. Kamu Cantik Hari Ini Part 7 | Kisah Malam

Kamu Cantik Hari Ini Part 7

0
301
KAMU CANTIK HARI INI

Kamu Cantik Hari Ini Part 7

Ade Indra Putra

Deanda Putri

Kami pun terkejut disaat kamar mandi itu diketok dari luar. Kami saling menatap. Tampak wajah Dea sangat tegang. Akupun begitu, peluh yang tadi karena nafsu, bercampur dengan peluh kecemasan. Sayup ku dengar orang diluar mencoba membuka pintu ini.

“Gimana ini Ndra?” Tanya Dea.
“Tunggu aja. Semoga aman.”

Aktivitas kami pun berhenti sejenak, tapi posisi ku masih di dadanya. Aku dalam hati berdoa semoga apa yang kami kerjakan tidak ketahuan. Sejenak terasa aktivitas diluar hilang. Apakah diluar sudah tidak ada orang lagi? Lama kami terdiam menunggu aktivitas diluar, namun hanya diam membisu di luar sana. Setelah rasanya aman, akupun kembali melanjutkan aktivitasku tadi dengan dada indahnya. Mungkin nafsu setanku sudah menguasai akal sehatku.

“Kamu ndra, kalau ketahuan gimana, aaahhh,”

Akupun menghiraukan kata-katanya, aku kembali mengecup dan menjilat putting susunya secara bergantian. Diapun mendesah-desah tak karuan.

“Oh ini kamar mandinya rusak mbak. Kebetulan habis jumatan nanti tukangnya datang. Mbak dengar aja, air nya hidupkan? Itu karena teman saya mencuci mobil pak Ade mbak. Aliran airnya sama. Kalau mbak mau, di kamar mandi di sebelah sana aja mbak, di dekat klinik. Orang pemeriksaan sudah selesai kok mbak”
“Hmm.. ya udah deh, makasih Pak”
“Ahhhh… Mending aku tempel aja tulisan ini ya. Udah tiga kali aku bolak balik ke sini. Malah tukang reparasinya belum datang.”

Ku dengar ocehan Pak Drajat, salah satu satpam di kantorku sampai sampai ia memukul pintu kamar mandi ini. Sesaat, Aku bisa merasakan kalau ia menempelkan sesuatu di pintu. Apapun itu, pastinya akan menguntungkanku pikirku. Untung saja nafsuku belum hilang seketika seperti semalam, jadinya aku kembali melanjutkan cumbuanku ke Dea.

“Ahhh.. Ndra, ini kebetulan kan?” Tanyanya.
Aku tidak menggubris apa katanya, otakku hanya menyuruh untuk menuntaskan nafsuku semalam dengan fantasiku ini. Dia pun tak tinggal diam, tangannya mulai meraih kembali jagoanku, digenggamnya. Walau genggaman itu begitu erat, namun terasa hangat dan nikmat sekali. Aku pun melepas kulumanku di putingnya, aku pun duduk di atas closet sambil membiarkan Dea memainkan jagoanku dengan tangannya. Dea kemudian jongkok menghadap jagoanku, dikocoknya pelan dengan kedua tangannya.
“Ahhhh, enak banget De, aaahhhh.. aaahh….” Desahku menahan agar tidak menyemburkan cairan maniku cepat-cepat.

Kuremas buah dadanya saat dia masih mengocok jagoanku, dan kulihat dia mulai menyelipkan tangan kirinya diselangkangannya sendiri, digosok-gosoknya tangannya ke arah wanitanya sendiri. Kujulurkan kakiku dan ikut memainkan vaginanya dengan jempol kakiku dari luar celana dalamnya. Ternyata dia malah melepaskan pegangannya di jagoanku. Dia lantas berdiri melepas semua yang ada di badannya, hijabnya pun dibukanya. Mungkin dia sudah merasa aman jika bermain di kamar mandi rusak ini dan situasi sekarang. Akupun membuka semua pakaianku, dan ku serahkan ke Dea untuk menggantungnya di balik pintu. Aku terpana dengan tubuh indahnya. Buah dada yang sangat pas di tubuh itu. Apalagi daerah kewanitaannya, yang sangat bersih tanpa bulu. Warna merah muda itu mengeruak membuyarkan imajinasi ku.

