. Jilbab Binal Part 7 | Kisah Malam

Jilbab Binal Part 7

0
397

Jilbab Binal Part 7

Mamaku Ternyata Lebih Binal

Lemas tak bertenaga sangat kurasakan betul setelah mengalami pergumulan hebat dengan atasanku, pak Surya dan dua cleaning service di toilet kantorku. Kondisi itupun membuatku menjadi tidak bersemangat, apalagi pakaian kerjaku juga terlihat kusut sehingga membuatku kurang nyaman memakainya. Ditambah lagi suasana di kantor juga masih pagi, sedangkan jam pulang masih lama. Ingin rasanya melihat jarum jam bisa berputar cepat agar aku bisa pulang untuk beristirahat di rumah. Di depan komputer meja kerjaku, aku hanya melamun memikirkan hal tersebut sehingga membuyarkan konsentrasiku terhadap semua pekerjaanku. Sampai akhirnya pak Surya pun tiba-tiba datang menegurku.
“Phut, kamu kenapa. Kamu sakit ya, atau jangan-jangan kamu masih kepikiran kejadian di toilet tadi” tanyanya pelan agar tak terdengar oleh pegawai dan honorer yang lain.
“Mmhhh Dephut lemas banget tuan, rasanya pengen tidur, istirahat di rumah. Baju Phut juga kusut, nggak nyaman makainya” jelasku.
“Ya udah gini aja, hari ini kamu pulang aja. Istirahat. Nanti biar saya buat surat izinnya. Tapi jangan lupa kapan-kapan kamu harus tetap layani saya lagi. Hehehe..” gumamnya cengengesan.
“Dasar cabul, pikirannya pasti selangkangan terus” gerutuku dalam hati.
“Phut, gimana kamu jadi izin pulang nggak…kok ngelamun lagi” tanyanya lagi.
“Eh maaf ttuan. Iya ttuan jadi, Phut beneran pengen pulang, istirahat. Terima kasih tuan ssudah mengizinkan Phut nggak ngantor untuk hari ini” jawabku kaget.
“Tapi besok kamu mesti kerja lagi” tegasnya.
“Baik tuan” singkatku.
Huftd…lega rasanya bisa dapat izin pulang untuk hari ini. Tak kusangka pak Surya mau mengizinkanku pulang. Tanpa membuang-buang waktu, aku kemudian langsung bergegas merapikan kembali meja kerjaku dan mengambil tas bawaanku. Berpamitan dengan pak Surya, lalu melangkah ke parkiran mengambil sepeda motor.
“Untung nggak ada pegawai lain yang curiga dan nanyain kenapa aku cepat pulang hari ini” batinku. Sesampainya di parkiran, dengan mantap kunyalakan mesin motorku dan berangkat menuju rumah.

