. Halaman Baru Part 55 | Kisah Malam

Halaman Baru Part 55

0
282

Halaman Baru Part 55

ORDINARY LOVE

——-POV REGA——–

Sudah sekitar satu jam perjalanan yang aku lalui bersama dengan Resty menuju suatu tempat dimana adiknya berada. Mobilku menuju ke arah Barat kota ini menuju kota tetangga, sebuah kota yang sedang bersiap untuk berkembang menjadi kota besar. Di kota ini masih bisa ditemui Hutan dan daerah dengan sawah dan semak semak.

Resty : “Aku tidak pernah punya cita2 hidup seperti ini Ga,, Menjadi simpanan pria yang sudah beristri, awalnya aku takut… selalu khawatir jika suatu saat hubungan terlarang ini akhirnya diketahui istrinya dan dianggap menjadi perempuan perebut laki orang…..” ucap Resty disebelahku..

Resty : “Tapi perasaan seperti itu semakin lama semakin memudar,, karena aku tau itu memang sudah resiko menjadi istri simpanan,,, selama dia pintar2 menyembunyikanku dari istri dan anak anaknya aku rasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan,, apalagi sejak aku merasakan ‘keuntungan’ menjadi seorang wanita simpanan,, aku tidak perlu melayaninya setiap hari,, dia hanya datang ke apartemen paling banyak 2 hari dalam seminggu.., dia selalu menuruti apapun yang kuminta kepadanya, apartemen, mobil, membelikanku barang barang mahal, mengajakku ke tempat tempat yang saat kecil tidak pernah kuimpikan untuk bisa pergi ke tempat tempat itu.. dompetku juga semakin tebal karena uang yang rutin tiap minggu dia berikan kepadaku..,apa aku terlihat seperti pelacur saat mengatakan itu semua sebagai keuntungan? Ya,,, aku memang terlihat seperti seorang pelacur….”

Resty : “Dibalik semua keuntungan yang kudapat, mau tidak mau aku harus menuruti segala permintannya tanpa dia harus meminta dua kali, harus ‘sedia’ kapanpun dia membutuhkan tubuhku,, tidak peduli meskipun saat itu aku sedang tidak mood ataupun saat sedang sakit, aku tetap harus melayaninya… sebenarnya dia tidak terlalu mengekangku, aku masih diperbolehkan kuliah dan dia memberikan pekerjaan untukku saat kuminta kepadanya,, Cuman kadang dia memang sedikit pencemburu,,, dia memintaku untuk berhijab padahal aku belum siap memakainya”

Resty : “Tapi sebulan belakangan ini dia selalu kasar kepadaku, aku juga tidak bisa bebas kemana mana, dia mengambil mobilku dan menyuruh orangnya untuk mengawasiku,, tapi aku yakin dia melakukan itu bukan karena cemburu kepadamu, tapi agar aku tidak kabur karena saat ini aku digunakan untuk pemulus bisnisnya…. Tidak pernah sedikitpun aku mengira akan jadi seperti ini pada akhirnya,, aku ingin mengakhiri ini semua… apalagi sejak seminggu yang lalu dia tanya tanya tentang adikku,, aku takut adikku kenapa2,,, aku tidak akan membiarkan orang itu ketemu dengan adikku, cukup aku saja yang hidup seperti ini,, itu sebabnya aku menyembunyikan adikku di tempat yang agak jauh,,,, ”

Adiknya Resty cewek..? dan orang itu mulai mengincar adiknya…. Benar benar tidak bisa dibiarkan.

Resty : “Seandainya dulu ada pilihan lain,,, aku tidak akan memilih jalan hidup menjadi wanita simpanan…” ucapnya sedih..

Aku : “ya,, aku juga pernah merasakannya…” ucapku singkat kepadanya dengan masih fokus menghadap jalan raya yang malam ini masih macet.

Resty : “Hahh? Kamu pernah punya istri simpanan,,? Kamu uda pernah nikah Ga…?” tanya Resty penasaran.

Aku : “hehe bukan,,, aku pernah jadi selingkuhan wanita yang sudah bersuami”

Resty : “hmm,,, Seriuss…?”

Aku : “yupp,,, wanita itu adalah dosenku, seorang dosen muda yang cantik,, kami pernah jalan keluar berdua dan menghabiskan malam berdua meskipun aku tau dia sudah punya suami dan seorang anak anak yang lucu..”

Resty : “Anak-anak..?”

Aku : “haha iya,, anaknya dua tapi kembar… tapi sebenarnya alasan dia dekat denganku karena suaminya terlebih dulu menyelingkuhinya,,…”

Resty : “saat itu kamu hadir sebagai pahlawan ,,, iya..?”

Aku : “hahaha, intinya setiap orang yang mau mencari selingkuhan ataupun mau jadi pasangan selingkuhan pasti punya alasan mereka sendiri sendiri terlepas itu alasan yang tidak benar atau alasan yang hanya jadi pembenaran dari perbuatannya,,,, aku ingin tau apa alasanmu… kamu tadi bilang karena adikmu,, apa yang terjadi..?” tanyaku padanya..

Resty : “Aku mengenal orang itu sejak aku masih sekolah, dia membantu ekonomi keluargaku dengan membantu membiayai sekolahku dan adikku di kota sebelah.. saat aku akan masuk SMA,,seorang diri aku mendatangi rumahnya,, aku mohon kepadanya untuk membantuku mencari pekerjaan , aku ingin sekolah sambil bekerja biar bisa lebih membantu keluargaku mencari uang untuk makan dan untuk pengobatan adikku.”

Pengobatan adiknya..?

Resty : “sejak kecil kami hidup serba kekurangan.. keluargaku tinggal disebuah kamar kecil dibelakang sebuah rumah besar, tempat tinggal kami lebih kecil dibandingkan dengan pos security rumah besar itu,,… orang tuaku hanya seorang pekerja serabutan dan tukang cuci rumahan,,, untuk makan saja kami harus berbagi sepiring berempat,, di hari hari tertentu kadang kami terpaksa tidak makan seharian.. pernah beberapa hari aku rela tidak makan agar adikku bisa makan supaya dia bisa meminum obatnya,, aku rela kelaparan dan tidak bisa tidur karena lapar sambil kedinginan ditengah malam,, adikku divonis sakit kronis diusianya yang masih kecil,, ayahku hanya bisa pasrah , ibuku cuman bisa menangis dengan keadaan adikku… aku selalu berusaha tegar dihadapan adikku padahal sebenarnya dalam hatiku aku hancur,, aku sedih kenapa adikku yang selalu ceria harus menderita seperti itu,, aku selalu memohon pada Tuhan agar penyakit adikku dipindahkan ke tubuhku,,,,” Resty menceritakan masa lalunya sambil meneteskan air mata,,

Aku pernah dengar cerita yang hampir sama, mungkinkah adiknya Resty adalah seseorang yang saat ini sedang kupikirkan,,,

Resty : “saat aku sedang kuliah, penyakit adikku semakin parah,, dia koma… aku panik, aku tidak tau apa yang harus aku lakukan, aku tau tabunganku yang selama ini aku kumpulkan untuk membeli obat adikku tidak akan cukup untuk membiayai perawatan adikku, aku hampir putus asa tapi aku tidak mau menyerah,, aku harus mendapatkan uang untuk perawatan adikku, aku tidak ingin adikku pergi untuk selamanya,,,… saat itulah aku mendatangi orang itu lagi… kukatakan padanya kalau aku butuh uang banyak dan aku akan melakukan apa saja untuk mendapatkan uang itu,,,dan dia mau membantuku asal aku mau menjadi istri simpanannya,, tidak perlu berpikir lama aku langsung bersedia dengan tawarannya. Aku rela menjual harga diriku asal aku bisa melihat senyum adikku lagi,,,,, “ Resty semakin bersedih,,, sambil menyetir, kupegang tangannya

Resty : “sebenarnya saat itu ada pilihan lain,,, teman baikku saat kuliah,, Meta kekasihmu,,,yang selalu membantu ekonomi keluargaku tau akan kegelisahanku …. Meta bertanya kepadaku apa yang terjadi,, tapi aku tidak mengatakan apa2 kepadanya, karena aku tau dia pasti akan membantuku,,, tapi aku tidak bisa terus terusan dibantu olehnya, hingga akhirnya aku lebih memilih ke tempat orang itu…. dan kini saat adikku sudah sembuh dan bisa tersenyum, orang itu mau merampas senyum adikku… aku tidak akan membiarkannya, aku akan melindungi adikku meskipun dengan nyawaku…”

Ditengah perjalanan kuhentikan laju mobilku,,, Resty melihatku seolah bertanya kenapa berhenti,,,,, Mungkinkah adiknya Resty adalah,,,,

Aku : “Ressa…?” mendengar ucapanku Resty terkejut…

Resty : “bagaimana kamu bisa tau nama adikku? Dari Meta? Padahal kuminta padanya untuk tidak memberitahu siapapun kalau aku mempunyai adik,,,,”

Sekarang gantian aku yang terkejut mendengar ucapannya…

Aku : “jadi benar adikmu adalah Ressa…? Bagaimana keadaannya sekarang Ress,,? Apa benar dia sudah sudah sembuh dari penyakitnya..?” tanyaku panik kepadanya…

Resty : “ii..iya… aku kan tadi bilang kalau adikku sudah sembuh….”

Aku : “Ya Tuhan terima kasih,, terima kasih,,,,” ucapku sambil menutup wajahku dengan kedua tanganku,,, tidak kusangka ternyata Resty adalah kakaknya Ressa…

Aku : “kita harus cepat cepat ke tempat adikmu,, aku ingin segera bertemu Ressa, karena sudah lama aku tidak bertemu dengannya…” ucapku sambil melajukan lagi mobilku…

Resty : “Ada apa sebenarnya..? Kamu kenal adikku…?” tanya Resty heran kepadaku….

Aku : “Ressa temanku saat sekolah,,, teman sebangku,, kisah masa kecilmu dan tentang keluargamu pernah diceritakan Ressa kepadaku….”

Resty : “Teman sebangku..? jangan2 kamu ini si culun yang selalu diceritakan Ressa …?”

Aku : “ya… dulu dia selalu memanggilku seperti itu,,,,,”

Resty : “astaga,,,,” dia sangat terkejut dengan kenyataan ini,,,

.

.

.

Ada apa dengan hari ini ? Semua Pertemuan ini sungguh tidak pernah kuduga sebelumnya. Memang sih, tiap orang punya jalan dan tujuannya masing-masing dan suatu saat persimpangan hidup akan mempertemukan mereka, entah dengan orang yang baru dikenal atau yang sudah pernah bertemu sebelumnya,, Dihari pertama aku kembali ke kota ini aku bertemu dengan Resty, lalu dia membawaku untuk bertemu dengan Meta yang sedang terbaring di Rumah sakit. Disana aku begitu kaget dengan kenyataan bahwa Meta adalah adik dari Kak Neta, wanita yang dulu pernah dekat denganku, dan kami sempat mempunyai momen bersama…. Gokil Nggak..?

Dan sekarang ini Resty mengajakku untuk bertemu dengan adiknya yang ternyata adiknya Resty adalah Ressa, sahabatku saat SMA yang sudah kuanggap sebagai adikku sendiri yang dulu dibawa kakaknya saat dia sedang koma karena tumor otak yang dia derita. Bertahun tahun tidak ada kabar, Aku sangat merindukan Ressa dan berharap bisa bertemu lagi dengannya dan sempat mempunyai niat untuk mencari Ressa namun belum pernah terlaksana.

Coba kalian bayangkan…! Bagaimana pertemuan-pertemuan ini bisa terjadi? Apakah ini sebuah kebetulan atau memang ini adalah kehendak Tuhan? Sebelum aku dekat dengan Resty dan Meta,, aku terlebih dahulu dekat dengan dengan Saudara mereka, Kak Neta dan Ressa, ternyata di suatu persimpangan hidup, aku bertemu dengan seseorang yang masih berhubungan dengan orang yang pernah kutemui dipersimpangan yang lain yang pernah kulewati.

Mobilku baru saja berhenti didepan sebuah rumah kecil dekat dengan Hutan. Rumah ini adalah rumah paling ujung di dalam sebuah komplek perumahan yang tadi kami lewati..

Resty : “Sudah seminggu ini aku terpaksa menyembunyikan Ressa disini agar Orang itu tidak bisa menemukannya, sebelumnya Ressa tinggal didekat Rumah Sakit,, karena meskipun dia sudah dinyatakan sembuh tapi dia masih harus tetap kontrol…” ucap Resty saat keluar dari mobilku…

Kami berdua langsung masuk ke dalam rumah kecil ini.

Resty : ”Ressa..?…” ucap resty memanggil adiknya saat sudah memasuki rumah ini.

Ressa : “Iya kak..” kudengar suara seorang wanita yang menjawab panggilan Resty dari dalam rumah,, aku masih belum bisa memastikan suara itu adalah suara Ressa, karena aku sudah lupa bagaimana suaranya.

Resty : “kemarilah,,!!…”

Dan seseorang keluar dari dalam rumah,

Ressa : “tumben mal……….” Ucapannya tidak dilanjutkan saat melihatku,,,

ternyata memang benar dia adalah Ressa temanku, sahabatku, adikku yang dulu pernah dekat denganku.. . Sepertinya dia sedang makan, karena saat ini dia sedang menggenggam paha ayam goreng di tangannya. ,, dia masih doyan makan seperti dulu…

Ressa kaget Melihatku berdiri di sebelah kakaknya, beberapa detik aku dan Ressa hanya diam saling memandang,, aku atau mungkin juga dia saat ini sedang mengingat kembali kenangan kenangan masa lalu saat kami bersama. Aku mengingat kembali pertemuan pertamaku dengannya saat dia terbaring lemah di ruangan UKS, sebuah awal pertemuan yang membuatku peduli dengannya karena rasa simpati dengan kondisi dan keadaannya saat Adit bilang dia adalah perekk di sekolah…. dari perasaan peduli kemudian berlanjut dengan rasa ingin menjaganya saat kuingat dia dipaksa Galih dan gengnya padahal dia masih lemas,,, aku ingat saat itu aku dihajar habis2 oleh gengnya Galih karena mencoba menahan Ressa. Rasa simpatiku kepadanya semakin dalam menjadi sebuah rasa empati saat akhirnya dia bercerita kalau dia sedang sakit dan terpaksa mencari uang dengan cara2 kotor untuk membeli obatnya sendiri,, aku tidak jijik dengannya, malahan aku merasa kagum dengannya, meskipun cewek ternyata dia lebih kuat dariku mungkin lebih kuat daripada kalian semua,,, seorang diri dia berjuang menjalani hidup ditengah keterbatasan dan penderitaan yang dia alami sejak kecil tanpa mengharapkan belas kasihan dan bantuan dari orang lain,, sejak saat itu aku berjanji kepada diriku sendiri kalau aku akan selalu menjaga Ressa dan membantunya berjuang melawan penyakitnya.

Ressa : “Culunnn…?”

Langsung kuhampiri Ressa dan kupeluk dia sangat kuat, tak terasa air mataku menetes saat akhirnya bisa bertemu dan memeluknya lagi.

Aku : “iya ini aku Ress,, “

Ressa : “Kok kamu jadi gak culun sihh ..?” tanya dia padaku dengan polosnya..

Aku : “,,, dari dulu memang aku gak culun tau’,,,,, aku khawatir denganmu Ress,, kami semua khawatir denganmu… kami semua merindukanmu…” ya,, tidak saja hanya aku yang merasa sangat kehilangan Ressa,, Adit, Amel, Winry, Mira dan Rein juga merasakan hal yang sama.

Ressa : “maaf ya Ga sudah bikin kamu dan kalian semua khawatir,,,,, sekarang aku sudah sembuh loh…” ucapnya sambil tersenyum dan melepaskan pelukanku

Ressa : “sebenernya aku ingin kembali ke kota sebelah dan aku tidak sabar ingin memberitahu kalian semua kalau aku sudah sembuh… tapi tuh kakakku gak ngebolehin aku kesana…” ucapnya sedikit sewot…

Resty : “kamu kan masih harus tetap kontrol disini,,,,,”

Ressa : “Huh,,,,oiya kakkk.. ini Culun yang selalu aku ceritakan padamu,,,,” ucapnya pada Resty..

