aku lancang sudah mencium keningmu” kata rizal sambil memasang wajah menyesal.

“gpp kok zal” lagi-lagi della tersenyum manis di depan rizal

“aku ngelakuin itu karena aku sayang sama kamu, aku tau ini terlalu cepat buat kita,, tapi aku nyaman sama kamu dan aku hanya gak mau kehilangan kamu” kata rizal

Della hanya terdiam mendengar kata yang terucap dari bibir rizal. Della tidak menyangka sosok rizal bisa jatuh cinta dengan dirinya.

“aku tau kok del, mungkin susah buat kamu untuk menerima aku, kamu pasti butuh waktu untuk itu, tapi aku bicara ini supaya kamu tau ada aku yang sayang sama kamu,, kamu gak perlu jawab kalo kamu belum bisa dan akan aku tunggu kamu sampai kamu bisa terima maksudku,, yaudah kalau gitu aku pulang ya, dadaahhh.” Kata rizal sambil melambaikan tangan della

Rizal perlahan melangkah menuju mobilnya yang terparkir di depan gerbang rumah della. Sementara della hanya terdiam bingung apa yang harus ia katakan. Saat melihat rizal sudah di dekat gerbang dan menutup pintu gerbang

“zal kabarin aku ya kalo udah sampe rumah.” Kata della sambil melambaikan tangannya juga. Rizal hanya menganggukan kepalanya

“love you,, aku juga sayang sama kamu” teriak della

Mendengar teriakan della membuat rizal loncat kegirangan dan joged di depan gerbang della yang membuat della tertawa melihat tingkah konyol rizal. Dengan diakhiri kiss bye rizal langsung masuk ke dalam mobilnya untuk pulang.

Rizal kendarai dengan kencang mobilnya agar supaya cepat sampai rumah. Jalanan pun mendukung karena sudah lengang.

[table id=AdsKaisar /]

Sesampainya di rumah, langsung rizal memasukan mobilnya kedalam garasi. Suasana rumah sudah sepi saat itu, mungkin sudah pada tidur. Sesudah mengunci pintu, rizal langsung masuk ke kamar. Ia buka jaket dan jam tangan, lalu ia merebahkan tubuhnya di ranjangnya.

“aku kok bisa-bisanya malah nyium dia sih,, tapi aku puas bisa ngomong jujur sama dia,, tapi apa kita udah resmi pacaran ya” batin rizal dalam hati.

Rizal ambil hapenya lalu ia kirim pesan kepada della bila diirinya sudah sampai di rumah. Tak berapa lama, hp rizal berdering, ia ihat di layar hapenya ternyata della yang menelfon.

“halo della.”

“halo zal, udah sampai rumah?”

“udah kok, ini baru rebahan di ranjang”

“loh? Gak solat?”

“astaghfirlah lupa,, yaudah aku solat dulu”

“yaudah sana solat, terus istirahat,, dan mmmhh makasih ya buat malam ini. Aku seneng banget.”

“haha iya del, makasih juga udah nemenin aku hari ini. Oiya del, sekali lagi aku minta maaf buat yang tadi.”

“iya zal gpp kok, itu juga salah satu yang ngebuat aku seneng malam ini,, dan bikin aku sayang juga sama kamu”

Perasaan rizal pun amat sangat bahagia malam itu. Rizal mengakhiri telponnya dan bersiap untuk melakukan solat. Saat di kamar mandi, rizal ingat bahwa malam itu ia akan menyetubuhi nissa yang sudah lama tidak ia rasakan. Dan saat itu juga ia ingat bahwa ada satu bidadari lagi yang menunggu untuk disetubuhi yaitu citra. Namun pilihannya jatuh ke nissa untuk disetubuhi.

Dan pada akhirnya setan juga yang menang, ia pending wudlunya dan melangkahkan kakinya ke kamar nissa. Sampai di depan kamar nissa, rizal melihat tiga kamar yang di tempati kiko, septy, dan trias sudah menyala. Tanda kalau mereka sudah berada di rumah.

