. Kisahku, Seorang Pilot Party 19 | Kisah Malam

Kisahku, Seorang Pilot Party 19

0
223

Part 19 – Fly To London


Michael
Jonathan

Vineeta

Krrinngg krriinnggg… suara telfon berbunyi .. aku pun bangun …

Ah udah jam 4 pagi … aku pun masih duduk ngantuk di tepi kasurku …

Ketika kita menginap di hotel, kita bisa meminta wake up call alias minta bangunin … berlaku untuk semua tamu … tentu saja aku pun begitu, jadi telfon tadi dari resepsionis membangunkan melalui telfon yang tersedia di setiap kamar.

Bangun lebih awal tentu saja akan lebih baik, ketika seperti ini, semua barang harus disiapkan, di packing dalam koper, sebagai seseorang yang sering berpergian pagi hari, tentu ini hal biasa.

Aku pun mengemas pakaian yang ingin ku gunakan di atas meja dekat kasurku, dan pakaian kotor, aku selalu membawa kantong plastik ukuran sedang dengan perekat, tentu buat menyimpan baju kotor ini.

Lebih baik bawa dalam keadaan kering dibandingkan basah, karena kalau pakaian kotornya basah, akan membuat bau tidak nyaman karena kedap udara, sesampai di tujuan laundry saja cepet hehe.

4.30 pagi, packing sudah selesai, aku bersiap mandi …

ssttt.. mandinya cowok gak lama, hehe 15 menit kemudian semua selesai, aku menggunakan pakaianku … setelah semua beres, aku segera turun ke lobby … karena masih sekitar pukul 5 pagi, ada beberapa yang mungkin masih bersiap-siap.

Resepsionis mengarahkan ku ruangan kecil dengan 30-an kursi … disini ada meja plasmanan, ku lihat ada beberapa pilot di pojok sedang sarapan.

Karena hotel ini memang ada beberapa maskapai yang menginap, jadi hal yang wajar ketika ada sarapan pagi buta, tentu saja ini khusus crew penerbangan (yang sudah diinformasikan malam sebelumnya, semua ini sudah di urus oleh Jonathan).

Aku pun duduk dan meletakkan koper samping kursi ku, berjalan ke meja dan mengambil beberapa potong roti dan selai coklat, lagi gak pengen makan yang berat-berat pagi hari, fikirku.

10 menit kemudian Jonathan tiba di ruangan, dan menghampiriku kemudian mengambil beberapa makanan di menu sarapan yang tersedia.

25 menit selanjutnya, 4 pramugari cantik kami sudah tiba .. mereka pun lanjut untuk sarapan …

tak ada percakapan serius, ketika semua sudah selesai sarapan, kami hanya duduk .. dan seorang pelayanan memanggil ..

Kendaraan untuk masakapai emi****es menuju bandara sudah ada di depan.

Kami pun bangun dan menuju mini bus tersebut, kebetulan hanya grup kami saja yang berangkat.

*******************************************************

6.45 pagi, Sesampainya dibandara, kami menuju ruangan maskapai kami, melakukan absen dan melakukan pengarahan dari Ground Staff ke crew kami.

Ketika semua selesai, kami pun segera menuju pesawat, pesawat masih dalam keadaan mati karena masih mengisi bahan bakar.

Aku dan Jonathan segera melakukan standar pengecekan terlebih dahulu. Ketika semua aman, kami memulai prosedur penyalaan engine pesawat. Ku buka jendela sebelah kanan ku…

Jonathan : Engine 1 and 2 On ….
Me : Engine 1 and 2 On … aku pun menekan keatas tombol switch mesin pesawat agar mesin menyala ….

Ngggiiiinnngggg…… suara putaran mesin pelan-pelan terdengar ….

Me : AC on ….

Akhirnya dingin juga … gumamku … segera ku tutup kembali jendela sebelah kananku … agar dingin ruangan tak keluar.

10 menit kemudian penumpang sudah memasuki pesawat, dan menduduki kursi masing-masing, seperti biasa, terdengar ramai karena mencari kursi masing-masing. sebagai penumpang, jika ga tau kursi nya dimana, tentu tanya saja pramugarinya. jadi ga capek.

Ketika semua penumpang sudah duduk di tempat masing-masing, pramugari mulai menghitung, berapa total penumpang jangan sampai ada ketinggalan.

Sebenarnya maskapai juga tidak mau meninggalkan penumpang, tapi kalau penumpang terlambat, segera hubungi pihak Ground Staff, jadi bisa ditunggu, terkadang kalau tidak, lari-larian, pesawat take-off duluan.

Ketika semua telah dikonfirmasi dari Ground Staff ke Pilot, pesawat kami pun mulai di dorong kebelakang, di taxi runway.

Pesawat kini sudah lurus di taxi runway.

Ground : Ground to cockpit, all done, thank you and good bye.

Aku dan Jonathan pun mulai melakukan prosedur pengecekan, dengan mendorong setir kemudi kedepan, kebelakang, putar ke kiri dan ke kanan…

Jonathan : This is Echo Mama 123 contact to ATC request for Taxi.

ATC : Hi Echo Mama 123, please wait a minute..

Sekitar 1 menit kemudian …

ATC : Echo Mama 123, taxi request accept, please go to Bravo 12.

*******************************************************

[table id=iklanlapak /]

Jonathan : ini nanti lurus aja, terus di Bravo 12 .. ok ??

Me : oke …

Kami pun mulai pengecekan …

Me : Break check.

Jonathan : check.

Me : Park Break Off.

Aku pun mendorong tuas keatas, pesawat mulai berjalan pelan …

ATC : Echo Mama 123, Runway 03 Left.

Setelah beberapa saat, ATC menghubungi kembali.

ATC : Good Morning, Echo Mama 123, Line Up 03 Left and wait.

Setelah tiba didekat belokan, Jonathan mulai sibuk menonaktifkan beberapa tombol untuk take off.

Me : 03 Left Confirmed.

ATC : Wind 120 Degrees, 4 Knots, Runway 03 Left, Cleared for takeoff.

Me : takeoff ..

Tuas gas kini ku naik kan keatas full … ngiiinnggggg… pesawat melaju perlahan ….

Setelah mencapai di kecepatan maksimum untuk terbang, aku segera menarik tuas kebelakang ,, moncong pesawat mulai naik ke atas …

Jonathan : Gear Up …

Roda pun segera menyimpan kedalam badan pesawat … 5 menit kemudian …

Jonathan : auto pilot on …

Me : Akhirnya selesai … ungkap ku …

Jonathan : hahaha …. udah 2x ya berarti … santai …

Me : haha iya nih … masih sedikit grogi aja … hmmmm

Jonathan : nanti juga terbiasa, tenang saja ..

Me : siap capt.

Penerbangan dari Dubai ke London sekitar 7 jam .. jadi masih banyak waktu disini … sesekali aku dan Jonathan mengobrol ngalur ngidul …

tok tok tok …. aku pun bangun membuka pintu kokpit …

Vineeta : mau makan apa nih ??

Me : kamu pilihin aja deh .. bebas, minumnya aq lagi pengen ice tea with sugar yaaa…

Vineeta : oke, kalau captain mau apa ???

Jonathan : sama aja deh dengan michel …

Vineeta : oke ..

Halaman Utama : Kisahku, Seorang Pilot

BERSAMBUNG – Kisahku, Seorang Pilot Part 19 | Kisahku, Seorang Pilot Part 19 – BERSAMBUNG

Sebelumnya ( Part 18 ) | ( Part 20 ) Selanjutnya

Cerita Terpopuler