Kamipun melanjutkan permainan seperti posisi tarakhir. Dia tetap memainkan jagoanku yang sedang duduk di kloset. Dia pun mulai jongkok tepat berada di kakiku dan posisi vaginanya tepat berada di jempol kakiku. Kami saling melayani, tangannya mengocok jagoanku pelan sambil melumurinya dengan ludahnya sendiri sehingga makin licin dan basah, sementara akupun sibuk menggelitik vaginanya yang indah dengan kakiku dan jempolku. Terasa basah dan sedikit becek, padahal aku Cuma menggosok-gosoknya dengan jempol kaki.

“Yaaa… aaahhh.. kamu pintar sekali Ndra, emm.. emmm… aahh.. enak banget Ndra.” Desahnya keras. Akupun tak cemas, karena suara cipratan air bak begitu keras. Akupun membalas desahannya dengan keras juga. Dia mulai menjilati kepala jagoanku yang sudah licin oleh cairan pelumas dan air ludahnya itu. Akupun Cuma bisa menahan nafas, sesaat gerakan jempol kakiku terhenti menahan kenikmatan ini.

Dan tiba-tiba Dea memasukkan jagoanku ke dalam mulutnya yang terbuka lebar, kemudian dikatupnya mulutnya sehingga kini jagoanku terjepit dalam mulutnya, disedotnya sedikit jagoanku sehingga aku merasa sekujur tubuhku serasa mengejang, kemudian ditariknya jagoanku ke luar mulutnya.
“Ahhhh… aaahhhh…” aku mendesah keenakan setiap tarikan mulutnya untuk mengeluarkan jagoanku dari jepitan bibirnya yang manis itu. Kupegang kepalanya untuk menahan gerakan tarikan kepalanya agar jangan terlalu cepat. Namun, sedotan dan jilatan sesekali disekeliling kepala jagoanku di dalam mulutnya benar-benar terasa gelid an nikmat sekali. Aku yang merasa ingin keluar, menghentikan gerakan mulutnya. Aku mau sama sama keluar karena vaginanya bukan mulutnya. Dan juga karena ini dalam kamar mandi umum, walau tak akan ketahuan tapi dengan dinginnya hawa, akan membuat sakit juga. Itu pikirku.

Aku gantikan ia duduk di kloset dan aku yang jongkok dibawahnya. Sehingga aku bisa melihat vaginanya yang indah dengan jelas. Deapun membuka lebar pahanya, dan digosok-gosoknya vaginanya dengan jari-jari mungilnya. Aku masih terbelalak dan terus menikmati liveshow yang indah ini, apalagi Dea memiliki wajah yang cantik dan manis tersebut. Akupun mulai memainkan dadanya yang indah sambil kupelintir puting itu. Akupun mulai menjilati vaginanya, sesekali menghisap dengan kuat, dengan tanganku tetap di buah dadanya. Kujilati biji di kemaluannya tersebut dengan dibantu tanganku yang sudah turun ke bawah. Ia menggelinjang tak karuan sambil mendesah-desah keras.

“Aaawwww.. Indraaa, enak banget.oohhh Ndraaaa, lidahmu luar biasa nimatnya.”
“hhhh… yaaa…. Aaauuuuu.. uhhhh… gilaaa ini nikmat skali, aku rasa melayang Ndraaaa.”

Kaki Dea melalang melintang di punggungku berusaha menahan serbuan lidahku dan jariku, wajahnya kuliat sangat merah padam. “De, aku masukkan jariku ke dalam ya” tanyaku. Dia mengangguk pelan. “Tapi kamu diam dan nikmati saja ya. Pasrah aja.”

“Ah… jangan Ndraaaa, jangan buat aku squirt. Gak kuat berdiri aku nanti.” Pintanya.
“Lain kali aja kamu buat aku squirt ya, aku kan nanti kembali kerja. Please” rengeknya.