Sempat rizal ingin mengetuk salah satu kamar mereka dan menanyakan apa yang rizal tadi saat ada di mall. Namun ternyata kontolnya lebih berani untuk meminta bagiannya. Rizal pun masuk ke kamar nissa yang tidak di kunci. Dan di dalamnya ternyata nissa masih belum tidur. Ia sedang sibuk dengan hapenya.

Nissa sedikit terkejut melihat rizal yang tiba – tiba masuk ke kamarnya dan berjalan masuk mendekati nissa yang berada di atas ranjang. Nissa sempat melihat rizal mengunci pintu kamarnya. Mau tidak mau nissa harus bersiap kembali melayani nafsu rizal.

Saat itu nissa sangat cantik dengan pakaian tidur tipis yang membuat rizal sangat bergairah melihatnya. Nissa terlihat seperti wanita yang sangat seksi dengan paha putihnya dan pantatnya terlihat lekukannya di dalam pakaian nissa, begitupun dengan payudaranya. Banyak cowok yang otomatis melirik termasuk doni yang sudah menikmati tubuh nissa

“nissa kamu seksi sekali kalo pake ini, jadi bikin aku makin nafsu liatnya” celoteh rizal

“Kan sesuai dengan permintaan mas rizal,, nissa udah siap kok” tantang nissa

“Aahhh.. Jadi gak sabar pengen genjot kamu” kata rizal

“Udah minum obat kuat belum mas? Nanti pas nempel langsung keluar” goda nissa

“Awas ya kamu nissa, kamu meremehkan mas rizal. Emangnya tiap aku ngentot kamu pernah cepet keluarnya?” kata rizal

“Ya bukan gitu mas,, tapi sekarang nissa mau bikin mas rizal kewalahan sama memekku hehehehe” kata nissa

“Dasar kamu, Liat aja mas bakal bikin kamu puas hehe” kata rizal

“terus mas, nanti spermanya mau dikeluarin di luar atau di dalam?” kata nissa

“pengennya sih di dalem memek kamu” kata rizal

“Yaudah boleh, tapi nanti pake kondom mas ya,, Aku lagi subur soalnya mas” kata nissa

“gak dong kalo pake kondom, gak dapet sensasinya tau” kata rizal

“Kalau gak mau masai kondom keluarinnya di luar.” tawar nissa

“Yaudah nanti mas rizal keluarin di luar ya sayang” kata rizal

“Ih manggil-manggil sayang..” kata nissa sambil menaruh hapenya di meja dekat kasur

“Wkwkwkkw mau di panggil sayang atau lonte?” tanya rizal sambil meremas payudara nissa

“terserah” jawab nissa

Mereka berdua lalu saling menatap, dan rizal memulai pergumulan yang dinanti. Maka tanpa ragu lagi tangan rizal membelai kepala nissa dan bibirnya mencium bibir nissa dengan lembut. Nissa pun juga dengan nalurinya membalas lidah rizal yang sudah masuk ke dalam bibirnya.

Darah rizal berdesir dengan cepat menikmati bibir nissa yang lembut dan basah menggairahkan. Dan nissa pun membalas ciuman rizal dengan tak kalah mesranya, mulutnya menghisap bibir rizal dalam – dalam seperti orang kehausan.

Hisapannya demikian lama dan menghanyutkan. Tangan nissa dengan lincah melepas kaos longgar rizal dan tangannya membelai dada rizal dengan mesra serta memainkan putting dada rizal dengan memilin – milinnya.

