. Halaman Baru Part 61 | Kisah Malam

Halaman Baru Part 61

0
223

Halaman Baru Part 61

LAST DANCE

[

.

.

.

.

.

HAMPIR 2 BULAN KEMUDIAN

——POV META——

Suara deburan ombak yang bergulung gulung mendekati bibir pantai terdengar seperti sedang menyapaku, mencoba menarik perhatianku untuk terus memandang deru ombak yang semakin mengecil ketika tiba di bibir pantai. Hembusan angin dengan lembut menyentuh kulit tubuhku, kelembutanya mengingatkanku dengan sentuhan mesra jari jemari Rega pada tubuhku. Di pagi hari menjelang siang ini suasana pantai terlihat sepi dari pengunjung, deretan kursi santai diatas pasir putih pun masih belum banyak yang mengakuisisi.

Mataku masih memandang lurus kedepan, masih memandang debur ombak yang suaranya semakin menggetarkan perasaan dan jiwaku. Meskipun keberadaanku cukup jauh dari bibir pantai, tapi ombak itu serasa sedang menyeretku, menarikku ke tengah tengah lautan kenangan dikepalaku hingga akhirnya ombak itu berhasil menenggelamkanku dalam lamunan.

Lamunan tentangmu.,,

Bee..

Mereka bilang kalau waktu bisa menyembuhkan luka,

Tapi (setelah sekian lama) aku masih tetap merasakannya (luka itu).

Dan mereka bilang aku akan menemukan penggantimu,

Itu tidak mungkin bisa.

Hanya kamu yang mengisi hatiku,

Dan kini kamu pergi meninggalkanku

Kamu satu satunya yang bisa menyentuh hatiku,

Oh sayang, kini kamu menghilang, segalanya hilang.

Aku harap aku bisa mengulanginya lagi

Memutar waktu,

Kembali disaat kamu adalah milikku, hanya milikku

So this is Heartache?

Jadi inikah rasanya sakit hati?

Semua luka di dada ini, penyesalanku

Dan hal hal yang tidak sempat kita ucapkan,, oh sayang..

Kenapa aku membiarkanmu pergi,

I Miss You..

(Heartache-ONE OK ROCK)

Aku : “I Miss you…” ucapku lirih sambil memejamkan mata,…

Aku tidak akan pernah lupa peristiwa mengerikan yang terjadi di depan kedua mataku sendiri, serangkaian peristiwa yang sempat menghebohkan publik dan menjadi headline di media nasional maupun perbincangan di media sosial selama beberapa hari karena melibatkan seorang pengusaha ternama bernama Danu Wicaksono, yang tidak lain merupakan mantan suaminya Resty. Di hari itu tragedi terjadi, Pertumpahan darah, air mata dan kepedihan semuanya menyatu menjadi sebuah kenangan pahit yang tak terlupakan.

Seperti kemarin ditempat yang sama, dan seperti hari hari sebelumnya ketika aku sedang memikirkan Rega, Perlahan air mataku menetes lagi.

Bee.. Disetiap air yang keluar dari mataku ini selalu ada namamu, Sudah hampir dua bulan berlalu setelah kejadian mengerikan itu terjadi, tetapi aku masih tidak bisa berhenti untuk terus menangisimu, sesak di dada ini masih ada dan tidak mau pergi Bee,,, aku masih tidak kuat meratapi kenyataan bahwa sekarang kamu tidak lagi bersamaku.

Bee.., Melupakanmu bukanlah hal yang mudah bagiku. Meskipun sudah hampir dua bulan mengasingkan diri di pulau dewata ini nyatanya aku masih tidak sanggup melupakanmu. Aku tidak bisa begitu saja melupakan semua kenangan tentang kita berdua, masih belum bisa move on dengan janjimu menemaniku mengunjungi setiap sudut dunia, bukankah seharusnya sekarang ini kita berjalan bergandengan tangan berdua di Paris? Alih-alih berada di paris atau di negara manapun, yang ada aku malah terdampar disini, sendirian tanpamu.

Bee.. aku takut.. Menjalani hari hari tanpa kehadiranmu rasanya seperti sedang berada di dalam mimpi buruk yang tak kunjung usai. Setiap saat dihantui oleh bayanganmu. Segalanya mengingatkanku tentang dirimu karena Disetiap mataku melihat, aku selalu merasa melihat sosokmu. Aku semakin takut, aku takut tidak akan pernah bisa melupakanmu disepanjang sisa umur hidupku. Aku takut tidak bisa jatuh cinta lagi dan aku takut tidak bisa membuka hatiku untuk cinta yang lain. Karena aku terlalu mencintaimu Bee, padamu, telah kuberikan segalanya, hingga tidak ada tempat yang tersisa di hati ini untuk cinta yang baru.

Bee… Tidak kusangka merindukanmu rasanya bisa sesakit ini, salahkah jika aku memohon diberikan amnesia atau dimatikan sekalian biar aku terbebas dari siksa Tuhan yang begitu menyakitkan ini. Karena memang satu satunya cara untuk tidak merasakan sakitnya kesedihan adalah tidak merasakan apapun lagi untuk selamanya.

Meskipun begitu, aku masih suka menyiksa diriku sendiri dengan membuka foto foto kita berdua yang masih tersimpan di galeri handphoneku, tangisku semakin menjadi saat menatap wajahmu di foto foto itu, karena sekarang aku tidak akan pernah bisa lagi menatap langsung wajahmu, tidak bisa lagi melihat manisnya senyummu yang selalu menenangkanku, tidak bisa lagi menyentuh setiap detail lekukan wajahmu dengan jari jariku dan tidak akan pernah bisa lagi merasakan basahnya bibirmu.

Bee.. maafkan jika wanitamu ini terlalu cengeng,, seumur hidupku aku tidak pernah merasa selemah ini, hatiku tidak sekuat batu batu karang itu yang tetap tegar meskipun setiap hari diterjang ombak dan badai, wanitamu ini sangatlah lemah Bee.. aku lemah saat didekatmu, aku lemah ketika dipelukanmu, aku lemah saat kamu ucapkan kata kata cinta kepadaku,, dan kini setelah kamu pergi,

aku semakin terkulai lemah…

aku merindukanmu Bee,,

aku sungguh sungguh merindukanmu…

Kak Neta : “Hei…”

Tiba tiba Kak Neta mendatangiku, dia begitu saja memaksakan duduk disebelahku di kursi santai ini dengan membawa sebuah minuman air kelapa beserta buahnya yang kemudian ditaruh di meja dekat kursi… langsung dengan cepat kuusap air mataku untuk menyembunyikan kesedihanku.… dia memandangku.

Kak Neta : “kamu tau kan kedatangaku kesini untuk memastikan keadaanmu baik-baik saja, tapi dari apa yang kulihat,, kamu sama sekali tidak baik baik saja.. kapan terakhir kali kamu makan?” ucapnya kepadaku..

Semalam kak Neta dan keluarga kecilnya datang mengunjungiku, sudah pasti kedatangan mereka kesini untuk mengetahui keadaanku karena sudah hampir dua bulan lamanya aku tidak pulang.

Meta : “ Tidak… aku sangat jauh dari baik baik saja, dua bulan ini rasanya sangat sulit sekali bagiku,, tapi Jangan terlalu khawatir kepadaku okay?” ucapku meyakinkannya, meskipun aku tidak yakin dengan diriku sendiri.

Kak Neta : “Metaa,, Aku tau ini tidak mudah bagimu, meskipun setelah sekian lama,,,” ucapnya sambil mengusap usap lenganku… perlahan air mataku mentes lagi..

Aku : “aku tidak bisa melupakannya kak,,” aku mengadu kepada kakakku tentang apa yang kurasakan, air mataku semakin menetes deras..

Aku : “aku sudah berusaha,, setiap malam, di satu bulan pertama keberadaanku disini aku mencoba bersenang senang, mengunjungi klub malam, bertemu teman teman lama, berpura pura bahagia, mabuk, semua kulakukan agar aku bisa melupakannya, berusaha melupakan kalau aku sedamg merindukannya.. sesaat berhasil membuatku untuk tidak memikirkannya,, tapi dipagi harinya saat aku terbangun, aku kembali terjatuh, aku mengingatnya lagi, aku merindukannya lagi…”

Rega seperti obat obatan yang selalu membuatku kecanduan, melupakan Rega sama saja rasanya seperti pecandu yang sedang direhab,rasanya pasti sakit banget menahan diri agar tidak bisa merasakan obat obatan itu lagi…

Aku : “hari hari berikutnya aku berhenti mengunjungi klub malam, aku pikir Rega akan sedih jika melihatku terus terusan seperti itu,, jadi aku berhenti melakukan hal hal yang bisa membuatnya kecewa,,, lihat kan? meskipun dia sudah tidak ada disini, aku masih merasa dia memperhatikanku,, itulah kenapa aku tidak akan pernah bisa melupakannya seumur hidupku,, aku harus bagaimana kak? “

Kak Neta: “Hey,, aku tau apa yang kamu rasakan,, aku pernah merasakannya,,,, kamu ingat saat pertama kali aku merasakan patah hati karena seorang pria yang memutuskan hubungannya denganku..? kamu tau kan saat itu cukup lama aku larut dalam kesedihan karena aku terlalu mencintai pria itu, saat itu aku berpikir bahwa duniaku hancur berantakan, menangis setiap malam sampai membuat papa mama khawatir, meskipun begitu aku masih tetap berharap pria itu kembali ke pelukanku.… saat itu dengan sok dewasa kamu datang kekamarku dan berkata ‘kak.. “

Aku “Tuhan sengaja mematahkan hatimu untuk menyelamatkanmu dari cowok yang salah…” ucapku melanjutkan kalimatnya,, ya aku masih ingat saat itu,,,

Kak Neta : “exactly,, itu yang dulu kamu katakan kepadaku,, meskipun konteksnya berbeda, tapi yang ingin kukatakan adalah aku tau Rega sangat berarti bagimu, dan semua ini tidak bisa kamu hindari.. tapi aku tau kamu akan pulih,,, because you strong.. lebih kuat daripada aku,, dan lebih kuat dari yang kamu pikirkan,, itu kebenarannya… tidak lupa aku mengingatkan kalau masih banyak orang yang mencintaimu dan peduli denganmu, termasuk Rega, walapun sekarang dia tidak bersama denganmu… jadi jangan pernah merasa kesepian, karena aku akan selalu ada untuk adikku yang paling cantik ini… Rega pasti senang melihatmu bahagia… berbahagialah untuknya,,, ” ucapnya sambil membelai wajahku…

Kak Neta mempunyai keyakinan besar kepadaku, benarkah yang diucapkannya tentang aku bisa melalui ini semua dan bisa melupakannya..