Ressa : “Dan Rega,,, ini kakak yang paling kusayangi yang dulu sering kuceritain,,,, dan kok kamu datang kesini bersama dengan kakakku..? kalian sudah saling kenal..?” tanya dia padaku..

Aku : “ehmm,,, aku dan kakakmu,,,,,”

Resty : “Kami teman sekantor Dek,,” potong Resty cepat,,,

Ressa : “Hahh,,? Seriusan.,?…” aku hanya menganggukan kepalaku…

Dia memelukku lagi,,,,,

Ressa : “aku senang sekali bisa bertemu denganmu,,,,,,ayo kekamar,,, !! ceritakan semuanya tentangmu dan teman2 yang lain,,,,” dia menarikku masuk kedalam rumah,, aku melihat Resty,,, dia menganggukkan kepalanya kearahku..

.

.

.

Didalam kamar berukuran kecil ini aku dan Ressa ngobrol banyak,, aku bercerita semua apa yang terjadi padaku sejak lulus SMA dan cerita tentang teman2 yang lain, Ressa terlihat antusias dan kelihatan senang mendengarku bercerita sesekali dia menimpali ceritaku dengan tertawa dan rasa sedih karena menyesal tidak bisa menyaksikan hal hal yang kuceritakan padanya..

Setelah hampir 2 jam aku bercerita,, saat ini aku dan Ressa diatas tempat tidur,, saling berhadapan memiringkan tubuh kami,, kubiarkan dia membelai wajahku sambil senyum2…

Ressa : “Kamu tidak memakai kacamata lagi..?” tanya dia padaku,,

Aku : “sudah lama aku tidak memakainya,, saat itu Winry mengajakku untuk operasi Lasik seperti yang pernah dia lakukan sebelumnya, jadi aku tidak perlu memakai kacamata lagi..,, katanya winry,, aku akan lebih kelihatan tampan tanpa memakai kacamata…”

Ressa : “iya sih kamu jadi ganteng bangettt,, tapi kamu jadi gak culun lagi… aku lebih suka kamu culun,,, culun tapi mesum,,, hahaha… btw,, dari semua yang kamu ceritakan tadi, kamu tidak sedikitpun bercerita tentang Winry,, kalian pernah dekat? Dan bagaimana kabarnya sekarang…?”

Huffftt….. kutegakkan tubuhku diatas ranjang menghadap langit langit kamar ini.

Aku : “iya kami dulu sangat dekat,,, tapi sekarang Winry….ehmm,, Akan aku ceritakan di lain waktu,, atau mungkin nanti teman yang lain yang akan bercerita.. jujur aku tidak sanggup mengatakannya… kuharap kamu bisa mengerti..”

Ressa : “isshh jadi penasaran kan,, Winry baik2 saja kan Ga…?”

Aku hanya bisa mengangguk kearahnya tanpa menjawab pertanyannya…. Maaafkan aku Ress,, aku tidak bisa bercerita yang sebenarnya tentang Winry,, Kemudian Ressa mendekatkan tubuhnya kepadaku… mendekatkan wajahnya ke wajahku dan dia bicara sangat pelan.

Ressa : “kamu cerita apa saja kepada kakakku tentangku saat sekolah dulu..?” bisiknya sangat pelan kepadaku..

Aku : “aku belum bercerita apa2 kepadanya….”

Ressa : “kumohon jangan ceritakan semua yang kulakukan saat Sekolah dulu padanya,, aku tau dia tidak akan marah kepadaku meskipun tau yang sebenarnya,,,, tapi aku tidak ingin dia sedih… apalagi akhir2 ini dia kelihatan murung,,,”

Aku : “iya,, akuu tidak akan mengatakan apa2… akan kuceritakan apa yang perlu dia dengar jika dia bertanya kepadaku…” balas biskku kepadanya,,

Ressa : “makasih ya Ga,,,, suatu saat nanti aku akan cerita sendiri padanya ketika keadaan kami sudah baik,,, kamu tau kalau kakakku jadi istri simpanan orang..?”

Aku sedikit kaget dengan pertanyaan Ressa,,

Aku : “kamu juga tau…?”

Ressa : “sudah lama aku tau dan dia sendiri yang bercerita kepadaku saat kupaksa bercerita dapat dari mana uang untuk membiayai pengobatanku yang pasti sangat mahal… aku merasa bersalah Ga sama kakakku,. dan saat sekarang aku sudah sembuh, kakakku masih belum bisa lepas dari orang itu,, sampai kapan dia akan selalu berkorban untukku? Dia sudah mengorbankan masa mudanya untuk bekerja keras mencari uang demi keluargaku dan membeli obatku, dia juga mengorbankan masa depannya dengan menjalani hidup sebagai istri simpanan, menanggung sendiri semua beban dan resikonya, mengorbankan perasaannya,.,,meskipun uangnya banyak,kakakku tidak akan pernah bahagia,,, itu semua dia lakukan karena aku,,,… “

Ucap Ressa sambil meneteskan air mata merasa bersalah kepada Resty yang berkorban untuknya,,… kubelai wajahnya…

Aku : “jangan sedih,,,, itu semua dia lakukan karena kasih sayangnya kepadamu Ress,,, kalau Rein berada diposisi seperti kakakmu,, Rein pasti juga bakal melakukan hal yang sama,,, dia pasti juga akan rela melakukan apa saja untukku,,, kamu jangan pernah merasa bersalah, karena dia memang melakukan itu semua untukmu, tidak pernah sekalipun merasa terpaksa melakukan itu semua karena dia begitu mencintaimu,,,

Cinta seorang kakak kepada adiknya memang bukan cinta yang luar biasa seperti cinta antara sepasang kakasih yang penuh dengan romantisme dan kisah asmara,,, tapi bagi yang bisa merasakannya,, Cinta seorang kakak kepada adiknya lebih berharga dari cinta sepasang kekasih, karena cinta mereka tulus tanpa dibuat dibuat,, dari rasa cintanya kepadamu itulah timbul rasa untuk selalu menjagamu, dan yang dilakukan Resty adalah bentuk naluri seorang kakak untuk berkorban demi menjaga adik yang sangat dicintainya…”

Aku : “kakakmu adalah wanita yang hebat,,, kita sama sama mempunyai seorang kakak yang hebat dan kuat,,, yang harus kamu lakukan adalah untuk selalu tersenyum didepannya,, karena dengan melihat senyummu dia akan merasa perjuangan dan pengorbanan yang dia lakukan selama ini tidak sia sia… karena hanya untuk selalu melihat senyummu, dia mau melakukan itu semua”

Ressa tersenyum kepadaku…

Ressa : “hmmm baiklah aku akan selalu tersenyum didepannya agar dia tidak sedih,,,,, kakakku kan ada dua,, kamu dan Resty,,,, hihihi… kamu bisa membantu kakakku…?”

aku mengangguk mendengar pertanyaannya,,,

Aku : “aku sedang mengusahakan sesuatu,, semoga semuanya berjalan lancar,,,.. “

Ressa : “dan setelah berhasil,,, kamu mau menikah dengan kakakku kan,,,?”

Eh,,,,?

.

.

SEMENTARA ITU DITEMPAT LAIN DI WAKTU YANG SAMA,

Lagi,,,, Aku Rega akan mewakili penulis untuk menggambarkan situasi yang terjadi pada Amel.

Malam ini di ruangan yang sama seperti tadi sore dengan tiga orang yang sama juga seperti tadi, Amel duduk bersebelahan dengan ‘Partner’ dihadapan Mr. X., jarak mereka hanya dipisahkan oleh sebuah Meja besar yang terbuat dari kayu jati kualitas paling bagus . Sejak 10 menit yang lalu Mr. X hanya diam memandangi Amel yang sedang membuang mukanya ke samping dengan kedua tangannya disilangkan di bawah kedua dadanya. Suara detik jarum jam mini di atas meja Mr. X yang sedang bergerak terdengar begitu nyaring ditengah kesunyian.

TIK TOK TIK TOK TIK TOK TIK TOK

Mr. X : “Katakan Apa yang terjadi…!!” Ucap Mr. X lirih.

Akhirnya ada yang bersuara di tengah tengah keheningan diantara mereka bertiga. Tapi tidak ada diantara Amel dan partner yang menjawab Mr. X, mereka berdua masih bungkam dengan apa yang terjadi dimana seharusnya malam ini mereka berdua sedang melakukan pengintaian terhadap seseorang.

BBBRRAAAAAAKKKKKK

Tiba2 saja Mr. X menggebrak mejanya dengan sangat keras, Amel dan partner sempat kaget dengan reaksi Mr. X yang tiba tiba..

Amel : “Shitt,,,” ucap Amel lirih…

Partner : “ehmm….tadi…..” Partner mencoba mengatakan sesuatu tetapi dipotong oleh Amel cepat,

Amel : “Kami kehilangan target….” Ucap Amel tegas.

Mr. X : “Lagi….. ‘Kami kehilangan target lagi’.. itu yang harus kamu ucapkan…!!!” sindir Mr. X kepada Amel…

Mr. X : “ Awasi dari jarak jauh, ikuti kemanapun dia pergi,,,simple bukan ? se-simple itu dan kalian tidak bisa melakukannya,,?? ” ucap Mr. X dengan berapi api

Partner : “Saat kami sampai disana, dia sudah tidak ada,,,” ucap Partner membela diri

Mr. X : “Oh Yah..? Atau memang dia tidak pernah ada disana… ehmm,, apa yang tadi kamu bilang Mel,, info yang akurat..? hmm? BULLSHITT… dia lebih pintar dari kalian, bisa saja dia membuat sinyal sinyal palsu agar kalian melacaknya disana tapi sebenarnya dia ada ditempat yang lain,, kalian sudah mempertimbangkan kemungkinan itu? Atau kalian memang bodoh..?”

Amel terlihat emosi dengan apa yang dikatakan Mr. X, tapi kali ini dia tidak bisa membantahnya atau melawannya, dia menyadari kalau memang operasi pengintaian yang dia lakukan tadi tidak membuahkan hasil seperti yang dia harapkan dan Amel tau kalau dia bakal kena semprot Mr. X.

Mr. X membuka laci mejanya, tempat dimana dia menyimpan asbak kecil. Dia taruh asbak itu diatas meja lalu dia mengambil bungkus rokok di celananya kemudian diambilnya sebatang rokok dari bungkus itu dan ditaruh di mulutnya, lalu menyulut ujungnyanya dengan zippo yang diambil dari saku celana yang lain. Ujung rokok itu terlihat lebih membara ketika Mr. X menghisapnya dengan kuat dengan bibirnya, dan seketika asap keluar dari mulut Mr. X. dia kelihatan begitu menikmati tarikan pertamanya, merasakan nikotin sudah mencapai otaknya yang membuatnya begitu rileks.

Mr. X : “aku sudah melaporkan kegagalanmu ini ke Boss, aku bilang kepadanya kalau kamu bukan orang yang tepat untuk pekerjaan ini dan menyarankan agar kamu tidak diberikan tugas dilapangan lagi.. Tapi……..” Mr. X diam sesaat sebelum melanjutkan perkatannya.

Mr. X : “aku heran,,, Boss masih percaya padamu bahkan saat aku sudah memberberkan semua fakta2 kegagalanmu kepadanya,,,,,, ini hanya antara kita bertiga saja… apa yang sudah kamu lakukan dengan boss sampai dia begitu percaya kepadamu..?”

Amel tau arah kemana perkataan Mr. X, dia semakin terlihat emosi mendengarnya…

Amel : “FUCKKK YOU…..” Ucap Amel dengan sangat emosi….

Mr. X : “oke..oke… baiklah kalau kamu tidak mau mengatakannya,,,” ucap Mr. X dengan tenang..

Mr. X : “sekarang,, aku akan memberikanmu target yang lain yang lebih mudah untuk orang2 bodoh seperti kalian…” ucap Mr. X sambil menaruh sebuah Map dimeja.

Amel kemudian berdiri dari tempat duduknya,,,

Amel : “aku akan mencarinya sampai ketemu….” ucapnya lalu pergi begitu saja meninggalkan ruangan Mr. X,,.

.

.

.

Partner : “Mel.. Amel….. mau kemana…?” tanya partner kepada Amel saat Amel akan membuka pintu mobilnya,,

Amel : “Pulang…… “ ucap Amel datar saat sudah masuk kedalam mobilnya,, tapi partner tetap menahan Amel dengan berdiri didekat pintu mobil, terpaksa Amel menurunkan kaca pintu mobilnya….

Partner : “Apa yang kamu butuhkan..? istirahat? Minum? Atau sebuah pelukan..?”

Amel : “ohh Fuck You,,,jangan harap aku akan mau tidur dengamu lagi,,,”

Partner : “hehe tidak ada salahnya dicoba,,, kenapa tidak kamu ambil tawaran tadi…? Kita cari target lain,, lupakan dia.. !! masih banyak target2 lain yang lebih mudah untuk ditemukan….!”

Amel : “dengarkan ya,,, ini tugas pertamaku,, dan aku tidak ingin gagal di tugas pertamaku…. Aku akan mencarinya sampai ketemu… karena aku sendiri yang memilih dia sebagai targetku,,,,,, shitt, padahal aku yakin tadi dia ada disana,, kenapa tiba2 saja dia menghilang…”

Partner : “Kamu percaya hantu Mel..? rumor mengatakan dia pernah meninggal karena sebuah kecelakaan… entah bagaimana dia bisa bangkit dari kematian,, itulah kenapa dia dijuluki ‘The Spectre’ …. ”

Amel : “Ya aku tau itu,, Selain memiliki pengetahuan yang luar biasa dan memiliki kecerdasan diatas rata2, dia juga ahli dalam menyelinap dan bersembunyi, tidak pernah meninggalkan jejak seolah dia tidak pernah menapakkan kakinya di bumi,, seperti hantu…hfff.. satu hal yang benar dari perkataan orang brengsek tadi, dia lebih pintar dari kita…. Ada juga rumor yang mengatakan dia itu tidak nyata, hanya sebuah simbol yang dibuat oleh sebuah organisasi… itu makanya kita tidak pernah mendapatkan wajah pastinya seperti apa.. bahkan kita tidak tau jenis kelaminnya, usianya,,, kita mengejarnya hanya dengan berbekal info dari komunitas dan kicauan burung2… kita benar benar seperti mengejar hantu,,, tapi aku yakin dia itu nyata,,, ”

Partner : “kita butuh bantuan orang lain Mel untuk menghadapinya..…”

Amel : “siapa..?”

Partner : “ustad… hantu kan takut sama ustad….. hahahaha…”

Amel hanya diam memandangi partner yang sedang tertawa karena candaannya sendiri..

Partner : “gak lucu yah..? ayolah Mel,, tersenyumlah sedikit,,”

Amel : “bukan waktunya untuk bercanda,,, menurutmu apa yang dia lakukan di tempat itu…?“

Partner : “makan lah,, tempat itu kan restoran…”

Amel : “Bodoh,, kenapa dia jauh2 datang ke kota ini hanya untuk makan direstoran… menurutku dia sedang bertemu dengan seseorang…”

Partner : “hmm? Siapa….?”

Amel : “pertanyaan yang bagus,,, siapa yang ditemuinya di kota ini, yang membuatnya harus terpaksa muncul ke permukaan,,, mungkin kita bisa menemukan hantu itu jika tau siapa yang ditemuinya…”

DDDRTTTTTTT… DRRRTTTTTTTTTT

Handphonenya Amel berdering dan bergetar…. Dia langsung mengangkat panggilan masuk di hapenya,,,

Amel : “halo,, Rega..?”

Ohhh ternyata yang menelpon Amel adalah Rega,,, ehh,,,? Itukan aku yah.,… wkwkwk ..

.

.

