. Kubuka Sebuah Kostan Part 06 | Kisah Malam

Kubuka Sebuah Kostan Part 06

0
411

Episode 06 – Kubuka Sebuah Kostan


Vina

Rizal mengendarai mobilnya menuju arena futsal dengan vina. Sedangkan fajar membawa mobil tiara bersama dengan sang pemilik mobil. Sesampainya di tempat futsal mereka melihat teman yang lain sudah mulai bermain futsal.

Kurang lebih 12 orang termasuk rizal dan fajar yang hadir. Sementara yang lain juga tidak sedikit pula yang membawa wanita cantik sebagai penyemangat dan penyegar mata bagi lelaki.

“haah haaah haah hhah baru 2×10 menit udah engap banget rasanya” kata fajar yang ngos – ngosan

“lu sih kebanyakan push up di kasur sih, jadi kosong tuh dengkul” kata rizal

“anjrit, enak tau kalo olahraga yang itu” kata fajar

“salah lu sendiri dateng malah langsung masuk tim,, bukannya pemanasan dulu atau apa kek biar stamina agak lama” kata salah satu teman mereka

“lah makanya itu, lu ngentot aja pake foreplay,, ini futsal malah langsung main hajar bae” kata rizal

“lah ini pada nyerang gue semua, asem lu pada” kata fajar yang kesal

“hahahahahahaha” tawa teman – teman rizal dan fajar

“zal lu masuk gih, gantiin gue” kata teman rizal

“woke bos” kata rizal

Rizal masuk menggantikan salah satu temannya yang tampaknya sedang mengalami cedera dipergelangan kakinya. Sementara rizal yang baru selesai melakukan pemanasan langsung tune in dengan timnya.

Walaupun skill biasa saja namun berkumpul dengan teman dan keseruannya itu yang jarang sekali didapatkan. Belum lagi profesi rizal sebagai pengusaha sekaligus pemilik warung makan membuat waktu untuk berkumpul dengan teman sangat jarang.

Setelah tiga jam lebih lamanya rizal dan fajar bermain futsal dengan teman – temannya. Satu persatu mereka kembali pulang ke rumah masing – masing. Fajar dengan tiara pulang dengan membawa tiara yang berakhir dengan fajar kembali menyetubuhi tiara di rumah tiara.

Sedangkan rizal karena sudah hampir pagi ia membawa vina kembali ke rumahnya. Di dalam mobil, rizal yang sudah sangat kelelahan dan sedikit ada rasa mengantuk yang mulai melanda meminta vina untuk mengeluarkan spermanya kembali.

“lu balik ikut gue ato gimana jar?” tanya rizal

“kagak deh gue balikin mobil tiara dulu, sekalian istirahat disana, besok pagi gue baru pulang naik taksi online” kata fajar sambil berjalan menuju mobil tiara

“sekalian minta jatah memek juga ya?” ejek rizal

“kagak kayaknya hahahaha,, capek badan gue” jawab rizal sambil merangkul tubuh tiara

“kagak tapi tangan lu langsung ngerangkul tiara,, dasar babi hahahaha,,,, yaudah deh gue balik dulu dah” kata rizal

Rizal membawa vina menuju mobilnya untuk pulang bersama. Vina pun masuk ke dalam mobil rizal dan mulai menguncinya. Dengan sedikit tergesa – gesa rizal menarik kedua tangan vina menuju selangkangan rizal.

“yaampun belum keluar dari tempat futsal lho ini mas,, masa langsung minta jatah sih”

“hahaha kocokin aja dulu, udah gak tahan aku liat kamu vin” celoteh rizal

Rizal membantu vina yang berusaha membuka kancing celana yang ia kenakan dan mengeluarkan kontol kebanggaannya. Tangan halus, putih dan mungil milik vina itu perlahan mulai mengurut kontol panjangnya yang sudah mulai mengeras.

Mobil yang masih terparkir di halaman parkir arena futsal itu kini menjadi mobil satu – satunya yang berada disana dan tersembunyi dari penglihatan pemain futsal yang masih ada.

“uuuhh halus banget tangan kamu vina” desah rizal menikmati lembutnya tangan vina.

