. Halaman Baru Part 9 | Kisah Malam

Halaman Baru Part 9

0
283

Halaman Baru Part 9

STABILO KUNING

–POV EGA–

Haduh gawat,, Resty pake acara minta anter segala,,, padahal aku sudah ada janji dengan Dias. Malam ini Dia ingin mengajakku ke taman yang dekat dengan sekolah SMP kami. Dias pasti sudah menungguku dikantornya.

Resty : “pokokya kamu harus nganter aku pulang”

Kulihat jam tangan..

Aku : “Tapi Res, aku ada…. “

Resty : “mau aku kasih nilai jelek? “

siallll… tidak ada gunanya berdebat dengan Resty,

Aku : “oke..oke.. ayo cepet”

Kuputuskan untuk mengantar Resty pulang terlebih dahulu , baru kemudian aku akan segera menjemput Dias.

Resty : “Nih,,” dia memberiku kunci mobilnya

Jam segini ? Apa bisa? dijalanan kota ini? Imposible.., jam segini ini merupakan horror macetnya jalanan kota ini. Tidak mungkin aku bisa tepat waktu menemui Dias,, apalagi hari jumat ini ada demo besar2an tentang isu SARA yang sangat membuatku muak, gak ada bosen2nya, demo mulu. Jalanan pasti macet karena banyak jalan yang dialihkan, apalagi apartemen Resty melewati jalanan pusat demo berlangsung. Tanpa pikir panjang, segera kutarik tangan Resty menuju lift Basement.

Aku : “Naik motorku aja…”

Resty : “ihh kok naik motor sih Ga”

Aku : “Jangan bawell,,”

Resty : “Hayoo..Kamu mau aku peluk dari belakang ya? Ngaku..!”

Resty : “sambil merasakan payudaraku ini di punggungmu?” dia mengatakannya sambil berbisik

Aku tidak menjawab kesimpulannya yang ngawur itu,,

Resty : “Oke kita naik motor aja,,” kemudian dia melepaskan pegangan tanganku di tangannya, lalu dia menggandeng lenganku..

“Terserah apa yang kamu katakan deh,, yang penting aku bisa segera ketemu Dias” ucapku dalam hati,

Aku tidak ingin mengecewakan Dias, karena ingkar janji.

Resty : “Berangkaatttt…” teriak Resty saat motorku jalan.

Resty langsung memeluk tubuhku dari belakang, sangat erat sekaliii,,

bisa kurasakan payudaranya yang sangat besar itu. Seketika kurasakan punggungku terasa hangat.. “sangat luar biasa payudaramu Res” ucapku dalam hati.. penisku jadi tegang karenanya. Kunikmati guncangan payudaranya ketika motorku melewati lobang jalanan, atau saat motorku menaiki dan menuruni trotoar jalan. Penisku sangat tegang sekalii.. saat melewati lobang jalan yang agak dalam, tubuh kami terhentak, tangan Resty tidak sengaja menyenggol penisku. Dia pasti bisa merasakan tegangnya penisku..

perlahan lahan pelukan tangannya di badanku, turun,

turun

dan turun lagi

salah satu tangannya, tepat di bagian penisku.. penisku langsung berkedut.

awalnya tangannya diam saja. Lalu perlahan dia mengelus penisku dari luar celanaku, dan semakin di rapatkan tubuhnya ke tubuhku.

Dia melakukannya di sepanjang perjalanan kami menuju apartemennya.. aku sangat menderita,, menderita karena kenikmatan.. hehehe

Dan akhirnya aku sampai di apartemennya, kamI berhenti di depan Lobby apartemen. Tapi Resty tidak segera turun.. dia masih memelukku dari belakang

Aku : “Sudah sampai Res..?” ucapku ke padanya..

Resty : “Aku ikut kamu parkir..!”

Aku : “Haah?.. aku langsung aja yah..”

Resty : “Gak mau,, anter aku keatas”

“Tidaaaaak,, sudah jam berapa ini” teriakku dalam hati

Aku : “Ayolah Res,, next time aja yah”

Resty : “Gak,,,” dia semakin memper erat pelukannya

Terpaksa kujalankan lagi motorku menuju parkiran..

Kami berdua sekarang berada di dalam lift apartemen yang sangat terkenal karena kemegahan dan kemewahannya ini. Sambil menunggu pintu lift terbuka , kuperiksa hapeku.