——POV REGA——

Aku : “Oke Mel,, Bye… see you soon..,,,,”

Baru saja aku selesai menelepon Amel setelah sebelumnya aku menelpon Adit,, aku katakan kepada mereka berdua kalau aku sudah bertemu dengan Ressa,, aku mengirimi mereka fotoku tadi berdua dengan Ressa supaya mereka lebih yakin dan percaya… Sudah pasti Adit dan Amel sangat senang mendengar berita ini,mereka bilang tidak sabar untuk betemu dengan Ressa lagi.. dan kami janjian untuk bertemu dan berkumpul bersama sama lagi tapi tidak untuk waktu yang dekat ini,,, mereka berdua sedang sibuk,, yang penting mereka sudah lega mendapat kabar tentang Ressa.

Kupandangi wajah Ressa yang sedang tidur,, wajahnya begitu damai,,,

setelah ngobrol panjang lebar akhirnya dia tertidur mungkin juga karena pengaruh obat yang dia minum.. kuusap rambut panjangnya.,.,. akhirnya keinginan dan mimpinya untuk sembuh dari penyakitnya bisa tercapai,,, Terima kasih Tuhan kau telah memberikan kesembuhan kepada wanita ini,, semoga dengan ini berakhir semua penderitaannya dan penderitaan kakakknya,, mereka pantas mendapatkan kebahagiaan setelah bertahun tahun menjalani masa masa sulit.

Sudah hampir tengah malam, aku harus segera ke,,,,, eh? kemana ya? Aku belum punya tujuan di kota ini,,, satu satunya tempat yang aku pikirkan untuk tidur ya kembali ke kost lamaku,, aku sudah membayar sewa untuk satu tahun penuh,,, harusnya aku masih bisa tinggal disana.. saat keluar dari pintu utama rumah ini.. aku melihat Resty sedang berdiri berpegangan pagar beranda depan rumah, pandangannya lurus kedepan… dia sudah tidak memakai jilbabanya,, kira2 apa yang sedang dia pikirkan, apakah dia sedang mimikirkan orang itu yang harusnya Resty tidak boleh lepas dari pengawalan orang2 suruhannya,, atau dia sedang memikirkan cintanya kepadaku yang hanya sepihak… Hfftt…

Aku : “Ress…? Kok diluar? Dingin banget loh…” ucapku kepadanya,,, dia langsung ,melihat ke arahku…

Resty : “eh,, Ressa sudah tidur,,,? Hmm..Kamu mau kemana,,?” tanya dia padaku,, dia melihatku sedang membawa jaket …

Aku : “iya Ressa sudah tidur,, mau kembali ke kost atau biar aku cari hotel aja di kota…”

Resty : “Sudah malem Ga,, tidurah disini,,,kamu bisa tidur di kamar satunya,, biar aku tidur dengan Ressa..”

Hmm,, haruskah kuterima tawarannya Resty untuk bermalam disini? Resty mendekatiku kemudian tiba tiba dia memelukku…

Resty : “makasih ya Ga telah menjaga adikku saat sekolah dulu,, Ressa selalu bercerita kalau dia punya kakak lain yang selalu menjaganya dan selalu baik kepadanya,,, aku sangat berterima kasih kepadamu”

Aku : “Terima kasih juga sudah menjadi kakak yang sangat hebat untuk Ressa, pengorbananmu sungguh luar biasa Ress,,sampai akhirnya Ressa bisa sembuh… ternyata selama ini yang menjadi alasan Ressa untuk tidak menyerah dengan penyakitnya adalah kamu,,,, kalian berdua adalah wanita wanita hebat yang pernah kukenal… aku kagum dengan perjuangan kalian untuk survive, kalian sudah hampir sampai diujung jalan yang gelap,,, cahaya yang sangat terang akan kalian dapati didepan sana…”

Resty : “Jalanku masih terasa gelap Ga,,,selama aku masih terikat dengan orang itu,, kami berdua masih belum bisa tenang,,, malahan akhir akhir ini perasaanku tidak enak… aku merasa hal yang buruk akan terjadi… aku takut Ga…”

Itukah alasan dia murung akhir akhir ini? Seperti kata Ressa.. seperti kata Meta tadi,, itu sebabnya Meta menyuruhku untuk menemani dan menghiburnya malam ini…

Aku : “Jangan berpikir seperti itu,, tidak ada hal buruk yang akan terjadi…” ucapku sambil tetap memeluknya…

Resty : “EGa,,, apa kamu mau sekarang juga bawa aku dan Ressa pergi sejauh mungkin dari sini., meninggalkan semua ini, dan tidak perlu lagi kembali kesini,,, aku janji akan selalu menuruti permintaanmu,, aku bisa memperlakukanmu lebih baik dari Meta Ga.. Pliss !”

Pelukan kami terlepas dan kami saling berpandangan… Resty benar benar sudah putus asa, aku tidak tau apa yang menyebabkan dia menjadi seperti ini,, mungkinkah semua ini akibat perlakuan orang itu kepadanya yang akhirnya membuat mentalnya Resty down seperti ini.

Aku : “Resty,, tak akan kubiarakan hal yang buruk terjadi kepada kalian,, aku janji…!”

Resty : “Janji…? maafkan aku bicara seperti itu,harusnya aku tau,, kamu tidak bakalan bisa meninggalkan Meta demi aku”

Aku : “Bukannya aku gak mau pergi denganmu karena Meta,,, tapi lari bukanlah sebuah kebebasan,, kamu tidak perlu menghadapinya sendirian,, ada aku, Meta,,, kita hadapi ini bersama sama,,”

Resty : “Aku cuman takut Ga…” ucapnya masih kelihatan gelisah,,

kupegang kedua lengannya yang masih tertutupi kemeja lengan panjang,,,

Aku : “Kamu bisa memegang janjiku,, aku akan menjagamu dan Ressa,,,”

Kami masih berpadangan,,, lalu Resty mendekatkan wajahnya ke wajahku dengan sedikit memaksakan berdiri dengan ujung kakinya karena postur tubuhnya yang tidak setinggi badanku dan dia mencium bibirku. Beberapa detik dia menmepelkan bibirnya di bibirku tapi aku tidak bereaksi.. mengetahui tidak ada reaksi dariku,,, dia melepaskan ciumannya…

Resty : “maaf,, tidak seharusnya aku melakukan itu lagi,,,,” ucapnya kepadaku…

Aku : “Ress,,,,?”

Resty : “Tunggulah sebentar,, akan aku siapkan kamarnya biar kamu bisa istirahat…..” ucapnya sambil berjalan masuk ke dalam rumah..

Sial,,, kenapa aku tadi diam saja,,, hadeeeh,, jadi serba,,,

.

.

♪ Your heart is on my sleeve
Did you put there with a magic marker?
For years I would believe
That the world couldn’t wash it away
 ♪

.

.

Kulihat Resty memasuki kamar yang lain di rumah ini,, mungkin ini kamar yang biasa dipakai Resty tidur jika dia mengunjungi adiknya…. pintunya sedikit terbuka dan aku masuk kedalam kamar itu… sebuah kamar yang tidak begitu besar dengan tempat tidur dari kayu biasa,, yang hanya cukup untuk satu orang,, disebelah tempat tidur ada sebuah lemari kayu tua….. di dalam kamar ini, Resty sedang menghadap ke lemari pakaian yang terbuka dan dia membuka satu persatu kancing kemeja warna putih yang dipakainya sampai akhirnya terlepas,,masih membelakangiku dia melepas bra nya juga… Resty kini sudah topless lalu dia menarik ke bawah celana jeans ketat yang tadi dia pakai sampai terlepas juga dari kakinya… sekarang Resty hanya memakai panties ketat yang tidak bisa menutupi besarnya bongkahan bokongnya,,, kedua tangannya masuk ke dalam kolom kolom lemari mungkin sedang mencari baju ganti,,,,

Aku melihat dari belakang betapa indahnya tubuh Resty yang tanpa memakai baju,,, warna kulit yang putih,, bokong yang besar, pinggang yang ramping sedikit berisi,, meskipun tidak begitu tinggi,,, seandainya Resty agak tinggian,, dia pasti akan terlihat lebih sempurna seperti Rein,,, tapi,, menurutku tubuhnya Resty yang begini saja sudah sangat indah,, ibarat motor ni,, tubuhnya Resty itu kayak motor sport Ducati,, yang membuat setiap lelaki ingin menaiki dan mengendarainya…

Kulihat Resty sudah menemukan yang dia cari di lemari itu,, dsebuah tanktop warna hitam yang langsung saja dia kenakan,, tapi sebelum tanktop itu sepenuhnya menutupi tubuh Resty,, kudekati dia,, dan kupeluk Resty dari belakang dan langsung kukecup pundaknya, sedangkan tanganku mengusap usap perutnya disekitaran pusarnya… Resty merasakan kegelian saat bibirku mencumbu tiap jengkal pundak dan lehernya,, kedua tangannya memegang tanganku yang sedang mengusap usap perutnya,,,

Resty : “Emphh,,,,,”

Lalu kugerakkan satu tanganku agak keatas, pas dibagian bawah salah satu payudaranya,, lalu kumainkan jariku di sela sela payudaranya…. kemudian perlahan kunaikkan lagi tanganku dan berhasil menyentuh payudaranya yang besar ini dari belakang sambil tetap kucumbu bagian belakang lehernya Resty,,, saat aku mulai meremas payudaranya,, Resty berbalik badan dan tiba2 mendorongku dengan sangat kuat sampai tubuhku terdorong ke tempat tidur dan kini aku duduk di tepian tempat tidur..

Resty menutupi bagian puting payudaranya dengan lengannya,,,

Resty : “aku gak mau kamu terpaksa melakukannya hanya karena kasihan kepadaku,,,,” ucapnya datar…

Tuh kan akhirnya semua yang kulakukan ke Resty jadi serba salah…

Aku : “Aku gak bermaskud sepert itu Ress,,,,”

Resty membalikkan badannya, membenarkan tanktopnya dan keluar dari kamar ini,,, kurobohkan tubuhku kebelakang berbaring di tempat tidur menghadap ke langit2 kamar sambil berpikir…

Hffftt…Lebih baik sementara ini aku tidak terlalu dekat dengan dia yang masih mencintaiku, daripada kehadiranku hanya membuat perasaannya semakin terluka karena tidak bisa memilikiku.. aku bangkit dan menuju keluar kamar dan berencana untuk pergi dari tempat ini,, biar besok aku akan kembali kesini lagi.

Saat membuka pintu kamar, aku dikejutkan dengan Resty yang sedang berdiri tepat didepan pintu kamar ini,, dia memalingkan wajahnya kesamping,,

bisa kulihat nafasnya yang tidak teratur terlihat dari dadanya yang kembang kepis dengan cepat. Mungkin saat ini didalam hatinya sedang terjadi pertempuran yang sengit. di satu sisi dia tidak ingin mengkhianati sahabatnya karena dia bilang sendiri sudah merelakanku untuk Meta dan tidak akan merebutku dari Meta,,, tapi disisi lain dia tidak bisa menahan gelombang gairah yang saat ini dia alami dan rasa rindu akan belaian dari orang yang sangat dicintainya,, dengan hanya diam di depan pintu,sepertinya Resty kesulitan menentukan pemenang pertempuran di dalam hatinya. Kalau memang dia kesulitan menentukan siapa pemenangnya,, biar aku menentukan siapa pemenangnya..

Kupegang wajahnya, dia akhirnya menoleh kearahku, dia menantapku dengan mata yang sendu.. kudekatkan wajahku dan kucium bibirnya,, kali ini aku yang beraksi,,,, tapi Resty mendorong tubuhku lagi…. Dia menatapku lagi dengan mata yang sayu…

Aku : “jangan ditahan Ress,abaikan dulu semua masalahmu, lupakan Meta sejanak,,, anggap saja malam ini hanya ada aku dan kamu, seperti dulu…,,”

Kembali kudekatkan wajahku ke wajahnya, menempelkan bibirku ke bibirnya Resty yang tipis,,, kali ini Resty menerima ciumanku,, bibirnya juga ikutan beraksi mencumbu bibirku,,, kemudian ciuman kami terlepas,,, kutarik tubuhnya untuk masuk kedalam kamar dan kututup pintu kamar ini… masih berdiri saling berhadapan, Resty memegang bagian bawah bajuku dan ditariknya keatas sampai lolos dari tubuhku… setelah bajuku terlepas,, Resty mendorong tubuhku pelan ke tempat tidur dan aku sudah terlentang disana.. Resty merangkak diatas tubuhku dan menciumku lagi… sambil tetap berciuman,, kuraba pinggulnya Resty yang sedang nungging diatas tubuhku… Resty mendapatkan lidahku dan dia hisap sekuat mungkin menimbulkan rasa geli yang membuat penisku menegang…

Setelah ciuman kami terlepas,, tubuh kami berdua berguling diatas tempat tidur,,, gantian dia yang terlentang dibawah tubuhku,,, kupandangi wajahnya yang sedang tersenyum melihatku…

Gemas melihat payudaranya yang sangat besar itu langsung kuremas dengan kedua tanganku dengan kuat dari luar tanktopmya..

Resty : “ssshhhh,,, remesss terusss Gaa….. akhhhhhhhh”

Mulut Resty terbuka merintih keenakan,, langsung kugigit bibirnya yang tipis menggemaskan itu,,,, sambil tetap meremas kedua payudaranya,,, lalu kucumbu lehernya,, merasakan wangi tubuh Resty yang menggoda….

Resty : “empphhh,,,,”

Lalu tubuh kami berguling guling lagi,,, gantian dia diatas tubuhku lagi lalu Resty menegakkan tubuhnya,,,aku juga ikutan menegakkan badanku.. kumasukkan tanganku kedalam tanktopnya,, meraba raba perutnya,,, kusingkap bagian bawah tanktopnya keatas sampai diatas payudaranya,,, kusentuhkan tanganku di kedua kulit payudaranya,, sedikit mengangkat payudaranya merasakan betapa berat dan kenyalnya payudara besar ini..

Resty : “Tanganmu dingin banget sayang,,,,, ssshhh…”

Resty menarik tanktopnya keatas sampai terlepas dari tubuhnya… kemudian Resty memegang salah satu payudaranya dan dia mengarahkan payudaranya itu kewajahku dan aku langsung mengecup lembut putting susunya yang sudah menegang….. beberapa kali kecupan di putingnya membuat Resty memejamkan matanya dan kepalanya menghadap keatas dengan mata yang terpejam,,, lalu dia memegang kepalaku dan mencium bibirku lagi…. Sambil tetap kuremas remas payudaranya… setelah itu ciuman kami terlepas lagi,,, kemudian dengan nakal kubuka panties ketat untuk mengintip bagian kewanitaan yang indah itu,,, tapi Resty menahan tanganku dan dia tersenyum kepadaku,,,

Lalu Resty mendorong pelan tubuhku,, sampai aku terbaring lagi diatas tempat tidur… dia menarik kebawah celanaku… dan melepaskannya,, lalu dia melepaskan CD yang kupakai… Resty bisa langsung melihat penisku yang sudah sangat tegang…. Dan tanpa ragu dia mengulum bagian kepala penisku sambil mengocok bagian bawah penisku dengan tangannya….

Resty : “emmpph,,,, emmphhhhh…. sllurrrpppp”

Aku : “Ahhh… uhh…”

Bibir tipis Resty menjilati bagian kepala penisku dengan lembut dan sangat terampill,,, sumpah enak bange merasakan penisku yang sedang dimanjakan mulutnya Resty,,,

Resty : “emppphhh,,,,, Slurrppp…”

Resty sedang tersenyum melihatku yang merasakan kenikmatan,, lalu dia mengeluarkan lidahnya dan menjilati penisku dari bawah sampai ke bagian atasnya…diakhiri dengan usapan lidahnya tepat di bagian lobang keluarnya segala cairan dari penisku.. aku langsung merinding dibuatnya ketika dia menjilati bagian itu,,,,

Setelah itu bergantian kudorong tubuhnya kebelakang, Tubuh Resty pasarah terbaring diatas tempat tidur,,,, kulepaskan pantiesnya, lalu kubuka kakinya lebar lebar,, dan Resty menekuk kakinya…. Dan inilah dia,,, Vagina atau memeknya Resty yang sangat indah,,

Bukan hanya aku yang beranggapan seperti itu, aku ingat kedua orang yang waktu itu ada diapartemennya Resty juga terkagum kagum dengan indahnya memeknya Resty…. Bagian Bibir memeknya sedikit berlemak dan tebal, favorit para pria…, warnanya yang pink semakin membuatnya tampak begitu mempesona,, kalau aromanya,, hmm jangan ditanya,,, sangat terawat dan sehat….

