. Kehidupan Di Jakarta Part 04 | Kisah Malam

Kehidupan Di Jakarta Part 04

0
284

Part 04 – Kehidupan Di Jakarta


Tante Berliana

Kita pindah ke kamar aja yuk Ge! Tante capek berdiri terus.” Ajak si tante.

“Ayo tan”

“tapi tante minta di gendong” aduh gila manjanya, ekspresinya bikin gw nggak tahan, pengen gw cungkil matanya.

Lalu gw gendong dia menuju kamarnya sambil berciuman.

Di dalam kamarnya gw dudukin dia dipinggiran kasur.

“Ge, kamu buka dong kemeja kamu” pinta si tante.

“bukain dong, kan tadi aku udah bukain punya tante”. Lalu si tante membuka kemeja gw dengan jari lentiknya.

“Ge, badan kamu bagus juga ya, nggak salah tante pilih kamu”

Emang badan gw ini bagus, karena waktu gw SMA dan kuliah, gw rajin nyusun 6 balok batu bata di perut gw. Jadi perut gw kotak-kotak. Walaupun sekarang batu batanya rada berantakan, tapi masih okelah. (Tapi maksud tante milih apa ya?)

“Tante jadi nggak tahan, lihat itu roti sobek di perut kamu” dia lalu menciumi, menjilati, membasahi, meludahi dada dan perut gw. (Supaya gw terlihat cool gw menutup mata gw, padahal gw kegelian)

(Gege 101: dalam berhubungan sex lo harus tetap terlihat cool tanpa jual mahal, nggak peduli siapa lawan lo)

“ih,, ini Gege kecil udah berdiri” wow, tante udah tahu nama penis gw, padahal belum kenalan.

“Sini coba tante lihat, belalai gajahnya”

“liat aja tan, aku bersedia kok”

[table id=iklanlapak /]

Sambil si tante mengusap-usap penis gw, dari balik celana gw, dan kedua tangan gw juga nggak mau diam, dan terus meremas kedua toketnya tante.

‘Sreettt’ resleting celana gw di buka oleh si tante, dan ‘wush’ celana gw diturunkan oleh doi.

“Gege, kalau tante tebak, pasti kamu udah nggak perjaka, kalau masih perjaka, kasihan banget ini belalai”

“emang belalai saya, kenapa tan kok kasihan?” (Kok, jadi ikutan ngomong belalai)

“tante suka, sama yang diatas standar” jawab si tante. (wuih, berarti gw diatas standar dong. Kalau dipikir-pikir gw memang diatas standar, laki-laki ganteng berotot dengan kekerean tingkat dewa).

Lalu tante menggenggam penis gw disertai sedikit kocokan. Tante mulai memberikan irama pada kocokannya, sambil sesekali mengecup penis gw.

“Ge, kok kamu pasif banget sih? Kayaknya, kalau menurut tante kamu tipe cowok yang aktif deh, dalam urusan sex”

Begitukah?? Oke kalau tante meminta ‘Autobot, Let’s Roll’.

(Gw membayangkan, seakan gw ini optimus prime yang lagi horny)

[table id=Lgcash88 /]

Tanpa aba-aba, langsung gw dorong tubuh tante ke kasur. Lalu gw gerayangi tubuhnya, gw kecup inci demi inci tubuhnya.

“Ahh,,, Ge, Gege-ku tersayang,,, iyahhhhh terus Ge” Dan tangan gw memainkan vaginanya, yang masih tertutup stocking.

“Ge, terusss Ge, tante udah nggak kuat”

Hee,,,,??? Si tante udah mau klimaks baru begitu doang? apa karena dari tadi tante udah horny ya?.

Dan ‘syurrr’ walau tangan gw masih diluar stocking, tapi tangan gw berasa basahnya.

“Gila kamu Ge, baru pertama kali tante begini” jangankan tante saya juga bingung, gw juga baru sekali, apakah tangan gw mulai ajaib????

Lalu gw cium bibirnya ‘muach’. Gw mainkan lidah dan bibirnya, dengan lidah gw. Kita saling bertukar nafas kehidupan.

“Ge, sini Ge! Gantian tante yang servis kamu”.

Lalu gw bangun dan bertumpu hanya dengan dengkul. Tante lalu menungging dan mulai menyedot penis gw.

“Ehmm,,,,, terus tan, ahhh” sambil gw memegang kepalanya.

Sekitar sepuluh menit kita berada di posisi tersebut, lalu Gw menjangkau bokong dan vaginanya. Gw memainkan jari gw di dua lobang suci miliknya. Stockingnya robek sedikit akibat jari gw.

“Mmmmmm,,,mmmmm” gw merasakan getaran mulutnya di penis gw.

