. Halaman Baru Part 6 | Kisah Malam

Halaman Baru Part 6

0
320

Halaman Baru Part 6

BINTANG UNTUK DIJAGA DAN AIR MATA

–Masih POV EGA—

Resty masih menggandeng tanganku ketika memasuki ruangan besar di lantai 68,, aku sepertinya salah kostum, semua orang disini tidak ada yang berpakaian formal, semua berpkaian santai. Ada yang memakai jaket, kaos oblong, celana sobek2, sandal dll. Sedangkan aku, aku memakai kemeja putih lengan panjang dengan dasi hitam, dan memakai celana kain hitam tentunya dengan sepatu pantofel yang susah payah ku semir kemarin sebelum berangkat ke acara reuni. sedikit yang bisa kugambarkan tentang ruangan ini, pas didepan setelah memasuki pintu masuk, terlihat ada beberapa sofa untuk tamu, dan bar mini. Di sebelah kiri setelah pintu masuk adalah ruangan loker, kemudian disebelah kanan adalah mushola.,. setelah melewati bagian depan,, di balik bar mini ada semacam panggung kecil.. ntah untuk apa ada panggung di dalam kantor,, di bagian tengah ruangan , adalah tempat orang2di lantai ini bekerja,,, ada beberapa meja besar berjumlah 8 yang yang tiap meja diisi 4 pegawai.. kemudian di bagian paling ujung terdapat 8 pintu ruangan, yang akhirnya aku tau itu adalah ruang dokumen.

Waktu aku masuk ruangan ini, terlihat para karyawan sedang sibuk melihat ke layar laptop masing2. Ketika aku masih mengamati detil2 ruangan ini, Resty menarik tanganku lagi, ditariknya aku ke atas panggung yang aku sebutkan tadi,, beberapa karyawan sempat melihat kami,, kemudian Resty mengambil michrophone yang ada diatas panggung.

“ngingggggggg…” terdengar suara khas ketika sebuah mic dinyalakan,,

Sontak saja semua karyawan melihat ke arah panggung,

Resty : “Tes..tes.. Haloo semuanya,, sorry ganggu kalian.. aku mau kenalin anggota baru tim 7, namanya Rega Widyono” semua karyawan bertepuk tangan , Resty tampak senang.. kakiku gemetaran menjadi perhatian orang sebanyak ini,

Kemudian Resty memberikan mic itu kepadaku,

apa yang harus kulakukan?

Aku : “Hai,,semua,,,salam kenal” hanya itu yang bisa aku katakan..

Kemudian Resty menggandeng tanganku lagi ke salah satu meja besar di ruangan ini. “Kenapa harus digandeng sih,”batinku,, seolah Resty ingin menunjukkan ke semua orang di ruangan ini kalau aku miliknya.

Di sana sudah ada 2 orang yang sangat antusias menyambut kedatangan kami,,

Resty : “Ok Ega ini meja kerja kita,,” Kita ? aku dan dia maksudnya ?

Resty : “Kenalin !! ini Andre, dan ini Cyintaa,, eh, maksud aku, shinta” mengenalkan 2 orang tadi.

Andre & Shinta : “haloo Rega,,!!”

Andre : “Salam kenal..”

Shinta : “Mohon kerjasamanya…”

Resty : “Kamu duduk disini ya” ,menunjuk salah satu kursi , “Dan ini kursiku..” memegang kursi di sebelah kursi yang akan aku duduki. Aku sudah mengetahuinya dari tadi kalau itu kursi kerjanya, karena di sekat meja kerjanya banyak tempelan foto2nya.

“Yess, aku duduk sebelah Resty..” semangatku dalam hati..

Obrolanku dilanjutkan dengan Resty memberikan penjelasan tentang semua tugas yang harus aku lakukan disini, suaranya renyah sekali, dia menjelaskan dengan penuh semangat kepadaku. Sambil aku curi2 pandang ke bagian payudaranya. membayangkan apa yang ada dibalik sweater itu, bentuknya, putingnya,, brrrr, penisku menegang membayangkan itu semua.

Resty : “Hallloo… Rega?,, kau masih di dunia ini kan?” sambil melambaikan tangannya di wajahku.

