. Halaman Baru Part 53 | Kisah Malam

Halaman Baru Part 53

0
268

Halaman Baru Part 53

MAPS

I miss the taste of a sweeter life
I miss the conversation

—–POV REGA—–

Hari ini adalah hadiah, kemarin adalah sejarah, dan besok adalah ?

Tidak ada yang bisa meneruskan atau menjawab secara akurat kalimat diatas kecuali Tuhan, karena aku dan kalian tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi di masa yang akan datang, esok hari adalah sebuah tanda tanya besar,masa depan akan tetap menjadi suatu misteri,, aku tidak bisa memastikan apakah besok aku akan bahagia atau malah akan menderita. Besok hari masih berupa teka teki kehidupan dengan semua kejutan kejutan yang tidak pernah kuduga sebelumnya.

Sudah hampir saatnya aku akan kembali ke kota sebelah, aku seperti sedang berada didepan pintu masa depan,, dan aku tidak tau apa yang sudah menantiku di balik pintu itu. Pengalaman kegagalanku membuka lembaran baru semakin membuat semangatku untuk kembali kesana kian menipis,, aku masih takut mengulang lagi kesalahanku disana atau malah akan memperparah keadaan disina,, pikiranku tentang hari esok semakin suram. Bagiku masa depan bukan lagi sebuah misteri, melainkan sebuah cerita horor yang akan terus menghantuiku setiap aku melewati hariku.

Rein : ” papah lagi mikirin apa…?..” tanya Rein kepadaku..

Saat ini Aku sedang berada diatas tempat tidurnya, berbaring disebelahnya, tentunya sama2 naked dibawah selimut.. Kami baru saja menyelesaikan 1 Ronde ‘pertempuran’ diatas Ranjang..

Aku : “berhenti memanggilku seperti itu..” protesku padanya…

Rein tak henti2nya memanggilku ‘papa’ setelah kuceritakan padanya tentang pertemuanku kembali dengan Amel,, aku juga menceritakan padanya soal ‘pertemuan’ kembali kelamin kami.

Rein : “hihihi.. Lucu aja dengan Fantasy nya Amel.. dia punya fantasy bercinta dengan papanya sendiri.. agak serem sih sebenarnya.. tapi seperti yang pernah kamu bilang, waktu kecil Amel punya kelainan kulit.. dan sejak kecil dia sering ‘terpaksa’ disentuh papanya dan ‘terpaksa’ merasakan kenikmatan tiap disentuh papanya.. mungkin karena alasan itu dia punya fantasy seperti itu,.. .” ucap Rein mencoba memahami fantasy nya Amel..

Aku : “Aku juga berpikir seperti itu.. atau bisa jadi Amel merasa kurang mendapat sentuhan dari papanya waktu kecil seperti hubungan antara anak dan papa pada umumnya, karena papanya tidak berani memegang Amel sama sekali, jadi selama ini dia mendambakan sentuhan dari papanya…”

Rein : “Iya juga sih….”

Aku : “Aku tidak menyangka Amel yang dulu selalu berpaling setiap aku melihatnya.. kini dia berani menatapku Lama2 dengan tatapan matanya yang menunjukan kepercayaan diri yang begitu mempesona.. ”

Kemudian Rein mendekatkan tubuhnya ketubuhku.. dia tidur miring dan satu kakinya disilangkan di tubuhku..

Rein : “… menurutmu Amel pernah melakukan dengan papanya..?” tanya Rein padaku…

Aku : “hushh.. asal banget kalau ngomong… gak mungkin Amel seperti itu…”

Rein : “gak ada yang gak mungkin Dek.. buktinya kita ini saudara tapi tetap melakukannya kan..? Hahaha.. bisa saja kan bukan Amel yang meminta.. tapi papanya…”

Aku : “hahh…?”

Rein : “bisa jadi Papanya Amel gak tahan dengan putri kecilnya yang tumbuh menjadi wanita dewasa yang cantik seksihh dan menggairahkan.. lalu papanya teringat saat Amel kecil selalu mendesah tiap disentuhnya.. Tiba2 papanya khilaf dan ingin mendengar lagi desahannya Amel yang sudah menjadi wanita dewasa… kali ini papanya tidak hanya ingin menyentuhnya…dia ingin yang lebih dan akhinya……”

Kalimat Rein terhenti…

Rein : “aaaaaccchhhhh… Shhh… papaahhh….”

Rein mendesah seksiihh ditelingaku Mencoba membayangkan dan menirukan desahannya Amel.. kemudian tertawa geli.

Aku : “hadeehh.. kamu kebanyakan baca cerita incest….”

Rein : “hmm.. bukannya kamu yg sering baca cerita2 gitu…?” ucap dia protess..

Aku : “hehe tau ajah… sudahlah jangan menghayal yang tidak2..”

Rein bergerak lagi. kali ini dia menindihku.. Kedua payudaranya yang bulat itu menempel kenyal didakaku..

Rein : “dan kamu bilang kalau Amel itu tergabung dalam suatu organisasi seperti Agen rahasia?” tanya Rein kepadaku…

Aku : ” iya.. karena dia sedang mencari seseorang dan dia bilang akan membunuhku kalau aku tau pekerjaannya, bukankah itu yang sering dikatakan seorang Agen Rahasia..?”

Rein : “hahahaha.. kamu kebanyakan nonton Film Deek.. ada ada aja kamu nih.. Kamu tuh yang harusnya berhenti menghayal yang tidak2,, bisa aja kan Amel kerja di Bank yang mengurusi kredit macet…”

Aku : “Masa’ Sih? … ntar coba aku tanyakan temen2 yang lain tentang kerjaannya Amel.. mungkin mereka tau.. Lagipula bukan Amel yang sedang kupikirkan..”

Rein mengecup bibirku sekali.

Rein : “Kalau bukan Amel, lalu siapa yang lagi ada di kepala adikku ini..?” ucapnya sambil mengusap rambutku..

Aku : “bukan siapa.. tapi hari esok.,” ucapku sambil menaruh kedua telapak tanganku di bawah kepalaku… menghadap kelangit langit kamarnya Rein..

