. Halaman Baru Part 54 | Kisah Malam

Halaman Baru Part 54

0
259

Halaman Baru Part 54

FIX YOU

BEBERAPA SAAT SEBELUM REGA BERTEMU DENGAN RESTY

——-POV REGA——-

♪ When you try your best but you don’t succeed.. ♪

Hello Teman….

Kita sudah pernah membicarakan tentang Takdir (Update 51), Mimpi (Update 52) dan bagaimana Cara untuk memperjuangkan mimpi kita (Update 53), kali ini kita akan membicarakan tentang,,,,

Ohhh Wait,, selama ini hanya aku yang bicara,, dan yang kalian lakukan hanya diam saja,, padahal selama ini kalian selalu menemaniku dalam menjalani hari2ku, tapi kalian hanya diam saja, menganalisa segala yang aku lakukan,, lalu dengan entengnya kalian membully, menjudgeku, mengkritikku, malahan mengagung agungkan wanita wanita kuceritakan pada kalian, atau terkadang hanya diam tidak peduli denganku lalu pergi begitu saja.

Ohhhh C’mon Mann,, bukan begitu cara komunikasi yang baik antar teman,,

Kita Teman kan ?

Kenapa kalian diam saja saat aku melakukan hal-hal bodoh?

Tidak bisakah kalian mencegahku, mengingatkanku, atau melarangku sebelum aku melakukan kesalahan?

Apakah kalian ini tidak nyata?

Ataukah selama ini kalian hanya ada dikepalaku?

Atau aku yang tidak nyata, hanya sebuah khayalan yang ada dikepala kalian ?

Shitt,,,,,Whatever…

Sedikit melenceng dari dengan topik yang sebelumnya kita bicarakan, tapi masih berhubungan… hehe karena Kali ini kita aku akan sedikit berbicara tentang, CTRL-Z

Atau bisa juga disebut dengan istilah UNDO, Sebuah tombol penyelamat yang bisa digunakan untuk memperbaiki kesalahan dan memulihkan semuanya ke kondisi semula. Tombol ajaib untuk membatalkan apapun yang sudah kita perbuat yang menurut kita tidak baik untuk dilakukan. Sebuah fitur yang sengaja diciptakan (mungkin)karena penciptanya menyadari bahwa masih seringnya terjadi human error yang membuat pekerjaan menjadi tidak maksimal. Tentunya tombol itu hanya ada didalam komputer atau aku sebut sebagai dunia imajinasi.

Bagaimana jika ada tombol CTRL-Z dalam kehidupan nyata?

Ketika kita melakukan suatu kesalahan atau mengacaukan sesuatu, kita berharap ada sebuah tombol untuk membatalkan semua kesalahan dan kekacauan yang telah kita lakukan. Seperti saat kalian membentak dan mengatakan kata-kata yang tidak pantas kepada Ibumu dan membuat hatinya terluka, atau saat kalian salah mengambil keputusan yang awalnya kalian anggap itu adalah jalan terbaik untuk kedepannya, seperti saat kalian menyesal telah melepas virginmu pada orang yang tidak tepat, ataupun saat kalian tidak sengaja membunuh seseorang yang akhirnya membuatmu menyesal karena mencoba bermain main menjadi Tuhan dan menghantuimu seumur hidupmu.

Apa kalian pernah merasakannya ?

Kita semua pasti pernah merasakannya, melakukan suatu hal yang buruk dan mempunyai keinginan begitu besar untuk kembali dan memperbaikinya.

How to Fix it ?

Bayangkan Jika beneran ada tombol CTRL-Z dalam kehidupan nyata, tinggal pencet tombolnya maka semua akan kembali seperti semula. Tombol itu akan membawa kita ke masa lalu dan memperbaiki atau membatalkan apa yang menurut kita tidak sesuai dengan masa kini, seperti perjalanan dalam mesin waktu. Pada Akhirnya hati Ibu kita tidak perlu terluka mendengar bentakan dan kata kata tidak pantas yang kita ucapkan padanya, kita tidak akan salah mengambil keputusan, bisa mempertahankan virginmu sampai dengan waktu dan orang yang tepat, dan tidak melakukan hal bodoh yang bisa menyebabkan meninggalnya seseorang.

Bagaiamana jika kalian punya tombol seperti itu? Apa yang akan kalian lakukan? Tentunya pertama tama kalian akan memperbaiki semua kesalahan kalian di masa lalu. Setelah itu apa yang akan kalian lakukan? Apakah selamanya kalian akan menggunakannya untuk kebaikan? Sebuah tombol reset di genggaman kalian mirip mirip kalungnya Dr. Strange yang dia sebut sebagai ‘Eye Of Agamotto’ , suatu saat kalian akan tergoda menggunakannya untuk keburukan, sengaja berbuat hal buruk dan mengulanginya terus terusan karena merasa bisa dengan mudah memperbaikinya. Manusia memang selalu menggunakan sesuatu untuk dua hal, kebaikan dan keburukan. Sesuatu yang awalnya diperuntukkan mengubah hidup menjadi lebuh baik, dimanfaatkan untuk memuaskan hawa nafsu.

Fuck Humanity…

Untungnya aku bukan manusia,, bukankah tadi kalian menyebutku tidak nyata? Hihihihi…

Kehidupan nyata tidak sama dengan dunia komputer. Dibandingkan dengan komputer, Hidup lebih rumit dan lebih kompleks. Sulit untuk dijelaskan, tidak bisa dipecahkan dan diprediksi dengan mudah oleh sekumpulan alogaritma seperti sebuah komputer. Tidak ada tombol CTRL-Z dalam kehidupan nyata, dan hidup tidak bisa di-Undo. Memang aku sempat berharap bisa menekan tombol CTRL-Z atas semua masalahku,, Tapi Apa yang sudah terjadi tidak bisa kembali lagi, kesalahan dan segala dosa yang sudah kita perbuat tidak bisa dibatalkan. Kita harus bisa menerima kenyataan dan menerima akibat dari apa yang telah kita lakukan,, yang bisa kita lakukan adalah memperbaiki kesalahan yang kita timbulkan

Dan itulah yang sedang kulakukan saat ini, berkat dorongan dan semangat dari Rein aku beranikan kembali ke kota ini,, tempat dimana aku meninggalkan semua masalahku, kerjaanku, teman temanku dan cintaku. Rein telah menyadarkanku untuk tidak lari dari masalah yang kuperbuat, seperti yang pernah dikatakan kakakku yang cantik itu,,

Face it and Fix it…..

.

.

TTIINNNN TTTTTIIIIINNNNNNNNNN

Shitt,, gara2 bicara dengan kalian aku tidak menyadari kalau Traffic Light di persimpangan ini sudah boleh dilalui. Segera kujalankan lagi mobilku menuju ke kantor.. setidaknya tempat yang dulu kusebut kantor. Aku ingin bertemu dengan Resty terlebih dulu,,, aku ingin memastikan keadaannya baik2 saja,, aku sangat khawatir dengannya, terakhir kami bertemu saat dia diperlakukan seperti binatang peliharaan oleh orang itu, suaminya Resty.

.

.

Tower 3, aku melihat keatas memandangi tingginya gedung tower ini, tidak lama karena sinar matahari siang ini tepat diatas kepalaku…. Sinarnya sungguh menyilaukan mata. setelah memakirkan mobilku aku langsung menuju kesini,, didepan lobi tower 3. Dari tempatku berdiri didepan sebuah kaca besar yang mengelilingi lobi, aku bisa melihat Dinda sedang melayani para tamu yang ingin menukarkan ID Card dengan Access Card untuk masuk ke dalam gedung ini. Sudah sampai sini dan saat akan masuk ke dalam gedung, jantungku malah dag dig dug, aku bingung nanti ngomong apa ketika bertemu dengan Resty setelah aku menghilang begitu saja. Apakah dia mencariku? ataukah dia malah tidak peduli denganku yang tiba2 pergi, atau malah dia masih kecewa kepadaku karena seingatku aku sempat memarahinya dan lebih memilih Meta daripada dia., Sial,,, Mulai lagi, aku berpikir terlalu banyak,,, aku harus bertemu dengannya, apapun yang akan dia katakan , dia mau marah, atau malah dia mengusirku lagi, aku akan menerimanya,, kulangkahkan kakiku menuju Metal Detector Box yang disebelahnya dijaga seorang security berambut klimis tipi.