Beberapa kali Dias menghubungiku, mengrimkan pesan juga. Kubalas pesannya untuk sedikit lebih lama menungguku.. aku beralasan masih ada pekerjaan yang harus kuselesaikan,, dia membalas pesanku., dia mengatakan kalau dia akan menuju ke taman terlebih dahulu, aku disuruh langsung menyusul kesana.

Kakiku bergerak sendiri di dalam lift karena tidak sabar,,

Akhirnya aku dan Resty tiba di salah satu kamar di lantai 26.

Resty : “Ini kamarku..,,” Sambil memasukkan kunci kedalam lobang kunci pintu.

Aku : “Uda yah?.. bye” aku beranjak dari depan pintu..Tapi Resty menarikku

Resty : “Iiii,, daritadi buru2 amat,, masuk dulu, sebentar aja.”

Aku pasrah ditariknya masuk ke dalam kamar..

Kamar apartemen ini sangat megah,,

Aku duduk di sofa ruangtamu di kamar ini,

apa bisa gaji seorang team leader membeli ini? Apa benar yang diomongkan Rendy kalau Resty simpenan salah satu bos perusahaan?

Resty : “Aku ke kamar mandi dulu yah..” ucapnya, setelah mengunci pintu kamar dan mengambil kuncinya,, mungkin dia tidak pengen aku kabur.

Kulihat jam di salah satu dinding kamar, “aku sudah sangat terlambat..”. ada pesan masuk dari Dias, mengabari kalau dia sudah di Taman. “Aaaaaa,,maafin aku Dee…” pesan dari Dias membuatku semakin tidak sabar segera pergi dari sini…

Kemudian Resty datang membawa 2 botol minuman soda, dan diberikan satu untukku

TAPI

Resty sudah melepaskan beberapa pakain yang dia pakai tadi, dia sudah tidak menggunakan jilbab, dan celananya juga sudah dilepas,,

menyisakan kemeja putih panjangnya, dan apa itu? Panties mini ?

Aku terkejut dengan penampilannya,, mataku melotot. Bahkan kupegang botol yang tadi diberikan Resty dengan gemetar. Resty duduk disebelahku, disilangkan kakinya.. . Paha Resty sangat mulus dan mengkilau. Penisku menegang..

Resty : “Bagaimana menurutmu apartemenku ini?

AKu : “Mulus…, eh bukan, maksudku bagus”

Resty : “hahahaha..” Resty berhasil menggodaku lagi.

Kemudian dia minum minuman botol tadi, kepalanya ditegakkan agak keatas, membuat dadanya membusung semakin kedepan,, darisini terlihat payudara Resty dari samping yang sangat besar itu. Terlihat sekali jarak antara pangkal payudara dan ujungnya, sangat jauh, menandakan betapa besarnya payudaranya. Penisku semakin menegang.

Setelah dia menaruh botol tadi di meja, dia mengangkat kakinya ke atas sofa, dia membelakangku,, kemudian dia menjatuhkan tubuhnya kebelakang, Resty rebahan di sofa dengan kepalanya ada di atas pangkuanku. Resty memejamkan matanya.

Cukup lama posisi seperti ini terjadi, badanku keringetan padahal ac sangat dingin.

Nafasku tidak teratur,, dari atas sini terlihat tubuh indah Resty,, kulihat kaki yang sangat jenjang, kemudian keatas, paha yang sangat mulus,, kemudian panties mengintip dari kemejanya yang sedikit tersingkap,, kemudian payudara Resty yang naik turun seirama dengan nafasnya,, lalu bibirnya yang imut mempesona, kemudian mata, matanya melihatku,, dia memergokiku memandangi tubuhnya. Dia tersenyum…

Kemudian tangan Resty bergerak, dia membuka kancing bajunya kedua dari atas, karena kancing paling atas sudah terbuka dari tadi, sambil matanya tajam melihatku,

berpindah kancing selanjutnya , bagian atas payudara Resty terlihat,,

satu lagi kancing terbuka,, kini Bra warna hitam yang terlihat, hingga semua kancing bajunya terlepas,, kemudian Restry membuka lebar kemejanya.

Pesona tubuh sempurna Resty terlihat sangat jelas, Payudaranya yang sangat besar,, disanggah dengan Bra yang sangat mini,, kemudian terlihat panties mini yang dia pakai,, sekilas terlihat garis bibir memeknya…

Tanganku ingin sekali memegang payudara yang besar itu, dan ingin sekali melihat apa yang ada di baik panties itu.

