. Hidup Di Bali Side Story | Kisah Malam

Hidup Di Bali Side Story

0
480

Hidup Di Bali Side Story

Side Story – Aku akan tanggung jawab

[ POV Narator ]

“Malu aku gini terus tau! Tiap ketemu keluarga pasti ditanya kok belum ada momongan, udah 5 tahun nikah belum ada anak, malu aku” kata seorang pria yang lagi marah marah di sebuah rumah,

“Ya sabar mas, mungkin belum rejeki, anak itu titipan, jadi kalau memang belum saatnya ya kita berdoa, berusaha” kata istrinya,

“Aku gak kuat lagi kayak gini, kamu gak bisa ngasi aku keturunan, capek aku!”

“Ya allah mas, kok aku yang disalahin. Kamu denger sendiri kan apa kata dokter, aku baik baik aja”

“Oo berarti kamu nyalahin aku?”

“Aku gak ada ngomong gitu. Mas kenapa juga gak mau diperiksa?”

“Aku tu normal, kamu aja yang mandul!!”

“Jaga mulut kamu mas, aku selama ini udah sabar sama kamu! Aku tahan tahan, aku berusaha tetap menjadi istri yang baik, nemenin kamu susah ataupun senang” si wanita pun menangis

“Udah lah, aku mau cerai!! Sana kamu pulang ke orang tua kamu!”

“Mas kamu tega!”

“Sana pergi, bawa barang barang kamu! Aku mau cari istri yang lebih baik dari kamu!!”

Si wanita pun menangis, sambil merapikan pakaiannya. Dia hanya bisa menyesal sudah memilih laki laki yang salah, yang selalu membuatnya menangis. Dia hidup miskin dari kecil, sekarang pun penderitaannya tidak berhenti. Dia pulang kembali ke ibunya, ibunya hanya bisa menangis melihat nasib anaknya yang begitu tragis. Anak yang dia rawat dari kecil, putri kecil nya yang tumbuh dewasa, dia berharap bisa bahagia setelah menikah, tapi hanya derita yang dia dapat. Dia dinikahkan saat masih umur 18 tahun..

Sebuah rumah tua di kampung, yang tinggal hanya ibu dan adiknya. Bapaknya sudah meninggal, ibunya pun sudah tidak mampu membiayai kedua putrinya. Sehingga di wanita ini memutuskan untuk pergi, merantau ke kota…

Dia menyusuri jalan di kota, panas terik membuat keringat nya membasahi rambut, sampai wajahnya. Dia hanya bisa berdoa, berdoa kepada Yang Kuasa, untuk diberikan kemudahan dalam menjalani hidup.. Memang Tuhan maha penyayang dan pasti akan menunjukan jalan…..

[ POV Siska ]

“Aku harus kemana ini?” aku bingung mau kemana.. Mau nyari kerja, aku hanya tamat SMP. Aku coba masuk di beberapa toko, hanya untuk menjadi tukang bersih bersih pun gak bisa. Rasa haus di tenggorakan ku membuatku tidak bisa berpikir.. Aku lihat dompet lusuh yang aku bawa, aku buka, isinya hanya KTP sama uang 25 ribu. Jika hari ini aku gak juga dapet kerjaan, aku nyerah, aku lebih baik mati.

Lalu aku lihat ada warteg.. Sepertinya aku harus makan dulu.. Aku masuk kesana, membawa tas besar ku. Aku memesan 1 porsi nasi campur, dan es teh..

Saat aku mulai makan, baru 1 suap, aku melihat di depan ku ada 2 anak kecil yang melihatku. Jadi warteg nya ini terbuka. Mungkin umur mereka belum sampai 10 tahun, pakainnay lusuh, sepertinya mereka anak jalanan. Sambil menelan ludah mereka melihatku makan. Aku paling tidak tega melihat hal seperti ini, aku ingin sekali punya seorang anak, tapi ini ada anak yang justru sangat menderita didepanku..

“Adek mau makan?” tanya ku

“Iya bu” katanya lemah

“Sini makan sama ibu” kata ku, dengan semangat mereka duduk disebelahku, dan aku kasi makanan ku ke mereka. Sampai habis mereka makan, aku seneng melihat mereka lahap.

“Ibu gak makan?” tanyanya

“Ibu udah kenyang, habisin aja” kata ku, pdahal aku laper banget, dan aku sudah tidak mempunyai uang lagi..

“Makasi ya bu” setelah makan, mereka mencium tangan ku dan pergi.. Aku lihat masih ada sisa sayur di piring, aku ambil dan aku makan.. Aku bingung, aku lemes, aku udah gak bisa berpikir. Aku berdiri dan mengeluarkan dompet ku.

“Bu berapa?” tanya ku

“20 ribu mbak” Aku ambil uang ku, dan membayarnya..

“Bu kalau 5 ribu dapet apa aja ya?” tanya ku

“Nasi aja mbak, sama tempe” katanya

“Iya bu, aku pesen itu” kataku, air mataku berlinang.. Aku duduk lagi, di kursi itu, air mata dan keringat ku udah nyampur jadi satu.

“Haa.. aa.. aku kan cuma pesen tempe bu” kataku, aku kaget karena ibu nya membawakan aku 1 porsi nasi campur

“Udah nak, makan saja.. Kamu ngingetin ibu sama anak ibu”

“Tapi bu..”

“Makan yang banyak” katanya tersenyum, aku gak bisa ngomong.. perlahan aku pun makan nasi itu, sungguh enak rasanya.. Selesai makan, aku bingung mau ngomong apa sama ibu.. Lalu ibu warteg melihatku dan duduk di sebelahku, kebetulan warung nya juga lagi sepi.

“Kamu mau kemana?” tanyanya

“Hikss… ng..ngak tau bu” kataku

“Lah.. kamu dari mana? Mau pindahan atau gimana?” tanya nya lagi.. Dan aku pun menceritakan kisahku sama ibu itu, sampai sore aku diwarteg itu. Aku pun ikut membantu ibu jualan, nyuci piring, semua aku kerjain. Ibu pun sangat senang aku bantu bantu..

Malemnya kita pun tutup warung, ibu mengajak ku tinggal dirumah kontrakannya. Aku pun ikut. Ternyata ibu juga dari kampung, dia berjualan di kota bersama suaminya. Kalau bapak kerja jadi kuli bangunan. Mereka hidup sederhana, bapak sama ibuk baik banget sama aku. Aku udah di anggap anak sendiri.

Ibu pun cerita kalau dia punya anak perempuan, seumuran sama aku. Katanya anaknya memutuskan untuk merantau ke jakarta. Kabar terakhir anaknya sudah bekerja, di sebuah perusahaan gitu, tapi bapak sama ibu juga gak tau perusahaan apa.

Jadi mulai hari itu aku tinggal disana dan membantu ibu dagang di wartegnya. Aku diajarin cara masak, bersih bersih.. Aku juga mulai menikmati pekerjaan itu. Hampir 6 bulan aku kerja sama ibu. Warteg pun tambah rame, apalagi ada wanita muda yang jualan, aku sering di godain juga sama bapak bapak yang makan disana. Sampai akhirnya, wartegnya ibu di gusur, karena dianggap bangunan liar. Bapak sama ibu memutuskan untuk pulang ke kampung, karena sudah punya cukup modal untuk usaha di kampung. Aku ditawarin untuk ikut tapi aku pengen di cari kerja di kota saja. Lalu ibu nawarin kerja jadi asisten rumah tangga. Ibu bilang ada teman nya yang lagi nyari. Aku mau in aja, gapapa lah jadi pembantu.

Lalu aku bertemu dengan temannya ibu itu, katanya nanti majikan aku itu orang keturunan chinese gitu. Aku sempet kawatir juga, karena katanya kerja sama orang keturunan gitu, pasti disiplin banget, dimarahin, atau apalah.

Saya sama sekali tidak bermaksud sara hu, mohon untuk teman teman, jangan merasa tersinggung ya, ini hanya untuk agar cerita ini jadi lebih nyata, atau kalau ada yang keberatan saya nulis ini, bisa di komen, saya akan hapus

Tapi aku coba aja, kalau gak nyaman aku keluar aja. Tapi gimana kalau aku disiksa??? Ahh aku buang jauh jauh pemikiran itu. Dan aku pun setuju. Lalu aku diantar ke sebuah perumahan cukup mewah. Kita berhenti didepan sebuah rumah, kita masuk kesana. Dan aku dikenalin sama majikan aku. Dan aku pun dijelasin kerjaan disana, ya kerjaan pembantu lah. Tapi yang terutama adalah merawat seorang ibu ibu, udah umur sih aku lihat.

Jadi dirumah itu tinggal 1 keluarga, ada bapak, ibu sama 3 anak nya yang masih kecil. Dan 1 neneknya. Hari pertama aku kerja aku agak canggung, tapi ibu majikan ku ngajarin aku banyak hal. Mulai dari pola makan anak anak, sampai merawat nenek, obat apa yang harus diminum dan lain lain. Aku berusaha bekerja dengan baik, dan ternyata bayangan ku terhadap keluarga ini salah. Mereka semua baik banget, aku disayang, apalagi nenek, nenek sangat suka sama aku. Karena aku selalu ngajak dia ngobrol, becanda becanda, ngerawat nenek seperti ngerawat anak kecil. Kadang makan aja disuapin pake maen pesawat pesawat gitu, haha.

Semua keluarga sangat hormat sama nenek, aku pun udah di anggap keluarga disana. Anak anak sangat suka sama aku, aku juga udah nganggep mereka anak anakku sendiri. Aku pun mendapat nama baru disini, yaitu Inem. Haha.. Ini gara gara nenek, dia susah sekali nyebut nama ku, Siska. Katanya Inem aja, lebih gampang, tapi apapun itu aku sangat senang ada disini. Bersama keluarga ini, kadang kalau kita mau makan diluar, aku pasti diajak. Dan aku duduk sama sama dengan mereka, makan 1 meja, tak ada istilah, majikan – pembantu.

4 tahun aku bekerja disana, sampai akhirnya nenek meninggal. Aku sedih banget, ternyata beliau mengidap sakit kanker parah. Semua keluarga heran nenek bisa bertahan, karena dulu dokter udah bilang kalau umurnya sudah tidak lama lagi. Tapi kita semua iklas, nenek udah bisa istirahat dengan tenang.