Eh,,, Gak Jadi Deh,,,

Saat akan bertemu bapak2 security, Aku putar kembali tubuhku, hehe,, aku putuskan untuk ngopi dulu sebelum ketemu dengan Resty. Memang saat ini aku sedang terkena serangan kantuk akut, Sialan Rein,,, dia sudah tau kalau pagi ini aku akan kembali ke kesini,, tapi semalem dia malah masuk ke kamarku menyedot penisku dengan bibir atas dan bibir bawahnya yang nikmat itu sampai hampir subuh tadi, akibatnya sekarang aku sangat mengantuk,, masih untung tadi perjalanan kesini aku bisa menahan untuk tidak ketiduran. Tapi aku memang selalu tidak kuat saat dia menggodaku dengan tubuhnya yang sekssihh , apalagi dengan bibir bawahnya yang berwarna pink itu,,,bagi yang gak kuat iman, jika kalian melihat Rein membuka lebar kakinya dengan ekpresinya yang menggoda dijamin kalian bakalan langsung crot… wkwkwk

Eh…?

Saat aku menuju salah satu kedai kopi yang berasal dari luar negeri aku melihat seseorang duduk di salah satu kursi marmer di tempat diantara tower 3 dan tower 4,

Sepertinya itu Resty deh…

Kucoba menghampiri seseorang yang sedang tertunduk sendirian di atas tempat duduk marmer yang panjang, setelah aku sudah dihadapannya ternyata bener Resty.

Aku : “Ress,,?” aku memanggilnya,, tapi tidak ada tanggapan darinya

Aku : “Resty..?” dia masih tidak melihatku, kenapa dengannya ? dia kelihatan sangat sedih,,

Aku : “Resty,, kamu kenapa..?”

Akhirnya dia melihatku dan langsung berdiri dengan ekpresi kaget melihatku.

Resty : “EGa…?”

Aku : “Haii..” sapaku padanya dan terseyum..

Tanpa diduga Resty langsung memelukku erat,, sangat erat.. dan kemudian dia menangis sangat keras…. Orang2 disekitar tempat ini melihat kearah kami,,,

Resty : “kamu kemana aja sih Ga..? kenapa kamu meninggalkanku?..hikss.. kenapa kamu tidak pernah datang kekantor,,, ? aku kesepian Ga,, aku selalu memikirkanmu,, aku takut kamu tidak akan pernah kembali lagi,, hikss,, aku,, aku, butuh kamu….aku kangen kamu Ga,,,,, aku kangen,,,. hikss”

Ucap Resty dipelukanku sambil tersedu sedu, dia menangis seperti anak kecil yang kehilangan uangnya atau saat setelah bertengkar dengan temannya dan melaporkan apa yang dirasakannya pada kakaknya. Ternyata Resty merindukanku dan membutuhkan kehadiranku,, memang seharusnya aku tidak meninggalkannya saat itu,,

Aku : “Maafkan aku Ress,, aku begitu saja pergi saat kamu membutuhkanku,, maafkan aku,,” ucapku padanya sambil mengusap punggungnya…

Tapi tiba2 dia melepaskan pelukanku,,,

Resty : “saat ini Meta lebih membutuhkanmu….” Ucapnya kepadaku…

Aku : “Meta,…?”

Resty : “Meta kecelakaan Ga…..”

DEG DEG

DEG DEG

Duniaku tiba2 berubah menjadi suram setelah mendengar kabar tentang Meta,,, Shitt,,, Kenapa Terjadi Lagi…memori saat kejadian Alexa yang tertabrak mobil langsung hadir kembali dipikiranku,,,, suara teriakan Rein saat kejadian itu dan kata2 terakhir Alexa dipangkuanku terbayang lagi dikepalaku,,,….

Rein : “ALEXAAA,,,,”

.

.

Alexa : “……..Selamat tinggal Cintaku……”

Aku : “Bagaiamana keadaanya sekarang? Apa yang terjadi,,,?”tanyaku panik kepada Resty,,,

Resty : “,,, kita butuh Taxi.. akan kujelaskan diperjalanan” ucapku padanya,,

Aku : “aku bawa mobil,…” ucapku padanya,,,

Resty : “hmm..?.. kita berangkat sekarang” dia langsung menarikku,,,,

.

.

.

.

Aku dan Resty berada didaam mobilku menuju Rumah Sakit yang Resty tunjukkan. Resty hanya diam bersandar dibahuku, merangkul lenganku membuatku tidak bisa menyetir dengan dua tangan… dia seperti menahanku agar aku tidak pergi lagi,,, aku tidak tau apa yang sedang dipikirkannya… meskipun dia tadi bilang Meta sekarang sudah baik2 saja, tapi aku ingin segera bertemu dengannya dan memastikan langsung keadaannya.

Kata Resty juga, Meta kecelakaan di malam saat aku dan dia terakhir bertemu, dicafe itu,, di malam saat dia dan Resty bertengkar dan di malam yang sama saat Meta memutuskan hubungannya denganku. Pantas saja dia tidak bisa dihubungi, dan tidak kutemukan dia di apartemennya,,, Jadi keesokan harinya saat Meta sedang terbaring koma di rumah sakit sedang berjuang dalam keadaan hidup datau mati, aku malah bercinta dengan Linda,,,,

FUUCKK,,, aku berteriak kencang dan memukul kaca mobilku sendiri,,,

Resty : “Gaa,, kenapa,,?” tanya Resty,, mungkin dia kaget denganku tiba2 bereaksi seperti tadi..

Aku : “Sebulan lebih, dan aku tidak tau kalau Meta sedang koma di Rumah sakit… kejadian ini semakin membuatku menyesal kenapa tidak dari kemarin kemarin aku kembali kesini.. “

Resty : “keluarganya Meta baru mengabariku seminggu setelah kejadiannya,, saat itu aku kaget, takut terjadi apa2 pada Meta,,, karena dia seperti itu setelah menemuiku Aku bahkan tidak berani berkata yang sebenarnya kepada keluarganya,,, aku merasa bersalah dengan apa yang terjadi pada Meta.., “

Aku : “bukan hanya kesalahanmu Ress,, aku juga merasa bersalah malam itu tidak menemaninya,,, bodohnya aku membiarkan cintaku menderita, dan parahnya aku tidak tau kalau dia sedang menderita,,,“

Aku benar benar merasa Bodoh dan tidak berguna….. tiba2 Resty merangkul lenganku lebih kuat,,,, saat kulihat wajahnya, air mata menetes di pipinya,,,, Shitt,, apa yang sudah kukatakan?

Resty : “Kamu masih mencintainya ya Ga..?” tanya dia padaku datar…

Aku : “Ress,, maaf ehm.. aku,,,,”

Resty : “aku masih mencintaimu Ga,,, sampai saat ini aku masih menyayangimu,, “ ucapnya sambil menangis,,,

Shit,, kenapa aku bisa lupa kalau Resty juga punya perasaan kepadaku…

Resty : “Kamu sudah benar2 menutup pintu hatimu untukku ? Aku menyesal memendam cintaku padamu sampai akhirnya cintamu kepada Meta mulai tumbuh…”

Benar Ress,,,, sudah terlambat, aku dan kamu tidak akan menjadi kita.. cintaku bukan lagi milikmu, karena aku mencintai Meta…. Sial,, aku tidak akan bisa berkata seperti itu kepada Resty..

Resty : “Kamu tau kenapa aku mencintaimu? padahal Kamu hanya seorang staff biasa berada satu level dibawahku, hidupmu pas pasan, tinggal di rumah kost, kamu tidak akan pernah membawaku ke Singapore, Jepang, Paris, kamu tidak akan mengajakku keliling dunia, kamu tidak akan bisa membelikanku barang2 mewah, memberikanku apapun yang aku inginkan,,,,

Orang biadab yang kamu lihat di apartemenku itu memberikan aku segalanya, mengajakku kemanapun aku mau, mengabulkan segala keinginan yang keluar dari mulutku,,,,,, tapi semua hal itu tidak pernah membuatku bahagia,,, hanya ada didekatmu aku merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya,, itu sebabnya aku mencintaimu….”