Menyusuri setiap keramaian dan kemacetan kota. Kurang lebih 30 menit lamanya di perjalanan, aku akhirnya sampai ke rumah. Kuperhatikan keadaan sekeliling dan pandanganku tiba-tiba mengarah pada satu unit motor matic yang sedang terparkir di depan teras rumahku. Motor yang pemiliknya sangat kukenal. “Itu kan motor mama. Hmmm, mama kok nggak bilang-bilang ya kalau mau datang” tanyaku dalam hati. Penasaran dengan kedatangan mama, aku selanjutnya bergegas menemuinya dan mencarinya ke dalam rumah. “Mama kebiasaan, datang nggak ngasih tahu dulu” batinku lagi. Namun ketika baru saja menginjakkan kaki masuk ke rumah, sayup-sayup kudengar percakapan dua insan berlainan jenis disertai tawa dan rintihan dari arah ruang tengah rumahku. “Mama lagi sama siapa ya, kok ada suara laki-laki” gumamku semakin penasaran. Secara diam-diam kudekati ke arah suara tersebut dan mendadak mataku seakan tak ingin berkedip menyaksikan apa yang kulihat. Mamaku, wanita yang selama ini kuketahui sangat alim luar dalam ternyata sedang memacu birahi dengan pak Broto, ketua RT di tempat tinggalku yang juga pernah menggauliku. ”
“Astaga, mama….apa yang mama lakukan dengan pak Broto. Apakah mamaku selingkuh..!” pikirku berkecamuk saat menonton secara live pergumulan mamaku dengan pak Broto.
“Jauwana, aaaaahHh terima kontolkuuu…ploookk..Pplookk…memekmuUu bikin aku ketagihaNnn…Ouugh..” racau pak Broto saat memaju mundurkan penisnya menindih tubuh mamaku. Tak henti-hentinya pak Broto menyebut-nyebut nama mamaku, Jauwana, sambil dengan kasar menyetubuhinya. Bisa kulihat pula mama justru menerima semua perlakuan kasar pak Broto tanpa melawan sedikit pun.
Ingin sekali aku melabrak mama dan pak Broto, tapi tubuhku rasanya kaku tak bisa bergerak sama sekali. Aku hanya bisa bersembunyi dan melihat mamaku dicumbui pak Broto.
“Paaakkk, tusukkan lagi kontolmuuu…memekku masih gataal. Puasin aku Ppaaak aarghh…” desah mama.
Gila, mama meminta pak Broto agar mau memompa vaginanya. “Apa aku tidak salah dengar, apa aku tidak bermimpi. Mama dizinahi sama pak Broto di rumah kak Memi. Mama juga masih pakai jilbab, kenapa mama bisa sebinal ini. Kenapa mama selingkuh dari papa” kataku membuatku bertanya-tanya.

“Nungging Jau, aku pengen entot memekmu dari belakang. Cepat nungging kayak anjing. Plaaaakh..” perintah pak Broto disertai tamparan di pantat mamamu. Permintaan pak Broto pun langsung dituruti oleh mama. “JJLEeeebhhh…uUughhhh hangat lubang memekmu Jau…ini yang kau mau kan Jau, kau mau kontolku kan…plaaaaak…kau suka kuentot kan??” geramnya menghujami vagina mama. “Aaaaghhh Ppeelaaan pakk..iiyaaa pak, Jauwana Ssukaa…lagiii…aaaaahHhh…goyangin llaaagi kontolmuu paaak. Ppunyaamu bbesaaar…Eghhh aaaah..” jawab mama.
Erangan pak Broto dan mama pun terasa memenuhi rumahku saat keduanya saling meraih kenikmatan syahwat. Entah apa yang terjadi jika papa sampai mengetahui hal ini, melihat istrinya selingkuh dan mengkhianatinya. Belum lagi kalau kak Memi juga tahu atau datang memergoki mama dan pak RT lagi bersetubuh di rumahnya. Kak Memi pasti akan marah dan melaporkan perbuatan mama ke papaku. Sejuta pertanyaan kembali muncul di dalam benakku, tapi yang bisa kulakukan hanya melihat tanpa bisa berbuat apa-apa.
“Jau, kau memang istri jalang…aaargh…plookk..ploooKkk…plaaaak…pelaCcuuurr…kau lebih panntaass jadi pelacuUur, jau. Aaahh…” rintih pak Broto memaki-maki mamaku.
“SssHhh…ooUugh ppaaak Brotoo, kontolmu nyentuh rahimkuUuu…aaaaahHh…tterruUuss pak..TerrUss entot akuU..lakukan apapun yyang kamuU maUu paak Aaaghhh..aaah..” ujar mamaku keenakan.