Aku : “Eh,, iya. Apa?” sial, aku melamun, kudengar Rendy dan Shinta tertawa kecil. Resty pun melanjutkan lagi penjelasannya.

Sedikit informasi yang aku ketahui saat sesi interview tentang apa yang akan kukerjakan disini. Aku akan bekerja sebagai “data traffic controller”, tugasku adalah memantau kondisi lalu lintas data yg disediakan perusahaanku bagi pengguna jasa di suatu wilayah tertentu, membuat database, membuat laporan harian, mingguan, bulanan tentang suatu area di wilayah tersebut yang trafict-nya low atau yang rame,, Perusahaan ini bergerak dalam bidang jasa komunikasi. Dari penjelasan Resty, lantai 68 ini khusus sebagai pusat data traffic control,, jadi semua orang yang ada di salam ruangan ini tugasnya sama yaitu sebagai data traffic controller. Setiap meja di ruangan ini yang terdiri dari 8 team, mendapat wilayah pantauan masing2. Jadi semua data traffic di seluruh wilayah nusantara dan internasional dipantau oleh 8 team di ruangan ini. Team 7 mendapat mandat sebagai pemantau untuk wilayah internasional. Internasional kan luas ? kenapa Cuma 1 team yang menangani?. Karena memang pengguna jasa di luar negeri tidak sebanyak di dalam negeri.. jadi meskipun luas,, tapi datanya tidak terlalu banyak.

Resty : “kamu sudah punya paspor Ga? Visa ?

Aku menggelengkan kepalaku pelan,,

Resty : “Segera bikin ya, minggu depan kita berdua ke Singapore, kamu tinggal siapkan segala dokumen persyaratannya saja, biar nanti ada yang menguruskan,”..

What?? Berdua ??

Aku : “Siap..”

Oiya,, disetiap team terdapat team leader, yang tiap minggu ikut dalam meeting progress dengan supervisor di lantai 51, dan Resty adalah leader team 7.

Resty : “Cyinnn,, ikut aku ke bawah yah,,”

Sinta : “berangkaaatt..”

Mereka berdua pun meninggalkan meja,, lagi serius2 mempelajari data2 di laptop. Rendy menyapaku..

Rendy : “woi,, Bro..bro..”

Aku : “ya..? tanpa menoleh le arahnya

Rendy : “gw bilangin di awal ya bro, mumpung belum terlambat,,” dengar kalimatnya membuatku menolehnya.

Rendy : “lu jangan terlalu dekat dengan Resty” kenapa emangnya ? dia gebetanmu? .. pikirku dalam hati

Rendy : “dia itu simpenan bos2 disini”ucapnya sangat pelan.

Aku : “Masa’ Sih?

Apa benar yang diucapkan Rendy?, apa karena itu Resty punya kartu akses lift barang tadi,

Rendy : “Beneran Bro, percaya sama gue,, lama2 lu juga bakalan tau, coba bayangin, masa’ dia yang Cuma jadi team leader bisa tinggal di apartemen mewah, mobil mewah, tas branded,”

Rendy : “kalaupun memang orang tuanya kaya, apa orang tuanya tega anaknya kerja disini?,”

Gak mungkin juga sih,,

Rendy : “Bahkan, gossip yang beredar,, mas2 OB di lantai atas sering memergoki Resty dan salah satu bos lagi begini (tangannya membuat gestur orang lagi ngentot) di dalam ruangan bos itu”

Membayangkan omongan Rendy barusan, membuatku menghayal tubuh indah Resty sedang digenjot bapak2 di dalam ruangan kantor. Woww,,,

Rendy : “pokoknya lu jangan terlalu deket deh,, kalau sampai lu keliatan deket sama dia, dan si bos itu tau.. lu bakalan kerja disini cuman 3 bulan, bahkan bisa kurang dari 3 bulan lu bisa di PHK”

Aku hanya mengangguk2, Waduuh, kok serem yah. Memang sih, siapa coba yang gak ingin memiliki Resty. Menikmati tubuhnya indahnya,,, Yap, hanya orang berduit bisa menikmati itu semua.