Rein : “hari esok..? ada apa dengan besok.?”

Aku : “tepat sekali,, ada apa dengan besok? Apa yang akan terjadi esok hari? Itu dari tadi yang sedang kupikirkan Rein…”

Rein : “hmm?”

Aku : “Sebentar lagi tiba waktunya aku akan berangkat ke kota sebelah.. kamu dan Amel berkata kalau aku akan bisa meperbaiki keadaan di kota sebelah.. bagaimana kalau sebaliknya?”

Meskipun aku sudah mempunyai rencana untuk memperbaikinya, seperti yang kukatakan tadi, aku masih takut tidak bisa memperbaiki keadaan, aku takut malah semakin memperburuk keadaan.

Rein : “hm jadi itu yang kamu pikirkan,.. bisa nggak jangan bilang memperbaiki keadaan di kota sebelah, emangnya kamu Spiderman? Yang harus terbang ke kota sebelah dan menyelamatkan kehidupan orang2 di kota sebelah,,, kamu hanya perlu memperbaiki kesalahanmu, gitu doang.. syukur syukur saat kamu sudah disana nanti keadaannya sudah membaik,,, ”

Aku : “Spiderman gak bisa terbang,,,,” ucapku memprotesnya,,,

Rein : “iya ya? Batman aja deh….”

Aku : “Sama aja,,,,” Huhh,,gemes lama lama sama kakakku ini…

Rein : “ishhh,,, terserah,,,,, Rega adikku sayang, tidak ada yang tau apa yang akan terjadi di masa depan. ”

Aku : “Rein kakakku tersayangg.., iya aku paham itu,, tapi karena masa depan yang tidak pasti semakin membuatku tidak tenang.. apalagi aku pernah gagal mencoba membuka lembaran baru dikota sebelah,,, . ” ucapku sambil menghela nafas panjang….

Rein : “Memang sih hari esok itu tidak pasti, tapi Masa depanmu bisa menjadi indah ataupun bisa menjadi buruk, itu semua tergantung dirimu sendiri..”

Aku langsung melihat ke arah kakakku..

Aku : “hmm? bagaimana aku bisa menentukan masa depan seperti yang kuinginkan?”

Rein : “Mimpi…. bermimpilah Dek.. Pejamkan matamu, Bayangkan dengan betul betul masa depan seperti apa yang ingin kamu perjuangkan..”

Bermimpi ?

Aku : “Tapi meskipun kita sudah memperjuangkan mimpi itu, tetap saja tidak semua mimpi bisa terwujud dan menjadi kenyataan,,” ucapku menyanggah kalimatnya,,

Rein : “Bukan berarti impian tidak bisa menjadi nyata, tapi belum bisa diwujudkan jika kamu menganggap mimpi itu hanya sebuah angan2 dan masih ada keraguan didalam hatimu untuk bisa mewujudkannya.. mimpi bukan hanya sebatas khayalan atau ilusi dimana tertuang semua keinginan keinginan yang ingin dicapai. Tapi anggaplah mimpimu adalah sebuah peta untuk menuju ke masa depan yang kamu inginkan..”

Aku : “Pe..ta..?”

Rein : “yess,, Kamu harus yakin kalau mimpi yang kamu buat bukanlah hanya sebuah khayalan, tapi mimpi itu adalah sebuah peta agar kamu tidak tersesat dalam meraih mimpimu, hari esok yang kamu inginkan akan terwujud jika kamu tetap berada di jalur yang benar dan tetap mengikuti peta atau mimpi yang telah kamu buat sebelumnya.. dengan bermimpi kamu bisa tau arah tujuanmu dimasa yang akan datang”

Rein : “jadii.. Masa depanmu tergantung dengan mimpimu dan seberapa kuat kamu memperjuangkan mimpimu..”

Ehmm,, seperti itu,,,, Aku tersenyum pada kakakku ini..

Aku : “sebaiknya kamu memotong pendek rambutmu deh Rein..”

Rein : “hahh.. kenapa? kamu suka rambutku pendek,,?..”

Aku : “kalau rambutmu pendek, Kamu akan semakin mirip Mikasa Ackerman,,,, cantik, dewasa, pintar, jago mengalahkan para Titan,, Mikasa punya adik, meskipun saudara tiri, seperti kita….. meskpun saudara tiri tapi sejak kecil Mikasa selalu menyayangi adiknya meskipun adiknya itu ceroboh dan keras kepala,, Mikasa selalu mengawasi adiknya, membantu segala urusan adiknya, Berusaha mati matian melindunginya padahal adiknya susah diatur, selalu setia menemani adiknya kemanapun Adiknya pergi, Mikasa akan selalu ada disamping adiknya… kamu sangat mirip dengan dia Rein,,, ucapan terima kasih pun tidak akan pernah cukup, tapi aku sangat berterima kasih telah bersama sama denganku sejak kecil, menjagaku, mengajariku cara hidup, banyak pelajaran yang aku terima darimu,,, “

Rein : “ngomong apa sih kamu Dek,,? anak mana Mikasa itu..? kok kayak nama toko peralatan olahraga,,, “ tanya dia heran,,

Aku : “hahaha, kayaknya percuma ngomongin anime sama kamu….”

Memang masih jarang cewek yang suka dengan anime, kalaupun ada , mungkin hanya sekedar menontonnya,, tidak terlalu mengenal karakter karakternya… kecuali Winry,,, meskipun dia cewek, dia suka nonton anime dan hafal dengan karakter2 anime.

Rein : “hmm,,? Kirain kamu ingin aku memotong pendek rambutku agar mirip Winry,,, aku pikir kamu kangen dengannya…”

Aku : “Kangen Winry ? sedikit,, tapi percuma juga kan,, aku tidak bisa menemuinya lagi,,,,,”

Rein : “maaf ya membuatmu mengingatnya lagi,,,” ucapnya lalu mengecup bibirku lagi,,, tubuh telanjangnya menggesek tubuhku,,

—–POV REIN—–

Aku : “mau kemana..?” tanyaku pada adikku saat dia turun dari tempat tidurku,,,

Rega : “kekamarku,, katamu tadi aku harus bermimpi…”

Aku : “yaelah,, masih sekali Dek,,, disini dulu aja kenapa sih,,, !!! lagipula besok kan hari minggu,, kamu bisa bermimpi seharian,,, “ ucapku untuk menahannya,,,,

Dihadapannya kubuka lebar kakiku dan menekuknya,, menunjukkan memekku kepadanya,, dan satu tanganku mengusap usap bibir memekku sendiri,,,,

Aku : “Jilatin dong…..sshhh…” pintaku nakal padanya…

Adikku Rega langsung tersenyum dan naik keatas tidurku lagi,, dia memposisikan tubuhnya untuk menuruti permintaanku..