“Lihaaat dirimu JaaaU, berjilbab tapi suka berzinaaaa..PelaccUur..aaaaHh..Kau memang sama dengan Dephut, pelacur berjilbab. Ibu dan anak sama aja, sama-sama pelacUur…anakMuu juga sudah pernah kuentot. Hahaha…plooghh..Plookhh..HeeghH..” sebutnya menghinaku dan mama.
“Ppaaaak Brooto ssUdaah pernah entot anaak sayaa aaaaahHh…?” selidik mama sedikit terkejut.
“Iyaaa Jau, anakmu Sudah pernah kuentot. Dia sSsudaah tidak perawan lagi. Kau tanya saja sama anakmu langsung. Uuughh…plok..plok..plok…” tegasnya pada mama.
Oooh..tidak, pak Broto sudah membeberkan kelakuanku pada mama dan mama sekarang sudah tahu kalau aku tidak perawan lagi. Tanpa sempat memikirkan apa yang akan mama lakukan padaku setelah mengetahui ketidakperawananku, di hadapanku permainan mama dan pak Broto kian menjadi panas dan liar. Tak terasa vaginaku ikut berdenyut dan basah karena terangsang menyaksikan adegan perselingkuhan mama kandungku. Masih dalam posisi menungging, setelah puas merasakan vagina mama, pak Broto kemudian mengajak mama melakukan anal seks.

“AaaaHhh, JaaU…aku Mau cobain anusmu..pastiii maSsih semPiitt…Uuuuughhh…SsLeeeebhh…lubang anusmu memang sempit Jau…aaaah..sellbh…” erangnya merasakan jepitan anus mama.
“Paaaak, Ssaaakiit, Jauwana belum ppernaaah maain di anus..aaaahh ammpuun paakK..saaKiitt, ccabut kontolmu Paak” pinta mama mengiba merasakan pedih di anusnya karena baru pertama kali melakukan anal.
“Diaaam lontee..nanti kau juga keenakan…Uugmphh…pOogh…Ploogh…” hardiknya tanpa memperdulikan mamaku.
“PpaaaakK, aaaHhh perih aNuusku..oooohhHh…” teriak mama.
“Perih apa enaaak Jau…plaakkk..” bentaknya.
“Dduaa-duanyaa paaaKk…aaarghhh…aaaaah….Ssshh…” lirih mama.
“Dasaar istri murahan, lontEe kau Jau..plaaaaK..kau lebih suka kontolku apa kontol suamimUu…kau aaaah suka jadi istri untuk suamimU apa jadi Lontee..aaaaaarggHhh…” tanyanya bernafsu mempermainkan birahi mama.
“Akuu Ssukaa kontolMuu ppaak…akuUu sukaaa jadii lonteee paaaaaak…aku rela cerai sama suamikuuU…jadikan aku lonteee, paaak…Jauwana mau jadi LONTEE…” jawab mamaku yang semakin tak terkendali terbuai kenikmatan.
“Jadilah lontekuu Jau…kau lonteKu…Aaaakuu mau keluaaaar” sambung pak Broto sambil mengeluarkan kontolnya dari dalam anus mama dan mengarahkannya ke mulut mama.
“Keluariin dimulutku pak, keluarin pejumu” pinta mama menggoda.
“Minuuum pejuku Jau…aaaaghh..CcrrOothh..Sssrhh CrrOott….” pekiknya memuntahkan sperma ke mulut dan wajah mama.

Dengan rakusnya, mama pun menelan semua sperma pak Broto sampai habis. Bahkan sesekali dikuluminya juga penis Broto hingga tak ada sperma yang tersisa. Benar-benar liar mamaku sekarang. Bersamaan dengan muncratnya sperma pak Broto, aku pun ikut terbawa suasana dan vaginaku muncrat di dalam celana dalamku. “UuughHh…” desahku pelan. Sialnya, saat hendak beranjak dari tempat persembunyianku, kakiku tak sengaja menyenggol guci. Praaang….
“Hai siapa itu” panggil pak Broto dengan suara lantang.

Bersambung

Pembaca setia Kisah Malam, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)
BTW yang mau jadi member VIP kisah malam dan dapat cerita full langsung sampai Tamat.
Info Lebih Lanjut Hubungin di Kontak
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part

Cerita Terpopuler