Jadi benar alasan dia menjadi simpanan pria beristri hanya karena uang ? tapi…

Rein : “……..Lelaki yang berhak disebut lelaki adalah dia yang tidak memberikan harapan dan mengumbar cinta kepada setiap wanita… karena sifatmu yang terlalu mengumbar cinta , banyak wanita yang terlena denganmu,, meskipun kamu tidak menyadarinya, setiap tingkah lakumu seperti memberikan harapan kepada semua wanita yang ada disekitarmu., membuat mereka semua nyaman denganmu.. lihat apa akibatnya terhadap Dias, Resty, Meta ? mereka semua mencintaimu, atau jangan2 Linda juga sudah jatuh cinta kepadamu ?…. tidak hanya sekarangg ini,, ingat dulu yang terjadi saat kita SMA,, aku, Alexa, Amel, Guru PPL itu,,, lalu saat kamu kuliah,, Winry, Mira, Melly dan cewek cewek lainnya… itu semua karena kamu tidak tegas dengan cintamu Dek,,”

Apakah ini yang dimaksud Rein saat itu? Aku harus tegas dengan cintaku… karena aku sudah memilih cintaku… pilihan? Tidak,,,, tidak sepantasnya cinta itu dipilih,, tapi cinta yang benar benar cinta adalah dengan menjadikannya tujuan, bukan pilihan…

Kubanting setir, kupinggirkan mobilku berhenti di sebuah jalan,,,, kupegang tangannya…

Aku : “Aku pernah mencintaimu Ress,, dan aku tidak akan pernah menyesal pernah mencintaimu… aku juga pernah merasakan bahagia saat bersamamu dikantor, di Singapore, dimanapun saat sedang bersamamu aku merasa nyaman.., “

Resty semakin mempererat pegangannya di lenganku,,,

Aku : “Maaf,,, hanya kata maaf bisa kuucapkan kepadamu Ress,, karena sekarang aku tidak bisa mencintaimu lagi,,”

Sebenarnya berat sekali berkata seperti itu kepadanya, mungkin saat ini aku menyakiti perasaannya… tapi aku harus tegas,, semoga dengan ini dia bisa merelakanku,,,,, Tak ayal air mata Resty semakin menetes deras,,, sial aku tidak sanggup melihatnya menangis,,

Aku : “Ress,, maafkan aku..”

.

♪ When you’re too in love to let it go 

.

Resty : “Terima kasih sudah mengatakan kamu pernah mencintaiku, aku senang mendengarnya,,, walau hanya sebentar saja, walaupun aku tidak bisa merasakannya selamanya,,,, terimakasih sudah pernah mencintaiku,,, hikss,..

untuk sekarang ini, ijinkan aku untuk tetap mencintaimu, walapun harus bertepuk sebelah tangan, walaupun hanya bisa mencintai bayanganmu,,,, Tapi tenang saja, aku tidak akan merebutmu darinya..

Ayo jalan lagi,,, cintamu sudah menunggumu… ”

Ucapnya lalu tersenyum kepadaku, setidaknya dia mencoba teresenyum,,, meskipun pasti sangat berat baginya untuk masih tetap mencintaiku.. tapi itu sudah keputusannya,, kujalankan lagi mobilku,,,,

—-

Meskipun jalan kita tak bertemu

Tapi (kenangan kita) tetap indah bagiku,

semoga juga bagimu


Kau tahu aku merelakanmu

Aku cuma rindu, aku cuma rindu

Takkan mencoba tuk merebutmu

Aku cuma rindu, itu saja

(Gagal Bersembunyi – The Rain)

—-

Sepanjang sisa perjalanan menuju Rumah Sakit, Resty hanya diam saja, pandangannya matanya hanya tertuju kedepan.. dia sudah tidak menyandarkan lagi kepalanya di pundakku tidak memegang lenganku lagi,, sesampainya di Rumah Sakit sebelum masuk ruangannya meta,, Resty memintaku untuk tidak menceritakan apapun yang kami bicarakan di mobil kepada Meta.

.

.

Saat melihatku masuk kedalam ruangannya,, Meta terkejut dengan kedatanganku, menutup mulutnya dengan tangannya dan tak kuasa menahan air mata yang keluar membasahi pipinya…

Meskipun didalam ruangan ini ada mamanya Meta yang duduk di kursi disebelahnya, tapi aku tidak sungkan langsung menuju tempat tidurnya Meta dan memeluknya…. Akhirnya aku bisa memeluk cintaku lagi. Kupeluk tubuhnya sangat erat,,,

Aku : “Kenapa kamu masih kelihatan cantik meskipun dengan muka pucat dan memakai baju Rumah Sakit,,? Aku kangen denganmu,,,” itu yang pertama kali kuucapkan padanya saat akhirnya kami berdua bertemu lagi…, Meta semakin memelukku erat,,,

Meta : “kangen ? Hampir dua bulan kenapa kamu baru datang,,,?,,” itu yang dia katakan pertama kali padaku,, mungkin dia sebel mengetahui aku tidak pernah menjenguknya…

Aku : “Bukankah kita sudah putus? lihatlah apa yang terjadi padamu saat kamu memutuskanku lewat sms,,,”

Dia mencubit perutku,,,

Meta : “isshh,,, menyebalkan…”

Aku : “haha..kamu kan tau aku pria yang bodoh dan menyebalkan…,, jadi kita masih pacaran..?”

Meta : “Jika kita tidak sedang berpacaran,, kenapa kamu masih memelukku,,? ”

Aku : “uhm.. karena jika aku memeluk mamamu,, kamu pasti cemburu,,,“ucapku berbisik kepadanya di tengah pelukan kami..

Meta : “hahaha, dasar gila,,,emang berani?”

Aku : “ehmm,,berani… papamu tidak disini kan? Hihihi…. Bee,,, apa yang bisa kulakukan untuk menebus kesalahanku dan membuatmu jadi seperti ini….?”

Meta : “Just hug me.. cause you’re the only thing that can fix me right now”

Hmmm Dia memintaku untuk tetap memeluknya,, tak ayal sesi berpelukan dengan Meta berlangsung sangat lama,, sampai aku lupa kalau ada mamanya meta yang sedang melihat kami berdua..,.

Mama : “Deek,, Mami keluar dulu ya,,” ucapnya mamanya Meta sambil berdiri dari kursinya,, aku langsung melepaskan pelukanku kepada anaknya,,,

Mama : “Nak Rega,, jagain Meta sebentar yah…” ucap Mama Meta kepadaku,,

Aku : “Iya Tante,,,” dan mamanya keluar dari ruangan ini…

Meta : “Kamu datang sendirian…?”

Hah,,?

Aku : “aku datang dengan,,,, loh,,,?” aku baru sadar kalau Resty tidak ada didalam ruangan ini, padahal dia tadi bersamaku,,,

Aku : “aku tadi kesini dengan Resty,, mungkin dia masih diluar,,,,”

Hadeeeh.,,sikap Resty malah semakin membuatku serba salah.,,, kulihat sepiring makanan ada di meja,, pasti untuk Meta..

Aku : “Kamu belum makan ya,,? Ayo makan!! aku suapin,,,,”

Dia menggelengkann kepalanya,,,

Meta : “gak mau,, rasanya aneh….”

Aku : “sudah ayo makan dulu biar kamu cepat keluar dari sini… kamu gak pengen cepat2 kembali ke apartemenmu? Gak kangen berdansa lagi denganku..? ” Kuarahkan sesedok makan ke mulutnya…

Meta : “Bee,,,, GAKK MAUU,,, kamu makan aja sendiri,,”

.

.

Seperti itulah yang terjadi saat aku dan cintaku akhirnya bertemu kembali, tanpa ada drama yang menyertai pertemuan kami, akhirnya semuanya baik2 saja antara aku dan Meta,,, benarakah akan seperti itu selamanya? atau ini hanya sementara?

.

.

Sementara aku sedang menyuapi meta sambil ngobrol2,,, ehmm akhirnya dia mau makan setelah kupaksa,,, diluar ruangan terjadi perbincangan diantara keluarganya Meta.. saat Mamanya Meta sedang mengintipku sedang menyuapi anaknya,, tiba2 datang Papanya Meta, Kakakanya Meta dan suaminya..

Papa : “Kenapa Mi…? pake mengintip segala?” ucap papanya Meta sambil ikutan melihat ke dalam ruangan dari jendela… sementara kakaknya Meta dan suaminya kebingungan tidak tau apa yang sedang terjadi,,

Papa : “Cowok itu…? Ngapain dia disini? Berani beraninya dia datang setelah sekian lama” ucap Papanya Meta saat mengetahui aku sedang di dalam kamar anaknya..

Neta : “siapa sih itu Mi…?” tanya Neta pada mamanya, Neta tidak bisa melihatku karena posisi dudukku yang membelakangi jendela..

Mama : ”itu cowoknya Meta datang… Papi,, lihat Meta,!!,, dia sangat senang saat cowoknya datang,, dia tidak pernah kelihatan sebahagia itu selama disini,,, bahkan lihat,!!, akhirnya Meta mau makan,, papi tau sendiri Meta susah makan makanan Rumah Sakit… Meta butuh dia Pi supaya cepat sembuh….”

.

.

Setelah aku selesai menyuapi meta,,aku terkejut datang masuk seseorang yang dulu kukenal. Begitu juga dengannya yang kaget melihatku…

Aku : “Pak Dirga…?”