Rega : “kalau kakakku yang minta pasti aku turuti,,, hihi..” ucapnya sambil meraba raba kedua pahaku dengan tangannya…

Aku : “halahhh,, semua cewek yang memintamu pasti langsung kamu turuti….”

Rega : “hahaha,, aku memang lemah Rein kalau soal beginian,,,”

Rega mulai menjilati bagian antara paha dann memekku,,, geli banget saat lidahnya yang basah menyentuh kulitku..

Aku : “Aachhh,,, sepertinya kamu memang perlu dibawa ke psikiater Dek,, libidomu tinggi banget,,,”

Rega : “Hmm..? kamu juga dong,,, nafsumu kan juga gede Rein,,,”

Aku : “Emphhh.. Shhhhhhh… Deeekk,,,achhhh,,, hahh,,? Masa’ Sihh,,?”

Rega kini menyapukan lidahnya di bibir Memekku,, tubuhku langsung menggelinjang dengan pinggulku yang naik naik saat merasakan gelinya…

Aku : “aaachhhhhhhhhhhhh……”

Desahan panjang keluar dari mulutku saat Lidah Rega menyentuh Klirotisku,,Mendengar Desahanku malah semakin membuat Rega menggila menjilati memekku.. 10 menit kemudian memekku sudah basah dengan cairan orgasme yang keluar dari memekku dan bercampur dengan ludahnya Rega… Cuman Rega yang bisa membuatku orgasme hanya dengan mulut dan lidahnya… kupegangi tangannya yang sedang memegang pahaku…

Aku : “Ahhh,,, Deekk,, Udaahh.…” kupegang kepalanya agar dia berhenti menjilati memekku,,

Lalu aku memposisikan tubuhku untuk duduk bersandar di tempat tidur,,,

Aku : “udah sana keluar,,,,”

Aku menggodanya,, tapi aku tau dia tidak akan terima,,, apalagi kulihat kontol adikku sudah membesar,, sangat besar,,,

Rega : “lah,,? Aku belum Rein,,,, enak aja nyuruh keluar,,”

Tuh kan,, hihihi

Rega mendekatiku,, menunjukkan penisnya yang sudah sangat menegang,, aku langung mengocoknya dengan lembut,,, selain mengikuti pertumbuhannya Rega sejak kecil,, aku juga mengikuti perkembangan kontolnya adikku ini hingga jadi segede ini..

Rega : “ahhh,, emutin Rein,,,” pintanya kepadaku,,,

Aku : “tadi kan uda,,,,” tadi saat ronde pertama aku sudah mengulum kontolnya,,,

Rega : “lagi,, hehehe.. ahhhh”

Aku : “Gak mau,,, ehmm,, gini aja,,,..”

Perlahan kusentuh sentuhkan kontolnya di payudaraku.. pas diputingya,,, lalu aku sedikit memposisikan tubuhku dan menjepitkan kontol adikku diantara kedua payudaraku,,, dan Rega reflek menggerakkan pinggulnya agar kontolnya menggesek belahan payaudaraku,,,

Rega : “ahhh,, ahhh,,ahhhhhh….”

Aku : “emphh, Enak,,? kalau bisa sampai keluar Deek..”

Rega : “Gilaaa,,, mantep benerr Rein susumu… bisa gede banget gini yah,,,”

Ucapnya sambil ikut memegang payudaraku agar lebih menjepit kontolnya,,,

Aku : “ahhh,, lebih kenceng Dekk,,,,”

Aku juga merasakan gelinya saat kontolnya Adikku menggesek belahan payudaraku,,,,

Aku : “ahhh,,,ahhh,, ayo Deekk,,, lebih kencenggg….”

Rega keliahatan menikmati menyodok belahan payudaraku,, matanya merem melek dengan mulut seperti orang kepedesan,,,

Kucoba menundukkan kepalaku dan kepala kontolnya berhasil menyentuh bibirku tiap melewati belahan payudaraku,,,

Rega : “Ahhh,,, ahhh,,,, aku mau keluar ,,,,”

Aku : “emph,,, keluarkan sayang ,, keluarkan yang banyak,, semprot kakakmu ini dengan spermamu,,,,”

Rega semakin cepat menggerakkan pinggulnya,, dan akhirnya

CROT CROT CROT CROT

Spermanya beberapa kali menyemprot di wajahku,, ada yang masuk kedalam mulutku…

Rega : “ahhh,,ahhhh,,, gila enak banget…” ucapnya lalu turun dari tempat tidur mengambil tisu di mejaku dan membersihkan wajahku,,, sambil memelukku manja,,,

Inilah yang kusukai dari Rega,, dia perhatian banget dengan pasangannya,, dia tidak meninggalkan atau mendiamkan pasangannya ketika dia sudah puas orgasme,,, dia berbuat seperti itu bukan karena aku adalah kakakknya,, tapi dia seperti itu kepada semua wanita yang pernah tidur dengannya,, aku bisa berkata seperti itu karena pernah sekali aku mengintip saat Rega bercinta dengan Winry,,,,

Adikku benar benar pria sejati kalau sedang diranjang,, selain kontolnya yang gede dan panjang, tubuhnya juga sempurna berkat ikut fitnes saat dia kuliah meskipun tidak begitu terbentuk,, tapi aku lebih suka gitu,, daripada badan cowok yang penuh dengan otot, malah kelihatan serem,, tahan lama, tidak egois, selalu bisa membuatku tersenyum puas berkali kali dalam semalam,,,

Rega : “udah bersih,,, “ ucapnya setelah membersihkan wajahku,, lalu dengan manisnya dia mengecup bibirku,,,

Hmmm adikku manis banget,,, Aku hanya bisa tersenyum diperlakukan seperti itu sama Adikku,,, lalu aku memeluknya,,

Aku : “Makasih ya Dek,,,”

Rega : “mau lagi…?”

