. Halaman Baru Part 51 | Kisah Malam

Halaman Baru Part 51

0
266

Halaman Baru Part 51

FATE

Aku : “Rein……”

Rein : “Hmm..?”

Aku : “Menikahlah dengaku…..!!”

———

Is my life already scripted?

(apakah jalan hidupku sudah tertulis?)​

If I need to can I change the words?

(Apakah aku bisa merubah kata katanya?)​

These questions need answers

(semua pertanyaan itu butuh jawaban)​

Are we meant to fall in love?

(apakah kita ditakdirkan untuk saling mencintai?)​

Are we supposed to find the one?

(Apakah kita harus mencari yang lain?)​

These questions need answers

(semua pertanyaan itu butuh jawaban)​


———

KEESOKAN HARINYA

—————–POV DIAS—————–

Galih : “kamu yakin ingin semuanya dipercepat…?”

tanya Galih kepadaku saat kuutarakan niatku untuk mempercepat tanggal pernikahan kami, tanpa harus menunggu 6 bulan lagi.

Aku : “Aku tidak pernah seyakin ini…” Balasku kepadanya,

Galih terlihat kebingungan dengan niatku,, pantas saja Galih merasa bingung dengan keputusanku yang tiba tiba ini, padahal sebelumnya aku meminta pernikahan kami ditunda tahun depan,,, dan juga selama ini aku selalu menghindari Galih ketika dia akan mengajakku mengobrol. Tapi tadi saat dia datang kesini,, langsung kuberanikan diri untuk bicara dengannya.

Galih : “Oke,, nanti malam akan aku sampaikan ke Papa..”

Aku : “Sekarang !!” ucapku sedikit memaksa, lagi-lagi dia kaget..

Galih : “oo..oke,,,”

Kemudian Galih menjauhiku, memegang handphonenya dan berbicara melalui hp itu sambil melihatku selama beberapa saat. Lalu dia menghampiriku lagi.

Galih : “Kedua orang tuaku dan beberapa kerabat akan kesini nanti malam untuk membicarakannya dengan orang tuamu,, ini begitu tiba tiba.. boleh aku bertanya alasannya ?”

Aku berpikir agak lama saat Galih bertanya alasanku mempercepat ini semua,,,, Ega, satu satunya alasannya adalah karena dia.. karena Ega aku ingin menunda pernikahanku dengan Galih dan sempat sangat ingin membatalkannya, tapi karena dia juga aku ingin pernikahanku dengan Galih dipercepat…..

Galih : “baiklah kalau kamu tidak mau mengatakan alasannya,,, yang penting aku sangat senang dengan keputusannmu ini..” ucapnya lalu menggengam tanganku,, aku sedikit kaget saat dia memegang tanganku, ini pertama kalinya Galih menyentuhku. Langsung Cepat kutarik tanganku,,,

Aku : “maaf.. aku mau mengabari ayah dulu kalau Om Tyo akan datang malam ini…” ucapku padanya.,,

Galih : “ii..iyaa…”

.

.

KEESOKAN HARINYA

Malam ini ada yang berbeda di ruang tamu rumahku. Tidak ada lagi sofa yang biasanya terlihat di ruangan ini. Sofa sofa itu sementara dipindahkan keluar rumah, berganti dengan beberapa tikar halus yang digelar untuk menutupi lantai sekaligus sebagai alas tempat duduk. Di atas tikar ini semua keluargaku dan keluarganya Galih duduk bersila dengan tenang. Semua orang tampak begitu bahagia malam ini, mereka semua seddang mendengarkan seorang perwakilan keluarga Galih yang sedang bicara mengenai maksud dari kedatangan mereka malam ini bertamu ke rumah kami. Tentunya kami semua sudah tau apa maksud kedatangan keluarga Galih kesini. Malam ini Galih mengajak orang tua dan beberapa kerabatnya untuk melamarku, ya,,,, malam ini aku dan Galih tunangan.

Acara lamaran ini lebih cepat 3 bulan dari jadwal awal yang sudah keluarga kami tentukan. Tapi karena aku minta semuanya dipercepat, akhirnya diputuskan malam ini acara Lamaran dilakukan. Walaupun aku minta jadwal Pernikahanku dipercepat, namun setelah pertemuan keluarga kami semalam, tanggal pernikahan kami hanya bisa dimajukan 2 bulan dari tanggal awal dikarenakan keluarga kami masih percaya dengan budaya penentuan tanggal pernikahan yang biasanya disebut hari baik dan hari buruk untuk nikah. Sebenarnya aku agak kecewa, disaat aku ingin semuanya segera cepat dilaksanakan,, tetapi tetap saja tidak bisa dalam waktu dekat..

Kenapa ? pertanda apa ini?

Galih daritadi menatapku, empat bulan lagi aku akan menjadi istrinya. Bahkan Sejak kecil kami berdua ditakdirkan untuk saling terikat dan kami tidak bisa menghindari itu. Karena kami memang dijodohkan oleh kedua orang tua kami sejak kami berdua masih belum mengerti apa itu pernikahan.

Benarkah pernikahan kami sudah ditakdirkan ?

Bukankah takdir itu adalah ketetapan Tuhan ?

Mungkinkah Tuhan sudah membocorkan takdir kami berdua sejak kami kecil melalui orang tua kami ?

sehingga meskipun sekuat tenaga aku menolak perjodohan ini, tapi aku akan tetap menikah dengan Galih karena ini adalah Takdir dari Tuhan dan aku tidak bisa mengubahnya.

Apapun itu, aku sudah ikhlas menerima perjodohan ini, tidak ada lagi alasan bagiku untuk menolak perjodohan ini. Menikah itu ibadah, menuruti nasehat orang tua juga ibadah. Aku akan melaksanakan dua ibadah sekaligus. Sebenarnya aku malu mengatakan itu mengingat sebelumnya aku sempat menolak perjodohan ini bahkan sampai sangat membenci orang tuaku. Aku tidak bisa membayangkan Seandainya aku tidak menuruti nasehat orang tuaku dan tetap berharap kepada Ega… Tuhan sudah membukakan mataku siapa Ega yang sebenarnya. Tak terasa air mataku menetes dipipiku saat mengingat Ega,,, Bunda disebelahku melihatku menangis dan memberikan tisu kepadaku, mungkin bunda berpikir aku menangis bahagia karena acara malam ini.

Kenapa aku masih menangisi Ega ?

kenapa di saat saat seperti ini dia semakin terbayang di pikiranku, wajahnya selalu muncul kemanapun mataku memandang,

apakah aku masih mencintainya?

Aku tidak boleh memikirkannya lagi, aku harus bisa melupakannya.

Galih mendatangiku,, apa yang akan dia lakukan ? aku melilhat sekeliling, semuanya sedang menatap ke arah kami dan tersenyum. Aku tidak menyadari jika ini saatnya kami saling memasangkan cincin di jari manis kami. Galih memegang tanganku, dia membawa cincin di tangan satunya,, perlahan dia memasangkan cincin itu di jariku.. dengan dipasangkan cincin itu di jariku, akan kulepaskan semua cintaku untuk Ega. Dan aku akan memulai membuka hatiku untuk Galih. Bagaiamana aku dan Galih bisa bahagia sebagai suami istri jika kami menikah tanpa suatu hal yang paling mendasar yang dijadikan alasan untuk melaksanakan pernikahan, Cinta. Dan bagaimana bisa aku mencintai Galih jika aku tidak mengenalnya,, Aku dan Galih punya waktu empat bulan untuk saling mengenal,, akan aku manfaatkan waktu empat bulan kedepan untuk lebih mengenal Galih,,

Pria seperti apa dia sebenenarnya ?

Galih : “Malam ini kamu terlihat begitu cantik…” ucap Galih kepadaku sesaat setelah memasangkan cincin di jariku.

Aku hanya tersenyum mendengar pujiannya..

.

.

.

SATU BULAN KEMUDIAN

—————–POV RESTY—————–

Aku : “Emphhhh…… sshhh…”

Desahanku tertahan saat Penis OM Danu sedang mengaduk ngaduk memekku,, aku sengaja menahan desahanku agar aku tidak terlihat menikmatinya. Tangannya yang kekar dan agak kasar meremas lembut payudaraku secara bergantian,,,,

Aku : “Emphhh…”

Daritadi aku hanya diam dan tidak mengimbangi permainan Om Danu, Bahkan Dari tadi aku hanya melihat kesamping, aku tidak mau melihat wajah orang tua itu.. setiap bercinta dengannya aku selalu membayangkan kalau Ega yang sedang menyetubuhiku,, sudah lama aku bersikap seperti ini kepada Om Danu. Aku sudah muak dengannya, sikapku kepadanya sudah berubah sejak dia dengan tega memberikan tubuhku kepada orang lain untuk memuluskan bisnisnya, sebenarnya aku sudah tidak sudi lagi bercinta dengannya, tapi aku tidak bisa apa2,, aku belum bisa lepas darinya,, atau malah aku tidak akan pernah bisa lepas dari OM Danu meskipun aku sudah tidak membutuhkannya lagi,,,

Sampai kapan aku akan terikat dengannya?

Aku takut, aku takut dia memberikan tubuhku kepada orang lain lagi… Apakah selamanya aku akan menjadi istri simpanan Om Danu ?

Jika memang takdirku sudah tertulis seperti ini, aku akan menerimanya,,,

demi Ressa.

Om Danu : “Heh ? Kenapa diam saja….?’ Ucap Om Danu sambil memegang wajahku dengan kuat,, memaksaku untuk melihat wajahnya.

Om Danu : “Kamu tidak puas ? atau aku harus mengajak 1 orang lagi untuk membuatmu berteriak ? hah ? Dasar pelacur….”