Setelah itu bapak sama ibuk pun berencana untuk pindah ke luar negeri, rumah ini pun akan dijual. Aku ditawarin untuk ikut sama ibu, tapi bapak yang gak mau. Soalnya di susah ngurus kepindahan itu. Jadi aku pun ditawarin kerja di kerabat nya ibuk. Darisinilah aku bertemu dengan keluarga Pak Toto.

Sama seperti majikan aku sebelumnya, keluarga pak toto ini baik banget. Istrinya sendiri adalah orang jawa, jadi terkadang aku ngomong bahasa jawa sama ibu. Anaknya ada dua, 1 cewek 1 cowok, Silvia sama Ryan, kerjanya berantem terus, haha.. Baru 1 tahun aku kerja, kita pun pindah ke Bali. Bapak punya toko di bali yang harus di urus, jadi sekalian tinggal disana. Aku seneng seneng aja ke Bali, bisa liburan, hihi..

Di Bali kita tinggal berempat, berlima sih sebernya, tapi mbak silvi nya kan kuliah di jakarta. Di sini bapak punya toko bangunan yang cukup besar, punya banyak karyawan, dan tiap hari rame lah. Bapak juga orang yang sibuk, sepertinya beliau pekerja keras. Kalau ibu, kerjanya ngerawat diri aja, hahaha. Kadang aerobik, senam, tapi aku akui ibu cantik banget. Badannya bagus, kulitnya bagus, pantes lah, istri bos. Kalau silvi campuran bapak sama ibu, tapi dia juga cantik banget, tapi sering banget berantem sama orang tuanya. Kalau Ryan, ya kayak anak anak biasa lah. Dia pinter, sukanya di kamar aja..

Hmmm.. darimana aku mulai ya, oo oke, aku akan ceritakan dari sini….

………………………………………………………………………………………………………………………………

“Inem.. sayang.. cuitt.. cuitt.. senyum dong.. hihi” godaan godaan itu yang aku sering denger setiap hari, tidak lain dari pegawai pegawainya bapak. Apalagi mereka tau aku janda. Katanya kan Janda lebih menggoda, hahaha. Jujur tubuh aku masih bagus, aku belum pernah hamil. Wajah aku lumayan cantik lah..

Spoiler: Lumayan kan?

Aku senyum senyum sendiri di kamar mandi sambil angkat angkat cucian. Aku sih seneng seneng aja di goda godain, apalagi sebenernya aku juga kangen sama seorang laki laki, tapi ya udahlah, mudah mudahan nanti aku bisa dapet jodoh lagi. Aku juga sering merhatiin cowok cowok karyawan disini, pas mereka lagi angkat angkat barang gitu, tapi aku lihat gak ada yang bikin sreg dihati.

Tapi yang bikin aku agak keganggu sebenernya sama si Ryan gendut. Aku tau dia sering lirik lirik aku, aku juga sempet mergokin dia ngintip aku pas lagi mandi. Tapi aku gak bilang ke bapak ibu, paling juga nakal nakal nya dia aja, maklum lah lagi ABG SMP.

Setelah sekitar 2 tahun disini, aku pun makin betah. Apalagi setelah ada pegawai baru, si Bli Made, hihi. Dia orangnya ganteng banget, walaupun dia kuli, tapi dia bikin aku jatuh cinta. Beberapa kali aku kode kode dia tapi, dia gak ada respon. Kayaknya dia lebih suka sama pasir daripada sama cewek, haha. Tapi aku cukup deket sama dia, ketimbang karyawan yang lain, selain dia anak kesayangannya bapak, dia juga orangnya baik, ramah. Sore sore sebelum dia pulang, aku sering ngobrol ngobrol sama dia. Dia biasanya pulang paling terakhir, terkadang dia juga jemput Ryan atau bantu bantu yang lain dirumah. Libur libur juga dia sering kerumah, nemenin Ryan maen, atau pas bapak sama ibu keluar kota gitu, bli made pasti mau nginep disini.

Jujur bertahun tahun menjanda aku juga membutuhkan hal itu, gak hanya kebutuhan jasmani, aku juga pengen batin ku terpuaskan. Hikss.. Saking gak tahannya, gara gara aku habis mandi. Sore sore gitu aku masuk ke kamar handukan doang. Aku kunci pintu kamar dan mulai mengeringkan tubuhku. Saat mengelap tubuh dengan handuk, gesekan handuk yang cukup kasar, dengan beberapa bagian tubuhku yang sensitif membuat aku jadi pengen. Apalagi saat menyentuh puting dada ku, ya ampunn.. kok enak gini..

Aku berdiri di depan cermin, aku lihat tubuhku yang masih kencang, dada ku pun masih seperti gadis. Lalu aku iket rambutku, dan pelahan menyentuh dada ku..

“Hmmm.. ahh” aku memejamkan mata, aku membayangkan tangan seorang laki laki, yang meremas remas dada ku. Enak banget rasanya, aku kangen dengan sentuhan sentuhan seperti ini. Lalu perlahan aku memilin puting dada ku..

“Ahhh.. ouhh..” aku mendesah keenakan.. Lalu aku duduk di tempat tidur ku, aku melanjutkan memberikan rangsangn ke kedua dada ku.. Aku mendesah desah pelan.. Lalu aku raba selangkangan ku, aku gosok bibir memek ku..

“Ahhh.. hmmmpppp” aku makin mendesah, memek ku sendiri udah becek.. Lalu aku masukkan jari tengah ku,

“Ouhh.. ahhh..” aku tusuk tusuk dengan cepat.. Rsanya enak banget, tapi aku ingin merasakan yang lebih, jariku terlalu kecil. Aku melihat di atas meja ada botol deodorant yang aku pakai, segera aku ambil itu. Aku tiduran di kasur, aku jilat ujung botol itu, dan perlahan aku masukkan ke memek ku.. Rasanya agak ngilu, tapi aku pengen.. Aku kocokan botol itu dengan cepat, aku remas remas dadaku..

“Ahhh.. ahhh.. ahhhhhhhhhhhhh.. ahhhhhhhhhhhh” sampai aku merasakan puncak kenikmatan ini. Aku tarik botol tadi, udah basah banget. Aku lemes, aku biarkan tubuh telanjang ku terlentang.. Aku kangen rasa ini..

………………………………………………………………………………………………………………………………

Hari hariku berlalu seperti biasa.. Hubungan ku sama mas bli juga tambah deket, apalagi setelah kejadian itu. Saat sore sore aku mijetin tangannya dia, kita ngobrol ngobrol, dan dia pinter banget ngarahin obrolan ke soal itu, hihi.. Aku pun jadi ikut terhanyut. Sampai aku mengiyakan saat dia mengajak untuk ML, tapi kebetulan waktu itu aku lagi dapet, jadi gak jadi deh. Haha..

Tapi aku kasi dia isepan hangat mulut ku, punya dia gede banget, aku jadi ngebayangin gimana kalau itu masuk ke memek ku. Sampai kejadian itu tiba, pernah aku waktu lagi mau mandi, bli tiba tiba masuk ke kamar mandi, aku gak bisa nolak, dan kita pun bercinta dengan penuh nafsu. Sebenernya aku pengen banget punya hubungan lebih sama dia, tapi sepertinya dia udah punya seseorang di hatinya. Dan semenjak saat itu aku pun tidak pernah aneh aneh lagi sama dia.

Ternyata bli punya hubungan dengan anak majikan aku, mbak Silvi. Aku juga gak nyangka, mbak silvi yang judes itu bisa jatuh cinta sama bli, dan bli juga bisa merubah mbak silvi 180 derajat, jadi baik, ramah pokoknya. Aku juga baru tau kalau mbak silvi sakit sakitan, aku gak tau parah atau ngak, tapi pernah beberapa kali ibu pergi ke jakarta pas mbak silvi sakit.

Beberapa bulan setelah mbak silvi lulus kuliah, mereka pun menikah, kita keluarga seneng banget, bapak juga seneng punya mantu seperti bli. Setelah menikah, mereka pun pindah ke Singaraja, soalnya bapak punya toko juga disana, dan bli made disuruh untuk ngurusin tokonya. Waktu itu aku masih bantu bantu di rumah di denpasar. Sampai akhirnya kejadian itu.. hmmm…

[table id=iklanlapak /]

[ POV Ryan ]

“Maid dress.. House Maid.. Big boobs maid.. TKW.. Pembantu.. Download all”

“Hmm udah 44GB, apa gw beli harddisk lagi ya, hapus aja dah yang jelek jelek.. Ehh tapi semuanya bagus, haha..”

“Cantik banget pembantunya, kok mau dia ya, apa dia dipaksa? apa dia di bayar?”

“Pantatnya semok bener, coba cowok itu gw.. ahh sialan.. ahhhhhhh..”

“Crot crot crot..” Sekarang tangan gw udah berlumuran sperma.. Anjir lemes, nyesel gw, besok gak lagi ahh..

Gitu terus kayak lingkaran setan, kwwkwkwk..

Ehh gw belum kenalan, udah crot aja. Halo, nama gw Ryan, kalian pasti udah kenal gw kan ya, dan kalian pasti udah bisa bayangin gw tu kayak gimana. Hehe.. Saat ini gw udah menetap di Surabaya. Itu kejadian pas gw waktu SMP, gw waktu itu hobi banget ngebokep. Gw kenal itu gara gara temen yang bawa di sekolah, nonton rame rame, dan gw pun mulai cari cari sendiri. Gw pun terkadang disekolah, gak konsen belajar. Otak gw isinya selangkangan doang, ngeliat cewek aja gw ngebayangin aneh aneh.

Tapi saat ini gw udah punya seseorang yang sangat gw cintai dan dia juga yang bikin gw gak perjaka lagi, haha.. Gw flashback dlu ke waktu gw masih SMP..

………………………………………………………………………………………………………………………………

Gw anak kedua dari 2 bersaudara, gw punya kakak cewek. Gw dilahirin di keluarga yang cukup berada, bapak gw pengusaha yang cukup sukses lah. Pas SMP kelas 2, kita sekeluarga pindah ke Bali. Gw pun melanjutkan sekolah disini, kalau kakak gw emang dia kuliah di Jakarta. Di Bali gw emang gak terlalu banyak punya temen, ya karena gw tinggal di kota, jadi mau main kerumah temen juga males. Jadi kebanyakan waktu dirumah aja main komputer.