Aku : “bagaimana jika hanya Rega satu satunya yang aku butuhkan untuk membuatku utuh lagi..?” tanyaku padanya…

Kak Neta : “Metaa,,, Kamu tau dia tidak akan pernah kembali,,kamu harus menerima kenyataan itu,,, tapi jika kamu benar benar menginginkannya,, berharap dan memohonlah kepada Tuhan untuk dipertemukan dengan pria seperti Rega sekali lagi atau bahkan lebih baik dari dia… oke..? lihat sekelilingmu,, banyak pria tampan dan turis asing di pantai ini,, sana jalan jalan di tepi pantai, bermain air pasti menyengankan…tunjukan pesona tubuh indahmu ini kepada pria pria tampan itu…”

Shitt,,,

Aku : “kamu meledekku,,,?”

Kak Neta: “hahaha,,,, turis asing itu lebih suka wanita Asia yang mempunyai tubuh langsing seperti tubuhmu, apalagi dengan cantiknya wajahmu ini.… percaya padaku..“

Teori dari mana itu datangnya, ? aku heran,, meskipun Kak Neta sudah mempunyai anak satu, tapi tubuhnya tetap kelihatan indah… hufftt…

.

.

.

Kak Neta : “nih diminum… aku kesana dulu ya… “ ucapnya sambil memberikan minuman kelapa itu kepadaku… aku hanya mengangguk dan dia pergi menuju Mas Dirga suaminya kak Neta yang sedang berjalan dekat bibir pantai menggendong anak mereka yang masih kecil, kevin.

Tapi sebelum kak Neta pergi jauh,, dia memanggilku, dan aku menoleh kepadanya..,

Kak Neta : “Deeek,, setelah ini kamu akan baik baik saja,,,” ucapnya sambil tersenyum kepadaku..

Kubalas senyumnya dan kuminum air kelapa yang dia bawakan untukku tadi,,

Kuakui aku merasa sedikit tenang setelah berbicara dengan kak Neta, aku senang bertemu dengannya disini… atau sebenarnya itu yang harus kulakukan? Bersosialisasi dengan keluarga dan teman teman, starting over,, sepertinya memang sudah saatnya aku untuk pulang kerumah,, daripada terlalu lama terpuruk disini duduk dalam keheningan,, trust me, keheningan ternyata sangat menyeramkan. Dan selama hampir dua bulan disini aku tersadar, bukan soal lamanya waktu yang akan menghilangkan duka atau kesedihan, karena tidak ada batasan waktu untuk orang bersedih. Tapi Kita akan selamanya bersedih jika kita belum bisa menerima kenyataan..

Itu yang seharusnya aku lakukan, menerima kenyataan kalau kamu tidak akan pernah kembali lagi,,, iya kan Bee,,,? Aku akan mencobanya… mencoba merelakanmu,, tapi jangan marah kepadaku kalau dalam usahaku merelakanmu aku masih berkeinginan untuk bertemu denganmu lagi, ingin berdansa denganmu lagi, ingin menciummu lagi,,, karena seperti yang kukatakan tadi, melupakanmu itu bukan hal yang mudah.

Bee,, aku hanya ingin kamu tau,, kalau aku akan tetap setia mencintaimu sampai kapanpun,,,

Terima kasih karena telah mencintaiku dengan sebesar besarnya ketulusanmu kepadaku

Disana Jangan khawatir denganku ya Bee, aku disini akan baik baik saja, setelah semua yang telah terjadi, setidaknya aku akan mencoba untuk bangkit,

Aku akan selalu mendoakan Semoga kamu bahagia disana.

Tidak bisa tuk teruskan
Dunia kita berbeda
Bila memang ini ujungnya
Kau kan tetap pada didalam jiwa

—​

Kalian pasti bertanya tentang apa yang terjadi, mari kita kembali ke garis waktu dua bulan yang lalu. Waktu dimana Sebelum peristiwa mengerikan itu terjadi, sebelum akhirnya aku dan Rega berpisah untuk selamanya. Semua itu berawal dari,,,, dansa terakhir antara aku dan Rega.

2 BULAN SEBELUMNYA

——POV META——

Ditengah derasnya hujan aku berdiri bersebelahan dengan Rein disebuah lahan kosong, berteduh dibawah payung kami masing masing. Tidak jauh Dihadapanku Dias sedang berusaha menenangkan Rega yang daritadi melampiaskan amarah, dendam dan emosinya kepada seorang pria bernama Galih, dia adalah pria yang telah membuat Alexa yang merupakan seorang wanita dari masa lalu Rega dan Rein pergi untuk selamanya dan kebetulan Galih adalah calon suaminya Dias… Rega seperti kesetanan menghajar Galih sampai lemas babak belur terkulai di tanah. Bahkan daritadi dia sama sekali tidak menghiraukanku.. tapi tidak dengan Dias,, Dias yang sedang membela calon suaminya berhasil meredam amarah Rega.

Dias : “Ega,, Apa yang sudah terlepas dari tanganmu ini tidak akan pernah bisa kembali lagi,, tapi meskipun dia sudah tidak ada disini,, bukan berarti Alexa berhenti mencintaimu,, dia akan selalu memperhatikanmu,, seperti air terjun yang tidak pernah berhenti mengalir, cinta dan perhatiannya kepadamu tidak akan pernah putus meskipun dia sudah tiada,, jadi buat dia bahagia dengan melihatmu bahagia..”

Kali ini Dias menggenggam kedua telapak tangan Rega,, dia semakin mendekatkan berdirinya dihadapan Rega,, kedua mata mereka bertemu..

Dias : “Dan aku,,, aku ingin menjadi alasan kebahagiaanmu itu,, aku ingin kita dekat lagi, seperti dulu.. maaf aku baru bisa mengatakannya sekarang, aku ingin mengatakan ini kepadamu sejak lama,, …aku mencintaimu,, dan,, Ega,,, aku ingin kamu yang menikahiku,,”

Deg Deg

Aku terkejut dengan apa yang barusan dikatakan Dias kepada Rega. Aku tidak salah dengar kan?

Deg Deg

Dias mengatakan kepada Rega kalau,,kalau,,, bukankah Galih yang seharusnya.. ada apa ini sebenarnya? Aku masih tidak percaya dengan apa yang aku dengar, saat aku mencoba mendekati mereka.

Dadaku langsung sesak melihat Rega begitu saja memeluk Dias ditengah derasnya hujan,, saat Dias menyambut pelukan Rega, tubuhku langsung lemas,, Aku tak kuasa menahan air mata keluar dari kedua mataku,,aku menangis melihat pria yang kucintai memeluk wanita lain yang barusan menyatakan cinta kepadanya bahkan meminta Rega untuk menikahinya. tanganku gemetar, sampai tanganku tidak kuat lagi memegang payung yang daritadi kupegang.. aku langsung lari pergi meninggalkan mereka.

Rein : “Metaaa…?”

Aku mendengar Rein memanggilku, tapi aku tetap berlari,, aku tidak sanggup melihat Rega dan Dias seperti itu,.. aku masuk kedalam mobilku, kunyalakan dan kulajukan sekencang kencangnya. aku sempat melihat Rein yang berusaha menyusulku.. tapi aku tetap melajukan mobilku sejauh mungkin dari tempat itu.

Ditengah perjalanan setelah kurasa sudah cukup jauh, mobilku kuhentikan di pinggir jalan yang sepi… disana atangisanku pecah,, aku marah aku kecewa sama Rega…. Dia sama sekali tidak menghargai perasaanku..

Didalam mobil ditengah tengah derasnya hujan saat itu aku menangis dan berteriak sekencang mungkin, meluapkan semua kekecawaanku….

Aku : “AKU BENCI SAMA KAMU BEEE…”

Aku : “AKU BENCII,,,”

.

.

.

.

.

MALAM HARINYA

——POV REIN——

Baru saja aku melepas pakaianku bermaksud untuk mandi, tiba tiba aku mendengar suara mobil memasuki halaman rumah, itu pasti Rega. Aku langsung memastikannya dari jendela kamarku,, dan benar, Rega baru saja keluar dari Taxi dan masuk kedalam rumah. Tadi setelah kepergian Meta,, Rega bersama dengan Dias membawa Galih ke rumah sakit memakai mobilnya Galih.,. sedangkan aku pulang dengan menggunakan mobilnya Rega.

Baru saja kudengar Rega masuk kedalam kamarnya, setelah memakai baju terusanku lagi,, aku langsung keluar dari kamarku dan menuju kamarnya Rega,,, kuketuk pintu kamarnya yang tertutup..

Aku : “Deekk,,,,?” tetapi tidak ada tanggapan dari dalam..

Aku langsung masuk ke dalam kamarnya, tapi tidak kutemukan dia didalam kamar,,, samar samar aku mendengar gemercik air dari dalam kamar mandi didalam kamarnya ini.. tanpa pikir panjang kulepas lagi baju terusanku dan kubiarkan tergeletak begitu saja didepan pintu kamar mandinya Rega,, aku sudah telanjang lagi,, kubuka pintu kamar mandi yang tidak terkunci dan aku masuk kedalamnya,, aku bisa melihat Rega sedang menundukkan kepalanya dibawah guyuran air shower.

Hari ini banyak sekali yang terjadi, bahkan menurutku terlalu banyak yang terjadi.. terutama bagi Rega. Seakan dia adalah pemeran utama dari setiap kejadian yang terjadi hari ini. Aku takut dia belum siap dengan itu semua.

Kudekati tubuh adikku, dan langsung kupeluk tubuh kekarnya dari belakang. Bagian depan tubuhku menempel erat dibagian belakang tubuh Rega yang sudah tidak memakai apa apa dengan kedua lenganku melingkar di badannya. Seketika air shower turut membasahi tubuhku… Rega menyadari kedatanganku,, dia memegang dan mengusap usap lenganku.. kubalas dengan mengecup punggungnya,,,

Rega : “maaf aku tidak bisa membalaskan perbuatan Galih..” ucapnya pelan…

Aku : “gpp dekk,,aku senang kamu tidak berbuat lebih jauh kepadanya,, dia yang menyelamatkan Meta,, walaupun sampai kapanpun aku tidak akan pernah bisa memaafkannya..,”

Rega : “aku harus segera menyusul Meta…” ucapnya singkat…

Aku : “Aku tidak akan membiarkanmu pergi selarut ini,,apalagi tadi Meta bilang kalau semalaman kamu tidak bisa tidur..”

Meta.. aku kasihan padanya.. aku bisa merasakan betapa hancur perasaannya melihat Rega dan Dias berpelukan mesra, bahkan Meta terpaksa harus mendengar apa yang diucapkan Dias tentang kedekatan mereka selama ini, tentang cintanya kepada Rega dan tentang keinginannya agar Rega menikahinya. Dari reaksi Meta aku yakin Rega tidak pernah cerita apapun ke Meta tentang hubungannya dengan Dias.