Akupun terpaksa mengiyakannya. Pantas dia tadi tidak memaksa untuk jagoanku mengeluarkan cairannya. “Tapi apa kita bisa kek gini lagi De?”
“Bisaaaaa… asal kita rencanakan dan gak ketahuan Afni tentunya.”
“Oke De.” Kataku disaat Dea memposisikan dirinya doggie style. “Main cepat aja ya Ndraaa, aku ga tahan. Please.”ucapnya. Ku arahkan jagoanku yang sudah maksimal daritadi menunggu untuk masuk ke sarangnya.

BLEEESSSSS…
“Ploook Plooookk” suara pantatnya dan pahaku bertemu. Aku sengaja menggoyangnya dengan lembut. memainkan gairahnya.

“Yang cepat Ndra, jangan gitu.. aaahhh.. udah lama aku kepengen ngentot sama kamu”katanya binal. Seakan nafsuku naik. Aku percepat pompaanku. Ku lihat susunya yang indah itu bergoyang mengikuti pompaanku. Susunya aku remas disaat pompaan yang semakin cepat.

“Awwwwww… yaaaa…. Aaaaahhhhhh…. Enak Ndra. Kontolmu sangat besar. Beruntung ya, Afni punya kamu. Ahhhhh..”
“Ahhh.. enak banget vaginamu De. Aaahhh”
“Iya Ndraaa… pompa terus Ndra. Aaahhh..”

Ku lihat Dea sudah capek dalam posisi itu karena dapat kulihat lututnya yang mulai gemetaran. Aku duduk dicloset sambil tetap posisi jagoanku dalam sarangnya Dea. Akupun menaikturunkan pinggul Dea, sambil aku sodok jagoanku makin dalam.

“Ahhhh… Ndraaaaaaa.. nikmat banget. Aku gak tahan Ndraaaaa… Aaaahhhhh…” Dea menikmati orgasmenya setelah aku percepat sodokan jagoan dan tanganku, meremas buah dadanya dari belakang. Ia terdiam menghentikan pompaannya. “Puas juga aku Ndra. Keinginanku main sama kamu udah berhasil Ndra.” Katanya seraya membalikkan tubuhnya menghadapku. Sambil mengecup bibirku.

“Kamu belum keluar ya?” aku hanya menggeleng menjawab pertanyaan itu. Lantas Dea berdiri mencabut jagoanku dari vaginanya dan memasukkan kontolku di dalam mulutnya sambil mengocok pelan.

“Pake mulut aja ya, soalnya punyaku perih nih. Punya kamu sih kegedean, penuh banget tadi.” Pintanya memohon. Yah mau gimana lagi, daripada kentang lagi. Dia mengocok jagoanku dengan variasi lembut, cepat, kocongan tangan, kuluman mulut. Pastinya rasanya nikmat sekali.

“Aaahhhhhhhh Hmmmmmmm Ahhhhhhhh” crot crrrrooooooottttt crrrrooooooottttt semburan demi semburan keluar dari mulut jagoanku di dalam mulutnya. Dea pun menelannya tanpa merasa jijik. “hmmmmm gurih ya ternyata mani itu, apa punya kamu aja ya?” tanyanya.

“Emang belum pernah nelan ya, De?
“Belum” jawabnya sambil menggelengkan kepalanya dengan manis.
“Pantas Afni awet ya sama kamu. Udah gede, kuat lagi. Jagoan. Eh, ini hanya kita yang tahu ya Ndra, gak enak aku sama Afni”
“Ahhhh.. biasa aja De. Oke De.” Jawabku

Disaat ia masih mengumpulkan tenaganya yang terkuras habis di atas kloset, aku pun menyiram tubuhku.
“Kok kamu mandi Ndra?”
“Kan hari Jum’at De. Sekalian mandi wajib.”
“Hahahaha. Ada ada wae kamu mah. Baru buat dosa Ndra.” Sambil menggeleng-gelengkan kepala.
“Yang nilai kan Dia de, aku mah jalani ajah. Hehehehe ”

Bersambung

Daftar Part