. Kehidupan Di Jakarta Part 03 | Kisah Malam

Kehidupan Di Jakarta Part 03

0
289

Part 03 – Kehidupan Di Jakarta


Tante Berliana

‘Ceklek’

“ayo masuk dulu Ge!” Suruh si tante sambil membuka pintu. mempersilahkan gw masuk ke kandang macan, eh salah, ke apartemennya (lagian singa kok takut macan, Rrrrrrr)

“iya tan, permisi”. Lalu gw duduk di sofa yang sangat empuk.

“Uwah, uenak rasanya” pikir gw. akhirnya gw duduk santai.

“Aku tinggal kedalam sebentar ya” kata si tante.

“iya tan, mari”.

Mata gw terus memperhatikan sudut demi sudut apartemen mewah ini.

“Gila nih tante, gw pikir si Sakti udah paling tajir di Indonesia, ternyata dia hanya satu diantara berjuta, mungkin si Sakti, cuma kutu kali”

“sialan lo bro, gw kutuk mampus lo” sambil disertai angin kencang suara itu nongol dikepala gw.

“Wah gelo, ini mah gw harus bersemedi 1 bulan 2 minggu 3 hari 4 jam 5 menit 6 detik 7 nano second dibawah air mancur patung bundaran HI, A.K.A patung selamat datang” (sebagai orang Jakarta lo harus tahu nama aslinya. Tapi kan Gw bukan orang Jakarta, ah tak apalah kan ceritanya) untuk mengusir si Suara Sakti, yang makin berkeliaran aja di kepala gw.

“Ge” terdengar suara tante dari dalam

“iya tan”

“sini, bentar deh”.

Gw lalu bangkit dan menuju ke tempat si tante berada. Ketika gw nyamperin si tante, si tante sudah melepas blazer nya, menyisakan tank topnya. Aduh gila seksi banget. Dan nggak terasa, segel Gege kecil terbuka dan seperti siap melepaskan kekuatannya.

“Tolong ambilin berkas aku dong, tuh diatas lemari aku nggak nyampe”

“oh, iya tan”.

[table id=AdsKaisar /]

Posisi lemarinya aja dibelakang meja kerjanya dia. Gua naik menggunakan bangku. Ketika gw naik gw mencoba mencari berkas yang si tante maksud.

“Tan, yang mana tan berkasnya?” Tanya gua

“itu yang sebelah kanan” gw pun refleks melihat kearah si tante untuk mengetahui sebelah mana yang dia tunjuk dan apa yang gw lihat adalah……

“nematoda, ada sebuah valey indah di hadapan gw. Bisa lepas kendali nih si Gege kecil” batin gw berkecamuk.

Gw hanya meneguk ludah gw.

Gw sempat nge-lag dan staknan.

“Sadar-sadar kuatkan dirimu” gw menyemangati diri gw.

Gw lalu mengambil berkas yang dimaksud.

“ini tan”

“makasih ya, Gege sayang”

‘uwahhhhhhh’

‘ngiung-ngiung-ngiung’

suara ambulans langsung bergema di kepala gw.

“Kawan bantu aku menyelesaikan perjuanganku, tolong aku, daku butuh suaramu sekarang”

Dan suara itu nggak datang-datang. Sialan lo, datang tak diundang, pulang tak diantar.

“Kok kamu aneh gitu sih??” Tanya tante

“i,,iyah, tante. Aneh ya tan?”

Gila gw gugup banget.

“Tauk, kamu kenapa sih?? Ngeliat ini” sambil dia menarik kerah tank topnya.

‘Jrenggg’

‘Harta gw, akan gw wariskan ke orang yang membutuhkan, serta kepada anak-anak yatim piatu. Dan juga tolong kirimkan beberapa barang berharga gw ke Unesco, untuk dijadikan warisan budaya. Serta tolong dibuatkan sebuah museum untuk seluruh bahan coli gw.

Pertanda

Gavin ‘Gege’ Tedjakoesoema’

Itulah yang ada dikepala gw. Waktu gw di dunia ini tinggal sedikit.

“Iya tan, Ngeliat itu” dengan polos dan tanpa ekspresi, gw menjawab si tante.

“Aduh, Ngomong apa lo Ge”

[table id=Ads4D /]

****** banget gw, dan mata gw masih tertuju pada indahnya 2 pcs harta wanita yang ditengahnya terdapat sebuah lembah yang indah dan kedua benda itu suatu saat akan mengeluarkan susu murni.