Resty : “Cuma dilihatin aja Ga…?” tanya dia padaku…

Aku : “hehe Apa aku sudah pernah bilang kalau punyamu ini sangat indah…?” tanyaku balik kepadanya sambil mengusap pangkal pahanya…

Resty : “emphhh,,, tidak artinya jika Cuma didiemin,,, nikmati keindahan ini Ga…” ucapnya sambil membelai belahan memeknya dengan telunjuknya dari bawah sampai keatas.… darahku semakin berdesir melihat pemandangan itu…

Kuregangkan kedua kakinya dan langsung kukecup bibir memeknya sambil menyapukan ladahku di belahan memeknya….

Resty : “sshhhj,,, ahhhhm,,,”

Kumainkan lidahku di selaput selaput yang ada di dalam memeknya dan bagian clit nya…

Resty : “hahhh…ahhhhh……achhhhhhhhhhhhh”

Resty mendesah panjang saat kumasukkan dua jariku kedalam lobang memeknya…. Kulihat dia keenakan dengan mata yang terpejam dan mulut yang terbuka lebar,,, kuputar putar jariku dadalam memeknya,,, memeknya Resty semakin basah…

Resty : “ahhhh…….ahhhhhh…”

Jari jariku masih mengocok memeknya sambil kujilati bagian atas memeknya tepat di bagian clitnya,,, Memeknya Resty perlahan mulai basah mendapat serangan seperti itu…

Saat kurasakan memeknya sudah cukup becek,, kusapukan lidahku keatas kebagian perutnya,, naik kebagaian pusarnya lalu sampai di belahan payudaranya… tubuhku pas diatas tubuhnya Resty,, dia sedang berusaha menjangkau penisku dan langsung mengock penisku saat tangannya sudah bisa memegang penisku.,,,

Resty : “emphhh,,,,,ssshhh.. Gaaa.. sekarang.. pliss” pintanya kepadaku

Tapi aku masih menjilati payudaranya dan meremas kedua payudaranya yang besar ini… menjilati putingnya,,, dia memabalasku dengan tangannya yang meimilin putingku,,, hmm geli banget,,,

Resty : “Egaaaa,,,, sekaranggg….aahhh”

Resty sudah tidak tahannn,, penisku masih dipegangnya saat aku memposisikan penisku tepat di memeknya,, dan,, tanpa halangan penisku langsung masuk kedalam memeknya Resty..

Resty : “achhhhhhhh…..hahhhh…ahhhh,,,,,shhhhhhhh”

Pinggulku langsung bergerak maju mundur dengan cepat,,, dengan posisi Resty terlentang dengan kaki terbuka lebar dan aku duduk didepan memeknya,,,, Payudaranya Resty ikutan goyang goyang saat kugenjot memeknya… gemas melihat payudaranya… aku genjot memeknya Resty sambil meremas dengan kuat kedua payudaranya….

Resty : “empphhhhh,,,,, sshshhhhh.,,, achhhhhhh..”

Resty memegang kepalanya sendiri,,, menjambak rambutnya sendiri ketika merasakan kenikmatan saat penisku mengaduk ngaduk memeknya…

Satu sentakan kudorong penisku sangat dalam sampai mentok didalam memeknya,,, dan semakin kudorong dengan kuat,,,,

Resty terlihat keenakan saat aku melakukan itu,,,

Resty : “ahhhmm dalem banget Gaa,, ahhhhhhhhhhhhh…”

Kubiarkan tetap seperti itu sambil aku menindih tubuhnya yang membuat penisku semakin terdorong semakin dalam di dalam memeknya,,, kutahan kedu tangannya diatas kepalanya,, lalu kujilati ketiaknya Resty yang putih mulus terawat ini,,,,,

Perlahan pinggulnya Resty semakin terangkat,,, mulutnya terbuka lebarrrr,,, kutarik sedikit penisku keluar tapi dengan cepat kumasukkan lagi semakin dalam…. Kulakukan seperti itu berulang ulang sampai Resty mencapai orgasme pertamanya,.,,

Resty : “aaccchhhh….. hahhh,, hahhhh,, hahhhhh,,,,”

Tau dia sudah orgasme,, kudiamkan penisku didalam memeknya,,, ,mata Resty terpejam aku bisa merasakan kedutan didalam memeknya,, nafasnya tersengal,, dadanya naik turun dengan cepat,,, dan aku masih menindiHnya,,,,

Resty : “ahhh,, enak banget Ga….”

Kemudian Resty mendorong tubuhku,,, gantian aku yang kini terbaring diatas tempat tidur,,, Resty langsung duduk diatas tubuhku,, dia pegang penisku dan mengarahkannya kedalam memeknya..

Aku : “ahhhh….”

Dengan masih lemas Resty mulai menaik turunkan bokongnya, capek naik turun kini dia memaju mundurkan pinggulnya diatas tubuhku,,,, ,, sambil menggeliat nggeliat diatas tubuhku,,, lalu dia menindiihku,, kurasakan kenyalnya payudaranya di dadaku dan dia mencium bibirku sambil tetap menggoyangkan pinggulnya…

Bebeara saat kemudian kutahan bokongnya,, lalu kugerakkan keatas dan kebawah pinggulku,,, aku dan Resty saling berpandangan dan tersenyum,,,, sesekali dia mengecup bibirku,,, lalu mendesahh keenakan,,, beberapa menit posisi Resty masih diatas tubuhku, sekarang dia semakin cepat menggerakkan pinggulnya maju mundur sambil meremas payudaranya sendiri,,,

Resty : “achh..achh,,achh,,achh,,,,achhhhhhhhhhhh…”

Tiba2 Resty ambruk diatas tubuhku,,,, dia sudah orgasme lagi,,,, beberapa saat berhenti,, penisku penetrasi lagi didalam memeknya dengan posisi dia nungging diatas tempat tidur dan penisku menyodok memeknya dari belakang…. Kami melakukan gaya doggy style… kuremas dengan kuat bokongngya Resty dan kugenjot memeknya dengan sangat kuat,,,, beberapa menit melakukan doggy,,, Resty orgasme lagi,,,,

Resty : “gilaaaa,, aku uda nyampek lagi lo Gaa,, kamu kok kuat banget sih,,, ahhh…ahhhh…” ucapnya kepadaku,, dengan posisi tubuhku menindih belakang tubuhnya,,,

Aku : “hehe,, uda capek,,? Mau udahan..?”

Resty : “gak mau udahan,,, bisa jadi ini terakhir kalinya kita bisa melakukan ini,,, aku gak mau menyia nyiakan kesempatan ini…” ucapnya kepadaku,, apa benar ini kesempatan terakhir kami?

Kemudian Resty memiringkin tubuhnya,, membuat tubuhku juga ikutan miring di belakang tubuhnya… dia berusaha menjangkau Penisku lagi,, mengocok penisku dari belakang tubuhnya,, aku menciumi punggung Resty yang sudah berkeringat,, dan meremas kedua payudaranya dari belakang

Aku : “tunggu….Ress..?” aku menanyakan tindakannya yang memasukkan kepala penisku di lobang anusnya…

Resty : “aku pengen kamu juga merasakannya Ga,,,, gpp kok… kamu belum pernah..?”

Anal ..? aku sudah pernah merasakannya,,, malahan pernah dengan adiknya…

Aku : “Pernah,, tapi Ress…”

Resty tidak menghiraukan kegelisahanku yang masih ragu menganalnya,, dia mundurkan bokongnya perlahan yang membuat penisku juga pelan pelan masuk di dalam lobang anusnya.. Resty terlihat sedikit kesakitan saat pertama kali penisku masuk di dalam anusnya.. bisa kulihat matanya terpejam,,,, sedangkan aku merasakan sempitnya lobang anus Resty menjepit penisku

Resty : “accccchkkk,, ssshh,,, “

Aku mencoba mengurangi rasa sakitnya dengan membelai payudaranya dari belakang sambil kuciumi pundaknya,,, tapi penisku rasanya terjepit sangat kuat didalam sana… aku tetap akan menunggunya sampai lobang anusnya terbiasa dengan penisku..

Resty : “Ssshh,,, gede banget punyamu sayang,,,, ahhh..”

Aku : “sakit ya..? keluarin aja ya,,,”

Resty : “gak mau,, kali ini kamu pasti tidak akan tahan lama jika melakukannya disana,,,” ucapnya sambil tersenyumm

Resty : “ayo Ga,,,, kamu yang goyang,,,”

Aku : “baiklah,,, tahan ya Ress..”

Pelan-pelan mulai kudorong tarikkan penisku di lobang anusnya,, tanpa bantuan pelumas aku tidak berani melakukannya dengan cepat,,,

Tiap penisku masuk sangat dalam di lobang anusnya, Resty selalu terpekik,, aku tidak tau dia merasakan enaknya atau malah kesakitan,,,

Setelah beberapa menit melakukannya dengan pelan, aku yakin anusnya Resty sudah mulai terbiasa dimasuki penisku,,, kucabut penisku sebentar,, lalu kuposisikan Resty nungging lagi,,, kubelai dulu lobang anusnya dengan jariku… lalu tanpa ragu kumasukkan lagi penisku didalam anusnya,,, kali ini langsung kugerakkan pinggulku dengan cepat menabrak bokongnya Resty,,, Tubuh indah Resty ikutan bergoyang saat genjotan pinggulku semakin cepat… payudara resty yang besar menggantung indah itu juga ikutan bergoyang…

Resty : “achhhh…achhhhhh….achhhhhhhh teruss Ga,, terusss,,,,”

Mulutnya Resty tidak bisa tertutup,, tidak bisa menahan rintihan yang keluar dari mulutnya,,,

Resty : “aaahhhhhhhh, aaaaaahhhhh,,,,ahhh”

Perbedaan lebar lobang anus dan memeknya Resy sangat terasa,,, lobang anusnya yang sempit membuatku semakin merasakan nikmatnya gesekan penisku di dinding anusnya… akibat rasa nikmat yang luar biasa itu aku sudah tidak bisa menahan untuk segera orgasme,,,, semakin kupercepat gerakan penisku agar nanti orgasmenya lebih nikmat…

Resty : “achh,,ach,,achhh,,,achh,,,,,achhhh,,,”

Saat kurasakan aku tidak bisa menahannya lagi,, kucabut penisku dan dengan cepat kumasukkuan penisku ke dalam memeknya Resty.. dan kudorong sangat kuat sampai mentok sambil kuremas dengan kuat kedua payudaranya dari belakang…

Kami berdua mendesah panjang,,,, kami orgasme bersamaan dan spermaku muncrat di dalam memeknya Resty… aku hanya berharap Resty masih meminum pil nya.

.

.

.

Resty : “luar biasa,,,, kamu bikin aku klimaks berkali kali..” ucapnya kepadaku,, kami berdua lemas tidak berdaya diatas tempat tidur,, Resty tidur miring disebelahku sambil membelai dadaku..

Aku : “Kamu juga luar biasa Ress,,, hah..hahh… puas banget”

Resty : “Apa Meta juga bisa memuaskanmu,, ? hihihi…”

Mendengar pertanyannya aku langsung menoleh kearahnya,, dibandingkan dengan Meta,, Resty memang lebih baik dalam urusan Ranjang…

Aku : “Tiap wanita mempunyai cara yang berbeda memuaskan pasangannya…”

Resty : “emang sudah berapa banyak cara yang kamu ketahui..? banyak banget pasti,,, hahaha”

Eh,,,?

Resty : “Ya beda lah,, aku memuaskanmu seperti seorang pelacur,,sedangkan Meta memuaskanmu sebagai seorang kekasih…”

Aku : “hmm.. Ress..”

Resty : “hihihi,, gpp Kok Ga,, aku senang jadi pelacurmu….” Dia membelai wajahku

Resty : “aku ingat,, Dulu tiap aku pulang kerumah, Ressa ingin mengenalkanku dengan si culun yang selalu dia ceritakan kepadaku,, dia ingin menjodohkanku dengan si culun itu… seandainya aku mengenal si culun itu sejak dulu,,, keadaannya pasti berbeda…” ucapnya kepadaku..

Aku hanya bisa tersenyum menanggapi perkataannya.. lalu aku mencium bibirnya,,,,

Aku : “oiya,,, aku baru ingat,,, jadi kamu kenal juga dengan ‘DJ Alor Runner’ dong..?…”

Resty : “hmm..? siapa,,,?”

Aku : “Produser musik yang sedang naik daun,,, DJ Alor..?”

Resty : “Siapa sih.,,,?”

Aku : “DJ Alor,,, nama aslinya Adit,,, dia kan juga sekelas denganku dan Ressa,,,, ”

Resty : “Hahh,,? Adit,,?? Dia jadi DJ,,,?”

Aku : “iya,,, katanya Ressa ,, dulu kalian pernah dekat,,”

Resty : “hmmmm,,, ya kami dulu memang sempat dekat…. Dia cinta pertamaku Ga,,,” ucapnya sambil tersenyumm

Aku : “Dia aku ajak kesini Ress untuk menemui Ressa,, sama denganku,, dia sangat senang mendengar kabar Ressa sudah sembuh,,,”

Resty : “hahhh,,? Adit mau kesini,,,?” Resty kaget,,

Resty : “kenapa dia harus kesini sih,,,,?”

Aku : “kenapa emangnya,,, ?”

Resty : “aku gak mau dia tau keadaanku yang sekarang,,, jangan beritau dia yah…!!”

Aku : “eh,,? Oke,, oke,,,”

Resty : “huffttf….”

Resty : “dulu aja nih,, Meta tidak menyapaku selama 3 bulan lebih saat tau aku jadi istri simpanan,, dia sangat marah dengan keputusanku.. setelah kukatakan alasan yang sebenarnya akhirnya dia mau mengerti dan kami sdekat lagi,, hihi,, Meta sudah bilang kepadamu tentang hubungan kami,,?”

Aku : “hubungan apa..?”

Resty : “,, biar dia aja deh yang cerita,,,, Ga,,!! aku horny lagi….!” Ucapnya sambil mengocok penisku…

Aku : “mau lagi…?”

Dia tersenyum dan mangangguk,,, langsung kutindih tubuhnya.. dan kumasukkan lagi penisku di dalam memeknya,,,,

Resty : “achhhhhhhhh…………”

Kami melakukannya sekali lagi dan akhirnya kami berdua capek dan tidur…

.

.

.

Resty : “Nih diminumm biar gak ngantuk,,,,,” Resty membuatkanku kopi hitam,, aku sedang duduk di ruang tamu rumah ini, menunggu Resty…. Dia baru selesai mandi,, rambutnya masih basah terikat handuk,,,

Ressa : “hmm,,, kayak pengantin baru aja nih,, hihihi…” Ressa tiba2 keluar dari dalam rumah dan duduk di sebelahku,,,

Resty : “Deeeekk,,,!!! Bentar ya Ga,,! Aku ganti dulu,,,” ucapnya lalu masuk kedalam..

Ressa melihatku sambil senyum senyum…

Aku : “kenapa..?”

Ressa : “gpp kok.. gapapah…!”

Aneh,, pasti dia menyadari semalam aku dan Ressa habis enak enak…

DDRRTTTTT DRRTTTTTT

Handphoneku yang kutaruh diatas meja bergetar,, panggilan masuk dari nomor baru,,, siapa..?

Aku : “halo…?”

…… : “Haiii,, kamu hari ke rumah Sakit lagi,,,?”

Aku : “hmm,, Kak Neta…?”

Neta : “iya ini aku,, gimana..?”

Aku : “Iya,, aku nanti kesana Kak,,, kenapa,,?”