Gw suka banget komputer, gw suka main game sama utak atik software sampai acak acak website orang. Tapi kebiasaan yang susah gw ilangin adalah, kebiasaan coli, haha. Apalagi bahan yang gampang di dapet diinternet. Gw sangat suka bokep hentai sama lokal. Apalagi yang bergenre pembantu gitu, gw seneng banget. Sekarang dirumah gw juga ada 1 pembantu, namanya mbak inem, yang selalu jadi bahan fantasy gw. Dia lumayan cantik, dan mukanya itu nafsuin banget. Gw tau dia itu janda, duh pasti pengalaman banget..

Dan karena gw sering nimbrung di forum forum dewasa gitu, gw pun tau cara untuk mewujudkan fantasy gw. Gw membeli beberapa kamera dan perlengkapan nya. Gw bilang aja mau beli perlengkapan komputer ke papa. Saat barangnya tiba gw deg degan banget. Gw tutup pintu kamar, dan membuka dus itu. Ada 4 kamera kecil, kecil banget. Jadi masing masing kamera ini bisa diisikan baterai, bisa juga disambung ke aliran listrik biasa. Terus dia sudah support wireless, jadi gak perlu kabel lagi. Sekarang gw hanya tunggu waktu kapan gw bisa install ini dirumah.

Hari hari berlalu, minggu minggu berlalu akhirnya ada kesempatan. Waktu itu bapak sama ibuk mau pergi ke acara ulang tahun kerabat kita. Karena dia ultah ke 50 jadi dirayain besar besaran gitu. Mbak inem pun disuruh ikut kesana bantu bantu. Aku diajakin tapi aku pura pura sakit. Sampai akhirnya aku bisa sendirian dirumah.

Pertama gw pasang di kamar mandi di bawah, tempat biasanya mbak inem mandi. Aku pasang di ventilasi, sehingga tidak keliatan. Lalu dengan cepat aku masuk ke kamar mbak inem, emang biasa gak dikunci sama dia. Pertama aku taruh di meja rias nya, gw atur biar gak keliatan. Terus gw naik ke tempat tidurnya, gw pasang juga di langit langit, gw ambil kursi dan naik kesitu. Setelah terpasang, masih sisa 1 kamera, taruh dimana ya. Gw taruh sembarang aja di atas tangga dari lantai 1 ke lantai 2. Lalu gw cek di komputer, dan working perfectly, cerah lagi hihi..

Dan saat mereka pulang kerumah, gw langsung stand by depan komputer. Dag dig dug.. Mbak inem masuk ke kamarnya.. membuka baju nya, sepertinya dia siap siap mau mandi. Dia memakai baju santai, dan mengambil handuk. Dia keluar kamar, gw zoom di kamera kamar mandi. Dan disitulah pertama kali gw lihat mbak inem dengan tubuh polosnya, bohai banget. Emang gblk bener suaminya, perempuan seperti dia disia siakan. Gw pun mulai ritual sambil liatin dia mandi..

“Ouhhh…” tangan gw belepotan.. Mbak inem selesai mandi.. Gw tiduran di kasur, ahh makin penasaran sama dia..

Tiap hari gw selalu dapet bahan baru, live dari mbak inem, hihi. Dan yang paling seru kalau dia lagi colmek sendiri, gw pengen banget masuk ke kamarnya pas dia colmek gitu, siapa tau dia ngasi, tapi ngak lah.. Gw masih takut..

Gw pun cerita ke Bli De, dia pun kaget, haha.. Kita pun sering nobar berdua, tapi gak pernah coli berdua, kwkw.. Parahnya gw pernah liat bli de ena ena sama mbak inem di kamar. Gw jadi iri sama dia.. Gw sempet kasi tau kalau gw punya rekaman itu, dia panik banget tu, haha. Gw minta tolong aja, kalau gw juga pengen, tapi dia cuma bilang. Kalau mau dekat dengan wanita, sentuh hatinya.. Apakali maksudnya dia.

Hampir 3 tahun gw melakukan aksi ini, kadang kesel kalau baterai kamera tiba tiba habis. Terpaksa harus nunggu waktu buat ganti baterainya. Koleksi mbak inem banyak banget di komputer gw, ber giga giga. Gw sebenernya udah suka sama dia, dan gw udah mulai belajar ngomong biar bisa lebih deket sama dia. Gw dulu gendut bnget, bulet kayak tong. Pas masuk SMA gw rajin olahraga, tiap sore gw lari, makan nasi gw kurangi, sabtu minggu gw ikut gym. Gw gak mau diledekin terus, di bilang babi lah, apalah. Gw gendut gitu mana ada cewek yang mau deket sama gw.

Dan dengan usaha yang keras, selama hampir 3 tahun, gw pun udah kurusan, sebelumnya berat badan gw 80 kg, sekarang udah jadi 60 an kg. Gw pun udah jadi koko koko ganteng, kwwkwk. Disana gw juga udah merasakan perubahan, di sekolah mulai ada cewek yang deket deket, kalau gw ngobrol juga mereka antusias, hihi. Apalagi gw lumayan berduit.

Setelah kakak gw nikah sama bli De, mereka pun pindah ke Singaraja. Jadi dirumah gw cuma berempat aja. Jadi kesempatan gw untuk lebih deket sama mbak inem juga makin banyak, haha.. Pada suatu hari, mama ada mau buat acara dirumah, jadi perlu banyak buat makanan. Mbak inem disuruh kepasar..

“Nem, kamu beli bahan bahan ini ya” mama ngasi kertas catetan, kebetulan gw lagi duduk duduk main HP di bawah. Hari ini juga libur.

“Wah banyak ya buk” katanya

“Iya, soalnya banyak kayaknya tamunya.. Hmm siapa ya yang tak suruh nganter..”

“Aku aja ma” kata gw

“Beneran?”

“Iya gapapa, sekalian keluar, males dirumah” kata gw

“Ya udah deh, sama Ryan ya nem. Ryan hati hati bawa mobilnya ya”

“Iya ma” kata gw

“Ayo mbak”

“Bentar mas, aku ganti baju dulu” katanya

“Ya udah aku tunggu di mobil ya” gw ambil kunci dan nyalain mobil. Gw udah lancar bawa mobil, mau kemana aja gw bisa, hehe.. Lalu mbak inem dateng, hihi, manis banget dia.. Di sekolah banyak banget ada cewek cewek cantik, tapi entah kenapa gw cuma tertarik sama mbak inem.

“Udah?”

“Udah mas, ayok” katanya

“Ini mau ke pasar mana mbk?”

“Ke Pasar Badung mas, disana ada semua kayaknya”

“Oke siap, mudah mudahan gak macet ya” kata gw

“Mas Ryan gak sibuk emang?” tanyanya

“Gak lah mbak, hari minggu juga.. Paling biasanya olahraga aja ntar sore” kata gw

“Sekarang mas rajin banget olahraga ya” kata nya

“Hehe, tapi kan udah keliatan hasilnya nie” kata gw

“Iya bener, aku dulu ngira mas ryan gak bakalan bisa kurus”

“Kayak Tong ya”

“Hahahaha” tawanya..

“Sekarang udah keren gini, pasti pacarnya banyak ya” kata nya

“Ngak mbak, belum punya pacar aku”

“Masak sih?”

“Iya serius, males aja, sama sama SMA males” kata gw

“Terus maunya? tante tante?”

“Iya, hahahaha” tawa gw

“Ihh..”

“O ya, mas udah mau lulus ya, mau lanjut kuliah dimana?” tanyanya

“Dsini aja mbak, males keluar Bali..”

“Tak pikir mau keluar negeri” katanya

“Haha.. males jauh jauh dari keluarga” kata gw

“Ooo..”

Kita pun sampai di Pasar Badung, njir susah amat cari parkir. Gw sempet ribut gara gara rebutan parkir. Tapi akhirnya dapet juga. Bodo amat lah ini mobil lecet lecet.

“Pengen tak tonjok aja tu orang” kata gw marah marah

“Udah gapapa mas, jangan cari masalah” kata mbk inem. Kita pun turun dari mobil dan mbak inem mulai nyari nyari bahan yang ada di catetan. Dia udah hafal kayaknya tempat ini, haha. Gw pun cuma jadi tukang bawa barang aja, biar gak rugi lengen gw gede, tapi gak dimanfaatkan.

“Sekarang tinggal udang” katanya.

“Gak berat kan mas?”

“Hmm.. ng..ngak lah mbak, apa nie ringan, mbak tak masukkin di kresek ini aku masih bisa bawa” kata gw, padahal gw udah pegel banget. Dan dapetlah kita semua bahan bahan nya. Gw taruh di mobil di belakang.

“Hahh akhirnya.. ada lagi mbak?” tanya gw

“Udah semua sih mas, atau mas mau beli sesuatu?” tanya nya

“Haha, mau beli apaan dipasar”

“Oo ya, beli makan yok, tipat tahu bumbu plecing” katanya

“Apa tu, enak gak?” tanya ku

“Enak mas, yok ikut” katanya.. Kita pun jalan kaki, lewat beberapa ruko, ternyata yang jual itu ada di gang gang ruko. Kita duduk berdua disana, dan mbak inem pesen 2 porsi. Jadi itu adalah ketupat, diisi tahu, sayur, dan diisi bumbu plecing merah itu, bukan kacang. Pas gw coba, pedes banget..

“Haahhhhhhhhh.. pedes” kata gw

“Haha, isiin ini mas, krupuk” gw lanjut makan lagi, emang enak banget, seger seger gimana gitu.. Gw keringatan, ingus gw sampe keluar..

“Mbak sering makan disini ya?” tanya gw

“Ya kalau ke pasar aja mas, enak soalnya, aku pernah coba buat dirumah, tapi gak mau kayak gini”

“Ya ibu nya itu pake bumbu rahasia kayaknya mbak” kata gw

“Iya kali ya, haha”

Abis makan itu, gw pun seperti habis olahraga, seger. Kita pun balik ke rumah.. Dirumah orang udah rame, gw pun kabur ke kamar, males banget. Apalagi banyak bocah bocah. Punya sepupu juga gak ada yang enak di liat, hadehh.. Mama nie seneng banget buat buat acara.. Gw asik aja maen game dikamar..

“Tok tok tok”

“Ryan, kamu tidur ya?”

“Gak ma, napa?”

“Ngapaen kamu dikamar, ini saudara saudara pada dateng, buruan turun!!” katanya

“Iya iyaa, ganti baju dulu” kata gw. Terpaksa deh gw gabung disitu. Gw sapa sapa para kerabat, sepupu. Lalu gw duduk aja sambil ngobrol ngobrol sama sepupu, ada cewek cewek juga, sebenernya mereka lumayan cantik sih, tapi gw malah lebih tertarik sama ibu nya, kwkwkw.. Gw senyum senyum sendiri aja, sambil merhatiin tante tante gw.