Kemudiannya kepala nissa mengarah ke dada rizal dan menjilati serta menciumi seluruh dadanya memberikan rangsangan yang membuat berahi rizal bangkit dengan cepat. rizal dibuatnya melayang dan mendengus sembari membelai kepala nissa

“Ouhh… nissa…Kamu kok pinter banget sich” erang rizal

Rizal terbata-bata menahan nafas yang tersengal-sengal menahan nafsu. Dan membuat kontol rizal mengeras dengan hebat seakan tidak sabar ingin merasakan memek nissa

“nissa bangga kalau mas rizal puas” ucap nissa yang sudah rela menjadi budak rizal

Nissa terus menjilati dada dan leher rizal semakin ganas. Tangan rizal secara naluri mulai menelusup ke balik kaos yang nissa kenakan mencari payudara nissa yang bulat dan sekal. Rizal terpana dan heran, ternyata nissa tidak mengenakan BH.

“Kok.. nissa nggak mase BH?” tanya rizal

“Biar mas rizal gampang remesin dan ciumin,, lagian kalo aku pake bh pasti ntar dicopot juga sama mas rizal” goda nissa sambil sesekali mencium leher rizal

Kaos itu akhirnya rizal tarik ke atas dan tangan rizal segera meremas payudara yang menggairahkan bagi rizal. Bibir rizal menciumi dan menjilati payudara nissa yang sebelahnya. Membuat nissa mengerang dan melenguh dengan lepas tanpa tertahan

“Ouh…mas rizal…ouh” erang nissa

Tangan dan bibir rizal terus dengan intensif mempermainkan kedua payudara dan puting payudara nissa yang sudah tegak menantang. Dan Kepala nissa terdongak dengan terus-menerus mengerang menikmati rangsangan yang rizal berikan

“Euh… euh… euh… oooh… mas… mas…” erang rizal

Tangan rizal yang satu lagi mulai menarik celana nissa ke bawah dan menari-nari mulai dari betis, lutut hingga paha kemudian mengusapnya dengan lembut dan penuh gairah. Nissa semakin menggelinjang dan mengerang. Kemudian tangan rizal bergerak keatas menuju selangkangan nissa.

Kembali rizal terpana ternyata nissa tidak mengenakan CD, Jari rizal meraba bulu rambut memeknya nissa ketika tiba di selangkangannya. Rizal turun dari ranjang dan berhadapan dengan selangkangan nissa yang sudah tidak dihalangi apapun.

Jantung rizal seolah berhenti berdetak begitu melihat pemandangan indah dihadapannya, kini di hadapannya tampak vagina indah yang dihiasi oleh rambut yang lebat namun halus dari seorang gadis cantik yang sudah terselimuti birahi

Kembali naluri kelaki-lakian rizal bekerja secara reflek, wajah rizal menghampiri vagina indah yang menggairahkan dan membuat kontol rizal semakin keras, bibir rizal menciumi seluruh permukaan vagina itu tanpa ragu dan sungkan

Bibir rizal menciuminya dengan penuh nafsu dan nafas yang tersengal-sengal. Lidahnya bergerak dari bawah ketas sepanjang lipatan bibir vagina indah ini.

“Auh… .auh… auw…… Ouhh… mas.. Ouh mas geliii aaah mmmh isep teruus masss” racau nissa

Nissa terus meracau seiring dengan bibir rizal yang bergerak tak bisa diam menciumi dan menjilati vaginanya yang menggairahkan ini. Erangan, lenguhan dan kata-kata meracau yang keluar dari mulut nissa semakin sering dan nyaring dan gerakan badan yang melonjak-lonjak tak terkendali.

“Ouh… mas… ouh… mas…, akuu … ngga kuat… akuuu … nggak kuat Ouuuuhhhh…” racau nissa

Nissa menarik badan rizal ke tempat tidur dan mendorong rizal hingga jatuh telentang di ranjang yang empuk. Lalu dengan tergesa-gesa dan penuh nafsu tangannya berusaha membuka celana rizal sekaligus dengan celana dalamnya hingga rizal menjadi telanjang bulat dengan kontol yang berdiri tegak dengan gagahnya.