Setelah obrolan itu,, Resty dan Shinta sudah kembali ke mejanya . Aku melanjutkan kegiatanku mempelajari semua data2 di laptop, sambil sesekali melirik Resty, membayangkan segala hal tentang Resty yang dientot di dalam kantor, di atas meja kantor, di kursi mioik bos, payudaranya yang naik turun karena dia sedang digenjot, sambil mendesah manja,,”Achhh,, Ega, Fuck me”.. WTF,, knp aku memikirkan itu.., ,,

Saat jam istirahat, , Resty sempat mengajakku mengajak keluar cari makan,, namun aku menolak,, selain karena nasehat Rendy, aku juga ingin fokus dulu mempelajari semua data2 yang ada di laptopku, aku harus berusaha secepat mungkin bisa paham dengan semua ini.

Saat jam istirahat usai, Resty datang membawa makanan untukku.

Resty : “Nih buat kamu,,” Kulihat Rendy melihatku dengan tatapan tajam.. seolah dia bilang “PHK” “PHK”,,

Aku : “Makasih Res,,, ngerepotin aja nih”

Resty : “Cuma makan doang Ga..santai aja lagi”

Resty : “kamu boleh aja bekerja keras, tapi gaboleh telat makan,, ntar masuk rumah sakit loh. Daritadi kamu keringetan, aku jadi khawatir” aku keringetan karena membayangkan tubuhmu,, hehehe

Resty baik sekali, dia sangat peduli sama bawahannya, atau hanya kepadaku? Gawatt

Resty : “uda sana dimakan dulu gih,, keburu dingin”

Dan Akhirnya jam kerja pun usai,, sedikit sedikit aku sudah paham dengan tugasku,,, aku yakin bisa lebih cepat menguasai ini. Aku dan Resty berjalan berbarengan menuju lift,

Resty : “Gimana Ga hari ini? Apa saja yg kamu belum mengerti?”

Resty bertanya sambil kami berjalan berbarengan menuju lift, tapi dia sambil berjalan mundur menghadap ke arahku.

Bukan wajahnya yang kulihat, tapi lagi2 hanya payudaranya yang kulihat,, wowww indah.

Aku : “Besar…”

Resty : “Hah?”

Aku tersadar kalau jawbanku melenceng jauh dengan apa yang ditanya kepadaku,

Aku : “Eh,, anu ini,,, itu,, ehmm, apa tadi?”

Resty, hanya tersenyum dan memutar badannya.. “ahhhhh,, dasar mulut bego” pikirku.

Aku sangat yakin Resty mengerti apa yang aku maksud dengan besar, aku sangat malu sekalii,, semoga dia gak marah. Atau malah dia akan laporkan ke atasan karna telah melecehkannya.. oh tidakk

Kami sudah sampai di deretan lift di lorong lantai ini,salah satu pintu lift terbuka. Kosong,.. setelah masuk lift,, aku sengaja menjauhi Resty dengan berdiri di pojok dinding lift bagian paling dalam,, aku malu dekat2 denganya karena kebodohanku tadi,

Masih turun satu tingkat, pintu lift terbuka, beberapa orang masuk lift,, Resty pun berdiri agak masuk kedalam, beberapa lantai lagi turun, pintu lift kembali terbuka,, kali ini banyak orang yang akan masuk,, semua orang di dalam lift reflek merapatkan dirinya lebih kedalam agar ada tempat bagi yang ingin masuk,

ternyata banyak sekali yang masuk, hingga Resty terdesak ke belakang dekat denganku,, kini Resty ada dihadapanku.. sangat dekat sekali, lagi lagi bisa kucium aroma parfumnya,,, beberapa lantai turun, lagi2 lift terbuka,, dan ada orang yang masuk lagi.. lift jadi penuh sesakk,, Resty sekuat tenaga menahan punggung orang didepannya agar payudaranya tidak bersentuhan dengan orang lain,,

bisa kulihat dr belakang rambut panjang Resty mengintip dari belakang jilbabnya, dsan Akibat terdesak tadi jilbab bagian pundak sebelah kirinya tersingkap,, memperlihatkan pundaknya yang mulus sexy, dan tali branya warna hitam,,, Resty, tau akan hal itu, tapi dia tidak bisa apa2, karena tangannya sedang berusaha menahan orang didepannya.

aku pun berinisiatif membetulkan jilbabnya, Resty awalnya kaget,, tapi sepertinya dia tahu apa yang aku lakukan. Kulihat masih lift masih berada di posisi lantai 53. Tiba tiba Resty, membalikkan badannya kearahku, sepertinya dia capek menahan orang didepannya. Aku sangat kaget dengan apa yang dilakukannya,, kini Resty menghadapku, menempelkan payudaranya yang super di dadaku. Seolah dia lebih memilihku untuk bersentuhan dengan payudaranya daripada bapak2 didepannya tadi.