Malemnya..

Sekitar jam 11 malem, gw masih maen DOTA. 1 match selesai, gw kelaperan, masih ada makanan gak ya. Gw turun dan pergi ke dapur.

“Lah mbak? belum tidur?” tanya gw, Mbak inem masih cuci piring, banyak banget.

“Belum mas, banyak banget piring kotor, daritadi aku cuci gak selesai selesai” katanya

“Mama kemana sih, kok gak bantu?” tanya ku

“Hehe, gapapa mas, udah biasa”

“Sini aku bantuin deh”

“Ehh gak usah mas, mas tidur aja”

“Gapapa mbak, cuma cuci piring aja” kata gw

“Hehe, ya udah deh, aku biar bersihin meja di depan” katanya

“Iya iya, bagi tugas” gw pun bantu cuci piring disana, kasian juga dia. Dari tadi siang capek, ini sampai malem juga gak dapet istirahat..

“Haaa ada lagi?” dia membawa tumpukan piring dan naruh di dekat gw

“Haha, semangat mas” katanya

“Siapa sih yang makan banyak banyak, harusnya tu mbak, menurutku, kalau kita buat acara gini, tamu tamu itu diwajibkan cuci piring sendiri”

“Haha, ngawur aja mas, mana boleh gitu”

“La iya, enak aja, makan terus tinggal taruh, tau diri harusnya” kata gw

“Kenapa gak sekalian suruh mereka masak sendiri aja mas” kata mbak inem

“Hahahaha, bener bener..”

Sekitar 1 jam kita bersih bersih akhirnya selesai juga.. Njir capek bener.

“Haahh, akhirnya selesai mbak”

“Iya mas, makasi ya” katanya mengelap keringatnya.

“Ya udah aku istirahat dulu mas” katanya sambil mengikat rambutnya, duh cantik banget..

“Iya mbak, aku mau masak mie dulu, laper” kata gw

“Atau mau aku buatin?”

“Gak usah mbak, istirahat aja sana.. kasian”

“O iya deh, da mas Ryan”

“…” gw cuma senyum aja. Mbak gw bener bener jatuh cinta.. Gimana ya caranya ngomong sama dia. Tapi apa dia mau sama gw..

Habis makan, gw lari ke kamar ngecek kamera. Yah mbak nya udah tidur, kamarnya udah gelap, tapi kok ada cahaya ya, oo dia masih maen HP.. hmm WA aja dah, hihi..

“Mbak.. udah tidur” gw ketik

“Belum mas, ada apa?” tanyanya, gw sambil liatin dia di layar komputer gw, dia lagi meluk guling. Gw diemin gak tak bales.. sekitar 5 menit. Gw liat dia taruh HP nya, terus di ambil lagi, haha..Apa dia ngarep chat dari gw ya..

“Mbak..”

“Apa sih mas?”

“Hehe.. mbak mau nemenin aku gak?”

“Kemana?”

“Jalan jalan, temenin”

“Lah masak sama aku, mas sama pacar mas sana” katanya

“Udah di bilangin gak punya pacar”

“Tapi masak sama aku, malu mas ihh”

“Emang mbak gak sumpek gitu dirumah terus? gak pengen jalan jalan”

“Ya pengen sih, tapi…”

“Tapi apa, gak ada yang ngajak gitu, makanya aku ajak”

“Haha, tau aja..”

“Mau ya mbak? aku mohon” duh Tuhan mudah mudahan dia mau..

“Hmm.. tapi mau kemana? terus gimana sama bapak ibu mas? malu aku”

“Gampang mbak, kalau sama papa mama. Yang penting mbak mau ya?”

“Iya deh mas, tapi kemana?”

“Mbak maunya kemana? suka pantai atau gunung?”

“Pantai aja mas, selama aku di bali aku gak pernah main ke pantai”

“Ya ampun kasian nya, haha”

“Habisnya gak ada yang ngajak”

“Iyaa nanti aku anterin deh..”

“Kapan mas?”

“Kita cari waktu, pas papa mama gak ada gitu, atau kita buat alasan mau keluar”

“Iya deh.. Tapi beneran mas gak malu ngajak pembantu kayak aku” katanya

“Mbak.. aku tu gak pernah nganggep mbak pembantu. Semenjak mbak kerja dirumah, waktu di Surabaya itu, aku, dan semua keluarga gak pernah anggep mbak tu pembantu. Mbak tu udah jadi keluarga kita, cuma ya bantu bantu pekerjaan rumah tangga”

“Mbak jangan berpikir gitu deh” kata gw, emang jujur, kita syang sama mbak inem, dia udah berjasa banyak sama kita.

“Makasi ya mas, aku juga ngerasa gitu kok”

“Ya itu, mbak tu udah kayak kakak aku”

“Tante kali, bukan kakak, haha” katanya

“Haha, tapi masih cantik kok, kayak kakak kakak kuliahan” kata gw

“Ihh apa sih mas”

“Hehe.. serius mbak”

“Udah ahh, yok tidur aja” katanya

“Iya iya” dan dia gak bales WA gw lagi.. Akhirnya gw dapet lampu hijau, mudah mudahan nanti ada kesempatan..

Hari berlalu, minggu, bulan, sampai 2 bulan gak juga dapet kesempatan, haha.. Sialan emang, bapak sama emak gw betah banget dirumah. Kayaknya emang harus cara lain deh. Semenjak hari itu, tiap malem gw sering chatingan sama mbak inem, cerita cerita lah, curhat curhatan, udah deket lah hubungan gw sama dia. Saat kita bertemu langsung, kita cuma senyum senyum aja, apalagi ada papa sama mama. Tapi kalau lagi chat, rame banget. Dia pun sampai sering di tegur mama, karena pas lagi masak atau apa gitu, liat HP terus karena chatingan sama gw. Gw disekolah juga gitu suka gangguin dia, haha..

Dan yang bikin gw sedih, mbak inem minggu depan mau pulang kampung ke jawa tengah. Mau lebaran sama keluarga. Selama 2 minggu dia bakal di jawa, kangen deh.. Malemnya gw masih chat sama dia..

“Mbak udah mau pulang kampung nie, tapi kita masih belum sempet jalan” kata gw

“Iya mas, kayaknya emang kita gak ditakdirkan bisa jalan jalan, haha”

“Takdir itu bisa dirubah mbak”

“Mana bisa, orang ada di tangan Tuhan” kata nya

“Hmmm, mbak pulang gak bawa oleh oleh?”

“Maunya sih bawa, tapi belum nyari” katanya

“Naaa itu, besok kan hari minggu, mbak nyari oleh oleh ya”

“Terus?”

“Terus aku anterin”

“Aduh gak enak aku mas”

“Udah gapapa, mama pasti ngasi, atau malah nyuruh aku yang nganterin”

“Oo gitu ya, iya deh. Jam berapa mas?”

“Ya siang siang aja”

“O iya deh”

Akhirnya ada kesempatan.. Gw senyum senyum sendiri sambil tidur..

Besoknya..

Gw lagi duduk duduk sama mama di ruang keluarga, lalu pas ada mbak inem lewat. Gw kode kode dia biar ngomong ke mama.. Sebenernya ini juga udah sore, soalnya tadi mbak inem disuruh bantuin apa gitu sama mama.

“Hmm.. bu..”

“Iya nem”

“Bu aku ijin keluar ya”

“Mau kemana?”

“Itu mau nyari oleh oleh.. dibawa pulang nanti” katanya

“O ya udah, sama siapa keluarnya?”

“Hmm….” dia bingung

“Aku aja yang anter ma, kasian mbak inem sendiri” kata gw

“O iya, sama Ryan aja mbak.. Cari aja di Sunset Road itu, banyak” kata mama

“Ya udah, ayok mbak.. aku ganti baju dulu” kata gw, pas papasan sama dia, gw kedipin mata, hihi..

Gw pun pinjem mobilnya kak Silvi, males bawa mobil gede.. Pas gw manesin mobil, mbak inem nyamperin..

“Ayo mas” katanya. Hihi, dia sebenernya cantik, tapi dandanannya masih agak kampungan. Kyaknya baju ini, baju dia yang paling bagus, duh kasian.. Gw ajak ke salon aja ahh, nanti tak beliin baju.

“Hihi” dia cekikikan pas masuk ke mobil,

“Kita kemana mas?” tanyanya pas kita udah keluar dari rumah

“Karena tampilan mbak kayak mau ke pasar, kita pasar badung aja lagi, hahahaha” tawa gw

“Tu kan..” katanya

“Haha, becanda mbak.. mbak tu cantik kok, cuma kurang di poles, aku anter ke salon ya”

“Gak usah mas, udah gini aja, mas malu ya ngajak aku” katanya

“Ngak, sumpah.. aku cuma pengen mbak tu sekali sekali dimanja gitu. Kasian di dapur terus, hihi”

“Tapi mas..”

“Udah, ikut aja ya, aku mohon”

“Iya deh..” Gw pun cari cari salon, dan akhirnya ketemu, lumayan sih, bukan salon salon pinggir jalan.

“Mas mahal deh kayaknya ini” katanya

“Udah gapapa, anggep aja aku ngasi mbak THR” kata gw. Pas masuk kita disapa sama resepsionis nya,

“Mbak pacar saya mau ganti model rambut” kata gw

“Aawww” mbak inem nyubit lengan gw

“Ooo iya, mau seperti apa mbak?” tanyanya

“Hmm.. hmm” dia bingung

“Mbak atur aja, biar kekinian ya. Biar cantik pokoknya” kata gw

“Oo iya iya.. mari silahkan mbak” mbak inem pun duduk di kursi itu, gw lihat dia di ajak masuk ke dalem ruangan, kayaknya di keramasain kali..

“O ya mbak, lama gak ya kira kira”

“Lumayan mas, bisa 1 jam an” katanya

“Wah, kalau gitu, nanti kasi tau pacar saya itu ya, saya mau keluar bentar” kata gw

“O baik mas” Stres jg gw nunggu 1 jam an, ada warnet deket sini gak ya. Gw buka google map, cari warnet, dan ternyata ada dekat sini. Gw ambil mobil dan menuju warnet itu, kebetulan emang tempat game online jg, asik bisa +25, haha..

“Sialan 80 menit gak selesai selesai” gw pun di telpon sama mbak inem

“Mas aku udah selesai, mas dimana?”