Om Danu semakin mempercepat gerakan pinggulnya,, penisnya semakin cepat keluar masuk di dalam memekku, membuatku semakin merasakan nikmatnya… kupejamkan mataku,,, aku bayangkan yang sedang menindihku saat ini adalah Ega…

“Egaa…..” ucapku dalam hati, kubayangkan bentuk tubuh Ega…

Aku : “Achhhhhh….ssshhh…..achhhhhhhh…”

Om Danu : “ hahaha,, akhirnya kamu merasakannya juga kan..?”

“Enakk Ga,,,,,”

Aku : “Uhhhhhh,,,,shhhhh….”

Om Danu melepaskan penisnya dari memekku,, apakah sudah selesai ? belum,,, dia belum menyemprotkan spermanya di dalam memekku,,, Om Danu membalikkan tubuhku.. aku sekarang agak tengkurap diatas tempat tidur,, Om Danu sedikit membuka kaki ku,,, meremas pantatku lalu kurasakan lidahnya Om Danu menjilati belahan pantatku….

Aku : “Sshhhh….”

OM Danu : “mungkin aku sudah sering mengatakan ini,, tapi tubuhmu benar benar indah… tidak sia sia aku mengeluarkan banyak uang untukmu,, kamu pintar menggunakan uangku untuk merawat tubuhmu…”

Ucapnya kepadaku kemudian kurasakan penis Om Danu masuk ke dalam lobang pantatku….

Aku : “ahhhhhhhhh…….”

Meskipun sebulan ini dia sering melakukan anal padaku,,tapi masih terasa sangat sakit saat pertama kali masuk….

Aku : “ahhhhh,, jangan disitu Om…sakitttt..Shhhh…” tapi meskipun aku sudah melarangnya,, dia tidak akan mempedulikanku..

OM Danu : “Tahan,,, nanti juga enak,,,, ahhhh..”

Blug blug blug blug blug

Rasa sakitnya terasa begitu nyeri, aku sampai meremas dengan kuat tempat tidurku,, meskipun tau aku sedang kesakitan Om Danu tetap saja melakukannya..

Blug blug blug blug blug, pinggulnya menggenjot pantatku sambil memegang pinggulku…

Aku : “ahhhhhhhhh…….”

Sekitar 15 menit penis OM Danu menerobos masuk lobang pantatku.. lobang anusku sudah mulai terbiasa dimasuki penisnya Om Danu,, lama lama aku bisa menikmatinya.. rasa geli yang ditimbulkan dari gesekan penis OM Danu di lobang pantatku terasa berkumpul di bagian atas memekku…

Aku reflek menyentuh bagian klirotisku sendiri dan mengusapnya,,,,

Aku : “Ahhhhhh……sssssshhh……”

Terasa semakin nikmat sekali rasanya,,, apalagi sekarang Om Danu menyusupkan tangannya meremas payudaraku,,, sambil menciumi pundakku…

“enakk Ga,, terus Sayang… kamu menyukainya?” aku membayangkan Penis Ega yang sedang masuk ke dalam lobang pantatku,,,, aku membayangkan juga dia sedang meremas payudaraku sambil mencumbu leherku dari belakang,,,

Aku : “Achhhhhhhhh….”

Memekku sangat basah sekali mendapat ransangan dari pantat, klirotis dan payudaraku,.. putingku semakin menegang dan sangat keras,, aku benar2 terangsang….

“lebih kenceng Ga,,, teruskan sayang,,,..”

Aku : “Achhhhhhh,,,,achhhhhhhhhhhh…”

Tiba tiba Om Danu menjambak rambutku dengan sangat kuat belakang,,, aku sampai kaget dengan perlakuan kasarnya..

OM Danu : “Kamu suka …? Hah..?”

Aku tidak menjawab Om Danu,, wajahku mengarah keatas karena dia menjambak rambut panjangku..

Blug blug blug blug blug

Beberapa saat kemudian kurasakan penis OM Danu menyemburkan spermanya di dalam lobang pantatku, diiringi dengan erangan panjang darinya..

Om Danu : “argggggggghhhh….”

Kemudian dia memindahkan tubuhnya disebelahku,, nafasnya tersengal,,, untuk pria yang sudah berumur setengah abad lebih,, Om Danu cukup bertenaga.. hampir 2 jam kami melakukannya…

oh tidak, bukan saatnya untuk mengaguminya.

Aku langsung bangun dari tempat tidur dan menuju kamar mandi, aku sempatkan mandi dulu mengguyur tubuhku dengan air hangat yang keluar dari shower,, entah karena aku belum puas meskipun sudah orgasme beberapa kali atau karena memang nafsu birahi yang besar saat ini aku meraba raba tubuhku sendiri,, sambil terpejam lagi lagi aku membayangkan Ega sedang ada mandi berdua denganku,,,

Aku : “achhhhhh,, Ga,,,,”

Tanganku mulai mengusap klirotisku lagi dan memilin puting susuku sendiri,,,

Aku : “uhhhhh,,, Egaaaa,,,,achhhh…”

.

.

Setelah sekali orgasme di dalam kamar mandi, aku lanjutkan mandiku… dan setelah itu keluar dari kamar mandi,, OM Danu sudah berpakaian lengkap,,

Om Danu : “kamu mau kembali ke kantor…?”

Tanya dia kepadaku, memang tadi saat aku berada dikantor tiba2 dia menjemputku,,, aku terpaksa meninggalkan kantor untuk memuaskan nafsunya.

Aku : “Tidak,,, antar aku ke rumah sakit..” ucapku datar kepadanya…

Sejak kejadian dia mengetahui kalau aku sering jalan bareng Ega,, dia mengambil mobilku,,, sehari hari aku diantar sopir yang ditugaskan olehnya sekaligus untuk mengawasiku kemanapaun aku pergi,, atau terkadang Om Danu sendiri mengantar atau menjemputku. Aku semakin tidak bisa bebas ke mana-mana.

Om Danu : “ohh,, menjenguk temanmu yang koma itu ?”

Om Danu : “ lalu bagaimana kabar Adikmu..? Kapan aku bisa bertemu dengannya… bukankah dia sudah sembuh…? aku penasaran dengan tubuhnya,, apakah juga sebagus tubuhmu…..”

Ucapannya bagaikan petir di siang hari,,, aku shock mendengar ucapannya… tidak boleh,,, dia tidak boleh bertemu Ressa,, takkan kubiarkan dia merusak adikku….

Tidak Akan Pernah, akan aku lakukan apa saja untuk melindungi adikku dari orang seperti dia… aku harus segera melakukan sesuatu..

.

.

DITEMPAT LAIN

—————–POV KAK NETA—————–

Aku : “bagaimana keadaanya Suster..?” tanyaku kepada suster yang sedang memeriksa keadaan adikku. Aku baru saja masuk ke dalam ruangan ini,,

Suster : “sama seperti kemarin..” ucapnya singkat kepadaku, lalu pergi meninggalkan ruangan ini..

Bukan jawaban yang kuharapkan, masa’ suster jawabannya seperti itu ? mungkin dia capek menjawab pertanyaanku yang setiap hari bertanya tentang keadaan adikku kepadanya. Tiap akan masuk kedalam ruangan ini, aku selalu berharap adikku sudah membuka matanya dan menyapaku ketika aku membuka pintu itu.. Tapi hari ini masih sama seperti hari kemarin, sama seperti hari hari didalam sebulan ini, Adikku masih belum terbangun dari tidur panjangnya.

Aku duduk di tempat tidur adikku, kuusap rambutnya…

Aku : “hei,, gimana kabarmu hari ini tuan putri ..?”

Aku : “kumohon kali ini jawab pertanyaanku dek,,,, “ ucapku sambil meneteskan air mata…

Aku : “Kenapa nasibmu seperti ini dek,, kita berdua tau,, diantara kita kamu yang paling kuat, meskipun aku tidak pernah mengakuinya… kenapa kamu jadi lemah seperti ini Dek..? aku semakin lemah melihatmu seperti ini…”

Aku : “lihatlah baju yang sekarang kamu pakai,, bangunlah,, marahin mereka yang memakaikanmu baju seperti ini.. karena aku tau kamu selalu suka memakai baju yang mewah..”

Aku : “aku tau Kamu juga tidak suka berlama lama di Rumah Sakit,, tapi sekarang .. sudah sebulan kamu disini,, apa kamu tidak bosan tiduran disini terus? Bangun Deek, kembalilah ke apartemenmu..,,”

Aku : “Dekk,, Bukannya kamu yang paling senang saat mendengar aku sedang hamil ? dan selalu bertanya setiap hari kepadaku kapan bayinya akan lahir di dunia,… dua bulan lagi Dek,, aku ingin kamu menemaniku saat anakku lahir,, apa kamu gak pengen lihat keponakanmu?,, kumohon turuti permintaanku Dek..” ucapku sambil mengusap perutku yang sudah semakin membesar ini…

Mama : “Kakk,,, jangan terlalu dipikirkan, ingat kandunganmu,, Mama yakin,, Meta akan segera bangun.. dan dia akan kembali kepada kita…” ucap Mama sambil menenangkanku..

Papa : “Dimana Pria itu..? kenapa sampai sekarang dia belum muncul dan menceritakan kepada kita apa yang sebenarnya terjadi..?” ucap Papa agak kesal,,,

Mungkin yang dimaksud Papa adalah kekasihnya Meta, Aku dengar dari papa dan mama kalau Meta punya pacar, dan sudah bertemu kedua orang tuaku.. tapi Meta belum mengenalkannya padaku. Selama ini juga cowoknya itu tidak pernah menjenguk meta,,

Papa : “Apakah dia hanya mainn2 dengan anakku..? kurang ajar,, bisa jadi karena dia Anakku harus menderita seperti ini..”