Sangat luar biasa, walaupun tidak kupegang,, payudara Resty terasa sangat kenyal,, aku merasakan dejavu, sepertinya pernah mengalami keadaan seperti ini dengan Resty.

Aku : “Res..?” aku mencoba menanyakan apakah ini tidak apa2..

Resty : “Sudah gpp Ga, ,”

Cukup lama posisi ini,, aku menikmati saja rejeki tak terduaga ini,, hehehe

Karena tidak ada yang menahan bapak2 tadi, orang itu berdiri semakin ke kebelakang,, punggung orang itu mendesak punggung Resty semakin maju ke arahku,, dia terhimpit 2 laki2.

Melihat itu, kutahan punggung bapak itu agar tidak mendesak Resty, cukup lama keadaan seperti ini terjadi,, aku tidak berani melihat wajah Resty. Hingga ahhirnya lift terbuka di lantai 1.

Aku dan Resty saling berpamitan,

Resty : “see u Ga,, bye2”

Aku hanya tersenyum,,

Sesampainya di Kost, kubuka pintu kamarku.. kunyalakan lampunya.. tapi tidak mau menyala. “oiya, masih pulsa listrik belum terbeli” aku pun beranjak turun menemui penjaga kost untuk membeli pulsa listrik. Saat aku kembali ke kamar, lampu sudah menyala, kuhempaskan tubuhku ke Kasur. Kulihat hapeku, ternyata ada pesan masuk., sebuah pesan dari Dias.

Reflek aku bangun, merubah posisi dari terlentang menjadi duduk.. segera kubaca pesannya.

Dias : Gimana hari pertama Kerja? Lancar?

Dia menanyakan hari pertama kerjaku,, aku sangat senang sekali,, aku pengen mendengar suaranya,, nekat kutelpon dia.

Dias : Assalamualaikum,

Aku : Waalaikum salam,

Aku : apa aku mengganggu?

Dias : Gak kok, santai aja.

Dias : Kamu lagi dimana? Apa masih kerja?

Aku : ini sudah dikost, barusan pulang..

Dias : Sama dong kita,, belum mandi yah?

Aku : hehehe kamu tau aja,,

Dias : dasar cowok,, oiya, tempat kost kita gak seberapa jauh kan?

Aku : sepertinya sih iya, knp? Apa aku boleh main kesana?

(Pleaseee Tuhan, aku pingin bertemu dengannya malam ini)

Dias : Boleh2,, kesini aja. Aku tunggu yah,,

AKu : Oke,,

Dias : Hati2 dijalan,

Aku : siap.

Aku langsung loncat loncat kegirangan,, setelah mandi, segera kupacu motorku menuju kost Dias.

“Seharusnya bener ini,,,” batinku,, akau sudah sampai di sebah rumah yang dibentuk seperti terdiri dari kamar2.. kubuka hapeku, ternyata Dias memngirimkan pesan lagi,,

Dias : kalau sudah sampai, langsung masuk aja,, cari kamar nomor 19.

Hmmm, aku langsung disuruh masuk ke kamarnya, apa yang akan terjadi nanti? Pikiranku melayang ke mana2.,,

Setelah aku menemukan kamar nomor 19, kuketuk pintunya pelan. Tak lama kemudian pintu terbuka.

Aku kaget dengan apa yang kulihat , yang mebuka pintu bukan Dias, tapi si Linda,,,

Linda : “Loh,, Ega? Kok bisa disini?”

Linda saat itu sangat sexy sekali, dia memakai … ehmm. aku tidak terlalu mengerti jenis2 pakaian wanita. Ini penampilannya,,

Apapun yang dipakainya itu tidak bisa menahan payudaranya gedenya,, seolah payudaranya berontak ingin lepas menghirup udara bebas. Hehehe

Luar biasa tubuh Linda,, sungguh,,sungguh menggiurkan.