Rega : “aku harus segera bertemu dengannya Rein,, aku takut terjadi apa apa dengannya.. daritadi aku mencoba menghubungi handphonenya tapi tidak diangkat…”

Rein : “setelah kamu bertemu dengan Meta lalu apa..? apa yang akan kamu katakan kepadanya?” tanyaku tegas,,

Rega : “aku,, aku tidak tau apa yang harus kukatakan kepadanya,,,”ucapnya lemas,

Lagian kenapa juga sih dia bisa bisanya seperti itu ke Dias, padahal jelas jelas Meta ada disana,, terkadang aku memang tidak mengerti apa yang ada dipikirannya adikku ini.

Aku : “Deek,, Meta sedang kecewa denganmu, kehadiranmu hanya akan membuatnya marah.. berikan dia sedikit ruang dan waktu menenangkan diri,,,,”

Rega : “aku hanya ingin memastikan keadaanya Rein,, aku khawatir dengannya..”

Aku : “Meta wanita yang tangguh, aku yakin dia baik baik saja dan kembali ke kota sebelah dengan selamat,, istirahatlah malam ini,, besok pagi kamu bisa mencoba menghubunginya lagi atau kamu bisa menyusulnya…”

Tidak ada tanggapan dari Rega, sepertinya dia mau menuruti perkataanku.

Aku : “bagaimana dengan Dias? Setelah yang dia katakan tadi kepadamu,, kamu katakan kepadanya kalau kamu sedang menjalin hubungan dengan Meta..?” tanyaku padanya,,

Cukup lama Rega untuk bereaksi akan pertanyaanku, sampai akhirnya dia hanya menggelengkan kepalanya. Seperti dugaanku, dia tidak akan begitu saja mengungkap hubungannya dengan Meta kepada Dias. Karena itu adalah kelemahannya, Rega masih kesulitan dalam mengakui perasaanya sendiri. Dia hanya akan menyembunyikan perasaannya dalam dalam untuk dirinya sendiri,, sangat dalam. Dia pasti kebingungan saat ini.

Aku : “lalu apa rencanamu? Atau lebih tepatnya siapa pilihanmu..?” tanyaku kepadanya tanpa berbasa basi.. kalau dia memang serius dengan Meta, seharusnya dia katakan yang sebenarnya kepada Dias tentang hubungannya dengan Meta.

Rega : “aku tidak tau Rein,,, aku belum benar benar memikirkannya,,Begitu banyak yg terjadi dengan waktu yg begitu cepat, Galih, Dias dan Meta,,, terlalu banyak yang harus diproses dalam pikiranku,,, aku sedang berusaha memahaminya dengan apa yg kurasa..”

Dengan berkata seperti itu saja jelas terlihat dia sudah ragu dengan hatinya sendiri, padahal sebelumnya dia mengatakan kepadaku kalau dia benar benar mencintai Meta dan menjadikan Meta tujuan akhir cintanya. Seperti itulah Rega, sejak dulu dia selalu seperti itu,, dia tidak bisa langsung tegas dengan hatinya sendiri,, itu semua karena hatinya adikku ini terlalu lemah jika berkaitan dengan wanita yang dekat dengannya. itu makanya dia terus terusan dihadapkan dengan keadaan seperti ini,, Aku dan Alexa, Winry dan Angel, Meta dan Resty, setelah dia bisa tegas dengan Resty,,, dan sekarang terjadi lagi,, hatinya harus memilih lagi antara Meta dan Dias..

Rega : “Rein,,,,”

Aku : “hmm…?”

Rega : “kenapa aku selalu berada dalam situasi seperti ini..?” tanya dia padaku..

Aku : “maaf aku harus mengatakan ini, semua ini adalah hasil atau akibat dari kamu berlari-lari dihati setiap wanita yang dekat denganmu, mencoba menjaga hati setiap wanita yang peduli denganmu, tanpa kamu sadari, kamu memberi harapan kepada mereka semua…”

Aku : “tidak hanya kepada Meta, Dias dan Resty, tapi jauh sebelum itu,, terhadap aku dan Alexa, Winry dan Angel,,, tapi aku tau kenapa kamu seperti itu kepada mereka semua, kamu hanya tidak ingin mengecewakan mereka semua kan Deek..? itu sebabnya kamu rangkul setiap hati yang dekat denganmu, apa aku salah..?”

Aku : “tetapi pada akhirnya kamu sadar kalau kamu tidak bisa memiliki semuanya, tidak bisa terus terusan menjaga hati setiap wanita, kamu harus memilih, memilih salah satu yang patut untuk diperjuangkan.. dan selalu akan ada hati yang terluka dari pilihan yang telah kamu buat, akan ada seseorang yang menderita,, entah itu salah satu dari mereka yang menderita, atau kamu yang menderita karena tidak memilih semuanya,,”

Aku : “apa aku harus mengingatkanmu dengan apa yang terjadi kepada Winry,,?”

Rega : “cukup Rein,,”

Aku : “Winry harus menderita karena mencintaimu,,.”

Rega : “Rein, jangan diteruskan,,,,”

Aku : “tapi kamu gagal menyelamatkan hatinya,, dan lihat kan sekarang Winry ada dimana..?”

Rega : “REEINNN…” Rega membentakku karena aku menekannya soal Winry,, tapi aku harus melakukan itu,, aku tidak ingin dia mengulangi kesalahan yang sama…

Beberapa saat hening, hanya suara gemercik air dari shower yang terdengar.. kemudian samar samar aku mendengar Rega terisak.. semakin kupeluk erat tubuhnya dari belakang..

Aku : “maafkan aku, karena mengungkit lagi soal Winry…”

Rega : “aku tidak bermaksud membuat Winry menderita Rein,aku tidak ingin dia menderita.…” ucapnya sambil terisak,,,

Aku : “aku tau,,, aku tau,, Maafkan aku,,,” ucapku menenangkannya,,,

Rega : “aku harus bagaimana Rein…?” tanya dia pelan..

Rega : “semua yang terjadi kepada Alexa, Winry, Resty atau siapapun wanita yang pernah mencintaiku dan mereka yang menderita karena mencintaiku adalah bukti bahwa semua keputusan yang aku buat selama ini adalah keputusan yang salah, seakan aku tidak pernah membaurkan apa yang ada dipikiranku dengan apa yang kurasakan didalam hatiku..”

Aku : “kamu bisa memperbaikinya Dek, kamu masih punya waktu untuk memperbaikinya.. untuk itu kamu harus merangkul kelemahanmu sendiri..“

Aku : “pada akhirnya akan selalu ada keputusan sulit yang harus dihadapi. dan kali ini, aku harap kamu bisa jujur dengan dirimu sendiri, dengan hatimu,, siapa yang benar benar ingin kamu selamatkan dari penderitaan, dan siapa yang benar benar layak untuk diperjuangkan,,

Aku : “karena jika tidak, kamu akan menyesal seumur hidup karena kehilangan sesuatu yang paling berharga dalam hidupmu,, sekali lagi.. seperti kamu kehilangan Alexa dan juga Winry”

Aku : “dan yang perlu kamu ingat,siapapun pilihanmu,, aku selalu mendukungmu,!!”

.

.

Setelah beberapa saat diam menikmati segarnya air yang turun dari shower,sambil tetap memeluknya dari belakang, tanganku yang awalnya ada diperutnya sekarang sedang bergerak kebawah,, meraba perut adikku sampai akhirnya aku menemukan apa yang kucari,awalnya aku hanya mengusapnya hingga kemudian aku memegangnya seutuhnya, penisnya Rega,,,

Rega : “Rein,,,jangan sekarang,,,”

Aku : “Rileksss Dek,, setelah semua ketegangan yang terjadi hari ini,, kamu membutuhkannya,,, “

Aku : “aku juga membutuhkannya…”

Ucapku seraya melanjutkan mengocok kejantanan adikku yang semakin mengeras, Diamnya, mengartikan bahwa dia tidak menolak kebutuhan yang tiba tiba menguasai diriku,, dan membiarkan aku melakukan seperti itu kepadanya. Payudaraku yang terhimpit di punggungnya menunjukkan betapa dekatnya sekarang ini aku berdiri dibelakng adikku. Tangan kananku masih merangsang penisnya Rega, mengecok lembut penisnya yang sudah sangat keras. Sedangkan tangan kiriku perlahan menyusuri kerasanya dada adikku dengan gerakan jari yang erotis dan sensual, ditambah dengan kecupan kecupan mesra bibirku di punggungnya.

Rega : “akhhh…” Rega merintih lirih saat kocokan lembut tanganku di penisnya mulai cepat..

Beberapa saat kemudian Rega membalikkan tubuhnya menghadapku, dia langsung mendaratkan bibirnya di leherku.. kupejamkan mataku.. aku bisa merasakan sentuhan sentuhan bibir Rega di sekeliling leherku,, kemudian aku merasakan bibr Rega semakin naik keatas leherku,, sampai pipiku,, sampai akhirnya bibirnya menekan bibirku…kubalas ciuman bibirnya,, bibir kami saling menekan dengan sesekali rintihan lirih keluar dari kedua mulut kami… pada saat bibirku sedikit terbuka,, aku bisa merasakan lidahnya Rega menyelinap masuk kedalam mulutku,, aku bisa merasakannya melalui indera perasa di lidahku kalau lidahnya Rega sedang berputar putar di dalam mulutku, bertautan dengan lidahku. Rasanya nikmat sekali…

Kedua tangan Rega daritadi menempel di pinggangku, tapi tidak sekarang ini,, sambil tetap berciuman mesra,, satu telapak tangan Rega perlahan naik keatas, jari jemarinya menyusuri perutku, semakin naik keatas, kemudian dengan mantap jari jemarinya berhenti diantara kedua payudaraku,, dibelahan payudaraku,,, didalam hatiku aku bertanya, kenapa dia berhenti disitu?

Sedetik kemudian telapak tangan Rega melingkari salah satu payudaraku, lalu meremasnya dengan lembut,, aku langsung merintih pelan tapi tertahan bibirnya yang masih menekan bibirku.. beberapa saat kemudian tangannya di payudaraku menyentuh puncak payudaraku yang sangat sensiitif,, dua jemari Rega menyiksa puncak payudaraku,, rasanya sangat geli,, sampai aku merasakan basah diantara kedua pahaku, didalam memekku.,.