“Udah selesai semua?” tanya gw

“Udah..” duh gimana ya, ini lagi seru serunya

“Mbak aku bisa ngomong sama mbak salon nya”

“Halo mas”

“Mbak, udah di permak semua?” tanya gw,

“udah mas, rambut, make up juga”

“Kalau kuku nya, apa namanya itu?”

“Meni pedi?”

“Iya itu, gituin juga dia mbak” kata gw

“Mas aku di apain lagi sih?” tanya mbak inem bisik bisik

“Hehe, aku lagi bentar aja mbak, mbak ikut aja sama salon nya ya”

“Mass ihhh” katanya agak kesel, haha.. Gw pun lanjut lagi maen, dan hasilnya apa.. gw -25, tai lah.. pengen gw banting aja ini mouse. Ini gara gara mousenya jelek.. Tangan capek, tapi tetep aja kalah..

Gw pun balik lagi ke salon.. Gimana ya mbak inem penampilannya sekarang.. Gw masuk, dia masih duduk di situ..

“Lama banget,,” katanya, pas dia balik badan, ya ampun cantiknya.. Rambutnya di urai rapi gitu.. Make uo nya juga minimalis banget.. Bener bener kayak gadis..

“….”

“Mas…!!”

“Ehh, hehe.. maaf maaf, pangling aku mbak, cantik.. banget..” kata gw

Gw pun bayar, dan emang mahal, 600 ribu. Untung tabungan masih ada..

“Berapa mas?” bisik mbak inem

“Udah aman, yok jalan” kita naik ke mobil

“Apa sih liat liat?” dia malu malu

“Kan udah aku bilang, mbak tu cantik banget” kata gw

“…”

“Tinggal baju nya aja nie” kata gw

“Mas jadi gak kita ke pantai, udah sore gini”

“Jadi lah, kita ke Tanah Lot ya? enak liat sunset” kata gw

“Okeee” katanya tersenyum. Jadi tanah lot itu ada di Tabanan, dari sini paling 30 mneit aja, sampai sana jam 5, pas kayaknya. Disana emang keren kalau lihat sunset.

“Mas..”

“Iya..”

“Mas kok baik banget sama aku?” tanyanya, tapi cuma lihat ke jalan,

“…”

“Ya mbak kan udah keluarga aku, aku kasian aja liat mbak dirumah terus, gak pernah keluar” kata gw, gw belum berani jujur

“Tapi mas Ryan, dari dulu selalu baik sama aku, bukan hanya soal jalan jalan ini aja”

“Kalau aku jujur mbak jangan marah ya” kata gw

“Iya..”

“Sebenernya, aku sayang sama mbak.. dari dulu.. cuma aku gak berani bilang.. aku takut mbak gak mau deket lagi sama aku” kata gw

“…”

“Aku serius mbak..”

“Tapi mas, aku ini cuma..”

“Pembantu?!” bentak gw

“Udah aku bilang, mbak tu sama sekali gak pernah aku anggep pembantu”

“Tapi gimana sama bapak ibu mas? umur kita juga jauh beda.. aku lebih pantes jadi ibu kamu”

“Jauh apa mbk, cuma 13 tahun” kata gw,

“Iya mas, aku gak pantes sama kamu.. aku tu cuma wanita kampung, bekas orang, hikss” dia menitikan air mata. Lalu gw parkirkan mobil di pinggir jalan..

“Mbak, aku mohon, jangan lagi berpikir gitu.. Aku tu tulus cinta sama mbak, karena mbak bener bener perempuan yang aku kagumi. Aku bersumpah, gak akan main main mbak. Mbak tu cinta pertama ku” kata gw

“Masa depan mas masih panjang mas, pasti kedepan mas bakal nemuin wanita yang pantes buat mas”

“Ngak mbak.. aku beneran syang sama mbak. Aku bukan anak kecil yang seperti mbak pikirkan.. Mbak gak ada perasaan sama sekali sama aku?” tanya gw

“Aku takut mas.. gimana nanti sama keluarga mas Ryan, gimana nanti kalau aku diusir sama ibuk?”

“Mbak, mbak percaya sama aku.. Aku gak bakal ngebiarin hal itu terjadi.. Demi tuhan mbak, aku akan selalu syang sama mbak..”

“Mas janji?”

“Iya,, sekarang biarin aku mencintai mbak, biarin aku mencurahkan perasaan ku ke mbak..”

“Aku.. aku juga sayang mas sama kamu.. cuma aku ngerasa gak pantes”

“Jangan lagi mbak bilang gitu.. Sekarang kita jalanin dulu, aku ingin membahagiakan mbak..”

“Iya mas, aku percaya sama mas” lalu gw sentuh pipinya..

“…” gw cium keningnya,

“…..” kita terdiam sebentar

“Kita jalan ya”

“Iya mas” katanya… Lega banget rasanya, bisa ngungkapin perasaan gw ke mbak inem. Gw gak hanya nafsu sama dia, gw beneran tulus cinta sama dia.. Kita udah deket banget, apapun nanti yang terjadi gw bakal mempertahankan hubungan ini..

Gw pun udah nyampe di kawasan Tanah Lot, sebelum masuk, kita singgah dulu di toko oleh oleh yang ada disana..

“Beli oleh oleh disini?” tanyanya

“Beliin mbak baju” kata gw.

“Haaa?”

Emang di toko ini banyak juga ada baju baju pantai gitu..

“Masak udah cantik gini, masih pake baju ini” kata gw

“Terus yang mana dong?”

“Ini mbak bagus” gw ambilin satu dress pantai gitu, kayak daster. Dia cuma pake tali di bahu, dadanya juga cukup rendah, panjang sampai ke mata kaki, tapi ada belahan sampai lututnya, hihi..

“Yakin yang ini?” tanyanya

“Iya, coba deh” dia pun mau nurut dan nyoba di ruang ganti.. Dan pas dia keluar, hmmm.. Udah lengkap sekarang.. Dia bener bener cantik, pokoknya dia harus jadi milik gw..

“Cantik banget.. sempurna” kata gw, dia hanya senyum senyum aja.. Ya udha sekarang mbak ambil deh mau oleh oleh apa aja nanti yang mau di bawa.. Kita pun belanja lumayan banyak disana. Abis dari sana baru kita pergi ke pantai. Jam nya juga pas nie, jam setengah 6. Setelah parkir mobil, kita jalan kaki menuju ke pantai. Bergandengan tangan, gw sebenernya lebih tinggi dari mbak inem, jadi serasi lah kita, haha. Kita Melewatin banyak artshop, ada juga tukang tato non permanen. Mbak inem seneng banget, emang tumben dia jalan jalan gini.

“Mbak tato yok?” ajak gw

“Takut mas, sakit” katanya

“Haha, di lukis aja kok, gak pake jarum, dan gak permanen juga” kata gw. Gw pun duluan tato di pergelangan tangan. Lalu mbak nya dilukis di punggungnya.. Lalu kita lanjut lagi jalan, dan sampai di pantai. Orang udah rame banget disana.

“Aduh rame banget, kita kemana diem dimana mas?” tanya nya

“Situ aja di atas mbak”

“Lewat mana kesana?”

“Hmm kayaknya lewat cafe tadi deh” Jadi kita pun balik lagi ke cafe tadi, enak emang tempatnya, tapi ya harus belanja, haha.. Kita duduk disana, sambil ngeliatin sunset. Kalau gw fokus liat wajahnya..

“Mas makasi ya” katanya

“Jangan panggil mas deh”

“Terus apa dong?”

“Sayang gitu”

“Hahaha,, iya deh.. ayank” katanya

“O ya, mbak.. ehh hehe”

“Nama kamu bukan inem kan yank y?” tanya gw,

“Tau darimana?”

“Pas liat kamu buka dompet, di pasar waktu dulu tu”

“Hehe iya yank, nama aku Siska Kumalasari” katanya

“Namanya aroma pedesaan, hahaha”

“Ihh jahat.. Nama itu kan pemberian orang tua yank..”

“Iyaa, becanda yank.. Namanya indah kok, kayak orangnya”

“Pretttt”

“Yah mataharinya cepet amat terbenam” katanya

“Yak pertunjukan selesai, haha” tawa gw

“Balik aja yok yank, nanti ibu nanyain lo” katanya

“Iya ini mama udah ngeWA aku, tak bilang aja macet”

“Tapi kapan ya yank, kita bisa keluar gini lagi”

“Ya mudah mudahan nanti ada kesempatan lagi” katanya,. Kita pun jalan lagi menuju parkiran, udah gelap juga..

“Yank..” katanya pelan, kita udah di dalem mobil mau jalan

“Iya, kenapa?”

“Bener kan ya, kamu gak main main?”

“Iya yank, sumpahhh… Aku tu sayang banget sama kamu”

“Terus gimana nanti kita ke depannya?”

“Kamu mau nikahin aku?” tanyanya

“Mau banget yank, tapi kita jalanin dulu ya..”

“He emm” dia mengangguk..

“Kamu percaya sama aku” gw pegang tangannya,

“Iya aku percaya” Lalu gw tarik dia agar lebih mendekat, perlahan gw cium bibirnya.. Awalnya pelan, lembut, tapi lama kelamaan, gw jadi nafsu, pengen banget.. Gw peluk dia, dan makin ganas menciumnya..

“Hmm..hmmpp” dia mendorong gw

“Kamu kenapa sih?” tanyanya

“.. aku pengen yank” kata gw ngos ngosan

“Hihi, dasar bocah” katanya,

“Ayo yank.. ” gw ngerengek

“Gak mau..nanti aja.. pelan pelan..” katanya

“Kapan?”

“Tauk ahh, haha. .Ayo pulang” tawanya..

Sebelum pulang kita pun singgah lagi di tempat makan..

“Ayank aku ganti baju aja ya, nanti ketauan ibu”

“O iya yank, kamu ganti di toilet sana aja” kata gw, bisa curiga nanti mama kalau ngeliat mbak inem pake daster gitu. Baru abis itu kita pulang.. Mama nanya kok lama, ya gw bilang aja macet, terus muter muter. hehe..

Mama juga kaget sama rambut barunya mbak inem, dia bilang aja soalnya mau pulang kampung, jadi sekalian ganti model rambut..

Malemnya..

Sekarang gw gak lagi chatingan, tapi udah video call an sama syank gw, haha.. Gila emang, gw jatuh cinta sama mbak inem, ehh mbak siska.