Neta : “Kamu bisa jemput aku dulu,,? Aku nebeng,,, Dirga tadi gak bisa mengantarku, dia berangkat pagi pagi banget ke sekolah,,,”

Aku : “ehmm, oke gak maslaah,, tapi … agak lamaan ya kak,,,”

karena perjalanan dari sini ke ibu Kota tidak singkat dan pasti macet,, aku juga harus mengantar Resty dulu ke kantor,,

Neta : “iya gpp aku tunggu,, aku di apartemennya Meta,, tau kan?”

Aku : “tau kok,,, “

Neta : “Oke,, aku tunggu yah.. Byee!”

Aku : “oke,, bye,,”

.

Ressa : “ Kak Neta..? Bu Neta? Kamu masih berhubungan dengan dia?” tanya Ressa..

Aku : “hmm,, ceritanya panjang Ress,, lain waktu aku ceritain….”

.

.

.

Hampir 3 jam perjalanan bermacet macet ria dari kota tetangga menuju kantor untuk mengantar Resty, kemudian menuju apartemennya Meta. Aku sudah berada didepan pintu kamar apartemen… Kupencet Bel kamar ini,, tak lama pintu ini langsung terbuka,,, Kak neta langsung menyambutku, pagi ini Kak Neta hanya memakai tanktop tipis ketat berwarna putih dan celana pendek motif loreng warna hijau.

Neta : “hai,,, masuk dulu yuk,,,”

Aku masuk kedalam dan duduk di sofa,, lega sekali rasanya bisa duduk di sofa yang empuk setelah perjalanan yang melelahkan.. apalagi semalam hanya tidur sebentar. Sebenernya lanjut tidur enak nih.. apalagi tditemenin kak Neta,, hihihihi

Neta : “pasti capek,, nih diminum dulu…” Kak Neta duduk disebelahkuku dan memberikan aku segelas minuman seperti jus… dan langsung kuminum sampai habis..

Aku : “seger banget kak,, jus apa ini..?”

Neta : “ehmm,, itu tadi aku campur jadi satu buah buah yang ada dikulkas,,, sayang kalau gak dipake,, ntar busuk…”

Aku : “ohh,,, gitu,,,,” tapi kepalaku kok tiba2 pusing, apa karena kurang tidur..?

Aku : “berangkat sekarang..?” tanyaku pada Kak Neta..

Neta : “bentar,, aku tadi order makanan, buat papa mama di Rumah sakit,, tapi belum dateng,, tunggu bentar ya… gpp kan?”

Aku : “iya gpp Kok,,,”

10 menit menunggu, kelapaku jadi tambah pusing,, tubuhku juga terasa panas didalam… Kak Neta sedang duduk diatas tempat tidur sambil mengelus ngelus perutnya yang besar…

aku hampiri kak Neta ke tenpat tidur,,,..

Aku : “uda berapa bulan kak..?” tanyaku basa basi padanya…

Neta : “uda jalan 8 bulan Ga,,, bulan depan aku akan jadi seorang ibu,,, aku sudah tidak sabar melihat anakku lahir didunia ini,, semoga anakku nanti setampan kamu..”

Aku : “Hmm,, cowok..?”

Neta : “iya cowok,,, Dirga sangat senang sekali saat tau anak pertama kita adalah cowok…” ucapnya masih sambil mengelus elus perutnya..

Aku : “bagaimana rasanya kak..? hamil?”

Neta : “Ehmm rasanya,,,, campur aduk,,, aku bahagia,, tapi rasanya aneh,, lihat aja nih badanku,, bengkak semua… toket membesar, pantat tambah bengkak, lenganku kayak tangannya satpam..
aku frustasi dan gak pede dengan penampilanku,,”

Ya memang betul yang dikatakannya tadi,, Badannya kak Neta melebar…

Neta : “apalagi Dirga 2 bulan ini jarang banget memberikan nafkah batin untukku,, dia pulang ngajar langsung tidur,, padahal kalau wanita sedang hamil itu gairahnya semakin tinggi,,, apa Dirga risih ya bercinta denganku karena badanku membengkak..? huaaa…,, aku rindu badanku yang dulu…..”

Masa’ sih Pak Dirga Risih,,? Bukannya bercinta dengan wanita Hamil itu katanya semakin membuat pria senang karena bentuk tubuh pasangan yang berubah,,, seperti aku saat ini yang terangsang melihat bentuk tubuh kak Neta,,,membuatku membayangkan bercinta dengan kak Neta yang hamil,,, eh..?

Aku : “Mungkin Pak Dirga khawatir dengan kehamilanmu kak,, dia gak ingin kamu terlalu capek..”

Neta : “tapi aku kan juga pengen Ga,,,, hfff…”

Aku : “Boleh lihat perutmu kak,,?” tiba2 permintaan aneh muncul di otakku

Neta : “Lah ini…?” ucapnya sambil memegang perutnya…

Aku : “ehmm, maksudku, dibuka bajunya,, hehehe..”

Neta : “Hmm..? kamu mau lihat langsung,,? Begini…?” ucapnya sambil mengangkat bajunya keatas,, memperlihatkan padaku perutnya yang buncit tanpa ada pakaian yang menghalangi..

Luar biasa bisa melihat langsung perut kak Neta yang sedang membesar,, reflek tanganku menyentuh perutnya tanpa meminta ijin terlebih dahulu..

Neta : “Ga….?”

Aku : “eh,, maaf,, hehe,,, kamu masih kelihatan cantik seperti dulu kok meskipun dengan perut yang membesar..,,,“ ucapku padanya setelah melepas tanganku dari perutnya..

Neta : “ohh Rega,, makasih loh,,, kamu yakin berkata seperti itu? aku masih seperti dulu,,,? Kamu gak Cuma pgn bikin aku senang kan..? apa menurutmu aku gak terlalu bengkak..?” ucap dia masih ragu dengan pujianku..

Aku : “Meskipun agak melebar,, hehe,, tapi masih terlihat bagus kok… percaya deh…” ucapku lalu duduk diatas tempat tidur disebelahnya..

Neta : “haha,, iya deh,,, membuatku sedikit lega,,, makasih yahh..”

Aku : “Supaya bisa lebih lega,,, biarkan aku melihat seluruh badanmu…” Lagi lagi permintaan aneh keluar dari mulutku, entah kenapa aku begitu berani kepadanya… ada apa sebenarnya denganku? Kak Neta menatapku tajam mendengar permintaanku…

Neta : “maksudmu apa,,,? Kamu mau modusin aku…? Aku sudah jadi istrinya orang Ga… kamu gak bisa meminta seperti itu..” ucap kak Neta tegas padaku..

Meskipun kak Neta sudah tegas kepadaku,, tapi aku masih bertahan dengan keinginanku..

Aku : “Kak Neta,, aku Cuma ingin menilai bagaimana bentuk tubuhmu yang sekarang dibandingkan dengan dulu,, bukannya kamu tadi bilang gak pede dengan tubuhmu..? aku ingin lihat toketmu yang kamu bilang tadi membesar… aku akan memberikan opiniku setelah melihatnya…”

Malah permintaanku semakin menjadi dan semkain berani,, aku tau kak Neta gak bakalan percaya begitu saja dengan perkataanku… sudah jelas jelas itu hanya modusku untuk melihat payudaranya,, serius,, ada apa denganku pagi ini? Apa ini karena pusing kepalaku? Atau karena gairah panas yang sedang menjangkit di seluruh tubuhku…? Payudara kak Neta sebenarnya sudah kelihatan ,, dia tidak memakai Bra, sangat jelas sekali terlihat dari luar tanktopnya,,, tapi aku belum puas sampai melihatnya secara langsung,,, Kak Neta masih diam seperti memikirkan sesuatu…

Neta : “Kamu aneh sekali Ga,,,, Tapi,, okelah kalau kamu yang meintanya…. Sebaiknya kamu benar2 memberikan opinimu….” Ucapnya sambil perlahan lahan menurunkan tanktopnya kebawah,,,

Sampai akhirnya payudara kak Neta terlihat dengan jelas dan sudah tidak tertutupi lagi…

Neta : “bagaimana..?” tanya dia padaku…

Aku mendekat ke tubuhnya biar aku bisa semakin jelas melihat betapa bulatnya payudara kak neta menggantung diatas perutnya yang besar.

Aku : “Wonderful,,, masih terlihat luar biasa seperti dulu, kamu punya toket yang bagus kak..,,,”

Neta : “hahaha,, whatever, kamu mau bilang toketku bagus atau apalah, aku juga gak peduli kamu berkata seperti itu beneran atau cuman ingin menghiburku…aku tidak membutuhkannya…… uda puas kan..?”

Tidak,, aku masih belum puas sebelum….

Neta : “ahhh,, REGAAA…..” Kak Neta kaget saat tiba2 aku nekat memegang payudaranya… dan dia menjauhkan tubuhnya dari tubuhku,,,

Neta : “Kamu tidak boleh tiba2 menyentuh toketku seperti itu tanpa bertanya terlebih dahulu,,, kamu kenapa sih ? nakal banget, atau memang seperti ini sekarang kelakuanmu…?” Ucapnya sedikit kesal dengan kenekatanku.

Nooooo.,, biasanya aku tidak seperti ini.. aku tidak bisa mengendalikan tubuhku,,, kepalaku semakin pusing…

Aku : “Ayolah kak,, kenapa kamu marah..? dulu kamu malah memintaku untuk meremas toketmu,,,,”

Neta : “iya itu dulu Rega,,, jangan samakan dengan sekarang..,,”

Aku : “aku ingin lihat yang tersembunyi didalam celana itu…dan aku ingin merasakan penisku di dalam memekmu lagi..,, seperti dulu,,,,” ucapku semakin berani kepadanya,,,

Neta : “Astaga Regaaa..,, kamu ingin bercinta denganku…?”

Aku : “Yaa,, itu yang ingin kulakukan sekarang ini,, aku ingin tau ,, kehebatanmu diranjang apakah masih sama seperti dulu…” ucapku sambil mendekati dan meraba paha putih mulus kak Neta..

Neta : “Kamu sedang bercanda kan Ga…? Karena ini semua gak lucu…” ucapnya sambil menepis tanganku..

Aku : “Kemarin kamu menawarkan ini kepadaku,, kenapa kamu sekarang menahanku melakukannya..?”

Neta : “Shitt,,kemarin aku Cuma bercandaa… Kamu benar benar membuatku takut,, Sadarkah kamu kalau aku ini kakaknya Meta… aku akan jadi seperti kakak yang jahat untuk Meta…“

Aku : “aku tidak akan pernah memberitahukan ini kepada Meta,,, tidak ada yang bakal tau kak…”

Neta : “AKU SUDAH PUNYA SUAMI GAA,,,,” Bentaknya kepadaku….

Aku : “suami yang tidak pernah menyentuhmu 2 bulan ini…..” ucapku kepadanya,, membuat Kak Neta tidak bisa berkata apa2 lagi,,, dia terkejut dengan kenekatan dan keberanianku.

Kudekati tubuhnya,, dia semakin terpojok di ujung tempat tidur,,, kusentuh pahanya lagi,…

Aku : “Aku tau kamu juga membutuhkannya,,,,,” ucapku sambil menaikkan rabahan tanganku mendekati pangkal pahanya… lalu naik ke perutnya..

Kak Neta masih diam saja .. tangannya berjaga jaga dipayudaranya bersiap menepis tanganku apabila berani menyentuh payudaranya.. kulihat dia tidak bisa bernafas teratur… matanya masih tajam menatapku.

Dan dengan pedenya aku mengeluarkan senjata pamungkas yang kuyakin akan membuat kak Neta berubah pikiran,,, kubuka celanaku,, dan kukeluarkan penisku yang sudah menegang… dia begitu kaget melihat penisku,,,

Neta : “OMG… Besar sekali kontimu Ga… terakhir kali aku melihatnya tidak sebesar itu….”

Aku : “Ya,, kamu tidak ingin merasakannya…? Merasakan punyaku yang sudah besar ini mengaduk aduk memekmu kak…?”

Neta : “…………..” Kak Neta speechless melihat besarnya penisku yang saat ini kukocok dihadapannya..

Kupegang tangannya,,, lalu kuarahkan tangannya menyentuh penisku…

Aku : “rasakan betapa besarnya punyaku kak,,,,,,”

Neta : “bagaimana bisa jadi sebesar ini…?”

Aku : “gimana kak..? mau…? Adikmu Meta sangat menyukai punyaku ini, dan dia selalu puas… kamu tidak ingin merasakan kenikmatan yang sama seperti yang dirasakan Meta…?”

Neta : “Fuckkkk,,, Fine…. Oke,, aku rasa tidak akan ada masalah selama kamu tidak mengatakan kepada siapapun terutama Meta…,,, Meta bisa membunuhku kalau tau kita melukakannya diapartemennya, diatas tempat tidurnya,,,”

Aku tersenyum mendengar ucapannya,,, akhirnya dia menyerah,, dinding pertahanannya sudah roboh,, dirobohkan sendiri oleh gairahnya sendiri.

Neta : “lakukan dengan cepat,, aku takut Meta curiga,, karena aku tadi bilang dia kalau kamu yang menjemputku dan bersama sama ke rumah sakit…”

Aku : “Oke,, cepat tapi berkualitas sampai klimaks….”

Lalu kak Neta berdiri kemudian melepas celana pendeknya, menyisahkan panties warna pink menutupi memeknya,,,,, kemudian dia melepas tanktopnya..

Lalu dia naik keatas tempat tidur,,

sedangkan aku juga mulai melepas semua pakaianku dan langsung naik keatas tempat tidur menyusulnya, mendekatinya dan mencoba untuk menciumnya tapi dia menahanku….

Neta : “no Kissing…”

Aku : “oke,,oke,,, tapi kamu mau mencium punyaku kan,,,?”

Tidak ada jawaban darinya,, tapi dia langsung menuju ke penisku dan langsung mengulum penisku dengan sangat lahap… kalau dulu penisku bisa muat sepenuhnya di mulut kak Neta,, tidak kali ini,, dia berusaha memasukkan seluruh penisku didalam mulutnya tapi tidak bisa.

Penisku dijilat disedot dan diemut seperti sedang menjilati es cream… sampai penisku keliahatan mengkilap kena air liur kak Neta,,, 10 Menit mengulum penisku, kemudian Kak Neta berbaring disebelahku dan melepaskan pantiesnya…

Neta : “Masukkan sekarang Gaa..,,, kita gak punya banyak waktu”

Kuposisikan tubuhku tepat di depan memeknya,,, kubuka lebar kakinya dan langsung kumasukkan penisku sangat dalam di memeknya,, agar dia merasakan betapa besarnya penisku,.,

Neta : “accccchhhhh,, Omaigattt,, achhh gede banget…….”

Melihat perut kak Neta yang besar membuatku sangat terangsang untuk menyodok memeknya kak Neta dengan sangat cepat,,, dengan kecepatan penuh pinggulku menabrak nabrak bagian bawah pangkal paha kak Neta,,, kak Neta mendesah cepat,,,

Neta : “acchhh,,achhhhh OH Godddddd,,,, achhhhhhhhh….”

10 menit kemudian Memeknya kak Neta sudah sangat basah menimbulkan suara becek saat penisku penetrasi di dalam memeknya yang hangat…ternyata memek wanita hamil terasa hangat dan biibir memeknya terasa lebih tebal yang semakin membuat terasa sempit…

Aku : “ahhhhj.. sempit bangettt mekimu kakkk ,, ahhhh,,,” ucapku sambil melihat perutnya yang gede,,,

Neta : “ahhh,,ahhh,, iya,,iya terussss,,, enak banget Gaa,,, achhh kontolmu enak banget,, terus jangan berhentii,,,,”

Mendengar ucapannya aku langsung menghentikan menggenjot memeknya,, kucabut penisku…

Neta : “hahh,,? REGAAA,, kok berhenti sih…? Masukkan lagi….”

Hihii,, sekarang dia yang minta minta…. Kubungkukkan badanku,, lalu kukecup lembut perutnya tepat dia area pusarnya… sambil kedua tanganku membelai bagian samping badannya ini,,,

Neta : “Sshhhh,, Rega masukkan lagi,,,, aku mau nyampek tadi,,, ahhhh…” kulihat dia terpejam,,, kesempatanku,, tubuhku merangkak diatas tubuhnya,, dan tanpa sepengetahuannya aku mencium bibirnya Kak Neta ,, dan dia kaget,,,,

Neta : “Emphhh,, dibilangin no Kissing,, bandel…”

Aku : “hihihi,, aku ingin mencium bibirmu Kak,,,, boleh yah…”

Neta : “Huh,, iya terserah,, tapi cepat masukkan lagi,,,!!”