Aku : “accchhh,,, deekkk…”

aku langsung terangsang hanya dengan itu,, cuman Rega yang bisa melakukannya.. setelah dia puas menyiksa bibirku,, dia memandangku,, kemudian pandangannya turun ke bibirku.. hingga kutangkap kedua matanya sedang mengamatai kedua payudaraku.. kedua putingku mengeras.. aku bertanya dalam hatiku,, apa yang akan dia lakukan dengan payudaraku,,? Akankah jemari jemarinya menyentuh payudaraku lagi,,? Atau dia akan menempatkan lidahnya diujung putingku yang sudah mengeras..

Pertanyaaku langsung terjawab,, dengan sedikit membungkuk Rega mengecupkan bibirnya di setiap jengkal kulit payudaraku,, menggosokkan pipinya diantara kedua payudaraku,, lalu diakhiri dengan hisapan yang kuat di puttingku..

Aku : “achhhhhhh…..” aku tidak bisa menahan sensasi kenikmatan saat dia melakukannya,,,

Cukup lama bibirnya bergantian menghisap masing masing putting susuku ,Nafasku semakin berat, jantungku semakin berdebarr,, aku yakin Rega bisa mendengar degup jantungku karena wajahnya dekat dengam dadaku..

Kini jemari Rega mulai menyusuri apa yang ada diantara kedua pahaku.. disana aku bisa merasakan jemarinya merangsang klitorisku yang sudah sangat basah karena air shower maupun karena cairan yang keluar dari tubuhku saat aku sudah sangat terangsang…

Aku : “achhhh.,. Deekkk,, sekarangg plisss….” Aku tidak kuat lagi… aku menginginkannya kenikmatan itu sekaranggg…

Mendengar ucapanku… Rega kembali berdiri tegakk,, sekali lagi dia memandangku kali ini dia sambil tersenyum,,

Kemudian satu tangannya mencengkram salah satu pahaku,, lalu diangkatnya sedikit kakiku ketas,, kemudian dengan sekali gerakan Penisnya Rega langsung masuk ke dalam memekku,,, dan langsung menggerakkan pinggulnya maju mundur hingga tercipta sensai nikmat dari gesekan penisnya di dinding memekku…

Aku : “ACCHHHH….ACHHHHHHHHHHHHH….”

Tak ayal aku langsung berteriak sekencang kencangnya merasakan penis super besar adikku keluar masuk didalam memekku,,, kami melakukannya sambil berdiri dibawah guyuran air shower…

Kurangkulkan kedua lenganku di leherya agar aku tidak terpleset lantai kamar mandi yang basah,, Rega masih dengan sekuat tenaganya menggenjot memekku,, menabrakkan pinggulnya dengan sangat kuat,, aku sampai bisa merasakan penisnya masuk sangat dalam di dalam memekku,, sampai mentok,,,

Aku : “ACCHHHH….ACHHHHHHHHHHHHH….”

Aku : “ACCHHHH…..”

Aku : “ACCHHHH….ACHHHHHHHHHHHHH….”

Aku : “ACCCHHHHHHHHHHHHH….”

Semakin kuat gerakan pinggulnya, semkain aku membusungkan payudaraku… kupejamkan mataku, merasakan sensasi panas di dalam memekku,, sangat indah dan begitu nikmat,,,…

Aku : “ACCHHHH….ACHHHH….achhhh”

Rega : “ACCCHHHHHHHHHHHHH….”

Suara rintihan desahan kami berdua saling bertautan menggema diseluruh sudut kamar mandi.

.

.

Setelah cukup lama melakukannya di dalam kamar mandi, kami berpindah diatas tempat tidurnya Rega,,, segala macam posisi kami lakukan demi merasakan sensasi yang berbeda disetiap posisi atau gerakan yang kami lakukan… Rega sudah orgasme sekali di dalam mulutku tadi saat masih di kamar mandi, sedangkan aku sudah orgasme tiga kali dan sepertinya tidak menunggu begitu lama untuk orgasmeku yang keempat,,, karena sekarang ini aku tengkurap diatas temput tidur dengan posisi Rega menggenjot penisku dari belakang tubuhku… Rega selalu suka menyetubuhiku lewat belakang tubuhku,, katanya dia sangat menyukai pantatku… dia bilang menyukai sensasi saat perutnya menyentuh nyentuh pantatku yang berisi..

Rega : “akhhh,,,, akhhh,,, Rein,,, aku mau nyampekk,,,”

Ucap Rega,,, saat mengatakan itu sambil mempercepat gerakan pinggulnya…

Aku : “achh,, achhhh ,, “

Aku : “Deeek,,, Aduuhh,, achhh,,,acchhh..”

Aku : “aku juga mau nyampek,,,,,”

Dan pada akhirnya kami orgasme bersama,, suara rintihan panjang keluar dari mulut kami secara bersamaan,,, kami meraih puncak bersama bahkan cairan kami bertemu dan bercampur menjadi satu di dalam memekku.. karena Rega orgasme didalam memekku.. Rega yang menarik penisnya dari memekku langsung panik menyadari itu,,

Rega : “astaga,, maafkan aku Rein,, aku terlambat menariknya,,aku,, aku tidak kuat menahannya…”

Aku membalikan badanku, dan melihat Rega yang sangat panik,, hihi lucu juga kalau dia seperti itu..

Aku : “it’s okay Deeek,,, kemarilah,,,” aku menyuruh Rega untuk merebahkan tubuhnya di sebelahku,,,

Aku : “jangan khawatir, aku tidak dalam masa subur,, kecil kemungkinan aku akan hamil…”

Rega : “tapi tetap bisa hamil kan..?”

Aku : “Ya mungkin saja,, hihii”

Rega : “Rein,,, aku serius…”

Aku : “Aku juga serius dek,, sudah jangan dipikirin,,”

karena masih banyak yang harus dia pikirkan.

.

.

.

Beberapa menit kemudian kami berdua masih berada diatas tenpat tidur, merasakan lelah setelah hampir 2 jam melakukan pencarian kenikmatan bersama,,, berbeda dengan Rega yang tadi siang seperti kesetanan menghajar Galih, atau saat dia bercinta denganku dengan sangat agresif, saat ini dia manja banget dengan memelukku sambil menempatkan kepalanya diatas dadaku,,

kuusap usap lengannya…

kalau kayak gini dia terlihat seperti seorang adik yang sedang manja kepada kakaknya,…dulu Mama selalu bilang, kalau suatu saat nanti aku mempunyai seorang adik, mama menyuruhku berjanji untuk selalu menyayangi dan menjaga adikku. Dan mama juga bilang kalau aku akan menjadi seorang kakak yang baik.

Maa,, lihat ini, aku menyayangi Rega dengan sepenuh hatiku seperti perintah mama, dan aku akan selalu menjaganya,, takkan kubiarkan hal buruk terjadi padanya… meskpikun dia bukan adik kandungku,,, dan meskipun mungkin aku menyayanginya dengan cara yang sedikit berbeda seperti seorang kakak pada umumnya,, hihii..

Aku tidak menyangka bakalan benar benar mempunyai seorang adik seperti Rega, satu satunya hal yang tidak akan kulupakan dari adikku ini adalah saat dia melamarku untuk menjadi istrinya,, menurutku itu adalah hal yang paling manis yang pernah dia ucapkan kepadaku…

Rega : “Rein….” Tiba tiba dia Memanggilku,,

Aku : “hmm..?”

Rega : “Kamu mencintaiku…?”

Astaga kenapa tiba tiba dia bertanya seperti itu,,?

Rega : “Please,, katakan kamu mencintaiku,,”

Aku : “aku mencintaimu Deek, aku selalu mencintaimu,,,”

Tidak bisa dipungkiri lagi,, apa yang terjadi diantara aku dan dia, dibentuk oleh suatu ikatan cinta, sebuah cinta yang melampaui batasan batasan, dan kami tidak bisa menghindarinya…

Rega : “terima kasih,, Kak,,,”

Astaga, dia barusan memanggilku ‘kak’ ? ada apa ini,,? Dan kenapa tiba2 perasaanku menjadi tidak tenang,,,

.

.

2 HARI KEMUDIAN

—–POV META——

DRRRRRRRRRRRTT DRTTTTTTTTTTTTTTTT

Untuk kesekian kalinya hari ini hapeku berbunyi, sebuah panggilan masuk dari Rega. Semenjak dua hari yang lalu Rega tidak henti hentinya mencoba menghubungiku namun selalu kutolak atau hanya kubiarkan saja hapeku berhenti berbunyi. Puluhan pesan masuk ke hapeku dari dia yang menanyakan kabarku, keberadaanku, dan memintaku untuk menghubunginya. Tapi tidak ada satupun kata maaf darinya dari semua pesan pesan itu.

Didalam pesanya Dia juga bertanya kenapa aku menghilang dan menghindarinya. Dia pikir aku harus bereaksi seperti apa setelah melihat dia dengan mudahnya memeluk wanita lain yang menyatakan cinta kepadanya dan meminta untuk menikah dengannya. Apa aku harus bereaksi biasa biasa saja setelah menyaksikan itu semua dan Berpura pura tidak terjadi apa apa…?

Pagi itu setelah tangisan khawatirku pecah saat tiba tiba kamu hilang dari apartemenku, setelah perjuanganku mencarimu sampai ke kota sebelah, dan berjuang mati matian berdebat dengan kakakmu untuk mencegahmu berbuat hal buruk, itu balasan yang kudapatkan?

Aku benci kamu Bee,,, berkali kali kamu ucapkan kata kata cinta kepadaku, disaat yang sama kamu juga terus terusan membuatku untuk membencimu.

Saat kamu memeluk Dias, ingin rasanya saat itu juga kulemparkan granat kewajahmu supaya kamu sadar akan keberadaanku. Entah kamu yang memang tidak sadar akan keberadaanku, atau Dias yang memang lebih mempesona dengan kecantikan, kelembutan hati dan kata katanya yang indah yang mampu meredam emosimu atau memang kamu yang tak punya hati sebagai seorang pria tega berbuat seperti itu didepanku. Tidak ingatkah kamu kalau aku ini juga wanita yang punya hati dan akan terluka diperlakukan seperti itu.

Shitt,, ingin rasanya aku mengatakan semua itu kepadanya..

Padahal aku selalu percaya semuanya akan baik saja, setelah dia meyakinkanku tentang hubungannya dengan Resty telah usai, aku sempat yakin segalanya akan semakin membaik antara aku dan dia. Dan aku percaya akan datang hari dimana kami akan bahagia. Tapi kini dia telah menghancurkan kepercayaanku… menghancurkan harapan yang seharusnya menjadi indah.