Aku : “Yuk… puasin aku lagi Dek sampai pagi,,,” ucapku lalu memposisikan tubuhku tengkurap diatas tempat tidur,,,,

.

.

I like to think that we had it all
We drew a map to a better place

.

.

—–POV REGA—–

Hampir Jam 5 Pagi, tak terhitung berapa kali kami berdua melakukannya dan orgasme.. Kulihat Rein sudah tidur disebelahku,, aku juga harus tidur dan kupejamkan mataku,,,

Seperti yang Rein bilang tadi

Rein : “Mimpi…. bermimpilah Dek.. Pejamkan matamu, Bayangkan dengan betul betul masa depan seperti apa yang ingin kamu perjuangkan..”

Jika aku memejamkan mataku, masa depan seperti apa yang kuinginkan?

Aku ingin akhirnya bisa menemukan seorang wanita yang sangat aku cintai dan hidup bersama dengannya selamanya, Siapa..? yang ada dipikiranku saat ini adalah Meta.. akhir akhir ini aku sering memikirkannya, walaupun singkat, bersama Meta aku merasakan kebahagiaan dicintai dan mencintai seperti yang pernah kurasakan dulu dengan Alexa, semoga mimpiku sama dengan mimpinya.

Aku ingin memperbaiki hubungan dengan orang orang yang pernah kusakiti, dan yang pernah menderita karena aku,, Dias, Linda, Resty dan yang lainnya.

Aku ingin melihat Rein yang merupakan orang yang paling kusayangi menemukan kebahagiaan sejatinya,

Aku ingin bertemu dan berkumpul lagi dengan semua teman-teman yang dulu mengisi hari hariku terutama Ressa,, besar harapanku untuk bisa bertemu lagi dengannya, walaupun kemungkinannya sangat kecil jika mengingat kondisi terakhirnyanya saat kami berpisah.,, aku harap Ressa masih disini, masih didunia ini.

Aku ingin masa depan yang penuh dengan kebahagiaan, masa depan dikelilingi keluarga dan teman temanku.

Itu semua adalah Masa depan yang aku impikan, dan aku akan memperjuangkannya.

.

.

3 HARI KEMUDIAN

——–POV RESTY——–

PPPLLLLAAAAAKKKKK

Aku : “Arrgggghh,,,,, hikss..”

Aku langsung terjatuh di lantai kamar apartemenku setelah Om Danu menamparku dengan sangat keras, sakitnya begitu terasa di wajahku,, tapi rasa sakitnya tidak sebanding dengan rasa takut yang saat ini menyelimutiku. Apa yang aku takutkan selama ini akhirnya menjadi kenyataan,, aku disuruh Om Danu melayani temannya lagi… daritadi aku bersikeras menolaknya, tapi Om danu malah menamparku karena penolakanku.

Aku : “Gak mau Om, Please,,, “ ucapku memohon sambil memegangi wajahku..

Pak Wi : “sudahlah jangan dilawan, Om Mu itu akan semakin marah jika kamu tidak nurut kepadanya,, ayo berdiri,, janji aku tidak akan kasar denganmu,,,” Ucap temannya Om Danu, sambil memegang tanganku mengajakku berdiri,,,

Aku : “JANGAN SENTUH AKU..,,,” Aku berteriak membentaknya,,

PPPLLLLAAAAKKK , kemudian aku menamparnya dengan sangat keras saat dia mencoba memaksaku berdiri.. Melihat perbuatanku kepada Rekan Bisnisnya, Om Danu semakin kelihatan marah,, dia menghampiriku lagi…

Danu : “Berani yah… kurang ajar….” Ucapnya,,, dan..

BRRRUUUUGGGGG BRRRRRUGGGGGGG

Dua kali Kepalan tangannya mendarat di wajahku,, Telingaku langsung berdenging keras, aku tidak bisa mendengar apa yang dikatakan rekan bisnis Om Danu,, dia seperti menahan Om Danu untuk tidak memukulku lagi,,, kepalaku terasa sakit sekali, pandanganku juga buram, antara sadar dan tidak sadar seperti orang linglung dan tidak bisa menyeimbangkan tubuhku sendiri. Tubuhku terbaring lemas di atas lantai… setelah itu aku merasakan kalau tubuhku sedang diangkat dan dipindahkan diatas tempat tidur,,

Diatas tempat tidur aku bisa melihat Om Danu melepas satu persatu pakaianku, aku tidak bisa berbuat apa2 ataupun melawan lagi.. tubuhku lemas dengan telinga yang masih berdenging keras, tidak bisa berbicara,, bahkan terasa sedikit mual..

Hingga akhirnya aku sudah telanjang diatas tempat tidur, meskipun tau kondisiku yang hanpir tidak sadar, Rekannya Om Danu masih tega mencumbuku,, menyusuri setiap lekuk tubuhku dengan kedua tangannya, meremas kedua payudaraku dengan kasar,dia seperti kesetanan setelah melihat besarnya payudaraku,,, , dia sudah tidak berpakaian,, aku tidak mau melihatnya, kurasakan kakiku dibuka selebar mungkin dengan terlebih dahulu meraba raba pahaku dan kemudian dia menjilati memekku.. Setelah itu mereka berdua bergantian menunggangiku, memasukkan penis mereka di dalam memekku,, aku sudah seperti boneka seks bagi mereka,, tidak bisa bergerak dan tidak merasakan kenikmatan sama sekali, tubuhku dibolak balik diatas tempat tidur dan hanya bisa pasrah diperlakukan seperti binatang oleh mereka,, bukan,, merekalah yang binatang, biadab,,,, hingga akhirnya aku tidak sadarkan diri,,

