. Kerja atau Sex Part 10 | Kisah Malam

Kerja atau Sex Part 10

0
77
Kerja atau Sex

Kerja atau Sex Part 10

What happened in Legal Division, Stays in Legal Division

Setelah hubunganku dengan Nita resmi untuk kami, tetap saja kami tidak bisa mempublishnya karena perusahan kami melarang adanya Love relationship di kantor. Kami menjadi semakin dekat setiap hari, semakin nempel, kadang kala kami tidak sadar berbuat mesarah di kantor, dan kami berusaha tetap menutupinya.

Weekend kami kebioskop, atau sekedar menonton pertunjukan band jazz indie di beberapa café hotel. Kadang juga kami hanya menghabiskan waktu berjalan di mall atau joging bareng. Aku masih belum berani lagi meng-explore sisi bondage seks kami, walaupun sebenarnya aku pun penasaran dan makin banyak membaca dan mempelajari beberapa teknik untuk shibari.

Tapi memang sepertinya tingkah kami tidak bisa ditutupi lagi, hingga pada bulan awal April 2015 tepatnya tanggal 2 April, pada saat briefing bersama tim legal, tidak sampai dua bulan sejak jadian kami.

“Anita dan Tedy, kalian tidak lagi menjadi tim checker and checked, kalian akan bertukar pasangan”, opening dalam briefing Pak Stanly.

“Kenapa Pak?” tanyaku dan Nita hampir bersamaan.

“You see, kalian berdua jelas adalah couple sekarang”, jawaban Pak Stanly langsung membuat Hans, Frank dan Boby tertawa.

“Ha? Come on boss, we are not couple!” jawabku kepada Pak Stanly, berusaha menyangkali hubungan ku dengan Nita.

“Come on! I’m not apposed your relationship but keep it secret from other divisions”

(Ayolah! Saya tidak menentang hubungan kalian tapi pastikan ini tetap menjadi rahasia dari divisi lain), jawab Pak Stanly kepada kami.

“Kalian berdua masih muda, wajar kalau punya hubungan seperti itu, apalagi kalian bertemu tiap hari, tapi pastikan saja profesionalisme kalian tetap terjaga”, sambung pak Stanly.

Boby, Frank dan Hans sepertinya sedang membicarakan sesuatu, dakn kemudian Hans dan Frank, menyerahkan uang kepada Boby, sepertinya mereka bertaruh apakah aku dan Nita berpacaran. Sempat-sempatnya mereka melakukan itu, Shit!

Akhirnya Aku dan Nita pun mengakuinya, ya gimana lagi, Pak Stanly memang sudah berpengalaman menghadapi pegawai-pegawainya, dan masalah seperti ini harusnya mudah terendus olehnya. Jadinya sekarang Nita akan setim dengan Santi, Aku dan Hans, Frank dan Boby dan untuk luar kota atau wilayah regional bagian Mbak Claudia dengan Pak Stanly tetap pada posisinya. Ya masih mendinglah daripada setim dengan Boby, yang kadang kala mengilang entah dimana Rimbanya, masih lebih baik setim dengan Hans.

Setelah itu Aku dan Nita harus lebih menjaga kelakuan kami di Kantor akar divisi lain tidak melihat kedekatan kami, kami jadi mengurangi makan bersama di kantor, kalau keluar jalanpun kami lebih memilih ketempat yang tidak banyak pengunjungnya atau lebih private. Ya hubungan kami seperti sembunyi-sembunyi agak menjengkelkan juga sih sebenarnya.

Akhirnya Aku dan Hans harus saling checker and checked untuk selanjutnya. Hans sendiri sebenarnya orangnya cukup rapi, tapi tetap saja lebih enak bersama Nita. Hans adalah seorang keturunan Tionghoa Medan dan tergolong pria yang merawat dirinya, metroseksual lah kalau bisa dibilang. Pergi fitnes secara rutin, hobby touring dengan motor caferacer/japanmoto jadi sebenarnya dia juga banyak diganrungi gadis-gadis kantor.