Mama : “Papahh,, jangan bicara seperti itu ah,, belum tentu benar,,”

Papa : “Sebelum Meta kecelakaan, dia keluar sama pria itu kan Ma ? malam itu dia berpamitan mengajak Meta pergi.. Meta berangkat dengan keadaan sehat dan cantik, lalu kenapa berakhir seperti ini ? dan pria itu menghilang begitu saja,,,, pasti karena pria itu Meta seperti ini ”

Mama : “sudah..sudah… yang paling penting sekarang ini kita harus selalu berdoa dan memohon kepada Tuhan agar Meta segera bangun, biar dia sendiri yang bercerita apa yang sebenarnya terjadi.”

Jika memang Meta menderita karena kekasihnya itu,, dan terjadi apa apa pada Meta.. akan kucari dia sampai ketemu, berani beraninya membuat adikku jadi seperti ini…

.

.

DI TEMPAT LAIN JAUH DARI RUMAH SAKIT, JAUH DI KOTA SEBELAH

—————–POV REGA—————–

Hari ini dimulai seperti hari kemarin , juga seperti dua hari sebelumnya, serta seperti hari hari dalam sebulan terakhir ini aku dirumah, semua yang kulakukan sama setiap harinya, aku hanya mengulangi kegiatanku kemarin, kemarinnya lagi, kemarinnya lagi dan lagi. Selama sebulan ini Setiap pagi hari setelah bangun aku langsung mandi, sarapan pagi lalu tiduran lagi dikamar sampai siang,, kemudian makan siang dilanjutkan dengan tidur siang sebentar lalu nonton TV atau main PS sampai malam hari. Malam harinya kegiatanku hanya makan malam, lalu berdiam diri di kamar membaca buku sampai malam dan tidur.

Yappp,,, seperti itulah rutinitasku sehari hari selama sebulan ini seperti yang biasa orang normal lakukan,, Menurut kalian normalkah hidup seperti itu ? Hassh…. bullshit dengan apa yang sedang kalian pikirkan tentangku. Yang penting aku sangat menikmati hari hariku yang hanya mengulangi kegiatanku setiap hari. Dengan hidup seperti ini aku merasa bebas, menikmati hidup, melepaskan semua beban pikiran sehingga tidak ada yang mebuatku tidur terlalu malam,,, bahkan aku sudah melupakan semua masalahku. Dan aku tidak perlu repot2 mencukur rambut yang ada di wajahku.. aku biarkan tumbuh begitu saja..

Bagaimana dengan Rein ? Setiap hari Rein sibuk dengan pekerjaannya,, dia bekerja di sebuah perusahaan besar di kota ini sebagai sales manager, dia juga disibukkan dengan bisnisnya, dengan bantuan modal bari papa, Rein berhasil mengembangkan bisnis pakaian hingga memiliki beberapa gerai di beberapa mall di kota ini. Kalian tau pakaian apa yang dia jual ? Pakaian dalam atau lingerie,, dia pernah berkata padaku kalau bisnis pakaian dalamnya itu suatu saat nanti akan membuat Victoria’s Secret kabur dari Negara Ini. Percayalah padaku dia mengatakan itu dengan penuh keyakinan dan mata yang berapi api,,

Dengan semua kesibukannya itu nyaris sebulan ini aku dan dia tidak pernah punya waktu untuk bertemu, dia selalu pulang larut,, , sebenarnya aku memang sedang menghindarinya,, sebab sekalinya ada waktu berdua, dia selalu bertanya padaku tentang apa yang terjadi di kota sebelah.. padahal aku sudah tidak mau memikirkan apa yang terjadi di kota sebelah, aku ingin melupakannya dan berhasil selama sebulan ini. Oh Shitt,,,,, gara gara bercerita pada kalian aku jadi teringat lagi apa yang terjadi di kota sebelah.

Siang ini aku seperti biasa setelah makan siang aku berada di kamar, diatas tempat tidurku. Tak butuh waktu lama aku langsung tertidur.

——-

Hmmmm ?

Dimana ini ?

……… : “hahahahaha……”

Suara siapa itu ?

Aku seperti sedang berada di sebuah ruangan yang begitu gelap. Aku tidak sendirian,selain suara orang yang sedang tertawa tadi,,, ada juga suara wanita yang sedang menangis,, tapi aku tidak bisa melihatnya,,, kemudian tiba2 dari atas ada sebuah sorot cahaya yang sangat terang seperti cahaya lampu, sedang menyoroti wanita berambut panjang sedang duduk menangis memeluk kakinya sendiri membelakangiku. Jika kalian pernah menonton serial Mr. Bean, pasti tau serial itu dimulai dengan adegan yang sangat terkenal yaitu sorot lampu menerangi jalanan dan tiba2 Mr. Bean jatuh dari atas. Seperti itu kira2 sorot lampu yang sedang menyorot wanita yang ada didepanku. Kupegang pundaknya, dan dia menoleh kepadaku,,,,,

Aku : “Linda?…”

Linda : “Dias kecewa dengan kita berdua….” Ucapnya kepadaku sambil menangis,,

……… : “hahahahaha……” terdengar suara itu lagi,,,, suara seorang pria agak berat, suaranya menggema di seluruh ruangan ini, tapi aku tidak bisa melihat siapa orang itu.. aku seperti pernah mendengar suaranya, tapi aku lupa siapa orang yang sedang tertawa itu.

Dias : “Aku kecewa denganmu….” Aku kaget mendengar suara Dias,Tiba2 Dias ada di belakangku… sebuah sorot lampu dari atas menerangi tubuh Dias. Dia menatapku dengan wajah yang terlihat sangat kecewa…

Aku : “Dee….. Maaf,,.” ucapku padanya….

Dias tidak mempedulikanku dia berbalik dan berjalan menghampiri Linda yang masih menangis.. sorot lampu itu mengikuti kemanapun Dias berjalan…

Dias : “Tega kamu Lin kepadaku,,,, kamu tau kan aku mencintainya…? ” ucap Dias kepada Linda,,,

Linda : “Dee,, aku tidak bermaksud seperti itu..” Linda membela dirinya,,,

Dias : “Aku tidak mencintainya lagi,, dia milikmu sekarang, lakukan apapun yang kalian suka… aku jijik dengan kalian berdua…” ucap Dias lalu berjalan meninggalkan Linda.

Linda : “jangan tinggalin aku Dee,,, Dee,!!” Teriak Linda kepada Dias.. Dias tetap pergi menjauhi kami berdua.. tiba2 seorang pria muncul ditengah kegelapan,, siapa dia ? aku tidak bisa melihat wajahnya,,, kedua matanya berwarna merah menyala.. dan Dias sedang berjalan menuju pria itu..

Apakah dia yang daritadi sedang tertawa ?

……… : “hahahahaha……”

Bukan… suara orang tertawa itu terdengar dari arah lain.. aku melihat Dias berjalan menuju pria itu sambil melepaskan satu persatu pakaiannya, dan dibiarkannya jatuh begitu saja dilantai,, dengan sekejap Dias sudah telanjang,, aku hanya bisa melihat bagian belakang tubuhnya dengan rambut panjang yang terurai menutupi punggungnya,,,

Aku : “Dee…..?”

Pria mesterius tadi memeluk tubuh telajang Dias, aku melihat tangan pria itu yang sedang merangkul tubuh telanjang Dias dengan membawa,,

Astaga,,, itu pisau…?

Ya, aku melihat tangan orang itu dibelakang tubuhnya Dias sedang membawa pisau yang penuh dengan darah dan darah itu menetes di lantai,,,

Darah siapa itu ?

Padahal Dia sama sekali belum menghunuskan pisau itu pada siapapun, itu juga bukan darahnya Dias. Kemudian sambil memeluk Dias,, pria itu tersenyum kepadaku dengan senyumnya yang menyeramkan…lalu Sorot lampu yang menyinari Dias dan Pria itu hilang didalam kegelapan, begitu juga dengan Linda…

Aku : “Dee,,,? Linda….?” Tiba2 saja mereka hilang begitu saja….

……… : “hahahahaha……” Suara tawa itu terdengar lagi.. kali ini lebih keras….

Resty : “Aaaaaaaaaaaaaahh,,,,,,,,”

Suara ini….?

Aku : “Res,,,? Resty…..?”

Aku mendengar suara Resty menjerit seperti sedang kesakitan,,, tapi aku tidak mengetahui keberadaannya,,,

……… : “hahahahaha……”

Aku : “Kamu dimana Res…?” teriakku di kegelapan ini…

Tiba2 sebuah cahaya vertikal putih yang sangat terang terlihat didepanku,, kemudian cahaya yang awalnya hanya sebesar garis tipis itu kini melebar, seperti sebuah pintu geser yang sedang terbuka, tapi tidak begitu lebar, hanya selebar kurang lebih 30 cm,,, aku melihat ke dalam cahaya itu…

Ini kan kamar apartemennya Resty ?

Ternyata dibalik cahaya itu adalah kamarnya apartemennya Resty, dan aku bisa melihat dengan jelas Resty dengan tubuh telanjangnya sedang disetubuhi oleh 2 orang tua diatas tempat tidur…

Resty : “Hentikaaaaannnnn,,,, sakiiitttttt…..”

……… : “hahahahaha……” ternyata suara tawa tadi adalah suara orang yang sedang melakukan hal keji kepada Resty..