Telapak tangan nissa meraih kontol rizal dan mengocoknya, sementara mulutnya melahap kontol rizal dengan rakus dan penuh nafsu. Bibir dan lidahnya bekerja dengan lincahnya memberikan kenikmatan yang tak terbayangkan sehingga membuat rizal terlonjak-lonjak dan melenguh.

“Ouh… upsss ouh… Masukin yang dalem nis oooohh” racau rizal

Nissa terus memberikan kenikmatan pada rizal dengan mempermainkan kontolnya oleh bibir dan lidahnya. Sampai akhirnya nissa merasa tak tahan dia berdiri dan mencopoti pakaian yang masih ia pakai.

Kini di hadapan rizal tampaklah seorang bidadari cantik yang telanjang sedang merangkak menghampiri rizal yang sedang telentang menahan nafsu yang menggebu. Nissa memeluk rizal, namun rizal menggulingkan nissa hingga posisinya di bawah. Dan badan rizal bergeser ke bawah agar wajahnya bisa berhadapan kembali dengan vagina nissa.

Baju rizal belum lepas sehingga terasa mengganggu, rizal melepaskannya dengan tergesa-gesa. Lalu kedua tangan rizal merengkuh pantat nissa yang mulus menggairahkan dan bibir rizal kembali menciumi vagina nissa yang sudah semakin basah. Lidah rizal mengorek-ngorek liang sempit yang terhalang oleh lipatan bibir vaginanya

“Auw… auw… geliii mmmh jilat terus mas ssssh aaaah” racau nissa

Jeritnya setiap kali lidah rizal menyentuh liang vagina nissa. Namun tangan rizal terus meremas pantat nissa dan lidahnya terus mengulas-ngulas celah vagina nissa hingga nampak basah mengkilat

“Auwhhh … auwhhh… ” desah nissa

Badan nissa terlonjak-lonjak tak terkendali lagi dan kedua tangannya mulai meremas dan mencengkram kepala rizal seperti yang sedang menahan sesuatu, hingga akhirnya pantatnya menegang kaku terangkat ke atas dan kedua tangannya menekan kepala rizal hingga wajah rizal rapat dengan vaginanya disertai dengan jeritan panjang seperti tercekik.

“Aaaaaaakkhhh… ” erang nissa

Diakhiri dengan kedutan pantat yang menggetarkan tangan rizal dan liang di vagina nissa pun berdenyut-denyut berkotraksi meremas-remas ujung lidah rizal yang sedang menelusurinya. Badannya terhempas dan dari mulutnya keluar desahan panjang. Dari vaginanya keluar cairan yang cukup banyak menyemprot.

Disertai nafas yang tersengal-sengal seperti yang baru selesai melakukan lari sprint. Dan badannya diam lemas seolah tak bertenaga setelah orgasme terhebat dalam hiduonya.

“Sudah dulu mas.. Aku cape,, istirahat dulu” kata nissa di sela nafasnya yang ngos – ngosan

Gairah nafsu rizal masih terbakar hebat. Setelah beristirahat sebentar, rizal mencium nissa kembali untuk menuntaskan nafsunya. Dengan nafas yang memburu tangan rizal bergerak liar membelai dan meremas payudaranya yang montok menggemaskan, rasanya tak pernah bosan-bosan bagi rizal jika seharian harus mempermainkan payudara indah milik nissa

Mulut, bibir dan lidah serta tangan rizal secara intensif terus-menerus secara konstan memberikan rangsangan kenikmatan kepada nissa. Usaha rizal berhasil, gairah nissa kembali bengkit dan nissa mulai membalas ciumannya dengan panas dan bergairah.

Badan nissa bergelinjang-gelinjang menahan nafsu yang kembali membludak dalam dirinya. Tangan kanan rizal bergerak kearah selangkangannya dan jari tengah rizal dengan lincah menari-nari dibelahan bibir vagina yang basah, klitorisnya ditekan dan dipilin membuat nissa mengerang cukup keras.