“Di jawa jangan lama lama ya yank”

“Kan udah di bilang 2 minggu”

“Ya kalau bisa cepet ya cepet balik”

“Kalau kamu jemput aku pasti langsung balik”

“Haha, beneran ya”…

Begitulah hari hari gw sama dia, tiap malem mesra mesraan, tapi cuma bisa lewat telpon.. Tersiksa banget, padahal kita tinggal serumah.. Kita sering ngabahas hal hal erotis, gw jadi makin gak tahan..

Malemnya, sekitar 4 hari kemudian sebelum mbak siska berangkat, gw udah nekat banget, gw harus bisa tidur sama dia.. Apalagi tadi siang dia cuma tanktop an aja dirumah, terus pake ngedip ngedip lagi ke gw..

Pas udah jam 1 malem, smw udah tertidur.. Kamarnya mbak siska emang gak pernah dia kunci. Perlahan gw masuk kedalem, lalu kunci dari dalem.. Kamarnya gelap, gw deketin tempat tidurnya.. Dia udah tidur nyenyak, dia pake tanktop putih sama celana pendek.. Perlahan gw elus kaki nya, gw nelen ludah pas gw ngeraba pahanya, masih mulus.. Hangat lagi.. Gw deketin hidung gw kelehernya.. Hmm wangi.. Gw kecup perlahan.. Dia seperti ngerasa, dia lalu merubah posisi tidurnya, memeluk guling disampingnya.. Gw jadi ada di belakangnya..

Lalu gw raba raba pantatnya, duh gw udah gak tahan.. Perlahan gw peluk pingganggnya, memasukkan tangan gw kedalam bajunya.. Gw elus perutnya, lalu naik ke atas.. Tangan gw berhenti di sebuah gundukan empuk. Perlahan gw remas remas, dulu pernah gw remas remas tetek cewek, tapi gak sebesar ini.. Gw jadi meluk dia, kontol gw keras banget, gw gesek gesekan di pantatnya..

Lalu gw masukkan lagi tangan gw kedalam BH nya, ouhh empuknya.. Putingnya gw pilin perlahan, dan tiba tiba mengeras..

“Hmmm..” dia mendesah pelan.. Lalu diapun terbangun.. Gw panik

“Haaa? Ayank.. kamu kok??!”

“Yank, aku gak tahan lagi, aku mohon..”

“Tapi yank..” dia menolak, gw menindihnya lalu mencium bibirnya dengan penuh nafsu,

“Hmmmppff.. hhmmppfff…” Lalu dengan kasar gw masukkan tangan gw dan meremas tetek nya..

Lalu dia mendorong gw sekuat tenaga..

“Yank aku gak sukaaa!!” katanya.. Gw pun terdiam, antara nafsu yang memuncak dan penyesalan..

“Kamu kok kasar gitu, aku gak suka” katanya mau nangis..

“Yank.. maafin aku.. maaf..” kata gw..

“Aku gak tau harus gimana” gw menunduk malu, gw duduk di sebelahnya..

“….”

“Hmmmm.. sini deh” dia mengangkat dagu gw,

“Maafin aku” kata gw lagi..

“Kamu beneran belum pernah?” tanyanya tersenyum

“Iya yank..”

“Hihi” dia ketawa lalu mendekatkan bibirnya ke bibir gw, gw mau sambar aja..

“Ehh, pelan.. kamu diem dulu deh”

“….” gw mengangguk.. Lalu dia mengecup bibir gw, lalu dengan lembut dia menghisapnya, rasanya beda.. Gw sampai memejamkan mata menikmati hisapannya.. Lalu dia mendorong gw, jadinya gw tiduran, dia kembali mencium gw dnegan lembut.. Gw coba peluk dia, lalu coba meremas pantatnya lagi, tapi dia menolak..

“Sssttt” katanya.. Dia melepas ciumannya, dan menaikkan baju gw, gw agak menegakkan badan dan melepas kaos yang gw pake, lalu gw tiduran lagi.. Dia mengelus dada gw,

“Badan kamu bagus” bisiknya.. Dia menyibakkan rambutnya kesamping, lalu menjulurkan lidahnya.. Perlahan dia menjilat puting dada gw..

“Ahh.. yank…” gw mendesah,

“Hihi” senyumnya

“Ouhh.. ahhhhhhhhh” enak banget.. gw sampai meremas, sprei, lalu dia juga pindah ke puting gw lagi satu..

“Hmm.. ouhh..” gw gak tahan lagi.. gw raba raba dadanya, gw coba masukkin dari leher bajunya,

“Dieeeemm!!” dia masih gak mau..

“Tapi yank…”

“Ya udah, aku gak mau” katanya

“Iya iya, aku janji bakal diem” kata gw

“Anak baik harus nurut ya, nurut sama mama, hihi” katanya

“Iya.. i.. iya.. ma” kata gw.

“Ouhhh..” dia kembali memainkan puting gw, lalu tangannya menyusup ke dalam celana gw. Dengan cepat gw pelorotin celana gw, dan telanjanglah gw sekarang. Dengan lembut dia mengocok kontol gw..

“Hmmmmm.. ahhhh” gw merem melek dikasi service kayak gini.. baru diginiin aj gw udah kayak gini..

“Ouggghh.. ahh.. yank.. yank” dia makin cepat mengocoknya, sambil menghisap kuat puting gw..

“Yaaank.. ahhhhhhhhhh..” Enak bangeeet… Gw ngecrot banyak banget di tangannya, sampai muncrat tinggi, membasahi sprei nya.. Di tengah tengah puncak kenikmatan dia masih dengan kuat menghisap puting gw, membuat gw merasakan kenikmatan yang bener bener lengkap..

“Hahh.. hahh” gw ngos ngosan

“Banyak banget..” katanya melihat tangannya yang belepotan

“Abisnya di tahan terus” kata gw.. Dia mengambill tisu dan mengelap tangannya, lalu manaruh dagu nya di dada gw

“Enak kan?”

“He ehh.. banget” kata gw..

“Itu pelajaran pertama ya, jangan buru buru, kamu gak boleh bikin aku gak nyaman” katanya

“Kamu syang sama aku kan? gak pengen aku kecewa kan?”

“Iya yank”

“Sama juga dalam hal berhubungan gini, syangi aku” kata nya

“Siap bu guru, dimengerti” kata gw,

“Muachhh” dia mengecup bibir gw. Ya udah, sekarang tidur yok. Besok harus bangun pagi, kan pesawat pagi” katanya

“Atau biar aku yang nganter yank” kata gw

“Kamu kan sekolah syank.. Aku naik taxi aj” katanya

“Iya deh, nanti pas kamu balik aku jemput pokoknya”

“Hehe.. iyaa..”

Gw pun make baju, pdahal cuma dikocokin doang sama dia, gw udah lemes gini.

“Besok hati hati di jalan ya.. kabarin kalau udah di bandara” kata gw

“Iyaa..”

“Sekolah yang rajin ya, cepet lulus, hehe..”

“Tunggu y yank..”

“Iya, aku tungguin.. jangan kecewain aku..”

“Iya aku janji.. janji” Lalu dia berdiri dan memeluk gw..

“Hmmppff.. hmmppff…” kita kembali berciuman.. kali ini gw gak maksa maksa lagi.. Tapi kok makin lama makin hot ciuman kita.. Sampai lidah juga ikut aktif.. Nafsu gw naik lagi..

“Yank.. hmmm..” gw cium lagi dia..

“Ajarin aku lagi” kata gw

“Hmmmpfff.. iyaahh.. hmmppff” kita masih ciuman.. Lalu gw angkat tanktop yang dia pake. Dengan cepat gw lepas kaitan BH nya.. Gw remas remas lagi..

“Yank.. pelan aja..”

“Ouww.. ahhh” dia mendesah saat gw gesek putingnya dengan telapak tangan gw

“Gini?”

“Iyaa.. ouhh” desahnya..

“Isep yank..” katanya.. Lalu gw menunduk, dan mulai menghisap putingnya..

“Hmmpp.. ahhh.. ahhhh” dia lalu duduk dan merebahkan dirinya di tempat tidur.. Gw ikut tiduran diatasnya, sambil giliran satu persatu gw kenyot putingnya.. Gw makin semangat saat dia mendesah, gw ngerasa bangga bisa bikin dia keenakan..

Lalu dia mengambil tangan gw, dan mengarahkan ke selangkangannya.. Gw masukkan tangan gw kedalam celananya, gw rasakan rambut halus, lalu gw masukkan lagi.. Gw cari lubangnya dan gw masukkin jari tengah kesana.. Udah becek banget..

“Ahhh.. ouhhhhhhhh.. yank.. jangan buru buru.. pelanin” katanya, soalnya gw colok sembarang..

“Ahhh.. iya disitu.. enak yank.. ahhh” dia makin mendesah.. gw pengen banget ngerasin gimana jilatin memeknya.. Gw hentikan hisapan gw di putingnya, gw berlutu di antara kakinya, gw tarik celana dan celana dalamnya.. Memek nya masih indah, gak seperti di bokep bokep yang sering gw tonton, masih kenceng.. Gw dekatkan mulut gw kesana..

“Ouhhhhhhhhhhh… ahhh” dia mendesah panjang saat lidah gw mulai menyentuh nya, gw sibakkan belahan memeknya, dan menjilatnya dari bawah ke atas..

“Ayank.. enak banget, kamu pinter banget.. ahhhhhhhhhhhh” desahnya sambil menjambak rambut gw.. Gw makin semangat, gw benamkan muka gw disana..

“Ayank.. aaaaaaaay.. ahhhhhhhhhhhh” dia menjepit kepala gw dengan pahanya kenceng banget.. menekan kepala gw, tubuhnya mengejang, gw rasakan ada cairan membasahi mulut gw.. Apa ini yang namanya perempuan orgasme..

“Ayank siniiiii” katanya sambil ngos ngosan.. gw merangkak diatasnya dia, dia mengambil tisue basah dan mengelap bibir gw.. Lalu kita berciuman lagi..

“Enak banget yang tadi” katanya

“Hehe, udah pinter kan aku yank”

“Hihi..” Dia mendorong gw, kita berguling ke samping dan sekarang gw dibawah. Gw buka baju dan celana, kontol gw udah keras banget.. Mbak inem memundurkan dirinya dan sekarang dia ada di antara kaki gw. Perlahan dia melahap kontol gw,

“Ouhh yank.. ahhh..” Ini pertama kali kontol gw diisep gini, geli, enak banget..Apalagi saat dia melahap sampai hampir ke pangkal nya.. Gw gak bisa tahan kalau gini..