“Ih.., kamu genit deh, udah mulai berani ya”

“iya tan, aku udah mulai berani”

Uwaaahhhh, gila Gege kecil udah mengambilkan alih tubuh gw.

Hilang sudah ke coollan gw yang gw bangun dari gw Taman Kanak-Kanak sampai sekarang.

“Mana kalau berani? Pegang dong jangan cuma di liatin”

‘Duaaarrrrrrrr’

‘telah gugur pahlawanku’

Benteng gw hancur akibat Gege kecil berkuasa atas tubuh gw. “Sialan lo nyalahin gw, gini-gini gw bagian hidup lo juga” Gege kecil, membela diri.

Wush,,, benar juga.

“maafkan aku kang mas”.

Gw lalu memegang bendanya itu dan

‘poww’

‘kau begitu sempurna

Di mataku kau begitu indah

Kau membuat diriku akan slalu memujamu’. (Sambil mata gw masih tertuju pada toketnya)

Kenyal dan Extra soft.

“Tan, toket tante lembut banget tan? Beda kayak yang lain”

“ah, masa sih? kayaknya biasa aja deh,,,,ahhhhh” dia sedikit mendesah akibat remasan gw di toketnya

“iya tan serius, apa lagi ukurannya pas banget,,, ‘muach’” kata gw sambil mencium toket di balik bajunya.

Emang sih ukuran toketnya si tante diatas rata-rata, kalau ditanya ukuran berapa, gw kurang tau deh.

“Ih.. Kamu bisa aja, deh kalau ngegombal”

“siapa yang ngegombal tan, aku serius” lalu gw memencet putingnya dari luar.

“Shhhh..,,, oh jadi kamu seriur toh, karena kamu serius sini aku kasih kamu hadiah”

[table id=AdsTbet /]

Lalu, dipegangnya muka gw dengan kedua tangannya, dan dia memajukan wajahnya. Dan dia memberi hadiah berupa sebuah ciuman dibibir.

Bibir kita terus berpautan.

“Tante cantik banget deh” si tante terlihat merah pipinya dan nggak menjawab gw. Gw cium lagi dia dan kali ini lebih lembut dari yang sebelumnya.

“Ge, buka baju tante dong”

“kok ngomongnya jadinya ‘tante’, bukan ‘aku’ lagi” gw menggoda dia.

“ihh,, nggak papah, biar tambah Hot”.

Langsung gw buka baju beserta branya, dan terpang-panglah 2 payudara wanita matang, yang nggak ada kendor-kendornya.

“Walah tan, seksi banget, rahasianya apa nih?”

Lalu gw menghisap puting sebelah kirinya, dan tangan gw yang kiri memainkan puting sebelah kanannya. “Shhhh..,,,,, ahhhhh” hanya desahan yang keluar yang keluar dari mulut si tante.

Lalu gw merunkan tangan gw yang satunya lagi dan menarik roknya keatas. Gw lalu mengarahkan tangan gw ke miss V-nya.

“Ih tante udah gede kok ngompol, basah banget ini tan” kata gw yang menggoda si tante

“i,,,iya nich, dari tadi tante, shhh,,,, jalan,,,,sama kamu tante,,,,,udah ngompol”

What?? Berarti dari tadi gw jalan sama tante-tante horny? yah, gak apalah, buat pengalaman. (???????)

Gw terus memainkan tangan gw di selangkangannya, yang masih tertutup stocking hitamnya. Dan ketika gw sedang meraba vaginanya gw menyadari sesuatu.

“tante nggak pakai CD ya??”

“Iya Ge, makanya tante pakai stocking” kata dia sambil dia menekan tangan gw, untuk terus bersemayam di vaginanya. (Berani juga ini tante)

“Tante ini, genit juga awas lo tan, kalau ada setan yang lewat”

“udah ada kok setan yang lewat, nih setannya” sambil dia nyolek hidung gw dengan jari lentiknya.

‘Plak’

“Oh, jadi aku setannya?” Sambil gw pukul bokongnya.

“Iya, kamu setan. Tapi kalau kamu setannya tante mau kok ngikut sampai neraka, ibaratnya ‘kukejar kau sampai neraka’”

????? Kayaknya kata-kata terakhir familiar deh, jangan-jangan si tante….,,, OKE STOP!

Halaman Utama : Kehidupan Di Jakarta

BERSAMBUNG – Kehidupan Di Jakarta Part 03 | Kehidupan Di Jakarta Part 03 – BERSAMBUNG

Selanjutnya ( Part 02 ) | ( Part 04 ) Selanjutnya

Cerita Terpopuler