“Ouh…. mas…” lenguh nissa

Kembali jari tengah rizal menekan itilnya dan menari-nari di atasnya, erangan dan lenguhannya semakin keras dan terengah-engah

“Auw… Aouh… Oh… mas…, nissa.. nggak tahan” racau nissa

Katanya mendesah seperti menahan derita nikmat yang tak pernah bisa tergambarkan. Kemudian pahanya terbuka semakin lebar dan pinggulnya bergoyang-goyang erotis sambil mengerang dan menlenguh

“Ouh…Ah…” erang nissa

rizal sudah tak sabar dan kini nalurinya menuntunnya untuk memposisikan dirinya diantara dua paha nissa yang sudah terbuka lebar dengan vagina yang berwarna merah muda mempesona. Dan rizal mengarahkan ujung kontolnya ke depan liang vagina nissa, lalu dengan terburu-buru rizal menekankan pantatnya.

Gerakan keluar masuk penis rizal di dalam vagina nissa dilakukan berulang dengan kecepatan yang konstan. Jerit lirih kesakitan nissa telah hilang secara total tergantikan oleh sensasi kenikmatan yang dirasakannya..

“Ouh… mas… nikmat…, Ouh mas… Ouhhhh…” demikian erangan dan lenguhan nissa keluar dari mulutnya berulang-ulang.

Hingga akhirnya pinggul nissa turut bergerak memberikan tambahan sensasi nikmat yang berlebihan bagi rizal maupun dirinya

“Auh…auh… hehh…” desah nissa

Dengusan dan erangan bersatu dalam keriuhan deru nafas mereka. Rasa nikmat yang mereka rasakan terus membuat melayang-layang sehingga erangan nikmat rizal bersahutan dengan erangan nikmat bagi nissa. Gerakan rizal dan goyangan pinggul nissa semakin cepat dan mulai kejang-kejang tanpa dapat dikendalikan.

Dan deraan nikmatpun semakin membuat mereka lupa diri. rizal dan nissa terus mendengus dan mengerang bersahutan dengan gerakan yang sudah tidak beraturan lagi, seolah sedang menggapai nikmat yang semakin lama semakin bertambah tinggi.

“Ouh…mas…, ouh…nikmat…ouh….auwh…” nissa semakin meracau

“Oh … nissa… Oh ….”Dengus nikmat rizal semakin nyaring

Tiba-tiba ada dorongan tenaga yang sangat besar dari dalam tubuh rizal yang tidak bisa dilawan. Badan rizal melenting kejang kaku, kontolnya tertanam dalam menekan vagina nissa hingga ke pangkalnya dan dari mulut rizal keluar jeritan nikmat yang panjang tak tertahan

Aaaahkkks….
Pada saat yang sama nissa mengalami hal yang sama. Badannya melenting, kukunya menancam dipunggung rizal dan pinggulnya naik menekan selangkangan rizal serta kepala terdongak dan keluar jeritan panjang

“Aaaaaaahhhhkkkks…” erang nissa

Sedetik kemudian… Cret… cret… cret… sperma rizal keluar dengan derasnya membasahi seluruh rongga liang vagina nissa dan disambut dengan kontraksi yang sangat hebat dari dalam liang vagina nissa yang memeras dan memijit kontol rizal serta menghisap seluruh sperma yang terpancar dari kontol rizal menghasilkan suatu puncak kenikmatan yang tak terbandingkan secara bersamaan yang mereka rasakan.