Aku : “Stoppp…jangan diteruskan…..” ucapku pada mereka

Resty melihatku,,,,

Resty : “Ega tolong aku,,,,, aaaaaaaaaaaaaaahhhh,,,,,” teriak Resty..

……… : “hahahahaha……” Orang itu juga melihatku,,,

Aku : “bangsat,,, Hentikannn…” Ucapku pada orang itu, sambil mencoba memperlebar celah sempit ini agar aku bisa melaluinya.. tapi tidak bisa.

Orang itu tetap saja menyetubuhi Resty dengan penisnya berada di lobang anusnya Restyy,,sambil meremas dengan kasar kedua payudara Resty yang besar itu.. sedangkan orang satunya mengaduk ngaduk memek Resty dengan penisnya… mereka bertiga saling menempel diatas tempat tidur dengan posisi miring, Resty berada di tengah kedua pria itu, berteriak kesakitan dan menangis,,,

Resty : “Egaaaa,, tolong,,, hikss,, sakitttt,,,,,”

Aku : “Fuck,,, Hentikannnn,,,,,hentikaaann…” aku berteriak kepada mereka…

……… : “hahahahaha……”

……… : “hahahahaha……”

Perlahan celah sempit ini semakin menyempit,, dan akan tertutup.. aku sekuat tenaga menahannya dengan kedua tanganku agar tidak tertutup.

Resty : “Ega,, selamatkan aku dan ………”

Sebelum Resty menyelesaikan kalimatnya, Garis vertikal ini akhirnya tertutup menimbulkan suara yang sangat keras… seperti sebuah dinding yang saling bertabrakan.

BLLEEMMMM

Aku : “Ress…? Resty…”

Aku : “Fuck…. Fuck…Fuck…”

Aku tertunduk dan memukul mukul lantai dengan tanganku,, kenapa aku tidak bisa berbuat apa2 ? kenapa aku begitu lemah ?

ditengah tengah kesedihanku meratapi ketidakberdayaanku,,, tiba2 kurasakan seseorang memelukku dari belakang.. kedua tangannya langsung merangkul badanku yang saat ini sedang duduk beralas kedua kakiku sendiri,,, hangat sekali pelukannya… kemudian kurasakan kepala orang itu bersandar di pundakku…

Meta : “Bee….”

Aku : “hmm? Meta…?”

Meta tersenyum manis kepadaku… kami berdua berdiri saling berhadapan,, lalu kupegang kedua tangannya…

Meta : “aku pergi dulu Bee,,,” ucapnya kepadaku,, sambil berjalan mundur.. bukan berjalan, tapi melayang…

Aku : “Kemana ? bantu aku menolong Resty,, jangan pergi …” ucapku kepadanya

Kulihat Meta semakin menjauh.. aku juga melihat satu tangannya mengarah kebelakang,, lalu aku tersadar jika ada sedang yang menarik tangannya… aku bisa melihat tangan orang itu…

Perlahan aku bisa melihat sosok yang sedang menarik Meta ,,

Deg Deg..

Aku : “AL….? ”

Ternyata yang menarik Meta adalah Alexa…

Aku : “Kenapa…?”

Kenapa Alexxa membawa Meta pergi,,,? kemudian mereka berdua pun hilang di dalam kegelapan.

Aku : “AL..” aku berteriak memanggilnya,,,

——–

Aku : “AL…”

Aku berteriak memanggil nama Alexa sampai aku terbangun dari tidurku,,,

Aku : “hah,,hah,,,hah,,, mimpi …?”

Badanku berkeringat,,, tidak biasanya aku bermimpi di siang hari,, mungkin ini yang dinamakan mimpi di siang bolong dalam arti yang sesungguhnya…. aku langsung bangun dari tempat tidurku,, ke kamar mandi dan berpakaian lengkap,, lalu pergi dari rumah dengan menggunakan mobilku.

Hanya karena sebuah mimpi, berhasil membuat kacau urutan rutinitas yang biasa kulakukan setiap hari. Seharusnya sekarang aku dirumah sedang menonton TV atau main PS, tapi saat ini aku sedang mengendarai mobilku menyusuri jalanan kota, duduk diam dalam kesunyian dengan pikiran yang tidak tenang karena masih terngiang ngiang dengan mimpiku tadi. Sebuah mimpi yang memaksaku mengingat kembali tentang apa yang terjadi di kota sebelah yang harusnya berhasil kulupakan sebulan ini,

Kenapa aku bermimpi seperti itu ? Apa maksudnya ? Apakah hanya mimpi biasa yang tidak ada artinya?

Atau…

Apakah ini sebuah Firasat ?

Fuck,,,

Aku tidak terlalu mengerti mengenai mimpi , cara kerjanya dan pengaruhnya bagi kehidupan,, Berkali kali aku memukul setir mobilku sendiri setiap mengingat gambaran gambaran dalam mimpiku tadi, Linda yang merasa bersalah kepada sahabatnya, Dias yang kecewa denganku dan seorang pria dengan senyum yang menyeramkan sedang memeluknya, Resty yang memohon pertolonganku, dan Meta yang pamitan akan pergi,,

Shit,, aku terlalu banyak berpikir,,

Memikirkannya membuat kepalaku pusing,, Dia datang di dalam mimpiku, sudah lama aku tidak bertemu dengannya,,aku akan bertanya langsung kepadanya,,,

.

.

——

Are we alone? Are we in control?

(Apakah kita sendirian? Apakah kita memegang kendali?)​

Can we choose to play a different role?

(Bisakah kita memilih untuk memainkan peran yang berbeda?)​

Can we change the grave that was dug for us,

(bisakah kita mengubah kuburan yang telah digali untuk kita?)​

Or is this the only path to take?

(Ataukah ini satu satunya jalan yang harus ditempuh?)​

——

Langit belum begitu gelap saat aku tiba dirumahnya, kuparkirkan mobilku asal di luar halaman. Aku langsung masuk begitu saja ke dalam rumah yang begitu besar ini dan menuju ke tempat tidurnya, aku tau dia pasti dikamarnya.. kulihat sekeliling rumah ini,, tidak ada seorang pun di rumah sebesar ini..

Aku : “heii…. “ sapaku kepadanya, saat aku sudah disebelahnya.. dia masih terlelap.

Aku : “sudah lama aku tidak mengunjungimu,, kamu marah denganku ?” tanyaku kepadanya

Aku : “Setelah sekian lama,, kenapa baru sekarang..?”

Aku : “Dulu kamu selalu datang setiap hari, menemani hari hariku saat kuliah,, tapi kamu tidak pernah muncul lagi sejak……” kalimatku tertahan,,,,

Aku : “Winry… sejak aku dekat dengan Winry kamu tidak pernah datang lagi”

Aku : “Kenapa baru sekarang AL…? kenapa kamu tiba2 datang dengan membawa kenangan buruk yang terjadi di kota sebelah… Apa maksudmu?” ucapku sambil memegang batu nisan di makamnya Alexa,, ya,, aku sedang berada di rumah peristirahatan terakhir Alexa..

Aku : “Apakah kamu datang untuk mengingatkanku akan tanggung jawabku atas semua yang terjadi di kota sebelah,,,?”

Aku : “Aku tidak bisa melakukannya AL, terlalu sulit untuk kuhadapi… aku tidak sekuat kamu AL,,,, aku..aku sudah lelah memainkan peran,, aku ingin meninggalkan semua itu dan hanya ingin mejadi penonton dari dramanya orang lain,,, Dias, Resty, Meta, Linda,mereka akan baik baik saja tanpaku,, kehadiranku disana hanya akan semakin mengacaukan hidup mereka.. ”

Aku : “Atau aku terlalu memaksakan diri?, Berusaha mencari kebahagiaan di kota sebelah, yang ada malah aku mempersulit kehidupan mereka,,, atau aku tidak akan pernah menemukan kebahagiaan yang kucari dimanapun aku berada? hanya kamu AL yang bisa membuatku bahagia, kamu adalah kebahagiaanku,, aku kangen kamu AL,,, aku ingin kembali padamu,,,” air mataku jatuh di atas makamnya Alexa

Aku : “Kamu adalah rumahku, Dunia seperti apa yang saat ini kamu tinggali ? kumohon bawa aku,, ajak aku dimanapun kamu sekarang berada, aku ingin selalu berada di sebelahmu,, aku janji tidak akan membiarkan kita terpisah lagi, aku janji akan selalu menjagamu, akan selalu kugenggam tanganmu dari pagi sampai malam hari, bersama sama kita akan abadi selamanya.. aku ingin kita bertemu lagi,,,,,”

Aku : “pleasee,, AL… bawa aku pergi dari sini… aku ingin bersamamu…. “ ucapku sambil tetap meneteskan air mata…

Rein : “Alexa pasti menangis melihatmu seperti ini… menyerah dengan hidupmu sendiri..”

Aku kaget mendengar Rein,, aku langsung menoleh kebelakang,, dan mengusap air mataku,,

Sejak kapan dia ada disini ?

Aku : “bagaimana kamu bisa tau aku ada disini..?” tanyaku padanya…

Rein : “sebut saja karena ikatan batin antara kita, aku tau kamu pasti kesini…..”

Aku : “Hmm..?”

benarkah yang dikatakannya…?

