. Kehidupan Di Jakarta Part 05 | Kisah Malam

Kehidupan Di Jakarta Part 05

0
266

Part 05 – Kehidupan Di Jakarta


Tante Berliana

‘Hormat,,,,,,,,,,, gerak.

Kali ini kita akan memberikan penghormatan terakhir untuk gugurnya Gavin ‘gege’ Tedjakoesoema, di medan perang’

Itulah perasaan gw kali ini. setelah triathlon itu, kita masih lanjut main dua ronde lagi dan gw sekarang tepar.

“Ge, bangun Ge, kamu mau pulang apa nginep disini?” Tanya tante ke gw.

Si tante udah mengenakan linggerienya.

“Emang sekarang jam berapa tan?” Tanya gw.

“Jam sembilan, Ge”

Wah, udah malam juga ya.

“Aku mau balik aja tan”

“ya udah. Kamu bawa aja mobil, aku” suruh si tante.

(Udah balik ke ‘aku’ lagi)

“emang nggak ngerepotin tante?”

“Enggaklah, asal kamu balikin aja” kata si tante sambil memainkan alisnya.

“lagian anggap aja permintaan maaf”

Hah,… Permintaan maaf???

“Oke deh tan”.

Lalu gw bersiap untuk pulang dan sudah berada di ruang tamu.

“tan, aku balik dulu, ya”

“sebentar dulu Ge” sambil tante berlalu meninggalkan gw.

“Ada apa, gerangan?” Pikir gw.

Lalu tante balik lagi

“ini Ge, untuk kamu” sambil si tante memberikan gw amplop cokelat tebal.

“wah, nggak usah tan”

“udah terima aja, itu juga permintaan maaf aku”.

Hmm…. Ini harus gw selidiki

“Tan kok dari tadi permintaan maaf melulu, emang tante salah apa?” Tanya gw. Jangan-jangan tante ini terkena HIV…. UWAHHHHHHH.

“Hihihi, kamu jangan mikir yang macam-macam, sini ngobrol dulu sebentar”

Lalu gw iya kan ajakannya.

“Jadi gini, aku minta maaf karena, perusahaan aku menolak kamu sebagai pegawai” ‘tek’ gw langsung engeh akan sesuatu.

“Pantasan nama tante nggak asing, tadi gw kan ngelamar di
PT. BERLIANA INDAH SELARAS, uehh.. berarti si tante konglomerat” Benak gw.

“Udah ngertikan kamu?” Tanya si tante.

“alasan tante sih jelas, tapi masa ampe kayak gini?” Tanya gw mencoba menggali.

“Hihihi, kayaknya aku harus cerita nih sama kamu. Jadi gini, waktu pertama kali kamu masuk gedung aku sudah melihat kamu. Aku perhatikan kamu terus, sampai hilang menuju lantai atas. Dan aku terus kepikiran kamu. Karena nggak tahan, akhirnya aku samperin resepsionisnya dan aku bertanya tentang kamu” jelas dia.

“terus gimana lagi tan?” Tanya gw penasaran.

“Ya udah, aku tanya ke dia, dan katanya kamu mau ke HRD. Langsung aku tanya deh, resepsionis HRD tentang kamu. Dan katanya kamu mau ngelamar kerjaan” jelas tante.

“Setelah itu aku bertekad untuk bisa mencuri perhatian kamu, dan muncullah ide gila, aku sengaja copot Celana Dalamku dan aku hanya pakai stocking”

Oke, mulut gw kering, gw nggak tahu harus berkata apa.

“sambil nunggu kamu, aku terus memainkan vaginaku sendiri. Dan tiba-tiba aku dapat kabar kalau kamu mau arah pulang. Aku langsung buru-buru ke mobil. Dan sebenarnya supir aku nggak ngerem mendadak, tapi aku sengaja”

Whattt the ????? Apa si tante maniak???