“Ahh yank…” desah gw, lau dia mengehntikan gerakannya.. Dia naik dan mengangkangi kontol gw, dia memegang dan mengarahkan ke memeknya.. Dia melirik gw dan tersenyum manja..

“Ougghh..” dia memejamkan matanya, gw rasakan kontol gw mulai bergesekan dengan sesuatu yang lembut banget.. Sampai semua terbenam di dalam nya, ini pertama kalinya bagi gw.. makasi syang, pengalaman ini kamu yang ngasi..

Lalu dia mulai menggerakkan pantatnya naik turun.. Enak banget komtol gw diurut urut..

[table id=iklanlapak /]

“Hmmmpp.. ahhh.. ahhh” dia ikut mendesah..

“Enak?” bisiknya

“Iya yank.. ahhh” gw gak bisa tahan sebenernya, rasanya bener bener nikmat..

“Yank… ahhh” lalu dia mengambil tangan gw dan meletakkan di dadanya yang bulet..

“Ahhh.. ahhh..” dia menengadah sambil mempercepat goyangannya..

“Yank.. ahh.. yank..” gw rasanya mau ngecrot lagi.. Lalu dia memeluk gw erat.. Gw juga memeluk tubuhnya, yang basah karena keringat.. Dengan cepat dia menaik turunkan pantatnya, membuat gw melayang..

Gw gak tahan lagi.. dan..

“Ahhhhhhhhhhh..ahhhhhhhhhh..ahhhh” gw lepaskan kenikmatan ini, gw biarkan memeknya menjepit kontol gw yang sedang mengeluarkan sperma.. Enak banget, pengalaman pertama yang bener bener nikmat.. Kita masih berpelukan erat, kontol gw masih menancap dimemeknya..

Gw baru inget kalau gw crot di dalem, apa mbak inem nanti hamil..

“Yank.. gapapa ya aku keluar di dalem” tanya gw

“Hmm.. ya aku bisa hamil yank” katanya masih memeluk gw,

“Kamu gak mau tanggung jawab?” Aduh gimana nie, gw masih sekolah. Tapi gw udah cinta mati sama dia, gw pasti bakal tanggung jawab..

“Iya yank, aku akan selalu sama kamu” kata gw serius,

“Hihi… muach” dia mengecup pipi gw..

“Kayaknya aku lagi gak masa subur deh yank, hehe”

“Maksudnya?” ttanya gw bingung,

“Ya kemungkinan besar gak hamil, tapi ada kemungkinan sih” kata nya

“Ahh mau hamil, mau ngak, aku akan peluk kamu terus” kata gw

“Dasar kamu ya..”

“Yank aku tidur sini ya” kata gw

“Nanti ketauan mama kamu lo”

“Hmmm.. padahal enak kalau tidur berdua gini”

“Ya nanti kalau udah nikah ya. hehe”

“Ya ampun udah jam setengah 3.. kamu sih yank” katanya

“Kok aku..”

“Yok tidur, awas aja besok aku kesiangan”

“Hehe, biari, biar batal ke jawa”

“Yee maunya” lalu dia kembali memakai bajunya, begitu juga gw

“Makasi ya yank..” kata gw

Spoiler: Iya, tunggu aku ya

Dengan lutut yang lemes, gw masuk ke kamar, dan tiduran.. Puas banget malam ini.. Tapi gw masih kawatir kalau mbak inem hamil, walaupun secara perasaan gw pasti bakal tanggung jawab, tapi nanti anak gw dikasi makan apa..

Bersambung…. dibawah maksudnya.. hahahaha..

[table id=iklanlapak /]

[ POV Siska ]

Saat mas Ryan mulai beranjak SMA, entah kenapa aku jadi deket sama dia. Aku lihat dia udah gak seperti yang dulu, tidak seperti anak anak. DIa pun rajin banget olahraga, diet ketat. Sampai dia jadi kurus, tubuhnya juga bagus. Dia juga baik banget sama aku, dan aku yakin dia itu suka sama aku. Cara dia melihatku beda. Tapi dia masih 3 SMA, dan umur nya puluhan tahun di bawah aku. Dan dia juga anak majikan aku, gak mungkin juga kita bisa punya hubungan khusus.

Tapi seiring berjalannya waktu, aku tambah deket sama dia. Aku udah berani curhat ke dia, dan dia juga begitu. Aku di ajak jalan jalan, dan melakukan hal hal yang dari dulu aku inginkan.. Lama kelamaan aku jadi suka sama dia, aku jatuh cinta sama dia..

Dan waktu pertama kali kita keluar jalan jalan, dia mengungkapkan isi hatinya pada ku. Aku sebenernya udah duga, tapi waktu itu aku ragu, apa dia cuma main main, dan gak mungkin juga kita bisa menjalin cinta. Gimana nanti respon keluarga dia, punya pacar pembantu, janda lagi.

Tapi…

Tapi.. dia bisa ngeyakinin aku. Dari sorot matanya aku tau dia jujur.. Ryan yang dulu bocah gendut yang aku kenal, sekarang udah jadi pria yang bikin aku jatuh cinta.. Dan saat itu, malam sebelum aku pulang ke jawa, kita melakukannya.. Dia bilang itu pengalaman pertamanya.. Tubuhnya yang bersih, membuat ku nyaman saat itu. Aku membiarkan dia menanamkan benih di rahim ku.. tapi aku yakin itu gak bakal jadi, karena aku juga lagi gak subur..

Setelah aku pulang dari jawa.. kalau ada kesempatan kami selalu bercinta.. Apalagi pas bapak ibu gak ada, bisa di dapur, di kamar mandi, di kamarnya dia.. Aku makin jatuh cinta sama dia..

Sampai kita sekeluarga mendapat kabar duka, kalau mbak silvi sakitnya udah parah. Setelah mbak silvi melahirkan, dia pun melakukan pengobatan rutin. Karena bli Made juga kerepotan mengurus anak, apalagi dua anak, aku pun diminta sama ibu untuk tinggal di surabaya buat bantuin mereka ngurus si kembar. Aku dengan senang hati melakukannya. Aku kasian sama mereka, apalagi ngeliat mbak silvi yang sakit sakitan..

Di singaraja aku sering lihat bli Made menangis sendiri sambil menggendong anaknya.. Tapi aku berusaha menghibur mereka. Sampai saat itu pun tiba.. Saat si kembar berumur 3 tahun kalau gak salah, mbak silvi meninggal. Kita keluarga sedih banget, dan yang paling sedih, ya bli Made.. Berat rasanya merelakan mbak silvi pergi, apalagi anak nya yang masih kecil, yang lagi membutuhkan sosok seorang ibu.

Tapi tahun tahun berlalu kita bisa merelakan kepergiannya.. Aku berusaha menjadi seorang ibu untuk Luna sama Astrid. Tapi yang paling membantu waktu itu adalah Mbak Anggie. Walaupun dia tinggal di jakarta, hampir setiap bulan dia dateng. Bahkan sampai nginap dirumah. Dia sangat sayang pada si kembar, dia seperti ibu yang memang tulus mencintainya. Dan aku yakin, pasti bli Made bakal nikahin dia nanti.

Hubungan ku sama Ryan?

Iya, makin mesra.. Saat aku di singaraja, Ryan udah kuliah, mungkin semester 4 atau 5 gitu, Dia juga sering ke Singaraja, alasan jenguk ponakan, padahal malemnya dia tidur sama aku, hihi.. Saat aku sama bli Made ke Denpasar gitu, aku juga gak melewatkan kesempatan sama dia. Gak bosen bosen kita bercumbu.. Nikmat banget… Ryan juga pinter banget bikin aku puas..

Sampai saat Ryan udah lulus, dan diapun sering bolak balik Surabaya, karena dia sekarang yang nanganin gudang di surabaya.

Pagi pagi baru bangun, aku ngerasa mual.. perut rasanya gak enak banget.. Aku juga udah telat 1 minggu.. Apa aku hamil ya? soalnya emang sekitar 3 minggu yang lalu, Ryan menyiram rahimku dengan banyak sekali benih cinta nya.. Aku udah gak peduli saat lagi berhubungan sama dia, mau di dalem mau diluar, aku pasrah..

“Mbak kemana?” tanya bli made, saat aku mau beli tespack di apotek. Dia pagi pagi lagi nyiram tanaman,

“Ke indomaret bli..” kata ku sambil bawa motor. Sampai di apotek aku beli tepack itu dan bawa pulang. Aku masuk kamar mandi bawa 1 bekas aqua gelas. Aku kencing disitu. Dan celupkan ujung tespack nya.. Duh deg degan… Dan ternyata benar, muncul garis 2. Haa, akhirnya aku punya anak.. Antara bahagia dan kawatir aku rasakan, apa Ryan bakal seneng, apa dia bakal stres.. Tapi aku harus ngabarin dia..

Malemnya saat kita video call an..

“Kapan lagi kamu ke surabaya yank?” tanya ku

“Belum tau yank, kemungkinan sih bulan depan, kenapa? ikut?”

“Iya pengen, hehe”

“Ya nanti tak ajak deh..”

“Yank… besok sabtu maen kesini ya, aku kangen” kata ku

“Kangen nya kayak gimana?”

“Ihh kamu.. kangen pelukan kamu,hihi” kata ku.

“Iya deh.. Nanti aku pasti kesana.. Kangen juga aku sama si kembar” katanya

“Nanti kamu bawa oleh oleh aja yank, mereka pasti seneng”

“Haha, iya iya..”

Aku sengaja gak bilang, karena aku pengen ngomong langsung..

3 hari kemudian, dia pun dateng kesini. Siangnya aku tetap bersiikap biasa. Dan malemnya dia nyari alasan buat keluar sama aku, beli apa gitu.. Padahal kita maen nongkrong di pantai. Kita duduk berdua gitu, di atas pasir. Aku di depannya dia, nyandar di dadanya.

“Yank..”

“Iya”

“Aku mau kasi tau sesuatu” kata ku

“Apa yank?” dia penasaran

“Aku.. hamil”

“Haa, hamil??” dia kaget

“Kamu yakin?” dia kayak kecewa gitu

“I.. iya yakin yank.. aku udah tes”

“…”

“Yank.. kamu gak suka ya?” tanya ku

“Bentar yank, aku lagi mikirin hari pernikahan kita” katanya

“Maksud kamu?”

“aku bakal ngelamar kamu” katanya

“Jadi?”

“Iya seperti janji aku dulu, aku akan bertanggung jawab atas hubungan ini, aku sangat mencintai kamu” kata nya

“Hikss… ayaank.. makasi ya, aku janji bakal ngerawat dan menyayangi anak kita” kata ku,

“Yank, tapi gimana ngomong ke bapak ibu?”