Aku : “iya bentar,, aku mau nyusu,,, sudah keluar ASI nya..?” tanyaku sebelum menyedot putting susunya yang gede,,,

Neta : “sssshhh,,, belum,, besok kalau sudah lahir,,,achhhhh…”

Aku : “kalau uda lahiran,,, aku boleh nyusu ya kak,,? Aku pengen ngerasin ASI juga,,,,,,” ucapku padany alalu mengulum payudara dan putingnya lagi,,,”

Neta : “Achhhh,, gilaa,,, kenapa gak hamilin aja Meta biar melahirkan dan kamu bisa nyusu sama dia,,,”

Aku : “Meta gak punya susu kak,, kecil banget punya dia, enak punyamu yang gede ini,,,,,,,,”

Neta : “hahaha,, dia pasti marah kalau kamu menyindir susunya yang rata itu…achhh,, ayo masukin lagi,,, achh,,, ”

Setelah berciuman lagi beberapa saat,, aku akan memulai lagi penetrasi,,, Karena Perutnya yang besar,plihan gaya bercinta menjadi terbatas,,, kupegang bagian belakang perut kak Neta dan kuangkat, kubalikkan badannya,, dia tau maksudku dan langsung nungging….

Kak Neta semakin terklihat menggairahkan dengan gaya nungging seperti ini,, aku melihat tubuhnya dari belakang,, melihat belahan pantatnya yang gede,,,, Kubelai terlebih dahulu bongkahan bokongnya,, lalu kubuka lebar belahannya,,, dan,,,,

Neta : “acccccccchhhhhhhhh…..”

Penisku masuk lagi didalam memeknya,,, dan langsung kugenjot dengan cepat…

Neta : “achhhh,,achhh,,,achhhhh,,achhhhhhhhhhh,,achhhhhhhhhhhhh,,,,”

Tak lupa kedua tanganku menjangkau kedua payudaranya yang menggantung dan kuremas dengan kuat…

Neta : “ahhhh,,,ahhh,,,ahhhh,,, ouhhhhhhh,, Regaaa enakkkkk ,, ackkk..”

Penisku masuk sangat dalam jika melakukannya dengan posisi seperti ini,, dan sengaja kumasukkan sangat dalam agar Kak Neta cepat klimaksss,, dan benar saja 5 menit kemudian dia sudah merasakan akan orgasmee..,,

Neta : “achhh.. dikit lagi,, dikit lagi,,, kencengin GA,,, lebih kenceng,,,,”

Sesuai permintannya,, kugerakkan pinggulku semakin cepat dan lebih mentok lagi dari sebelumnya,, hingga kurasakan aku juga akan segera orgasme,,

Kuangkat bagian atas tubuh kak Neta,, tubuh kami sama sama tegak sambil tetap kugenjot dari belakang,, kuremas dengan kuat kedua payudaranya,,,,

Neta : “acchhhh,,achhh,,achhh,,achhhh..achhh…”

Saat kurasakan dia akan orgasem,, semakin kusentakkan pinggulku sangat dalam beberpa kali….

Neta : “ackkk,,ackkk,ackkkkk,accchhkkkk,,,,achhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh…”

Desahan panjang dan tubuhnya yang gemetar hebat menandakan dia Orgasme begitu pula denganku yang juga sudah menyemprotkan spermaku didalam memeknya,,,,

Aku : “aaaaaahhhhhhh,, “ setelah semprotan sperma terakhir,, tubuhku juga merinding,,, aku mencapai titik klimaks,,, Bercinta dengan Bumil sangat luar biasa sensasinya. Kalian harus mencobanya,,, degan istiri kalian sendiri pastinya,, jangan dengan istri orang lain .. hihihi

Neta : “Amazing,,,, sudah lama aku tidak merasakan kontol sebesar itu dan sudah lama aku tidak dinakalin seperti ini,,, makasih ya Gaa,,,” ucapnya masih dalam keadaan nungging…

Aku : “kamu menyukainya….?” tanyaku padanya yang juga masih nungging dengan penis masih menempel di memeknya dari belakang , merasakan memeknya kak Neta yang hangat masih berkedut setelah orgasme

Neta : “Besok pagi kembalilah kesini,, lakukan seperti ini lagi,,,, ahhhh,,,”

Kak Neta sudah ketagihan,,,

CKLREEK,,, Kudengar pintu kamar terbuka…. Aku dan kak Neta hanya bisa terkejut tanpa sempat bergerak atau sekedar memisahkan tubuh kami yang masih menempel.. dan yang masuk kedalam ruangan ini adalah Pak Dirga…

Dirga : “Sayang kamu…?” Pak Dirga kaget melihat istrinya sedang ditunggangi pria lain,, dan ternyata di belakang pak Dirga ada orang lain yang masuk,, dan dia adalah Meta….

Meta : “Bee…? Kak…? Apa yang kalian lakukan,,,?” tanya dia shock melihat tubuh telanjang kami saling menempel diatas tempat tidur.

Aku : “Wwwuaaaaaaa….”

Aku : “Metaaaaaaaa,,,” teriakku…

Resty : “Gaaaa…? Kamu kenapa?….” tanya Resty disebelahku….

Aku : “Hahhh..? Resty…?”

Resty : “Kamu mimpi buruk,,,?”

Ternyata cuman mimpi ya?,,,, untunglah…. Sial,, kenapa aku bisa mimpi seperti itu.

Aku : “Iya,, mimpi enak,, eh,, maksudku mimpi buruk,,,,”

Resty : “Mimpi gimana,,,? Kokk kamu teriak menyebut Meta…?”

Aku : “Serem Ress,, mending aku gak cerita,, hehe,, jam berapa sekarang,,?”

Resty : “hmm, masih jam 6 pagi,,,, tidurlah lagi kalau kamu masih mengantuk,,, ntar siangan aja kamu ke Rumah Sakit”

Aku : “hari ini kamu mau kekantor,,,?”

Resty : “iya,, aku harus tetap ke kantor biar orang itu tidak curiga,,,”

Aku : “yauda aku antar..”

Resty : “Gpp kok Ga aku bisa naik Taxi,, kasihan kamu pasti capek karena semalam ,,hihi..”

Aku : “udah gpp kok Ress…”

Resty : “hmmm, yaudah deh,, sana mandi dulu,,, biar aku masakkan sarapan buat kamu dan Ressa…”

Aku : “Lah kmu gak makan..?”

Resty : “ehmm,, aku maunya sepiring berdua sama kamu,,, hihihi..”

.

.

.

 

Resty : “nih aku buatin kopi biar gak ngantuk,,,,,”

Hmmm…? Kok sama kayak mimpiku semalam… cuman kali ini Resty bersiap untuk mandi,,

Resty : “aku mandi dulu ya…”

Ressa : “Ciee, …uda kayak pengantin baru aja… hahah..” ucap Ressa,,

Kami sedang berada di ruang tamu kecil di rumah ini,,, Ressa duduk di hadapanku,, setelah Resty masuk ke dalam,, Ressa berpindah duduk disebelahku,, dia geleng geleng melihatku..

Aku : “kenapa,,,?”

Ressa : “Semalam aku gak bisa tidur gara2 kalian,,, Resty kamu apain aja sampai berisik seperti itu?”

Aku : “Bukan untuk anak kecil…”

Ressa : “Hehhh,, kita ini seumuran,,, Mau dong Ga dibikin berisik kayak Resty,,, hihihi..”

Aku : “Gakk,, bilangin Resty nih…”

Ressa : “bilangin aja gpp,, aku juga akan bilang kepadanya kalau dulu kamu sering menganalku,,,”

Eh,,?

Ressa : “KAAAAKkkkkkkkk,,,,,,,” Teriak Ressa,,,, dan langsung kubungkam mulutnya dengan tanganku,,,

Hadeehh,, Ressa pagi2 rese banget..

.

.

Resty : “ini mobil rental Ga..?” tanya Ressa kepadaku sebelum dia masuk mobilku…

Aku : “ini mobilku Ress,, hehehe,,”

Resty : “hahhh? Kamu punya mobil sebagus ini…?” tanya dia heran padaku,,

Ressa : “Belum tau ya Kakk,, Rega ini orang kaya tau’…..” Ressa menimpali di belakang kami,,,

Resty : “Seriuss,,?…”

Wajar saja Resty terheran heran, selama ini aku dikenalnya sebagai cowok yang biasa aja ekonominya,, dan memang aku tidak pernah menceritakan tentang keluargaku kepadanya..

Aku : “hahaha,, bukan aku,, tapi Papa tiriku yang kaya,, nanti aku ceritakan sambil jalan..”

Ressa : “Kak Amanda ajakin kesini Ga,,, aku kangen dengan kak Amanda,,,,”

Aku : “iya next time,, dia sedang sibuk sekarang,, aku juga sudah memberitaunya tentang kamu,,, dia sangat senang sekali mendengarnya…”

.

.

.

Setelah pagi itu mengantar Resty ke kantor, aku langsung menuju ke Rumah Sakit untuk menemani Meta… tiap hari aku menemaninya disana meskipun tidak sampai menginap, karena tiap malam aku kembali ke rumah kecil tempat Ressa disembunyikan, tentunya dengan Resty,, aku juga mengunjungi tempat kost lamaku dan sesekali tidur siang disana..…. 3 Hari kemudian Meta diperbolehkan keluar dari rumah sakit, meskipun belum fit sepenuhnya. Kondisi kesehatannya masih harus terus dipantau, itu sebabnya dia sekarang tinggal di Rumah orang tuanya agar ada yang mengawasi.. selama 4 hari kemudian aku selalu menemani Meta di rumahnya waktu siang sampai malam hari,, dia bilang sudah tidak sabar pengen jalan2. Shopping , ke café dll… dia bosen dirumah. Tapi mamanya Meta melarang Meta keluar rumah sebelum dia benar2 fit.

Tidak seperti ucapan Resty pada malam pertama kami bertemu lagi yang dia bilang terakhir kalinya kami bercinta,,, kenyatannya Selama 7 hari itu tiap malam sampai menjelang pagi aku dan Resty beradu kelamin kami di rumah kecil itu,, perlahan Resty sudah tidak murung lagi,, dia sudah kelihatan lebih ceria dia bilang kalau dia bahagia ada aku yang menemaninya tiap malam. Untungnya suami Resty sedang berada di luar pulau… jadi Resty bisa bebas kemana mana walaupun harus selalu memberikan kabar ke orang itu agar tidak curiga..

Sebaliknya, selama 7 hari itu aku tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk berduaan dengan Meta kekasihku karena dia masih tidak diperbolehkan keluar rumah oleh orang tuanya. Kami juga tidak bisa bebas bermesraan di rumahnya, orang tuanya selalu mengawasi dan Kak neta juga sering datang bersama dengan suaminya. Meskipun Meta bilang gpp,, tapi aku masih sungkan… Akhirnya aku dan Meta hanya bisa menahan rasa rindu untuk bermesraan,, kami hanya bisa memadu kasih kami lewat saling memandang dan saling menggenggam tangan meskipun kami hanya sedang duduk berdua menonton TV di rumahnya. hanya itu yang bisa kami lakukan di rumahnya selama beberapa hari,,,

Tapi tidak hari ini, hari ini adalah hari minggu,, dan Meta sekarang duduk berdua denganku didalam mobil..

setelah memohon dan memelas kepada papanya,, akhirnya Meta diperbolehkan keluar rumah asal tidak pulang terlalu malam.

Aku : “mau kemana kita …?” tanyaku padanya

Meta : “terserah bawa aku kemana aja,,, yang penting aku bisa berduaan sama kamu…”

Aku : “Ini kan masih siang,, mau makan…?”

Meta : “Bee,, aku tadi bilang berduaan,, bukan makan….”

Aku : “Lalu mau kemana…?”

Meta : “Terserah kemana aja yang penting berdua….”

Aku : “iya tapi kemana…?” lama lama aku jadi gemes sama dia,,

Meta : “huhhh Gak peka banget sih kamu jadi cowok,, bawa aku ke tempat dimana kita bisa berduaan, bermesaraan, pelukan, ciuman kalau perlu bisa bercinta…. Gitu aja pake dijelasin sih…”

Hadeeehhh,,,,

Aku : “ini masih siang Bee,, memangnya harus ya…?”

Meta : “sejak kapan kamu menjadwal waktu untuk bercinta,,,? kamu gak mau…? Atau kamu lebih suka melakukannya dengan Resty dibandingkan denganku? Iya..?” tanya dia kesal kepadaku.. mukanya Meta langsung berubah jadi jutek banget…

Aku : “bukannya gitu Bee,, baiklah,, bagaimana kalau ke apartemenmu..?”

Meta : “gak bisa,, ada nenek sihir disana….” ucapnya datar masih dengan wajah yang jutek… dia marah…

Hmm..? jadi kak Neta tinggal di apartemennya Meta? Persis seperti mimpiku kapan hari,,,

Aku : “kalau gitu ke kost ku aja.. gimana…?”

Meta : “terserah…” ucapnya singkat dan datar,,, kulirik Meta,, dia masih kelihatan sebel,,dia langsung kelihatan bad mood saat menyebut nama Resty,,.

.

Mobilku sudah sampai di depan rumah kost, dan aku sedang memakirkan mobilku agak jauh beberapa rumah dari rumah kost,,, karena di rumah kost ini tidak disediakan parkir untuk mobil.,,

Meta : “Bee,, kebelet nih,, aku masuk duluan ya,,,!!”

Aku : “Hmm oke,, masih ingat kan kamarnya yang mana,,?” tanyaku padanya sambil memberikan kunci kamar kostku…

Meta : “Iya inget,,” ucapnya lalu dia keluar dari mobilku,,

.

.

Setelah memakirkan mobil dan memastikan tidak menghalangi jalan,, aku masuk ke dalam kost dan menuju kamarku,,, ketika kubuka pintu kamar,, ternyat ada Meta tepat dibalik pintu,, dia kelihatan sangat emosi,,, dan.,..

PPPLLAAAAAAKKKKKKKKKK… Wajahku ditampar sangat keras oleh dia… busett,, panas banget…

Aku : “Bee,,kamu kenapa sih..?” tanyaku sambil memegangi wajahku yang panas kena tamparan tangan Meta.

Meta : “Siapa wanita cantik tidak memakai baju itu..? kamu sengaja mengajakku kesini agar aku melihat wanita itu..? MAUMU APA SIH BEE..?” ucapnya masih penuh dengan emosi,,,

Wanita,,? Aku langsung menoleh ke arah tangan Meta menunjukk ke arah jendela,, disana ada seorang wanita yang sedang berdiri bugill… Oh Shitt,,,

Aku : “Bee,, dia itu kakakku…”

Meta : “hehhh? Kakak…?”

Aku : “Rein,, bagaiamana kamu bisa disini…?” tanyaku pada Rein dan dia tersenyum mendatangi kami dengan kedua tangannya menutupi bagian2 sensitifnya,, satu tangannya menutupi bibir bawahnya, satu tangan yang lain menutupi putting susunya….

Rein sekarang sudah berdiri tepat dihadapan Meta,,, kini mereka saling berhadapan dan saling memandang beberapa saat… dua orang yang aku sayangi dan aku cintai bertemu untuk pertama kalinya,, tinggi mereka berdua hampir sama,, cuman,, ya Rein paling juara soal bentuk tubuh,,,, hehe

Rein : “hai,, maaf ya.. aku tadi sedang mau mandi saat kamu tiba2 masuk… kenalin.. namaku Amanda Rein,, aku kakaknya Rega…” ucapnya sambil menjulurkan tangan kanannya yang tadi dia pakai untuk menutupi payudaranya ke arah Meta,, Meta menyambut tangannya Rein,,, Rein sangat percaya diri… sedangkan Meta yang malah kelihatan gugup…

Meta : “Meta,,,,” ucap Meta kaku sambil melihati kedua payudara Rein yang terbebas tanpa ada ada yang menutupi,,,

Rein : “ohh jadi ini yang namanya Meta… Rega cerita banyak tantang kamu,,, kamu bisa panggil aku Amanda, atau Rein seperti Rega memanggilku,,,.. Rega memanggilku kakak hanya saat dia sedang pengen….”