Pak Dirga guru olahraga saat aku masih SMA masuk kedalam ruangan ini.. dia langsung menghampiriku… kenapa dia disini? Apakah dia berganti profesi menjadi seorang dokter?

Dirga : “Loh,, Rega kan.? Kok kamu ada disini..? kamu kenal Meta juga…?” tanya Pak Dirga kepadaku,, dia masih mengingatku…

Meta : “Bee,, kamu kenal Kak Dirga,,? dia suaminya kakakku……”

Hmm? Kakak? Aku ingat Meta pernah bilang punya kakak yang sudah berkeluarga,,,

Dirga : “ternyata kamu kenal dengan Meta.. bahkan jadi cowoknya,,,” ucap dia padaku,,,,

Dirga : “ Meta…Rega ini muridku saat aku masih mengajar di kota sebelah,,,” ucapnya pada Meta

Dirga : “ Dan Rega,, kamu belum tau? Meta ini Adiknya……….”

CKREKKKKKK,, Pintu ruangan ini terbuka sangat lambat ,, aku bisa melihat sebuah tangan yang sedang memegang gagang pintu,, seseorang masuk lagi ke dalam ruangan ini…. Dan akhirnya orang itu masuk dan aku bisa melihatnya dengan jelas siapa yang datang.. seorang wanita dewasa cantik dengan perut yang kelihatan membesar,aku mengenalnya,,,, karena aku sangat mengenalnya itu yang membuatku kaget dan berdiri tak percaya dengan yang kulihat,, dia juga terkejut melihatku, sampai kantong plastik yaang dia bawa terjatuh di lantai..

Aku : “wwwuuuuuuuuuaaaaaaaaaaaaaaaa ………..”

Aku reflek berteriak keras saat menyadari istrinya Pak Dirga yang merupakan kakaknya Meta adlah Kak Neta…..

Meta : “Bee,, kamu knapa..? ”

Meta kebingungan melihatku berteriak saat melihat kakaknya,,, Kak Neta langsung menghampiriku dan,,, PPPLLLLLAAAAKKKKK, sebuah tamparan dari tangannya mendarat di pipiku..

Meta : “Kakakkk,, apa apaan sih…?” Meta mempertanyakan sikap kakaknya yang tiba2 menamparku,,,

Neta : “Ikut aku,,,,,,” Kak Neta menarikku keluar dari ruangan ini..

Meta : “Ckk,, Kakk,,Ega mau dibawa kemana..?”

Neta : “Aku masih ada urusan dengannya,,!!“

.

.

Kak Neta membawaku ke salah satu sudut di Rumah Sakit ini.,, disebuah tempat dudukk,,,. Shit..Shit..Shit… tenyata Meta adalah adiknya Kak Neta…. Maredta & Naredta,,,, sial,sial,sial.,.,,, kenapa aku tidak menyadari itu,,, Aku masih duduk bengong melihat kak neta yang sedang berdiri dihadapanku…, memikirkan bagaimana hal ini bisa terjadi..? Persimpangan ini,, shit,,,

Aku : “Kamu kakaknya Meta..?”

Neta : “Dan kamu cowoknya..?”

jadi aku aku telah meniduri kakak adik… ? wwwwwaaaaaaaaaaaaa……

Aku dan Neta : “Fuckkk….” Kami mengumpat bebarengan…

Neta : “Kamu cerita apa saja pada Meta tentangku,,? Tentang kita dulu? ” tanya dia padaku

Aku : “hah..? aku tidak cerita apa2,, bahkan aku baru tau kalau kamu kakaknya Meta… meskipun aku tau, aku tidak mengatakan apapun kepada Meta…”

Neta : “Hufff sykurlah,, lega rasanya…,,,” ucapnya lalu duduk disebelahku,,

Neta : “Meta bisa marah kalau tau tentang kita dulu,,,dan jangan pernah sekali sekali bilang padanya kalau kamu pernah tidur denganku, tentang Fanny, tentang kehidupan bebas yang pernah kuceritakan padamu,,,walaupun badannya kecil gitu, Meta sadis kalau lagi marah,..”

Aku : “ya,, aku tau….” Meta kadang sadis seperti Rein,,,,,

Neta : “Meskipun paling muda,, di keluarga kami Meta paling tangguh, pintar, ambisius,,sejak kecil kami sudah dekat dan selalu bersama sama,, aku selalu berusaha menjadi kakak yang baik untuknya, selalu ada untuk dia, selalu mengalah kepadanya,,, dia selalu cerita kepadaku tentang semua hal,, tentang teman2nya, tentang cowoknya,,,, aku sangat takut saat tau Meta kecelakaan, berhari hari aku menangis semalaman disamping tubuhnya yang sedang koma… aku takut tidak bisa bersama sama lagi dengannya,,, tapi syukurlah dia sekarang dia baik2 saja..”

Aku : “Mungkin tidak secara langsung karena aku,, tapi aku benar benar minta maaf membuat Meta seperti itu… seharusnya aku tidak meninggalkannya malam itu…” yang paling tepat sih seharusnya Malam itu Meta tidak meninggalkanku..

Neta : “Apa yang sebenarnya terjadi..? apakah ada hubungannya dengan Resty..? aku tau ada yang disembunyikan olehnya saat kutanya apa yang terjadi.. padahal mereka berdua sangat dekat…”

Aku tidak akan mengatakan yang sebenarnya pada Kak Neta,, aku tau dia nanti pasti menyalahkan Resty saat tau Malam itu Meta kecelekaan setelah bertengkar dengan Resty…

Aku : “Apapun penyebabnya, yang penting Meta sudah baik2 saja kan Kak…” ucaku padanya…

Neta : “hmm Baiklah,, untungnya tidak terjadi apa2 pada Meta,,,, apapun yang terjadi Jangan kecewakan adikku ya Dekk, jangan buat dia sedih,,, aku tau kamu pria yang baik, dan tidak akan pernah melukai seorang wanita,,,, mungkin adikku tidak seperti Alexa,, tapi aku yakin Meta itu wanita yang patut diperjuangkan,,, aku restui hubungan kalian,, bahkan sejak dulu saat kalian belum pernah bertemu…” ucapnya sambil tersenyum kepadaku…

Aku : “aku akan berusaha kak,,, terima kasih…” ucapku padanya ,,

Aku : “Lalu untuk apa kamu tadi menamparku,,,?”

Neta : “…itu tadi karena kamu diam2 dibelakangku sering menemui Fanny,,, Fanny sudah ceritakan semuanya kepadaku,,,”

Aku : “Woi,,,Kak Fanny yang menemuiku,,, bukan sebaliknya,,,”

Neta : “Sama aja,,, Sialan Fanny kenapa dia tidak mengajakku…”

Aku : “Kalian masih dekat? Bagaimana kabarnya…?”

Neta : “Kabarnya Fanny baik,,, meskipun kami sudah sama2 mempunyai pasangan masing2,, kami tetap dekat dan sering ketemu… kenapa? kamu ingin bertemu dengannya?”

Aku : “ehmm,, iya deh next time..”

Neta : “Bagaimana kabarmu ,? Aku akui aku cukup senang melihatmu,, kamu kelihatan tambah Keren,,, pantas saja Meta mencintaimu,,, seleranya memang cowok2 seperti kamu… btw, Peran apa yang sedang kamu mainkan..?”

Siaaaaallllll,, pertanyaan itu lagi,,,,,

Aku : “Aku tidak sedang memainkan peran apapun,, karena aku bukanlah sebuah karakter penting di panggung drama yang kusebut Dunia, aku hanyalah manusia biasa yang tidak selalu berbuat kebaikan , bukan manusia yang selalu benar dalam bertindak, seperti peran protagonis sering lakukan,, aku hanya manusia biasa yang berusaha dan mencoba agar segala perbuatanku tidak mengarah pada sifat seorang Antagonis yang selalu berbuat jahat kepada siapapun,, aku hanya manusia biasa di tengah tengah kumpulan manusia biasa lainnya…”

Neta : “hahaha,, ,Kamu semakin dewasa Dek,,,, aku tidak sabar ingin melihatmu menggandeng adikku di pelaminan, kamu pria yang tepat untuk dia…”

Neta : “ini anaknya Dirga kalau kamu penasaran siapa bapaknya,,,” ucapnya padaku ketika aku melihati perutnya yang buncit,,

Aku : “hehehe,,,aku tidak berpikiran seperti itu,,”

Neta : “sudah lama kutinggalkan kehidupan liar yang dulu kujalani,,,, setelah masa tugas PPL ku berakhir, Dirga masih tetap terus terusan menghubungiku,, sampai dia bela2in pindah tugas di kota ini untuk bisa lebih dekat denganku,,, awalnya aku tidak peduli dengannya,, tapi lama2 aku luluh juga dengan perjuangannya,,, dan inilah hasil cinta kami berdua…” ucapnya sambil memegangi perutnya…

Neta : “kamu ingin merasakannya..?”