Rein : “Oh please,,, hal seperti itu hanya terjadi didalam novel… GPS,, aku tau kamu disini karena GPS yang terpasang di mobilmu,,, ” ucapnya lalu tersenyum kepadaku,,,,

Sial,, Rein malah bercanda,,,

Rein : “satu bulan deek,, satu bulan kamu tidak bicara apa apa kepadaku tentang apa sebenarnya terjadi padamu di kota sebelah, … malah kamu bicara sendiri di makamnya Alexa seperti orang bodoh…”

Aku : “aku memang orang bodoh…” ucapku padanya sambil berjalan meninggalkannya, tapi dia tetap ngomel2 dibelakangku…

Rein : “ayolah Deek,, kamu harus berbagi masalahmu… kamu tidak percaya denganku..?” ucapnya dibelakangku,,,

Aku : “Biasanya kamu dengan mudah bisa membacaku seperti membaca sebuah majalah,, tanpa perlu bertanya kepadaku..” ucapku datar kepadanya sambil tetap berjalan menuju mobil,, kulihat mobilnya Rein terparkir di belakang mobilku.

Tiba2 Rein menariku,, memaksaku untuk menghadapnya…

Rein : “ Ingat yang kamu katakan saat akan berangkat ke kota sebelah ? dengan bangga dan penuh keyakinan , kamu mengatakan kalau ingin membuka lembaran baru kehidupanmu dikota sebelah,,, aku ingin kamu sendiri yang membacakannya untukku apa yang sudah kamu tulis di lembaran lembaran itu….!”
Aku dan Rein saling memandang selama beberapa saat,

Aku : “jangan disini….!” Ucapku kepadanya…

Rein : “baiklah,, ikuti aku,, aku tau tempat yang pas…..”

.

.

Setelah mengikuti mobilnya kira kira sejauh 15 KM dari kota, akhirnya kami sudah sampai ditempat yang dimaksud Rein. Langit sudah gelap saat kami tiba disini.

Hawa dingin langsung menusuk nusuk tubuhku saat aku keluar dari mobil, Dulu aku sering ke tempat ini bersama dengan Winry, aku masih ingat ketika kami duduk berdekatan berdua diatas mobilku menikmati malam sambil melihat pemandangan lampu kota yang begitu indah dari atas bukit ini. Kenapa Rein malah membawaku kesini.

Rein : “Nih,,, agar kamu lebih tenang dan bisa menghangatkan tubuhmu…” ucapnya seraya memberikan Hip Flask yang terbuat dari stainlees steel. Sebenarnya aku sudah tau isinya alkohol,,, tapi aku tetap bertanya padanya.

Aku : “apa ini…?”

Rein : “Scotch…” ucapnya sambil duduk disebelahku,, aku dan Rein duduk di kap mobilku menghadap pemandangan kota.

Aku : “kamu menyimpan wiski didalam mobilmu…?”

Rein : “tuntutan pekerjaan…..” ucapnya padaku..

Aku melihat tajam kearahnya,,

Rein : “oh ayolah.. aku tidak separah kamu dulu..”

Hadeeh,,, dia mengungkit masa masa kenakalanku di awal awal masa kuliah,,

Aku : “Tapi aku sudah tidak pernah minum minum lagi Rein,, hanya sebotol wine berdua dengan…..”

Kalimatku tertahan,, aku ingat pernah menghabiskan sebotol wine berdua dengan Meta di apartemennya, sebelum bercinta dengannya..

Rein : “dengan….?”

Aku : “lupakan….” Langsung kubuka tutup Hip Flask yang diberikan Rein ini dan kuminum.

Rein : “So.. apa yang terjadi…?”

Sambil bergantian minum Wiski dengan Rein, aku menceritakan semua yang terjadi padaku di kota sebelah..

Rein : “Astaga Deek,, kenapa kamu masih disini..? besok pagi pagi berangkatlah ke kota sebelah selesaikan masalahmu….” Ucap Rein setelah mendengar kisahku,,, aku tau dia akan bereaksi seperti itu,, makanya dari awal akau tidak mau bercerita kepadanya.

Aku : “aku tidak akan kembali kesana,,,”

Rein : “Deek,, kamu sadar apa yang sudah kamu lakukan..? kamu membuat Dias membenci sahabat baiknya dan membiarkannya menikah dengan orang yang tidak dicintainya, padahal dia mencintaimu, dan kamu sempat mencintainya.. kamu juga membuat Meta bertengkar dengan Resty, dan membiarkan Meta pergi begitu saja disaat kalian saling mencintai,, dan kamu diam saja walapun kamu tau apa yang dilakukan Resty itu tidak benar.. Resty diperlakukan seperti itu juga karena kamu…. shit,, sebulan dan masih disini tidak berbuat apa apa, hanya dirumah menumbuhkan rambut di wajahmu…”

Hanya sekali mendengar ceritaku, Rein bisa menganalisa dan membuat kesimpulan,,, lagi2, makanya dari awal aku tidak mau bercerita kepadanya…

Aku : “AKU TAU ITU SEMUAA.. KARENA AKU MENGETAHUINYA, AKU TIDAK AKAN PERNAH KESANA LAGI… KEHADIRANKU MALAH AKAN MENAMBAH MASALAH MEREKA…..” Bentakku pada Rein…

PPPPLAAAAAKKKKKKKK, Rein menamparku dengan sangat keras… dan aku sempat emosi karena dia menamparku

Aku : “Apa apa’an sih Rein…?” Memang dulu dia sering menamparku, bahkan dia juga pernah menamparku dihadapan Winry… tapi itu dulu, kenapa sampai sekarang dia masih memperlakukanku seperti anak kecil…

PPPPLAAAAAKKKKKKKK, dia menamparku lagi…

Aku : “Rein….”

Kutahan tangannya saat dia akan menamparku untuk ketiga kalinya,,,,

Rein : “aku akan terus menamparmu sampai kamu sadar… kenapa kamu jadi seperti ini sih Dek ? Lari dari tanggung jawab atas perbuatanmu sendiri… Alexa pasti juga marah melihatmu seperti ini, apa yang akan dikatakan Winry jika melihatmu seperti ini…?”

Oh Shitt,, kenapa dia pake menyebut nama mereka berdua

Aku : “Tampar aku sepuasmu… aku tidak akan pernah kesana lagi, kehidupan mereka akan lebih tenang tanpaku… kamu yang dulu pernah bilang kepadaku untuk selalu lari menjauhi masalah..” ucapku sambil menerawang jauh ke dalam kegelapan malam… lalu aku menatap Rein.. dan kugenggam tangannya..

Aku : “aku lebih senang disini,, karena ada kamu, hanya kamu yang bisa mengerti aku Rein…, Menikahlah denganku,,”

Rein : “kita sudah pernah membahas ini…” ucapnya datar kepadaku,,,

Aku : “kenapa…? karena kita saudara..? Saudara Tiri Rein,,, kita terus terang kepada papa dan bunda tentang perasaan kita,, mereka pasti mau mengerti, mereka sudah tau kalau selama ini kita sangat dekat,,,dan, kalau memang negara ini tidak memperbolehkan pernikahan antar saudara tiri, kita pergi dari sini… kita mulai hidup baru di negara lain.. melupakan semua yang terjadi disini dan kita berdua akan bahagia selamanya disana…”

Aku : “aku mencintaimu Rein…” ucapku meyakinkannya…lalu dia menatapku..

Rein : “Aku tidak mau menikah dengan lelaki sepertimu,, bahkan kamu tidak bisa disebut sebagai lelaki…”

Seperti itukah dia menilaiku ?

Rein : “Lelaki yang benar benar lelaki adalah Dia yang bisa memegang setiap ucapannya, mampu membuktikan setiap ucapannya, dan menjaga ucapannya dari kebohongan,,, tadi dimakamnya Alexa kamu bilang hanya dia yang bisa membahagiakanmu , abadi selamanya bla bla bla.. lalu barusan kamu bilang padaku kalau kamu akan bahagia denganku di tempat lain,, cepet banget berubahnya ? dan apa perlu aku sebutkan berapa kali kamu membohongiku ?

Sebenarnya kamu sudah bisa disebut lelaki karena kamu selalu menghormati wanita, mengagungkan hargi diri seorang wanita, dan tidak pernah kasar kepada wanita… tapi Lelaki yang berhak disebut lelaki adalah dia yang tidak memberikan harapan dan mengumbar cinta kepada setiap wanita… karena sifatmu yang terlalu mengumbar cinta , banyak wanita yang terlena denganmu,, meskipun kamu tidak menyadarinya, setiap tingkah lakumu seperti memberikan harapan kepada semua wanita yang ada disekitarmu., membuat mereka semua nyaman denganmu.. lihat apa akibatnya terhadap Dias, Resty, Meta ? mereka semua mencintaimu, atau jangan2 Linda juga sudah jatuh cinta kepadamu ?…. tidak hanya sekarangg ini,, ingat dulu yang terjadi saat kita SMA,, aku, Alexa, Amel, Guru PPL itu,,, lalu saat kamu kuliah,, Winry, Mira, Melly dan cewek cewek lainnya… itu semua karena kamu tidak tegas dengan cintamu Dek,,

Dan Lelaki yang sesungguhnya itu lelaki yang bukan pengecut, tidak lari dari tanggung jawabnya, , tidak sembunyi dari masalahnya, tidak menyerah pada hidupnya..…”

Sial,,, ucapan Rein seperti sedang menelanjangi keburukanku,, aku sampai tidak bisa berkata apa2 selama beberapa saat… tidak ada yang salah dari penilaian Rein tentangku,, semuanya benar…. aku berdiri mendekati tepian jalan yang dibawahnya adalah jurang yang sangat gelap..