Wajar juga sih dia sering gonta-ganti wanita, entah dia pacari atau tidak, tapi di sosial medianya cukup ramai dengan foto dia dan seorang wanita. Jadi kehidupan malamnya dan jam terbangnya boleh dibilang sangat tinggi. Tapi dia masih rajin juga ke tempat ibadah setiap hari minggu, tapi entah untuk beribadah atau sekedar mencari mangsa baru.

Ya mungkin karena rekan baru juga, Aku dan Hans masih harus menyesuaikan ritme kerja kami dan saling kerja sama kami, kami tidak melakukan pertukaran posisi duduk, jadi ketika kami harus saling bertukar berkas kami harus jalan dan mengantarkannya. Dengan adanya pertukaran ini, mobilisasi dalam ruangan kami menjadi tinggi. Ruangan sudah cukup padat, sekarang kami harus konstan bergerak dari satu cubical ke yang lain.

Kerjaan di bulan April ini juga mulai padat, biasanya semakin mendekati bulan puasa kredit dan debit akan semakin meningkat. Wajar jika kami semakin disibukkan dengan hal ini, dan semakin banyak juga yang harus dirapikan.

Ada ususlan dari kantor pusat untuk cabang kami untuk menambah satu anggota khusus untuk bagian pembukuan atau pendataan, jadi dia hanya bertanggung jawab atas penyimpanan dan penyediaan dokumen, baik untuk kami tim atau untuk bisnis. Selama ini Pak Stanly masih belum menyetujuinya karena dianggap masih tidak perlu dan masih terhandle oleh kami. Tapi belakangan susunan berkas kami makin tidak karuan, dan dia mulai juga sedikit sewot. Dan akhirnya awal bulan April ini dia menyetujuinya dan katanya sekarang sedang dilakukan rekrutmen untuk anggota baru kami.

Malam ini sebenarnya Aku ingin mengajak Nita jalan, karena besok tanggal 3 adalah hari raya, tepatnya sih Jumat Agung, tapi Nita harus kegereja bersama keluarganya besok pagi. Agak tidak pantas juga sebenarnya Aku mengajak Nita maksiat malam ini, sedangkan besok dia harus ke gereja. Yang pasti api neraka sudah menungguku.

Jadi malam ini kami tidak keluar, kami hanya sekedar chat, dan Nita ingin tidur lebih cepat agar bisa bangun lebih awal dan bisa mendapatkan posisi bagus untuk Misa besok. Tapi setelah Misa besok, dalam kurun waktu 40 hari hingga perayaan kenaikan, dia akan lebih rutin beribadah dalam hal ini masih tergolong masa Paskah, hingga setelah perayaan Pentakosta. Jadi Nita akan lebih banyak meluangkan waktunya untuk beribadah, dan tentu saja tidak inginku ganggu.

Walaupun secara seksual kami tidak berkativitas apapun, Aku dan Nita semakin dekat tiap harinya, kadang ketika kami tidak ada kerjaan, kami terang-terangan bermesraan di ruangan tim, dan sering juga di tegur oleh Pak Stanly dan rekan-rekan lain. Tapi ketika berada diluar ruangan kami menjaga semuanya, seolah tidak ada hubungan selain pekerjaan. Hal ini sebenarnya cukup menyulitkanku, karena kadang Nita tiba-tiba saja membisikkan suara lembutnya dan manjanya padaku di hadapan tim lain. Jadi kadang Aku salah tingkah sendiri.

Akhir bulan April tiba, sebelum tutup bulan Pak Stanly mengatakan bulan depan tanggal 4 Mei, akan ada staff baru yang masuk yang akan menjadi admin kami, dan membatu mengurus persuratan, dokumentasi dan arsip keluar-masuk kami.

“Bos, tambah orang lagi, tempat ini sudah sempit banget nih…” keluh dari Boby, karena dia tahu staf baru itu pasti akan diberikan spot di sampingnya, karena hanya tinggal itu yang kosong.