Aku : “Hmm..?”

Kak Neta memegang tanganku dan mengarahkannya untuk mengelus perutnya,,

Neta : “Kamu tidak ingin merasakan sensasinya bercinta dengan Bumil,,?

Aku : “hahhhh…?” aku kaget mendengar ucapannya,,

Neta : “hahaha,, meskipun kamu sekarang kelihatan lebih dewasa, tapi kamu masih Rega yang dulu,,,,” Ucapanya sambil mengusap usap rambutku,,

Sialan,, dia mengerjaiku…..

Neta : “aku serius dengan tawaranku tadi,,, “ ucapnya lalu bangkit dan berjalan meninggalkanku..

Eh,,? Sial,, aku tidak mengerti dia beneran serius atau cuman bercanda dengan ajakannya,,, bukankah dia tadi bilang sudah meninggalkan kehidupan liarnya..?

.

.

.

.

Meta : “aku tau, kamu pernah tidur dengan kakakku….” Ucap Meta kepadaku,,

Saat ini aku sudah diruangannya Meta lagi,, hanya berdua dengannya.. aku lagi duduk diatas ranjangnya, bersebelahan dengan Meta yang duduk bersandar diatas tempat tidur.. Aku kaget Meta langsung berkata seperti itu kepadaku… dan bagaimana dia bisa tau..?

Meta : “sudahlah jangan berbohong,, dia selalu bersikap seperti tadi pada cowok yang pernah tidur dengannya,, apalagi kalaian dulu pernah dekat sebagai guru dan murid,, ya kan,,,? …”

Hadeeeh,, aku tidak bisa menyembunyikannya…

Aku : “iya, tapi itu sudah lama sekali Bee,, maaf,,, jangan salahkan kakakmu,,,”

Meta : “tidak, aku tidak akan marah kepadanya, ataupun kepadamu karena hal itu,,, Memang nenek sihir itu gak bisa lihat barang bening dikit,, tapi itu masa lalu kalian,,, tidak ada yang harus disalahkan..yang ingin aku tau,, Selain kakakku dan Resty,, siapa lagi orang yang kukenal yang pernah tidur denganmu,,? Dan selama hampir dua bulan ini siapa saja yang menyelimutimu tiap malam..? kali ini aku bertanya sebagai kekasihmu,,,,” tanya dia serius kepadaku…

Ehmm Linda, dia kenal dengan Linda,, kak Fanny? Apa dia mengel Kak Fanny juga,,,?, lalu dua bulan ini,,, Kakakku Rein, dan Amel,,, apa aku harus mengatakan yang sesungguhnya..? ,, Sial,,,

Meta : “Bee…..”

Tidak,,, aku tidak bisa mengatakannya…

Meta : “Bee……”

Sial,,, dia menekanku,,,

Meta : “segitu banyaknya kah sampai kamu tidak bisa menjawabnya…? BBBEEEEE….?”

Langsung kucium bibirnya saat dia masih berbicara,,, awalnya dia kaget,, tapi akhirnya dia menyambut bibirku,, kupegang lehernya,dan dia memegang badanku….kedua mata kami terpejam dan bibir kami saling berpagutan…. Lama2 ciuman kami semakin panas… Meta semakin mengerang,,, dan gestur tubuhnya kelihatan semakin tidak tenang…

Meta : “emphh,,,, “

Meta : “aku menginginkannya Bee,,, kamu mau melakukannya disini,,?” hadeeh mulai lagi deh,, Meta dengan permintaan permintaan anehnya,,,,

Aku : “gilaa,,, jangan ngasal deh,,,”

Meta : “kalau gitu,,, bawa aku keluar dari sini malam ini juga,,” ucanya sambil kami tetap berciuman,,,

Neta : “ehem,, ehem…..”

Ciuman kami terlepas saat tiba2 kami mendengar suara Kak Neta,,, kami berdua langsung tersipu malu…

Neta : “kalian ini,,, mentang2 baru ketemu,,, Papa Mama diluar Dek,,….”

Meta : “Bodo’… keluar sana, dasar Nenek sihir,, ganggu aja,,,…” ucap Meta cuek pada kakaknya,,

Kulihat jam tangan, sudah jam 5 Sore,,

Aku : “aku harus mencari Resty,, aku tadi datang bersamanya… kenapa daritadi dia tidak kesini..” ucapku kepada meta…

Aku semakin khawatir dengannya yang sedang terluka perasaannya..

Neta : “hmm? Aku tadi lihat Resty sendirian didekat Taman….”

Meta diam melihatku seperti memikirkan sesuatu….

Meta : “Bee.…” Meta memegang kepalaku dan dia mendekatkan wajahnya di wajahku,, dan dia membisikkan sesuatu…

Aku : “hahh,,? Kamu yakin…?” aku kaget dengan ucapannya,,,

Meta : “iya,, uda sana,,, kembalilah kesini besok,,, dan kamu harus menjawab pertanyaanku tadi…”

Aku : “Baiklah,,, “ kukecup kening Meta sekali dengan lembutt..

Aku : “Istirahatlah,, cepat sembuh ya.. love you Bee”

Meta : “Love you too Beeekuu…”

Neta : “hadduuh,, gak Kuaaaaaat,,,woii sadarkah kalian aku masih disini….!!!”

Aku : “hihihi….”

.

.

.

Ternyata Benar yang diakatakan Kak Neta,, Resty sedang duduk sendirian di taman menghadap air Mancur yang ada di tengah2 Rumah Sakit ini.. sudah pasti dia kelihatan murung dan sedih..

Aku : “Ress,,,,” aku menyapanya dan duduk disebelahnya..

Resty : “Hai,, gimana tadi ketemu Meta..? dia pasti senang bertemu denganmu…”

Aku : “ya gitu deh, aku juga senang bisa bertemu dengannya lagi… meskipun ada sedikit kehebohan tadi,,, kenapa kamu tidak ikut masuk…?”

Dia menggelengkan kepalanya,,,

Resty : “kamu tau kenapa….”

Aku : “Kamu mau pulang.? ayo aku antar…!”

Resty : “tidak perlu,, tetaplah disini bersama Meta,,, aku bisa pulang sendiri..” ucapnya datar kepadaku…

Aku : “Meta yang menyuruhku mengantarmu….”

Malahan Meta menyuruhku menemaninya malam ini,, aku tidak yakin kenapa Meta menyuruhku seperti itu,,, tapi sepertinya Meta juga tau perasaannya Resty kepadaku,, dan merelakanku untuk sahabatnya yang juga mencintaiku,,, lagi2 aku dianggapnya seperti barang yang bisa dibuang atau dipinjamkan seenaknya sendiri..

Resty : “katakan padanya aku baik2 saja,,,,”

Aku : “kamu tidak sedang baik2 saja Ress,,,” kupegang pipinya dan dia sempat kaget, dan menjauhkan wajahnya dari tanganku… walaupun tertutupi dengan make up nya, tapi aku bisa melihat memar di wajahnya,,,

Aku : “apakah orang itu yang melakukan ini padamu…?”

Dia tidak menjawabnya….

Aku : “mau sampai kapan kamu akan terikat dengannya..? lihatlah apa yang dia lakukan padamu,,, kenapa kamu masih bertahan dengan orang seperti itu,, hanya demi uang dan kemewahan gaya hidup kamu rela menjual tubuhmu seperti seorang pelacur ?”

Dia kaget dengan ucapanku dan langsung menamparku dengan sangat keras….

PPPLLAAAAAAKKKKKK, kedua kalinya aku ditampar hari ini. Untung wajahku ini sudah kebal karena dulu sering ditampar wanita terutama Rein…

Resty : “AKU MEMANG PELACUR,, PUAS…?” Teriaknya padaku sambil berdiri dan menangis… dia pasti terluka aku berkata seperti tadi,, tapi aku sengaja mengatakannya,, aku ingin tau yang sebenarnya,,, aku yakin Resty tidak melakukannya demi uang..

Aku ikut berdiri dan memeluknya, dia sempat menolak pelukanku tapi tetap kupaksa memeluknya…

Aku : “maafkan aku,…..”

Resty : “aku malu Ga,,, aku malu kamu tau diriku yang sebenarnya,,, aku ingin lepas dari orang itu,, tapi aku tidak tau caranya…”

Aku : “Meta tau akan hal ini…?”

Resty menganggukkk…

Aku : “aku bisa membantumu Ress, aku dan Meta akan membantumu….”