Setelah itu, Badan rizal seolah melayang ringan jatuh terhempas diatas tubuh nissa yang juga merasakan hal yang sama seperti yang kurasakan. Nafas mereka keluar seperti orang yang sangat kelelahan. Dengan napas yang ngos-ngosan mereka saling berpandangan dengan rasa puas dan nikmat. Kemudian bibir rizal mencium mesra bibir nissa dan disambutnyapun dengan mesra

“mas kok dikeluarinnya di dalam? Kalau nissa hamil gimana?” tanya nissa

“Tenang, mas rizal sudah bawa sesuatu buat kamu, kamu minum ini dulu aja biar gak hamil” kata rizal sambil memberikan sebuah pil

Nissa segera meminum pil yang telah diberikan oleh rizal. Kemudian badan rizal digulirkan kesamping tubuh nissa sehingga kontol rizal tercabut dari liang vagina nissa. Ada lelehan sperma kental yang berwarna putih bercampur yang keluar dari liang vagina.

Mereka berpelukan cukup lama mengumpulkan semua kesadaran yang sempat hilang sambil menormalkan helaaan napas yang tersengal-sengal akibat percumbuan yang demikian lama. Sambil berbaring rizal memperhatikan tubuh gadis cantik ini dalam keadaan telanjang tergolek lemah.

“Oh… betapa indahnya…, betapa putih dan mulusnya…, beruntung bisa menyetubuhimu sepuasku” kata rizal sambil tangannya membelai dan mengusap tubuh indah yang basah oleh keringat ini.

Mata nissa memandang rizal mesra dan bibirnya tersenyum manis menggiurkan. rizal mencium lagi bibir lembutnya dan tangannya membelai serta meremas payudaranya yang montok merangsang. Tak terasa gairah rizal bangkit kembali, perlahan namun pasti kontol mulai mengeras kembali.

Dan nissapun merasakan hal yang sama, gairahnya mulai bangkit kembali dan kembali mereka berciuman dan berpelukan bergulingan di kasur. Mereka kembali bercumbu dengan penuh gairah dan kontol rizal diarahkan kembali ke liang vaginanya. Kali ini kontolnya dapat masuk dengan mudah, dan persetubuhan kali ini pun berlangsung lebih panas dan lebih menggairahkan dari percumbuan sebelumnya. Sampai akhirnya rizal tertidur di kamar nissa sampai kesokan paginya.

[table id=AdsLapakPk /]


Septy 

Adzan subuh berkumandang, hape nissa pun juga telah berbunyi alarm. Rizal terbangun dengan tubuh telanjang nissa yang masih tertidur dipelukan rizal. Rizal bangun dan kembali mengenakan pakaiannya. Ia keluar kamar dan berniat kembali menuju kamarnya. Saat sudah keluar kamar rizal berpapasan dengan septy yang baru saja dari kamar mandi.

“eh septy, udah babgun?” tanya rizal

“iya mas,, abis dari kamar mandi” kata septy yang sangat terkejut melihat keberadaan rizal

“oiya aku mau tanya dong kalo boleh” kata rizal

“boleh mas,, mau tanya apa?” kata septy

“gini, kemarin kamu ke mall xxx kah?” tanya rizal

“oh i.. i.. iya mas,, kenapa?” kata septy dengan sangat gugup

“berempat ya? Sama trias dan kiko juga?” tanya rizal

“iya mas” jawab septy

“terus yang satu lagi itu siapa kok aku gak asing kayaknya?” tanya rizal

“i.. i.. itu eeem itu,, ituu emm” kata septy yang bingung bagaimana cara menjawab pertanyaan rizal

“zahra ya namanya?” tebak rizal

“haaah”

“ya kan?” lanjut rizal

“i.. i.. Iya mas,, sahabatnya mas rizal” kata septy yang pada akhirnya ia menjawab dengan jujur

“gak usah gugup gitu kali, aku gak bakal nakutin kalian,, jadi kalian sahabatnya zahra?” kata rizal

“iya mas kita temenan sudah sejak mmmh awal kuliah” kata septy

“oh gitu,, terus gimana kabarnya dia?” tanya rizal

“mmmmh akhir akhir ini zaaahra juga sering cerita tentang mas rizaal kok mmmh” kata septy yang seakan dirinya sedang menahan sesuatu