Aku tidak ingat dengan apa yang terjadi selanjutnya, atau apa saja yang mereka lakukan pada tubuhku… saat aku terbangun aku sudah tidak melihat mereka lagi dikamarku,, kurasakan sakit di kepalaku, nyeri di memekku dan lobang anusku,,, seluruh tubuhku lengket terkena sperma mereka, entah berapa kali mereka berdua orgasme,, aku tertunduk diatas tempat tidur.. Tanganku gemetaran.. dan aku hanya diam dengan tatapan kosong. beberapa saat kemudian aku menangis tersedu sedu menutup wajahku dengan kedua telapak tanganku, menangisi nasibku. aku tau semua resikonya saat aku memutuskan untuk menjadi istri simpanan.. Tapi dianiaya dan dilecehkan lebih dari sekali itu sama sekali tidak ada dalam bayanganku.. aku yakin jika Om Danu memang sengaja menawarkan tubuhku kepada rekan bisnisnya, bukan karena dia tau kalau aku dekat dengan Ega. itu hanya sebagai kedok agar aku menuruti kemauannya… dia Tidak terima aku tidur dengan Ega.. tapi kenapa dia tega menawarkanku kepada orang lain?, aku sudah tidak kuat lagi,,, aku ingin berhenti, aku tidak mau diperlakukan seperti itu lagi…. Tuhan,, tunjukkan aku bagaimana bisa lepas dari orang itu…

DRRRTTTTTT DDRRRTTTTTTT DRRTTTTTTR

Kudengar hapeku berdering dan bergetar,, sebenarnya aku males mengangkatnya.. Paling Shinta atau Rendy yang menelepon… tapi saat aku lihat siapa yang menelepon, langsung kuambil hapeku ..

Kak Neta?

Kak Neta adalah kakaknya Meta, sahabatku, cintaku,,, yang saat ini terbaring koma di Rumah Sakit. Dan dia seperti itu karena aku.. aku pernah berpesan kepada Kak Neta untuk mengabariku jika terjadi apa2 kepada Meta… aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri jika terjadi apa2 pada Meta.

Apalagi ini? Akankah hariku akan semakin buruk?

Aku :” Halo.. Iya Kak..?”

Neta : Resty.. nanti setelah pulang kerja kamu bisa ke Rumah Sakit?”

Aku : “apa yang terjadi dengan Meta kak?” tanyaku panik..

Neta : “beberapa hari yang lalu Meta sudah bangun, maaf baru bisa mengabari sekarang , soalnya Meta belum bisa ditemuin banyak orang, dia harus diobservasi dulu selama beberapa hari,, tapi sekarang dia bisa dijenguk,,, dan Meta ingin ketemu denganmu…”

Aku : “Syukurlah,,,, aku kesana sekarang Kak….”.

Aku sangat senang mendengar kabar kalau Meta sudah siuman,, setidaknya ada kebahagiaan dibalik penderitaan yang aku alami hari ini, Segera aku beranjak dari tempat tidurku menuju kamar mandi dan bergegas menuju Rumah Sakit diantar sopirnya Om Danu.. .

.

.

SEMENTARA ITU DIKANTORNYA RESTY

Meja team 7 yang seharusnya diisi oleh 4 karyawan, saat ini hanya terisi 2 karyawan yang masih setia duduk bersebelahan di kursinya masing masing,, Rendy dan Shinta,,,

Rendy

Shinta

Rendy : “Fuckk,,Fuckkk,,, lama lama gw bisa gila ngurusin kerjaan sebanyak ini..Aaaaaaaaaaaaaaaa” Ucap Rendy sambil menggaruk garuk kepalanya..

Shinta : “ Syukuri apppa yaaannnng adaaaa, hidup adalah anugerahhhhh,,, tetap jalaniiii hidup ini,, melakukan yang terbaik….” Ucap Shinta, upss, salah,, Shinta sedang asyik bernyanyi dengan suaranya yang nge-bass, headphone besar terpasang di kepalanya yang tersambung dengan laptopnya, sambil tetap serius menatap layar laptopnya dengan kesepuluh jari tangannya menari nari diatas keyboard..oiya,, Shinta tergabung dalam Masivers Ibukota

Rendy : “Shin…?Resty kemana sih,,? akhir akhir ini kalau siang sering ngilang tuh anak,.. ditelpon gak diangkat, dichat gak dibales…. Maksudnya apa coba dia pergi pergi seenaknya disaat kerjaan menumpuk,, Bisa bisa kita embur lagi malam ini,, Fuckk,,Fuck,,,padahal malam ini gw ada janjian dengan cewek,, dari 7 cewek gw deketin, cuma dia yang mau gw ajak ketemuan… dia pasti kecewa kalau gw ngebatalain gitu aja… ”

Shinta : “Jangan Menyerah,,, Jangan Menyerah,,,, Jangan Menyeraah,, ooooooooooooohhh….”

Rendy : “Eh buset,,,,,shin..? Lu dengerin gw nggak sih daritadi? Shinntaa…?”

Karena Tidak mendapat respon dari Shinta, Rendy melepas Headphone yang ada dikepala Shinta..

Shinta : “Ngapain sih lu Ren,,,?” protes Shinta..

Rendy : “Lu gak denger daritadi gw ngoceh..?”

Shinta : “Kagak,, emang ngomong apaan…?”

Rendy : “Ah Elu Sin,, Resty kemana..? pekerjaan banyak banget nih,,, bisa lembur lagi kita nanti,,,”

Shinta : “tau’… percuma juga kan Resty ada disini,, kerjaannya tiap hari cuman ngelamun lalu mewek,,,”

Rendy : “iya juga sih,, sampe segitunya Resty kehilangan Rega,,,,, gw jadi kangen Rega nih,,, Kenapa juga dia harus pergi…” ucap Rendy sambil melihat tempat duduk Rega

Shinta : “Iya yah,, mending elu yang pergi daripada Rega,, hihihi…”

Rendy : “Sialan lu,,, tapi kenapa Resty gak mau cari pengganti Rega buat ngebantu kita yah..? akhirnya kita yang jadi kerepotan…”

Shinta : “karena Resty percaya kalau suatu saat nanti Rega akan kembali, makanya dia tidak mencari pengganti Rega,,, bahkan Rega belum dinyatakan Resign dari sini…”

Rendy : “ohh,,, gw gak yakin Rega bakalan kembali,, sudah sebulan lebih sejak dia pergi,,, Tapi kenapa Rega harus pergi tanpa ngasih kabar sama sekali yah? Bahkan tidak ngabarin kita…gw samperin ke kosannya sudah gak ada, Gw mencoba kontak dia jg gak bisa,,, Anehh,,,”

Shinta : “mungkin dia malu,,,,” ucap Shinta datar…

Rendy : “Malu,,,? Malu kenapa…?”