Aku : “kamu benar,,, aku tidak pantas menikah denganmu,, bahkan aku tidak ditakdirkan untuk menikah dengan wanita manapun,,, karena aku bukan lelaki…”

Aku : “ kamu memang yang paling mengerti aku Rein,, kamu tau semua tentangku,,, semuanya salahku,,, aku membuat Dias membenci Linda, dan membenciku,, salahku membuat Resty dan Meta bertengkar dan aku membiarkan Meta pergi begitu saja,,, salahku juga Resty harus menderita, aku malah pergi saat dia membutuhkanku…. Aku Lari dari sesuatu yang telah kulakukan.. aku takut, karena aku seorang pengecut yang lemah, tidak bisa berbuat apa apa, tidak pernah mengerti tentang perasaan wanita, tidak tau apa apa tentang kehidupan atau tentang apapun.. bahkan jika diurut dari awal,, Alexa dan winry pergi karena salahku,, semuanya karena aku.. seolah olah aku mengulangi terus terusan kesalahanku…!”

Rein : “Dekk,, kembali kesini.. !! apa yang akan kamu lakukan..?” ucap Rein kepadaku saat aku melewati besi batas tepi jalan dan jurang,,,

Aku : “kenapa? lebih baik aku melompat ke jurang itu dan melupakan semuanya…”

Rein : “kamu ingin mati..? dan bersama sama dengan Alexa selamanya ?”

Ya,, aku ingin seperti itu… itu lebih baik…

Rein : “Lompatlah kalau kamu mau,, tapi kamu harus tau, itu tidak akan merubah apapun… kamu hanya akan merasakan penyesalan yang abadi.. kamu mau mati dalam keadaan seperti itu ? kamu tidak malu menemui Alexa dengan membawa penyesalan itu ?”

Fuck Fuck Fuck… ada apa denganku ? apa ini pengaruh wiski ?

Aku merasa rapuh, aku mencoba melupakan semua masalahku dan lari dari kenyataan dengan melompat ke jurang gelap itu.

Aku : “aku benar benar lemah dan tidak berguna ya Rein..? bahkan kalau aku matipun aku tetap tidak akan berguna dan tidak merubah apapun,,,” air mataku menetes meratapi takdirku yang seperti ini…

Rein : “masih ada kesempatan untuk memperbaikinya Dek,, Jangan menyerah… tidak peduli berapa banyak kesalahanmu, kamu masih bisa memperbaikinya jika kamu masih hidup,,, tapi jika kamu mati, siapa yang akan memperbaiki kesalahanmu..?”

Aku : “itu semua hanya sia-sia.. takdirku sudah dituliskan seperti ini,,”

Rein : “kamu tidak akan tau kalau tidak mencobanya.. lebih baik mencoba daripada tidak melakukan apa2.. takdir memang tidak akan bisa berubah, tapi nasib seseorang bisa….”

Aku : “Percuma,,, sekuat apapun aku mencoba memperbaikinya, aku tidak akan bisa melakukannnya,,, karena aku lemah..”

Tiba-tiba Rein menarikku sangat kuat kebelakang sampai aku terjatuh ke tanah…

Rein : “Sakit kan saat jatuh…? “

Rein : “Kamu pasti bisa melakukannya,, dan aku yakin kamu pasti bisa melakukannya… kita semua memang lemah,, itulah mengapa kita selalu berusaha untuk menjadi kuat.. meskipun harus jatuh berkali kali,tapi itu yang akhirnya membuat kita kuat.. karena kita selalu berusaha dan terus mencoba…”

Rein : “ jika kamu merasa lelah dalam usahamu untuk bangkit, cobalah mengingat hari hari indah saat kamu bersama dengan Alexa dan Winry.. dan tanamkan dalam hatimu kalau kamu harus segera bangkit lagi dan akan menemukan kebahagiaan yang sama suatu saat nanti…”

Ucapan Rein bagaikan sebuah sengatan listrik statis di kepalaku, menyambar seluruh badanku membuat tubuhku merinding,,, gambaran gambaran hari hari penuh kebahagiaan saat bersama Alexa maupun dengan Winry seketika memenuhi kepalaku menggantikan segala memori memori negatif yang selama ini bersemayam di kepalaku.. entah karena aku terlalu banyak minum Wiski,, aku merasa melihat Alexa dan Winry sedang berdiri dibelakang Rein sambil tersenyum kepadaku..

Rein : “katakan…!”

Aku : “aku akan memperbaiki kesalahanku…..!”

Rein tersenyum mendengar ucapanku,, dan mengarahkan tangannya kepadaku untuk membantuku berdiri… kusambut tangannya dan aku berdiri.

Aku : “Kamu akan membantuku…?”

Rein : “ehmm,, No.. selesaikan masalahmu sendiri,,, ingat.. aku bukan baby sittermu lagi…” ucapnya lalu berjalan masuk kedalam mobilnya..

Sial,, dia membalas ucapanku dulu saat aku akan pergi ke kota sebelah

Rein dan Mobilnya sudah pergi meninggalkan tempat ini… sedangkan aku masih memandangi kota dari atas bukit ini. Tapi pikiranku menerawang jauh,,, memikirkan apa yang akan aku lakukan untuk memperbaiki keadaan di kota sebelah.. jika dipikir pikir lagi, sebenarnya sederhana saja yang harus aku lakukan,, meminta maaf kepada Dias, membuat dia dan Linda bersahabatan lagi.. lalu mencari Meta, membuat dia berdamai lagi dengan Resty,, sambil meyakinkan Resty untuk tidak lagi menjadi istri simpanan orang yang sudah punya istri.

Fuck,,,ternyata sesederhana itu, kenapa aku baru menyadarinya?

Hanya karena itu aku sempat ingin melompat ke jurang ini,,, Ini semua karena pikiran pikiran negatif yang ada di kepalaku.. pikiran negatif berhasil mengontrolku untuk terus terusan memikirkan kesalahan-kesalahan yang telah kuperbuat dan tidak berpikir untuk memperbaiki kesalahan kesalahan itu. Membuatku semakin terpuruk dan memikirkan hal-hal yang belum pasti terjadi. Untungnya lagi lagi Rein menyadarkanku,,, tidak bisa kubayangkan jika aku harus hidup tanpa Rein. Dia adalah peganganku,, kapanpun dimanapun,, selalu menunjukka arah yang tepat untuk melangkah, selalu memberi tahuku pijakan mana yang tepat untuk dipanjat agar tidak terjatuh.

Tapi benarkah sesederhana itu ? mendamaikan 2 orang wanita ? aku seperti merasakan dejavu,,, aku masih ingat ketika aku gagal mendamaikan Rein dan Alexa .. lalu bagaimana dengan Resty ? Bisakah aku membuat dia melepaskan orang itu ? aku harus benar benar memikirkannya dengan matang,, aku harus bisa,,, aku yakin pasti bisa…

.

.

Aku sudah sampai rumah, Mobilnya Rein juga sudah terparkir di garasi.. aku langsung masuk ke dalam kamarku dan menghempaskan begitu saja tubuhku diatas tempat tidur.. tak lama Rein masuk kedalam kamarku..

Rein : “mau tidur Dek,,? Yauda istirahatlah,,,,”

Melihat Rein hanya memakai singlet seperti itu penisku langsung menegang.. aku langsung bangkit dan menghampirinya saat dia akan keluar kamarku..

Aku : “Rein,, oke kalau kamu tidak mau membantuku di kota sebelah,, tapi kamu mau membantuku untuk urusan yang lain …?” ucapku sambil memegang pinggungnya, sambil meraba raba dikit..

Rein sedikit kebingungan dengan ucapanku,, tapi tidak lama dia paham maksudku…

Rein : “Nooooo… aku mau mandii…” ucapnya lalu keluar dari kamarku,,,

Aku : “yaaahh….”

Rein : “Mau ikut…?” teriak Rein dari luar kamarku,,,

Eh…?

Hhihihi,,,, akhirnya setelah sekian lama,,,, menurutku dia sebenarnya juga menginginkannya.. tapi dia malu mengatakannnya kepadaku.. dia pasti tadi kesini berpakaian seperti itu juga sengaja untuk menggodaku.. aku langsung menuju kamarnya,, tapi dia tidak ada di dalam kamarnya,,, aku mendengar suara shower yang menyala di dalam kamar mandi di kamarnya Rein.. berarti dia sudah didalam kamar mandi..

Dan benar saja,, setelah aku masuk kamar mandi ruangannya,,, Rein sudah ada di dalam box shower,,,

Damn,, singletnya gak dilepas lagi…

Tubuhnya diguyur air yang keluar dari shower., Rein malah semakin kelihatan seksihh dengan singlet basah yang masih dipakainya, menampakkan puting susunya,,, kalian bisa melihatnya ?

Rein : “lepas semua bajumu dek,,,” perintahnya kepadaku…

Tidak sampai 10 detik, semua baju yang kupakai sudah terlepas… aku langsung masuk ke dalam box shower itu…

Rein : “Makin gede aja punyamu dek…” ucapnya saat melihat penisku yang sudah sangat menegang,,,

Badanku langsung merinding terkena cipratan air showeer,,,

Aku : “Kenapa tidak pakai air hangat ,,? Kamu gak kedinginan…?” tanyaku heran padanya,,, padahal malam hari dan hawanya sangat dingin tapi dia tidak mengganti kran dalam mode air hangat..

Rein : “Dingin banget Dek,,,pleasee,, hangatkan aku,, ssshhh..,,….” Ucapnya dengan wajah yang memelas,,,

Rein : “sudah lama aku menantikan saat saat ini,,, aku menginginkanmu…”

Rein : “Regaa,,, Puaskan istrimu ini sayang,,….”

Istri ?