.

 I will try to fix you.. 

.

Resty melepaskan pelukanku dan duduk kembali,,,

Resty : “Orang itu tidak akan pernah mau melepaskanku,,, apalagi sejak dia menjadikanku sebagai pemulus kerjasama bisnisnya,,,, orang itu bukan orang sembarangan Ga,,,dia bukan sekedar orang mesum yang ingin mempunyai istri simpanan,,, orang itu bukanlah manusia,, dia adalah laba2 di tengah jaring kejahatan seribu benang, dan dia bisa mengendalikan semua benangnya dengan sangat baik,,, mungkin saja saat ini orang2nya ada disekitar kita sedang mengawasiku, dia tidak memperbolehkanku bertemu denganmu lagi,,,”

Ucapnya sambil melihat sekeliling… jadi Resty membahayakan dirinya sendiri dengan bertemu denganku… aku tau sejak awal orang itu bukan orang sembarangan,,,

Resty : “Aku tidak ingin terjadi sesuatu pada kalian karena berusaha membantuku.. biar aku sendiri yang akan memikirkan caranya agar bisa lepas dari orang itu…“

Kupegang tangannya Resty….

Aku : “Percaya padaku aku bisa membantumu,,”

Aku memang tidak tau bagaimana selama ini orang itu memperlakukan Resty… dia bisa bebas bercinta dengan Resty sebelumnya, karena dia merasa memiliki Resty setelah memberikan apapun kepada Resty, suatu hubungan saling membutuhkan antar manusia,,,seperti hubungan seorang pelacur dan pelangganya,,, tapi tidak malam itu, aku melihatnya sendiri, orang itu memperkosa Resty,,, orang itu tidak bisa dibiarkan,, apalagi saat ini Resty dianggap sebagai Aset berharga yang bisa membantu kerajaan bisnisnya,,, aku harus menyingkirkan orang itu,,,

Aku : “aku punya sebuah rencana,,, setelah kukatakan kepadamu bagaimana rencanaku,,, kamu bisa memutuskan kira2 rencanaku akan berhasil atau tidak… kita jalankan rencana itu jika kamu merasa rencana itu akan berhasil,,, tapi jika tidak,, aku akan mencari cara lain…sampai ketemu cara yang tepat agar orang itu bisa melepaskanmu…”

Setelah mendengar ucapanku Resty memelukku,,,

Resty : “Makasih ya Ga…. kamu pengen tau alasanku mau menjadi istri simpanannya…?”

Resty : “Akan kuajak kamu menemuinya….”

Aku : “siapa..? orang itu…?” dia menggelengkan kepalanya…

Resty : “Adikku… akan kuceritakan semuanya saat kamu sudah bertemu dengannya…”

Hmm..? Resty puny Adik…?

.

.

.

SEMENTARA ITU DI TEMPAT LAIN

Halo teman,, hihi,,ini aku Rega lagi,,, kali ini aku akan membantu penulis menceritakan dan menggambarkan apa yang terjadi di suatu ruangan,, di ruangan yang cukup lumayan lebar terjadi perbincangan antara 3 orang dan salah satunya adalah Amel.

loh ? nagapain Amel disitu…?

Amel : “Kami telah mendapatkan konfirmasi,,,” ucap Amel kepada seorang Pria yang duduk disebuah kursi dan meja yang dipenuhi dengan tumpukan kertas dan sebuah laptop.. kita sebut saja Mr. X,, sedangkan Amel berdiri di hadapan orang itu dengan seorang pria lagi disebelahnya,, sebut saja,, Partner..

Mr. X : “Kamu melihatnya sendiri…?” tanya Mr. X kepada Amel memastikan apa yang dlaporkan Amel kepadanya

Amel : “Tidak,, Tapi….”

Partner : “info ini sangat akurat,,sekarang ini dia berada disini, dikota ini.,.…,”

Amel : “kita harus segera bertindak sebelum dia menghilang lagi dalam waktu yang lama,,” ucap Amel untuk mencoba meyakinkan Mr. X..

Setelah berpikir agak lama, Mr. X kembali berbicara…

Mr. X : “ini yang akan kita lakukan,,, lakukan pengintaian, jangan lakukan apapun…! Cukup awasi dia dari jauh,,, ingat!! Dari jauh,,,,,”

Amel : “Pengintaian…? Ohh Fuckkk… kamu tidak mendengarkan yang kami bicarakan dari tadi? Info ini sangat akurat,,, dia benar2 ada disini,,!!,“ Amel terlihat kecewa dengan apa yang diucapkan Mr. X

Mr. X : “Amel,, apa aku harus mengingatkan kegagalanmu di kota sebelah..? Kalian terlalu dekat sebelumnya,, hingga akhirnya dia menghilang lagi… kamu juga mengatakan hal yang sama saat itu,,, info yang akurat,, tapi apa hasilnya…?”

Amel : “Shittt……”

Mr. X : “jika benar dia sedang ada disana,, cukup awasi dia dari jauh.. ikuti kemanapun dia pergi,,, jangan sampai dia menghilang lagi,,, dan aku peringatkan padamu Mel,,, kesempatan ini untuk yang terakhir kalinya bagimu… jika kamu gagal lagi,,, kamu tau apa yang akan dilakukan Bos kepadamu…”

Amel dan Mr. X saling bertatap muka terjadi ketegangan diantara mereka berdua,,, Partner mencoba menarik Amel dari ruangan itu,,,,

Partner : “ayo kita segera pergi dari sini,,, sebelum dia menghilang lagi…”

Akhirnya Amel dan Partner meninggalkan ruangan itu,, dengan pintu ruangan yang dibanting sangat keras menunjukkan betapa kesalnya Amel dengan Mr. X… diluar ruangan Amel tak henti2nmya mengumpat dan mengutuk apa yang diucapkan Mr. X…. hmm,, Amell kok jadi gitu ya sekarang…? Serem tapi cool,,, hihi

.

.

DITEMPAT LAIN DIWAKTU YANG SAMA

——POV DIAS——

Hari berganti dan waktu terus berjalan, sudah satu bulan lebih aku memakai cincin yang sama dengan yang dipakai Galih. Sebelum acara lamaran itu, Galih meminta kepada keluarga kami untuk hanya aku saja yang memakai cincin tunangan ini tetapi keluarga kami berdua tetap meminta kami memakai cincin tunangan masing-masing. Sebenarnya aku tidak keberatan dengan permintaan Galih, dia tidak perlu memakai cincin tunangan itu.Tapi Memasang cincin tunangan di kedua jari pasangan sudah menjadi kebiasaan di Negara ini, khususnya bagi mereka yang masih percaya dengan budaya dan adat istiadat lokal. Menurut mereka, cincin yang kami pakai ini memiliki arti sebagi simbol bahwa kami saling terikat atau kami telah berkomitmen untuk tetap bersama-sama hingga hari pernikahan nanti. Jika menganut budaya asing, cincin ini hanya dipakai wanita, untuk menunjukkan kepada orang lain jika dirinya tak lama lagi akan menikah dan sebagai penanda agar pria pria lain tidak mendekati mereka karena mereka sudah terikat dengan seseorang.

Dulu aku pernah bermimpi dan membayangkan akan dilamar seorang yang kucintai dengan cara yang romantis, sebuah kejutan spesial tak terduga yang akan bisa membuatku menangis bahagia sambil mengatakan “Aku mau menikah denganmu”. Aku dan Linda sering berandai andai andai mengenai prosesnya dan kami tertawa bersama sambil berharap salah satu dari impian kami akan terwujud suatu saat nanti. Tapi tidak ada satupun dari impianku itu yang menjadi nyata, aku dilamar oleh pria yang tidak aku cintai, cincin tunangan ini sudah terpasang di jariku tanpa ada adegan romantis yang menyertai, tanpa adanya kejutan spesial dari dia untukku, malahan acara lamaran itu sudah direncanakan sebelumnya.

Bukan selamanya aku tidak akan bisa mencintai Galih, tapi aku belum begitu mengenalnya. Seperti yang pernah kukatakan sebelumnya, bagaimana aku bisa hidup berdua dengannya dalam ikatan pernikahan yang sakral tanpa adanya basic cinta diantara kami dan bagaimana aku bisa mencintainya jika aku belum begitu mengenalnya. Aku bukan tipe wanita yang mudah begitu saja jatuh cinta kepada seorang pria, sifat seperti itu sudah aku tanamkan sejak dulu karena sejak kecil aku sudah didoktrin orang tuaku untuk tidak dekat dengan pria manapun karena aku sudah dijodohkan dengan anak dari teman Ayahku, hal itu aku membuat sebuah pagar tinggi yang melingkari hatiku sendiri agar tidak ada pria yang mendekatiku.