Shinta : “gak jadi deh,,,,.”

Rendy : “lah,,,Apa’an..?” Rendy semakin penasaran,,

Kemudian Shinta mendekatkan kursinya ke kursinya Rendy dan berkata dengan pelan,,,

Shinta : “mungkin Rega malu karena ketahuan lagi ngewe sama Resty disini,,,,”

Rendy : “HAAAAAAAHHHHHH….?” Rendy kaget dengan apa yang dikatakan Shinta, dia berteriak sangat keras,,, sampai semua karyawan melihat ke arah meja team 7.

Shinta : “Ishh,, gak usah alay deh,,,,” Protes Shinta sambil memukul lengan Rendy

Rendy : “jangan bercanda lu,,, “

Shinta : “yeee ini beneran tau’,,, mereka melakukannya dimeja ini,, inget gak waktu Resty akan berangkat ke Jepang? Dia harus lembur sendirian untuk menyiapkan materi yang harus dibawa,,, ternyata saat itu Rega nemenin Resty dan ngewe deh mereka,,, “

Rendy : “tau dari mana..?”

Shinta : “Dinda….”

Rendy : “Dinda siapa…?”

Shinta : “Dinda resepsionis,,”

DINDA

Rendy : “sejak kapan kamu temenan sama Dinda..?”

Shinta : “yeee… Dinda itu satu kost sama gw… jadi ceritanya saat itu dia juga lembur training untuk promosi ke bagian administrasi, waktu itu dia disuruh naik naruh dokumen disini,,, saat itu dia melihat Rega dan Resty lagi begituan… Dinda sendiri yang bilang ke gw saat dia tanya kenapa Rega gak pernah kelihatan lagi,,,”

Rendy : “ckckck,,, ternyata mereka berdua bener2 ada main dibelakang,,, gw sebenernya uda curiga,, mereka kelihatan nempel banget sejak pulang dari Singapore,,, pantesan Resty kelihatan down banget saat Rega pergi,,, atau jangan2 Resty Hamil dan Rega gak mau bertanggung jawab..?”

Shinta : “Gak tau,, tanya aja sendiri ke Resty kalau berani…”

Rendy : “Rega..Rega.. beruntung banget tuh anak bisa ngerasain tubuhnya Resty,,, envy gw,,,”

Shinta : “makanya pacaran,, jangan coli mulu,, hahaha,,,”

Rendy : “sialan,, kayak elu punya pacar aja,,, elu kenapa sih gak pacaran? Padahal lu kan cantik… masa’ gak laku ?”

Shinta : “makasih loh ya,,, Yang mau jadi cowok gw tu banyak,,, belum nemu yang sesuai aja, gw pengen dapet cowok yang keren kayak Rega,, hahahaha…”

Rendy : “Rega lagi,, Rega lagi,,,, apa istimewahnya sih tu anak, gak jauh beda sama gw,, sama sama hidup pas pasan kayak gw, tinggal dikost,,,, gw cuman kalah ganteng doang,,,,”

Shinta : “hmm,,, asal lu tau yah,, , Dinda sempet videoin saat Rega dan Resty ngewe, dan dia tunjukin video itu ke gw,, Badanyya Rega tu uhhhh sempurna banget, kekar, dan,, Kontinya Gede,,, Dinda aja sampai bilang pengen ngerasain kontinya Rega juga,, sepertinya gw juga pengen.. pengen diewein di meja ini sama Rega pas lembur,, hiihihi” ucap Shinta pelan

Rendy : “udah gila lu Shin,,,, gak puny otak lu,,,,”

Shinta : “emang,, adanya Paha sama Dada,, mau,,?” ucap Shinta sambil membusungkan badannya ke arah Rendy,,,

Rendy : “eh,,? Beneran,,? Mau dong,, hehehe..”

Shinta : “Jangan Ngimpi,,”

Rendy : “Sialan,, gw doain supaya suatu saat nanti lu jatuh cinta sama gw,,, kayaknya gw harus lihat video itu jga deh,, mintain videonya ke Dinda dong !!”

Shinta : “NNNJJIIRRR,,TERNYATA LU HOMO REN..?” Teriak Shintaa, yang didengar semua karyawan,, Rendy langsung membungkam mulutnya Sihinta dengan tangannya

Rendy : “Ni mulut gak pernah disekolahin kali yak,,,” ucap Rendy sambil melihati teman2 yang lain yang masih melihat ke arah meja Team 7.

Shinta : “Lu pengen liat badannya Rega juga…?”

Rendy : “SHitt,, gw pengen liat tubuhnya Resty kales,,,” ucap Rendy gemesss

Shinta : “hihihi kirain,,, Percuma,,, Video yang ada di hapenya Dinda hilang bersama dengan hapenya karena kecebur di laut saat Dinda liburan ke pulau Tidung… dia menyesal banget, padahal nih, katanya video itu selalu menemani quality time nya saat malam malam dikamar kost,,,”

Pupus sudah harapan Rendy bisa melihat tubuh indah Resty,, dia menundukkan kepalanya di meja kerjanya.. dan Shinta tertawa geli,, kemudian mereka melanjutkan pekerjaan mereka.

.

.

I hear your voice in my sleep at night
Hard to resist temptation

.

.