“jangan lama – lama ya mas, takut nih,, udah sepi disini” kata vina yang khawatir

“yaudah kita sambil jalan aja kalo gitu” kata rizal sambil perlahan mulai menjalankan mobilnya.

Vina tidak menyangka jika pemilik kosnya mempunyai birahi yang sangat besar padanya. Namun bedanya kini ia akan melayani birahi sang juragan kos tanpa paksaan dari siapapun. Dirinya dengan kemauannya sendiri kembali menjadi alat pemuas nafsu lelaki.

Tangan rizal yang awalnya hanya memegangi tangan putih vina untuk tetap mengocok kontolnya kini beralih mengarah payudara vina yang masih tertutup pakaian lengkap. Tangan vina perlahan menyingkap jilbab putihnya hingga kaos yang ia kenakan terlihat.

Rizal yang sudah lama memendam nafsu terhadap tubuh vina sejak pertama kali masuk ke dalam rumahnya langsung menyingkap kaos lengan panjang yang vina kenakan dan menarik bh putih yang menutupi dua bongkah daging kenyal di dada vina.

Tangan vina sesekali berhenti melakukan tugasnya karena merasakan rangsangan yang terus dilancarkan rizal pada kedua payudaranya. Namun rizal kembali menggerakkan tangan vina saat berhenti mengocok kontolnya.

Rizal yang sudah diselimuti nafsu itupun memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi. Sampai pada lokasi di dekat area perumahan elit di daerah rumahnya. Rizal menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah.

Rizal mendekatkan wajahnya ke wajah vina den mencium bibir mungil vina namun vina dengan pasrah meladeni lidah rizal yang mulai masuk ke dalam mulutnya. Rizal lalu meremas kedua payudara vina yang membuatnya sedikit menggeliat.

Melihat vina yang sangat menikmati rangsangan yang dilakukan oleh rizal, rizal lantas memainkan putting imut berwarna gelap yang telihat mengeras akibat rangsangan yang diberikan rizal.

“taruh tanganku di memek mu vin, aku mau tau kamu perawan apa tidak?” kata rizal

“kalo udah gak perawan gimana? Tapi aku jamin masih sempit kok mas hehehe mmmh mmmh” kata vina sambil menahan remasan pada payudaranya yang sekal

“mana coba kalo masih sempit” kata rizal

vina pun mulai membuka kancing dan resleting celana panjangnya dan menuntun tangan kanan rizal masuk kedalam celana dalamnya dan membiarkan tangan itu bermain di lubang memeknya.

Sementara tangan kiri rizal masih sibuk bermain dengan kedua payudara vina. Rangsangan yang diterima vina semakin bertambah. Kini ia harus bisa menahan payudaranya diremas dan dijilati putingnya bahkan kadang rizal memberi cupangan merah di payudaranya.

Dan ditambah tangan kiri rizal yang bermain di memeknya yang sudah mulai basah. Vina hanya bisa mendesah merasakan itu, tangan kirinya berusaha menahan tangan rizal agar tidak masuk jauh lebih dalam di memeknya. Sementara tangan kanannya masih terus melakukan tugasnya mengocok kontol rizal yang terkadang diremasnya.

“aaah mas, aku gaakk kuuaaatt maaasssh” desah vina

“keluarin aja sayang, nikmati orgasme mu” kata rizal

Beberapa menit kemudian vina merasakan yang belum pernah ia rasakan. Seakan ada sebuah ledakan yang akan keluar dari dalam memeknya.

Daaaannn…….
“aaaaahhhh aaaaaahhh aaaaahhh”

Lenguhan panjang vina saat orgasmenya datang. rizal membiarkan vina merasakan orgasme pertama yang ia dapatkan. rizal tersenyum melihat badan vina mengejang kaku dan diakhiri getaran saat gelombang orgasme yang dirasakan mahasiswi berjilbab itu mulai berakhir.

Setelah gelombang orgasmenya mereda rizal menjalankan kembali mobilnya melaju menuju rumahnya. Tak selang beberapa lama mobil rizal sudah berada di dalam garasi rumahnya. Rizal menarik tubuh vina dan membawanya ke dalam kamar yang ditempati vina.

“abis ini gantian ya, bikin gue kayak yang lu rasakan tadi,, aki mau mandi dulu biar seger buat genjot kamu ntar vin” kata rizal.