Nafasku semakin tidak karuan,, apa yang harus aku lakukan? Apakah ini semua hanya mimpi? Apa hanya sekedar hayalanku? Apakah sebentar lagi aku akan terbangun dari mimpi ini? Atau sebentar lagi akan ada suara pintu lift terbuka dan semua gambaran tubuh indah Resty akan menguap?

.

.

.

.

Tidak , aku tidak sedang bermimpi,, aku tidak sedang berada di dunia hayalanku. Semua ini terjadi di dunia nyata,, tubuh indah Resty yang selama ini aku bayangkan terpampang nyata deadpan mataku,, mengagumkan, lebih dari pada yang selama ini aku bayangkan.

Kini mata Resty sayu, ,, seolah dia pasrah dengan apa yang akan aku lakukan terhadap tubuhnya, “apa yang harus aku lakukan Res?” Tanyaku dalam hati.

Resty : “Ga…?”

Kemudian kedua tangan Resty diangkat, dikalungkannya ke leherku. Bagian ketiak Resty pun terlihat,, sangat halus dan putih sekali,, sangat terawatt. Aku ingin mencium bagian itu,,,

Perlahan kepalaku di ditariknya kebawah, wajahku mendekat ke wajahnya,,,

Semakin dekat

Semakin dekat

Semakin dekat dia mengarahkan bibirku untuk mencium bibrnya,, bibirnya yang sedikit basah itu bersiap menyambut bibirku.. sudah sangat dekat.

Sebelum bibir kami bersentuhan.. aku memejamkan mataku

Aku sudah siap untuk melumat bibirnya..

Kemudian sesuatu terlintas di mataku yang terpejam, sebuah bayangan terlihat.

DIAS

Ya, bayangan wajah Dias melintas cepat dipikiranku.

Segera kutahan tangan Resty, lalu kutegakkan lagi kepalaku.

Resty : “Ga…?” ,, kulihat nafasnya juga tidak teratur. Payudara resty bergerak cepat berbarengan dengan nafasnya.

Seharusnya aku tidak berada disini, tidak denganmu Res.

di luar sana ada seorang wanita yang aku cintai sedang menungguku. Kuangkat punggung Resty agar dia duduk di Sofa,

Aku : “ijinkan aku pergi dari sini…” kataku pelan.

Resty cukup lama menatapku,, mata kami beradu tajam. Nafas kami sama2 tidak beraturan.

Kemudian resty beranjak dari sofa,, dia menuju meja Rias,, diambilnya kunci kamar dan membuka pintu kamarnya. Aku pun langsung keluar dari neraka ini. Tanpa mengatakan apa2 kepada Resty,

–POV RESTY–

Aku berdiri dibelakang pintu ketika Ega melintas keluar dari kamarku,, tatapannya tajam keluar. Dia meninggalkanku tanpa mengeluarkan satu kata pun. Kututup pintu dengan agak keras, aku yakin Ega bisa mendengarnya. Lalu aku berjalan menuju meja rias, Aku duduk di kursi, kulihat diriku di pantulan cermin. Apa dia marah? Atau dia takut? Atau ini merupakan pengalaman pertamanya? atau dia tidak menyukaiku? Tidak mungkin, dia selalu melihat tubuhku ini ketika aku lagi bersamanya.. kemudian aku tersenyum

“Pintu kamarku ini selalu terbuka untukmu Ga, bajuku akan terbuka jika kau memintanya, dan tubuhku ini bisa kamu miliki jika kamu mau” ucapku dalam hati

–POV EGA—

“Fuckkkkkkkk..” “hampir saja…”ucapku dalam hati..

“aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa..” teriakku panjang di jalanan saat aku sedang memacu motorku,, kuyakin orang2 yang berpapasan denganku bisa mendengar teriakanku.

Aku sempat ingin mencium bibir Resty, aku sempat berpikiran bisa menyetubuhinya tadi.. ada apa denganku,? Godaan Resty sungguh luar biasa. Tapi aku selamat, tidak seharusnya aku melakukan itu dengan wanita lain ketika saat ini aku sedang dekat dengan Dias, bagaimana bila tadi aku melakukannya dengan Resty, kemudian Dias tau. Tidak bisa kubayangkan,,

Saat ini Aku berlari lari di taman, mencari Dias,, sudah hampir jam 9 malam. Apakah Dias sudah pulang? Dia pasti sangat kecewa denganku..,

Aku masih berusaha mencarinya di Taman yang masih cukup ramai di awal weekend ini. Berlari kesana kesini tetap tidak kutemukan Dias,, aku lelah sekali,

saat aku menoleh ke sebelah kanan, kulihat Dias,,

Dias masih disini, masih tetap menungguku.. aku sampai tidak percaya. Padahal sudah hampir 3 jam dia disini. Dias sedang duduk di tepian hamparan rumput di taman ini. Akankah dia marah kepadaku?