♪ Every time I think it’s getting better.
Just making time, and going nowhere.♪

Sejak kemarin aku tidak tinggal di apartemenku ataupun dirumah. Sekarang aku sedang berada di rumah barunya kak Neta di kota tetangga. Tidak hanya aku, papa dan mama sejak kemarin juga berada disini. Keberadaanku disini Selain karena alasan menghindari Rega, juga karena dua hari yang lalu kak Neta melahirkan bayi laki laki yang lucu, kevin. Semuanya terlihat senang atas kehadiran anggota keluarga baru kami, kecuali aku. bukannya aku tidak senang dengan kelahiran anak kak Neta, tapi aku masih bisa belum bisa melupakan kejadian di kota sebelah. Tapi setidaknya aku berusaha berpura pura bahagia demi kakakku dan Mas Dirga.

Aku sedang duduk di sofa, memandang kak Neta yang sedang menggendong kevin didampingi Mas Dirga disebelahnya yang sesekali mengusap pipi anaknya. Mereka kelihatan sangat bahagia dengan senyum di wajah mereka. Aku membayangkan kalau yang menggendong bayi itu adalah aku, dan Rega yang berdiri disebelahku sedang mengusap usap pipi anak kita, lalu aku memarahinya karena dia membuat anak kami terbangun dari tidurnya.. membayangkan itu aku jadi tersenyum sendiri,,,

Karena Aku pernah bermimpi bisa hidup bahagia seperti itu bersama dengan Rega, dan Rega pernah mengatakan mempunyai impian yang sama denganku. Tapi setelah kejadian kemarin,

Ternyata Mimpiku hanyalah sebatas mimpi yang tidak akan pernah menjadi nyata..

 Are we wasting time
Chasing dreams not yours or mine? ♪

Impianku untuk bisa hidup bersama dengan Rega yang kubingkai indah dalam sebuah frame kaca sempat retak karena Resty, dan setelah Rega merekatkan kembali retakan itu kini dengan mudahnya dia malah membuatnya jatuh ke lantai sampai impian itu pecah menjadi berkeping keping, lalu Dengan seenaknya dia lari setelah menjatuhkan impian itu bersama wanita lain, sedangkan aku hanya bisa meratapi kepingan pecahan kaca itu berserakan di lantai. Nyatanya Selama ini aku dan dia membuang waktu untuk mengejar mimpi yang bukan milikku dan maupun miliknya.

Tidak sanggup melihat kebahagiaan kak Neta yang mengingatkanku dengan impianku, Aku berdiri dari sofa, pindah ke sebuah ruangan di rumah ini yang menghadap ke kolam renang. Disana aku duduk disebuah meja billiard memandang air kolam yang tenang.

Kak Neta : “Meta…? Kamu baik baik saja ?”

Tiba tiba kak Neta mendatangiku,, aku hanya sedikit tersenyum kepadanya.

Kak Neta : “kamu terlihat murung sejak tiba disini,, apakah ada hubungannya dengan kedatanganmu tanpa ditemani Rega? Kalian lagi ribut,,?”

Aku : “Rega… I fucking hate him.. ” ucapku pada Kak Neta.. dia sedikit terkejut dengan ucapanku..

Kak Neta : “Woo, okee,, So lets talk about it , just you and I,,, apa yang terjadi?”

Aku : “Bisakah kita membicarakan yang lain? aku sedang tidak ingin membicarakannya..”

Kak Neta : “Ayolah, jangan memendamnya sendiri,, mungkin aku bisa memberi pendapatku,, secara dulu dia adalah gebetanku,,,”

Aku langsung menatap tajam kakakku setelah dia berkata seperti itu,,,

Kak Neta : “hahaha,, just kidding,, tapi memang itu kenyatannya,,,” Ya,, aku tau dia dan Rega sempat bersama di masa lalu..

Aku : “Kamu mengenal Alexa…?” Raut muka kak Neta langsung berubah setelah aku menanyakan tentang Alexa,, lalu dia ikut duduk disebelahku,,

Kak Neta : “Alexa adalah wanita yang hebat dan kuat, seperti kamu,,, aku tidak terlalu kenal dengannya, tapi aku tau dia dulu menjalin kasih dengan Rega,,, Rega bercerita tentang Alexa..?”

Aku : “Tunggu dulu,,jadi kamu dekat dengan Rega saat dia berpacaran dengan Alexa..?”

Kak Neta : “upss,, hehe,, aku menyesali itu Dek,,, lagipula aku dan Rega cuma sedikit bersenang senang…”

Aku : “aku sama sekali tidak menyangka ada seorang guru yang menggoda muridnya,,..but, ya Rega sedikit bercerita tentang Alexa bahkan kemarin aku sempat mengunjungi makamnya,, meskipun hanya di luar area pemakaman,,,!”

Kak Neta : “hmm Rega mengajakmu kesana..?”

Aku : “Rein yang mengajakku kesana,,,”

Kak Neta : “wow,, kamu sudah kenal dengan malaikat penjaganya Rega? Dulu aku sempat berselilish dengannya karena Rega, dia satu satunya siswa yang berani menentang seorang guru, tapi dia melakukan itu hanya untuk adik kesayangannya,,,,”

Rein sudah bercerita tentang itu,,

Kak Neta : “Jadi apa hubungannya dengan Alexa dengan kamu membenci Rega..?’ tanya dia kepadaku.,

Aku : “sama sekali tidak ada hubungannya,, aku Cuma tidak tau apa yang ada dipikirannya”

Kak Neta : “uhm, jadi karena itu,,, kamu harus terbiasa dengan itu,, karena memang dari dulu Rega seperti itu,, aku tidak tau apa yang ada di dalam pikirannya, atau di dalam hatinya… tidak tau apa dan mengapa dia melakukan apapun yang dia lakukan.. kamu harus bertanya kepadanya ratusan kali baru dia akan mengatakan apa yang ada didalam hatinya,, Dari dulu memang dia tertutup, seakan dia menutup semua tentang dirinya hanya untuk dirinya sendiri, dia termasuk tipe pria dengan segudang rahasia.. ”

Kak Neta : “lalu,, Terkadang Rega memang tersesat dengan pikirannya sendiri,, dan memang terkadang hatinya terlalu lemah,, tapi menurutku itu bukanlah hal yang buruk, hal itu membuatnya lebih mudah bersimpati kepada orang orang disekitarnya.. ”

Kak Neta : “ada cerita menarik tentang itu,, dulu Rega rela melakukan apa saja demi sejumlah uang yang tidak sedikit, dia meminjam uang kepadaku,, tentu dia tidak langsung mengatakan alasannya, tapi akhirnya aku tau kalau uang itu untuk pengobatan teman sekelasnya yang sedang sakit keras..”

Kak Neta : “terlepas dari segala kekurangannya,, Rega itu pria yang baik, apapun yang dia lakukan pasti dia punya alasannya sendiri,,, besar keinginanku melihat kalian bahagia bersama.. karena memang dari dulu aku menjodhkanmu dengan dia.. aku yakin semua akan baik baik saja diantara kalain.. “ ucapnya kemudian tersenyum…

Hufft,, aku harap aku punya memiliki keyakinan yang sama dengannya tentang aku dan Rega,,, beberapa saat kemudian dari dalam terdengar suara tangisan kevin,

Kak Neta : “sepertinya Dirga membutuhkanku,, Aku akan memberimu waktu, jika kamu membutuhkanku,, aku ada didalam..” ucapnya sambil berdiri lalu berjalan,, tapi sebelum dia berjalan jauh,, kupanggil dia

Aku : “Kak, tunggu sebentar,,” ucapku lalu berjalan mendekatinya lalu memeluknya..

Aku : “Makasih kak,, Aku senang berada disini.. boleh aku stay disini selama beberapa hari kedepan..?” tanyaku kepadanya…

Kak Neta : “tentu,, akan kuceritakan semua tentang Rega saat sekolah dulu,, lagipula aku butuh orang untuk membantuku mencuci popoknya kevin,, hahaha..”

Sialan….. setelah itu kak Neta masuk kedalam,,, aku kembali duduk di meja biliard dan memikirkan Rega,,Kini pertanyaan yang tersisa didalam pikiranku,

masih pantaskah dia kuperjuangkan ?

Setelah aku berjuang sekuat tenaga mempertahankannya Dari Resty, sampai aku melepas urat malu pada diriku sendiri karenal awalnya aku sudah bilang merelakannya untuk Resty, itu yang membuatku sampai kini tidak berani untuk bertemu atau bertatapan muka dengan Resty. , lalu kini aku harus berjuang lagi ? dan harus bersaing dengan Dias? Atau aku harus menyerah dan merelakannya Rega untuk Dias, lalu membuka lembaran baru cintaku dengan pria lain? Tidak mungkin bisa semudah itu..

Dias,

Aku tidak terlalu dekat dengannya, aku lebih dekat dengan Linda sahabatnya daripada dengan Dias. Dulu saat masih sekolah dia adalah sosok wanita yang pintar, baik kepada semua teman, termasuk baik kepadaku, berbeda denganku yang masih pilih pilih dalam berteman. Mungkin itu sebabnya dia sudah dekat dengan Rega sejak sekolah dulu,,sedangkan aku sama sekali tidak ingat Rega pernah sekolah di sekolah yang sama denganku,, hufttt..

Jika harus bersaing dengan Dias, aku tidak ada apa apanya dengan dia. Aku tidak sebanding dengan Dias yang cantik dan anggun, baik dan begitu sempurna menutupi auratnya. Aku jauh dari itu semua, bahkan Rega masih sering mengatakan kalau aku ini wanita yang sadis.. Linda pernah mengatakan kepadaku, kalau Dias sama sekali tidak pernah berpacaran, dan dia akan menjaga kehormatannya sampai menikah nanti. Sungguh wanita yang sempurna,, semua pria pasti suka dengan wanita sesempurna itu, termasuk Rega,, apalagi mereka sudah berteman sejak kecil. Sungguh kisah yang sempurna jika akhirnya mereka bersatu dalam ikatan pernikahan. Astaga,, apakah ini artinya aku harus merelakan Rega untuk Dias?

Memikirkan itu air mataku menetes tak terkendali, karena dalam kebencianku, sejujurnya aku masih mencintainya.

Aku harus bagaimana Bee..? apa aku harus berjuang sekali lagi mempertahankan hubungan ini?

Untuk menjawab pertanyaan itu, aku harus bertemu dengan Linda,, masih banyak yang tidak kumengerti, bagaimana bisa Dias bisa mengatakan cintanya kepada Rega didepan Galih yang seharusnya adalah calon suaminya.. dan juga aku ingin tau sejauh apa hubungan Rega dengan Dias.. setelah aku mendapatkan semua jawaban itu, semua akan menjadi jelas apakah hubungan ini bisa diperjuangkan atau harus diakhiri.