“Tenang Bob, jangan terburu-buru, liat dulu nih fotonya”, sambil Pak Stanly mengeluarkan smartphonenya dan menunjukkan foto kiriman dari HRD (human resource department/Personalia), wajah Boby berubah langsung memperhatikan.

“Single bos?” dengan wajah penasan menatap Pak Stanly.

“Yup”, jawab Pak Stanly sambil memainkan alisnya naik turun dengan mata yang membesar, sebagai keturunan Tionghoa Medan, mata Pak Stanly memang terbilang sipit, jadi walaupun agak melebar tidak berpengaruh banyak. Melihat rekasi Pak Stanly dan Boby, Frank dan Hans langsung merebut smartphone dari tangan Boby.

“Widih… Bening nih boss…” kata Frank dan Hans hampir bersamaan, mereka memang kompak kalau masalah wanita dan Motor. Aku sebenarnya cukup penasaran, tapi dengan kehadiran Nita di sini, jelas kaki dan tanganku terrantai. Mbak Claudia sepertinya tidak penasaran, mungkin sudah diberitahu oleh Pak Stanly sebelumnya, tapi berbeda dengan Santi, terlihat dia cukup penasaran dengan tingkah rekan-rekan prianya ini.

“Anak baru ini akan masuk tanggal 4 Mei nanti, dan Claudia yang akan membantunya menyesuaikan diri dengan pekerjannya, dan Boby, Kamu yang akan membantu ku untuk checking regional”, sambung pak Stanly menjelaskan peran pegawai baru itu dan pembagian tugas.

“Tim yang lain akan bekerja seperti sebelumnya, hanya Boby yang memperoleh pekerjaan tambahan”, sambung Pak Stanly.

“wah jadi double job dong boss, mesti double pays nih”, jawab Boby.

“Ngak lah, hitung-hitung persiapan promosi, kalau kerjamu bagus bisa promosi lah, kalau jelek bisa demosi lah”, jawab pak Stanly dengan nada bercanda pada Boby.

“Yang bener aja pak, masa demosi”, jawab Boby dengan wajah sedikit ketus.

“Anita dan Tedy, Aku punya tantangan untuk kalian berdua”, kata Pak Stanly, dengan statement seperti itu, semua rekan-rekan kami langsung berbalik menatap kami, termasuk Mbak Claudia yang dari tadi cuek. Kami berdua hanya bisa menatap dengan bingung kearah pak Stanly.

“Aku ingin, kalian merahasiakan hubungan kalian berdua dari Anak baru itu, dan jangan sampai ketahuan, Aku ingin tau seberapa hebat kalian menyimpan rahasia, dan seberapa hebat si anak baru itu mengamati… Buat semua juga jangan ada yang memberikan bocoran”, sambung pak Stanly. Kalau seperti ini sih menarik juga sebenarnya. Dengan tantangan ini, Boby, Frank dan Hans langsung berkumpul lagi, sepertinya mereka siap membuat taruhan baru.

“Hadiahnya apa boss?” tanyaku menyelonong kepada Pak Stanly, dan dia terlihat berpikir.

“Aku akan mentraktir kalian makan buat acara Lebaran nanti di bulan Juli, gimana?” Pak Stanly memberikan penawaran yang cukup menarik. Dan sepertinya semua setuju dan memilih makan buffe all you can eat sebagai hadiahnya jika kami bisa menyembunyikan hubungan kami hingga lebaran nanti.

Aku dan Nita sudah harus mulai menyusun strategi agar semua ini berhasil, begitupun rekan-rekan yang lain, tentunya karena mereka ingin Pak Stanly kalah dan mentraktir kami semua. Jadi akhirnya kami memutuskan menyusun strategi dan tidak melibatkan pak Stanly tentunya, nanti bisa gagal kalau dia tahu.

Bersambung

Pembaca setia Kisah Malam, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)
BTW yang mau jadi member VIP kisah malam dan dapat cerita full langsung sampai Tamat.
Info Lebih Lanjut Hubungin di Kontak
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part

Cerita Terpopuler