Aku : “Loh?, ini bukan kamar kostnya Dias?” tanyaku penasaran

Linda : “iya betul ini kamarnya Dias,….. dan kamarku juga”

Hahhh ? Ternyata Dias dan Linda tinggal satu kost dan satu kamar,,

kemudian Dias menyapaku dari dalam kamar,

Dias : “Egaaa..”

Aku dan Linda menoleh ke dalam kamar,

Linda : “kamu menyuruh Ega kesini Dee.,?

Dias hanya mengangguk, sambil menahan tawa menutupi mulutnya…

Linda : “Ih,, dasar,,,kok gak bilang2 sih” Linda menuju ke arah Dias sambil mencubiti perutnya Dias,,

Dias : “ampun Lin,, ampun..” sambil tertawa

Linda mengejar Dias yang bergerak kesana kesini untuk menghindari serbuan Linda,, “mereka sangat akrab sekali,,”. Pikirku dalam hati

Dias : “udah sana mandi dulu Lin,, kamu gak malu daritadi diliatin Ega”

Gawat,, Dias menyadari kalau aku daritadi memperhatikan Linda,, siapa juga yang bisa berpaling dari payudara jumbo milik Linda, hehehe, hari ini sungguh2 mataku disuguhi pemandangan payudara yang sangat indah milik Resty dan Linda.

Linda : ”biarin,, weeeek” sambil menjulurkan lidah ke arah Dias.

Dias : “Yuk Ga kita jalan,.”

Linda : “kalian mau kencan,,,? Cie..ciee,,,”

Dias : “Kepo,, Yuk” sambil menarik lenganku meninggalkan kamar kost mereka.

Dias mengajakku ke arah jalan Raya dekat kostnya, sampai saat ini aku tidak tau dia mengajkku kemana, sepanjang perjalanan tidak henti2nya dia tertawa mengingat kejadian tadi.

Dias : “Maafin ya Ga, aku gak bilang kalau aku sekamar dengan Linda, aku pengen memberi kejutan buat dia, soalnya daritadi di kantor dia keliatan Bete”

Aku : “iya gpp kok,, hehe, aku juga baru tau kalo ternyata kalian satu kantor”

Dias : “Aku dan dia sejak dari SMP, SMA, Kuliah, selalu bersama, bahkan kita kerja di tengah di tempat yang sama, mungkin sudah takdirnya aku dan dia selalu bersama, aku sudah anggap dia sebagai sodaraku sendiri”

AKu : “Memang kelihatan sih, kalau kalian sangat dekat sekali, aku salut dengan kalian masih bisa akur sampai sekarang”

Dias hanya tersenyum,, nah inii tempat kerja kita Ga,, aku dan Dias sedang berada di depan sebuah Gedung yang cukup tingggi,, cukup dekat dengan kost mereka berdua,, hanya perlu berjalan kaki tidak sampai 5 menit sudah sampai.

Dias : “Sebenarnya dulu hanya Linda yang kost disitu, karena keluarganya pindah ke kota sebelah, satu kota dengan rumahmu yang sekarang, Linda mengajakku untuk ikut tinggal di kost itu, karena dia kesepian di Kota ini, ”

Ohh,, jadi begitu, Aku juga heran waktu Dias bilang kalau dia Kost di kota ini, karena memang rumahnya juga di kota ini, tapi memang jauh sih kalau dari sini..

Dias : “Jadi,, bagaimana tadi di tempat kerja?”

Dias : “Tungguu,, ceritakan sambil makan,, yuk kutraktir disana” menunjuk ke arah seberang jalan

Diseberang jalan tempat kami berdiri ada tempat makan yang cukup besar. Berhubung jalan yang masih padat,, reflek Dias menggandeng tanganku saat kami menyeberang jalan.

“Dag..dig..dug..” aku sangat gugup saat dia memegang tanganku.

Kami sudah duduk di sebuah meja yang mengahadap jalan raya, Dias sedang memilih makan pada menu yang dia pegang,,, kulihat wajahnya,, manis sekali, sungguh menyejukkan siapapun yang melihatnya.

Cukup lama kuperhatikan, kemudian Dias menyadari kalau aku sedang memperhatikannya.