“Sorry ya Ge, tapi tante lebih kaget lagi waktu kamu bilang, kamu ditolak kerja. Makanya tante agak over deh sama kamu”

Oke, disaat seperti ini gw harus menjadi bijak, toh gw dapat untung juga, apalagi masalah duit yang dikasih ke gw,

NGGAK, GW NGGAK TERSINGGUNG SAMA SEKALI DAN GW NGGAK AKAN NOLAK.

(Maklum uang adalah segalanya buat gw).

Tapi gw harus jual mahal sedikit.

“Oke tan aku paham, tapi tante nggak main hatikan?”

“Nggaklah, hati aku udah ada yang punya”

Fyuhhh, aman bisa bahaya Kalo si tante main hati.

“Aku masih bisa ‘ngobrol’ lagi kan, sama kamu?” Tanya si tante.

“bisa kok tan, tapi tante harus ganti ‘aku’ jadi ‘tante’! nggak enak dengernya tan” bagi gw permintaan gw simple, itu hanya untuk ngetes.

“Hmm,,, ya udah deh aku.., tante terima. Udah gih, kamu balik ntar keburu malam lo, Kamu tahu jalankan?”

“Iyah tan, urusan jalan gampanglah, kan udah punya hape, hehehe” jawab gw.

“hemm,, sombongnya yang punya hape baru, hati-hati ya”

“iya tan, bye-bye”.

[table id=Ads4D /]

Gw lalu keluar dari apartemennya si tante.

Gw pulang dengan membawa mobil si tante, menurut gw agak aneh membawa mobil mewah dan besar ini sendiri, kayaknya gimana gitu.

30 menit dalam perjalanan gw menyadari sesuatu

“bukankah ini lampu merah yang tadi udah gw lewatin?”

‘Jeng-Jeng’

Coba gw cek GPS di hape,

‘Jeng-Jeng-Jeng’

Walah, pulsa nya belum ada lagi,

‘Jeng-Jeng-Jeng-Jeng’

Laper lagi,

‘Jeng-Jeng-Jeng-Jeng-Jeng’

Aduh, kebelet pipis lagi,

‘Jeng-Jeng-Jeng-Jeng-Jeng-Jeng’

Tidak,, utang belum di bayar,

‘Jeng-Jeng-Jeng-Jeng-Jeng-Jeng-Jeng’

Aaaa, jemuran belum diangkat,

‘Jeng-Jeng-Jeng-Jeng-Jeng-Jeng-Jeng-Jeng’

Ahhhhhhh,,, kuburan.

“Kenapa lo bro??”

“Waaaaa,,,,” ah gila, ini suara aneh bin ajaib, baru nongol sekarang.

“Gw nyasar Sat” buset, gw jawab lagi.

“ya udah lo ikutin arahan gw, tapi jalannya agak horor”

“iya” aduh biyung, gw nurut aja lagi, jangan-jangan gw mulai gila.

“enggak bro lo nggak gila”

Halah-halah, nyaut aja lo kutu kupret.

“bro, lo lagi nyasar jangan ngeselin gw”

“e,, iya bang, maap”

Wiii.,,,,,,,.

“Nah didepan lo belok kanan” perintah si suara Sakti kepada hamba-Nya. Dan…..

‘Jeng-Jeng-Jeng-Jeng-Jeng-Jeng-Jeng-Jeng-Jeng-Jeng-Jeng-Jeng-Jeng-Jeng-Jeng-Jeng-Jeng-Jeng-Jeng-Jeng-Jeng-Jeng-jeng-Jeng’

Uwahhhhhhhhhhhhhh

“Sat, ini tempat horor banget”

“gw bilang juga apa, ini bukan surga dunia, ini neraka dunia”

‘Kiri / kanan / kulihat saja / banyak bencong dan banci’

Gw punya pengalaman buruk, dengan perempuan jadi-jadian. Waktu kuliah, temen-temen gw pernah ngerjain gw, dan itu membuat gw hampir di sodomi sama banci.

Dan gw udah lapor ke KPAI, KPI, KPK, KPU, KBRI, KBBI, Kak Seto, Kaka Slank, Kak Lurah, Kamil,(yang depannya pakai Ridwan), Kak Nunu,

Pokoknya yang depannya K.