“iya mas, apa mau mandi bareng?”

“boleh yuk”

Keduanya pun mandi bersama, dan tak selang lama mereka berdua kembali mengenakan pakaiannya kembali seperti semula. Rizal menuju dapur untuk mengambil minuman dan snack untuk menemani persetubuhannya.

Di dalam kamar vina tau apa yang akan ia lakukan, saat rizal memasuki kamar vina melepaskan pakaian luarnya, celana panjang jeans yang ia kenakan pun ikut ia lepaskan. Kini vina hanya mengenakan bh, celana dalam, dan hijab yang ia kenakan.

Rizal menarik vina ke ranjang dan menciumi bibir vina. Tangan rizal pun tak tinggal diam. Ia membuka kaitan bh putih dan menanggalkannya. Rizal memposisikan vina telentang di ranjang dan menaiki dada vina. Kontol hitam rizal kini tepat berada di depan mulutnya.

“emut kontolku dulu vin” kata rizal

Tanpa banyak bicara vina membuka mulutnya dan memasukkan kontol rizal. Perlahan rizal mulai memompa mulut vina. vina hanya diam saja menikmati kontol rizal yang terus menyodoki mulutnya. rizal sangat menikmati setiap hisapan dari mulut vina.

“mmmmh ssslrrp mmmh mmh” desah vina

“aaah gilaa angeet bangeet aaaah aaah nikmat” racau rizal

Vina menuruti kemauan rizal itu dan dengan cepat kembali memasukkan kontol rizal kembali ke dalam mulutnya. vina berusaha memberikan lumatan terbaiknya seperti yang biasa ia lakukan ke lelaki yang biasa menyewanya ke hotel.

“Aaaaaah enak banget mulutmu vin. Kamu pinter banget” kata rizal setelah kontolnya masuk ke mulut vina.

Vina semakin lahap memasukan kontol rizal. Bahkan tak banyak bicara vina juga melepas celana panjang dan celana dalam rizal yang masih menyangkut d lutut rizal. Rizal sendiri menikmati kebinalan vina yang sedang mengoral kontolnya.

Bagaimana tidak, mahasiswi yang terbiasa mengenakan jilbab lebar dan terkesan sebagai wanita alim dan baik itu tengah menjadi wanita yang binal dengan menikmati kontol seorang lelaki yang tak lain adalah pemilik kos. Di balik itu semua ternyata rizal baru tau ternyata dua primadona di dalam kosnya termasuk mahasiswi yang bisa di genjot.

Dengan jilbab yang masih membungkus kepalanya ia menaik turunkan kepalanya di kontol rizal. Dan seperti sekarang vina pun semakin berani dengan manjilati kantung telurnya hingga ke lubang pantat rizal. hal yang jarang dilakukan oleh kebanyakan wanita yang memakai jilbab lebar seperti dia. Karena mayoritas dari mereka dengan mengoral kontol itu sudah membuatnya jijik apalagi menjilati lubang pantat.

“Uuuuh vinaaa enaaak bangeeet aaaaah aaaah kamu jadi nakal sekarang, aaaah aaah enak sayaaaang” rizal kelonjotan menikmati serangan dari lidah vina pada bagian selangkangannya.

Vina pun mengocok kontol rizal dengan jilbabnya yang berbahan lembut itu hingga membuat rizal makin kelonjotan merasakannya. Setelah dirasanya cukup vina pun melepas celana dalam satu – satunya kain yang masih ia kenakan hingga menyisakan jilbab dikepalanya.

Rizal yang melihat vina telanjang dihadapannya ikut melepas kembali kaos yang ia kenakan. Detik berikutnya vina memberikan ciuman pada bibir rizal. Rizal tak tahan jika hanya berdiam diri menikmati serangan yang dilancarkan oleh vina.

Tangannya dengan sigap memberikan remasan lembut pada payudara vina hingga membuat vina seakan terbang melayang merasakan perlakuan rizal.

“Mmmh maasshh aah teruuus aaaaah aaahh aaaauwh isep putingnya maass aaaah” desah vina

Rizal langsung melumat payudara vina, hingga puting imut berwarna coklat itu mencuat menegang seakan ingin merasakan kelembutan hisapan rizal. Vina merasakan sensasi luar biasa dari hisapan yang dilakukan rizal pada putingnya.