Kini saat Galih yang seharunya menjadi pemilik hatiku, tapi aku masih belum bisa mencintainya,, ironi bukan ? mengingat selama ini aku membatasi diriku sendiri untuk tidak terlalu dekat dengan seorang pria karena Galih, seseorang yang harusnya kucintai. Seharusnya Galih mempunyai akses langsung menuju hatiku, dia sudah mempunyai kunci pagar yang yang mengelilingi hatiku, tapi saat dia sudah membuka pintu pagar itu, hatiku sudah tidak ada disana.

Kemana hatiku pergi ? siapa yang telah mengambilnya?

Ega.. Dia pelakunya.

Pertemuan kembali dengannya yang begitu singkat berhasil membuatku seakan sedang berlari lari diatas pelangi yang memancarkan warna warni yang begitu indah. Membuatku merasakan Cinta yang diberikan oleh Tuhan kepada umat manusia. Sebuah rasa yang tidak pernah kurasakan sebelumnya, dan aku bersyukur pernah merasakan rasa itu meskipun hanya sebentar saja. Cinta yang luar biasa dari seorang yang luar biasa,,,, Tatapan matanya kepadaku begitu indah, aku seperti sedang melihat hamparan bunga yang sangat menyejukkan. Membuatku terhanyut dengan segala yang dilakukannya kepadaku, hingga aku tidak menyadari kalau dia sedang meloncat kedalam pagar hatiku dan membawa pergi hatiku bersamanya sampai….

Sekarang…

Astaga apa yang sedang kupikirkan,? walapun hari sudah berganti dan waktu sudah berlalu kenapa aku masih memikirkannya. Kulihat sekali lagi cincin yang melingkari jariku, aku sudah berkomitmen dengan perjodohan ini. Aku harus bisa melupakannya..

Galih : “Kamu tidak lapar..?” Tanya Galih kepadaku, dia pasti melihat aku daritadi hanya diam sedang memikirkan sesuatu, bahkan sama sekali tidak menyentuh makanan yang sudah kupesan..

Sore ini aku dan Galih sedang berada di sebuah Restoran di tengah kota. Hampir 2 Bulan aku sudah bertunangan dengannya tapi ini pertemuan kami kedua kalinya setelah acara lamaran itu,, selama ini dia harus berada di kota sebelah katanya untuk membantu bisnis Ayahnya sekaligus menyiapkan kepindahannya kesini,, dia sekarang sudah membeli sebuah Rumah di Kota ini,,,

Aku : “sebenarnya aku belum lapar,,,” ucapku padanya… lalu dia berhenti makan…

Galih : “ Kalau begitu aku juga belum lapar,,, aku tidak mau makan sendirian,,,” ucapnya kepadaku,,

Aku : “eh, gpp kamu makan aja,,,”

Dia menggelengkan kepalanya,,,

Galih : “jika aku makan sekarang,, siapa nanti yang akan menemanimu makan..?” ucapnya kepadaku lalu tersenyumm..

Dia kelihatan ramah,, apa dia sengaja berbuat seperti itu untuk menarik perhatianku..?

Galih : “bagaimana kalau kita jalan2 sebentar..? aku tadi lihat taman di sekitar sini,,, , ,mungkin dengan jalan2 sebentar di taman kamu akan lapar dan kita bisa kembali kesini,,,”

Hmm..?

Galih : “ayolah,, Cuma jalan2 sebentar,,,”

.

.

Akhirnya aku dan Galih sudah berada disebuah Taman,, astaga, tempat ini semakin membuatku mengingat Ega,,,kenapa dia mengajakku kesini? Sebuah Taman bunga yang sama saat aku habiskan malam dengan Ega… aku teringat saat Ega datang dengan nafas yang tersengal dan meminta maaf kepadaku karena membiarkanku menunggunya lama disini..

Aku dan Galih hanya berjalan jalan mengelilingi jalan setapak tanpa ada kata kata yang keluar dari mulut kami,, membuatku semakin tenggelam dalam ingatanku tentang Ega… setelah beberapa kali berputar mengelilingi taman ini,, Galih mengajakku duduk disebuah kursi yang disediakan di tempat ini… aku duduk bersebelahan dengannya,,, aku lihat sekeliling,,, di kursi2 yang lain juga diduduki pasangan2 pasangan lain,, mereka tampak mesra dan akrab dengan senyum dan tawa mereka,, tidak seperti aku dan Galih…

Galih : “Siapa pria malang itu…?” tanya dia kepadaku…

Aku : “Hmm,,?”

Galih : “Pria malang yang akhirnya harus berpisah denganmu karena perjodohan kita…’

Eh..?

Galih : “Maaf,, karena perjodohan kita, kamu harus berpisah dengannya,,, aku tidak bisa mencegahnya , orang tua kita sangat bersikeras agar pernikahan kita terjadi… tapi aku punya solusinya.. katakan kepada pria itu untuk menunggu 3 bulan setelah pernikahan kita,,, karena setelah 3 bulan kita urus perceraian kita… “

Aku sangat kaget dengan apa yang dia katakan,, dia juga menolak perjodohan ini,?

Galih : “kamu hanya perlu berpura pura menjadi istriku selama 3 bulan,, kamu tidak perlu melakukan kewajibanmu sebagai seorang istri,,,,,dan aku janji tidak akan pernah menyentuhmu… kita harus merencanakannya dengan baik agar orang tua kita percaya kalau pernikahan kita tidak bisa dipertahankan,,, untuk itu kita harus berteman dan saling mengenal agar bisa bekerjasama supaya semuanya berjalan lancar,,oke? Supaya kita lebih akrab,,, kita mulai dengan apa warna kesukaanmu..? “

Aku : “tunggu ,, tunggu dulu.. tahan semua idemu itu,,,,,” ucapku padanya sambil memegangi kepalaku,,,

Semuanya diluar dugaanku selama ini, aku tidak menyangka jika Galih punya ide seperti itu, aku kira dia menyetujui perjodohan ini…

Galih : “apakah aku terlalu cepat menjelaskannya..?”

Aku : “kamu tidak setuju dengan perjodohan ini,,? Pernikahan itu bukan untuk main main… Nikah itu ibadah, apa kamu tidak membayangkan dosa yang akan kita tanggung ketika kita main main dengan ibadah…?”

Ucapku padanya,, dia begitu kaget dengan ucapanku,,, sebenarnya aku sadar kalau setengah hatiku yang lain menyetujui rencana Galih… disaat aku sudah menerima perjodohan ini,, Rencana Galih seakan membuka kembali harapan masa depan sesuai dengan yang aku inginkan,,,,

Galih : “Aa,,aku, tidak menyangka reaksimu akan seperti ini,,,, aku kira kamu akan langsung setuju dengan ideku ini… karena siapa sih dijaman sekarang yang mau dijodohin..? apalagi wanita secantik kamu,, pasti banyak yang deketin, dan pasti sudah mempunyai seseorang yang sudah kamu pilih sendiri sebagai pendampingmu… apa kamu benar2 mau menikah denganku…? Tanyakan kepada hatimu…”

Tidak,, hatiku paling dalam tidak menginginkan pernikahan ini terjadi,, bahkan hatiku tidak bisa menjawabnya karena hatiku sekarang dibawa cowok lain,,, tapi..

Aku : “Aku hanya ingin mematuhi keinginan orang tuaku,, Aku tidak mau membohongi orang tuaku dan orangtuamu dengan idemu itu…”

Galih : “bukankah pernikahan kita nanti hanya akan diakadi dengan suatu kebohongan…? Karena kita menikah tanpa dilandasi dengan cinta, kita sudah melukai kesakralan pernikahan itu sendiri.. pernikahan bukan hanya sebatas menggugurkan kewajiban,,jika kamu nanti menjadi istriku apa kamu yakin bisa benar2 mencintaiku? Apa kamu bisa ikhlas melayaniku sebagai seorang istri?,,,, aku merasa pernikahan kita tidak akan pernah berhasil karena kita menikah berlandaskan keterpaksaan,,, yang ada akan terjadi sebuah neraka pernikahan karena kita tidak benar2 saling mencintai, ujung ujungnya kita akan saling membenci dan menghianati, dan hanya akan menimbulkan berbagai masalah,,,,. Bukankah agama kita mengharapkan sebuah pernikahan dapat memayungi sepasang suami istri untuk menikmati kehidupan yang penuh cinta dan kasih sayang dengan mengikat diri dalam sebuah perjanjian suci yang diberikan kepada Tuhan… ”

Aku : “Astaga,, aku tidak berpikir sejauh itu,,,,” lagi lagi aku harus terkejut dengan ucapannya Galih, ternyata Galih seorang pria yang berpikiran luas,, dia mempunyai gambaran yang lebih besar terhadap suatu keadaan… dan ilmu agamanya juga tinggi.. dia benar2 pria yang sudah sangat dewasa dan bijak dalam mengambil keputusan.