—–MASIH POV RESTY—-

Ketika masuk kedalam kamar ruangannya Meta di Rumah Sakit ini. Meta tersenyum melihatku,,, Aku langsung berjalan cepat menuju kearahnya dan memeluknya, Meta sedang duduk diatas di tempat tidur dan menyandarkan punggungnya,,, kupeluk erat tubuhnya,, air mataku menetes merasakan bahagia bisa melihat Meta tersenyum lagi.. didalam ruangan ini ada keluarganya Meta,, Papanya, Mamanya dan Kak Neta,

Aku : “maafin aku,, maafin aku,,, hiksss karena aku kamu jadi seperti ini..” bisikku padanya,,,

Kenapa harus berbisik ? karena aku pura pura tidak tau apa2 soal kecelakannya Meta ketika Kak Neta menanyaiku,,,, ya,, aku memang pengecut,, padahal Meta kecelekaan sampai koma setelah bertengkar denganku.

Meta menyambut pelukanku dengan mengusap usap punggungku.

Meta : “bukan salahmu Ress, aku yang kurang ati2….” Ucap Meta berbisik juga,,

Tubuhnya masih kelihatan lemas, dengan peralatan medis masih menempel di tubuhnya. Meta memandangi pintu kamar ruangan ini… seperrti sedang menunggu seseorang masuk kedalam ruangan ini…

Aku : “Dia tidak bersamaku, sudah lama dia pergi,, bahkan mungkin dia tidak tau apa yang terjadi denganmu,,,”

Meta melihatku,, kemudian dia melihat Kak Neta,,,,

Neta : “Pah,, Ma,, Makan yuk,,, biarkan mereka berdua ngobrol…” ucap Kak Neta mengajak Papa Mamanya keluar dari ruangan ini,,, dan hanya ada aku dan Meta di ruangan ini.

Meta : “ada apa dengan kalian..? kenapa dia pergi,,? karena aku..? seingatku,, aku sudah tidak ada hubungan lagi dengannya,, dia milikmu Ress,, kalau aku sudah keluar dari sini, aku akan mencarinya dan akan kusuruh dia kembali kepadamu….”

Aku menggelengkan kepalaku tidak percaya dengan apa yang dikatakannya,, aku memang ingin Ega kembali tapi,,

Aku : “Aku memang mencintainya, tapi aku tidak pantas untuk dia,, kamu tau kondisiku kan? lagipula Dia tidak mencintaiku,,,,” aku mengingat kembali saat terakhir kali aku bertemu Ega

Meta : “Aku akan menyuruhnya mencintaimu……” ucap Meta,,

Aku : “SAMPAI KAPAN KAMU AKAN TERUS TERUSAN MENGALAH KEPADAKU..? LIHATLAH APA YANG TERJADI DENGANMU,,, KAMU JADI SEPERTI INI GARA2 KAMU MERELAKAN DIA UNTUKKU… ” Aku membentaknya…

Aku : “padahal kamu adalah wanita yang tangguh, kuat, penuh semangat,, Kamu jadi lemah seperti ini ketika harus merelakannya pergi,,,.. Aku tau kamu masih mencintainya,,,, cinta itu tidak pernah bisa dipaksakan, bagaiamanapun usahamu menyuruh Ega mencintaiku,, dia tidak memiliki perasasaan yang sama denganku,, Dia mencintaimu Meta,,, kenapa kamu harus merelakannya untukku? Kenapa kamu malah menyuruh dia mencintaiku? Kenapa kamu senang menyiksa perasaanmu sendiri? Kamu semakin membuatku merasa bersalah…..” air mataku menetes membasahai wajahku…. Meta masih memandangiku,,,

Astaga,, kenapa aku malah membentaknya,,,, Meta menggeser tubuhnya agak kesamping ranjang…

Meta : “Tidurlah disini,,,,” dia menyuruhku ikut tidur disampingnya,,

Meta : “Pleasee,,,,”

Kuturuti permintaannya, aku naik keatas tempat tidurnya….. kami berdua tidur miring saling berhadapan,,, tangannya mengusap usap jilbab yang kupakai,,,

Meta : “aku kangen kamu Ress,,, kangen tidur berdua denganmu… kenapa dengan wajahmu ini?”

Hmm? Meta pasti melihat pelipis kepalaku sedikit memar karena dipukul Om Danu tadi…

Aku : “eh,,, ini tadi terbentur,, gpp kok,,,”

Meta : “aku sering menangani kasus dengan luka seperti ini, ini bukan luka karena terbentur…. Siapa yang melakukan ini kepadamu? Orang tua itu..? kurang ajar,, beneran kamu gpp? ini sudah tidak bisa dibiarkan Ress….. ”

Meta ngomel2 melihat luka diwajahku,, tapi entah mengapa aku senang dia seperti itu,, seperti yang dulu sering dia lakukan, selalu ngomel dan menasehatiku, kayak lagi ngomel2 sama adiknya sendiri,,,,, aku langsung mendekatkan wajahku ke wajahnya dan kucium bibirnya disaat dia masih ngomel2… kami berciuman, diatas tempat tidur rumah sakit ini.. kami saling mengecup bibir kami selama beberapa saat..

Aku : “aku juga kangen denganmu Kak….” Dia tersenyum… dan memegang bibirku…

Meta : “aku mencintaimu Res,, selama ada kamu, aku tidak butuh dicintai lelaki manapun,,, termasuk Ega,, jika memang kamu tidak bisa bersama sama dengan Ega,, begitu juga denganku,, persahabatan yang telah kita bangun selama ini tidak akan kubiarkan roboh hanya karena seorang pria,, maafkan aku pernah berkata kasar kepadamu.. ”

Meta masih saja ingin menjaga perasaanku, padahal aku tau dia sangat mencintai Ega,,,

Aku : “Love you too,, aku bahagia bisa dicintai dan mencintai kamu, aku juga mencintai Ega,,, tapi aku akan lebih bahagia jika melihat kedua orang yang aku cintai bersatu, melihat kalian berdua bahagia bersama sama,, “

Meta : “tapi Ress, aku gak mau melihatmu terluka,,, aku membayangkan jika berada diposisimu,, pasti terasa sulit dan menyakitkan., aku tidak mau kamu merasakan seperti itu karena kita mencintai pria yang sama..”