“Uwahh, kamu Ge, orang tante lagi sibuk ngurusin punya kamu, malah ngobel-ngobel punya tante”

“Udah tan, karena blowjob tante enak, sini aku kasih hadiah, tante terlentang aja” perintah gw ke si tante, yang langsung dia turuti.

Gw turun ke selangkangannya, gw robek Stockingnya dan didepan gw terlihat vagina halus yang hanya di tumbuhi sedikit rambut.

“Kamu mau ngapain??” Tanya tante

“Udah tante tenang aja, nikmatin” lalu gw mulai menjilati vagina.

Si tante sempat terkejut, atas perilaku gw. Mungking ini baru pertama buat dia.

Gw menjilati terus vaginanya, sambil sesekali menyelipkan lidah gw. “shhhshshshs,,,,ahahahhahah” hanya itu yang keluar dari mulut tante.

Gw masukan jari gw ke dalam liang vaginanya, sambil terus membasahi vaginanya dengan liur gw. Terus gw lakukan hal tersebut, sampai tiba-tiba.

“Ge, tante nggak kuat Ge, pengen pipis” gw percepat iramanya. Dan ‘fyurrrrrr’ muncullah air mancur yang cukup deras.

(Gege 101: jangan pernah ragu untuk melakukan oral sex terhadap pasangan lo)

“Ya ampun Ge, tante sayang kamu Ge, baru pertama kali tante di oral, apalagi squirt”. Ternyata dugaan gw bener, tapi kok kayaknya aneh ya? Ah sudahlah.

“Mau lanjut lagi tan?”

Kata gw, sambil berharap gw nggak dapat kentang.

“Iya sebentar Ge, tante ngumpulin tenaga”.

Lalu kita beristirahat sebentar, sambil gw mendekap si tante.

Saat sepertinya tenaga tante sudah terkumpul, tante bangun dari tempat tidur, lalu mencopot semua hal yang masih menempel di tubuhnya, hingga sekarang sudah telanjang sepenuhnya.

Lalu gw duduk di kasur sambil menggapai tubuh si tante, yang bertumpu dengan dengkulnya. Gw ciumi leher, payudara, serta bibirnya. Lalu tubuh gw di dorong, sehingga gw terjatuh ke kasur.

“Ge, tante masukin punya kamu ya” gw hanya mengangguk. Lalu tante memasukan penis gw ke dalam vaginanya.

“Wuih, untuk ukuran tante-tante ini mah lumayan sempit” batin gw. Nggak seluruhnya masuk sih, entah nggak muat atau tante masih menahan, yang jelas gw nikmatin aja.

Berada di posisi WOT, membuat si tante lebih mengontrol permainan, jadi tante lebih banyak mengeluarkan keringat yang membuat tante tambah sexy.

Dan body tante ini bagus, yang membuat permainan tambah hot, kayaknya rajin senam dan olahraga.

Berapa lama dalam posisi tersebut, Gw lalu mencoba mangambil inisiatif permainan. Gw putar si tante, sehingga sekarang kita dalam posisi MOT. Dalam posisi ini gw lebih leluasa dalam menjelajahi tubuh tante.

Gw memaju-mundurkan pinggang gw, dengan tempo yang teratur.

“Ge, terus geeee” lalu gw kecup bibirnya

Gw percepat tempo gw.

“kalau kamu mau keluar, didalam aja Ge, nggak papa kok”

Uiiiiiiii,,,,,,, keluar di dalam??? Calon anak gw dikeluarkan di sarang ibunya?? Oke ini pengalaman pertama buat gw, untuk keluar di dalam.

Cap-cip-cup kembang kuncup, gw keluar di dalam apa nggak?? Oke, pilihan tertuju pada mekinya. Berarti calon anak gw harus bersarang di sarangnya.

“Iya tan, sebentar lagi”. Gw mulai merasakan getaran dalam tubuh gw, gw percepat tempo gw.

“Tan, aku udah mau keluar”

“ayo bareng Ge” jawab si tante.

Gw naikan lagi genjotannya.

Dan gw udah kayak atlet triathlon yang sudah mau sampai garis finish

“tann…….”

Dan………

‘Drum roll’

(And I need just go on and on, and on, and on)

‘Crottttttttt’

‘We are the champions, my friends,

And we’ll keep on fighting ’til the end.

We are the champions.

We are the champions.

No time for losers

‘Cause we are the champions of the world’

Halaman Utama : Kehidupan Di Jakarta

BERSAMBUNG – Kehidupan Di Jakarta Part 04 | Kehidupan Di Jakarta Part 04 – BERSAMBUNG

Selanjutnya ( Part 03 ) | ( Part 05 ) Selanjutnya