HARI BERIKUTNYA

——POV TS——

Didalam sebuah kamar mandi kecil disebuah flat yang juga kecil di sebuah rumah susun kumuh di pertengahan ibu kota agak kepinggir dikit,,, seorang pria sedang asyik mengabadikan tubuhhnya yang kekar memalui pantulan cermin kedalam beberapa kali jeperetan foto untuk diposting di Instagram pribadi miliknya @james690

Dari hasil latihan keras siang dan malam bertahun tahun menjadi kuli bangunan akhirnya dia berhasil mendapatkan tubuh sekekar itu,, dengan wajah yang sangar, dia cukup ditakuti di lingkungan rusun.. bahkan dia sendiri bilang kalau dia adalah penguasa daerah sekitar komplek itu.. semua orang takut kepadanya, dengan percaya diri dia bilang kalau tidak ada satupun orang di dunia ini yang membuatnya takut…

Dok Dok Dok,, suara pintu kamar mandi digedor sangat keras…

…… : “JAMAAAALLLLL.,. NGAPAIN SIH LU DARITADI DIDALEM,,, BELIIIN MAK CABE DUA REBU DIWARUNGG..”

James : “Iya Mak,,,,” Jawab James dengan cepat mendengar suara emaknya,,,

,

,

Setalah James alias Jamal membeli cabe di warung, dia kembali lagi masuk kedalam kamar mandi,, melepas kembali kaos kusamnya karena sekarang dia akan membuat instastory unyu sambil mengedipkan mata beberapa kali,,,

DOK DOK DOK DOK

…… : “JAMAAAALLLLL,, ADA BANG BILLY….”

Mendengar siapa yang datang, James langsung bergegas keluar kamar mandi dan menemui tamunya tersebut.. tamunya mengajak keluar James dari Rusun ke sebuah rumah kosong tidak jauh dari rusun,, cukup jauh dari keramaian, tamunya sengaja mengajak James kesitu karena mereka akan membicarakan tentang kejahatan.

KillBill : “kenapa sih Mak lu selalu memanggil gua Bang Billy, dikira gw Artis..?”

Mendengar pernyataan KillBill, James langsung beranjak pergi begitu saja,,

KillBill : “eh,,eh,,, mau kemana..?”

James : “Mau tanya emak, kenapa emak selalu memanggil abang kayak gitu,, emag Abang Artis…?”

KillBill langsung geleng geleng melihat kelakuan James,,

KillBill : “Nanti aja tanya nya,,, gw ada pekerjaan buat lu..”

James : “Pekerjaan apa bang,,? Udah lama abang gak ngasih kerjaan ke gw,, siapa lagi ini yang harus gw gebukin,,?”

KillBIll : “gua terpaksa ngajak elu,, populasi preman sudah menipis,, banyak preman yang pensiun jadi artis,,, ..kali ini bukan gebukin orang,,tapi memenggal kepala orang,,”

James : “hah? Ogah ah bang,, seremm,, dikira sapi apa… kenapa gak ditembak langsung aja,,”

KillBill : “hadehh,, itu Cuma perumpamaan tolol…”

James : “Ohhh…oke,,oke,,, jadi bagaimana rencananya,,?”

KillBIll : “Lu tau Danu Wicaksono kan..? dia memberikan pekerjaan ke gw, membunuh seorang wanita didepan kekasihnya,, lalu mengintimadasi pacarnya itu agar memberikan semua yang jadi milik Danu… gw juga gak tau apa yang dimiliki pria itu sampai membuat Danu ketakutan..”

KillBill : “Ketakutan Danu membuat gw berpikir,, kenapa tidak kita gunain apa yang dimiliki pria itu untuk memeras kekayaan Danu…? Ya nggak..? kita bisa mendapatkan uang berlipat lipat dari orang kaya tolol itu,,,,”

James : “woww… Abang memang pintar,,,”

KillBill : “hahaha, dalam dunia bisnis seperti ini, kita harus pintar pintar memutar otak,, kalo kata orang orang jaman sekarang,, thinking out of the box..”

James : “Apa itu artinya Bang..?”

KillBIll : “Gw juga kagak tau… hahahaha…”

James : “hahahaha,,,,”

KillBill : “jadi begini rencananya,, gw akan mengumpulkan yang lain,,, lalu kita culik wanita itu, kita ancam pacarnya agar memberikan apa yang menjadi milik Danu kepada Kita,, setelah kita mendapatkannya,, kita bunuh mereka semua,, lalu kita gunakan apapun itu untuk memeras Danu…”

James : “Cantik gak bang ceweknya,,?”

KillBill : “Gak tau, katanya sih cantik,,, kenapa..?”

James : “gw jadiin istri aja deh bang yah,, kesel gw sama ibu ibu tetangga apartemen, nanyain kapan nikah mulu…”

KillBill : “,ya gak bisa lah,, mereka itu saksi,, mau lu dipenjara..?”

James : “ohh gitu yah,, kagak jadi deh,,, “

KillBill : “tapi lu boleh mencicipi tubuhnya kalo lu mau,,,”

James : “serius bang..? akhirnya setelah sekian lama bisa ngentot juga,,, jadi deg degan gini,,,”

KillBill : “Hadeehh, terserah lu dah,,, nih gw pinjemi pistol ,, lu bisa ngegunainnya gakk..?”

James : “bisa bang,, tenang aja, gw paling jagi kalo disuruh menembak, gw kan lagi main PUBG,,, “

KillBill : “apaan itu..? aahh terserah lu deh,, semantara segini dulu uang yg gua kasih,, ntar setelah semua lancar,, lu bakalan gw kasih uang yang sangat banyak… hahahaha..”

James : “alhamdulillah,, makasih bang,, cukup buat emak naik haji gak bang,,,? Emak ngomel mulu tuh pengen naik haji,,,”

KillBill : “Bisa,, tenang aja,, emak lu bisa naik haji 10 kali… hahaha..”

James : “masih cukup buat jalan jalan ke Jepang gak bang..? ane pengen ketemu naruto,,, atau ke korea aja ya,,, jadi pusing,, enaknya jalan jalan kemana ya Bang?”

KillBill : “aahh gw yang pusing dengerin omongan lu,,, udah ah gw ketemu yg lain dulu…”

.

.

.

HARI BERIKUTNYA

——POV META——

Aku sedikit ragu untuk menekan tombol bel yang menempel di pintu kamar yang ada dihadapanku sekarang ini. Aku takut kalau Rega ada didalam kamar ini. Saat aku masih ragu untuk menekan tombol bel pintu, tiba tiba saja pintu kamar terbuka sendiri dari dalam, lebih tepatnya ada seseorang yang membukanya dari dalam,,

Dia sedikit terkejut melihatku berdiam diri didepan pintu,, tak lama kemudian,,

……. : “kaaakk….” Teriaknya memanggil seseorang didalam kamar.. tak lama orang yang dia panggil menuju pintu dan dia melihat kedatanganku,..

Resty : “Meta….?”

Sekarang ini aku sedang berada disebuah hotel tempat Resty dan adiknya menginap untuk sementara, dan yang membuka pintu tadi adalah Ressa, adiknya Resty….,

Resty langsung memelukku lalu mengajakku duduk diatas tempat tidurnya,

Resty : “Dekk!!”

Resty memberi isyarat kepada Ressa yang masih melihat kedatanganku,,,

Ressa : “Uhm, oke,, aku di kolam renang kalau kamu mencariku..” ucap Ressa, lalu dia meninggalkan kamar,,,

Resty : “Metaa,, kamu tidak kelihatan begitu baik,, Kamu habis menangis..?”

Tanya dia padaku, bagaimana dia bisa tau kalau selama perjalanan menuju kesini aku menangis,, apa kelihatan dari wajahku? Aku sama sekali tidak memperhatikan penampilanku sejak keluar dari kantornya Linda.. ya,, aku baru saja menemui Linda di kantornya dan langsung menuju kesini.

Meta : “aku berhutang maaf kepadamu Ress…” ucapku kepadanya..

Resty : “gpp Meta,, kamu tidak perlu merasa bersalah tentang apa yang terjadi diantara kita, dan sejujurnya,, dia lebih mencintaimu,, aku tidak masalah dengan itu,,,”

Mendengar ucapannya, air mataku kembali menetes,,, setelah mendengar semua penjelasan Linda tentang hubungan Rega dengan Dias,, aku ragu jika selama ini Rega mencintaiku… aku bisa menahan air mataku saat mendengar cerita Linda,, tapi setelah keluar dari kantornya Linda,, aku tidak kuat lagi membendungnya,,, semuanya sudah jelas… Rega dan Dias dekat setelah acara Reuni itu, mereka sering bertemu dan menurut Linda mereka saling mencintai hingga akhirnya mereka terpaksa berpisah karena Rega tau kalau Dias dijodohkan dengan Galih. Linda juga keceplosan menceritakan tentang Dias yang marah kepadanya dan Rega saat Dias memergoki mereka sedang bercinta dikamar kosnya,,, kenapa Rega merahasiakan semua itu kepadaku..? aku jadi merasa seperti wanita bodoh.

Resty : “Meta kamu kenapa..? kamu tidak kesini hanya untuk meminta maaf kepadaku kan,,?” dia khawatir melihatku menangis, dia langsung memelukku lagi, mencoba untuk menenangkanku.

Aku : “aku berpikir dia tidak benar benar mencintaiku Ress,” ucapku dipelukannya.. lalu dia melepaskan pelukannya,,

Resty : “Astaga apa maksudmu? Seberapa buruk yg telah dia lakukan?”

Aku : “aku merasa sejak awal bersamaku dia masih mengharapkan wanita lain,,”

Resty : “apa alasanmu mengatakan itu semua? Aku yakin Rega bukan pria seperti itu,, dia sangat mencintaimu Meta,, dan aku tau itu…”

Aku : “jika dia memang mencintaiku, kenapa dia selalu merahasiakan segala sesuatu kepadaku.. seolah selama ini aku mencintai sebuah tanda tanya besar,,,”

Resty : “Meta..semua orang mempunyai rahasia…mungkin dia menutupinya darimu karena memang dia tidak ingin kamu tau…”

Aku : “tidak untuk yang satu ini Ress,, “

Resty : “Apa yang dia sembunyikan darimu,,,?”