Aku : “Aku tau, aku sudah pernah merasakannya,, dan aku sempat membencimu saat tau dia lebih mencintaimu daripada aku,, tapi aku sudah sadar Meta,, Kamu lebih pantas bersamanya daripada aku,, aku akan senang melihat kalian bersama, jangan pikir persahabatan kita akan berantakan karena kalian bersama,, kita akan semakin saling menguatkan, , dan aku percaya dan yakin akan mendapatkan cinta yang lain suatu saat nanti,, pria yang lebih baik dari Ega,, aku gak mau kalah denganmu,,, hihihi,,”

Meta : “Jangan seperti itu Ress,,,,”

Aku : “Pleasee,, kamu selalu menuruti permintaanku,,, kali ini pun begitu,,, “

Meta : “Kita cintai dia bersama sama,, dia milik kita bersama sama… Deal..?”

Aku : “hahaha,, beruntung bener tu anak dicintai kita berdua,, dia tidak akan mau Meta, dia tidak mencintaiku,,,…”

Meta : “gak usah bawel,, dia harus mau,,, “

Aku : “baiklah kalau itu yang kamu mau,, tapi aku gak janji akan bisa mencintainya seperti dulu lagi,,, aku juga harus menemukan cintaku sendiri dong,,,”

Sebenernya aku malu kepada Ega karena dia tau faktanya kalau aku adalah istri simpanan lelaki yang beristri… dan aku juga tidak akan bebas bertemu Ega disaat pengawalan Om Danu kepadaku sangat ketat.. tapi aku tidak akan memberitahukannya kepada Meta,, aku tidak ingin dia kepikiran masalahku yang malah akan menghambat proses pemulihannya,,

Meta : “kalau gitu sampai kamu menemukan cintamu, Rega juga milikmu,,,,” ucapnya kepadaku dan kemudian dia mendekatkan wajahnya kepadaku dan menciumku…. Kali ini tubuh kamu menempel berhadapan dan ciuman kami semakin panas…

Meta : “Sebenarnya aku merasa mendengar dia selalu memanggilku saat aku tidur panjang kemarin,, dan aku terbangun karena suaranya semakin terdengar keras,,, tunggu dulu,,, btw, kemana dia pergi…?’

Aku : “astaga, aku lupa,,,, kita daritadi bicara tentang dia seakan dia masih bersama sama dengan kita,,, padahal dia sudah sebulan lebih pergi dan aku tidak tau dimana dia sekarang,,, teman kantorku juga pernah mencoba mendatangi Kostnya Ega, tapi dia sudah tidak disana…”

Meta : “atau jangan jangan dia sudah punya wanita lain…?”

Aku : “Tenang aja, aku akan mencarinya… aku akan mencarinya untukmu sampai ketemu… aku janji akan membawanya kesini…”

Karena dengan membawa Ega ketemu lagi dengan Meta,, akan membuat Meta senang dan mempercepat masa pemulihannya..

.

.

I wonder where were you?
When I was at my worst
Down on my knees

.

.

2 HARI KEMUDIAN

—–MASIH POV RESTY—-

Siang ini saat jam isitirahat kantor aku sedang berada di sebuah tempat terbuka diantara tower 3 dan tower 4 komplek gedung perkantoran ini, duduk tertunduk sendirian memegangi kepalaku sendiri di salah satu deretan kursi marmer yang berjejer yang biasa digunakan sebagai tempat merokok para karyawan, apalagi tempat ini dikelilingi beberapa kedai kopi terkenal,, tempat yang pas untuk melepas penat setelah setengah hari berurusan dengan data data dan laporan, tempat yang tepat untuk menghabiskan waktu istirahat ngobrol bersama teman atau hanya sekedar mencari angin segar.

Sudah 2 hari sejak aku menjanjikan kepada Meta untuk membawa Ega kembali kepelukannya, Tapi sampai sekarang aku tidak bisa menemukannya,,, karena aku sedang diawasi dan dikawal anak buahnya Om Danu, membuatku semakin tidak bisa bebas kemana mana untuk mencarinya,,

Ada 2 kemungkinan, dia pulang kerumahnya di kota sebelah atau dia kembali ke Dias, Desy atau Dini atau siapapun itu aku lupa namanya..

Benarkah dia sudah menemukan cintanya?

Terakhir kali bertemu dengannya aku malah mengusirnya, dan dia benar2 telah pergi tanpa jejak… kenapa sih dia jadi cowok polos banget,, apa dia benar2 tidak paham soal hati dan perasaan perempuan ? kenapa saat itu dia tidak bersikeras untuk menemaniku,,, padahal sebenarnya aku tidak benar benar serius mengusirnya…

Saat itu sebagain diriku tidak ingin bertemu dengannya lagi, tapi sebagian hatiku yang lain berkata

“jangan pergi” ,,

seharusnya aku mendengarkan kata hatiku yang itu,,,, Tapi dia benar benar langsung pergi keluar dari kamarku,, seperti yang aku perintahkan kepadanya…

kenapa kamu harus pergi? Kenapa kamu meninggalkanku?

Setelah hari itu aku sangat menyesal telah mengusirmu pergi, karena kamu benar2 pergi dan tidak pernah datang ke kantor lagi. Tiap hari dikantor aku hanya melamun dan membayangkanmu masih duduk disebelahku, tidur disebelahku, bayanganmu menemani kesendirianku di apartemen, menemaniku saat tubuhku sedang dijadikan pelampiasan nafsu orang biadab itu..

Dimana kamu sekarang ? sampai kapan aku hanya akan memeluk bayangmu? Aku membutuhkanmu Ga,,, Meta membutuhkanmu… Dimana kamu sekarang?

“Ress…”

Bahkan saat ini aku seperti merasa mendengar dia memanggilku,,,

“Resty…..?”

Sial,, kenapa suaranya seperti nyata….

Ega : “Resty,, kamu kenapa..?”

Hahh…? Aku langsung menghadap kedepan… aku langsung berdiri tidak percaya dengan yang kulihat.. badanku merinding…

Aku : “E,,Ga…?” Ega benar2 saat ini ada dihadapanku ,, ini bukan bayangannya, ini beneran dia,

Ega : “haii…”

BERSAMBUNG

Daftar Part