“mas rizaaal aaah geliii bangeeet uuuh iseep teruus maaass” desah vina.

Tangan rizal terus turun hingga ke pantat vina dan meremas pantat vina yang indah membulat kencang dan mulus. Cukup lama rizal menikmati tubuh vina tanpa penetrasi tapi karena tubuh vina yang terlalu sensitif menerima rangsangan dari rizal hingga vina dapat merasakan puncak orgasme.

“Aaaaaaaarggghh maasss akuuu nyampeeeeee aaaaah aaah” erangnya saat orgasme.

“Wah baru diisep gitu udah keluar lagi, belum juga di genjot vin” kata rizal.

“Aku gak tahan maas, gelii banget jadi gak tahaan. Lagian mas rizaal semangat banget ngisepnya” kata vina seraya menggoda rizal

“sini gue emut lagi tuh puting kamu mmmh mmmh” kata rizal diikuti dengan menghisap puting vina.

“Aaaauwh udah maas gantian, mas rizal belum keluar kan” kata vina.

Rizal kini mulai menjilati memek vina yang bersih terawat dan gundul tanpa bulu. vina kelonjotan menikmati jilatan rizal. Sementara vina meremasi payudaranya sendiri dan memainkan putingnya.

Rizal lalu merubah posisinya menjadi saling menjilati kemaluan masing – masing. vina yang melihat kontol rizal ada di depannya langsung memasukkannya ke mulutnya dan menghisapi dengan kuat.

Puas melihat memek vina yang sudah mulai basah mengkilap rizal memposisikan dirinya di antara paha vina yang telah dibuka lebar. vina pun bersiap menyambut kontol rizal masuk ke memeknya

“aaah masukin mas, aku udaah siaaap mmmmmh” erang vina.

Detik berikutnya kontol rizal melesat masuk membelah memek vina tanpa hambatan apapun. rizal merasakan jepitan memek vina yang kencang dan licin disertai ludahnya yang sebelumnya ia jilati.

“aaah licin bangeet memekmu vin aaaah” desah rizal melihat vina menikmati tusukan kontol rizal

“Aaauwh uuuh uuuhh mmmmh aaaah enaaak maaaass” desah vina.

Vina terus menikmati setiap tusukan dan sensasi yang ditimbulkan dari setiap gesekan di dalam memeknya. Sementara rizal mulai meningkatkan tempo tusukannya.

“Aaah iyaaa maass yang kenceeeng uuuh nikmaaat aaaauwh aaaaah aah ssssh enak bangeet” desah vina.

Detik berikutnya rizal mengganti posisi genjotannya, kini rizal sudah berada di bawah sedangkan vina mulai memasukkan kontol rizal ke memeknya. “Mmmh enaaak uuuh” erang vina saat kontol itu masuk.

“Goyang sayaang, uuuhhh enaak” desah rizal.

Vina bak wanita yang sedang menaiki kuda pacu yang sedang berlomba, tapi bedanya vina berlomba menggapai puncak kenikmatan. Jilbab vina yang ada dikepalanya mulai basah terkena keringat birahinya.

“Aaaauwh vinaaa kamu seksiii bangeet uuuhh uuhh uuuhh” celoteh rizal.

Vina tidak menanggapi komentar rizal dan terus menggenjot kontol rizal. Rizal meremasi toket vina yang bergoyang mengikuti irama hentakan genjotannya.

“maaass aku gak tahaaan mauu keluaar aaah aah aaah” desah vina.

“Keluarin ajaaa sayaaang uuuh enaak bangeeet memek mu” kata rizal

Beberapa detik kemudian rizal melihat tubuh vina mulai menegang diikuti hentakan orgasmenya srrrrr sssrrrrr sssrrrrr
“akuuu nyampeee mass mmmmh mmhh” kata vina.

“mas rizal belum keluar yah?” Kata vina dan disertai goyangan yang masih ia lakukan, seakan vina tak ingin kehilangan rasa kenikmatan yang berada di memeknya.