Gilaa,,, Rein bener bener haus akan nikmatnya bercinta,,,, tidak perlu lama langsung kudekati dia…

Aku : “kamu menginginkan ini…?” tanyaku padanya sambil mengocok penisku…

Saat dia akan memegang penisku, kutahan tangannya… dia melihatku seakan bertanya kenapa?. aku tersenyum padanya lalu mencium bibir kakakku ini,, eh salah,, malam ini dia ingin aku menganggapnya sebagai istriku… kami berciuman sambil saling meraba raba tubuh satu sama salin.. kuusap punggungnya, bokongnya yang gede… sedangkan Rein merangkul leherku dan tangan satunya mengocok penisku sambil di tarik tarik …

Setelah berciuman beberapa saat,, Rein langsung jongkok di bawaku.. Rein masih mengocok penisku sambil melihat ekpresiku.. tangan Rein yang satunya bergerilya di bawah penisku,, mengusap kedua bola dan melewati sampai kebelakang bokongku… lalu dia mulai memasukkan penisku ke dalam mulutnya…

Aku : “achhhhhhh,,,…”

Penisku diemut hanya bagian kepalanya saja,, bagian yang bawah dikocok dengan tangannya…

Aku : “ahhhhhh,, enak banget Rein,,,”

Rein : “emphhh,,,emphhh…”

Kupegang kepalanya… dia melirikku,,, dilepaskan tangannya yang daritadi mengocok penisku,, lalu dia masukkan seluruh penisku di dalam mulutnya.. walaupun tidak muat sepenuhnya.. seingatku hanya mulut kak Neta yang bisa menelan seluruhnya penisku… Kak Neta memang luar biasa,, gimana ya kabarnya dia sekarang..? hadeeh kenapa aku malah mengingat kak Neta..

Kepala Rein maju mundur mengulum penisku,, malah gerakannya semakin cepat,,,

Rein : “emphh,, emphhh,, emphh…”

Semakin kupercepat gerakan kepala Rein dengan tanganku,, dia sedikit melirikku saat aku melakukannya, tapi dia tidak keberatan..

Aku : “ahhh,,,ahhhhhh,,,,,ahhhhhhhhh…”

Beberapa kali spermaku menyemprot di dalam mulutnya Rein… dia berdiri lalu berusaha menciumku,, tapi kutahan,,,, iya kali menciumnya dengan spermaku masih di dalam bibirnya,,, aku tersenyum padanya… dia membersihkan mulutnya dengan air yang mengguyur tubuh kami,, setelah itu dia mencium bibirku,, dengan ganas,,,,

Sambil tetap berdiri,, kutarik keatas bagian bawah singletnya Rein sampai diatas payudaranya…. lalu kuciumi payudaranya Rein,,, sambil meremas payudara yang satunya..

Rein : “ssshh,,,,, remes yang kenceng,,,, acccchhhhhhhhh….”

Akhirnya bisa mendengar lagi desahan Rein yang sangat khas…. Desahan khas cewek asia… Kubenamkan kepalaku diantara kedua payudara besar ini,, kujilati belahannya sambil tetap meremas kedua payudaranya dengan beberapa kali kupilin putingnya yang lucu ini…

Rein : “oouhhhhhh,,,,,ssshhhh..”

Setelah puas bermain main dengan kedua payudaranya,, gantian sekarang aku yang jongkok di bawah kakinya,,, Rein menyandarkan tubuhnya ke dinding.. dihadapanku sekarang terlihat jelas belahan lobang kenikmatan yang sangat indah,, kuusapkan jempolku membelai belahan ini dari bawah sampai keatas secara lembut… Rein memejamkan matanya menikmati rasa geli…

Dengan dua tanganku,,, kubuka belahan bibir memeknya Rein,,, bagian klirotisnya sudah membesar,, dia sudah sange berat… langsung kuarahkan lidahku menyentuh bagian itu,,,

Rein : “acchhhhhhh……”

Lidahku dengan cepat menjilati setiap bagian dalam memeknya Rein, tanpa ada yang terlwat,, Rein semakin tidak kuat berdiri,, beberapap kali dia berpegang pundakku dan dinding,,, semakin kusiksa dia dengan memutar mutar kedua putingnya,,,,

Rein : “accccchhhhhh,, achhhhhh,,,,achhhhhhhhhhhh,,,, achhhhhhhhhhhhh” Rein semakin mendesah kencang,, sangat kencangg….

Badannya Rein naik turun,, kadang menekan wajahku agar semakin menekan memeknya,, kadang naik saat aku semakin menekan memeknya…

Rein : “ouhhh shitttttt,,,,, aku gak sudah gakk tahaannn achhhhhhhhhhhhh…”

Dia menjambak rambutku agar aku berdiri,, lalu dia mencium bibirku,,, dan sedikit menggigit bibirku secara ganas,,,, sepertinya dia sudah mendapatkan orgasme pertamanya…

Kemudian kutarik tubuhnya, lalu aku berdiri tepat di belakangnya,, kudorong tubuhnya sampai dengan kaca box shower ini,,,

PLAAAAAKKKKKKKKKKK

Rein : “ouhhhhhh,, sssshhhh,, lagii,,, lagiiiii….” Pintanya kepadaku untuk menampar bokongnya lagi……

Sudah lama aku tidak menampar bokongnya Rein yang super ini,,,

PPPPPPLAAAAAKKKKKKKKKKK

Rein : “sssssssssshhhhhh,,, lagiii,,, yang kerass,,,,,”

PPPPPPPPPPPLLLLLLLAAAAAKKKKKKKKKKK

Rein : “ouuhhhhhhhh……”

Aku : “kurang keras…? Atau perlu aku ambilkann papan kayu ?” tanyaku bermaksud bercanda,,,,

Rein : “ssshhh,,, Mau,,, cepet ambilkannn,,,,,”

Whattt..?

Rein : “Cepat keluar ambil papannya,,,,!” perintahnya kepadaku…

Aku : “ehmm lain kali aja deh yah,,, hehehe..”

Langsung kupegang pinggangnya, dan agak kutarik kebelakang,, dia berdiri sedikit nungging dengan masih berpegangan pada kaca.. lalu agak kurendahkan tubuhku karena badanku lebih tinggi daripada Rein,, setelah pas,, langsung kuarahkan penisku ke memeknya Rein dan menerobosnya dengan sangat kuat…

Rein : “aacchhcccchhhhhhhhhhhhh……..”

Aku langsung menggenjot pinggulku untuk merasakan sensasi gesekan pinisku yang keluar masuk didalam memeknya Rein,,, kupegang pingulnya yang ramping ini… tubuh kami berdua masih diguyur dinginnya air shower..

Aku : “achhh…achhhh…”

Rein : “aacchhhhhhhhhhh……“aacchhhhhhhhhhh.. aacchhhhhhhhhhh” desahanku kalah panjang dengan desahan Rein yang sangat kencang,,,

Apalagi kami sedang berada di box shower yang tidak terlalu besar,, sudar desahan rein menggema diseluruh ruangan, suaranya seperti keluar dari speaker speaker orang yang sedang hajatan .

Rein : “aacchhhhhhhhhhh……“aacchhhhhhhhhhh.. aacchhhhhhhhhhh”

Genjotanku dibokongnya Rein semakin membuat tubuhnya maju kedepan,, sampai seluruh badannya menempel di kaca itu…. Dia seperti sedang terjepit,, tapi dia menyukainya,,,

Rein : “terusss,, terusss,,, yang kencengg,,,,,”

Semakin kupercepat goyangan pinggulku sampai kaca box shower ini bergetar getar,, aku sampai takut jika ambruk, terkena dorongan payudara Rein yang besar,, hehehe

Rein : “Dari depan Deek,,,,”

Hmmm?

Kuhentikan gerakanku,,, lalu penisku terlepas dari memeknya,, lalu Rein membalikkan badannya dan langsung mengarahkan memeknya ke penisku,,, satu kakinya melingkar di tubuhku,,, kali ini kami melakukannya sambil berhadapan dan tetap berdiri,,, kami saling berciuman lagi sambil aku tetap menggenjot pinggulku agar penisku tetap keluar masuk di dalam memeknya,,, badanku menekan badannya Rein di kaca box shower ini… berkali hentakan hentakan aku lakukan berhasil membuat Rein mengarahkan wajahnya keatas sambil terpejam merasakan memeknya dimasuki penisku sampai mentok..

Rein : “accccchhhhhhhh,,,dalem banget ini deekk,,, Accccchhhhhh,,,”

Rein : “tidak ada pria yang bisa sedalam ini melakukanya kepadaku….ssshhhh…”

Aku : “Berapa pria yang sudah merasakan punyamu ini …?” tanyaku padanya sambil,, memegang bokongnya Rein, dan kutekan penisku sangat dalam di dalam memenya,, karena dia menyukainya…

Rein : “seebelasss…accchhhhh…”

Aku : “Hahhh….?” Aku kaget mendengar pengakuannya,,,,

Rein : “hahaha,,, bercanda… sebenarnya cuman 2,,, itupun yang satunya adalah wanita….”

Aku : “Whattt…?” aku semakin kaget mendengar ucapannya…

Rein : “hahahaha,,,achhhhhhhh,,,,sssshhh,,, bercanda,,, kamu tidak perlu tau Dek,, bukan urusanmu….”

Sial,,, curang banget… padahal dia selalu memintaku untuk menceritakan kepadanya aktivitas seksualku,, tapi dia tidak pernah mau cerita tentang aktivitasnya..