Dias : “ada yang salah denganku?” tanyanya

Aku : “eh gak kok,, hehehe”

Dias : “hmmm, asal kamu tau, wanita sangat sensitive dengan tatapan pria” dia tersenyum,

Aku malu keg ep memlihatnya,, kemudian memanggil pelayan untuk memesan makanan,

Dias mengajakku berfoto mengabadikan kebersamaan kami dengan selfie disini.

Sambil makan aku ceritakan tentang hari pertamaku kerja, tentunya tidak kuceritakan part waktu di lift dengan Resty, hehehe.

Sedari tadi Dias yang lebih banyak ngomong, dia banyak bercerita tentang pekerjaanya, tentang Linda dll. Aku dengarkan semua ceritanya sambil memandang wajahnya, sungguh indah karunia Tuhan.

Dias : “kamu gak capek dengerin aku ngomong terus dr tadi?”

Aku : “gpp kok, terusin,, aku suka mendengar ceritamu” dia hanya tersenyum, sangat indah senyumannya

Dias : “Hey,, mau lihat sesuatu yang indah?”

Aku : “Aku selalu ingin melihat sesuatu yang indah.. eh apa?”

Dias : “yukkk..”

Dan kami kembali kesini, didepan gedung kantor Dias dan Linda,, dia menyuruhku menunggu di luar, dan dia meninggalkanku menuju pos security, tak lama dia menghampiriku dan mengajakku masuk,,

aku penasaran apa yang ingin dia tunjukkan kepadaku.

“TINGGG”

Pintu lift terbuka,, aku dan Dias berada di Lantai paling atas gedung ini. Kemudian ditariknya tanganku ke arah tangga darurat, dan kami menuju tangga yang mengarah ke atas, ke bagian paling atas dari gedung ini.

Aku : “Wow,, ini sungguh luar biasa”

Dias : “aku sering kesini saat Linda pergi dengan Mantannya,, sejujurnya kamu orang pertama yg aku ajak kesini”

Aku merasa tersanjung dengan ucapannya,, kulihat pemandangan kota dari atas gedung,, perpaduan lampu2 dari gedung dan jalananan menyajikan pemandangan yang sangat sexy.

Dias : “bukan pemandangan yang itu yang ingin aku tunjukkan,,”

Dia duduk di suatu tempat yang lebih tinggi di atap gedung ini,, dia menyuruhku duduk di sebelahnya. Kemudian dia menjatuhkan tubuhnya ke belakang pelan. Aku ikuti gerakannya,,,

Jadi ini yang ingin dia tunjukkan,, terlihat kemilau bintang bintang di langit yang saat itu tampak cerah. Benar benar sangat indah jajaran bintang2 membentang di setiap kemanapun aku memandanginya, bagaikan layar raksasa ., sangat tenang sekali, kurasakan kedamaian dalam hatiku.

Dias : “Di sini satu2nya tempat dimana kau bisa bebas melihat bintang bintang tanpa ada yang menggangu.

I’m telling you​

Aku : “Wow..Sungguh mengagumkan”

I’m softly whisper​

Dias : “Ya,, aku tahu”

Tonight

tonight​

Aku menoleh ke arah Dias, kulihat wajahnya,, kupandangi wajahnya.

You are my angel​

Terlihat sangat senang sekali dia melihat bintang bintang itu.

I don’t need a reason​

Tangannya di gerakkan keatas,

I just want you baby​

Dias : “Aku akan mengambil satu,,,”

Alright alright

Day after day​

Aku tersenyum mendengar ucapannya,

Wherever you are, I’ll always make you smile​

Dias : “Boleh kupinjam tanganmu?”

Wherever you are, I’m always by your side​

Tanpa persetujuanku , dia meraih tanganku,, dia menulis sesuatu di telapk tanganku..

Whatever you say, kimi wo omou kimochi​

“Sejak kapan dia membawa pulpen itu,,” batinku

Dias : “Nih,, aku berikan bintang yang kuambil tadi untukmu,,, tolong dijaga ya”

I promise you “forever” right now​

Kulihat telapak tanganku,

Wherever you are, I’ll never make you cry​

dia menggambar bentuk bintang disana,, aku tersenyum

Wherever you are, I’ll never say goodbye​

Aku : “Siap,,,”

Whatever you say, kimi wo omou kimochi​

Dias : “Makaasih..” dia tersenyum dan kembali memandang langit.