Tanpa banyak bicara vina langsung memposisikan dirinya dengan menungging di sebelah rizal. Rizal yang melihat itu segera bangun dan paham apa yang diinginkan oleh mahasiswi cantik itu. Dan blees… kontol rizal pun masuk ke dalam memek vina. vina yang sudah lelah hanya pasrah menerima tusukan kontol rizal yang kian lama kian kencang.

“Aaaauh maaass pelaan – pelaan aaaah aaaah aaah enaak aaah” erang vina.

“Mmmh enak sayang, memek mu bikin ketagihan nih ntar” kata rizal

Rizal terus memompa memek vina dan meremasi pantatnya yang membulat kencang. Tusukan rizal semakin gencar dilakukan hingga membuat erangan vina semakin keras tak kuasa menahan nikmat.

“Aaaah maaas pelan – pelan akuu bisaa keluaar lagii nantii aaah aaah aaah aaah” desah vina. Jeritan erangan vina semakin membakar birahi rizal.

“maas aku mauu keluar lagii aaah aaah” erang vina.

“Tahan sayaang gue jugaa mauu keluuaar uuuhh uuuuh uuh enak banget memek lu” celoteh rizal.

Dan mereka pun menegang bersamaan, crooot crrroooot crooot sperma rizal mengalir deras ke dalam memek vina. “Aaaargh aaaarrgh enaaak sayang” erang rizal yang juga merasakan siraman orgasme vina pada kontolnya. vina pun telungkup lemas setelah orgasmenya dan diikuti rizal yang jatuh ke punggung vina.

Rizal pun lelah dan ambruk menindih punggungnya. Beberapa menit kemudian, setelah tenaga rizal kembali dan kontolnya sudah mengecil di dalam liang vagina vina ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

[table id=Ads4D /]


Devieta

Siang menuju sore hari rizal baru saja bangun setelah semalaman ia begadang dan baru tidur setelah selesai menggenjot tubuh vina hingga adzan subuh berkumandang. Ia bangun dari tidurnya dan vina pun sudah tidak berada di ranjangnya. Namun hanya celana dalam dan bh nya yang ada di atas ranjang.

Rizal pun keluar kamarnya dan ternyata kakak sepupunya belum juga pulang. Terlihat dari kondisi kamarnya yang gelap. Dan pintunya masih tertutup dan terkunci rapat.

“lho ternyata belum pulang toh,, ato udah pulang terus keluar lagi ya?”

Rizal melanjutkan langkahnya menuju mini bar. Ia sibuk dengan smartphonenya untuk mengontrol semua warungnya melalui laporan yang masuk ke sistim aplikasi di smartphonenya.

Sejauh ini tidak ada kendala dengan kinerja para karyawan yang terpilih oleh pilihan sang ibunda. Dan di bawah kontrolnya para karyawannya pun menjadi berkualitas dan sangat produktif.

“halo iya buk, ada apa?”

“kak, ini tadi ada yang telfon sama ibu katanya mau ngekos disana,, apa kamu di rumah kak? ”

“Sekarang masih di rumah buk, gak tau kalo nanti,, yaudah kalau gitu ibuk kesini aja”

“nah itu masalahnya kak, bapak nanti malam mau terbang ke samarinda jadi ibuk harus antar bapak,, kamu yang urus aja gimana kak?”

“hmmm ibuk tau sendiri aku gak bisa kalo masalah gini, kalo kak devieta aja gimana?”

“kamu itu gimana sih kak, masa gitu aja gak bisa? Yaudah nanti ibuk coba telpon nak devieta deh”

“bukan gak bisa buk, aku gak paham hehehehe”

“yaudah kamu jagain kosan yang bener lho”

“siap buk,, aman kalo sama rizal,, warung yang banyak cabangnya aja bisa dijagain apalagi kosan gini”

“hmmm iya deh ibuk percaya,, yaudah ibuk mau beresin bawaannya bapak dulu”

“iya buk”

Dan saat itu rizal teringat dengan sosok dua wanita cantik yang salah satunya mirip dengan zahra yang juga ingin kos dirumahnya. Namun setelah diingat lagi harusnya dia menghubungi rizal dan bukan ke ibunya.