Aku : “Rein…” aku memotong kalimatnya

Rein : “Pengen dibeliinn sesuatu.,… aku mandi dulu ya..“ ucapnya pada Meta,,lalu berjalan menuju kamar mandi..

Meta berbarbalik badan mengahdapku sambil memegangi dadanya…,, mukanya terlihat sangat shockk dan pucat…

Aku : “Bee,, kamu gpp…?”

Meta memegang tanganku dan mengarahkan ke dadanya,,,,

Meta : “kamu bisa merasakannya kan,,? Jantungku berdebar debar Bee….”

Deg Deg Deg Deg Deg Deg

Aku : “ya aku merasakannya….” Memang bisa kurasakan jantungnya Meta berdegup kencang,, kenapa dia bisa seperti ini setelah bertemu dengan Reinn

Meta : “Gilaaaa, aku sampai deg degan berhadapan dengan kakakmu,,,,,, kakakmu cantik banget Bee…dan tubuhnya ituloh,, bisa kayak gitu ya,,?” ucap Meta sambil memegangi payudaranya lalu meremas payudaranya sendiri,,,,,,

Meta : “Sumpah jauh banget dengan punyaku…” ucapnya lagi dengan ekspresi pasrah..

Meta : “sudah kalah besar jauh sama punyanya Resty dan kakakku,, sekarang kalah lagi dengan punya kakakmu….” Dia semakin sedih, membanding bandingkan payudaranya dengan punya Resty, Kak Neta dan Rein,,

Aku : “hahaha,, iya kalah jauh,,,,”

Mendengar ucapanku,,,Meta menatapku tajammm,,,

Aku : “ehh..?,, Meskipun kalah jauh sama mereka,, tapi aku tetap menyukai punyamu Bee.. ” meskipun punya Meta kecil bahkan hampir tidak ada,, tapi aku mencintai dia apa adanya,, cieee,,,

Meta : “Aku gak terima,, aku harus operasi….”

Hadeeeehhh…

Meta : “, tanpa ragu dia bugil didepanmu,, apa memang dia biasa seperti itu dirumah? Kamu sering ngeliatin punya kakakmu sendiri yah? Ngaku…..”

Jangankan cuman ngelihatin,,, sudah habis tuh payudaranya Rein sama aku,, hahaha,, tapi gak mungkin aku ceritakan ke Meta,,

Aku : “Ehh,, engggaakk,, tadi aja aku gak lihat….”

Meta : “Hmmmm….”

Aku : “Beee,, “ ucapku sambil memegangi pipiku yang masih panas,,,,,

Meta : “eh..? masih sakit ya..? maaf Be,,, maaf banget aku gak tau kalau dia kakakmu…hehe” ucapnya sambil mengelus elus pipiku,,, lalu dia cium dengan bibirnya…

.

.

Dengan adanya Rein di kost,, niatku dan Meta untuk berduaan kembali gagal,,,, kami bertiga ngobrol basa basi didalam kamar,, Meta terlihat canggung ngobrol dengan Rein, beberapa kali dia salah tingkah sendiri…

Beberapa jam kemudian aku dan Meta memutuskan untuk keluar mencari makan, hari sudah semakin sore… Rein tidak ikut dengan kami meskipun tadi aku mengajaknya, katanya dia tidak ingin mengganggu.. dan sekarang Aku dan Meta berada di dalam mobil lagi menuju restoran….

Meta : “..ohh,, jadi dia kakak tirimu…..” ucap Meta saat daritadi aku bercerita tentang Rein..

Aku : “meskipun kakak tiri,,,, bagiku,, Rein adalah kakak terindah, kasih sayangnya kepadaku begitu besar,, ”

Meta : “enak yah punya kakak seperti itu,,,, gak kayak nenek sihir itu..”

Aku : “Hmm,, kak Neta juga sayang kepadamu Bee,, mungkin terkadang kamu melihatnya dia tidak peduli,,, padahal sebaliknya dia sangat perhatian denganmu, memang dia tidak pernah mengungkapkan langsung kasih sayangnya kepadamu, tapi dia menunjukkannya dengan sikapnya … apa kamu tidak tau,, saat kamu sedang koma,, dia selalu khawatir denganmu,, memelukmu, menciummu sepanjang malam,, sambil meneteskan air matanya…”

Meta : “iya aku tau semua itu,,, tetep aja dia itu seperti nenek sihir,,,,”

Hadeeehh,, meta tau kasih sayang kakaknya kepadanya,, cuman dia tidak mau mengakuinya,,,

Meta : “Resty gimana Bee..?”

Aku : “uhmm,, Resty baik kok,, aku kan selalu menemaninya tiap malam di rumah adiknya… ”

Meta : “Ohhh….”

Aku : “Dia sekarang sudah kelihatan ceria lagi Bee… sudah bisa tersenyum lagi dan centil lagi seperti dulu,,dia baik baik saja sekarang,,, ”

Meta : “yaiyalah,,, kamu kan menemaninya setiap malam,,dia pasti senang…. Kamu juga pasti senang ada yang menemani tidurmu setiap malam… iya kan.? Apalagi Resty yang centil dengan tubuhnya yang menggemaskan.. kamu pasti suka” ucapnya sedikit kutangkap nada sinis dari nada bicaranya,,,

Ehh..? Meta langsung tau kalau aku tidur dengan Resty setiap malam tanpa memberi tahu dia… apakah inikah yang dimaksud dengan naluri seorang calon pengacara yang selalu berpikiran logis..? atau ini hanya naluri seorang kekasih yang sedang cemburu.

Meta : “aku tanya sama kamu,, tolong jawab dengan jujur….”

Aku : “hmm..?”

Meta : “Sebelum kamu berpacaran denganku,,, kamu kan dekat dekat dengan Resty,,, dia atasanmu,, setiap hari bertemu.. kemana mana selalu berdua,, ke Singapore juga cuman berdua… kamu pernah mencintainya…?”

Hmm,, kenapa Meta bertanya tentang perasaanku kepada Resty,,,

Aku : “Kenapa tiba2 bertanya seperti itu,,,?”

Meta : “Ahh.. aku sudah tau jawabannya,,, kamu pasti juga baper saat bersama dengan dia….”

Aku : “iya deh iya,,, jujur dulu aku mencintainya….”

Meta : “sampai sekarang…?” tanya dia dengan cepat…

Aku : “Bee,,, sekarang aku mencintaimu…”

Meta : “Mencintai Resty juga kan… ?”

Daritadi Meta menilai sendiri bagaimana perasaanku kepada Resty,, apa aku terlihat memang masih mencintai Resty..? jelas-jelas aku sangat mencintai Meta… atau aku yang tidak sadar dengan perasaanku terhadap Resty..?

Meta : “sekarang aku tau,, kamu mau berpacaran denganku karena kamu tidak bisa bersama sama dengan Resty,, padahal kalian saling mencintai,,, iya kan..? … ini hatiku, bukan tempat persinggahan…” kulirik lagi Meta, dia kelihatan sebel,,,

Dulu Aku mau berpcaran dengan Meta kan karena dia memaksaku,,,,

Aku : “Kamu kan yang memaksaku untuk jadi kekasihmu…?”

Meta : “JADI KAMU TERPAKSA BERPACARAN DENGANKU…?” Teriak Meta..

Sial salah ngomong,,,, semua yang kukatakan akhirnya hanya akan membuatku semakin kelihatan salah,,, kenapa Meta jadi marah2 gini sih…

Meta : “setelah kamu bisa membantu Resty lepas dari orang tua itu,,, sebaiknya kamu menikah dengan dia….” Ucap Meta datar..

Aku : “kenapa kamu tiba2 begini sih…? Kamu marah akhir2 ini aku dekat dengan Resty…?”

Meta : “tidak…” ucap dia singkat..

Aku : “bukankah kamu yang menyuruhku menemani dan menghiburnya…? Aku melakukan seperti yang kamu minta Bee…”

Meta menatapku dengan tatapan matanya yang tajamm,,

Meta : “kamu memang gak pernah mengerti perasaan wanita…. Aku mau pulang..!”

Aku : “kita kan mau makan Bee…”

Meta : “antarkan aku pulang,, atau turunkan aku disini… biar aku pulang sendiri…”

Dengan terpaksa kuantarkan Meta pulang sesuai permintaannya,, aku tidak mengerti kenapa tiba2 dia seperti ini,, benarkah dia marah karena aku dekat dengan Resty lagi? Padahal aku hanya menuruti permintaanya…

Aku : “aku masuk ya Bee…?” kutanya padanya sebelum dia keluar dari mobilku,, kami sudah sampai didepan rumahnya..

Meta : “,, aku mau tidur,, pulanglah sana ke Resty…”

BBBRAAAKKKK, Pintu mobil ditutup sedikit keras olehnya…., Fix,, dia beneran marah karena aku dekat dengan Resty lagi.

.

.

.

Setelah mengantarkan Meta pulang aku kembali ke Kost, karena disana ada Rein,, Didalam kamar kost, Rein sedang tengkurap diatas tempat tidurku sambil menonton TV. Langsung kuhampiri tempat tidur dan aku ikutan tiduran diatas tempat tidur diatas tubuhnya yang sedang tengkurap… kujadikan bokongnya Rein yang besar dan empuk ini sebagai bantal…

Rein : “Kok uda pulang..? Meta mana…?” tanya dia kepadaku,,,

Aku : “uda pulang,,,,” ucapku datar…

Rein : “Seleramu masih sama ya Dek,,, Alexa, Winry, Meta,,, semuanya cantik sih,, tapi semuanya datar gak punya dada.. hahaha…”

Aku : “aku gak pernah dekat dengan wanita hanya karena fisiknya,,, mungkin kebetulan aja bisa setipe…”

Rein : “Atau bisa saja kamu masih tidak lepas dari sosok Alexa,, sampai akhirnya kamu mencari yang mirip dengan dia,,,”

Hmm,, Masa’ Sih?

Rein : “aku gak ingin Meta jadi pacarmu dek,,”

Aku kaget dengan perkataan Rein,, dia gak setuju aku dengan Meta…?

Aku : “Hahh,,? Kenapa?”

Rein : “aku ingin dia jadi istrimu… aku suka dia,.. segera menikah dengannya, aku ingin keluarga kita bertambah besar,,,, ”

Hadeeehh,,,

Aku : “alasan Kamu suka dengannya karena dia memang agak mirip denganmu..sama2 sadis kepadaku…”

Rein : “Oh yah…? Hmm,, aku semakin menyukainya,,,”

Aku : “.. tapi,, untuk menikah dengannya,, aku masih ragu Rein,,,”

Rein : “Loh kenapa..?”

Aku : “Resty…”

Aku : “Meta malah menyuruhku menikah dengan Resty..”

Rein : “Hmm,, kok gitu,,? Padahal Dia kelihatan sangat mencintaimu Dek,, apa karena Resty sahabatnya dia merelakanmu …?”

Aku : “Meta mengatakannya sambil marah dean emosi Rein,, aku tadi sedikit bertengkar dengannya,,,, dia marah karena aku dekat dengan Resty,,, padahal dia yang menyuruhku untuk menemani dan menghibur Resty,,, malah dia bilang aku tidak pernah mengerti perasaan wanita,,,”

Rein : “Kamu langsung mengiyakan permintaannya untuk menemani Resty tanpa memikirkan perasaanya Meta..?”

Aku : “hmmm..?”

Rein : “Kamu memang belum mengerti isi hati seorang wanita Dek,,, pantas saja dia marah,,,”

Aku : “Hff.. aku pikir kalau Meta merelakanku untuk menemani sahabatnya yang sedang sedih,, ya aku enteng aja bercerita kepada Meta kalau seminggu terakhir selalu menemani Resty tiap malam… ehh,, dia malah jadi marah2,,, plin plan banget kan? Apa sih sebenernya yang diinginkan Meta”

Rein : “Menebak isi hati wanita memang tidak mudah Dek,,, sepintar pintarnya pria, meskipun dia ahli matematika atau ahli dalam memecahkan kode kode rahasia belum tentu bisa merumuskan dan memecahkan isi hati seorang wanita,,,,, terkadang ada miss antara pemahaman pria dan keinginan wanita yang sesungguhnya… seperti jika wanita berkata ‘tidak’ itu berarti ‘iya’,, jika wanita bilang ‘gpp’ artinya dia sedang marah atau kecewa,, jika wanita bilang ‘aku rela kok’ artinya dia merasa sangat gak rela, dan jika wanita bilang ‘terserah’ hmmmm bisa jadi berjuta juta makna artinya…”

Aku : “Wanita memang ribet banget, kenapa gak jujur aja langsung dengan perasaannya,?… ada gak sih toko yang jual Kamus isi hati wanita,,… aku pengen beli..”

Rein : “wanita bertindak seperti itu agar prianya bisa lebih peka dan memahaminya….”

Rein : “Deekk,,, Tidak semua wanita mempunyai hati sebesar Alexa yang masih mau bersamamu meskipun kamu main2 dengan banyak wanita dibelakangnya….”

Aku : “sebaiknya aku harus bagaimana Rein,,,?” tanyaku kepadanya…

Rein : “yasudah menikah saja dengan Resty,,,” ucap Rein dengan entengnya,,

Aku : “kamu sama sekali tidak mambentu,,,” ucapku sedikit kesal padanya,,,,

Rein : “loh,,, kenapa ,,? Kamu masih mencintai Resty kan.,,,?”

Aku : “hmmm Kamu semakin mirip dengan Meta…”

Rein : “hhahaha,,,Deeekk sekarang lihatlah kedalam hatimu sendiri,, adakah Resty disana..?”

Aku : “uhmm ,, aku tidak mengerti ini cinta atau bukan,,, aku hanya merasakan simpati kepada Resty, mengaguminya, membantunya, ingin menjaganya,, tapi tidak ada keinginan untuk memilikinya..”

Rein : “itu sama saja kamu mencintai Resty Dekk,,, Cinta itu sebuah ungkapan emosi dari sebuah kasih sayang yang besar,, dari cinta timbul perilaku untuk berkorban, empati, peduli, patuh, membantu, melakukan apapun,,, itu yang kamu lakukan pada Resty.. memang cintamu ke Resty tidak sebesar cintamu ke meta.. tapi tetap saja kamu mencintai mereka berdua Dek.. kamu harus memilih siapa yang akan kauberikan cintamu untuk selamanya…”

Aku : “Padahal mereka berdua saling merelakanku,, ,, tapi jika aku memilih Meta , Resty pasti sedih,,, sebaliknya jika aku memilih Resty, Meta pasti yang sedih…. Hadeehh,, pusing,,, apa aku tidak bisa memilih keduanya..? ”

Rein : “Kamu mau menikah dengan mereka berdua…?”

Aku : “hehehe,, boleh nggak,,? kan lagi musimnya tuh poligami,,,atau kamu mau juga sekalian jadi istriku,,? hihii ”

Rein bergerak,, dia membalikkan badannya,,, dia menarik tubuhku agar aku sejajar dengannya,, dan posisiku sekarang tidur miring berhadapan dengannya,,, dia memegang pinggulku,,,

Rein : “setiap wanita di dunia itu ingin menjadi satu-satunya bagi pria yang dicintainya,, tidak ingin menjadi nomor dua apalagi nomor tiga,, tidak ada wanita yang benar benar rela membagi atau berbagi prianya untuk wanita lain,,, menjadi nomor satu tapi diduakan aja sakit banget,,, apalagi mengetahui hanya menjadi nomor dua..? ,, kamu bisa saja menikah dengan mereka berdua,, tapi kamu yakin nantinya mereka akan damai terus,,? Awalnya mungkin bisa tenang tenang saja,,, tapi Pasti suatu saat ada yang merasa cemburu dan menganggapmu gak adil,, seperti tadi meta yang marah kepadamu karena selalu menemani Resty,,,, akhirnya apa..?akan selalu terjadi pertengkatran dan rumah tangga kalian akan berantakan,,”

Aku : “hufft gitu ya,, ? kamu kok tau banget sih Rein,,,,?”