Aku : “ada seorang wanita,, namanya Dias,, dia temanku dan temannya Rega saat SMP… kami bertiga dan satu teman yang lain bertemu saat Reuni,, ternyata Rega dan Dias saling mencintai sejak bertemu di acara Reuni itu,,”

Resty : “Dias..? astaga aku baru ingat,, sebelum Rega dekat denganku dia bercerita kalau mencintai seorang wanita bernama Dias…” ucap Resty sedikit terkejut,,,

Aku : “lihat kan..? dia cerita kepadamu soal Dias,, kenapa dia merahasiakannya kepadaku,,? Jika sejak awal dia bercerita tentang Dias,, aku tidak akan memaksakan cintaku kepadanya, dan aku tidak perlu bertengkar denganmu,, dan kamu harus tau, beberapa hari yang lalu didepan kedua mataku, Dias meminta Rega untuk menikah dengannya…”

Resty : “ya ampun Meta,,, sorry, aku harus mendengar itu semua…”

Aku : “aku tidak mengerti sama sekali dengan dia,, seminggu yang lalu dia seakan membawaku terbang melayang tinggi dengan mengatakan kepadaku tentang bagaimana perasaannya kepadaku… tapi kemudian dia menjatuhkanku kedalam jurang yang sangat dalam dan gelap,,”

Aku : “Aku pikir segala sesuatunya akan membaik Ress, dia semakin dekat kepadaku, perhatiannya semakin bisa kurasakan, aku sempat merasakan cintanya semakin dalam kepadaku,, ketika dia memelukku, kupejamkan mataku,, terasa sangat nyaman,, dan aku tau dia mencintaiku,,, tapi kenapa dia membuatku jadi seperti ini? jika dia benar benar mencintaiku, kenapa dia terus terusan membuat air mataku jatuh..?”

Aku : “Aku akhirnya menyadari, kalau selama ini dia tidak pernah menganggapku sebagai rumah tempat dia kembali,, dia hanya menganggapku sebagai halte tempat persinggahan sementara hatinya, hingga dia bisa datang dan pergi sesuka hatinya,, aku yakin dia mencintaiku sambil berharap bisa kembali bersama dengan Dias.. aku juga yakin dia melakukan hal yang sama denganmu,,,”

Aku : “atau lebih parahnya lagi selama ini dia dekat dengan kita seperti dia sedang menonton film yang hanya dia nikmati sebaik mungkin isinya lalu dia tinggalkan saat muncul tulisan ‘the end’, kemudian berganti menikmati film yang lain… “

Resty : “astaga Meta,, aku tau kamu sedang marah kepadanya,, tapi aku tidak yakin Rega sejahat itu,,,”

Aku : “ya, mungkin aku sedikit berlebihan tentang itu,,,”

Resty : “Apa yang akan kamu lakukan sekarang?” Tanya dia padaku..

Aku : “sepanjang perjalan kesini aku sudah merenungkan semua, aku tidak punya pilihan lain,, aku harus mengakhiri hubungan ini,,, aku sudah lelah dengan dia..”

Resty : “sudahkah kamu mencoba membicarakannya dengan Rega? Kamu harus memberikan kesempatan kepadanya untuk menjelaskan semuanya, Belum tentu semua yang kamu katakan tadi benar,,, Aku tau kamu masih mencintainya,,,”

Aku : “itulah kenapa aku harus mengakhir ini semua Ress, karena seberapa besarnya dia menyakitiku dan betapa besar aku membencinya,, aku tetap tidak bisa berhenti mencintainya..”

Aku : “aku mengalah, aku akan merelakan Rega untuk Dias,,, mereka saling mencintai,, aku sadar diri kalau aku tidak akan pernah menjadi wanita sempurna untuknya,, tidak seperti Dias.”

Resty : “Astaga Meta,, aku tidak merelakan Rega untukmu hanya untuk kau serahkan kepada wanita lain,, dan yang paling penting, kamu harus tau kalau tidak ada yang namanya wanita sempurna,, kamu wanita yang baik, cantik, dan Rega mencintaimu,,,, please bertahanlah, setidaknya biarkan Rega menjelaskan semuanya terlebih dahulu,,”

Aku rasa Rega sudah menjelaskan semuanya saat dia memeluk Dias dihadapanku…

.

.

.

Hari masih sore saat aku masih berada diparkiran hotel tempat Resty menginap, meskipun Resty berusaha menyuruhku untuk bertahan tapi keputusanku sudah bulat.. tinggal satu lagi yang harus kulakukan, setelah itu aku akan terbebas dari situasi ini.

Kuambil handphoneku kucari nama Dias disana,,

Aku : “halo,, Hei Dee,,,” panggilan teleponku langsung tersambung ke handphonenya Dias. Aku berusaha menyembunyikan perasaanku,,,

Aku : “nanti malam kamu ada waktu,,,,?”

Aku : “ahh,, tidak,,cuman ada yang ingin aku bicarakan denganmu,, “

Aku : “ohyah,,? Oke aku tunggu di taman yah,,, bye…”

Aku sudah mengatur pertemuan dengan Dias, dan dia bisa menemuiku malam ini di taman,, aku harus bisa melakukannya.

.

.

.

.

MALAM HARINYA

——POV META—–

Setelah memakirkan mobilku disekitaran taman, kulangkahkan kaki kedalam area taman. Dengan jalan yang sedikit lemas dengan wajah yang tertunduk aku berjalan menyusuri aspal yang biasa digunakan untuk acara acara tertemtu. Sampai akhirnya langkahku terhenti saat melihatnya duduk disalah satu bangku taman itu.

Rega, dia datang lebih dulu daripadaku.. sudah pasti dia akan datang lebih dulu, karena sangat ingin bertemu denganku, akhirnya kami bertemu lagi setelah beberapa hari aku menghindarinya. Dia menyadari kedatanganku, lalu dia berdiri dari duduknya.

Aku sudah sampai disini, tidak ada jalan lagi untuk kembali. Aku harus bisa mengatakannya.. kulangkahkan kembali jalanku mendekatinya, aku tersenyum padanya.. dan dia langsung membalas senyumanku dan mendekatiku..

Rega : “Bee,, aku,,,,,” dia berusaha mengatakan sesuatu tapi dengan cepat kupotong kalimatnya,,

Aku : “ssstt, lepas sepatumu…” perintahku kepadanya, saat aku sudah dihadapanya, kemudian aku juga berusaha melapaskan sepatuku,, dia tampak bingung..

Rega : “hah..? buat apa..?” tanya dia…

Aku : “Uda cepat lepasinn,,” ucapku sambil aku berjalan ke belakang bangku yang tadi didudukinya,,, ke area rumput liar,, lalu kurentangkan tanganku untuk mengajaknya berjalan kearahku..

Setelah dia melepas sepatunya, dia berjalan mendekatiku,, menyambut tanganku,,

Aku : “Berdansalah denganku….” Pintaku padanya…

Rega : “Hahhh..?”

Saat dia masih kebingungan dengan permintaanku,, langsung kurangkulkan kedua tanganku diatas pundaknya, sambil tetap tersenyum memandang wajahnya…

Aku : “Ayolah, apa yang kamu tunggu? Apa kamu lupa dimana kamu harus meletakkan tanganmu?”

Rega : “Uhmm,, aku ingat,,,” ucapnya sambil meletakkan kedua telapak tangannya di belakang pinggangku,,,

Setelah itu Aku berusaha menggerakkan kaki, sedangkan Rega masih kaku,,,

Aku : “ It’s okay,, jangan malu,, hanya ada kita disini.. bayangkan sebuah lagu syahdu sedang diputar dan gerakkan kakimu..”

Beberapa saat kemudian gerakannya sudah mulai mencair, dia bisa mengikuti gerakanku,, kami melakukannya sambil tetap bertatap muka dan tersenyum.. diatas rumput taman dan dibawah indahnya langit malam yang cerah dan penuh bintang kami berdua berdansa, melupakan sejenak masalah kami untuk sesaat. Kami tidak malu dengan beberapa orang yang sedang lewat, kami cuek dengan sekitar, kami hanya saling berpandangan sambil menikmati hembusan lembut angin malam..

Wajah polos itu lagi, entah kenapa saat saat seperti ini melihat wajahnya yang polos membawaku kembali ke hari dimana kami pertama kali bertemu di acara reuni itu. wajah dari seorang pria yang langsung membuatku kagum dengan bentuk wajahnya ketika pertama kali melihatnya, wajah seorang pria yang membuatku jatuh hati kepadanya, dan karena wajah itu juga lah yang telah membawaku hanyut kedalam serangkain kenangan kenangan indah yang tidak akan mudah untuk dilupakan.
Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan setelah malam ini, siksa batin seperti apa yang kurasakan yang akan kujalani hari hari kedepan setelah kukatakan kepadanya untuk mengakhiri semu ini.. daritadi aku meyakinkan diriku sendiri kalau setelah malam ini aku akan baik baik saja, meskipun tidak bersamanya lagi,, tapi, setelah melihat wajahnya, aku tidak yakin akan baik baik saja.​

Aku : “kamu semakin hebat melakukannya,,,” aku memujinya,,

Rega : “yaa, aku sedang berusaha..”

Aku : “Bee, kamu tau kenapa Dansa dinobatkan sebagai tarian paling romantis..?”

Rega : “maybe karena dilakukan antara pria dan wanita…”

Aku : “Ya itu benar, musik yang indah dan busana yang menawan melangkapi kesan romantis bagi penari ataupun yang melihatnya,, selain itu untuk berdansa kamu harus membutuhkan partner, kamu tidak akan bisa berdansa sendirian, dan juga siapapun partner dansamu, kamu harus menganggapnya adalah orang yang paling kamu cintai.. agar kedua pasangan penari menemukan chemistry supaya tercipta gerakan yang indah dan menawan…”

Rega tersenyum mendengar penjelasanku, kemudian kusandarkan kepalaku di dadanya yang bidang, kupejamkan mataku sambil tetap menggerakkan kaki…

Aku : “Bee..”

Rega : “ya..?”

Aku : “Setelah malam ini,, aku tidak akan bisa berdansa lagi untuk waktu yang lama,,, karena setelah malam ini aku tidak punya partner lagi untuk berdansa,,,” ucapku kepadanya,, tidak butuh waktu lami bagi Rega untuk mencerna kalimatku, dan menghentikan gerakannya.

♪ Is this our last dance?

Is this all we have?
Should we walk away at last ♪

Rega : “apa maksudmu berkata seperti itu..?” tanya Rega dengan tatapan yang tajam.

Dengan sisa sisa keberanian pada diriku, kukatakan kepadanya sambil menatap wajahnya,,

Aku : “Sepertinya hatimu terlalu lemah untuk menyakiti, biar aku yang mengawali,, bisakah kita mengakhiri ini semua Bee..? Please..”

Bila memang harus berpisah
Aku akan tetap setia
Bila memang ini memang ujungnya
Kau kan tetap ada di dalam jiwa

Aku tau Rega tidak akan bisa mengakhiri hubungannya denganku, dia tidak akan tega melakukan itu. dia bukan tipe pria yang menyakiti pasangannya secara langsung,, tapi aku tidak bisa terus terusan seperti ini,, mungkin benar yang dikatakan Resty,, kalau dia mencintaiku,,,tapi apa artinya cintanya kepadaku jika masih ada cinta yang lain di dalam hatinya. Resty, Dias, tidak menutup kemungkinan masih banyak wanita wanita lain yang ada didalam hatinya.