“apa dua cewek kemarin ya? Tapi kan dia gue kasih nomer gue bukan ibu gue” batin rizal

“apa orang yang beda ya?” lanjut rizal

“ah yaudah deh liat aja ntar, toh orangnya juga kesini kok” batin rizal

Waktu sudah mulai gelap, adzan isya pun sudah berkumandang. Namun orang yang dibicarakan oleh ibunda rizal tak kunjung datang. Sedangkan devieta juga belum pulang. Sekitar satu jam kemudian datanglah devieta yang baru saja pulang setelah semalaman tidak pulang.

Rizal yang sedang asik menonton televisi pun beralih melihat devieta yang baru tiba dengan membawa dua tas besar.

“kirain gak pulang mbak” kata rizal sambil menonton tv

“maunya sih gak pulang zal, tapi takutnya kamu nyariin memek mbak lagi” kata devieta dengan santainya

“hahaha udah ada nissa kok, jadi kalo gak ada mbak ya pake memeknya nissa” kata rizal

“hmmm makin nakal ternyata kamu ya” kata devieta sambil menoyor kepala rizal

“hahahha btw itu mau kemana mbak kok bawa tas gede gitu” kata rizal

“lah kan katanya mbak disuruh pindah sini? Gimana sih? Gak jadi nih?” kata devieta

“ya jangan dong, sini aku bantuin bawa deh” kata rizal

“hmmm takut gak di kasih memek ya?” kata devieta dengan sedikit meledek

“bukan gitu mbak, cuma heran aja pulang bawa dua tas gede gini” kata rizal

“ini tuh yang satu isinya baju mbak, terus yang ini isinya penelitian mbak yang kemarin” kata devieta

“semaleman itu penelitian belum selesai mbak?” tanya rizal

“sebenernya sih udah, pagi tadi mbak sengaja pulang beresin baju dulu di kosan buat pindah sini, nah terus baru bisa kesini malem,, itu juga diminta tolong ibu kamu buat ngurusin yang mau pindah kos” kata devieta

“oiya tadi ibu juga bilang gitu sih, aku gak ngerti kalo nerima orang buat ngekos disini gimana caranya” kata rizal

“hmmm dasar cowok, emang gak ngerti urusan rumah kayak gini nih” kata devieta sambil berjalan menuju kamarnya

“ya pokoknya gue serahin semua sama mbak deh” kata rizal

“terus orangnya belum datang?” kata devieta sembari membuka pintu kamarnya

“belum mbak, dari ibu telfon sampe sekarang ini juga belum dateng” kata rizal yang sudah duduk di bangku mini bar

“yaudah ditunggu aja kalo gitu, btw udah makan belum?” kata devieta dari dalam kamarnya

“belum lah, tapi itu ada masakan kemarin sih,, cuma gak tau masih enak pa gak?” kata rizal

“buang aja deh, kita pesen online aja” kata devieta

“ngikut deh kalo gitu” kata rizal sambil meminum segelas jus jeruk

Karena waktu sudah malam, dan devieta juga baru selesai mengurusi pindah kosnya ke rumah kos rizal. Devieta memesankan makanan lewat aplikasi ojek online. Ia memesankan makanan sekalian dengan dirinya yang juga lapar. Devieta pun berlalu menuju kamar tidurnya.

“zal, gue mandi dulu ya, ntar kalo makanannya dateng lu yang ambil” kata devieta

“iya tuan putri, mana duitnya” kata rizal

“udah gue bayar tadi di aplikasi” kata devieta

“hahahaha udah cantik, baik, pinter, goyangannya enak pula,, bakal jadi istri idaman nih” kata rizal

“huh dasar, pasti ada maunya, udah ah gue mandi dulu” kata devieta

“hahahahaha” tawa rizal

Rizal kembali melanjutkan aktivitasnya menonton televisi sebagai hiburannya. Satu jam lebih rizal menunggu makanannya namun tak kunjung datang juga.

Entah berapa kali rizal membatin membicarakan kedatangan kapan makanan yang dipesan devieta itu tiba. Dan terdengarlah suara bell pintu dan dengan cepat rizal lari menghampiri suara pintu depan.

Setelah menerima makanan dari kurir aplikasi online, munculah tiga orang wanita yang sepertinya sedang mencari alamat dengan membawa secarik kertas di tangan salah satu dari mereka.