“Ya kita hadapi bareng bareng ya” kata nya

“Iya yank, aku syang kamu” kata ku memeluk nya

Saat itu adalah hari yang paling bahagia dihidupku.. Dulu dengan kejam nya mantan suamiku nuduh aku mandul. Padahal dia yang mandul. Sekarang ada janin di rahimku.. Buah cintaku dengan pria ini. Pria yang jauh lebih muda dari aku, tapi dia dengan tulus mencintai aku..

Besoknya

Kata Ryan, kita mending ngomong ke bli Made.. Saat itu kita lagi duduk duduk selesai sarapan.. Seperti biasa kita ngobrol ngobrol..

“Bli de, aku pengen ngomong sesuatu”

“Apa yan?”

“Bli… mbak inem.. mbak inem hamil..”

“Apaa? siapa? gimana?” dia kaget

“Dia hamil anak aku bli” katanya, aku cuma nunduk aja..

“Anak kamu?? ya ampunn.. Kapan kalian buatnya?” tanyanya heran

“Sebenernya kita udah punya hubungan sejak lama bli, udah 7 tahun” kata ku

“7 tahun????”

“Ya ampun kalian, kok gak terbuka aja dari dulu” katanya

“Kita kepikiran sama papa mama bli, pasti hubungan kita gak direstui?” kata ryan

“Kamu udah pernah ngomong?” tanya bli

“Belum” jawab kita

“Terus darimana kalian tau, gak bakal direstui??” tanyanya meninggi

“…..” kita diem aja

“Dulu bli juga saat pacaran sama kakak kamu, bli gak berani terang terangan. Karena bli cuma kuli di toko papa kamu. Tapi bli beranikan diri untuk bilang, bli coba bekerja dengan sepenuh hati, melakukan yang terbaik, untuk membuktikan ke papa kamu, kalau bli bisa bahagiain kakak kamu”

“Terus kita mesti gimana sekarang bli?” tanya ku

“Udah, kalian ngomong ke bapak ibu.. Apapun nanti tanggapannya, kalian harus mempertanggungjawabkan perbuatan kalian”

“Bli yakin orang tua kamu bakal terima, kamu juga udah dewasa yan, udah punya pekerjaan juga..”

“Buruan kalian selesaikan ini” kata bli

“Makasi banyak bli” Lalu ryan memeluk bli made.. aku juga terharu denger kata katanya bli..

Siang itu pun aku ikut Ryan ke Denpasar. Aku udah deg degan banget, tapi ryan selalu memegang tangan ku saat aku kawatir, itu yang bikin aku kuat..

“Ehh Inem kok tumben ikut?” tanya ibu yang lagi di toko sama bapak,

“…” aku gak berani jawab

“Ma, aku mau ngomong sesuatu” kata Ryan,

“Kenapa?”

“Di dalem aja ma ya, ajak bapak juga” kata nya

“Kenapa sih”

“Paa paa, sini bentar” panggil mama ke papa. Lalu kita duduk di ruang keluarga..

“Pa ma, aku mau ngasi tau sesuatu.. kalau aku sama mbak Siska.. ehh mbak inem, kita udah lama menjalin hubungan” katanya.. aku beneran deg degan banget,

“Haa? Hubungan apa maksud kamu?!”

“Tanya mama kaget”

“Kita pacaran ma”

“Astaga Ryan!!” katanya, kalau bapak cuma diem aja..

“Kenapa harus inem? kalian itu beda? umur kalian aja jauh banget jaraknya, udah gila kalian ya?!” kata ibu marah

“Hikss..” air mataku jatuh.. aku tau ini bakal terjadi, mungkin nasib ku akan seperti dulu lagi.. Tapi sekali lagi Ryan menggenggam tangan ku.. Aku melihat wajahnya,

“Ma, pa, kita minta maaf udah merahasiakan ini. Itu karena aku belum siap, sekarang aku udah bisa mandiri, itulah kenapa aku ngasi tau sekarang”

“Tapi.. kamu!! Stres mama gini!!” kata ibu megang kepala

“Terus sekarang kalian mau gimana?” tanya bapak pelan,

“Mbak inem hamil pa, hamil anak aku” kata nya

“Hamil??!!!”

“Iya bu” kata ku pelan

“Udahlah, terserah kalian aja!!” lalu ibu berdiri dan pergi ke kamarnya.. Aku takut, aku menangis lagi.. Ryan tetap menggenggam tangan ku..

“Hmmm… Yan, yan.. ckk..ckkk” kata papa

“Pa, aku mohon pa, aku sangat mencintai mbak inem pa..”

“Emang kalian nie.. kamu yakin mau menikahi inem? Inem juga yakin?”

“I..iya pak” kata ku

“Yakin pa” kata Ryan,

“Ya udah, kalian nikah aja” kata papa

“Serius pa??” tanya Ryan

“La iya, kamu harus tanggung jawab..”

“Makasi pak..” aku menangis haru

“Inem kamu udah sama kita lama banget, pak tau kamu itu perempuan yang baik.. Walaupun umur kalian beda jauh, tapi pak yakin kalian bisa bahagia” kata bapak

“Iya pak, makasi pak.. makasi..”

“Mama gimana pa?”

“Udah biar nanti papa yang ngomong.. kalian urus persiapan pernikahan kalian ya”

“Makasi pa” Ryan memeluk bapak

Aku bahagia banget, walapun ibu masih marah, tapi paling nggak kita udah ngomong. Dan bapak udah merestui. Malam itu aku nginep dirumah di rumah Ryan, ibu bener bener gak mau ngomong sama kita. Tapi Ryan selalu ngeyakinin aku, pasti secepatnya ibu akan ngerti..

Besoknya aku balik ke Singaraja.. Di anter sama Ryan..

“Gimana jadinya?” tanya bli made, kita cerita in semua..

“Oo gitu, ya udah biar bli yang coba ngomong sama ibu ya” katanya..

“Berarti kapan nie, tanggal nikahnya?”

“Rencana 2 bulan lagi bli, hehe” kata ryan,

“Tega kamu ya mbak, ninggalin si kembar” kata bli

“Bik inem mau kemana?” tanya Astrid..

“Maaf ya sayang, bibik gak bisa nemenin kalian lagi..”

“Bibik mau nikah sama om Ryan?” tanya Luna

“Iya.. hehe”

“Yaahh, tak kira bakal sama papa” kata nya polos

“Hahahaha” tawa kita..

[table id=iklanlapak /]

[POV Ryan]

Dan akhirnya kita pun menikah, walaupun beda keyakinan, kita sama sekali gak masalah.. Gw pun pindah ke Surabaya dan menetap disana.. Sampai saat itu juga, mama masih belum mau ngomong sama kita. Tapi setelah anak gw lahir, mama pun luluh.. Melihat cucunya yang cantik, dia akhirnya mau menerima kita..

Setelah anak pertama gw umur 3 tahun, istri gw pun hamil lagi, hehe.. Jadi begitulah kisah gw sama mbak Siska, yang dulunya asisten rumah tangga, sekarang jadi istri gw. Penampilannya juga udah berubah, sekarang dia pinter dandan, bikin makin betah dirumah.. Kalau urusan ranjang, dia bener bener pinter.. Hihi…

Gw disurabaya ngurus gudang toko kita, jadi selain gw distribusi ke toko sendiri, yang di Bali, gw juga mengembangkan untuk menjamah keluar. Gw udah banyak punya karyawan, gw gak mau kalah dari bli de. Gw selalu minta pendapatnya dia kalau ada masalah sama bisnis. Bapak pun bangga sama gw, dia udah percaya gw bisa gantiin dia nanti…

Tapi gw jarang bisa pulang kebali, karena emang lagi sibuk banget, dan anak anak masih kecil. Kemaren aja kita sempet pulang, kebetulan ketemu sama bli de dan Luna, kalau Astrid katanya lanjut SMA di jakarta. Waktu itu, atas saran bli de, gw pun coba aktif melakukan pemasaran ke perusahaan perusahaan properti di kota kota besar di Jawa, bahkan sampai ke Sulawesi. Gw tau ada perusahan besar di surabaya yang lagi naik daun, karena bisnis mereka yang inovatif. Gw coba presentasi disana, gw hubungi perusahaan itu dan gw dapet waktu ketemu pimpinannya hari Selasa besok..

Besok siangnya….

“Dah ganteng..” kata istri gw lagi bantuin ngerapiin dasi yang gw pake..

“Doain ya ma, biar sukses” kata gw

“Iyaa, yang penting kamu pede, yakin.. pasti berhasil”

“Ya udah aku jalan dulu ya”

“Iya hati hati.. muach muachh” dia ngecup bibir gw…

“Doain papa ya syang” gw cium kedua anak gw yang masih tertidur..

Gw bawa mobil menuju kantor perusahaan itu.. Setengah jam gw pun sampai, keren lah gedungnya.. Ada tulisan Dananjaya Group.. Gw masuk dan lapor di lobby..

“Sudah ada janji pak?” tanya mbak resepsionisnya yang imut imut

“Sudah mbak” kata gw. Lalu dia nelpon..

“O iya pak, silahkan langsung aja ke lantai 8.. Gw pun naik lift ke lantai 8, sampai diatas, ada satpam disana.

“Pak ruang pimpinannya dimana ya” tanya gw

“Oo di sana pak” dia nunjuk, gw kesana disapa sama sekretarisnya kayaknya.. gw dipersilahkan masuk.. dianter sama mbak nya..

“Pak ini Pak Ryan yang mau presentasi” katanya

“Ooo iya, silahkan masuk” katanya.

“Ryan pak” gw salaman

“Arjuna” katanya..

“Duduk pak Ryan” katanya ramah, wih ini big bos tapi ramah banget..

“Kak aku pulang ya” kata seorang gadis yang tadi duduk di sofa

“Iya, bilang sama mama aku agak telat ya” katanya ke gadis itu, adiknya pak Arjuna kayaknya, tapi masih muda banget, sepertinya masih SMP.

“Iya, da kak” dia pun keluar..

“Oke pak Ryan, silahkan, apa yang mau disampaikan ke saya” katanya lalu duduk di sofa tadi,

“Siap pak…”

Tamat …….

END – Hidup Di Bali Side Story | Hidup Di Bali Side Story – END
Indek : Cerita Bersambung Hidup Di Bali 

 

Cerita Terpopuler