Aku : “Kamu harus membatalkan pernikahan ini sebelum semua itu terjadi,, kita tidak perlu berbohong dengan pura2 menikah…!!” ucapku sedikit panik kepadanya,,, ya,, semua itu tidak akan terjadi jika kami batal menikah…

Galih : “seandainya aku bisa melakukannya,, tapi aku tidak bisa… aku harus tetap menikah denganmu, sesuai janjiku kepada orang tuaku… dulu saat remaja aku sangat tidak setuju dengan acara perjodohan ini, aku menolaknya, apalagi aku seorang lelaki, tak terhitung berapa kali aku dan keluarga bertengkar setiap kali kami membahas tentang perjodohan itu,, aku selalu melawan dengan membawa wanita2 lain ke rumah…

Tapi akhirnya pada suatu waktu aku melakukan hal yang sangat buruk ,dan membuatku terjerat dalam suatu masalah yang akan menghancurkan masa mudaku bahkan masa depanku,,, aku tidak bisa berbuat apa2, orang tuaku bisa menolongku lepas dari jerat itu dengan syarat aku harus berjanji menuruti semua perkataan mereka termasuk menikah denganmu… sejak saat itu aku menuruti segala apaa yang mereka katakan, termasuk sekolah di luar negeri,,,,”

Ucap Galih, yang kemudian dia menutup matanya,,, aku bisa melihat kesedihan dalam raut wajahnya… apa yang terjadi dengannya di masa lalu? Haruskah aku bertanya?

Kuambil nafas dalam2,,

Aku : “..jadi pernikahan kita tidak mungkin dibatalkan,,?,,, tidak sepertimu, dulu aku tidak sepenuhnya menolak perjodohan ini, karena sejak dulu aku sudah membatasi dekat dengan cowok manapun, aku sudah siap jika memang perjodohan ini akan benar benar terjadi,,, tapi semuanya berubah sejak aku bertemu dengan seorang cowok, kehadirannya membuatku merasa berat dengan perjodohan kita… karena cowok itu juga yang membuatku selama ini cuek denganmu,, aku minta maaf…”

Aku : “bagaiamana denganmu? Kamu menolak pernikahan kita karena ada wanita yang saat ini sedang dekat denganmu….?” Kuberanikan bertanya padanya,

Galih menggelengkan kepalanya….

Galih : “tidak,, aku tidak dekat dengan siapapun,,, aku melakukan ini semua karena kamu,, seperti yang kukatakan tadi, karena aku merasa kamu akan menolak pernikahan kita karena ada seseorang yang sudah dekat denganmu,, karena aku tidak ingin kamu terpaksa menikah denganku, terpaksa mencintaiku,,,, cinta bukan untuk dipaksakan,, pernikahan mengandung segala makna kasih sayang, keharmonisan, penghargaan, kerinduan, dan kesetiaan dikala suka dan duka,, aku merasa tidak akan mendapatkan itu semua darimu,,, ehm,, maaf bukan bermaksud, aku yakin kamu wanita yang baik, ramah, angggun dengan kecantikanmu, tapi itu semua bukan untukku… jadi komohon kamu ikuti rencanaku,dan kamu bisa kembali ke pria itu…. “

Jadi Galih merencanakan itu semua hanya karena aku? Astaga,,, Baik sekali dia… apa untungnya bagi dia? benarkah dia tidak dekat dengan wanita manapun? Dengan ketampanan, kekayaan, dan kepintaran ilmunya… seharusnya dia bisa mendapatkan wanita yang jauh jauh lebih dariku..

Aku : “benarkah itu semua kamu lakukan karena aku? Apakah ini hanya sebagai alasanmu saja agar aku menyetujui rencanamu? Padahal kamu sudah punya seseorang wanita yang kamu cintai…..”

Galih : “hahaha,, jadi kamu masih ragu? Aku tidak masalah jika kamu memang tidak percaya dengan niatku… tapi memang kulakukan ini semua untuk kamu,,,

Dan seseorang yang kucintai? Aku sudah lupa rasanya mencintai seorang wanita,,,, bukan berarti aku menyukai pria loh yah… dulu saat masih remaja aku pernah mencintai seorang wanita,, kami pacaran,, tapi dia menganggap cintaku hanya main2, karena memang dulu aku bukan pria yang baik,, aku gonta ganti dan mengencani beberapa wanita dibelakangnya,, sampai akhirnya kami pisah dan dia mencintai pria lain,, tapi aku tetap masih mencintainya walaupun dia sudah jatuh dipelukan cowok lain….

Suatu hari aku berbuat hal yang sangat buruk kepadanya, dan malam harinya aku dikabari bahwa dia telah pergi dan takkan pernah kembali… … aku membuat wanita yang sangat kucintai pergi,,, dan dia pergi karena kesalahanku, kebodohanku.. sampai sekarang aku menyesalkan hari itu..”

.

 Tears stream down you

when you lose something you cannot replace ♪

.

Benarkah yang saat ini kulihat? Galih meneteskan air matanya…? Segitu beratnya rasa kehilangan cintanya…? Apa yang terjadi? Apa yang dia lakukukan?

Galih : “Kesalahanku, apa yang aku perbuat tidak mungkin bisa dimaafkan,, bahkan penderitaanku selama 2 tahun setelah kepergiannya belum cukup untuk menebus kesalahanku… setelah kepergiannya aku mengalami depresi dan beberapa kali mencoba untuk mengakhiri hidupku sendiri karena bagiku itu satu2nya cara agar aku bisa menebus kesalahanku,,,, diluar negeri segala hal dilakukan orang tuaku termasuk membawaku ke dokter psikiater untuk menyembuhkan kejiwaanku, aku juga dikenalkan dengan seorang tokoh agama disana, dia menyuruhku untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan… hingga akhirnya aku bisa semangat untuk terus hidup sampai sekarang ini..

Dokter psikiaterku berkata , ‘Maybe it’s not always about trying to fix something broken. Maybe it’s about starting over and creating something better’ ,, kata2 itu masih kuingat dan kupegang sampai sekarang,, akhirnya aku tau seberapa besar usahaku, bahkan dengan kekayaan orang tuaku,, aku tidak akan bisa memulihkan kesalahanku,, yang bisa kulakukan saat ini adalah untuk memulai lagi menata hidupku dan selalu berusaha berbuat baik dimanapun, kapanpun dan kepada siapapun….

Itu juga saat ini yang kulakukan kepadamu,, aku tidak ingin kamu merasakan berpisah dengan orang yang kamu cintai,,, seperti yang pernah kurasakan dulu…”

Aku merasakan ketulusan disetiap kata yang dia ucapkan, Galih sungguh pria yang baik terlepas dari segala apapun kesalahannya di masa lalu,,, semua orang pasti punya kesalahan baik disengaja ataupun tidak tapi semua orang mempunyai kesempatan yang sama untuk berubah asalkan dengan niat yang benar benar tulus untuk berubah.. hanya Tuhan yang bisa menilai ketulusan niat Galih untuk bertaubat dan berubah… semoga Tuhan bisa memaafkan segala kesalahannya,, karena Tuhan maha pengampun dan maha penyayang..

Jika memang Galih bukan jodohku,, aku rasa aku bisa berteman dengannya,,, hanya karena obrolan beberapa saat dia berhasil membuatku mengagumi kedewasaannya…

Aku : “Biru…”

Galih : “hmm..?”

Aku : “kamu tadi bertanya warna kesukaanku kan?,, warna kesukaanku biru…”

Dia tersenyum kepadaku….

Aku : “kalau boleh tau,,,siapa nama wanita itu…?”

Dia menatap kelangit….

Galih : “Alexa…. “

Dia diam beberapa saat sambil memandangi bintang2 dilangit.. tiba2 perutku berbunyi dan sangat keras,,, aku kaget dan malu karena Galih mendengarnya…

Galih : “kamu sudah lapar…?”

Aku hanya terseyum tersipu dan mengangguk pelan….

—-
Tuhan kembalikan Segalanya tentang dia seperti sedia kala
Izinkan aku tuk memeluknya mungkin tuk terakhir kali
Agar aku dapat merasakan cinta ini selamanya

Ketika malam telah tiba Aku menyadari,
kau takkan kembali

(Di Ujung Jalan-Samsons)

—-​

BERSAMBUNG

Daftar Part

Cerita Terpopuler