Aku menatap kepanikan dari raut wajahnya..

Rega : “Bee,, dengarkan penjelasanku.. Aku minta maaf kamu harus mendengarkan itu semua,, aku seharusnya memberitahumu.. aku benar benar menyesal,”

Aku : “menyesal,,? Kamu seharusnya memberitahuku,, karena itu yang biasa dilakukan sepasang kekasih,, Kenapa kamu tidak pernah memberitahuku sedikitpun tentang Dias,,? Tentang hubunganmu dengannya… atau semua hubunganmu dengan wanita lain,, ”

Rega : “Aku tidak mau menceritakan itu semua kepadamu karena mereka semua adalah masa laluku,, aku merasa tidak ada alasan bagiku untuk menceritakan semua masa laluku denganmu.. karena sekarang aku lebih ingin fokus dengan masa depanku,, dan kamu adalah masa depanku Bee,,, please,, kenapa kamu jadi marah begini sih? Ini hanya masalah kecil,,,kita bisa melaui ini seperti sebelumnya,,”

Aku : “sampai kapan kita akan terus terusan melalui hal semacam ini? hmm? Kamu tega membiarkanku terluka setiap masa lalumu tiba tiba muncul dihadapanku? iya..? kenapa kamu tidak mengerti perasaanku sih?,, dan aku memang wanita bodoh, yang langsung kesal dan marah atas masalah kecil,, tapi bagiku masalah kecil sama pentingnya,, “

Karena aku terlalu mencintaimu Bee, lagipula kenapa dia menganggap ini hanya masalah kecil? Seolah aku kelihatan seperti ratu drama yang membesar besarkan masalah kecil…

Rega : “Aku minta maaf sudah membuatmu terluka, aku sungguh sungguh menyesal, aku tidak pernah bermaksud menyakitimu,,,” ucapnya pelan,, saat kembali kutatap matanya,, ternyata air mata sudah membanjiri wajahnya,,,

Rega menangis?

Aku : “Ayolah,, kenapa kamu tidak bisa membuat ini semudah mungkin,, cukup lupakan aku oke? Aku tau kamu masih mencintainya,, karena kalian berpisah bukan atas keinginan kalian, Linda sudah menceritakan semuanya kepadaku..aku yakin kamu akan bahagia bersamanya…”

Setidaknya setelah ini salah satu dari kita akan tetap bahagia Bee…

Aku : “Terima kasih atas segala yang pernah kamu berikan untukku,, kamu pernah menjadikanku wanita paling beruntung sedunia.. percayalah, aku akan baik baik saja.. oke..?”

Aku masih menyiksa diriku dengan berusaha meyakinkan Rega kalau aku akan baik baik saja,, agar dia tidak terlalu merasa bersalah dan supaya dia bisa merelakanku,

Rega : “please Bee,, aku akan melakukan apapun untukmu agar kamu merubah keputusanmu ini,, jangan seperti ini kepadaku.. Bagaimana aku bisa begitu saja melupakan wanita yang benar benar mencintaiku? Kamu adalah cinta terbaik yang kumiliki,, Satu satunya wanita yang menyayangiku dan paling jujur dengan perasaannya kepadaku.. Bee, aku mencintaimu,,”

Rega memegang kedua tanganku,,,

Rega : “ Dengarkan aku dan percaya padaku,,, Aku lebih memilihmu daripada Dias, Resty, atau semua wanita dari masa laluku karena aku lebih mecintaimu daripada mereka,, kamu satu satunya yang aku inginkan untuk menemaniku mengisi semua lembaran hidupku selamanya, aku tidak mau kehilangamu Bee, aku tidak ingin kehilangan hal yang paling berharga lagi di hidupku,,“

Rega : “please Bee,, aku tau kamu masih mencintaiku,,,”

Aku : “cukup, hentikan semua itu,,, kamu membuatku semakin berat untuk melepaskanmu,,,” perlahan air mataku menetes,, astaga,, kenapa aku harus mengatakan itu kepadanya,,,

Aku : “kamu salah tentangku,, aku tidak mempunyai satu pun hal yang baik dalam diriku,, aku tidak akan pernah menjadi wanita sempurna seperti yang kamu inginkan,, please,,try to forget about us,, kamu akan lebih bahagia dengan dia yang lebih sempurna daripada aku,,,”

Rega : “ Astaga Bee.. oke memang kamu tidak akan pernah menjadi wanita sempurna untukku, dan aku tidak pernah sedikitpun mempunyai niat untuk menjadi pria yang sempurna,, tapi aku akan selalu menyayangimu ketidaksempurnaanmu, begitu juga denganmu yang akan selalu menyayngi ketidaksempurnaanku,, kita mencintai satu sama lain dengan cara kita masing masing,, dan kita akan hidup bersama dengan cara kita sendiri, dengan cara yang sama sama kita inginkan., bagiku itu adalah kesempurnaan yang sebenarnya.. seperti impian kita selama ini..”

Apa yang dikatakan Rega sukses membuat air mataku semakin menetes deras,,,

Aku : “Aku benci sama kamu Bee,, kamu adalah adalah alasan kenapa aku mencintaimu, dan kamu adalah alasan kenapa hatiku sakit dengan membuatku semakin berat melepaskanmu,, berhenti membuatku semakin mencintaimu,,, please stop…”

Ucapku padanya, dengan tangisku yang pecah sambil memukul mukul dadanya… tak butuh lama bagi Rega untuk memelukku, menenangkanku…nyaman sekali pelukannya, sebuah pelukan hangat yang memang diperlukan oleh wanita yang sedang menangis dan sedih hatinya,, beberapa saat kemudian saat aku sudah mulai tenang dari kejauhan aku melihat seseorang datang,, dengan cepat aku melepaskan pelukannya Rega dan mengusapa segala air mataku sebelum orang itu melihatku dan Rega berpelukan seperti tadi,,

Aku : “Dia sudah datang,,,” ucapku pada Rega…

Rega,,, aku tau kamu ingin menjadi hero, mencoba menyelamatkan semua hati yang terluka,, Aku, Dias, Resty, Linda,, atau semua wanita yang pernah hadir dalam kehidupanmu.. tapi kamu harus tau, bahwa ada hati yang tidak akan pernah bisa kamu selamatkan,, karena semuanya sudah terlambat,,,

Akhirnya aku tau kalau kamu memang sangat mencintaiku, begitupun juga dia yang sangat mencintaimu,,, mungkin saat ini tidak ada satu orangpun didunia ini yang membutuhkanmu melebihi aku, aku sangat membutuhkanmu Rega,,, tapi dia juga membutuhkanmu,,,

Maafkan aku karena tidak memperjuangkan hubungan kita, aku memilih mengakhiri semua ini, karena aku mencintaimu,, tapi kali ini aku akan mencintaimu dengan caraku sendiri,,

Rega : “siapa yang datang..?” tanya dia sambil melihat sekeliling,,,

Aku : “Masa depanmu,,,,”

Beberapa saat orang itu datang menghampiri kami,,,

Dias : “Meta,, uhm, Ega kamu juga disini,,,,?” tanya Dias heran, dia pasti bingung melihat Rega ada disini,, karena tadi aku tidak mengatakan kepadanya kalau Rega juga akan datang,,, begitu juga dengan Rega yang pasti kebingungan dengan kedatangan Dias yang tiba2,, aku sengaja menyetting ini semua,, aku ingin malam ini mempersatukan mereka bedua,, dan mengakhiri semuanya malam ini juga.

Rega melihatku tajam, seakan dia bertanya ‘kenapa melakukan ini?’ ,, aku hanya tersenyum kepadanya,,, seakan membalasnya dengan ucapan ‘kenapa tidak?’…

Dias : “EEGGAAA AWAASSS,,,,,” aku dan Rega kaget tiba tiba mendengar Dias berteriak memperingatkan Rega,,, belum sempat memahami apa yang terjadi, tiba tiba seseorang dengan jaket hoodie dan memakai masker entah datang dari mana memukul kepala Rega belakang dengan sebuah tongkat Baseball,,,

Aku : “Beee…”

Rega yang tidak siap langsung terjungkal di tanah dan tidak sadarkan diri,, orang yang menyerang Rega menghampiriku dan langsung membungkam mulutku,,, dia langsung mendekap tubuhku dari belakang,, aku berusaha berontak tapi tenagaku kalah dengan pria itu…

Sesaat kemudian sebuah mobil van masuk begitu saja ke area taman dan berhenti tepat dibelakang Dias,, saat pintu mobil Van itu terbuka,, seorang pria berpenampilan sama dengan memakai jaket hoodie dan masker dari dalam van keluar mendekap dan membungkam mulut Dias juga…dan dua orang lain keluar dari dalam van,, orang yang mendekap Dias berkata;

……. : “yang mana ini bang ceweknya…?” tanya dia kepada seseorang yang terakhir keluar dai dalam van,, hanya orang itu yang tidak memakai masker, seorang pria bertubuh mungil dengan tato ular dilengannya,,,

…… : “akkk sial,, bawa keduanya….” Mendengar perintah orang itu,, Dias langsung dibawa masuk kedalam van,,, orang yang mendekapku juga langsung membawaku menuju mobil mereka, aku melihat Rega sedikit sadar, dia melihatku sedang dibawa masuk kedalam van,,, aku tetap mencoba berontak dengan menggigit tangan orang yang membungkam mulutku,, saat mulutuku terbebas aku langsung berteriak sekencang mungkin memanggil Rega….

.

.

.

——POV REGA——

Kurasakan kepalaku sakit sekali, telingaku berdenging sangat keras,, aku mencoba bangkit… aku melihat Meta sedang didekap seseorang dan membawanya pergi,,, Bibir Meta bergerak seakan berkata sesuatu kepadaku,,, tapi aku tidak bisa mendengar apa yang diucapkannya… di dalam sebuah mobil, aku juga melihat Dias sedang berusaha berontak,, disana dia juga didekap oleh seseorang,,, aku berusaha bangkit…

Lalu sesorang pria dengan tato ular di lengannya yang membawa tongkat baseball,, memukulkan gagang tongkat itu ke kepalaku,, aku pun tersungkur lagi, kepalaku kurasakan semakin sakit,,,,, lalu orang itu dan semua kelompoknya meninggalkanku, bersama dengan Meta dan Dias… aku hanya bisa pasrah melihat mobil mereka meninggalkan tempat ini…

.

.

Bee…

.

.

Dee..

.

.

Hingga akhirnya aku tidak sadarkan diri lagi….

BERSAMBUNG