I promise you “forever” right now​

Tak kusangka,, seumur hidupku aku tidak pernah merasa seperti ini,,,perasaan apa ini. apa ini yang dinamakan jatuh cinta?

Bokura ga deatta hi wa futari​

Kuingat saat pertama kali kita saling bertemu, aku langsung jatuh cinta

ni totte ichiban me no kinen no subeki hi da ne​

Hari itu merupakan hari yang paling berkesan dalam hidupku,

Soshite kyou to iu hi wa​

Hari ini pun demikian,

futari ni totte niban me no kinen no subeki hi da ne​

Akan kukenang hari ini seumur hidupku, karena hari ini aku jatuh cinta lagi kepadamu,

Kokoro kara aiseru hito​

Seseorang yang aku cintai dari hatiku

Kokoro kara itoshii hito​

Seseorang yang aku sayangi dari hatiku

Kono boku no ai no mannaka ni wa itsumo​

Cinta yang kumiliki ini, yang ada di dalam belahan jiwaku

kimi ga iru kara​

Kamu akan selalu ada dilamnya

DI TEMPAT LAIN.

–POV LINDA—

Badanku letih sekali, suhu badanku meninggi,, apa ini akibat kelakuan Andre semalam dan tadi pagi..? setelah sekian lama aku tidak bercinta,, sekalinya melakukannya badanku langsung sakit semua..

Sudah jam 9 Malam, kemana mereka Dias dan Ega ?

Kubuka hapeku,, kuputuskan untuk membuka Instagram,, kulihat foto2 update terbaru dari orang2 yang aku follow.. eh ini update nya Dias,, dia sedang ada di restoran depan,, Dias meng upload beberapa foto kebersamaanya dengan Ega, aku tap 2 kali foto2 itu,, lalu aku kasih comment “Lucu…” aku tersenyum..

Aku scroll lagi kebawah,,

DEG,, jantungku berdetak kencang

Cukup lama aku memperhatikan sebuah foto,, foto cowok cewek sangat mesra sekali.

Tak terasa air mataku menetes,, “Secepat ini..?” itu adalah foto mantanku,, dia sudah mendapatkan penggantiku. Air mataku semakin deras meluncur di pipiku,, “tega..”. kutaruh hapeku,

Kemudian aku tidur sambil tetap menangis,, Sampai aku tertidur.

–POV DIAS—

AKu : “Makasih ya Ga,,” ucapku saat dia sedang mengeluarkan motornya dari parkiran kostku.

Ega : “Aku yang makasih, karena sudah diajak melihat sesuatu yang indah”

Aku : “jangan kapok main kesini yah,,”

Ega : “Tentu,, besok lagi?”

Hihihihi Ega pengen kesini lagi besok,

Aku : “PIntu kamarku selalu terbuka buatmu..” kugoda Ega,, kulihat mukanya memerah, polos sekali dia

Aku : “Aku tunggu besok yah,,,

Ega : “siap,, bye, salam buat Linda”

Aku : “Iyaa,, ati2 Kabari kalau sudah nyampek Kost”

Sambil jalan menuju kamarku,, aku mengingat ingat tadi jalan sama Ega,, dia masih sama seperti yang dulu, masih malu2,, dan sama seperti sulu Sepertinya dia masih tertarik kepadaku.. hihihi,, Ega,, Ega,,, dia pasti sangat senang jalan denganku tadi,, “aku juga senang kok Ga jalan sama kamu, aku merasa nyaman disampingmu.”

Kubuka kamarku, kulihat sepertinya Linda Sudah tidur,,, Kubuka Hapeku, ada beberapa pesan, Salah satu pesan itu dari Bundaku,,

“Dee,, Ayahmu menyuruhmu minggu depan untuk pulang. “Mereka” akan datang”

Aku terkejut membaca pesan dari ibuku,,, air mataku menetes di pipiku,,

“hiks,, Hiks,,”

Tangisankiu membuat Linda Terbangun

Linda : “Dee,, Kenapa?”

Kuberikan handphoneku ke Linda,, setelah membacanya dia memelukku.

Linda :”sabar ya Dee..”

BERSAMBUNG

Daftar Part

Cerita Terpopuler