Rein : “accccchhhhhhhh,,,accchhhhhhhhhhh,,, Accccchhhhhh,,,”

Rein : “capek berdiri Dek,,,”

Hmm,,? Aku langsung mengehentikan gerakanku,, lalu kuajak rein keluar dari Box Shower ini lalu aku duduk diatas WC duduk,,, Rein langsung duduk diatas pangkuanku membelakangiku, dengan penisku sudah masuk di dalam Memeknya lagi,,, sekarang bokongnya Rein maju mundur,, kadang memutar mengulek penisku,,,

Rein : “oouccchhhhh aacchhhhhhhhhhhhh,,, Accccchhhhhh,,,”

Kadang dia naik turunkan bokongnya,,, Aku biarkan dia mencari kenikamatan yang selama ini dia rindukan,,, kubantu dia dengan meremas kudua payudaranya dari belakang… setelah beberapa menitt,, dia berdirii dan membalikkan badannya,,, dia kini menghadapku dan memaju mundurkan lagi badannya,,, kali ini lebih cepat,,, sepertinya dia akan mencapai oragsme keduanya..

Rein : “achhhhh….achhhhh…achhhhhhhh…..achhhhhhhhh…achhhhhhhhh”

Dengan posisi saling berhadapan aku bisa menciumi payudaranya,,, menggigit putingnya,,, mengusap usap punggungnya,.. membuat dia semakin cepat menggerakkan badannya… seksi sekali melihat ekpresi Rein yang sedang berusaha memuaskan dirinya,, dia melihat pertemuan antara kedua kelamin kami sambil mendesah,,,

Rein : “achhhhh….achhhhh…achhhhhhhh…..achhhhhhhhh…achhhhhhhhh”

Rein : “aku sudah sampai lagiii….achhhhh….” ucapanya kepadaku,

Dia berhenti menggerakkan tubuhnya,,, merangkul leherku,, menciumi wajahku, dan menempelkan payudaranya di dadakuu,,,, bisa kurasakan detak jantunya yang berdetak sangat cepat,,,

Rein : “Kamu belum lagi yah…?” tanyanya padaku,,,

Lalu dia merebahkan tubuhnya begitu saja di atas lantai,,, dan membuka lebar kakinya…

Rein : “Ayo Deeek,,, sampai kamu keluar….”

Aku tersenyum padanya,,, lalu kumasukkan lagi penisku di dalam memeknya,,, dan aku genjot dengan sangat cepat…

Hingga akhirnya 10 menit kemudian kucabut penisku saat kurasakan akan keluar,, dan kusemprotkan di atas perutnya Reinnn,,,

Rein : “kok diluar sihh dekkk..?” protes dia kepadaku,,,

Aku : “Lah mau didalam,,?”

Rein : “baru kemarin aku selesai mens,,, hari ini bebas kamu keluarin di dalem,,, ahh kamu ini,,,,” ucapny sebel padaku,,,

Aku : “salah sendiri gak bilangg,,,,”

Dia masih kelihatan sebel,,,

Aku : “baiklah kita lakukan lagi,,,..”

Rein : “hmm..? Masih kuat..?”

Aku : “Untuk istriku tercintahhh,, aku kuat sampai pagi,,,,”

Rein : “hahaha,, baiklah,, ayo ditempat tidur aja,,,”

.

.

Kami melakukannya lagi di tempat tidurnya Rein,,, Bahkan dua kali lagi,,, sampai lemass… bahkan yang terakhir, spermku yang muncrat di dalam memeknya Rein sangat sedikit… malam ini bener2 kami melampiaskan rindu kami masing2 setelah sekian lama tidak melakukannya bersama.

Rein : “Jadi kapan kamu akan kembali kesana…?” tanya dia padaku,,, dia saat ini sedang aku tindih,,, aku lemas tidak berdaya diatas tubuhnya dengan penisku masih di dalam memeknya,,,

Aku : “ehmm,,, aku sudah mempunyai rencana,, tapi aku butuh waktu,, aku akan mencari bantuan terlebih dahulu…”

Rein : “siapa..?”

Aku : “bukan urusanmu….” Dia langsung mencubit bokongku,,,,

Aku : “isshh,,, teman Lama Rein,,, kamu tau kok siapa dia,,,”

Aku : “Rein,,, kalau misalnya aku sudah memperbaiki keadaan dikota sebelah,, kamu mau menikah denganku…?”

Rein : “hmm…? Setelah keadaan membaik…Kamu tidak mau berusaha menjalin cinta dengan salah satu dari mereka ? Dias,,? Resty ? Atau Meta ?… kamu juga mencintai mereka kan Deek..?”

Aku : “entahlah,, aku tidak yakin bisa bersama salah satu dari mereka,, Dias sudah dijodohkan,, bahkan mungkin saat ini dia sudah menikah.. Meta sudah lama pergi, siapa tau dia sudah mendapatkan pria lain… yang tersisa tinggal Resty,, aku memang sempat mencintainya,, tapi apa menurutmu aku tidak akan menyakiti perasaan Meta jika aku bersama dengan Resty ? begitu juga sebaliknya,, jika aku bersama dengan Meta,, aku takut membuat Resty sedih, karena mereka sahabatan,,, … menurutku lebih baik jika aku tidak bersama salah satu dari mereka,,, makanya aku ingin kamu yang akan mendampingi hidupku selamanya… ”

Rein mendorong tubuhku,, penisku terlepas dari memeknya,,, kami sekarang tidur miring saling berhadapan,,, dia memegang wajahku…

Rein : “segitu pengennya kamu mau menikah denganku… ? Dekk,, asal kamu tau ya,, sudah lama aku menganggapmu sebagai suamiku,,,,”

Hmmm..?

Rein : “sejak lama, Di dalam pikiranku aku mengagap kita sudah menikah, kita adalah pasangan suami istri,, pernikahan itu kan pria dan wanita tinggal serumah, bercinta, kadang liburan bersama,,, bukankah itu yang sering kita lakukan..? apa perlu kamu menghamiliku agar kamu percaya kalau aku ini adalah istrimu…?…”

Rein : “tapi bagaimana nanti anak kita Deek,, ? apa yang akan dipikirkannya jika tau kalau orang tuanya adalah saudara,, dan hanya punya satu pasangan kakek nenek,,, bagaimana dia bisa menghadapi dunia dengan kenyataan seperti itu ? kalau kamu pengen punya anak dariku,, hamili akuu, aku akan dengan senang hati mengandung anak kita,,,,, tapi, aku tidak akan memberitahunya kalau kamu adalah orang tuanya,, aku akan pergi sejauh mungkin darimu membawa anak kita agar kamu tidak bisa bertemu dengan kami,,,, kamu mau anak kita hidup tanpa Ayah ? kamu sudah tau kan rasanya bagaimana hidup tanpa seorang ayah?”

Sialll,, aku tidak berpikir sejauh itu,,,

Aku : “maaf,, aku tidak pernah berpikir sejauh itu,,, “

Rein : “Cobalah merasakannya, tanamkan dalam pikiranmu kalau kita sudah menikah,,, meskipun nanti kita punya pasangan masing2, kita tetap pasangan suami istri asalkan kita masih bisa saling bertemu… bedanya kita tidak bisa bercinta lagi, karena kita punya pasangan masing2… yang penting kita selalu bersama, aku akan bahagia jika selamanya kita bisa selalu bersamaa, aku sempat berpikir meskipun nanti kita punya pasangan masing2,,bagaimana kalau kita tetap tinggal serumah,,, pasti seru,,,”

Ucapnya lalu tersenyum padaku… kubalas senyumnya…

Aku : “aku menyayangimu Rein,,,, “

Rein : “aku mencintaimu suamiku,,,hihihi,,”

Rein : “Kejar cintamu diantara mereka bertiga,, hanya kamu yang paling tau siapa diantara mereka yang akan membuatmu bahagia,,, kalaupun misalnya kamu benar2 tidak bisa bersama mereka bertiga ataupun dengan wanita manapun didunia ini.. akan aku pertimbangkan rencanamu untuk pergi dari sini…”

Rein : “Deal…?”

Kucium bibirnya sebagai tanda persetujuanku,,,,,,,

Rein : “Jadi siapa ? Dias,,,?

Aku : “gak tau,,,,”

Rein : “ahh,, iya aku tau,, pasti Dias, meskipun dia dijodohkan,, tapi dia adalah cinta pertamamu saat SMP, dan dia juga mencintaimu,,,,,,”

Aku : “gak tauuuuu….”

Rein : “ehmm Meta…? Kalian kan saling mencintai,,, “

Aku : “gak tau Rein,,, gak tau,,,,,,”

Rein : “berarti Resty,, ternyata kamu suka tipe2 kayak Resty yang selallu menggodamu,,, hahahahaha”

Hadeeeh,, Rein masih berusaha memancingku siapa diantara mereka bertiga yang paling aku cintai,,, aku segera bangkit dari tempat tidur ini dan keluar dari kamarnya Rein,,,,

Rein : “loh kemana Dek,,?”

Aku : “Tidur,,,,”

Rein : “kamu tega membiarkan isitrimu ini tidur sendirian,, suami macam apa kamu ini..?”

Aku : “bodo’…….”

——-

Are there choices around me,

(apakah ada pilihan disekitarku?)​

Or am I stuck on a one-way road?

(atau aku hanya terjebak di jalan satu arah?)​

These questions need answers.

(semua pertanyaan itu butuh jawaban)​

——-

Di dalam kamarku, aku mencari buku catatanku di rak buku,,, untung masih ada,,,, kubuka lembar demi lembar buku catetan ini,, dan ketemu,,, langsung kuambil portable phone yang ada di mejaku dan kupencet nomor sesuai dengan yang tertulis di buku catatanku…

Nyambung..

……. : Halo…

Suara wanita yang sangat kukenal,,,,,

Aku : hei,,, ini aku…

……. : astaga,,,,

Aku : besok ada waktu ?

…… : Kamu ada dikota ini ?

Aku : iya…

…… : hmm? apakah ini undangan bercinta?

…… : Seperti yang dulu sering kita lakukan dirumah kita ?

Bersambung