[table id=AdsLapakPk /]

 
Trias

Yukiko

Septy 

“permisi mas, apa benar ini rumah ibu elma?” tanya salah satu gadis itu

“oiya benar, ada apa ya mbak?” kata rizal

“ini mas tadi kita telpon ibu elma katanya disini tempat kos putri ya mas?” kata mereka

“ooh tadi sudah telpon ibuk ya? Mari masuk dulu” kata rizal mempersilahkan ketiga gadis itu masuk

“iya mas trimakasih” jawab mereka

“tunggu sebentar ya, saya mau taruh ini dulu” kata rizal

Rizal langsung ngacir menaruh makanan yang sudah di antar lalu masuk ke kamar devieta dan menggedok pintu kamar mandi devieta yang berada di dalam kamar.

“ada apa?” teriak devieta dari dalam kamar mandi

“itu yang nyari kos udah dateng mbak” kata rizal

“suruh tunggu bentar, kamu ajak ngobrol dulu aja” perintah devieta

Rizal kembali ke ruang tamu dimana tiga gadis cantik yang terlihat baru lulus SMA itu berada. Dengan membawakan tiga gelas air minum sebagai tanda pelayanan yang ramah.

“ini yang mau ngekos disini siapa?” tanya rizal

“kita bertiga mas” jawab mereka

“oooh semua toh, kirain cuma satu” kata rizal

“kenapa mas, kamarnya gak ada ya?” tanya salah satu dari mereka

“ooh masih ada banyak kok yang kosong” kata rizal

“syukur deh, soalnya udah setengah tahun nyari kos penuh terus mas, kalo gak gitu gak nerima yang non muslim” kata mereka

“oooh kalo disini semua bisa diterima kok mbak, gak liat muslim atau bukan, yang penting gak bikin kegaduhan, gak ganggu penghuni yang lain dan ikut aturan yang berlaku disini” kata rizal

“nah itu mas yang kita cari, soalnya di kos yang lama itu kita sering dijadikan bahan omongan mas, makanya kita cari kos yang nyaman buat kita” kata salah satu dari mereka

“Tiga cewek cantik kayak gini mah sayang kalo di tolak, mumpung gak ada ibuk jadi bisa ngerayu kak devieta biar mereka bisa ngekos disini” batin rizal.

“kalo boleh tau namanya siapa ya?” tanya rizal

“saya i dewi ayu triastutiningrum” kata trias

“anak bali ya?” kata rizal

“iya mas” kata trias

“panggilannya apa?” tanya rizal

“biasanya kalo di kampus panggilnya trias, tapi kalo di rumah dipanggil ayu” kata trias

“yaudah saya panggil trias juga ya,, kalo kamu?” kata rizal sambil menunjuk sebelahnya

“saya yukiko ayu kartika larasati mas, panggil kiko aja mas” kata yukiko

“wah namanya kayak orang jepang ya” kata rizal

“iya mas ayah indo terus ibu asli jepang” kata yukiko

“waaah baru tau ada yang keturunan kuliah juga di kota ini, kalo kamu?” kata rizal sambil nunjuk sebelahnya lagi

“saya septya ayu mas,, panggilannya septy” kata septy

“orang luar juga?” tanya rizal

“enggak mas hahaha saya orang sulawesi mas” kata septy

“ooh hahaha kirain orang luar juga,, jauh juga ya kamu kuliahnya” kata rizal

Mereka berempat mengobrol sampai pada akhirnya devieta juga ikut nimbrung di tengah obrolan mereka. Serta membahas biaya dan peraturan yang ada di dalam kos itu.

Setelah melewati diskusi dan pertimbangan yang cukup mudah mereka bertiga sepakat untuk turut menjadi warga kos selanjutnya. Kini penghuni kos bertambah menjadi 11 orang dari 17 kamar yang ada. Setelah hampir setahun berjalan.

Halaman Utama : Kubuka Sebuah Kostan

BERSAMBUNG – Kubuka Sebuah Kostan Part 06 | Kubuka Sebuah Kostan Part 06 – BERSAMBUNG

Sebelumnya ( Part 05 ) | ( Part 07 ) Selanjutnya