“Sat, gw merinding Sat, gw takut”

Mana mobil berasa lambat banget.

“Janggan terlalu takut bro, beberapa dari meraka ada yang jinak, tapi ada juga iblis yang ganas”,

Lalu tiba-tiba radio menyala;

‘I’m on the highway to hell

On the highway to hell

I’m on the highway to hell

On the highway to hell

(highway to hell) I’m on the highway to hell

(highway to hell) highway to hell

(highway to hell) highway to hell

(highway to hell)’

‘aaaaaaaaaaa,,,,,’

Mari berdoa supaya mobil ini nggak mogok di tengah hutan belantara ini. Amin.

“Ayo, bro sama-sama melewati tantangan benteng Takeshi ini, doakan aku ya,,,,” ajak gw ke si Satria.

“iya, bro mari kita lewati Medan perang, dan mengalahkan tentara Nazi dan lolos dari camp konsentrasi” tiba-tiba radio berganti lagu;

When you walk through a storm, hold your head up high

And don’t be afraid of the dark

(Si suara Sakti mulai mengikuti lagunya)

At the end of the storm, there’s a golden sky

And the sweet, silver song of a lark

(Dia mulai kencang menyanyinya)

“Kenapa harus, lagu ini sih” keluh gw.

(Sebagai seorang fans Glasgow Rangers, gw sedih mendengarkan, lagu, musuh bebuyutan)

“Udah nggak papa bro, yang penting kita selamat, gengsi bisa belakangan”

Walk on through the wind

Walk on through the rain

(semakin kencang nyanyinya)

Though your dreams be tossed and blown

(Gw mulai ikut bernyanyi)

Walk on, walk on

(Emosi gw mulai membara)

With hope in your heart

And you’ll never walk alone

(Gw kencangkan lagi suara gw)

You’ll never walk alone

Walk on, walk on

(Kita memperkencang suara kita)

With hope in your heart

(Susana semakin dramatis)

And you’ll never walk alone

You’ll never walk alone

(Kita teriak sekencang-kencangnya)

Yeeeesssssssssssssssss,,,,,,,,,,,,

Keluarlah kita dari neraka dunia,

“wah gila, mimpi gw hampir jadi kenyataan” lega gw.

“sumpah bro, padahal gw cuma suara, tapi gw ampe deg-deg kan” kata si Satria.

Gila ternyata ada yang lebih horor dari pada suara dikepala gw.

Nggak berasa, sampailah kita di daerah yang sudah gw kenal.

“wah,, akhirnya sampai juga, ternyata suara Sakti lo berguna juga” gw ngomong ke si suara sakti.

“halo, halo??? Bro, lo masih disitu?” Wah, dia udah hilang lagi.

Bisa-bisanya gw dengerin omongannya dia, bener lagi arahnya.

[table id=AdsKaisar /]

Sampailah gw di kostsan, gw parkir ini mobil di garasi.

“Lah Ge, nyolong mobil dari mana lo?” Kata temen kost gw yang lagi pada nongkrong di ruang makan, yang memang nyatu sama garasi.

“enak aja lo, walaupun kere, gw ini, anti nyolong” pembelaan gw.

“Gila ya Jakarta, paginya gw sial,

Siangnya ketimpa durian runtuh,

Malamnya masuk neraka.

Nggak sia-sia deh gw ke Jakarta, lumayan tambah pengalaman”.

Lalu gw melihat kearah pohon di seberang. Ada bayangan sesosok laki-laki gondrong slengean yang memberikan tanda jempol ke gw, seakan memberikan selamat ke gw.

Dan suara perempuan terdengar dari belakang gw,

“GE, LO NANGIS???”

Halaman Utama : Kehidupan Di Jakarta

BERSAMBUNG – Kehidupan Di Jakarta Part 05 | Kehidupan Di Jakarta Part 05 – BERSAMBUNG

Selanjutnya ( Part 04 ) | ( Part 06 ) Selanjutnya

Cerita Terpopuler