“jadi kalian udah tau semua tentang aku sama zahra ya?” tanya rizal

“iyaaaah termasuk masalah yang mmmmh membuat mas rizal dan zahra jauh seperti sekarang,, terus tadi mas mmmmh di mall sama siapa ya?” kata septy

“oooh itu,, sebenernya aku masih sayang zahra tapi sepertinya ada tembok besar yang gak mungkin bisa untuk dirobohkan sept,, jadi ya aku harus mencari penggantinya dan mungkin dia itu yang bisa gantiin zahra” kata rizal

“jadi itu mmmh pacar mas rizal?” kata septy

“bisa dibilang begitu, btw kamu kenapa dari tadi kok kayak nahan sesuatu?” kata rizal yang menangkap ada sesuatu yang anaeh terjadi di dalam tubuh septy

“iya mas,, mmmmh ini perutku mules dari tadi mmmh aku ke wc lagi ya mas” kata septy

“oalah, ntar minum obat biar cepet sembuh” kata rizal

“iyaaaa maaaas” kata septy

Rizal kembali berjalan menuju kamarnya sambil membenarkan apa yang sempat ia lihat di foodcourt mall itu.

[table id=AdsTbet /]

Sampai di kamar rizal kembalk teringat apa yang dia lihat saat berbicara dengan septy.

“apa ya tadi di dalam kresek itu, kok bentukannya kayak pernah tau” batin rizal

Rizal mengambil hapenya dan mencari nama dari benda yang sempat ia lihat di dalam kresek putih yang di bawa oleh septy.

“tuh kan bener,, masa iya septy berani pakai ini,, nakal juga dia subuh-subuh gini malah masturbasi”

Rizal tidak menyangkan jika sahabat zahra itu ternyata mempunyai birahi yang cukup besar. Namun rizal akan mencari jawabannya setelah menikmati tubuh hani yang sudah dijanjikan oleh siska hari ini.

Setelah mandi besar dan menunaikan solat subuh. Rizal menelpon della yang juga ternyata baru saja menunaikan solatnya.

“halo my queen”

“halo my boss,, udah solat?”

“udah dong, abis solat mau bangunin kamu dan ngingetin solat ternyata udah bangun”

“ya udah dong boss, udah solat juga, padahal sama tadi rencananya abis solat bangunin kamu ternyata telpon duluan hahahaha”

“tadi malem udah solat?”

Seketika rizal teringat kalau dirinya belum solat isya tapi malah menyetubuhi nissa semalaman. Dan kini ia bingung apa yang harus ia jawab ke nissa. Kalau berbohong sudah pasti dia belum pernah. Tapi jika ia jujur rizal tau pasti della akan marah besar kepadanya.

Dan pada akhirnya rizal harus menjawab “sudah kok, tapi abis itu aku langsung tidur del,, capek bangeet”

“uuuuuu tayaaangku kecapekan yaa,, ntar malem ke rumah aja abis kerja biar aku pijitin”

“waaah boleh deh, ntar aku kabarin lagi deh kalo mau ke rumah”

“siaap boss,, emang berangkat jam berapa ke warung?”

“paling nanti jam 9an”

“yaudah happy working ya boss, aku mau nemenin bibi ke pasar buat masakin kamu”

“hahahaha emang bisa masak?”

“bisa gak ya? Ntar kamu coba aja deh”

“hmmm yaudah jaga diri ya”

“iyaa boss daaaaah muuuach”

“muach”

Hari pertama berpacaran dengan della membuat hari rizal lebih berwarna dari sebelumnya. Dalam hatinya memang masih ada zahra. Namun kini della akan menjadi yang utama di dalam hati rizal

Halaman Utama : Kubuka Sebuah Kost an

BERSAMBUNG – Kubuka Sebuah Kostan Part 11 | Kubuka Sebuah Kostan Part 11 – BERSAMBUNG

Sebelumnya ( Part 10 ) | ( Part 12 ) Selanjutnya

Cerita Terpopuler