Rein : “aku sedang menulis sesuatu Dek,,, hihihi..”

Aku : “apa’an?”

Rein : “ntar aja kalau sudah jadi kamu baca sendiri,, kamu pasti terkejut dengan isinya..”

Aku : “hmmm…? kalu aku memang tidak bisa bersama dengan keduanya sekaligus,,maka aku tidak bisa memililih salah satu dari mereka,,, aku kan pernah bilang kepadamu, salah satu misiku kembali kesini adalah untuk membuat Meta dan Resty baikan,,,dan sekarang mereka sudah dekat lagi ,,, aku tidak ahu jika hanya akan merusak persahabatan mereka lagi…”

Rein : “jadi kamu mau melepaskan begitu saja cintamu kepada mereka berdua…?”

Aku : “terpaksa,,meskipun aku masih sangat mencintai Meta… “

Rein : “dan mencintai Resty,,,,,”

Aku : “Rein,,,!!”

Rein : “hihi….”

Aku : “padahal aku selalu memimpikan Meta adalah wanita yang akan menemaniku mengisi lembaran lembaran kehidupanku yang masih kosong di masa yang akan datang,, dia yang akan menemani dan mendampingiku melalui jalan yang sangat panjang dan melelahkan,,,,, hufft,, kamu mau menggantikan Meta..? ehmm, tawaranku kepadamu masih berlaku Rein,,, hehehe..”

Rein : “Adeeekk, gitu aja kamu sudah nyerah sih,,,? Meta ataupun Resty masih bisa diperjuangkan,, masih banyak cara agar kamu bisa dengan salah satu dari mereka,,,,”

Rein : “perjuangkan cintamu… dan kamu akan melalui jalan yang panjang dan melelahkan dengan salah satu dari mereka,,, percayalah aku ada di kursi belakang, menemani kalian berdua….” ucapnya lalu tersenyum dan mencium bibirku

Rein : “Dan sudah berapa kali aku bilang,, kamu sudah kuanggap suamiku Dek….. aku jauh2 datang kesini hanya untuk minta nafkah biologis kepada suamiku…hihi..“ ucapnya lalu bergerak menindihku dan meniciumku lagi..

Rein : “oiya,, bagaimana dengan Dias..? kamu sudah bertemu dengannya..?”

Aku : “hmm? Dias…?”

.

.

.

DIAMALAM YANG SAMA DAN DIWAKTU YANG SAMA

—— POV DIAS——

Taman ini sekarang seakan menjadi tempat favoritku dan Galih untuk menghabiskan malam, kami sering mengunjungi tempat ini hanya untuk sekedar ngobrol setelah makan malam bersama.. sesekali kami membicarakan tentang rencana kami untuk bercerai.. kadang aku merasa aneh membahas hal itu,, merencanakan perceraian sebelum kami menikah.hff..

Seperti yang kami lakukan di hari minggu malam ini,, kami sudah berada di taman ini lagi, dengan santainya kami duduk berdua di bangku panjang yang disediakan di taman ini.. kami berdua ngobrol sambil melihat para orang tua yang sedang sibuk bermain dengan anak anak mereka yang kecil dan lucu ditengah tengah taman ,,,, ada seorang bapak yang sedang mengkuti anaknya yang berjalan dengan tidak tegap dan sesekali hampir jatuh,, ada ibu ibu yang sedang menenangkan anaknya yang masih kecil yang menangis karena bertengkar dengan saudaranya… aku sangat suka sekali melihat anak kecil. Dulu aku mempunyai keinginan suatu saat bisa menjadi seorang guru TK, tapi tidak kesampaian.

Seorang anak kecil cowok yang kukira masih belum genap 2 tahun menghampiri tempat duduk kami sendirian,,,

Baby : “Mama…” ucap anak itu sambil menyentuh kakiku,,, aku yang terkejut langsung menggendong anak itu dengan sangat hati hati…

Aku : “ya ampun lucunya,,, siapa namanya,,,?” ucapku pada anak kecil yang lucu ini,.,, Galih senyum senyum sendiri melihatku… aku sedikit malu Galih melihatku seperti itu.

Tidak lama ada seorang pria yang menghampir kami dan dia adalah orang tua anak kecil ini,,,

Baby : “mama…”

…….. : “maaf ya neng,,,, “

Aku : “iya gpp Pak,,,”

Aku : “tuhhh.. papa datang,, sini cium tante dulu…” ucapku pada anak kecil itu..

Anak kecil itu mengerti maksudku saat aku mengarahkan pipiku di wajahnya,,, dia langsung memberikan ciumannya kepadaku,, hmm,, manisnyaa… anak kecil ini adalah pria pertama yang mencium pipiku.. dan kuberikan anak kecil lucu ini kepada orang tuanya.

Aku : “kamu kenapa ngelihatin seperti itu…?” tanyaku pada Galih yang masih senyum senyum memandang wajahku,,

Galih : “maaf,, kamu merasa tidak nyaman ya..? sebenarnya ini yang biasa aku lakukan saat di luar negeri,,,” ucapnya kepadaku,, maksudnya dia selalu ngelihatin wanita wanita disana,,,?

Aku : “maksudnya,,?”

Galih : “Ehmm,, mungkin ini agak menyeramkan bagimu,, tapi lihat ini…”

Dia memberiku handphonenya,,memperlihatkanku galeri foto di hapenya,,,,,, astaga,,, aku sangat terkejut dengan apa yang ada di galeri itu,,,,, foto-fotoku tersimpan di handphonenya Galih, tidak cuman satu,,, dan bahakan ada fotoku 2 tahun lalu saat wisuda,,,,

Aku : “bagaimana kamu bisa mendapatkan fotoku,,,?” tanyaku masih shock kepadanya…

Galih : “hahaha, nyeremin kan,,,? Aku tau kamu pasti kaget melihat fotomu ada di hapeku,, foto foto itu dikirimkan oleh mamaku agar aku selalu ingat dengan janjiku dan agar aku tidak terlena dengan wanita wanita diluar sana… mama mendapatkan foto fotomu dari bundamu,,,, sebenarnya aku sudah menduga kalau foto fotomu dikirimkan kepadaku tanpa persetujuanmu….”

Sumpah aku sangat kaget dengan ini…

Galih : “Awalnya aku cuek saat foto pertama dikirmkan,, kemudian foto foto selanjutnya berdatangan,, dan disuatu malam aku tidak sengaja membuka fotomu… lama aku memandangi fotomu, wajah yang cantik dengan alis yang tebal, mata yang indah, dan senyum yang sangat indah untuk dipandang,,,,aku malah semakin terhanyut untuk mengusap layar handphoneku agar bisa melihat foto-fotomu yang lain,,, dan akhirnya malah jadi kebiasaannku setiap malam,, kadang fotomu aku ajak bicara tentang keluh kesahku selama disana.., hahah hanya dengan berbicara sama fotomu lah aku masih bisa bicara menggunakan bahasa negara ini…,,, aku kadang berpikir kira kira seperti apa wanita yang sedang kulihat di layar handphoneku ini, hanya memandangi fotomu aku mencoba mengira ngira bagaimana sifatmu,, dan semuanya benar, baik, ramah, pintar, penyayang, patuh kepada orang tua,, itu juga yang membuatku bertanya tanya apa benar wanita ini mau dijodohkan denganku..”

Galih mengatakan semua apa yang dilakukannya dengann fotoku, aku sedikit tersipu mendengarnya…

Galih : “Maaf yah,, aku akan menghapusnya jika kamu tidak nyaman dengan itu…”

Aku : “ehh,, terserah kamu kok,,, aku rasa tidak ada yang aneh dari foto fotoku tadi,, semuanya kelihatan bagus,, sayang kan kalau dihapus,,, hehe..”

Ya,, aku biarkan Galih menyimpan fotoku selama dia tidak memakainya untuk aneh aneh… aku percaya Galih bukan orang seperti itu. Dia sangat menghargai seorang wanita… sifatnya sangat persis dengan Ega,,, cuman Galih kelihatan lebih dewasa,,

.

.

♪ Are we tough enough for Ordinary Love? ♪

.

.

Obrolan kami masih berlanjut,,, tiba2 aku ingin bertanya tentang cinta kepada Galih,, aku ingin tau bagaimana seorang Galih menanggapi tentang cinta. mungkin aku bisa meminta saran kepadanya tentang hubunganku dengan Ega,,, sejak adanya rencana Galih,, aku banyak berpikir tentang Ega,,,, aku marah kepada Ega karena dia dan Linda sahabatku bermesaraan. Tapi kenapa kau marah? Tidak seharusya aku marah kepada Linda dan benci kepada Ega,, karena dia bukan siapa siapaku,, saat itu memang aku mencintainya tapi dia bukan kekasihku aku tidak bisa begitu saja marah karena dia melakukan hal itu dengan Linda.. aku kangen dengan Linda,, aku ingin bertemu dan minta maaf kepadanya,,, dan Ega,, benarkah dia cinta yang layak untuk diperjuangkan dengan membohongi pernikahanku dengan Galih…?

Aku : “Kamu percaya adanya CINTA SEJATI..?” tanyaku pada Galih..

Galih : “hmm ,,percaya..”

Aku : “menurutmu CINTA SEJATI itu seperti apa..?”

Galih : “uhmmm,,, Setiap orang mempunyai penilaian masing-masing mengenai cinta… dan aku bukan guru yang tepat jika kamu bertanya tentang Cinta, karena pengalamaku tidak banyak,,,, hahaha,, tapi mungkin ini bisa membantu menjawab pertanyaanmu,,,, Kamu pernah mendengar kisah tentang seorang murid yang bertanya kepada gurunya tentang Cinta Sejati…?”

Aku : “bagaimana…?”

Galih : “Begini kisahnya,,, pada suatu hari murid itu bertanya kepada Gurunya,, ‘Apa itu CINTA SEJATI wahai guru?’ ,,lalu sang guru itu menjawab ‘Berjalanlah lurus disebuah taman bunga yang luas, petik satu bunga yang menurutmu paling indah, dan ingat, jangan pernah kembali kebelakang!’ ,,

keesokan harinya murid itu bertemu lagi dengan gurunya dengan tangan kosong ,, sang guru bertanya pada muridnya ‘mana bunga yang kamu petik?’ sang murid dengan menyesal menjawab,, ‘aku tidak bisa mendapatkannya, sebenarnya aku sudah menemukan yang paling indah menurutku tetapi aku berpikir bahwa akan menemukan yang lebih indah didepan,, ketika sampai diujung taman, aku baru sadar bahwa bunga yang aku temui pertama kali itu adalah yang paling indah, tapi aku tidak bisa kembali lagi kebelakang’ ,,,

lalu sang guru berkata ‘wahai muridku, itulah CINTA SEJATI, semakin kamu mencari yang terbaik, maka kamu tidak akan pernah menemukannya’

Dari kisah itu kita bisa ambil pelajaran,,, kita tidak akan pernah mendapatkan cinta sejati jika kita terus mencari Cinta yang sempurna…”

Aku tersenyum mendengar dongeng dari Galih,, dia memberiku pelajaran untuk tidak mencari yang sempurna jika aku sudah menemukan yang paling baik,,, karena itulah cinta sejati..

Aku : “Bagaimana denganmu,,,? Kamu tidak ingin mencari Cinta Sejatimu..?” tanyaku padanya… aku ingin tau cinta seperti apa yang menjadi pilihan seorang seperti Galih,, dia kelihatan sangat mencintai wanita yang pernah meninggalkannya,, mungkin dia ingin mencari sosok yang sama seperti wanita yang bernama Alexa itu.

Galih : “Hmm,, aku merasa tidak pantas mendapatkan cinta lagi,, aku menghukum sendiri diriku dengan itu….”

Ucapannya terhenti lalu kulihat dia memetik bunga liar diantara rerumputan di sebelah bangku kami,,,

Galih : “tapi jika aku diperbolehkan untuk mencintai lagi,,,,, aku sudah memilih cintaku,,,” ucapnya sambil memegang tanganku dan menaruh bunga liar yang kecil tapi tetap terlihat cantik itu diatas telapak tanganku.

Astaga,,, apa ini maksudnya,,?

.

.

♪ We can’t fall any further
If we can’t feel ordinary love
And we cannot reach any higher
If we can’t deal with ordinary love ♪

.

.

DI APARTEMENNYA RESTY

——-POV RESTY——–

Tubuhku tiba tiba menjadi kaku seperti robot, mataku tidak bisa berkedip, tanganku gemetaran memegang sebuah pisau yang daritadi kutatap dengan penuh penyesalan.

Apa yang aku lakukan..?

Kemudian dengan cepat seluruh tubuhku kini menjadi sangat lemas, pisau yang daritadi kupegang lepas dari genggamanku dan aku tertunduk dengan lututku yang terlebih dahulu menyentuh lantai. Lalu aku menangis sejadi jadinya.

Ressa,, maafkan aku..
.

.

KEMBALI KE KOST REGA

——-POV REGA——-

Rein : “aacccchhhhhh,, ssshhhh,,accccchhhhh deeeeeekkkk,,,,uhh…” seperti biasa Rein selalu ramai kalau sedang bercinta,,, aku jadi takut mengganggu tetangga kost.

Jika semalam aku bersama dengan Resty,, hari ini aku bercinta dengan kakakku yang selalu menggoda ini,,,,harusnya Resty sedang berada di apartemennya karena suaminya berkunjung,,. jadi aku dan Resty malam ini tidak bisa bercinta seperti seminggu belakangan. Dan kebetulan aku kebetulan dikunjungi istriku,,, hehehehe

Saat ini aku dan Rein sudah tidak berpakaian,, pakaian dan dalaman kami berserakan di lantai kamar kostku… Rein sedang menindih tubuhku,, dengan payudaranya yang besar dan kenyal menempel didadaku,,, dan pinggulnya sedang naik turun memanjakan penisku dengan bibir memeknya yang sudah basah…

Rein : “ahhhh,,,sssshhhhhh,,, Deekkkk,, enakkk bangettt,,, uuuuuhhhhhh…” ucapnya sambil menciumi wajahku,,

Kupegang dan Kutekan bokongnya dengan kuat agar penisku masuk semakin dalam di dalam memeknya,, membuat dia mendesah sangat keras…

Rein : “aaaaaaaaaaaccahhhhhhhh…… hah,,,haha,, lagi dekk,, gituin lagii…”

Hihi dia menyukainya,,,,,,

DDDDDDDRTTTTTTTT DDDDDDDDDDDRTTTTTTTTTTTT

Kudengar hapeku bergetar….

Aku : “Bentar Rein ada yang menelpon…..” aku berusaha mengangkat tubuh Rein agar tidak menindihku lagi.. tapi dia malah menekan tubuhnya,,,

DDDDDDDRTTTTTTTT DDDDDDDDDDDRTTTTTTTTTTTT

Rein : “Ntar ajalah Deekk,,,, kamu telepon balik, siapa sih yang menelponmu malam2.. ganggu aja,,,,” ucapnya kesal,,,

DDDDDDDRTTTTTTTT DDDDDDDDDDDRTTTTTTTTTTTT

Aku : “hmm,, bentar doang Rein,, siapa tau penting,,, “ akhirnya bisa kupindahkan tubuh Rein dari atas tubuhku,, dia kelihatan sangat kesal.

Kuraih handphoneku… dan yang menelponki malam malam ini adalah… Resty ?

Aku : “ haloo Ress..?”

Resty : “Regaa,,,,,, tolong…” kudengar Resty berbicara sambil menangis,,, aku langsung panik mendengar tangisannya…

Aku : “Kenapa Ress..? apa yang terjadi,,,?” Tanyaku padanya sambil melihat Rein,,, Rein tampak bingung melihatku panik mengangkat telepon dari Resty,,

.

.

BERSAMBUNG

Daftar Part

Cerita Terpopuler