Tidak,, dia malah tersenyum melihat kehadiranku dari kejauhan. Segera aku hampiri dia, aku duduk di sebelahnya,,

Aku : “maaf aku telat…” ucapku masih ngos2an karena berlari tadi

Dias : “it’s oke, aku tau kamu pasti datang..” sambil memberiku botol air mineral yang dibawanya.

Aku : “bagaimana kamu bisa yakin aku akan datang?”

Dias : “ehm,, aku hanya yakin saja” kemudian dia tersenyum, senyuman manis itu lagi.

Dalam hati aku tersanjung dengan keyakinannya kalau aku masih bakalan datang mesikpun sudah telat hampir 3 jam, jika tadi aku masih tinggal di apartemen Resty, apakah dia masih yakin?

Kemudian kami berbicara beberapa hal, sambil tertawa, tertawanya lepas,, sepertinya dia sudah melupakan masalahnya.

Dias : “waktu kecil, aku sering diajak kakekku kesini malam hari,, aku sangat senang sekali waktu itu,, kakekku sangat berbeda dengan ayahku, ayahku tidak bakal membolehkanku keluar malam2, ayahku lebih senang melihatku di rumah. kakek pernah bilang “Untuk apa burung punya sayap, jika dia ditaruh di dalam sangkar”, waktu aku kecil aku tidak terlalu mengerti apa maksud kakekku.”

Aku hanya melihat Dias bercerita, kupandangi wajahnya. Dia bercerita juga sambil melihatku

Dias : ”kalau kakek masih hidup, dia pasti suka denganmu”

Aku : “Oh yah?..”

Dias : “pasti,,” dia memandang ke arah depan.

Dias : “bagaimana denganmu?” Dia melihatku lagi,,

Dias : “apa yang dikatakan bundamu dan ayah barumu?”

Aku : “Tentang apa ?”

Dias : “apa pendapat mereka ketika kamu pidah kesini lagi?”

Aku : “ehmm, ee,, mereka berkata padaku untuk berani memulai dan mereka selalu bangga dengan apapun yang aku lakukan”

Aku : “seorang anak harus membuat orang tuanya bangga kan?”

Dias : “Ya, kita harus membuat orang tua kita bangga “ Pandangannya berpindah ke atas.

Tak terasa sudah jam setengah 12, aku sudah berada di atas tempat tidur kostku. Sendirian tentunya,,, hehehehe

Pikiranku masih menerawang kejadian kejadian hari ini, dimana ketika aku hampir saja berbuat sesuatu dengan Resty, pasti akan akward ketika senin besok aku bertemu dengannya di kantor.

Namun yang paling aku pikirkan malam ini adalah Dias, bagaimana payudaranya yang besar, tubuhnya yang putih mulus, ketiaknya yang putih,,

eh salah,,salah,,, itu tubuhnya Resty, hadeeh,, kenapa aku masih memikirkan Resty.

Dias, dia sungguh mengagumkan, senyumnya,, keramahannya, ketulusannya,, aku sangat senang berada dekat dengannya,, caranya dia berbicara,, aku sepertinya benar2 jatuh cinta,, apakah dia juga mencintaiku?,, karena dia sangat tulus denganku, bahkan dia masih menungguiku tadi, erat pelukannya ketika aku gonceng juga membuatku baper,,

Hanya ada satu cara untuk memastikannya,
ya, besok aku akan menyatakan cinta kepada Dias. Harus..

Tak terasa, sudah beberapa hari aku ada di kota ini lagi,

Meskipun masih beberapa hari, tapi sudah banyak tulisan yang mengisi lembaran baru kehidupanku di kota ini.. dan ada satu tulisan di lembaran baru ini yang aku highlight dengan stabilo kuning, menandakan kalau tulisan itu sangat penting di lembaran ini. Tulisan itu adalah

DIAS SYANDRIANI

BERSAMBUNG

Daftar part